P. 1
Laporan-Akhir2

Laporan-Akhir2

|Views: 692|Likes:
Published by Irul Fianto

More info:

Published by: Irul Fianto on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

MODULUS ELASTISITAS

I Tujuan Praktikum  II. Menentukan modulus elastisitas ( E ) dari beberapa zat padat dengan pelenturan

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. Kait dengan tumpuan Tumpuan Beban Skala dengan cermin Batang yang akan diukur E-nya

III.

Teori

Sebuah batang R diletakkan di atas dua titik tumpu T dan dipasangkan kait K di tengahtengah batang tersebut, kemudian pada kait K tersebut diberikan beban B yang berubahubah besarnya. Pada K terdapat garis rambut G yang di belakangnya dipasang skala S dengan cermin di sampingnya. Bila B ditambah atau dikurangi maka G akan turun/naik. Kedudukan G dapat dibaca pada skala S. Untuk mengurangi kesalahan pembacaan, maka pembacaan dilakukan supaya berimpit dengan bayangannya pada cermin. Bila pelenturan = (f) pada penambahan beban maka : f = B . l3 48 . E . I Dimana : E : Modulus elastisitas b : Lebar batang h : Tebal batang l : Panjang dari tumpuan satu ke tumpuan lain I : Momen inersia batang terhadap garis netral f : Pelenturan = B . l3 4 . E . b . h .................. ( 3.1 )

Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2. 3. Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Rumus E grafik : IV. Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. Mengukur panjang batang dari beberapa bahan Mengukur lebar dan tebal batang dari beberapa bahan Menimbang masing-masing beban B Mengatur jarak titik tumpu sejauh 80 cm dengan jarak kanan dan kiri sama terhadap skala baca Meletakan batang uji I ( tebal ) dan memberikan beban awal yang diberikan asisten, kemudian mengukur kelenturan yang dihasilkan dan dicatat dalam form pengambilan data Tambahkan beban uji, lalu catat lagi hasil kelenturan yang di dapat ke dalam form pengambilan data. Percobaan dilakukan sebanyak 5 kali Lalu lakukan pengukuran dengan batang uji II ( sedang ), dengan melakukan hal yang sama pada poin 4 s/d 6 ......................... ( 3.2 ) ∑ ∑ ∑ ∑
2

6. 7. V.

Tugas Pendahuluan 1. Berilah definisi tentang Modulus Young 2. Tentukan dimensi dan satuan E dan I 3. Buktikan rumus-rumus diatas

VI.

Form Pengambilan Data

Percobaan I (Kayu 1)     Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) = 1,04 cm = 1,08 cm = 80 cm = 7,3

3 = 0.9 = 1.0 – 8.1 – 8.5 – 8.5 – 7.6 0.16 0.7 ∑ ∑ VII.6 – 7.45 0.07 ∑ ∑ Percobaan II (Kayu 2)     No 1 2 3 4 5 Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) Masa (Kg) 0.8 9.53 = 3.6 X M (Kg) 0.49 0.4 0.81 = 2.5 0.3 = 0.7 – 7.2 0.9 9.6 0.1 Y f 0.25 0.66 0.87 X2 0.6 0.08 0.3 0.24 0.3 = 0.36 0.6 0.5 0.91 1.2 = 0.1 9.81 = 2.04 cm = 1.3 – 8.4 0.36 X2 0.1 Y f 0.4 0.9 1.1 1.4 0.35 0.15 0.25 0.3 7.3 = 0.3 1.No 1 2 3 4 5 Masa (Kg) 0.08 cm = 80 cm = 7.54 = 1.6 ∑ =2 x.4 7.07 Kelenturan/ f = f-f0 9.2 = 1.8 – 7.9 ∑ = 3.y 0.2 7.7 0.8 0.9 – 7.5 0.4 0.7 0.2 = 0.3 X M (Kg) 0.9 – 8.7 0.3 9.5 0.36 0.7 ∑ = 5.7 0.3 = 0.y 0.2 = 1.9 Kelenturan/ f = f-f0 7. Tugas Akhir 1.49 0. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (3-1) dengan E yang didapatkan dari rumus grafik 3. Buatlah grafik antara f (m) dengan beban (kg) 2.5 0.16 0. Buatlah kesimpulan percobaan ini .2 = 1.8 x.32 0.9 ∑ = 3.5 7.

1.1.2 0 400 500 600 700 900 Percobaan 1 Percobaan 2 .8 1.8 0.6 1.6 0.4 0.2 1 0.4 1.

. ( 1 ) 2d Dimana R = Tebal Plate D = Kelengkungan plate L = Lebar kaki shirometer Untuk menghitung jari-jari bola X = ( R – d ) .... Teori Spherometer adalah mikrometer dengan bentuk lain pada mikrometer skrup. keping berbentuk piringan melekat pada skrup dan pembagian skalanya ada pada pinggir piringan.. Untuk menghitung Tebal plate dapat dicari dengan rumus R = d2 + L2 . ( 3 ) ........ 2.. 4. batang skala sejajar skrup. bila lebar kaki beda : Lt = L12 + L22 + L32 . 6...SPHEROMETER I Tujuan Praktikum   II.............. tetapi titik nolnya tidak selalu di nol. Prinsip pemakaiannya sama dengan mikrometer skrup.. Spherometer terdiri dari skur yang bergerak di tengah-tengah dan mempunyai tiga kaki yang ujungnya merupakan titik sudut segi tiga sama sisi... Spherometer Alat plat gelas tebal Gelas lensa besar ( permukaan bola ) Gelas tipis dan tebal Jangka sorong Loupe III...... 5......... Mengenal dan mempergunakan Spherometer Mengukur tebal plat gelas dan jari-jari bola Alat-alat yang digunakan 1.. 3........ ( 2 ) Rumus mencari L...

Ulangilah percobaan langkah dua sampai dengan langkah empat pada plate yang diberikan asisten untuk diuji V. 2.10 mm .332 + 4.5 2. maka lubang-lubang skrup akan membekas pada kertas 2.57 + 3.8 1.32 = 2.16 2.25 = 7. kemudian setel / putar batang skrup sampai skrup pusat menyentuh plate 4.24 = 1.14 2.14 4.28 R4 = d2 + L2 = 2. Tempelkansehelai kertas pada skrup spherometer.81 mm 2 .82 = 4.66 = 2. 2.8 1.162 + 1.8 Lensa Cembung Lensa Cekung R1 = d2 + L2 2d R2 = d2 + L2 2d R3 = d2 + L2 2d = 13. Mengukur jarak-jarak lubang kaki terhadap titik pusat skrup.82 mm 2 .1 2.5 Lensa Besar Perhitungan 4.66 + 3. No.33 2. 1 2 3 4 5 Data Pengamatan Lensa Lensa Besar Lensa Cekung Kecil Lensa Cekung Besar Lensa Cembung Kacil Lensa Cembung Besar d (mm) 13.20 + 4.52 = 177.42 mm 2 .33 26.1 4.68 + 20.1 1. 13.82 = 4.24 = 1.142 + 1.41 = 2. Meletakkan spherometer pada bidang uji. Cara Kerja 1.05 3.5 1.12 = 4.052 + 2.8 2. Catatlah besarnya kenaikannya tersebut 5.05 I (cm) 4. lalu catat 3.8 1.5 2.IV.16 4.1 Gambar Jarak Kaki Spherometer 4.1 2.

052 = 9. 2.30 + 4. 3.05 4.10 = 3.052 + 3. 4. 2. 2 .10 Tentukan tebelnya pelat gelas Tentukan Jari-jari permukaan bola Apakah kaca itu betul-betul pelat paralel Mengapa kedudukan Sekrup harus dibaca beberapa kali Bisakah dihitung besar jarak fokusnya MODULUS PUNTIR .05 6.2d R5 = d2 + L2 2d VI. Tugas Akhir 1. 5. 3.24 mm 2 .41 = 2.

8. 4. g ..... 5. 7.. 6. 3. 9.I. L . Dengan jarum penunjuk yang melekat pada batang dan pembagian skala S dapat dibaca puntiran batang... m ....(2) µ2 .. Maka modulus puntiran dapat dihitung dari : G = 2 ...... r . II. rad Dimana : G : Modulus puntir (modulus gesar) M : Momen yang bekerja pada batang L : Panjang batang yang dipuntir R : Jari-jari yang dipuntir : Sudut puntiran g : Percepatan gravitasi r : Jari-jari roda P m : Masa beban-beban α : Sudut puntiran dalam derajat Grafik .. L ...... M ..... Teori Sebuah batang dijepit keras-keras pada salah satu ujungnya T dan ujung yang lain bebas berputar dan padanya dipasang keras-keras sebuah roda P.. Tujuan Parktikum  Menentukan Modulus Puntir (Modulus Geser) secara statis..(1) R4 Atau G = 360 ....... Mikrometer Skrup Jangka Sorong Mistar Baja Batang uji Roda puntir Beban (massa) Katrol dan tali P Jarum penunjuk dan busur derajat (skala sudut S) Penyekat (penjepit) batang T III...... kalau roda dengan pertolongan katrol dan diberi beban pada ujung talinya maka roda itu akan menghasilkan momen M terhadap batang tersebut...... R4 ....... Alat-alat yang digunakan 1. 2.

Cara Kerja 1. Buktikan rumus ( 2 ) Apakah yang dimaksud dengan Elastisitas. dan memeriksa apakah momen sudah akan diteruskan ke seluruh batang.. m . 6. r dan menimbang m Memastikan kedudukan jarum penunjuk pada posisi gerak lurus terhadap busur derajat (dianggap posisi nol) Memberikan beban pada roda puntir dan mengamati pergerakan jarum penunjuk pada busur derajat dan mencatat hasilnya pada form pengambilan data Melakukan hal diatas (no. kemudian mengeraskan semua skrup Memeriksa kebebasan gerak puntiran ujung batang yang beroda.. 3.... V... M. 4.. 2.. . ( 3 ) ∑ ∑ ∑ 2 ∑ ∑ Tugas Pendahuluan 1. G radient dengan rumus : ∑ ∑ Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a Rumus G grafik : G = ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 2 2. R. 3. Persamaan garis : Rumus G grafik : IV. 2. Mengukur L... Plastisitas Gambar grafik antara rad dengan m menurut teori Jawaban 1. L .... L R4 G = 360 ... g .5) secara berturut-turut hingga semua beban uji yang diberikan asisten dapat teruji .. R4 . setelah gaya-gaya yang mendeformasikan ditiadakan.... r .Langka-langka membuat grafik : 1.. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. Elastisitas adalah sifat yang memungkinkan benda kembali pada ukuran semula. Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2.. G = 2 . Memasang satu batang yang diberikan oleh asisten.. 5..

08 0.36 0.85 cm No 1 2 3 4 5 Massa (kg) 0.3 Derajat puntir (α) 5o 4o 3o 2o 1o X M (kg) 0.7 0.035 0.07 0.Plastisitas adalah Sifat zat yang memungkinkan benda itu patah/ putus/ bengkok (tidak tembali pada ukuran semula).y 0. Hitunglah harga G untuk tiap-tiap harga L dan hitunglah harga G rata-rata 4.25 0.02 0.7 0. Form Pengambilan Data    Panjang batang yang dipuntir (L) = 55 cm Jari-jari batang yang dipuntir (R) = cm = 0.3 ∑ =3 Y (rad)* 0.9 0.0875 0.5 0.9 0.3 rad = 0.09 0.0052 ∑ = 0. 0.06 0.81 0.049 0.0175 rad VI. Setelah mencapai YP (Yield Point) karena gaya yang mendeformasikan.0525 0.49 0.5 0. 3.1 0.2 cm Jari-jari roda P (r) = = 4.03 0.04 0.6 0. Tugas Akhir 1.2625 x.6 0. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (2) dengan G yang didapat dari rumus grafik 5.01 0 900 700 600 500 300 Series 1 V.07 0. Buatlah grafik antara rad dengan m tiap-tiap harga L 2.0175 0.1819 X2 0. Buatlah grafik antara rad dengan L untuk tiap-tiap m 3.0315 0. Berilah kesimpulan dari percobaan saudara .09 =2 ∑ *Misal = 1/57.0175 ∑ = 0.05 0.07875 0.

6 kg 0.01 0 0. 0.9 kg 0.1.04 0.02 0.1 0. Tujuan Parktikum .03 0.1 0.05 0.02 0.07 0.08 0.09 0.04 0.07 0.08 0.7 kg 0. 0.5 kg 0.01 0 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 0 (rad) Tetapan Gaya Pegas dan Percepatan Gravitasi I.09 0.06 0.06 0.05 0.3 kg 0 (rad) 2.03 0.

... x ......(1) K = tetapan gaya pegas X = pertambahan panjang 2. Pegas yang digantungi suatu beban dan beban itu ditarik melampaui titik setimbangnya.......... Alat-alat yang digunakan 1.. Teori A 1... 3. Pegas tersebut akan bergetar dengan waktu getar : T = 2π √ .. maka perpanjangan pegas akan sebanding dengan gaya itu (selama batas elastisitas pegas belum dilampaui)..(2) T : waktu getar pegas M’ : total masa yang bekerja pada pegas K : tetapan gaya pegas 4............. kemudian dilepaskan.. Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas.. 3.. Stopwatch Penyangga beban Statip Pegas Mistar Ukur III. Grafik antara gaya F dan perpanjangan x merupakan garis lurus.... Harga k ini dapat digunakan untuk menghitung f B 1.......(4) l = panjang pegas .. Dengan grafik itu dapat dicari harga k... Grafik antara T2 dan M beban merupakan garis lurus....  Mengungkapkan hukum Hooke untuk sebuah pegas. Menurut hukum Hokee : F = k ... dengan grafik ini dapat dicari harga 6..... maka waktu getar dapat ditulis sebagai berikut : T = 2π√ ... Mengukur percepatan gravitasi dengan getaran sebuah pegas II.. Bila sebuah pegas dibebani sebuah gaya...... 5. 2.(3) 5. 4. Disisi M’ merupakan masa total yang menyebabkan gaya pegas M’ = M beban + M ember + M pegas dengan f = harga antara 0 dan 1 jadi T2 = ( M beban + M ember + M pegas ).....

g = percepatan gravutasi 2.. lalu tarik pegas kebawah sejauh jarak yang ditentukan 2. Hukum Hooke 1. x .. Lepaskan beban 5. Gantungkan penyangga beban pada pegas dan ukur panjang pegas dan catat pada form pengambilan data sebagai Lo 2. Persamaan garis : IV Cara Kerja A.. Lepaskan beban dan menghitung sampai 20 kali getaran 3. Dengan mengukur T dan l dapat dihitung g Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Buktikan rumus yang digunakan dalam percobaan ini 2. Masukkan keping beban pada penyangga beban dan ukur pertambahan penjangnya dan kemudian hasilnya dicatat pada form pengambilan data 3. Tambahkan beban pada ember beturut-turut (sesuai dengan pengarahan dari asisten) dan ukur masing-masing pertmbahan panjangnya dan dicatat pada form pengambilan data B... Mengulangi langkah kerja kedua sampai dengan langkah kelima terhadap beban. Apa yang di maksud dengan hukum hoke ∑ ∑ ∑ 2 ∑ ∑ Jawaban 1. Pasang beban awal (sesuai dengan instruksi asisten). Catat waktu yang ditempuh sebanyak 20kali getaran tersebut dan dicatat pada form pengambilan data 4. dengn melakukan penambahan beban sesuai instruksi V Tugas Pendahuluan 1. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. (1) F : gaya k : tetapan gaya pegas x : pertambangan panjang . Periode Getaran 1. F = k . Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2.

...5 7 8 9..5 Percobaan dilakukan sebanyak 20 kali getaran ∑ = 6..190 x.5 y F = m .25 ∑ = 31. maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya...y 9..72 Periode/ T* 0.5 cm No 1 2 3 4 5 Masa (gr) 50 100 150 170 200 Panjang pegas/L (cm) 10 12 14...y 1225 4410 10290 13328 18620 X2 6.5 15.. Hukum hoke adalah “ Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas..5 4.25 20.(3) Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas.75 No 1 Masa (gr) 50 Waktu/ t(dtk) 08.” Hubungan proporsional antara tegangan dan regangan dalam daerah disebut Hukum Hooke VI Form Pengambilan Data Percobaan 1 (Hukum Hook) Panjang Awal Pegas (L0) = 7.5 17 X L – L0 2.436 X Massa/M 50 Y T2 0. maka waktu getar ditulis : T=2 √ : panjang pegas G : percepatan gravitasi Dengan rumus : ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a 2...5 X2 2500 .25 49 64 90.566 ∑ =47873 ∑ = 229. (2) : waktu getar pegas : total masa yang bekerja pada pegas : tatapan gaya pegas M’ merupakan masa total yang menyebapkan gaya pegas M’ = Mbeban + Member + Mpegas dengan f = harga antara 0 dan 1 Jadi T2 = ( Mbeban + Member + Mpegas )... g* 490 980 1470 1666 1960 x.T=2 T M’ k √ ..

6.748 ∑ 31.17 12.5 cm 7 cm 8 cm 9.68 13.5 cm 4.2 4 5 5 100 150 170 200 11.311 0.17 92.1 57.634 0. 3. 5.5 cm 2 3 .900 VII Tugas Akhir dan Kesimpulan 1.5585 0.384 0. 2.4 =258.40 12.60 0. Cara mana yang lebih baik Hitunglah harga g pada percobaan B Berikan kesimpulan dari percobaan ini 1 2500 2000 1500 X = Panjang tali 1000 y = gaya 500 0 2.401 0.68 100 150 170 200 ∑ = 670 0.77 10000 22500 28900 40000 ∑ = 103.462 ∑ = 1. 4.6 68.62 0. Gambarlah grafik antara f (gaya) dan x (perpanjangan) Hitung k dari grafik ini Gambarlah grafik antara T2 dan Mbeban Bandingkan antara harga k (point 2) dn k (point 4).

3 0.05 0 50 gr 100 gr 150 gr 170 gr 200 gr X = Massa y = Periode LENSA .15 0.35 0.2 0.4 0.1 0.0.45 0.5 0.25 0.

Tujuan Parktikum    Mempelajari jarak fokus dari lensa positif dan lensa gabungan. bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan : Dimana : s : jarak benda terhadap lensa s’ : jarak bayangan terhadap lensa f : jarak fokus lensa Benda R2 Lensa Positif F1 S F2 S’ R1 Bayangan Adapun jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : 1/f = (n-1) (1/R1 – 1/R2) Dimana : R1 : Jari-jari permukaan pertama lensa R2 : Jari-jari permukaan kedua lensa N : Indek bias bahan lensa B. Lensa Gabungan . 4. 2.I. Alat-alat yang digunakan 1. 5. Menentukan indek bias lensa Mempelajari lensa gabungan II. Teori A Lensa Sederhana Hubungan antara jarak benda. Bangku Optis Sumber Cahaya Lensa positif dan negatif Layar Mistar Ukur III. 3.

50 cm 3. Untuk harga S1 yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa ditentukan dengan menggunakan rumus : 1/S1 + 1/S’1 = 1/f1 Pada lensa kedua : 1/S2 + 1/S’2 = 1/f2 Jarak fokus lensa gabungan ditentukan oleh : 1/f = 1/f1 + 1/f2 – d/f1f2 Keterangan : S1 : jarak benda terhadap lensa 1 F1 : jarak fokus lensa 1 S’1 : jarak bayangan karena lensa 1. atur jarak sumber cahaya terhadap layar (S+S’) 2. 45. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikun ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ . Ukur hasil S dan S’ catat pengamatan di form pengambilan data B. IV Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Cara Kerja A. 3. lensa gabungan terdiri dari duu lensa tipis. Hitung gradient dengan rumus : ∑ 2.Lensa gabungan adalah susunan sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit. Lensa Gabungan 1. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikum. 40. Lensa sederhana 1. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensanya 4. diukur terhadap lensa 1 S2 : jarak bayangan karena lensa 1. Lakukan langkah dengan S + S’ (jarak percobaan) sebesar : 30. diukur terhadap lensa 2 berfungsi benda lensa 2 F2 : jarak fokus lensa 2 D F : jarak antara lensa 1 dan lensa 2 : jarak fokus lensa gabungan Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. 35.

s’ = Jarak bayangan terhadap lensa f = Jarak lensa.... Ukur hasil S1.. F1 F2 2..(2) disini R1 dan R2 masing-masing merupakan jari-jari permukaan lensa pertama dan kedua dan n merupakan indeks bias bahan lensa..... Atur jarak S + S’ sebesar 50 cm dan jarak S2 sebesar 20 cm 3......(5) .... Jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : = ( n – 1 )( + ).(3) = ....(4) indeks 1 dan 2 masing-masing menunjukan lensa 1 dan 2... d....... Catat hasil pengamatan di form pengambilan data V 1.. dan jelaskan JAWAB 1...... 3... Jarak fokus lensa gabungan dua lensa yang berjarak d : = + ... Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensa yang berada di depan benda 4..... S1’ dan S2’..... + + = .. bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan: + = ...(1) dengan : s = Jarak benda terhadap lensa........ 2....... Tugas Pendahuluan Lukiskan jalanya cahaya dari sebuah benda didepan lensa positip maupun negatip Buktikan rumus yang di berikan di atas Apakah keuntungan dengan memakai lensa gabungan Sebutkan macam-macam aberasi pada lensa..2. Lensa sederhana Hubungan antara jarak benda.. A. 4..

5 Jarak keseluruhan lensa gabungan (S+S’) = 50 cm S1’ 44.99 118.11 X.51 588.9 2 35 4.5 20 14.5 S2’ 30 S1 S2 : jarak benda terhadap lensa 1 : 20 cm sudah ditentukan (jarak benda terhadap lensa 2) .3 5525.3 25.2 25. Untuk harga s yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa 4.7 3 40 4.8 4838.3 S = jarak benda terhadap lensa S’ = jarak lensa terhadap bayangan No 1 2 3 4 5 ∑ S’ 25.96 114.4 5163.3. Pada gambar 2 terlukis susunan lensa gabungan yang terdiri dari dua lensa tipis.5 5 50 4.Y 3689.7 X2 900 1225 1600 2025 2500 8250 Percobaan 2 (lensa gabungan) No S1 S2 d 1 5.8 4 45 4.5 25.91 120. Aberasi optik adalah degradasi kinerja suatu sistem optik dari standar pendekatan paraksial optik geometrisari sudut pandang dengan titik berat geometri sistem optik Aberasi kromatik adalah aberasi optik yang di lihat penekanan pada sipat optik pisis cahaya dari sudut pandang dengan Aberasi monokromatik adalah aberas iyang terjadi walaupun sistem optik mempunyai kanta dengan bidang speris yang telah sempurna dan tidak terjadi dis persi cahaya VI Form Pengambilan Data Percobaan 1 {lensa cembung. Optik gabungan lebih jelas Lensa Gabungan Lensa gabungan adalah susunan lensa sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit . S’ (cm2) 122.5 23378.1 25.7 X S+S’ (cm) 30 35 40 45 50 200 Y S .7 4161. lambang (+) } No S + S’ S 1 30 4.74 110.

Buatlah grafik antara S S’ terhadap S+S’ dan hitung jarak fokusnya dan kuat lensanya 2. .D S 1’ S 2’ VII : jarak kedua lensa : jarak lensa 1 terhadap bayangan : jerak lensa 2 terhadap bayangan Tugas Akhir 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->