MAKALAH ETICAL ISU KEPERAWATAN TRANSPLANTASI ORGAN

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK III / A2 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. LALU GDE AAN FARMIZI LALU RIZAL AZHARI MASDAH LIATUN MIFTAHUL JANNAH MUHAMAD AFIF IQBAL NELLY YULIANA NURDIN NURUL AENI PRIHATINI SETIAWATI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDY S1 T.A. 2011/2012

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Transplantasi Organ Donor organ atau lebih sering disebut transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu. Syarat tersebut melipui kecocokan organ dari donor dan resipen. (cybeer_fox, 2008) Donor organ adalah pemindahan organ tubuh manusia yang masih memiliki daya hidup dan sehat untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat dan tidak berfungsi dengan baik apabila diobati dengan teknik dan cara biasa, bahkan harapan hidup penderitan hampir tidak ada lagi. Sedangkan resipien adalah orang yang akan menerima jaringan atau organ dari orang lain atau dari bagian lain dari tubuhnya sendiri. Organ tubuh yang ditansplantasikan biasa adalah organ vital seperti ginjal, jantung, dan mata. namun dalma perkembangannya organ-organ tubuh lainnya pun dapat ditransplantasikan untuk membantu ornag yang sangat memerlukannya. (Sajjarotul, 2011) Menurut pasal 1 ayat 5 Undang-undang kesehatan,transplantasi organ adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk menggantikan organ dan atau jaringan tubuh. Pengertian lain mengenai transplantasi organ adalah berdasarkan UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, transplantasi adalah tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk mengganti jaringan dan atau organ tubuh yang tidak berfungsi dengan baik. (Diansiljian, 2011) Jika dilihat dari fungsi dan manfaatnya transplantasi organ dapat dikategorikan sebagai „life saving‟. Live saving maksudnya adalah dengan dilakukannya transplantasi diharapkan bisa memperpanjang jangka waktu seseorang untuk bertahan dari penyakit yang dideritanya.

Autotransplantasi: pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri. 2011) d. Isograft Sebuah subset dari allografts di mana organ atau jaringan yang ditransplantasikan dari donor ke penerima yang identik secara genetis (seperti kembar identik ). Allograft Allograft adalah suatu transplantasi organ atau jaringan antara dua non-identik anggota genetis yang sama spesies . c. penerima sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi organ sebagai benda asing dan berusaha untuk menghancurkannya. 2011) f. (Diansiljian. atau jaringan lebih sangat dibutuhkan di tempat lain (contoh termasuk kulit grafts . (Diansiljian. b. Autograft Transplantasi jaringan untuk orang yang sama. Kadangkadang hal ini dilakukan dengan jaringan surplus. Klasifikasi Transplantasi Organ Transplantasi ditinjau dari sudut si penerima. ekstraksi vena untuk CABG . Karena perbedaan genetik antara organ dan penerima. atau jaringan yang dapat memperbarui. Heterotransplantasi : pemindahan organ atau jaringan dari satu spesies ke spesies lain. dll) Kadang-kadang autograft dilakukan untuk mengangkat jaringan dan kemudian mengobatinya atau orang. (Diansiljian. dapat dibedakan menjadi: a. menyebabkan penolakan transplantasi. Sebagian besar jaringan manusia dan organ transplantasi yang allografts. Isografts dibedakan dari jenis lain transplantasi karena sementara mereka secara anatomi . sebelum mengembalikannya (contoh termasuk batang autograft sel dan penyimpanan darah sebelum operasi ). 2011) e. Homotransplantasi : pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain.B.

(Diansiljian.identik dengan allografts. serta organorgan yang berpasangan misalnya ginjal. misalnya kulit. Sebuah contoh adalah transplantasi katup jantung babi. 2011) h. Jika ditinjau dari sudut penyumbang atau donor alat dan atau jaringan tubuh. (Diansiljian.2007). b. maka transplantasi dapat dibedakan menjadi : a. 2011) g. Sebagai jantung asli penerima biasanya sehat. Transplantasi dengan donor mati atau jenazah . (parsudi. terutama orang dewasa dan seorang anak. darah dan sumsum tulang. Ini bukan biasanya sebuah pilihan yang diinginkan karena transplantasi organ secara keseluruhan lebih berhasil. dapat dipindahkan ke orang lain yang membutuhkan transplantasi jantung. dapat dibagi antara dua penerima. xenograft dan xenotransplantation Transplantasi organ atau jaringan dari satu spesies yang lain. Contoh lain adalah mencoba-primata (ikan primata non manusia)-transplantasi Piscine dari pulau kecil (yaitu pankreas pulau jaringan atau) jaringan. Transplantasi dengan donor hidup Transplantasi dengan donor hidup adalah pemindahan jaringan atau organ tubuh seseorang ke orang lain atau ke bagian lain dari tubuhnya sendiri tanpa mengancam kesehatan. mereka tidak memicu respon kekebalan. Transplantasi Domino Operasi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan fibrosis kistik karena kedua paru-paru perlu diganti dan itu adalah operasi lebih mudah secara teknis untuk menggantikan jantung dan paruparu pada waktu yang sama. biasanya hati. yang cukup umum dan sukses. (Diansiljian. 2011) i. Donor hidup ini dilakukan pada jaringan atau organ yang bersifat regeneratif. Transplantasi Split Kadang-kadang organ almarhum-donor.

Salah satu transplantasi yang paling sering dilakukan oleh manusia yaitu transfuse darah. (Diansiljian. Penyebab Transplantasi Organ Ada dua komponen penting yang mendasari tindakan transplantasi. Jenis organ yang biasanya didonorkan adalah organ yang tidak memiliki kemampuan untuk regenerasi misalnya jantung. c.Transplantasi dengan donor mati atau jenazah adalah pemindahan organ atau jaringan dari tubuh jenazah ke tubuh orang lain yang masih hidup. (vera. Akan tetapi jika organ atau jaringan yang berasal dari orang lain maka akan memungkinkan seseorang mengalami rejeksi serta komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian. 2000) D. Kemungkinan terjadinya penolakan oleh tubuh resipien e. Pencarian donor yang sesuai b. 2011) C. Biasanya dalam melakukan transplantasi organ melibatkan beberapa hal yang sangat penting yakni. Kemungkinan timbulnya resiko akibat pembedahan. yaitu: . Kemungkinan terjadinya komplikasi atau kematian. Kelemahan dan Keuntungan Transplantasi Organ Teknik transplantasi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Teknik transplantasi ini merupakan satu-satunya peluang agar orang-orang yang memiliki kerusakan organ atau organ tersebut tidak dapat bekerja dengan baik sebagaimana fungsinya. Transplantasi paling baik dilakukan bila organ atau jaringan penggantinya berasal dari tubuh sendiri karena memiliki stuktur yang sama sehingga mencegah terjadinya rejeksi. ginjal dan pankreas. a. Pemakaian obat-obat immunosupresan yang paten d. kornea.

untuk berfungsi baik. Transplantasi Organ dari Segi Agama a. Organ-organ yang diambil dari jenazah adalah : jantung. yaitu usaha dan kemampuan diri dari penerima jaringan atau organ tubuh baru sehingga tubuhnya dapat menerima atau menolak jaringan atau organ tersebut. sumsum tulang dan darah (tranfusi darah). (Diansiljian. Adaptasi resepien. Adaptasi donasi. seperti ginjal. Adapun ketiga hukum tersebut. Eksplantasi : usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang hiudp atau yang sudah meninggal.2006) b. ginjal. pancreas. secara biologis dan psikis. yaitu : a) Transplantasi Organ Dari Donor Yang Masih Hidup Dalam syara seseorang diperbolehkan pada saat hidupnya mendonorkan sebuah organ tubuhnya atau lebih kepada orang lain yang membutuhkan organ yang disumbangkan itu. ada dua komponen penting yang menunjang keberhasilan tindakan transplantasi. kornea. (anonim.a. b. Organ atau jaringan tubuh yang akan dipindahkan dapat diambil dari donor yang hidup atau dari jenazah orang baru meninggal dimana meninggal sendiri didefinisikan kematian batang otak. Akan tetapi mendonorkan organ tunggal yang dapat mengakibatkan kematian si . mengganti yang sudah tidak dapat berfungsi lagi. hati. Implantasi : usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh tersebut kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain. yaitu : a. Organ-organ yang diambil dari donor hidup seperti : kulit. untuk hidup dengan kekurangan jaringan atau organ. Disamping itu. ginjal. paru-paru dan sel otak. 2011) E. Transplantasi Organ dari Segi Agama Islam Didalam syariat Islam terdapat 3 macam hukum mengenai transplantasi organ dan donor organ ditinjau dari keadaan si pendonor. yaitu usaha dan kemampuan menyesuaikan diri orang hidup yang diambil jaringan atau organ tubuhnya.

yaitu : 1. . Dilakukan setelah memastikan bahwa si penyumbang ingin menyumbangkan organnya setelah dia meninggal.pendonor. Al – Maidah ayat 2 ” dan jangan tolong – menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. An – Nisa ayat 29 ” dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri ” 3. kita harus mendapatkan kejelasan hukum transplantasi organ dari donor tersebut. Bisa dilakukan melalui surat wasiat atau menandatangani kartu donor atau yang lainnya. hati dan otaknya. 2. Adapun beberapa hukum yang harus kita tahu. seperti mendonorkan jantung. berdasarkan firman Allah SWT dalam Al – Qur‟an : 1. surat Al – Baqorah ayat 195 ” dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ” 2. “ b) Transplantasi Organ dari Donor yang Sudah meninggal Sebelum kita mempergunakan organ tubuh orang yang telah meninggal. Jika terdapat kasus si penyumbang organ belum memberikan persetujuan terlebih dahulu tentang menyumbangkan organnya ketika dia meninggal maka persetujuan bisa dilimpahkan kepada pihak keluarga penyumbang terdekat yang dalam posisi dapat membuat keputusan atas penyumbang. 3. Maka hukumnya tidak diperbolehkan. Organ atau jaringan yang akan disumbangkan haruslah organ atau jaringan yang ditentukan dapat menyelamatkan atau mempertahankan kualitas hidup manusia lainnya.

Organ yang akan disumbangkan harus dipindahkan setelah dipastikan secara prosedur medis bahwa si penyumbang organ telah meninggal dunia. dia berkata. Diriwayatkan dari A‟isyah Ummul Mu‟minin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Memecahkan tulang mayat itu sama dengan memecahkan tulang orang hidup. Transplantasi Organ dari Segi Agama Kristen .” (HR.Adapun hukum kehormatan mayat dan penganiayaan terhadapnya.”Rasulullah pernah melihatku sedang bersandar pada sebuah kuburan.4. Allah menetapkan pula bahwa menganiaya mayat sama saja dosanya dengan menganiaya orang hidup. dan Ibnu Hibban). Maka beliau lalu bersabda : “Janganlah kamu menyakiti penghuni kubur itu !” Hadits-hadits di atas secara jelas menunjukkan bahwa mayat mempunyai kehormatan sebagaimana orang hidup. Begitu pula melanggar kehormatan dan menganiaya mayat adalah sama dengan melanggar kehormatan dan menganiaya orang hidup. 5. Imam Ahmad meriwayatkan dari „Amar bin Hazm Al Anshari RA. terhadap Dan Allah telah mayat pelanggaran kehormatan sebagaimana pelanggaran terhadap kehormatan orang hidup. (Diansiljian. 2011) b. Ahmad. maka Allah SWT telah menetapkan bahwa mayat mempunyai kehormatan yang wajib dipelihara sebagaimana mengharamkan kehormatan orang hidup. Organ tubuh yang akan disumbangkan bisa juga dari korban kecelakaan lalu lintas yang identitasnya tidak diketahui tapi hal itu harus dilakukan dengan seizin hakim. Seorang dokter atau seorang penguasa tidak berhak memanfaatkan salah satu organ tubuh seseorang yang sudah meninggal untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkannya. Abu Dawud.

kulit. Transplantasi Organ dari Segi Agama Budha Dalam pengertian Budhis. 2011) Kesimpulannya bila donor tidak menuntut kita harus mati. (Diansiljian. jadi kita harus menunggu sampai si donor benar-benar mati untuk dipanen organ. Transplantasi Organ dari Segi Agama Katolik Gereja menganjurkan kita untuk mendonorkan organ tubuh sekalipun jantung kita. Oleh karena itu. kaki atau urat nadi. seorang terlahir kembali dengan badan yang baru. uang untuk si pendonor organ. jari. tulang maka kita dianjurkan untuk melakukannya. 2011) c. (Diansiljian. lengan. mata. sum-sum. selama niatnya tulus dan tujuannya kebaikan itu bolehboleh saja terutama untuk membantu kelangsungan hidup suatu nyawa (nyawa orang yang membutuhkan donor organ) bukan karena mendonorkan untuk mendapatkan imbalan berupa materi. maka kita sebagai umat Katolik wajib untuk dinyatakan mati oleh ajaran GK. Ingat. Tentu kalau kita dalam keadaan hidup dan sehat kita dianjurkan untuk menolong hidup orang lain dengan menjadi donor. vegetative state atau kematian medis lainnya. 2011) d. kematian klinis atau medis bukan mati sepenuhnya. dan ini terbukti tidak ada halangan bagi kebutuhan medis dalam pengambilan organ. seperti koma. sedangkan saat kita sudah mati kita tidak membutuhkan organ tubuh jasmani kita. ginjal. (Diansiljian. Sedangkan menjadi donor mati seperti jantung atau bagian tubuh lainnya dimana donor tidak bisa hidup tanpa adanya organ tersebut. asal saja sewaktu menjadi donor kita sudah benar-benar mati artinya bukan mati secara medis yaitu otak kita yang mati.Di alkitab tidak dituliskan mengenai mendonorkan organ tubuh. seperti donor darah. rambut. Akan lebih baik lagi bila si pendonor sudah mati dari pada saat si pendonor belum mati karena saat kita masih hidup organ tubuh itu bagaimanapun penting. pastilah organ tubuh yang telah .

Artinya. ia akan mempunyai mata lebih indah dan sehat dari pada mata yang ia miliki dalam kehidupan saat ini. bahwa pengorbanan (yajna) kepada orang yang menderita. dari keutuhan organ tubuh manusia yang telah meninggal. agar dia bebas dari penderitaan dan dapat menikmati kesehatan dan kebahagiaan. Alasan yang lebih bersifat logis dijumpai dalam kitab Bhagawadgita II. Transplantasi Organ dari Segi Agama Hindu Menurut ajaran Hindu transplantasi organ tubuh dapat dibenarkan dengan alasan. utama.22 sebagai berikut: “Wasamsi jirnani yatha wihaya nawani grihnati naro’parani. dengan meninggalkan badanbadan lama yang tiada berguna. 2011) e. ketika seseorang berdana kornea mata. tetap akan terlahir dengan mata normal. Demikian pandangan agama hindu terhadap transplantasi organ tubuh sebagai salah satu .didonorkan pada kehidupan yang lampau tidak lagi berhubungan dengan tubuh dalam kehidupan yang sekarang. orang yang telah mendanakan anggota tubuh tertentu tetap akan terlahir kembali dengan organ tubuh yang lengkap dan normal. karena donor adalah salah satu bentuk kamma baik. jauh lebih penting. tatha sarirani wihaya jirnany anyani samyati nawani dehi” Artinya: seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru dan membuka pakaian lama. Perbuatan ini harus dilakukan diatas prinsip yajna yaitu pengorbanan tulus iklas tanpa pamrih dan bukan dilakukan untuk maksud mendapatkan keuntungan material. Malahan. Ajaran Hindu tidak melarang bahkan menganjurkan umatnya unutk melaksanakan transplantasi organ tubuh dengan dasar yajna (pengirbanan tulus ikhlas dan tanpa pamrih) untuk kesejahteraan dan kebahagiaan sesama umat manusia. (Diansiljian. begitu pula Sang Roh menerima badan-badan jasmani yang baru. Ia yang telah berdonor kornea mata misalnya. tidak buta. dipercaya dalam kelahiran yang berikutnya. mulia dan luhur.

Pasal 32 ayat (3) berbunyi: Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan. 2011) Pasal 34 Ayat (3): Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) dan Ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. (2).bentuk pelaksanaan ajaran Panca Yajna terutama Manusa Yajna. 2011) F. Sedangkan untuk prosedur pelaksanaan Undang-Undang No. pelaksanaan transplantasi diatur dalam Pasal 34 yang berbunyi: Pasal 34 Ayat (1): Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan di sarana kesehatan tertentu. 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia. (Diansiljian. Pada Undang-Undang No. Peraturan . Pasal 32ayat (2) berbunyi: Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan dengan pengobatan dan atau perawatan. Transplantasi Organ dari Segi Hukum Dasar hukum dilaksanakannya transplantasi organ sebagai suatu terapi adalah Pasal 32 ayat (1). 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau menghilangkan cacat. (Diansiljian. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. (3) tentang hak pasien untuk memperoleh kesembuhan dengan pengobatan dan perawatan atau cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan : Pasal 32 ayat (1) berbunyi: Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan akibat penyakit. Pasal 34 Ayat (2): Pengambilan organ dan atau jaringan tubuh dari seorang donor harus memperhatikan kesehatan donor yang bersangkutan dan ada persetujuan donor dan ahli waris atau keluarganya.

Pokok-pokok peraturan tersebut adalah a. Pasal 1 a) Alat tubuh manusia adalah kumpulan jaringan-jaringan tubuh yang dibentuk oleh beberapa jenis sel dan mempunyai bentuk serta faal (fungsi) tertentu untuk tubuh tersebut. e) Meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yag berwenang bahwa fungsi otak. c) Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat dan jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik. Pasal 11 a) Transplantasi organ dan jaringan tubuh hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ditunjuk oleh mentri kesehatan. . yaitu harus dengan persetujuan tertulis penderita dan keluarga yang terdekat setelah penderita meninggal dunia. (Diansiljian. 2011) b. Pasal 10 Transplantasi alat untuk jaringan tubuh manusia dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai dimaksud dalam Pasal 2 Huruf a dan Huruf b. d) Donor adalah orang yang menyumbangkan alat atau jaringan tubuhnya kepada orang lain untuk keperluan kesehatan. b) Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan faal (fungsi) yang sama dan tertentu. 2011) c. tentang bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia. (Diansiljian.Pemerintah yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah No.18 tahun 1981. pernafasan dan denyut jantung seseorang telah berhenti.

(Diansiljian. 2011) d. Pasal 16 Donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak atas suatu kompensasi material apapun sebagai imbalan transplantasi. Pasal 18 . 2011) g. Pasal 14 Pengambilan alat atau jaringan tubuh manusia untuk keperluan transplantasi atau bank mata dari korban kecelakaan yang meninggal dunia. 2011) i. (Diansiljian. (Diansiljian. (Diansiljian. calon donor yang bersangkutan terlebih dahulu diberitahu oleh dokter yang merawatnya. (Diansiljian. 2011) j. 2011) h. Pasal 13 Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksudkan yaitu dibuat diatas kertas materai dengan dua orang saksi. Pasal 17 Dilarang memperjual-belikan alat atau jaringan tubuh manusia. akibat-akibat dan kemungkinan yang dapat terjadi . dilakukan dengan pernyataan tertulis keluarga terdekat. termasuk dokter konsultan mengenai sifat operasi. 2011) f. 2011) e. Pasal 12 Penentuan saat mati ditentukan oleh 2 orang dokter yang tidak ada sangkut paut medic dengan dokter yang melakukan transplantasi.b) Transplantasi alat dan jaringan tubuh manusia tidak boleh dilakukan oleh dokter yang merawat atau mengobati donor yang bersangkutan. dokter yang merawatnya harus yakin benar bahwa calon donor yang bersangkutan telah menyadari sepenuhnya arti dari pemberitahuan tersebut. (Diansiljian. (Diansiljian. Pasal 15 Sebelum persetujuan tentang transplantasi alat dan jaringan tubuh manusia diberikan oleh calon donor hidup.

Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri. Jika dikaitkan dengan kasus transplantasi organ maka hal yang menjadi pertimbangan adalah seseoranhg melakukan transplantasi tersebut tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan tentu saja pasien diyakinkan bahwa keputusan yang diambilnya adalah keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang. Transplantasi Organ dari Segi Etika Keperawatan Jika ditinjau dari segi etika keperawatan. antara lain : a.Dilarang mengirim dan menerima alat dan jaringan tubuh manusia dalam semua bentuk ke dan dari luar negri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. Seorang perawat dalam meeeenjalankan profesinya juga diwajibkan untuk tetap mengingat tentang prinsip-prinsip etik. atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi (Autonomy) Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Berbuat baik (Beneficience) . memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. transplantasi organ akan menjadi suatu hal yang salah jika dilakukan secara illegal. tidak etis dan illegal ”. 2011) G. Hal ini menilik pada kode etik keperawatan. (Diansiljian. Pokok etik tersebut berbunyi “ Perawat bertindak melindungi klien dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten. (Diansiljian. 2011) b. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Pokok etik 4 pasal 2 yang mengatur tentang hubungan perawat dengan teman sejawat.

terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab . hanya melakukan sesuatu yang baik. 2011) d. penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Tidak merugikan (Nonmaleficience) Prinsip ini berarti dalam pelaksanaan transplantasi organ. Kebaikan. 2011) c. standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. (Diansiljian. Informasi harus ada agar menjadi akurat. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum.Beneficience berarti. Kejujuran (Veracity) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. dalam situasi pelayanan kesehatan. memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan. 2011) e. legal dan kemanusiaan. (Diansiljian. harus diupayakan semaksimal mungkin bahwa praktek yang dilaksanakan tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Terkadang. Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral. komprensensif. terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada. (Diansiljian.

mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan. Ketaatan. 2011) H. 2011) f. kesetiaan. tidak meruguikan pihak manapun serta berorientasi pada kemanusiaan. adil bagi pihak pendonor maupun resipien.individu memiliki otonomi. niscaya seorang perawat tidak akan begitu mudah membantu melaksanakan praktek transplantasi organ hanya dengan motivasi komersiil. menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan. adalah kewajiban yang seseorang untuk mempertahankan komitmen dibuatnya. (Diansiljian. Kesetiaan. Jika seorang perawat menjunjung tinggi nilai tersebut dalam prakteknya. keluarga dan ahli waris. Transplantasi Organ dari Segi Norma Masyarakat Beberapa pihak yang ikut terlibat dalam usaha transplantasi adalah donor hidup. . Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Sebagai contoh nilai tersebut adalah. Menepati janji (Fidelity) Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Dari prinsip-prinsip diatas berarti harus diperhatikan benar bahwa dalam memutuskan untuk melakukan transplantasi organ harus disertai pertimbangan yang matang dan tidak ada paksaan dari pihak manapun. jenazah dan donor mati. keyakinan bahwa setiap individu adalah mulia dan berharga. mencegah penyakit. resipien. Selain itu dalam praktek transplantasi organ juga tidak boleh melanggar nilai-nilai dalam praktek perawat professional. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya. (Diansiljian.

Donor Hidup Adalah orang memberikan jaringan atau organnya kepada orang lain (resipien). dan apabila sebelum meninggal donor itu sakit. Dari keluarga resipien sebenarnya hanya dituntut suatu pengargaan kepada donor dan keluarganya dengan tulus. (Diansiljian. untuk menjadi donor. dan masyarakat. 2011) .dokter dan pelaksana lain. (Diansiljian. Jenazah dan Donor Mati Adalah orang yang semasa hidupnya telah mengizinkan atau berniat dengan sungguh-sungguh untuk memberikan jaringan atau organ tubuhnya kepada yang memerlukan apabila ia telah meninggal. Sebelum memutuskan untuk menjadi donor. sudah sejauh mana pertolongan dari dokter yang merawatnya. (Diansiljian. Hubungan pihak-pihak itu dengan masalah etik dan moral dalam transplatasi adalah : a. Keluarga donor dan ahli waris Kesepakatan keluarga donor dan resipien sangat diperlukan untuk menciptakan saling pengertian dan menghindari konflik semaksimal mungkin ataupun tekanan psikis dan emosi di kemudian hari. Hubungan psikis dan emosi harus sudah difikirkan olehdonor hidup tersebut untuk mencegah timbulnya masalah. baik di bidang medis. 2011) b. Semua itu untuk mencegah adanya tuduhan dari keluarga donor atau pihak lain bahwa tim pelaksana transplantasi telah melakukan upaya mempercepat kematian seseorang hanya untuk mengejar organ yang akan ditransplantasikan. Alangkah baiknya apabila dibuat suatu ketentuan untuk mencegah timbulnya rasa tidak puas kedua belah pihak. Kapan seorang donor itu dapat dikatakan meninggal secara wajar. 2011) c. pembedaan maupun resiko untuk pembedahannya lebih lanjut sebagai kekurangan jaringan atau organ yang telah dipindahkan. Disamping itu. seseorang harus mengetahui dan mengerti resiko yang dihadapi. seseorang tidak boleh mengalami tekanan psikologis.

seorang penderita mempunyai hak untuk mendapatkan perawatan yang dapat memperpanjang hidup atau meringankan penderitanya. pemuka masyarakat. resipien. tim pelaksana hendaknya tidak dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan kepentingan pribadi. Dengan demikian. Kerjasama tim pelaksana dengan para cendekiawan. Akan tetapi. 2011) f. (Diansiljian. dalam melaksanakan tugas. Dokter dan tenaga pelaksana lain Untuk melakukan suatu transplantasi. 2011) . Seorang resipien harus benar-benar mengerti semua hal yang dijelaskan olah tim pelaksana transplantasi. tim pelaksana harus mendapat persetujuan dari donor. Juga perlu didasari bahwa jika ia menerima untuk transplantasi berarti ia dalam percobaan yang sangat berguna bagi kepentingan orang banyak di masa yang akan dating. Masyarakat Secara tidak sengaja masyarakat turut menentukan perkembangan transplantasi. atau pemuka agama diperlukan untuk mendidik masyarakat agar lebih memahami maksud dan tujuan luhur usaha transplantasi. maupun keluarga kedua belah pihak. Dengan adanya pengertian ini kemungkinan penyediaan organ yang segera diperlukan. Pada dasarnya. Resipien Adalah orang yang menerima jaringan atau organ orang lain. Tanggung jawab tim pelaksana adalah menolong pasien dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk umat manusia. (Diansiljian. Ia wajib menerangkan hal-hal yang mungkin akan terjadi setelah dilakukan transplantasi sehingga gangguan psikologis dan emosi di kemudian hari dapat dihindarkan.d. Melalui tindakan transplantasi diharapkan dapat memberikan nilai yang besar bagi kehidupan resipien. atas tujuan luhur akan terpenuhi. 2011) e. is harus menyadari bahwa hasil transplantasi terbatas dan ada keungkinan gagal. (Diansiljian.

Komite kesehatan publik Eropa mendorong transplantasi organ tapi menindak perdagangan ilegal. dan gratis. sangat khawatir dengan laporan David Kilgour dan ." Dengan lusinan orang meninggal setiap hari sementara di daftar tunggu untuk transplantasi organ di Uni Eropa dan 56. salah satu pendukung direktif utama dan seorang dokter. Dengan arahan baru. pada dasarnya untuk memastikan kualitas organ dan meningkatkan tingkat sumbangan.I. "Kita tidak bisa berbicara tentang donasi organ tanpa menyebutkan sisi gelapnya. semua sumbangan organ harus "altruistik (mengutamakan kepentingan orang lain). sukarela." kata Anggota Jerman dari Parlemen Eropa Peter Liese. Ini menekankan bahwa "Negara-negara anggota hendaknya mengintensifkan kerjasama mereka di bawah naungan Interpol dan Europol untuk mengatasi masalah penyelundupan organ secara lebih efektif."Kami sepenuhnya menentang bentuk apapun wisata organ." Liese memiliki perhatian khusus tentang wisata organ ke China. Transplantasi Dari Berbagai Negara Uni Eropa Telusuri Perdagangan & Wisata Organ Arahan petunjuk diadopsi oleh suara mayoritas di Parlemen Eropa bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kualitas transplantasi organ di Uni Eropa. semakin banyak orang yang beralih menjadi wisata organ. "Kami sangat.000 pasien menunggu untuk transplantasi. Uni Eropa menyatakan akan mendirikan kantor-kantor nasional untuk mengawasi donasi organ dan memastikan bahwa setiap rumah sakit yang melakukan transplantasi memiliki "koordinator transplantasi" untuk membahas transplantasi dengan keluarga pendonor dan donornya." Dalam direktif baru terpilih pada tanggal 16 Mei. Para pembuat keputusan di Parlemen Eropa sekarang mencari langkah-langkah ketat untuk mencegah warganya bepergian ke luar negeri untuk menerima transplantasi organ dengan organ yang diperoleh melalui penyelundupan organ.

. termasuk ginjal. badan eksekutif Uni Eropa.David Matas. "Saya sangat menentang perilaku seperti mengeksekusi mati seseorang hanya karena orang lain butuh organ . yang biasanya menunggu lama sumbangan sukarela dari donor di negara asal mereka." simpul penyelidikan. "Kesimpulan utama buku kita adalah bahwa adanya pengambilan organ besar-besaran dari praktisi Falun Gong secara paksa berlanjut hingga hari ini. Komisi Eropa. yang mungkin datang ke Shanghai untuk mendapatkan organ dari eksekusi di China. kornea mata dan hati. David Kilgour dan pengacara HAM David Matas. Baik. Untuk memastikan integritas dari transplantasi organ anggota dari Parlemen Eropa mengatakan mereka akan meminta semua . kadang-kadang bagi orang asing. Falun Gong adalah latihan meditasi China yang mengemban nilainilai "Sejati." kata Miroslav Mikolasik." kata Kilgour berbicara di Parlemen Eropa. menyimpulkan bahwa ribuan praktisi Falun Gong di China tewas supaya organ mereka bisa dijual di China dan kepada orang asing. di rumah sakit tertentu." Sebuah laporan yang diterbitkan oleh mantan Sekretaris Negara Kanada.. sejak tahun 1999 telah membunuh tak terhitung tahanan Falun Gong. telah dirampas untuk dijual dengan harga tinggi. Sebagai bagian dari rencana aksi yang diadopsi oleh Parlemen. tetapi juga pusat penahanan dan pengadilan rakyat. dan Sabar" tetapi telah menjadi sasaran penindasan di China sejak tahun 1999. telah diminta untuk meneliti penambilan paksa organ dari praktisi Falun Gong di China. Hon. pelapor utama untuk peraturan baru transplantasi organ Eropa. Organ-organ vital mereka. Praktisi Falun Gong termasuk dalam duapertiga korban penyiksaan dan setengah dari orang-orang dalam kampkamp tahanan 'pendidikan ulang melalui kerja paksa' di seluruh China menrut jumlah dari PBB dan Deplu AS. hati. "Kami menyimpulkan pemerintah China dan agen-agennya di berbagai negara. ada bukti bahwa praktisi Falun Gong dibunuh demi organ mereka di China.

misalnya di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sekarang kami sangat jelas bahwa kami tidak berkompromi dengan ini. Belgia. Arahan ini juga mencakup kerjasama dari donasi ke transplantasi antar semua negara anggota. Kroasia.transplantasi harus "sukarela dan gratis. dan Slovenia. komersialisasi atau insentif keuangan apapun harus benar-benar dipisahkan" kata Mikolasik. Belanda. (pest control." kata Liese. organisasi terbesar yang mengatur kegiatan tersebut menjamin kualitas dan standar keamanan pertukaran organ antara Austria."Dalam rangka pencegahan perdagangan organ ilegal. Jerman. Saat ini 20 persen dari semua transplantasi organ di Uni Eropa melibatkan organ dipertukarkan antara negara. Eurotransplant. 2010) . Saya berharap itu akan meyakinkan benua-benua lain. "Eropa sedang berkampanye untuk prinsip donasi sumbangan sukarela yang gratis di seluruh dunia. Luksemburg.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful