MODULUS ELASTISITAS

I Tujuan Praktikum  II. Menentukan modulus elastisitas ( E ) dari beberapa zat padat dengan pelenturan

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. Kait dengan tumpuan Tumpuan Beban Skala dengan cermin Batang yang akan diukur E-nya

III.

Teori

Sebuah batang R diletakkan di atas dua titik tumpu T dan dipasangkan kait K di tengahtengah batang tersebut, kemudian pada kait K tersebut diberikan beban B yang berubahubah besarnya. Pada K terdapat garis rambut G yang di belakangnya dipasang skala S dengan cermin di sampingnya. Bila B ditambah atau dikurangi maka G akan turun/naik. Kedudukan G dapat dibaca pada skala S. Untuk mengurangi kesalahan pembacaan, maka pembacaan dilakukan supaya berimpit dengan bayangannya pada cermin. Bila pelenturan = (f) pada penambahan beban maka : f = B . l3 48 . E . I Dimana : E : Modulus elastisitas b : Lebar batang h : Tebal batang l : Panjang dari tumpuan satu ke tumpuan lain I : Momen inersia batang terhadap garis netral f : Pelenturan = B . l3 4 . E . b . h .................. ( 3.1 )

Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2. 3. Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Rumus E grafik : IV. Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. Mengukur panjang batang dari beberapa bahan Mengukur lebar dan tebal batang dari beberapa bahan Menimbang masing-masing beban B Mengatur jarak titik tumpu sejauh 80 cm dengan jarak kanan dan kiri sama terhadap skala baca Meletakan batang uji I ( tebal ) dan memberikan beban awal yang diberikan asisten, kemudian mengukur kelenturan yang dihasilkan dan dicatat dalam form pengambilan data Tambahkan beban uji, lalu catat lagi hasil kelenturan yang di dapat ke dalam form pengambilan data. Percobaan dilakukan sebanyak 5 kali Lalu lakukan pengukuran dengan batang uji II ( sedang ), dengan melakukan hal yang sama pada poin 4 s/d 6 ......................... ( 3.2 ) ∑ ∑ ∑ ∑
2

6. 7. V.

Tugas Pendahuluan 1. Berilah definisi tentang Modulus Young 2. Tentukan dimensi dan satuan E dan I 3. Buktikan rumus-rumus diatas

VI.

Form Pengambilan Data

Percobaan I (Kayu 1)     Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) = 1,04 cm = 1,08 cm = 80 cm = 7,3

2 = 0.3 = 0.4 0.7 ∑ = 5.9 ∑ = 3.36 0.6 ∑ =2 x.9 9.8 9.3 9.32 0.7 0.8 – 7.36 X2 0.24 0.No 1 2 3 4 5 Masa (Kg) 0.5 7.2 = 1.y 0.16 0.2 = 1.6 X M (Kg) 0.3 = 0.9 1.45 0.7 0.5 0.5 0.6 – 7. Buatlah grafik antara f (m) dengan beban (kg) 2.0 – 8.8 0.4 0.1 9.15 0.7 0.2 0.5 0.25 0.9 – 7.4 0.5 – 7.2 = 1.3 1.81 = 2.08 0.4 0.5 – 8.7 0.4 0.4 7.1 1.66 0.3 = 0.36 0.y 0.08 cm = 80 cm = 7.3 0.6 0.81 = 2.3 = 0.6 0.9 = 1.1 – 8.2 = 0.3 = 0.6 0.04 cm = 1.53 = 3.1 Y f 0.9 – 8.87 X2 0.7 – 7. Tugas Akhir 1.9 Kelenturan/ f = f-f0 7.9 ∑ = 3.49 0.91 1.25 0.5 0.6 0.49 0.3 – 8.16 0. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (3-1) dengan E yang didapatkan dari rumus grafik 3.3 7.07 ∑ ∑ Percobaan II (Kayu 2)     No 1 2 3 4 5 Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) Masa (Kg) 0.2 7.54 = 1.5 0.35 0. Buatlah kesimpulan percobaan ini .8 x.07 Kelenturan/ f = f-f0 9.3 X M (Kg) 0.1 Y f 0.7 ∑ ∑ VII.

2 0 400 500 600 700 900 Percobaan 1 Percobaan 2 .6 0.4 1.8 0.1.8 1. 1.2 1 0.6 1.4 0.

.. Prinsip pemakaiannya sama dengan mikrometer skrup.SPHEROMETER I Tujuan Praktikum   II....... 3.. batang skala sejajar skrup.... keping berbentuk piringan melekat pada skrup dan pembagian skalanya ada pada pinggir piringan.. ( 3 ) ... ( 1 ) 2d Dimana R = Tebal Plate D = Kelengkungan plate L = Lebar kaki shirometer Untuk menghitung jari-jari bola X = ( R – d ) . bila lebar kaki beda : Lt = L12 + L22 + L32 .......... Mengenal dan mempergunakan Spherometer Mengukur tebal plat gelas dan jari-jari bola Alat-alat yang digunakan 1........... Teori Spherometer adalah mikrometer dengan bentuk lain pada mikrometer skrup. 5. ( 2 ) Rumus mencari L..... 4.... Spherometer Alat plat gelas tebal Gelas lensa besar ( permukaan bola ) Gelas tipis dan tebal Jangka sorong Loupe III. Spherometer terdiri dari skur yang bergerak di tengah-tengah dan mempunyai tiga kaki yang ujungnya merupakan titik sudut segi tiga sama sisi.... tetapi titik nolnya tidak selalu di nol...... 6.. Untuk menghitung Tebal plate dapat dicari dengan rumus R = d2 + L2 ... 2...

52 = 177.33 26. lalu catat 3.162 + 1. maka lubang-lubang skrup akan membekas pada kertas 2.5 Lensa Besar Perhitungan 4.8 2. Mengukur jarak-jarak lubang kaki terhadap titik pusat skrup.8 1.24 = 1. Meletakkan spherometer pada bidang uji.25 = 7. 2.20 + 4.82 mm 2 .41 = 2.66 + 3.1 Gambar Jarak Kaki Spherometer 4.66 = 2.32 = 2.052 + 2.332 + 4.1 4.57 + 3.142 + 1.16 2.8 1. Tempelkansehelai kertas pada skrup spherometer. 2.05 I (cm) 4.14 4. 13.24 = 1. Cara Kerja 1.12 = 4.82 = 4. kemudian setel / putar batang skrup sampai skrup pusat menyentuh plate 4.14 2.28 R4 = d2 + L2 = 2.42 mm 2 . Catatlah besarnya kenaikannya tersebut 5.IV.1 1.1 2.8 1.05 3.81 mm 2 . 1 2 3 4 5 Data Pengamatan Lensa Lensa Besar Lensa Cekung Kecil Lensa Cekung Besar Lensa Cembung Kacil Lensa Cembung Besar d (mm) 13.16 4.33 2. No.5 2.68 + 20.5 2. Ulangilah percobaan langkah dua sampai dengan langkah empat pada plate yang diberikan asisten untuk diuji V.10 mm .1 2.5 1.82 = 4.8 Lensa Cembung Lensa Cekung R1 = d2 + L2 2d R2 = d2 + L2 2d R3 = d2 + L2 2d = 13.

3.05 4.052 = 9. 4.30 + 4.05 6. 5.2d R5 = d2 + L2 2d VI. 2 .41 = 2. Tugas Akhir 1. 2.052 + 3.10 = 3.24 mm 2 .10 Tentukan tebelnya pelat gelas Tentukan Jari-jari permukaan bola Apakah kaca itu betul-betul pelat paralel Mengapa kedudukan Sekrup harus dibaca beberapa kali Bisakah dihitung besar jarak fokusnya MODULUS PUNTIR . 2. 3.

. r ... 2.(2) µ2 .. Maka modulus puntiran dapat dihitung dari : G = 2 . Teori Sebuah batang dijepit keras-keras pada salah satu ujungnya T dan ujung yang lain bebas berputar dan padanya dipasang keras-keras sebuah roda P... 8... 4.... II........ 7.... m .. R4 . 9. M ... 6...I. L . Dengan jarum penunjuk yang melekat pada batang dan pembagian skala S dapat dibaca puntiran batang. Tujuan Parktikum  Menentukan Modulus Puntir (Modulus Geser) secara statis.... Alat-alat yang digunakan 1.. Mikrometer Skrup Jangka Sorong Mistar Baja Batang uji Roda puntir Beban (massa) Katrol dan tali P Jarum penunjuk dan busur derajat (skala sudut S) Penyekat (penjepit) batang T III.... rad Dimana : G : Modulus puntir (modulus gesar) M : Momen yang bekerja pada batang L : Panjang batang yang dipuntir R : Jari-jari yang dipuntir : Sudut puntiran g : Percepatan gravitasi r : Jari-jari roda P m : Masa beban-beban α : Sudut puntiran dalam derajat Grafik . kalau roda dengan pertolongan katrol dan diberi beban pada ujung talinya maka roda itu akan menghasilkan momen M terhadap batang tersebut. g ... 3..(1) R4 Atau G = 360 ........ 5.. L .......

.. R4 .. Mengukur L. 2... Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2... kemudian mengeraskan semua skrup Memeriksa kebebasan gerak puntiran ujung batang yang beroda.. R. L . 3. m .5) secara berturut-turut hingga semua beban uji yang diberikan asisten dapat teruji .. Tentukan titik potong kurva dengan : 3.. 5... r dan menimbang m Memastikan kedudukan jarum penunjuk pada posisi gerak lurus terhadap busur derajat (dianggap posisi nol) Memberikan beban pada roda puntir dan mengamati pergerakan jarum penunjuk pada busur derajat dan mencatat hasilnya pada form pengambilan data Melakukan hal diatas (no.. L R4 G = 360 . ... 2. Cara Kerja 1.. g . 6. 4. dan memeriksa apakah momen sudah akan diteruskan ke seluruh batang.. Persamaan garis : Rumus G grafik : IV. Elastisitas adalah sifat yang memungkinkan benda kembali pada ukuran semula. G radient dengan rumus : ∑ ∑ Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a Rumus G grafik : G = ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 2 2.. Memasang satu batang yang diberikan oleh asisten.. V. setelah gaya-gaya yang mendeformasikan ditiadakan.. G = 2 . ( 3 ) ∑ ∑ ∑ 2 ∑ ∑ Tugas Pendahuluan 1.. Buktikan rumus ( 2 ) Apakah yang dimaksud dengan Elastisitas.. Plastisitas Gambar grafik antara rad dengan m menurut teori Jawaban 1. r . M..Langka-langka membuat grafik : 1. 3..

2 cm Jari-jari roda P (r) = = 4.36 0.01 0 900 700 600 500 300 Series 1 V.07 0.85 cm No 1 2 3 4 5 Massa (kg) 0.Plastisitas adalah Sifat zat yang memungkinkan benda itu patah/ putus/ bengkok (tidak tembali pada ukuran semula).0315 0. Setelah mencapai YP (Yield Point) karena gaya yang mendeformasikan.0875 0.2625 x.3 ∑ =3 Y (rad)* 0.03 0.81 0.6 0.04 0. Buatlah grafik antara rad dengan L untuk tiap-tiap m 3.5 0. Buatlah grafik antara rad dengan m tiap-tiap harga L 2.7 0.9 0. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (2) dengan G yang didapat dari rumus grafik 5.1819 X2 0. Form Pengambilan Data    Panjang batang yang dipuntir (L) = 55 cm Jari-jari batang yang dipuntir (R) = cm = 0.0525 0.3 Derajat puntir (α) 5o 4o 3o 2o 1o X M (kg) 0. 0.1 0.06 0.49 0.035 0. Hitunglah harga G untuk tiap-tiap harga L dan hitunglah harga G rata-rata 4.3 rad = 0. 3.7 0.02 0.9 0.07 0.y 0.0175 ∑ = 0.049 0. Berilah kesimpulan dari percobaan saudara .08 0.09 0.5 0.07875 0.09 =2 ∑ *Misal = 1/57. Tugas Akhir 1.6 0.0175 0.0052 ∑ = 0.25 0.0175 rad VI.05 0.

0.06 0. Tujuan Parktikum .6 kg 0.03 0.3 kg 0 (rad) 2.02 0.5 kg 0.08 0.07 0.05 0.06 0.03 0.09 0.09 0.07 0.02 0.1 0. 0.9 kg 0.1.1 0.7 kg 0.01 0 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 0 (rad) Tetapan Gaya Pegas dan Percepatan Gravitasi I.01 0 0.08 0.04 0.04 0.05 0.

..(2) T : waktu getar pegas M’ : total masa yang bekerja pada pegas K : tetapan gaya pegas 4.... Harga k ini dapat digunakan untuk menghitung f B 1... Pegas tersebut akan bergetar dengan waktu getar : T = 2π √ . Dengan grafik itu dapat dicari harga k.(1) K = tetapan gaya pegas X = pertambahan panjang 2. Teori A 1..... Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas. maka perpanjangan pegas akan sebanding dengan gaya itu (selama batas elastisitas pegas belum dilampaui)...... dengan grafik ini dapat dicari harga 6. Pegas yang digantungi suatu beban dan beban itu ditarik melampaui titik setimbangnya. Grafik antara T2 dan M beban merupakan garis lurus. Disisi M’ merupakan masa total yang menyebabkan gaya pegas M’ = M beban + M ember + M pegas dengan f = harga antara 0 dan 1 jadi T2 = ( M beban + M ember + M pegas ).. Stopwatch Penyangga beban Statip Pegas Mistar Ukur III.. Menurut hukum Hokee : F = k ............. kemudian dilepaskan....... 4....... 3. Alat-alat yang digunakan 1... x . maka waktu getar dapat ditulis sebagai berikut : T = 2π√ . Bila sebuah pegas dibebani sebuah gaya... Grafik antara gaya F dan perpanjangan x merupakan garis lurus.  Mengungkapkan hukum Hooke untuk sebuah pegas............... 3... Mengukur percepatan gravitasi dengan getaran sebuah pegas II........(3) 5. 5.(4) l = panjang pegas . 2..

Gantungkan penyangga beban pada pegas dan ukur panjang pegas dan catat pada form pengambilan data sebagai Lo 2. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. Dengan mengukur T dan l dapat dihitung g Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2. (1) F : gaya k : tetapan gaya pegas x : pertambangan panjang . Lepaskan beban dan menghitung sampai 20 kali getaran 3. lalu tarik pegas kebawah sejauh jarak yang ditentukan 2.. Pasang beban awal (sesuai dengan instruksi asisten). dengn melakukan penambahan beban sesuai instruksi V Tugas Pendahuluan 1. x . Apa yang di maksud dengan hukum hoke ∑ ∑ ∑ 2 ∑ ∑ Jawaban 1... Periode Getaran 1.. Mengulangi langkah kerja kedua sampai dengan langkah kelima terhadap beban. Buktikan rumus yang digunakan dalam percobaan ini 2.. Hukum Hooke 1. F = k . Lepaskan beban 5. Catat waktu yang ditempuh sebanyak 20kali getaran tersebut dan dicatat pada form pengambilan data 4. Masukkan keping beban pada penyangga beban dan ukur pertambahan penjangnya dan kemudian hasilnya dicatat pada form pengambilan data 3. Persamaan garis : IV Cara Kerja A. Tambahkan beban pada ember beturut-turut (sesuai dengan pengarahan dari asisten) dan ukur masing-masing pertmbahan panjangnya dan dicatat pada form pengambilan data B.g = percepatan gravutasi 2.

Hukum hoke adalah “ Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas... (2) : waktu getar pegas : total masa yang bekerja pada pegas : tatapan gaya pegas M’ merupakan masa total yang menyebapkan gaya pegas M’ = Mbeban + Member + Mpegas dengan f = harga antara 0 dan 1 Jadi T2 = ( Mbeban + Member + Mpegas ).25 20.5 Percobaan dilakukan sebanyak 20 kali getaran ∑ = 6... maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya. g* 490 980 1470 1666 1960 x.5 X2 2500 ...5 cm No 1 2 3 4 5 Masa (gr) 50 100 150 170 200 Panjang pegas/L (cm) 10 12 14.(3) Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas...T=2 T M’ k √ ...436 X Massa/M 50 Y T2 0.y 1225 4410 10290 13328 18620 X2 6.y 9...5 15.5 4. maka waktu getar ditulis : T=2 √ : panjang pegas G : percepatan gravitasi Dengan rumus : ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a 2..566 ∑ =47873 ∑ = 229..75 No 1 Masa (gr) 50 Waktu/ t(dtk) 08.5 17 X L – L0 2.25 ∑ = 31.72 Periode/ T* 0.25 49 64 90.190 x..” Hubungan proporsional antara tegangan dan regangan dalam daerah disebut Hukum Hooke VI Form Pengambilan Data Percobaan 1 (Hukum Hook) Panjang Awal Pegas (L0) = 7.5 7 8 9...5 y F = m .

6 68.60 0. 6.748 ∑ 31.5 cm 7 cm 8 cm 9. 5.5585 0.5 cm 4. 3. Cara mana yang lebih baik Hitunglah harga g pada percobaan B Berikan kesimpulan dari percobaan ini 1 2500 2000 1500 X = Panjang tali 1000 y = gaya 500 0 2.17 12.68 100 150 170 200 ∑ = 670 0.40 12.634 0. Gambarlah grafik antara f (gaya) dan x (perpanjangan) Hitung k dari grafik ini Gambarlah grafik antara T2 dan Mbeban Bandingkan antara harga k (point 2) dn k (point 4).68 13.77 10000 22500 28900 40000 ∑ = 103.1 57.900 VII Tugas Akhir dan Kesimpulan 1.4 =258.462 ∑ = 1.384 0.62 0.2 4 5 5 100 150 170 200 11.5 cm 2 3 .311 0.401 0.17 92. 2. 4.

1 0.35 0.4 0.25 0.3 0.2 0.05 0 50 gr 100 gr 150 gr 170 gr 200 gr X = Massa y = Periode LENSA .5 0.15 0.0.45 0.

5. 3. 2. 4. Teori A Lensa Sederhana Hubungan antara jarak benda.I. Lensa Gabungan . Menentukan indek bias lensa Mempelajari lensa gabungan II. Alat-alat yang digunakan 1. Tujuan Parktikum    Mempelajari jarak fokus dari lensa positif dan lensa gabungan. bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan : Dimana : s : jarak benda terhadap lensa s’ : jarak bayangan terhadap lensa f : jarak fokus lensa Benda R2 Lensa Positif F1 S F2 S’ R1 Bayangan Adapun jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : 1/f = (n-1) (1/R1 – 1/R2) Dimana : R1 : Jari-jari permukaan pertama lensa R2 : Jari-jari permukaan kedua lensa N : Indek bias bahan lensa B. Bangku Optis Sumber Cahaya Lensa positif dan negatif Layar Mistar Ukur III.

35. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikun ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ . diukur terhadap lensa 2 berfungsi benda lensa 2 F2 : jarak fokus lensa 2 D F : jarak antara lensa 1 dan lensa 2 : jarak fokus lensa gabungan Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Untuk harga S1 yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa ditentukan dengan menggunakan rumus : 1/S1 + 1/S’1 = 1/f1 Pada lensa kedua : 1/S2 + 1/S’2 = 1/f2 Jarak fokus lensa gabungan ditentukan oleh : 1/f = 1/f1 + 1/f2 – d/f1f2 Keterangan : S1 : jarak benda terhadap lensa 1 F1 : jarak fokus lensa 1 S’1 : jarak bayangan karena lensa 1. Ukur hasil S dan S’ catat pengamatan di form pengambilan data B. Hitung gradient dengan rumus : ∑ 2. Lensa sederhana 1. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensanya 4. lensa gabungan terdiri dari duu lensa tipis. 45. diukur terhadap lensa 1 S2 : jarak bayangan karena lensa 1. 40. atur jarak sumber cahaya terhadap layar (S+S’) 2.Lensa gabungan adalah susunan sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit. Lensa Gabungan 1. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikum. IV Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Cara Kerja A. 50 cm 3. 3. Lakukan langkah dengan S + S’ (jarak percobaan) sebesar : 30.

Lensa sederhana Hubungan antara jarak benda.. d... Atur jarak S + S’ sebesar 50 cm dan jarak S2 sebesar 20 cm 3.(5) ... A......... s’ = Jarak bayangan terhadap lensa f = Jarak lensa.... Catat hasil pengamatan di form pengambilan data V 1.... 4... F1 F2 2. bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan: + = ....... Tugas Pendahuluan Lukiskan jalanya cahaya dari sebuah benda didepan lensa positip maupun negatip Buktikan rumus yang di berikan di atas Apakah keuntungan dengan memakai lensa gabungan Sebutkan macam-macam aberasi pada lensa... dan jelaskan JAWAB 1.. 2.......(3) = .. S1’ dan S2’..2..... Jarak fokus lensa gabungan dua lensa yang berjarak d : = + ... Ukur hasil S1..(2) disini R1 dan R2 masing-masing merupakan jari-jari permukaan lensa pertama dan kedua dan n merupakan indeks bias bahan lensa.. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensa yang berada di depan benda 4.... Jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : = ( n – 1 )( + )... + + = .. 3.(4) indeks 1 dan 2 masing-masing menunjukan lensa 1 dan 2......(1) dengan : s = Jarak benda terhadap lensa.........

3.8 4 45 4. S’ (cm2) 122.3 25.7 4161.5 Jarak keseluruhan lensa gabungan (S+S’) = 50 cm S1’ 44.5 25.11 X.7 X S+S’ (cm) 30 35 40 45 50 200 Y S . lambang (+) } No S + S’ S 1 30 4.5 20 14. Optik gabungan lebih jelas Lensa Gabungan Lensa gabungan adalah susunan lensa sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit .7 X2 900 1225 1600 2025 2500 8250 Percobaan 2 (lensa gabungan) No S1 S2 d 1 5.7 3 40 4.5 5 50 4. Untuk harga s yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa 4.74 110.4 5163.5 23378.9 2 35 4.3 S = jarak benda terhadap lensa S’ = jarak lensa terhadap bayangan No 1 2 3 4 5 ∑ S’ 25.8 4838. Pada gambar 2 terlukis susunan lensa gabungan yang terdiri dari dua lensa tipis.1 25.51 588. Aberasi optik adalah degradasi kinerja suatu sistem optik dari standar pendekatan paraksial optik geometrisari sudut pandang dengan titik berat geometri sistem optik Aberasi kromatik adalah aberasi optik yang di lihat penekanan pada sipat optik pisis cahaya dari sudut pandang dengan Aberasi monokromatik adalah aberas iyang terjadi walaupun sistem optik mempunyai kanta dengan bidang speris yang telah sempurna dan tidak terjadi dis persi cahaya VI Form Pengambilan Data Percobaan 1 {lensa cembung.2 25.91 120.Y 3689.5 S2’ 30 S1 S2 : jarak benda terhadap lensa 1 : 20 cm sudah ditentukan (jarak benda terhadap lensa 2) .3 5525.96 114.99 118.

D S 1’ S 2’ VII : jarak kedua lensa : jarak lensa 1 terhadap bayangan : jerak lensa 2 terhadap bayangan Tugas Akhir 1. . Buatlah grafik antara S S’ terhadap S+S’ dan hitung jarak fokusnya dan kuat lensanya 2.