Cocamide DEA Sinonim Coconut fatty acid monoethanolamide, Coconut fatty acid diethanolamide, Coconut fatty acid triethanolamide

, Ethanol, 2,2'-iminobis-, N-coco alkyl derivitives Karakteristik Cairan kental atau lunak Cocamide DEA diproduksi dari minyak kelapa. Minyak nabati seperti kelapa mengandung fatty acid, yang terdapat dalam jumlah yang besar di alam. Minyak ini mudah dihidrolisa dengan menggunakan bahanbahan untuk membentuk sabun alkali dan gliserin. Proses Acidification dari sabun kemudian dihasilkan fatty acid. Selanjutnya proses reaksi fatty acid dengan amine menghasilkan Cocamide DEA. Cocamide DEA merupakan zat yang dapat menurunkan tegangan permukaan atau surfaktan. Semua surfaktan dapat larut dalam sebagian air dan sebagian lemak Hal ini yang memungkinkan kualitas minyak dan air, yang biasanya tidak dapat bercampur atau tidak dapat bersatu. Penggunaan Cocamide DEA digunakan untuk meningkatkan kualitas foaming (busa yang terbentuk) serta menstabilkan busa, selain itu cocamide DEA membantu mengentalkan produk seperti shampo, hand soap, serta sediaan kosmetik yang lain. http://www.immunotec.co.id/produk_detail.php?invid=289&ktg=PC

Methyl paraben  Sinonim : nipagin  Rumus molekul : C8H8O3  Berat molekul : 153,13  Fungsi : antimikroba( topical 0,02-0,3%)  Pemerian : serbuk berwarna putih, tidak berwarna, serbuk Kristal  Kelarutan : sangat larut dalam aseton,etanol 1 in 2, etanol 95% 1 in 3, eter 1 in 10 air 1 in 400  OTT : surfaktan nonionic Anonim. 1985. Formularium Kosmetik Indonesia. Jakarta : Depkes RI

Penelitian tentang toksisitas akut menunjukkan bahwa metil adalah praktis tidak beracun baik secara oral maupun parenteral. bersama dengan paraben lain. Nipagin atau metil paraben umumnya digunakan sebagai agen anti-jamur dalam medium makanan Drosophila. Metil paraben diproduksi secara alami dan ditemukan di beberapa buah-buahan. Nipagin dimetabolisme oleh bakteri tanah sehingga benar-benar rusak. Pewarna yang boleh .Nipagin atau metil paraben termasuk salah satu dari kelompok paraben yang memiliki rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). khususnya blueberry. Secara umum metil dan propilparaben dianggap aman sebagai pengawet anti bakteri pada makanan dan kosmetik. Senyawa ini sering ditemukan pada pembiusan lokal. Hal ini terhidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh. reaksi metil paraben praktis non-iritasi dan non-sensitif. Nipagin merupakan metil ester dari asam p-hydroxybenzoat Metil paraben termasuk dalam Bahan Tambahan Pangan (BTP) khususnya anti jamur yang digunakan secara luas sebagai pengawet untuk makanan. Penggunaan metil dikenal untuk memperlambat laju pertumbuhan Drosophila pada stadium larva dan pupa. obat-obatan dan kosmetika. bertindak sebagai agen bakteriostatik dan pengawet.shvoong. walaupun reaksi alergi terhadap paraben telah dilaporkan Sumber: http://id. PEWARNA Berfungsi untuk menghasilkan sediaan yang menarik perhatian konsumen. Tidak ada bukti bahwa metil atau propilparaben berbahaya pada konsentrasi yang biasanya digunakan dalam perawatan tubuh atau kosmetik.com/exact-sciences/chemistry/2062213-sekilas-tentang-nipagin-metilparaben/#ixzz1tL3hVema 5. Metil paraben siap diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Dalam populasi dengan kulit normal.

serpihan kulit. referring to herbs.digunakan adalah pewarna FDC (Food. An adjective. Drug and Cosmetic).Rumus molekul : NaCl . 2003) : ..Densitas : 2. also a book which catalogs and illustrates herbs.medterms.Kenampakan : Butiran kristal putih atau powder .07 kal/mol 0K Patnaik.1 Latar Belakang Shampo adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud keramas rambut.Struktur : Berbentuk kubus .New York: Graw Hill company Definition of Herbal Herbal: 1.Kelarutan : Larut dalam air.FORMULASI SHAMPO BAB I PENDAHULUAN I. usually reflecting the botanical or medicinal aspects of herbs.165 gr/ml . A noun. p. saffron. .Rasa : Bersifat garam . 2. dll.Titik lebur : 801 0C .com/script/main/art.443 . mudah diatur dan berkilau.Cp (liquid) : 12. debu. http://food-drugsinfo. metanol dan gliserol . Contoh : Karoten.Titik didih : 1413 0C .blogspot.asp?articlekey=31351# LAPORAN KOSMETOLOGI .Bobot molekul : 58. dan kotoran lain dari rambut. sehingga setelah itu kulit kepala dan rambut menjadi bersih.com/2004_11_01_archive..Sinonim : Garam dapur . The word "herbal" was pronounced with a silent "h" on both sides of the Atlantic until the 19th century but this usage persists only on the American side http://www. 2003. alkanet. D & C atau DC Eksternal. Handbook of inorganic chemical.Nama kimia : Natrium klorida . as in an herbal tea. dan sedapat mungkin menjadi lembut.html  Garam Dapur (NaCl) Sifat-sifat dari garam dapur (Patnaik. Dan merupakan produk perawatan rambut yang digunakan untuk menghilangkan minyak. amaranth.

Secara spesifik suatu shampoo harus: 1. pengental dan sebagainya yang berguna untuk membersihkan kotoran yang melekat pada rambut seperti sebum. Sebuah formulasi shampoo yang baik mempunyai kemampuan khusus yang dapat meminimalisasi iritasi mata. krim. sulfur. sehingga rambut akan kelihatan lebih bersih.Kata shampoo berasal dari bahasa Hindi champo. formulasinya hamper sama seperti shampoo lain tetapi ditambahkan bahan aktif seperti senium sulfide. Shampoo banyak jenis dan typenya. "memijat". Cepat bebusa dan mudah dibilas serta tidak menimbulkan iritasi jika kontak dengan mata 5. walapun air sadah tanpa mengalami pengendapan 2. Menjadikan rambut halus. lembut dan mudah diatur. lembut serta mudah disisir 4. Shampoo adalah suatu zat yang terdiri dari surfaktan. indah dan mudah ditata. Memiliki pH yang baik netral maupun sedikit basa 6. Tidak iritasi pada tangan dan kulit kepala 7. pasta. zinc pirythion. shampoo anti dandruff. keringat. pelembut. Mudah larut dalam air. shampoo untuk anak-anak dan sebagainya. bentuk imperatif dari champna. Preparat shmapo harus meninggalkan kesan harum pada rambbut. mengontrol ketombe (dandruff) serta dapat memperbaiki struktur rambut secara keseluruhan. Memiliki performa yang baik Antidandruff shampoo merupakan shampooyang ditujukan untuk mengontrol sel kulit mati dikulit kepala. Memiliki daya bersih yang baik tanpa terlalu banyak menghilangkan minyak dari kulit kepala 3. . pembentuk busa. memiliki performance yang baik (warna dan viskositas yang baik) harga yang murah dan terjangkau. Di Indonesia dulu shampoo dibuat dari merang yang dibakar menjadi abu dan dicampur dengan air. formulanya dan klasifikasi preparat seperti liquid.

Mampu mengevaluasi sediaan shampo BAB II LANDASAN TEORI II. Karena keindahan rambut sangat bisa menunjang kecantikan dan keseluruhan penampilan anda. Shampoo. namun berbahaya bagi binatang. Mencuci rambut memang persoalan mudah tetapi mungkin anda mengalami kesulitan saat memilih jenis shampo yang cocok untuk diri anda sendiri. Shampoo untuk binatang juga dapat mengandung insektisida untuk membunuh kutu. Beberapa shampoo manusia tidak dapat digunakan untuk binatang karena mengandung seng (misalnya shampoo anti ketombe). .2 Tujuan Percobaan 1. Logam ini tidak beracun bagi manusia. Shampoo untuk bayi dibuat sedemikian rupa sehingga tidak perih di mata. bila dicampur dengan air. dapat melarutkan minyak alami yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melindungi rambut.I. Mengetahui cara membuat sediaan shampoo yang aman dan nyaman digunakan 2.. Setelah mencuci rambut dengan shampoo.1 Shampo Rambut memang mahkota bagi semua orang dan bisa dianggap sebagai bingkai untuk wajah anda. biasanya digunakan produk conditioner agar rambut mudah ditata kembali. Mengetahui metode-metode krim yang tepat 3. Karena memang banyak sekali produsen shampo menawarkan kepada anda.

Detergen yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan shampo memiliki sifat fisikokimia tersendiri yang umumnya tidak sepenuhnya searah dengan ciri sifat yang dikehendaki untuk shampo. 2. 3. Shampo yang dibuat transparan tidak boleh menjadi keruh dalam penyimpanan. tetapi dapat mengganti lemak natural yang ikut tercuci dengan zat lipid yang ada didalam komposisi shampo. juga alkohol monohidrat dengan rantai C10 – 18. karena jika tidak kulit kepala menjadi kering. Agar shampo berfungsi sebagaimana disebutkan diatas. 4. kusam dan mudah menjadi kusut. Homolog rendah seperti C12 ( lauril ) dan C14 ( miristil ) memiliki sifat yang lebih baik dibandingkan dengan homolog yang lebih tinggi seperti C16 ( palmitil ) dan C18 ( stearil ) dalam hal .Selain itu terdapat juga shampoo dalam bentuk padat. Sifat detergen ini tergantung pada panjang rantai alkohol lemak yang digunakan. dan diganti dengan shampo yang dibuat dari detergen. Shampo harus tetap stabil. kotoran yang disebabkan oleh lingkungan dan sisa sediaan kosmetik. menyebabkan sukar diatur. Jenis detergen yang paling lazim diedarkan tergolong alkil sulfat. Tidak mengiritasi kulit kepala dan juga mata. Shampo harus dapat membentuk busa yang berlebih. sari abu merang ( sekam padi ). 5. sari daging kelapa. shampo harus tidak terpengaruh oleh wadahnya ataupun jasadrenik dan dapat mempertahankan bau parfum yang ditambahkan kedalamnya. lemak rambut dapat hilang. Shampo yang menggunakan bahan alam sudah banyak ditinggalkan. Shampo harus dapat menghilangkan segala kotoran pada rambut. sel kulit yang rusak. shampo harus memiliki sifat sebagai berikut : 1. Viskosita dan pHnya juga harus tetap konstan. Pada awalnya shampo dibuat dari berbagai jenis bahan yang diperoleh dari sumber alam. yang lebih ringkas dan mudah dibawa namun kurang praktis untuk rambut panjang. rambut menjadi kering. Umumnya. Kotoran rambut yang dimaksud tentunya sangat kompleks yaitu : sekret dari kulit. detergen dapat melarutkan lemak dan daya pembersihnya kuat. sehingga jika digunakan untuk keramas rambut. Shampo harus mempunyai sifat detergensi yang baik tetapi tidak berlebihan. seperti sari biji rerak. lembut dan mudah dihilangkan dengan membilas dengan air. Sifat detergen yang terutama dikehendaki untuk shampo adalah kemampuan membangkitkan busa. terutama laurilsulfat. yang terbentuk dengan cepat.

1. Detergen alkilsulfat dengan rantai karbon 12 – 14 adalah noniritan. Shampo dengan formulasi tersebut memiliki pembersih dan pembusa yang baik. disamping itu dalam penyimpanan tetap stabil. kelarutannya menurun dengan meningkatnya homolog rantai karbonnya. tetapi jarang digunakan untuk pembuatan shampo. 3. Amonium alkilsulfat. memberikan cukup busa pada suhu kamar. meskipun memiliki keaktifan pembersih yang sedang. rambut yang dikeramas dengan shampo ini masih mudah diatur. perlu ditambahkan zat tambahan shampo dalam formulasi shampo. Di samping itu detergen yang digunakan untuk pembuatan shampo. Zat tambahan shampo Untuk memperbaiki sifat detergen yang menunjukkan pengaruh jelek terhadap rambut. Detergen alkilsulfat dengan alkohol lemak dengan rantai karbon kurang dari 10 seperti C8 ( kaprilil ) dan C10 ( kapril ) lebih condong menunjukkan sifat iritasi. terutama pada kulit dan mata atau mukosa tertentu. atau bau yang tidak mungkin ditutupi dengan baik. dan tidak mudah rusak dalam penyimpanan. Trietanolamina ( TEA ) laurilsulfat dianggap paling luas dapat diterima untuk digunakan dalam pembuatan shampo. lagipula detergen ini dipengaruhi oleh efek air sadah. sehingga tidak begitu berbusa. sehingga shampo yang dibuat dari detergen alkilsulfat dengan atom C16-18 tidak dapat disimpan pada suhu rendah. Kelarutan detergen alkilsulfat dalam air berkurang. Tidak boleh memberikan bau tidak enak.memberikan busa dan basah dengan sifat pembersih yang baik. Biasanya senyawa ini digunakan sebagai campuran detergen seperti nampak pada amonium monoetanolamina atau amonium trietanolamina alkilsulfat. karena suhu padatnya tinggi. Detergen alkilsulfat yang dibuat dari alkohol lemak. Warnanya tidak boleh menyolok. 2. meskipun suhu rendah. harus memiliki sifat berikut : 1. Harus bebas reaksi iritasi dan toksik. Alkolobromida asam lemak .

Zat ini merupakan hasil kondensasi asam lemak dengan monoetanolamina ( MEA ). 4. natrium seskuikarbonat. shampo susu atau bahkan shampo strawberry. Shampo emulsi Shampo ini mudah dituang. 3. Shampo bubuk Sebagai dasar shampo digunakan sabun bubuk. kolesterol. natrium bikarbonat. .Digunakan untuk meningkatkan stabilitas busa dan memperbaiki viskosita. shampo telur. setelah rambut dikeramas-shampokan. shampo protein. Jenis-jenis shampo 1. Asam amino Terutama asam amino essensial. dan asetogliserida Digunakan untuk maksud memperbaiki efek condisioner detergen dasar shampo yang digunakan. shampo lemon. meliputi zat golongan glikol. 2. dietanolamina ( DEA ). oleilalkohol. atau boraks. karena konsistensinya tidak begitu kental. provinilpirolidon. Tergantung dari jenis zat tambahan yang digunakan. Lemak bulu domba. dan silikon cair. dan berfungsi sebagai pelembab. terutama yang kadarnya lebih kurang 4%. sehingga rambut yang dikeramasshampokan akan mudah diatur dan memberikan penampilan rambut yang serasi. 2. Zat tambahan shampo lain Terdiri dari berbagai jenis zat. atau isopropanolamina yang sesuai. dinatrium fosfat. lanolin atau salah satu derivatnya. digunakan sebagai zat tambahan shampo dengan harapan. karena asam amino memiliki sifat higroskopik yang akan memperbaiki kelembaban rambut. shampo brendi. umunya diharapkan untuk menimbulkan efek terhadap pembentukan dan stabilisasi busa . karboksimetilselulosa. shampo ini diedarkan dengan berbagai nama seperti shampo lanolin. sedangkan zat pengencer biasanya digunakan natrium karbonat. zat ini akan tetap tertinggal pada kulit kepala dan rambut.

Sodium lauryl sulfate  Sinonim : Natrii lauryl sulphate  Rumus molekul : C12 H25 NaO 4  Berat molekul : 288. : serbuk putih. dan mengendap dengan garam potassium. detergen pada shampoo . Shampo larutan Merupakan larutan jernih. Zat pengawet yang lazim digunakan meliputi 0. II. Dan sebagai pemantap busa dapat digunakan dietanolamida minyak kelapa atau isopropanolamida laurat.2 % larutan formaldehid 40 %. Parfum yang digunakan berkisar antara 0.5 : sangat larut dalam air. garam fenilraksa. Faktor yang harus diperhatikan dalam formulasi shampo ini meliputi viskosita.0 %. Shampo krim atau pasta Sebagai bahan dasar digunakan natrium alkilsulfat dari jenis alkohol rantai sedang yang dapat memberikan konsistensi kuat.5%). kedua zat ini sangat racun. tetapi umumnya berkadar 0. pembentukan dan stabilitas busa. dan pemgawetan. atau cream sampai Kristal kuning : surfaktan anionic. Untuk membuat shampo pasta dapat digunakan malam seperti setilalkohol sebagai pengental.5 %.0-9.5-2. 4.2 Zat Tambahan 1. praktis tidak larut dalam eter dan kloroforom : garam alkaloid.3. sehingga perlu memperhatikan batas kadar yang ditetapkan pemerintah.3 – 1.38  Pemerian  Fungsi (≈10%)  pH  kelarutan  OTT 2. Oleic acid  Sinonim : asam oleat : 7. warna keharuman. emulsifying agent (0.

eter 1 in 10 air 1 in 400 : surfaktan nonionic  Pemerian : tidak berbau. heksan. benzene 1 in 24. larutan iodine. tionyl klorida 4. tidak berasa. etanol. dan air. larut dalam : emulsifying agent : asam mineral. eter. logam berat. Triethanolamin  Sinonim : TEA  Rumus molekul : C6H15NO3  Berat molekul : 149.3%) : serbuk berwarna putih. asam perklorat.. dan zat pengoksidasi 3. tidak berwarna. kuning keabuan pucat atau kuning kehijeuan pucat.etanol 1 in 2.13  Fungsi  Pemerian  Kelarutan  OTT 5. kloroforom.5 : tidak larut dalam aceton. methanol. Rumus molekul : C18 H34O2  Berat molekul : 282.  OTT : 10. ethanol 95%. serbuk Kristal : sangat larut dalam aseton.02-0.19  Fungsi  pH  Kelarutan kloroform. Methyl paraben  Sinonim : nipagin  Rumus molekul : C8H8O3  Berat molekul : 153. bebs butiran. serbul lembek. etanol 95% 1 in 3. . Sulfur  Sinonim : belerang : antimikroba( topical 0. kalsium.praktis tidak larut : aluminium. copper.47  Fungsi  Kelarutan dalam air  OTT : emulsifying agent : sangat larut dalam benzene. asam lemak..

serbuk. rasa agak manis  Kelarutan : larut dalam 550 bagian air. Kristal putih. sangat mudah larut dalam karbondisulfida P. dan karbon disulfide. kloroform. karbon tetraklorida.fixed oil. Cetyl alcohol  Sinonim : cetil alcohol .sangat sukar larut dalam etanol 955  Khasiat : antiskabies 6. praktis tidak larut dalam air  OTT 8. hampir tidak berbau. larut dalam etanol. dan eter. praktis tidak larut dalam air  OTT : zat pengoksidasi 9. atau putih kekuningan. sukar larut dalam minyak zaitun. mudah larut dalam kloroform. putih. White wax  Sinonim  Fungsi : lilin putih : emulsifying agent : logam hidroksida dan zat pengoksidasi  Kelarutan : larut dalam kloroform. larut dalam larutan ammonium asetat..  Kelarutan : sangat larut dalam benzene. Kelarutan . heksan dan propilenglikol.47 : emulsifying agent 91-20%) : keras.  Fungsi 7. dan dalam 4 bagian etanol 955. minyak yang mudah menguap. dan dalam eter. Steararic acid  Sinonim : asam stearat : keratolitikum  Rumus molekul : C 15H36O2  Berat molekul  Fungsi  Pemerian : 284. Acidium salicycum  Sinonim  Pemerian dan tajam : asam salisilat : hablur ringan tidak berwarna atau serbuk putih. eter. praktis tidak larut dalam air.

Natrium lauryl sulfat 30% 3. Spatula III. Rumus molekul : C 16H34O  Berat molekul : 242. Penangas 7. Mortir 5. Beker glass 4. Lumpang 6.2 Bahan 1. Cawan porselen 3.1 Alat 1. Asam salisilat 3% 2. Erlenmeyer 2. Asam oleat 20% . emulsifying agent  OTT : zat pengoksidasi kuat BAB III MATERI DAN METODE III.44  Fungsi : coating agent.

3. Na lauryl sulfat dan aquadest dipanaskan diatas waterbath hingga 60º C 2. 4.1 Formula Kelompok 1 Na Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Sulfur 2% Kelompok 5 Lilin putih 15% Kelompok 6 Lilin putih 10% Lauryl Asam 3% salisilat Sulfur 2% sulfat 40% Asam 20% oleat Na lauryl sulfat Na lauryl sulfat Na lauryl sulfat Adeps 30% 25% 30% 5% lanae Adeps 10% lanae . Dimasukkan kedalam botol dan dibiarkan dingin. Trietanolamin 5.3 Prosedur Kerja 1. Ditambahkan parfum pada suhu 350C BAB IV DATA DAN HASIL PENGAMATAN I. Nipagin 6.4. Parfum 7. Ditambahkan TEA perlahan – lahan sambil diaduk. Aquadest 10% 0.2% qs ad 50 gram III. Asam oleat.

putih Terbentuk banyak busa BAB V PEMBAHASAN . putih Terbentuk banyak busa 2 kental 8 homogen Wangi. putih Terbentuk banyak busa 3 Kental 9 homogen Wangi. putih Terbentuk banyak busa 4 kental 10 homogen Wangi.5 homogen Wangi.TEA 10% asam 20% oleat Asam 7% stearat Asam 7% stearat Cetil 5% alcohol Cetil 8% alcohol Nipagin 0.2 Hasil Pengamatan Formula/evaluasi viskositas pH homogenitas Karakteristik produk Pembentukan busa 1 kental 9 homogen Wangi.2% ad Parfum Nipagin 0.2% TEA 10% NaOH 1% NaOH 1% Na lauryl sulfat Na lauryl sulfat 10% 10% Parfum Nipagin 0.2% Parfum Aquadest 50 gr Nipagin 0. putih Terbentuk banyak busa 5 encer 6. putih Terbentuk banyak busa 6 encer 7 homogen Wangi.2% Aquadest 50 gr ad Aquadest 50gr ad Aquadest 50gr ad Aquadest 50gr ad Aquadest 50gr ad IV.3% Parfum Nipagin 0.3% Parfum Parfum Nipagin 0.

untuk kelompok 1 konsentrasi natrium lauril sulfat sebesar 20%. sedangkan kelompok 2 sebesar 30%. karena dengan kadar Na lauril sulfat yang tinggi akan meningkatkan kebasaan dari sediaan dan Na lauril sulfat juga sebagai pembentuk busa. Dalam formulasi ini digunakan asam salisilat sebesar 3%. asam salisilat. pH nya sekitar 8 dan busa yang dihasilkan lebih banyak. namun untuk sediaan sampo yang menggunakan surfactan base seperti pada sediaan ini nipagin kurang efectiv digunakan karena dalam periode beberapa bulan saja sediaan akan berjamur. Perbedaan sediaan antara hasil formula kelompok 1 dan 2 adalah masalah pH. sedangkan formula 2 dengan konsentrasi Na lauril sulfat 30%. Surfactan ini berfungsi untuk mengangkat kotoran yang ada di kulit. Sampo adalah suatu sediaan yag terdiri dari surfactan. Pengawet ini biasa digunakan dalam sediaan farmasi oral maupun topikal.Pada praktikum kali ini kami mebuat sediaan sampo. Sediaan ini pun merupakan cream W/O. Na lauril sulfat ini sudah dimodifikasi menjadi bentuk Na laureth ester sulfat yang tingkat iritasi kulitnya lebih rendah. Efek setelah penggunaan cream sampo ini . untuk formula pertama dengan konsentrasi Na lauril sulfat sebanyak 25% memilki pH sekitar 7 dan busa yang dihasilkan lebih sedikit. sampo merupakan salah satu hair care. Sampo mempunyai fungsi untuk membersihkan kotora yang ada di kulit kepala. Formula yang dikerjakan oleh kelompok 1 dan 2 dibedakan dalam hal konsentrasi natrium lauril sulfat yang digunakan. Praktikum kali ini dicobakan 3 formula sampo dalam bentuk sediaan yang berbeda yaitu cream sampo. selain sebagai surfactan Na lauril sulfat pun dapat digunakan sebagai pembentuk busa. Di beberapa negara eropa. yang merupakan pengawet larut air. sehingga nipagin ini kurang efectiv. pembentuk busa. kedua sediaan ini yang berperan dalam pembentukan cream sampo ini. pengental dan bahan tambahan lainnya. begitu pula dengan TEA (trietanolamin) yang merupakan zat pengemulsi yang larut air (fase air). yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. Hanya saja sediaan cream sampo ini jarang ditemui di pasaran dan kurang praktis digunakan. Formula yang pertama terdiri dari asam salisilat sebagai zat aktif yang mempunyai khasiat sebagai keratolitik dan biasa digunakan dalam sampo anti ketombe. Natrium lauril sulfat merupakan surfactan anionic yang biasa digunakan dalam body care maupun hair care. viskositas sediaan juga sangat baik. Asam oleat yang digunakan dalam formulasi merupakan fase minyak yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. Hasil dari formula ini menghasilkan sediaan cream sampo yang memiliki pH sekitar 7-8 dengan kehomogenitasan yang baik. dan busa yang terbentuk cukup banyak dan tahan lama. Pengawet yang digunakan dalam sediaan ini adalah nipagin atau metil paraben. liquid sampo dan conditioner. pelembut. maka dengan tingginya kadar Na lauril sulfat busa yang terbentuk juga lebih banyak.

Bau dari sulfur sendiri kurang menyenangkan sehingga sediaan mempunyai bau yang kurang baik meskipun telah ditambahkan parfum. Untuk menambah viskositas dari sediaan sampo sehingga menjadi conditioner biasanya ditambahkan wax. Dengan formula ini seharusnya hasil sediaan dari formula a mempunyai viskositas yang lebih tinggi dari formula b. dan konsentrasi adeps lanae pada formula a lebih sedikit 5%. Pada formula ini juga digunakan propilenglikol segai humectan dan peningkat penetrasi sediaan. sehingga kehomogenitasan dari sediaan ini sangat kurang. dan asam stearat sebagai zat pengemulsi. NaOH yang digunakan berfungsi sebagai viscosity modifier. Nipagin pun kurang cocok dalam formula ini karena sediaan ini merupakan sampo basis surfactan. perbedaan antara conditioner dan sampo adalah. jadi NaOH ini akan memperbaiki struktur polimer sehingga viskositas dari sampo menjadi lebih baik. pada formula ini digunakan cetil alkohol sebagai zat pengemulsi dan cetyl alkohol ini larut dalam air. cetyl alkohol dan propilenglikol. conditioner mempunyai viscositas yang lebih tinggi dan tidak menghasilkan busa yang banyak seperti sampo. Hasil dari formula ini kurang baik dengan pH basa yaitu sekitar 10 dan sulfur tidak bercampur dengan baik dalam sediaan tersebut. adeps lanae.adalah berminyak/lengket pada rambut sehingga kurang menyenangkan untuk digunakan. dan mempunyai kesan lembut. Pada formula ini juga digunakan Na lauril sulfat sebagai surfactan dan foam booster (pembentuk busa). Formula yang kedua adalah liquid sampo yang terdiri dari sulfur sebagai antidandruff. Formula yang ketiga adalah formula conditioner. selain itu sediaan ini kurang praktis dalam penggunaannya. Perbedaan antara formula 3 kelompok 6 (a) dan 7 (b) adalah dalam hal konsentrasi lilin putih. Konsentasi lilin putih pada formulasi a lebih banyak 5%. . Surfactan yang digunakan sama seperti formula lainnya yaitu Na lauril sulfat. panas yang digunakan kurang maksimal sehingga sediaan menjadi encer dan faktor pengadukan juga sangat mempengaruhi. Sulfur yang digunakan adalah sebesar 2% . dan pH cenderung netral hingga sedikit asam. sedangkan formula b mempunyai viskositas dan homogenitas yang baik. untuk cetyl alkohol pada formula a lebih sedikit 2% dibandingkan formula b. Nipagin pun kurang efectiv jika digunakan dalam sediaa ini kecuali jika dikombinasikan dengan pengawet lainnya. Hal-hal yang menyebabkan terhadinya sediaan yang encer ini antara lain. wax yang ditambahkan pada formulasi ini adalah lilin putih dan adeps lanae. namun ternyata formula a hasilnya lebih encer dari formula b.

liquid dan pasta. pembentukan busa dan karakteristik produk. 1985. pH. Formulasi sampo yang paling mendasar adalah penggunaan surfactan seperti Na lauril sulfat. 2. cream. Sampo merupakan salah satu sediaan hair care yang umum digunakan. daya bersih. dan jika terdiri dari 2 fasa sangat diperlukan adanya zat pengemulsi. Bentuk fisik sampo ada beberapa macam antara lain. 4.BAB VI KESIMPULAN 1.wikipedia. 3.id/tips/kenali-istilah-shampo-anda.web.com/exact-sciences/physics/1819623-tips-memilih-shampoo/ Anonim.resep. Pembuatan sampo harus sangat diperhatikan penggunaan suhu saat pencampuran dan lamanya pengadukan agar dihasilkan sampo dengan konsistensi dan homogenitas yang baik.org/wiki/Shampoo http://id.shvoong. Evaluasi yang dapat dilakukan terhadap sediaan sampo antara lain: viskositas. homogenitas. uji mikrobiologi. Jakarta : Depkes RI .htm http://id. Formularium Kosmetik Indonesia. DAFTAR PUSTAKA http://www. bobot jenis.

Jakarta: Depkes RI Wade.Anonym. Farmakope Edisi Ketiga. J.Walker. London: Pharmaceutical Press . 1979. Handbook of Pharmaceutical Excipients Second Edition. Paul. Ainkey.1994.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful