P. 1
Kelompok 3 Pendekatan CBSA Dan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran

Kelompok 3 Pendekatan CBSA Dan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran

|Views: 1,335|Likes:
Published by Richo Oktavian

More info:

Published by: Richo Oktavian on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

Pendekatan CBSA dan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran

untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Dr. H. Karyono Ibnu Ahmad / Ali Rachman, M.Pd.

disusun oleh :

Kelompok 3
1. Ahda Annisa 2. Syibtiyah 3. Hasnasari 4. Uliana Nur Anggraeni 5. Yasmin Khairina 6. Adirta Risandi 7. Riza Rahman A1A310002 A1A310003 A1A310005 A1A310036 A1A310042 A1A310040 A1A310026

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI (REGULER A) BANJARMASIN 2011

Bahkan dalam teori pengajaran. CBSA bukan disiplin ilmu atau dalam bahasa popular bukan “teori”. Hampir tidak pernah terjadi proses belajar tanpa adanya keaktifan individu atau siswa yang belajar. maka keaktifan belajar ada dalam skala 1 sampai 10. menulis. Dengan demikian hakikat CBSA pada dasarnya adalah cara atau usaha mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa dalam proses pengajaran. teknik. sedang. menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan . Siswa dipandang sebagai objek dan sekaligus sebagai subjek. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa CBSA menempatkan siswa sebagai inti dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam dunia pendidikan dan pengajaran CBSA bukanlah hal yang baru. Bentuk kegiatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran misalnya dari kegiatan fisik yang mudah diamati (seperti kegiatan membaca. keterampilan. CBSA adalah suatu proses kegiatan belajar mengajar yang subjek didiknya terlibat secara intelektual dan emosional sehingga ia betulbetul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajarnya yang berkaitan dengan pengetahuan. Sebagai konsep. memperagakan dan mengukur). Permasalahannya hanya terletak dalam kadar atau bobot keaktifan belajar siswa. Seandainya dibuat rentang skala keaktifan 0-10. hingga kegiatan psikis yang sulit diamati (seperti mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya. atau dengan kata lain disebutkan “teknologi”. dan ada pula keaktifan kategori tinggi. tidak ada skala nol betapapun kecilnya keaktifan tersebut. melainkan merupakan cara. CBSA merupakan konsekuensi logis dari pengajaran yang seharusnya. mendengarkan. sikap dan nilai. Pengertian Pendekatan CBSA Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) merupakan istilah yang bermakna sama dengan Student Active Learning (SAL).Pendekatan CBSA dan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran 1. Artinya merupakan tuntutan logis dari hakikat belajar dan hakikat mengajar. Ada keaktifan belajar kategori rendah.

maka peningkatan penerapan CBSA merupakan kebutuhan yang harus segera terpenuhi. pada saat siswa mengadakan latihanlatihan dalam pembentukan keterampilan. keterampilan dan sikap. . mereka lebih banyak menunggu sajian dari guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. menyimpulkan hasil eksperimen. 2. akan mengakibatkan sulit tercapainya tujuan pendidikan dasar yakni meletakkan dasar yang dapat dipakai sebagai batu loncatan untuk menggapai pendidikan yang lebih tinggi. baik intelektual maupun emosional. kegiatan tersebut harus menekankan pada keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan pembelajaran. menyebabkan siswa lebih banyak berperan dan terlibat secara pasif. tapi juga mengajarkan siswa dalam konteks belajar bagaimana belajar mencari. menemukan dan meresapkan pengetahuan. keaktifan dalam pendekatan CBSA berkaitan dengan keaktifan mental. Keterlibatan tersebut terjadi pada saat kegiatan kognitif dalam pencapaian atau perolehan pengetahuan. keterampilan serta sikap yang mereka butuhkan. meskipun untuk merealisasikannya diperlukan keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik. Dengan kata lain. Dalam proses pembelajaran. Rasionalisasi CBSA dalam Pembelajaran Walaupun telah lama kita menyadari bahwa belajar memerlukan keterlibatan secara aktif orang yang belajar. dan sewaktu siswa menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai. Namun demikian. Guru hendaknya tidak lagi mengajar sekedar sebagai kegiatan menyampaikan pengetahuan. dan membandingkan satu konsep dengan konsep lainnya).masalah. Bertolak dari pemikiran-pemikiran yang terkandung dalam konsepsi pendidikan seumur hidup dan konsepsi belajar serta kenyataan proses pembelajaran. Apabila kondisi ini terus terjadi. disampig kemampuan dan kemauan untuk belajar terus menerus sepanjang hayatnya. kenyataan masih menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Dominasi Guru dalam proses pembelajaran. masih tampak adanya kecenderungan meminimalkan peran dan keterlibatan siswa. keterampilan dan sikap kepada siswa.

Kadar CBSA bergantung dan dipengaruhi keaktifan siswa dalam merencanakan. melaksanakan. dan akan terjadi sebaliknya jika arah pembelajaran cenderung berorientasi kepada guru. Raka Joni (1980) adalah pembentukan manusia yang bukan hanya dapat menyesuaikan diri hidup didalam masyarakatnya. guru diharapkan bekerja secara profesional. serta lebih terampil dalam menggali. Kadar CBSA dalam Pembelajaran Kadar atau rentangan derajat ke-CBSA-an. 3. melainkan lebih dari itu. dengan pemikiran mengapa dan bagaimana menyelenggarakan kegiatan pembelajaran aktif.Penerapan CBSA dalam proses pembelajaran bertumpu pada sejumlah rasional. 1992). menurut T. mengajar secara sistematis. siswa diharapkan akan lebih mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang dimilikinya secara penuh. serta menilai proses dan hasil pembelajaran. Disisi lain. Secara umum. dengan penerapan CBSA. serta siswa diharapkan lebih terlatih untuk berprakarsa. mencari dan mengembangkan informasi yang bermakna baginya. Yang terpenting diantaranya ialah rasional yang berkaitan langsung dengan upaya perwujudan tujuan utuh pendidikan serta karakteristik manusia masyarakat dan masyarakat masa depan Indonesia yang dikehendaki. CBSA akan tampak lebih menunjukkan kadar yang tinggi apabila pembelajaran lebih berorientasi pada siswa. Dengan penerapan CBSA. esensi tujuan pendidikan. menyadari dan dapat menggunakan potensi sumber belajar yang terdapat di sekitarnya. yakni yang berorientasi pada guru dan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. terjadi sebagai akibat dari adanya kecenderungan peristiwa pembelajaran. tanggap dan dapat menyelesaikan masalah sehari-hari. mampu menyumbang bagi penyempurnaan masyarakat itu sendiri. berpikir secara teratur. Mc Keachie mengemukakan tujuh dimensi proses pembelajaran yang mengakibatkan terjadinya kadar ke-CBSA-an. (Raka Joni. menjelajah. yaitu : Partisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran Tekanan pada aspek afektif dalam belajar . kritis.

dimana guru mendapat balikan dari siswa. Lindgren mengemukakan empat kemungkinan interkasi pembelajaran. G S1 S2 S3 S4 Interaksi dua arah antara guru dan siswa. terutama yang membentuk interaksi antar siswa Kekompakan kelas Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan Jumlah waktu yang digunakan untuk menanggulangi masalah pribadi siswa.Partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. baik yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dengan pembelajaran. dan siswa saling berinteraksi satu dengan yang lain. guru bertindak sebagai penyampai pesan dan siswa penerima pesan. G S1 S2 S3 S4 Interaksi dua arah antara guru dan siswa. G S1 S2 S3 S4 . Yamamoto mengungkapkan bahwa proses pembelajaran yang optimal terjadi apabila siswa yang belajar maupun guru yang mengajar memiliki kesadaran dan kesengajaan terlibat dalam proses pembelajaran. sehingga akan memunculkan berbagai interaksi pembelajaran. dimana guru mendapatkan balikan dari siswa. yaitu : Interaksi satu arah.

G S1 S4 S2 S3 Raka Joni (1992: 19-20). Pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kreativitas siswa. 4. Penilaian dilaksanakan untuk mengamati dan mengukur tingkat kemajuan siswa. keinginan. tapi untuk mengembangkan kemampuan siswa secara utuh dan seimbang.Interaksi optimal antara guru dengan siswa dan antara semua siswa. Rambu-rambu Penyelenggaraan CBSA Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah gejala-gejala yang tampak seharusnya pada perilaku siswa dan guru baik dalam program maupun proses pembelajaran. dan dorongan-dorongan yang ada pada dirinya Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran Keingintahuan yang ada pada diri siswa Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa Kuantitas dan kualitas uasaha yang dilakukan guru dalam membina dan membina keaktifan siswa Kualitas guru sebagai inovator dan fasilitator . mengungkapkan bahwa sekolah yang ber-CBSA dengan baik mempunyai karakteristik sebagai berikut: Pembelajaran yang dilakukan lebih berpusat pada siswa. Tujuan kegiatan tidak hanya sekedar mengejar standar akademis. Guru adalah pembimbing dalam terjadinya pengalaman belajar.Rambu-rambu yang dimaksud adalah Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat.

pemikiran CBSA tercermin dalam rumusan isi satuan pelajaran sebab satuan pelajaran pada hakikatnya adalah rencana atau proyeksi tindakan yang akan dilakukan oleh guru pada waktu mengajar. sehingga menuntut siswa mencurahkan . Demikian pula dalam penilaian guru hendaknya menyusun sejumlah pertanyaan yang problematik. bahan pengajaran. Metode mengajar dan alat bantu pengajaran diusahakan dan dipilih oleh guru agar mennumbuhkan belajar bagi siswa. Dimulai dari merumuskan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). dan penilaian. Penerapan CBSA Proses belajar-mengajar terdiri dari dua tahapan. dan kegiatan belajar mandiri atau perorangan. guru yang akan mengajar dengan penekanan CBSA harus memikirkan hal-hal apa yang akan dilakukan serta menuangkan secara tertulis ke dalam satuan pelajaran. Sedangkan tahap pelaksanaan proses belajar-mengajar adalah pelaksanaan satuan pelajaran pada saat praktek pengajaran. guru harus memberikan peluang bahwa pencapaian tujuan tersebut menuntut kegiatan belajar siswa yang optimal. metode dan alat bantu mengajar. Dengan demikian. yakni interaksi interaksi guru dengan siswa pada saat pengajaran itu berlangsung. Merumuskan bahan pelajaran harus diatur agar menantang siswa aktif mempelajarinya. kegiatan belajar siswa.Tingkat sikap guru yang tidak mendominasi dalam proses pembelajaran Kuantitas dan kualitas metode dan media yang dimanfaatkan para guru dalam proses pembelajaran Keterikatan guru terhadap program pembelajaran Variasi interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran Kegiatan dan kegembiraan siswa dalam belajar 5. Tahapan pertama adalah perencanaan dan tahapan kedua adalah pelaksanaan termasuk penilaian. yakni dalam satuan pelajaran dan dalam praktek pengajaran. Kegiatan belajar siswa ditetapkan dan diurutkan secara sistematis sehingga memberi peluang adanya kegiatan belajar bersama. Perencanaan proses belajar-mengajar berwujud dalam bentuk satuan pelajaran yang berisi rumusan tujuan pengajaran (tujuan instruksional). kegiatan belajar kelompok. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) harus tercermin dalam kedua hal di atas. Dalam suatu pelajaran.

b. tetapi lebih banyak memberikan rangsangan berpikir kepada siswa untuk memecahkan masalah. wujudnya tidak lain adalah tindakan guru mengajar siswa. Penetapan kegiatan belajar tersebut diatur oleh guru secara sistematis dan terencana. bukan sekedar rencana di atas kertas. Guru menyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi siswa. Sudah barang tentu pemikiran-pemikiran yang telah dituangkan ke dalam satuan pelajaran harus secara konsekuen dipraktekkan pada waktu guru mengajar.pemikirannya secara optimal. Dengan berpedoman kepada satuan pelajaran yang telah dibuat. d. alat bantu pengajaran. melainkan merupakan bagian penting dari praktek pengajaran agar diperoleh hasil belajar siswa yang optimal. Praktek pengajaran tersebut atau pelaksanaan satuan pelajaran yang telah dibuat. sumber manusia. berbagai media yang diperlukan. bisa sumber tertulis. kalau perlu berikan tugas-tugas yang harus dikerjakan di kelas ataupun dirumah. misalnya murid itu sendiri menjelaskan permasalahan kepada murid lainnya. ada kegiatan yang sifatnya bersamasama dilakukan oleh semua siswa. guru harus menciptakan lingkungan belajar yang mendorong semua siswa aktif melakukan kegiatan belajar secara nyata. Oleh sebab itu. yakni: a. peranan satuan pelajaran dalam proses mengajar yang menekankan CBSA bukan semata-mata tuntutan administrasi guru. c. Kegiatan belajar siswa bervariasi. yakni adanya interaksi antara guru dengan siswa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Situasi kelas merangsang siswa melakukan kegiatan belajar secara bebas. Ada beberapa ciri yang harus tampak dalam proses belajar tersebut. . dan ada pula kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh setiap siswa secara mandiri. Guru tidak mendominasi pembicaraan. tetapi terkendali. termasuk guru sendiri sebagai sumber belajar. ada kegiatan belajar yang dilakukan secara kelompok dalam bentuk diskusi.

dan tidak diperkenankan membunuh. emosional. mengurangi atau menekan pendapat siswa di depan siswa lainnya. i. Rasionalisasi Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pengajaran Kegiatan pembelajaran dimaksudkan agar tercipta kondisi yang memungkinkan terjadinya belajar pada diri siswa. tetapi juga dilihat dan diukur dari segi proses belajar yang dilakukan oleh siswa. Tujuan pokok penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di sekolah secara operasional adalah membelajarkan siswa agar mampu memproses dan memperoleh pengetahuan. Guru menempatkan diri sebagai pembimbing semua siswa yang memerlukan bantuan manakala mereka menghadapi persoalan belajar. dapat diidentifikasi dua aspek penting yaitu aspek hasil belajar yakni perubahan perilaku pada diri siswa. f. tetapi sewaktu-waktu dapat diubah sesuai dengan kebutuhan siswa. keterampilan dan sikap bagi dirinya sendiri. baik yang diajukan kepada guru maupun kepada siswa lainnya dalam pemecahan masalah belajar. Situasi dan kondisi kelas tidak kaku terikat dengan susunan yang mati. bukan hubungan pimpinan dengan bawahan. Bertolak dari hal ini hal-hal pokok yang hendaknya menjadi pengalaman siswa adalah berupa cara-cara penting untuk memproses dan memperoleh pengetahuan. Belajar tidak hanya dilihat dan diukur dari segi hasil yang dicapai siswa. h. Dalam suatu kegiatan pembelajaran dapat dikatakan terjadi belajar. dan fisik pada diri siswa. apabila terjadi proses perubahan perilaku pada diri siswa sebagai hasil dari suatu pengalaman. g. Guru senantiasa menghargai pendapat siswa. 6. Guru bahkan harus mendorong siswa agar selalu mengajukan pendapatnya secara bebas. dan aspek proses belajar.e. yakni sejumlah pengalaman intelektual. . Adanya keberanian siswa mengajukan pendapatnya melalui pertanyaan atau pernyataan gagasannya. Hubungan guru dengan siswa sifatnya harus mencerminkan hubungan manusiawi bagaikan hubungan bapak-anak. Dari jabaran kegiatan pembelajaran tersebut. terlepas dari benar atau salah. Pendekatan Keterampilan Proses Sebagai Bagian dari CBSA a.

nilai rendah. Premis kedua mengungkapkan bahwa guru merupakan “motor penggerak” yang membuat siswa terus menerus belajar. timbul tindakan yang mengkondisikan adanya ancaman tidak naik kelas. Untuk mengatasi hal ini perlu pengembangan keterampilan memperoleh dan memproses semua fakta. hal ini disebabkan siswa hanya sebagai objek kegiatan. yang didasarkan pada :  Percepatan perubahan iptek yang tidak memungkinkan bagi guru bertindak sebagai satu-satunya orang yang menyalurkan semua fakta dan teori-teori. Pengertian Pendekatan Keterampilan Proses dan Keterkaitannya dengan CBSA Pendekatan Keterampilan proses adalah wahana pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual. konsep dan prinsip pada diri siswa. dan fisik dibutuhkan agar didapatkan hasil belajar yang optimal. Premis pertama mengungkapkan bahwa siswa belajar sesuatu bukan karena hal yang dipelajari menarik atau menyenangkan baginya. Berdasarkan premis ini. b. sosial. dan sikap yang menjadi kebutuhannya. hukuman. Kegiatan pengajaran seringkali didasarkan pada dua premis yang terkadang diungkapkan secara jelas. Penyelenggaraan pembelajaran ideal seperti itu seringkali tidak terwujud dalam realitasnya di sekolah. agar siswa rajin belajar. Adanya dua premis tersebut mengakibatkan kegiatan pembelajaran cenderung menjadi kegiatan “penjajahan” daripada sebagai “pemanusiaan”. Lalu apa yang harus dilakukan sekolah untuk mengidealkan kegiatan dan realitas pembelajaran? Jawabannya adalah penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP).keterampilan. dan fisik yang bersumber . tetapi siswa belajar hanya ingin menghindarkan diri dari ketidaksenangan jika ia tidak belajar. emosional.  Pengalaman intelektual. dll..  Penanaman sikap dan nilai pencarian kebenaran ilmu. dari pihak siswa tidak ada inisiatif belajar sendiri. Siswa seringkali dipandang sebagai “botol kosong” yang harus diisi oleh guru dengan air pengetahuan.

dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa. Mengamati bersifat kualitatif apabila dalam pelaksanaannya hanya menggunakan panca indera untuk memperoleh informasi.  Proses pengajaran yang berlangsung memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan tidak sekedar mendengar cerita atau penjelasan guru mengenai sesuatu ilmu pengetahuan. Dimyati dan Mudjiono (1999) menyimpulkan bahwa :  Pendekatan keterampilan proses memberikan kepada siswa pengertian yang tepat tentang hakikat ilmu pengetahuan. hubungan antara CBSA dan PKP sangat erat dan berinteraksi secara timbal balik. Mengamati bersifat kuantitatif apabila dalam pelaksanaannya selain menggunakan panca indera juga menggunakan peralatan lain yang memberikan informasi khusus dan tepat. baik sebagai proses ataupun sebagai produk ilmu pengetahuan sekaligus.  Pendekatan keterampilan proses mengantarkan siswa untuk belajar ilmu pengetahuan. c. Contohnya menentukan warna (penglihatan). membedakan bau jahe dan bau lengkuas (penciuman). Siswa dapat mengalami rangsangan ilmu pengetahuan dan dapat lebih baik mengerti fakta dan konsep ilmu pengetahuan. Pendekatan keterampilan proses dapat dikatakan merupakan perwujudan dari upaya pembelajaran melalui CBSA. menentukan kasar halus objek (peraba). Jenis-jenis Keterampilan dalam Keterampilan Proses  Keterampilan-keterampilan Dasar (Basic Skills). Contoh kegiatan . terdiri dari : (1) Mengamati (observasi) Dua sifat observasi yakni sifat kualitatif dan sifat kuantitatif. Oleh karena itu. mengenali suara jangkrik (pendengaran). Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan keterampilan proses menekankan pada upaya membelajarkan siswa bagaimana belajar. membandingkan rasa manis gula dengan sakarin (pengecap). Justru di sisi lain siswa merasa berbahagia dengan peran aktifnya di dalam proses pengajaran.

Contohnya mengukur panjang garis. visual atau suara dan visual sekaligus. atau hubungan antara fakta. dll. Contoh kegiatan mendiskusikan masalah. konsep. konsep dan prinsip dalam ilmu pengetahuan. Contohnya mengklasifikasikan makhluk hidup selain manusia menjadi dua kelompok : binatang dan tumbuhan. Misalnya. dll. dan prinsip. dan prinsip . mengukur berat badan. (3) Mengomunikasikan Mengomunikasikan dapat diartikan sebagai keterampilan menyampaikan dan memperoleh fakta. berdasarkan perkiraan pada pola atau kecenderungan tertentu. memprediksi cuaca pada hari tertentu. konsep. (4) Mengukur Mengukur adalah kegiatan membandingkan objek yang diukur dengan satuan ukuran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. sehingga didapatkan golongan/kelompok sejenis dari objek peristiwa yang dimaksud. dan membedakan luas daerah satu dengan daerah lainnya. mengukur temperatur kamar. membuat laporan. menentukan suhu air mendidihdengan bantuan termometer.mengamati yang bersifat kuantitatif adalah menghitung panjang ruang kelas dengan satuan ukuran meter. (5) Memprediksi Memprediksi adalah kegiatan mengantisipasi atau membuat ramalan tentang segala hal yang akan terjadi pada waktu mendatang. (6) Menyimpulkan Menyimpulkan adalah keterampilan untuk memutuskan keadaan suatu objek atau peristiwa berdasarkan fakta. imu pengetahuan dalam bentuk suara. membaca peta. (2) Mengklasifikasikan Mengklasifikasikan memilah berbagai merupakan objek keterampilan proses untuk peristiwa berdasarkan sifat-sifat khususnya.

prediksi. Untuk keterampilan dasar akni observasi. Penerapan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Penerapan PKP dalam pembelajaran merupakan hal yang harus dilaksanakan oleh setiap guru dalam pembelajarannya. Dalam pembelajaran di SMP maupun SMA atau SMK. menyimpulkan dan mengomunikasikan. Selain itu kita perlu menyadari bahwa dalam suatu kegiatan pembelajaran. pengembangannya tidak berhenti hanya pada jenjang Sekolah Dasar. siswa dapat menyimpulkan bahwa lilin dapat menyala apabila ada oksigen.  Keterampilan-keterampilan Terintegrasi (Integrated Skills) (1) Mengenali variabel (2) Membuat tabel data (3) Membuat grafik (4) Menggambarkan hubungan antar variabel (5) Mengumpulkan dan mengolah data (6) Menganalisis penelitian (7) Menyusun hipotesis (8) Mendefinisikan variabel (9) Merancang penelitian (10) Bereksperimen d. dapat terjadi pengembangan lebih dari satu macam keterampilan proses. berdasarkan pengamatan diketahui bahwa api lilin mati setelah ditutup dengan gelas rapat-rapat. yang siswa sudah mampu melakukannya. Misalnya. kita perlu mempertimbangkan dan memperhatikan karakteristik siswa dan karakteristik mata pelajaran/bidang studi. Untuk dapat menerapkan PKP.yang diketahui. Mengingat . Namun tidak lagi diperlukan uraian teorinya bagi siswa SMP dan SMA atau SMK. SMA dan SMK. penerapan pengembangan keterampilan dasar tetap dilakukan. mengukur. memerlukan pembahasan teoritis tentang masing-masing keterampilan terintegrasi yang membantu memudahkan siswa mempraktekannya. klasifikasi. Penerapan keterampilan terintegrasi PKP dalam pembelajaran jenjang SMP.

mengklasifikasikan.karena hal ini hanya akan menyulitkan pemahaman siswa tersebut. sebelum satu keterampilan dikuasai oleh siswa. memprediksi. membuat tabel data. mendefinisikan variabel. Pendekatan keterampilan proses dapat dikatakan merupakan perwujudan dari upaya pembelajaran melalui CBSA. hubungan antara CBSA dan PKP sangat erat dan berinteraksi secara timbal balik.keterampilan terintegrasi dalam PKP merupakan keterampilan melaksanakan suatu kegiatan penelitian. mengukur. Kesimpulan : CBSA adalah suatu proses kegiatan belajar mengajar yang subjek didiknya terlibat secara intelektual dan emosional sehingga ia betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajarnya yang berkaitan dengan pengetahuan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan keterampilan proses menekankan pada upaya membelajarkan siswa bagaimana belajar. keterampilan. maka penerapan dalam pembelajaran hendaknya dilakukan dengan urutan hierarkis. Oleh karena itu. mengumpulkan dan mengolah data. mengomunikasikan. menganalisis penelitian. menyusun hipotesis. CBSA menempatkan siswa sebagai inti dalam kegiatan belajar mengajar. bereksperimen). membuat grafik. Siswa dipandang sebagai objek dan sekaligus sebagai subjek. menggambarkan hubungan antar variabel. Dengan kata lain. menyimpulkan) dan keterampilan terintegrasi (mengenali variabel. Keterampilan ini berupa keterampilan dasar (mengamati/observasi. . sikap dan nilai. jangan langsung berpindah kepada keterampilan lainnya. merancang penelitian.

49 WITA Purwanto.blogspot. 2006. Jakarta: Rineka Cipta Djamarah. Guru & anak didik dalam interaksi edukatif. Jakarta : Rineka Cipta http://tugaskuliah-ilham. Bumi Aksara . Belajar dan Pembelajaran.Daftar Pustaka Dimyati dan Mudjiono. 2000. Jakarta: Rineka Cipta Uno. Teknik belajar mengajar dalam CBSA. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sriyono.com201103cara-belajar-siswa-aktif-cbsadan. 2006.html. Ngalim. Jakarta. Hamzah B. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. 2009. (on line) diakses 29 September 2011 pukul 19. dkk. 1992. Syaiful Bahri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->