SISTEM PENCERNAAN (DIGESTIVA

)
Pendahuluan Semua zat yang berasal dari tumbuhan dan hewan terdiri dari komponen kompleks yang tidak dapat digunakan secara langsung, maka diperlukan pemecahan agar menjadi komponen yang lebih sederhana. Digesti merupakan proses penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan yang terjadi dalam saluran pencernaan, yaitu agar dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Fungsi utama pencernaan adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam makanan sehingga molekul itu dapat diserap dan digunakan tubuh. Penguraian komponen kompleks menjadi komponen sederhana disebut hidrolisis (Tillman,. et al, 1984). Menurut Suhanda (1984), fungsi sistem pencernaan antara lain: menerima makanan yang dimakan. Makanan direduksi secara fisis, reduksi yang lebih lanjut berlangsung secara kimia, menyerap hasil pencernaan, bahan buangan yang tidak dapat dicerna ditahan dan dibuang keluar tubuh.

Proses pencernaan makanan sangat penting sebelum makanan diabsorbsi atau diserap oleh dinding saluran pencernaan. Zat-zat makanan tidak dapat diserap dalam bentuk alami dan tidak berguna sebagai zat nutrisi sebelum proses pencernaan awal. Zat makanan akan dipersiapkan untuk diabsorbsi melalui proses-proses tertentu dengan bantuan enzim-enzim tertentu dalam saluran pencernaan. Pola sistem pencernaan pada hewan umumnya sama dengan manusia, yaitu terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, dan usus. Namun demikian struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. Pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel. Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel. Saluran pencernaan terbentang dari bibir sampai dengan anus. Bagian-bagian utamanya terdiri dari mulut, hulu kerongkongan, kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar. Panjang dan rumitnya saluran tersebut sangat bervariasi diantara spesies. Pada karnivora relatif pendek dan sederhana akan tetapi pada herbivora adalah lebih panjang dan lebih rumit. Pada beberapa herbivora (kuda dan kelinci) lambungnya relatif sederhana dan dapat disamakan dengan lambung karnivora sedangkan usus besarnya, terutama sekum lebih luas dan rumit dari yang dipunyai karnivora. Sebaliknya pada herbivora lain (sapi, kambing, domba), lambungnya (sistem berlambung majemuk) adalah besar dan rumit, sedangkan usus besarnya panjang akan tetapi kurang berfungsi. Kandungan air pada liur yang mencapai 99%, mempermudah melarutnya molekul makanan dan hidrolase dapat bekerja optimal. Liur juga mengandung enzim amilase dan

1

Hewan non ruminansia (unggas) memiliki pencernaan monogastrik (perut tunggal) yang berkapasitas kecil. sekum. Lambung kelenjar pada unggas disebut proventrikulus. pada lambung juga terjadi pembusukan dan peragian (Arora. Selain itu. 1980). faring. et al. sekum (coecum). CO2. jejenum. CH4 dan energi panas. karena makanan berupa serat sedikit dikonsumsi. unggas tidak memiliki gigi untuk mengunyah. pancreas dan hati merupakan kelenjar tambahan (Tillman. Zat kimia dari hasil–hasil sekresi kelenjar pencernaan memiliki peranan penting dalam sistem pencernaan manusia dan hewan monogastrik lainnya. Makanan disimpan untuk sementara waktu dalam tembolok. Perbedaan itu terletak di daerah mulut dan perut.. Fungsi utama empedal adalah untuk menghancurkan dan menggiling makanan kasar. dan sintesis vitamin B. Pencernaan makanan berupa serat tidak terlalu berarti dalam spesies ini. biologis dan enzimatis. dan anus. ventrikulus (pars muscularis) yakni abomasum. kerongkongan. lambung (gastrum). yakni ¾ dari isi rongga perut. (Tillman. usus besar (intestinum crasum). disebut tembolok. Langkah-langkah dalam sistem digesti meliputi. usus halus (intestineum tenue). namun memiliki lidah yang kaku untuk menelan makanannya. Perut unggas memiliki keistimewaan yaitu terjadi pencernaan mekanik dengan batu-batu kecil yang dimakan oleh unggas di gizzard (Swenson. yang terdiri dari doedenum. yang terdiri dari kolon. dan remastikasi serta redeglutisi. sumber asam amino. Sistem mekanis dilakukan dengan prehension. usus besar (intestinum crassum). proventrikulus (pars glandularis). Fungsi lain dari organisme rumen adalah sebagai sumber energi. Sistem pencernaan unggas berbeda dari sistem pencernaan mamalia dalam hal unggas tidak mempunyai gigi guna memecah makanan secara fisik. retikulum. Makanan kemudian secara cepat melalui proventrikulus ke ventikulus atau empedal. reinsalivasi.lipase. Kemudian makanan tersebut dilunakkan sebelumnya menuju ke proventrikulus. 1997). Unggas tidak memerlukan peranan mikroorganisme secara maksimal. Enzim-enzim tersebut menjadi inaktif pada pH≤4. Saluran pencernaan unggas sangat berbeda dengan pencernaan pada mamalia. sedangkan enzim amilase liur pada manusia kurang mempunyai peran pada proses pencernaan. Sistem digesti juga dibantu oleh glandula saliva. Saluran pencernaan mammalia terdiri dari rongga mulut (oral). mekanis. usus halus (intestinum tenue). Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dikunyah kembali (kedua kali). Antara proventrikulus dan mulut terdapat suatu pelebaran kerongkongan. et al. 1984). Pada hewan lambung tunggal (kelinci) organ saluran pencernaanya terdiri dari mulut. Makanan ditampung di dalam crop kemudian empedal/gizzard terjadi penggilingan sempurna hingga halus. !984). dan omasum. sehingga tidak bisa bekerja ketika makanan sudah mencapai lambung. Didalam rumen terdapat mikroflora rumen yang berfungsi untuk mencerna selulose dan hemisellulose menjadi VFH. ileum. Lambung sapi sangat besar. kolon. Makanan yang tidak tercerna akan keluar bersama ekskreta. 2005). Amilase liur akan memecah pati dan glikogen menjadi maltosa dan oligosakarida. kerongkongan (oesophagus). 2 . yang terdiri dari rumen. dan rektum kemudian berakhir pada anus. oleh karena itu sisa pencernaan pada unggas berbentuk cair (Girisenta. Pekerjaan tersebut dibantu oleh grit yang ditimbun unggas semenjak mulai menetas.

Makanan disimpan untuk sementara waktu dalam tembolok. Fungsi utama empedal adalah untuk menghancurkan dan menggiling makanan kasar. Semua limbah pencernaan dikeluarkan dari badan. oesophagus. reticulum. small intestinum. Butir makanan lalu dibungkus oleh vakuola makan dalam sel. Lapisan sel yang bersilium menutupi tubuh dan di dalamnya terdapat suatu massa sel yang padat. oesophagus. Antara proventrikulus dan mulut terdapat suatu pelebaran kerongkongan. abomasum. large intestinum. Makanan kemudian secara cepat melalui proventrikulus ke ventikulus atau empedal. dan protozoa dirintis oleh sel-sel luar. omasum. Sistem pencernaan unggas berbeda dari sistem pencernaan mammalia dalam hal unggas tidak mempunyai gigi guna memecah makanan secara fisik. alga. rektum dan anus (Swenson.1997). Pencernaan intraseluler ciri khas dari protozoa seperti Paramecium dan Amoeba. dan zat-zat yang dimakan dicerna secara intraseluler.Sistem digesti pada mammalia dibagi menjadi dua macam yaitu monogastrik dan poligastrik. Lambung kelenjar pada unggas disebut proventrikulus. small intestinum. sehingga urutan saluran pencernaannya menjadi mulut. Sedangkan pada poligastrik perut dibagi menjadi empat yaitu rumen. Zat makanan yang diabsorpsi masuk kedalam secara difusi. Kemudian makanan tersebut dilunakkan sebelumnya menuju ke proventrikulus. Besar kemungkinanya hewan tisak mempunyai mulut atau usus. Pencernaan Hewan Tingkat Rendah Diantara hewan bersel banyak spon tidak mempunyai mulut atau usus. rektum dan anus. omasum. 3 . Monogastrik memiliki saluran pencernaan meliputi mulut. Sistem pencernaan hewan 1. Butir makanan kecil seperti bakteri. disebut tembolok. dan enzim pencernaan dari sitoplasma masuk kedalam vakuola dimana kemudian terjadi intraseluler. rumen. Pekerjaan tersebut dibantu oleh grit yang ditimbun unggas semenjak mulai menetas. Hasil pencernanan diserap dari vakuola. stomach. large intestinum. reticulum. dan abomasum.

3. 4. melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). Usus Halus : duodenum. saluran reproduksi dan urin. enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Kloaka : merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan. Esofagus : berupa saluran pendek. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan dan pancreas bewarna kekuningan. dan menghasilkan asam-asam amino. Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. dan ileum. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati. terdiri atas hati dan pankreas. Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. oleh karena itu sisa pencernaan pada unggas berbentuk cair (Girisenta. Intestinum (usus) : dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: 1. dan 7. 3. lipolitik dan proteolitik. Rongga mulut : terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa. pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum. Ventrikulus : berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Hati berwarna merah kecoklatan. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti hanya pada spesies-spesies lainnya.2. hampir sama dengan ikan. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka. Contoh salah satu amphibi adalah katak. 5. Makanan katak berupa hewanhewan kecil (serangga). proteosa dan pepton. tetapi belum jelas batas-batasnya. lemak. Makanan yang tidak tercerna akan keluar bersama ekskreta. yaitu tempat masuknya esophagus dan saluran keluar menuju anus. 4 . Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus. terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Empedu hati yang mengandung amilase. Kelenjar pencernaan pada amfibi. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzimenzim amilolitik. Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum. jejunum. Sistem Pencernaan Pada Amfibi Sistem pencernaan makanan pada amfibi. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat. memasuki pula duodenum. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. 6. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2. Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Urine pada unggas mengalir ke dalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. 1980). Fungsi utama alat tersebut adalah untuk memperkecil ukuran partikel-partikel makanan. Makanan ditampung di dalam crop kemudian empedal/gizzard terjadi penggilingan sempurna hingga halus. Unggas tidak mengeluarkan urine cair.. sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam). 2. meliputi saluran pencernaan. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein. Sistem Pencernaan Pada Aves Hewan unggas memiliki pencernaan monogastrik (perut tunggal) yang berkapasitas kecil.

terutama glukosa. campuran pepsin hidrokhlorik memecah sebagian protein ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana seperti proteosa dan pepton. Pada waktu yang bersamaan. Zat-zat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan lemak. yaitu asam-asam amino. Pati dan gula mudah dicerna oleh unggas sedangkan pentosan dan serat kasar sulit dicerna. Apabila makanan melalui usus kecil maka sukrase dan enzim-enzim yang memecah gula lainnya yang dikeluarkan di daerah ini selanjutnya menghidrolisis atau mencerna senyawa-senyawa gula ke dalam gula-gula sederhana. 5 . Salah satu diantaranya adalah amilase yang memecah pati kedalam disakharida dan gula-gula kompleks.• Pencernaan Karbohidrat Setelah makanan yang dihaluskan melalui empedal ke lengkukan duodenal maka getah pankreatik dikeluarkan dari pankreas ke dalam lekukan duodenal. Lemak berbentuk emulsi tersebut kemudian dipecah ke dalam asam lemak dan giserol oleh enzim lipase. garam empedu alkalis yang dihasilkan dalam hati dan disimpan dalam kantong empedu dikeluarkan pula ke dalam lekukan duodenal. Zat-zat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan protein. • Pencernaan Lemak Garam-garam empedu hati mengemulsikan lemak dalam lekukan duodenal. • Pencernaan Protein Pada waktu bahan makanan dihaluskan dan dicampur di dalam empedal. Pada saat lemak dan karbohidrat dicerna dalam lekukan duodenal maka tripsin getah pankreas memecah sebagian proteosa dan pepton ke dalam hasil-hasil yang lebih sederhana. Garam empedu menetralisir keasaman isi usus di daerah tersebut dan menghasilkan keadaan yang alkalis. Erepsin yang dikeluarkan ke dalam usus halus melengkapi pencernaan hasil pemecahan protein ke dalam asam-asam amino. Gula-gula sederhana adalah hasil akhir dari pencernaan karbohidrat. suatu hasil getah pankreas. Tiga macam enzim pencernaan dikeluarkan ke dalam getah pankreas. Saluran pencernaan pada unggas adalah sedemikian pendeknya dan perjalanan makanan yang melalui saluran tersebut begitu cepatnya sehingga jasad renik mempunyai waktu sedikit untuk mengerjakan karbohidrat yang kompleks.

Limfa berguna sebagai medium pertukaran antara kapiler- 6 . Di sini zat-zat tersebut membentuk lemak netral. Sebagian besar zat mineral tersebut berubah dari bentuk padat ke bentuk cair di dalam empedal. Zat-zat makanan yang tercerna dalam bentuk gula sederhana. Bagian-bagian karbohidrat dapat digunakan untuk panas dan kegunaan-kegunaan energi dan bagian zat yang mengandung nitrogen diangkut ke ginjal untuk disingkirkan. Hati memindahkan pula sebagian lemak dan aliran darah untuk disimpan. Hal tersebut dapat dilihat pada hati yang berwarna pucat kekuning-kuningan dari ayam yang gemuk dan anak ayam yang baru menetas. Cara bagaimana zat-zat tersebut masuk melalui dinding usus belum banyak diketahui. Kotoran-kotoran yang terserap dan saluran pencernaan ke dalam peredaran darah diambil oleh sel-sel hati pada waktu darah masuk melalui kapilerkapiler hati. Darah yang membawa zat-zat makanan yang telah dicerna meninggalkan hati dengan perantaraan vena hepatika menuju ke jantung. sebagian besar glukosa dirubah kedalam glikogen untuk disimpan di dalam hati dan otot. Darah tersebut melanjutkan perjalanannya dari jantung ke paru-paru untuk melepaskan karbondioksida dan air dan mengambil oksigen. masuk melalui permukaan dinding usus kedalam kapiler-kapiler darah. Kulit kerang dan grit misalnya dilarutkan di bagian tersebut. “prekursor” vitamin A. dirubah ke dalam vitamin A dalam tubuhnya dapat membantu vitamin C dari bagian-bagian makanan yang ditelan. Vena porta tersebut mengangkut darah dan zat-zat makanan yang telah diserap ke hati dalam perjalanannya ke jantung. Lemak bergerak bersama-sama limfa dan memasuki aliran darah vena dekat jantung. Zat-zat makanan yang telah dicerna mengalir ke kapiler-kapiler ke limfa yang membasahi sel-sel jaringan. Karoten. Setelah makanan yang dicerna masuk melalui kapiler-kapiler hati. Bila racun ikut terserap maka konsentrasi racun yang tinggi tersebut biasanya terdapat pada hati.• Pencernaan Zat-zat Mineral dan Vitamin Zat-zat mineral dalam saluran pencernaan dilarutkan. Sebagian besar penyerapan sangat dipertinggi dengan adanya villi yang tidak terhitung jumlahnya. Darah kembali dari paru-paru ke jantung untuk kemudian dialirkan melalui arteri-arteri ke seluruh jaringan tubuh. asam-asam amino dan zatzat mineral yang larut. Lemak yang dicerna masuk melalui dinding usus ke dalam cairan yang menyerupai susu sistema limfatik. Pencernaan dan metabolisme vitamin dalam tubuh belum banyak dapat diketahui. Lemak dalam limfa lebih banyak merupakan lemak tubuh daripada sebagai lemak yang diperoleh dari bahan makanan. • Penyerapan dan Assimilasi Zat-zat makanan yang dicerna masuk melalui dinding-dinding usus ke dalam peredaran darah. Kholesterol dalam tubuh dirubah ke dalam vitamin D karena penyinaran sinar matahari atau sinar ultraviolet. bukan dicerna. • Pengangkutan Zat-zat Makanan Zat-zat makanan yang telah dicerna setelah masuk ke peredaran darah melalui kapilerkapiler dalam dinding usus dikumpulkan di dalam vena porta. Sebagian asam-asam amino dan hasil-hasil zat yang mengandung nitrogen dan metabolisme jaringan mengalami deaminasi pada waktu zat-zat tersebut melalui hati.

Kantung empedu berbentuk bulat. Usus bermuara pada anus. meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal. lambung pada umum-nya membesar. Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati. terdapat di belakang insang. Pada beberapa jenis ikan. berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung. 3) ventrikulus(lambung). kantung empedu.kapiler dan sel-sel jaringan. 4) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. 4. gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi: 1) rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelokkelok dan sama besarnya. fungsi pankreas. berbentuk pipih kekuning-kuningan. sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir. pendek. Sistem Pencernaan Pada Reptil Sebagaimana pada ikan dan amfibi. serta bagian yang menuju ke arah punggung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Hati pada reptilian memiliki dua lobus (glambir dan yang berwarna kemerahan). 7 . Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. 5. bentuknya tidak tegas. dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. berwarna merah kecoklatan. Pankreas berada di antara lambung dan duodenum. Sistem Pencernaan Pada Pisces Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Esofagus berbentuk kerucut. antara lain menghasilkan enzim – enzim pencernaan dan hormon insulin. Dari lambung. dan pankreas. 2) esofagus(kerongkongan). terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri. Kelenjar pencernaan pada ikan. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. tidak jelas batasnya dengan usus. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus. dan salurannya bermuara pada lambung. Limfa tersebut membawa makanan yang telah dicerna ke sel dan mengangkut sisa-sisa makanan dari sel. masingmasing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak.

tetapi karena cairan-cairan usus bagian tengah dimuntahkan kembali. Saluran pencernaan tengah (Mesenteron) 3. Pencernaan Di Bagian Dalam Usus (Intrainstestinal Digestion) Jenis pencernaan ini kebanyakan dilakukan oleh mahluk hidup dimana pencernaan terjadi didalam perut setelah makanan dimakan. Kebanyakan karbohidrat diperoleh menjadi monosakarida. Saluran pencernaan depan lebih berfungsi sebagai penyimpan makanan dan sedikit melakukan pencernaan. Enzim yang berkaitan dengan pencernaan terdapat dalam air liur dan sekresi usus bagian tengah. dan sistem-sistem pencernaan mereka menunjukkan variasi yang besar. Larva dan serangga dewasa biasanya mempunyai kebiasaan makan yang sama sekali berbeda dan hal ini tentu akan menyebabkan perbedaan dalam sistem-sistem pencernaan. Saluran pencernaan berperan terutama untuk pencernaan dan penyerapan makanan. yang dilepaskan setiap pergantian kulit. illeum serta rektum pada pencernaan bagian belakang. Enzim disemprotkan pada makanan sehingga larut sebelum ditelan. Saluran pencernaan pada serangga dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu : 1. dan pirolus. seringkali pencernaan dimulai sebelum makanan ditelan. Serangga makan hampir segala zat organik yang terdapat di dalam. sistem endokrin dan sistem pernapasan. Karena air liur mengandung enzim. Hal ini terjadi pada seranggaseranggga pengisap cairan. Bentuk saluran pencernaan ini dipengaruhi oleh cara makan dan makanan serangga. Saluran pencernaan belakang (Proktodeum) Saluran-saluran pencernaan tersebut berasal dari turunan yang berbeda. Enzim-enzim ini berfungsi memecahkan subtansi yang komplek di dalam makanan menjadi subtansi yang lebih sederhana sehingga dapat diserap dan kemudian diasimilasi oleh serangga. Sistem percernaan ini sangat beragam tergantung macam-macam makanan yang dimakan. sistem syaraf stomatogastik. Kebanyakan pencernaan terjadi di dalam usus tengah tempat dimana enzim disekresikan. krop dan proventrikulus pada saluran pencernaan bagian depan. ventrikulus pada bagian pencernaan tengah. Pada banyak serangga bagianbagian utama ini terbagi menjadi bagian lain dengan berbagai fungsi yaitu faring.. Pencernaan Pada Insecta Terdapat dua jenis pencernaan pada serangga yaitu: 1. 2. Pada umumnya pencernaan terjadi sebagian besar di dalam usus bagian tengah.6. 1. esofagus. Saluran Pencernaan Depan Saluran pencernaan depan berasal dari jaringan ektodermal maka saluran pencernaan bagian depan dilapisi kutikula yang disebut intima. dimana enzim-enzim pencernan bayak diproduksi. sejumlah pencernaan dapat terjadi juga di tembolok. Pencernaan pada tempat ini disebabkan masih adanya 8 . Enzim yang terdapat di bagian usus tengah disesuaikan dengan makanan. saluran pencernaan depan dan belakang berasal dari jaringan ektodermal dan saluran pencernaan tengah berasal dari jaringan endodermal. Saluran pencernaan depan (Stomodeum) 2. Pencernaan Di Luar Saluran Usus (Ekstrainstestinal Digestion) Jenis pencernaan dimana makanan sebelum masuk ke dalam perut terlebih dahulu telah mendapat perlakuan pencernaan sebelumnya. Kebanyakan serangga tidak memiliki enzim yang dapat memecahkan selulosa yang biasanya terdapat didalam makanan serangga. Kebiasaan-kebiasaan makan bahkan mungkin sangat beragam pada satu jenis tunggal. sehingga hal ini akan menyebabkan adanya perbedaan-perbedaan (penyesuaianpenyesuaian) diantara bentuk pencernaan serangga. Beberapa sistem yang mendukung fungsi sistem pencernaan adalah sistem syaraf pusat.

Membran peritropik terdiri atas khitin dan protein. – Oesophagus adalah bagian usus depan yang tidak berdiferensiasi yang berfungsi mendorong makanan dari faring ke tembolok. tembolok tersebut diisi oleh udara. Ada dua pendapat mengenai terjadinya membran tersebut. Otot-otot pada saluran ini berkembang. Pada serangga dengan tipe menusuk dan mengisap pada faring terdapat pompa faringeal yang dipakai untuk mengambil cairan. Menurut Chapman (1982) saluran pencernaan ini disususn oleh : • Otot longitudinal • Otot melingkar • Sel-sel epithelium yang berbentuk kolumnar • Sel-sel regeneratif (penghasil enzim) Membran peritropik pergerakan makanan ke saluran belakang pada saluran ini lebih disebabkan oleh membran peritropik. Walaupun proventrikulus bertindak sebagai klep yang membatasi gerakan-gerakan makanan ke belakang tetapi tidak menghalangi muntahan cairan. Pada sel ini juga terdapat banyak retikulum endoplasma sebagai 9 . sedangkan pada serangga pemakan cairan proventrikulus termodifikasi menjadi katup. Pada umumnya sekresi dan penyerapan tidak terjadi di dalam tembolok. Seringkali bila tembolok kosong akan melipat secara longitudinal dan tranversal tetapi pada Periplanata (Dictyoptera) tembolok hanya mengalami perubahan kecil pada volumenya karena apabila tembolok tidak berisi makanan. Mikropili ini juga berfungsi memperbesar luas permukaan penyerapan. Sel-sel yang bersifat impermiable Akibat pergerakan otot-otot melingkar dan longitudinal menyebabkan makanan dapat bergerak ke saluran tengah. Saluran ini berasal dari mesodermal sehingga saluran ini tidak memiliki kutikula dan sebagai gantinya adalah lapisan peritropik yang halus. bagian ini mengalami modifikasi yang beraneka ragam pada berbagai serangga. Pada lipas dan jangkrik. Saluran pencernaan depan terdiri dari beberapa bagian dan fungsi sebagai berikut : . intima di daalm proventrikulus berkembang menjadi enam keping otot yang keras atau geligi yang berfungsi untuk memecah makanan. 2. Otototot yang memanjang (longitudinal) b. Lumen memiliki mikropili yang merupakan tonjolan-tonjolan pada sel yang dapat membentuk started border. hal ini sesuai dengan perannya yang mendorong makanan dari mulut ke oesophagus .Faring (kerongkongan) merupakan bagian pertama sesudah rongga mulut yang berfungsi sebagai penerus makanan ke oesophagus.enzim-enzim yang terbawa dari mulut. Sel-sel ephitelium yang pipih d. Otot-otot yang menempel pada faring berkembang dengan baik. pendapat pertama mengatakan bahwa lapisan dihasilkan oleh bagian depan saluran pencernaan tengah. – Tembolok merupakan pembesaran usus bagian depan yang berfungsi sebagai penyimpan makanan. Pada sel-sel ini terdapat banyak mitokondria sebagai penghasil energi (ATP) untuk pergerakan makanan. proventrikulus berfungsi sebagai pemecah makanan.Rongga mulut sebagai masuknya makanan . Proventrikulus secara keseluruhan mengontrol jalannya makanan dari stomadeum ke mesenteron. Membran peritropik adalah suatu lapisan yang meliputi lumen untuk melindungi sel-sel kolumnar yang berada di bawahnya dari makanan dan mikroba. Saluran Pencernaan Tengah Saluran pencernaan bagian tengah berfungsi sebagai pencerna dan penyerap makanan. Saluran pencernaan depan tersusun dari : a. Pada serangga pemakan bahan padat. sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa lapisan dihasilkan oleh sel-sel kolumnar sendiri. – Proventrikulus. Enzim didapat dari makanaan yang tercampur air liur yang bergerak ke belakang menuju tembolok serta enzim dari mesenteron yang dimuntahkan dari usus tengah. tetapi kadang kala terjadi secara enzimatik. Otot-otot melingkar (circular) c.

