MODULUS ELASTISITAS

I Tujuan Praktikum  II. Menentukan modulus elastisitas ( E ) dari beberapa zat padat dengan pelenturan

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. Kait dengan tumpuan Tumpuan Beban Skala dengan cermin Batang yang akan diukur E-nya

III.

Teori

Sebuah batang R diletakkan di atas dua titik tumpu T dan dipasangkan kait K di tengahtengah batang tersebut, kemudian pada kait K tersebut diberikan beban B yang berubahubah besarnya. Pada K terdapat garis rambut G yang di belakangnya dipasang skala S dengan cermin di sampingnya. Bila B ditambah atau dikurangi maka G akan turun/naik. Kedudukan G dapat dibaca pada skala S. Untuk mengurangi kesalahan pembacaan, maka pembacaan dilakukan supaya berimpit dengan bayangannya pada cermin. Bila pelenturan = (f) pada penambahan beban maka : f = B . l3 48 . E . I Dimana : E : Modulus elastisitas b : Lebar batang h : Tebal batang l : Panjang dari tumpuan satu ke tumpuan lain I : Momen inersia batang terhadap garis netral f : Pelenturan = B . l3 4 . E . b . h .................. ( 3.1 )

Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2. 3. Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Rumus E grafik : IV. Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. Mengukur panjang batang dari beberapa bahan Mengukur lebar dan tebal batang dari beberapa bahan Menimbang masing-masing beban B Mengatur jarak titik tumpu sejauh 80 cm dengan jarak kanan dan kiri sama terhadap skala baca Meletakan batang uji I ( tebal ) dan memberikan beban awal yang diberikan asisten, kemudian mengukur kelenturan yang dihasilkan dan dicatat dalam form pengambilan data Tambahkan beban uji, lalu catat lagi hasil kelenturan yang di dapat ke dalam form pengambilan data. Percobaan dilakukan sebanyak 5 kali Lalu lakukan pengukuran dengan batang uji II ( sedang ), dengan melakukan hal yang sama pada poin 4 s/d 6 ......................... ( 3.2 ) ∑ ∑ ∑ ∑
2

6. 7. V.

Tugas Pendahuluan 1. Berilah definisi tentang Modulus Young 2. Tentukan dimensi dan satuan E dan I 3. Buktikan rumus-rumus diatas

VI.

Form Pengambilan Data

Percobaan I (Kayu 1)     Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) = 1,04 cm = 1,08 cm = 80 cm = 7,3

49 0.9 1.1 1.6 0.2 = 1.7 0.3 0.7 0.5 0.6 0.2 0.3 = 0.7 0.9 – 7.2 = 1. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (3-1) dengan E yang didapatkan dari rumus grafik 3.1 9.15 0.y 0.24 0.5 0.2 = 1.No 1 2 3 4 5 Masa (Kg) 0. Buatlah kesimpulan percobaan ini .5 0.y 0.81 = 2. Tugas Akhir 1.8 – 7.3 – 8.08 cm = 80 cm = 7.9 ∑ = 3.08 0.87 X2 0.7 0.4 0.32 0.4 0.9 – 8.04 cm = 1.16 0. Buatlah grafik antara f (m) dengan beban (kg) 2.1 Y f 0.3 1.4 0.7 ∑ ∑ VII.3 = 0.6 0.53 = 3.3 = 0.7 – 7.8 0.3 X M (Kg) 0.36 X2 0.6 – 7.3 7.6 ∑ =2 x.6 0.9 9.4 7.0 – 8.25 0.2 = 0.45 0.54 = 1.35 0.9 Kelenturan/ f = f-f0 7.07 ∑ ∑ Percobaan II (Kayu 2)     No 1 2 3 4 5 Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) Masa (Kg) 0.91 1.3 9.6 X M (Kg) 0.3 = 0.25 0.1 – 8.4 0.9 = 1.1 Y f 0.5 – 7.36 0.66 0.4 0.7 ∑ = 5.3 = 0.81 = 2.49 0.9 ∑ = 3.8 x.07 Kelenturan/ f = f-f0 9.2 = 0.2 7.5 0.36 0.5 7.8 9.5 0.5 – 8.16 0.

1.2 1 0.8 1.8 0.4 0.4 1.2 0 400 500 600 700 900 Percobaan 1 Percobaan 2 . 1.6 0.6 1.

... Spherometer Alat plat gelas tebal Gelas lensa besar ( permukaan bola ) Gelas tipis dan tebal Jangka sorong Loupe III.. 2. Untuk menghitung Tebal plate dapat dicari dengan rumus R = d2 + L2 ........... Prinsip pemakaiannya sama dengan mikrometer skrup..... ( 3 ) .......... 4. 6. Teori Spherometer adalah mikrometer dengan bentuk lain pada mikrometer skrup. 3..... keping berbentuk piringan melekat pada skrup dan pembagian skalanya ada pada pinggir piringan.............. bila lebar kaki beda : Lt = L12 + L22 + L32 . Spherometer terdiri dari skur yang bergerak di tengah-tengah dan mempunyai tiga kaki yang ujungnya merupakan titik sudut segi tiga sama sisi. 5. tetapi titik nolnya tidak selalu di nol.. ( 2 ) Rumus mencari L.... batang skala sejajar skrup. Mengenal dan mempergunakan Spherometer Mengukur tebal plat gelas dan jari-jari bola Alat-alat yang digunakan 1.... ( 1 ) 2d Dimana R = Tebal Plate D = Kelengkungan plate L = Lebar kaki shirometer Untuk menghitung jari-jari bola X = ( R – d ) ....SPHEROMETER I Tujuan Praktikum   II.

maka lubang-lubang skrup akan membekas pada kertas 2.5 1. 13. Tempelkansehelai kertas pada skrup spherometer.1 4.1 2. 2. No.25 = 7.IV.10 mm .1 1.8 2. 1 2 3 4 5 Data Pengamatan Lensa Lensa Besar Lensa Cekung Kecil Lensa Cekung Besar Lensa Cembung Kacil Lensa Cembung Besar d (mm) 13.28 R4 = d2 + L2 = 2.20 + 4.1 Gambar Jarak Kaki Spherometer 4.32 = 2.16 4.5 2.52 = 177.82 = 4.82 = 4.82 mm 2 . 2.66 = 2.5 Lensa Besar Perhitungan 4.142 + 1.12 = 4.05 3.33 26.8 1.68 + 20. Meletakkan spherometer pada bidang uji. lalu catat 3.052 + 2.5 2. Ulangilah percobaan langkah dua sampai dengan langkah empat pada plate yang diberikan asisten untuk diuji V. kemudian setel / putar batang skrup sampai skrup pusat menyentuh plate 4.24 = 1.33 2.14 4. Mengukur jarak-jarak lubang kaki terhadap titik pusat skrup.24 = 1.81 mm 2 .14 2.41 = 2. Catatlah besarnya kenaikannya tersebut 5.66 + 3.05 I (cm) 4.8 1.1 2.162 + 1.57 + 3.8 Lensa Cembung Lensa Cekung R1 = d2 + L2 2d R2 = d2 + L2 2d R3 = d2 + L2 2d = 13.332 + 4. Cara Kerja 1.16 2.42 mm 2 .8 1.

052 = 9.05 6.10 Tentukan tebelnya pelat gelas Tentukan Jari-jari permukaan bola Apakah kaca itu betul-betul pelat paralel Mengapa kedudukan Sekrup harus dibaca beberapa kali Bisakah dihitung besar jarak fokusnya MODULUS PUNTIR .30 + 4. 2 .05 4. 3. Tugas Akhir 1. 5.24 mm 2 . 4.052 + 3.41 = 2. 2. 2.10 = 3.2d R5 = d2 + L2 2d VI. 3.

...I. II.. Alat-alat yang digunakan 1..... L .. kalau roda dengan pertolongan katrol dan diberi beban pada ujung talinya maka roda itu akan menghasilkan momen M terhadap batang tersebut.. m ...... rad Dimana : G : Modulus puntir (modulus gesar) M : Momen yang bekerja pada batang L : Panjang batang yang dipuntir R : Jari-jari yang dipuntir : Sudut puntiran g : Percepatan gravitasi r : Jari-jari roda P m : Masa beban-beban α : Sudut puntiran dalam derajat Grafik . 7.(2) µ2 ..... 8... Tujuan Parktikum  Menentukan Modulus Puntir (Modulus Geser) secara statis..... L ... Maka modulus puntiran dapat dihitung dari : G = 2 ..(1) R4 Atau G = 360 .. Mikrometer Skrup Jangka Sorong Mistar Baja Batang uji Roda puntir Beban (massa) Katrol dan tali P Jarum penunjuk dan busur derajat (skala sudut S) Penyekat (penjepit) batang T III. 6.. M ............. 4.. 3. r ... 9.. 5. Dengan jarum penunjuk yang melekat pada batang dan pembagian skala S dapat dibaca puntiran batang. 2. g .. R4 .... Teori Sebuah batang dijepit keras-keras pada salah satu ujungnya T dan ujung yang lain bebas berputar dan padanya dipasang keras-keras sebuah roda P.

.. R. G = 2 .Langka-langka membuat grafik : 1.. ...... g ... 2. m . Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2.. L .. 6.. L R4 G = 360 . 2.. V. r dan menimbang m Memastikan kedudukan jarum penunjuk pada posisi gerak lurus terhadap busur derajat (dianggap posisi nol) Memberikan beban pada roda puntir dan mengamati pergerakan jarum penunjuk pada busur derajat dan mencatat hasilnya pada form pengambilan data Melakukan hal diatas (no. Plastisitas Gambar grafik antara rad dengan m menurut teori Jawaban 1. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. 3... M. setelah gaya-gaya yang mendeformasikan ditiadakan. Persamaan garis : Rumus G grafik : IV. 4.. 3..... Buktikan rumus ( 2 ) Apakah yang dimaksud dengan Elastisitas. r . G radient dengan rumus : ∑ ∑ Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a Rumus G grafik : G = ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ 2 2. Cara Kerja 1. ( 3 ) ∑ ∑ ∑ 2 ∑ ∑ Tugas Pendahuluan 1. Mengukur L.. dan memeriksa apakah momen sudah akan diteruskan ke seluruh batang.5) secara berturut-turut hingga semua beban uji yang diberikan asisten dapat teruji .. Elastisitas adalah sifat yang memungkinkan benda kembali pada ukuran semula.. 5. kemudian mengeraskan semua skrup Memeriksa kebebasan gerak puntiran ujung batang yang beroda. R4 . Memasang satu batang yang diberikan oleh asisten.

9 0. Setelah mencapai YP (Yield Point) karena gaya yang mendeformasikan. Tugas Akhir 1.0315 0. 0.049 0.3 ∑ =3 Y (rad)* 0.85 cm No 1 2 3 4 5 Massa (kg) 0.2 cm Jari-jari roda P (r) = = 4.09 0.25 0.49 0.Plastisitas adalah Sifat zat yang memungkinkan benda itu patah/ putus/ bengkok (tidak tembali pada ukuran semula).y 0.81 0.1819 X2 0.07875 0.02 0.04 0.5 0. Hitunglah harga G untuk tiap-tiap harga L dan hitunglah harga G rata-rata 4.0052 ∑ = 0.1 0. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (2) dengan G yang didapat dari rumus grafik 5.9 0.06 0.3 rad = 0.6 0.5 0. Buatlah grafik antara rad dengan m tiap-tiap harga L 2.01 0 900 700 600 500 300 Series 1 V.03 0. Berilah kesimpulan dari percobaan saudara .07 0.09 =2 ∑ *Misal = 1/57. Form Pengambilan Data    Panjang batang yang dipuntir (L) = 55 cm Jari-jari batang yang dipuntir (R) = cm = 0.08 0.36 0.7 0.7 0.07 0. 3.6 0.3 Derajat puntir (α) 5o 4o 3o 2o 1o X M (kg) 0.2625 x.0175 0.0525 0.035 0.0875 0. Buatlah grafik antara rad dengan L untuk tiap-tiap m 3.0175 rad VI.0175 ∑ = 0.05 0.

08 0.1 0.07 0.06 0.9 kg 0.04 0.02 0. Tujuan Parktikum . 0.1 0.08 0.07 0.6 kg 0.02 0.09 0.03 0.5 kg 0.04 0.3 kg 0 (rad) 2.7 kg 0. 0.01 0 0.09 0.03 0.01 0 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 0 (rad) Tetapan Gaya Pegas dan Percepatan Gravitasi I.05 0.05 0.1.06 0.

  Mengungkapkan hukum Hooke untuk sebuah pegas.(2) T : waktu getar pegas M’ : total masa yang bekerja pada pegas K : tetapan gaya pegas 4. Harga k ini dapat digunakan untuk menghitung f B 1..(1) K = tetapan gaya pegas X = pertambahan panjang 2.....(4) l = panjang pegas . Alat-alat yang digunakan 1.. 3. Bila sebuah pegas dibebani sebuah gaya. Grafik antara gaya F dan perpanjangan x merupakan garis lurus.. Disisi M’ merupakan masa total yang menyebabkan gaya pegas M’ = M beban + M ember + M pegas dengan f = harga antara 0 dan 1 jadi T2 = ( M beban + M ember + M pegas )... maka waktu getar dapat ditulis sebagai berikut : T = 2π√ .......... Grafik antara T2 dan M beban merupakan garis lurus. 2. Menurut hukum Hokee : F = k .. Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas.. Dengan grafik itu dapat dicari harga k.. Pegas tersebut akan bergetar dengan waktu getar : T = 2π √ .. kemudian dilepaskan...... 5................ maka perpanjangan pegas akan sebanding dengan gaya itu (selama batas elastisitas pegas belum dilampaui). dengan grafik ini dapat dicari harga 6.(3) 5... Mengukur percepatan gravitasi dengan getaran sebuah pegas II... x . Teori A 1........... Pegas yang digantungi suatu beban dan beban itu ditarik melampaui titik setimbangnya... 3.. 4.......... Stopwatch Penyangga beban Statip Pegas Mistar Ukur III...

. Lepaskan beban 5. Mengulangi langkah kerja kedua sampai dengan langkah kelima terhadap beban. Gantungkan penyangga beban pada pegas dan ukur panjang pegas dan catat pada form pengambilan data sebagai Lo 2. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. Persamaan garis : IV Cara Kerja A. dengn melakukan penambahan beban sesuai instruksi V Tugas Pendahuluan 1. Tambahkan beban pada ember beturut-turut (sesuai dengan pengarahan dari asisten) dan ukur masing-masing pertmbahan panjangnya dan dicatat pada form pengambilan data B. Hitung gradient dengan rumus : ∑ ∑ 2. (1) F : gaya k : tetapan gaya pegas x : pertambangan panjang . Pasang beban awal (sesuai dengan instruksi asisten). F = k . Masukkan keping beban pada penyangga beban dan ukur pertambahan penjangnya dan kemudian hasilnya dicatat pada form pengambilan data 3.g = percepatan gravutasi 2. Hukum Hooke 1.. Lepaskan beban dan menghitung sampai 20 kali getaran 3. x . Apa yang di maksud dengan hukum hoke ∑ ∑ ∑ 2 ∑ ∑ Jawaban 1.. Periode Getaran 1. Dengan mengukur T dan l dapat dihitung g Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. lalu tarik pegas kebawah sejauh jarak yang ditentukan 2. Catat waktu yang ditempuh sebanyak 20kali getaran tersebut dan dicatat pada form pengambilan data 4.. Buktikan rumus yang digunakan dalam percobaan ini 2..

566 ∑ =47873 ∑ = 229..5 cm No 1 2 3 4 5 Masa (gr) 50 100 150 170 200 Panjang pegas/L (cm) 10 12 14..25 49 64 90...190 x.72 Periode/ T* 0...5 15.5 X2 2500 . Hukum hoke adalah “ Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas..T=2 T M’ k √ ..5 17 X L – L0 2. g* 490 980 1470 1666 1960 x.5 y F = m ..y 9.25 20.5 7 8 9....5 Percobaan dilakukan sebanyak 20 kali getaran ∑ = 6. maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya.25 ∑ = 31..y 1225 4410 10290 13328 18620 X2 6..436 X Massa/M 50 Y T2 0..(3) Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas.” Hubungan proporsional antara tegangan dan regangan dalam daerah disebut Hukum Hooke VI Form Pengambilan Data Percobaan 1 (Hukum Hook) Panjang Awal Pegas (L0) = 7.75 No 1 Masa (gr) 50 Waktu/ t(dtk) 08..5 4.. maka waktu getar ditulis : T=2 √ : panjang pegas G : percepatan gravitasi Dengan rumus : ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a 2. (2) : waktu getar pegas : total masa yang bekerja pada pegas : tatapan gaya pegas M’ merupakan masa total yang menyebapkan gaya pegas M’ = Mbeban + Member + Mpegas dengan f = harga antara 0 dan 1 Jadi T2 = ( Mbeban + Member + Mpegas ).

2.60 0.68 100 150 170 200 ∑ = 670 0.311 0.5 cm 4.2 4 5 5 100 150 170 200 11.5585 0.4 =258.5 cm 7 cm 8 cm 9.401 0.900 VII Tugas Akhir dan Kesimpulan 1. 4. 3.62 0. 5. 6.17 92.1 57.5 cm 2 3 .77 10000 22500 28900 40000 ∑ = 103.634 0. Gambarlah grafik antara f (gaya) dan x (perpanjangan) Hitung k dari grafik ini Gambarlah grafik antara T2 dan Mbeban Bandingkan antara harga k (point 2) dn k (point 4).462 ∑ = 1.384 0.40 12.68 13.748 ∑ 31.6 68.17 12. Cara mana yang lebih baik Hitunglah harga g pada percobaan B Berikan kesimpulan dari percobaan ini 1 2500 2000 1500 X = Panjang tali 1000 y = gaya 500 0 2.

45 0.35 0.4 0.0.2 0.05 0 50 gr 100 gr 150 gr 170 gr 200 gr X = Massa y = Periode LENSA .15 0.1 0.3 0.5 0.25 0.

Lensa Gabungan . 3.I. bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan : Dimana : s : jarak benda terhadap lensa s’ : jarak bayangan terhadap lensa f : jarak fokus lensa Benda R2 Lensa Positif F1 S F2 S’ R1 Bayangan Adapun jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : 1/f = (n-1) (1/R1 – 1/R2) Dimana : R1 : Jari-jari permukaan pertama lensa R2 : Jari-jari permukaan kedua lensa N : Indek bias bahan lensa B. 4. Teori A Lensa Sederhana Hubungan antara jarak benda. 5. Tujuan Parktikum    Mempelajari jarak fokus dari lensa positif dan lensa gabungan. Alat-alat yang digunakan 1. Menentukan indek bias lensa Mempelajari lensa gabungan II. Bangku Optis Sumber Cahaya Lensa positif dan negatif Layar Mistar Ukur III. 2.

Hitung gradient dengan rumus : ∑ 2. diukur terhadap lensa 2 berfungsi benda lensa 2 F2 : jarak fokus lensa 2 D F : jarak antara lensa 1 dan lensa 2 : jarak fokus lensa gabungan Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. 3. Lensa Gabungan 1. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikun ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ . Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikum. diukur terhadap lensa 1 S2 : jarak bayangan karena lensa 1. lensa gabungan terdiri dari duu lensa tipis. Untuk harga S1 yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa ditentukan dengan menggunakan rumus : 1/S1 + 1/S’1 = 1/f1 Pada lensa kedua : 1/S2 + 1/S’2 = 1/f2 Jarak fokus lensa gabungan ditentukan oleh : 1/f = 1/f1 + 1/f2 – d/f1f2 Keterangan : S1 : jarak benda terhadap lensa 1 F1 : jarak fokus lensa 1 S’1 : jarak bayangan karena lensa 1.Lensa gabungan adalah susunan sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit. 35. 45. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensanya 4. Lensa sederhana 1. IV Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Cara Kerja A. Lakukan langkah dengan S + S’ (jarak percobaan) sebesar : 30. 50 cm 3. Ukur hasil S dan S’ catat pengamatan di form pengambilan data B. 40. atur jarak sumber cahaya terhadap layar (S+S’) 2.

Atur jarak S + S’ sebesar 50 cm dan jarak S2 sebesar 20 cm 3.... + + = ........ S1’ dan S2’. 4..........(2) disini R1 dan R2 masing-masing merupakan jari-jari permukaan lensa pertama dan kedua dan n merupakan indeks bias bahan lensa..(4) indeks 1 dan 2 masing-masing menunjukan lensa 1 dan 2...... Jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : = ( n – 1 )( + ).. A.. Ukur hasil S1. 3... Lensa sederhana Hubungan antara jarak benda. Catat hasil pengamatan di form pengambilan data V 1........2....(3) = ... F1 F2 2.(1) dengan : s = Jarak benda terhadap lensa.. d..(5) . Jarak fokus lensa gabungan dua lensa yang berjarak d : = + ....... bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan: + = ........ dan jelaskan JAWAB 1. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensa yang berada di depan benda 4.. 2.... s’ = Jarak bayangan terhadap lensa f = Jarak lensa. Tugas Pendahuluan Lukiskan jalanya cahaya dari sebuah benda didepan lensa positip maupun negatip Buktikan rumus yang di berikan di atas Apakah keuntungan dengan memakai lensa gabungan Sebutkan macam-macam aberasi pada lensa......

S’ (cm2) 122. lambang (+) } No S + S’ S 1 30 4.7 X2 900 1225 1600 2025 2500 8250 Percobaan 2 (lensa gabungan) No S1 S2 d 1 5.51 588. Aberasi optik adalah degradasi kinerja suatu sistem optik dari standar pendekatan paraksial optik geometrisari sudut pandang dengan titik berat geometri sistem optik Aberasi kromatik adalah aberasi optik yang di lihat penekanan pada sipat optik pisis cahaya dari sudut pandang dengan Aberasi monokromatik adalah aberas iyang terjadi walaupun sistem optik mempunyai kanta dengan bidang speris yang telah sempurna dan tidak terjadi dis persi cahaya VI Form Pengambilan Data Percobaan 1 {lensa cembung.91 120.5 Jarak keseluruhan lensa gabungan (S+S’) = 50 cm S1’ 44.8 4 45 4.3 5525.2 25.5 20 14.5 S2’ 30 S1 S2 : jarak benda terhadap lensa 1 : 20 cm sudah ditentukan (jarak benda terhadap lensa 2) .74 110.5 25.3 S = jarak benda terhadap lensa S’ = jarak lensa terhadap bayangan No 1 2 3 4 5 ∑ S’ 25.4 5163.7 X S+S’ (cm) 30 35 40 45 50 200 Y S .5 5 50 4.7 3 40 4.7 4161.5 23378. Optik gabungan lebih jelas Lensa Gabungan Lensa gabungan adalah susunan lensa sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit .96 114. Untuk harga s yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa 4.Y 3689. Pada gambar 2 terlukis susunan lensa gabungan yang terdiri dari dua lensa tipis.9 2 35 4.99 118.11 X.3 25.3.1 25.8 4838.

D S 1’ S 2’ VII : jarak kedua lensa : jarak lensa 1 terhadap bayangan : jerak lensa 2 terhadap bayangan Tugas Akhir 1. . Buatlah grafik antara S S’ terhadap S+S’ dan hitung jarak fokusnya dan kuat lensanya 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful