PERAN PEMUDA DALAM ISLAM Dalam rentetan perjalanan sejarah Dakwah Islam yang panjang, pemuda memegang peranan

penting. Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat banyak kisah keberanian pemuda. Ada pemuda Ashabul Kahfi, Musa, Yusuf, Ibrahim, Isa Alaihimus Salam dan lain-lain. Rasulullah s.a.w. pun ketika diangkat menjadi Rasul berumur 40 tahun. Pengikut beliau juga banyak dari kalangan pemuda. Di antaranya Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, Zubair bin Awwam, dan lain-lain. Dulu, (Imam) Syafii telah hafal Al Quran pada usia sekitar 9 tahun dan mulai diminta ijtihadnya pada usia kira-kira 13 tahun., sebelum akhirnya ia menjadi mujtahid, imam madzhab yang terkemuka. Hassan Al Banna mendirikan gerakan Ikhwanul Muslimin pada usia 23 tahun. Usamah bin Zaid pada usia 18 tahun telah memimpin pasukan perang Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam pada usia 8 tahun telah terlibat dalam perjuangan. Pemuda gagah berani yang hidupnya didedikasikan hanya bagi kejayaan dan kemuliaan Islam seperti itulah yang sanggup memikul beban dakwah dan bersedia berkorban serta menghadapi berbagai tantangan dengan penuh kesabaran. Kini, apakah yang sedang dilakukan dan dipikirkan oleh remaja berusia 8 hingga 18 tahun dan pemuda-pemudi berusia 23 tahunan ?Remaja dan pemuda-pemudi sekarang lebih banyak aktif untuk memuaskan nafsu remaja semata-mata. Lihatlah cara berpakaian mereka, cara bergaul, kreativitas dan sejenisnya. Gambaran remaja dan pemuda-pemudi yang tampil di berbagai media, tak ada bedanya antara mereka (yang mengaku Muslim) dengan artis-artis yang jelas menyebarkan kekufuran dan kesesatannya, realiti inilah yang terpampang di depan mata dan telinga kita. Kerananya, apabila kejayaan Islam masa lalu muncul akibat Dakwah Islam yang banyak ditopang Pemuda Islam yang memiliki sifat dan sikap perjuangan gigih, yang sanggup menyisihkan waktu siang dan malam demi kepentingan Islam, maka demikian juga dengan masa depan Islam. Pemuda menjadi tulang belakang dari kebangkitan itu. Fenomena kembalinya pemuda kepada kehidupan ajaran Islam, memakmurkan kembali masjid, semaraknya kegiatan keagamaan di kalangan mereka menjadi pertanda baik keberlangsungan proses kebangkitan Islam. Wahai para Pemuda! Ketahuilah bahwa kamu sekalian bukanlah hidup untuk dirimu sediri dan bukan pula untuk tanah airmu yang kecil. Akan tetapi kamu hidup adalah untuk alam yang besar ini, yakni Dunia Islam. Karena sesungguhnya kamu adalah pemimpin di masa depan, hari depan itu adalah untukmu..

. KEKUATAN ILMU Yaitu mengembalikan semua gagasan. Allah Ta’ala berfirman: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan. 5. solidaritas dan organisasi serta keyakinan akan kemenangan. Jihad Melawan Syaitan. KEKUATAN JIHAD DAN SIYASAH Yaitu agar ummat Islam dengan pasti mampu mengantisipasi gerakan lawan sekaligus usaha memukul balik serangan lawan. persaudaraan." (Al-Anfaal: 46) 4. Hanya kepada Allah jualah kami berharap. KEKUATAN AKHLAK Yaitu adanya rasa keterikatan. Hendaklah kita memperbanyak berdoa dan mengajak kaum muslimin di mana saja berada untuk berdoa demi tercapainya kemuliaan Islam. Jihad terhadap Orang Munafik. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Jihad meliputi: Jihad an-Nafs (Mengalahkan Hawa Nafsu). yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. motivasi dan kekuatan penggerak dalam melakukan perjuangan agar sikap dan posisi perjuangan selalu berada di atas kebenaran. Jihad Melawan Ahli Maksiat. dan Jihad terhadap Orang Kafir. keyakinan.Demikianlah. DI ANTARA KEKUATAN YANG HARUS DIPERHATIKAN DAN DIKEMBANGKAN DEMI MERAIH KEJAYAAN ISLAM 1. 3. semangat berkorban. KEKUATAN MATERIAL DAN DOA Material sebagai faktor pendokong yang penting dalam menyediakan sarana-sarana dakwah dan kelangsungan dakwah Islamiyah dan doa adalah senjata orang mukmin. pemikiran dan konsep perubahan serta jalan yang ditempuh dengan bersumber dan merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. 2. semangat kebersamaan. pemuda Islam harus tampil dominan dalam perjuangan untuk kejayaan Islam wal muslimin. KEKUATAN AKIDAH Yaitu dengan menjadikan iman kepada Allah Ta’ala sebagai asas kesadaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful