PERALATAN TEGANGAN TINGGI

MAKALAH
”PEMADAMAN BUSUR API PADA CIRCUIT BREAKER AC DAN DC”
Disusun oleh : META SINAGA 090402006

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

PEMUTUS DAYA Circuit Breaker atau Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi. dan merusak pemutus tenaga itu sendiri. Ekonomis Setiap circuit breaker dirancang sesuai dengan tugas atau beban yang akan dipikulnya.sifatnya sendiri. Nilainya tergantung pada jenis pentanahan titik netral sistem. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.BAB I PENDAHULUAN 1. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan berbeban maupun terhubung singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri. pemutus daya haruslah memiliki criteria sebagai berikut: 1.syarat yang harus dipenuhi oleh suatu circuit breaker agar dapat melakukan hal. Kemampuan memadamkan busur api 6. . Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus. Untuk sifat. yaitu : 1. Tidak terbakar 4.hal diatas adalah sebagai berikut : 1.menerus 2. Kekuatan dielektrik yang tinggi 2. sesuai dengan ratingnya. Syarat. Stabilitas termal 3. termasuk arus hubung singkat. 3. membuat sistem kehilangan kestabilan.1. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan tinggi agar arus hubung singkat tidak sampai merusak peralatan sistem. Konduktivitas tinggi karena sangat berguna untuk mendinginkan konduktor yang berada di dalam gas serta membantu proses pemadaman api 5. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang suatu circuit breaker. Tegangan efektif tertinggi dan frekuensi daya jaringan dimana pemutus daya itu akan dipasang.

4. . Iklim dan ketinggian lokasi penempatan pemutus daya. hal ini berhubungan dengan waktu pembukaan kontak yang dibutuhkan. 6. seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Arus maksimum kontinyu yang akan dialirkan melalui pemutus daya. Jika circuit breaker dipasang pada lokasi yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter. 7. hal tersebut terjadi karena pada saat kontak circuit breaker dipisahkan. beda potensial diantara kontak akan menimbulkan medan elektrik diantara kontak tersebut. 3. Tegangan pengenal circuit breaker dirancang untuk lokasi yang ketinggiannya maksimum 1000 meter di atas permukaan laut. Tabel 1. Nilai arus ini tergantung pada arus maksimum sumber daya atau arus nominal beban dimana pemutus daya tersebut terpasang. 5. Lamanya maksimum arus hubung singkat yang boleh berlangsung.2. maka tegangan operasi maksimum dari circuit breaker tersebut harus dikoreksi dengan faktor yang diberikan pada tabel 1. Kekuatan dielektrik media isolator sela kontak. Arus hubung singkat maksimum yang akan diputuskan pemutus daya tersebut. PROSES TERJADINYA BUSUR API Pada waktu pemutusan atau penghubungan suatu rangkaian sistem tenaga listrik maka pada circuit breaker akan terjadi busur api. 8.2. Faktor Koreksi antara Tegangan vs Lokasi 1. Jarak rambat arus bocor pada isolatornya. Jarak bebas antara bagian yang bertegangan tinggi dengan objek lain disekitarnya.

antara lain dengan cara sebagai berikut : 1. . ion positif akan menimbulkan emisi medan tinggi. Dengan demikian. Pembentukan Busur Api Arus yang sebelumnya mengalir pada kontak akan memanaskan kontak dan menghasilkan emisi thermis pada permukaan kontak. misalnya tungsten atau karbon. maka ion positif akan akan menimbulkan pemanasan di katoda. Akibatnya.Gambar 1. Kedua emisi ini menghasilkan elektron bebas yang sangat banyak dan bergerak menuju kontak anoda (A). Jika kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya tinggi. sehingga partikel-partikel hasil ionisai dijauhkan dari sela kontak. Elektron-elektron ini membentur molekul netral media isolasi dikawasan positif. sehingga perpindahan muatan antar kontak terus berlangsung dan inilah yang disebut busur api. Untuk memadamkan busur api tersebut perlu dilakukan usaha-usaha yang dapat menimbulkan proses deionisasi. jumlah elektron bebas yang menuju anoda akan semakin bertambah dan muncul ion positif hasil ionisasi yang bergerak menuju katoda. Hasil emisi thermis ini dan emisi medan tinggi akan melanggengkan proses ionisasi. Ion positif yang tiba di kontak katoda akan menimbulkan dua efek yang berbeda. misal tembaga. Jika kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya rendah. Sedangkan medan elektrik menimbulkan emisi medan tinggi pada kontak katoda (K). benturan-benturan ini akan menimbulkan proses ionisasi. perpindahan elektron bebas ke anoda menimbulkan arus dan memanaskan kontak anoda. emisi thermis semakin meningkat. Meniupkan udara ke sela kontak.

Berikut akan dijabarkan apa saja usaha yang dapat digunakan sebagai pemadam busur api pada circuit breaker tegangan tinggi AC dan DC. Memotong busur api dengan tabir isolasi atau tabir logam.2. Jika pengurangan partikel bermuatan karena proses deionisasi lebih banyak daripada penambahan muatan karena proses ionisasi. Jika suatu saat terjadi terpaan medan elektrik yang lebih besar daripada kekuatan dielektrik media isolasi kontak. Ketika busur api padam. di sela kontak akan tetap ada terpaan medan elektrik. Menyemburkan minyak isolasi kebusur api untuk memberi peluang yang lebih besar bagi proses rekombinasi. Membuat medium pemisah kontak dari gas elektronegatif. sehingga elektron-elektron bebas tertangkap oleh molekul netral gas tersebut. sehingga memberi peluang yang lebih besar bagi proses rekombinasi. maka busur api akan terjadi lagi. . 3. maka busur api akan padam. 4.

kontaknya dapat dibuat dari bahan bertitik lebur rendah seperti kuningan dan tembaga.akan menjadi elektroda dan dari padanya keluar elektron hasil emisi thermis yang dapat mengawali terjadinya terpaan busur api balik. Letak isolasi pendukung kontak harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak gosong karena panas yang ditimbulkan busur api. busur api terbentuk pada bagian bawah kontaknya. PEMUTUS DAYA UDARA (AIR CIRCUIT BREAKER) Metode pemadaman busur api pemutus daya udara sangat sederhana. Busur api akan padam saat arus mencapai harga nol yang pertama. Pemutus daya ini digunakan untuk memutus arus sampai 50 kA dan dapat digunakan pada rangkaian bertegangan sampai 10 kV. efek pendinginan permukaan isolator dan karena partikel bermuatan mempunyai peluang yang besar untuk mengadakan rekombinasi.BAB II PEMADAMAN BUSUR API CB AC DAN DC 2. Pemutus daya jenis lain dapat juga menggunakan tabir isolasi. dengan arus pemutusan sampai ratusan amper. Dalam hal ini pemadaman busur api terjadi karena efek pemanjangan busur api. tabir ini digunakan dari bahan isolasi.potong menjadi beberapa seksi oleh tabir metal. sehingga busur api sudah padam sebelum mencapai ujung tanduk. Pemutus daya seperti ini digunakan untuk rangkaian dc dan ac tegangan rendah. sehingga busur api dipaksa menyelusuri permukaan isolasi. yakni memperpanjang lintasan busur api. Penggosonganisolator akan memproduksi karbon sehingga isolasi seakan.1. Dimana saat kontak dipisahkan. Busur api yang panjang sangat mudah dipadamkan arus konveksi udara. Perpanjangan busur api ini dapat dilakukan dengan menggunakan kontak sela tanduk. . karena tegangan tidak cukup kuat menimbulkan emisi medan yang dapat mengawali terpaan balik busur api. Khusus untuk pemutus daya ac tegangan rendah. sehingga terjadi aliran udara dari bawah ke atas. Panas yang ditimbulkan busur api membuat suhu di bagian bawah kontak lebih tinggi dari suhu di bagian atasnya. Sehingga busur api pada setiap seksi selain mengalami pemanjangan juga mengalami efek pendinginan. busur api yang telah memanjang karena dorongan udara akan dipotong. Seperti namanya. Pemutus daya ini digunakan untuk tegangan beberapa ribu volt dan dapat memutuskan arus beberapa ribu amper. Untuk tegangan yang lebih tinggi. Aliran udara ini mendorong busur api bergerak ke atas.

sehingga minyak terdorong ke bawah melalui leher bilik. Kelemahannya adalah minyak mudah terbakar dan kekentalan minyak memperlambat pemisahan kontak. busur api akan terjadi didalam minyak. pemadaman busur api tergantung pada pemanjangan dan pendinginan busur api dan juga tergantung pada jenis gas hasil dekomposisi minyak.2. Hal ini akan menimbulkan pendinginan busur api. karena panas yang ditimbulkan busur api. . Minyak yang berada diantara kontak sangat efektif memutuskan arus. Pada saat kontak dipisahkan. minyak mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas hydrogen yang bersifat menghambat produksi pasangan ion. Pemadaman Busur Api pada Pemutus Daya Minyak Gas yang timbul karena dekomposisi minyak menimbulkan tekanan terhadap minyak. Gambar 2. sehingga minyak menguap dan menimbulkan gelembung gas yang menyelubungi busur api. sehingga tidak cocok untuk sistem yang membutuhkan pemutusan arus yang cepat. mendorong proses rekombinasi dan menjauhkan partikel bermuatan dari lintasan busur api. Di leher bilik.2. minyak ini melakukan kontak yang intim dengan busur api. PEMUTUS DAYA MINYAK (OIL CIRCUIT BREAKER) Sakelar pemutus daya ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 500 kV. Oleh karena itu.

yaitu : 1. pada tipe ini minyak berfungsi sebagai peredam loncatan bunga api listrik selama terjadi pemutusan kontak dan sebagai isolator antara bagian-bagian yang bertegangan dengan badan. pada tipe ini minyak hanya dipergunakn sebagai peredam loncatan bunga api listrik.Sakelar pemutus daya minyak terbagi menjadi 2 jenis. sedangkan sebagai bahan isolator dari bagian-bagian yang bertegangan digunakan porselen atau material isolasi dari jenis organik. Sakelar pemutus daya dengan sedikit menggunakan minyak (Low oil Content Circuit Breaker). Batas-batas pengusahaan minyak pemutus tenaga . Sakelar pemutus daya dengan banyak menggunakan minyak (Bulk Oil Circuit Breaker). Tabel 2. 2. jenis PMT ini juga ada yang dilengkapi dengan alat pembatas busur api listrik.

udara tekanan tinggi dihembuskan ke busur api melalui nozzle pada kontak pemisah dan ionisasi media diantara kontak dipadamkan oleh hembusan udara tekanan tinggi itu dan juga menyingkirkan partikel-partikel bermuatan dari sela kontak.3.2. isolator ini merupakan satu kesatuan dengan pemutus daya. . dan juga katup tekanan udara. tetapi untuk kapasitas besar tidak demikian halnya. Pemutus daya udara tekan dirancang untuk mengatasi kelemahan pada pemutus daya minyak. yaitu dengan membuat media isolator kontak dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak menghalangi pemisahan kontak. Pemadaman Busur Api pada Pemutus Daya Udara Tekan Kontak pemutus ditempatkan didalam isolator.BLAST CIRCUIT BREAKER) Sakelar pemutus daya ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV. Pada sakelar pemutus daya kapasitas kecil. Saat busur api timbul. sehingga pemisahan kontak dapat dilaksanakan dalam waktu yang sangat cepat. udara ini juga berfungsi untuk mencegah restriking voltage (tegangan pukul ulang). Gambar 3. PEMUTUS DAYA UDARA TEKAN (AIR.

Dengan kata lain. Akibatnya. kontak ditempatkan pada suatu bilik vakum. Pada pemutus daya vakum. Untuk mencegah udara masuk kedalam bilik. elektron-elektron bebas ini tidak bertemu dengan molekul udara sehingga tidak terjadi proses ionisasi. maka bilik ini harus ditutup rapat dan kontak bergeraknya diikat ketat dengan perapat logam.2. busur api dapat dipadamkan. Sifat gas SF6 murni adalah tidak berwarna. Elektron hasil emisi ini bergerak menuju anoda.4. PEMUTUS DAYA VAKUM (VACUUM CIRCUIT BREAKER) Sakelar pemutus daya ini dapat digunakan untuk memutus rangkaian bertegangan sampai 38 kV.5. tidak ada penambahan elektron bebas yang mengawali pembentukan busur api. maka pada katoda kontak terjadi emisi thermis dan medan tegangan yang tinggi yang memproduksi elektron-elektron bebas. 2. PEMUTUS DAYA GAS SF6 (SF6 CIRCUIT BREAKER) Sakelar pemutus daya ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV. Media gas yang digunakan pada tipe ini adalah gas SF6 (Sulphur hexafluoride). tidak berbau. Kontak Pemutus Daya Vakum Jika kontak dibuka. . Gambar 4.

Karakteristik Gas SF6 . Tabel 3. gas SF6 mempunyai sifat tidak merusak metal. Sebagai isolasi listrik. Sifat lain dari gas SF6 ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat. tidak terjadi karbon selama terjadi busur api dan tidak menimbulkan bunyi pada saat pemutus tenaga menutup atau membuka. Pada suhu diatas 150º C.tidak beracun dan tidak mudah terbakar. gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi (2.35 kali udara) dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan tekanan. plastik dan bermacam bahan yang umumnya digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.

pada suhu 20ºC. gas dari sistem tekanan tinggi dialirkan melalui nozzle ke gas sistem tekanan rendah selama pemutusan busur api. Oleh karena itu gas SF6 perlu diadakan pengaturan tekanannya beberapa jam setelah pengisian. Pada waktu pemutusan kontak terjadi. . Pemutus daya Tipe Tekanan Ganda (Double Pressure Type). Pemutus daya Tipe Tekanan Tunggal (Single Pressure Type). tekanan atmosphir 760 mmHg. Batas tekanan gas SF6 pada pemutus tenaga. 2. pada saat gas SF6 pada suhu lingkungan. Pada tipe ini. tekanan gas SF6 kurang lebih 2 kg/cm2. Pada sistem gas tekanan tinggi. yaitu : 1. gas SF6 ditekan kedalam suatu tabung yang menempel pada kontak bergerak. Tabel 4. Sakelar pemutus daya SF6 ada 2 tipe. selama pemisahan kontakkontak. PMT SF6 tipe ini diisi dengan gas SF6 dengan tekanan kira-kira 5 Kg/cm2 .Selama pengisian. Gas pada sistem tekanan rendah kemudian dipompakan kembali ke sistem tekanan tinggi. tekanan gas SF6 kurang lebih 12 Kg/cm2 dan pada sistem gas tekanan rendah. gas SF6 ditekan melalui nozzle dan tiupan ini yang mematikan busur api. dimana pada saat ini sudah tidak diproduksi lagi. gas SF6 akan menjadi dingin jika keluar dari tangki penyimpanan dan akan panas kembali jika dipompakan untuk pengisian kedalam bagian/ruang pemutus tenaga.

Pemutus Daya Udara 2. Pemutus Daya Gas SF6 . Pemutus Daya Minyak 3. Pemutus Daya Vakum 5.BAB III KESIMPULAN Usaha yang dapat digunakan sebagai pemadam busur api pada circuit breaker tegangan tinggi AC dan DC adalah dengan : 1. Pemutus Daya Udara Tekan 4.

. Bonggas L. Ruben D. Jakarta : Groupe Schneider Electric. 1999. High Voltage Circuit Breakers Design and Applications. PT PLN. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2003. 1993. “Buku Petunjuk Operasi & Memelihara Peralatan Untuk Pemutus Tenaga”. New York. Artikel dan Software Teknik. “ Peralatan Tegangan Tinggi”. Marcel Dekker.REFERENSI Circuit Breaker – Sakelar Pemutus Tenaga / PMT – bagian I | Dunia Listrik – Tutorial Teknik Listrik. Garzon. Artikel dan Software Teknik. Tobing. Second Edition. Circuit Breaker – Sakelar Pemutus Tenaga / PMT – bagian II | Dunia Listrik – Tutorial Teknik Listrik. Jakarta : PT PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Barat. 2002. Groupe Schneider Electric. “Training Manual 150 kV System”.