MAKALAH

KEBUDAYAAN JEPANG

OLEH TANTI G. PANGGUR NIM. 2010211334 KELAS. 4 A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS FLORES ENDE 2012

Makalah ini berjudul KEBUDAYAAN JEPANG Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Terima kasih. Walaupun karya tulis ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya. saya dapat menyusun makalah ini dengan baik. Penulis . Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.

Sebetulnya. Mengetahui klasifikasi dan esensi kebudayaan Jepang. Diantaranya kita dapat menerapkan bagaimana masyarakat jepang mempertahankan dan melestarikan kebudyaannya. Menambah wawasan mengenai keanekaragaman budaya didunia. program masyarakat dalam mempertahankan . Mengetahui dan memepelajarai ragam kebudayaan Jepang. 1. Budaya juga merupakan salah satu hal yang dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 4. banyak manfaat yang dapat diambil dari mempelajari adanya budaya. 2.2 Maksud dan Tujuan Adapun maksud and tujuan dari penysusunan makalah ini.1 Latar Belakang Budaya adalah sesuatu yang sangat menarik jika dicermati lebih dekat yang setiap belahan dunia memiliki ragam budaya yang menarik dan bernilai tinggi. kami menyusun makalah ini dengan dasar ingin mengenal lebih dalam kebudayaan Negara lain.BAB I PENDAHULUAN 1. Oleh karenanya. Mengaplikasikan kebudyaannya. adalah sebagai berikut: 1. Seperti hanya kebudayaan Negara Jepang yang menjadi topic makalah kami. 3.

Ikebana tidak mementingkan keindahan bunga tapi pada aspek pengaturannya menurut garis linier. do. Negara ini juga dijuluki Negara matahari karena sebagian masyrakatnya mempunyai kepercayaan kepada matahari. Ikebana berusaha menciptakan harmoni dalam bentuk linier. berikut beberapa contoh kebudayaan jepang: Shodo. bunga. dan manusia. jalan kehidupan) yang lebih menekankan pada aspek seni untuk mencapai kesempurnaan dalam merangkai bunga.dll. Ikebana berasal dari Jepang tapi telah meluas ke seluruh dunia. rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. sedangkan aliran lain mengharuskan orang melihat rangkaian bunga yang berbentuk tiga dimensi sebagai benda dua dimensi saja.BAB II PEMBAHASAN Jepang adalah salah satu Negara yang berada di kawasan asia. bumi. . Namun Negara ini tidak hanya dikenal dengan itu juga dikenal dengan budaya-budayanya. Aliran tertentu mengharuskan orang melihat rangkaian bunga tepat dari bagian depan. Bentuk-bentuk dalam Ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit. ritme dan warna. Berbeda dengan seni merangkai bunga dari Barat yang bersifat dekoratif. Ikébana Ikébana (生花?) adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga. Pada umumnya. Ikebana juga dikenal dengan istilah kadō (華道?. Di dalam Ikebana terdapat berbagai macam aliran yang masing-masing mempunyai cara tersendiri dalam merangkai berbagai jenis bunga. A.Samurai. ka. Dalam bahasa Jepang. bunga yang dirangkai dengan teknik merangkai dari Barat (flower arrangement) terlihat sama indahnya dari berbagai sudut pandang secara tiga dimensi dan tidak perlu harus dilihat dari bagian depan.Shogun-Baju tradisional jepang-Upacara minum teh Origami -Ekskul Olahraga Jepang yang banyak digemari.

Seorang samurai dapat mengundurkan diri dari tugasnya untuk menjalani hidup sebagai rōnin. terdapat data-data yang menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 – 784). pada awalnya mengacu kepada “seseorang yang mengabdi kepada bangsawan”. Eksistensi rōnin makin bertambah jumlahnya diawali berakhirnya perang Sekigahara (1600). Secara materi peraturan ini amat berat. kehidupan seorang rōnin bagaikan ombak dilaut tanpa arah tujuan yang jelas. Istilah bushi ( 武士) yang berarti “orang yang dipersenjatai/kaum militer”. Pada zaman Azuchi-Momoyama (1573 – 1600) dan awal zaman Edo (1603). diwajibkan untuk mengikuti dinas militer. terdapat kelompok samurai yang tidak terikat/mengabdi kepada seorang pemimpin/atasan yang dikenal dengan rōnin (浪人). yang mengakibatkan jatuhnya kaum samurai/daimyo yang mengakibatkan para samurai kehilangan majikannya. Selain itu terdapat pula istilah lain yang mengacu kepada samurai yakni bushi. Rōnin ini sudah ada sejak zaman Muromachi (1392). pasukan militer Jepang mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer dan dibawah komando langsung Kaisar. Pada zaman Nara. karena para wakil tersebut atau . (710 – 784). Samurai Istilah samurai ( 侍). istilah ini diucapkan saburau dan kemudian menjadi saburai. kecuali budak. Dikarenakan adanya pertempuran yang berkepanjangan sehingga banyak samurai yang kehilangan tuannya. Adapula rōnin yang berasal dari garis keturunan. istilah saburai berubah menjadi samurai yang kemudian berubah pengertian menjadi “orang yang mengabdi”.B. pada bagian catatan itu tertulis “secara umum. rakyat dan pejuang (bushi) adalah harta negara”. pertama kali muncul di dalam Shoku Nihongi ( 続日本紀). anak seorang rōnin secara otomatis akan menjadi rōnin.Namun selain itu dalam sejarah militer Jepang. Dalam peraturan yang diberlakukan tersebut setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun bangsawan. Kemudian berikutnya istilah samurai dan bushi menjadi sinonim pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura). Ada beberapa alasan seorang samurai menjadi rōnin. istilah rōnin digunakan bagi samurai tak bertuan pada zaman Edo (1603 – 1867). Dalam catatan sejarah militer di Jepang.

mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. kaum bangsawan menikmati masa kemakmurannya selama 150 tahun dibawah pemerintahan kaisar. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai “negara” di dalam negara. Pemerintah pusat.Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur. Tetapi. Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara. ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik. ketika ibu kota dipindahkan dari Nara ke Heian (Kyoto). Pasukan yang kemudian terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori ( 防人) yang secara harfiah berarti “pembela”. Dikarenakan keadaan negara yang tidak aman. termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Secara lihai.Setelah tahun 794. pemerintahan daerah yang dibentuk oleh pemerintah pusat justru menekan para penduduk yang mayoritas adalah petani. Akibatnya. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang dikenal dengan samurai. tidak mampu mengatasi polarisasi ini. tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan. kelompok kaisar yang anti pemerintahan otera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan . dalam hal ini keluarga Fujiwara. penjarahan terhadap tuan tanah pun terjadi baik di daerah dan di ibu kota yang memaksa para pemilik shoen (tanah milik pribadi) mempersenjatai keluarga dan para petaninya.kaum milter harus membekali diri secara materi sehingga banyak yang menyerah dan tidak mematuhi peraturan tersebut. souhei ( 僧兵) pun ia bentuk. Selain itu pula pada waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup berat sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini.menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Kaisar Shirakawa.Tentara pengawal o-tera. yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan. Pajak yang sangat berat menimbulkan pemberontakan di daerah-daerah. dan mengharuskan petani kecil untuk bergabung dengan tuan tanah yang memiliki pengaruh agar mendapatkan pemasukan yang lebih besar. namun pasukan ini tidak ada hubungannya dengan samurai yang ada pada zaman berikutnya.

kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana. dan mencegah bangsa Mongol untuk menduduki Jepang. kekuasaan diambil alih oleh keluarga Hojo yang merupakan pengikut Taira. Para samurai yang tidak terbiasa berperang secara berkelompok dengan susah payah dapat mengantisipasi serangan bangsa Mongol tersebut. muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159).Dua hal yang diperoleh dari penyerbuan bangsa Mongol adalah . taktik berperang para samurai tidak mampu memberikan kehancuran yang berarti bagi tentara Mongol. Untuk pertama kalinya. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa. yang menggunakan taktik pengepungan besar-besaran. bangsa Mongol datang menyerang Jepang. 1192 – 1333). Secara menyeluruh. Ketika Minamoto Yoritomo wafat pada tahun 1199. antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap otera. angin topanlah yang menghancurkan armada Mongol. ajaran Zen masuk dan berkembang di kalangan samurai. dan penggunaan senjata baru (dengan menggunakan mesiu). Para samurai mengekspresikan Zen sebagai falsafah dan tuntunan hidup mereka. Pada masa kepemimpinan keluarga Hojo (1199 -1336). yang memihak o-tera melawan Taira.Pada tahun 1274. Pada akhirnya.Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta. yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura (Kamakura Bakufu.bangsawan kerajaan).Minamoto yang sedang bertikai. yang memihak istana. para samurai mendirikan tembok pertahanan di teluk Hakata (pantai pendaratan bangsa mongol) dan mengadopsi taktik serangan malam. Perang antara Minamoto. Untuk mengantisipasi serangan bangsa Mongol yang kedua (tahun 1281). gerak cepat. Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. Orang Jepang menyebut angin ini kamikaze (dewa angin). sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya.Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge ( 公家.

Tokoh tersebut adalah Jenderal Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi.Pertentangan ini memberikan dampak terhadap semakin kuatnya posisi kaum petani dan tuan tanah daerah (shugo daimyō) dan semakin lemahnya shogun Ashikaga di pemerintahan pusat. diwarnai dengan terpecahnya istana Kyoto menjadi dua. mulai menghancurkan musuh-musuhnya dengan cara menguasai wilayah Kinai. Pada awal abad ke-14. dan kelemahan dari kavaleri busur panah dalam menghadapi penyerang. sekaligus memonopoli perdagangan dengan pihak asing. lambat laun samurai menggantikan busur-panah dengan “pedang” sebagai senjata utama samurai. Pada zaman Muromachi (1392 – 1573). Mereka saling memperkuat posisi dan kekuasaannya di wilayah masing-masing. Nara yang merupakan “lumbung padi”.Strategi terpenting yang dijalankannya adalah Oda Nobunaga dengan melibatkan agama untuk mencapai ambisinya. Pedagang portugis yang membawa agama Kristen. yakni tokoh yang mampu menundukkan tuan-tuan tanah daerah. Pada masa ini. pedang dan tombak menjadi senjata utama di kalangan panglima perang. dan Kyoto yang merupakan pusat pemerintahan Bakufu Muromachi dan istana kaisar. sekaligus menyatukan Jepang sebagai “negara nasional” di bawah satu pemerintahan pusat yang kuat. Ashikaga tidak dapat mengontrol para daimyō daerah. yaitu Osaka sebagai pusat perniagaan. Tetapi krisis panjang ini sesungguhnya merupakan penyaringan atau kristalisasi tokoh pemersatu nasional. Setiap Han13 seolah terikat dalam sebuah negara-negara kecil yang saling mengancam.Oda Nobunaga. Tujuan strategis Oda dalam hal ini adalah agar ia secara leluasa dapat memperoleh senjata api yang diperjualbelikan dalam kapal-kapal dagang Portugis. seorang keturunan daimyo dari wilayah Owari dan seorang ahli strategi militer. Selama 60 tahun terjadi perselisihan sengit antara Istana Utara melawan Istana Selatan (nambokuchō tairitsu). Kondisi ini melahirkan krisis panjang dalam bentuk perang antar tuan tanah daerah atau sengoku jidai (1568 – 1600). Sebagai akibatnya. diberi keleluasaan untuk menyebarkan agama itu di seluruh Jepang. .pentingnya mobilisasi pasukan infantri secara besar-besaran. Kobe sebagai pintu gerbang perdagangan dengan negara luar. yakni Istana Utara di Kyoto dan Istana Selatan di Nara.

Kemenangan berada di pihak Tokugawa di susul dengan didirikannya bakufu Edo pada tahun 1603.Dengan memiliki senjata api (yang paling canggih pada masa itu). Oda Nobubunaga membangun benteng Azuchi Momoyama pada tahun 1573 setelah berhasil menjatuhkan Bakufu Muromachi. . menandakan awal kehancuran bakufu Muromachi. Ketika itu.Kecenderungan terdapat perilaku bawahan terhadap atasan yang dikenal dengan istilah gekokujō ini telah muncul tatkala Toyotomi menyerang Korea. Semangat menang perang dengan energi pasukan yang tidak tersalurkan mendatangkan ancaman internal yang menjurus kepada disintegrasi bagi keluarga militer yang tidak puas atas kemenangan Toyotomi. Tokugawa Ieyasu mulai memperkuat posisinya di Jepang bagian timur. khususnya di Edo (Tokyo). Keberhasilan Toyotomi menaklukkan seluruh tuan tanah mendatangkan masalah tersendiri. Sayang serangan ini gagal dan Toyotomi wafat pada tahun 1598. Strategi Oda dengan melindungi agama Kristen mendatangkan sakit hati bagi pemeluk agama Budha. yang merupakan pengikut setia Oda. seorang penganut agama Budha yang fanatik.Toyotomi Hideyoshi. Dalam hal inilah Toyotomi menyalurkan kekuatan dahsyat tersebut untuk menyerang Korea pada tahun 1592 dan 1597. pada tahun 1582 di Honnoji. Terdapat dua peraturan penting yang dikeluarkan Toyotomi : taiko kenchi (peraturan kepemilikan tanah) dan katana garirei (peraturan perlucutan pedang) bagi para petani. Pada akhirnya. melanjutkan penyatuan Jepang. sebelum ia berhasil menyatukan seluruh Jepang. Oda akan dapat menundukkan musuh-musuhnya lebih cepat dan mempertahankan wilayah yang telah dikuasainya serta membentuk pemerintahan pusat yang kokoh. dan tugasnya ini dituntaskan pada tahun 1590 dengan menaklukkan keluarga Hojo di Odawara dan keluarga Shimaru di Kyushu tiga tahun sebelumnya. Kemelut ini menyulut perang besar antara kelompok-kelompok daimyo yang memihak Toyotomi melawan daimyo yang memihak Tokugawa di medan perang Sekigahara pada tahun 1600. ia dibunuh oleh pengikutnya sendiri. Kedua peraturan ini secara strategis bermaksud “mengontrol” kekayaan para tuan tanah dan mengontrol para petani agar tidak melakukan perlawanan atau pemberontakan bersenjata. Akechi Mitsuhide.

Dalam konteks sejarah Jepang. Walaupun demikian. bila disebut pejabat shogun maka yang dimaksudkan adalah Sei-i Taishōgu (征夷大将軍) yang berarti Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi melawan Orang Biadab (istilah "Taishōgun" berarti panglima angkatan bersenjata). istilah shōgun yang berarti jenderal dalam kemiliteran tetap digunakan hingga sekarang. Negara asing mengganggap shogun sebagai "raja Jepang". namun secara resmi shogun diperintah dari istana kaisar. disingkat shogun. Gelar Sei-i Taishōgun diberikan kepada panglima keshogunan (bakufu) sejak zamanKamakura hingga zaman Edo.C.Pejabat shogun diangkat dengan perintah kaisar. chadō?. Jabatan yang lebih rendah dari Sei-i Taishōgun disebut Seiteki Taishōgun (征狄大将軍 panglima penaklukan orang barbar?) dan Seisei Taishōgun (征西大将軍panglima penaklukan wilayah barat?). Sei-i Taishōgun merupakan salah satu jabatan jenderal yang dibuat di luar sistem Taihō Ritsuryō. D. Upacara Minum Teh Jepang Upacara minum teh (茶道 sadō. jenderal yang dikirim untuk menaklukkan wilayah bagian timur Jepang disebut Sei-i Taishōgun. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. dan dalam praktiknya berperan sebagai kepala pemerintahan/penguasa Jepang.Sejak zaman Nara hingga zaman Heian. Jabatan Sei-i Taishōgun dihapus sejak Restorasi Meiji. Shogun Shogun (将軍 /Shōgun) adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal. dalam bahasa Jepang. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebutchashitsu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯?) ataucha no yu. Shogun adalah juga pejabat Tōryō(kepala klan samurai) yang didapatkannya berdasarkan garis keturunan. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan . dan bukan penguasa yang sesungguhnya. Kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan Kaisar Jepang. jalan teh) adalah ritual tradisional Jepangdalam menyajikan teh untuk tamu.

Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan. Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Pada abad ke-6. bunga(chabana). sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō. Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts'ai Lun. etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan. apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut. E. Dalam percakapan sehari-hari di Jepang. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak. upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh. agama. Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum. Pada tahun 610 di . dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup.dinding (kakejiku). cara berpikir. basa-basi. Origami Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. kebiasaan. Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. tapi sebagai seni dalam arti luas. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama. upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Pada umumnya. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō. Bahan yang digunakan adalah kertasatau kain yang biasanya berbentuk persegi.

Memang jumlah orang Kristen cuma 1% dari penduduk Jepang. Dilarang keras memakai anggaran negara untuk hal-hal agama. Dan dalam pasal 89 tertulis bahwa uang negara tidak boleh dipakai untuk lembaga agama.6%). dan masalah agama dianggap sebagai urusan pribadi. dan kalau dia mempercayai agama tertentu. tidak ada sekolah agama negara (seperti IAIN di Indonesia). Di Jepang pernah orang Kristen menjadi Perdana Menteri. Orang Jepang tidak peduli orang lain agamanya apa. Etika Budaya Masyarakat Jepang Masyarakat Jepang: masyarakat yang tidak peduli pada agama Dimulai dari ciri-ciri khusus masyarakat Jepang dibandingkan dengan masyarakat Indonesia.masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka). seorang biksu Buddhabernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dantinta. tapi sama sekali tidak menjadi masalah dan sama sekali tidak mempengaruhi kebijakannya. pemuda Jepang sangat tidak peduli agama. sekitar 70% orang Jepang menjawab tidak memeluk agama. Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi. Orang Jepang tidak ikut campur urusan pribadi orang lain. Dalam pasal 20 tertulis bahwa semua lembaga agama tidak boleh diberi hak istimewa dari negara dan tidak boleh melaksanakan kekuatan politik. (Pada tahun 1996. pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusan agama. Perbedaan yang paling besar antara masyarakat Jepang dengan Indonesia adalah masyarakat Jepang tidak peduli pada agama. Terutama. Hal itu tidak . tidak ada Departmen Agama. mahasiswa yang mempercayai agama tertentu hanya 7. namanya OHIRA Masayoshi. Masa jabatannya dari tahun 1978 sampai 1980. Dalam undang-undang dasar Jepang. F. Menurut beberapa penelitian. negara dan instansinya tidak boleh melakukan kegiatan agama dan pendidikan agama tertentu. biasanya dia tidak suka memamerkan agamanya sendiri. ) Maka di Jepang tidak ada ruangan untuk sembahyang seperti mushala di instansi negara (termasuk sekolah).

lebih tepat disebut karena ketidakpedulian orang Jepang pada agama. masyarakat Jepang sedikit korupsi. Kebanyakan orang Jepang tidak sampai adiksi/kecanduan. lebih makmur. ada yang menilai ajaran salah satu sekte Buddha Jepang Jodo Shinshu sebagai etos seperti Protestan.dikatakan karena toleransi pada agama. .) Etika orang Jepang tidak berdasar atas agama Robert N Bellah. Jadi. tertib. dilimpah dengan tempat judi. orang Jepang suka sekali minum minuman keras. teori Max Weber tidak bisa diterapkan kepada Jepang. menerbitkan buku berjudul Tokugawa Religion: The Cultural Roots of Modern Japan (1957) menganalisis kemajuan Jepang berdasar teori Max Weber yaitu Die Protestantische Ethik und der “Geist” des Kapitalismus (1905). Di Jepang tidak ada agama yang mendorong proses kapitalisme. Selain itu. Tentu saja ajaran-ajaran itu mementingkan kerja keras. Ideologi pemerintah Jepang adalah Shinto versi negara. (Tetapi beberapa sekte tidak disukai banyak orang. bersih dan aman (setidak-tidaknya tidak terjadi konflik antar agama) daripada Indonesia. porno. Jepang dipenuhi dengan porno. minuman keras. Tetapi menurut saya teori Bellah ini sangat diragukan. menjelaskan peranan nilai agama pramodern itu dalam proses modernisasi. mirip dengan ajaran Puritanisme (memang Islam juga). Bagi orang Jepang. Di Jepang modernisasi di dalam bidang ekonomi dilakukan oleh pemerintah Meiji. judi. Tetapi pada umumnya orang Jepang masih berdisiplin. Bellah mengatakan ajaran “Sekimon shingaku” (Ilmu moral oleh ISHIDA Baigan) itu memerankan sebagai etos untuk modernisasi ekonomi. semua hanya sarana hiburan saja untuk menghilangkan stres. efisien. bekerja keras.

Keanekaragaman buadaya jepang memiliki nilai esensi yang tinggi dengan karakteristik yang berbeda-beda. mohon maaf bila banyak kekurangan.1 Solusi Demikian makalah ini kami sususun. Kebudayaan jepang memiliki nilai budaya yang tinggi.BAB III PENUTUP 3. Namun ada beberapa point yang dapat kami simpulkan yang berupa penilaian atau argumentasi terhadap budaya jepang. 2. 3. 1. Terimakasih atas semua pihak yang telah mendukung tersusunya makalah ini. rapih dan lebih tradisionalis Semoga makalah ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk selalau menjaga dan melestarikan budaya agar dapat menjadi buah tangan bagi cucu kita nanti. Indonesia perlu memaplikasikan program-program masyarakat jepang dalam mempertahankan budyanya. yang sampai sekarang masih mengkombinasikan budaya tradisionalnya ditengah zaman modern saat ini. Kebudayaan Jepang sangat tertata. . 4.

DAFTAR PUSTAKA Tomio Takahashi. USA: University .com Dalby. Washington.com www. www. 1987.wikipedia. Sei-i Taishōgun mō hitotsu no kokkashuken. Liza (2001). Kimono: Fashioning Culture.google. Chūkōshinso.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful