P. 1
Millennium Development Goals

Millennium Development Goals

5.0

|Views: 2,450|Likes:
Published by larasdinifitria

More info:

Published by: larasdinifitria on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada

September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut. Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu. Deklarasi berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDGs), sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 , dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. Sasaran MDGs Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara: 1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan  Pendapatan populasi dunia sehari $1.  Menurunkan angka kemiskinan. 2. Mencapai pendidikan untuk semua  Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar. 3. Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan  Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. 4. Menurunkan angka kematian anak  Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. 5. Meningkatkan kesehatan ibu  Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. 6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya  Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya. 7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup  Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan.  Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.  Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. 8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Millennium Development Goals (MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan

Millennium Development Goals (MDGs)

 Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.  Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.  Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.  Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.  Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda.  Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical", menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang  Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi. MDGs di Indonesia Indonesia, sebagai salah satu negara dari 189 negara anggota PBB yang turut menandatangani kesepakatan Milenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB di awal era perubahan abad 20 ke abad 21, didalam implementasi komitmennya, dilaksanakan dengan penciptaan program pembangunan yang tercantum pada Rencana PembangunanJangka Menengah ( RPJM ), sebagai satu paket pembangunan yang terukur guna memenuhi hasil kesepakatan yang akan dicapai pada kurun waktu tahun 2000 hingga akhir tahun 2015. Sejatinya, ”Millennium Development Goals 2015” dengan penetapan 18 target (sasaran) dan 48 indikator sebagai alat ukur kinerja masing-masing rencana aksi, yang terangkum dalam 8 (delapan) hasil kesepakatan pada setiap tujuan MDGs yang akan dicapai sampai dengan tahun 2015, menjadi referensi penting bagi pembangunan di Indonesia dalam kerangka praktis namun berbobot untuk mengukur pembangunan yang diupayakan. Mengacu pada rasio pencapaian target MDGs 2015 secara kuantitatif dan terjadwal dalam penanggulangan dimensi kemiskinan, penyediaan infrastruktur dasar, promosi persamaan gender, pendidikan, dan lingkungan berkelanjutan yang juga merupakan upaya pemenuhan hak asasi manusia, Pemerintah Indonesia dengan komitmen yang tinggi untuk mencapai sasaran sasaran tersebut, walaupun mengalami banyak kendala terus melakukan kreatifitas program dengan akselerasi pencapaian yang dilandasi semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan nasional. Menyadari peran strategis Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, terkait dengan strategi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang memiliki daya dukung luas dengan menggali spirit dalam makna yang dapat mempercepat terwujudnya sasaran dan target Indonesia MDGs 2015, memerlukan sebuah medium yang komprehensif yaitu dalam bentuk ”Pameran & Forum” untuk menjabarkan upaya pemerintah dengan inventarisasi situasi pembangunan yang terkait dengan pencapaian sasaran, pengukuran, dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini

menjadi kenyataan, sekaligus mengidentifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran Indonesia MDGs 2015. Di Indonesia sendiri, melalui program pencapaian MDGs, SBY menginstruksikan penjabaran butir-butir tujuan di atas menjadi target-target yang lebih praktis dan derivatif. Berdasarkan situs resminya, MDGs sendiri oleh Indonesia diterjemahkan sebagai beberapa tujuan dan upaya pembangunan manusia, sekaligus sebagai usaha penanggulangan kemiskinan ekstrem. Boleh dikatakan, presiden kita, SBY hingga saat ini tergolong salah satu dari beberapa kepala negara yang cukup aktif mewakili Indonesia dalam beberapa acara manifestasi internasional. Hingga periode kedua pemerintahannya ini SBY berulang kali ke luar negeri dan menghadiri pertemuan baik secara bilateral dengan beberapa kepala negara, maupun secara konferensional seperti pada beberapa konferensi isu perubahan iklim dan pemulihan ekonomi. Saat ini boleh dikatakan pula bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang “diperhitungkan” dalam forum diskusi internasional. MDGs ini sendiri saat ini sudah memiliki sistem koordinasi sendiri yang oleh pemerintah Indonesia diupayakan agar bisa efektif dalam pencapaiannya. Saat ini pemerintahan SBY sudah memasuki periode ke-2. MDGs nampaknya perlu disosialisikan lebih luas ke masyarakat dengan dengan interpretasi dan pembahasan yang lebih sederhana. SBY selaku pemegang tongkat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan serta penyalur program-program dunia untuk masyarakatnya memang dituntut untuk selalu terbuka dan solutif. Dengan serangkaian tim kerja serta koordinator kabinet pastilah tidak begitu susah untuk membuat masyarakat mengetahui program-program pemerintah yang paling baik, apalagi memang hanya menyangkut kesejahteraan masyarakat. MDGs saat ini memang belum begitu populer di tahah air, masih banyak masyarakat yang belum paham bahkan menyebut istilahnya saja sudah susah payah. Maka sekali lagi, adalah tugas pemerintah yang membahasakannya agar lebih “merakyat”. Sosialisasi program dunia untuk masyarakat Indonesia bisa juga menjadi media pembangunan hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat yang saat ini sangat rentan terhadap isu-isu diferensial dan cenderung menimbulkan reaksi represif. Beberapa isu yang terjadi belakangan ini semakin menguatkan adanya indikasi bahwa hubungan pemerintah dengan rakyat semakin renggang dan tegang. Di saat seperti inilah masyarakat membutuhkan kedewasaan pemerintah yang bisa menjadi panutan. Karena pada hakikatnya, hampir tidak ada rakyat yang anti terhadap pemerintahnya sendiri. Bagaimanapun, program Millenium Development Goals (MDGs) ini sangat cocok merepresentasikan masalah-masalah yang dialami Indonesia. Adalah betul bahwa melalui MDGs negara-negara lain juga saat ini berjuang menyelesaikan masalah-masalah yang sama, dengan caranya masing-masing. Maka, memasuki tahun kedua dalam periode kedua pemerintahannya, SBY memang sepatutnya berpikir keras guna memposisikan diri dan pemerintahannya di antara masyarakat dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depan ini. Target penyelesaian krisis pada tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah tentunya didukung penuh oleh segenap masyarakat. Karena itulah, implementasi dan penyelesaian misi-misinyalah yang harus disiasati pemerintah agar jauh dari konflik dan selalu bisa diterima masyarakat. Dalam kondisi sudah lumayan dipandang dunia seperti ini, Indonesia bawjib membuktikan sesuatu, paling tidak memperlihatkan kemajuan-kemajuan MDGs pada 2015. Sasaran MDGs di Indonesia

Program-program MDGs seperti pendidikan. Menanggapi pendapat tentang kemungkinan Indonesia gagal mencapai tujuan MDGs apabila beban mengatasi kemiskinan dan mencapai tujuan pencapaian MDG di tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN di tahun 2009-2015.7 triliun (2009) hingga Rp81.70 triliun. pencapaiannya lintas provinsi tidak seimbang. Walaupun mengalamai kendala. Pemerintah Indonesia melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDGs pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut. sebagian utang bisa dikonversi untuk bantu itu. sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran ini. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk Indonesia [5]. termasuk masyarakat madani. Beberapa negara maju telah berjanji dalam konsesus pembiayaan (monetary consensus) untuk memberikan bantuan. Dengan tujuan utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015. kesetaraan gender. dan lembaga donor. Namun. mengukur. lingkungan hidup. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan. Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia. Pada tahun 2010 hingga 2012 pemerintah dapat mengajukan renegosiasi utang. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di daerah Asia dan Pasifik. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan. kesehatan. Laporan Sasaran Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang terkait dengan pencapaian sasaran MDGs. Jumlah pembayaran utang Indonesia. [3] [4] Kontroversi MDGs di Indonesia Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. Hasil kesepakatan yang didapat adalah untuk negara maju menyisihkan sekitar 0. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri. pihak swasta. kemiskinan. dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66.Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs.7 persen dari . Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Don K Marut Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan untuk mendesak negara-negara Utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan utang. per 31 Agustus 2008. kelaparan. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. Pencapaian MDGs di Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs. Sekretaris Utama Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan berpendapat apabila bisa dibuktikan MDGs tidak tercapai di 2015.

Namun konsensus ini belum dipenuhi banyak negara. Budiono mengatakan. dan batunya itu datang dari mereka sendiri. melemahkan perjuangan kita. ada korupsi.000 kelahiran hidup. kalaupun kemudian kita melihat banyak hambatan ke arah sana bukan melemahkan usaha kita. yang kedua udah lajunya lambat kebanyakan kerikil atau batu lagi. “Tapi dalam concern kita tercapai atau tidaknya MDGs sebenarnya bukan patokan bahwa kita berhenti berjuang atau apa. masih jauh dari target yang ingin dicapai dalam MDGs 2015 (foto: dok). Ivan Ahda mengatakan. Boediono berpendapat ada tiga hal yang masih tertinggal sehingga Indonesia akan sulit mencapai target MDG‟s 2015.” Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga 2011 di Indonesia angka kematian ibu saat melahirkan sebesar 228 orang per 100. padahal target MDGs 2015 harus mampu turun menjadi 23 orang per 1.000 kelahiran hidup. yayasan yang sangat peduli dengan program-program pencapaian MDG 2015 yaitu Ivan Ahda. Sumber http://id. Ivan Ahda juga berharap tercapai atau tidaknya target MDG‟s 2015. http://www. pertama adalah masalah laju dia di sana tapi laju ini masih lama. kita sih masih optimis. Kepada VoA di Jakarta hari Kamis (9/2). namun ditambahkannya pemerintah dan masyarakat harus tetap optimistis dapat tercapai meski harus didukung melalui kemauan politik pemerintah dan didukung berbagai program pro rakyat. ada apa yang itu semuanya berpengaruh kepada pencapaian MDGs. Bahkan ia mengingatkan tindak pidana korupsi yang masih marak terjadi di Indonesia merupakan akar persoalan yang sangat berdampak negatif terhadap upaya pencapaian target MDG‟s 2015. Ivan Ahda berpendapat walaupun jika dilihat kondisi saat ini di Indonesia seperti masih tingginya angka kemiskinan. Sementara angka kematian bayi usia nol hingga 11 bulan di Indonesia sebesar 34 orang per 1. 09 Februari 2012 Indonesia Masih Tertinggal untuk Capai Target Pembangunan Milenium 2015 Koordinator Yayasan Forum Indonesia Muda. tidak usah kemudian nunggu Pemilu segala macam. Hal senada juga disampaikan Koordinator Yayasan Forum Indonesia Muda. Pemerintah Indonesia menyadari masih tertinggal dalam mencapai target yang ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDG) tahun 2015. Sebelumnya Wakil Presiden. akses air minum dan sanitasi dasar yang layak. penanggulangan HIV/Aids.com/2010/07/29/sby-indonesia-dan-mdgs/ http://www. lambat lah ya. Selain itu ditegaskannya sektor pendidikan juga merupakan akar dari seluruh program yang harus dicapai dalam MDG‟s 2015 karena tanpa kemajuan pendidikan maka kemajuan dalam program lain akan sulit diwujudkan.wikipedia.org/wiki/Sasaran_Pembangunan_Milenium http://muda.kompasiana.GDP mereka untuk membantu negara miskin atau negara yang pencapaiannya masih di bawah.000 kelahiran hidup. Kalau orang udah on the track ada dua kemungkinan. padahal menurut target MDGs 2015 angka tersebut harus mampu turun menjadi sekitar 102 orang per 100. perlu usaha keras bagi Indonesia untuk mencapai target MDG 2015.persadamulticendekia. pemerintah dan masyarakat harus tetap memiliki semangat meningkatkan kerjasama untuk perbaikan bangsa ke depannya nanti. “Menurut pandangan saya ketinggalan kereta dan perlu perhatian sangat khusus dan kerja keras kita semua kalau kita ingin mencapai sasaran MDGs kita pada tahun 2015. sesederhana itu saja. Kementerian Kesehatan juga mencatat hingga 2011 penderita penyakit HIV/Aids sekitar 200 ribu orang dan dinilai pemerintah jumlah tersebut masih sangat mengkhawatirkan. Iris Gera | Jakarta        More Sharing Services Foto: Iris Gera Masalah sanitasi dan kurangnya akses terhadap air bersih di kota-kota besar di Indonesia.desainovasi. ketiga sasaran yang ketinggalan itu adalah angka kematian ibu melahirkan.7 persen.” kata Ivan selanjutnya." ungkap Ivan Ahda.000 kelahiran hidup. serta masih sulitnya akses pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah maka Indonesia akan sulit mencapai target MDG 2015. hanya sekitar 5-6 negara yang memenuhi sebagian besar ada di Skandinavia atau Belanda yang sudah sampai 0. “Kalau misalnya mau tercapai 2015 artinya pemerintah harus melakukan lompatan yang menurut saya tidak usah menunggu pemimpin baru. kita udah on the track nih sebenarnya.com/ erita RSS Kamis. termasuk melalui upaya memberantas korupsi.com/program-kegiatan/lumbung-masyarakat-mandiri-baitul-mal/157-wapres-anugerahkan-penghargaan-indonesia-mdg-award .mdgs.

penyelenggaraan IMA tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara. Seluruh peserta akan berkompetisi memperebutkan 16 versi penghargaan dalam kategori umum dan sejumlah kategori khusus. Kami sangat optimis dan gembira dengan tingkat partisipasi ini. untuk mendaftarkan program suksesnya dan menjadi inspirasi bagi para pelaku pembangunan lainnya. namun dewan juri juga akan melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan yang dipromosikan oleh peserta kompetisi. Pada 31 Januari 2012 IMA 2011 akan menggelar festival nasional MDGs dan pameran yang menampilkan berbagai program pemangku kepentingan MDGs. Sejak diluncurkan secara resmi tanggal 12 Oktober 2011 lalu.Promosikan Pembangunan Lewat Indonesia Millenium Development 75 Kabupaten Promosikan Pembangunan Daerah Lewat MDG Awards KAMIS. sekaligus sebagai Ketua Dewan Juri Indonesia MDG Awards 2011 Prof Dr dr Nila Moeloek SpM. Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo. kesehatan ibu dan anak. Ketua Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah (YIPD) Dr Erna Witoelar. Program-program pembangunan yang didaftarkan meliputi sejumlah pencapaian MDGs di bidang nutrisi.” ujar utusan khusus Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk MDGs. Selain didukung dengan teknologi informasi untuk menjangkau publik yang lebih luas serta untuk mempermudah proses pendaftaran dan penjurian. Sebelum sampai pada puncak acara malam penganugerahan IMA 2011 pada tanggal 1 Februari 2012 mendatang di Jakarta dan akan ditayangkan di Metro TV. KAS/LI-10 . yang kali ini bertema “Beraksi untuk Negeri”. Panitia program masih menyediakan waktu sampai tanggal 15 Desember 2011 kepada kabupaten/kota dari seluruh Indonesia dan pihak-pihak lainnya. Salah satunya. sedikitnya 145 partisipan tercatat telah mendaftarkan program suksesnya dalam ajang penghargaan tahunan ini. Para inspirator akan menjadi duta yang diharapkan dapat menyebarluaskan semangat pencapaian tujuan-tujuan MDGs di wilayah masing-masing. semakin meningkat. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Dr Sonny Harry B Harmadi dan Prof Dr Fasli Jalal. akses ke air minum yang layak dan sanitasi dasar serta HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. 01 DESEMBER 2011 21:11 WIB Penganugerahan MDG Awards 2011 BERITA TERKAIT  tidak ada berita yang terkait LENSAINDONESIA. “Penilaian meliputi kualitas penyusunan program. IMA 2011 juga menggelar serangkaian kegiatan seperti seminar inspiratif yang bertujuan menemukan 10 inspirator yang akan disebut sebagai “Pencerah Nusantara”. seperti Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. “Proses penjurian demikian selektif dan komprehensif. Indonesia Country Director World Food Programme (WFP) Coco Ushiyama.” ujarnya. dampak dan hasil program serta keberlanjutan. 31 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan 20 organisasi pemuda yang mengajukan program unggulannya untuk berkompetisi meraih penghargaan.” lanjutnya.” jelas Diah S Saminarsih. Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr Rusman Heriawan. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) MARS DTM&H DTCE. “Sampai hari ini tercatat 75 kabupaten/kota. Sejumlah dewan juri terdiri dari sejumlah tokoh yang berkompeten di bidangnya. “Kami sangat berbahagia menyaksikan animo dan optimisme berbagai pihak dalam menyukseskan pencapaian tujuan-tujuan MDGs melalui program penghargaan IMA 2011. pengembangan dan pembelajaran program. Ketua Panitia IMA 2011 sekaligus asisten utusan khusus Presiden SBY. Redaktur Senior Kompas Dr Ninok Leksono. Tidak hanya dilakukan secara online.COM: Gairah berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dalam mempercepat perwujudan Millennium Development Goals (MDG) yang mendekati tenggang waktunya di tahun 2015. pengelolaan program. 28 sektor swasta. Hal ini untuk menyaksikan langsung dan mencocokan dengan prestasi pembangunan yang dipresentasikan. tampak dari partisipasi aktif berbagai pihak dan pelaku pembangunan dalam mempromosikan keberhasilan program pembangunannya melalui Indonesia Millennium Development Goals Awards 2011 (IMA 2011). Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Dr Nafsiah Mboi SpA MPH.

Terkini SBY. Berdasarkan situs resminya. sekaligus sebagai usaha penanggulangan kemiskinan ekstrem. Boleh dikatakan. Susilo Bambang Yudhoyono membawa Indonesia ke atas meja bersama 188 negara di dunia saat MDGs ini dirumuskan melalui Deklarasi Millenium pada tahun 2000 silam. Indonesia.Editor: Rudi Rubrik : Headline Jatimraya . Presiden kita. Namun. proOTONOMI .         Tujuan ke-1: Mengentaskan Kemiskinan dan Kelaparan Tujuan ke-2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Tujuan ke-3: Mendukung Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Tujuan ke-4: Mengurangi Tingkat Kematian Anak Tujuan ke-5: Meningkatkan Kesehatan Ibu Tujuan ke-6: Memerangi HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya Tujuan ke-7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Tujuan ke-8: Mengembangkan Kemitraan dalam Pembangunan Di Indonesia sendiri. jatimraya . MDGs sendiri oleh Indonesia diterjemahkan sebagai beberapa tujuan dan upaya pembangunan manusia. apakah MDGs itu sendiri saat ini sudah berhasil disosialisasikan dengan baik oleh SBY melalui pemerintahannya kepada seluruh masyarakat di Indonesia? Secara singkat. dan MDGs OPINI | 29 July 2010 | 23:00 Dibaca: 4177 Komentar: 2 Nihil Millenium Development Goals (MDGs) saat ini merupakan salah satu isu dunia yang praktisnya berupa delapan tujuan utama pekerjaan rumah (pe-er) bersama seluruh negara dan masyarakat dunia. melalui program pencapaian MDGs. SBY menginstruksikan penjabaran butir-butir tujuan di atas menjadi target-target yang lebih praktis dan derivatif. presiden kita. MDGs berupa delapan butir tujuan bersama yang mencakup pencapaian tujuan dalam beberapa bidang kehidupan. headline protonomi . SBY hingga saat ini tergolong salah satu dari beberapa kepala negara yang cukup aktif mewakili Indonesia dalam beberapa acara manifestasi internasional. HEADLINE UTAMA . termasuk Indonesia yang harus direalisasikan sesuai target waktu yang disepakati. Hingga periode kedua pemerintahannya ini SBY berulang kali ke luar negeri dan menghadiri pertemuan baik secara .

SBY pastilah sudah sering meluncurkan instruksi-instruksi kepada para pembantunya untuk merealisasikan dua poin ini. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri bahwa godaan pemerintahan yang dialami oleh SBY berisiko menjadi batu sandungan jalannya pemerintahan yang seharusnya lebih mengedepankan misi dan target-target pemerintahan yang lebih masuk akal dan realistis. Yogyakarta misalnya. Saat ini boleh dikatakan pula bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang “diperhitungkan” dalam forum diskusi internasional. Sayangnya. Bagaimana tidak. MDGs ini sendiri saat ini sudah memiliki sistem koordinasi sendiri yang oleh pemerintah Indonesia diupayakan agar bisa efektif dalam pencapaiannya. sekelumit masalah dalam negeri yang beberapa di antaranya tergolong krisis dan bersifat alot dalam penyelesaiannya. mau tidak mau menjadi pengalih perhatian pemerintah dan kalangan masyarakat dalam negeri dari hal-hal yang tak kalah penting dan esensial seperi realisasi MDGs. Beberapa waktu yang lalu timbul diskusi kecil di beberapa kalangan aktivis dalam negeri yang menyinggung sikap SBY yang dianggap terlalu “cengeng” dan tidak esensial karena sangat mudah menanggapi kritikan kecil semacam pemberitaan media massa sedangkan sudah jarang membahas kiat praktis dalam merealisasikan program pembangunan jangka panjang yang disusun oleh pemerintahannya sendiri. . Dari kacamata penulis sendiri nampak hal-hal yang berupa kekhawatiran bahwa saat ini pemerintah sudah cenderung reaktif hanya pada isu-isu jangka pendek yang bergulir di masyarakat. yang tergolong daerah dengan tingkat kemiskinan rendah di Indonesia saja masih susah payah memperbaiki kemiskinan di Kab. jika dilihat dari kacamata Orang Indonesia dalam perspektif MASYARAKAT. mengurangi jumlah masyarakat penderita kelaparan hingga setengahnya. Namun. Selain itu. diuraikan dari tujuan pertama MDGs.bilateral dengan beberapa kepala negara. maka tidaklah berlebihan jika dinilai bahwa hingga saat ini belum ada hasil sama sekali yang dirasakan. maupun secara konferensional seperti pada beberapa konferensi isu perubahan iklim dan pemulihan ekonomi. baik itu menyentil pemerintah ataupun yang tidak. Sekelumit contoh menurut uraian target MDGs Indonesia yang sebagian besar ditargetkan sudah tercapai pada tahun 2015. Indonesia menargetkan mengentaskan kemiskinan minimal 50% dari seluruh masyarakat miskin di Indonesia. kesenjangan sosial semakin bertambah.

SBY selaku pemegang tongkat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan serta penyalur program-program dunia untuk masyarakatnya memang dituntut untuk selalu terbuka dan solutif. angka kematian Ibu di Indonesia menurun hanya sekitar 120. Masyarakat tentunya tidak ingin programprogram hebat dunia semacam ini hanya menjadi bola manis politik yang pada akhirnya hanya menjadikan pemerintahan “keren”. namun bisa menjadi cikal bakal terwujudnya masyarakat yang memiliki pandangan lebih terbuka pada arah pemerintahan saat ini. Dalam sepuluh tahun terakhir. MDGs saat ini memang belum begitu populer di tahah air. adalah tugas pemerintah yang membahasakannya agar lebih “merakyat”. yakni masih di atas 25% (data tahun 2005). Masyarakat selalu ingin tahi “MAU DIBAWA KEMANA KAMI INI. DAN DENGAN KENDARAAN APA?”. Saat ini pemerintahan SBY sudah memasuki periode ke-2. Dengan serangkaian tim kerja serta koordinator kabinet pastilah tidak begitu susah untuk membuat masyarakat mengetahui program-program pemerintah yang paling baik. Hal lain adalah program peningkatan kesehatan ibu. yaitu 1 dari 65. Tingkat kematian Ibu karena proses melahirkan di Indonesia oleh WHO dikategorikan masih tinggi. program “warisan” penyelenggaraan kesehatan dari pemerintahan sebelumnya. Di saat seperti inilah masyarakat . Beberapa isu yang terjadi belakangan ini semakin menguatkan adanya indikasi bahwa hubungan pemerintah dengan rakyat semakin renggang dan tegang. Sosialisasi program dunia untuk masyarakat Indonesia bisa juga menjadi media pembangunan hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat yang saat ini sangat rentan terhadap isu-isu diferensial dan cenderung menimbulkan reaksi represif. MDGs nampaknya perlu disosialisikan lebih luas ke masyarakat dengan dengan interpretasi dan pembahasan yang lebih sederhana. Saat ini SBY masih setia dengan prgoram KB. apalagi memang hanya menyangkut kesejahteraan masyarakat. masih banyak masyarakat yang belum paham bahkan menyebut istilahnya saja sudah susah payah. Hingga saat ini pun belum begitu banyak dirasakan inovasi dan sosialisasi pencapaian tujuan KB sehingga tingkat kelahiran pun masih tergolong tinggi. jadi butuh upaya besar jika target 2015 ditekankan pada semakin rendahnya angka kematian Ibu ini. Maka sekali lagi.Gunungkidul yang sangat kontras dengan kabupatan-kabupaten di sekitarnya.

Karena pada hakikatnya. Maka. [ditulis untuk SBY dan segenap rakyat Indonesia yang percaya pada tujuan perbaikan] Lebih jelas. Dalam kondisi sudah lumayan dipandang dunia seperti ini. Bagaimanapun. implementasi dan penyelesaian misi-misinyalah yang harus disiasati pemerintah agar jauh dari konflik dan selalu bisa diterima masyarakat. dengan caranya masingmasing. Karena itulah.membutuhkan kedewasaan pemerintah yang bisa menjadi panutan. memasuki tahun kedua dalam periode kedua pemerintahannya. sby    o o o Laporkan Tanggapi Beri Nilai BPS: Pemerintah Agar Fokus Ke Target MDG Oleh Ana Noviani Kamis. Adalah betul bahwa melalui MDGs negara-negara lain juga saat ini berjuang menyelesaikan masalah-masalah yang sama. pembangunan. hampir tidak ada rakyat yang anti terhadap pemerintahnya sendiri. Indonesia bawjib membuktikan sesuatu. paling tidak memperlihatkan kemajuan-kemajuan MDGs pada 2015. Tags: rakyat. program Millenium Development Goals (MDGs) ini sangat cocok merepresentasikan masalah-masalah yang dialami Indonesia. 15 Desember 2011 | 20:25 WIB      More Sharing Services Share on facebook Share on print . Target penyelesaian krisis pada tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah tentunya didukung penuh oleh segenap masyarakat. TARGET MDGs bisa diklik di sini. SBY memang sepatutnya berpikir keras guna memposisikan diri dan pemerintahannya di antara masyarakat dalam menghadapi tantangantantangan ke depan ini.

sebagian target MDGs diproyeksikan dapat tercapai (on-track). Nila Moeloek utusan khusus MDGs di Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama dan koordinasi pemerintah dan civil society untuk mencapai target-target MDGs.5-12. Karena tahun ini kan sudah dibentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dalam APBN-P 2011.000 kelahiran hidup pada 2015. MDGs menargetkan persentase penduduk miskin menggunakan garis kemiskinan nasional di level 7. mendorong kesetaraan gender. hari ini. KUR dan bantuan sosial lainnya. Pemerintah. Pemerintah ingin meng-cover bukan hanya masyarakat miskin. serta mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS S. "Seperti raskin itu perlu perbaikan dari sisi distribusi ke berbagai titik bagi di daerah. "Pada 2011. sedangkan pada 2014. pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan sekitar 11.9 Juta Lapangan Kerja 2012 Beras Untuk Rakyat Miskin Bandung Disalurkan Lagi KABAR MAKASSAR: Ekonomi Sulsel Tumbuh 8% Pada 2012 JAKARTA: Badan Pusat Statistik mengingatkan pemerintah untuk fokus pada upaya pencapaian target-target Millenium Development Goals (MDGs) 2015.49%. juga sudah menyiapkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) sebagai unifikasi data yang akan menjadi database untuk implementasi program-program penganggulangan kemiskinan. MDGs menargetkan AKI hanya 102 per 100. terutama target MDGs yang menyangkut tingkat kemiskinan dan kelaparan. Menurutnya. terutama memaksimalkan kinerja tim koordinasi pengentasan kemiskinan daerah (TKPKD) di tingkat provinsi dan kabupaten karena semua program eksekusinya di daerah.5%. Namun. beasiswa miskin." Sebelumnya. diperlukan pengawasan dan evaluasi yang intensif agar program-program pengentasan kemiskinan dapat berjalan dengan efektif." tutur Rudy. tapi juga rumah tangga hampir miskin dan rumah tangga yang rentan kemiskinan. yakni memberantas kemiskinan. semua program pengentasan kemiskinan dikaji dan dikoordinasikan dengan lebih optimal. Padahal. tingkat kemiskinan di level 12. raskin." ungkap Happy dalam acara Sosialisasi IPM dan MDGs. melestarikan lingkungan hidup.49%.55% pada 2015. Upaya pemerintah harus lebih gencar. di bidang kemiskinan. sehingga pengentasan kemiskinan dapat tercapai. "PPLS itu mencakup 40% dari rumah tangga terbawah. Direktur Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengaku optimistis tingkat kemiskinan dapat tercapai. memeratakan akses pendidikan. hari ini. "Kalau melihat tingkat kemiskinan kami optimistis dapat tercapai. Happy juga menilai pengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan kasus penyakit menular lainnya.000 kelahiran hidup sejak 2007. lanjutnya. Berita Terkait      Angka Kematian Ibu Masih Jadi Persoalan Bangsa Ini SBY Minta Belanja Dana Hibah US$600 Juta Tepat Sasaran Pemerintah Janji Buka 3. Jampersal. Pertanyaannya apakah program-program sudah mengarah ke sana. BPS juga menyoroti target Angka Kematian Ibu (AKI) yang cenderung stagnan di tingkat 228 per 100." katanya ketika dihubungi Bisnis. (Bsi)    More Sharing Services Share on facebook Share on print ." kata Rudy. padahal tahun ini tingkat kemiskinan masih berada di tingkat 12. Selain itu. menurunkan angka kematian ibu dan anak. Jamkesda. Selain soal kemiskinan. Koordinasi di pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait juga perlu dioptimalkan. Namun. Menurutnya. "Perlu keseriusan dari kementerian/lembaga terkait agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat berkesinambungan dan berdampak pada semua lapisan masyarakat. serta komitmen mengintegrasikan prinsip pembangunan 'hijau' sebagai tantangan MDGs yang butuh upaya ekstra dari pemerintah dan semua lapisan masyarakat. tingkat kemiskinan diperkirakan 8-10% secara nasional. Rudy menekankan pentingnya efektivitas program-program pengentasan kemiskinan. Happy Hardjo mengungkapkan berdasarkan potret BPS. program pengentasan kemiskinan akan didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2012-2014) yang mencakup empat cluster penganggulangan kemiskinan. seperti Jamkesmas. serta kesehatan masyarakat. PNPM.

com. Sabtu (19/11) pagi. Nusa Dua. pertahanan maritim dan antipembajakan. Nusa Dua: Para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam pertemuan puncak dengan Perserikatan Bangsa Bangsa membahas bantuan PBB kepada ASEAN untuk mencapai tujuan pembangunan milenium atau Millenium Development Goals (MDG). Masalah lain yang dibahas dalam pertemuan ASEAN-PBB adalah krisis keuangan dunia serta berbagai persoalan lain yang mengemuka di tingkat kawasan dan global. Dalam siaran pers Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri. Pertemuan para kepala negara dan kepala pemerintahan ASEAN dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon diharapkan mengadopsi pernyataan bersama tentang kerja sama paripurna antara ASEAN dan PBB. .Discuss: BPS: Pemerintah agar fokus ke target MDG ASEAN-PBB Bahas Bantuan untuk Capai MDG Anri Syaiful Artikel Terkait      Ketika Obama Berbisik di Jamuan Makan Malam SBY: Penghargaan Ini Milik Masyarakat Indonesia SBY Menerima Penghargaan dari PBB Kemacetan Parah Mengiringi KTT ASEAN Jamuan Makan Malam Tutup Hari Kedua KTT 19/11/2011 09:41 Liputan6. penyelesaian konflik. para kepala negara dan kepala pemerintahan anggota ASEAN dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon diagendakan membicarakan peningkatan kerja sama ASEAN dengan PBB dalam berbagai bidang. para pemimpin negara anggota ASEAN dan PBB juga beragam persoalan mulai dari kerja sama melalui pertukaran praktik terbaik dan pembangunan kapasitas untuk menegakkan hak asasi manusia. Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam di Bali International Convention Center (BICC). Bali itu. serta persiapan dan pelaksanaan rencana strategis ASEAN tentang manajemen bencana periode 2011-2015.

dr Endang Rahayu Sedyaningsih. Yogyakarta. 4.detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta.Selain dengan ASEAN.PH disela-sela acara the 6th Asia Pacific Conference on Sexual and Reproductive Health and Right 2011 di Grha Sabha Pramana UGM. maka PBB pada Sabtu ini juga dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 3. . malaria dan penyakit menular lainnya Memastikan kelestarian lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan "Diantaranya semua indikator MDG. 7. Menurut Menkes. 21/10/2011 10:58 WIB Tekan Angka Kematian Ibu. 2. Ada akses pelayanan kesehatan namun terlalu jauh untuk dijangkau Ada akses pelayanan kesehatan dan dekat jaraknya namun ibu tersebut tidak terbiasa ke bidan. yaitu: 1. Tidak adanya akses pelayanan kesehatan. Dr. yaitu: 1. MPH. 4. 3. 2. 2. antara lain: 1. yang paling sulit untuk dicapai adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Terlalu tua saat hamil Terlalu muda saat hamil Terlalu banyak atau sering hamil Terlalu kerap atau dekat jarak kehamilannya Selain itu. Ada 8 indikator MDG (Millennium Development Goal) yang ditetapkan PBB. baik itu kendala geografis maupun sosial budaya. Itu semua harus kita atasi. Yang sekarang kita upayakan adalah melibatkan peranan suami dan memperkenalkan Jampersal (Jaminan Persalinan). Masalah geografis dan sosial budaya masih menjadi kendala besar. Sulit sekali menurunkan. Jumat (21/10/2011). "Jadi ada berbagai kendala. tidak hanya di Indonesia tetapi juga hampir seluruh negara di dunia. ada beberapa masalah yang menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Menteri Kesehatan menyatakan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah yang paling sulit dicapai." jelas Menkes. Target MDG yang Paling Sulit Dicapai Merry Wahyuningsih . di beberapa tempat tidak ada pelayanan kesehatan." ujar Menteri Kesehatan. 6. 5. 3. masih ada kendala demografi dan sosial budaya yang menjadi masalah besar.(ANS/Ant) Jumat. Dari 8 indikator MDG (Millennium Development Goal). Memberantas kemiskinan dan kelaparan Mencapai pendidikan untuk semua Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan Menurunkan angka kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Memerangi HIV/AIDS. Si ibu terbiasa ditolong oleh dukun atau ibunya sendiri. 8.

IMA 2011 juga menggelar serangkaian kegiatan seperti seminar inspiratif yang bertujuan menemukan 1 0 inspirator yang akan disebut sebagai „Pencerah Nusantara‟. 2. (*). selain didukung dengan teknologi informasi untuk menjangkau publik yang lebih luas. Ketiga lembaga itu adalah Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dengan Programnya Manajemen Sarana Transportasi zero breakdown motorcycle untuk Pelayanan Kesehatan di pedesaan. Baik program MST zero breakdown motorcycle untuk pelayanan kesehatan di pedesaan yang diusung YKS maupun program 2H2 center y ang diusung Dinkes Flores Timur. sama-sama mendaftar untuk kategori kesehatan ibu dan anak. 26/01/2012 . Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Prof. Di NTT ada tiga lembaga yang keluar sebagai nominasi dalam ajang penghargaan Indonesia MDG Awards.Target dari MDGs tahun 2015 untuk angka kematian bayi harus mencapai 23/1. Ninok Leksono. yang didampingi bidan Theresia Palang Keda dan Bidan Joria Parmin merupakan sebuah gerakan moral dengan memanfaatkan teknologi sederhana berupa Hand Phone (HP) dalam memantau perkembangan ibu hamil. Hal ini terjadi karena minimnya sarana transportasi umum maupun yang dimiliki para petugas kesehatan di pedesaan. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Dr. Program MST zero breakdown motorcycle untuk pelayanan kesehatan di pedesaan lahir sejak Juni 2002 . dan Prof. 2. MARS. 4. Lima provinsi menyumbang hampir 50 persen dari total angka kematian ibu dan bayi. Untuk diketahui. Fas li Jalal. Demikian disampaikan Martin Firdaus Siringoringo dan Gordon B. Indonesia Country Director World Food Programme (WFP) Coco Ushiyama. Ketua Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah (YIPD) Dr. Dewan juri dalam event ini terdiri dari sejumlah tokoh penting yang terkait erat dengan upaya-upaya MDGs dan berkompeten di bidangnya seperti Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Gamawan Fauzi. Kendati YKS dan Dinkes berasal dari satu daerah dan sama-sama masuk nominasi dengan kategori yang sama yakni kesehatan ibu anak namun menurut Martin kedua lembaga ini tidak perlu merasa untuk bersaing karena Dinkes mendaftara pada peserta kabupaten/kota sedangkan YKS mendaftar pada sektor swasta (LSM). dr. DTCE. Para inspirator akan menjadi duta yang diharapkan dapat menyebarluaskan semangat pencapaian tujuan-tujuan MDGs di wilayah masing-masing. Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. 5. Yos Usen Aman. Redaktur Senior Kompas Dr. Indonesia MDG Awards 2011 adalah satu program dengan tujuan membangkitkan semangat para pemangku kepentingan baik dari Pemerintah kabupaten/kota maupun sektor swasta (LSM) dan para pemuda di seluruh Indonesia dalam bentuk penghargaan atau apresisasi bagi kesuksesan mereka dalam melakukan praktek cerdas sesuai dengan 8 target pencapaian Millennium Development Goals (MDG). Latar belakang lahirnya kedua program ini juga sama yakni bertitik tolak dari keprihatinan terhadap kesehatan ibu/anak. 3. Dalam diskusi itu terungkap salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu/anak adalah terlambat tolong. Dari sinilah lahir program MST zero breakdown motorcycle untuk membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatan pelayanan kesehatan. Martin dan Gordon menjelaskan jumlah lembaga yang mendaftar untuk mengikuti penghargaan ini sebanyak 240 lebih dan yang masuk nominasi 120 lebih. Program ini menurut dr. Penyelenggaraan IMA tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Sumatera Utara NTT Program MST dan 2H2 MASUK NOMINASI MDG Award SUBMITTED BY MISAN ON THU. 4. Sonny Harry B Harmadi. Pada 31 Januari 2012 IMA 2011 akan menggelar festival nasional MDGs dan pameran yang menampilkan berbagai program pemangku kepentingan MDGs. Lebih dari itu. Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Sumatera Utara Banten Untuk penyumbang angka kematian ibu yang paling banyak adalah: 1. serta untuk mempermudah proses pendaftaran dan penjurian. DTM&H. Untuk angka kematian bayi provinsi yang paling banyak menyumbang adalah: 1. Dalam pertemuan dengan YKS dan tim 2H2 Center Dinkes Flores Timur. sebelum sampai pada puncak acara malam penganugerahan IMA 2011 pada tanggal 1 Februari 2012 mendatang di Jakarta dan akan ditayangkan di Metro TV. Meski inisiatif untuk mengembangkan program ini berbeda secara kelembagaan namun kedua program ini saling mendukung untuk memperbaiki kondisi kesehatan ibu/anak di Flores Timur terutama dalam menenkan angka kematian ibu/anak. Yos Usen Aman dalam menerjemahkan Program Revolusi KIA yang dicanangkan pemerintah NTT. Sedangkan untuk angka kematian ibu harus mencapai angka 102/100. Rusman Heriawan. karena provinsi ini memiliki jumlah penduduk yang besar. Tjandra Yoga Aditama SpP(K). Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Dr. Sabtu 21 Januari lalu. Manuain yang juga staf khusus Presiden RI untuk hubungan regional dan global saat meninjau kedua program itu secara langsung di Larantuka.11:43 Program manajemen sarana transportasi (MST) Zero Breakdown Motorcycle untuk pelayanan kesehatan di pedesaan yang dikembangkan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dan Program 2H2 Center dinominasikan dalam seleksi penerimaan Indonesia MDG Awards (IMA) tahun 2011.000 kelahiran hidup. Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo. 3. Nafsiah Mboi SpA. (Penulis adalah aktivis LSM tinggal di Larantuka) Penulis: Mansetus Balawala . Semua data tentang ibu hamil masuk dalam data base dinas kesehatan dan dipantau Dinkes dengan melibatkan semua pihak di kecamatan dan desa. Erna Witoelar. Kabupaten Sikka yang mendaftar untuk kategori program HIV/AIDS. Sementara program 2H2 center “diarsiteki” oleh dr. 5.000 kelahiran hidup. Dr. MPH. ketika dalam sebuah FGD berama PPLKB dan Petugas kese hatan. Dinkes Flore s Timur dengan program 2H2 Center dan SMAK Yohanes Paulus II Maumere. program ini diharapkan agar semua pemangku kepentingan dapat terhindar dari praktek-praktek yang tidak sejalan dengan pencapaian MDGs. Salah satu aspek penting dalam program Indonesia MDG Awards yaitu dengan membangun suatu sistem insentif dan disinsentif atau rewards and punishment untuk memotivasi para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras menjalankan upaya pencepatan target-target MDGs tersebut.

dimana hasil deklarasi ini diharapakan dan ditargetkan bisa terwujud sampai dengan tahun 2015 . Inti dari Millennium Declaration ini mengandung 8 item. kemudian negara-negara anggota PBB kemudian mengadopsi tujuan pembangunan milenium (millenium developments goals). Dalam kesepakatannya. dan di semua tingkat pendidikan pada tahun 2015 d. Menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup . Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan  Menghapus ketidaksetaraan jender dalam jenjang pendidikan dasar dan menengah pada tahun 2005. keamanan. 2011 HARAPAN BARU DENGAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Pengertian MDGs Harapan baru pada tahun 2015 tercapai perubahan siginifikan di bidang kesehatan.  Mengurangi dua pertiga dari anka tingkat kematian anak di bawah usia lima tahun Meningkatkan kesehatan ibu Mengurangi tiga perempat dari angka tingkat kematian ibu f. Setiap tujuan memiliki satu atau beberapa target beserta indikatornya. dan menghasilkan sebuah deklarasi. hal ini sebagai wujud realisasi pertemuan beberapa anggota PBB pada sekitar bulan September 2000. Memerangi HIV/AIDS. hak asasi dan kebebasan fundamental dalam satu paket. MDG menempatkan pembangunan manusia sebagai fokus utama pembangunan memiliki tenggat waktu dan kemajuan yang terukur. Menurunkan angka kematian balita  e. pembangunan. dengan diikuti sebanyak 189 negara mengadakan perkumpulan dan pertemuan. Deklarasi ini menghimpun kesepakatan para pemimpin dunia yang tidak pernah ada sebelumnya untuk menangani isu perdamaian. Adapun Tujuan / Sasaran MDGs a. Memberantas kemiskinan dan kelaparan  Mengurangi sampai setengah jumlah penduduk yang hidup dengan penghasilan kurang dari satu dollar perhari  Mengurangi sampai setengah jumlah penduduk yang kelaparan b.HARAPAN 2015 DENGAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Posted on Februari 14. malaria dan penyakit menular lainnya   Menghentikan dan mengurangi laju penyebaran HIV/AIDS Menghentikan dan mengurangi laju penyebaran malaria serta penyakit menular utama lainnya g. Mewujudkan pendidikan dasar bagi semua  Menjamin agar semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan jenjang pendidikan dasar c. yang kemudian 8 point ini dikenal dengan Millennium Development Goals (MDGs).

hal ini ditegaskan dalam Permenkes No. Namun dalm pelaksanaan uji terdapat pengecualian 2 kategori tenaga yaitu tenaga medis (dokter dan dokter gigi). Pasal 1. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program-program di tingkat nasional serta mengurangi perusakan sumber daya alam  Mengurangi sampai setengah jumlah penduduk yang tidak memiliki akses kepada air bersih yang layak minum  Berhasil meningkatkan kehidupan setidaknya 100 juta penghuni kawasan kumuh pada tahun 2020 h. 161/MENKES/PER/I/2010 Pasal 32. Termasuk komitmen melaksanakan tata pemerintahan yang baik. Metode ini digunakan untuk tahap awal dan akan di lakukan untuk lulusan institusi pendidikan tenaga kesehatan yang lulus tahun 2011 yang akan dilakukan sekitar bulan September. Pengertian Tenaga kesehatan Dalam Permenkes No. 2. Suka Penyesuaian Uji Kompetensi BERDASAR Permenkes No.161/PERMENKES/PER/I/2010 (UJI KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN OLEH MTKP) yang di Posted on Februari 21. sehingga jelaslah kewajiban ini harus dilaksanakan. Mencakup pemberian bebas tarif dan bebas kuota untuk ekspor mereka. Adapun metode uji yang akan digunakan oleh MTKP tidak menggunakan metode uji OSCA atau OSCE. yaitu pengetahuan. kewajiban ini telah diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 161/MENKES/PER/I/2010 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.161/MENKES/PER/I/2010 Oleh . 161/MENKES/PER/I/2010. tetapi telah disepakati oleh MTKI dengan menggunakan MCQ. Pasal 1. sebelumnya tenaga kesehatan dimaksud wajib melakukan uji kompetensi. dan sikap. 161/MENKES/PER/I/2010. dari Profesi perawat gigi) Tulisan ini merupakan kelanjutan penulisan saya sebelumnya berjudul : Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan sesuai Permenkes No. Sehingga dengan uji kompetensi ini tenaga kesehatan akan diukur 3 aspek. Sertifikat kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kompetensi seorang tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik dan atau pekerjaan profesinya diseluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan  mengembangkan lebih lanjut sistem perdagangan dan keuangan terbuka yang berdasar aturan. 1.. pembangunan dan pemberantasan kemiskinan – baik secara nasional maupun internasional  menangani kebutuhan khusus negara-negara yang kurang berkembang. bambang sutomo (MTKP Jawa Tengah. Uji Kompetensi Sebelum tenaga kesehatan di register sebagai tenaga kesehatan. Semoga bermanfaat (by : bambang Sutomo. dapat diandalkan dan tidak diskriminatif. maka yang bersangkutan akan diberikan sertifikat kompetensi. keringanan pembayaran hutang bagi negara-negara miskin yang terjerat hutang. butir 3 : Uji kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan. Melihat batasan ini maka sangatlah jelas yang dimasud dalam kategori tenaga kesehatan. yang menjelaskan bahwa ketentuan registrasi tenaga kesehatan dalam peraturan ini tidak berlaku bagi tenaga medis dan tenaga kefarmasian. ketrampilan. Hal ini sesuai Permenkes No. Untuk menyatakan dan menunjukan seorang tenaga kesehatan sudah mengikuti uji kompetensi dan dinyatakan lulus. telah dijelaskan bahwa yang dimaksud tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangna untuk melakukan upaya kesehatan. dn pemberian bantuan pembangunan yang lebih besar untuk negara-negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan c) menangani kebutuhan khusus negara-negara yang terkurung daratan dan negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang. ketrampilan. health promotion)…. 2011 by bambangsutomo Uji kompetensi merupakan kewajiban bagi seluruh tenaga kesehatan di Indonesia. serta tenaga kefarmasian tidak berkewajiban melakukan melakukan registrasi tenaga kesehatan. Pengertian mengenai iji kompetensi sebagaimana dijelaskan dalam Permenkes No. dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. pembatalan hutang bilateral. .

Pasal 10 (4). SIP. Hal ini sesuai Permenkes No. registrasi dan izin kerja perawat gigi. Registrasi tenaga kesehatan Tenaga kesehatan yang sudah melakukan uji kompetensi. registrasi dan praktek bidan. 2). yang berbunyi : sertifikat kompetensi sebagaimana ayat (2) berlaku 5 (lima) tahun dan dapat dilakukan uji kompetensi kembali setelah habis masa berlakuknya. SIB bagi bidan. yang menyatakan bahwa tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat mengajukan permohonan Registrasi berdasarkan Peraturan ini. sebagaimana diatur dalam pasal 10 ayat (2) Sertifikat Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh ketua MTKP Srtifikat kompetensi tdidak berlaku seumur hidup. Tenaga kesehatan harus segera mengajukan permohonan memperoleh STR. Maka dengan adanya peraturan ini maka : 1). 161/MENKES/PER/I/2010. ayat (1).serta diakui secara hokum untuk menjalankan praktik dan atau pekerjaan profesinya. Dengan berluknya Permenkes No. Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya. Dan tentunya setelah habis diwajibkan mengikuti proses registrasi yang diawali dengan uji kompetensi. dan lainnya.SIRO. SIR bagi radiographer. 3. . ayat (1) yang berbunyi . dan terbentuknya MTKI dan MTKP maka perlu dilakukan penyesuaian penyesuaian sebagai berikut : 1).SIPG. maka sertifikat uji kompetensi dianggap syah dan berlaku dan bisa digunakan sampai masa berlakuknya habis. Tenaga kesehatan yang telah lulus uji kompetensi diberikan sertifikat kompetensi. SIP. SIF. registrasi dan izin praktek fisio terapis. Hal ini sebagaimana diatur dalam Permenkes No. registrasi dan izin kerja refraksionis optisien. 2). dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.161/MENKES/PER/I/2010. sudah ada peraturan yang mengatur mengenai registrasi tnaga kesehatan seperti SIB. Seseorang tenaga kesehatan yang sudah di ter-registrasi kemudian akan diberikan Surat tanda registrasi (STR). Hal ini seperti diatur dalam pasal 30 ayat 1 yang menjelaskan bahwa . Kepala Dinas Kesehatan Provinsi selaku registrar menandatangani STR atas nama MTKI dan STR berlaku secara nasional di seluruh wilayah indonesia 4. 161/MENKES/PER/I/2010. bukti tertulis untuk menjalankan kewenangan sebagai tenaga kesehatan tersebut tetap berlaku . 5. Pasal 12 . (4). Untuk memperoleh STR. Penyesuaian dengan peraturan sebelumnya mengenai kewajiban registrasi . Hal ini datur dalam Permenkes No. tenaga kesehatan yang telah mendapatkan bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia dinyatakan telah memiliki STR sampai dengan masa berlakunya habis.Bukti registrasi lama berlaku sampai masa berlakuknya habis. sesorang tenaga kesehatan akan dilakukan uji kompetensi lagi setelah 5 tahun. Dengan melihat pasal 30. untuk selanjutnya diharapkan mengajukan permohonan kepada MTKI untuk melakukan registrasi tenaga kesehatan . 161/MENKES/PER/I/2010. ini sudah ada beberapa daerah yang melakukan uji kompetensi bagi tenaga kesehatan diwilayahnya.Sertifikat kompetensi tetap berlaku sampai masa berlakuknya habis.SIR.SIPG. Hal ini sesuai dengan Pasal 31 ayat (2) yang menyatakan bahwa ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku apabila MTKI dan MTKP telah terbentuk.SIR. Peraturan sebelumnya yang mengatur (registrasi dan praktik perawat. maka langsung bisa mengajukan STR berdasarkan Permenkes No. tenaga kesehatan harus mengajukan permohonan kepada ketua MTKI melalui MTKP . selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang diregistrasi setelah memiliki sertifikat kompetensi. SITW. registrasi dan izin kerja radiographer. Sertifikat kompetensi disahkan oleh ketua MTKP. dan belum memiliki bukti tertulis pemberian kewenangan dinyatakan telah memiliki sertifikat kompetensi berdasarkan peraturan ini. 161/MENKES/PER/I/2010. yang menyatakan bahwa berdasarkan sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). registrasi dan izin kerja okupasi terapis) dinyatak dicabut dan tidak berlaku. registrasi dan praktik terapis wicara. 161/MENKES/PER/I/2010. Hal ini sesuai dengan Permenkes No. dan tenaga kesehatan dimaksud sudah dianggap mempunyai Surat Tanda Registrasi. Perlakuan bagi tenaga kesehatan yang sudah melakukan uji kompetensi dan registrasi Sebelum diberlakukannya Permenkes No. Pasal 30 ayat (4). 161/MENKES/PER/I/2010 Pasal 30 ayat (3) yang menyatakan bahwa tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi yang diperoleh sebelum terbentuknya MTKI dan MTKP berdasarkan peraturan ini. SITW. Sertifikat kompetensi yang sudah ada dan masih berlaku bisa langsung untuk mengajukan STR. Surat tanda registrasi. Seseorang yang sudah terregistrasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. SIF. 161/MENKES/PER/I/2010.SIRO. (3). Peraturan sebelumnya yang mengatur mengenai pelaporan dan registrasi. jadi dia tidak mempunyai kewajiban untuk ikut uji kompetensi sepanjang bukti kewenangan tersebut masih berlaku. Ketentuan ini bisa juga diartikan bahwa seseorang yang sudah uji kompetensi dan memiliki sertifikat kompetensi dan belum mendapatkan atau belum mempunyai registrasi berdasarkan peraturan sebelumnya seperti SIP bagi perawat. apabila MTKI dan MTKP telah terbentuk. hal ini sesuai pasal 10 ayat (3). Sebelum terbit Permenkes 161/MENKES/PER/I/2010. MTKI melakukan registrasi secara nasional dan memberikan nomor registrasi peserta kepada kepala dinas kesehatan provinsi melalui MTKP . dinyatakan sudah memiliki STR sampai berlakunya habis. apakah masih kompeten atau tidak kompeten.DAN SIOT.DAN SIOT). SIPG bagi perawat gigi. Bagi yang sudah memiliki sertifikat uji kompetensi. maka dengan dikeluarkannya Permenkes No. sangatlah jelas bahwa dengan dimilikinya bukti tertulis tersebut . 161/MENKES/PER/I/2010 (tidak perlu lagi mengurus SIB. Sertifikat kompetensi yang masih berlaku langsung bisa digunakan untuk mendapatkan STR (Surat tanda registrasi). Pasal 10. Registrasi akan dilakukan oleh MTKI dengan diberikan nomer registrasi.

Dalam tahap ini peneliti diharapkan bisa melakukan analisis sebagai jawaban dari tujuan penelitian. sampai dengan ditulisnya makalah ini. Sepanjang yang mengatur pelaporan dan registrasi. Penyesuaian bagi MTKP yang dibentuk sebelum Permenkes No. Dalam langkah ini peneliti diharapkan bisa membaca dan memaknai hasil pengolahan dari data yang kita miliki. registrasi dan praktik terapis wicara. 1. serta sebagai dasar pembuatan rekomendasi hasil penelitian. 2. Posted in Tenaga Kesehatan | Tinggalkan komentar BANTU CEPAT OLAH DATA Posted on April 5. sedangkan MTKP sudah disyahkan dengan SK oleh BPPSDMK pada bulan April 2011. pemilihan jenis analisis juga kita sesuaikan dengan tujuan penelitian. registrasi dan izin kerja refraksionis optisien. Pasal 34 yang menyatakan bahwa pada saat peraturan ini berlaku maka kepmen yang mengatur tentang registrasi dan praktik perawat. untuk realisasi pelaksanaannya akan segera ditindak lanjuti oleh MTKI dengan MTKP di tiap-tiap Provinsi. 161/MENKES/PER/I/2010 berlaku. Tahapan ini sangatlah menentukan dalam merumuskan hasil penelitian. Coding data Setelah semua instrument diedit. Apabila dijumpai ada jawaban yang belum lengkap. tentunya kita semua berkewajiban untuk menjalankan peraturan ini demi terciptanya pelayanan yang bermutu. Bagi beberapa daerah yang sudah mempunyai MTKP yang dibentuk sebelum berlakuknya Permenkes No. harus menyesuaikan diri dengan ketentuan dalam peraturan ini. 161/MENKES/PER/I/2010. maka untuk selanjutnya akan dimasukan kedalam software komputer 4. Analisis deskriptif . SIK tetap berlaku Namun perlu diingat yang dicabut adalah yang berhubungan dengan pelaporan dan registrasi. apakah tulisannya atau isiannya jelas. 3). registrasi dan izin kerja okupasi terapis. 3. dalam artian tidak lagi melakukan kegiatan semenjak Permenkes No. hal ini sesuai dengan pasal 31 ayat (3) yang menyatakan MTKP yang telah terbentuk pada saat peraturan ini berlaku. untuk selanjutnya akan dilakukan pemberian kode. 161/MENKES/PER/I/2010. MTKI sudah dibentuk dan dilantik pada tanggal 16 Februari 2011. registrasi dan izin kerja radiographer. dalam sebuah penelitian setelah kita melakukan pengolahan data. Artinya seorang tenaga kesehatan tetap berkewajiban mengurus izin kerja. registrasi dan izin praktek fisio terapis. kemudian akan dilakukan pengecekan untuk menghindari kesalahan-kesalahan kode. maka untuk segera menyesuaikan diri. pembuatan kesimpulan. dan sebagainya kemudian apabila terjadi kesalahan akan dilakukan pembetulan. yaitu adanya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 028/MENKES/PER/I/2011 Tentang Klinik. apabila MTKI dan MTKP telah terbentuk. yaitu mengubah data yang berbentuk huruf menjadi angka. bila perlu dilakukan pengambilan data ulang. registrasi dan praktek bidan. ketidaklengkapan. Pembersihan data Setelah semua data dimasukan dalam software. Untuk itu sangatlah diperlukan kecermatan sebagai langkah-langkah konkrit atas data yang kita peroleh . registrasi dan izin kerja perawat gigi. Editing data Tahap ini adalah pengecekan dan perbaikan instrument penelitian. Pengolahan data Adapun tahap-tahapan dalam pengolahan data adalah : 1. Seperti apa yang dijelaskan dalam Permenkes No. Dengan tulisan ini diharapkan dapat manambah wawasan bagi kita serta memberi pencerahan bagi semuanya.2). bahwa dalam Pasal 18 ayat (2) dijelaskan bahwa setiap tenaga kesehatan lain yang bekerja di klinik harus mempunyai Surat Izin sebagai tanda registrasi/Surat Tanda Registrasi dan Surat Izin Kerja (SIK) atau Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. karena semua yang mengatur registrasi dan uji kompetensi sudah diatur dengan Permenkes No. 2011 Solusi Tepat Cepat dan Akurat Membantu Olah Data Dalam proses penelitian. 161/MENKES/PER/I/2010 muncul. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. sehingga untuk pelaksanaan ataupun realisasi sesuai peraturan menteri tersebut sudah tidak ada masalah. 161/MENKES/PER/I/2010 berlaku. Entry data Data-data yang sudah diberi atau dirubah dengan kode angka. Kewajiban adanya SIK juga diatur lebih lanjut sesudah Permenkes No. Analisis Data Merupakan langkah yang amat penting. tetapi sebenarnya kalau kita bisa menginterprestasikan angka-angka tersebut akan sangat menarik dan bermakna. 161/MENKES/PER/I/2010. Data hasil penelitian tidaklah sekedar angka yang tak bermakna. sedangkan yang berhubungan dengan Surat Izin Kerja (SIK) tetap berlaku . Kesalahan yang sering terjadi adalah adanya interprestasi yang kurang tepat. apakah semua sudah terisi. apakah jawabannya konsisten dengan pertanyaan. Sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di Indonesia. khususnya untuk jenis penelitian kuantitatif tidak akan terlepas dengan proses pengolahan data.

pengertian dari mdgs MDGs Millennium Development Goals Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Milenium. serta ketanggapan sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis. multiple corelation. Millennium Development Goals. adalah sebuah paradigma pembangunan global. Dengan analisis ini kita dapat melihat besaranya pengaruh satu variabel dependent kepada variabel dependent. pengertian mdg. Banyaknya variabel juga menentukan jenis uji apa yang akan kita gunakan. mdgs 2015. dideklarasikan Konperensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. dalam analisis ini digunakan uji korelasi. isi mdgs 2015. Kecermatan. pola hubungan yang ada. varians. independent). regresi logistik. Definisi mdgs. prosentase. terdistribusi normal atau tidak. . kejelian. visi mdgs. Uji statistik untuk studi komparatif ada beberapa mulai dari t-test (paired. mdgs indonesia 2015. pemilihan jenis uji komparatif disesuaikan dengan jenis data yang kita miliki (parametrik. one way anaova. kami akan membantu menentukan solusi yang tepat. untuk order bisa via email . Untuk analisis uji pengaruh bisa dilakukan dengan uji regresi. makalah mdgs. makalah tentang mdgs. 3. maximal. modus. standar deviasi. mdgs 2015 indonesia. Kepercayaan dan kepuasan anda merupakan penghargaan berharga bagi kam Kata Kunci: MDGS 2015. minimal. millenium development goals 2015. non parametrik). wilcoxson. two way anova dll. isi dari mdgs. biavariat. Uji korelasi juga banyak ragamnya mulai dari contingency coeficient. arti millenium development goals. Analisis dilakukan dengan melihat kecenderungan pola data yang kita miliki. serta melakukan dengan cepat dan akurat. pengertian mdgs 2015. spearman rank correlation. Artikel Mdgs. Sifat data. pengertian mdgs. serta arah hubungan yang terjadi. makalah millenium development goals. Team kami akan berusaha membantu semaksimal mungkin bagi para peneliti pemula untuk melakukan pengolahan dan analisis data mulai dari analsis univariat. Analisis Uji Korelasi Analisis ini digunakan untuk melihat hubungan yang terjadi. kolmogorv smirnov. mis SPSS. partial corelation. baik regresi sedrhana ataupun regresi ganda. kirim data dalam bentuk format exell. (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals). dalam uji hubungan juga perlu diperhatiakan sifat data dan jenis data. kendall tau. selain bisa dilakukan dengan membaca hasil output olah data dengan sofware. dengan accunt :mas bam’s. 2. Kesalahan yang sering terjadi adalah otuput dari SPSS tidak kita manfaatkan secara maksimal untuk menjawab tujuan penelitian. isi millenium development goals. indonesia sehat 2015.co. pengertian mdgs adalah. Analisis Uji regresi Dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. millenium development goals 2015 indonesia. Analisis Uji Komparatif Untuk penelitian dengan tujuan membandingkan atau membedakan bisa digunakan uji komparatif.id. median. mann whitney. pengertian millenium development goals. Proses analisis bisa dilakukan dengan melakukan perhitungan manual dengan rumus-rumus statistik. jenis uji yang kita gunakan bisa berupa regresi linear.bambangsutomo20@yahoo. pearson product moment. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000.Untuk analisis secara diskriptip dapat dilihat dari nilai mean. dan multivariat. latar belakang mdgs. visi indonesia sehat 2015. isi mdgs. 4. bisa juga dengan in box melalui accunt facebook. Penggunaannya juga dengan memperhatikan jenis data dan sifat data.

Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. keamanan. Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Mendorong Kesetaraan Gender. termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan . Memerangi HIV/AIDs. 6. 7. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya. dan Pemberdayaan Perempuan. Meningkatkan Kesehatan Ibu. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu: 1. dan Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan. 5. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015. dan pembangunan. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator.Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia. 4. 8. perdamaian. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. 2. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan. Menurunkan Angka Kematian Anak. 3.

2. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs. yaitu: umur panjang dan sehat. Penjelasan Singkat Mengenai IPM dan MDGs I. pengetahuan dan kualitas hidup yang layak HDI memberikan suatu ukuran gabungan tiga dimensi tentang pembangunan manusia: 1. IPM merupakan indeks yang mengukur pencapaian keseluruhan suatu negara. Lampiran 1. yang direpresentasikan oleh 3 dimensi.kegiatan monitoring MDGs. 3. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 1 Sejak 1990. Indeks pendidikan : Terdidik (diukur dari tingkat kemampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar. Indeks daya beli : Memiliki standar hidup yang layak (diukur dari paritas daya beli/ PPP. lanjutan dan tinggi) dan…. Secara lebih sederhana tentang IPM dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Dimensi Indikator Indeks Dimensi Umur panjang dan sehat Angka harapan hidup . penghasilan). Indeks Pembangunan Manusia -IPM (Human Development Index HDI) mengartikan definisi kesejahteraan secara lebih luas dari sekedar pendapatan domestik bruto (PDB). Indeks kesehatan : Panjang umur dan menjalani hidup sehat (diukur dari usia harapan hidup).

j) = Indikator ke-i dari daerah j X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-max) = Nilai maksimum dari Xi . Rata-rata lama sekolah (MYS) Indeks pendidikan Æ Indeks X2 Kehidupan yang layak Pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP Rupiah) Indeks pendapatan Æ Indeks X3 IPM 1 Sumber dari Biro Pusat Statistik Dari tabel diatas.j) = (X(i.3) Indeks X(i.2.X(i-min)). untuk penghitungan IPM dapat dirumuskan sebagai berikut : IPM = 1/3 (Indeks X1 + Indeks X2 + Indeks X3) a.2 Dari tabel diatas.j). untuk penghitungan IPM dapat dirumuskan sebaga LI. Angka melek huruf (AMH) 2. Proses Penghitungan Indeks Xi (i=1. dimana X(i.pd saat lahir (e0) Indeks harapan hidup Æ Indeks X1 Pengetahuan 1.X(i-min))/ (X(i-max).

pilihan pada q2. untuk penghitungan IPM dapat dirumuskan sebagai berikut : IPM = 1/3 (Indeks X1 + Indeks X2 + Indeks X3) a. q3.j). melalui tahun konversi yang ditinjau dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan seperti tabel dibawah ini : MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 2 II.X(i-min)). q5 Indeks X2 = Indeks Pendidikan • Sumber data: Susenas 2005-Kor • Terdiri dari dua komponen: 1. MYS Æ rata-rata lamanya sekolah Penghitungan MYS. AMH Æ % angka melek huruf 2. ALH 2. Proses Penghitungan Indeks Xi (i=1.j) = Indikator ke-i dari daerah j X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-max) = Nilai maksimum dari Xi Indeks X1 = Indeks lamanya hidup Proses penghitungan e0 • Sumber data:Susenas 2005-Kor • Penghitungan dilakukan berdasarkan 2 data dasar: 1. AMH Æ % angka melek huruf 2.3) Indeks X(i. Tujuan dan Target dalam MDGs .2 Dari tabel diatas. ALH 2. melalui tahun konversi yang ditinjau dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan seperti tabel dibawah ini : Pendidikan tertinggi yang ditamatkan Tahun Konvers LI.j) = (X(i.Indeks X1 = Indeks lamanya hidup Proses penghitungan e0 • Sumber data:Susenas 2005-Kor • Penghitungan dilakukan berdasarkan 2 data dasar: 1.1.2.X(i-min))/ (X(i-max). AMH • Menggunakan paket program mortpack (Metode Trussel dengan model West). q3. dimana X(i. pilihan pada q2. AMH • Menggunakan paket program mortpack (Metode Trussel dengan model West). MYS Æ rata-rata lamanya sekolah Penghitungan MYS. q5 Indeks X2 = Indeks Pendidikan • Sumber data: Susenas 2005-Kor • Terdiri dari dua komponen: 1.

di manapun. laki-laki dan perempuan.1 Tujuan 1: Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan Target 1: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah USD 1/hari menjadi setengahnya antara 1990-2015 Target 2 : Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990-2015 2 Tujuan 2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Target 3: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2015. semua anak. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya . dapat menyelesaikan sekolah dasar (primary schooling) 3 Tujuan 3: Mendorong Kesetaraan Gender dan Target 4: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2 Bahan presentasi Deputi Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Pemberdayaan Perempuan 2005 dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015 4 Tujuan 4: Menurunkan Angka Kematian Anak Target 5: Menurunkan angka kematian Balita sebesar dua pertiganya. antara tahun 1990 dan 2015 5 Tujuan 5: Meningkatkan Kesehatan Ibu Target 6: Menurunkan angka kematian ibu antara tahun 1990-2015 sebesar tiga –perempatnya 6 Tujuan 6: Memerangi HIV/AIDS.

Target 7: Mengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunnya jumlah kasus baru pada tahun2015 Target 8 : Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit lainnya pada tahun 2015 7 Tujuan 7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup Target 9: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang Target 10 :Penurunan sebesar separu. pengembangan kapasitas.2 8.2 7. dukungan teknologi. ICT dann environmental sustainability II. Menyusun prioritas utama Pemerintah melalui MDG‟s RPJM 2009 MDGs 2015 Indikator/Sasaran (%) 2002 Target Target Kemiskinan Populasi dengan pendapatan di bawah US$ 1 per hari 35.2.3 Persentase jumlah orang miskin 18.5 Kesehatan LI. pembangunan infrastruktur seperti transportasi.4 10. proposisi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minimum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 Taeget : 11: Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 2020 8 Tujuan 8: Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan Target 12 : Kemitraan dan kerjasama regional untuk pencapaian MGD antara lain di bidang perdagangan.6 RPJM 2009 MDGs 2015 Indikator/Sasaran (%) 2002 Target Target . investasi.

5. 3. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya. Memerangi HIV/AIDs. Menurunkan Angka Kematian Anak. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua. perdamaian. keamanan. dan pembangunan.7 100 Air dan Sanitasi Persentase populasi dengan akses terhadap perbaikan kualitas air 78 8 Pembangunan Pedesaan Pertumbuhan sektor pertanian 3. Meningkatkan Kesehatan Ibu. adalah sebuah paradigma pembangunan global.6 100 Tingkat netto dan gross pada pendidikan tingkat menengah pertama 79. dideklarasikan Konperensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000.7 99. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu: 1. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000. 4. dan Pemberdayaan Perempuan. 2. (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals).5 98 Tingkat melek huruf pada usia 15-24 .000 kelahiran hidup) 307 226 105 Edukasi Tingkat netto keterlibatan dalam pendidikan dasar 92. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan. 98. Mendorong Kesetaraan Gender. 6.5 MDGs Millennium Development Goals Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Milenium.Tingkat kematian Balita (per 1. .000 kelahiran hidup) 60 26 (<1 kematian) 33 Tingkat kematian akibat proses melahirkan (per 100. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia.

Targetnya selama tahun 1990 – 2105 setidaknya dapat menjadi pedoman untuk daerah lain dalam menurunkan angka kematian balita sebesar dua per tiganya. Berikut penjelasan kedua(Indikator global dan lokal) indiktor tersebut INDIKATOR GLOBAL ATAU NASIONAL UNTUK MEMONITORING PENURUNAN ANGKA KEMAATIAN ANAK Angka Kematian Balita (AKABA) AKABA adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun. dinyatakan sebagai angka per 1000 kelahiran hidup. angka kematian bayi dan proporsi campak pada bayi yang telah mencapai usia 1 tahun. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.com%2F2011%2F02%2F14%2Fisi-milleniumdevelopment-goals-mdgs%2F&ei=3DdWT5WZEeTiQf14sHrCA&usg=AFQjCNFTeTdXpT-jfsfJysetwfJSLS3KeQ Indikator MDGs ke Empat : Menurunkan Kematian Anak SEPTEMBER 4. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya.– Dalam MGDs yang telah disepakati para pimpinan dunia. Nilai normatif Akaba > 140 sangat tinggi. Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. ada 8 tujuan (GOALs) yang ingin dicapai diantara tahun 1999-2015. antara 71 – 140 sedang dan <20 rendah.7. berikut penulis memposting indika tor pencapaian MDGs untuk menurunkan angka kematian anak. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial. file:///C:/url?sa=t&rct=j&q=&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F%2 Fdentalsemarang. Definisi Operasional Kematian Balita dapat diurakan sebagai Kematian yang terjadi pada balita sebelum usia lima tahun Rumusnya . ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. dan 8. 2009 5 KOMENTAR Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008. Untuk mencapai target ini ada dua indikator dibuat yaitu Indikator global atau nasional untuk memonitoring pencapaian Target ke empat yaitu angka kematian balita. termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. AKABA kerap dipakai untuk mengidentifikasi kesulitan ekonomi penduduk. pada postingan sebelumnya penulis telah memaparkanpencapaian MDGs untuk penurunan kematian anak di Polewali Mandar.wordpress. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator. Mengingat kegiatan registrasi penduduk d i Indonesia belum sempurna sumber data ini belum dapat dipakai untuk menghitung AKABA.   Indiktor lokal untuk memonitoring pencapaian target keempat yaitu pemantauan terhadap pencapaian target MDGs untuk tingkat lokal kabupaten/kota dan kecamatan yang dapat dilakukan dengan indikator proksi tertentu. Sebagai gantinya AKABA dihitung berdasarkan estimasi tidak langsung dari berbagai survei. Untuk mencapai 8 tujuan MDGs ini harus jelas definisi dan konsep indikator yang akan digunakan. Namun bagaimana penggunaan indiktornya (terutama definisi dan konsepnya) belum dijelaskan pada postingan tersebut. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015.

Persentase Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Definisi Operasionalnya yaitu Bayi dengan BBLR adalah keadaan bayi lahir dengan berat badan (BB) < 2500 gram yang ditimbang pada saat lahir atau hari ke 7 setelah lahir Rumusnya Perlu diingat BBLR sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila prevalensi ≥ 5 % Sumber data dapat diperoleh Catatan Program Gizi di Puskesmas (PWS Gizi. antara 40-70 tergolong sedang namun sulit untuk diturunkan. Sehubungan dengan hal tersebut. SIRS/RB) Presentase Balita dengan BGM (Bawah Garis Merah) Definisi Operasionalnya yaitu Balita dengan BGM (Bawah Garis Merah) adalah Balita dengan berat badan menurut umur (BB/U) berada pada dan di bawah garis merah pada KMS Rumusnya Sumber datanya berupa Catatan Program Gizi di Puskesmas (LB3 Gizi) dan atau Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (LB3 Gizi. Rumusnya Sumber datanya dapat melalui survei atau catatan data kematian bayi yang meninggal di sarana kesehatan Proporsi imunisasi campak (PIC) pada anak yang berusia 1 tahun PIC adalah perbandingan antara banyaknya anak berumur 1 tahun yang telah menerima paling sedikit satu kali imunisasi campak terhadap jumlah anak berumur 1 tahun. dan lebih besar dari 70 tergolong mudah untuk diturunkan. AKB relevan dipakai untuk memonitor pencapaian target program karena mewakili komponen penting pada kematian balita.Sumber datanya dapat melalui Survey dan atau Catatan data kematian balita yang meninggal di sarana kesehatan Angka Kematian Bayi (AKB) AKB adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun AKB per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Hal ini karena rancangan sampel diperuntukkan untuk menggambarkan angka kematian anak dan bayi tingkat Kabupaten dan atau tingkat propinsi. AKB cenderung lebih menggambarkan kesehatan reproduksi dari pada Akaba. Kemudian Kematian Bayi yaitu Kematian yang terjadi pada bayi sebelum mencapai usia satu tahun. ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. cakupan kunjungan bayi. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial. maka untuk menggambarkan angka kematian anak dan angka kematian bayi digambarkan dengan indikator program yang dilaksanakan dalam upaya menurunkan angka kematian balita dan angka kematian bayi. Nilai normatif AKB kurang dari 40 sangat sulit diupayakan penurunannya (hard rock). pemantauan pertumbuhan menggunakan data SKDN. Definisi operasional dari angka kematian bayi terdahulu harus diketahui yaitu pengertian dari “Lahir Mati” yaitu Kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. rumus dan sumber data indikator tersebut. cakupan pemberian ASI eklusif. Meskipun target program terkait khusus dengan kematian balita. Rumusnya Sumber datanya dapat diperoleh melalui Catatan Program Imunisasi di Puskesmas atau Form LB3 dan atau Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota INDIKATOR LOKAL UNTUK MEMONITORING KEMAJUAN KABUPATEN DAN KECAMATAN Angka kematian anak dan angka kematian bayi untuk tingkat Kecamatan tidak tepat jika diperoleh dari survey yang berskala nasional. dan dinyatakan dalam persentase. Indikator ini merupakan suatu ukuran cakupan dan kualitas sistem pemeliharaan kesehatan anak di suatu wilayah. Berikut ini adalah definisi operasional. PWS Gizi) Pemantauan Pertumbuhan menggunakan data SKDN   SKDN adalah singkatan dari pengertian kata-katanya yaitu S adalah Seluruh balita yang ada di wilayah kerja K adalah jumlah balita yang terdaftar dan memiliki KMS atau buku KIA . antara lain persentase BBLR. Imunisasi adalah unsur penting untuk mengurangi kematian balita. persentase pemberian vitamin A. & LB3 KIA) dan atau Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (PWS Gizi.

bidan. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. paling sedikit 2 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Kunjungan Neonatus adalah kunjungan neonatus (umur 1-28 hari) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. bidan. paling sedikit 4 kali (bayi). 2 kali (neonatus) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. perawat yang memiliki kompetensi klin is kesehatan.  D adalah jumlah seluruh balita yang Ditimbang N adalah balita yang Naik berat badannya sesuai dengan garis pertumbuhan Rumusnya Catatan: Presentase N/D merupakan indikator keberhasilan program Sumber datanya dapat diperoleh Catatan Program Gizi di Puskesmas (LB3 Gizi) dan atau Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (LB3 Gizi/ PWS Gizi) Cakupan Kunjungan Bayi Definisi Operasional yaitu Kunjungan Bayi adalah kunjungan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> . Bali dimana Presiden dan jajaran kabinetnya duduk bersama dengan para Gubernur dan jajaran daerah yang terdiri dari Ketua DPRD. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Ada yang menarik dalam rapat kerja nasional yang berlangsung di Istana Tampak Siring. Rumusnya Menggugat Indonesia lewat MDGs OPINI | 29 May 2010 | 16:34 Dibaca: 204 Komentar: 5 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 <![endif]--> Seperti biasa penulis sebagai ciptaan Tuhan menghaturkan permintaan maaf jika dalam penulisan ini membuat pembaca atau pengunjung tersinggung atau terpojokkan tetapi apa yang penulis tulis di bawah ini adalah murni pendapat pribadi. Kepala Penanaman Modal dari Sabang sampai Merauke dari Mianggas sampai Rote dalam membahas masalah-masalah daerah yang juga menjadi masalah nasional salah satunya adalah program pemerintah yang terkait dalam hal MDGs.

lalu pertanyaan kita kalau Indonesia pada tahun 2000 ikut menandatangani kesepakatan bersama dengan seluruh dunia. yaitu pertama Pengentasan Pe/Ke miskinan dan kelaparan apakah sampai tulisan ini dibuat sudah ada rakyat kecil yang mampu beli dan masak beras ? ternyata tidak ! ini terbukti dimana kita selalu disuguhkan oleh media tentang kehidupan rakyat miskin dan kecil yang selalu tidak bisa mendapatkan akses untuk membeli beras karena harganya yang sangat-sangat mahal dan lagi kalaupun mendapatkan dari pemerintah yaitu Beras Miskin-Raskin itupun tidak sesuai dengan logika dimana beras yang mereka dapat itu beras yang bau apek atau tidak layak dikonsumsi walaupun pemerintah mengatakan beras itu masih layak untuk di masak dan dikonsumsi. Pengentasan Pe/Ke miskinan dan kelaparan. Anak-Anak. tetapi tetap saja banyak pejabat yang marah ketika para guru mengatakan bahwa sekolah kami tidak lebih bagus daripada kandang ayam tetapi tetap saja TIDAK ADA NURANI daripada para pejabat ini untuk tanggap darurat terhadap kondisi gedung sekolah ini apalah arti prestasi dunia meraih ratusan medali emas. PBB selaku penyelenggara tidak akan dan bisa menuntut kepada negara atau yang menandata tangani Janji Bersama itu tetapi rakyatnya lah yang akan menuntut kepada negara karena hak-haknya sebagai warga negara tidak pernah diberikan oleh negara. soal Pendidikan ada berapa kali media massa terutama koran baik yang beroplah nasional atau daerah yang mengangkat masalah pendidikan terutama dalam hal bangunan fisik dari sekolah.Mungkin diantara para pembaca dan pengunjung blog ini bingung dengan mengeritkan dahi dan bertanya apakah MDGs itu ? MDGs adalah Millenium Development Goals atau bahasa kerennya adalah Tujuan Pembangunan Millenium dimana pada tahun 2000 semua kepala negara di dunia di 5 benua ini menandatangi sebuah pernyataan sikap atau janji bersama dimana setiap negara sebisa mungkin atau HARUS BISA menekan angka-angka dalam hal tujuan pembangunan ini hingga tahun 2015. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Itulah sekilas tentang MDGs. Kesetaraan Gender. pertanyaannya apakah beras yang bau apek dan warnanya tidak seperti beras pada umumnya SUDAH PERNAH di konsumsi oleh pejabat daerah mulai dari Kepala Bulog hingga Gubernur beserta keluarga ? <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Kedua. Pendidikan. HIV-AIDS. dan anda juga akan bertanya kenapa harus 2015 ? karena berdasarkan hitungan kalkulasi PBB 15 tahun adalah waktu yang sangat pas untuk negara dalam memperbaiki masalah-masalah yang terjadi di dunia ini dan kalaupun lewat dari tahun yang disepakati bersama. ternyata masih banyak sekolah-sekolah yang bangunannya sangat memprihatinkan kalau boleh membandingkan sekolah di pedalaman dengan bangunan Pos Polisi Bunderan HI atau kandang ayam bekisar para pejabat MASIH LEBIH BAGUS Pos Polisi Bunderan HI dan juga kandang ayam bekisar para pejabat. Angka Kematian ibu Hamil dan melahirkan. mari kita bahas satu persatu 7 tujuan dari MDGs dengan hasil konkrit dari pemerintah. tujuan itu sendiri berjumlah tujuh tujuan (Goals) yang harus harus di lakukan oleh setiap negara yaitu. berapa kali juara umum olimpiade tetapi bangunan fisik sekolah tidak seprestasi muridnya benar tidak ?! <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> . Lingkungan Hidup dan Kemitraan Global. bagaiamana kabarnya ? apakah sudah dijalankan dengan membuahkan hasil dan membuat staff PBB khusus MDGs di New York atau di Jakarta tersenyum puas ? ternyata tidak.

atau pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tidak menjamin ketersediaan obat ARV obat khusus HIV-AIDS karena berdasarkan informasi yang beredar dikalangan mereka bahwa obat khusus ini sangat jarang ditemui karena persediaannya sedikit bahkan ada yang kadarluarsa dan itupun harganya sangat mahal. Kesetaraan Gender memang negara kita boleh dibilang sudah bisa menerapkan kesetaraan gender tetapi masih lebih banyak kasus-kasus yang tidak setara gender seperti berapa banyak kasus KDRT yang korbannya adalah wanita. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Kelima.Ketiga. berapa banyak anak-anak yang Haknya di rampas oleh orangtua bahkan oleh negara. HIV-AIDS pertanyaannya adalah SUDAHkah Pemerintah dan masyarakat memberi perhatian kepada para penderita HIV-AIDS ? jawabnya BELUM karena apa ? karena HIV-AIDS bagi masyarakat adalah AIB PALING HINA atau KUTUKAN dari Tuhan karena perilaku mereka ini terbukti dimana tidak pedulinya warga dan rumah sakit ketika menerima warga atau pasien yang menderita HIV-AIDS untuk mendapatkan perawatan. soal anak-anak pertanyaan penulis adalah berapa banyak anak Indonesia khususnya yang ada di Kota-kota besar ketika jam sekolah atau jam istirahat berada di perempatan-perempatan lampu merah kemudian. berapa banyak wanita yang mengalami kekerasan seksual ketika mereka bekerja di Luar Negeri tanpa ada proses hukum bagi pelaku dan juga perlindungan daripada negara ketika tertimpa musibah ? <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Keempat. Lingkungan Hidup adakah pemerintah memperhatikan nasib hutan kita yang sudah sangat memprihatinkan atau pernahkah pemerintah menegur dengan sangat keras bahkan menutup pabrik- . soal Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan yang sangat tinggi di karenakan minimnya akses informasi dan perawatan khususnya bagi yang kurang mampu. selain itu juga Pemerintah juga tidak memfasilitasi kegiatan acara yang justru sebenarnya bisa memberikan arahan tentang HIV-AIDS yang terkait dengan program MDGs seperti kasus acara yang ada di Surabaya beberapa waktu lalu. seperti tidak adanya lahan kosong untuk tempat bermain atau tidak ada acara yang khusus benar-benar menceritakan tentang dunia anak-anak kalaupun ada hanya segelintir saja. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Ketujuh. dimana pemerintah hanya diam seribu bahasa karena tidak bisa melindungi bahkan membiarkan aksi-aksi yang dilakukan oleh beberapa ormas yang mengusir para peserta. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Keenam. selain itu juga banyak faktor yang mempengaruhi Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan misalnya soal asupan gizi yang sangat kurang bagi Ibu Hamil khususnya yang kurang mampu yang akibatnya banyak Ibu yang meninggal saat meninggal atau anaknya menderita kelainan pada sebuah penyakita karena kurangnya asupan gizi ketika sedang mengandung.

pabrik yang mencemarkan lingkungan dengan membuang limbah pabrik ke aliran sungai yang menjadi urat nadi warga setempat ? jawabnya TIDAK ADA padahal sudah banyak LSM-LSM yang memberikan perhatian terhadap lingkungan mengkritik. Ir. anggota dewan ikut perpartisipasi bahkan ikut berjuang bersama-bersama dalam menjalankan MDGs ini. Jum’at (30/12/2011). berdemo tentang keberadaan perusahaan-perusahaan yang mencemarkan lingkungan di Indonesia tetapi tidak ada tanggapan sama sekali dari beberapa instansi pemerintah seperti Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. M. saat membuka Sosialisasi Rencana Aksi Daerah Millenium Development . Walikota. kalau seperti ini percuma saja negara ini ikut menandatangani bersama 192 negara ketika tahun 2000 selain 7 tujuan ini pemerintah juga sepertinya tidak peduli dan turut serta dalam acara yang berkaitan dengan MDGs seperti konser BANGKIT BERAKSI yang setiap tanggal 16-18 Oktober setiap tahun di gelar dimana tidak ada satupun pemimpin negara ini baik pusat maupun daerah entah itu Menteri. bukankah pemerintah dalam pembukaan UUD wajib memberikan hak bagi rakyatnya ? INGAT !!! JANJI ADALAH HUTANG DAN YANG NAMANYA HUTANG HARUS DILUNASI !!! <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> 14th floor 230410 07:55 <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Rhesza Pendapat Pribadi Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dunia. Sahrasaddin. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Jadi menurut penulis bukan hanya tiga tujuan (Goals) saja dari tujuan pembangunan millenium-MDGs yang TIDAK MAMPU direalisasikan Republik Indonesia sampai pada tahun 2015 tetapi 7 Goals itu juga sampai sekarang tidak ada bukti realisasinya. sementara negara dibelahan dunia lain banyak pemimpin negara. demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi. yang mampu memberi keteduhan bagi dunia lewat jutaan hektar hutan namum sekarang paru-paru itu ibarat penyakit kanker sedang sekarat bahkan sudah tinggal menunggu waktunya untuk diangkat. MDGs telah menyepakati delapan tujuan. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Semoga dengan waktu sisa 5 tahun ini kiranya pemerintah bisa merealisasikan proyek yang dibentuk oleh PBB dan berlaku di seluruh dunia kepada masyarakat. padahal negara kita dijuluki oleh dunia sebagai paru-parunya dunia.. anggota Dewan bahkan Presiden sama sekali ikut berpartisipasi.Si.

Goals (RAD-MDGs) Provinsi Jambi tahun 2010-2015. angtara lain . Jamkesprov.” ujar Sekda. beberapa hari yang lalu (27 Desember 2011). Upaya percepatan pencapaian target MDGs yang menjadi prioritas pembangunan memerlukan sinergi kebijakan perencanaan pembangunan baik di tingkat nasional. guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dunia. saat peluncuran RADMDGs Provisni dan Pedoman Definisi Operasional MDGs di Jakarta. dan promote global partnership for development. sehingga diharapkan dengan rumah yang layak dan sehat masyarakat dapat lebih sehat dan produktif. peta jalan (roadmeap) nasional percepatan pencapaian MDGs dan laporan pencapaian MDGs Indonesia. Melaksanakan Bedah Rumah terhadap rumah tangga miskin. mewujudkan pendidikan dasar untuk semua. Selanjutnya ujar Sekda. provisni maupun kabupaten/kota. memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem. telah dituangkan dalam Instruksi Presiden No. yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan di . Wakil Menteri Bappenas Prof. 2. “Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Develompent) Persatuan Bangsa Bangsa dalam pertemuan yang diikuti 189 anggotanya telah menyepakati delapan tujuan. RAD-MDGs ini akan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan kedepan. Kegiatan-kegiatan tersebut juga sebagai perepatan pencapaian MDGs. memastikan kelestarian lingkungan. saat ini Provinsi Jambi sudah menyelesaikan penyusunan RAD-MDGs Provinsi Jambi tahun 2010-2015. untuk itulah melalui program satum milyar satu kecamatan (SAMISAKE) Pemerintah Provinsi Jambi akan menuntaskan keluarga sangat miskin yang ada pada 131 kecamatan yang telah diindentifikasi “by name by addres”. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 3 tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkelanjutan. dengan harapan masyarakat miskin yang telah memiliki sertifikat rumah akan memiliki akses ke bank untuk membuka usaha. Delapan kesepakatan dimaksud terdiri dari . 1. Nila F. meningkatkan kesehatan ibu. malaria serta penyakit lainnya. tambah Sekda. dokumen RAD-MDGs akan dinilai dalam implementasinya oleh pemerintah pusat. 3. Patut disyukuri. Moeloek. meminta Kabupaten/Kota dapat membuat matrik program dan kegiatan untuk percepatan pencapaian target MDGs dan dijadikan lampiran RAD-MDGs provisni masing-masing. bertempat di ruang Mayang Mengurai Kantor Bappeda Provinsi Jambi. memerangi hiv dan aids. Dr. Untuk itu. Sertifikasi tanah gratis untuk keluarga miskin. Dalam hal ini diamanatkan kepad daerah untuk membuat RAD-MDGs dan RAD Pangan dan Gizi (RAD-PG) dengan mengacu kepada Rencana Aksi Nasional (RAN) MDGs. di Indonesia untuk percepatan pencapaian target MDGs dimaksud. sehingga akan berpengaruh pada besaran dana dekonsentrasi yang akan diberikan pusat kepada daerah. menurunkan angka kematian anak. sebagai bantuan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak termasuk dalam kepesertaan jamkesmas dan jamkesmasda kab/ko. Selain itu disampaikan Sekda. Provinsi Jambi sangat konsen dalam menangani kemiskinan. Dijelaskan Sekda.

Pemerintah Indonesia telah membuat laporan pertama pencapaian MDGs tersebut dibawah koordinasi Bappenas dan dibantu oleh Kelompok Kerja PBB. Deklarasi MDGs ini diadopsi oleh 189 negara dan telah ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara. untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi. Untuk tahun 2012 program SAMISAKE ini uangnya akan didaerahkan. menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya. Pemberian bantuan biaya pendidikan bagi keluarga tidak mampu tersebut diberikan mulai dari tingkat sekolah dasar. mengentaskan kesenjangan gender pada semua tingkat pendidikan. disamping juga telah membuat gerakan penanaman satu milyar pohon. sesuai amanat Permendagri No.32 tahun 2011 tentang Bantuan Sosial.rumah sakit frujukan di tingkat provinsi dan pusat. Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani Deklarasi Millennium ini diharapkan membuat laporan mengenai pencapaian MDGs ini. telah menargetkan untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 69 Mt CO2 hingga tahun 2030 atau 17. Deklarasi MDGs merupakan komitmen negara-negara dan komunitas internasional untuk mencapai sasaran pembangunan Millennium sekarang ini sebagai satu paket tujuan yang terukur dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan. mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 . Di samping program diatas. dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. jelas Sekda. termasuk Indonesia. . 4. pemerintah Provinsi Jambi akan membuat gerakan program kali bersih. pada saat KTT Millennium di New York pada bulan September 2000. Beasiswa bagi keluarga miskin sebagai upaya meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin untuk mencegah siswa putus sekolah akibat ketidakmampuan orang tua dari segi ekonomi. (*) Sumber: Kabar Indonesia MDGs Merupakan Referensi Penting bagi Pembangunan di Indonesia SASARAN Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan dicapai pada 2015 dan merupakan tantangan utama pembangunan diseluruh dunia.25 Mt Cp2 selama lima tahun yaitu 53 persen dari lahan gambut dan 36 persen dari kehutanan. Selanjutnya untuk meningkatkan rasio kawasan tertutup pohon pada tahun 2015. bahkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provisni Jambi tahun 2010-2015. Para pemimpin dunia berkomitmen untuk mengurangi separuh lebih jumlah orang-orang yang menderita kemiskinan dan kelaparan. hingga perguruan tinggi.

Sekarang ini MDGs merupakan referensi penting bagi pembangunan di Indonesia. per 31 Agustus 2008. kesetaraan gender. Merujuk pada data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan. untuk itu dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak.Laporan tersebut menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia terkait dengan pencapaian sasaran MDGs. kelaparan. dan itu merupakan rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Jadi tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang luar negeri. hanya saja pencapaiannya tidak seimbang antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran dimaksud. Program-program MDGs di bidang pendidikan. Walaupun mengalamai kendala.54 triliun (2015). yaitu sekitar Rp 66. dan laporan yang disampaikan oleh Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. mengukur. Hal ini termasuk kampanye perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di kawasan Asia Pasifik.7 triliun (2009) hingga Rp 81. Pencapaian MDGs di Indonesia sekarang ini akan dijadikan dasar bagi perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. lingkungan hidup. termasuk masyarakat madani. karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. tampaknya Indonesia akan sulit mencapai tujuan MDGs ini. [] . Karena itu Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan guna mendesak negara-negara Utara untuk meningkatkan bantuan pembangunan (bukan utang) tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. dan lembaga donor. Tujuan utama MDGs adalah mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015.7 % dan menolak ODA (Official Development Assistance) yang tidak bermanfaat bagi Indonesia. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini. pihak swasta. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan. kemiskinan. baru menurun drastis pada 2016. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar antara Rp 97. Dan tampaknya upaya Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan MDGs pada 2015 tersebut akan cukup sulit. dan pemberdayaan perempuan itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Jumlah pembayaran utang Indonesia.7 triliun. kesehatan.

Tabloid Diplomasi Promote your Page too Langganan Update Masukan Email Anda: tabloiddiplomasi/N en_US My Stats Subscribe Alexa Random Article   Presiden RI : Indonesia Semakin Diperhitungkan Menlu RI : Indonesia Bagian dari Solusi .

sometimes before she finishes primary school. 5. Goal 6 combat HIV/AIDS. Kemudian saya bertemu dengan MDG ini. Adolescent girls who have sex with older sexually experienced men have a higher risk of contracting HIV. Goal 2 achieve universal primary education. Goal 1 eradicate extreme poverty and hunger. Improving the education. Apa sih sebenarnya MDG itu? Pengertian MDG itu adalah Millennium Development Goals. Pregnant adolescents run a disproportionate risk of dying in or after childbirth. malaria and other diseases. Goal 5 improve maternal health and in particular reduce the maternal mortality ratio by three-quarters by 2015. Goal 3 promote gender equality and empower women. skills and . by 2015. Many adolescents do not choose to become pregnant. MDG apa itu?? Saya baru saja membrowse sebuah publikasi dari UNDP ketika sedang mencari bahan untuk pekerjaan kantor. ada 5 goals dari gerakan ini yaitu (maap masih dalam bentuk bahasa inggris) 1. sebuah program dan gebrakan yang sengaja disetup oleh UNDP. 6. 2.org All rights reserved. better able to thrive and survive. and in particular to reduce the under-five mortality rate by two-thirds. Pregnancy often brings a girl’s education to an end. Better care of pregnant adolescents and their newborns will result in healthier babies. Knowledge and negotiating skills help them to protect themselves. Goal 4 reduce child mortality.tabloiddiplomasi. 4. Better support for pregnant adolescents will also impact on four other goals: 3. and have little power to influence their own futures or those of their children.   Menlu RI : Perwakilan RI Harus Menggerakkan Mesin Diplomasi Secara Total RI – US Interfaith Cooperation RI – US Interfaith Dialogue Template Modified © www.

0 feed. You can follow any responses to this entry through the RSS 2. October 21st. prevent further unwanted pregnancies and to provide for their families. or trackback from your own site.prospects of pregnant adolescents enables them to earn income. kok kelihatannya ga terlalu perduli ya… This entry was posted on Wednesday. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Target MDGs 18 Oktober 2010 3 Komentar 1 Vote . 2009 at 11:06 am and is filed under Uncategorized. You can leave a response. kenapa negara lain lebih memikirkan nasib negara berkembang seperti kita ini?mana usaha kita untuk memakmurkan bangsa kita sendiri. sampai disini dulu ya nanti dilanjut lagi… terpikirnya seperti ini.

Oleh : Berry Devanda Pada tahun 2005 189 negara yang sebagian besar diwakili oleh Kepala Pemerintahan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas persoalan kemiskinan yang sangat parah yang masih membebani di banyak negara. KTT tersebut menghasilkan Deklarasi Milenium yang kemudian dikenal dengan Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). MDGs dirumuskan dengan tujuan pemenuhan hak-hak setiap umat manusia dengan pendekatan yang bersifat inklusif. Oleh karena itu MDGs dapat diterima oleh negara-negara anggota PBB dan bertanggung jawab untuk memenuhi setiap tujuan tersebut. MDGs memiliki delapan tujuan dan masing-masing tujuan terdiri dari target-target yang memiliki batas pencapaian minimum yang harus dicapai Indonesia pada 2015. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses evaluasi masing-masing target oleh setiap negara.

Delapan tujuan MDGs tersebut adalah pengentasan kemiskinan ekstrim dan kelaparan, pemerataan pendidikan dasar, mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya, menjamin daya dukung lingkungan hidup, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. MDGs menjadi acuan pembangunan negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. MDGs dijadikan referensi dalam pembangunan Indonesia mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pelaksanaan. Dari delapan tujuan MDGs tersebut tanpa melemahkan arti tujuan yang lain tujuan kedua pemerataan pendidikan dasar merupakan hal yang sangat penting. Karena, tercapainya tujuan kedua tentang pemerataan pendidikan dasar tersebut akan mengakselerasi pencapaian tujuh tujuan lainnya. Pendidikan akan membentuk pola pikir masyarakat menjadi lebih baik, meningkatkan pengetahuan wanita tentang pentingnya kesehatan ibu hamil, meningkatkan pengetahuan manusia tentang HIV/AIDS, meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya arti lingkungan yang sehat dan membuat kaum perempuan menjadi terpelajar dan berkeinginan untuk ikut berperan serta dalam tatanan kehidupan. Di samping itu pendidikan akan membuat manusia sadar membutuhkan kerja sama dengan manusia (negara) lain. Pendidikan juga akan meningkatkan harkat dan martabat manusia sehingga terlepas dari kemiskinan dan kelaparan. Tujuan kedua MDGS tentang pemerataan pendidikan dasar menargetkan pada tahun 2015 semua anak Indonesia, baik laki-laki maupun prempuan, akan dapat menyelesaikan pendidikan dasar, tidak ada lagi yang putus sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah harus bekerja sama dengan seluruh masyarakat Indonesia berusaha agar tahun 2015 tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan dasar.

Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah lama mencanangkan program pemerataan pendidikan. Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun adalah salah satu bentuk usaha pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh warga negara sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945. Program wajib belajar 9 tahun pada awalnya merupakan lanjutan dari program wajib belajar pendidikan dasar 6 tahun (SD) pada tahun 1984. Kemudian pada tahun 1994 direvisi lagi menjadi program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SLTP). Hal ini berarti anakanak usia 7 sampai 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti dan mendapatkan pendidikan dasar SD dan SLTP. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Data tersebut menunjukkan terdapat jalan terjal untuk memenuhi target MDGs tentang pemerataan pendidikan dasar. Dengan sisa waktu 5 tahun lagi (saat ini tahun 2010) pekerjaan ini akan menjadi berat jika tidak disikapi oleh segenap stake holder yang berkaitan dengan pencapaian program ini. Untuk itu perlu disusun upaya-upaya yang dapat dilakukan agar target pencapaian tersebut dapat terlaksana tepat waktu. Upaya-upaya tersebut dapat diurai dari apa saja penyebab yang membuat angka anak putus sekolah semakin tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2009 sedikitnya terdapat 483 ribu anak usia SD tidak lagi meneruskan pendidikan. Di antara angka tersebut ada yang berhenti sebelum kelas 6 dan tidak melanjutkan ke tingkat SMP. Salah satu cara untuk meredam tingginya angka putus sekolah dari tahun ke tahun adalah dengan pembangunan SLTP satu atap. Sebuah sekolah di mana SD dan SLTP memakai satu gedung sekolah. Cara ini akan menghemat biaya operasional dan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. Sekolah seperti ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Namun, perlu ditingkatkan jumlah dan kualitas SDM pengelolanya.

Anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah harus segera diatasi dengan program paket A. Hanya saja jumlah anak yang bisa ditampung pada program paket A hanya 200 ribu orang anak. Dari 200 ribu daya tampung tersebut hanya mampu diisi oleh 100 ribu orang anak saja. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya adalah medan yang ditempuh oleh guru pendamping atau Tutor Paket A cukup berat. Pekerjaan menyisir anak-anak putus sekolah sampai ke pedalaman merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Belum lagi membujuk mereka agar mau mengikuti program penyetaraan pendidikan tersebut. Untuk itu perlu kerja sama pemerintah daerah agar pencapaian pemerataan pendidikan ini dapat terlaksana dengan baik. Pemerintah daerah harus menyisir sampai ke daerah pelosok, mendata, dan mengajak anak-anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan melalui program penyetaraan. Demikian juga dengan program penyetaraan pendidikan untuk tingkat SLTP, Paket B. Pemanfaatan kearifan lokal juga sangat diperlukan untuk membantu pencapaian target ini. Perlu dirangsang kembali semangat gotong royong masyarakat untuk membangun pendidikan, khususnya gedung sekolah dan sarana pendukung lainnya. Di samping itu laju pertumbuhan penduduk yang sangat cepat harus disikapi dengan pembangunan infrastruktur pendidikan yang seimbang. Seluruh elemen bangsa harus ikut membantu pekerjaan berat tersebut termasuk pihak swasta. Di antaranya meningkatkan peran serta swasta untuk membantu pembangunan pendidikan terutama di daerah terpencil. Setiap perusahaan diwajibkan menyisihkan laba usahanya dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu bentuk program yang dapat dilakukan adalah membantu terselenggaranya pendidikan terutama di daerah terpencil. Misalnya dengan memberikan insentif tambahan untuk guru-guru yang mengajar di daerah terpencil. Di samping itu pemberian bea siswa untuk anak-anak kurang mampu juga akan sangat membantu pencapaian target MDGs tentang pemerataan pendidikan dasar. Jika pekerjaan ini sudah dipikul bersama oleh semua anak bangsa program pencapaian pemerataan pendidikan yang menjadi target MDGs pada tahun 2015 akan terasa lebih ringan. Dengan harapan rasa tanggung jawab bersama ini akan mempercepat pemenuhan target tersebut untuk Indonesia yang lebih baik. Sumber : Detik.com
ADVERTISEMENT

1. Date: Monday, 16 January 2012 08:00

"Expedition of mountains in Indonesia MDGs through 2015 " is a series of program in the corridor of the MDGs in 2015 in the mountain hamlets of Indonesia through the transformation of ideas. Akses peradaban masih jauh tertinggal sehingga pencapaian target MDGs 2015 pada dusun paling jauh di daerah pegunungan masih jauh tertinggal. teknologi. 2008). technology and other resources in the concept of community empowerment. Zona yang sarat gunung api dan sering dilanda gempa bumi (National Geographic Indonesia. pengetahuan. Sinergi Anda memberi inspirasi kami "intelektual muda" sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui strategi pengembangan kemandirian komunitas dusun pegunungan . Progam "Expedition of mountains in Indonesia through MDGs 2015" merupakan rangkaian program dalam koridor MDGs 2015 di dusun-dusun pegunungan Indonesia melalui transformasi ide. Volcano-ridden zones and are often hit by earthquakes (National Geographic Indonesia. dan sumber daya lainnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat. 2008).redrop expedition session 1. Indonesia and the 245 million citizens live in the west end of the belt fire. Your Synergy inspire us "young intellectuals" as .wmv Indonesia dan ke-245 juta warganya hidup di ujung barat sabuk api. Access civilization is still far behind so that the achievement of MDGs 2015 in the most remote hamlets in the mountainous areas are still far behind. 2010. knowledge.

37 tahun. kabupaten Subang. tapi juga pemilik sapi yang akan memperoleh bagian keuntungan dari penjualan ternak setelah dipelihara selama 5-6 bulan. Warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan upah harian rata-rata Rp17. 25. setelah Didi Supriyadi. November 2007. sebagian warga desa Banjaran. Team Re-Drop From: redemptiondrop Views: 293 2. kini menjadi peternak sapi. web.500. 10 December 2011 21:31 3 ratings Time: 15:19 More in Travel & Events Kampoeng BNI(1) KLIK Web. kecamatan Cijambe. kini punya kesibukan baru. Kampung BNI ini berdiri pada areal milik Didi Supriyadi seluas . membuka daerah pembibitan sapi perah. Kampoeng BNI(1) Date: Saturday. peternak ini tidak sekadar sebagai pekerja.bisnis.Di daerah yang mereka namai Kampung BNI. Pendapatan mereka pun meningkat menjadi rata-rata Rp.com Seperti halnya Mamang Adin.a driving force for community empowerment through community self-reliance development strategy.000.

sedangkan permodalan para peternak diperoleh dari pinjaman lunak Kemitraan BNI.. From: agusramadas Views: 16488 3.18. Pengusaha lulusan SPMA Cikole ini juga bertindak sebagai menjamin pemasaran. Ikhwal kemitraan ini ketika Simpang Jaya Dua mendapatkan order pasokan sapi bunting jenis Frissian Holstein (FH) dari salah satu perusahaan swasta sebanyak 1. Kampoeng BNI (2) Date: Saturday.6 hektare di dataran tinggi Awul. di mana Didi bertindak sebagai penjamin (avalis) dan 'bapak angkat' yang menyediakan jasa pembinaan. 10 December 2011 03:34 2 ratings Time: 00:32 More in Education .. Sebelumnya. Dia membuka areal ini untuk warga yang akan beternak sapi bibit di bawah bendera PT Simpang Jaya Dua. "Manajemen peternakan kami .000 ekor per tahun pada Mei 2007. seperti Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jambi rata-rata 200 ekor sd 300 ekor. pesanan juga datang dari Pemprov Jabar dan sejumlah pemerintah daerah lain. di daerah selatan Subang.

bisnis. Kursus Fotografi & Pelatihan Wira Usaha. sebagian warga desa Banjaran. kecamatan Cijambe. kini punya kesibukan baru. setelah Didi Supriyadi. kabupaten Subang. seperti Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jambi rata-rata 200 ekor sd 300 ekor. sedangkan permodalan para peternak diperoleh dari pinjaman lunak Kemitraan BNI. di mana Didi bertindak sebagai penjamin (avalis) dan 'bapak angkat' yang menyediakan jasa pembinaan. di daerah selatan Subang.000 ekor per tahun pada Mei 2007. "Manajemen peternakan kami . November 2007. 25. membuka daerah pembibitan sapi perah. Kampung BNI ini berdiri pada areal milik Didi Supriyadi seluas 18. Warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan upah harian rata-rata Rp17. Pendapatan mereka pun meningkat menjadi rata-rata Rp. 30 November 2011 09:35 . Sebelumnya. From: agusramadas Views: 10436 1 ratings Time: 01:21 More in Education 4.000. peternak ini tidak sekadar sebagai pekerja.Kampoeng BNI (2) KLIK Web. web. Ikhwal kemitraan ini ketika Simpang Jaya Dua mendapatkan order pasokan sapi bunting jenis Frissian Holstein (FH) dari salah satu perusahaan swasta sebanyak 1.. Pengusaha lulusan SPMA Cikole ini juga bertindak sebagai menjamin pemasaran.6 hektare di dataran tinggi Awul. pesanan juga datang dari Pemprov Jabar dan sejumlah pemerintah daerah lain..500. Info: 031-81639991 . tapi juga pemilik sapi yang akan memperoleh bagian keuntungan dari penjualan ternak setelah dipelihara selama 5-6 bulan. Date: Wednesday. kini menjadi peternak sapi.Di daerah yang mereka namai Kampung BNI. 37 tahun. Dia membuka areal ini untuk warga yang akan beternak sapi bibit di bawah bendera PT Simpang Jaya Dua.HP: 081919646555.com Seperti halnya Mamang Adin.

Kursus Lilin Hias & Fiber Glass. Pelatihan Sablon. Bina Usaha Mandiri.Kursus Fotografi & Pelatihan Wira Usaha. brosur & iklan. Dalam waktu singkat anda akan dapat menguasai Teknik & Praktek Food Hari Pertama : DasarPhotography dengan baik.000. Pelatihan Fotografi.000. 350.Menata Komposisi MenataRange) Hari Hari Ketiga : Praktek Bersama Cahaya . Informasi & Pendaftaran: Tristar Culinary Institute.untuk 4 Hari. Telp: 031 8433224-25.. FOOD PHOTOGRAPHY : Kursus & Pelatihan Fotografi di bidang Produk Makanan. Pelatihan Membatik. Kursus Cara Membuat Tepung Mocaf Tiruan Tepung Terigu. 68. khususnya untuk foto foto produk makanan. Info: 031-81639991 . 200.Teknik HDR (High Dynamic Hari Kedua : Teori Dasar Food Fotografi . Surabaya. Kursus Meukis d Kaca. HP: 0817321024.Teknik Macro .HP: 081919646555.000.2 hari Rp.Minimum Peserta : 5 orang.Tips and Trik Food Fotografi Keempat : Praktek Sendiri-sendiri Biaya Kursus : Rp. Materi yang diajarkan : Fotografi : .HP: 081919646555.3 hari Rp. Sekolah Kuliner & Akademi Perhotelan. 600.. Apabila diambil : 1 hari Rp.. Flexi: 03181639992.Teknik Dasar .. Pengertian . Jln. Kampus Baru: Jln. 500. Raya Tenggilis no. Pelatihan Video Editing. Tristar mengajarkan anda Teknik Fotografi.000. Info: 031-81639991 . Seni mengabadikan makanan dalam bentuk gambar dengan menggunakan teknik-teknik fotografi. Kursus Ketrampilan untuk UKM.Komposisi . Raya Jemursari 234 Surabaya. untuk aplikasi buku menu.

7. 0 ratings Time: 02:11 More in Entertainment PRAKATA 5..Prakata 6. From: videotristar Views: 1493 5. .dan Tujuan PNPM Mandiri PNPM Mandiri adalah program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis ..6.

10.8. Hasil Kegiatan tersebut akan diterbitkandalam bentuk tersendiri. Capaian MDGs Indonesia. Ada beberapa kemajuan. angka yang baik disebabkan oleh tingginya partisipasi warga dengan mengorbankankebutuhan dasar rumah tangganya. misalnya dengan menampilkan konteks wilayah. atau Lembagalain. anggaran maupun pengelolaannya. Tiga daerah penulisan Laporan ini mendasarkan pada hasil-hasil rangkaianKegiatan MDGs yang diselenggarakan oleh GAPRI. GAPRI ingin mengawali sesuatu yang baru. Jika data nasional merupakan kumpulandata provinsi. Potret tersebut bukanhanya dari angka. maka memotret capaian dantantangan yang dihadapi oleh pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting.Lepas dari Laporan Pemerintah tersebut.Itulah yang ingin ditampilkan GAPRI dalam Sintesis Laporan yang ditulis berdasarkan Laporan CapaianMDGs di lima kabupaten/kota. apa yang dicapai oleh provinsi maupun nasional belum tentu sesuai dengankondisi kabupaten/kota.namun laporan itu masih kurang berwarna dan belum berani mengusulkan langkah strategis bagaimanamencapai target baik dari sisi kebijakan. sementara dua daerah didasarkan pada hasil kajiankemiskinan partisipati dan data sekunder. sementara data provinsi merupakan akumulasi kabupaten/kota.Sebab bisa jadi. Sintesis Laporan ini bukan hasil dari rangkaian kegiatan MDGsyang diselenggarakan oleh GAPRI dan INFID pada 14 Provinsi. tetapi juga menyangkut komitmen terutama alokasi anggaran dan bentuk pelayanan. Dengan . Sintesis ini juga bukan bermaksud menandingi Laporan Pemerintah. dimana potretcapaian MDGs pada wilayah kabupaten/kota dapat menjadi cermin dari sebuah kesimpulan atas capaianprovinsi dan nasional. 9. bisa lebih baik atau justru sebaliknya. Bahwa. namun lebih ditujukan untuk membuka hati dan mata bahwa konteks kabupaten/kota belum tentutercermin dalam Laporan yang selama ini dibuat.

Siswan. Juga kepada teman-teman penulis kabupaten/kota. (Project O cer).Jakarta. sebab masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. capaian agregat bukanlah hal yangselesai. Gerakan Antipemiskinan Rakyat Indonesia (GAPRI) I< : First Page SUMBER-SUMBER Tujuan Pembangunan Milenium Tantangan Global : tujuan dan target Tujuan pembangunan milenium merupakan agenda serius untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan tingkat kehidupan yang disetujui oleh para pemimpin dunia pada Millennium Summit (pertemuan tingkat tinggi Millenium) pada bulan September 2000. serta pihak-pihak lain yangtidak dapat disebutkan satu-per satu. Programme Manage 12. Steering Committee 16.Mul. kepada saudara Yola. terutama untuk tahun 2015. saya mengucapkan terimakasih kepada Sugeng Bahagijo yang telahmenyusun Sintesis ini. Rasa bangga dan salut juga disampaikan kepada mitra jaringan. Tentu sajaSintesis ini tidak akan selesai tanpa kalian semua.Semoga Sintesis laporan ini memberi man aat bagi upaya pencapaian target MDGs. 14. Desember 2007Dwi AstutiKetua 15. Menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan yang parah Target untuk 2015: Setengah proporsi dari jumlah orang sedunia hidup dengan kurang dari satu dollar sehari dan mengalami kelaparan. Hery dan Yana yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan lembaga masing-masing.demikian. hidup sebagaimana manusia sesungguhnya.Akhirnya. <: Previous Page > : Next Page >I : Last Page More on the MDGs: + UNDP MDGs + Millennium Summit . teman-teman yang masih bekerja dan yang telah meninggalkan Ox am GB dalamprogram ini. r) dan AgungWiyono 13. kepada Sam Jethwa ( 11. menggunakan tahun 1990 sebagai titik awal. Untuk setiap tujuan atau lebih dari satu target yang telah disetujui. atas nama GAPRI. khususnya dalammemastikan kualitas hidup yang bermartabat. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Ox am GByang telah mendukung GAPRI selama 3 tahun ini. 1.

dan Karibia. Proporsi perempuan yang duduk di parlemen terus bertambah mencapai angka kira-kira satu per tiga di Argentina. Mozambik. Sebagai contoh India. Pencapaian Pendidikan Dasar secara Universal. Mengembangkan kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi jender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Mengurangi tingkat kematian anak Target 2015 : Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun Setiap tahunnya hampir 11 juta anak-anak meninggal dunia sebelum usia 5 tahun. 3. tetapi target masih dalam proses pencapaian. dan bagian-bagian dari Eropa dan Asia Tengah mengalami kegagalan dari target kemiskinan. Amerika Latin. dan tingkat pekerja perempuan berkisar antara dua per tiga dari laki-laki.Lebih dari satu miliar orang masih hidup kurang dari satu dollar per hari: sub-Gurun Sahara Afrika. Target 2015: Memastikan bahwa setiap anak laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. dan Afrika Selatan. Sebanyak 113 juta anak-anak tidak masuk sekolah. seharusnya sudah mencapai 95 persen anak-anak yang masuk sekolah pada tahun 2005 mendatang. 2. namun angka tersebut turun dari 15 juta . 4. Dua per tiga dari jumlah yang mengalami buta huruf adalah perempuan. terutama dari penyakit yang tidak tertangani.

5.pada tahun 1980. dan Uganda telah memperlihatkan bahwa penyebaran HIV dapat ditekan. Negara-negara seperti Brazil. Senegal. Meningkatkan Kesehatan Ibu Target 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan Di bagian dunia berkembang. Thailand. dan penyakit lainnya Target 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan gejala malaria dan penyakit berat lainnya. 40 juta orang di dunia terjangkit HIV. 7. resiko kematian dalam proses melahirkan adalah satu dalam 48 namun sebenarnya semua negara telah memiliki program keselamatan kelahiran pada masa sekarang. malaria. termasuk 5 juta yang baru terinfeksi pada tahun 2001. 6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS. Menjamin berlanjutnya pembangunan lingkungan Target: o Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan o Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat o Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh .

hampir satu milliar orang memperoleh akses untuk air minum sehat dan jumlah yang sama untuk akses ssnitasi. pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. Komitmen bantuan keuangan yang disetujui apada pertengahan tahun 2002 dapat diartikan dalam jumlah tambahan sebesar 12 juta milliar pertahunnya hingga tahun 2006 Volunteerism .Lebih dari satu milliar orang kekurangan akses untuk air minum sehat dan lebih dari dua milliar orang kekurangan tingkat sanitasi. dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. o Mengembangkan usaha produktif yang baik dijalankan untuk kaum muda o Dalam kerjasama dengan pihak swasta. Banyak negara-negara brkembang menghabiskan lebih banyak anggaran untuk pengadaan utang daripada untuk kebutuhan jasa sosial. 8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target : o Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang melibatkan komitmen terhadap pengaturan manajemen yang jujur dan bersih. membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru. terutama teknologi informasi dan komunikasi. o Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara tertinggal. o Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negaranegara berkembang. Selama tahun 1990 an.

Hapus tag/templat ini. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi . Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015.Sasaran Pembangunan Milenium Dari Wikipedia bahasa Indonesia. atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini. Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca. seperti profesi. Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari MDGs) Langsung ke: navigasi. Bila dirasa perlu. Sunting bagian pembuka. Sasaran Pembangunan Milenium dalam lambang Sasaran Pembangunan Milenium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000. Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak. Tambahkan pranala wiki. istilah geografi umum. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini. cari Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). dan perkakas sehari-hari. klik [tampilkan] di bagian kanan. Untuk keterangan lebih lanjut.

mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan.7 Memastikan kelestarian lingkungan hidup o 1.5 Meningkatkan kesehatan ibu o 1. Menurunkan angka kemiskinan. menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya. dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. [2] Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan. Daftar isi [sembunyikan] 1 Sasaran o 1. Deklarasi berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDG).2 Mencapai pendidikan untuk semua o 1. sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. malaria dan penyakit menular lainnya o 1.Milenium. [1] Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu.8 Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan 2 Sasaran Pembangunan Milenium Indonesia 3 Kontroversi 4 Lihat pula 5 Referensi 6 Pranala luar [sunting] Sasaran Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara: [sunting] Memberantas kemiskinan dan kelaparan Pendapatan populasi dunia sehari $1.1 Memberantas kemiskinan dan kelaparan o 1. dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut.3 Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan o 1. mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 . .4 Menurunkan angka kematian anak o 1.6 Memerangi HIV/AIDS.

dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan. [sunting] Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar. Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat. malaria dan penyakit menular lainnya Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS. [sunting] Memastikan kelestarian lingkungan hidup Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. malaria dan penyakit berat lainnya.[sunting] Mencapai pendidikan untuk semua Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang. [sunting] Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. [sunting] Menurunkan angka kematian anak Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. pembatalan hutang bilateral resmi. . pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang. dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. [sunting] Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan. Ini termasuk pembebasantarif dan -kuota untuk ekspor mereka. [sunting] Memerangi HIV/AIDS. Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.

[3] [4] [sunting] Kontroversi Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. mengukur. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Walaupun mengalamai kendala. Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical".54 triliun . termasuk masyarakat madani. Pencapaian MDGs di Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. Program-program MDGs seperti pendidikan. pencapaiannya lintas provinsi tidak seimbang. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan. menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang Dalam kerjasama dengan pihak swasta. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan. sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran ini. pihak swasta. per 31 Agustus 2008.7 triliun (2009) hingga Rp81. Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. [sunting] Sasaran Pembangunan Milenium Indonesia Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs. kesehatan. kelaparan. Dengan tujuan utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015.[2] Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia. Pemerintah Indonesia melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDG pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. Laporan Sasaran Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang terkait dengan pencapaian sasaran MDGs. lingkungan hidup. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di daerah Asia dan Pasifik. Namun. dan lembaga donor. dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. kemiskinan. membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda. kesetaraan gender.Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.

first8.org (Inggris) UN Millennium Project (2002-2005) .un. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0.org (Inggris) www. ^ Situs Bappenas Laporan Millenium Development Goals (MDG) Indonesia 5. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66.7 persen. Jumlah pembayaran utang Indonesia. ^ a b (Inggris) Situs PBB untuk Sasaran Pembangunan Milenium 3. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri. Sekretaris Utama Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan berpendapat apabila bisa dibuktikan MDGs tidak tercapai di 2015. Namun konsensus ini belum dipenuhi banyak negara. Pada tahun 2010 hingga 2012 pemerintah dapat mengajukan renegosiasi utang. ^ (Inggris) Indonesia Progress Report on the Millenium Development Goals. sebagian utang bisa dikonversi untuk bantu itu.org/millenniumgoals (Indonesia) UNDP Indonesia (Indonesia) Teks Tujuan Pembangunan Milenium (Inggris) www.7 persen dari GDP mereka untuk membantu negara miskin atau negara yang pencapaiannya masih di bawah. Beberapa negara maju telah berjanji dalam konsesus pembiayaan (monetary consensus) untuk memberikan bantuan.developmentgoals. ^ Kompas:Pemerintah Akan Renegosiasi Utang Untuk Capai Target MDGs [sunting] Pranala luar (Indonesia) (Inggris) Program Bank Dunia di Indonesia (Inggris) www. Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs.70 triliun. hanya sekitar 5-6 negara yang memenuhi sebagian besar ada di Skandinavia atau Belanda yang sudah sampai 0. Hasil kesepakatan yang didapat adalah untuk negara maju menyisihkan sekitar 0. [6] [sunting] Lihat pula KTT PBB 2005 [sunting] Referensi 1. Menanggapi pendapat tentang kemungkinan Indonesia gagal mencapai tujuan MDGs apabila beban mengatasi kemiskinan dan mencapai tujuan pencapaian MDG di tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN di tahun 2009-2015.(2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk Indonesia [5]. Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Don K Marut Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan untuk mendesak negara-negara Utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan utang. ^ Okezone: Pencapaian Target MDGs Terkendala Beban Utang 6. 2004 4. ^ (Inggris) Badan PBB untuk Program Pembangunan: Informasi Dasar Sasaran Pembangunan Milenium 2.

wikipedia.php?title=Sasaran_Pembangunan_Milenium&oldid=4817662" Kategori: Perserikatan Bangsa-Bangsa Kategori tersembunyi: Artikel yang perlu diwikifisasi Akun Masuk log / buat akun Ruang nama Halaman Pembicaraan Varian Halaman Baca Sunting Versi terdahulu Tindakan Pencarian Cari Istimew a:Pencari Navigasi Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas Warung Kopi Portal komunitas Bantuan .org/w/index.(Inggris) The Millennium Initiative Diperoleh dari "http://id.

Wikipedia Tentang Wikipedia Pancapilar Kebijakan Menyumbang Cetak/ekspor Buat buku Unduh versi PDF Versi cetak Peralatan Pranala balik Perubahan terkait Halaman istimewa Pranala permanen Kutip halaman ini Bahasa lain ‫ال عرب ية‬ Bamanankan Català Česky Dansk Deutsch Ελληνικά English Esperanto Español Eesti ‫ف ار سی‬ Suomi Français Íslenska Italiano 日本語 Basa Jawa 한국어 Latviešu Македонски Bahasa Melayu Nederlands Norsk (nynorsk) .

10 Oktober 2011. Program-program IFL yang berkaitan dengan MDGs dan menjadi pertimbangan juri dalam memberikan peghargaan tersebut adalah “I Speak for MDGs” dan “School of Volunteers” yang sukses diselenggarakan pada 2010 ll lalu. Dalam Indonesia MDG Awards 2011 ini.04. penghargaan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono untuk menganugerahkan penghargaan khusus Indonesia MDG Award kepada para penerima penghargaan. mahasiswa dan masyarakat. IFL mendapatkan penghargaan khusus kategori organisasi kepemudaan. IFL menerima simbolisasi dari penghargaan program Indonesia MDG Awards 2011 berupa sebuah trofi dan piagam.Norsk (bokmål) Polski Português Русский Slovenščina Српски / Srpski Svenska தமிழ் ไทย Tagalog Türkçe Tiếng Việt 中文 Halaman ini terakhir diubah pada 01. Hi Leaders! Di bulan Februari ini. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. Bertempat di Balai Kartini.” katanya. dari dunia usaha. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons. Wapres mengapresiasi inisiatif seluruh komponen bangsa untuk mencapai delapan sasaran pembangunan milenium tersebut. ketentuan tambahan mungkin berlaku. Indonesian Future Leaders (IFL) sukses meraih penghargaan dari Indonesia MDG (Millenium Development Goals) Awards atau IMA 2011 dengan tema “Beraksi Untuk Negeri”. “kita memberikan pengakuan atas prestasi dan dedikasi yang diberikan dengan ikhlas tersentuh. . serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam lokakarya nasional yang diselenggarakan sebagai suatu rangkaian Indonesia MDG Awards 2011.

” . Dalam acara malam penganugerahan tersebut. PT Indika Energy Tbk serta Raden Muhammad Rais dari Nusa Tenggara Barat juga memenangkan penghargaan khusus dalam Indonesia MDG Award 2011. Kota Payakumbuh.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi. serta Jessica Angkasa. selaku Manager Divisi Komunikasi dan Kerjasama IFL sekaligus Direktur Program “I Speak for MDGs. Kabupaten Flores Timur. Selain IFL. Aisyah Muhammadiyah. karena dinilai telah melakukan inovasi dan mengalokasikan anggaran yang berpihak pada pencapaian target sasaran pembangunan milenium (MDG) dengan memastikan keberlangsungan program jangka panjang. IFL diwakili oleh Dian Aditya Ning Lestari selaku co-founder dan Wakil Presiden IFL.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->