2012

HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN HUKUM INTERNASIONAL

Rahcmat Abdillah (29),

Wahyudi Candra (41),
Whempy Prahastha (42).
XI IPA 2

kami tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan tugas ini.dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang ikut berpartisipasi.25 April 2012 Penyusun . Mengingat belum sempurnanya tugas yang kami buat penulis berharap agar pembaca memberi saran dan kritikanya.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas PKN yang berisi “HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN HUKUM INTERNASIONAL” Tujuan pembuatan tugas ini adalah untuk menyelesaikan tugas semester genap tahun ajaran 2011/2012.selaku pembimbing bidang study PKN yang telah menuntun kami dan memberi pengarahan kepada kami hingga tugas ini selesai. Kami berharap makalah ini dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam proses kegiatan belajar mengajar sejarah. Kencong.Yang pertama penulis ucapkan terima kasih kepada guru kami.

DAN PERUSAHAAN . NASIONALISME .KAJIANNYA . .PERSOALAN LUAR NEGERI DAN ISU ISU GLOBAL DI ANTARA NEGARA . ANTROPOLOGI . SOSIOLOGI . PERKEMBANGAN EKONOMI . PSIKOLOGI . MERUPAKAN SUATU STUDI TENTANG PERSOALAN . BUDAYA DALAM KAJIAN . DARI GLOBALISASI DAN DAMPAK .MASYARAKAT DAN KEDAULATAN NEGARA SAMPAI KELESTRARIAN EKOLOGIS . ORGANISASI . A DA BANYAK PENGERTIAN H UBUNGAN I NTERNASIONAL MENURUT P ARA AHLI.NEGARA .NEGARA TERTENTU .ORGANISASI NONPEMERINTAH (NGO/LSM).DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT . GEOGRAFI .HAK ASASI MANUSIA . HUBUNGAN INTERNASIONAL ADALAH SUATU BIDANG AKADEMIS DAN KEBIJAKAN PUBLIK DAN DAPAT BERSIFAT POSITIF ATAU NORMATIF KARENA BERUSAHA MENGANALISIS SERTA MERUMUSKAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI NEGARA .NEGARA DALAM SISTEM INTERNASIONAL . KEJAHATAN YANG TERORGANISASI . FILSAFAT . HI MENCAKUP RENTANG ISU YANG LUAS . ADALAH CABANG DARI ILMU POLITIK . HUKUM . HUBUNGAN INTERNASIONAL MENGGUNAKAN PELBAGAI BIDANG ILMU SEPERTI EKONOMI .H UBUNGAN I NTERNASIONAL . DAN HAK . SELAIN ILMU POLITIK . TERMASUK PERAN NEGARA . ORGANISASI . TERORISME . SEJARAH . PROLIFERASI NUKLIR .ORGANISASI ANTARPEMERINTAH .PERUSAHAAN MULTINASIONAL . KESELAMATAN UMAT MANUSIA .

banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pra-modern”. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I Namun. negara-bangsa [[[domestik]] sebagai suatu unik. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional.Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari Perjanjian Westphalia pada 1648. Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi sistem ini agak terlalu disederhanakan. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher School di Tufts. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realisme. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. hubungan internasional sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. Pada . ketika sistem negara modern dikembangkan. Lebih lanjut. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. didirikan di Jenewa. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. Hugo Grotius. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. yang mencakup level individual. teori HI memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. Swiss. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker.Pada awal 1920-an. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. Pada 1927. dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes (c)tudes internationales). Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. Demikian juga. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. Studi Hubungan Internasional Pada mulanya. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. Aberystwyth. Francisco de Vitoria.

Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metodemetode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. dengan mempertimbangkan etika.[rujukan?] Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. ASEAN) di dalam ruang lingkup politik global. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme Neorealisme. istilah kunci : Pacific Union Liberalisme. Epistemologi ini menolak ide-ide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Pada masa ini. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologi “positivis” dan “pasca-positivis”. untuk memahami isu-isu lingkungan. khalifah Islam merupakan suatu order atau tatanan yang mengatur seluruh aspek-aspek kehidupan manusia. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. Sekarang ini. ternyata menyimpan pemikiran hubungan internasional. Konstruksivisme . Misalnya hukum . karena menata hubungan wilayah-wilayah yang disatukan ke dalam bentuk polis. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. sistem internasional Idealisme. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. istilah kunci : struktur. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. seperti teori pilihan rasional. Paradigma Kesadaran. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. seperti PBB. atau “nilai-nilai”. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebabakibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). ukuran kekuatan-kekuatan militer. keseimbangan kekuasaaan (Balance of Power) dan lain-lain. Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. agen. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “faktafakta” dan penilaian-penilaian normatif. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap Indonesia).) Islam. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara (seperti organisasi Internasional dan regional. Sejarah mencatat kekuasaan Islam atau khalifah pada sekitar abad 7M. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. Alienisasi. Dipelopori oleh Robert Keohane. Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. seperti neo-realisme.{{fact} Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis.abad ke-20. Apabila dikaji lebih dalam. Fungsionalisme . Emansipatoris. Peran aktor nonnegara yang semakin dominan mengindikasikan bahwa aktor non-negara memegang peran yang penting. khalifah Islam merupakan suatu global polis atau tatanan hubungan internasional. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. yang hanya dipandang orang dan para akademisi hanya sebagai agama.

dll. jika sistem internasional didominasi oleh negaranegara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt . Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. Contoh normanorma seperti itu mencakup diplomasi. teori ini tidak selalu positivis. bukan keuntungan pihak tertentu saja. dan dibagi kembali antara para solidaris. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Teori politik adalah salah satu kajian di dalam bidang hubungan internasional. tetapi suatu sistem ekonomi yang win-win solution serta mengutamakan kesejahteraan bersama. Perdamaian hanya akan timbul apabila manusia menerima esensinya sebagai manusia. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. Islam adalah sumber teori politik. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. seperti Neolib. dimana hukum ekonomi Islam tidak mengutamakan riba ( keuntungan atau jiwa-jiwa kapitalis seperti yang diungkapkan oleh Pemikiran Marxis. serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. perdamaian akan tercipta apabila negara-negara menganut sistem demokrasi. Menurut Imanuel Kant. tetapi mencari esensi lain yang berakibat pada jatuhnya manusia kepada jurang alienisasi. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. Pemikiran sistem politik demokrasi yang diadopsi oleh negara-negara berkembang merupakan kajian teori politik. Teori politik pada dasarnya adalah tentang tata negara. tatanan. karena memuat seluruh aspek-aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh.ekonomi global berlandaskan pada hukum ekonomi Islam. berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. karena manusia tidak menerima esensinya sendiri. sistem ekonomi Islam merupakan teori politik yang bertujuan menjamin kesejahteraan bersama sehingga manusia menjadi "mansalahat" atau tentram. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. dengan cara menerapkan teori politik Islam yang merupakan sumber dari order manusia itu sendiri. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatankekuatan materi versus ide-ide. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. Teori politik yang bersumber dari pemikiran barat adalah suatu malapraktik bagi manusia itu sendiri. Tidak seperti neo-realisme. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran Mazhab Inggris) Teori masyarakat internasional. hukum internasional. Perpertual peace adalah perdamaian yang timbul karena negaranegara menganut sistem demokrasi.[rujukan?] Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. juga disebut Aliran Mazhab Inggris. dimana pemikiran telah menciptakan keterbelakangan dan ketergantungan ( dependensi ) yang berakibat pada kesenjangan global. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. Bandingkan dengan pemikiran-pemikiran ekonomi sekarang ini. dan para pluralis. Sebagai contoh. Social Theory of International Politics 1999). Ini adalah kesalahan besar.

Para pendukung pasca-positivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. Robert W. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan). menembus negara-negara berkembang lewat penasihat politik. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. Teori Kritis (Artikel utama: Teori hubungan internasional kritis) Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. feminisme. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). Dengan demikian. Namun. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. Cox. misionaris. dan teori dependen. Dengan demikian. Pada pendukung seperti Andrew Linklater. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalanpersoalan yang lain. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme.sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets). sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. sebagai contoh lewat teologi. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. dan perusahaan multinasional (MNC's) untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) .[rujukan?] Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. neofungsionalisme. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. pakar.

kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. diplomasi. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. memperkukuh ide-ide bahwa hubungan-hubungan dikarakterkan oleh interdependensi. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional.dan “warga sipil”. berdasarkan masyarakat global yang proletar. Sementara itu.{ Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras hard power dan kekuasaan yang lunak soft power. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. dan pengaruh budaya. komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. yang dikarakterkan oleh Anarki. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. Interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. kapabilitas. Namun. Peran institusi-institusi internasional. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang "gender" war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangantantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. seperti penggunaan kekuatan. . bukan sistem internasional. dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang.

Ilmu. bisnis.     Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional . atau merupakan revisionis. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan berbagai realitas yang ada. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. dan yang menarik diri — Mengamati aspek-aspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik etnis. . etnis. lingkungan. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada).Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. dan aktoraktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. dan dibentuk oleh berbagai kendala. aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi. Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. yaitu menginginkan perubahan.Pengevaluasian faktor-faktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusankeputusan kebijakan luar negeri. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu hubungan internasional berdampak pada perkembangan teknologi. Teknologi. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah berbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional. perang-perang keagamaan. Kelompok-kelompok keagamaan. dan kesehatan dunia. Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo.

dan heterogenitas. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. subsidiaritas. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajibankewajiban global .Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusiinstitusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility).

taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbedabeda dari bagian masyarakat yang berlainan. Perbedaan dan persamaan Hukum Internasional publik berbeda dengan Hukum Perdata Internasional. Bentuk Hukum internasional Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu : Hukum Internasional Regional Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya. hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin.H ukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara(internasional). Hukum Internasional merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara: (i) negara dengan negara (ii) negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain. Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu. Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa. Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya (obyeknya). Pada awalnya. Hukum Internasional dan Hukum Dunia Hukum Internasional didasarkan atas pikiran adanya masyarakat internasional yang terdiri atas sejumlah negara yang berdaulat dan merdeka dalam arti masing-masing . Sedangkan Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata. seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum. Hukum Perdata Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berlainan. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan. kebutuhan. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. Hukum Internasional Khusus Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negaranegara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan. perusahaan multinasional dan individu. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu.

Adanya suatu masyarakat Internasional. Kekuasaan itu terbatas pada batas wilayah negara yang memiliki kekuasaan itu. ilmu pengetahuan. Masyarakat Internasional pada hakekatnya adalah hubungan kehidupan antar manusia dan merupakan suatu kompleks kehidupan bersama yang terdiri dari aneka ragam masyarakat yang menjalin dengan erat. keagamaan. 1. kemerdekaan dan kesamaan derajat tidak bertentangan satu dengan lain bahkan merupakan perwujudan dan pelaksanaan pengertian kedaulatan dalam arti wajar dan sebagai syarat mutlak bagi terciptanya suatu masyarakat Internasional yang teratur. Untuk menertibkan. mengatur dan memelihara hubungan Internasional inilah dibutuhkan hukum dunia menjamin unsur kepastian yang diperlukan dalam setiap hubungan yang teratur. Kekuasaan itu berakhir dimana kekuasaan suatu negara lain mulai.  Kedaulatan Negara : Hakekat dan Fungsinya Dalam Masyarakat Internasional.berdiri sendiri yang satu tidak dibawah kekuasaan lain sehingga merupakan suatu tertib hukum koordinasi antara anggota masyarakat internasional yang sederajat. Adanya masyarakat internasional ditunjukkan adanya hubungan yang terdapat antara anggota masyarakat internasional. Negara dikatakan berdaulat (sovereian) karena kedaulatan merupakan suatu sifat atau ciri hakiki negara. Dipengaruhi analogi dengan Hukum Tata Negara (constitusional law).  Masyarakat Internasional dalam peralihan: perubahan-perubahan dalam peta bumi politik. Masyarakat dan Hukum Internasional  Adanya masyarakat-masyarakat Internasional sebagai landasan sosiologis hukum internasional. Negara itu tidak mengakui suatu kekuasaan yang lebih tinggi daripada kekuasaannya sendiri dan mengandung 2 (dua) pembatasan penting dalam dirinya: 1. karena adanya kebutuhan yang disebabkan antara lain oleh pembagian kekayaan dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia seperti adanya perniagaan atau pula hubungan di lapangan kebudayaan. Tertib hukum dunia menurut konsep ini merupakan suatu tertib hukum subordinasi. Suatu kumpulan bangsa untuk dapat benar-benar dikatakan suatu masyarakat Hukum Internasional harus ada unsur pengikat yaitu adanya asas kesamaan hukum antara bangsa-bangsa di dunia ini. kemajuan teknologi dan struktur masyarakat internasional. Konsep kedaulatan. 2. Negara dunia secara hirarki berdiri di atas negara-negara nasional. sosial dan olah raga mengakibatkan timbulnya kepentingan untuk memelihara dan mengatur hubungan bersama merupakan suatu kepentingan bersama. Masyarakat Internasional mengalami berbagai perubahan yang besar dan pokok ialah perbaikan peta bumi politik yang terjadi terutama setelah Perang Dunia II. Hukum Dunia berpangkal pada dasar pikiran lain. Asas hukum yang bersamaan sebagai unsur masyarakat hukum internasional. Proses ini . hukum dunia merupakan semacam negara (federasi) dunia yang meliputi semua negara di dunia ini. 2. Betapapun berlainan wujudnya hukum positif yang berlaku di tiap-tiap negara tanpa adanya suatu masyarakat hukum bangsa-bangsa merupakan hukum alam (naturerech) yang mengharuskan bangsa-bangsa di dunia hidup berdampingan secara damai dapat dikembalikan pada akal manusia (ratio) dan naluri untuk mempertahankan jenisnya. Negara berdaulat berarti negara itu mempunyai kekuasaan tertentu.

sudah dimulai pada permulaan abad XX mengubah pola kekuasaan politik di dunia. berdaulat dan sama derajatnya satu dengan yang lain terutama sesudah Perang Dunia  Perubahan Kedua ialah kemajuan teknologi. Sebagai titik saat lahirnya negara-negara nasional yang modern biasanya diambil saat ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian Westphalia yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun di Eropa. lahir dengan kelahiran masyarakat Internasional yang didasarkan atas negara-negara nasional. Zaman dahulu kala sudah terdapat ketentuan yang mengatur. Kebudayaan Yahudi Dalam hukum kuno mereka antara lain Kitab Perjanjian Lama.Menurut hukum negara kota penduduk digolongkan dalam 2 golongan yaitu orang Yunani dan orang luar yang dianggap sebagai orang biadab (barbar). Sumbangan yang berharga untuk Hukum Internasional waktu itu ialah konsep hukum alam yaitu hukum yang berlaku secara mutlak dimanapun juga dan yang berasal dari rasion atau akal manusia. timbul suatu komplek kaedah yang lebih memperlihatkan ciri-ciri hukum subordinasi. hubungan antara raja-raja atau bangsa-bangsa: Dalam lingkungan kebudayaan India Kuno telah terdapat kaedah dan lembaga hukum yang mengatur hubungan antar kasta. Kedua gejala ini menunjukkan bahwa disamping mulai terlaksananya suatu masyarakat internasional dalam arti yang benar dan efektif berdasarkan asas kedaulatan.Dalam hukum perang masih dibedakan (dalam hukum perang Yahudi ini) perlakuan terhadap mereka yang dianggap musuh bebuyutan. Hukum Internasional sebagai hukum yang mengatur hubungan antara kerajaankerajaan tidak mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Romawi. Pujangga yang terkenal pada saat itu Kautilya atau Chanakya. Kemajuan teknologi berbagai alat perhubungan menambah mudahnya perhubungan yang melintasi batas negara. Perkembangan golongan ialah timbulnya berbagai organisasi atau lembaga internasional yang mempunyai eksistensi terlepas dari negara-negara dan adanya perkembangan yang memberikan kompetensi hukum kepada para individu. Menurut Bannerjce. Timbulnya negara-negara baru yang merdeka. sehingga diperbolehkan diadakan penyimpangan ketentuan perang. adat kebiasaan yang mengatur hubungan antara raja-raja dinamakan Desa Dharma. Lingkungan kebudayaan Yunani. Sejarah dan Perkembangannya Hukum Internasional modern sebagai suatu sistem hukum yang mengatur hubungan antara negara-negara. kemerdekaan dan persamaan derajat antar negara sehingga dengan demikian terjelma Hukum Internasional sebagai hukum koordinasi. suku-suku bangsa dan raja-raja yang diatur oleh adat kebiasaan.Hidup dalam negara-negara kita. Karena masyarakat dunia merupakan satu imperium yaitu imperium roma yang menguasai . mengenal ketentuan mengenai perjanjian.Penulis buku Artha Sastra Gautamasutra salah satu karya abad VI SM di bidang hukum. diperlakukan terhadap orang asing dan cara melakukan perang. Masyarakat Yunani sudah mengenal ketentuan mengenai perwasitan (arbitration) dan diplomasi yang tinggi tingkat perkembangannya.

Negara merupakan satuan teritorial yang berdaulat. Abad pertengahan Selama abad pertengahan dunia Barat dikuasai oleh satu sistem feodal yang berpuncak pada kaisar sedangkan kehidupan gereja berpuncak pada Paus sebagai Kepala Gereja Katolik Roma. Dasar-dasar yang diletakkan dalam Perjanjian Westphalia diperteguh dalam Perjanjian Utrech yang penting artinya dilihat dari sudut politik Internasional. Masyarakat Eropa waktu itu merupakan satu masyarakat Kristen yang terdiri dari beberapa negara yang berdaulat dan Tahta Suci. . Selain mengakhiri perang 30 tahun. karena menerima asas keseimbangan kekuatan sebagai asas politik internasional.seluruh wilayah dalam lingkungan kebudayaan Romawi. Perjanjian Westphalia meletakkan dasar bagi susunan masyarakat Internasional yang baru. Oleh karenanya praktik Diplomasi sebagai sumbangan yang terpenting dalam perkembangan Hukum Internasional dan Dunia Islam terletak di bidang Hukum Perang. Kemerdekaan negara Belanda. pada waktu itu terdapat 2 masyarakat besar lain yang termasuk lingkungan kebudayaan yang berlaianan yaitu Kekaisaran Byzantium dan Dunia Islam. Kekaisaran Byzantium sedang menurun mempraktikan diplomasi untuk mempertahankan supremasinya. 2. Perjanjian Westphalia telah meneguhkan perubahan dalam peta bumi politik yang telah terjadi karena perang itu di Eropa . Juga asas “pacta sunt servanda” merupakan warisan kebudayaan Romawi yang berharga. Kedua perjanjian ini mengakhiri Perang 30 Tahun (1618-1648) yang berlangsung di Kekaisaran Suci Romawi dan Perang 80 Tahun (1568-1648) antara Spanyol dan Belanda. Hukum Romawi telah menyumbangkan banyak sekali asas atau konsep yang kemudian diterima dalam hukum Internasional ialah konsep seperti occupatio servitut dan bona fides. bahkan dianggap sebagai suatu peristiwa Hukum Internasional modern yang didasarkan atas negara-negara nasional. Sebabnya adalah : 1. Perdamaian Westphalia dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah Hukum Internasional modern. Perjanjian Westphalia Perjanjian Damai Westphalia terdiri dari dua perjanjian yang ditandatangani di dua kota di wilayah Westphalia. Di samping masyarakat Eropa Barat. Ciri-ciri masyarakat Internasional 1. Perjanjian perdamaian mengakhiri untuk selama-lamanya usaha Kaisar Romawi yang suci. baik mengenai bentuknya yaitu didasarkan atas negara-negara nasional (tidak lagi didasarkan atas kerajaan-kerajaan) maupun mengenai hakekat negara itu dan pemerintahannya yakni pemisahan kekuasaan negara dan pemerintahan dari pengaruh gereja. kemudian sebagai pewaris kebudayaan Romawi dan Yunani. Sehingga tidak ada tempat bagi kerajaan-kerajaan yang terpisah dan dengan sendirinya tidak ada pula tempat bagi hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antara kerajaan-kerajaan. 4. 3. yaitu di Osnabrück (15 Mei 1648) dan di Münster (24 Oktober 1648). Hubungan antara negara-negara dilepaskan dari persoalan hubungan kegerejaan dan didasarkan atas kepentingan nasional negara itu masing-masing. Swiss dan negara-negara kecil di Jerman diakui dalam Perjanjian Westphalia.

Tokoh-Tokoh lain mengenai Pengertian Hubungan Internasional . Hubungan nasional yang satu dengan yang lainnya didasarkan atas kemerdekaan dan persamaan derajat. sehingga disebut Bapak Hukum Internasional. 3. Maka hukum bangsa-bangsa ia namakan ius intergentes. Banyak didasarkan atas praktik negara dan perjanjian negara sebagai sumber Hukum Internasional disamping hukum alam yang diilhami oleh akal manusia. Masyarakat negara-negara tidak mengakui kekuasaan di atas mereka seperti seorang kaisar pada zaman abad pertengahan dan Paus sebagai Kepala Gereja. 5. Fransisco Suarez (Yesuit) menulis De legibius ae Deo legislatore (on laws and God as legislator) mengemukakan adanya suatu hukum atau kaedah obyektif yang harus dituruti oleh negara-negara dalam hubungan antara mereka. Hukum alam telah dilepaskan dari pengaruh keagamaan dan kegerejaan. Negara mengakui adanya Hukum Internasional sebagai hukum yang mengatur hubungan antar negara tetapi menekankan peranan yang besar yang dimainkan negara dalam kepatuhan terhadap hukum ini. Hukum Romawi.2. 7. Fransisco Vittoria (biarawan Dominikan – berkebangsaan Spanyol Abad XIV menulis buku Relectio de Indis mengenai hubungan Spanyol dan Portugis dengan orang Indian di AS. 4. etika dan teologi. Balthazer Ayala (1548-1584) dan Alberico Gentilis mendasarkan ajaran mereka atas falsafah keagamaan atau tidak ada pemisahan antara hukum. Anggapan terhadap perang yang dengan lunturnya segi-segi keagamaan beralih dari anggapan mengenai doktrin bellum justum (ajaran perang suci) kearah ajaran yang menganggap perang sebagai salah satu cara penggunaan kekerasan. Bahwa negara dalam tingkah lakunya tidak bisa bertindak sekehendak hatinya. Tidak adanya Mahkamah (Internasional) dan kekuatan polisi internasional untuk memaksakan ditaatinya ketentuan hukum Internasional. Hubungan antara negara-negara berdasarkan atas hukum yang banyak mengambil alih pengertian lembaga Hukum Perdata. Tokoh Hukum Internasional      Hugo Grotius mendasarkan sistem hukum Internasional atas berlakunya hukum alam. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful