P. 1
Analisis Likuiditas Dan Solvabilitas Pada Koperasi Di Luwu

Analisis Likuiditas Dan Solvabilitas Pada Koperasi Di Luwu

|Views: 546|Likes:
Published by Aguz Choker'z

More info:

Published by: Aguz Choker'z on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

Analisis Likuiditas dan Solvabilitas pada Koperasi di Luwu

BAB I PENDAHULUAN

I.

Latar Belakang

Kondisi perekonomian swasta sekarang ini, pada dasarnya sudah menampakkan suatu dinamika ekonomi yang serba kompetitif sehingga merupakan tantangan tersendiri bagi dunia usaha yang dituntut kemampuannya untuk dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usahanya agar bisa menjamin kontinuitas perusahaan. Pada umumnya suatu perusahaan mempunyai sasaran tertentu yang ingin dicapai, yaitu mencapai laba atau keuntungan. Maka diperlukan kerjasama yang teratur dan terintegrasi antara fungsifungsi yang terdapat dalam perusahaan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan bagi perusahaan adalah bagaimana mengelolah kebijaksanaan keuntungan dengan baik. Karena pihak manajemen perusahaan menyusun suatu laporan keuangan yang akan menggambarkan kegiatan perusahaan selama periode tertentu. Dalam menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan berarti mempertimbangkan aspek likuiditas dan profitabilitas merupakan dua hal yang sangat penting. Adapun likuiditas perusahaan menyangkut kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh tempo. Sedangkan profitabilitas perusahaan menyangkut kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan. Jumlah alat-alat pembayaran (alat-alat likuid) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada saat tertentu merupakan "kekuatan membayar" dari perusahaan yang bersangkutan. Suatu perusahaan yang mempunya"kekuatan membayar" belum tentu dapat memenuhi segala kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi atau dengan kata lain perusahaan tersebut belum tentu mempunyai "kemampuan membayar". Namun sering terjadi bahwa perusahaan tidak mampu menyelaraskan hal tersebut dimana suatu posisi likuiditas tidak memadai akibat orientasi perusahaan yang selalu mengejar keuntungan tanpa mengimbangi pengelolaan aspek likuiditas atau karena perusahaan terlalu memperhatikan likuiditas sehingga melalaikan aspek profitabilitasnya.

IV.II. maka yang menjadi rumusan rmasalah pada penelitian ini adalah : "Apakah tingkat likuiditas dan Solvabilitas menurun dari tahun 2005 sampai dengan 2007. HIPOTESIS Berdasarkan masalah pokok yang dikemukakan diatas.Mukarramah mengalami kenaikan atau penurunan dari tahun ke tahun. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas. maka hipotesis yang diajukan penulis adalah : "Diduga bahwa tingkat likuiditas dan solvabilitas Koperasi menurun dari tahun 2005 sampai dengan 2007 . III. TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui apakah likuiditas dan Solvabilitas Pada Koperasi Al .

baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha untuk memperoleh dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. Ketiga fungsi keputusan manajemen keuangan tersebut akan turut menyumbang pencapaian tujuan perusahaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan deviden yang menyangkut tentang keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan seharusnya dibagikan kepada pemegang saham atau laba tersebut sebaiknya ditahan dalam bentuk laba guna pembelanjaan investasi di masa datang. apakah yang bersifat profit motif maupun non profit akan mempunyai perhatian besar di bidang keuangan. manager keuangan harus mampu mengambil keputusan pemilihan alternatif pendanaan atau keputusan pendanaan (financing decision). manajemen keuangan adalah manajemen dana. pengarahan dan pengendalian. Prinsip manajemen keuangan menuntut agar baik dalam memperoleh maupun dalam mempergunakan dana harus didasarkan pada perbandingan efisiensi dan efektifitas. maka pembelanjaan perusahaan atau manajemen keuangan tidak lain adalah manajemen untuk institusi pembelanjaan. Menurut Agus Sartono (2001:6). maka fungsi manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga area utama . Dalam pengertian manajemen terkandung fungsifungsi perencanaan. keberhasilan dan kegagalan usaha hampir sebagian besar sangat ditentukan oleh kualitas keputusan keuangan. manajemen keuangan adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana. maka perlu perencanaan dan pengendalian yang baik dalam menggunakan maupun dalam pemenuhan kebutuhan dana. Berhubungan dengan itu. yang mana menyangkut tentang keputusan alokasi dana baik dana yang berasal dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi. Banyak usaha baik yang berskala besar maupun kecil. Martono (2003:5). Dari uraian diatas. Dengan demikian. antara lain : Pengambilan keputusan investasi. Pengambilan keputusan pembelanjaan atau pembiayaan investasi. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA  Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan Manajemen keuangan merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang menyenangkan dan menantang. menggunakan dana dan mengelolah asset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Karena dalam pelaksanaanya.

jenis laporan ini sebagaimana namanya menunjukkan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dalam periode waktu tertentu (misalnya satu tahun). Ada beberapa cara yang digunakan dalam menganalisa keadaan keuangan. dan modal sendiri perusahaan pada waktu tertentu. Kekayaan disajikan disisi aktiva. Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (1998:65). kewajiban perusahaan. misalnya gross profit margin. tetapi analisa dengan menggunakan rasio merupakan hal yang sangat umum dilakukan dimana hasilnya akan memberikan pengukuran relatif dari operasi perusahaan. . sedangkan kewajiban dan modal sendiri pada sisi passiva. dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akan mendukung keputusan yang diambil. Data pokok sebagai input dalam menganalisa rasio ini adalah laporan rugi laba dan neraca perusahaan. yaitu : Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios). Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. acid test ratios. efisiensi manajemen persediaan. operating ratios dan lain sebagainya. net profit margin.  Pengertian Rasio-rasio Keuangan Penggunaan analisis rasio keuangan memberikan indikasi apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban finansialnya. bahwa laporan keuangan yang pokok terdiri dari: Neraca. Rasio-rasio laporan rugi laba (income statement ratios). perencanaan pengeluaran investasi yang baik dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dicapai. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak yang berkepentingan. Berdasarkan sumber datanya. misalnya current ratios. Dengan kedua laporan ini akan dapat ditentukan jumlah rasio dan selanjutnya rasio ini dapat digunakan untuk menilai aspek tertentu dari operasi perusahaan. apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih. Disamping itu. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisa prestasi operasi perusahaan. dimana menunjukkan kekayaan perusahaan. analisis rasio keuangan juga dapat dipergunakan sebagai kerangka kerja perencanaan dan pengendalian keuangan. yaitu angka-angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil dari laporan rugi laba. Laporan Rugi Laba. maka rasio keuangan dapat dibedakan atas tiga. yang tergolong dalam kategori ini adalah semua rasio yang datanya diambil atau 12 bersumber pada neraca. besarnya piutang yang cukup rasional.

Brigman dan Joel F. sales to fixed assest dan sebagainya. yaitu : Rasio Likuiditas. menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. mengelompokkan rasio keuangan menjadi: Rasio likuiditas. yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang berjangka pendek tepat pada waktunya. menunjukkkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuiditasi. Munawir (1999:31) rasio keuangan dikelompokkan menjadi empat kategori. dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dalam hubungannya dengan penjualan assets maupun laba bagi modal sendiri. yaitu : Rasio Likuiditas. serta kemampuan perusahaan untuk membayar deviden secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan. Houston (2001: 106). membagi rasio keuangan menjadi dua golongan. Rasio Stabilitas Usaha. Rasio Profitabilitas. Rasio aktifitas. menurut Agus Sartono (2001:114). Finansial letterage ratios. Menurut S. Rasio profitabilitas. Sedangkan menurut Eugene F. misalnya tingkat perputaran persediaan (inventory turnover). baik jangka pendek maupun jangka panjang. sales to inventory. menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. ialah semua angka rasio yang penyusunan datanya berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan rugi laba. . menunjukkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang segera harus dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat tagih.Rasio-rasio antara laporan (inter statement ratios). menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan assets untuk memperoleh penjualan. Ada berbagai pendapat tentang kategori rasio berdasarkan tujuan penganalisa dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk bagian dari kewajiban jangka panjang yang telah berubah menjadi kewajiban jangka pendek). Rasio Solvabilitas. menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutang-hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang-hutang tersebut tepat pada waktunya. tingkat perputaran piutang (account receivable).

berdasarkan data yang berasal dari neraca dan laba rugi. Pada umumnya rasio keuangan yang digunakan oleh penganalisa untuk menganalisa keadaan keuangan perusahan ada empat. Debit Rasio. Rasio Profitabilitas. yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan dan efektifitas manajemen dalam mengelolah sumber-sumber yang dimiliki. hutang dan modal perusahaan. Selanjutnya menurut Lukman Syamsuddin (2001:40) Finansial Rasio dapat dibagi kedalam tiga kelompok.untuk mengetahui kekuatan dan ancaman bagi perusahaan yang disebut analisa SWOT. Rasio profitabilitas e. Rasio aktivitas c. . diringkas dan kemudian disusun dalam suatu laporan keuangan. Dalam mengadakan analisa keuangan dengan analisa ratio tersebut diperlukan data dari perusahaan yang berupa laporan keuangan yaitu pertama. kita dapat menggunakan alat analisa keuangan yang dikenal dengan istilah ratio keuangan. yaitu : Rasio Likuiditas dan Aktifitas. Kedua adalah laporan rugi laba yang melaporkan pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk periode tertentu. maka perlu mengadakan pencatatan tentang kejadian-kejadian keuangannya. di mana pencatatan tersebut diklasifikasikan . Pengertian Rasio Solvabilitas Fattah (1998:37) memaparkan bahwa manajer keuangan dalam menjalankan fungsinya dengan baik tidak akan terlepas dari perencanaan. Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan usaha pada periode tertentu dimasa lalu. Untuk mengetahui analisa SWOT terhadap keuangan perusahaan. yaitu berdasarkan data yang berasal dari laporan laba rugi. Rasio likuiditas b. Rasio solvabilitas d. Ratio keuangan merupakan alat yang di nyatakan dalam artian relative maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu dengan yang lain dari satu laporan financial. yaitu : a. yaitu rasio yang dihitung berdasarkan data yang berasal dari neraca. dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan perusahaan. neraca yang memuat kekayaan.Rasio Aktivitas.

Adapun ratio solvabilitas adalah didasari dari perbandingan antara jumlah aktiva dengan jumlah utang. Pihak manajemen sangat berkepentingan atas analisa laporan keuangan dari perusahaan yang dipimpinnya. serta laporan perubahan modal. dan perhitungan laba/rugi. . Karena dengan mengetahui posisi keuangan perusahaan dan laba periode yang lalu.Pada umumnya laporan keuangan itu terdiri atas neraca. hutang dan modal perusahaan pada suatu periode tertentu Sedangkan laporan perubahan modal menunjukkan sumber dan penggunaan serta alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan. pihak manajemen dapat menilai hasil-hasil yang telah dicapai dan juga untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai masa yang akan dating. Menurut Riyanto (1998:67) mengemukakan bahwa Solvabilitas adalah dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya (baik jangka pendek maupun jangka panjang).maka setiap penambahan jumlah utang akan menurunkan tingkat solvabilitas. Neraca menggambarkan secara sistematis tentang harta.

Current Ratio = Hutang Lancar Aktiva Lancar-Persediaan 2. Untuk mengukur atau menilai pembuktian hipotesis pada bab terdahulu. data yang dapat dihitung atau data berupa angka-angka meliputi penjualan dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Koperasi dalam beberapa tahun dan Data kualitatif. maka penulis menggunakan metode analisis likuiditas menurut Lukas (2001: 365) sebagai berikut : Aktiva Lancar 1. Analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Cash Ratio = Hutang Lancar Adapun metode Untuk analisis solvabilitas didasarkan atas pendapat Bambang Riyanto sebagai berikut : Aktiva Solvabilitas = X 100 % Hutang . Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui wawancara dan observasi.BAB III METODE PENELITIAN Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Koperasi Al-Mukkarramah Desa Wara Kecamatan Kamanre di Kabupaten Luwu. data yang tidak dapat dihitung atau data yang bukan berupa angkaangka. Quick/Acid test Ratio = Hutang Lancar Kas 3.

maka Koperasi Al.Muakrramah menderita kerugian. Laporan keuangan ini disusun dan ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak – pihak lain yang berkepentingan pada Koperasi Al-Mukarramah.963. apabila hasil penjualan tersebut lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka Koperasi Al-Mukarramah mendapatkan keuntungan dan jika hasil penjualan lebih kecil dari total biaya yang dikeluarkan. Current Ratio = ––––––––––––– x 100 % Utang Lancar 134. Analisis ratio likuiditas pada Koperasi Al-Mukarramah sebagai berikut : Aktiva lancar a. Berikut ini akan disajikan laporan Keuangan Koperasi Al-Mukarramah dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007: Analisis Likuiditas Berdarkan pada data neraca dan laporan rugi/laba dari periode 2005 sampai denga periode 2007. Pada neraca memuat tentang aktiva kekayaan yang dimiliki oleh Koperasi Al-Mukarramah merupakan kelebihan aktiva atas hutang – hutang. Laporan keuangan akan nampak pada neraca dan laporan rugi/laba yang menggambarkan kondisi keuangan pada Koperasi Al-Mukarramah pada akhir tahun buku.BAB IV PEMBAHASAN Analisis Laporan keuangan Analisis Laporan keuangan merupakan hasil dari sekian banyak transaksi keuangan dalam aktivitas Koperasi Al-Mukarramah.145 = 114 % . Sementara itu laporan rugi/laba akan mempertimbangkan hasil yang diperoleh atas penjualan barang – barang atau jasa – jasa dan ongkos – ongkos yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan. Transaksi – transaksi dan peristiwa – peristiwa yang bersifat finansial dicatat. Laporan keuangan merupakan hasil dari tindakan peringkasan data keuangan Koperasi AlMukarramah.873 Tahun 2005 = x 100 % 117. maka dapat dibuat perhitungan.517. digolongkan diringkas dengan cara setepat – tepatnya dalam satuan uang dan kemudian diadakan penafsiran untuk berbagai tujuan.

963.517.875 – 0 Tahun 2006 = x 100% 181.645 = 103 % 135.943.187.095.145 = 114 % 187.000 = 112 % Quick Ratio atau aktiva lancar .873 – 0 Tahun 2005 = x 100% 117.943.persediaan Acid test ratio = x 100 % Utang lancar 134.645 = 103 % 135.017.097.875 Tahun 2006 = x 100 % 181.000 .873 Tahun 2007 = x 100 % 119.097.873 – 0 Tahun 2007 = x 100% 119.017.095.

000.00% 2. Current Ratio 2.500.= 112 % Kas + Bank c.000 Tahun 2007 = x 100 % 119.943.000 Tahun 2005 = x 100 % 117.00 % Berdasarkan hasil perhitungan dari analisis Ratio likuiditas pada Koperasi Al-Mukarramah Mulai tahun 2005 sampai dengan 2007.145 = 2.350.000 – 1. Quick Ratio atau acid test 2005 114% 2006 103% 2007 112% .963.645 = 2.400.000 = 3.095.000.000 + 1. Cash Ratio = x 100 % Utang lancar 2. maka tingkat perkembangan ratio likuiditas di atas dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 Perkembangn ratio likuiditas Koperasi Al-Mukarramah tahun 2005 sampai dengan 2007 Ratio likuiditas 1.000 Tahun 2006 = x 100 % 181.00 % 2.000 + 1.500.

963.00 yaitu dari 114% tahun 2005 menjadi 103% tahun 2006.00% 112% 3.ratio 3.075 Tahun 2006 = x 100 % 181.00 % dari tahun 2006 menjadi 3.797. Begitu juga dengan Quick Ratio turun sebesar 11.00 % dari tahun 2005.145 = 87 % 200. Sedangkan pada Cash Ratio naik sebesar 1.773 Tahun 2005 = x 100 % 117.875 Tahun 2007 = x 100 % . maka Jumlah Aktiva a.00% Sesuai dengan perkembangan ratio likuiditas pada Koperasi Al-Mukarramahpada tabel tersebut maka diuraikan sebagai berikut: Keadaan ratio likuiditas pada tahun 2005 sampai dengan 2007 umumnya berfluktuasi dimana pada Current ratio pada tahun 2005 sebesar 114 %. Cash Ratio Sumber : Data telah diolah 114% 2. Solvabilitas = ––––––––––––– x 100 % Jumlah Utang 134. dan pada tahun 2007 naik 9.00 % dari tahun 2006.00 % tahun 2007 C. Analisis Solvabilitas Berdasarkan perhitungan Ratio Solvabilitas Koperasi Al-Mukarramah untuk tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Berdasarkan laporan neraca pada tabel diatas.533.645 = 110 % 151. Pada tahun 2006 turun 11.095.417.00% 103% 2.

SUN. Jakarta : Perc. (2001). yang ditunjukkan pada tahun 2005 Current ratio sebesar 114 %. PT. Edisi Kedelapan. maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Dasar-dasar Manajemen Keuagan. dan pada tahun 2006 sebesar 103% dan pada tahun 2007 sebesar 112 %. (2001). Sedangkan pada Quick Ratio berfluktuasi sama halnya dengan Current ratio.000 = 126 % Tabel Perkembangan Ratio Solvabilitas Koperasi Al-Mukarramah tahun 2005 sampai dengan 2007 Tahun Ratio Solvabilitas Sumber : Data telah diolah 2005 87 % 2006 110 % 2007 126 % Dari tabel diatas. Birgman. Yogyakarta : UPP APM YKPN. maka dapat diketahui perkembangan tingkat Solvabilitas tahun 2005 sebesar 87 %. tahun 2006 terjadi peningkatan sekitar 23% dengan Ratio sebesar 110 % dan tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 16% dengan ratio sebesar 126% KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan. Dan pada cash ratio meningkat dari tahun ke tahun. Husnan.943.karena tidak ada persediaan. DAFTAR PUSTAKA Agnes Sawir. Eugene F and Houston.bahwa posisi likuiditas berfluktuasi . Suad dan Pudjiastuti. (1998). Enny. . Pertama. Jakarta : Erlangga. Sedangkan dari hasil analisis solvabilitas. pada tahun 2007. Joel F. Berdasarkan analisis rasio keuangan pada koperasi Al-Mukarramah. Cet. rasio solvabilitas dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 mengalami peningkatan yaitu 87 % pada tahun I 2005 menjadi 110 % pada tahun 2006. Manajemen Keuangan. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan. begitupula tahun 2007 naik dari 110 % tahun 2006 menjadi 126 % .119. Edisi Kedua.

(2001). Edisi Ketiga. (1995). Tetj. Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi. Martono. Bambang. (2001). Sartono. Edisi Keempat. Sartono. Cetakan Pertama. Agus. Edisi Keempat.Lukman. Heru Sutojo. (1996). Cetakan Kesepuluh. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta : Raja Grapindo Persada. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta : liberty Riyanto. Edisi Keempat. (2003) Manajemen Keuangan. Bambang (1998). Edisi Keempat. John M. Edisi Baru.Yogyakarta. Van horn. Yogyakarta : BPFE. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta : BPFE. Yogyakarta : BPFE. Riyanto. Manajemen Keuangan Perusahaan. Edisi Kesembilan. Agus. Jakarta : Salemba 4 . Syamsuddin. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan . Manajemen Keuangan. (1997). James and Wachowisz.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->