P. 1
Askep Ibu Hamil Dgn Hipertensi

Askep Ibu Hamil Dgn Hipertensi

|Views: 1,493|Likes:
Published by Doni Virgus Sungkar

More info:

Published by: Doni Virgus Sungkar on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/13/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan “ Tekanan darah yang naik tiba-tiba pada usia kehamilan 20 minggu bisa jadi petunjuk awal adanya preeklamsia-eklamsia. Kalau tidak cepat ditangani bisa membayangkan jiwa sang ibu dan bayi” Pre eklamsia dan eklamsia merupakan faktor penyulit dalam proses persalinan. Pre eklamsia dan eklamsia sendiri merupakan satu kesatuan yang disebabkan oleh kehamilan, walaupun belum jelas apayang menjadi penyebab sebenarnya. Tingginya angka pre eklamsia merupakan faktor utama penyebab timbulnya eklamsia yang dapat mengancam hidup ibu bersalin. Tingginya angka kematian ibu bersalin sebagai akibat perkembangan dari pree eklamsia yang tidak terkontrol dan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tingginya angka kematian. Dari kasus persalinan yang dirawat di rumah sakit 3-5 % merupakan kasus preeklamsia dan eklamsia (Manuaba, 1998). Dari kasus tersebut 6% terjadi pada semua proses persalinan, 12 5 terjadi pada primigravida. Masih tingginya angka kejadian ini masih dapat dijadikan sebagai gambaran umum tingkat kesehatan ibu bersalin dan tingkat kesehatan masyarakat secara umum. Dengan pengaruh eklamsia yang keras terhadap tingginya angka kematian bulin, maka sudah selayaknya dilakukan untuk mencegah dan menangani kasuskasus pre eklamsia. Perawatan pada bulin dengan pre eklamsia merupakan salah satu usaha nyata yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya komplikasikomplikasi sebagai akibat lanjut dari eklamsia tersebut.

B. Tujuan (Umum & Khusus)
a. Tujuan Umum :   Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Reproduksi. Mengetahi cara pembuatan asuhan keperawatan klien Ibu Hamil dengan Hipertensi. b. Tujuan Khusus :   Mengetahui apa yang dimaksud dengan Askep Ibu Hamil Dengan Hipertensi Untuk mengetahui bagaimana proses tindakannya Askep dan bagaimana penatalaksanaan.

C. Manfaat 1. Penulis semakin terlatih dalam membuat makalah dan asuhan keperawatan. 2. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis khususnya tentang penyakit Hipertensi pada Ibu Hamil. 3. Dapat menambah referensi bagi pembaca tentang tentang konsep penyakit dan askep pada klien Ibu Hamil Dengan Hipertensi.

BAB II KONSEP TEORI

A. Definisi

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah lebih dari normal Hipertensi adalah keadaan dengan tekanan diastolic minimal 90 mmHg atau tekanan systolic 140 mmHg atau kenaikan tekanan diastolic minimal 30 mmHg atau kenaikan tekanan systolic 15 mmHg (Gery, 1995). Hipertensi adalah merupakan kenaikan nilai tekanan sistolik sebesar 30 mmHg atau lebih atau kenaikan tekanan diastolic sebesar 15 mmHg diatas nilai tekanan darah dasar ibu (Bobak, 2004). Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan systolic dan diastolic sampai mencapai atau melebihi 140/90 mmHg (Bobak, 2004). Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolong parah/berbahaya. Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia/ eklamsia dimasa

kehamilannya itu. 1. Pree-Eklamsia Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia (www.nurses-recruitment.blogspot.com) Pre eklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. (Sarwono, 2005) Pre eklamsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. (Mansyur, 2000)

Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Sebab bertambahnya frekuensi pada primigraviditas. Telah terdapat banyak teori yang mencoba menerangkan sebabmusabab penyakit tersebut. Eklamsia Eklamsia adalah suatu penyakit yang pada umumnya terjadi pada wanita hamil atau nifas dengan tanda-tanda pre eklamsia.    Congenital Kehamilan dengan Janin Besar Obesitas Apa yang menjadi penyebab preeclampsia dan eklampsia sampai sekarang belum diketahui.2. termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. 2005) Eklamsia adalah terjadinya kejang pada seorang wanita dengan pre eklamsia yang tidak dapt disebabkan oleh hal lain. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. akan tetapi tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. kelainan akut pada ibu hamil. Teori yang dapat diterima harus dapat menerangkan hal-hal berikut: 1. kehamilan ganda. 2005) B. Etiologi Pada dasarnya penyebabnya belum jelas diketahui Factor resiko yang terkait dengan perkembangan hipertensi pada ibu hamil :  Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon. (Maimunah. (sarwono. 2. dan mola hidatidosa. 2005) Eklamsia adalah pre eklamsia tang disertai kejang-kejang. hidramnion. . (Cunningham. Sebab bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan.

C. Tekanan darah juga meningkat 4-5 hari setelah persalinan. Kehamilan 8 minggu dan puncak 20-30 minggu. proteinuria. b. c. Kadar asam urat serum normal 2. Sebab jarangnya terjadi eklampsia pada kehamilan-kehamilan berikutnya. Tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Menderita hipertensi sebelum hamil atau usia kehamilan sebelum 20 minggu. d. Hipertensi Kronik a. Patofisiologi Secara fisiologis wanita hamil mengalami perubahan pada system kardiovaskuler yaitu pada kehamilan trimester dua terjadi penurunan tekanan sistolik rata-rata 5 mmHg dan tekanan diastolic 10 mmHg dan normal kembali pada trimester 3. 5. Klasifikasi Klasifikasi yang banyak dipakai di luar negri maupun di Indonesia antara lain :    Hipertensi kronis Preeklamasi dan eklamasi Hipertensi transian D. terjadi peningkatan aktivitas system rennin angiotensis. Manifestasi Klinis 1. kejang. Volume darah meningkat sebesar 40%. terjadi pertahnan perier bawah pada usia trimester pertama. Tidak ada proteinuria. E. Preeklamsi dan Eklamasi . 4. dan koma. Penyebab PIH tidak diketahui. Sebab timbulnya hipertensi. namun demikian. ratarata 6 mmHg untuk sistolik dan 4 mmHg untuk diastolic. Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus.3. edema. penelitian terakhir menemukan suatu organisme yang disebut hydatoxi lualba.

lidah dapat tergigit.muka kelihatan kongesti dan sianosis. 2000 gr /bulan atau 13 gr / seluruh umur kehamilan. Edema. mata terpaku dan terbuka tanpa melihat (pandangan kosong) kelopak mata dang tangan bergetar. Stadium kejang tonik Seluruh otot badan menjadi kaku. berlangsung kirakira 20-30 detik. muka mulai kelihatan sianosis. Stadium koma . 3. 5. keluar ludah berbusa dan lidah dapat tergigit. 4. pittin daerah pretibia. meliputi : 1. Preeklamasi Tanda dan gejala : 1.3 g/L dalam air kencing 24 jam. Tanda dan gejala pre eklamsia yang disusun dengan serangan kejang menandakan adanya eklamsia. 3. dan proteinuria. Kejang dalam eklamsia ada 4 tingkat. Tingkat awal atau aura (invasi) Berlangsung 30-35 detik.a. wajah kaku atngan menggenggam dan kaki membengkok kedalam. wajah dan tangan setelah tirah baring. Pada pre eklamsia ringan tidak dijumpai gejala-gejala obyektif. Stadium kejang klonik Semua otot berkontraksi dan berulang-ulang dalam waktu yang cepat. Pre eklamsia ditandai dengan gejala trias hipertemsi. Proteinuria lebih 0. mulut terbuka dan menutup. menarik nafas seperti mendengkur. 4. kepala diputar kekanan dan kekiri. lumbo sacral. Kenaikan BB yang melebihi 500 gr/minggu. Mata melotot. 2. edema. Usia kehamilan lebih 20 minggu 2. dinding abdomen. Setelah berlangsung selama 1-2 menit kejang klonik berhenti dan penderita tidak sadar. pernafasan berhenti. Proteinuria melebihi 1 g/l dalam 2X pengambilan urin dengan kateter dalm jarak waktu 6 jam.

(Muchtar Rustam. 5. 4. Kadang antara kesadaran timbul serangan baru dan akhirnya penderita tetap dalam keadaan koma. gagguan penglihatan/ nyeri didaerah epigastrium. Proteinuria 5 gr atau lebih dalam 24 jam. Oliguria. Konvulsi dapat muncul didahului gagguan neurologis konvulsi terjadi efek serebral berat pre eklamasi. Eklamasi Gejalanya sama dengan pre eklamasi ditambah dengan adanya kejang atau konvulsi atau koma. Tekanan sistolik 160 mmHg dan diastolic 110 mmHg atau lebih 2. 1998 : 275) Pada masa preeklamasi dikatakan berat apabila : 1. hilang setelah 10 hari pasca persalinan. kegelisahan atau hiperfleksi. 5. Pada pre eklamsia berat disertai juga dengan gejala-gejala yang subyektif. mual dan muntah. seperti sakit kepala pada daerah frontal. 3.Lamanya ketidaksadaran ini beberapa menit sampai berjam-jam. nyeri didaerah epigastrium. Hipertensi transian Terjadi pada masa kehamilan dalam waktu 24 jam pertama sesudah melahirkan tanpa disertai gejala preeklamasi dan hipertensi kronis. air kencing 400 ml/kurang dalm 24 jam. Keluhan serebral. diplopia pengelihatan kabur. skotoma. Edema paru atau sisnosis. b. .

darah Dpat mrusak penyaringn pd ginjal aliran darh trgaggu Rusakny glomerulus di ginjal – Aliran Darah dr ginjal tergnggu mMpngaruhi krja jntung MK : Kelebin Volume cairan Tekanan darh mningkt (140/90) Kehamiln < 20 minggu Kehamilan >20 minggu Hipertensi Kronis Kejang (-) Kejang (+) Preeklamsia Eklamsia Vasospasme pmblh. darah Perubahan pengisisan darah dr ventrikel kiri Penurunan CO MK : Gg. WOC Kehamilan dgn janin besar Obat2an (kortikosteroid). meyebbkn pnyempitn P.F. Perfusi jaringan Otak Penurunan suplai darah dan O2 . obat hormone (Pil KB) Congenital (Obesitas) Kbtuhn suplai drh dr jantung untuk jnin tdk mncukupi dr btas normal Konsumsi yg >> akn mMpengaruhi Ginjal Lemak tubh >>.

I Tractus Jantung Plasenta Ektermitas Otak Hipoksia duodenal Iscemik. lemah Penurunan ion H Iritasi lambung nekrosis MK : Resti Berduka MK : Gg. Nutrisi > kebthn Tubh MK : Resti Gawat Janin MK : Intoleransi aktivitas. Gg. Rasa Nyaman (yeri) . chest pain Kekurangan nutirisi Penurunan kerja otot Hipoksia Mukosa lambung meningkt Infark Solosio plasenta Kematian janin Cepat lelah. MK : Gg. Pemenuhan ADL Pusing MK : Gg.Penurunn suplai darh dan O2 G.

Komplikasi            Solosio plansenta Hipofibrinogenemia Hemolisis Perdarahan otak Kelainan mata Edema paru Nekrosis hati Kelainan Ginjal Gagal Jantung Prematuritas. trombosit. merokok dan alcohol. Kolaborasi pembrian anti hipertensi. . ureum. Penatalaksanaan        Anjurkan melakukan latihan isotonic dengan cakup istirahat baring. Tes fungsi hati Tes fungsi ginjal H. eritrosit serum.G. Pemeriksaan Diagnostik      Pemeriksaan tekanan darah meningkat USG Hitung darah tepi lengkap. Diet makanan yang sehat dan seimbang Lakukan pengawasan terhadap kehidupan dan pertumbuhan janin dengan USG. Kematian janin. retinin dan asam urat. Hindari konsumsi garam yang nerlebihan Hindari kafein. Pemeriksaan aktifitas fisik. I. protein.

Gerakan bayi mungkin berkuran Tanda-tanda aborsi plasenta mungkin ada. Seksualitas Primigravida. gestasi multiple. f. Malnutrisi d. pusing. Riwayat Kesehatan  Riwayat kesehatan ibu sekarang : terjadi peningkatan tensi. e. mual muntah. molahidatidosa hidrop vetalis. alamat. hidramnio. Eliminasi Fungsi ginjal menurun c. Biodata Nama. c. nadi mungkin menurun. b. b. vaskuler esensial.J. muntah Penambahan BB (0. jenis kelamin. dll. PENGKJIAN a. oedem. penglihatan kabur  Riwayat kesehatan ibu sebelumnya : penyakit ginjal.  Riwayat keluarga : apakah ada sebelumnya keluarga yang menderita hipertensi. KONSEP ASKEP TEORITIS 1. pendidikan. Penyuluhan . hipertensi kronik. umur. dapat mengalami memar spontan. Keamanan Ketidaksesuaian rh mungkin ada. Pola/ Fungsi Kesehatan (Gordon) a.9072 Kg) atau lebih dalam 1 minggu. nyeri epigastrum. Makanan dan cairan Mual. riwayat hipertensi kronis. anemia. Sirkulasi Peningkatan tekanan darah meenetap melebihi nilai dasar setelah 20 minggu kehamilan. DM.

Remaja (umur dibawah 15 tahun dan primigravida lansia usia diatas 35 tahun beresikootinggi). Pernapasan Pernapasan mungkin kurang dari 14X/menit. Pemeriksaan Fisik 1. letak janin. Laboratorium : protein uri dengan kateter atau midstream (biasanya meningkat hingga 0. Pemeriksaan penunjang : a. l. Tanda vital yang diukur dalam posisi berbaring atau tidur. Perkusi : intuk mengetahui reflex patella sebagai syarat pemberian SM (jika reflex + ) 5. Nyeri/ketidaknyamanan Nyeri epigastrik j.3 gr/lt +1 hingga +2 pada skala kualitatif). diukur 2 kali dengan interval 6 jam b. Palpasi : untuk mengetahui TFU. penglihatan kabur. h. diplopia. k. kehilangan kesadaran. sakit kepala frontal. Pola nutria : jenis makanan yang dikonsumsi baik makanan pokok maupun selingan. Inspeksi : edema yang tidak hilang dalam waktu 24 jam 2. Psikososial spiritual : emosi yang tidak stabil dapat menyebabkan kecemasan. hiperrefleksia kacau mental tonik. pemeeriksaan funduskkopi dapat menunjukan edema dan. Kardiovaskuler Vasospasme vaskuler/pembuluh darah i. 2. Auskultasi : mendengarkan DJJ untuk mengetahui adanya fetal distress 4. oleh karenanya perlu kesiapan moril untuk menghadapi resikonya. kadar . Riwayat hipertensi karena kehamilan. Neurosensori Pusing. g. lokasi edema 3.

BJ urine meningkat. USG : untuk mengetahui keadaan janin f. NST : untuk mengetahui kesejahteraan janin . c. uric acid biasanya > 7 mg/100 ml. Berat badan : peningkatannya lebih dari 1 kg/mgg d. Tingkat kesadaran : penurunan GCS sebagai tanda adanya kelainan otak.hematokrit menurun. serum kreatinin menigkat. e.

bila ya bagaimana . PENGKAJIAN 1. b. S : 28 tahun : Indonesia : Islam : SMP : Ibu RT : Jl. Identitas Nama pasien Umur Suku/Bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Status perkawinan : Ny. Apakah kehamilan/persalinan/ nifas ini menimbulkan perubahan terhadap kehidupan sehari – hari ? Ya. Mawar : Menikah 2. saya dan bayi saya sehat dan dan normal. X : 30 tahun : Indonesia : Islam : SE : Guru : Jl. Harapan yang ibu inginkan selama masa kehamilan/persalinan /nifas ? saya dapat melahirkan secara normal. Mengapa ibu datang ke klinik ? Ingin memeriksa kahailan dan konsultasi.BAB III TINJAUAN KASUS A. badan terasa gemuk dan bengkak c. Persepsi dan harapan klien sehubungan dengan kehamilan : a. Mawar : Menikah Nama suami Umur Suku/Bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Status Perkawinan : Tn. .

Cairan a. Kebutuhan Dasar Khusus 1. Teersebut. karena pertumbuhan janin Bagaiman cara mengatasinya ? . ()tidak Jelaskan. Bagaiman cara mengatasinya. ya Apa yang ibu inginkan dari perawat untuk menghilangkan ketidaknyamanan teersebut. (√)ya.  Pendengaran Adakah Gangguan pendengaran. mnum obat aanti nyeri Apakah hilang dengan pengobatan. (√)tidak Adakah menggunakan alat bantu dengar. saya ingin nyaman dengan menggnakan obat b. Orang tua dan suami.d. (√ )Tidak Jelaskan. Berapa jauh Gg. Ibu tinggal dengan siapa ? orang tua e. Bagaimana ibu mengatasinya . ya (saya merasa pusing dan merasa nyeri). f. Ketidak Nyamanan.  Penglihatan Adakah Gangguan penglihatan. Ketidaknyamanan     Apakah terjadi gangguan kenyamana sejak kehamilan . Keselamatan. tidak c. ()ya. Siapa orang yang terpenting bagi ibu ? Anak saya. Sikap anggota keluarga terhadap keadaan saat ini ? perhatian dan peduli terhadap kondisi saya. g. Keselamatan  Pergerakan Kesulitan berjalan. Kesiapan mental untuk menjadi Ibu : (√ ) Ya ( ) Tidak 3. ()ya. Cairan . dengan cara meeregangkan kaki dan menekan pinggang.

()lain-lain. Pola eliminasi a. ()the. ()air buah. 5. Frekwensi makan : x/hari b. (√ )kopi. Jenis makanan rumah : Nasi dengan lauk dan sayuran. Bila ada sebutkan sebutkan : makanan Udang 3. Nafsu makan : ( √ ) baik ( ) tidak nafsu . Menurun . Makanan yang tidak disukai /alergi/pantangan : (√ ) ada ( ) tidak ada. Pola pernapasan Apakah kehmilan mengakibatkan peubahan dalam pernapasan. 5 gelas / hari Jenis minuman. ()susu.Jumlah cairan yang diminum selama kehamilan . alasan c. BAK         Frekwensi : 3 kali/24jam Warna : kuning Keluhan yang berhubungan dengan BAK : tidak ada b. Pola nutrisi a. Pola personal Hygiene a. Mandi     Frekwensi : 2 x/hari Sabun : (√ ) Ya ( ) tidak Oral hygiene Frekwensi : 2 x/hari . ya/tidak Jelaskan. d. 2.bagaimana mengatasinya. Meningkat . BAB Frekwensi : 1 kali/hari Warna : kunig kehijauan Bau : √ Konsistensi : Keluhan : tidak ada 4. (√ )air putih.

Keluhan : ……………………… . Riwayat Menstruasi :    Menarche : umur 14 tahun Siklus : teratur (√ ) tidak ( ) Banyaknya : 250 CC. Lamanya : 5 hari HPHT : …………….   Waktu : (√ ) Pagi ( ) sore (√ ) Setelah makan b. sebutkan ………………………………. ( √) Tidak Minuman keras : ( ) Ya . ( )Tidak 4. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan    Merokok : ( ) Ya . Cuci Rambut Frekwensi : 2 x/hari Shampo : (√ ) ya ( ) tidak 6. Pola istirahat dan tidur    Lama tidur : 9 Jam /hari Kebiasaan sebelum tidur : tidak ada Keluhan : tidak ada 7. ( √) Tidak Ketergantungan obat : ( √ ) Ya . sebutkan ………………………………. sebutkan Obat nti Biotik. Pola aktifitas dan latihan    Kegiatan dalam pekerjaan : Ibu rumah tangga Waktu bekerja : (√ ) Pagi (√ ) sore ( ) Malam Olah raga : (√ ) Ya ( ) Tidak Jenisnya : senam biasa Frekwensi : ± 20 Mnit   Kegiatan waktu luang : tidak ada Keluhan dalam aktifitas : jantung berdebar 8. Rwayat Obsteri a..

( ) belum TT2 ( √) sudah. kejang-kejang. pada kedua tangan dan kaki Normal ± 3 jam Klinik Perdaraha n c.. ***** No Gg kehamilan * : jenis. muka. hidup/mati (sebab kematia) Proses persalinan Lama persalinan Tempat/ penolong Masalah persalinan ** Masalah nifas/laktasi *** Masalah bayi **** Keadaan bayi ***** Hidup 1 bengkak.P………. Kehamilan Sekarang : Diagnosa : G ……. persalinan. : perdarahan. dll : pernapasan.A……… H ………Mg Imunisasi : TT 1 (√ ) sudah. perdarahan .dll. bengkak. dll ** *** **** : SC. pendarahan. ISK. perdarahan. makanan. kaki. meninggal dalam kanddungan.b. Riwayat Kehamilan. cacat. sebab (). meeninggal setelah lahir. pada kedua tangan. infeksi. ikterik. nifas yang lalu : G P A H * : : : : : tekanan darah meningkat. ( ) belum ANC berapa kali : 2 x Mual (√ ) Muntah (√ ) Keluhan selama hamil : . anemi.

PEMERIKSAAN FISIK      Keadaan umum : sakit ringan. Nadi : 110 x/menit Respirasi : 28 x/i Suhu : 37. Kesadaran : composmetis Tekanan darah : 140/90 mmHg. 1 tahun sebelum kehamilan Masalah yang terjadi : peningkatan tekanan darah 6. Sistem penglihatan   Posisi mata : (√) simetris ( ) Asimetris Kelopak mata : ( ) Normal ( ) Ptosis .- Pusing (√ ) Lainnya .5˚C a. Sebutkan ………   Sejak kapan menggunakan kontrasepsi . Pola Fungsi/ Keshatann(Gordon) 1. tidak ada 5. Riwayat Kesehatan Masalalu :    Penyakit yang pernah dialami ibu : sakit kepala Pengobatan yang didapat : obat anti nyeri Riwayat penyakit keluarga ( ) Penyakit diabetes mellitus ( ) Penyakit jantung (√ ) Penyakit hipertensi ( ) Penyakit lainnya : sebutkan …………………………………… B. Riwayat Keluarga Berencana   Melaksanakan KB : ( √ ) ya ( ) tidak Bila ya jenis kontrasepsi apa yang digunakan : ( ) IUD (√ ) Pil ( ) suntik ( ) Implant ( ) lain – lain.

Sirkulasi jantung Kecepatan denyut apical : 80 x/menit Irama : ( ) Teratur (√ ) Tidak teratur Kelainan bunyi jantung : (√) Murmur ( ) Gallop Sakit dada : ( ) Ya (√ ) Tidak Timbul : ( ) Saat beraktifitas ( ) Tanpa aktifitas Karakter : ( ) Seperti ditusuk. ( ) Seperti tertimpa benda berat. Sistem Pencernaan     Keadaan mulut (bersih) Gigi : (√ ) Carries ( ) Tidak Memakai gigi palsu : ( ) Ya (√ ) Tidak Lainnya : 5.. ( ) Tidak sesak. ( ) Bronkovesikuler ( ) Ronkhi ( ) Wheezing Menggunakan otot – otot bantu pernafasan : ( ) Ya (√) Tidak Lain – lain : ………………………………………………………. Sistem perkemihan : a. ( ) sputum ( ) Lendir. ( ) Sumbatan.tusuk ( ) Seperti terbakar. ( ) Lidah Pernafasan : ( ) Sesak. ( ) Tanpa aktifitas Suara nafas : (√ ) Vesikuler / normal. 3.                Gerakan mata : ( ) Normal ( ) Abnormal Pergerakan bola mata : ( ) Normal ( ) Abnormal Konjungtiva : (√ ) Normal /merah ( ) Anemis ( ) sangat merah() Kornea : (√ ) Normal ( ) keruh berkabut ( ) terdapat perdarahan Sklera : ( ) Ikterik ( ) Anikterik 2. BAK   Pola rutin : ……3……. 4. ( ) Darah. Sistem Pernafasan Jalan nafas : (√) Bersih. (√) Dengan aktifitas.x/hari (√ ) Terkontrol ( ) Tidak terkontrol Jumlah : ……150……cc/24jam .

7. tepat di simpisis pubis teraba bagian terendah janin(kepala) Leopold IV : Tangan konvergen/sejajar/divergen . bokong janin    Leopod II . Dada dan Axilla Mammae : membesar (√ ) Ya ( ) Tidak Areolla mammae : ……………………. ( ) Putih Lainnya : ………………………………………………………………. Luka bekas operasi : ( ) Ya (√ ) Tidak b. ( ) Merah. Palpasi Leopold I : TFU: tepat dibawah prosesus xyhoid berisi . Inspeksi       Membesar : ya(√) tetapi lambat. Colostrum : Keluar ( ) Ya ( ) Belum 9.. Sistem Integumen/ Muskuloskeletal Turgor kulit : ( ) Elastis (√ ) Sedang ( ) Buruk Warna kulit : ( ) Pucat ( ) Sianosis (√ ) Kemerahan Kontraktur pada persendian ekstremitas : ( ) Ya (√) Tidak Kesulitan dalam pergerakan : (√ ) Ya ( ) Tidak Lainnya : ………………………………………………………………. tidak( ) Arah : ………………. Linea : Alba/Negra Striae : Albicans/Lividae Luka bekas operasi : ( ) Ya ( ) Tidak b. 1 lebar jari di atas umbilicus teraba punggung janin Leopold II . Pemeriksaan Kusus Abdomen & Genitalia Antenatal & Intranatal Posnatal a. 6.          Warna : (√ ) Kuning Jernih ( ) Kuning kecoklatan... Papila mammae : Menonjol (√ ) Datar ( ) Kedalam () 8.

Laboratorium 2. Masalah Keperawatan 1. Anlisa Data No 1 DS: DO:  Klien tampak meringis kesakitan akibat nyeri/sakit kepala  Klien tampak pusing dan gelisah Data 1. USG 3. TBJ : Kontraksi : c. 3 DS : DO :  Klien tampak odema di kaki. Resiko terjadi kejaringan plasenta gawat janin intra uteri (hipoksia) sekunder terhadap penurunan cardiac out put. Rontgen 4. Gangguan perfusi jaringan otak. Etiologi Penurunan kardiak out put sekunder terhadap vasospasme pembuluh darah. Auskultasi : Detik Jantung Janin : terdengar lambat (110) c. 2 DS: DO:  Klien tampak dehidrasi  Klien terlihat lemas dan pucat 2. Terapi yang didapat 3. Penurunan nutrisi suplay O2 dan 2. . tangan dan kelopak mata  BB klien tampak menignkat 3. Kelebihan volum cairan. Data penunjang 1.   Osborn Test . Kerusakan fungsi glumerolus sekunder terhadap penurunan cardiac out put 3.

Kelebihan volum cairan b/d kerusakan fungsi glumerolus sekunder terhadap penurunan cardiac out put 4. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul 1.5 C 4 DS : DO :  Kliem lemah tampak 4. Resiko terjadi gawat janin intra uteri (hipoksia) b/d penurunan suplay O2 dan nutrisi kejaringan plasenta sekunder terhadap penurunan cardiac out put. Immobilisasi. Gangguan pemenuhan ADL 4. 2. 3. Kurang pengetahuan mengenai penatalaksanaan terapi dan perawatan b/d misinterpretasi informasi . kelemahan 4. Klien tampak bemaslah dalam haluaran urine  TTV T : 140/90 mmHg N : 80 x/i P : 29x/i S : 37. Gangguan pemenuhan ADL b/d immobilisasi. kelemahan 5. Gangguan perfusi jaringan otak b/d penurunan kardiak out put sekunder terhadap vasopasme pembuluh darah.

Indikator adanya trombosis vena dalam Menurunkan statis vena.  Intake output seimbang.Namun dispena tibatiba atau berlanjut menunjukkan komplikasi tromboempoli paru Penurunan aliran darah ke mesentri dapat mengakibatkan difungsi G. belang.2 x/bln trisemester II pada  Rasional Perfusi serebral secara langsung berhubungan dengan curah jantung. kulit dingin/ lembab. NCP (Nursing Care Planning) Diagnosa Keperawatan 1. muntah/ mual. sianosis.1 x/bln pada trisemester I . yang berdampak negative pada Perfusi dan organ       2.  TD sistolik ≤ 90 mmHg. dipengaruhi oleh elektrolit/ variasi asam basa. Kriteria hasil  Keluhan nyeri pada kepala tidak  ada.  GCS : E4V5M6. tidak ada oedem. penurunan bising usus.5.1 x/minggu pada .  Akral terasa hangat. hipoksia atau emboli sistemik Vasokonsitriksi sistemik diakibatkan oleh penurunan curah jantung mungkin dibuktikan oleh penurunan perfusi kulit dan penurunan nadi. edema  Dorong latihan kaki aktif / pasif  Pantau pernafasan  Kaji fungsi GI. pingsan )  Obsevasi adanya pucat. cacat kekuatan nadi perifer. pasien sadar /  terorientasi baik.  Kaji tanda Homan ( nyeri pada betis dengan posisi dorsofleksi ) eritema.  TD sistolik ≤ 140 mmHg. catat anoreksia. contoh kehilangan peristaltik Penurunan pemasukan/ mual terusmenerus dapat mengakibatkan penurunan volume sirkulasi. kontipasi  Pantau masukan dan perubahan keluaran  Anjurkan penderita untuk tidur miring ke kiri  Anjurkan pasien untuk melakukan ANC secara teratur sesuai dengan masa kehamilan: . Gangguan perfusi jaringan otak b/d penurunan cardiac output sekunder terhadap vasopasme  pembuluh darah Tujuan Perfusi jaringan otak adekuat danTerc apai secara optimal. meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan resiko tromboplebitis Pompa jantung gagal dapat mencetuskan distress pernafasan. Kriteria hasil :  Gerakan janin aktif  DJJ 120-140 x/mnt  Kontraksi uterus/ his tidak ada  kehamilan dapat dipertahankan  Sampai umur 37 minggu dan atau BBL ≥ 2500 gr      Meminimalkan tekanan pada aorta sehingga O2 yang disuplay ke plasenta dan janin lebih lancar Deteksi dini terhadap adanya penyimpangan pada kehamilan Penurunan DJJ dan gerakan janin sebagai prediksi adanya asfiksia janin fase istirahat yang lebih akan membantu meminimalkan pemakaian energy dan O2 Sekaligus dapat mengistirahatkan bayi sampai cukup bulan Sebagai control langsung dari pasien terhadap kondisi kehamilannya Membantu mengurangi asfiksia pada janin .  Vital sign dalam batas yang  dapat diterima. nadi perifer kuat.  Sianosis (-) Rencana Intervensi  Monitor perubahan tibatiba atau gangguan mental kontinu ( cemas bingung. bebas nyeri / ketidak nyamanan. letargi. bayi Dapat dipertah ankan sampai Umur 37 minggu dan atau BBL ≥ 2500 gr. Resiko terjadi gawat Janin intrauteri (hipoksia) b/d penurunan suplay O2dan nutrisi ke jaringan plasenta sekunder terhadap penurunan cardiac Gawat janin tidak terjadi. distaensi abdomen.

hitung keseimbangan cairan. Kelebihan volume cairan fungsi glomerulus skunder  terhadap penurunan cardic output. adanya edema dependen  Ukur masukan atau keluaran.  Catat adanya DVJ. keseimbangan cairan fositif berulang pada adanya gejala lain menunjukakkan kelebihan volume/gagal jantung. kriteria hasil :  Balance cairan masuk dan keluar  Vital sign dalam batas yang diterima  Tanda-tanda edema tidak ada  Suara nafass bersih  Auskultasi bunyi nafas akan adanya krekels. Dicurigai adanya gagal jantung kongestif. dan penurunan kelluaran urin.Perut mengeras dan sangat nyeri  Bila perlu beri O2 2 liter/mnt his 3. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh orang dewasa tetapi memerlukan pembatasan adanyadekompesasi jantung. retensi cairan/Na. kontraksi uterus/his gerakan janin setiap hari  Motivasi pasien untuk meningkatkan fase istirahat  Jelaskan pada pasien untuk segera memeriksakan kehamilannya bila terdapat : .Kontraksi/ terus-menerus . Kelebih an volume cairan teratasi. kelebihan volume cairan Penurunan curah jantung mengakibatkan gangguan perfusi ginjal.       Mengidentifikasi edema paru skunder akibat dekompensasi jantung. catat penurunan pengeluaran. Na meningkatkan retensi cairan dan harus dibatasi. Mungkin perlu untuk memperbaiki kelebihan cairan.Gerakan janin berkurang atau Menurun . .output trisemester III  Pantau DJJ. sifat konsentrasi.  Pertahankan pemasukan total cairan 2000 cc/24 jam dalam toleransi kardiovaskuler.Pendarahan .Nyeri abdomen .

 Kebutuhan ADL terpenuhi secara mandiri atau bantuan. Tekhnik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.  Tingakat istirahat.  Kaji toleransi pasien terhadap aktifitas menggunakn termometer berikut : nadi 20/m diatas frekuensi nadi istirahat. menurunkan curah jantung.  Frekuensi jantung atau irama dan tekanan darah dalam batas normal.  Delegatif pemberian diuretik. peningkatan perhatian pada aktifitas dan perawatan diri. penurunan kelemahan dan kelelahan.        . Menurnkan kerja miokard atau konsumsi oksigen menurunkan resiko komplikasi.  Kelemahan dan kelelahan berkuarang. gangguan pemenuhan ADL berdasarkan immobilisas i kelemahan ADL dan kebutuh an beraktifi tas pasien terpenu hi secara adekuat. nyeri dada.  Anjurkan keluarga untuk membantu pemenuhan  Parameter menunjukkan respon fisiologis pasien terhadap stres aktifitas dan indikator derajat pengaruh kelebihan kerja jantung. pusing atau pingsang. tekanan darah stabil. takikardi dengan peningkatan tekanan darah. 4. kelelahan berat. kemajuan aktifitas yag bertahap mencegah peningktan tiba-tiba pada kerja jantung.  Kulit hangat. Aktifitas yang maju memberikan kontrol jantung.  Dorong memjukan aktifitas atau toleransi perawatan diri. Konsumsi oksigen miokard selama beberapa aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. Aktifitas yang memerlukan menahan nafas dan menunduk (manuver Valsava) dapat mengakibatkan bradikardi. Berikan diet rendah natrium atau garam. Dispenia. Stabilitas fisiologi pada istirahat penting untuk menunjukkan tingakat aktifias individu. kelemahan. berkeringat. berikan aktifitas senggang yang taidak berat. meningkatkan regangan dan mencegah aktifitas berlebihan. catat peningkatan tekanan darah. batasi aktifitas pada dasar nyeri atau respon hemodinamik.  Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktifitas contao . Kriteria hasil :  Menunjukkan peningkatan dalam beraktifitas. merah muda dan kering.

 Kebutuh an pengeta huan terpenu hi secara adekuat. 5.  Jelasakn pola peningkatan bertahap dari aktifitas. Kriteria hasil :  Pasien memahami regimen teraupeutik dan perawatan yang diberikan.  Anjurakan pasiien menghindari peningkatan tekanan abdomen. Jawab pertanyaan  Cemas berkelanjuatan dapat terjadi dalam bebagai drajat delama beberapa waktu dan dapat dimanifestasikan oleh gekala defresi. Dorong mengekspresika n dan jangan menolak perasaan marah. Menyangkal untuk beberapa saat dapat menguntungkan karena menghilangkan kecemasan tetapi dapat menurunkan rasa penerimaan terhadap kenyataan situasi. takut dll.  Pasien taat terhadap program pengobatan yang diberikan  Identifikasi dan ketahui persepsi pasien terhadap ancaman atau situasi. Pasien dan keluarga dapat dipengaruhi dengan sikap tenang dari petugas serta penjelasan yang jujur dapat mengurangi kecemasan. contoh : posisi duduk diatas tempat tidur bila tidak ada pusing dan nyeri.       . Defisit knowledge mengenai penatalaksa naan terapi dan perawatn berdasarkan misinterpret asi informasi. tingkatkan partisipasi bila mungkin. Peningkatan kemandirian dari pasien dan keluraga meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk melakukan perawatan diri secara efektif.kebutuhan ADL pasienn.  Pasien kooperatif terhadap tindakan pengobatan dan perwatan yang diberikan. Perkiraan dan informasi yang tepat dapat menurunkan kecemasan pasien informasi yang tepat dapat menurunkan kecemasan pasien. Mempertahanka n kepercayaan pasien ( tanpa adanya keyakinan yang salah ) Terima tapi jangan beri penguatan terhadap penolakan Orientasikan klien atau keluarga terhadap prosedur rutin dan aktifitas. mengejan saat defekasi. belajar berdiri dst.    . membantu pasien atau keluarga menerima situasi secara nyata. bangun dari tempat tidur.

Pola nafas tak efektif berdasarkan penurunan ekspansi paru.  Sediakan perlengkapan penghisapan atau penambahan aliran udara.  Pantau tingkat pernafasan dan suara nafas. Efek sedative dari obat-obatan. ulangi bila perlu.  Berikan obat sesuai petunjuk. dengan nyata dan jujur. Kriteria hasil :  Hilangnya sianosis  Kapiler refil <3 detik dan suhu tubuh normal. Dorong kemandirian. perawatan diri. peningkatan 6. berikan informasi yang konsisten. Pola nafas yang efektif.  Sediakan oksigen tambahan   . libatkan keluarga secara aktif dalam perawatan. Memudahkan meningkatkan ekspansi paru.  Atur posisi fowler atau semi fowler.  Efek depresan pada SSP mungkin dapat mengakibatkan hilangnya kepatenan aliran udara dan atau depresan pernafasan.

kekurangan serta kejanggalan baik dalam penulisan maupun dalam pengonsepan materi. untuk lebih ditingkatkan dalam pembuatan makalah yang akan datang.3 gr/L air kencing 24 jam. Memang sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya. edema dan kemudian disertai proteinuria.BAB V PENUTUP A. Proteinuria merupakan konsentrasi protein dalam air kencing yang melebihi 0. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kedepan lebih baik dan penulis berharap kepada semua pmbaca mahasiswa khususnya. Pre eklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil. Gejala yang timbul oleh pre eklamsia sangat mendadak sehingga perlu kewaspadaan yang sangat tinggi saat kehamilan. Eklamsia adalah pre eklamsia yang disertai kejang dan atau koma yang timbul bukan akibat kelainan nurologi. Saran Dalam pebuatan makalah ini juga penulis menyadari bahwa dalam pebuatan makalah masi terdapat banyak kesalahan. edema serta proteinuria. Tandatanda yang pertama kali muncul pada pre eklamsia adalah hipertensi. Namun para pakar telah mencoba mengungkapnya dengan teori-teori. Utnuk itu. . Kesimpulan Preeklamsia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kehamilan yang ditandai dengan gejala hipertensi. B. Edema merupakan penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh.

Doengoes.3. Asuhan Keperawatan Pre-eklamsia. (www. Jakarta. 1. EGC.com). Jakarta. Obstetri Williams.DAFTAR PUSTAKA (http ://www. Jakartan. cet.com). B. Rencana Asuhan Keperawatan/bayi. Di akses 1 maret 2009 (www. dr.com/). Eklamsia. Prof. Mansjoer Arif. Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi). 2000. Penuntun Diskusi Obstetric dan Ginekologi untuk Mahasiswa Kedokteran. Ed 18.nurses-recruitment. ECG.2008. Ed.. Cunningham Gary. Di akses 1 maret 2009 . Jakarta : Media Aesculapius. Manuaba Gde 1. 2001.blogspot. EGC.cklobpt2. Hipertensi dalam kehamilan. Marlynn E.Trinia’s. Kapita Selekta Kedokteran.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->