P. 1
22362718 Real Time Clock

22362718 Real Time Clock

|Views: 42|Likes:
Published by Akhmad Ahmad

More info:

Published by: Akhmad Ahmad on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2012

pdf

text

original

A.

REAL TIME CLOCK Real Time Clock merupakan suatu chip (IC) yang memiliki fungsi sebagai penyimpan waktu dan tanggal. Ada dua buah jenis IC RTC yaitu:
1. DS1307 merupakanReal-time clock (RTC) menggunakan jalur data parallel

yang dapat meyimpan data-data detik, menit, jam, tanggal, bulan, hari dalam seminggu, dan tahun valid hingga 2100. 56-byte, battery-backed, RAM nonvolatile (NV) RAM untuk penyimpanan;
2. DS12C887 menggunakan jalur data seri

yang memiliki register yg dapat

menyimpan data detik, menit, jam, tanggal, bulan dan tahun. RTC ini memiliki 128 lokasi RAM yang terdiri dari 15 byte untuk data waktu serta kontrol, dan 113 byte sebagai RAM umum.RTC DS 12C887 menggunakan bus yang termultipleks untuk menghemat pin. Timing yang digunakan untuk mengakses RTC dapat menggunakan intel timing atau motorola timing. RTC ini juga dilengkapi dengan pin IRQ untuk kemudahan dalam proses.

1.1. RTC parallel (DS1307) DS1307 merupakan Real-time clock (RTC) dengan jalur data parallel yang memiliki Antarmuka serial Two-wire (I2C), Sinyal luaran gelombang-kotak terprogram (Programmable squarewave), Deteksi otomatis kegagalan-daya (powerfail) dan rangkaian switch, Konsumsi daya kurang dari 500nA menggunakn mode baterei cadangan dengan operasional osilator. Tersedia fitur industri dengan ketahana suhu: -40°C hingga +85°C. Tersedia dalam kemasa 8-pin DIP atau SOIC

Sedangkan daftar pin DS1307: VCC - Primary Power Supply X1, X2 - 32.768kHz Crystal Connection VBAT - +3V Battery Input GND - Ground SDA - Serial Data SCL - Serial Clock SQW/OUT - Square Wave/Output Driver Gambar diagram PIN:

Untuk masing-masing pin akan di jelaskan sebagai berikut: 1. X1 Merupakan pin yang digunakan untuk dihubungkan dengan 2. X2

GND Berfungsi sebagai Ground 5. VBAT Merupakan backup supply untuk seril RTC dalam menjalankan fungsi waktu dan tanggal. 7. Trhubung juga dengan X1 3. 6. 32kHz sifat dari pin ini sama dengan sifat pin SDA dan SCL sehingga membutuhkan eksternal pull up resistor. SWQ/OUT Sebagai square wafe / Output Driver . Pin ini bersifat open drain. maka akan menjadi 4 frekuensi gelombang kotak yaitu 1 Hz. namun dengan persyaratan untuk pengoprasian dalam suhu 25°C. 4. oleh sebab itu membutuhkan eksternal pull up resistor.Berfungsi sebagai keluaran/ output dari crystal yang digunakan. jika di aktifkan. Besarnya adalah 3V dengan menggunakan jenis Lithium Cell atau sumber energy lain. oleh sebab itu membutuhkan eksternal pull up resistor. bersifat open drain. Dapat dioprasikan dengan VCC maupun dengan VBAT. Sumber teganggan dengan 48mAH atau lebih besar dapat digunakan sebagai cadangan energy sampai lebih dar 10 tahun. Jika pin ini tidak di gunakan maka harus terhubung dengan Ground. 4kHz. SDA Barfungsi sebagai masukan / keluaran (I/O) untuk I2C serial interface. . 8kHz. SCL Berfungsi sebagai clock untuk input ke I2C dan digunakan untuk mensinkronisasipergerakan data dalam serial interface.

maka pengaksesan data tidak dapat dilakukan. namun besar VCC di bawah VTP. maka pengaksesan data dan pembacaan data dapat dilakukan dengan baik.8.2 RTC SERI DS12C887 DS12C887 mempunyai 14 buah register yang terdiri dari 4 Register Kontrol dan 10 Register Data. Pemetaan alamat pada RTC DS12C887 a. maka data waktu ataupun alarm dapat dibaca atau ditulisi dengan cara mengakses register-register data yang bersangkutan. Register Data sendiri terpisah menjadi register waktu dan Register Alarm sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1. Setelah Register-register Kontrol diinisialisasi. Gambar 1. VCC Merupakan sumber tegangan utama. meskipun selama siklus pembaharuan (update cycle). . 1. Jika sumber tegangan terhubung dengan baik. Register-register Kontrol DS12C887 memiliki empat register kontrol yang bisa diakses sepanjang waktu. Namun jika backup supply terhubung juga dengan VCC.

dan RS3. DV0. RS1. maka register data tidak dapat diupdate. namun apabila bit ini bernilai 1. namun bila bit ini bernilai 0. maka register data dapat diupdate setiap detiknya. RS1.UIP : Bit ini digunakan untuk memantau Flag Update In Progress (UIP). DV2 : Ketiga bit ini berfungsi untuk mengatur osilator ON atau OFF. dan me-RESET hitung mundur. Bit ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi RESET. . Kofigurasi 010 digunakan untuk mengatur osilator ON. Jika bit ini bernilai 1. SET : Apabila bit ini bernilai 0. RS2 dan RS3 : Bit-bit ini digunakan untuk memilih 15 tingkat pembagi frekwensi yang dapat digunakan untuk membangkitkan sinyal luaran pada pin SQW atau Interupsi periodik. DV1. RS2. maka Update Transfer akan segera muncul. maka Update transfer hanya akan muncul setelah 244 uDetik kemudian. Tabel berikut menunjukkan berbagai macam kemungkinan frekuensi luaran SQW dan laju Interupsi Peiodik berdasar nilai-nilai RS0. RS0. konfigurasi 11x digunakan untuk mengatur agar perhitungan mundur ditahan.

maka waktu berjalan berdasarkan 24 jam dan sebaliknya bila bit ini bernilai 0. maka akan terjadi proses update pada saat 1:59:59 AM menjadi 3:00:00 AM pada Hari Minggu pertama bulan April dan saat 1:59:59 AM menjadi 1:00:00 AM pada Hari Minggu terakhir Bulan Oktober.PIE : Periodic Interrupt Enable. maka interupsi periodik akan dihasilkan dengan meng-nolkan pin luaran IRQ dengan laju yang ditentukan oleh RS0 s/d RS2 (lihat penjelasan sebelumnya). DM : DM = 1 untuk mode binary dan DM = 0 untuk data BCD pada Register Data. AIE : Alarm Interrupt Enable. Kondisi RESET akan mengubah bit ini menjadi clear atau bernilai 0. bit yang membuat bit Alarm Flag dapat membangkitkan kondisi LOW pada pin IRQ. Jika PIE = 1. SQWE : Apabila bit ini bernilai 1. UIE : Update Ended Interrupt Enable. bit yang membuat bit Update End Flag (UF) dapat membangkitkan kondisi LOW pada pin IRQ. maka waktu berjalan berdasarkan 12 jam. merupakan sebuah bit baca/tulis yang membolehkan bit PF atau Periodic Interrupt Flag pada Register C meng-nol-kan pin luaran IRQ. Kondisi RESET atau logika 1 pada bit SET akan membuat bit ini berubah menjadi clear (bernilai 0). . DSE : Daylight Saving Enable. maka gelombang kotak dengan frekwensi yang ditentukan oleh pembagi frekwensi pada RS0 s/d RS3 akan dihasilakn melalui pin SQW. apabila bit ini bernilai 1. 24/12: Apabila bit ini bernilai 1.

Apabila bit UIE aktif maka kondisi SET pada bit ini akan membangkitkan kondisi LOW pada pin IRQ. Berikut ini gambar pin-pin dari RTC DS 12C887. Bit ini tidak dipengaruhi RESET. maka kondisi SET pada bit PF akan membangkitkan kondisi LOW pada pin IRQ. bit ini akan bernilai 1 apabila salah satu dari bit PF. bit ini akan bernilai 1 secara periodik (tergantung bit RS0 s/d RS3). AF dan UF juga bernilai 1. bit ini akan bernilai 1 saat waktu sekarang cocok dengan waktu yang diatur pada alarm. Apabila bit AIE aktif. Bit ini akan bernilai 0 (Clear) saat pembacaan pada Register C atau kondisi RESET VRT: Bit The Valid RAM and Time ini merupakan indikator kondisi baterai yang terhubungkan ke pin Vbat. AF : Alarm Interrupt Flag. Bit ini tidak bisa ditulisi. dan seharusnya bernilai 1 terus saat dibaca. dan simpanan data RTC dan RAM menjadi dipertanyakan. Apabila bit PIE aktif. bit ini siklus update. artinya terjadi pelemahan arus/tegangan pada baterai. maka kondisi SET pada bit AF akan membangkitkan kondisi LOW pada pin IRQ. jumlah total pin-nya sebanyak 13 buah : . PF : Periodic Interrupt Flag. Jika terjadi nilai 0.IRQF : Interrupt Request Flag. Bit ini akan bernilai 0 saat pembacaan pada Register C atau kondisi RESET. UF: Update Ended Interrupt Flag. Bit ini akan bernilai 0 saat pembacaan pada Register C atau kondisi RESET.

Gambar 1 Pin RTC DS 12C887 Gambar 2 Diagram Blok DS12C887 Terlihat dari diagram blok tersebut bawhwa RTC terbagi menjadi beberapa bagian utama dengan kontrol maupun I/O untuk operasinya. Berikut ini keterangan dari fungsi masing-masing pin .

Ground Penjelasan singkat dari masing-masing pin RTC DS12C887 sebagai berikut : AD0 .Masukan RTC Chip Select AS .Address Strobe (ALE) R/W . kirim alamat melalui AD0-AD7 kemudian lakukan penguncian alamat menggunakan siklus 0-1-0 pada AS/ALE.Multiplexed Address/Data Bus NC . Siklus bus pertama digunakan untuk jalur alamat.+5 Volt Main Supply GND . kemudian dilanjutkan dengan proses pembacaan atau penulisan data ke alamat tersebut.Masukan Read/Write DS . dan siklus bus kedua digunakan untuk jalur data (bergantian antara alamat dan data). RTC menghasilkan luaran 8 bit data pada saat pin DS dan RD diberi pulsa.Pemilih tipe bus CS .Masukan Reset IRQ .Luaran Permintaan Interupsi SQW .No Connect (tidak dihubungkan kemana-mana) MOT .Luaran Gelombang Kotak VCC . Intinya.AD0-AD7 . Bus akan menjadi berimpedansi tinggi saat pulsa LOW diberikan pada pin DS (motorola) atau pulsa HIGH diberikan pada pin RD (intel).AD7 (Adrress/Data bus yang ter-multipleks dan dwi-arah) Bus yang ter-multipleks akan menghemat penggunaan pin karena informasi alamat dan data menggunakan jalur sinyal yang sama. .Data Strobe RESET .

Aksi ini akan melindungi data jam real time dan isi dari RAM selama terjadi gangguan tegangan. R/W (Read/Write Input) Pin R/W memiliki 2 mode operasi. R/W=LOW dan DS=HIGH. maka terjadi siklus baca. Pewaktuan bus Motorola R/W=HIGH dan DS=HIGH. atau bisa melalui salah satu pin dari mikrokontroler yang digunakan. akan menahan akses siklus bus dengan cara menon-aktifkan masukan CS. maka DS12C887.25 volt. Saat Vcc berada dibawah 4. Ketika pin ini dihubungkan dengan VCC. maka pewaktuan bus Motorolla yang dipilih. sehingga kita bisa melakukan aktivasi secara manual di dalam program. jika ada beberapa piranti pada modul aplikasi Anda. CS (Chip Select Input) Intinya. CS digunakan untuk aktivasi IC RTC DS12C887. AS (Address Strobe) Perubahan dari 0 ke 1 pada AS digunakan untuk menghapus alamat sebelumnya. sedangkan ketika dihubungkan ke ground atau dibiarkan (tak dihubungkan) maka pewaktuan bus Intel yang dipilih. Pin ini memiliki pull down internal sekitar 20 kOhm. . MOT dihubungkan ke Vcc. Sedangkan perubahan dari 1 ke 0 akan menyebabkan jalur AD0-AD7 dianggap sebagai alamat memori DS12C887. Perintah akses (apakah baca atau tulis) harus dikirim bersamaan dengan proses ini.MOT (Mode Select) Pin MOT memberikan kebebasan untuk memilih dua tipe bus. Anda bisa menghubungkan CS ke GND supaya selalu aktif. maka terjadi siklus tulis. secara internal.

Pin RESET juga menghapus interupsi yang dilakukan atau yang belum terjadi (pending). Pada saat penyalaan RTC. diberi nama WR = WE (write enable) pada RAM-RAM umum. Untuk menghapus interupsi biasanya dilakukan dengan membaca register C. DS (Data Strobe atau Masukan Baca) Pin DS/RD memiliki 2 mode operasi. Lamanya waktu pin RESET diberikan low tergantung dari aplikasi yang digunakan. kalender atau RAM. Ketika tidak terjadi interupt maka level IRQ berada pada kondisi high impedance. . Pewaktuan Bus Intel R/W aktif LOW. pin RESET dapat dijaga LOW untuk beberapa saat untuk menstabilkan catu daya. waktu RESET dijaga low harus melebihi 200 ms untuk meyakinkan bahwa timer internal dari RTC untuk penyalaan telah cukup. Keluaran IRQ tetap low selama selama bit status menyebabkan interupsi terjadi dan bit yang berhubungan yaitu interrupt-enable di-set. Berkaitan dengan proses baca/tulis MOT dihubungkan ke GND. Pewaktuan Bus Intel DS/RD aktif LOW sebagai pin RD sama seperti pada RAM-RAM umum RESET (Reset Input) Pin RESET tidak berpengaruh terhadap jam. Akan tetapi jika reset digunakan saat power up (penyalaan).MOT dihubungkan ke GND. MOT dihubungkan ke Vcc. Pewaktuan bus Motorola DS digunakan sebagai Data strobe. IRQ (Interrupt Request Output) Pin IRQ adalah keluaran active low dari RTC 12C887 yang digunakan sebagai masukan interupsi pada prosessor.

Sinyal SQW tidak hidup ketika VCC dibawah 4. Saat Vcc turun dibawah 3 volt. dari satu sampai 13 pembagian yang disediakan oleh 15 buah tingkat pembagi (divider) internal dari RTC.25 volt. maka proses baca dan tulis tidak dapat dilakukan. Vcc Merupakan pin untuk atu daya RTC. Frekuensi dari SQW dapat dipilih dengan memprogram register A seperti pada tabel. . RTC bebas diakses dan data dapat ditulis atau dibaca. GND. Sinyal SQW dapat dihidupkan dan dimatikan dengan mengatur bit SQWE pada register B. Vcc diberikan input +5volt. Fungsi pewaktu dari RTC memiliki akurasi ± 1 menit per bulan pada suhu 250 C walaupun tanpa adanya catu pada Vcc. Bus IRQ adalah keluaran open drain dan memerlukan tambahan resistor pull-up. catu daya untuk RAM dan pewaktu dipindahkan ke internal lithium batery yang terdapat pada RTC.25 volt. proses pewaktu (timekeeping) tetap dilakukan oleh RTC tanpa dipengaruhi oleh tegangan masukan yang rendah.Beberapa peralatan interupsi dapat dihubungkan dengan IRQ bus. Sedangkan ketika Vcc dibawah 4. SQW (Square Wave Output) Pin SQW dapat mengeluarkan sinyal kotak. Akan tetapi. Ketika tegangan 5 volt diberikan dalam batas yang normal.

let’s get started… KIta awali dengan beberapa definisi atau inisialisasi program… $regfile = "89s8252. Baik…. karena rumitnya protokol komunikasi I2C jika diimplementasikan menggunakan bahasa Assembly.APLIKASI Contoh Rangkaian ke mikrokontroler AT89 (plus rangkaian komunikasi serial): Dan sekarang ke contoh program. sengaja saya gunakan bahasa tingkat tinggi BASIC. Tujuannya adalah sistem menanggapi perintah “t” untuk menampilkan informasi jam.dat" $crystal = 11059200 $baud = 9600 Keterangan: . dan “d” untuk menampilkan informasi tanggal melalui terminal serial komputer (bisa menggunakan HyperTerminal atau lain yang sejenisnya). Okey.

dan Reg_hour merupakan variabel-variabel 8-bit atau 1 byte yang digunakan untuk menyimpan hasil pembacaan RTC DS1307 yang masingmasing untuk data detik. Anda bisa mengubah untuk kecepatan yang lain. $baud digunakan untuk menentukan kecepatan komunikasi serial. menit dan jam. Num_sec As Byte Dim Reg_date As Byte . Reg_year As Byte Dim Num_date As Byte .$regfile digunakan untuk mendefinisikan mikrokontroler yang digunakan. dan ini penting banget soalnya akan menentukan proses kompilasi perintah-perintah I2C yang terkait. Selanjutnya. yaitu 89s8252. $crystal kita gunakan untuk mendefinisikan frekuensi kristal yang terpasang pada rangkaian kita. Jika Anda salah menuliskan angkanya atau angka yang ditulis tidak sama dengan kristal yang terpasang di rangkaian. bulan dan tahun. . dan Reg_year merupakan variabel-variabel 8-bit atau 1 byte yang digunakan untuk menyimpan hasil pembacaan RTC DS1307 yang masingmasing untuk data tanggal. Num_min. Reg_month As Byte . Num_month As Byte . Num_sec. Reg_min. Reg_hour As Byte Dim Num_hour As Byte . Num_year As Byte Dim Masuk As String * 1 Keterangan: Reg_sec. Reg_min As Byte . dan Num_hour merupakan variabel-variabel 8-bit atau 1 byte yang digunakan untuk menyimpan hasil konversi BCD (pembacaan RTC) ke desimal. kita definisikan beberapa variabel untuk kebutuhan pemrograman: Dim Reg_sec As Byte . Num_min As Byte . Reg_month. Reg_date. yaitu 9600 bps.

Num_month. menit. .1 ' jalur untuk data I2C '------------------------------------------Keterangan: Hanya 2 kabel utama (selain menyamakan GND . yang diterjemahkan hanya “t” dan “d”.yang akan dikirim melalui komunikasi serial. dan Num_year merupakan variabel-variabel 8-bit atau 1 byte yang digunakan untuk menyimpan hasil konversi BCD (pembacaan RTC) ke desimal. Langkah berikutnya adalah mendefinisikan jalur atau pin dari mikrokontroler ke RTC-nya (DS1307): '-----------------------------------------' konfigurasi bus I2C Config Scl = P2. dan tahun. bulan.0 ' jalur untuk clock I2C Config Sda = P2. Masuk sebagai variabel untuk menyimpan sebuah karakter (string * 1) kiriman dari port serial. yang akan dikirim melalui komunikasi serial. Num_date.ground) yang digunakan untuk komunikasi dengan mikrokontroler. masing-masing untuk perintah baca jam dan baca tanggal. dan jam. yaitu SCL dan SDA (perhatikan diagram pinnya). masing-masing untuk detik. masing-masing untuk tanggal.

0. sedangkan SDA (serial data) dihubungkan dengan P2. 01h dan 02h.1. menit dan jam. sedangkan untuk pembacaan D1h. masingmasing di 00h. Kemudian kita definisikan beberapa konstanta yang berkaitan dengan alamat-alamat register di dalam DS1307 (silahkan merujuk datasheet DS1307 (PDF): ' perintah penulisan Const Ds1307w = &HD0 ' perintah pembacaan Const Ds1307r = &HD1 ' alamat register DS1307 yg berhubungan dengan jam Const Sec_addmap = &H00 Const Min_addmap = &H01 Const Hour_addmap = &H02 ' alamat register DS1307 yg berhubungan dengan tanggal Const Date_addmap = &H04 Const Month_addmap = &H05 Const Year_addmap = &H06 Keterangan: Instruksi atau perintah yang digunakan untuk penulisan data ke RTC DS1307 adalah D0h. Alamat-alamat yang berhubungan dengan jam untuk detik. masing-masing disimpan ke dalam variabel DS1307w dan DS1307r. .SCL (serial clock) dihubungkan dengan P2.

Num_year Case Else Print "er" End Select Loop End Perhatikan pada program utama. Selain itu akan dikirim data jam atau tanggal. 05h dan 06h. Num_sec Case "d" : Call Read_date Print Num_date . ":" . dan “d” diterjemahkan masing-masing untuk “baca jam”.Alamat-alamat yang berhubungan dengan jam untuk tanggal. masing-masing di 04h. "/" . Program utamanya melakukan menunggu masukan port serial. ":" . perhatikan potongan program utamanya berikut ini (pengulangan menggunakan DO LOOP. penerjemahan menggunakan SELECT CASE): Do Input Masuk Select Case Masuk Case "t" : Call Read_time Print Num_hour . semua karakter diterima. tetapi hanya huruf “t” (huruf kecil). Selain kedua perintah tersebut. Terdapat dua subrutin: (1) Read_time digunakan untuk membaca data dan (2) Read_date untuk membaca tanggal… . bulan dan tahun. Num_min . dan “baca tanggal”. "/" . mikrokontroler akan mengirimkan “er” sebagai tanda salah kirim perintah. Num_month .

if =0 (24 hourmode) If Reg_hour.6 =1(12 hrmode). Ack I2CRbyte Reg_min . Nack I2CStop ' Generate Stop ' reg_hour.6 = 1 Then .'-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= Sub Read_time '-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= ' Read Clock Data I2CStart ' Generate start I2CWbyte Ds1307w ' Slave address I2CWbyte Sec_addmap ' Address of SECONDS REG I2Cstop ' Generate Stop I2Cstart ' Repeated start I2CWbyte Ds1307r ' Slave address (read) I2CRbyte Reg_sec . Ack I2CRbyte Reg_hour .

Kemudian diikuti dengan menuliskan alamat register detiknya: I2CWByte Sec_addmap dan dihentikan dengan I2CStop. Langkah selanjutnya adalah mulai membaca dari data detik. awal pembacaan data) kemudan perintah membaca dikirimkan ke RTC menggunakan instruksi I2CWbyte DS1307r. kemudian dilanjutkan dengan I2CWByte DS1307w (menuliskan perintah atau instruksi). diawali dengan (lihat listing programnya) inisialisasi I2Start. diawali dengan I2Cstart (lagi. Proses pembacaan jam dan tanggal pada dasarnya sama saja.Reg_hour = Reg_hour And &B00011111 Else Reg_hour = Reg_hour And &B00111111 End If '=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=' Reg_hour = Reg_hour And &B00111111 ' remove 12/24 and am/pm bits ' set numeric variables Num_hour = Makedec(reg_hour) Num_min = Makedec(reg_min) Num_sec = Makedec(reg_sec) End Sub Keterangan: Ini merupakan subrutin Read_time yang digunakan untuk membaca jam. .

Langkah terakhir adalah merubah hasil pembacaan yang masih dalam format BCD ke decimal melalui instruksi Makedec(). Ack). Dan berturut-turut membaca data menit (I2CRbyte Reg_min. apakah mode 12 jam atau 24 jam. Ack digunakan untuk indikator masih ada data yang lain perlu dibaca (kebalikannya adalah NAck). Untuk subrutin baca data tanggal sebagai berikut: '-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= Sub Read_date '-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= ' Read Clock Data I2cstart ' Generate start I2cwbyte Ds1307w ' Slave address I2cwbyte Date_addmap ' Address of SECONDS REG I2cstop ' Generate Stop . Untuk proses normalisasi terhadap mode jam.Kemudian baru data detik. digunakan pengecekan pada bit-6 di Reg_hour. jangan lupa di-stop. NAck). Ack untukmembaca data detik. dan detik (I2CRbyte Reg_hour. menit dan jam-nya dibaca berturut-turut menggunakan perintah I2CRbyte Reg_sec. NAck artinya tidak ada lagi data yang perlu dibaca.

I2cstart ' Repeated start I2cwbyte Ds1307r ' Slave address (read) I2crbyte Reg_date . perhatikan hanya “t” dan “d” saja yang diterjemahkan. perintah atau huruf lain ditanggapi dengan “er”: . Nack I2cstop ' Generate Stop ' set numeric variables Num_date = Makedec(reg_date) Num_month = Makedec(reg_month) Num_year = Makedec(reg_year) End Sub Contoh tampilan running program di mikrokontroler. Ack I2crbyte Reg_month . Ack I2crbyte Reg_year .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->