Pada rektum ini terjadi diferensiasi sel-sel. 7. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui usus. dan anus. Pada rayap di illeum ini terdapat kantung-kantung tempat organisme lain bersimbiosis (Chapman. Sistem pencernaan makanan pada cacing tanah sudah sempurna. kelenjar maksila. Saluran pencernaan belakang menurut Snogras (1935) tersusun dari : – Otot melingkar – Otot longitudinal – Sel-sel epitel tipis yang berbentuk kubus – Intima yang bersifat permiabel. Cacing tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya. Sistem Pencernaan Pada Cacing. Saluran Pencernaan Belakang Saluran pencernaan belakang berfungsi sebagai tempat pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak terserap dan memaksimalisasi penyerapan sisa makanan yang tidak terserap pada saat di mesenteron. Makanan cacing tanah berupa daun-daunan serta sampah organik yang sudah lapuk. berfungsi sebagai reabsorbsi air. Otot-otot pada saluran ini lebih berkembang sehingga dapat menyebabkan sisa makanan dapat bergerak ke belakang dan keluar melalui anus. kerongkongan. Pada selaput dasar memiliki banayak lekukan-lekukan dan disana banyak terdapat mitokondria yang panjang-panjang sehingga hal tersebut menjadi pembeda dengan sel-sel lain. – Rektum. 3. bagian depan dari saluran ini tempat berpangkalnya tabung malphigi . Pada saluran inilah sifat hemoestasis serangga terdapat. Saluran pencernaan belakang ini terdiri dari : – Pilorus. berfungsi sebagai penyerapan air dari hemolimf atau juga penyerapan amonia pada serangga “blowfly”. Saluran pencernaan belakang ini berasal dari jaringan ektodermal sehingga saluran ini memiliki kutikula yang disebut intima. lambung. ada yang memanjang dan ada yang membentuk bantalan .tempat sintesis protein untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan. tempat terjadinya pencernaan secara enzimatis dan absorbsi nutrisi. Pada sel epitelium yang kolumnar ditemukan sel Goblet. asam amino dan pada serangga tertentu memiliki insang trakea. 10 .Illeum. Saluran pencernaan tengah terdiri dari grastrik kaekum dan ventrikulus.Anus. Proses pencernaan di bantu oleh enzim-enzim yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara eksternal. kelenjar faring dan kelenjar labium. Cacing tanah memiliki alat-alat pencernaan mulai dari mulut. bagian ujung saluran sebagai tempat keluarnya faeses Terdapat beberapa jenis kelenjer yang dapat beradsosiasi dengan sistem pencernaan diantaranya adalah kelenjer mandible. 1982). usus.

misalnya. yaitu terdapat geraham belakang (molar) yang besar. Jika dibandingkan dengan kuda.8. Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan kompleks. sapi. Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. Perbedaan sistem pencernaan makanan pada hewan mammalia. terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring. kerbau disebut sebagai hewan memamah biak (ruminansia). tetapi memiliki gigi geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat. Sistem Pencernaan Pada Mammalia Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba. Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi diperkirakan sekitar 5 cm. berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang sulit dicerna. mempunyai susunan gigi sebagai berikut: 3 3 0 0 0 0 0 0 Rahang atas M P C I I C P M Jenis gigi 3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawah I = insisivus = gigi seri C = kaninus = gigi taring P = premolar = gerahamdepan M = molar = geraham belakang Berdasarkan susunan gigi di atas. faring pada sapi lebih pendek. yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa. Sapi. tampak pada struktur gigi. Esofagus (kerongkongan) pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu berdilatasi (mernbesar). 11 .

Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Kapasitas rumen 80%. Usus pada sapi sangat panjang. kelinci. dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada sapi untuk fermentasi seluIosa. Hal itu dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat (selulosa). Selain itu. omasum 7-8%. Pada kelinci dan marmut. kotoran yang telah keluar tubuh seringkali dimakan kembali. yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara kimiawi oleh enzim. yaitu rumen. Bolus akan dimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan. Dari rumen. kelinci. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dimamah kembali (kedua kah). retikulum 5%. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus. polisakarida. omasum. Akibatnya kotoran kuda. Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung banyak zat makanan. pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian. dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu. Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi di lambung. diperkirakan sekitar 3/4 dart isi rongga perut. usus halusnya bisa mencapai 40 meter. Sedangkan pada sapi proses pencernaan terjadi dua kali. Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum. Hewan seperti kuda. dan abomasum 7-8%. yakni pada sekum. dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. makanan akan diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar (disebut bolus).Lambung sapi sangat besar. Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian. 12 . Dari mulut makanan akan ditelan kembali untuk diteruskan ke ornasum. dan marmut lebih kasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali. Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot sfinkter berkontraksi. retikulum. Di rumen terjadi pencernaan protein. yang akan dicernakan lagi oleh kelinci. yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.

pada hewan mamalia terdapat modifikasi lambung yang dibedakan menjadi 4 bagian. omasum (perut kitab). tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. dan abomasum (perut masam).Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak. lemak. Laktase yang merombak laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. N 13 . dimana bahan makanan bercampur dengan ptialin. protein dan nitrogen bukan protein untuk membentuk protein mikrobial dan vitamin B. Sukrase (invertase) yang merombak sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. • Pencernaan Karbohidrat Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Mucin dalam saliva tidak mencerna pati. Mikroorganisme dalam rumen merombak selulosa untuk membentuk asam-asam lemak terbang. gula. Di samping itu. Enzim-enzim lain dalam usus halus yang berasal dari getah usus mencerna pula karbohidrat. Tidak ada enzim dari sekresi lambung ruminansia tersangkut dalam sintesis mikrobial. Enzim-enzim tersebut adalah 1. yaitu enzim yang dihasilkan oleh kelenjar saliva (saliva hewan ruminansia sama sekali tidak mengandung ptyalin). retikulum (perut jala). Amilase dari pankreas dikeluarkan ke dalam bagian pertama usus halus (duodenum) yang kemudian terus mencerna pati dan dekstrin menjadi dekstrin sederhana dan maltosa. Ptialin mencerna pati menjadi maltosa dan dekstrin. 2. yaitu: rumen (perut besar). Maltase yang merombak maltosa menjadi glukosa 3. tetapi melumasi bahan makanan sehingga dengan demikian bahan makanan mudah untuk ditelan. Mikroorganisme tersebut mencerna pula pati. Pencernaan tersebut sebagian besar terjadi di mulut dan lambung.

Raven. Johson.wordpress. Campbell. http://triakoso. Sistem digesti anakan ruminasia. 1988.id/keyword/pencernaan).Analisa Struktur Vertebrata Jilid 2. Mitchell. B. sixth edition Ville. (http://biologistaincrb. Diakses tanggal 12 Maret 2009 Anonymous.. Penerbit Erlangga. 2008. Jilid 3. J. Biologi . 2002. 2001. Zoology umum Jilid 1.1984..com/2008/10/29/sistem-digesti-anakan-ruminansia/. Reece. (http://bebas.org). Bandung : Armico.Daftar Pustaka Anonymous. Sistem pencernaan makanan hewan bermamah biak. Biology. 2008. 14 . Jakarta : Erlangga. Diakses tanggal 12 Maret 2009.web.A. Jakarta. L. Tatang. Djuhanda.vlsm. 2000. Diakses tanggal 12 Maret 2009 Anonymous. N. G. Sistem pencernaan. edisi Kelima.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful