P. 1
Vertigo

Vertigo

|Views: 190|Likes:
Published by Riyadi Achmad

More info:

Published by: Riyadi Achmad on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2014

pdf

text

original

LAPKAS

VERTIGO

DISUSUN OLEH :

DESI KURNIATI A. M

PEMBIMBING : Dr. DARMA IMRAN, Sp.S

KEPANITERAAN KLINIK STASE SARAF RSIJ CEMPAKA PUTIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2012

1

BAB I STATUS PASIEN

A. IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Alamat Pekerjaan Tanggal MRS Dokter yg merawat

: Ny. N : 45 tahun : Sunter Jaya – Jakarta Utara : Perawat : 02 April 2012 : dr. Samino, Sp.S (K)

B. ANAMNESIS

Keluhan Utama Keluhan Tambahan Riw. Peny. Sekarang

: Pusing sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS) : mual, muntah, : Seorang ♀ diantar keluarganya ke RSIJCP dengan keluhan pusing sejak 2 hari SMRS. Pusing dirasakan seperti berputar. Keluhan ini dirasakan muncul tiba-tiba saat pasien beranjak dari posisi duduk – berdiri. Pusing dirasakan berkurang jika pasien tidur dan mata ditutup. Pusing dirasakan kembali sejak 1 hari SMRS. Pusing dirasakan seperti berputar secara tiba-tiba saat kepala pasien menoleh terutama ke sebelah kanan dalam keadaan berbaring. Pusing dirasakan selama ± 10 menit. Os mengatakan ruangan/lingkungan sekitar terasa seperti berputar. Keluhan lain disertai mual, muntah dan tubuh dirasakan lemas. Muntah tidak menyemprot. Muntahan berupa makanan dan minumam yang dimakan. BAB dan BAK dalam batas normal.

Riw. Peny. Dahulu

: -

Pernah mengalami keluhan yang sama ± 1 tahun yang lalu. Riwayat trauma (+) ± 1,5 tahun yang lalu, otitis (-), sinusitis (-), sakit gigi (-)/gigi berlubang (-) juga disangkal. HT (-).
2

Riw. Peny. Keluarga

: - Riwayat DM (+)  Ibu Os Riwayat Hipertensi (+)  Ayah Os

Riw. Pengobatan Riw. Alergi Riw. Psikososial

: Os tidak konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama : alergi obat, makanan, debu disangkal : - Os sibuk berkerja selama ± 8 jam sehari - Merokok, konsumsi alkohol disangkal

C. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda Vital

: tampak sakit sedang : CM : TD Nadi Napas Suhu : 120/80 mmHg : 88 x/menit : 20 x/menit : 36,5 oC

Antropometri

: normoweight

STATUS GENERALIS

Kepala     Mata

normochepal : sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis -/-, pupil bulat isokor 3 mm/3 mm, RCL +/+, RCTL +/+

Hidung Mulut Telinga

: septum deviasi (-), deformitas (-), sekret (-) : mukosa bibir kering (-), lidah kotor (-), lidah tremor (-) : normotia +/+, deformitas (-), serumen -/-

3

sianosis (-) : akral hangat. regular. edema (-). gallop (-)  Jantung : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen     Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : supel. murni. datar : massa (-). RCT < 2 detik. retraksi (-) : vokal fremitus ka=ki : sonor di kedua lapang paru : vesikular +/+. nyeri tekan epigastrium (-). hepatomegali (-) dan splenomegali (-) : timpani : BU (+) normal Ekstremitas : Atas Bawah : akral hangat. sianosis (-) 4 . RCT < 2 detik. wh -/: iktus kordis tidak terlihat : iktus kordis tidak teraba : tidak dilakukan : BJ 1 & 2 tunggal. bentuk dan gerak dada simetris : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : tanda radang (-).Leher    JVP Tiroid KGB : dalam batas normal : tidak ada pembesaran : tidak ada pembesaran Thoraks  Paru : normochest. edema (-). murmur (-). rh -/-.

D. Optikus Kanan Penglihatan Refleks Cahaya Langsung Refleks Cahaya Tak Langsung Fundus Okuli Papil Retina Perdarahan Arteri/Vena N + + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Kiri N + + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 3. Meningeal : Kaku Kuduk Laseque Kernig Brudzinksi I Brudzinski II : (-) : (-) : (-) : (-) : (-)  Nervus Kranialis 1. N. Olfaktorius Kanan Daya Pembau Tidak dilakukan Kiri Tidak dilakukan 2. Okulomotorius Kanan Ptosis Gerakan Bola Mata Kiri - 5 . N. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS    Kesadaran Pupil : GCS = E4V5M6 = 15 : pupil isokor. ᴓ 3 mm refleks cahaya +/+ R. N.

baik N. N. baik N. baik 3 mm isokor N. Fasialis Kanan Kiri 6 . N. N. Abdusen Kanan Gerakan mata ke lateral abduksi N Kiri N 7. baik Kiri 5. Trigeminus Menggigit Membuka mulut Kanan Sensibilitas Atas Tengah Bawah Refleks kornea Trismus N N N Tidak dilakukan Tidak dilakuka N N N + + Kiri 6. N. Trokhlearis Kanan Gerakan Bola Mata Media Bawah Strabismus konvergen Diplopia N.Atas – Dalam Atas – Luar Bawah – Luar Ukuran pupil Bentuk pupil N. baik N. baik N. baik N. baik 3 mm isokor 4.

Vagus Nadi Bersuara Menelan Regular Normal Baik 7 .Mengangkat alis Mengerutkan dahi Menutup mata Menyeringai Chovstek sign Ageusi 2/3 depan Tic fasialis Kontraktur Normal Normal Normal Normal Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Normal Normal Normal Normal Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 8. N. N. Vestibulokochlearis Kanan Nistagmus Manuver Hallpike Tes Romberg Tes Bisik Tes Rinne Tes Weber Tes Schwabach + + Tidak dilakukan + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Kiri + + Tidak dilakukan + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 9. N. Glossofaringeus Arkus faring Daya kecap lidah 1/3 belakang Refleks muntah Sengau Sulit dinilai Tidak dilakukan Sulit dilakukan - 10.

Aksesorius Kanan Memalingkan kepala Sikap bahu Mengangkat bahu Trofi otot bahu N N N Kiri N N N - 12. +/+ : +/+ : +/+ : +/+ : -/: -/: -/- Oppenheim : -/Rosolimo Mendel  Sistem Otonom : Miksi Defekasi : -/: -/: + : + 8 .Tungkai : +/+.Tubuh  Refleks Fisiologis : Biseps Triseps Patella Achilles  Refleks Patologis : Babinsky Chaddock : +/+.11. nyeri) .Lengan : +/+. tidak dilakukan. N. tidak dilakukan. suhu. +/+ . +/+ . tidak dilakukan. N. Hipoglossus Artikulasi Tremor lidah Menjulurkan lidah Trofi otot lidah Kekuatan lidah   Normal Lurus Tidak dilakukan Motorik : 5555 5555 5555 5555 Sensorik : permukaan (raba.

5 102 mEq/L mEq/L mEq/L 9 .6 10.7 – 15.0 94 – 111 135 3.Sekresi keringat : +  Fungsi Luhur : Afasia sensorik : Daya ingat Afasia motorik  Keseimbangan dan Koordinasi : baik : : tidak dilakukan : (+) : . PEMERIKSAAN PENUNJANG  LABORATORIUM TANGGAL 02-04-2012 HASIL SATUAN NILAI RUJUKAN 11.Jari ke jari .00 150 – 440 35 – 47 PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Hemoglobin Jumlah Leukosit Jumlah Trombosit Hematokrit KIMIA KLINIK GDS SGOT (AST) SGPT (ALT) Ureum Darah Kreatinin Darah ELEKTROLIT Natrium (Na) Darah Kalium (K) Darah Klorida (Cl) Darah 10.5 3.Tumit ke lutut : tidak dilakukan  Pemeriksaan Khusus : Manuver Hallpike (+)  nistagmus < 2 detik E.5 – 5.60 – 11.8 U/L U/L mg/dL mg/dL 70-200 10 – 31 9 – 36 10 – 50 < 1.52 232 38 g/dL ribu/µL ribu/µL % 133 14 14 29 0.Jari ke hidung : (+) .4 135 – 147 3.Romberg .

terutama kanan. manuver Hallpike (+)  nistagmus <2 detik. rontgen mastoid  suspek madtoiditis kronis bilateral. Pusing dirasakan seperti berputar.5 tahun yang lalu  Pada PF dalam batas normal. RONTGEN MASTOID TANGGAL 03-04-2012 Kesan : Suspek mastoiditis kronis bilateral. Keluhan ini dirasakan muncul tiba-tiba saat pasien beranjak dari posisi duduk – berdiri. RESUME  Seorang ♀ 45 tahun. Pusing dirasakan kembali sejak 1 hari SMRS. terutama kanan. muntah dan tubuh dirasakan lemas. Keluhan lain disertai mual. diantar keluarganya ke RSIJCP dengan keluhan pusing sejak 2 hari SMRS.  Pada PP seperti pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. F. Pusing dirasakan seperti berputar secara tiba-tiba saat kepala pasien menoleh terutama ke sebelah kanan dalam keadaan berbaring. 10 . Pusing dirasakan berkurang jika pasien tidur dan mata ditutup. Os mengatakan ruangan/lingkungan sekitar terasa seperti berputar. Pusing dirasakan selama ± 10 menit. Riwayat trauma (+) ± 1. Pernah mengalami keluhan yang sama ± 1 tahun yang lalu.

DIAGNOSIS  Klinis    Topis Etiologis Patologis : vertigo vestibular perifer : kanalis semisirkularis : benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) : kanalolitiasis atau kupololitiasis H.Latihan vestibuler (Manuver Brandt-Daroff) Medikamentosa : .Prazotec .G.Versilon .Vitazim 2 x 1 tab 1x1 1x1 3x 1 11 .Edukasi pasien mengenai penyakit dan prognosisnya . PENATALAKSANAAN   Non-Medikamentosa : .Sinral .

ANATOMI Anatomi labirin Vestibulum yang terdapat di dalam labirin. Vestibulum dibedakan atas crista dan macula yang masing-masing sensitive terhadap rangsangan gerakan sirkuler dan linier. Vertigo ialah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti rotasi (memutar) tanpa sensasi perputaran yang sebenarnya. Organ untuk pendengaran ini disebut organ corti. rasa seperti melayang atau dunia seperti berjungkir balik.BAB II TINJAUAN PUSTAKA VERTIGO A. Dari ketiga R tersebut. R vestibuler menyumbang informasi terbesar disbanding dua R lainnya. pening. rambut sel menekuk kearah tertentu dan mengubah transmisi impuls sensoris. Neurofisiologi Alat Keseimbangan Tubuh Alur perjalanan informasi berkaitan dengan fungsi AKT melewati tahapan sebagai berikut. Tahap Transduksi. sempoyangan. R. Vertigo termasuk kedalam gangguan keseimbangan yang dinyatakan sebagai pusing. DEFINISI Vertigo berasal dari bahasa latin “vertere” = memutar. B. Ada dua jenis organ (reseptor) sensoris di dalam labirin. sehingga bila ada aliran / gelombang endolimf akibat rangsangan bunyi (pendengaran) atau gerakan (keseimbangan). menjadi impuls saraf. 12 . Kedua jenis sel ini terbenam di dalam cairan endolimf. dapat sekelilingnya terasa berputar (vertigo objektif) atau badan yang berputar (vertigo subjektif). telinga bagian dalam. yaitu lebih dari 55%. Rangsangan gerakan diubah reseptor (R) vestibuler (hair ceel). sedangkan untuk keseimbangan disebut organ vestibulum. yaitu pendengaran dan keseimbangan yang merupakan sel berambut (hair cells). visus (rod dan cone cells) dan R proprioseptik. mempunyai andil 55% dalam patofisiologi alat keseimbangan tubuh (AKT).

Tahap Persepsi  Tahap ini belum diketahui lokasinya. bila bersifat biasa saja maka responsnya adalah habituasi. Gelombang endolimf akan menekuk rambut sel (stereocilia) yang kemudian membuka/menutup kanal ion K bila tekukan stereocilia mengarah ke kinocilia (rambut sel terbesar) maka timbul influks ion K dari endolymf ke dalam hari cells yang selanjutnya akan mengembangkan potensial aksi. Akibatnya kanal ion Ca (kalsium) akan terbuka dan timbul ion masuk ke dalam hair cells. 13 .Mekanisme transduksi hari cells vestibulum berlangsung ketika rangsangan gerakan membangkitkan gelombang pada endolyimf yang mengandung ion K (kalium). Sebaliknya. yaitu saraf aferen vestibularis dan selanjutnya menuju ke pusat AKT. Manakala rangsangan yang masuk sifatnya berbahaya maka akan disensitisasi. antara lain : · Inti vestibularis · Vestibulo-serebelum · Inti okulo motorius · Hiptotalamus · Formasio retikularis · Korteks prefrontal dan imbik Struktur tersebut mengolah informasi yang masuk dan memberi respons yang sesuai. Tahap Transmisi Impuls yang dikirim dari hair cells dihantarkan oleh saraf aferen vestibularis menuju ke otak dengan NT-nya glutamate   Normal synoptic transmition Iduktion of longtem potentiation Tahap Modulasi Modulasi dilakukan oleh beberapa struktur di otak yang diduga pusat AKT. Influks ion Ca bersama potensial aksi merangsangn pelepasan neurotransmitter (NT) ke celah sinaps untuk menghantarkan (transmisi) impuls ke neuron berikutnya.

Bisa berupa trauma. Selain serebellum. visual dan vestibuler. oleh karena memori gerakan yang pernah dialami masa lalu diduga tersimpan di vestibuloserebeli. Tekukan bulu menyebabkan permeabilitas membran sel berubah sehingga ion Kalsium menerobos masuk kedalam sel (influx). 14 .000. dan somatokinetik [kulit. vaskular. akibat gerakan ini menimbulkan perpindahan cairan endolimfe di labirin dan selanjutnya bulu (cilia) dari sel rambut ( hair cells) akan menekuk. informasi tentang gerakan juga tersimpan di pusat memori prefrontal korteks serebri. Serebellum selain merupakan pusat integrasi kedua juga diduga merupakan pusat komparasi informasi yang sedang berlangsung dengan informasi gerakan yang sudah lewat. Sistem keseimbangan tubuh kita dibagi menjadi 2 yaitu sistem vestibular (pusat dan perifer) serta non vestibular (visual [retina. otot bola mata]. EPIDEMIOLOGI Prevalensi vertigo (BPPV) di Amerika adalah 64 orang tiap 100. Pusat Integrasi alat keseimbangan tubuh pertama diduga di inti vertibularis menerima impuls aferen dari propioseptik. E. KLASIFIKASI Asal terjadinya vertigo dikarenakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. toksik. BPPV sering terdapat pada usia yang lebih tua yaitu di atas 50 tahun. yaitu lebih dari 50% disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil konstibusinya adalah propioseptik. keganasan. FISIOLOGI Informasi yang berguna untuk alat keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh respetor vestibuler visual dan propioseptik. dengan wanita lebih banyak daripada pria. sendi. metabolik. reseptor vestibuler yang punya kontribusi paling besar. D. Arus informasi berlangusng intensif bila ada gerakan atau perubahan gerakan dari kepala atau tubuh. Dan ketiga jenis reseptor tersebut. otot]). Influx Ca akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan juga merangsang pelepasan NT eksitator (dalam hal ini glutamat) yang selanjutnya akan meneruskan impul sensoris ini lewat saraf aferen (vestibularis) ke pusat-pusat alat keseimbangan tubuh di otak. infeksi.C. atau autoimun.

Perbedaan Vertigo Vestibular dan Non Vestibular Gejala Sifat vertigo Serangan Mual/muntah Gangguan pendengaran Gerakan pencetus Situasi pencetus Vertigo Vestibular rasa berputar episodik + +/gerakan kepala Vertigo Non Vestibular melayang. seperti gerakan berputar. [Tabel 1 dan 2] Tabel 1. Sebaliknya. serebelum dan serebrum. Gejala yang timbul akibat gangguan pada komponen sistem keseimbangan tubuh itu berbeda-beda. sistem vestibular perifer meliputi labirin dan saraf vestibular. Segala input yang diterima oleh sistem vestibular akan diolah. Kemudian. hilang keseimbangan kontinu gerakan obyek visual keramaian. keringat) Gangguan pendengaran (tinitus. diteruskan ke sistem visual dan somatokinetik untuk merespon informasi tersebut. serta koklea sebagai reseptor sensori pendengaran. muntah. Labirin tersusun dari 3 kanalis semisirkularis dan otolit (sakulus dan utrikulus) yang berperan sebagai reseptor sensori keseimbangan.Sistem vestibular sentral terletak pada batang otak. lalu lintas Tabel 2. tuli) Tanda fokal otak + + Vertigo Vestibular Perifer lebih mendadak berat ++ ++ Vertigo Vestibular Sentral lebih lambat ringan +/+ 15 . sedangkan makula pada otolit mengatur akselerasi linear. Perbedaan Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral Gejala Bangkitan vertigo Derajat vertigo Pengaruh gerakan kepala Gejala otonom (mual. krista pada kanalis semisirkularis mengatur akselerasi angular. Sementara itu.

transient ischemic attack (TIA) arteri vertebralis TIA arteri vertebrobasilaris. tumor serebelo-pontine. ensefalitis vestibularis. yaitu : 1. vertigo akibat lesi lambung Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) Vertigo kronis Otitis media kronis. Vertigo nocturna. Serangan pada vertigo paroksismal terjadi mendadak. vertigo dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu paroksismal. yaitu pusing karena serangan batuk. tumor fossa cranii posterior. multiple sklerosis. herpes zoster otikus. serangannya mendadak. meningitis tuberkulosa. lesi labirin akibat zat ototoksik Kontusio serebri. Pada vertigo akut. multipel sklerosis Hipotensi ortostatik. berlangsung beberapa menit atau hari. Demikian papar Abdulbar. labirinitis akuta. yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur. intoksikasi obat-obatan Neuronitis vestibularis. kronik. 16 . dan akut. Dikatakan kronis karena serangannya menetap lama dan intensitasnya konstan. 2. Lain halnya dengan vertigo kronis. vertigo servikalis Vertigo akut Trauma labirin. Suatu saat serangan itu dapat muncul lagi. intensitasnya perlahan berkurang namun pasien tidak pernah mengalami periode bebas sempurna dari keluhan. perdarahan labirin - Vertigo dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. sindroma paska komosio. [Tabel 3] Jenis Vertigo Berdasarkan Awitan Serangan Vertigo paroksismal Disertai Keluhan Telinga Tidak Disertai Keluhan Telinga Timbul Karena Perubahan Posisi Penyakit Meniere. epilepsi. Vertigo laryngea. pasien sama sekali tidak merasakan gejala. lalu menghilang sempurna.Berdasarkan awitan serangan. Namun diantara serangan.

mabuk kendaraan. toksik. G. Vertigo rotatoria. Penyebab yang lain lebih dijelaskan pada penyebab vertigo. yaitu kepala terasa ringan saat akan berdiri. vaskular. 2006. khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata. (Anonim. yaitu pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar. radang pada leher. Kemungkinan penyebab vertigo yaitu:        Infeksi virus seperti common cold atau influenza yang menyerang area labirin Infeksi bakteri yang mengenai telinga bagian tengah Radang sendi di daerah leher Serangan migren Sirkulasi darah yang berkurang dapat menyebabkan aliran darah ke pusat keseimbangan otak menurun Mabuk kendaran Alkohol dan obat-obatan tertentu . Diagnosis dan Tatalaksana Kedaruratan Vertigo) Asal terjadinya vertigo dikarenakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. 4. suatu pengalaman yang mungkin pernah kita rasakan. keganasan. FAKTOR RESIKO Vertigo terjadi bukan karena faktor keturunan. infeksi bakteri pada telinga dan kekurangan asupan oksigen ke otak. infeksi. yaitu pusing karena penyakit mata. Vertigo ocularis. PENYEBAB Vertigo berbeda dengan dizziness. Sedangkan vertigo bisa lebih berat dari itu. F. sendi. Adanya penyakit vertigo menandakan adanya gangguan system deteksi seseorang. metabolik. namun ada beberapa faktor yang menyebabkan vertigo seperti karena serangan migren. atau autoimun. Sistem keseimbangan tubuh kita dibagi menjadi 2 yaitu sistem vestibular (pusat dan perifer) serta non vestibular (visual [retina.3. otot). dan somatokinetik [kulit. misalnya dapat membuat kita sulit untuk melangkah karena rasa berputar yang mempengaruhi keseimbangan tubuh. 17 . Bisa berupa trauma. otot bola mata].

dan gangguan kalsium. Namun. Akan tetapi semakin dini penanganannya vertigo akan semakin cepat dapat diatasi. viral labyrinthitis (organ di telinga dalam) merupakan reaksi peradangan yang dapat terjadi setelah influenza. Vertigo pada umumnya bukan gangguan kesehatan serius. namun begitu stres dapat ditanggulangi vertigo pun menghilang. dan berbagai penyakit lain yang jarang. Sebagai upaya penanggulangan satu-satunya cara operasi dan penyinaran untuk menyingkirkan tumor. kolesterol tinggi. penyakit tiroid. anemia. adakalanya vertigo hanya disebabkan oleh stres. Sementara itu. Semakin besar tumor semakin berat rasa sakitnya. sarcoid. Penyebab-penyebab di atas dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Vertigo yang timbul dapat hilang secara spontan. Adakalanya diikuti dengan gejala telinga mendengung. lupus. diabetes. Penyakit infeksi seperti sifilis juga dapat menyebabkan vertigo. Infeksi bakteri pada labyrinthitis merupakan 18 . Penyebab autoimun juga dapat menyebabkan timbulnya keluhan ini. namun dapat juga baru hilang beberapa bulan kemudian. Meski penderita mengalami gejala kepala berputar tujuh keliling dan bahkan sampai muntah-muntah.VERTIGO Vertigo paling berat jika disebabkan adanya tumor pada otak kecil atau dekat organ telinga. seperti tekanan darah tinggi. Vertigo yang dirasakan sesuai dengan pertumbuhan tumor. Beberapa kelainan metabolik dapat menyebabkan vertigo. antara lain arthritis rheumatoid (rematik).

trauma pada alat keseimbangan. degenerative karena usia dan 19 . sisa pembedangan telinga. Alergi. seperti bangun tidur dan hanya timbul beberapa detik. yang berlangsung bervariasi di semua orang. infeksi. khususnya terhadap makanan dapat menyebabkan terkumpulnya cairan dalam telinga dalam dan gejalanya mirip dengan Sindrom Meniere. Vertigo biasanya hilang dalam beberapa jam. rasa penuh di telinga. BPPV disebabkan oleh pengendapan kalsium di dalam salah satu alat penyeimbangan di dalam telinga. sementara MRI diperlukan untuk mengkonfirmasi letak tumor. yang biasanya diikuti dengan vertigo yang hebat. Vertigo ringan akibat perubahan posisi merupakan penyebab tersering vertigo. Hal ini disebabkan karena pergerakan kepala yang mendadak. Kondisi ini memerlukan perawatan di rumah sakit. Vertigo dapat berlangsung selama berhari-hari dan disertai dengan mual muntah. Penderita kadang merasakan lebih baik jika berbaring diam saja. Identifikasi dan pengobatan alergi biasanya mengurangi gejala. Beberapa dugaan yang dikemukakan oleh para ahli adalah. dan suhu badan yang tinggi. Neuroma akustik merupakan tumor jinak pada saraf pendengaran atau saraf keseimbangan yang terletak di antara telinga dan otak. tetapi sebagian besar penyebabnya belum diketahui hingga sekarang. Tes keseimbangan akan membedakan apakah penyebab berasal dari telinga dalam atau dari susunan saraf pusat. seperti multiple sklerosis. tak jarang pasien seperti ini ditemukan di unit gawat darurat. Hasilnya pendertia akan merasa amat sangat panik dan segera melarikan diri untuk berobat. infeksi otak dan tumor otak dapat menyebabkan vertigo. Ini biasanya dapat disembuhkan dengan operasi dan dapat membahayakan jiwa jika tidak diobati. PATOGENESIS BPPV terjadi akibat dari perubahan posisi kepala yang cepat dan tibat-tiba. Tes pendengaran dan keseimbangan dapat mengidentifikasi tumor ini. Berbagai masalah neurologi.infeksi yang mengancam jiwa. Sindrom Meniere merupakan kondisi dimana terdapatnya cairan di telinga bagian dalam yang menyebabkan vertigo yang hilang timbul. muntah. bisa lama atau hanya beberapa menit sasja. biasanya akan dirasakan pusing yang sangat berat. Pada sebagian kasus hilangnya pendengaran dapat makin parah. dan berkurangnya pendengaran yang juga berfluktuasi serta telinga berdengung. H.

Sedangkan vertigo bisa lebih berat dari itu. yaitu kepala terasa ringan saat akan berdiri. Vertigo muncul jika ada gangguan pada salah satu atau lebih dari ketiga sistem keseimbangan itu.kelainan pembuluh darah. Sistem vestibular bertanggung jawab untuk mengintegrasikan rangsangan terhadap indera dengan pergerakan tubuh serta menjaga agar suatu obyek berada dalam fokus penglihatan saat tubuh bergerak. Adanya penyakit vertigo menandakan adanya gangguan sistem deteksi seseorang. I. Vertigo berbeda dengan dizziness. yaitu sistem vestibular. MANIFESTASI KLINIS Gejala vertigo dapat bervariasi tergantung berat ringannya. suatu pengalaman yang mungkin pernah kita rasakan. dan sistem somatosensorik atau proprioseptik. misalnya dapat membuat kita sulit untuk melangkah karena rasa berputar yang mempengaruhi keseimbangan tubuh. Gejala yang dapat dirasakan antara lain:       Tempat anda berpijak terasa berputar atau bergerak-gerak Mual Muntah Sulit berdiri atau berjalan Sensasi kepala terasa ringan Tak dapat memfokuskan pandangan Fungsi keseimbangan tubuh terdiri dari tiga sistem. 20 . sistem visual.

Labirin lantas menyalurkan informasi gerakan ke saraf vestibular atau nervus VIII yang kemudian membawa informasi ke batang otak. impuls gerakan terlambat diterima otak besar. remote efek (reaksi terhadap infeksi yang menyebabkan vertigo). disertai rasa mual/muntah. diare). infeksi sekitar sinus atau lainnya (flu. kehilangan konsentrasi. gangguan terjadi pada batang otak sampai otak besar. tetapi tidak ada mual maupun muntah. Adapun gejala vertigo vestibular sentral antara lain diplopia (pandangan ganda). tumor. Pada gangguan sistem somatosensorik/proprioseptik atau gangguan pada saraf sumsum tulang belakang. bergoyang. misalnya gangguan pada saraf tepi berupa kaki baal atau pundak kaku. dan kesadaran). Serangan vertigo jenis ini umumnya terjadi secara mendadak. 21 . sakit kepala hebat. mual. gangguan kesadaran. muntah. suatu organ di telinga bagian dalam berupa tiga saluran berbentuk setengah lingkaran yang dikelilingi cairan. Vertigo akibat gangguan sistem visual biasanya dicetuskan oleh situasi yang ramai. Adapun leher kaku (cervical tension) umumnya dialami mereka yang bekerja di belakang meja. Serangan biasanya terjadi terus-menerus. infeksi otak. pilek. yang lazim disebut vertigo vestibular. gangguan terletak pada batang otak sampai labirin di telinga bagian dalam. sakit kepala. detak jantung cepat. mual dan muntah. Pada vertigo nonvestibular. pergerakan. kehilangan keseimbangan. bersifat datang-pergi (episodik). informasi disampaikan ke labirin. keseimbangan. nyeri otot terutama di leher dan punggung. serta lemas. Jika ada gangguan pada sistem ini. Gangguan baal biasanya dialami penderita diabetes. koordinasi tubuh menurun. letih. Penyebab vertigo vestibular antara lain trauma kepala.Saat kepala bergerak. sensasi yang dirasakan penderita adalah melayang. dunia akan terasa seperti berputar. tekanan darah. kemampuan kognitif menurun. kadang-kadang ada denging di telinga. dilanjutkan sampai ke serebelum (bagian otak yang mengontrol koordinasi. atau sempoyongan. Yang kedua adalah tipe perifer. Vertigo vestibular dibedakan menjadi tipe sentral. Akibatnya. Pencetus serangan ini adalah gerakan kepala. banyak orang atau benda lalu lalang. Gejala vertigo vestibular perifer adalah pandangan kabur. keseimbangan penderita terganggu dan termanifestasi sebagai vertigo. lesu. serta sensitif terhadap cahaya dan bunyi.

Sensitivitas uji-uji ini dapat ditingkatkan dengan teknik-teknik tertentu seperti melakukan tes Romberg dengan berdiri di alas foam yang liat. Secara garis besar. kepalanya dipegang pada kedua sisi oleh pemeriksa.J. uji jalan di tempat (fukuda test) atau berdiri dengan satu atau dua kaki. Pemeriksaan saraf kranial I dapat dibantu dengan funduskopi untuk melihat ada tidaknya papiledema atau atrofi optik. Pada tes ini akan didapatkan nistagmus posisi dengan gejala : 1. LANGKAH DIAGNOSTIK Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis. pemeriksaan neurologis dilakukan untuk menilai fungsi vestibular. saraf kranial. Pada anamnesis. Disertai vertigo berat. Pemeriksaan fisis dasar dan neurologis sangat penting untuk membantu menegakkan diagnosis vertigo. 22 . 3. Mula gejala didahului periode laten selama beberapa detik (3-10 detik). Uji posisi dapat membantu mendiagnosa BPPV. Sistem vestibular dapat dinilai dengan tes Romberg. yang paling baik adalah dengan melakukan manuver Hallpike : penderita duduk tegak. Uji-uji ini biasanya berguna untuk menilai stabilitas postural jika mata ditutup atau dibuka. dan motorik-sensorik. lalu kepala dijatuhkan mendadak sambil menengok ke satu sisi. Saraf kranial V untuk refleks kornea dan VII untuk pergerakan wajah. Untuk menguji fungsi serebelum dapat dilakukan past pointing dan diadokokinesia. Pada pemeriksaan THT secara umum tidak didapatkan kelainan berarti. Pemeriksaan fisis dasar yang terutama adalah menilai perbedaan besar tekanan darah pada perubahan posisi. gejala klinis pemeriksaan THT. dan pada uji kalori tidak ada paresis kanal. 4. terapi juga berguna sebagai cara diagnosis yang tepat. Mata berputar dan bergerak ke arah telinga yang terganggu dan mereda setelah 5-20 detik. Fungsi serebelum tidak boleh luput dari pemeriksaan. pasien mengeluhkan kepala terasa pusing berputar pada perubahan posisi kepala dengan posisi tertentu. uji posisi dan uji kalori. tandem gait test. Secara klinis vertigo terjadi pada perubahan posisi kepala dan akan berkurang serta akhirnya berhenti secara spontan setelah beberapa waktu. IV dan VI ditujukan untuk menilai pergerakan bola mata. Saraf kranial III. Pada uji ulangan akan berkurang. 2.

CT-scan. uji pendengaran diperiksa dengan garputala dan tes berbisik. Tetapi uji ini kualitatif dan tergantung pada subjektifitas pemeriksa. Pemeriksaan laboratorium seperti darah lengkap dapat memberitahu ada tidaknya proses infeksi. Uji ENG terdiri dari gerak sakadik. positioning nystagmus. Pasien dengan gangguan perifer dan sentral tidak dapat menghentikan lengannya dengan cepat. Foto rontgen. Sementara itu. Nistagmus perifer dapat berputar atau rotasional dan dapat terlihat dengan memindahkan fiksasi visual. Fungsi vestibuler/serebeler a. Profil lipid dan hemostasis dapat membantu kita untuk menduga iskemia. Pemeriksaan khusus neuro-otologi yang umum dilakukan adalah uji Dix-Hallpike dan electronystagmography (ENG). Namun pada beberapa kasus memang diperlukan. Pemeriksaan telinga ditekankan pada pencarian adanya proses infeksi atau inflamasi pada telinga luar atau tengah. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada: 1. biasanya sekunder akibat neuronitis vestibular yang tidak terkompensasi atau penyakit Meniere. atau MRI dapat digunakan untuk mendeteksi kehadiran neoplasma/tumor. Uji fungsi motorik juga harus dilakukan antara lain dengan cara pasien menekuk lengannya di depan dada lalu pemeriksa menariknya dan tahan hingga hitungan ke sepuluh lalu pemeriksa melepasnya dengan tiba-tiba dan lihat apakah pasien dapat menahan lengannya atau tidak.Pergerakan (range of motion) leher perlu diperhatikan untuk menilai rigiditas atau spasme dari otot leher. kondisi muskuloskeletal pasien dan kerjasama pasien itu sendiri. Uji Romberg 23 . Timbulnya nistagmus dan gejala lain setelah pergerakan kepala yang cepat. nistagmus akibat gerakan kepala. nistagmus posisional. Penting untuk membedakan apakah nistagmus yang terjadi perifer atau sentral. Nistagmus sentral biasanya hanya vertikal atau horizontal saja dan dapat terlihat dengan fiksasi visual. dan uji kalori. Pemeriksaan selanjutnya adalah menilai pergerakan mata seperti adakah nistagmus spontan atau gaze-evoked nystagmus dan atau pergerakan abnormal bola mata. menandakan adanya input vestibular yang asimetris. Arteriografi untuk menilai sirkulasi vertebrobasilar. Pada dasarnya pemeriksaan penunjang tidak menjadi hal mutlak pada vertigo.

Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram. Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang. c. Uji Unterberger Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. kepala dan badan berputar ke arah lesi. Tandem Gait Penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi 24 .Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan. mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. dan pada kelainan serebeler penderita akan cenderung jatuh. b.

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1) Pemeriksaan fisik :      Pemeriksaan mata Pemeriksaan alat keseimbangan tubuh Pemeriksaan neurologik Pemeriksaan otologik Pemeriksaan fisik umum 25 .

Neurofisiologi:Elektroensefalografi(EEG). Antiemetik digunakan untuk mengontrol rasa mual. dan pemeriksaan lain sesuai indikasi. Terapi simtomatik bertujuan meminimalkan 2 gejala utama yaitu rasa berputar dan gejala otonom. Pada dosis kecil. Sebagian besar kasus vertigo tidak diketahui kausanya sehingga terapi lebih banyak bersifat simtomatik dan rehabilitatif. antihistamin. antikolinergik harus bersifat spesifik terhadap reseptor vestibular agar efek sampingnya tidak terlalu berat. Stenvers (pada neurinoma akustik). Magnetic Resonance Imaging (MRI). dan merusak keseimbangan dari kerja vestibular. fenotiazin. Untuk mencapai tujuan itu digunakanlah vestibular suppresant dan antiemetik. Elektromiografi (EMG). Sayangnya. PENATALAKSANAAN Tatalaksana vertigo terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu kausal.2) Pemeriksaan khusus :    ENG Audiometri Psikiatrik 3) Pemeriksaan tambahan:     Pemeriksaan laboratorium rutin atas darah dan urin. dan histaminik. simtomatik dan rehabilitatif. Beberapa obat yang tergolong vestibular suppresant adalah antikolinergik. Antikolinergik bekerja dengan cara mempengaruhi reseptor muskarinik. Oral untuk rasa mual ringan. leher. Antikolinergik yang dipilih harus mampu menembus sawar darah otak (sentral). Arteriografi. calcium channel blocker. obat ini bermanfaat dalam pengobatan vertigo. Foto Rontgen tengkorak. Idealnya. Brainstem Auditory Evoked Pontential (BAEP) Pencitraan: CT Scan. benzodiazepin. mengurangi keseimbangan. supositoria untuk muntah hebat atau atoni 26 . Efek samping yang dapat segera timbul adalah terganggunya memori. belum ada. Benzodiazepin termasuk modulator GABA yang bekerja secara sentral untuk mensupresi repson dari vestibular. Bentuk yang dipilih tergantung keadaan pasien. K.

Terapi rehabilitasi bertujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi pada pasien dengan gangguan vestibular. mengaktifkan kendali tonus inti vestibular oleh serebelum. Contoh antiemetik adalah metoklorpramid 10 mg oral atau IM dan ondansetron 4-8 mg oral. sistem visual dan somatosensorik.lambung. Mekanisme kerja terapi ini adalah substitusi sentral oleh sistem visual dan somatosensorik untuk fungsi vestibular yang terganggu.6 mg 3x0. Tabel 4. yaitu berkurangnya respon terhadap stimulasi sensorik yang diberikan berulang-ulang. dan suntikan intravena pada kasus gawat darurat. Terapi Obat Antivertigo Golongan Dosis oral Antiemetik Sedasi Mukosa Kering Flunarisin Sinarizin Prometasin Difenhidrinat Skopolamin Atropin Amfetamin Efedrin Proklorperasin Klorpromasin Diazepam Haloperidol Betahistin Carvedilol Karbamazepin Dilantin 1x5-10 mg 3x25 mg 3x25-50 mg 3x50 mg 3x0.5-2 mg 3x8 mg Sedang diteliti 3x200 mg 3x100 mg + + + + + + + + +++ ++ + ++ + + + ++ + + + +++ +++ +++ + + ++ + +++ +++ + + + + + + + + ++ +++ ++ + Ekstrapiramidal 27 . serta menimbulkan habituasi.4 mg 3x5-10 mg 3x25 mg 3x3 mg 3x25 mg 3x2-5 mg 3x0.

Kombinasi tersebut di atas. Infark arteri basilar atau vertebral. menandakan prognosis yang buruk. misalnya. terapi fisik / latihan dan olah raga. Antihistamin 3. L. Pasien dapat dipertahankan dengan posisi ini selama 3 menit dan kemudian kepala dengan lambat dirotasikan ke arah berlawanan dan dipertahankan 4 menit lalu pasien didudukkan. vertigo tak lagi menjadi momok. dapat digunakan teknik pley yaitu posisi kepala 45 derajat menoleh ke arah telinga yang sakit. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah 1. kemudian pasien digerakkan dari posisi duduk ke posisi Hallpike dengan telinga sakit di bawah. Berdasarkan hipotesis Kanalolithiasis. dapat terjadi remisi sempurna. M. Simpatomimetik 5. PROGNOSIS Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik. Sebaliknya pada tipe sentral. PENCEGAHAN Langkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo:    Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang 28 . Dan jika keduat terapi di atas tidak dapat mengatasi kelainan yang diderita dianjurkan untuk terapi bedah. prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya. Penenang minor dan Mayor 4. Semoga dengan kemajuan ilmu bedah saraf di masa yang akan datang. Antikolinergik / parasimpatolik 2.Beberapa terapi yang dapat diberikan adalah terapi dengan obat-obatan.

misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak. seringkali muncul setelah kita terserang infeksi virus atau adanya peradangan dan kerusakan di daerah telinga tengah.  Hindari posisi mendongakkan kepala. Gejalanya hanya dalam hitungan detik tetapi bisa cukup berat. 29 . misalnya saat menoleh dengan gerakan yang cepat. Gejalanya bisa muncul jika kita menggerakkan kepala tiba-tiba. Benign positional vertigo adalah bentuk vertigo yang menyerang dalam jangka waktu pendek namun berulang-ulang.

rasa mengambang. bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun. pusing. misalnya. mabuk kendaraan. pening. Semoga dengan kemajuan ilmu bedah saraf di masa yang akan datang. namun ada beberapa faktor yang menyebabkan vertigo seperti karena serangan migren. dapat terjadi remisi sempurna.BAB III KESIMPULAN Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. Sebaliknya pada tipe sentral. tujuh keliling. sempoyongan. 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo. prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya. radang pada leher. menandakan prognosis yang buruk. infeksi bakteri pada telinga dan kekurangan asupan oksigen ke otak. Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik. mumet. kepala terasa enteng. Infark arteri basilar atau vertebral. rasa melayang. vertigo tak lagi menjadi momok. Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng. 30 . Vertigo terjadi bukan karena faktor keturunan.

Kelompok Studi Vertigo. US. Samuel MA. Mardjono. The McGraw – Hill Companies. 2009. Inc. Joesoef A. Cermin Dunia Kedokteran. 2002. S. The McGraw – Hill Companies. Principles of Neurology 9th. Aspek Neurologi dan Vertigo. Neurotologi Klinis : Vertigo. 24 Juli 2011. Ropper. 2008. M dan Sidharta P. Inc. PT Dian Rakyat : Jakarta. Clinical Neurology 7th ed. Perdossi. Neurologi Klinis Dasar. Makalah Lengkap Simposium dan Pelatihan Neurologi. 2009.DAFTAR PUSTAKA Andradi. Simon RP. 31 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->