P. 1
MAMALIA

MAMALIA

|Views: 1,221|Likes:
Published by Darwin azis

More info:

Published by: Darwin azis on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI HEWAN

MAMALIA

OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: DARWIN AZIS : 08101004060 : VI (ENAM) : MUHAMMAD AGUS

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2012

ABSTRAK Praktikum Taksonomi Hewan ini berjudul “Mamalia”. Tujuan praktikum ini adalah mempelajari ciri-ciri mamalia yang yang penting untuk identifikasi dan mengenal beberapa jenis anggota mamalia. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 18 April 2012. Pukul 08.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB dan bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya. Alat yang digunakan adalah bak preparat dan pinset. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah Felis domestica, Mesocricetus auratus, Mus musculus dan Oryctolagus cuniculus. Dari hasil percobaan diperoleh bentuk morfologi dari Felis domestica, Mesocricetus auratus, Mus musculus dan Oryctolagus cuniculus. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada Mus musculus betina ditemukan papila mammae (puting susu) yang berwarna kekuningan dan pada Mesocricetus auratus memiliki morfologi tubuh yang lebih gemuk dibandingkan dengan Mus musculus, serta memiliki warna yang beragam.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Istilah lain untuk mamalia adalah binatang yang menyusui. Termasuk kelas hewan vertebrata (memiliki tulang belakang) dan kelenjar susu pada betinanya. Mamalia tergolong hewan berdarah panas atau suhu tubuhnya tetap, seperti manusia. Pada umumnya, mamalia melahirkan keturunannya dengan cara beranak atau melahirkan. Tapi ada beberapa mamalia yang bertelur, seperti ikan guppy dan hiu martil. Hal ini karena tidak melahirkan bukanlah ciri utama hewan mamalia. Tapi adalah soal menyusui dan memiliki kelenjar susu pada betina tadi merupakan ciri utamanya. Hewan mamalia memiliki beberapa ciri, misalnya memunyai jantung dengan empat ruang, tubuhnya ditutupi bulu, ujung telinganya bercuping (lancip),
a

memiliki

kelenjar

peluh,

dan

bernapas

melalui

paru-paru

(Anonim 2012: 1) Mammalia merupakan kelompok terbesar dan tertinggi dari kingdom animalia. Mammalia mencakup tikus, monyet, paus, kelelewar, kucing, manusia dan bentuk kehidupan lain. Disamping sekelompok besar dari spesies langka. Semuanya kurang lebih ditubuhnya tertutupi oleh adanya bulu atau rambut dan berdarah panas. Beragam jenis mammalia hidup di berbagai bentuk habitat dari daerah kutub sampai ke gurun atau hutan. Banyak yang mempunyai kebiasaan hidup malam hari dan istirahat pada siang hari, sehingga jarang terlihat. Beberapa spesies yang liar diburu untuk kesenangan dan lainnya untuk diambil bulunya (Storer 1990: 225). Mamalia merupakan hewan yang menyusui. Mammalia berasal dari bahasa latin “mamma” yang artinya buah dada. Mulai dari tikus yang sangat kecil sampai pada ikan paus biru yang sangat besar, semua mammalia ini mempunyai dua ciri yang sama. Pertama, semua mempunyai rambut walaupun rambut ini tidak kelihatan begitu nyata. Ciri yang kedua adalah bahwa semua spesies mammalia menyusui anaknya. Susu ini dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar susu. Kelenjar susu lazim disebut dengan kelenjar mammae. Rambut yang halus dan jarang disebut lanugo, rambut dikepala disebut capili, rambut halus disebut supercilia,

rambut pada bulu mata disebut cilia, rambut yang keluar dari lubang hidung vibrissae, rambut yang keluar dari liang telinga disebut tragic, rambut ketiak disebut hirci, rambut di mons pubis ialah daerah ventral dari symphysis ossium pubis dan cranial dari organ genitalia external disebut pubes (Radiopoetro 1996: 59). Dari sekian banyak karakter hewan mamalia, ciri lain yang paling khas adalah sifat nokturnalnya. Nokturnal artinya hewan yang tidak menyukai cahaya atau sinar yang terang. Maka itu, hewan-hewan kelompok ini lebih suka tidur pada siang hari. Dan beraktivitas pada malam hari atau ketika cahaya Matahari meredup. Perilaku hewan itu bertujuan untuk mengurangi risiko ancaman hewan pemangsa bagi mereka sendiri atau keluarganya. Hewan nokturnal umumnya memiliki kemampuan pendengaran, penciuman, dan penglihatan yang tajam. Di kebun binatang, hewan jenis ini biasanya ditempatkan pada kandang khusus kedap cahaya untuk mengalihkan siklus tidur mereka agar tetap aktif selama waktu berkunjung. Bila dalam kondisi terang, mata mereka memancarkan sinar. Ada yang berwarna merah, oranye, biru, kuning, cokelat, dan sebagainya (Anonima 2012: 2). Diperkirakan bahwa mamalia pertama timbul pada akhir zaman Trias dari moyang terapsida. Mereka merupakan hewan kecil yang sangat aktif yang makanannya terutama terdiri atas insekta. Kehidupan yang aktif ini berhubungan dengan kemampuannya untuk memelihara suhu badan yang tetap (homoitermi). Seperti halnya dengan burung (yang tidak tampak pada zaman zura) hal ini berkaitan dengan perkembangan jantung beruang empat dan pemisahan sempurna dari peredaran darah oksigen dan sistemik. Konservasi panas tubuh dimungkinkan dengan perkembangan rambut. Sementara mamalia yang paling awal bertelur seperti moyang reptilia, anaknya setelah menetas diberi makan dengan susu yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar dalam kulit induknya (Kimball 1999: 942 ).

1.2. Tujuan Praktikum Mempelajari ciri-ciri mamalia yang yang penting untuk identifikasi dan mengenal beberapa jenis anggota mamalia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mamalia adalah kelompok yang tertinggi dari dunia hewan. Istilah untuk “mammal” berhubungan dengan kelenjar mammae (kelenjar susu) pada hewan betina untuk menyusui anaknya. Pemeliharaan anak oleh induknya merupakan perkembangan yang sangat tinggi pada classis ini dan mencapai klimaksnya pada spesies manusia. Bermacam-macam mamalia hidup di berbagai habitat, mulai dari daerah kutub sampai daerah tropis, dari laut sampai ke hutan-hutan yang paling lebat dan gurun pasir yang paling kering. Beberapa spesies hewan liar diburu untuk mendapatkan bulu-bulunya (rambut). Beberapa rodentia dan karnivora merusak Madang-ladang dan ternak, beberapa hewan mamalia merupakan reservoir dari berbagai penyakit (Murad 1977: 104). Disamping kelenjar susu dan rambut, mammalia mempunyai ciri-ciri lain yaitu jantung mammalia dewasa mempunyai dua ventrikel ialah kamar yang berfungsi memompa darah dan yang mempunyai dinding otot yang tebal. Biasanya mammalia berdarah panas yang berarti dapat mempertahankan panas tubuhnya pada suhu tertentu tanpa dipengaruhi suhu yang berasal dari lingkungannya. Kebanyakan mammalia mempunyai suatu cara khusus untuk memberi makan anaknyaselama berada dalam tubuh induknya pada masa permulaan perkembangannya. Contoh Ornithorynchus dan Echidna yang menyusui anaknya didalam suatu lapisan kulit perut yang berbentuk kantung (Radiopoetro 1996: 62). Respirasi hanya dengan paru-paru. Larynx dengan corda vocalis (kantung suara). Selain itu, terdapat diafragma yang komplit berotot memisahkan paru-paru dan jantung dari ruang abdominal. Sebuah kandung kemih sebagai alat ekskresi (urine) cair. Pada mamalia terdapat 12 pasang nervi cranialis. Otak berkembang sempurna, cerebrum dan cerebellum besar. Temperatur tubuh teratur

(homoiothermis). Jantan mempunyai organ kopulasi (penis). Testis umumnya dalam scrotum luar sampai ke abdomen. Fertilisasi internal, telur-telurnya berukuran kecil, tanpa shell, dan tertahan di dalam uterus (modifikasi dari oviduk) dari betina untuk perkembangannya. Terdapat selaput embrio (amnion, chorion dan allantois) dengan sebuah placenta untuk melekatkan embrio pada uterus untuk

makanannya dan respirasi. Anak yang baru lahir disusui dari kelenjar mammae induknya (Murad 1977: 105). Mamalia memliki integumen yang terdiri dari tiga lapisan: paling luar adalah epidermis, yang tengah adalah dermis, dan paling dalam adalah hipodermis. Epidermis biasanya terdiri atas tiga puluh lapis sel yang berfungsi menjadi lapisan tahan air. Sel-sel terluar dari lapisan epidermis ini sering terkelupas; epidermis bagian paling dalam sering membelah dan sel anakannya terdorong ke atas (ke arah luar). Bagian tengah, dermis, memiliki ketebalan lima belas hingga empat puluh kali dibanding epidermis. Dermis terdiri dari berbagai komponen seperti pembuluh darah dan kelenjar. Hipodermis tersusun atas jaringan adiposa dan berfungsi untuk menyimpan lemak, penahan benturan, dan insulasi. Ketebalan lapisan ini bervariasi pada setiap spesies (Anonima 2012: 3). Isolasi penutup tubuh dan pemisahan yang sempurna antara darah vena dan arteria di dalam jantung menyebabkan terjadinya pengaturan temperatur dalam tubuh. Sehingga hal itu mengarah ke statu derajat metabolisme yang tinggi dan akibatnya membutuhkan makanan yang banyak. Inedra penglihatan dan penciuman berkembang cepat dan sempurna. Besarnya cerbrum dan cerebellum memperlengkapi untuk statu derajat koordinasi yang tinggi dalam semua aktifitas, belajar, dan mampu menyimpan daya ingatan. Pada reproduksi mamalia, fertilisasi selalu internal dan anaknya disusui oleh induknya. Mamalia yang terendah yaitu duckbill platypus dan hewan berduri pemakan semut (monotremata)

mengeluarkan telur-telur yang besarnya seperti telur reptilia (Murad 1997: 108). Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau “berdarah panas“. Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai. Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan mamalia therian (berplasenta dan berkantung atau marsupial) (Kimball 1999: 942 ).

Sistem rangka pada mammalia umumnya yaitu pada setiap rahang terdapat gigi seri (insisivus) yang berjumlah 2 buah di atas dan 1 buah di bawah, gigi taring (caninus) tidak terdapat, gigi plemolar (13 buah di atas dan 2 buah di bawah), gigi molar (3 buah di atas dan 3 buah di bawah). Sistem pencernaan pada mammalia yaitu lidah mempunyai papila perasa, terdapat kandung empedu, dengan saluran empedu dan saluran getah pankreas yang bermuara ke dalam duodenum (Radiopoetro 1996: 63). Ciri-ciri classis mamalia adalah tubuh umumnya ditutupi oleh rambut (beberapa spesies sedikit rambutnya), yang secara periodik berganti; kulitnya mempunyai banyak kelenjar (lemak, keringat, bau dan susu). Tengkorak dengan 2 occipital condyles; vertebrae leher umumnya 7; ekor umumnya panjang dan mudah bergerak. Daerah hidung umumnya ramping. Mulut dengan gigi-gigi (jarang yang tidak ada) dalam socket atau alveoli, terdapat pada kedua rahangnya dan berdiferensiasi berhubungan dengan kebiasaan makannya (Anonimb 2012: 1). Lidah umumnya mudah bergerak dan mata dengan kelopak yang dapat bergerak. Telinga dengan pinae (daun telinga) luar yang berotot. Empat anggota badan (pada Cetacea dan Sirenia tidak ada anggota tulang belakang). Masingmasing kaki dengan 5 (atau kurang) jari dan beradaptasi untuk berjalan, berlari, memanjat, membuat lubang, berenang atau terbang. Jari-jarinya mempunyai cakar bertanduk, kuku atau teracak dan seringkali telapak yang berotot

(Murad 1997 : 104). Beberapa hewan mamalia melakukan migrasi untuk mencari makanan, seperti kelelawar tertentu yang hidup di daerah utara pada musim panas, pada musim dingin insek jarang didapat. Banyak mamalia membutuhkan tempat berlindung untuk beristirahat, tidur, menghindari udara dingin dan memelihara anaknya. Celah-celah alam pada batu-batu merupakan tempat-tempat bagi tikus misalnya dan beberapa karnivora. Selain itu, mamalia seringkali mempergunakan suaranya untuk menyatakan emosi serta menyalurkan idenya diantara individu. Makanan dari mamalia yang berkuku dan kebanyakan rodentia terutama tumbuhtumbuhan dan hewan-hewan itu sendiri merupakan makanan dari karnivora. Mamalia yang herbivora, contohnya kuda, lembu, kerbau, kambing hidupnya berkelompok (Anonimb 2012: 1).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 18 April 2012. Pukul 08.00 WIB - 10.00 WIB dan bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya. 3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah bak preparat dan pinset. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah Felis domestica, Mesocricetus auratus, Mus musculus dan Oryctolagus cuniculus. 3.3. Cara Kerja Digambar morfologi dan dideskripsikan sampel Felis domestica,

Mesocricetus auratus, Mus musculus dan Oryctolagus cuniculus, digambar kerangka lengkap spesies tersebut, identifikasi spesies dan diklasifikasikan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, didapat hasil sebagai berikut: A. Felis domestica Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Species : : Animalia : Chordata : Mamalia : Carnivora : Felidae : Felis : Felis domestica

Nama Umum : Kucing Keterangan gambar : 1. Rima oris 2. Vibrisae 3. Organon visus 4. Dorsum 5. Abdomen 6. Caudal 7. Femur 8. Crus 9. Digiti

Deskripsi : Felis domestica atau dengan nama umum kucing merupakan hewan yang tergolong kedalam kelas Mamalia. Ini dicirikan olah adanya kelenjar susu, berdaun telinga, reproduksi dengan cara melahirkan anaknya dan lain sebagainya yang merupakan ciri-ciri dari kelas Mammalia. Menurut Radiopoetro (1996: 97) bahwa Felis domestica memiliki ciri-ciri gigi seri yang tidak terlalu berkembang baik, memiliki gigi taring yang kuat dan tajam, geraham depan terakhir. Pada rahang bawah disebut carnacial atau suctorial. Sedangkan dua gigi geraham yang belakang sebagai gigi penghancur, memiliki jari-jari yang berjumlah lima. Pada ujungnya memiliki cakar yang tajam.

B. Mus musculus Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Species : : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muriidae : Mus : Mus musculus

Nama Umum : Mencit Keterangan gambar : 1. Rima oris 2. Organon visus 3. Auriculae 4. Dorsum 5. Caudal 6. Femur 7. Crus 8. Digiti

Deskripsi : Mus musculus lebih dikenal dengan tikus putih. Mus musculus termasuk kedalam kelas mamalia dengan ukuran kecil. Hewan ini diselubungi oleh rambut seluruhnya, biasanya berwarna putih karena. Menurut Radiopoetro (1996: 99) bahwa sebagai mamalia hewan ini bersifat vivipar dan memiliki glandula mamae berjumlah tiga pasang. Mus musculus termasuk ke dalam ordo Rodentia yang memiliki kaharakteristik sebagai berikut : Pentadactyl, jari-jari dengan cakar, satu dens incisivus pada tiap belah rahang, berbentuk pahat, dapat tumbuh terus, tidak memiliki dentes canini, jumlah dentes premolar dan dentes molar adalah variabel, lengan bawah dapat pronasi dan suppinasi.

c. Oryctolagus cuniculus Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Species : : Animalia : Chordata : Mamalia : Lagomorpha : Leporidae : Oryctolagus : Oryctolagus cuniculus

Nama Umum : Kelinci Keterangan gambar : 1. Rima oris 2. Nares anteriores 3. Vibrisae 4. Organon visus 5. Auriculae 6. Dorsum 7. Caudal 8. Femur 9. Crus 10. Abdomen 11. Antebranchium 12. Branchium 13. Digiti

Deskripsi : Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Menurut Anonima (2012: 1), dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu. Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain.

d. Mesocricetus auratus

Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Species

: : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Cricetidae : Mesocricetus : Mesocricetus auratus

Nama Umum : Hamster Keterangan gambar : 1. Rima oris 2. Nares anteriores 3. Vibrisae 4. Organon visus 5. Dorsum 6. Caudal 7. Femur 8. Crus 9. Abdomen 10. Digiti Deskripsi : Hamster merupakan hewan yang mempunyai bibir yang lembek dan fleksibel. Moncongnya tumpul dan besar dengan telinga yang membulat. Hamster memiliki empat jari kaki pada kaki depan dan lima jari kaki pada yang belakang. Ekornya pendek, hanya sekitar 1-2 cm. Bau hamster sangat khas. Bau tersebut berasal dari kelenjar yang dapat ditemukan di daerah pinggul berupa lingkaran berwarna hitam atau merah muda. Bagian ini tidak ditumbuhi bulu sehingga sering disalahartikan sebagai bekas luka. Menurut Anonima (2012: 2), pada hamster jantan kelenjar bau hanya dapat dilihat, tetapi tidak mengeluarkan bau yang menyengat seperti pada hamster betina.

BAB V KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Felis domestica memiliki ciri-ciri gigi seri yang tidak terlalu berkembang baik, memiliki gigi taring yang kuat dan tajam, geraham depan terakhir. Pada rahang bawah disebut carnacial atau suctorial. 2. Mus musculus jantan bergerak lebih aktif dibandingkan Mus musculus betina yang sedikit pasif. 3. Pada Mus musculus betina ditemukan papila mammae (puting susu) yang berwarna kekuningan. 4. Mesocricetus auratus memiliki morfologi tubuh yang lebih gemuk dibandingkan dengan Mus musculus, serta memiliki warna yang beragam. 5. Mesocricetus auratus memiliki morfologi tubuh yang lebih gemuk dibandingkan dengan Mus musculus, serta memiliki warna yang beragam.

DAFTAR PUSTAKA Anonima. 2012. Mamalia. http://id.wikipedia.org/wiki/Binatang_menyusui. Diakses pada tanggal 16 April 2012 pukul 21.00 WIB. Anonimb 2012. Mamalia. http://sarwoedi.wordpress.com/sebar-ide/anatomi-tubuhhewan/. Diakses pada tanggal 16 April 2012 pukul 21.00 WIB. Campbell, N. A.2004. Biologi Edisi ke 5 Jilid III. Jakarta. Erlangga: vii + 346 hlm. Kimball. 2000. Biologi Jilid I. Jakarta. Erlangga: xii + 341 hlm. Murad, Sajuti. 1997. Sistematik Vertebrata. Bandung : Universitas Pajajaran : v + 124 hlm. Radiopoetro. 1996. Zoologi. Erlangga. Jakarta : iii + 355 hlm. Storer, I.T., et al. 1990. General Zoology. New Delhi. McGraw-hill : vi + 521 hlm.

LAMPIRAN

Mesocricetus auratus

Felis domestica

Mus musculus

Oryctologus curiculus

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->