P. 1
baduy

baduy

|Views: 89|Likes:
Published by Stimco All

More info:

Published by: Stimco All on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

SUKU BADUY

Nama : Dennis Dwi P (05) Terry Adi P (17) Tri Susanto (18) Zikri Ari Y (20) Abdul Majid N (22)

SMA N 3 BANTUL TAHUN 2012

tenun dan sebagian kecil .SUKU BADUY Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak. Mata Pencaharian Hidup Suku Baduy Mata pencarian masyarakat Baduy yang paling utama adalah bercocok tanam padi huma dan berkebun serta membuat kerajinan koja atau tas dari kulit kayu. Populasi mereka sekitar 5. dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto.000 hingga 8. Banten. mengolah gula aren.000 orang.

karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. serta madu hutan. dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja. sehingga adat-istiadat. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia. walaupun sejak era Suharto pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidupmereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka. merupakan suatu lading suci bagi mereka yang berpemukiman dalam. Selain itu mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual buahbuahan yang mereka dapatkan di hutan seperti durian dan asam keranji. Huma penamping merupakan ladang yang dikerjakan oleh orang Baduy diluar kawasan tradisional. Mereka secara mandiri dengan cara bercocok tanam dan . Ada 4 jenis lading untuk padi gogo yaitu Huma serang. Kesenian Suku Baduy Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kehidupan orang Baduy berpenghasilan dari pertanian.telah mengenal berdagang. mayoritas orang Kanekes tidak dapat membaca atau menulis menggambar. walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Bahkan hingga hari ini. Akibatnya. kepercayaan/agama. orang Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut. dimulai pada bulan kaampat kalender Baduy yang dimulai dengan kegiatan nyacar yakni membersihkan semua belukar untuk menyiapkan ladang. Bahasa Suku Baduy Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek Sunda–Banten. Orang Kanekes Dalam tidak mengenal budaya tulis. masyarakat yang memiliki konsep inti kesederhanaan ini belum pernah mengharapkan bantuan dari luar. Orang Kanekes tidak mengenal sekolah. Huma tangtu merupakan lading yang dikerjakan oleh orang Baduy Dalam yang meliputi Huma tuladan atau huma jaro.

Selain itu mereka menjual hasil kerajinan seperti Koja dan Jarog(tas yang terbuat dari kulit kayu). Sistem Pengetahuan Suku Baduy Sistem pengetahuan orang Baduy adalah Pikukuh yaitu memegang teguh segala perangkat peraturan yang diturunkan oleh leluhurnya. adalah peninggalan sejarah dan prasejarah yang tertinggal sebagai bukti terkuat. Seni Ukir Batik. Dalam melaksanakan upacara tertentu. kemungkinan bahwa budaya lama telah banyak digantikan dengan budaya baru menandakan sebetulnya budaya sangat relatif dan adaptif di lingkungan Suku Baduy. Jadi sebetulnya orang Baduy sangat informasional sekali sebetulnya. ikat kepala. parang dan berburu. tata krama. tahu banyak informasi. Seni Musik (Lagu daerah yaitu Cikarileu dan Kidung ( pantun) yang digunakan dalam acara pernikahan). baju. Alat musik (Angklung Buhun dalam acara menanan padi dan alat musik kecapi) 3. orang Baduy memiliki tingkat toleransi. Sebagai penutup dan catatan penulis. terutama Baduy luar. dan teknik bertani yang diwariskan oleh leluhurnya. jiwa social. . Hal ini ditunjang karena kegemaran sebagai orang rawayan(pengembara). Dalam hal pengetahuan ini. masyarakat Baduy menggunakan kesenian untuk memeriahkannya. Namun. Dalam pendidikan modern orang Baduy masih tertinggal jauh namun mereka belajar secara otodidak. celana. sarung. golok. tenunan berupa selendang. Adapun keseniannya yaitu: 1. 2. bahwa mereka termasuk komunitas masyarakat yang tertua di Banten. sebagai pelengkap yang lebih akurat dibandingkan foklore (cerita rakyat) dan narasumber lainnya.berladang.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Baduy menurut kepercayaan sunda wiwitan: 1. Yang mana kepercayaan ini meyakini akan adanya Allah sebagai “Guriang Mangtua” atau disebut pencipta alam semesta dan melaksanakan kehidupan sesuai ajaran Nabi Adam sebagai leluhur yang mewarisi kepercayaan turunan ini. 2. . 4. 2. Kelahiran yang dilakukan melalui urutan kegiatan yaitu: 1. dan Katiga. setelah melaksanakan puasa selama 3 bulan. Upacara ngalaksa yaitu upacara besar yang dilakukan sebagain uacapan syukur atas terlewatinya bulan-bulan kawalu. Upacara menanam padi dilakukan dengan diiringi angklung buhun sebagai penghormatan kepada dewi sri lambing kemakmuran.tembok. Saat bayi itu lahir akan dibawa ke dukun atau paraji untiuk dijampi-jampi. pola kehidupan sehari-hari.Karo.Sistem Religi (Kepercayaan) Suku Baduy Suku Baduy yang merupakan suku tradisional di Provinsi Banten hampir mayoritasnya mengakui kepercayaan sunda wiwitan. Seba yaitu berkunjung ke pemerintahan daerah atau pusat yang bertujuan merapatkan tali silaturahmi antara masyarakat baduy dengan pemerintah. Kendit yaitu upacara 7 bulanan ibu yang sedang hamil.mobildll. Ngalaksa atau yang bsering disebut lebaran. dengan melalui hidup yang mengagungkan kesederhanaan (tidak bermewah-mewah) seperti tidak mengunakanlistrik. 3. Kepercayaan sunda wiwitan berorientasi pada bagaimana menjalani kehidupan yang mengandung ibadah dalam berperilaku.langkah dan ucapan. Upacara Kawalu yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan kawalu yang dianggap suci dimana pada bulan kawalu masyarakat baduy melaksanakan ibadah puasa selama 3 bulan yaitu bulan Kasa. dan merupakan bentuk penghargaan dari masyarakat baduy. 5.

Adapun mengenai mahar atau seserahan yakni sirih. khitanan dan pemberian nama oleh dukun(kokolot) yuang didapat dari bermimpi dengan mengorbankan ayam. dan kain poleng. uang semampunya. . Upacara Angiran yang dilakukan pada hari ke 40 setelah kelahiran. 6. 4. 5. Akikah yaiotu dilakukannya cukuran. dilakukan berdasarkan perjodohan dan dilakukan oleh dukun atau kokolot menurut lembaga adat (Tangkesan) sedangkan Naib sebagai penghulunya.3. Setelah 7 hari setelah kelahiran maka akan diadakan acara perehan atau selametan. Perkawinan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->