P. 1
Akep Cushing Syndrome

Akep Cushing Syndrome

|Views: 104|Likes:
Published by Adinia Anggraeni

More info:

Published by: Adinia Anggraeni on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN CUSHING SYNDROME

Oleh: Adinia Anggraeni G0A010003

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2012

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. dan pengikutnya yang selalu istiqomah dijalan yang lurus Amien. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Bapak/Ibu Dosen KMB selaku dosen mata kuliah KMB. Allah hualam bisawaf. 10 November 2011 Adinia Anggraeni . yang telah membimbing dan membantu dalam pembuatan tugas ini. keluarga. Selawat serta Salam selalu tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW beserta sahabat. Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas Rahmat dan KaruniaNya. Oleh karena itu Kritik dan saran pihak akan merupakan yang sangat berarti bagi penyempurnaan tugas ini dimasa mendatang. Wb. Akhir kata. Disamping itu. sehingga tugas makalah ini dapat terselesaikan dengan permasalahan yang berarti. tugas ini diharapkan dapat menjadi pembanding dan penambah informasi guna pencapaian proses pembelajaran yang lebih baik. kami sadar bahwa ini belumlah sempurna. serta pihak yang telah membantu terselesaikannya tugas ini baik secara moril maupun materi. Tugas ini disusun dengan tujuan memenuhi tugas mata pelajaran KMB yang bahan dan rujukannya telah ditentukan dan penyajian sesui dengan asas kebutuhan yang diperlukan pada masa sekarang ataupun yang akan datang. Wb. Semarang. Seperti pepatah mengatakan “Tidak ada gading yang tak retak”. Wasalamualaikum Wr.

Meningginya kadar ACTH ( tidak selalu karena adenoma sel basofil hipofisis). Pemberian kortikosteroid atau ACTH dapat pula menimbulkan sindrom cushing. misalnya tumor paru. Neoplasma adrenal yaitu adenoma dan karsinoma.Dijumpai pada penderita artitis rheumatoid. asma. Kadar yang tinggi ini dapat terjadi secara spontan atau karena pemberian dosis farmakologik senyawa-senyawa glukokortikoid. d. pankreas yang mengeluarkan “ACTH like substance”. Hiperplasia primer kelenjar adrenal dalam keadaan tanpa adanya tumor hipofisis jarang terjadi. Iatrogenik. ETIOLOGI Sindroma cushing dapat disebabkan oleh : a. PENGERTIAN Sindrom cushing adalah suatu keadaan yang diakibatkan oleh efek metabolik gabungan dari peninggian kadar glukokortikoid dalam darah yang menetap. Penyebab lain sindrom cushing . limpoma dan gangguan kulit umum yang menerima glukokortikoid sintetik sebagai agen antiinflamasi. Pemberian glukokortikoid jangka panjang dalam dosis farmakologik. c. 2.1. 3. Sindrom cushing adalah suatu keadaan yang diakibatkan aktivitas korteks adrenal yang berlebihan. Meningginya kadar ATCH karena adanya tumor di luar hipofisis. PATOFISIOLOGI Sindrom cushing dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme. yang mencakup tumor kelenjar hipopfisis yang menghasilkan ACTH dan menstimulasi korteks adrenal untuk meningkatkan sekresi hormonnya meskipun hormon tersebut telah diproduksi dengan jumlah yang adekuat. b.

17 ketosteroid. Tanpa tergantung dari penyebabnya. d. Aterosklerosis yang menimbulkan hipertensi. aldosteron dan estrogen. mekanisme umpan balik normal untuk mengendalikan fungsi korteks adrenal menjadi tidak efektif dan pola sekresi diurinal kortisol yang normalakan menghilang. Hirsutisme ( wanita menyerupai laki-laki ). c. 1. g. Diabetes melitus. Osteoporosis yang dapat menimbulkan fraktur kompresi dan kifosis. hipokalemia dan hipokloremia. b. e. Alkalosis. karsinoma bronkogenik merupakan tipe malignitas yang paling sering ditemukan. Obesitas yang sentrifetal dan “moon face”. Amenore atau impotensi. Pembesaran klitoris. f. d. Otot-otot bertambah (maskulinisasi) . b. MANIFESTASI KLINIK Dapat digolongkan menurut faal hormon korteks adrenal yaitu : cortisol.yang jarang dijumpai adalah produksi ektopik ACTH oleh malignitas. Gejala hipersekresi kortisol (hiperkortisisme) yaitu : a. Suara dalam. e. Timbul akne. f. 4. c. timbul strie dan ekimosis. Kulit tipis sehingga muka tampak merah. Gejala hipersekresi 17 ketosteroid : a. 2. Otot-otot mengecil karena efek katabolisme protein.

Kematian disebabkan oleh kelemahan umum. Gejala hipersekresi aldosteron. d. bergantung apakah sumber ACTH adalah hipofisis / ektopik. Hipernatremia. Penyakit ini hilang timbul. gejala pertama ialah penambahan berat badan. Jika terdapat bukti hiperfungsi hipofisis namun tumor tidak dapat ditemukan maka sebagai gantinya dapat dilakukan radiasi kobait pada kelenjar hipofisis. 5. terutama 2 gejala pertama. b. kemudian terjadi kelemahan. Gejala hipersekresi estrogen (jarang) Pada sindrom cushing yang paling karakteristik adalah gejala hipersekresi kortisol. c. Umumnya mulainya penyakit ini tidak jelas diketahui. penyakit serebrovaskuler (CVD) dan jarangjarang oleh koma diabetikum. 4. Sebaiknya diusahakan reseksi tumor tranfenoida. Kelebihan kortisol juga dapat ditanggulangi dengan adrenolektomi total dan diikuti pemberian kortisol dosis fisiologik.disebut penyakit Conn atau hiperaldosteronisme primer. a. Sering disertai gejala psikis sampai psikosis. e. Diabetes insipidus nefrogenik. b. Jika dijumpai tumor hipofisis. a. Edema (jarang) f. Hipertensi. PENATALAKSANAAN Pengobatan sindrom cushing tergantung ACTH tidak seragam. Volume plasma bertambah Bila gejala ini yang menyolok. . Hipokalemia. timbul ulkus peptikum dan mungkin fraktur vertebra.3. kadang-kadang bercampur gejala-gejala lain. mudah infeksi. c.

Bila kelebihan kortisol disebabkan oleh neoplasma disusul kemoterapi pada penderita dengan karsinoma/ terapi pembedahan. Identitas Klien Identitas klien meliputi nama. alamat.d. TD meningkat. d. agama. tidak terdengar bunyi nafas tambahan. Riwayat penyakit dahulu Kaji apakah pasien pernah mengkonsumsi obat-obatan kartekosteroid dalam jangka waktu yang lama. hipertensi. e. terjadi kenaikan berat badan. tanggal masuk RS. B2 (Blood) Perkusi pekak . pendidikan. B1 (Breath) Inspeksi : Pernapasan cuping hidung kadang terlihat. Keluhan Utama Adanya memar pada kulit. pasien mengeluh lemah. Riwayat penyakit keluarga Kaji apakah keluarga pernah menderita penyakit cushing sindrom. 6. 2. jenis kelamin. Pemeriksaan Fisik 1. tidak terdapat nyeri tekan Perkusi : Suara sonor Auskultasi : Terdengar bunyi nafas normal. . pergerakan dada simetris Palpasi : Vocal premitus teraba rate. PENGKAJIAN a. umur. S1 S2 Terdengar tunggal . c. Lebih lazim sering terjadi pada wanita dari pada laki-laki dan mempunyai insiden puncak antarausia 20 dan 30 tahun. tempat/tgl lahir . b.

Resiko cedera berhubungan dengan kelemahan dan menurunnya matriks tulang. obesitas tunkus. suara redup. Photo scanning. kelemahan otot. ekimosis. B3 (Brain) Composmentis (4.3. CT scan Untuk menunjukkan pembesaran adrenal pada kasus sindro cushing. retensi natrium. Gangguan intregritas kulit berhubungan dengan kulit tipis daan rapuh. Pemeriksaan Penunjang 1.56). 2. 6. . mukosa bibir kering. moon face.osteoporosis. 4. b. kelabilan alam perasaan depresi sampai mania 4. penyembuhan luka lambat. f. punguk bison. nyeri pada daerah lambung. B5 (Bowel) Terdapat peningkatan berat badan. kadang terbentuk batu ginjal. 7. B6 (muskuloskeletal dan integumen) Kulit tipis. DIAGNOSA KEPERAWATAN a. c. mudah memar. Pemeriksaan elektro kardiografi Untuk menentukan adanya hipertensi. 5. Pemeriksaan adrenal mengharuskan pemberian kortisol radio aktif secara intravena. peningkatan pigmentasi. atropi otot. terdapat striae di daerah abdomen. B4 (Bladder) Poliuri. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan menurunnya kekebalan tubuh. 3.

Intervensi : 1. 2. kemerahan. turgor. vaskular. Berikan salep atau krim. Menjelaskan pada pasien penyebab terjadinya infeksi Rasional : Pasien mengerti dan kooperatif tentang penyebab infeksi 3. Kaji TTV ( TD. atau tanda-tanda infeksi dan inflamasi lainnya. 4. robekan kulit. Resiko tinngi infeksi berhubungan dengan menurunnya kekebalan tubuh. Rasional : lotion dan salep mungkin diinginkan untuk menghilangkan kering. Rasional : mendeteksi adanya dehidrasi/hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan pada tingkat seluler. INTERVENSI DAN RASIONAL a. Berikan perawatan kulit. suhu tubuh dan tanda gejala infeksi lainnya setiap 4 jam) Rasional : untuk mengetahui tanda infeksi sedini mungkin 2. Inspeksi area tergantung edema. Tujuan : menurunkan resiko infeksi Kriteria Hasil : Klien tidak mengalami kenaikan suhu tubuh. menunjukkan perilaku/teknik untuk mencegah kerusakan/cedera kulit. Rasional : menandakan area sirkulasi buruk/kerusakan yang dapat menimbulkan pembentukan infeksi. Pantau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa. Tempatkan pada ruang khusus dan batasi pengunjung Rasional menghindari atau mengurangi kontak sumber infeksi. nyeri. Inspeksi kulit terhadap perubahan warna. Intervensi : 1.8. . Rasional : jaringan edema lebih cenderung rusak/robek. Nadi. Tujuan : Menurunkan resiko terjadinya lesi/ penurunan integritas pada kulit Kriteria Hasil : Klien mampu mempertahankan keutuhan kulit. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kulit tipis dan rapuh. 3. untuk menjaga klien dari agent patogen yang dapat menyebabkan infeksi b.

Tujuan : menurunkan resiko cidera Kriteria Hasil : Klien bebas dari cedera jaringan lunak atau fraktur Intervensi : 1.5. . Resiko cedera berhubungan dengan kelemahan dan menurunnya matriks tulang. Rasional : menurunkan tekanan lama pada jaringan. 2. fraktur dan cedera lainnya pada tulang dan jaringan lunak. Rasional : mencegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit. Anjurkan menggunakan pakaian katun longgar. Ciptakan lingkungan yang protektif Rasional : Mencegah jatuh. kalsium. c. Kolaborasi dengan tim gizi dengan pemberian diet tinggi protein. 3. Bantu klien ambulasi Rasional : Mencegah terjatuh atau terbentur pada sudut furniture yang tajam. Kolaborasi dalam pemberian matras busa. dan vitamin D Rasional : Meminimalkan penipisan massa otot dan osteoporosis. 6.

Patofisiolgi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Jakarta: EGC .2.Jakarta: EGC Susanne C.1999.Buku Ajar Medikal Bedah Brunner-Suddart Vol.DAFTAR PUSTAKA Sylvia A.Smeltzer.1994.Price.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->