Permasalahan Kapitalisasi Aset Tetap Pada Instansi Pemerintah

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah SPKN Dosen : Dr. Nunuy Nur Afiah, SE., M.Si., Ak.

Disusun Oleh:

Harri Mustari
NPM 120620110021 Angkatan 22

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN APRIL 2012

1

Permasalahan Kapitalisasi Aset Tetap Pada Instansi Pemerintah Pendahuluan Aset daerah merupakan sumber daya penting bagi pemerintah daerah sebagai penopang utama pendapatan asli daerah. penerimaan. Dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). penting bagi pemerintah daerah untuk dapat mengelola aset secara memadai. Manajemen Aset Pemerintah Daerah Asset (Aset) adalah barang. Bahkan banyak laporan pemerintah daerah yang memperoleh opini yang belum baik (belum WTP) yang disebabkan permasalahan pada aset tetap. badan usaha atau individu perorangan. pemindahtanganan. pengawasan dan pengendalian. Oleh karena itu. yang tercakup dalam aktiva/kekayaan atau harta kekayaan dari suatu instansi. baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (Intangible). penatausahaan. yang dalam pengertian hukum disebut benda. 2 . pengamanan dan pemeliharaan. Dalam pengelolaan aset. penilaian. masih banyak catatan yang diberikan terkait dengan pengelolaan aset tetap. penghapusan. pemerintah daerah harus menggunakan pertimbangan aspek perencanaan kebutuhan dan penganggaran. Penerapan manajemen aset yang baik khususnya terhadap aset tetap mutlak harus dilakukan oleh setiap pemerintah daerah. penggunaan. 1. Hal itu bertujuan agar setiap aset tetap yang diperoleh dan dikelola oleh pemerintah daerah dapat optimal digunakan sebagai sarana pelayanan publik bahkan dapat mendukung usaha peningkatan pendapatan daerah dan pada akhirnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. penyimpanan dan penyaluran. pembiayaan dan tuntutan ganti rugi agar aset daerah mampu memberikan kontribusi optimal bagi pemerintah daerah yang bersangkutan. pemanfaatan atau penggunaan. organisasi. yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak. kita masih sering menjumpai pemerintah daerah yang belum mengelola asetnya terlebih aset tetap secara memadai. pembinaan. Pada kenyataannya. pengadaan.

yang dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah yang berkelanjutan dan yang memerlukan pengaturan pemerintah daerah dalam pemanfaatannya serta pemeliharaannya. 2) Barang sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a.1 Tahun 2004 yang dimaksud dengan Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. bahan tambang/galian C dan sebagainya. Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian /kontrak c.Berdasarkan Undang-undang No. Adapun pengertian Aset yang ditemui dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Keputusan Menteri Keuangan mempunyai pengertian yang sama yaitu semua Barang yang dibeli atau yang diperoleh atas beban APBN/APBD atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undang-undang d. adalah sebagai berikut : 1) Barang milik daerah meliputi: a. cagar alam. kita tidak terlepas dari siklus pengelolaan barang yang dimulai dari perencanaannya sampai penghapusan barang 3 . Barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD. b. Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis b. Pengertian mengenai Barang Milik Daerah berdasarkan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006. cagar budaya. objek wisata. Manajemen Aset Jika berbicara tentang manajemen aset secara umum. Oleh sebab itu secara umum yang dimaksud dengan aset pemerintah daerah adalah: 1) Semua barang inventaris yang dimiliki pemerintah daerah 2) Semua barang hasil kegiatan proyek APBD/APBN/LOAN yang telah diserahkan pada Pemerintah daerah melalui Dinas/Instansi terkait 3) Semua barang yang secara hukum dikuasai oleh pemerintah daerah seperti.

penyimpanan dan penyaluran 4) Penggunaan 5) Penatausahaan 6) Pemanfaatan 7) Pengamanan dan pemeliharaan 8) Penilaian 9) Penghapusan 10)Pemindahtanganan 11)Pembinaan. sedangkan dalam pengertian yang umum di masyarakat Pegawai Negeri Sipil lebih dikenal dengan manajemen barang atau manajemen material yang lebih bertitik tujuan bagaimana mengelola barang inventaris sehingga terpenuhi persyaratan optimal bagi pelayanan tugas dan fungsi instansinya. dia sebetulnya adalah manajer/pengelola terhadap barang yang dibawah kontrolnya dan tentu saja dia sangat menghayati siklus pengelolaan barang tesebut diatas. Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 Pasal 4 ayat 2 telah menyatakan bahwa pengelolaan barang daerah meliputi: 1) Perencanaan kebutuhan dan penganggaran 2) Pengadaan 3) Penerimaan. pencatatan nilai aset dalam neraca tahunan daerah. pemanfaatan aset. maupun dalam penyusunan prioritas dalam pembangunan.tersebut. dan 13)Tuntutan ganti rugi. Manajemen aset sebetulnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Manajemen Keuangan dan secara umum terkait dengan adiministrasi pembanguanan daerah khususnya yang berkaitan dengan nilai aset. Tujuan Manajemen Aset kedepan diarahkan untuk menjamin pengembangan kapasitas yang berkelanjutan dari pemerintahan daerah. maka dituntut agar dapat mengembangkan atau mengoptimalkan 4 pemanfaatan aset daerah guna . Untuk itu sebagai seorang Pengurus barang pada suatu Satuan Kerja Perangkat Daerah. pengawasan dan pengendalian 12)Pembiayaan.

Pengelolaan barang daerah adalah rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah yang meliputi. penatausahaan. Permasalahan pada Pengelolaan Aset Tetap Daerah Dari hasil audit yang telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan pada seluruh pemerintah daerah.meningkatkan/mendongkrak Pendapatan Asli Daerah. diukur atau ditimang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai. yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan guna mencapai pemenuhan persyaratan optimal bagi pelayanan tugas dan fungsi instansinya terhadap masyarakat. 17 Tahun 2007. 2. pengadaan. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut dimaksud dengan Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya yang sah. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan.17 Tahun 2007). penggunaan. penghapusan. pemindahtanganan. dihitung. Di dalam Lampirannya dijelaskan tentang pengertian barang milik daerah yaitu semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah. penerimaan penyimpanan dan penyaluran. perencanaan kebutuhan dan penganggaran. tuntutan ganti rugi (Pasal 4 ayat 2 Permendagri No. untuk itu telah dikeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. permasalahan pengelolaan aset tetap merupakan permasalahan yang selalu dijumpai. pembinaan pengawasan dan pengendalian. Secara umum permasalahan pengelolaan aset tetap adalah sebagai berikut: 1) Kepemilikan aset tetap 5 . Manajemen Aset Daerah Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi terhadap pengelolaan barang daerah perlu diatur pedoman kerjanya. pembiayaan dan. penilaian.

2) Pengadaan Aset Tetap Pengadaan aset tetap merupakan salah satu hal yang paling krusial dalam pengelolaan aset tetap. Selain itu masih ada aset tetap yang tidak tercantum dalan daftar aset tetap dan sebaliknya terdapat nama aset tetap dalam daftar namun barangnya tidak jelas keberadaannya. Terdapat beberapa pemerintah daerah yang serah terima aset tetap dari wilayah induk kepada daerah pemekaran baru tidak berjalan dengan baik. Pencatatan aset tetap oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan permasalahan yang sering ditemukan seperti pencatatan aset tetap pada laporan keuangan seringkali tidak sinkron dengan data aset tetap yang ada pada Kartu Inventaris Barang dan Kartu Ruangan. Seringkali suatu aset tetap yang dimiliki pemerintah daerah yang berasal dari hibah tidak didukung dengan Berita Acara serah terima. Masalah yang sering muncul diantaranya penetapan rekanan yang tidak sesuai ketentuan. Surat Keterangan Tanah dan bukti lainnya. dan pengadaan aset tetap yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Masalah administrasi ini yang paling banyak dijumpai di hampir setiap pemerintah daerah. Sehingga nilai aset tetap yang tercantum dalam neraca tidak sama dengan daftar aset tetap. masalah juga timbul pada suatu wilayah pemekaran baik kabupaten atau kota. aset tetap yang diadakan tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak. permasalahan sering terjadi pada aset tetap Tanah milik pemerintah daerah yang belum didukung bukti kepemilikan baik dalam bentuk Sertipikat.Dalam hal kepemilikan. 3) Penatausahaan Aset Tetap Penatausahaan aset tetap sangat terkait erat dengan administrasi atas pengelolaan aset tetap. 4) Penilaian aset tetap 6 . Sebagai contoh di Jawa Barat adalah permasalahan aset tetap antara Kabupaten dengan Kota Tasikmalaya. Permasalahan lainnya yaitu kepemilikan atas aset tetap yang berasal dari pihak lain seperti hibah. Bahkan tidak jarang kepala daerah yang terkena masalah hukum atas pelaksanaan pengadaan aset tetap. Terakhir. Banyak permasalahan yang muncul pada saat pengadaan aset tetap.

Setelah APBD ditetapkan. 7 .Penilaian aset tetap juga terkadang menjadi permasalahan yang terjadi pada pemerintah daerah. Hanya saja pencatatan aset tetap pada Kartu Invetanris Barang biasanya mengacu pada nilai kontrak/SPK atas aset tetap tersebut. 3. Adapun penerapan manajemen aset yang dapat diterapkan pada pemerintah daerah adalah sebagai berikut: 1) Perencanaan Kebutuhan Aset Tetap Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah setelah memperhatikan ketersediaan barang milik daerah yang ada dengan berpedoman pada standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah. disusun Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD). sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. Hanya saja perlu penerapan manajemen aset yang lebih komprehensif mulai dari perencanaan kebutuhan sampai dengan penggunaan dan penghapusannya. nilai perolehan aset tetap meliputi semua biaya-biaya yang dikeluarkan dalam memperoleh aset tetap sampai dapat dipergunakan. Selanjutnya nilai yang akan diakui secara akuntansi dalam laporan keuangan adalah nilai perolehan dengan menggunakan prinsip kapitalisasi. Dalam tahap ini dibuat Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing satuan kerja perangkat daerah sebagai bahan penyusunan Rencana APBD. Sehingga timbul perbedaan nilai aset tetap dalam laporan keuangan dengan rincian daftar aset tetap. Penerapan Manajemen Aset pada Pemerintah Daerah Secara umum pemerintah daerah sebenarnya telah berusaha untuk mengelola aset tetapnya dengan baik. Hal itu memang dipengaruhi prinsip kapitalisasi aset tetap yang memang diatur dalam standar akuntansi pemerintahan. Dengan konsep kapitalisasi tersebut.

Pemerintah Daerah dapat menerima barang dari Pihak Ketiga yang merupakan sumbangan. hibah. wakaf dan penyerahan dari masyarakat yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) dan disertai dengan dokumen kepemilikan/penguasaan yang sah untuk kemudian dicatat dalam Daftar Barang Milik Daerah. kemudian melaporkan kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan penggunaanya setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang Daerah. 3) Penerimaan Dan Penyaluran Aset Tetap Hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang yang melaksanakan tugas administrasi penerimaan barang milik daerah. penetapan status penggunaan dilakukan dengan ketentuan bahwa tanah dan/atau bangunan digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna. 4) Penggunaan Aset Tetap Pengguna melaporkan barang milik daerah yang diterima kepada pengelola disertai dengan usul penggunaannya dan selanjutnya pengelola meneliti usul penggunaan untuk ditetapkan status penggunaannya dengan Keputusan Kepala Daerah. Khusus untuk aset tetap tanah dan bangunan. Hasil pengadaan aset tetap diterima oleh Kepala SKPD. 8 . Terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah daerah yang telah direalisasikan dilakukan pemeriksaan oleh Panitia Pemeriksa Barang/Jasa Pemerintah Daerah.2) Pengadaan Aset Tetap Pengadaan barang/jasa pemerintah daerah dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Daerah yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Selanjutnya pengguna membuat laporan hasil pengadaan barang/jasa pemerintah daerah kepada Kepala Daerah melalui pengelola. dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan.

Pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib menyerahkan tanah dan/atau bangunan termasuk barang inventaris lainnya yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna dan/atau kuasa pengguna kepada Kepala Daerah melalui pengelola. Pengguna/Kuasa Pengguna menyimpan dokumen kepemilikan barang milik daerah selain tanah dan bangunan dan pengelola menyimpan seluruh dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah. Pengelola dan pengguna melaksanakan sensus barang milik daerah setiap 5 (lima) tahun sekali untuk menyusun Buku Inventaris dan Buku Induk Inventaris beserta rekapitulasi barang milik pemerintah daerah. Pengguna/kuasa pengguna menyusun laporan barang semesteran dan tahunan yang disampaikan kepada Kepala Daerah melalui pengelola dan selanjutnya laporan semesteran dan tahunan dihimpun menjadi Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) sebagai bahan untuk menyusun neraca Pemerintah Daerah. Pengguna yang tidak menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD bersangkutan kepada Kepala Daerah. Tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD. dicabut penetapan status penggunaannya dan dapat dialihkan kepada SKPD lainnya. Untuk memudahkan pendaftaran dan pencatatan serta pelaporan barang milik daerah secara akurat dan cepat sebaiknya mempergunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah. dikenakan sanksi berupa pembekuan dana pemeliharaan tanah dan/atau bangunan dimaksud. 9 . 5) Penatausahaan Aset Tetap Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang dan dimuat dalam Kartu Inventaris Barang.

Pengamanan administrasi meliputi kegiatan pembukuan. dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. Pengamanan hukum antara lain meliputi kegiatan melengkapi bukti status kepemilikan. c. Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan maupun selain tanah dan/atau bangunan yang tidak dipergunakan untuk menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD. Barang milik daerah berupa bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan harus dilengkapi dengan bukti kepemilikan atas nama Pemerintah Daerah. Bentuk-bentuk pemanfaatan atas aset tetap dapat berupa Sewa. inventarisasi.6) Pemanfaatan Aset Tetap Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan. Barang milik daerah dapat diasuransikan sesuai kemampuan keuangan daerah dan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 7) Pengamanan Dan Pemeliharaan Aset Tetap Pengamanan barang milik daerah meliputi: a. selain tanah dan/atau bangunan yang dipergunakan untuk menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD. dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan pengelola. b. Barang milik daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah daerah. Pengamanan fisik untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi barang. selain tanah dan bangunan dilakukan dengan cara penyimpanan dan pemeliharaan. Pengamanan fisik untuk tanah dan bangunan dilakukan dengan cara pemagaran dan pemasangan tanda batas. penurunan jumlah barang dan hilangnya barang. pelaporan dan penyimpanan dokumen kepemilikan. Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna. 10 . dan d. Pinjam Pakai. Kerjasama Pemanfaatan.

diperuntukkan bagi kepentingan umum.000. disumbangkan atau dihibahkan.000.000. harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran. c. Pemindahtanganan barang milik daerah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 9) Penghapusan Aset Tetap Penghapusan barang milik daerah dilakukan dalam hal barang milik daerah sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna dan/atau kuasa pengguna.5.Pembantu Pengelola. sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain. apabila: a. diperuntukkan bagi pegawai negeri. sudah beralih kepemilikannya. d. Namun untuk barang yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dilelang.00 (lima miliar rupiah). 8) Penilaian Aset Tetap pada Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penetapan nilai barang milik daerah dalam rangka penyusunan neraca Pemerintah Daerah dilakukan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). 10)Pemindahtanganan Pemindahtanganan dilakukan terhadap barang milik daerah yang sudah rusak dan tidak dapat dipergunakan. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan tidak memerlukan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. untuk tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp. Pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib membuat Daftar Hasil Pemeliharaan Barang dan melaporkan kepada Pengelola secara berkala. dan 11 . b. pengguna dan/atau kuasa pengguna bertanggung jawab atas pemeliharaan barang milik daerah yang ada di bawah penguasaannya dengan berpedoman (DKPBMD).

000. Pemindahtanganan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai sampai dengan Rp. penjualan kendaraan perorangan dinas pejabat negara.5. dan c. barang milik daerah lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola.e. b.00 (lima miliar rupiah). untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle. maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut: 1) Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dijual. Kesimpulan Dari penjelasan mengenai penerapan manajemen aset tetap pada suatu pemerintah daerah. 4.000. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis.000. dan c. penjualan rumah golongan III. Penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang. kecuali dalam hal-hal tertentu seperti : a. 11)Penjualan Penjualan barang milik daerah dilaksanakan dengan pertimbangan: a. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan 12 . dilakukan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. 2) Pengelolaan barang daerah meliputi: • • • • • • • Perencanaan kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. b. sebagai pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Surat Keterangan Tanah dan bukti lainnya. 4) Penilaian aset tetap 13 . Secara umum permasalahan pengelolaan aset tetap adalah sebagai berikut: 1) Kepemilikan aset tetap Dalam hal kepemilikan. 2) Pengadaan Aset Tetap Masalah yang sering muncul diantaranya penetapan rekanan yang tidak sesuai ketentuan.• • • • • • Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. Tujuan Manajemen Aset kedepan diarahkan untuk menjamin pengembangan kapasitas yang berkelanjutan dari pemerintahan daerah. permasalahan sering terjadi pada aset tetap Tanah milik pemerintah daerah yang belum didukung bukti kepemilikan baik dalam bentuk Sertipikat. 3) Penatausahaan Aset Tetap Penatausahaan aset tetap sangat terkait erat dengan administrasi atas pengelolaan aset tetap. dan pengadaan aset tetap yang tidak sesuai dengan kebutuhan. yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan guna mencapai pemenuhan persyaratan optimal bagi pelayanan tugas dan fungsi instansinya terhadap masyarakat. Pencatatan aset tetap oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan permasalahan yang sering ditemukan seperti pencatatan aset tetap pada laporan keuangan seringkali tidak sinkron dengan data aset tetap yang ada pada Kartu Inventaris Barang dan Kartu Ruangan. aset tetap yang diadakan tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan. dan Tuntutan ganti rugi. maka dituntut agar dapat mengembangkan atau mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah guna meningkatkan/mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.

manajemen aset yang memadai mutlak harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan mengacu pada Permendagri 17 Tahun 2006. Untuk memperbaiki permasalahan yang kerap kali terjadi.Penilaian aset tetap juga terkadang menjadi permasalahan yang terjadi pada pemerintah daerah yang dipengaruhi penerapan prinsip kapitalisasi aset tetap yang belum memadai. 14 .