Cocamide DEA Sinonim Coconut fatty acid monoethanolamide, Coconut fatty acid diethanolamide, Coconut fatty acid triethanolamide

, Ethanol, 2,2'-iminobis-, N-coco alkyl derivitives Karakteristik Cairan kental atau lunak Cocamide DEA diproduksi dari minyak kelapa. Minyak nabati seperti kelapa mengandung fatty acid, yang terdapat dalam jumlah yang besar di alam. Minyak ini mudah dihidrolisa dengan menggunakan bahanbahan untuk membentuk sabun alkali dan gliserin. Proses Acidification dari sabun kemudian dihasilkan fatty acid. Selanjutnya proses reaksi fatty acid dengan amine menghasilkan Cocamide DEA. Cocamide DEA merupakan zat yang dapat menurunkan tegangan permukaan atau surfaktan. Semua surfaktan dapat larut dalam sebagian air dan sebagian lemak Hal ini yang memungkinkan kualitas minyak dan air, yang biasanya tidak dapat bercampur atau tidak dapat bersatu. Penggunaan Cocamide DEA digunakan untuk meningkatkan kualitas foaming (busa yang terbentuk) serta menstabilkan busa, selain itu cocamide DEA membantu mengentalkan produk seperti shampo, hand soap, serta sediaan kosmetik yang lain. http://www.immunotec.co.id/produk_detail.php?invid=289&ktg=PC

Methyl paraben  Sinonim : nipagin  Rumus molekul : C8H8O3  Berat molekul : 153,13  Fungsi : antimikroba( topical 0,02-0,3%)  Pemerian : serbuk berwarna putih, tidak berwarna, serbuk Kristal  Kelarutan : sangat larut dalam aseton,etanol 1 in 2, etanol 95% 1 in 3, eter 1 in 10 air 1 in 400  OTT : surfaktan nonionic Anonim. 1985. Formularium Kosmetik Indonesia. Jakarta : Depkes RI

Pewarna yang boleh . bertindak sebagai agen bakteriostatik dan pengawet. Nipagin atau metil paraben umumnya digunakan sebagai agen anti-jamur dalam medium makanan Drosophila. obat-obatan dan kosmetika. Metil paraben diproduksi secara alami dan ditemukan di beberapa buah-buahan. Nipagin merupakan metil ester dari asam p-hydroxybenzoat Metil paraben termasuk dalam Bahan Tambahan Pangan (BTP) khususnya anti jamur yang digunakan secara luas sebagai pengawet untuk makanan. reaksi metil paraben praktis non-iritasi dan non-sensitif.shvoong. PEWARNA Berfungsi untuk menghasilkan sediaan yang menarik perhatian konsumen. Nipagin dimetabolisme oleh bakteri tanah sehingga benar-benar rusak. khususnya blueberry.com/exact-sciences/chemistry/2062213-sekilas-tentang-nipagin-metilparaben/#ixzz1tL3hVema 5. bersama dengan paraben lain. walaupun reaksi alergi terhadap paraben telah dilaporkan Sumber: http://id. Dalam populasi dengan kulit normal. Penelitian tentang toksisitas akut menunjukkan bahwa metil adalah praktis tidak beracun baik secara oral maupun parenteral. Senyawa ini sering ditemukan pada pembiusan lokal. Penggunaan metil dikenal untuk memperlambat laju pertumbuhan Drosophila pada stadium larva dan pupa. Secara umum metil dan propilparaben dianggap aman sebagai pengawet anti bakteri pada makanan dan kosmetik.Nipagin atau metil paraben termasuk salah satu dari kelompok paraben yang memiliki rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Tidak ada bukti bahwa metil atau propilparaben berbahaya pada konsentrasi yang biasanya digunakan dalam perawatan tubuh atau kosmetik. Hal ini terhidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh. Metil paraben siap diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit.

medterms.443 . sehingga setelah itu kulit kepala dan rambut menjadi bersih.New York: Graw Hill company Definition of Herbal Herbal: 1.07 kal/mol 0K Patnaik.Titik didih : 1413 0C .1 Latar Belakang Shampo adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud keramas rambut. p. dan sedapat mungkin menjadi lembut.Titik lebur : 801 0C . Dan merupakan produk perawatan rambut yang digunakan untuk menghilangkan minyak.com/script/main/art. 2003.165 gr/ml .digunakan adalah pewarna FDC (Food. D & C atau DC Eksternal. Handbook of inorganic chemical. also a book which catalogs and illustrates herbs.Kenampakan : Butiran kristal putih atau powder .asp?articlekey=31351# LAPORAN KOSMETOLOGI .Densitas : 2.html  Garam Dapur (NaCl) Sifat-sifat dari garam dapur (Patnaik. as in an herbal tea. usually reflecting the botanical or medicinal aspects of herbs. referring to herbs. . metanol dan gliserol . saffron.Cp (liquid) : 12.. An adjective.Sinonim : Garam dapur . debu.Rasa : Bersifat garam . Contoh : Karoten. dll. dan kotoran lain dari rambut. 2.Kelarutan : Larut dalam air.Rumus molekul : NaCl . alkanet. amaranth.Bobot molekul : 58.blogspot. The word "herbal" was pronounced with a silent "h" on both sides of the Atlantic until the 19th century but this usage persists only on the American side http://www. 2003) : . serpihan kulit. Drug and Cosmetic).Struktur : Berbentuk kubus . mudah diatur dan berkilau. http://food-drugsinfo. A noun..FORMULASI SHAMPO BAB I PENDAHULUAN I.Nama kimia : Natrium klorida .com/2004_11_01_archive.

indah dan mudah ditata. pengental dan sebagainya yang berguna untuk membersihkan kotoran yang melekat pada rambut seperti sebum. lembut dan mudah diatur.Kata shampoo berasal dari bahasa Hindi champo. pembentuk busa. Memiliki daya bersih yang baik tanpa terlalu banyak menghilangkan minyak dari kulit kepala 3. "memijat". keringat. memiliki performance yang baik (warna dan viskositas yang baik) harga yang murah dan terjangkau. zinc pirythion. Memiliki pH yang baik netral maupun sedikit basa 6. mengontrol ketombe (dandruff) serta dapat memperbaiki struktur rambut secara keseluruhan. Shampoo adalah suatu zat yang terdiri dari surfaktan. sehingga rambut akan kelihatan lebih bersih. Menjadikan rambut halus. krim. formulasinya hamper sama seperti shampoo lain tetapi ditambahkan bahan aktif seperti senium sulfide. Di Indonesia dulu shampoo dibuat dari merang yang dibakar menjadi abu dan dicampur dengan air. lembut serta mudah disisir 4. formulanya dan klasifikasi preparat seperti liquid. walapun air sadah tanpa mengalami pengendapan 2. sulfur. Sebuah formulasi shampoo yang baik mempunyai kemampuan khusus yang dapat meminimalisasi iritasi mata. Secara spesifik suatu shampoo harus: 1. Mudah larut dalam air. pasta. shampoo untuk anak-anak dan sebagainya. . Preparat shmapo harus meninggalkan kesan harum pada rambbut. pelembut. Tidak iritasi pada tangan dan kulit kepala 7. shampoo anti dandruff. Memiliki performa yang baik Antidandruff shampoo merupakan shampooyang ditujukan untuk mengontrol sel kulit mati dikulit kepala. bentuk imperatif dari champna. Cepat bebusa dan mudah dibilas serta tidak menimbulkan iritasi jika kontak dengan mata 5. Shampoo banyak jenis dan typenya.

Mampu mengevaluasi sediaan shampo BAB II LANDASAN TEORI II. Shampoo untuk binatang juga dapat mengandung insektisida untuk membunuh kutu. Shampoo. Mengetahui cara membuat sediaan shampoo yang aman dan nyaman digunakan 2. Logam ini tidak beracun bagi manusia. Setelah mencuci rambut dengan shampoo. Mengetahui metode-metode krim yang tepat 3. Mencuci rambut memang persoalan mudah tetapi mungkin anda mengalami kesulitan saat memilih jenis shampo yang cocok untuk diri anda sendiri. Karena keindahan rambut sangat bisa menunjang kecantikan dan keseluruhan penampilan anda. Shampoo untuk bayi dibuat sedemikian rupa sehingga tidak perih di mata. Beberapa shampoo manusia tidak dapat digunakan untuk binatang karena mengandung seng (misalnya shampoo anti ketombe). Karena memang banyak sekali produsen shampo menawarkan kepada anda. biasanya digunakan produk conditioner agar rambut mudah ditata kembali. bila dicampur dengan air. namun berbahaya bagi binatang.1 Shampo Rambut memang mahkota bagi semua orang dan bisa dianggap sebagai bingkai untuk wajah anda. .2 Tujuan Percobaan 1.. dapat melarutkan minyak alami yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melindungi rambut.I.

Kotoran rambut yang dimaksud tentunya sangat kompleks yaitu : sekret dari kulit. Shampo yang dibuat transparan tidak boleh menjadi keruh dalam penyimpanan. 3. Jenis detergen yang paling lazim diedarkan tergolong alkil sulfat. Agar shampo berfungsi sebagaimana disebutkan diatas. Tidak mengiritasi kulit kepala dan juga mata. Shampo harus dapat menghilangkan segala kotoran pada rambut. yang terbentuk dengan cepat. dan diganti dengan shampo yang dibuat dari detergen. tetapi dapat mengganti lemak natural yang ikut tercuci dengan zat lipid yang ada didalam komposisi shampo. Viskosita dan pHnya juga harus tetap konstan. Shampo yang menggunakan bahan alam sudah banyak ditinggalkan.Selain itu terdapat juga shampoo dalam bentuk padat. menyebabkan sukar diatur. lemak rambut dapat hilang. Sifat detergen ini tergantung pada panjang rantai alkohol lemak yang digunakan. sehingga jika digunakan untuk keramas rambut. detergen dapat melarutkan lemak dan daya pembersihnya kuat. Pada awalnya shampo dibuat dari berbagai jenis bahan yang diperoleh dari sumber alam. 5. kusam dan mudah menjadi kusut. shampo harus memiliki sifat sebagai berikut : 1. rambut menjadi kering. Shampo harus dapat membentuk busa yang berlebih. shampo harus tidak terpengaruh oleh wadahnya ataupun jasadrenik dan dapat mempertahankan bau parfum yang ditambahkan kedalamnya. kotoran yang disebabkan oleh lingkungan dan sisa sediaan kosmetik. terutama laurilsulfat. Shampo harus tetap stabil. 2. lembut dan mudah dihilangkan dengan membilas dengan air. sel kulit yang rusak. Detergen yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan shampo memiliki sifat fisikokimia tersendiri yang umumnya tidak sepenuhnya searah dengan ciri sifat yang dikehendaki untuk shampo. Homolog rendah seperti C12 ( lauril ) dan C14 ( miristil ) memiliki sifat yang lebih baik dibandingkan dengan homolog yang lebih tinggi seperti C16 ( palmitil ) dan C18 ( stearil ) dalam hal . Sifat detergen yang terutama dikehendaki untuk shampo adalah kemampuan membangkitkan busa. yang lebih ringkas dan mudah dibawa namun kurang praktis untuk rambut panjang. sari abu merang ( sekam padi ). seperti sari biji rerak. Umumnya. sari daging kelapa. Shampo harus mempunyai sifat detergensi yang baik tetapi tidak berlebihan. 4. karena jika tidak kulit kepala menjadi kering. juga alkohol monohidrat dengan rantai C10 – 18.

tetapi jarang digunakan untuk pembuatan shampo. Zat tambahan shampo Untuk memperbaiki sifat detergen yang menunjukkan pengaruh jelek terhadap rambut. memberikan cukup busa pada suhu kamar. Alkolobromida asam lemak . karena suhu padatnya tinggi. Biasanya senyawa ini digunakan sebagai campuran detergen seperti nampak pada amonium monoetanolamina atau amonium trietanolamina alkilsulfat. Detergen alkilsulfat yang dibuat dari alkohol lemak. kelarutannya menurun dengan meningkatnya homolog rantai karbonnya.memberikan busa dan basah dengan sifat pembersih yang baik. Kelarutan detergen alkilsulfat dalam air berkurang. disamping itu dalam penyimpanan tetap stabil. Di samping itu detergen yang digunakan untuk pembuatan shampo. sehingga tidak begitu berbusa. rambut yang dikeramas dengan shampo ini masih mudah diatur. atau bau yang tidak mungkin ditutupi dengan baik. Trietanolamina ( TEA ) laurilsulfat dianggap paling luas dapat diterima untuk digunakan dalam pembuatan shampo. Shampo dengan formulasi tersebut memiliki pembersih dan pembusa yang baik. Amonium alkilsulfat. Detergen alkilsulfat dengan alkohol lemak dengan rantai karbon kurang dari 10 seperti C8 ( kaprilil ) dan C10 ( kapril ) lebih condong menunjukkan sifat iritasi. harus memiliki sifat berikut : 1. 2. sehingga shampo yang dibuat dari detergen alkilsulfat dengan atom C16-18 tidak dapat disimpan pada suhu rendah. Tidak boleh memberikan bau tidak enak. Detergen alkilsulfat dengan rantai karbon 12 – 14 adalah noniritan. Harus bebas reaksi iritasi dan toksik. 3. perlu ditambahkan zat tambahan shampo dalam formulasi shampo. terutama pada kulit dan mata atau mukosa tertentu. 1. Warnanya tidak boleh menyolok. lagipula detergen ini dipengaruhi oleh efek air sadah. meskipun suhu rendah. dan tidak mudah rusak dalam penyimpanan. meskipun memiliki keaktifan pembersih yang sedang.

atau boraks. shampo ini diedarkan dengan berbagai nama seperti shampo lanolin. lanolin atau salah satu derivatnya. shampo telur. umunya diharapkan untuk menimbulkan efek terhadap pembentukan dan stabilisasi busa . kolesterol. shampo protein. sedangkan zat pengencer biasanya digunakan natrium karbonat. meliputi zat golongan glikol. shampo lemon. karena konsistensinya tidak begitu kental. Zat tambahan shampo lain Terdiri dari berbagai jenis zat. digunakan sebagai zat tambahan shampo dengan harapan. terutama yang kadarnya lebih kurang 4%. karboksimetilselulosa.Digunakan untuk meningkatkan stabilitas busa dan memperbaiki viskosita. Tergantung dari jenis zat tambahan yang digunakan. natrium seskuikarbonat. Lemak bulu domba. zat ini akan tetap tertinggal pada kulit kepala dan rambut. natrium bikarbonat. karena asam amino memiliki sifat higroskopik yang akan memperbaiki kelembaban rambut. dan asetogliserida Digunakan untuk maksud memperbaiki efek condisioner detergen dasar shampo yang digunakan. atau isopropanolamina yang sesuai. 4. sehingga rambut yang dikeramasshampokan akan mudah diatur dan memberikan penampilan rambut yang serasi. setelah rambut dikeramas-shampokan. provinilpirolidon. dan silikon cair. . Zat ini merupakan hasil kondensasi asam lemak dengan monoetanolamina ( MEA ). Shampo emulsi Shampo ini mudah dituang. Jenis-jenis shampo 1. shampo susu atau bahkan shampo strawberry. 2. Asam amino Terutama asam amino essensial. 3. oleilalkohol. dinatrium fosfat. shampo brendi. Shampo bubuk Sebagai dasar shampo digunakan sabun bubuk. dietanolamina ( DEA ). 2. dan berfungsi sebagai pelembab.

tetapi umumnya berkadar 0. Oleic acid  Sinonim : asam oleat : 7. Sodium lauryl sulfate  Sinonim : Natrii lauryl sulphate  Rumus molekul : C12 H25 NaO 4  Berat molekul : 288. detergen pada shampoo . emulsifying agent (0. Faktor yang harus diperhatikan dalam formulasi shampo ini meliputi viskosita. Shampo krim atau pasta Sebagai bahan dasar digunakan natrium alkilsulfat dari jenis alkohol rantai sedang yang dapat memberikan konsistensi kuat.3. sehingga perlu memperhatikan batas kadar yang ditetapkan pemerintah.5 %. 4.38  Pemerian  Fungsi (≈10%)  pH  kelarutan  OTT 2. Zat pengawet yang lazim digunakan meliputi 0.2 Zat Tambahan 1.5-2. dan mengendap dengan garam potassium. warna keharuman. Untuk membuat shampo pasta dapat digunakan malam seperti setilalkohol sebagai pengental.0 %. kedua zat ini sangat racun.5 : sangat larut dalam air. dan pemgawetan. garam fenilraksa. Shampo larutan Merupakan larutan jernih. II. atau cream sampai Kristal kuning : surfaktan anionic. : serbuk putih.3 – 1. praktis tidak larut dalam eter dan kloroforom : garam alkaloid.5%). Dan sebagai pemantap busa dapat digunakan dietanolamida minyak kelapa atau isopropanolamida laurat. pembentukan dan stabilitas busa.0-9.2 % larutan formaldehid 40 %. Parfum yang digunakan berkisar antara 0.

praktis tidak larut : aluminium. etanol 95% 1 in 3. serbul lembek.. eter 1 in 10 air 1 in 400 : surfaktan nonionic  Pemerian : tidak berbau.02-0. serbuk Kristal : sangat larut dalam aseton. etanol.47  Fungsi  Kelarutan dalam air  OTT : emulsifying agent : sangat larut dalam benzene. methanol. asam perklorat. bebs butiran. benzene 1 in 24. ethanol 95%. heksan. logam berat. asam lemak.etanol 1 in 2. tidak berwarna.  OTT : 10. dan zat pengoksidasi 3. Methyl paraben  Sinonim : nipagin  Rumus molekul : C8H8O3  Berat molekul : 153. Triethanolamin  Sinonim : TEA  Rumus molekul : C6H15NO3  Berat molekul : 149. Rumus molekul : C18 H34O2  Berat molekul : 282. .13  Fungsi  Pemerian  Kelarutan  OTT 5. kloroforom..19  Fungsi  pH  Kelarutan kloroform.5 : tidak larut dalam aceton. larut dalam : emulsifying agent : asam mineral. kuning keabuan pucat atau kuning kehijeuan pucat. kalsium. tidak berasa.3%) : serbuk berwarna putih. copper. eter. larutan iodine. Sulfur  Sinonim : belerang : antimikroba( topical 0. tionyl klorida 4. dan air.

dan dalam eter.sangat sukar larut dalam etanol 955  Khasiat : antiskabies 6. dan dalam 4 bagian etanol 955.  Fungsi 7. sukar larut dalam minyak zaitun. praktis tidak larut dalam air  OTT 8. rasa agak manis  Kelarutan : larut dalam 550 bagian air.. Kristal putih.fixed oil. praktis tidak larut dalam air  OTT : zat pengoksidasi 9. sangat mudah larut dalam karbondisulfida P. atau putih kekuningan. heksan dan propilenglikol. dan eter. White wax  Sinonim  Fungsi : lilin putih : emulsifying agent : logam hidroksida dan zat pengoksidasi  Kelarutan : larut dalam kloroform. serbuk.  Kelarutan : sangat larut dalam benzene. eter. larut dalam larutan ammonium asetat. karbon tetraklorida. dan karbon disulfide. Cetyl alcohol  Sinonim : cetil alcohol . hampir tidak berbau. Steararic acid  Sinonim : asam stearat : keratolitikum  Rumus molekul : C 15H36O2  Berat molekul  Fungsi  Pemerian : 284. mudah larut dalam kloroform. minyak yang mudah menguap. Kelarutan . larut dalam etanol. putih. kloroform.47 : emulsifying agent 91-20%) : keras. Acidium salicycum  Sinonim  Pemerian dan tajam : asam salisilat : hablur ringan tidak berwarna atau serbuk putih. praktis tidak larut dalam air.

44  Fungsi : coating agent. Natrium lauryl sulfat 30% 3. Lumpang 6. Asam salisilat 3% 2. emulsifying agent  OTT : zat pengoksidasi kuat BAB III MATERI DAN METODE III.2 Bahan 1. Erlenmeyer 2. Spatula III. Beker glass 4.1 Alat 1. Asam oleat 20% . Rumus molekul : C 16H34O  Berat molekul : 242. Cawan porselen 3. Penangas 7. Mortir 5.

2% qs ad 50 gram III. Parfum 7. Aquadest 10% 0. Trietanolamin 5. Ditambahkan TEA perlahan – lahan sambil diaduk.4. Asam oleat. Na lauryl sulfat dan aquadest dipanaskan diatas waterbath hingga 60º C 2. 4. Ditambahkan parfum pada suhu 350C BAB IV DATA DAN HASIL PENGAMATAN I.1 Formula Kelompok 1 Na Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Sulfur 2% Kelompok 5 Lilin putih 15% Kelompok 6 Lilin putih 10% Lauryl Asam 3% salisilat Sulfur 2% sulfat 40% Asam 20% oleat Na lauryl sulfat Na lauryl sulfat Na lauryl sulfat Adeps 30% 25% 30% 5% lanae Adeps 10% lanae . 3. Nipagin 6. Dimasukkan kedalam botol dan dibiarkan dingin.3 Prosedur Kerja 1.

putih Terbentuk banyak busa 6 encer 7 homogen Wangi.2 Hasil Pengamatan Formula/evaluasi viskositas pH homogenitas Karakteristik produk Pembentukan busa 1 kental 9 homogen Wangi. putih Terbentuk banyak busa 3 Kental 9 homogen Wangi.2% Parfum Aquadest 50 gr Nipagin 0.2% TEA 10% NaOH 1% NaOH 1% Na lauryl sulfat Na lauryl sulfat 10% 10% Parfum Nipagin 0.3% Parfum Nipagin 0. putih Terbentuk banyak busa 4 kental 10 homogen Wangi.5 homogen Wangi. putih Terbentuk banyak busa 5 encer 6. putih Terbentuk banyak busa BAB V PEMBAHASAN . putih Terbentuk banyak busa 2 kental 8 homogen Wangi.2% Aquadest 50 gr ad Aquadest 50gr ad Aquadest 50gr ad Aquadest 50gr ad Aquadest 50gr ad IV.2% ad Parfum Nipagin 0.3% Parfum Parfum Nipagin 0.TEA 10% asam 20% oleat Asam 7% stearat Asam 7% stearat Cetil 5% alcohol Cetil 8% alcohol Nipagin 0.

pembentuk busa. Asam oleat yang digunakan dalam formulasi merupakan fase minyak yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. yang merupakan pengawet larut air. Pengawet yang digunakan dalam sediaan ini adalah nipagin atau metil paraben. sampo merupakan salah satu hair care. maka dengan tingginya kadar Na lauril sulfat busa yang terbentuk juga lebih banyak. Perbedaan sediaan antara hasil formula kelompok 1 dan 2 adalah masalah pH. sedangkan kelompok 2 sebesar 30%. sehingga nipagin ini kurang efectiv. Natrium lauril sulfat merupakan surfactan anionic yang biasa digunakan dalam body care maupun hair care. pH nya sekitar 8 dan busa yang dihasilkan lebih banyak. Hasil dari formula ini menghasilkan sediaan cream sampo yang memiliki pH sekitar 7-8 dengan kehomogenitasan yang baik. Sediaan ini pun merupakan cream W/O. asam salisilat. yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. namun untuk sediaan sampo yang menggunakan surfactan base seperti pada sediaan ini nipagin kurang efectiv digunakan karena dalam periode beberapa bulan saja sediaan akan berjamur. sedangkan formula 2 dengan konsentrasi Na lauril sulfat 30%. Sampo adalah suatu sediaan yag terdiri dari surfactan.Pada praktikum kali ini kami mebuat sediaan sampo. kedua sediaan ini yang berperan dalam pembentukan cream sampo ini. viskositas sediaan juga sangat baik. untuk formula pertama dengan konsentrasi Na lauril sulfat sebanyak 25% memilki pH sekitar 7 dan busa yang dihasilkan lebih sedikit. Surfactan ini berfungsi untuk mengangkat kotoran yang ada di kulit. pengental dan bahan tambahan lainnya. Efek setelah penggunaan cream sampo ini . Hanya saja sediaan cream sampo ini jarang ditemui di pasaran dan kurang praktis digunakan. karena dengan kadar Na lauril sulfat yang tinggi akan meningkatkan kebasaan dari sediaan dan Na lauril sulfat juga sebagai pembentuk busa. Praktikum kali ini dicobakan 3 formula sampo dalam bentuk sediaan yang berbeda yaitu cream sampo. untuk kelompok 1 konsentrasi natrium lauril sulfat sebesar 20%. pelembut. selain sebagai surfactan Na lauril sulfat pun dapat digunakan sebagai pembentuk busa. Pengawet ini biasa digunakan dalam sediaan farmasi oral maupun topikal. liquid sampo dan conditioner. Dalam formulasi ini digunakan asam salisilat sebesar 3%. Formula yang dikerjakan oleh kelompok 1 dan 2 dibedakan dalam hal konsentrasi natrium lauril sulfat yang digunakan. dan busa yang terbentuk cukup banyak dan tahan lama. begitu pula dengan TEA (trietanolamin) yang merupakan zat pengemulsi yang larut air (fase air). Di beberapa negara eropa. Formula yang pertama terdiri dari asam salisilat sebagai zat aktif yang mempunyai khasiat sebagai keratolitik dan biasa digunakan dalam sampo anti ketombe. Na lauril sulfat ini sudah dimodifikasi menjadi bentuk Na laureth ester sulfat yang tingkat iritasi kulitnya lebih rendah. Sampo mempunyai fungsi untuk membersihkan kotora yang ada di kulit kepala.

conditioner mempunyai viscositas yang lebih tinggi dan tidak menghasilkan busa yang banyak seperti sampo. untuk cetyl alkohol pada formula a lebih sedikit 2% dibandingkan formula b. dan konsentrasi adeps lanae pada formula a lebih sedikit 5%. NaOH yang digunakan berfungsi sebagai viscosity modifier. adeps lanae. namun ternyata formula a hasilnya lebih encer dari formula b. wax yang ditambahkan pada formulasi ini adalah lilin putih dan adeps lanae. perbedaan antara conditioner dan sampo adalah. panas yang digunakan kurang maksimal sehingga sediaan menjadi encer dan faktor pengadukan juga sangat mempengaruhi. cetyl alkohol dan propilenglikol. Konsentasi lilin putih pada formulasi a lebih banyak 5%. Sulfur yang digunakan adalah sebesar 2% . . dan mempunyai kesan lembut. Formula yang ketiga adalah formula conditioner. Untuk menambah viskositas dari sediaan sampo sehingga menjadi conditioner biasanya ditambahkan wax. selain itu sediaan ini kurang praktis dalam penggunaannya. dan pH cenderung netral hingga sedikit asam. dan asam stearat sebagai zat pengemulsi. Perbedaan antara formula 3 kelompok 6 (a) dan 7 (b) adalah dalam hal konsentrasi lilin putih. Dengan formula ini seharusnya hasil sediaan dari formula a mempunyai viskositas yang lebih tinggi dari formula b.adalah berminyak/lengket pada rambut sehingga kurang menyenangkan untuk digunakan. Nipagin pun kurang efectiv jika digunakan dalam sediaa ini kecuali jika dikombinasikan dengan pengawet lainnya. Formula yang kedua adalah liquid sampo yang terdiri dari sulfur sebagai antidandruff. sedangkan formula b mempunyai viskositas dan homogenitas yang baik. Pada formula ini juga digunakan Na lauril sulfat sebagai surfactan dan foam booster (pembentuk busa). Hal-hal yang menyebabkan terhadinya sediaan yang encer ini antara lain. Hasil dari formula ini kurang baik dengan pH basa yaitu sekitar 10 dan sulfur tidak bercampur dengan baik dalam sediaan tersebut. Bau dari sulfur sendiri kurang menyenangkan sehingga sediaan mempunyai bau yang kurang baik meskipun telah ditambahkan parfum. Pada formula ini juga digunakan propilenglikol segai humectan dan peningkat penetrasi sediaan. Surfactan yang digunakan sama seperti formula lainnya yaitu Na lauril sulfat. sehingga kehomogenitasan dari sediaan ini sangat kurang. jadi NaOH ini akan memperbaiki struktur polimer sehingga viskositas dari sampo menjadi lebih baik. pada formula ini digunakan cetil alkohol sebagai zat pengemulsi dan cetyl alkohol ini larut dalam air. Nipagin pun kurang cocok dalam formula ini karena sediaan ini merupakan sampo basis surfactan.

wikipedia. 3. daya bersih. Evaluasi yang dapat dilakukan terhadap sediaan sampo antara lain: viskositas. homogenitas. dan jika terdiri dari 2 fasa sangat diperlukan adanya zat pengemulsi. Jakarta : Depkes RI . Pembuatan sampo harus sangat diperhatikan penggunaan suhu saat pencampuran dan lamanya pengadukan agar dihasilkan sampo dengan konsistensi dan homogenitas yang baik. pH. 1985. 2.org/wiki/Shampoo http://id. Bentuk fisik sampo ada beberapa macam antara lain. Formularium Kosmetik Indonesia.id/tips/kenali-istilah-shampo-anda.shvoong.com/exact-sciences/physics/1819623-tips-memilih-shampoo/ Anonim.htm http://id.resep.web. Sampo merupakan salah satu sediaan hair care yang umum digunakan. cream. Formulasi sampo yang paling mendasar adalah penggunaan surfactan seperti Na lauril sulfat. 4. pembentukan busa dan karakteristik produk. uji mikrobiologi. liquid dan pasta. DAFTAR PUSTAKA http://www.BAB VI KESIMPULAN 1. bobot jenis.

London: Pharmaceutical Press .Anonym. Jakarta: Depkes RI Wade. 1979.Walker.1994. Handbook of Pharmaceutical Excipients Second Edition. Ainkey. Paul. Farmakope Edisi Ketiga. J.