PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK

PENDAHULUAN Latar Belakang PJK adalah penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri jantung yang disebut pembuluh darah koroner. Sebagaimana halnya organ tubuh lain, jantung pun memerlukan zat makanan dan oksigen agar dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Pasokan zat makanan dan darah ini harus selalu lancar karena jantung bekerja keras tanpa henti. Pembuluh darah koroner lah yang memiliki tugas untuk memasok darah ke jantung (Delmi 2010). Di Indonesia penyakit ini adalah pembunuh nomor satu dan jumlah kejadiannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 1992 persentase penderita PJK di Indonesia adalah 16,5%, dan pada tahun 2000 melonjak menjadi 26,4% (Delmi 2010). Meski menjadi pembunuh utama, tetapi masih sedikit sekali orang yang tahu tentang PJK ini. Terutama tentang faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Dalam ilmu epidemiologi, jika faktor risiko suatu penyakit telah diketahui maka akan lebih mudah untuk melakukan tindakan pencegahan. Karena bagaimanapun mencegah lebih baik dari mengobati (Delmi 2010). Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya PJK sehingga upaya pencegahan harus bersifat multifaktorial juga. Pencegahan harus diusahakan sedapat mungkin dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko PJK den merupakan hal yang cukup penting pada penanganan PJK. Oleh sebab itu mengenal faktor-faktor risiko sangat penting dalam usaha pencegahan PJK. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini diataranya adalah: Mengetahui pengertian dari penyakit jantung iskemik Mengetahui sebab-sebab kematian setelah penyumbatan koroner akut Mengetahui faktor pemicu penyakit jantung koroner Mengetahui pengobatan penyakit jantung koroner, dan Mengetahui rencana tindakan keperawatan Manfaat Pembuatan makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi kepada masyarakat mengenai penyakit jantung koroner khususnya penyakit jantung iskemik. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membangun perilaku hidup sehat dan pola makan yang benar dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat. Selain itu informasi ini dapat

Kemudian daerah penumpukan ini dimasuki oleh jaringan fibrosa. Keadaan ini dapat disebabkan oleh salah satu dari beberapa macam efek. dan mereka juga sering mengalami kalsifikasi. 4. Penonjolan ini dapat menurunkan aliran darah arteri. aliran darah berhneti di dalam pembuluhpembuluh koroner di luar penyumbatan tersebtu. Hasil akhirnya adalah timbulnya “daerah-daerah ateroskelrotik” dan dinding arteri sangat keras. tetapi hampir tidak pernah pada orang dengan sirkulasi koroner normal. Spasme setempat suatu arteri koronaria dapat juga menyebabkan penyumbatan tibatiba. aliran darah biasanya lebih sedikit sehingga ototnya benar-benar mati (Guyton & Arthur 1990). bila masih ada 10 sampai 15 persen saja dari aliran darah koroner waktu istirahat normal.digunakan oleh pihak konsultan gizi sebagai salah satu bahan literatur dalam memberikan informasi mengenai penyakit jantung iskemik. Seluruh proses itu disebut suatu infark miokardium. tidakdapat berkonstriksi dan dilatasi. Penyumbatan Koroner Akut Penyumbatan akut arteri koronaria sering terjadi pada orang yang telah menderita penyakit jantung koroner arterosklerotik yang berat. Daerah otot yang sama sekali tidak mempunyai aliran darah atau alirannya sedemikian kecil sehingga tidak dapat mempertahankan fungsi otot jantung dikatakan mengalami infark. di bagia tengah dari suatu infark yang besar. otot tersebut tidak akan mati. Infark Miokardium yang Disebabkan oleh Iskemia Miokardium tetapi Tanpa Penyumbatan Koroner Diduga telah terjadi suatu lingkaran setan. 3. 2. kecuali untuk sejumlah kecil aliran kolateral pembuluhpembuluh sekitar. yang disebabkan oleh insufisiensi aliran darah koroner (Guyton & Arthur 1990).3 ml oksigen per 100 gram jaringan otot per 100 gram jaringan otot per menit hanya untuk mempertahankan kehidupannya saja. Infark Miokardium Segera setelah penyumbatan koroner akut. PEMBAHASAN Penyakit Jantung Iskemik Sebab tunggal tersering dari kematian adalah penyakit jantung iskemik. disebut trombus. Otot jantung memerlukan kira-kira 1. sebagai berikut: . Aterosklerosis Sebagai Penyebab Penyakit Jantung Iskemik Sebab tersering dari berkurangnya aliran darah koroner adalah skelerosis. Oleh karena itu. 1. sebagai berikut: Daerah aterosklerotik dapat menyebabkan suatu bekuan darah setempat. Tetapi. dimana kolesterol dan lemak secara berangsur-angsur ditumpukkan di bawah lapisan intima pada banyak tempat di dalam arteri. Sering suatu arteri nutrisia kecil dekat daerah arterosklerosis pecah dan mengeluarkan darah sehingga mengakibatkan penonjolan. ynag sebalikya menyumbat arterti tersebut.

. Pembendungan Darah di Dalam Sistem Vena Bila jantung tidak memompa darah ke depan. darah tidak dapat mengalir ke dalam atrium kanan dengan mudah. terjadi kegagalan jantung dan kematian jaringan perifer sebagai akibat iskemia perifer. karena kebutuhan oksigen yang lebih besar tetapi penyediaan oksigen yang lebih sedikit. serabut-serabut otot yang mati mulai mengalami degenerasi. kadangkadang oleh gejala-gejala bendungan sistemik. Proses tersebut berlangsung terus sampai semua otot jantung di dalam daerah di mana penyediaan darahnya buruk menjadi tidak berfungsi dan mengalami infark (Guyton & Arthur 1990). Fibrilasi ventrikel setelah infark Miokardium Kecenderungan terjadinya fibrilasi sangat besar setelah suatu infark yang besar. 3. otot sekitar ini juga tidak berfungsi jika ia juga mempunyai aliran darah koroner yang terbatas. Rupturnya Daerah Infark Beberapa hari setelah infark yang besar. 2. keluarnya darah ke dalam rongga perikardium cepat menyebabkan timbulnya tamponade jantung. dan otot jantung yang yang mati tersebut menjadi sangat tipis. syok jantung. harus ada darah yang terbendung di dalam sistem vena dari sirkualsi paru-paru atau sirkulasi sistemik. kematian sering disebabkan oleh udem paru-paru atau. Karena jantung tertekan. Jika ini terjadi. Sebagai akibatnya. dan penderita meninggal karena menurunnya curah jantung dengan tiba-tiba (Guyton & Arthur 1990). Menurunnya Curah Jantung Bila beberapa serabut otot jantung tidak berfungsi sama sekali dan serabut-serabut lain terlalu lemah untuk berkontraksi dengan tenaga yang besar. Paling tidak ada empat macam faktor yang menimbulkan kecenderungan untuk terjadinya fibrilasi jantung (Guyton & Arthur 1990). seluruh kemampuan pompa ventrikel yang terkena juga berkurang. tetapi kadangkadang fibrilasi terjadi setelah suatu penyumbatan kecil saja [3]. Bila suatu ventrikel ruptur. Keadaan ini disebut syok koroner. Bila jantung tidak dapat berkontraksi dengan kekuatan cukup untuk memompa darah kedalam percabangan arteri. Sebab-Sebab kematian Setelah Penyumbatan Koroner Akut 1. Bila bendungan tersebut menjadi sangat hebat. 4. Otot yang tidak berfungsi menyebabkan berkurangnya pompa ventrikel dan berdilatasi dan mencuri aliran darah dari otot sekitar.Perfusi koroner dari suatu daerah jantung yang terisolasi menjadi demikian rendah sehingga beberapa otot jantung menjadi tidak berfungsi. yaitu penekanan jantung dari luar oleh darah yang terkumpul di dalam kavum perikardium. tingkat regangan sistolik menjadi makin besar sampai akhirnya jantung tersebut ruptur. atau kegagalan dengan curah jantung rendah (Guyton & Arthur 1990).

Nyeri ini biasanya dirasakan di bawah bagian atas sternum dan sering juga dipindahkan ke permukaan tubuh. . stroke.Hilangnya penyediaan darah ke otot jantung secara akut menyebabkan keluarnya kalium dengan cepat dari daerah otot yang iskemik. yang disebut angina pektoris. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup (Delmi 2010). Sebab pasti nyeri ini tidak diketahui. Di seluruh dunia. paling sering ke lengan krir dan bahu kiri tetapi juga seringnnke leher dan wajah atau ke lengan dan bahu sisi yang berlawanan (Guyton & Arthur 1990). tetapi otot jantung iskemik benar-benar menimbulkan perasaan nyeri. seperti hipertensi. 1. Iskemia otot menyebabkan suatu “injury current”. terutama karena jantung tidak memompa volume darah yang memadai ke dalam percabangan arteri. Refleks simpatis yang kuat timbul setelah infark masif. Angina Pektoris Pada kebanyakan orang yang mengalami konstriksi prigresif dari arteri koronarianya. dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. ternyata juga telah ada pada anak yang kelebihan berat badan (Delmi 2010). Faktor-faktor pemicu serangan jantung adalah antara lain: Merokok Mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi Kurang gerak Malas berolahraga Stres Kurang istirahat Faktor resiko dari penyakit jantung koroner. kegagalana toleransi glukosa. dan ketidaknormalan vaskular. mulai timbul bilamana beban terhadap jantung menjadi terlalu besar dibandingkan dengan aliran darah koroner. jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. orang tidak dapat merasakan jantungnya. Faktor Pemicu Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung. nyeri jantung. tetapi dianggap bahwa iskemia menyebabkan otot melepaskan zat-zat asam seperti asam laktat atau produk-produk lain yang menimbulkan nyeri seperti histamin dan kinin (Guyton & Arthur 1990). Infark miokardium sendiri sering menyebabkan ventrikel berdialtasi secara berlebihan. Rasa Nyeri Pada Penyakit Koroner Biasanya. dislipidemia.

Arterti koroner mengalami penyempitan akibat ateroskelorosis. Hasilnya merupakan penurunan tekanan pengisis jantung dan ukuran ventrikuler dan menurunkan keperluan oksigen. terutama untuk mendeteksi adanya pembuluh darah jantung yang tersumbat (Rasidin 2010). pada sistem venus. dibandingkan dengan angina stabil. Pengobatan Penyakit Jantung Koroner 1. 2.Terdapat 3 tipe angina. Bila seseorang terkena serangan angina. Treadmill. menurunkan kerja ventrikel kiri. Kemudian bila dianggap perlu. Angina variant adalah hipoksia dan iskemi otot jantung akibat vasopasme arteri koroner secara temporer. Tujuan utama mencegah dan mengurangi angina adalah untuk membatasi keperluan oksigen jantung sedemikian jumlah persediaan oksigen oleh arteri stenosi dicukupi. dan gilirannya. Vasospasme bisa terjadi di daerah yang aterosklerotik maupun di darah saat arteri koroner yang normal (Anonim 2010). Aksinya ditimbulkan oleh kekuatan efek vasodilator dari aksi nitrat langsung pada sistem arteri dan bahkan berkembang lebih besar. terjadi iskemi otot jantung dan hipoksia yang bersifat sementara yang tidak menimbulkan kerusakan berarti. otot jantung. yaitu: Angina stabil. dan durasi. Modern Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya Penyakit Jantung Koroner antar lain : ECG. Angina tidak stabil terjadi bahkan saat istirahat. membiarkan sistem koronari memuaskan permintaan oksigen jaringan miokaridal dan mengurangi nyeri angina (Doerge & Robert 1989). Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda dengan tingkat ketepatan 40%. keparahan. . katup jantung. Obat Untuk Mengatasi Angina Angina dapat diobati dengan organik nitrat dan zat pengeblok beta-adrenergik dan khas oleh nyeri sesak berat pada dada. termasuk ruang jantung. Echokardiografi dan Arteriorgrafi Koroner (yang sering dikenal sebagai Kateterisasi) (Rasidin 2010). dan kadang menimbulkan kerusakan otot jantung yang permanen. akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill Echokardiografi (Rasidin 2010). sserta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner. pada umumnya ia mempunyai kemungkinan sangat besar untuk mengalami penyumbatan koroner yang akut. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Arteriografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99 – 100%) untuk memastikan apakah Anda mempunyai Penyakit Jantung koroner (Rasidin 2010). Ester nitrat seperti nitrogliserin menurunkan tekanan darah arteri. Kateterisasi Jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung. dengan episode-episode yang lebih berat dalam hal frekuensi.

Pemantauan Penyakit Jantung Koroner dengan Telemetry Ada kalanya pasien dengan PJK/ACS saat dirawat di rumah sakit cukup memerlukan perawatan di ruang stabil. dicuci dan dipotong-potong + 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Disini ada satu alat yang digunakan untuk memonitor irama jantung/sinus rytme dan gambaran rekaman EKG jantung pasien yang dikenal dengan nama telemetry (Rasidin 2010). pada umumnya tindakan kateterisasi secara praktis dianggap tidak ada resiko (Rasidin 2010). Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini. Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. dan dapat dimasukkan saku dengan tali pengikat yang dikaitkan dengan elektroda (5 – 6 kabel). tambahkan madu secukupnya. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka (Rasidin 2010). Aduk rata lalu diminum. dibuang bijinya. Alat ini berukuran sebesar ponsel umumnya diletakkan di dada pasien. Tradisional Berikut resep tradisional racikan dari Prof. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat penyempitan pembuluh darah jantung.M. seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah (Stent). Resep tersebut untuk membantu proses penyembuhan (Delmi 2010). Tambahkan madu secukupnya. pengeboran kerak di dalam pembuluh darah (Rotablation) atau pengerokan kerak pembuluh darah (Directional Atherectomy) (Rasidin 2010). Saring. Telemetry dilekatkan melalui . atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat Coronary Artery Bypass Surgery disingkat CABG (Rasidin 2010). 2. maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat alat tertentu atau ditiup. 2-3 buah mengkudu/pace/noni yang matang dicuci bersih dan dipotong-potong + 10 butir angco. di singkat PTCA atau akhir akhir ini disebut Percutaneous Coronary intervention yang disingkat PCI. lalu diminum. Aduk rata. seperti di ruang rawat medikal/surgikal tanpa harus dirawat secara intensif di CCU. Semua bahan diblender dengan air secukupnya. Tindakan “peniupan” atau “balonisasi” atau “Angioplasti” bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Dengan semakin canggihnya peralatan Angiografi dan berkembangnya teknik teknik baru. Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty. kemudian diblender dengan air secukupnya dan direbus hingga mendidih. tambahkan 10 gram bubuk umbi daun dewa (thien chi). H. kadang – kadang diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama. lalu diminum. Hembing Wijayakusuma: 1-3 buah mengkudu/pace/noni yang matang di cuci dan dipotong-potong. 2 buah mengkudu/pace/noni yang matang.Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner.

Alat ini dalam bidang kesehatan dikenal dengan istilah Bio telemetry atau The Wireless Medical Telemetry Service (WMTS). Namun apabila pasien ingin mandi atau melakukan prosedur khusus (CT. baik itu ketika serangan angina. yang umum dimonitor dari ruang CCU (Coronary Care Unit). yang kemudian dirubah kedalam data. Echocardiogram. dsb). nyaman. Telemetry bersifat portable dan tidak menyakitkan pasien. Telemtery digunakan pada pasien di ruang medikal/penyakit dalam atau surgikal/bedah . biarkan klien istirahat selama 1 jam setelah makan. maka telemetry perlu dilepas. Sehingga jika pasien tersebut ingin ke toilet ataupun melakukan latihan/exercise. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi Berikan anti-angina sesuai indikasi (Rasidin 2010) PENUTUP . X-ray. juga perlu diketahui rencana tindakan apa yang harus dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner. yang dapat langsung merekam dan mengintreprestasikan data irama jantung pasien. Sehingga meskipun pasien selalu dianjurkan untuk bedrest/tirah baring bagi penderita PJK/ACS. untuk merekam abnormalitas irama/denyut jantung. Setelah itu data ini dapat ditransfer ke media lain. Prinsip dasar telemetry adalah menangkap parameter dalam frekuensi gelombang.kabel . yaitu: Pantau tanda vital tiap 5 menit selama serangan angina Kaji catat respon pasien / efek obat Tinggikan kepala tempat tidur bila klien sesak Pantau kecepatan irama jantung Pertahankan lingkungan tenang. dengan tempat sama seperti saat meletakkan patch alat monitor jantung. Pasien dipasang telemetry (dengan 5 – 6 kabel patch). pasien dapat selalu termonitor kondisi jantungnya dengan monitor dari ruang telemetry/CCU. Rencana Tindakan Keperawatan Sebagai seorang perawat. karena terdapat rangkaian elektrik dan hantaran gelombang suara yang dapat mengganggu pasien (Rasidin 2010). Telemetry merupakan alat komunikasi wireless (gelombang suara) yang merubah gelombang suara kedalam bentuk data. Alat ini sangat berguna untuk diagnosis awal kondisi patologi jantung oleh dokter dan membantu perawat melihat kondisi penyakit pasien jantung koroner akut atau kritis (Rasidin 2010). jaringan komputer atau melalui serat optic (Rasidin 2010). seperti telepon. batasi pengunjung bila perlu Pantau perubahan seri EKG Berikan makanan lembut. namun dengan telemetry pasien tidak selalu memerlukan cardiac monitor yang statis (Rasidin 2010). atau pun setelahnya.

Pengertian IHD (Ischaemic Heart Disease) Yaitu penyakit jantung iskemik. Guyton. 2010. Mengingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang cukup mematikan. Jika pengobatan dengan obat-obatan vasodilator tidak berhasil. Robert F. . dan kurang istirahat. seperti merokok. paling sering ke lengan krir dan bahu kiri tetapi juga sering ke leher dan wajah atau ke lengan dan bahu sisi yang berlawanan. Delmi RA. Gejala ini sangat perlu diketahui. operasi bypass perlu dipertimbangkan. sehingga deteksi adanya penyakit jantung koroner dapat lebih dini.Penyakit jantung koroner merupakan kelainan miokardium akibat insufisiensi aliran darah koroner oleh arteriosklerosis yang merupakan proses degeneratif meskipun di pengaruhi oleh banyak faktor. http://www. malas berolahraga. Penyakit jantung koroner. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Semarang: IKIP Semarang Press.com/doc/ 13417068/Asuhan-Keperawatan-Pada-Jantung-Koroner [18 Agustus 2010] IHD (Ischaemic Heart Disease) ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN IHD (Ischaemic Heart Disease) LAPORAN PENDAHULUAN IHD (Ischaemic Heart Disease) A. http://www.scribd. Arthur C. Penyebab penyakit jantung koroner adalah terjadinya penyempitan aliran darah ke otot jantung. Rasidin D. perlu diketahui faktor-faktor penyebabnya. stress.scribd. Jakarta: EGC. yang merupakan nyeri yang biasanya dirasakan di bawah bagian atas sternum dan sering juga dipindahkan ke permukaan tubuh.com/doc/30488417/ PenyakitJantung-Koroner [19 Agustus 2010] Doerge. 2010. maka. 1990. Banjarbaru: FK UNLAM. Asuhan keperawatan pada jantung koroner. Diktat Farmakologi Keperawatan. kurang gerak. 1989. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 5 Bagian 1. keadaan berkurangnya pasokan darah pada otot jantung yang menyebabkan nyeri di bagian tengah dada dengan intensitas yang beragam dan dapat menjalar ke lengan serta rahang. Salah satu ciri dari penyakit jantung koroner yaitu angina. mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Lumen pembuluh darah jantung biasanya menyempit karena plak ateromatosa. Kimia Farmasi dan Medisinal Organik.

atau ventrikel. Untuk contoh faktor resiko major IHD di Amerika adalah: peningkatan serum cholesterol dan hipertensi.Penyakit jantung iskemik adalah keadaan berbagai etiologi. aorta. vena pulmonalis. Sebenarnya jantung memutar kekiri dengan apeks terangkat ke depan. 1. Herediter d. 2002). B. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan pada pompa jantung. Ras 2. ventrikel kanan. Jantung terdiri dari 3 lapisan: lapisan luar disebut epikardium lapisan tengah merupakan lapisan otot disebut miokardium. atrium kanan. Faktor-faktor yang dapat dimodifikasi a. arteri pulmonalis. Peningkatan serum lemak b. kapiler. atrium kiri. lapisan dalam (pericardium viseralis) dan lapisan luar pericardium parietalis). Ruang jantung bagian atas. yaitu diantara ke-2 paru-paru. Jenis kelamin c. atrium. Pembagian fungsi ini mempermudah konseptualisasi dari urutan aliran darah secara anatomi: vena cava. arteria. dan bagian kiri jantung relatif ke posterior. secara anatomi terpisah dari ruangan jantung sebelah bawah. Apeks jantung dapat dipalpasi di garis midclavicula pada ruang intercostals ke-4 atau ke-5. Stress: peningkatan TD dan penggunaan obat KB. Rotasi ini menempatkan bagian kanan jantung ke anterior di bawah sternum. Hipertensi . Umur paling banyak terjadi pada usia 65 tahun ke atas wanita lebih berpotensi karena dipandang dari faktor. oleh suatu anulus fibrosus. sedangkan lapisan terdalam yaitu lapisan endotel disebut endokardium. Secara fungsional jantung dibagi menjadi alat pompa kanan dan kiri. Anatomi Jantung Jantung terletak dalam mediastinum di rongga dada. yang semua mempunyai kesamaan ketidakseimbangan antara suplai dan tuntutan oksigen (Andrew Selwyn/Wugene Braunwald. ventrikel kiri. Faktor-faktor yang tak dapat dimodifikasi àa. C. Etiologi / Faktor Rejiko Penyebab terbanyak iskamik jantung adalah berkurangnya pemasukan darah pada otot jantung yang disebabkan karena penyumbatan oleh thrombus pada arteria koronaria yang berpenyakit didaerah dekat plak aterosklerotik. vena kava. paru-paru. Ke-4 katub jantung terletak dalam cicin ini. arteriola. vena. Pericardium yang meliputi jantung terdiri dari 2 lapisan. venula.àb.

Iskemik menyebabkan ketidak fungsian LV secara sementara dalam peningkatan tekanan diastole LV. Ini menimbulkan kekurangan oksigen. Pada spasme artery coronaria sesak nafas dapat terjadi karena penyempitan dari arteri coronaria. rendahnya volume darah adalah: obat-obat yang menyebabkan vasokontriksi dan aorta stenosis. anemia. Durasi dari spasme dibedakan menjadi. Peningkatan serum kolesterol f. dan penyakit paru kronis dapat juga menyebabkan iskemik jantung. arteri biasanya 75% mengalami stenosis. Stimulasi catecholamine yang berlebihan.c. Meskipun muskulus skeletal hanya menyaring 20% dari oksigen yang tersedia dan mempertahankan cadangan. Pada iskhemik atherosclerosis dapat terjadi. Tanda dan Gejala 1. penyakit jantung dapat menambah kesulitan aliran darah rata-rata.apakah micardium akan mengalami iskemik apa tidak. Ventrikel kiri paling mungkin terjadi iskemik dan injury karena dia yang memenuhi permintaan oksigen miokardia paling tinggi dan yang memiliki tekanan sistem yang lebih tinggi. Obesitas e. Disamping stenosis atheroclerosis. Merokok d. Kurang olah raga h. E. Jika kebutuhan oksigen jantung tidak terpenuhi dari penyaringan maksimum. diabetes mellitus D. Patofisiologi Iskemik jantung terjadi karena permintaan oksigen jantung melebihi kemampuan arteri koronaria karena atherosclerosis. Pada seseorang dengan penyakit arteri coronaria (CAD) arteri koronarianya tidak mampu untuk berdilatasi untuk meningkatkan kebutuhan metabolismenya karena sudah terjadi dilatasi kronis yang melewati area yang mengalami obstruksi. Stress dalam kehidupan sehari-hari g. aliran darah coronaria akan meningkat melalui vasodilatasi dan peningkatan aliran ratarata. myocardium saat istirahat dapat menyaring 60% sampai 85% dari oksigen yang tersedia. Tanda-tanda gangguan hemodinamik dan bendungan paru . Ischemik juga menyebabkan peningkatan tekanan arteri pulmonary dan peningkatan tekanan jantung kanan. Faktor lain yang bertanggung jawab untuk menggambarkan kebutuhan oksigen miokardial dan rendahnya pemasukan suplay oksigen. Ditambah juga. oxygen-hemoglobin yang tidak teratur. kekurangan oksigen disebabkan karena spasme artery coronaria dan trombosis coronaria.

Olah raga dengan penggunaan peningkatan HR Meningkatnya HR mengurangi waktu jantung mengeluarkan diastole yang merupakan waktu aliran darah coronaria yang paling besar. Emosi tinggi Emosi yang tinggi menanggung sistem saraf simpatis dan meningkatkan kerja jantung. 5. Terdengar S3 / S4 adanya regurgitasi mitral atauàf. Mual dan muntah F. Akral dingin c. Mengkonsumsi makanan yang sulit untuk dicerna Ini akan dapat meningkatkan kerja jantung. Udara yang dingin menyebabkan peningkatan metabolisme untuk mempertahankan pengaturan suhu dalam tubuh. Berdebar-debar 7. 3. Meningkatnya tekanan vena jugularis e. Berjalan diluar ruangan adalah yang paling sering terjadi mempercepat terjadinya serangan. selama proses perencanaan darah di alirkan ke sistem GI ini yang menyebabkan aliran darah di arteri coronaria menjadi rendah. 4. . Suhu yang ekstrem tidak panas atupun dingin meningkatkan kerja dari jantung. Merokok cigarette menyebabkan vasokontriksi dan peningkatan Hb karena stimulasi nicotine dari catecholamine. Nyeri mirip pada angina tetapi lebih lama tidak berkurang dengan istirahat ataupun dengan obat.2. Faktor Pemercepat Faktor yang dapat mempercepat iskemik jantung dan nyeri angina adalah: 1. Bingung d. Bising jantung sistolik defek septum ventrikel. 2. Syok kardiogenik ditandai: a. Sesak nafas 8. 3. Banyak keringat dingin 6. Hipotensi b. 4. Rasa luar 5.

ST depresi. • CPK-MB-naik dalam 4-6 jam. kembali kenormal dalam 36-48 jam. ventrikulografi: untuk melihat gangguan kontraksi miokard 4. Q wave pada daerah nekrose . Ekokardiografi dilakukan untuk memastikan dimensi ruang jantung pergerakan septum/dinding. Tingginya leukosit sering diasosiasikan dengan luasnya infark. maka komponen sel lepas ke dalam sirkulasi vaskuler. b. SGOT. G. EKG-dibuat secara seri atau perhari selama di iccu a. memakan waktu 10-14 hari untuk kembali normal.6. • AST (aspartabe amino tranferase) naik (non spesifik) 6-12 jam. 7. puncak 24 jam. T inverted pada daerah iskemik c. kerja dari jantung menjadi extra yang dapat mengakibatkan angina. 5. Isoenzim yang lebih spesifik tioponin-T 2. Pemeriksaan darah a. puncaknya 12-20 jam. dan konfigurasi/fungsi katus jantung. puncak 24-48 jam. LPH-lactio dehidrogenase) Tidak khas pada jantung karena juga terdapat pada organ lain terjadinya infark miokard dimana selsel kardial mati. Leukosit: meningkat (12. Enzim serum/isoenzim meningkat pada waktu yang bervariasi • (CPK-creatinin phosphokinase. Scanning dengan radiosotop dengan technetium 99 mm pyrophospate (biasanya berkumpul di daerah sel-sel iskemik yang melapisi nekrosis) 3. • LDH-naik dalam 12-24 jam.000 – 15. Kembali normal dalam 3-4 hari. Obat perangsang seperti cocaine menyebabkan peningkatan HR dan permintaan oksigen dijantung menjadi meningkat.000 m3) merupakan reaksi non spesifik tehadap injury miokard. d. Elevasi segmen ST pada daerah injury b. Pemeriksaan Penunjang 1. Kegiatan sexual meningkatkan kerja dari jantung dan pengaturan simpatik pada seorang yang iskhemik jantung. Laju endap darah (LED) meningkat minggu pertama sesudah infark c. HBDH meningkat e.

iskemia berulang dan infark berulang 6. Aritmia sering timbul 24 jam pertama a. Komplikasi 1. Komplikasi mekanik a. Aritmia supraventrikuler 1) Sinus takikardi – sering pada iskemik jantung dan berkaitan dengan adanya gagal jantung. AV block dan perlu pemacu jantung sementara. 2. Komplikasi pericardial a. c. Ruptur septum inter ventrikuler 5. 2) Atrial flutter dan atrial fibrilastion (AF) juga dapat digunakan cardioversi 50-100 joule ataupun obat-obatan. II dan III. Penatalaksanaan Medis Pada prinsipnya iskemik diakibatkan karena Lumen pembuluh darah jantung biasanya menyempit karena plak ateromatosa. Bradikardia Gangguan konduksi atrioventrikuler dalam bentuk AV block derajat I. hipovolemia atau akibat obat terapi ditujukan pada penyebab dasar. Hipertensi 3. nyeri. cemas. febris. Aritmia ventrikuler : PVC/VES premature ventricle contraction/ entricle extra systole PVC/VES sering timbul pada iskemik jantung dan sering mendahului VT (ventricle cachicardia) atau VF (ventricle fibrillation) b. Perluasan iskemik b. Oresster syndrome I. Regurgitasi mitral c. Hipoksemia. Perikarditis akut b. . Gangguan hemodinamik : gagal jantung kiri 4.H.

Heparin IV atau SC (12. pengunjung dibatasi di ICCU selama 2-3 hari.Pemberian lasatif untuk pergerakan bowel melunakkan feses 7. 2. c. monitor EKG.Nitrogiliserin . rendah kolesterol .meperidin b. Pengobatan dengan antikoagulan dan anti platelet . PTCA (Percontaneous transluminal coronary angioplasky) melebarkan arteri dengan cara memasukkan balon kecil dan meniupnya. di intermediate 7-10 hari. Bedah pintas koroner 3. Sedative – sering digunakan valium (benzodiazepin) 6. Oksigen : O2 nasal 2-4 liter/m.Aspirin diberikan pada waktu rumah sakit dalam jangka panjang 5. semua penderita harus dirawat di ICCU. kontraksi dan tekanan darah. dapat melarutkan thrombus pada 60-90% pasien sehingga aliran darah koroner pulih. bila ada gangguan pernafasan bisa dengan masker dan konsentrasi 60-100%. 4.000 kalori.Diet lunak 12. misalnya propanolol. Obat yang tersedia adalah streptokinase.1. Cara lain mengurangi luasnya infark Dengan obat kelompok beta bloker.000 IV/12 jam) . Terapi trombolisa. b.Menghindari minuman terlalu dingin dan terlalu panas .Berpantang kafein .300 – 18. Tujuan pengelolaan segera adalah mengurangi nyeri akibat iskemik. Analgesia tersebut antara lain: . rendah garam. a. Analgesia : kontrol adekuat dan nyeri akan mengurangi konsumsi oksigen dan katekolamin. Reperfusi a. akan turun pemakaian O2 lewat penurunan nadi. dan aritmia ventrikel. Diet dan bowel care . memberikan tambahan O2 dan mengenali serta mengobati komplikasi yang mengancam jiwa seperti hipotens edema paru.Morfin sulfat . . Tetapi ini optimal 4-6 jam setelah keluhan muncul. aterol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful