MAKALAH

KEBUDAYAAN JEPANG

OLEH TANTI G. PANGGUR NIM. 2010211334 KELAS. 4 A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS FLORES ENDE 2012

Terima kasih. Penulis . Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. saya dapat menyusun makalah ini dengan baik. Walaupun karya tulis ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Makalah ini berjudul KEBUDAYAAN JEPANG Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya.

4. Oleh karenanya. 1. Budaya juga merupakan salah satu hal yang dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menambah wawasan mengenai keanekaragaman budaya didunia. 2. Diantaranya kita dapat menerapkan bagaimana masyarakat jepang mempertahankan dan melestarikan kebudyaannya. Mengaplikasikan kebudyaannya. Mengetahui klasifikasi dan esensi kebudayaan Jepang. kami menyusun makalah ini dengan dasar ingin mengenal lebih dalam kebudayaan Negara lain.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Maksud dan Tujuan Adapun maksud and tujuan dari penysusunan makalah ini. banyak manfaat yang dapat diambil dari mempelajari adanya budaya. 3. adalah sebagai berikut: 1. Sebetulnya.1 Latar Belakang Budaya adalah sesuatu yang sangat menarik jika dicermati lebih dekat yang setiap belahan dunia memiliki ragam budaya yang menarik dan bernilai tinggi. Seperti hanya kebudayaan Negara Jepang yang menjadi topic makalah kami. program masyarakat dalam mempertahankan . Mengetahui dan memepelajarai ragam kebudayaan Jepang.

Ikébana Ikébana (生花?) adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga. jalan kehidupan) yang lebih menekankan pada aspek seni untuk mencapai kesempurnaan dalam merangkai bunga. bunga yang dirangkai dengan teknik merangkai dari Barat (flower arrangement) terlihat sama indahnya dari berbagai sudut pandang secara tiga dimensi dan tidak perlu harus dilihat dari bagian depan.BAB II PEMBAHASAN Jepang adalah salah satu Negara yang berada di kawasan asia. Aliran tertentu mengharuskan orang melihat rangkaian bunga tepat dari bagian depan.Samurai. Negara ini juga dijuluki Negara matahari karena sebagian masyrakatnya mempunyai kepercayaan kepada matahari. Ikebana juga dikenal dengan istilah kadō (華道?. Berbeda dengan seni merangkai bunga dari Barat yang bersifat dekoratif. Ikebana tidak mementingkan keindahan bunga tapi pada aspek pengaturannya menurut garis linier. berikut beberapa contoh kebudayaan jepang: Shodo. dan manusia.Shogun-Baju tradisional jepang-Upacara minum teh Origami -Ekskul Olahraga Jepang yang banyak digemari. bumi. A. do.dll. rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. Bentuk-bentuk dalam Ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit. Ikebana berasal dari Jepang tapi telah meluas ke seluruh dunia. Pada umumnya. bunga. Di dalam Ikebana terdapat berbagai macam aliran yang masing-masing mempunyai cara tersendiri dalam merangkai berbagai jenis bunga. ritme dan warna. Ikebana berusaha menciptakan harmoni dalam bentuk linier. Namun Negara ini tidak hanya dikenal dengan itu juga dikenal dengan budaya-budayanya. sedangkan aliran lain mengharuskan orang melihat rangkaian bunga yang berbentuk tiga dimensi sebagai benda dua dimensi saja. Dalam bahasa Jepang. . ka.

Secara materi peraturan ini amat berat. Istilah bushi ( 武士) yang berarti “orang yang dipersenjatai/kaum militer”.B. Eksistensi rōnin makin bertambah jumlahnya diawali berakhirnya perang Sekigahara (1600). (710 – 784). Samurai Istilah samurai ( 侍). Adapula rōnin yang berasal dari garis keturunan. istilah ini diucapkan saburau dan kemudian menjadi saburai. Dalam catatan sejarah militer di Jepang. Dalam peraturan yang diberlakukan tersebut setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun bangsawan. pertama kali muncul di dalam Shoku Nihongi ( 続日本紀). yang mengakibatkan jatuhnya kaum samurai/daimyo yang mengakibatkan para samurai kehilangan majikannya. rakyat dan pejuang (bushi) adalah harta negara”.Namun selain itu dalam sejarah militer Jepang. terdapat kelompok samurai yang tidak terikat/mengabdi kepada seorang pemimpin/atasan yang dikenal dengan rōnin (浪人). kehidupan seorang rōnin bagaikan ombak dilaut tanpa arah tujuan yang jelas. Dikarenakan adanya pertempuran yang berkepanjangan sehingga banyak samurai yang kehilangan tuannya. kecuali budak. pada bagian catatan itu tertulis “secara umum. istilah saburai berubah menjadi samurai yang kemudian berubah pengertian menjadi “orang yang mengabdi”. Pada zaman Azuchi-Momoyama (1573 – 1600) dan awal zaman Edo (1603). terdapat data-data yang menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 – 784). diwajibkan untuk mengikuti dinas militer. Selain itu terdapat pula istilah lain yang mengacu kepada samurai yakni bushi. istilah rōnin digunakan bagi samurai tak bertuan pada zaman Edo (1603 – 1867). Seorang samurai dapat mengundurkan diri dari tugasnya untuk menjalani hidup sebagai rōnin. pada awalnya mengacu kepada “seseorang yang mengabdi kepada bangsawan”. pasukan militer Jepang mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer dan dibawah komando langsung Kaisar. karena para wakil tersebut atau . Rōnin ini sudah ada sejak zaman Muromachi (1392). Ada beberapa alasan seorang samurai menjadi rōnin. anak seorang rōnin secara otomatis akan menjadi rōnin. Kemudian berikutnya istilah samurai dan bushi menjadi sinonim pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura). Pada zaman Nara.

kaum milter harus membekali diri secara materi sehingga banyak yang menyerah dan tidak mematuhi peraturan tersebut. mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. kelompok kaisar yang anti pemerintahan otera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan . kaum bangsawan menikmati masa kemakmurannya selama 150 tahun dibawah pemerintahan kaisar. Secara lihai. tidak mampu mengatasi polarisasi ini. Dikarenakan keadaan negara yang tidak aman. Pemerintah pusat. Kaisar Shirakawa. tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan.Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur.Tentara pengawal o-tera. Pajak yang sangat berat menimbulkan pemberontakan di daerah-daerah. dalam hal ini keluarga Fujiwara. termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang dikenal dengan samurai. Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara.Setelah tahun 794. souhei ( 僧兵) pun ia bentuk. Akibatnya. ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai “negara” di dalam negara. pemerintahan daerah yang dibentuk oleh pemerintah pusat justru menekan para penduduk yang mayoritas adalah petani. Selain itu pula pada waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup berat sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini. ketika ibu kota dipindahkan dari Nara ke Heian (Kyoto). yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan. Tetapi. namun pasukan ini tidak ada hubungannya dengan samurai yang ada pada zaman berikutnya. dan mengharuskan petani kecil untuk bergabung dengan tuan tanah yang memiliki pengaruh agar mendapatkan pemasukan yang lebih besar.menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Pasukan yang kemudian terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori ( 防人) yang secara harfiah berarti “pembela”. penjarahan terhadap tuan tanah pun terjadi baik di daerah dan di ibu kota yang memaksa para pemilik shoen (tanah milik pribadi) mempersenjatai keluarga dan para petaninya.

Pada tahun 1274. bangsa Mongol datang menyerang Jepang. yang memihak istana. Ketika Minamoto Yoritomo wafat pada tahun 1199. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa. Secara menyeluruh. para samurai mendirikan tembok pertahanan di teluk Hakata (pantai pendaratan bangsa mongol) dan mengadopsi taktik serangan malam. gerak cepat. Perang antara Minamoto. yang memihak o-tera melawan Taira. Orang Jepang menyebut angin ini kamikaze (dewa angin). sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya. dan mencegah bangsa Mongol untuk menduduki Jepang.Minamoto yang sedang bertikai. muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159). Pada masa kepemimpinan keluarga Hojo (1199 -1336). Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana. Pada akhirnya. Para samurai mengekspresikan Zen sebagai falsafah dan tuntunan hidup mereka.Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta.Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge ( 公家. kekuasaan diambil alih oleh keluarga Hojo yang merupakan pengikut Taira. yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura (Kamakura Bakufu. yang menggunakan taktik pengepungan besar-besaran. ajaran Zen masuk dan berkembang di kalangan samurai.bangsawan kerajaan). 1192 – 1333). Untuk pertama kalinya. dan penggunaan senjata baru (dengan menggunakan mesiu). taktik berperang para samurai tidak mampu memberikan kehancuran yang berarti bagi tentara Mongol.Dua hal yang diperoleh dari penyerbuan bangsa Mongol adalah . Para samurai yang tidak terbiasa berperang secara berkelompok dengan susah payah dapat mengantisipasi serangan bangsa Mongol tersebut. antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap otera. Untuk mengantisipasi serangan bangsa Mongol yang kedua (tahun 1281). angin topanlah yang menghancurkan armada Mongol.

sekaligus menyatukan Jepang sebagai “negara nasional” di bawah satu pemerintahan pusat yang kuat. Kobe sebagai pintu gerbang perdagangan dengan negara luar.Pertentangan ini memberikan dampak terhadap semakin kuatnya posisi kaum petani dan tuan tanah daerah (shugo daimyō) dan semakin lemahnya shogun Ashikaga di pemerintahan pusat. Pada zaman Muromachi (1392 – 1573). lambat laun samurai menggantikan busur-panah dengan “pedang” sebagai senjata utama samurai. yakni Istana Utara di Kyoto dan Istana Selatan di Nara.Oda Nobunaga. mulai menghancurkan musuh-musuhnya dengan cara menguasai wilayah Kinai. diberi keleluasaan untuk menyebarkan agama itu di seluruh Jepang. Kondisi ini melahirkan krisis panjang dalam bentuk perang antar tuan tanah daerah atau sengoku jidai (1568 – 1600). Tujuan strategis Oda dalam hal ini adalah agar ia secara leluasa dapat memperoleh senjata api yang diperjualbelikan dalam kapal-kapal dagang Portugis. Tetapi krisis panjang ini sesungguhnya merupakan penyaringan atau kristalisasi tokoh pemersatu nasional. Selama 60 tahun terjadi perselisihan sengit antara Istana Utara melawan Istana Selatan (nambokuchō tairitsu). dan Kyoto yang merupakan pusat pemerintahan Bakufu Muromachi dan istana kaisar. Tokoh tersebut adalah Jenderal Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. Setiap Han13 seolah terikat dalam sebuah negara-negara kecil yang saling mengancam. Pada masa ini. yaitu Osaka sebagai pusat perniagaan.pentingnya mobilisasi pasukan infantri secara besar-besaran. Ashikaga tidak dapat mengontrol para daimyō daerah. yakni tokoh yang mampu menundukkan tuan-tuan tanah daerah. diwarnai dengan terpecahnya istana Kyoto menjadi dua. sekaligus memonopoli perdagangan dengan pihak asing. Pada awal abad ke-14. seorang keturunan daimyo dari wilayah Owari dan seorang ahli strategi militer. Sebagai akibatnya. . Mereka saling memperkuat posisi dan kekuasaannya di wilayah masing-masing. Nara yang merupakan “lumbung padi”. Pedagang portugis yang membawa agama Kristen. pedang dan tombak menjadi senjata utama di kalangan panglima perang.Strategi terpenting yang dijalankannya adalah Oda Nobunaga dengan melibatkan agama untuk mencapai ambisinya. dan kelemahan dari kavaleri busur panah dalam menghadapi penyerang.

Kemenangan berada di pihak Tokugawa di susul dengan didirikannya bakufu Edo pada tahun 1603. Semangat menang perang dengan energi pasukan yang tidak tersalurkan mendatangkan ancaman internal yang menjurus kepada disintegrasi bagi keluarga militer yang tidak puas atas kemenangan Toyotomi. ia dibunuh oleh pengikutnya sendiri. sebelum ia berhasil menyatukan seluruh Jepang. Pada akhirnya. Kedua peraturan ini secara strategis bermaksud “mengontrol” kekayaan para tuan tanah dan mengontrol para petani agar tidak melakukan perlawanan atau pemberontakan bersenjata. . seorang penganut agama Budha yang fanatik. Sayang serangan ini gagal dan Toyotomi wafat pada tahun 1598. menandakan awal kehancuran bakufu Muromachi. Oda Nobubunaga membangun benteng Azuchi Momoyama pada tahun 1573 setelah berhasil menjatuhkan Bakufu Muromachi. Dalam hal inilah Toyotomi menyalurkan kekuatan dahsyat tersebut untuk menyerang Korea pada tahun 1592 dan 1597. melanjutkan penyatuan Jepang. khususnya di Edo (Tokyo). Kemelut ini menyulut perang besar antara kelompok-kelompok daimyo yang memihak Toyotomi melawan daimyo yang memihak Tokugawa di medan perang Sekigahara pada tahun 1600. Keberhasilan Toyotomi menaklukkan seluruh tuan tanah mendatangkan masalah tersendiri. Terdapat dua peraturan penting yang dikeluarkan Toyotomi : taiko kenchi (peraturan kepemilikan tanah) dan katana garirei (peraturan perlucutan pedang) bagi para petani. Ketika itu. pada tahun 1582 di Honnoji. dan tugasnya ini dituntaskan pada tahun 1590 dengan menaklukkan keluarga Hojo di Odawara dan keluarga Shimaru di Kyushu tiga tahun sebelumnya.Toyotomi Hideyoshi. yang merupakan pengikut setia Oda.Dengan memiliki senjata api (yang paling canggih pada masa itu).Kecenderungan terdapat perilaku bawahan terhadap atasan yang dikenal dengan istilah gekokujō ini telah muncul tatkala Toyotomi menyerang Korea. Strategi Oda dengan melindungi agama Kristen mendatangkan sakit hati bagi pemeluk agama Budha. Akechi Mitsuhide. Oda akan dapat menundukkan musuh-musuhnya lebih cepat dan mempertahankan wilayah yang telah dikuasainya serta membentuk pemerintahan pusat yang kokoh. Tokugawa Ieyasu mulai memperkuat posisinya di Jepang bagian timur.

Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. istilah shōgun yang berarti jenderal dalam kemiliteran tetap digunakan hingga sekarang. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan . jalan teh) adalah ritual tradisional Jepangdalam menyajikan teh untuk tamu. chadō?. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯?) ataucha no yu.Pejabat shogun diangkat dengan perintah kaisar. Upacara Minum Teh Jepang Upacara minum teh (茶道 sadō. Dalam konteks sejarah Jepang. Jabatan Sei-i Taishōgun dihapus sejak Restorasi Meiji.C. Negara asing mengganggap shogun sebagai "raja Jepang". Gelar Sei-i Taishōgun diberikan kepada panglima keshogunan (bakufu) sejak zamanKamakura hingga zaman Edo. jenderal yang dikirim untuk menaklukkan wilayah bagian timur Jepang disebut Sei-i Taishōgun. dalam bahasa Jepang. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebutchashitsu.Sejak zaman Nara hingga zaman Heian. Jabatan yang lebih rendah dari Sei-i Taishōgun disebut Seiteki Taishōgun (征狄大将軍 panglima penaklukan orang barbar?) dan Seisei Taishōgun (征西大将軍panglima penaklukan wilayah barat?). Sei-i Taishōgun merupakan salah satu jabatan jenderal yang dibuat di luar sistem Taihō Ritsuryō. Shogun adalah juga pejabat Tōryō(kepala klan samurai) yang didapatkannya berdasarkan garis keturunan. Walaupun demikian. namun secara resmi shogun diperintah dari istana kaisar. Shogun Shogun (将軍 /Shōgun) adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal. dan bukan penguasa yang sesungguhnya. Kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan Kaisar Jepang. bila disebut pejabat shogun maka yang dimaksudkan adalah Sei-i Taishōgu (征夷大将軍) yang berarti Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi melawan Orang Biadab (istilah "Taishōgun" berarti panglima angkatan bersenjata). dan dalam praktiknya berperan sebagai kepala pemerintahan/penguasa Jepang. disingkat shogun. D.

tapi sebagai seni dalam arti luas. E. Bahan yang digunakan adalah kertasatau kain yang biasanya berbentuk persegi. upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Pada tahun 610 di . Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan. Pada abad ke-6. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama. kebiasaan. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō.dinding (kakejiku). bunga(chabana). Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts'ai Lun. Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup. upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. cara berpikir. cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. agama. Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō. Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh. dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Dalam percakapan sehari-hari di Jepang. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak. Pada umumnya. etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan. Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum. basa-basi. Origami Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.

pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusan agama. tidak ada sekolah agama negara (seperti IAIN di Indonesia). tidak ada Departmen Agama. Di Jepang pernah orang Kristen menjadi Perdana Menteri. dan masalah agama dianggap sebagai urusan pribadi. Dan dalam pasal 89 tertulis bahwa uang negara tidak boleh dipakai untuk lembaga agama. seorang biksu Buddhabernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dantinta. Terutama. Hal itu tidak . mahasiswa yang mempercayai agama tertentu hanya 7. F.6%).masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka). Masa jabatannya dari tahun 1978 sampai 1980. Orang Jepang tidak ikut campur urusan pribadi orang lain. sekitar 70% orang Jepang menjawab tidak memeluk agama. Etika Budaya Masyarakat Jepang Masyarakat Jepang: masyarakat yang tidak peduli pada agama Dimulai dari ciri-ciri khusus masyarakat Jepang dibandingkan dengan masyarakat Indonesia. Dalam undang-undang dasar Jepang. Perbedaan yang paling besar antara masyarakat Jepang dengan Indonesia adalah masyarakat Jepang tidak peduli pada agama. biasanya dia tidak suka memamerkan agamanya sendiri. tapi sama sekali tidak menjadi masalah dan sama sekali tidak mempengaruhi kebijakannya. Memang jumlah orang Kristen cuma 1% dari penduduk Jepang. dan kalau dia mempercayai agama tertentu. Menurut beberapa penelitian. ) Maka di Jepang tidak ada ruangan untuk sembahyang seperti mushala di instansi negara (termasuk sekolah). Dalam pasal 20 tertulis bahwa semua lembaga agama tidak boleh diberi hak istimewa dari negara dan tidak boleh melaksanakan kekuatan politik. Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi. namanya OHIRA Masayoshi. (Pada tahun 1996. negara dan instansinya tidak boleh melakukan kegiatan agama dan pendidikan agama tertentu. Orang Jepang tidak peduli orang lain agamanya apa. pemuda Jepang sangat tidak peduli agama. Dilarang keras memakai anggaran negara untuk hal-hal agama.

menerbitkan buku berjudul Tokugawa Religion: The Cultural Roots of Modern Japan (1957) menganalisis kemajuan Jepang berdasar teori Max Weber yaitu Die Protestantische Ethik und der “Geist” des Kapitalismus (1905). Ideologi pemerintah Jepang adalah Shinto versi negara. dilimpah dengan tempat judi. (Tetapi beberapa sekte tidak disukai banyak orang.) Etika orang Jepang tidak berdasar atas agama Robert N Bellah. judi. Kebanyakan orang Jepang tidak sampai adiksi/kecanduan. Selain itu. Jepang dipenuhi dengan porno. Di Jepang tidak ada agama yang mendorong proses kapitalisme. semua hanya sarana hiburan saja untuk menghilangkan stres. porno. menjelaskan peranan nilai agama pramodern itu dalam proses modernisasi. ada yang menilai ajaran salah satu sekte Buddha Jepang Jodo Shinshu sebagai etos seperti Protestan. Bellah mengatakan ajaran “Sekimon shingaku” (Ilmu moral oleh ISHIDA Baigan) itu memerankan sebagai etos untuk modernisasi ekonomi. lebih tepat disebut karena ketidakpedulian orang Jepang pada agama. mirip dengan ajaran Puritanisme (memang Islam juga). tertib. Di Jepang modernisasi di dalam bidang ekonomi dilakukan oleh pemerintah Meiji. lebih makmur. bersih dan aman (setidak-tidaknya tidak terjadi konflik antar agama) daripada Indonesia. Tentu saja ajaran-ajaran itu mementingkan kerja keras. bekerja keras. Bagi orang Jepang. minuman keras. Tetapi menurut saya teori Bellah ini sangat diragukan. masyarakat Jepang sedikit korupsi. orang Jepang suka sekali minum minuman keras. Tetapi pada umumnya orang Jepang masih berdisiplin. Jadi. efisien. teori Max Weber tidak bisa diterapkan kepada Jepang. .dikatakan karena toleransi pada agama.

yang sampai sekarang masih mengkombinasikan budaya tradisionalnya ditengah zaman modern saat ini. Keanekaragaman buadaya jepang memiliki nilai esensi yang tinggi dengan karakteristik yang berbeda-beda. . 3. 1. mohon maaf bila banyak kekurangan.BAB III PENUTUP 3. Terimakasih atas semua pihak yang telah mendukung tersusunya makalah ini.1 Solusi Demikian makalah ini kami sususun. Kebudayaan Jepang sangat tertata. rapih dan lebih tradisionalis Semoga makalah ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk selalau menjaga dan melestarikan budaya agar dapat menjadi buah tangan bagi cucu kita nanti. Kebudayaan jepang memiliki nilai budaya yang tinggi. Indonesia perlu memaplikasikan program-program masyarakat jepang dalam mempertahankan budyanya. 4. 2. Namun ada beberapa point yang dapat kami simpulkan yang berupa penilaian atau argumentasi terhadap budaya jepang.

Washington. Chūkōshinso. Kimono: Fashioning Culture.wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Tomio Takahashi.google. Sei-i Taishōgun mō hitotsu no kokkashuken.com www.com Dalby. www. Liza (2001). 1987. USA: University .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful