Pembuatan Senyawa LiMnO untuk Elektroda Baterai Padat Lithium (Etty Marti Wigayati) Akreditasi LIPI Nomor : 536

/D/2007 Tanggal 26 Juni 2007

PEMBUATAN SENYAWA LiMnO UNTUK ELEKTRODA BATERAI PADAT LITHIUM
Etty Marti Wigayati1, ErfinYundra Febrianto1 danAndika Fajar2
1Pusat Penelitian Fisika (P2F) - LIPI Jl. Cisitu 21/154D Sangkuriang, Bandung 40135 2Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang

ABSTRAK
PEMBUATAN SENYAWA LiMnO UNTUK ELEKTRODA BATERAI PADAT LITHIUM. Telah dilakukan pembuatan senyawa LiMnO untuk bahan elektroda baterai Lithium setrum ulang. Bahan baku yang digunakan adalah lithium carbonat (Li2CO3) dan mangan oksida (MnO2). Metode yang digunakan adalah metalurgi serbuk. Bahan baku tersebut dicampur sampai homogen, dikalsinasi setelah itu disintering. Senyawa yang dihasilkan dianalisis struktur kristal dan fasa yang terbentuk dengan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Difraktometer Neutron. Hasilnya adalah senyawa Li(Li0.06Mn1.94)O4 dengan struktur kubik parameter kisi a = 8,20272 Å dan space group Fd-3m.

Kata kunci : Elektroda, Baterai lithium, Metalurgi serbuk, XRD, Difraksi Netron

ABSTRACT
PREPARING OF LiMnO COMPOUND FOR ELECTRODE OF SOLID STATE LITHIUM BATTERY. The LiMnOcompound has been prepared for electrode material in a rechargeable Lithium battery. The lithium carbonate (Li2CO3) and the manganese oxide (MnO2) were used as raw materials for preparing the LiMnO by powder metallurgy method. Both raw materials were mixed to obtain homogeneous mixture, which then was calcinated and sintered. The crystal structure of the product compound was analyzed by using an X-Ray Diffractometer (XRD) and a neutron diffractometer. The diffraction result showed that the structure of Li(Li0.06Mn1.94)O4 is a cubic with the lattice parameter of a = 8.20272 Å, and space group Fd-3m. Key words : Electrode, Lithium battery, Powder metallurgy, XRD, Neutron Diffractometer

PENDAHULUAN
Lithium mangan oksida merupakan bahan katoda yang cukup populer pada baterai lithium. Lithium mangan oksida mempunyai struktur spinel dengan kemampuan interkalasi tiga dimensi. Hal ini menyebabkan bahan katoda ini mampu disisipi ion lithium dalam tiga arah. Baterai lithium merupakan baterai yang berbasis ion dengan ion lithium sebagai motor penggerak. Reaksi yang terjadi dapat dilihat pada Gambar 1 [1]. Baterai Lithium sangat menarik untuk dikembangkan karena mempunyai banyak keunggulan antara lain mempunyai tegangan yang besar, waktu hidup yang lama dan material elektrodanya Gambar 1 . Mekanisme proses interkalasi pada elektroda tidak beracun [2]. baterai padat lithium. Bahan katoda baterai lithium yang ada pada saat ini antara lain Lithium cobalt oxide (LiCoO2), (LixMn2O4). Bahan yang dipakai sebagai katoda pada penelitian ini adalah Lithium mangan okside [3-5]. Lithium nickel oxide (LiNiO 2), dan Lithium mangan oxide 201

5. Susunan atom oksigen dan octahedral Mn membentuk rangka (framework) dalam spinel LixMn2O4. struktur dan kapasitas dari elektroda spinel [7] .Tiga struktur tersebut adalah stoikiometri rock salt . 2. Katalis campuran lithium lainnya. daerah I adalah daerah defect spinel dan daerah II adalah daerah defect rock salt. Struktur spinel Li[Mn2]O4 dalam 3 dimensi kerangkanya adalah [Mn 2]O4. Gambar 2 . struktur kristal yang Lithium carbonate istimewa untuk mutu bereaksi dengan carbon baterai. Gr. acid. titik cair racun rendah. ion Li+ berintertisi diantaranya. Korek api. Garis pemisah daerah I dan II adalah tempat dimana struktur spinel muncul. Framework ini cukup stabil ketika ion Li berpindah dalam proses interkalasi. tidak larut pada air. titik cair 735  larut pada hydrochloric C.Jurnal Sains Materi Indonesia Indonesian Journal of Materials Science Edisi Khusus Desember 2008. Diagram fasa sistem Li-Mn-O [7] Tabel 2. Pada penelitian ini dibuat senyawa LixMn2O4 yang berada di daerah I dan daerah II. hal : 201 . Salah satu bahan tersebut adalah LixMn2O4 karena mempunyai struktur spinel. 535 C. Rumus kimia dari senyawa yang berstruktur spinel adalahA[B 2]O4. Kristal atau serbuk hitam. Hal ini membuat gerak ion Li dalam proses interkalasi menjadi bebas dalam tiga dimensi. Mutu Teknik. (b) dengan dioxide atau ammonium elektrolisis. Gambar 3 .111. Pada baterai padat lithium setrum ulang sistem interkalasi harus baik pada bahan anoda dan katoda. katalis. titik didih 1200C. Dengan demikian produk LixMn2O4 mempunyai struktur spinel . Untuk bahan baterai farmasi. Struktur kubik spinel [2] Struktur dari LiMnO dapat mempunyai 3 kemungkinan struktur seperti ditampilkan pada Gambar 3 dan Tabel 1 [7]. Gr. dapat membakar bahan organik. Hal ini sesuai dengan pendapat penelitian sebelumnya bahwa LixMn2O4 yang mempunyai struktur spinel merupakan bahan katoda yang baik sebagai komponen pendukung pembuatan sel baterai padat lithium [7]. kering. stoikiometri spinel dan defect Tabel 1 . Karakteristik. sp. dimana ionAmengisi posisi tetrahedral dan ion B mengisi posisi octahedral atau setengah ion B mengisi posisi tetrahedral sisi ion B dan ion A mengisi posisi octahedral. (c) Dengan carbonate. Seperdelapan dari posisi tetrahedral terbentuk dalam lapisan dari ion O 2diisi oleh kation Li dan setengah dari posisi octahedral diisi oleh kation mangan. Untuk keperluan teknik. tidak mengandung racun Kegunaan Keramik dan kaca. dan octahedral . LixMn2O4 ( 0 < x < 2 ) struktur spinelnya merupakan gabungan dari struktur susun rapat tetrahedral seperti diperlihatkan pada Gambar 2. Zat Sp. Larut dalam air.204 ISSN : 1411-1098 TEORI StrukturSpinel Proses pemakaian dan pengisian kembali baterai lithium setrum ulang berjalan menurut proses interkalasi yang ada dalam elektrodanya. Baterai Resiko Sangat larut pada air Agen oksidasi. Sifat bahan baku LixMn2O4 [8] Bahan baku Li2CO3 MnO2 Kandungan Serbuk putih. spinel . pemanasan mangan oxide dalam kehadiran oksigen. Sifat (a) Sangat baik dibakar (a) alami sebagai dengan sulfuric acid pyrolusite dan mempunyai pada suhu 250  (b) C.026. Dalam struktur spinel susunan atom oksigen merupakan kubus susun rapat.

202 .

74Li0.500 0.9693 32e 1.(1) Proses pembuatan serbuk Li1.500 z 0. 6.74Li0.37Mn2O4 ada didaerah tersebut.2 48. Setelah melalui proses kalsinasi serbuk tersebut akan membongkah dan mengalami penyusutan karena adanya zat-zat organik yang hilang. struktur spinel muncul pada garis pemisah I dan II.06 Mn 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan dengan XRD dari serbuk yang dihasilkan memberikan difraktogram seperti ditampilkan pada Gambar 4 ..26)0.. 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Li 1. dengan parameter kisi a = b = c = 8.7Li0.7Li0.06Mn1. Hal ini dapat pula dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan persamaan reaksi (1).667 2.00 Neq*g 8.3)0.4 D 4..500 0.125 0. digerus sampai homogen.94O4 dan tidak ada selisih antara model Li 1. x.. Serbuk digerus dan diayak dengan pengayak lolos 400 mesh.. Dari analisis XRD juga belum terbentuk 203 . bentuk kristal dan konstanta kisi kristal. z ditampilkan pada Tabel 4. Setelah itu serbuk kembali dihaluskan dan disaring menggunakan pengayak lolos 400 mesh. Li 0 ..578 Senyawa yang terbentuk [6] MnO2 Li0. Dari analisis difraksi neutron dapat diketahui bentuk kristal simetri kubik dengan space group Fd-3m.Pembuatan Senyawa LiMnO untuk Elektroda Baterai Padat Lithium (Etty Marti Wigayati) METODE PERCOBAAN Penentuan senyawa Lithium mangan oksida dilakukan dengan mengacu pada literatur [9]...06Mn1.0000 0.9MnO2 Li0. Sehingga senyawa Lithium Mangan Oxide yang terbentuk dari percobaan ini adalah Li1. Tabel 3.20272 Å. Dari hasil percobaan. I/Io 100 45.2 38 44. 2. y dan z Atom Site Li1 Li2 Mn 8a g 1.3)0...26321 (22) 0..366 2. Berdasarkan literatur senyawa LiMnO untuk bahan katoda baterai Lithium setrum ulang supaya dapat berinterkalasi 3 dimensi harus memiliki struktur spinel . 5. Interpretasi data difraktogram.. analisis dengan XRD Li1 . Bahan dimasukkan kembali ke dalam cawan keramik untuk dikalsinasi dengan suhu 750 0 C selama 4 jam..500 y 0.125 0.85(Mn1.685 CO2(g). Dari diagram fasa Senyawa baru Li1..9MnO2 Li0.94O4 yag terbentuk belum sesuai dengan tujuan.37Mn2O4.73 11. Kemudian serbuk disintering dengan suhu 900 0C selama 6 jam.4 sistem Li-Mn-O (Gambar 3).5082 32..37Mn2O4 dari bahan baku Lithium carbonat (Li2CO3) dan Mangan dioksida (MnO2).37Mn2O4.94 O4 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 2 /  Gambar 5 . Senyawa Li1.... space group dan bilangan stoikhiometrinya.0307 16d 0. reaksi antara Li2CO3 dengan MnO2 akan menghasilkan Li1.23 6. 4. No.4 dan Li0. Dari pola difraksi tersebut nampak bahwa pola intensitas difraksi dari sampel tepat dengan pola model Li1.36231 (22) 0. 3.4 58. Setelah melalui proses tersebut maka didapat serbuk Li1. Dalam Gambar 5 ditampilkan pola difraksi neutron senyawa LiMnO.9MnO2 Li0.. Pola difraksi sinar-X dari LiMnO O 0.047 1. 1.37Mn2O4 + 0. y. Masih terjadi kekurangan Li pada senyawa yang dihasilkan yaitu sekitar 0.3 7 Mn2 O 4 belum tercapai sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.500 16d 0.879 1..94O4.. Tabel 4 .06Mn1..27. Hasil analisis XRD dari serbuk Lithium Mangan Oksida.82(Mn1. Kedua bahan baku ini ditimbang sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan dan dicampur. Pola difraksi neutron dari sampel.06Mn 1.0000 x 0. Li0..26)0.53 2 19 36.85(Mn1. x.685 Li2CO3 + 2MnO2  Li1.4 Li0.36231 (22) Dengan analisis XRD dapat diketahui senyawa baru yang terbentuk adalah MnO 2 . Untuk itu dilakuan pengamatan dengan Difraktometer Netron untuk mengetahui struktur kristal dari senyawa LiMnO...4918 15..125 0.. Analisis dilakukan dengan mencari kecocokan antara data intensitas pengamatan dan data intensitas standar (teoritik ). 9 MnO 2 . karena senyawa yang diharapkan pada Lithium Mangan oxide adalah Li1. Parameter struktur g..00 Gambar 4 . menurut stoikiometri (perbandingan) reaksi dari yang diharapkan sebagai berikut: 0..09 9.3425 O2(g) + 0.37Mn2O4.4. Parameter struktur g. Serbuk yang dihasilkan dianalisis dengan XRD dan Difraktometer Neutron untuk mengetahui fasa yang terbentuk..82(Mn1.94O4 dengan hasil percobaan.479 2. puncak puncak difraksi didapatkan harga d yang dapat dicocokkan dengan file JCPDF seperti terlihat pada Tabel 3.61 44.500 0.

et . 7 Li 0 . (1990) 467-513 [3]. KOSEVA. Dari pengamatan dengan XRD senyawa senyawa yang muncul yaitu MnO 2 . H. Solid State Ionics. 4 dan Li0. suhu sintering 9000C akan menghasilkan Li1. Jadi senyawa Li1. untuk mengetahui track suhunya secara lebih baik dan suhu sintering secara tepat.37Mn2O4. proses pencampuran yang kurang homogen dan suhu sintering yang kurang tepat sehingga tidak terjadi reaksi sempurna. SARAN Dari hasil percobaan diatas.74Li0. Synthesis of Li xMn 2O4 Cathoda Material for Lithium Batteries.. 8 2 (Mn 1 . posisi dari Li1. seperti perbandingan antara Li dan Mn yang kurang tepat. A. Li 0 .94O4 berada diantara daerah I dan daerah II sehingga senyawa hasil penelitian ini masih memenuhi untuk digunakan sebagai elektroda pada baterai lithium. Battery Technology Handbook. 9 4 O 4 . Li 0 .4.26)0. Meskipun demikian didalam diagram fasa sistem Li-Mn-O (Gambar 3). suhu sintering yang tidak sesuai dan kurangnya unsur Li yang dapat disebabkan karena unsur Li yang ada bereaksi dengan unsur lain dan membentuk senyawa baru lainnya. World Scientific Publishing Co.VELUCHANNY. Untuk itu perlu dilakukan analisis dengan DTA sebelum dilakukan pembakaran. 0 6 Mn 1 . perhitungan stoichiometric yang lebih tepat dan pencampuran bahan baku yang lebih homogen. Masih muncul puncak difraksi MnO2 dengan intensitas maksimum.Jurnal Sains Materi Indonesia Indonesian Journal of Materials Science 17 [4]. Hal ini dapat terjadi karena : kurangnya sumber Lithium. Handbook of Solid State Batteries and Capacitors. Insertion Materials for Rechargeable Lithium Batteries . DAFTAR ACUAN [1]. KIEHNE.V. et al.. (2000) 107-114 Li1. PRASAD SATHA S.Ltd. 204 KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan analisis struktur kristal diatas dapat disimpulkan bahwa pembuatan senyawa LiMnO dari Li 2CO 3 dengan MnO 2.37Mn2O4. diatas perlu dikaji ulang lagi proses pembuatan senyawa Lithium Mangan Oxide dan dilakukan analisis DTA sebelum disintering. 3 ) 0 .06Mn1. Federal Republic of Jerman. A . Boron Substitued Manganese Spinel Oxide Cathode for Lithium Ion Battery. Institute of Solid State Chemistry. dan space group Fd-3 m.al .85(Mn1.Pte.37Mn2O4 belum terbentuk. 9 MnO 2 . dengan bentuk kristal kubik spinel dengan lattice parameter a = 8. Dengan difraksi netron hasil yang diperoleh adalah Li 1 . Journal of Mechanochemical . Russia. 143 (2001) 161- . (1989) 395-405 [2]. Ketidak sesuaian hasil yang diperoleh ini disebabkan oleh beberapa hal.20272(213) Å. N.

TARASCON.ISBN 91-554-5100-4 [6].MCKINNON and S . HAWLEY G. JM.SHOKOOHI. TOM ERIKSSON. [7]. Eleventh Edition. Van Nostrand Reinhold Company. Spinel Elektrodes from the Li-Mn-O System for Rechargeable Lithium Battery Applications. hal : 201 .Edisi Khusus Desember 2008. 139 (1992) [8]. Journal Electrochemical Society. USA. (2001). 138 (10 ) (1991) 2859-2863 . (1987) [9]. International Centre for Difraction File. The Condensed Chemical Dictionary . (1990). W.K.204 ISSN : 1411-1098 [5]. NewYork. F. Comprehensive Summaries of Uppsala Dissertations from the Faculty of Science and Technology 651 . THACKERAY.COLSON . MM.E WANG..R. et al. Acta Universita Upsaliensis Uppsala. GESSNER. Journal Electrochemical Soc. Join Comittee Powder Difraction Standard . LiMn2O4 as a Li Ion Battery Cathode From Bulk to Electrolyte Interface.