kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada

September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut. Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu. Deklarasi berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDGs), sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 , dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. Sasaran MDGs Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara: 1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan  Pendapatan populasi dunia sehari $1.  Menurunkan angka kemiskinan. 2. Mencapai pendidikan untuk semua  Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar. 3. Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan  Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. 4. Menurunkan angka kematian anak  Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. 5. Meningkatkan kesehatan ibu  Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. 6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya  Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya. 7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup  Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan.  Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.  Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. 8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Millennium Development Goals (MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan

Millennium Development Goals (MDGs)

 Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.  Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.  Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.  Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.  Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda.  Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical", menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang  Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi. MDGs di Indonesia Indonesia, sebagai salah satu negara dari 189 negara anggota PBB yang turut menandatangani kesepakatan Milenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB di awal era perubahan abad 20 ke abad 21, didalam implementasi komitmennya, dilaksanakan dengan penciptaan program pembangunan yang tercantum pada Rencana PembangunanJangka Menengah ( RPJM ), sebagai satu paket pembangunan yang terukur guna memenuhi hasil kesepakatan yang akan dicapai pada kurun waktu tahun 2000 hingga akhir tahun 2015. Sejatinya, ”Millennium Development Goals 2015” dengan penetapan 18 target (sasaran) dan 48 indikator sebagai alat ukur kinerja masing-masing rencana aksi, yang terangkum dalam 8 (delapan) hasil kesepakatan pada setiap tujuan MDGs yang akan dicapai sampai dengan tahun 2015, menjadi referensi penting bagi pembangunan di Indonesia dalam kerangka praktis namun berbobot untuk mengukur pembangunan yang diupayakan. Mengacu pada rasio pencapaian target MDGs 2015 secara kuantitatif dan terjadwal dalam penanggulangan dimensi kemiskinan, penyediaan infrastruktur dasar, promosi persamaan gender, pendidikan, dan lingkungan berkelanjutan yang juga merupakan upaya pemenuhan hak asasi manusia, Pemerintah Indonesia dengan komitmen yang tinggi untuk mencapai sasaran sasaran tersebut, walaupun mengalami banyak kendala terus melakukan kreatifitas program dengan akselerasi pencapaian yang dilandasi semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan nasional. Menyadari peran strategis Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, terkait dengan strategi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang memiliki daya dukung luas dengan menggali spirit dalam makna yang dapat mempercepat terwujudnya sasaran dan target Indonesia MDGs 2015, memerlukan sebuah medium yang komprehensif yaitu dalam bentuk ”Pameran & Forum” untuk menjabarkan upaya pemerintah dengan inventarisasi situasi pembangunan yang terkait dengan pencapaian sasaran, pengukuran, dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini

menjadi kenyataan, sekaligus mengidentifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran Indonesia MDGs 2015. Di Indonesia sendiri, melalui program pencapaian MDGs, SBY menginstruksikan penjabaran butir-butir tujuan di atas menjadi target-target yang lebih praktis dan derivatif. Berdasarkan situs resminya, MDGs sendiri oleh Indonesia diterjemahkan sebagai beberapa tujuan dan upaya pembangunan manusia, sekaligus sebagai usaha penanggulangan kemiskinan ekstrem. Boleh dikatakan, presiden kita, SBY hingga saat ini tergolong salah satu dari beberapa kepala negara yang cukup aktif mewakili Indonesia dalam beberapa acara manifestasi internasional. Hingga periode kedua pemerintahannya ini SBY berulang kali ke luar negeri dan menghadiri pertemuan baik secara bilateral dengan beberapa kepala negara, maupun secara konferensional seperti pada beberapa konferensi isu perubahan iklim dan pemulihan ekonomi. Saat ini boleh dikatakan pula bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang “diperhitungkan” dalam forum diskusi internasional. MDGs ini sendiri saat ini sudah memiliki sistem koordinasi sendiri yang oleh pemerintah Indonesia diupayakan agar bisa efektif dalam pencapaiannya. Saat ini pemerintahan SBY sudah memasuki periode ke-2. MDGs nampaknya perlu disosialisikan lebih luas ke masyarakat dengan dengan interpretasi dan pembahasan yang lebih sederhana. SBY selaku pemegang tongkat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan serta penyalur program-program dunia untuk masyarakatnya memang dituntut untuk selalu terbuka dan solutif. Dengan serangkaian tim kerja serta koordinator kabinet pastilah tidak begitu susah untuk membuat masyarakat mengetahui program-program pemerintah yang paling baik, apalagi memang hanya menyangkut kesejahteraan masyarakat. MDGs saat ini memang belum begitu populer di tahah air, masih banyak masyarakat yang belum paham bahkan menyebut istilahnya saja sudah susah payah. Maka sekali lagi, adalah tugas pemerintah yang membahasakannya agar lebih “merakyat”. Sosialisasi program dunia untuk masyarakat Indonesia bisa juga menjadi media pembangunan hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat yang saat ini sangat rentan terhadap isu-isu diferensial dan cenderung menimbulkan reaksi represif. Beberapa isu yang terjadi belakangan ini semakin menguatkan adanya indikasi bahwa hubungan pemerintah dengan rakyat semakin renggang dan tegang. Di saat seperti inilah masyarakat membutuhkan kedewasaan pemerintah yang bisa menjadi panutan. Karena pada hakikatnya, hampir tidak ada rakyat yang anti terhadap pemerintahnya sendiri. Bagaimanapun, program Millenium Development Goals (MDGs) ini sangat cocok merepresentasikan masalah-masalah yang dialami Indonesia. Adalah betul bahwa melalui MDGs negara-negara lain juga saat ini berjuang menyelesaikan masalah-masalah yang sama, dengan caranya masing-masing. Maka, memasuki tahun kedua dalam periode kedua pemerintahannya, SBY memang sepatutnya berpikir keras guna memposisikan diri dan pemerintahannya di antara masyarakat dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depan ini. Target penyelesaian krisis pada tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah tentunya didukung penuh oleh segenap masyarakat. Karena itulah, implementasi dan penyelesaian misi-misinyalah yang harus disiasati pemerintah agar jauh dari konflik dan selalu bisa diterima masyarakat. Dalam kondisi sudah lumayan dipandang dunia seperti ini, Indonesia bawjib membuktikan sesuatu, paling tidak memperlihatkan kemajuan-kemajuan MDGs pada 2015. Sasaran MDGs di Indonesia

7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk Indonesia [5]. Menanggapi pendapat tentang kemungkinan Indonesia gagal mencapai tujuan MDGs apabila beban mengatasi kemiskinan dan mencapai tujuan pencapaian MDG di tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN di tahun 2009-2015. Jumlah pembayaran utang Indonesia. kesetaraan gender. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia. Namun. [3] [4] Kontroversi MDGs di Indonesia Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. Dengan tujuan utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015. pencapaiannya lintas provinsi tidak seimbang. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan. Sekretaris Utama Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan berpendapat apabila bisa dibuktikan MDGs tidak tercapai di 2015. Hasil kesepakatan yang didapat adalah untuk negara maju menyisihkan sekitar 0. Walaupun mengalamai kendala. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Beberapa negara maju telah berjanji dalam konsesus pembiayaan (monetary consensus) untuk memberikan bantuan. Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Don K Marut Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan untuk mendesak negara-negara Utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan utang. kemiskinan. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. kesehatan.7 persen dari . lingkungan hidup. per 31 Agustus 2008. Pencapaian MDGs di Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. pihak swasta. Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan. dan lembaga donor. Pada tahun 2010 hingga 2012 pemerintah dapat mengajukan renegosiasi utang. Program-program MDGs seperti pendidikan.Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs. termasuk masyarakat madani. sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran ini. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di daerah Asia dan Pasifik.70 triliun. sebagian utang bisa dikonversi untuk bantu itu.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. mengukur. Laporan Sasaran Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang terkait dengan pencapaian sasaran MDGs.7 triliun (2009) hingga Rp81. kelaparan. Pemerintah Indonesia melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDGs pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut.

kalaupun kemudian kita melihat banyak hambatan ke arah sana bukan melemahkan usaha kita.com/program-kegiatan/lumbung-masyarakat-mandiri-baitul-mal/157-wapres-anugerahkan-penghargaan-indonesia-mdg-award . lambat lah ya.com/ erita RSS Kamis.persadamulticendekia. sesederhana itu saja.wikipedia. termasuk melalui upaya memberantas korupsi.000 kelahiran hidup. pertama adalah masalah laju dia di sana tapi laju ini masih lama. Sumber http://id. http://www.GDP mereka untuk membantu negara miskin atau negara yang pencapaiannya masih di bawah.000 kelahiran hidup. pemerintah dan masyarakat harus tetap memiliki semangat meningkatkan kerjasama untuk perbaikan bangsa ke depannya nanti. Pemerintah Indonesia menyadari masih tertinggal dalam mencapai target yang ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDG) tahun 2015. Kalau orang udah on the track ada dua kemungkinan. akses air minum dan sanitasi dasar yang layak. namun ditambahkannya pemerintah dan masyarakat harus tetap optimistis dapat tercapai meski harus didukung melalui kemauan politik pemerintah dan didukung berbagai program pro rakyat. “Kalau misalnya mau tercapai 2015 artinya pemerintah harus melakukan lompatan yang menurut saya tidak usah menunggu pemimpin baru.desainovasi. kita udah on the track nih sebenarnya. Iris Gera | Jakarta        More Sharing Services Foto: Iris Gera Masalah sanitasi dan kurangnya akses terhadap air bersih di kota-kota besar di Indonesia. ketiga sasaran yang ketinggalan itu adalah angka kematian ibu melahirkan. Ivan Ahda mengatakan. hanya sekitar 5-6 negara yang memenuhi sebagian besar ada di Skandinavia atau Belanda yang sudah sampai 0. tidak usah kemudian nunggu Pemilu segala macam. yang kedua udah lajunya lambat kebanyakan kerikil atau batu lagi.7 persen.” kata Ivan selanjutnya. 09 Februari 2012 Indonesia Masih Tertinggal untuk Capai Target Pembangunan Milenium 2015 Koordinator Yayasan Forum Indonesia Muda. masih jauh dari target yang ingin dicapai dalam MDGs 2015 (foto: dok).000 kelahiran hidup. perlu usaha keras bagi Indonesia untuk mencapai target MDG 2015. Sementara angka kematian bayi usia nol hingga 11 bulan di Indonesia sebesar 34 orang per 1." ungkap Ivan Ahda.” Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga 2011 di Indonesia angka kematian ibu saat melahirkan sebesar 228 orang per 100. “Tapi dalam concern kita tercapai atau tidaknya MDGs sebenarnya bukan patokan bahwa kita berhenti berjuang atau apa.org/wiki/Sasaran_Pembangunan_Milenium http://muda. yayasan yang sangat peduli dengan program-program pencapaian MDG 2015 yaitu Ivan Ahda. melemahkan perjuangan kita. padahal menurut target MDGs 2015 angka tersebut harus mampu turun menjadi sekitar 102 orang per 100. Sebelumnya Wakil Presiden. Namun konsensus ini belum dipenuhi banyak negara. Selain itu ditegaskannya sektor pendidikan juga merupakan akar dari seluruh program yang harus dicapai dalam MDG‟s 2015 karena tanpa kemajuan pendidikan maka kemajuan dalam program lain akan sulit diwujudkan. Hal senada juga disampaikan Koordinator Yayasan Forum Indonesia Muda.kompasiana. penanggulangan HIV/Aids. Ivan Ahda berpendapat walaupun jika dilihat kondisi saat ini di Indonesia seperti masih tingginya angka kemiskinan. Boediono berpendapat ada tiga hal yang masih tertinggal sehingga Indonesia akan sulit mencapai target MDG‟s 2015. Ivan Ahda juga berharap tercapai atau tidaknya target MDG‟s 2015. Budiono mengatakan. Bahkan ia mengingatkan tindak pidana korupsi yang masih marak terjadi di Indonesia merupakan akar persoalan yang sangat berdampak negatif terhadap upaya pencapaian target MDG‟s 2015. ada korupsi. serta masih sulitnya akses pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah maka Indonesia akan sulit mencapai target MDG 2015.000 kelahiran hidup. Kepada VoA di Jakarta hari Kamis (9/2). “Menurut pandangan saya ketinggalan kereta dan perlu perhatian sangat khusus dan kerja keras kita semua kalau kita ingin mencapai sasaran MDGs kita pada tahun 2015. Kementerian Kesehatan juga mencatat hingga 2011 penderita penyakit HIV/Aids sekitar 200 ribu orang dan dinilai pemerintah jumlah tersebut masih sangat mengkhawatirkan.com/2010/07/29/sby-indonesia-dan-mdgs/ http://www. kita sih masih optimis. padahal target MDGs 2015 harus mampu turun menjadi 23 orang per 1. dan batunya itu datang dari mereka sendiri.mdgs. ada apa yang itu semuanya berpengaruh kepada pencapaian MDGs.

akses ke air minum yang layak dan sanitasi dasar serta HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. 01 DESEMBER 2011 21:11 WIB Penganugerahan MDG Awards 2011 BERITA TERKAIT  tidak ada berita yang terkait LENSAINDONESIA. KAS/LI-10 . 31 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan 20 organisasi pemuda yang mengajukan program unggulannya untuk berkompetisi meraih penghargaan. seperti Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. dampak dan hasil program serta keberlanjutan. sedikitnya 145 partisipan tercatat telah mendaftarkan program suksesnya dalam ajang penghargaan tahunan ini. “Sampai hari ini tercatat 75 kabupaten/kota. kesehatan ibu dan anak. “Proses penjurian demikian selektif dan komprehensif. Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr Rusman Heriawan. Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo. Redaktur Senior Kompas Dr Ninok Leksono.” ujarnya. Tidak hanya dilakukan secara online. Pada 31 Januari 2012 IMA 2011 akan menggelar festival nasional MDGs dan pameran yang menampilkan berbagai program pemangku kepentingan MDGs. IMA 2011 juga menggelar serangkaian kegiatan seperti seminar inspiratif yang bertujuan menemukan 10 inspirator yang akan disebut sebagai “Pencerah Nusantara”.” ujar utusan khusus Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk MDGs. Sejumlah dewan juri terdiri dari sejumlah tokoh yang berkompeten di bidangnya. Ketua Panitia IMA 2011 sekaligus asisten utusan khusus Presiden SBY. penyelenggaraan IMA tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. pengembangan dan pembelajaran program. Sementara.COM: Gairah berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dalam mempercepat perwujudan Millennium Development Goals (MDG) yang mendekati tenggang waktunya di tahun 2015. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Dr Nafsiah Mboi SpA MPH.” jelas Diah S Saminarsih. namun dewan juri juga akan melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan yang dipromosikan oleh peserta kompetisi.” lanjutnya. Sebelum sampai pada puncak acara malam penganugerahan IMA 2011 pada tanggal 1 Februari 2012 mendatang di Jakarta dan akan ditayangkan di Metro TV. semakin meningkat. Para inspirator akan menjadi duta yang diharapkan dapat menyebarluaskan semangat pencapaian tujuan-tujuan MDGs di wilayah masing-masing. Salah satunya. tampak dari partisipasi aktif berbagai pihak dan pelaku pembangunan dalam mempromosikan keberhasilan program pembangunannya melalui Indonesia Millennium Development Goals Awards 2011 (IMA 2011). Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) MARS DTM&H DTCE. Selain didukung dengan teknologi informasi untuk menjangkau publik yang lebih luas serta untuk mempermudah proses pendaftaran dan penjurian. pengelolaan program. sekaligus sebagai Ketua Dewan Juri Indonesia MDG Awards 2011 Prof Dr dr Nila Moeloek SpM. Hal ini untuk menyaksikan langsung dan mencocokan dengan prestasi pembangunan yang dipresentasikan. “Penilaian meliputi kualitas penyusunan program. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Dr Sonny Harry B Harmadi dan Prof Dr Fasli Jalal. 28 sektor swasta. untuk mendaftarkan program suksesnya dan menjadi inspirasi bagi para pelaku pembangunan lainnya. yang kali ini bertema “Beraksi untuk Negeri”.Promosikan Pembangunan Lewat Indonesia Millenium Development 75 Kabupaten Promosikan Pembangunan Daerah Lewat MDG Awards KAMIS. Kami sangat optimis dan gembira dengan tingkat partisipasi ini. Seluruh peserta akan berkompetisi memperebutkan 16 versi penghargaan dalam kategori umum dan sejumlah kategori khusus. “Kami sangat berbahagia menyaksikan animo dan optimisme berbagai pihak dalam menyukseskan pencapaian tujuan-tujuan MDGs melalui program penghargaan IMA 2011. Ketua Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah (YIPD) Dr Erna Witoelar. Panitia program masih menyediakan waktu sampai tanggal 15 Desember 2011 kepada kabupaten/kota dari seluruh Indonesia dan pihak-pihak lainnya. Program-program pembangunan yang didaftarkan meliputi sejumlah pencapaian MDGs di bidang nutrisi. Sejak diluncurkan secara resmi tanggal 12 Oktober 2011 lalu. Indonesia Country Director World Food Programme (WFP) Coco Ushiyama.

termasuk Indonesia yang harus direalisasikan sesuai target waktu yang disepakati. presiden kita. Namun. sekaligus sebagai usaha penanggulangan kemiskinan ekstrem.Editor: Rudi Rubrik : Headline Jatimraya . SBY hingga saat ini tergolong salah satu dari beberapa kepala negara yang cukup aktif mewakili Indonesia dalam beberapa acara manifestasi internasional. Presiden kita. melalui program pencapaian MDGs. SBY menginstruksikan penjabaran butir-butir tujuan di atas menjadi target-target yang lebih praktis dan derivatif. Hingga periode kedua pemerintahannya ini SBY berulang kali ke luar negeri dan menghadiri pertemuan baik secara . Indonesia. Terkini SBY. dan MDGs OPINI | 29 July 2010 | 23:00 Dibaca: 4177 Komentar: 2 Nihil Millenium Development Goals (MDGs) saat ini merupakan salah satu isu dunia yang praktisnya berupa delapan tujuan utama pekerjaan rumah (pe-er) bersama seluruh negara dan masyarakat dunia. MDGs sendiri oleh Indonesia diterjemahkan sebagai beberapa tujuan dan upaya pembangunan manusia. jatimraya .         Tujuan ke-1: Mengentaskan Kemiskinan dan Kelaparan Tujuan ke-2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Tujuan ke-3: Mendukung Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Tujuan ke-4: Mengurangi Tingkat Kematian Anak Tujuan ke-5: Meningkatkan Kesehatan Ibu Tujuan ke-6: Memerangi HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya Tujuan ke-7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Tujuan ke-8: Mengembangkan Kemitraan dalam Pembangunan Di Indonesia sendiri. Boleh dikatakan. headline protonomi . proOTONOMI . Berdasarkan situs resminya. apakah MDGs itu sendiri saat ini sudah berhasil disosialisasikan dengan baik oleh SBY melalui pemerintahannya kepada seluruh masyarakat di Indonesia? Secara singkat. Susilo Bambang Yudhoyono membawa Indonesia ke atas meja bersama 188 negara di dunia saat MDGs ini dirumuskan melalui Deklarasi Millenium pada tahun 2000 silam. HEADLINE UTAMA . MDGs berupa delapan butir tujuan bersama yang mencakup pencapaian tujuan dalam beberapa bidang kehidupan.

maupun secara konferensional seperti pada beberapa konferensi isu perubahan iklim dan pemulihan ekonomi. jika dilihat dari kacamata Orang Indonesia dalam perspektif MASYARAKAT. MDGs ini sendiri saat ini sudah memiliki sistem koordinasi sendiri yang oleh pemerintah Indonesia diupayakan agar bisa efektif dalam pencapaiannya. Beberapa waktu yang lalu timbul diskusi kecil di beberapa kalangan aktivis dalam negeri yang menyinggung sikap SBY yang dianggap terlalu “cengeng” dan tidak esensial karena sangat mudah menanggapi kritikan kecil semacam pemberitaan media massa sedangkan sudah jarang membahas kiat praktis dalam merealisasikan program pembangunan jangka panjang yang disusun oleh pemerintahannya sendiri. SBY pastilah sudah sering meluncurkan instruksi-instruksi kepada para pembantunya untuk merealisasikan dua poin ini. kesenjangan sosial semakin bertambah. Sekelumit contoh menurut uraian target MDGs Indonesia yang sebagian besar ditargetkan sudah tercapai pada tahun 2015. Selain itu. Saat ini boleh dikatakan pula bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang “diperhitungkan” dalam forum diskusi internasional. mengurangi jumlah masyarakat penderita kelaparan hingga setengahnya. Indonesia menargetkan mengentaskan kemiskinan minimal 50% dari seluruh masyarakat miskin di Indonesia. maka tidaklah berlebihan jika dinilai bahwa hingga saat ini belum ada hasil sama sekali yang dirasakan. sekelumit masalah dalam negeri yang beberapa di antaranya tergolong krisis dan bersifat alot dalam penyelesaiannya. . baik itu menyentil pemerintah ataupun yang tidak. Bagaimana tidak. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri bahwa godaan pemerintahan yang dialami oleh SBY berisiko menjadi batu sandungan jalannya pemerintahan yang seharusnya lebih mengedepankan misi dan target-target pemerintahan yang lebih masuk akal dan realistis. Yogyakarta misalnya. yang tergolong daerah dengan tingkat kemiskinan rendah di Indonesia saja masih susah payah memperbaiki kemiskinan di Kab.bilateral dengan beberapa kepala negara. diuraikan dari tujuan pertama MDGs. mau tidak mau menjadi pengalih perhatian pemerintah dan kalangan masyarakat dalam negeri dari hal-hal yang tak kalah penting dan esensial seperi realisasi MDGs. Sayangnya. Dari kacamata penulis sendiri nampak hal-hal yang berupa kekhawatiran bahwa saat ini pemerintah sudah cenderung reaktif hanya pada isu-isu jangka pendek yang bergulir di masyarakat. Namun.

Dalam sepuluh tahun terakhir. Saat ini pemerintahan SBY sudah memasuki periode ke-2. apalagi memang hanya menyangkut kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini pun belum begitu banyak dirasakan inovasi dan sosialisasi pencapaian tujuan KB sehingga tingkat kelahiran pun masih tergolong tinggi. angka kematian Ibu di Indonesia menurun hanya sekitar 120. MDGs nampaknya perlu disosialisikan lebih luas ke masyarakat dengan dengan interpretasi dan pembahasan yang lebih sederhana. Di saat seperti inilah masyarakat . jadi butuh upaya besar jika target 2015 ditekankan pada semakin rendahnya angka kematian Ibu ini. DAN DENGAN KENDARAAN APA?”. Maka sekali lagi. namun bisa menjadi cikal bakal terwujudnya masyarakat yang memiliki pandangan lebih terbuka pada arah pemerintahan saat ini. adalah tugas pemerintah yang membahasakannya agar lebih “merakyat”. yaitu 1 dari 65. masih banyak masyarakat yang belum paham bahkan menyebut istilahnya saja sudah susah payah. program “warisan” penyelenggaraan kesehatan dari pemerintahan sebelumnya. Tingkat kematian Ibu karena proses melahirkan di Indonesia oleh WHO dikategorikan masih tinggi. Beberapa isu yang terjadi belakangan ini semakin menguatkan adanya indikasi bahwa hubungan pemerintah dengan rakyat semakin renggang dan tegang. Masyarakat selalu ingin tahi “MAU DIBAWA KEMANA KAMI INI. Saat ini SBY masih setia dengan prgoram KB. Dengan serangkaian tim kerja serta koordinator kabinet pastilah tidak begitu susah untuk membuat masyarakat mengetahui program-program pemerintah yang paling baik. MDGs saat ini memang belum begitu populer di tahah air. Masyarakat tentunya tidak ingin programprogram hebat dunia semacam ini hanya menjadi bola manis politik yang pada akhirnya hanya menjadikan pemerintahan “keren”. Sosialisasi program dunia untuk masyarakat Indonesia bisa juga menjadi media pembangunan hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat yang saat ini sangat rentan terhadap isu-isu diferensial dan cenderung menimbulkan reaksi represif.Gunungkidul yang sangat kontras dengan kabupatan-kabupaten di sekitarnya. SBY selaku pemegang tongkat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan serta penyalur program-program dunia untuk masyarakatnya memang dituntut untuk selalu terbuka dan solutif. yakni masih di atas 25% (data tahun 2005). Hal lain adalah program peningkatan kesehatan ibu.

paling tidak memperlihatkan kemajuan-kemajuan MDGs pada 2015. Target penyelesaian krisis pada tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah tentunya didukung penuh oleh segenap masyarakat. Maka. Adalah betul bahwa melalui MDGs negara-negara lain juga saat ini berjuang menyelesaikan masalah-masalah yang sama. Karena itulah. 15 Desember 2011 | 20:25 WIB      More Sharing Services Share on facebook Share on print . program Millenium Development Goals (MDGs) ini sangat cocok merepresentasikan masalah-masalah yang dialami Indonesia. Karena pada hakikatnya. Indonesia bawjib membuktikan sesuatu. sby    o o o Laporkan Tanggapi Beri Nilai BPS: Pemerintah Agar Fokus Ke Target MDG Oleh Ana Noviani Kamis. TARGET MDGs bisa diklik di sini. Tags: rakyat. implementasi dan penyelesaian misi-misinyalah yang harus disiasati pemerintah agar jauh dari konflik dan selalu bisa diterima masyarakat. Bagaimanapun. dengan caranya masingmasing. pembangunan.membutuhkan kedewasaan pemerintah yang bisa menjadi panutan. SBY memang sepatutnya berpikir keras guna memposisikan diri dan pemerintahannya di antara masyarakat dalam menghadapi tantangantantangan ke depan ini. [ditulis untuk SBY dan segenap rakyat Indonesia yang percaya pada tujuan perbaikan] Lebih jelas. memasuki tahun kedua dalam periode kedua pemerintahannya. Dalam kondisi sudah lumayan dipandang dunia seperti ini. hampir tidak ada rakyat yang anti terhadap pemerintahnya sendiri.

"Seperti raskin itu perlu perbaikan dari sisi distribusi ke berbagai titik bagi di daerah. (Bsi)    More Sharing Services Share on facebook Share on print . "PPLS itu mencakup 40% dari rumah tangga terbawah. BPS juga menyoroti target Angka Kematian Ibu (AKI) yang cenderung stagnan di tingkat 228 per 100. Upaya pemerintah harus lebih gencar. sehingga pengentasan kemiskinan dapat tercapai. "Pada 2011. hari ini. raskin. hari ini. sedangkan pada 2014.000 kelahiran hidup sejak 2007. serta komitmen mengintegrasikan prinsip pembangunan 'hijau' sebagai tantangan MDGs yang butuh upaya ekstra dari pemerintah dan semua lapisan masyarakat." katanya ketika dihubungi Bisnis. seperti Jamkesmas.55% pada 2015. mendorong kesetaraan gender.49%. beasiswa miskin. Jampersal. Selain itu. Happy Hardjo mengungkapkan berdasarkan potret BPS. terutama target MDGs yang menyangkut tingkat kemiskinan dan kelaparan. MDGs menargetkan AKI hanya 102 per 100. Menurutnya." tutur Rudy. Direktur Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengaku optimistis tingkat kemiskinan dapat tercapai.000 kelahiran hidup pada 2015. Namun. Pemerintah ingin meng-cover bukan hanya masyarakat miskin. Selain soal kemiskinan. Rudy menekankan pentingnya efektivitas program-program pengentasan kemiskinan. semua program pengentasan kemiskinan dikaji dan dikoordinasikan dengan lebih optimal. tingkat kemiskinan diperkirakan 8-10% secara nasional. pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan sekitar 11. lanjutnya. Berita Terkait      Angka Kematian Ibu Masih Jadi Persoalan Bangsa Ini SBY Minta Belanja Dana Hibah US$600 Juta Tepat Sasaran Pemerintah Janji Buka 3. Karena tahun ini kan sudah dibentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). sebagian target MDGs diproyeksikan dapat tercapai (on-track). tapi juga rumah tangga hampir miskin dan rumah tangga yang rentan kemiskinan. Pemerintah. program pengentasan kemiskinan akan didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2012-2014) yang mencakup empat cluster penganggulangan kemiskinan. juga sudah menyiapkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) sebagai unifikasi data yang akan menjadi database untuk implementasi program-program penganggulangan kemiskinan. serta mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. "Kalau melihat tingkat kemiskinan kami optimistis dapat tercapai. padahal tahun ini tingkat kemiskinan masih berada di tingkat 12. Jamkesda. PNPM.49%. KUR dan bantuan sosial lainnya." Sebelumnya. Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS S. MDGs menargetkan persentase penduduk miskin menggunakan garis kemiskinan nasional di level 7. Menurutnya. Koordinasi di pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait juga perlu dioptimalkan. terutama memaksimalkan kinerja tim koordinasi pengentasan kemiskinan daerah (TKPKD) di tingkat provinsi dan kabupaten karena semua program eksekusinya di daerah. tingkat kemiskinan di level 12.5-12." kata Rudy. Namun. yakni memberantas kemiskinan. di bidang kemiskinan. memeratakan akses pendidikan. Nila Moeloek utusan khusus MDGs di Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama dan koordinasi pemerintah dan civil society untuk mencapai target-target MDGs. melestarikan lingkungan hidup. menurunkan angka kematian ibu dan anak." ungkap Happy dalam acara Sosialisasi IPM dan MDGs. serta kesehatan masyarakat. diperlukan pengawasan dan evaluasi yang intensif agar program-program pengentasan kemiskinan dapat berjalan dengan efektif. Padahal. Dalam APBN-P 2011. Pertanyaannya apakah program-program sudah mengarah ke sana. "Perlu keseriusan dari kementerian/lembaga terkait agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat berkesinambungan dan berdampak pada semua lapisan masyarakat. Happy juga menilai pengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan kasus penyakit menular lainnya.5%.9 Juta Lapangan Kerja 2012 Beras Untuk Rakyat Miskin Bandung Disalurkan Lagi KABAR MAKASSAR: Ekonomi Sulsel Tumbuh 8% Pada 2012 JAKARTA: Badan Pusat Statistik mengingatkan pemerintah untuk fokus pada upaya pencapaian target-target Millenium Development Goals (MDGs) 2015.

Nusa Dua. Masalah lain yang dibahas dalam pertemuan ASEAN-PBB adalah krisis keuangan dunia serta berbagai persoalan lain yang mengemuka di tingkat kawasan dan global. Sabtu (19/11) pagi. serta persiapan dan pelaksanaan rencana strategis ASEAN tentang manajemen bencana periode 2011-2015. Bali itu. pertahanan maritim dan antipembajakan. para pemimpin negara anggota ASEAN dan PBB juga beragam persoalan mulai dari kerja sama melalui pertukaran praktik terbaik dan pembangunan kapasitas untuk menegakkan hak asasi manusia. Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam di Bali International Convention Center (BICC). . Pertemuan para kepala negara dan kepala pemerintahan ASEAN dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon diharapkan mengadopsi pernyataan bersama tentang kerja sama paripurna antara ASEAN dan PBB. para kepala negara dan kepala pemerintahan anggota ASEAN dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon diagendakan membicarakan peningkatan kerja sama ASEAN dengan PBB dalam berbagai bidang. Nusa Dua: Para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam pertemuan puncak dengan Perserikatan Bangsa Bangsa membahas bantuan PBB kepada ASEAN untuk mencapai tujuan pembangunan milenium atau Millenium Development Goals (MDG). penyelesaian konflik.Discuss: BPS: Pemerintah agar fokus ke target MDG ASEAN-PBB Bahas Bantuan untuk Capai MDG Anri Syaiful Artikel Terkait      Ketika Obama Berbisik di Jamuan Makan Malam SBY: Penghargaan Ini Milik Masyarakat Indonesia SBY Menerima Penghargaan dari PBB Kemacetan Parah Mengiringi KTT ASEAN Jamuan Makan Malam Tutup Hari Kedua KTT 19/11/2011 09:41 Liputan6.com. Dalam siaran pers Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri.

. yaitu: 1. Jumat (21/10/2011). antara lain: 1. yang paling sulit untuk dicapai adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). 3. Tidak adanya akses pelayanan kesehatan." jelas Menkes. 3. 4. Itu semua harus kita atasi. di beberapa tempat tidak ada pelayanan kesehatan.PH disela-sela acara the 6th Asia Pacific Conference on Sexual and Reproductive Health and Right 2011 di Grha Sabha Pramana UGM. Sulit sekali menurunkan. Dr. Ada akses pelayanan kesehatan namun terlalu jauh untuk dijangkau Ada akses pelayanan kesehatan dan dekat jaraknya namun ibu tersebut tidak terbiasa ke bidan. 6. 7. yaitu: 1. masih ada kendala demografi dan sosial budaya yang menjadi masalah besar. ada beberapa masalah yang menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia. 2. Yang sekarang kita upayakan adalah melibatkan peranan suami dan memperkenalkan Jampersal (Jaminan Persalinan).detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta. maka PBB pada Sabtu ini juga dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 2. 4. 3. Si ibu terbiasa ditolong oleh dukun atau ibunya sendiri. Menteri Kesehatan menyatakan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah yang paling sulit dicapai. malaria dan penyakit menular lainnya Memastikan kelestarian lingkungan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan "Diantaranya semua indikator MDG." ujar Menteri Kesehatan. 21/10/2011 10:58 WIB Tekan Angka Kematian Ibu. Target MDG yang Paling Sulit Dicapai Merry Wahyuningsih .(ANS/Ant) Jumat. MPH. Memberantas kemiskinan dan kelaparan Mencapai pendidikan untuk semua Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan Menurunkan angka kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Memerangi HIV/AIDS. Yogyakarta. Menurut Menkes. baik itu kendala geografis maupun sosial budaya. dr Endang Rahayu Sedyaningsih. 5. Masalah geografis dan sosial budaya masih menjadi kendala besar. 2. 8.Selain dengan ASEAN. Ada 8 indikator MDG (Millennium Development Goal) yang ditetapkan PBB. "Jadi ada berbagai kendala. Dari 8 indikator MDG (Millennium Development Goal). tidak hanya di Indonesia tetapi juga hampir seluruh negara di dunia. Terlalu tua saat hamil Terlalu muda saat hamil Terlalu banyak atau sering hamil Terlalu kerap atau dekat jarak kehamilannya Selain itu.

serta untuk mempermudah proses pendaftaran dan penjurian. selain didukung dengan teknologi informasi untuk menjangkau publik yang lebih luas. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Prof. 2. Salah satu aspek penting dalam program Indonesia MDG Awards yaitu dengan membangun suatu sistem insentif dan disinsentif atau rewards and punishment untuk memotivasi para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras menjalankan upaya pencepatan target-target MDGs tersebut. Kendati YKS dan Dinkes berasal dari satu daerah dan sama-sama masuk nominasi dengan kategori yang sama yakni kesehatan ibu anak namun menurut Martin kedua lembaga ini tidak perlu merasa untuk bersaing karena Dinkes mendaftara pada peserta kabupaten/kota sedangkan YKS mendaftar pada sektor swasta (LSM). Program ini menurut dr. Untuk angka kematian bayi provinsi yang paling banyak menyumbang adalah: 1. yang didampingi bidan Theresia Palang Keda dan Bidan Joria Parmin merupakan sebuah gerakan moral dengan memanfaatkan teknologi sederhana berupa Hand Phone (HP) dalam memantau perkembangan ibu hamil. Manuain yang juga staf khusus Presiden RI untuk hubungan regional dan global saat meninjau kedua program itu secara langsung di Larantuka. Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Lebih dari itu. Latar belakang lahirnya kedua program ini juga sama yakni bertitik tolak dari keprihatinan terhadap kesehatan ibu/anak. IMA 2011 juga menggelar serangkaian kegiatan seperti seminar inspiratif yang bertujuan menemukan 1 0 inspirator yang akan disebut sebagai „Pencerah Nusantara‟. Fas li Jalal. Kabupaten Sikka yang mendaftar untuk kategori program HIV/AIDS. Sedangkan untuk angka kematian ibu harus mencapai angka 102/100. Semua data tentang ibu hamil masuk dalam data base dinas kesehatan dan dipantau Dinkes dengan melibatkan semua pihak di kecamatan dan desa. sama-sama mendaftar untuk kategori kesehatan ibu dan anak. Ketua Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah (YIPD) Dr. Ninok Leksono. (*). Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Sumatera Utara NTT Program MST dan 2H2 MASUK NOMINASI MDG Award SUBMITTED BY MISAN ON THU. Dalam pertemuan dengan YKS dan tim 2H2 Center Dinkes Flores Timur. Dewan juri dalam event ini terdiri dari sejumlah tokoh penting yang terkait erat dengan upaya-upaya MDGs dan berkompeten di bidangnya seperti Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Gamawan Fauzi. sebelum sampai pada puncak acara malam penganugerahan IMA 2011 pada tanggal 1 Februari 2012 mendatang di Jakarta dan akan ditayangkan di Metro TV. Indonesia MDG Awards 2011 adalah satu program dengan tujuan membangkitkan semangat para pemangku kepentingan baik dari Pemerintah kabupaten/kota maupun sektor swasta (LSM) dan para pemuda di seluruh Indonesia dalam bentuk penghargaan atau apresisasi bagi kesuksesan mereka dalam melakukan praktek cerdas sesuai dengan 8 target pencapaian Millennium Development Goals (MDG). Dr. MPH. Dalam diskusi itu terungkap salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu/anak adalah terlambat tolong. Martin dan Gordon menjelaskan jumlah lembaga yang mendaftar untuk mengikuti penghargaan ini sebanyak 240 lebih dan yang masuk nominasi 120 lebih. 5. Sonny Harry B Harmadi. dan Prof. program ini diharapkan agar semua pemangku kepentingan dapat terhindar dari praktek-praktek yang tidak sejalan dengan pencapaian MDGs. Lima provinsi menyumbang hampir 50 persen dari total angka kematian ibu dan bayi. Yos Usen Aman dalam menerjemahkan Program Revolusi KIA yang dicanangkan pemerintah NTT.000 kelahiran hidup. Yos Usen Aman.000 kelahiran hidup. 26/01/2012 . Rusman Heriawan. Ketiga lembaga itu adalah Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dengan Programnya Manajemen Sarana Transportasi zero breakdown motorcycle untuk Pelayanan Kesehatan di pedesaan. Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Sumatera Utara Banten Untuk penyumbang angka kematian ibu yang paling banyak adalah: 1. Meski inisiatif untuk mengembangkan program ini berbeda secara kelembagaan namun kedua program ini saling mendukung untuk memperbaiki kondisi kesehatan ibu/anak di Flores Timur terutama dalam menenkan angka kematian ibu/anak. Para inspirator akan menjadi duta yang diharapkan dapat menyebarluaskan semangat pencapaian tujuan-tujuan MDGs di wilayah masing-masing. Baik program MST zero breakdown motorcycle untuk pelayanan kesehatan di pedesaan yang diusung YKS maupun program 2H2 center y ang diusung Dinkes Flores Timur. 2. Dinkes Flore s Timur dengan program 2H2 Center dan SMAK Yohanes Paulus II Maumere. (Penulis adalah aktivis LSM tinggal di Larantuka) Penulis: Mansetus Balawala . DTM&H. 5. Redaktur Senior Kompas Dr. 4. Hal ini terjadi karena minimnya sarana transportasi umum maupun yang dimiliki para petugas kesehatan di pedesaan. Pada 31 Januari 2012 IMA 2011 akan menggelar festival nasional MDGs dan pameran yang menampilkan berbagai program pemangku kepentingan MDGs. Program MST zero breakdown motorcycle untuk pelayanan kesehatan di pedesaan lahir sejak Juni 2002 . Sementara program 2H2 center “diarsiteki” oleh dr. Dari sinilah lahir program MST zero breakdown motorcycle untuk membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatan pelayanan kesehatan. Indonesia Country Director World Food Programme (WFP) Coco Ushiyama. 3. Demikian disampaikan Martin Firdaus Siringoringo dan Gordon B. karena provinsi ini memiliki jumlah penduduk yang besar. Di NTT ada tiga lembaga yang keluar sebagai nominasi dalam ajang penghargaan Indonesia MDG Awards. 4. Nafsiah Mboi SpA. dr. Untuk diketahui. Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Dr. Penyelenggaraan IMA tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 3. Tjandra Yoga Aditama SpP(K). Sabtu 21 Januari lalu. ketika dalam sebuah FGD berama PPLKB dan Petugas kese hatan. DTCE.Target dari MDGs tahun 2015 untuk angka kematian bayi harus mencapai 23/1. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Dr. Erna Witoelar.11:43 Program manajemen sarana transportasi (MST) Zero Breakdown Motorcycle untuk pelayanan kesehatan di pedesaan yang dikembangkan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dan Program 2H2 Center dinominasikan dalam seleksi penerimaan Indonesia MDG Awards (IMA) tahun 2011. MARS.

dan menghasilkan sebuah deklarasi. kemudian negara-negara anggota PBB kemudian mengadopsi tujuan pembangunan milenium (millenium developments goals). Memberantas kemiskinan dan kelaparan  Mengurangi sampai setengah jumlah penduduk yang hidup dengan penghasilan kurang dari satu dollar perhari  Mengurangi sampai setengah jumlah penduduk yang kelaparan b. keamanan. Memerangi HIV/AIDS. Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan  Menghapus ketidaksetaraan jender dalam jenjang pendidikan dasar dan menengah pada tahun 2005. Menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup . 2011 HARAPAN BARU DENGAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Pengertian MDGs Harapan baru pada tahun 2015 tercapai perubahan siginifikan di bidang kesehatan.HARAPAN 2015 DENGAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Posted on Februari 14. malaria dan penyakit menular lainnya   Menghentikan dan mengurangi laju penyebaran HIV/AIDS Menghentikan dan mengurangi laju penyebaran malaria serta penyakit menular utama lainnya g. Setiap tujuan memiliki satu atau beberapa target beserta indikatornya. dimana hasil deklarasi ini diharapakan dan ditargetkan bisa terwujud sampai dengan tahun 2015 . Menurunkan angka kematian balita  e. Deklarasi ini menghimpun kesepakatan para pemimpin dunia yang tidak pernah ada sebelumnya untuk menangani isu perdamaian. MDG menempatkan pembangunan manusia sebagai fokus utama pembangunan memiliki tenggat waktu dan kemajuan yang terukur. Adapun Tujuan / Sasaran MDGs a. hak asasi dan kebebasan fundamental dalam satu paket. dan di semua tingkat pendidikan pada tahun 2015 d. hal ini sebagai wujud realisasi pertemuan beberapa anggota PBB pada sekitar bulan September 2000. Mewujudkan pendidikan dasar bagi semua  Menjamin agar semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan jenjang pendidikan dasar c. Inti dari Millennium Declaration ini mengandung 8 item. dengan diikuti sebanyak 189 negara mengadakan perkumpulan dan pertemuan. yang kemudian 8 point ini dikenal dengan Millennium Development Goals (MDGs). Dalam kesepakatannya.  Mengurangi dua pertiga dari anka tingkat kematian anak di bawah usia lima tahun Meningkatkan kesehatan ibu Mengurangi tiga perempat dari angka tingkat kematian ibu f. pembangunan.

pembatalan hutang bilateral. . 2. ketrampilan. 161/MENKES/PER/I/2010. ketrampilan. keringanan pembayaran hutang bagi negara-negara miskin yang terjerat hutang. yaitu pengetahuan. 161/MENKES/PER/I/2010. health promotion)…. Semoga bermanfaat (by : bambang Sutomo. Pasal 1. 161/MENKES/PER/I/2010 Pasal 32. dapat diandalkan dan tidak diskriminatif. serta tenaga kefarmasian tidak berkewajiban melakukan melakukan registrasi tenaga kesehatan. Uji Kompetensi Sebelum tenaga kesehatan di register sebagai tenaga kesehatan. Namun dalm pelaksanaan uji terdapat pengecualian 2 kategori tenaga yaitu tenaga medis (dokter dan dokter gigi). Metode ini digunakan untuk tahap awal dan akan di lakukan untuk lulusan institusi pendidikan tenaga kesehatan yang lulus tahun 2011 yang akan dilakukan sekitar bulan September. butir 3 : Uji kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan. dan sikap. Suka Penyesuaian Uji Kompetensi BERDASAR Permenkes No. yang menjelaskan bahwa ketentuan registrasi tenaga kesehatan dalam peraturan ini tidak berlaku bagi tenaga medis dan tenaga kefarmasian. Mencakup pemberian bebas tarif dan bebas kuota untuk ekspor mereka. Melihat batasan ini maka sangatlah jelas yang dimasud dalam kategori tenaga kesehatan. dn pemberian bantuan pembangunan yang lebih besar untuk negara-negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan c) menangani kebutuhan khusus negara-negara yang terkurung daratan dan negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang. pembangunan dan pemberantasan kemiskinan – baik secara nasional maupun internasional  menangani kebutuhan khusus negara-negara yang kurang berkembang. tetapi telah disepakati oleh MTKI dengan menggunakan MCQ. Hal ini sesuai Permenkes No. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan  mengembangkan lebih lanjut sistem perdagangan dan keuangan terbuka yang berdasar aturan.. dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. 2011 by bambangsutomo Uji kompetensi merupakan kewajiban bagi seluruh tenaga kesehatan di Indonesia. Pengertian Tenaga kesehatan Dalam Permenkes No.161/MENKES/PER/I/2010 Oleh . sebelumnya tenaga kesehatan dimaksud wajib melakukan uji kompetensi. sehingga jelaslah kewajiban ini harus dilaksanakan. Adapun metode uji yang akan digunakan oleh MTKP tidak menggunakan metode uji OSCA atau OSCE. Untuk menyatakan dan menunjukan seorang tenaga kesehatan sudah mengikuti uji kompetensi dan dinyatakan lulus. maka yang bersangkutan akan diberikan sertifikat kompetensi. telah dijelaskan bahwa yang dimaksud tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangna untuk melakukan upaya kesehatan. Pengertian mengenai iji kompetensi sebagaimana dijelaskan dalam Permenkes No. dari Profesi perawat gigi) Tulisan ini merupakan kelanjutan penulisan saya sebelumnya berjudul : Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan sesuai Permenkes No. kewajiban ini telah diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 161/MENKES/PER/I/2010 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program-program di tingkat nasional serta mengurangi perusakan sumber daya alam  Mengurangi sampai setengah jumlah penduduk yang tidak memiliki akses kepada air bersih yang layak minum  Berhasil meningkatkan kehidupan setidaknya 100 juta penghuni kawasan kumuh pada tahun 2020 h. Termasuk komitmen melaksanakan tata pemerintahan yang baik. bambang sutomo (MTKP Jawa Tengah. Pasal 1. 1. Sehingga dengan uji kompetensi ini tenaga kesehatan akan diukur 3 aspek. hal ini ditegaskan dalam Permenkes No.161/PERMENKES/PER/I/2010 (UJI KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN OLEH MTKP) yang di Posted on Februari 21. Sertifikat kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kompetensi seorang tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik dan atau pekerjaan profesinya diseluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi.

SIP. Registrasi tenaga kesehatan Tenaga kesehatan yang sudah melakukan uji kompetensi. dinyatakan sudah memiliki STR sampai berlakunya habis. registrasi dan praktek bidan. 161/MENKES/PER/I/2010. ini sudah ada beberapa daerah yang melakukan uji kompetensi bagi tenaga kesehatan diwilayahnya. bukti tertulis untuk menjalankan kewenangan sebagai tenaga kesehatan tersebut tetap berlaku . (4). sebagaimana diatur dalam pasal 10 ayat (2) Sertifikat Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh ketua MTKP Srtifikat kompetensi tdidak berlaku seumur hidup. Hal ini sesuai dengan Permenkes No. Maka dengan adanya peraturan ini maka : 1). . dan tenaga kesehatan dimaksud sudah dianggap mempunyai Surat Tanda Registrasi.SIPG. Pasal 12 . Ketentuan ini bisa juga diartikan bahwa seseorang yang sudah uji kompetensi dan memiliki sertifikat kompetensi dan belum mendapatkan atau belum mempunyai registrasi berdasarkan peraturan sebelumnya seperti SIP bagi perawat. tenaga kesehatan yang telah mendapatkan bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia dinyatakan telah memiliki STR sampai dengan masa berlakunya habis. sangatlah jelas bahwa dengan dimilikinya bukti tertulis tersebut . registrasi dan izin praktek fisio terapis. 161/MENKES/PER/I/2010. Surat tanda registrasi. Hal ini seperti diatur dalam pasal 30 ayat 1 yang menjelaskan bahwa . Bagi yang sudah memiliki sertifikat uji kompetensi. 2). registrasi dan izin kerja perawat gigi.Sertifikat kompetensi tetap berlaku sampai masa berlakuknya habis. MTKI melakukan registrasi secara nasional dan memberikan nomor registrasi peserta kepada kepala dinas kesehatan provinsi melalui MTKP . maka sertifikat uji kompetensi dianggap syah dan berlaku dan bisa digunakan sampai masa berlakuknya habis. hal ini sesuai pasal 10 ayat (3). dan belum memiliki bukti tertulis pemberian kewenangan dinyatakan telah memiliki sertifikat kompetensi berdasarkan peraturan ini. tenaga kesehatan harus mengajukan permohonan kepada ketua MTKI melalui MTKP . registrasi dan praktik terapis wicara. Tenaga kesehatan harus segera mengajukan permohonan memperoleh STR. dan terbentuknya MTKI dan MTKP maka perlu dilakukan penyesuaian penyesuaian sebagai berikut : 1). Seseorang yang sudah terregistrasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.serta diakui secara hokum untuk menjalankan praktik dan atau pekerjaan profesinya. registrasi dan izin kerja refraksionis optisien. sudah ada peraturan yang mengatur mengenai registrasi tnaga kesehatan seperti SIB.DAN SIOT. Hal ini sebagaimana diatur dalam Permenkes No. maka dengan dikeluarkannya Permenkes No. dan lainnya. Tenaga kesehatan yang telah lulus uji kompetensi diberikan sertifikat kompetensi. 161/MENKES/PER/I/2010. jadi dia tidak mempunyai kewajiban untuk ikut uji kompetensi sepanjang bukti kewenangan tersebut masih berlaku. 161/MENKES/PER/I/2010 Pasal 30 ayat (3) yang menyatakan bahwa tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi yang diperoleh sebelum terbentuknya MTKI dan MTKP berdasarkan peraturan ini.SIRO. sesorang tenaga kesehatan akan dilakukan uji kompetensi lagi setelah 5 tahun. 3. Dengan melihat pasal 30.SIPG. Sertifikat kompetensi yang sudah ada dan masih berlaku bisa langsung untuk mengajukan STR. registrasi dan izin kerja radiographer. (3). Hal ini datur dalam Permenkes No.161/MENKES/PER/I/2010. SIR bagi radiographer. registrasi dan izin kerja okupasi terapis) dinyatak dicabut dan tidak berlaku. Sertifikat kompetensi disahkan oleh ketua MTKP. Sebelum terbit Permenkes 161/MENKES/PER/I/2010. apakah masih kompeten atau tidak kompeten. ayat (1) yang berbunyi . Seseorang tenaga kesehatan yang sudah di ter-registrasi kemudian akan diberikan Surat tanda registrasi (STR). SIPG bagi perawat gigi. 5. untuk selanjutnya diharapkan mengajukan permohonan kepada MTKI untuk melakukan registrasi tenaga kesehatan . SIP. maka langsung bisa mengajukan STR berdasarkan Permenkes No. selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang diregistrasi setelah memiliki sertifikat kompetensi. Hal ini sesuai dengan Pasal 31 ayat (2) yang menyatakan bahwa ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku apabila MTKI dan MTKP telah terbentuk. yang berbunyi : sertifikat kompetensi sebagaimana ayat (2) berlaku 5 (lima) tahun dan dapat dilakukan uji kompetensi kembali setelah habis masa berlakuknya. Untuk memperoleh STR. yang menyatakan bahwa berdasarkan sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). SIB bagi bidan. Registrasi akan dilakukan oleh MTKI dengan diberikan nomer registrasi. Dengan berluknya Permenkes No. apabila MTKI dan MTKP telah terbentuk. SITW.SIRO. SIF. Penyesuaian dengan peraturan sebelumnya mengenai kewajiban registrasi .Bukti registrasi lama berlaku sampai masa berlakuknya habis. Perlakuan bagi tenaga kesehatan yang sudah melakukan uji kompetensi dan registrasi Sebelum diberlakukannya Permenkes No. 161/MENKES/PER/I/2010. Peraturan sebelumnya yang mengatur (registrasi dan praktik perawat. 161/MENKES/PER/I/2010. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 10. 161/MENKES/PER/I/2010 (tidak perlu lagi mengurus SIB. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi selaku registrar menandatangani STR atas nama MTKI dan STR berlaku secara nasional di seluruh wilayah indonesia 4.SIR. Pasal 10 (4). Dan tentunya setelah habis diwajibkan mengikuti proses registrasi yang diawali dengan uji kompetensi. Pasal 30 ayat (4). Sertifikat kompetensi yang masih berlaku langsung bisa digunakan untuk mendapatkan STR (Surat tanda registrasi). 2). SITW.DAN SIOT). Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya. SIF. ayat (1).SIR. 161/MENKES/PER/I/2010. Peraturan sebelumnya yang mengatur mengenai pelaporan dan registrasi. Hal ini sesuai Permenkes No. yang menyatakan bahwa tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat mengajukan permohonan Registrasi berdasarkan Peraturan ini.

Artinya seorang tenaga kesehatan tetap berkewajiban mengurus izin kerja. dalam artian tidak lagi melakukan kegiatan semenjak Permenkes No. 3). registrasi dan izin kerja okupasi terapis. sehingga untuk pelaksanaan ataupun realisasi sesuai peraturan menteri tersebut sudah tidak ada masalah. 161/MENKES/PER/I/2010. Coding data Setelah semua instrument diedit. Seperti apa yang dijelaskan dalam Permenkes No. ketidaklengkapan. registrasi dan praktik terapis wicara. 161/MENKES/PER/I/2010 berlaku. 1. sedangkan yang berhubungan dengan Surat Izin Kerja (SIK) tetap berlaku . maka untuk segera menyesuaikan diri. apakah semua sudah terisi. Editing data Tahap ini adalah pengecekan dan perbaikan instrument penelitian. registrasi dan izin kerja radiographer. MTKI sudah dibentuk dan dilantik pada tanggal 16 Februari 2011. registrasi dan praktek bidan. pembuatan kesimpulan. Pembersihan data Setelah semua data dimasukan dalam software. Bagi beberapa daerah yang sudah mempunyai MTKP yang dibentuk sebelum berlakuknya Permenkes No. maka untuk selanjutnya akan dimasukan kedalam software komputer 4. Pengolahan data Adapun tahap-tahapan dalam pengolahan data adalah : 1. khususnya untuk jenis penelitian kuantitatif tidak akan terlepas dengan proses pengolahan data. sedangkan MTKP sudah disyahkan dengan SK oleh BPPSDMK pada bulan April 2011. Penyesuaian bagi MTKP yang dibentuk sebelum Permenkes No. Kewajiban adanya SIK juga diatur lebih lanjut sesudah Permenkes No. karena semua yang mengatur registrasi dan uji kompetensi sudah diatur dengan Permenkes No. hal ini sesuai dengan pasal 31 ayat (3) yang menyatakan MTKP yang telah terbentuk pada saat peraturan ini berlaku. Kesalahan yang sering terjadi adalah adanya interprestasi yang kurang tepat. untuk realisasi pelaksanaannya akan segera ditindak lanjuti oleh MTKI dengan MTKP di tiap-tiap Provinsi. tentunya kita semua berkewajiban untuk menjalankan peraturan ini demi terciptanya pelayanan yang bermutu. Data hasil penelitian tidaklah sekedar angka yang tak bermakna. Dalam tahap ini peneliti diharapkan bisa melakukan analisis sebagai jawaban dari tujuan penelitian. registrasi dan izin kerja refraksionis optisien. SIK tetap berlaku Namun perlu diingat yang dicabut adalah yang berhubungan dengan pelaporan dan registrasi. Dalam langkah ini peneliti diharapkan bisa membaca dan memaknai hasil pengolahan dari data yang kita miliki. registrasi dan izin praktek fisio terapis. Untuk itu sangatlah diperlukan kecermatan sebagai langkah-langkah konkrit atas data yang kita peroleh . 161/MENKES/PER/I/2010 muncul. Posted in Tenaga Kesehatan | Tinggalkan komentar BANTU CEPAT OLAH DATA Posted on April 5. Tahapan ini sangatlah menentukan dalam merumuskan hasil penelitian. 2011 Solusi Tepat Cepat dan Akurat Membantu Olah Data Dalam proses penelitian. yaitu mengubah data yang berbentuk huruf menjadi angka. pemilihan jenis analisis juga kita sesuaikan dengan tujuan penelitian. bahwa dalam Pasal 18 ayat (2) dijelaskan bahwa setiap tenaga kesehatan lain yang bekerja di klinik harus mempunyai Surat Izin sebagai tanda registrasi/Surat Tanda Registrasi dan Surat Izin Kerja (SIK) atau Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dalam sebuah penelitian setelah kita melakukan pengolahan data. apabila MTKI dan MTKP telah terbentuk. Apabila dijumpai ada jawaban yang belum lengkap. apakah tulisannya atau isiannya jelas. Pasal 34 yang menyatakan bahwa pada saat peraturan ini berlaku maka kepmen yang mengatur tentang registrasi dan praktik perawat. Dengan tulisan ini diharapkan dapat manambah wawasan bagi kita serta memberi pencerahan bagi semuanya. 161/MENKES/PER/I/2010 berlaku. yaitu adanya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 028/MENKES/PER/I/2011 Tentang Klinik. tetapi sebenarnya kalau kita bisa menginterprestasikan angka-angka tersebut akan sangat menarik dan bermakna. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 161/MENKES/PER/I/2010. Entry data Data-data yang sudah diberi atau dirubah dengan kode angka. untuk selanjutnya akan dilakukan pemberian kode. dan sebagainya kemudian apabila terjadi kesalahan akan dilakukan pembetulan. 3. bila perlu dilakukan pengambilan data ulang. sampai dengan ditulisnya makalah ini. 2. Sepanjang yang mengatur pelaporan dan registrasi.2). Sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di Indonesia. kemudian akan dilakukan pengecekan untuk menghindari kesalahan-kesalahan kode. serta sebagai dasar pembuatan rekomendasi hasil penelitian. apakah jawabannya konsisten dengan pertanyaan. registrasi dan izin kerja perawat gigi. Analisis deskriptif . 161/MENKES/PER/I/2010. Analisis Data Merupakan langkah yang amat penting. harus menyesuaikan diri dengan ketentuan dalam peraturan ini.

Uji korelasi juga banyak ragamnya mulai dari contingency coeficient. adalah sebuah paradigma pembangunan global. regresi logistik. spearman rank correlation. Kesalahan yang sering terjadi adalah otuput dari SPSS tidak kita manfaatkan secara maksimal untuk menjawab tujuan penelitian. selain bisa dilakukan dengan membaca hasil output olah data dengan sofware. latar belakang mdgs. Untuk analisis uji pengaruh bisa dilakukan dengan uji regresi. serta melakukan dengan cepat dan akurat. Analisis Uji Komparatif Untuk penelitian dengan tujuan membandingkan atau membedakan bisa digunakan uji komparatif. Penggunaannya juga dengan memperhatikan jenis data dan sifat data. pemilihan jenis uji komparatif disesuaikan dengan jenis data yang kita miliki (parametrik. pengertian millenium development goals.bambangsutomo20@yahoo. makalah millenium development goals. mdgs 2015 indonesia. median. standar deviasi. jenis uji yang kita gunakan bisa berupa regresi linear. makalah tentang mdgs. millenium development goals 2015. arti millenium development goals. kolmogorv smirnov. prosentase. dengan accunt :mas bam’s. modus. Dengan analisis ini kita dapat melihat besaranya pengaruh satu variabel dependent kepada variabel dependent.co. Analisis Uji regresi Dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. kendall tau. isi mdgs. 2. dan multivariat. partial corelation. independent). non parametrik). mdgs indonesia 2015. kejelian. Analisis Uji Korelasi Analisis ini digunakan untuk melihat hubungan yang terjadi. minimal. maximal. pengertian dari mdgs MDGs Millennium Development Goals Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Milenium. untuk order bisa via email . mdgs 2015. bisa juga dengan in box melalui accunt facebook. serta arah hubungan yang terjadi. pengertian mdgs 2015. multiple corelation. Kepercayaan dan kepuasan anda merupakan penghargaan berharga bagi kam Kata Kunci: MDGS 2015. pearson product moment. terdistribusi normal atau tidak. 3. wilcoxson. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000. Analisis dilakukan dengan melihat kecenderungan pola data yang kita miliki. Kecermatan. Proses analisis bisa dilakukan dengan melakukan perhitungan manual dengan rumus-rumus statistik. serta ketanggapan sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis. pengertian mdg. dalam uji hubungan juga perlu diperhatiakan sifat data dan jenis data. Banyaknya variabel juga menentukan jenis uji apa yang akan kita gunakan. mann whitney. pengertian mdgs. makalah mdgs. Definisi mdgs. pengertian mdgs adalah. visi indonesia sehat 2015. Artikel Mdgs. millenium development goals 2015 indonesia. Team kami akan berusaha membantu semaksimal mungkin bagi para peneliti pemula untuk melakukan pengolahan dan analisis data mulai dari analsis univariat. baik regresi sedrhana ataupun regresi ganda. indonesia sehat 2015. Sifat data. isi millenium development goals. dalam analisis ini digunakan uji korelasi. visi mdgs. pola hubungan yang ada.id. isi mdgs 2015. varians. isi dari mdgs.Untuk analisis secara diskriptip dapat dilihat dari nilai mean. one way anaova. (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals). Millennium Development Goals. two way anova dll. kami akan membantu menentukan solusi yang tepat. biavariat. Uji statistik untuk studi komparatif ada beberapa mulai dari t-test (paired. . mis SPSS. 4. kirim data dalam bentuk format exell. dideklarasikan Konperensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000.

Memerangi HIV/AIDs. dan pembangunan. 2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua. dan Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan. Menurunkan Angka Kematian Anak.Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia. dan Pemberdayaan Perempuan. termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan . 6. 5. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. 3. Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya. keamanan. 4. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu: 1. Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Meningkatkan Kesehatan Ibu. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan. perdamaian. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015. 8. Mendorong Kesetaraan Gender. 7.

Lampiran 1. 3. lanjutan dan tinggi) dan…. Indeks Pembangunan Manusia -IPM (Human Development Index HDI) mengartikan definisi kesejahteraan secara lebih luas dari sekedar pendapatan domestik bruto (PDB). Indeks daya beli : Memiliki standar hidup yang layak (diukur dari paritas daya beli/ PPP. yaitu: umur panjang dan sehat. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 1 Sejak 1990. IPM merupakan indeks yang mengukur pencapaian keseluruhan suatu negara. pengetahuan dan kualitas hidup yang layak HDI memberikan suatu ukuran gabungan tiga dimensi tentang pembangunan manusia: 1.kegiatan monitoring MDGs. Secara lebih sederhana tentang IPM dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Dimensi Indikator Indeks Dimensi Umur panjang dan sehat Angka harapan hidup . Penjelasan Singkat Mengenai IPM dan MDGs I. 2. yang direpresentasikan oleh 3 dimensi. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs. Indeks kesehatan : Panjang umur dan menjalani hidup sehat (diukur dari usia harapan hidup). Indeks pendidikan : Terdidik (diukur dari tingkat kemampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar. penghasilan).

X(i-min)). untuk penghitungan IPM dapat dirumuskan sebaga LI. Angka melek huruf (AMH) 2.pd saat lahir (e0) Indeks harapan hidup Æ Indeks X1 Pengetahuan 1. Proses Penghitungan Indeks Xi (i=1. dimana X(i.j) = Indikator ke-i dari daerah j X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-max) = Nilai maksimum dari Xi .j) = (X(i.j).2 Dari tabel diatas.X(i-min))/ (X(i-max).3) Indeks X(i.2. untuk penghitungan IPM dapat dirumuskan sebagai berikut : IPM = 1/3 (Indeks X1 + Indeks X2 + Indeks X3) a. Rata-rata lama sekolah (MYS) Indeks pendidikan Æ Indeks X2 Kehidupan yang layak Pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP Rupiah) Indeks pendapatan Æ Indeks X3 IPM 1 Sumber dari Biro Pusat Statistik Dari tabel diatas.

q5 Indeks X2 = Indeks Pendidikan • Sumber data: Susenas 2005-Kor • Terdiri dari dua komponen: 1.X(i-min))/ (X(i-max). AMH Æ % angka melek huruf 2. ALH 2.j).2 Dari tabel diatas. Proses Penghitungan Indeks Xi (i=1. q3. melalui tahun konversi yang ditinjau dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan seperti tabel dibawah ini : MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 2 II. AMH • Menggunakan paket program mortpack (Metode Trussel dengan model West). pilihan pada q2. dimana X(i. q3. untuk penghitungan IPM dapat dirumuskan sebagai berikut : IPM = 1/3 (Indeks X1 + Indeks X2 + Indeks X3) a.2. MYS Æ rata-rata lamanya sekolah Penghitungan MYS. q5 Indeks X2 = Indeks Pendidikan • Sumber data: Susenas 2005-Kor • Terdiri dari dua komponen: 1.1.X(i-min)).Indeks X1 = Indeks lamanya hidup Proses penghitungan e0 • Sumber data:Susenas 2005-Kor • Penghitungan dilakukan berdasarkan 2 data dasar: 1. AMH Æ % angka melek huruf 2. MYS Æ rata-rata lamanya sekolah Penghitungan MYS.j) = (X(i. pilihan pada q2.3) Indeks X(i.j) = Indikator ke-i dari daerah j X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-max) = Nilai maksimum dari Xi Indeks X1 = Indeks lamanya hidup Proses penghitungan e0 • Sumber data:Susenas 2005-Kor • Penghitungan dilakukan berdasarkan 2 data dasar: 1. ALH 2. AMH • Menggunakan paket program mortpack (Metode Trussel dengan model West). Tujuan dan Target dalam MDGs . melalui tahun konversi yang ditinjau dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan seperti tabel dibawah ini : Pendidikan tertinggi yang ditamatkan Tahun Konvers LI.

Malaria dan Penyakit Menular Lainnya .1 Tujuan 1: Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan Target 1: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah USD 1/hari menjadi setengahnya antara 1990-2015 Target 2 : Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990-2015 2 Tujuan 2: Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Target 3: Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2015. di manapun. semua anak. laki-laki dan perempuan. antara tahun 1990 dan 2015 5 Tujuan 5: Meningkatkan Kesehatan Ibu Target 6: Menurunkan angka kematian ibu antara tahun 1990-2015 sebesar tiga –perempatnya 6 Tujuan 6: Memerangi HIV/AIDS. dapat menyelesaikan sekolah dasar (primary schooling) 3 Tujuan 3: Mendorong Kesetaraan Gender dan Target 4: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2 Bahan presentasi Deputi Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Pemberdayaan Perempuan 2005 dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015 4 Tujuan 4: Menurunkan Angka Kematian Anak Target 5: Menurunkan angka kematian Balita sebesar dua pertiganya.

5 Kesehatan LI. investasi.4 10. pengembangan kapasitas.2. pembangunan infrastruktur seperti transportasi.6 RPJM 2009 MDGs 2015 Indikator/Sasaran (%) 2002 Target Target .2 8. ICT dann environmental sustainability II. dukungan teknologi.2 7.Target 7: Mengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunnya jumlah kasus baru pada tahun2015 Target 8 : Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit lainnya pada tahun 2015 7 Tujuan 7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup Target 9: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang Target 10 :Penurunan sebesar separu. proposisi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minimum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 Taeget : 11: Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 2020 8 Tujuan 8: Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan Target 12 : Kemitraan dan kerjasama regional untuk pencapaian MGD antara lain di bidang perdagangan. Menyusun prioritas utama Pemerintah melalui MDG‟s RPJM 2009 MDGs 2015 Indikator/Sasaran (%) 2002 Target Target Kemiskinan Populasi dengan pendapatan di bawah US$ 1 per hari 35.3 Persentase jumlah orang miskin 18.

2. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu: 1. 3. Mendorong Kesetaraan Gender.7 100 Air dan Sanitasi Persentase populasi dengan akses terhadap perbaikan kualitas air 78 8 Pembangunan Pedesaan Pertumbuhan sektor pertanian 3. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia.5 MDGs Millennium Development Goals Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Milenium. dan Pemberdayaan Perempuan. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya.Tingkat kematian Balita (per 1. 5. (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals). Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000. Meningkatkan Kesehatan Ibu. dideklarasikan Konperensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. 4. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua.000 kelahiran hidup) 60 26 (<1 kematian) 33 Tingkat kematian akibat proses melahirkan (per 100. perdamaian. Memerangi HIV/AIDs. adalah sebuah paradigma pembangunan global. dan pembangunan. 98.6 100 Tingkat netto dan gross pada pendidikan tingkat menengah pertama 79. keamanan.000 kelahiran hidup) 307 226 105 Edukasi Tingkat netto keterlibatan dalam pendidikan dasar 92. 6.5 98 Tingkat melek huruf pada usia 15-24 . Menurunkan Angka Kematian Anak. .7 99. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan.

termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Nilai normatif Akaba > 140 sangat tinggi. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015.7. ada 8 tujuan (GOALs) yang ingin dicapai diantara tahun 1999-2015. Sebagai gantinya AKABA dihitung berdasarkan estimasi tidak langsung dari berbagai survei. Untuk mencapai 8 tujuan MDGs ini harus jelas definisi dan konsep indikator yang akan digunakan. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. Definisi Operasional Kematian Balita dapat diurakan sebagai Kematian yang terjadi pada balita sebelum usia lima tahun Rumusnya . Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. file:///C:/url?sa=t&rct=j&q=&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F%2 Fdentalsemarang. Namun bagaimana penggunaan indiktornya (terutama definisi dan konsepnya) belum dijelaskan pada postingan tersebut. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan. antara 71 – 140 sedang dan <20 rendah. dan 8. 2009 5 KOMENTAR Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008. Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. pada postingan sebelumnya penulis telah memaparkanpencapaian MDGs untuk penurunan kematian anak di Polewali Mandar.– Dalam MGDs yang telah disepakati para pimpinan dunia.wordpress. Targetnya selama tahun 1990 – 2105 setidaknya dapat menjadi pedoman untuk daerah lain dalam menurunkan angka kematian balita sebesar dua per tiganya. angka kematian bayi dan proporsi campak pada bayi yang telah mencapai usia 1 tahun. ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya.com%2F2011%2F02%2F14%2Fisi-milleniumdevelopment-goals-mdgs%2F&ei=3DdWT5WZEeTiQf14sHrCA&usg=AFQjCNFTeTdXpT-jfsfJysetwfJSLS3KeQ Indikator MDGs ke Empat : Menurunkan Kematian Anak SEPTEMBER 4. AKABA kerap dipakai untuk mengidentifikasi kesulitan ekonomi penduduk. Untuk mencapai target ini ada dua indikator dibuat yaitu Indikator global atau nasional untuk memonitoring pencapaian Target ke empat yaitu angka kematian balita.   Indiktor lokal untuk memonitoring pencapaian target keempat yaitu pemantauan terhadap pencapaian target MDGs untuk tingkat lokal kabupaten/kota dan kecamatan yang dapat dilakukan dengan indikator proksi tertentu. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator. dinyatakan sebagai angka per 1000 kelahiran hidup. Berikut penjelasan kedua(Indikator global dan lokal) indiktor tersebut INDIKATOR GLOBAL ATAU NASIONAL UNTUK MEMONITORING PENURUNAN ANGKA KEMAATIAN ANAK Angka Kematian Balita (AKABA) AKABA adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. berikut penulis memposting indika tor pencapaian MDGs untuk menurunkan angka kematian anak. Mengingat kegiatan registrasi penduduk d i Indonesia belum sempurna sumber data ini belum dapat dipakai untuk menghitung AKABA. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.

maka untuk menggambarkan angka kematian anak dan angka kematian bayi digambarkan dengan indikator program yang dilaksanakan dalam upaya menurunkan angka kematian balita dan angka kematian bayi. & LB3 KIA) dan atau Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (PWS Gizi. Imunisasi adalah unsur penting untuk mengurangi kematian balita. antara lain persentase BBLR. cakupan pemberian ASI eklusif. SIRS/RB) Presentase Balita dengan BGM (Bawah Garis Merah) Definisi Operasionalnya yaitu Balita dengan BGM (Bawah Garis Merah) adalah Balita dengan berat badan menurut umur (BB/U) berada pada dan di bawah garis merah pada KMS Rumusnya Sumber datanya berupa Catatan Program Gizi di Puskesmas (LB3 Gizi) dan atau Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (LB3 Gizi. Rumusnya Sumber datanya dapat melalui survei atau catatan data kematian bayi yang meninggal di sarana kesehatan Proporsi imunisasi campak (PIC) pada anak yang berusia 1 tahun PIC adalah perbandingan antara banyaknya anak berumur 1 tahun yang telah menerima paling sedikit satu kali imunisasi campak terhadap jumlah anak berumur 1 tahun. Hal ini karena rancangan sampel diperuntukkan untuk menggambarkan angka kematian anak dan bayi tingkat Kabupaten dan atau tingkat propinsi. dan lebih besar dari 70 tergolong mudah untuk diturunkan. Persentase Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Definisi Operasionalnya yaitu Bayi dengan BBLR adalah keadaan bayi lahir dengan berat badan (BB) < 2500 gram yang ditimbang pada saat lahir atau hari ke 7 setelah lahir Rumusnya Perlu diingat BBLR sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila prevalensi ≥ 5 % Sumber data dapat diperoleh Catatan Program Gizi di Puskesmas (PWS Gizi. Berikut ini adalah definisi operasional. Sehubungan dengan hal tersebut. AKB relevan dipakai untuk memonitor pencapaian target program karena mewakili komponen penting pada kematian balita. Indikator ini merupakan suatu ukuran cakupan dan kualitas sistem pemeliharaan kesehatan anak di suatu wilayah. Rumusnya Sumber datanya dapat diperoleh melalui Catatan Program Imunisasi di Puskesmas atau Form LB3 dan atau Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota INDIKATOR LOKAL UNTUK MEMONITORING KEMAJUAN KABUPATEN DAN KECAMATAN Angka kematian anak dan angka kematian bayi untuk tingkat Kecamatan tidak tepat jika diperoleh dari survey yang berskala nasional. cakupan kunjungan bayi. Kemudian Kematian Bayi yaitu Kematian yang terjadi pada bayi sebelum mencapai usia satu tahun. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial. ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. dan dinyatakan dalam persentase. PWS Gizi) Pemantauan Pertumbuhan menggunakan data SKDN   SKDN adalah singkatan dari pengertian kata-katanya yaitu S adalah Seluruh balita yang ada di wilayah kerja K adalah jumlah balita yang terdaftar dan memiliki KMS atau buku KIA . persentase pemberian vitamin A. Meskipun target program terkait khusus dengan kematian balita. rumus dan sumber data indikator tersebut. AKB cenderung lebih menggambarkan kesehatan reproduksi dari pada Akaba.Sumber datanya dapat melalui Survey dan atau Catatan data kematian balita yang meninggal di sarana kesehatan Angka Kematian Bayi (AKB) AKB adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun AKB per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. antara 40-70 tergolong sedang namun sulit untuk diturunkan. Definisi operasional dari angka kematian bayi terdahulu harus diketahui yaitu pengertian dari “Lahir Mati” yaitu Kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. pemantauan pertumbuhan menggunakan data SKDN. Nilai normatif AKB kurang dari 40 sangat sulit diupayakan penurunannya (hard rock).

Kunjungan Neonatus adalah kunjungan neonatus (umur 1-28 hari) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. bidan. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Ada yang menarik dalam rapat kerja nasional yang berlangsung di Istana Tampak Siring. Bali dimana Presiden dan jajaran kabinetnya duduk bersama dengan para Gubernur dan jajaran daerah yang terdiri dari Ketua DPRD.. paling sedikit 4 kali (bayi). perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> . 2 kali (neonatus) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. bidan.  D adalah jumlah seluruh balita yang Ditimbang N adalah balita yang Naik berat badannya sesuai dengan garis pertumbuhan Rumusnya Catatan: Presentase N/D merupakan indikator keberhasilan program Sumber datanya dapat diperoleh Catatan Program Gizi di Puskesmas (LB3 Gizi) dan atau Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (LB3 Gizi/ PWS Gizi) Cakupan Kunjungan Bayi Definisi Operasional yaitu Kunjungan Bayi adalah kunjungan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. paling sedikit 2 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. perawat yang memiliki kompetensi klin is kesehatan. Rumusnya Menggugat Indonesia lewat MDGs OPINI | 29 May 2010 | 16:34 Dibaca: 204 Komentar: 5 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik <!--[if gte mso 9]> Normal 0 <![endif]--> Seperti biasa penulis sebagai ciptaan Tuhan menghaturkan permintaan maaf jika dalam penulisan ini membuat pembaca atau pengunjung tersinggung atau terpojokkan tetapi apa yang penulis tulis di bawah ini adalah murni pendapat pribadi. Kepala Penanaman Modal dari Sabang sampai Merauke dari Mianggas sampai Rote dalam membahas masalah-masalah daerah yang juga menjadi masalah nasional salah satunya adalah program pemerintah yang terkait dalam hal MDGs.

berapa kali juara umum olimpiade tetapi bangunan fisik sekolah tidak seprestasi muridnya benar tidak ?! <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> . tujuan itu sendiri berjumlah tujuh tujuan (Goals) yang harus harus di lakukan oleh setiap negara yaitu. dan anda juga akan bertanya kenapa harus 2015 ? karena berdasarkan hitungan kalkulasi PBB 15 tahun adalah waktu yang sangat pas untuk negara dalam memperbaiki masalah-masalah yang terjadi di dunia ini dan kalaupun lewat dari tahun yang disepakati bersama. ternyata masih banyak sekolah-sekolah yang bangunannya sangat memprihatinkan kalau boleh membandingkan sekolah di pedalaman dengan bangunan Pos Polisi Bunderan HI atau kandang ayam bekisar para pejabat MASIH LEBIH BAGUS Pos Polisi Bunderan HI dan juga kandang ayam bekisar para pejabat. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Itulah sekilas tentang MDGs. Anak-Anak. mari kita bahas satu persatu 7 tujuan dari MDGs dengan hasil konkrit dari pemerintah. PBB selaku penyelenggara tidak akan dan bisa menuntut kepada negara atau yang menandata tangani Janji Bersama itu tetapi rakyatnya lah yang akan menuntut kepada negara karena hak-haknya sebagai warga negara tidak pernah diberikan oleh negara.Mungkin diantara para pembaca dan pengunjung blog ini bingung dengan mengeritkan dahi dan bertanya apakah MDGs itu ? MDGs adalah Millenium Development Goals atau bahasa kerennya adalah Tujuan Pembangunan Millenium dimana pada tahun 2000 semua kepala negara di dunia di 5 benua ini menandatangi sebuah pernyataan sikap atau janji bersama dimana setiap negara sebisa mungkin atau HARUS BISA menekan angka-angka dalam hal tujuan pembangunan ini hingga tahun 2015. Lingkungan Hidup dan Kemitraan Global. tetapi tetap saja banyak pejabat yang marah ketika para guru mengatakan bahwa sekolah kami tidak lebih bagus daripada kandang ayam tetapi tetap saja TIDAK ADA NURANI daripada para pejabat ini untuk tanggap darurat terhadap kondisi gedung sekolah ini apalah arti prestasi dunia meraih ratusan medali emas. lalu pertanyaan kita kalau Indonesia pada tahun 2000 ikut menandatangani kesepakatan bersama dengan seluruh dunia. Pendidikan. Kesetaraan Gender. yaitu pertama Pengentasan Pe/Ke miskinan dan kelaparan apakah sampai tulisan ini dibuat sudah ada rakyat kecil yang mampu beli dan masak beras ? ternyata tidak ! ini terbukti dimana kita selalu disuguhkan oleh media tentang kehidupan rakyat miskin dan kecil yang selalu tidak bisa mendapatkan akses untuk membeli beras karena harganya yang sangat-sangat mahal dan lagi kalaupun mendapatkan dari pemerintah yaitu Beras Miskin-Raskin itupun tidak sesuai dengan logika dimana beras yang mereka dapat itu beras yang bau apek atau tidak layak dikonsumsi walaupun pemerintah mengatakan beras itu masih layak untuk di masak dan dikonsumsi. soal Pendidikan ada berapa kali media massa terutama koran baik yang beroplah nasional atau daerah yang mengangkat masalah pendidikan terutama dalam hal bangunan fisik dari sekolah. HIV-AIDS. Pengentasan Pe/Ke miskinan dan kelaparan. bagaiamana kabarnya ? apakah sudah dijalankan dengan membuahkan hasil dan membuat staff PBB khusus MDGs di New York atau di Jakarta tersenyum puas ? ternyata tidak. pertanyaannya apakah beras yang bau apek dan warnanya tidak seperti beras pada umumnya SUDAH PERNAH di konsumsi oleh pejabat daerah mulai dari Kepala Bulog hingga Gubernur beserta keluarga ? <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Kedua. Angka Kematian ibu Hamil dan melahirkan.

dimana pemerintah hanya diam seribu bahasa karena tidak bisa melindungi bahkan membiarkan aksi-aksi yang dilakukan oleh beberapa ormas yang mengusir para peserta. soal anak-anak pertanyaan penulis adalah berapa banyak anak Indonesia khususnya yang ada di Kota-kota besar ketika jam sekolah atau jam istirahat berada di perempatan-perempatan lampu merah kemudian. selain itu juga Pemerintah juga tidak memfasilitasi kegiatan acara yang justru sebenarnya bisa memberikan arahan tentang HIV-AIDS yang terkait dengan program MDGs seperti kasus acara yang ada di Surabaya beberapa waktu lalu. berapa banyak wanita yang mengalami kekerasan seksual ketika mereka bekerja di Luar Negeri tanpa ada proses hukum bagi pelaku dan juga perlindungan daripada negara ketika tertimpa musibah ? <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Keempat. atau pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tidak menjamin ketersediaan obat ARV obat khusus HIV-AIDS karena berdasarkan informasi yang beredar dikalangan mereka bahwa obat khusus ini sangat jarang ditemui karena persediaannya sedikit bahkan ada yang kadarluarsa dan itupun harganya sangat mahal. Kesetaraan Gender memang negara kita boleh dibilang sudah bisa menerapkan kesetaraan gender tetapi masih lebih banyak kasus-kasus yang tidak setara gender seperti berapa banyak kasus KDRT yang korbannya adalah wanita. soal Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan yang sangat tinggi di karenakan minimnya akses informasi dan perawatan khususnya bagi yang kurang mampu. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Kelima. Lingkungan Hidup adakah pemerintah memperhatikan nasib hutan kita yang sudah sangat memprihatinkan atau pernahkah pemerintah menegur dengan sangat keras bahkan menutup pabrik- . selain itu juga banyak faktor yang mempengaruhi Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan misalnya soal asupan gizi yang sangat kurang bagi Ibu Hamil khususnya yang kurang mampu yang akibatnya banyak Ibu yang meninggal saat meninggal atau anaknya menderita kelainan pada sebuah penyakita karena kurangnya asupan gizi ketika sedang mengandung. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Ketujuh. berapa banyak anak-anak yang Haknya di rampas oleh orangtua bahkan oleh negara.Ketiga. HIV-AIDS pertanyaannya adalah SUDAHkah Pemerintah dan masyarakat memberi perhatian kepada para penderita HIV-AIDS ? jawabnya BELUM karena apa ? karena HIV-AIDS bagi masyarakat adalah AIB PALING HINA atau KUTUKAN dari Tuhan karena perilaku mereka ini terbukti dimana tidak pedulinya warga dan rumah sakit ketika menerima warga atau pasien yang menderita HIV-AIDS untuk mendapatkan perawatan. seperti tidak adanya lahan kosong untuk tempat bermain atau tidak ada acara yang khusus benar-benar menceritakan tentang dunia anak-anak kalaupun ada hanya segelintir saja. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Keenam.

saat membuka Sosialisasi Rencana Aksi Daerah Millenium Development .. Ir.pabrik yang mencemarkan lingkungan dengan membuang limbah pabrik ke aliran sungai yang menjadi urat nadi warga setempat ? jawabnya TIDAK ADA padahal sudah banyak LSM-LSM yang memberikan perhatian terhadap lingkungan mengkritik.Si. Walikota. Jum’at (30/12/2011). padahal negara kita dijuluki oleh dunia sebagai paru-parunya dunia. sementara negara dibelahan dunia lain banyak pemimpin negara. berdemo tentang keberadaan perusahaan-perusahaan yang mencemarkan lingkungan di Indonesia tetapi tidak ada tanggapan sama sekali dari beberapa instansi pemerintah seperti Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. MDGs telah menyepakati delapan tujuan. yang mampu memberi keteduhan bagi dunia lewat jutaan hektar hutan namum sekarang paru-paru itu ibarat penyakit kanker sedang sekarat bahkan sudah tinggal menunggu waktunya untuk diangkat. M. bukankah pemerintah dalam pembukaan UUD wajib memberikan hak bagi rakyatnya ? INGAT !!! JANJI ADALAH HUTANG DAN YANG NAMANYA HUTANG HARUS DILUNASI !!! <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> 14th floor 230410 07:55 <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Rhesza Pendapat Pribadi Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dunia. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Jadi menurut penulis bukan hanya tiga tujuan (Goals) saja dari tujuan pembangunan millenium-MDGs yang TIDAK MAMPU direalisasikan Republik Indonesia sampai pada tahun 2015 tetapi 7 Goals itu juga sampai sekarang tidak ada bukti realisasinya. anggota dewan ikut perpartisipasi bahkan ikut berjuang bersama-bersama dalam menjalankan MDGs ini. Sahrasaddin. demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi. <!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--> Semoga dengan waktu sisa 5 tahun ini kiranya pemerintah bisa merealisasikan proyek yang dibentuk oleh PBB dan berlaku di seluruh dunia kepada masyarakat. anggota Dewan bahkan Presiden sama sekali ikut berpartisipasi. kalau seperti ini percuma saja negara ini ikut menandatangani bersama 192 negara ketika tahun 2000 selain 7 tujuan ini pemerintah juga sepertinya tidak peduli dan turut serta dalam acara yang berkaitan dengan MDGs seperti konser BANGKIT BERAKSI yang setiap tanggal 16-18 Oktober setiap tahun di gelar dimana tidak ada satupun pemimpin negara ini baik pusat maupun daerah entah itu Menteri.

Untuk itu. untuk itulah melalui program satum milyar satu kecamatan (SAMISAKE) Pemerintah Provinsi Jambi akan menuntaskan keluarga sangat miskin yang ada pada 131 kecamatan yang telah diindentifikasi “by name by addres”. bertempat di ruang Mayang Mengurai Kantor Bappeda Provinsi Jambi. 1. menurunkan angka kematian anak. 3. beberapa hari yang lalu (27 Desember 2011). sehingga akan berpengaruh pada besaran dana dekonsentrasi yang akan diberikan pusat kepada daerah.” ujar Sekda. Moeloek. Melaksanakan Bedah Rumah terhadap rumah tangga miskin. Selanjutnya ujar Sekda. Dalam hal ini diamanatkan kepad daerah untuk membuat RAD-MDGs dan RAD Pangan dan Gizi (RAD-PG) dengan mengacu kepada Rencana Aksi Nasional (RAN) MDGs. memastikan kelestarian lingkungan. Dijelaskan Sekda. peta jalan (roadmeap) nasional percepatan pencapaian MDGs dan laporan pencapaian MDGs Indonesia. Delapan kesepakatan dimaksud terdiri dari . Provinsi Jambi sangat konsen dalam menangani kemiskinan. guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dunia. RAD-MDGs ini akan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan kedepan. 3 tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkelanjutan. Patut disyukuri. dengan harapan masyarakat miskin yang telah memiliki sertifikat rumah akan memiliki akses ke bank untuk membuka usaha. dan promote global partnership for development. saat ini Provinsi Jambi sudah menyelesaikan penyusunan RAD-MDGs Provinsi Jambi tahun 2010-2015. 2. tambah Sekda. memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem. saat peluncuran RADMDGs Provisni dan Pedoman Definisi Operasional MDGs di Jakarta. sehingga diharapkan dengan rumah yang layak dan sehat masyarakat dapat lebih sehat dan produktif. Selain itu disampaikan Sekda. provisni maupun kabupaten/kota. telah dituangkan dalam Instruksi Presiden No. meminta Kabupaten/Kota dapat membuat matrik program dan kegiatan untuk percepatan pencapaian target MDGs dan dijadikan lampiran RAD-MDGs provisni masing-masing.Goals (RAD-MDGs) Provinsi Jambi tahun 2010-2015. mewujudkan pendidikan dasar untuk semua. dokumen RAD-MDGs akan dinilai dalam implementasinya oleh pemerintah pusat. Dr. Kegiatan-kegiatan tersebut juga sebagai perepatan pencapaian MDGs. di Indonesia untuk percepatan pencapaian target MDGs dimaksud. yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan di . malaria serta penyakit lainnya. Upaya percepatan pencapaian target MDGs yang menjadi prioritas pembangunan memerlukan sinergi kebijakan perencanaan pembangunan baik di tingkat nasional. sebagai bantuan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak termasuk dalam kepesertaan jamkesmas dan jamkesmasda kab/ko. Wakil Menteri Bappenas Prof. Nila F. memerangi hiv dan aids. meningkatkan kesehatan ibu. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. angtara lain . “Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Develompent) Persatuan Bangsa Bangsa dalam pertemuan yang diikuti 189 anggotanya telah menyepakati delapan tujuan. Jamkesprov. Sertifikasi tanah gratis untuk keluarga miskin.

hingga perguruan tinggi. untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi. jelas Sekda. . telah menargetkan untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 69 Mt CO2 hingga tahun 2030 atau 17. Di samping program diatas. mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 .25 Mt Cp2 selama lima tahun yaitu 53 persen dari lahan gambut dan 36 persen dari kehutanan. termasuk Indonesia. Selanjutnya untuk meningkatkan rasio kawasan tertutup pohon pada tahun 2015. Beasiswa bagi keluarga miskin sebagai upaya meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin untuk mencegah siswa putus sekolah akibat ketidakmampuan orang tua dari segi ekonomi. Deklarasi MDGs merupakan komitmen negara-negara dan komunitas internasional untuk mencapai sasaran pembangunan Millennium sekarang ini sebagai satu paket tujuan yang terukur dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan. mengentaskan kesenjangan gender pada semua tingkat pendidikan. dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. sesuai amanat Permendagri No. Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani Deklarasi Millennium ini diharapkan membuat laporan mengenai pencapaian MDGs ini. 4. disamping juga telah membuat gerakan penanaman satu milyar pohon.32 tahun 2011 tentang Bantuan Sosial. pada saat KTT Millennium di New York pada bulan September 2000. bahkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provisni Jambi tahun 2010-2015. Untuk tahun 2012 program SAMISAKE ini uangnya akan didaerahkan. pemerintah Provinsi Jambi akan membuat gerakan program kali bersih.rumah sakit frujukan di tingkat provinsi dan pusat. Pemerintah Indonesia telah membuat laporan pertama pencapaian MDGs tersebut dibawah koordinasi Bappenas dan dibantu oleh Kelompok Kerja PBB. Para pemimpin dunia berkomitmen untuk mengurangi separuh lebih jumlah orang-orang yang menderita kemiskinan dan kelaparan. (*) Sumber: Kabar Indonesia MDGs Merupakan Referensi Penting bagi Pembangunan di Indonesia SASARAN Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan dicapai pada 2015 dan merupakan tantangan utama pembangunan diseluruh dunia. Pemberian bantuan biaya pendidikan bagi keluarga tidak mampu tersebut diberikan mulai dari tingkat sekolah dasar. Deklarasi MDGs ini diadopsi oleh 189 negara dan telah ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara. menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya.

hanya saja pencapaiannya tidak seimbang antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. kesetaraan gender. dan laporan yang disampaikan oleh Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut.Laporan tersebut menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia terkait dengan pencapaian sasaran MDGs. kelaparan. Hal ini termasuk kampanye perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di kawasan Asia Pasifik.7 % dan menolak ODA (Official Development Assistance) yang tidak bermanfaat bagi Indonesia. Dan tampaknya upaya Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan MDGs pada 2015 tersebut akan cukup sulit. pihak swasta. Pencapaian MDGs di Indonesia sekarang ini akan dijadikan dasar bagi perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. termasuk masyarakat madani. dan lembaga donor. baru menurun drastis pada 2016. [] .7 triliun (2009) hingga Rp 81. untuk itu dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak.54 triliun (2015). sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran dimaksud. tampaknya Indonesia akan sulit mencapai tujuan MDGs ini. dan pemberdayaan perempuan itu membutuhkan biaya yang cukup besar. lingkungan hidup. Karena itu Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan guna mendesak negara-negara Utara untuk meningkatkan bantuan pembangunan (bukan utang) tanpa syarat dan berkualitas minimal 0. Tujuan utama MDGs adalah mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015. Jadi tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang luar negeri. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini. karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. yaitu sekitar Rp 66. kesehatan. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan. Merujuk pada data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar antara Rp 97. Walaupun mengalamai kendala. Sekarang ini MDGs merupakan referensi penting bagi pembangunan di Indonesia. dan itu merupakan rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. per 31 Agustus 2008. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Jumlah pembayaran utang Indonesia. mengukur.7 triliun. kemiskinan. Program-program MDGs di bidang pendidikan.

Tabloid Diplomasi Promote your Page too Langganan Update Masukan Email Anda: tabloiddiplomasi/N en_US My Stats Subscribe Alexa Random Article   Presiden RI : Indonesia Semakin Diperhitungkan Menlu RI : Indonesia Bagian dari Solusi .

Kemudian saya bertemu dengan MDG ini. Goal 2 achieve universal primary education. 2. ada 5 goals dari gerakan ini yaitu (maap masih dalam bentuk bahasa inggris) 1. malaria and other diseases. Pregnant adolescents run a disproportionate risk of dying in or after childbirth. Apa sih sebenarnya MDG itu? Pengertian MDG itu adalah Millennium Development Goals. and have little power to influence their own futures or those of their children. Pregnancy often brings a girl’s education to an end. Improving the education. Adolescent girls who have sex with older sexually experienced men have a higher risk of contracting HIV. by 2015. sometimes before she finishes primary school. skills and . Many adolescents do not choose to become pregnant. 4. Goal 1 eradicate extreme poverty and hunger. Better support for pregnant adolescents will also impact on four other goals: 3. Goal 5 improve maternal health and in particular reduce the maternal mortality ratio by three-quarters by 2015.   Menlu RI : Perwakilan RI Harus Menggerakkan Mesin Diplomasi Secara Total RI – US Interfaith Cooperation RI – US Interfaith Dialogue Template Modified © www. Goal 3 promote gender equality and empower women. Knowledge and negotiating skills help them to protect themselves. and in particular to reduce the under-five mortality rate by two-thirds. sebuah program dan gebrakan yang sengaja disetup oleh UNDP. Better care of pregnant adolescents and their newborns will result in healthier babies. 5.tabloiddiplomasi. Goal 4 reduce child mortality. 6. Goal 6 combat HIV/AIDS. better able to thrive and survive. MDG apa itu?? Saya baru saja membrowse sebuah publikasi dari UNDP ketika sedang mencari bahan untuk pekerjaan kantor.org All rights reserved.

prospects of pregnant adolescents enables them to earn income.0 feed. 2009 at 11:06 am and is filed under Uncategorized. sampai disini dulu ya nanti dilanjut lagi… terpikirnya seperti ini. You can follow any responses to this entry through the RSS 2. October 21st. or trackback from your own site. kenapa negara lain lebih memikirkan nasib negara berkembang seperti kita ini?mana usaha kita untuk memakmurkan bangsa kita sendiri. prevent further unwanted pregnancies and to provide for their families. You can leave a response. kok kelihatannya ga terlalu perduli ya… This entry was posted on Wednesday. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Target MDGs 18 Oktober 2010 3 Komentar 1 Vote .

Oleh : Berry Devanda Pada tahun 2005 189 negara yang sebagian besar diwakili oleh Kepala Pemerintahan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas persoalan kemiskinan yang sangat parah yang masih membebani di banyak negara. KTT tersebut menghasilkan Deklarasi Milenium yang kemudian dikenal dengan Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). MDGs dirumuskan dengan tujuan pemenuhan hak-hak setiap umat manusia dengan pendekatan yang bersifat inklusif. Oleh karena itu MDGs dapat diterima oleh negara-negara anggota PBB dan bertanggung jawab untuk memenuhi setiap tujuan tersebut. MDGs memiliki delapan tujuan dan masing-masing tujuan terdiri dari target-target yang memiliki batas pencapaian minimum yang harus dicapai Indonesia pada 2015. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses evaluasi masing-masing target oleh setiap negara.

Delapan tujuan MDGs tersebut adalah pengentasan kemiskinan ekstrim dan kelaparan, pemerataan pendidikan dasar, mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya, menjamin daya dukung lingkungan hidup, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. MDGs menjadi acuan pembangunan negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia. MDGs dijadikan referensi dalam pembangunan Indonesia mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pelaksanaan. Dari delapan tujuan MDGs tersebut tanpa melemahkan arti tujuan yang lain tujuan kedua pemerataan pendidikan dasar merupakan hal yang sangat penting. Karena, tercapainya tujuan kedua tentang pemerataan pendidikan dasar tersebut akan mengakselerasi pencapaian tujuh tujuan lainnya. Pendidikan akan membentuk pola pikir masyarakat menjadi lebih baik, meningkatkan pengetahuan wanita tentang pentingnya kesehatan ibu hamil, meningkatkan pengetahuan manusia tentang HIV/AIDS, meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya arti lingkungan yang sehat dan membuat kaum perempuan menjadi terpelajar dan berkeinginan untuk ikut berperan serta dalam tatanan kehidupan. Di samping itu pendidikan akan membuat manusia sadar membutuhkan kerja sama dengan manusia (negara) lain. Pendidikan juga akan meningkatkan harkat dan martabat manusia sehingga terlepas dari kemiskinan dan kelaparan. Tujuan kedua MDGS tentang pemerataan pendidikan dasar menargetkan pada tahun 2015 semua anak Indonesia, baik laki-laki maupun prempuan, akan dapat menyelesaikan pendidikan dasar, tidak ada lagi yang putus sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah harus bekerja sama dengan seluruh masyarakat Indonesia berusaha agar tahun 2015 tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan dasar.

Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah lama mencanangkan program pemerataan pendidikan. Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun adalah salah satu bentuk usaha pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh warga negara sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945. Program wajib belajar 9 tahun pada awalnya merupakan lanjutan dari program wajib belajar pendidikan dasar 6 tahun (SD) pada tahun 1984. Kemudian pada tahun 1994 direvisi lagi menjadi program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SLTP). Hal ini berarti anakanak usia 7 sampai 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti dan mendapatkan pendidikan dasar SD dan SLTP. Program Wajar 9 Tahun tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan MDGs. Namun, angka anak putus sekolah setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun. Data tersebut menunjukkan terdapat jalan terjal untuk memenuhi target MDGs tentang pemerataan pendidikan dasar. Dengan sisa waktu 5 tahun lagi (saat ini tahun 2010) pekerjaan ini akan menjadi berat jika tidak disikapi oleh segenap stake holder yang berkaitan dengan pencapaian program ini. Untuk itu perlu disusun upaya-upaya yang dapat dilakukan agar target pencapaian tersebut dapat terlaksana tepat waktu. Upaya-upaya tersebut dapat diurai dari apa saja penyebab yang membuat angka anak putus sekolah semakin tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah adalah tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan. Anak-anak miskin dari pedesaan umumnya memiliki kesulitan untuk mendapat pendidikan dasar terutama anak-anak yang berusia 13-15 tahun. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD) mereka dihadapkan pada pilihan berhenti sekolah karena jarak yang jauh atau membantu orang tua mencari nafkah. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2009 sedikitnya terdapat 483 ribu anak usia SD tidak lagi meneruskan pendidikan. Di antara angka tersebut ada yang berhenti sebelum kelas 6 dan tidak melanjutkan ke tingkat SMP. Salah satu cara untuk meredam tingginya angka putus sekolah dari tahun ke tahun adalah dengan pembangunan SLTP satu atap. Sebuah sekolah di mana SD dan SLTP memakai satu gedung sekolah. Cara ini akan menghemat biaya operasional dan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. Sekolah seperti ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Namun, perlu ditingkatkan jumlah dan kualitas SDM pengelolanya.

Anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah harus segera diatasi dengan program paket A. Hanya saja jumlah anak yang bisa ditampung pada program paket A hanya 200 ribu orang anak. Dari 200 ribu daya tampung tersebut hanya mampu diisi oleh 100 ribu orang anak saja. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya adalah medan yang ditempuh oleh guru pendamping atau Tutor Paket A cukup berat. Pekerjaan menyisir anak-anak putus sekolah sampai ke pedalaman merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Belum lagi membujuk mereka agar mau mengikuti program penyetaraan pendidikan tersebut. Untuk itu perlu kerja sama pemerintah daerah agar pencapaian pemerataan pendidikan ini dapat terlaksana dengan baik. Pemerintah daerah harus menyisir sampai ke daerah pelosok, mendata, dan mengajak anak-anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan melalui program penyetaraan. Demikian juga dengan program penyetaraan pendidikan untuk tingkat SLTP, Paket B. Pemanfaatan kearifan lokal juga sangat diperlukan untuk membantu pencapaian target ini. Perlu dirangsang kembali semangat gotong royong masyarakat untuk membangun pendidikan, khususnya gedung sekolah dan sarana pendukung lainnya. Di samping itu laju pertumbuhan penduduk yang sangat cepat harus disikapi dengan pembangunan infrastruktur pendidikan yang seimbang. Seluruh elemen bangsa harus ikut membantu pekerjaan berat tersebut termasuk pihak swasta. Di antaranya meningkatkan peran serta swasta untuk membantu pembangunan pendidikan terutama di daerah terpencil. Setiap perusahaan diwajibkan menyisihkan laba usahanya dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu bentuk program yang dapat dilakukan adalah membantu terselenggaranya pendidikan terutama di daerah terpencil. Misalnya dengan memberikan insentif tambahan untuk guru-guru yang mengajar di daerah terpencil. Di samping itu pemberian bea siswa untuk anak-anak kurang mampu juga akan sangat membantu pencapaian target MDGs tentang pemerataan pendidikan dasar. Jika pekerjaan ini sudah dipikul bersama oleh semua anak bangsa program pencapaian pemerataan pendidikan yang menjadi target MDGs pada tahun 2015 akan terasa lebih ringan. Dengan harapan rasa tanggung jawab bersama ini akan mempercepat pemenuhan target tersebut untuk Indonesia yang lebih baik. Sumber : Detik.com
ADVERTISEMENT

1. Date: Monday, 16 January 2012 08:00

Akses peradaban masih jauh tertinggal sehingga pencapaian target MDGs 2015 pada dusun paling jauh di daerah pegunungan masih jauh tertinggal. pengetahuan. 2008). dan sumber daya lainnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat. knowledge. Progam "Expedition of mountains in Indonesia through MDGs 2015" merupakan rangkaian program dalam koridor MDGs 2015 di dusun-dusun pegunungan Indonesia melalui transformasi ide. teknologi. "Expedition of mountains in Indonesia MDGs through 2015 " is a series of program in the corridor of the MDGs in 2015 in the mountain hamlets of Indonesia through the transformation of ideas. Volcano-ridden zones and are often hit by earthquakes (National Geographic Indonesia. Indonesia and the 245 million citizens live in the west end of the belt fire.wmv Indonesia dan ke-245 juta warganya hidup di ujung barat sabuk api. 2010. Sinergi Anda memberi inspirasi kami "intelektual muda" sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui strategi pengembangan kemandirian komunitas dusun pegunungan .redrop expedition session 1. technology and other resources in the concept of community empowerment. Zona yang sarat gunung api dan sering dilanda gempa bumi (National Geographic Indonesia. Access civilization is still far behind so that the achievement of MDGs 2015 in the most remote hamlets in the mountainous areas are still far behind. 2008). Your Synergy inspire us "young intellectuals" as .

37 tahun.bisnis.com Seperti halnya Mamang Adin. Kampoeng BNI(1) Date: Saturday. peternak ini tidak sekadar sebagai pekerja. kabupaten Subang. kecamatan Cijambe. 10 December 2011 21:31 3 ratings Time: 15:19 More in Travel & Events Kampoeng BNI(1) KLIK Web.a driving force for community empowerment through community self-reliance development strategy. tapi juga pemilik sapi yang akan memperoleh bagian keuntungan dari penjualan ternak setelah dipelihara selama 5-6 bulan. Team Re-Drop From: redemptiondrop Views: 293 2. Warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan upah harian rata-rata Rp17. Pendapatan mereka pun meningkat menjadi rata-rata Rp. 25. membuka daerah pembibitan sapi perah. November 2007. kini menjadi peternak sapi. kini punya kesibukan baru.Di daerah yang mereka namai Kampung BNI. Kampung BNI ini berdiri pada areal milik Didi Supriyadi seluas .000. web. setelah Didi Supriyadi.500. sebagian warga desa Banjaran.

Dia membuka areal ini untuk warga yang akan beternak sapi bibit di bawah bendera PT Simpang Jaya Dua. di daerah selatan Subang. Ikhwal kemitraan ini ketika Simpang Jaya Dua mendapatkan order pasokan sapi bunting jenis Frissian Holstein (FH) dari salah satu perusahaan swasta sebanyak 1...6 hektare di dataran tinggi Awul. From: agusramadas Views: 16488 3. Kampoeng BNI (2) Date: Saturday. pesanan juga datang dari Pemprov Jabar dan sejumlah pemerintah daerah lain. seperti Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jambi rata-rata 200 ekor sd 300 ekor.000 ekor per tahun pada Mei 2007. Sebelumnya. "Manajemen peternakan kami . di mana Didi bertindak sebagai penjamin (avalis) dan 'bapak angkat' yang menyediakan jasa pembinaan. Pengusaha lulusan SPMA Cikole ini juga bertindak sebagai menjamin pemasaran. sedangkan permodalan para peternak diperoleh dari pinjaman lunak Kemitraan BNI. 10 December 2011 03:34 2 ratings Time: 00:32 More in Education .18.

Warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan upah harian rata-rata Rp17. From: agusramadas Views: 10436 1 ratings Time: 01:21 More in Education 4.Di daerah yang mereka namai Kampung BNI. November 2007.com Seperti halnya Mamang Adin. di mana Didi bertindak sebagai penjamin (avalis) dan 'bapak angkat' yang menyediakan jasa pembinaan. Kampung BNI ini berdiri pada areal milik Didi Supriyadi seluas 18. kini menjadi peternak sapi. Dia membuka areal ini untuk warga yang akan beternak sapi bibit di bawah bendera PT Simpang Jaya Dua.. Kursus Fotografi & Pelatihan Wira Usaha.HP: 081919646555. kabupaten Subang. Sebelumnya. 37 tahun. kini punya kesibukan baru. Ikhwal kemitraan ini ketika Simpang Jaya Dua mendapatkan order pasokan sapi bunting jenis Frissian Holstein (FH) dari salah satu perusahaan swasta sebanyak 1. kecamatan Cijambe.000 ekor per tahun pada Mei 2007. membuka daerah pembibitan sapi perah. Pendapatan mereka pun meningkat menjadi rata-rata Rp.. "Manajemen peternakan kami . pesanan juga datang dari Pemprov Jabar dan sejumlah pemerintah daerah lain. setelah Didi Supriyadi. seperti Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jambi rata-rata 200 ekor sd 300 ekor.6 hektare di dataran tinggi Awul. Pengusaha lulusan SPMA Cikole ini juga bertindak sebagai menjamin pemasaran. Date: Wednesday. web.Kampoeng BNI (2) KLIK Web.bisnis.000. 30 November 2011 09:35 . tapi juga pemilik sapi yang akan memperoleh bagian keuntungan dari penjualan ternak setelah dipelihara selama 5-6 bulan.500. 25. Info: 031-81639991 . sebagian warga desa Banjaran. di daerah selatan Subang. peternak ini tidak sekadar sebagai pekerja. sedangkan permodalan para peternak diperoleh dari pinjaman lunak Kemitraan BNI.

khususnya untuk foto foto produk makanan.000.untuk 4 Hari. Kursus Cara Membuat Tepung Mocaf Tiruan Tepung Terigu. Surabaya. Telp: 031 8433224-25. 350. Tristar mengajarkan anda Teknik Fotografi. Informasi & Pendaftaran: Tristar Culinary Institute. Flexi: 03181639992. 600. Pelatihan Fotografi. untuk aplikasi buku menu.Minimum Peserta : 5 orang..Tips and Trik Food Fotografi Keempat : Praktek Sendiri-sendiri Biaya Kursus : Rp.Teknik HDR (High Dynamic Hari Kedua : Teori Dasar Food Fotografi .000. Pelatihan Video Editing. HP: 0817321024. 68. Raya Tenggilis no. 500. Info: 031-81639991 .HP: 081919646555. Pelatihan Sablon.3 hari Rp. Sekolah Kuliner & Akademi Perhotelan. Raya Jemursari 234 Surabaya. FOOD PHOTOGRAPHY : Kursus & Pelatihan Fotografi di bidang Produk Makanan. Kampus Baru: Jln..Menata Komposisi MenataRange) Hari Hari Ketiga : Praktek Bersama Cahaya .Kursus Fotografi & Pelatihan Wira Usaha. Pelatihan Membatik. brosur & iklan. Kursus Meukis d Kaca.000.Teknik Dasar . Seni mengabadikan makanan dalam bentuk gambar dengan menggunakan teknik-teknik fotografi. Materi yang diajarkan : Fotografi : . Jln.Komposisi . Info: 031-81639991 .000.Teknik Macro . 200. Kursus Lilin Hias & Fiber Glass.. Pengertian . Bina Usaha Mandiri.HP: 081919646555. Kursus Ketrampilan untuk UKM..2 hari Rp. Dalam waktu singkat anda akan dapat menguasai Teknik & Praktek Food Hari Pertama : DasarPhotography dengan baik. Apabila diambil : 1 hari Rp.

7.. 0 ratings Time: 02:11 More in Entertainment PRAKATA 5.Prakata 6.dan Tujuan PNPM Mandiri PNPM Mandiri adalah program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis .6. From: videotristar Views: 1493 5. ..

Dengan . dimana potretcapaian MDGs pada wilayah kabupaten/kota dapat menjadi cermin dari sebuah kesimpulan atas capaianprovinsi dan nasional.8. Sintesis ini juga bukan bermaksud menandingi Laporan Pemerintah. Bahwa. apa yang dicapai oleh provinsi maupun nasional belum tentu sesuai dengankondisi kabupaten/kota. Jika data nasional merupakan kumpulandata provinsi. namun lebih ditujukan untuk membuka hati dan mata bahwa konteks kabupaten/kota belum tentutercermin dalam Laporan yang selama ini dibuat. 10. maka memotret capaian dantantangan yang dihadapi oleh pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting. tetapi juga menyangkut komitmen terutama alokasi anggaran dan bentuk pelayanan. Potret tersebut bukanhanya dari angka. anggaran maupun pengelolaannya.Itulah yang ingin ditampilkan GAPRI dalam Sintesis Laporan yang ditulis berdasarkan Laporan CapaianMDGs di lima kabupaten/kota. sementara data provinsi merupakan akumulasi kabupaten/kota. misalnya dengan menampilkan konteks wilayah. 9. sementara dua daerah didasarkan pada hasil kajiankemiskinan partisipati dan data sekunder. atau Lembagalain. Sintesis Laporan ini bukan hasil dari rangkaian kegiatan MDGsyang diselenggarakan oleh GAPRI dan INFID pada 14 Provinsi. Tiga daerah penulisan Laporan ini mendasarkan pada hasil-hasil rangkaianKegiatan MDGs yang diselenggarakan oleh GAPRI. GAPRI ingin mengawali sesuatu yang baru. bisa lebih baik atau justru sebaliknya. Capaian MDGs Indonesia.Sebab bisa jadi.Lepas dari Laporan Pemerintah tersebut. angka yang baik disebabkan oleh tingginya partisipasi warga dengan mengorbankankebutuhan dasar rumah tangganya.namun laporan itu masih kurang berwarna dan belum berani mengusulkan langkah strategis bagaimanamencapai target baik dari sisi kebijakan. Ada beberapa kemajuan. Hasil Kegiatan tersebut akan diterbitkandalam bentuk tersendiri.

menggunakan tahun 1990 sebagai titik awal. (Project O cer). Tentu sajaSintesis ini tidak akan selesai tanpa kalian semua.Mul. r) dan AgungWiyono 13. serta pihak-pihak lain yangtidak dapat disebutkan satu-per satu. Rasa bangga dan salut juga disampaikan kepada mitra jaringan.Akhirnya. Steering Committee 16.Semoga Sintesis laporan ini memberi man aat bagi upaya pencapaian target MDGs. <: Previous Page > : Next Page >I : Last Page More on the MDGs: + UNDP MDGs + Millennium Summit .Jakarta. atas nama GAPRI. Hery dan Yana yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan lembaga masing-masing. teman-teman yang masih bekerja dan yang telah meninggalkan Ox am GB dalamprogram ini. khususnya dalammemastikan kualitas hidup yang bermartabat. Gerakan Antipemiskinan Rakyat Indonesia (GAPRI) I< : First Page SUMBER-SUMBER Tujuan Pembangunan Milenium Tantangan Global : tujuan dan target Tujuan pembangunan milenium merupakan agenda serius untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan tingkat kehidupan yang disetujui oleh para pemimpin dunia pada Millennium Summit (pertemuan tingkat tinggi Millenium) pada bulan September 2000.demikian. Menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan yang parah Target untuk 2015: Setengah proporsi dari jumlah orang sedunia hidup dengan kurang dari satu dollar sehari dan mengalami kelaparan. Juga kepada teman-teman penulis kabupaten/kota. hidup sebagaimana manusia sesungguhnya. kepada saudara Yola. kepada Sam Jethwa ( 11. Untuk setiap tujuan atau lebih dari satu target yang telah disetujui. Desember 2007Dwi AstutiKetua 15. capaian agregat bukanlah hal yangselesai. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Ox am GByang telah mendukung GAPRI selama 3 tahun ini. terutama untuk tahun 2015. sebab masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. 1. 14. Siswan. Programme Manage 12. saya mengucapkan terimakasih kepada Sugeng Bahagijo yang telahmenyusun Sintesis ini.

Lebih dari satu miliar orang masih hidup kurang dari satu dollar per hari: sub-Gurun Sahara Afrika. Proporsi perempuan yang duduk di parlemen terus bertambah mencapai angka kira-kira satu per tiga di Argentina. Target 2015: Memastikan bahwa setiap anak laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. Amerika Latin. Sebagai contoh India. dan Karibia. namun angka tersebut turun dari 15 juta . 2. Mengembangkan kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi jender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. Mengurangi tingkat kematian anak Target 2015 : Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun Setiap tahunnya hampir 11 juta anak-anak meninggal dunia sebelum usia 5 tahun. Pencapaian Pendidikan Dasar secara Universal. dan Afrika Selatan. tetapi target masih dalam proses pencapaian. dan tingkat pekerja perempuan berkisar antara dua per tiga dari laki-laki. seharusnya sudah mencapai 95 persen anak-anak yang masuk sekolah pada tahun 2005 mendatang. Dua per tiga dari jumlah yang mengalami buta huruf adalah perempuan. dan bagian-bagian dari Eropa dan Asia Tengah mengalami kegagalan dari target kemiskinan. 3. Sebanyak 113 juta anak-anak tidak masuk sekolah. terutama dari penyakit yang tidak tertangani. 4. Mozambik.

Menjamin berlanjutnya pembangunan lingkungan Target: o Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan o Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat o Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh . dan Uganda telah memperlihatkan bahwa penyebaran HIV dapat ditekan. termasuk 5 juta yang baru terinfeksi pada tahun 2001. 6. Negara-negara seperti Brazil. Meningkatkan Kesehatan Ibu Target 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan Di bagian dunia berkembang. dan penyakit lainnya Target 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan gejala malaria dan penyakit berat lainnya. 7. resiko kematian dalam proses melahirkan adalah satu dalam 48 namun sebenarnya semua negara telah memiliki program keselamatan kelahiran pada masa sekarang. 40 juta orang di dunia terjangkit HIV.pada tahun 1980. 5. malaria. Senegal. Thailand. Perlawanan terhadap HIV/AIDS.

Selama tahun 1990 an. 8. Banyak negara-negara brkembang menghabiskan lebih banyak anggaran untuk pengadaan utang daripada untuk kebutuhan jasa sosial. membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru. o Mengembangkan usaha produktif yang baik dijalankan untuk kaum muda o Dalam kerjasama dengan pihak swasta. o Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara tertinggal. pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target : o Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang melibatkan komitmen terhadap pengaturan manajemen yang jujur dan bersih.Lebih dari satu milliar orang kekurangan akses untuk air minum sehat dan lebih dari dua milliar orang kekurangan tingkat sanitasi. hampir satu milliar orang memperoleh akses untuk air minum sehat dan jumlah yang sama untuk akses ssnitasi. Komitmen bantuan keuangan yang disetujui apada pertengahan tahun 2002 dapat diartikan dalam jumlah tambahan sebesar 12 juta milliar pertahunnya hingga tahun 2006 Volunteerism . dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. o Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negaranegara berkembang.

Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam. dan perkakas sehari-hari. buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut).Sasaran Pembangunan Milenium Dari Wikipedia bahasa Indonesia. atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini. Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari MDGs) Langsung ke: navigasi. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini. Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca. seperti profesi. Sasaran Pembangunan Milenium dalam lambang Sasaran Pembangunan Milenium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000. cari Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Bila dirasa perlu. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi . istilah geografi umum. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Tambahkan pranala wiki. Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak. klik [tampilkan] di bagian kanan. berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan. Untuk keterangan lebih lanjut. Hapus tag/templat ini. Sunting bagian pembuka.

Deklarasi berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDG). Daftar isi [sembunyikan] 1 Sasaran o 1. dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut. mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 . malaria dan penyakit menular lainnya o 1.4 Menurunkan angka kematian anak o 1.Milenium. [1] Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu. dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015.2 Mencapai pendidikan untuk semua o 1. [2] Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan.5 Meningkatkan kesehatan ibu o 1.8 Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan 2 Sasaran Pembangunan Milenium Indonesia 3 Kontroversi 4 Lihat pula 5 Referensi 6 Pranala luar [sunting] Sasaran Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara: [sunting] Memberantas kemiskinan dan kelaparan Pendapatan populasi dunia sehari $1.1 Memberantas kemiskinan dan kelaparan o 1.3 Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan o 1. mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan. Menurunkan angka kemiskinan. . menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya.6 Memerangi HIV/AIDS. sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan.7 Memastikan kelestarian lingkungan hidup o 1.

[sunting] Memerangi HIV/AIDS. [sunting] Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015. . [sunting] Menurunkan angka kematian anak Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. [sunting] Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan. pembatalan hutang bilateral resmi. [sunting] Memastikan kelestarian lingkungan hidup Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan. Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang. dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil.[sunting] Mencapai pendidikan untuk semua Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar. [sunting] Meningkatkan kesehatan ibu Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan. meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik. pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. malaria dan penyakit berat lainnya. Ini termasuk pembebasantarif dan -kuota untuk ekspor mereka. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang. malaria dan penyakit menular lainnya Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS. dapat diterka dan tidak ada diskriminasi.

Program-program MDGs seperti pendidikan. menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang Dalam kerjasama dengan pihak swasta. namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak. lingkungan hidup. Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical". Namun. kemiskinan. termasuk masyarakat madani. kesetaraan gender. dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. pencapaiannya lintas provinsi tidak seimbang. kelaparan. sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran ini. mengukur. Pencapaian MDGs di Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. Laporan Sasaran Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang terkait dengan pencapaian sasaran MDGs. Dengan tujuan utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. [sunting] Sasaran Pembangunan Milenium Indonesia Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs. Pemerintah Indonesia melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDG pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut. Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. dan lembaga donor. membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru. mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan. kesehatan.Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan.7 triliun (2009) hingga Rp81. per 31 Agustus 2008. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di daerah Asia dan Pasifik.[2] Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia. Walaupun mengalamai kendala. pihak swasta.54 triliun . [3] [4] [sunting] Kontroversi Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar.

^ (Inggris) Indonesia Progress Report on the Millenium Development Goals. tanpa syarat dan berkualitas minimal 0.org (Inggris) UN Millennium Project (2002-2005) .developmentgoals.(2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Jumlah pembayaran utang Indonesia. ^ (Inggris) Badan PBB untuk Program Pembangunan: Informasi Dasar Sasaran Pembangunan Milenium 2. Menanggapi pendapat tentang kemungkinan Indonesia gagal mencapai tujuan MDGs apabila beban mengatasi kemiskinan dan mencapai tujuan pencapaian MDG di tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN di tahun 2009-2015. ^ Kompas:Pemerintah Akan Renegosiasi Utang Untuk Capai Target MDGs [sunting] Pranala luar (Indonesia) (Inggris) Program Bank Dunia di Indonesia (Inggris) www. hanya sekitar 5-6 negara yang memenuhi sebagian besar ada di Skandinavia atau Belanda yang sudah sampai 0.first8. Sekretaris Utama Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan berpendapat apabila bisa dibuktikan MDGs tidak tercapai di 2015. [6] [sunting] Lihat pula KTT PBB 2005 [sunting] Referensi 1. sebagian utang bisa dikonversi untuk bantu itu. Pada tahun 2010 hingga 2012 pemerintah dapat mengajukan renegosiasi utang. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. ^ a b (Inggris) Situs PBB untuk Sasaran Pembangunan Milenium 3.7 persen. 2004 4. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri.70 triliun. Beberapa negara maju telah berjanji dalam konsesus pembiayaan (monetary consensus) untuk memberikan bantuan.org/millenniumgoals (Indonesia) UNDP Indonesia (Indonesia) Teks Tujuan Pembangunan Milenium (Inggris) www.7 persen dari GDP mereka untuk membantu negara miskin atau negara yang pencapaiannya masih di bawah. Hasil kesepakatan yang didapat adalah untuk negara maju menyisihkan sekitar 0.org (Inggris) www. Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs. Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Don K Marut Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan untuk mendesak negara-negara Utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan utang.7 persen dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk Indonesia [5].un. Namun konsensus ini belum dipenuhi banyak negara. ^ Okezone: Pencapaian Target MDGs Terkendala Beban Utang 6. ^ Situs Bappenas Laporan Millenium Development Goals (MDG) Indonesia 5.

wikipedia.(Inggris) The Millennium Initiative Diperoleh dari "http://id.php?title=Sasaran_Pembangunan_Milenium&oldid=4817662" Kategori: Perserikatan Bangsa-Bangsa Kategori tersembunyi: Artikel yang perlu diwikifisasi Akun Masuk log / buat akun Ruang nama Halaman Pembicaraan Varian Halaman Baca Sunting Versi terdahulu Tindakan Pencarian Cari Istimew a:Pencari Navigasi Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas Warung Kopi Portal komunitas Bantuan .org/w/index.

Wikipedia Tentang Wikipedia Pancapilar Kebijakan Menyumbang Cetak/ekspor Buat buku Unduh versi PDF Versi cetak Peralatan Pranala balik Perubahan terkait Halaman istimewa Pranala permanen Kutip halaman ini Bahasa lain ‫ال عرب ية‬ Bamanankan Català Česky Dansk Deutsch Ελληνικά English Esperanto Español Eesti ‫ف ار سی‬ Suomi Français Íslenska Italiano 日本語 Basa Jawa 한국어 Latviešu Македонски Bahasa Melayu Nederlands Norsk (nynorsk) .

Hi Leaders! Di bulan Februari ini. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.” katanya. IFL mendapatkan penghargaan khusus kategori organisasi kepemudaan. serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam lokakarya nasional yang diselenggarakan sebagai suatu rangkaian Indonesia MDG Awards 2011. Dalam Indonesia MDG Awards 2011 ini. dari dunia usaha. ketentuan tambahan mungkin berlaku. IFL menerima simbolisasi dari penghargaan program Indonesia MDG Awards 2011 berupa sebuah trofi dan piagam. . mahasiswa dan masyarakat.Norsk (bokmål) Polski Português Русский Slovenščina Српски / Srpski Svenska தமிழ் ไทย Tagalog Türkçe Tiếng Việt 中文 Halaman ini terakhir diubah pada 01. Indonesian Future Leaders (IFL) sukses meraih penghargaan dari Indonesia MDG (Millenium Development Goals) Awards atau IMA 2011 dengan tema “Beraksi Untuk Negeri”. “kita memberikan pengakuan atas prestasi dan dedikasi yang diberikan dengan ikhlas tersentuh.04. Program-program IFL yang berkaitan dengan MDGs dan menjadi pertimbangan juri dalam memberikan peghargaan tersebut adalah “I Speak for MDGs” dan “School of Volunteers” yang sukses diselenggarakan pada 2010 ll lalu. penghargaan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono untuk menganugerahkan penghargaan khusus Indonesia MDG Award kepada para penerima penghargaan. Bertempat di Balai Kartini. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons. 10 Oktober 2011. Wapres mengapresiasi inisiatif seluruh komponen bangsa untuk mencapai delapan sasaran pembangunan milenium tersebut.

” . serta Jessica Angkasa. Kabupaten Flores Timur. PT Indika Energy Tbk serta Raden Muhammad Rais dari Nusa Tenggara Barat juga memenangkan penghargaan khusus dalam Indonesia MDG Award 2011. IFL diwakili oleh Dian Aditya Ning Lestari selaku co-founder dan Wakil Presiden IFL. selaku Manager Divisi Komunikasi dan Kerjasama IFL sekaligus Direktur Program “I Speak for MDGs. Dalam acara malam penganugerahan tersebut. Selain IFL. Aisyah Muhammadiyah.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi. Kota Payakumbuh. karena dinilai telah melakukan inovasi dan mengalokasikan anggaran yang berpihak pada pencapaian target sasaran pembangunan milenium (MDG) dengan memastikan keberlangsungan program jangka panjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful