LANDASAN PENDIDIKAN”filsafat ilmu”

Pendahuluan Ketika berbicara pendidikan maka kita akan berbicara mengenai definisi pendidikan. Pendidikan merupakan aktifitas rasional yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya. Manusia belajar dengan otaknya melalu rangkaian kegiatan menuju pendewasaan untuk mencapai kehidupan yang lebih berarti. Pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Karena itu diperlukan sejumlah landasan dan asas-asas tertentu dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. Beberapa landasan pendidikan yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk menjemput masa depan. Filsafat sebagai Induk Ilmu Pengetahuan Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dari rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dari keduanya[1]. Dalam berfilsafat kita didorong untuk mengetahui apa yang kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Filsafat dalam pandangan tokoh-tokoh dunia diartikan sebagai berikut:
 

  

Plato (427 – 348 sm), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli Aristoteles (382 – 322 sm), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung dalam ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik dan estetika Al Kindi (801 – ……m), filsafat adalah pengetahuan tentang realisasi segala sesuatu sejauh jangkauan kemampuan manusia Al Farabi (870 – 950 m), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakikat sebenarnya. Prof. H. Muhammad Yamin, filsafat adalah pemusatan pikiran, sehingga manusia menemui kepribadiannya. Di dalam kepribadiannya itu dialami sesungguhnya.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, filsafat dapat diartikan sebagai berikut 1. Teori atau analisis logis tentang prinsip-prinsip yang mendasari pengaturan, pemikiran pengetahuan, sifat alam semesta. 2. Prinsip-prinsip umum tentang suatu bidang pengetahuan. 3. Ilmu yang berintikan logika ,estetika, metafisika, dan epistemologi

dinamis. harmonis. Pada awalnya filsafat terdiri dari tiga segi yaitu (1)apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah (logika). Semua ilmu baik ilmu sosial maupun ilmu alam bertolak dari pengembangannya yaitu filsafat. maupun karsanya. Filsafat Matematika Ilmu tersebut pada tahap selanjutnya menyatakan diri otonom. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Etika (Filsafat Moral) 3. (2) mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk (etika). Politik (Filsafat Pemerintahan) 6. Filsafat Ilmu 8. organis. Namun demikian ketika ilmu tersebut mengalami pertentanganpertentangan maka akan kembali kepada filsafat sebagai induk dari ilmu tersebut. Filsafat Hukum 10. rasa. Namun pendidikan bukan merupakan filsafat umum/murni melainkan filsafat khusus atau terapan. Dalam filsafat umum yang menjadi objeknya adalah kenyataan keseluruhan segala sesuatu. (3)apa yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek (estetika). agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Filsafat Agama 7. Cabang-cabang filsafat tersebut antara lain mencakup: 1. Metafisika 5. Filsafat Pendidikan 9. kesatuan. Pendidikan sebagai Cabang ilmu dari Filsafat Sebagaimana cabang ilmu lainnya pendidikan merupakan cabang dari filsafat. bebas dari konsep-konsep dan norma-norma filsafat. Falsafah Tujuan filsafat ialah mengumpulkan pengetahuan manusia sebanyak mungkin dan menerbitkan serta mengatur semua itu dalam bentuk sistematik. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Estetika (Filsafat Seni) 4. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (1) Filsafat Praktek Pendidikan dan (2) Filsafat Ilmu Pendidikan. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan.4. sedangkan filsafat khusus mempunyai objek kenyataan salah satu aspek kehidupan manusia. Filsafat Pendidikan dapat diartikan juga upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta. . Filsafat Sejarah 11. Kemudian ketiga cabang utama itu berkembang lagi menjadi cabang-cabang filsafat yang mempunyai bidang kajian yang lebih spesifik. Dengan demikian filsafat memerlukan analisa secara hati-hati terhadap penalaran-penalaran sudut pandangan yang menjadi dasar suatu tindakan. Epistemologi (Filsafat Pengetahuan) 2.

yang membahas tentang hakikat subtansi dan pola organisasi Ilmu Pendidikan 2. yang membahas tentang hakikat nilai kegunaan teoritis dan praktis Ilmu Pendidikan Kedudukan Filsafat Pendidikan sebagai Cabang Filsafat dapat dilihat pada bagan berikut: . yang membahas tentang hakikat objek formal dan material Ilmu Pendidikan 3.Filsafat Praktek Pendidikan diartikan sebagai analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan. yang membahas tentang hakikat cara-cara kerja dalam menyusun ilmu pengetahuan 4. Metodologi Ilmu Pendidikan. maka dalam Filsafat Ilmu Pendidikan membahas mengenai (1) struktur ilmu dan (2) kegunaan ilmu bagi kepentingan praktis dan pengetahuan tentang kenyataan. Sedangkan Filsafat Ilmu Pendidikan secara konsepsional diartikan sebagai analisis kritis komprehensif tentang pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan melalui riset baik kuantitatif maupun kualitatif[2] . Aksiologi Ilmu Pendidikan. Jika dalam Filsafat Praktek Pendidikan biasanya membahas mengenai 3 (tiga) masalah pokok yaitu (1) apakah sebenarnya pendidikan itu. Ontologi Ilmu Pendidikan. Objek dalam Filsafat Ilmu Pendidikan dapat dibedakan dalam 4 (empat) macam yaitu: 1. Epistomologi Ilmu Pendidikan. (2) apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya dan (3) dengan cara apa tujuan pendidikan dapat dicapai.

Dalam perkembangan pendidikan menjadi cabang ilmu yang mandiri dipengaruhi oleh pandangan dan konsep yang dikemukan oleh para filosofi. perencanaan. Selain perumusan tujuan. · Plato (428-348 SM)[3] . seluruh aspek dalam pendidikan mulai dari konsep.. sehingga diperlukan analisis dan pemikiran filosofis.Sumber: Abdullah (2001) Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang mendasar dan mendalam. pelaksanaan sampai dengan evaluasi membutuhkan pemikiran filosofis.

eksperimen dapat menyelidiki rahasia alam. Riset merupakan suatu gerak maju dan kegiatan-kegiatan observasi menuju prinsip-prinsip umum yang bersifat menerangkan dan kembali kepada observasi. Pandangan ini berkembang pada abad 13 – 14. § Ockham yang menegaskan metode induksi dalan bentuk perbedaan.Plato merupakan filosofi yunani yang aktif mengembangkan filsafat dengan mendirikan sekolah khusus yang disebut „academia‟. Tahap Induksi meruapakan sebuah perincian gejala yang menjadi unsur-unsur pokok dan tahap deduksi sebagai penggabungan unsur-unsur poko yang membentuk gejala asli. Dalam tahapan induksi. Dia mengemukakan ada tiga hak istimewa Ilmu Eksperimental : (1) kesimpulan yang diperoleh melalui penalaran induksi diuji lebih dulu dengan eksperimen. tanpa bantuan ilmu-ilmu lainnya. § Roger Bacon mengusulkan agar matematika dan eksperimen merupakan dua instrumen utama dari penyelidikan ilmiah. sebagai sumber segala yang ada: kebaikan dan keburukan. Plato berpandangan bahwa konsep ide merupakan pandangan terdapat suatu dunia di balik alam kenyataan. bahwa ilmuwan dalam menyusun pengetahuan tentang apa yang diciptakan Tuhan dengan melalui induksi hanya terdapat kesatuan-kesatuan yang bersifat pembawaan di antara gejala-gejala. Metode Ockham membandingkan dua hal khusus dimana yang satu ada pengaruhnya dan satunya lagi tidak ada pengaruhnya. (2) penggunaan eksperimen dalam penyelidikan ilmiah menambah ketelitian dan keluasan pengetahuan faktual. Manusia . generalisasi-generalisasi (kesimpulan-kesimpulan umum) tentang bentuk ditarik dari pengalaman pengindraan. Aristoteles berpandangan bahwa ilmuan hendaknya menarik kesimpulan secara induksi dan deduksi. Artinya apa yang diamati sehari-hari adalah ide tersebut. Ide merupakan suatu hal yang objektif yang didalamnya berpusat dan dikendalikan oleh puncak ide yang digambarkan sebagai ide tentang kebaikan yang diformulasikan sebagai tuhan · Aristoteles (384 – 348 SM)[4] Aristoteles yang merupakan bapak ilmu berpandangan bahwa ilmu pendidikan dibangun melalui riset pendidikan. sebagai hakikat dari segala yang ada. § John Duns Scotus yang menegaskan sebuah metode induksi dalam bentuk persamaan. ia berpandangan bahwa manusia itu diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. yaitu merupakan teknis analisis sejumlah hal khusus yang mempunyai pengaruh khusus terhadap peristiwa. Penyempurnaan teori aristoteles dilakukan oleh beberapa filosofi lain yaitu: § Robert Grosseteste yang menyebutkan bahwa metode induktif-deduktif Aristoteles sebagai Metode perincian dan penggabungan. (3) dengan kekuatannya sendiri. · Johan Amos Comenius[5] Filsuf pertama yang memperhatikan dan memberikan konsidensi terhadap orientasi pemikiran filsafat pendidikan adalah Johan Amos Comenius seorang pendeta Protestan. Selanjutnya kesimpulan yang diperoleh dari tahapan induksi dipergunakan untuk premis-premis untuk deduksi dari pernyataanpernyataan tentang observasi.

sehingga abad ini dikenal dengan sebutan abad rasio (age of reason) atau Rasionalisme. Pendidikan juga merupakan upaya . Dimensi mengenai pemikiran filsafat pendidikan naturalisme adalah sebagai berikut: § Dimensi utama dan pertama dari pemikiran filsafat pendidikan Naturalisme di bidang pendidikan adalah pentingnya pendidikan itu sesuai dengan perkembangan alam. step by step dan tidak bersamaan. Pendapat Copernicus di atas sangat berpengaruh pada abad ke 18. ia menghendaki pengajaranpun harus teratur.diciptakan dan ditempatkan di atas semua makhluk. Naturalisme di bidang pendidikan juga dielaborasi oleh kerangka pemikiran John Locke. Observasi berarti mengamati secara langsung fenomena yang ada di alam ini secara cermat dan cerdas. tidak ada sesuatu dalam jiwa tanpa melalui indra. yaitu . alam. Selain tokoh-tokoh barat. maka proses pendidikan harus mengikuti tata-tertib perkembangan alam. Hal tersebut awal dari pemikiran filsafat pendidikan naturalisme yang lahir pada abad 17 dan mengalami perkembangan pada abad 18. melainkan dilakukan secara terencana dan bertahap sesuai dengan tahapan perkembangan fisik dan psikis peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukan oleh comenius § Dimensi kedua dari filsafat pendidikan Naturalisme yang juga dikemukakan oleh Comenius adalah penekanan bahwa belajar itu merupakan kegiatan melalui Indra. Pendapatnya ini berimplikasi pada pelaksanaan pendidikan dengan keharusan tidak merusak alam dan meniru perkembangan alam. § Demensi terakhir dari percikan pemikiran filsafat pendidikan Naturalisme juga dikembangkan oleh Jean Jacques Rousseau berkebangsaan Prancis yang naturalis mengatakan bahwa pendidikan dapat berasal dari tiga hal. Artinya proses pendidikan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. karena kemampuannya dalam berfikir. Kalau alam serba teratur. Percikan pemikiran Comenius berpengaruh pada teori-teori pendidikannya. Bagi Rousseau seorang anak harus hidup dengan prinsip-prinsip alam semesta. manusia dan barang. Comenius juga berpendapat tentang prosedur dalam bidang pendidikan bahwa dari pada membuat kerusakan pada proses alam. Oleh karena alam merupakan spot power bagi pengisian jiwa. Pendidikan merupakan transformasi nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman untuk mempertahankan eksistensi manusia dalam peradaban masyarakat. Jiwa senantiasa kosong dan hanya terisi apabila ada pengalaman. Ia mengemukakan bahwa teori dalam jiwa diperoleh dari pengalaman nyata. lebih baik bersahabat dengan proses alam tersebut. Mata pelajaran harus diajarkan secara berurutan (sequence) . Salah satunya adalah peserta didik harus dipersiapkan kepada dan untuk Tuhan. § Dimensi ketiga dari filsafat pendidikan Naturalisme adalah pentingnya pemberian pemahaman pada akal akan kejadian atau fenomena dan hukum alam melalui observasi. filsafat pendidikan dalam pandangan tokoh filosofi islam sebagaimana diuraikan berikut[6] § Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M) Filosofi Islam yang berpendapat bahwa ilmu pengetahuan merupakan kemampuan manusia untuk membuat analisis dan strategis sebagai hasil dari proses berfikir.

melestarikan dan mewariskan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat agar masyarakat tersebut bisa tetap eksis. yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia. pendidikan tidak hanya mengembangkan aspek kognitif (akal) semata tapi perlu menyeleraskan dengan aspek afektif (moral) dan psikomotorik (keterampilan). Wiliam Mc Gucken. Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu memadukan dualisme (antara aspek keduniaan dan aspek keakhiratan secara sama dan seimbang). Filsafat Pendidikan Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh. buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. § Ahmad Dahlan (1869 – 1923M) Ahmad Dahlan adalah tokoh pendiri Muhammadiyah yang berpandangan bahwa pendidikan bertujuan menciptakan manusia yang (1) baik budi. Aliran-aliran dalam Filsafat yang berkembang saat ini antara lain: 1. Emanuael Kant. benar. Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles. Johan Amos Comenius. John Stuart Mill. Elea dan Hegel. yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. seperti apa yang dikatakan baik. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian. Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Proses pendidikan dapat membentuk kepribadian muslim yang seimbang. Al Ghazali 2. bukan fisik. (2) luas pandangan. Francis Bacon. § Abduh Ibnu Hasan Khairullah (1849 – …. Galileo. Pendidikan agama dan pendidikan umum dipadukan secara selaras dan berpegang kepada Al-Qur‟an dan Al-Sunnah. bukan materi. yaitu alim dalam agama. yaitu alam dalam ilmu-ilmu umum dan (3) bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat.M) Filosofi Islam dari Mesir mengemukakan bahwa pendidikan bertujuan mendidik akal dan jiwa serta mengembangkannya hingga batas-batas yang memungkinkan anak didik mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan Aliran-aliran yang berkembang saat ini sangat dipengaruhi oleh pandangan dan teori-teori yang dikemukan oleh para filosofi-filosofi dunia. David Hume. § Muhammad Iqbal (1877 – 1938M) Filosofi Islam dari India. Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato. John Locke. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. David Hume. . Aliran ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah. cantik. bahkan pendidikan merupakan subtansi dari peradaban manusia. Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. berpandangan bahwa pendidikan merupakan bagian tidak dapat dipisahkan dari peradaban manusia.

dan ketidakteraturan. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930. Soren Kierkegaard. subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Ludwig Feurbach 4. Martin Buber. Harold Rugg. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler. yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh. ingin membangun masyarakat baru. Landasan Filsafat Pendidikan Indonesia Pendidikan Indonesia dipengaruhi beberapa peristiwa: § Era Kolonia Belanda[7] . eksistensialisme menekankn pilihan kreatif. Karl Jasper. william O. Neff 7. Thomas Briggs. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre. Filsafat Pendidikan Perenialisme Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. terutama dalam kehidupan moral. Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri. masyarakat yang pantas dan adil. intelektual dan sosio kultual. Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi. Bagley. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle.Thomas. wiliam James. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gabril Marcel. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. 8. kuat dan teruji. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos. 9. Filsafat Pendidikan Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. George Count. Paul Tillich 6. 5. John Dewey. Ernest Bayley. ketidakpastian. Frederick Breed dan Isac L. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris. melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Filsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. spiritual atau supernatural. Stanley.3. bukan rohani. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Frederick C. Heracleitos. Lawrence B. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secara umum. Martin Heidegger. yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Kandell.

mengajar anak berdoa. Tujuan pendidikan saat itu adalah menyebarkan agama protestan dan menghilangkan pengaruh katolik di Indonesia. Konsep Pancasila sebagai dasar. negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya. Terjadi perubahan yang radikal bahwa kepercayaan atas kekuasaan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian empiris. Dasar Integralistik. Hal tersebut tergambar dari kehidupan bernegara pada masa Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. 3. dasar ekonomi kekeluargaan 4. Peri kebangsaan 2. bernyanyi. Politik Etis: 1900 – 1920. pendidikan pada masa tersebut dipengaruhi ole ide-ide liberal. Ciri pendidikan pada masa ini yaitu gradualisme. 2. Kesejahteraan Rakyat § Mr. § Era Kemerdekaan Indonesia[8] Pancasila sebagai dasar dan landasan berbagai kehidupan bangsa lahir pada era kemerdekaan. social dan usaha mencapai tujuan-tujuan sekuler. Muh. Tugas guru saat itu adalah untuk memupuk rasa takut terhadap Tuhan. Dasar ke-Tuhanan 3. prinsip konkordasi dan tidak ada perencanaan pendidikan yang sistematis. keterbatasan tujuan. mengemukakan rancangan dasar Negara. Masa Liberal (1861-1819). Masa VOC (1607). landasan dan Falsafah dalam aspek-aspek kehidupan berbangsa dicetuskan oleh tokoh-tokoh kebangsaan yaitu: § Mr. pendidikan pada masa ini ditujukan membangun kemandirian dan emansipasi pendidikan demi kesejateraan rakyat Indonesia.Pendidikan Indonesia pada Era Kolonia Belanda mengalami 3 (tiga) fase perkembangan 1. mematuhi orang tua. Pada era kebangkitan bangsa nilai-nilai pancasila telah menggugah kesadaran nasionalime bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dasar musyawarah dalam kepemimpinan . kontrol sental. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebenarnya sudah sejak dulu telah mendasari aspek-aspek kehidupan bangsa Indonesia. negara kesatuan. Peri Ketuhanan 4. penguasa dan guru-guru 2. yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apapun.Yamin. mengajarkan dasardasar agama Kristen.dan berpusat di gereja. dualisme. Soepomo mengemukakan dasar negara Indonesia Merdeka yang dicita-citakan yaitu: 1. pada masa VOC pendidikan yang berkembang di Indonesia yaitu pendidikan yang berlandaskan ketuhanan. pergi ke gereja. Peri Kerakyatan 5. yaitu 1. nilai-nilai rasional. Pendidikan ditujukan kepada pengembangan kemampuan intelektual. Dasar sosialisme negara. Peri Kemanusiaan 3.

Alam semesta raya mempunyai hukum-hukum alamnya dan menjadi sumber daya kehidupan semua makhluk hidup. § Asas tata hidup manusia budaya (asas kultural/religius) Cipta. Pancasila adalah filsafat keselarasan. § Asas tata ada yang selaras. Mufakat atau demokrasi 4. Ketuhanan Yang Maha Esa Pemikiran-pemikiran tersebut yang menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila yang melandasi semua aspek kehidupan banga termasuk Landasan dan Falsafah Pendidikan Indonesia. mengusulkan dasar filsafat negara Pancasila dengan susunan: 1. rasa dan karsa manusia secara integratif mampu menciptakan perlengkapanperlengkapan hidup yang secara keseluruhannya disebut kebudayaan. serasi. Bangsa Indonesia menganut asas kemerdekaan untuk memilih dan menganut agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan menjunjung toleransi antar pemeluk agama.§ Ir. Manusia sering dipandang sebagai mikrokosmos sebab pada manusia terdapat sifat-sifat atau unsur-unsur seperti yang ada pada makrokosmos. Kebangsaan Indonesia 2. § Ajaran Metafisika dan Ontologi Pancasila Asas-asas metafisika dan ontologi dalam filsafat Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut: § Asas monoteisme Merupakan realisasi dari sila I Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa. Kesejahteraan Sosial 5. Pancasila sebagai sistem filsafat juga mempunyai ajaran-ajaran tentang metafisika dan ontologi Pancasila. aksiologi Pancasila dan logika Pancasila. seimbang (harmoni) Bahwa yang ada di dunia merupakan hal yang serba berlawanan namun tetap dapat berlangsung secara selaras. § Asas persatuan dan kesatuan . tersusun rapi). Internasionalisme atau perikemanusian 3. dunia dengan tata suryanya. Bangsa Indonesia hanya mengakui satu tuhan saja ialah Tuhan Yang Maha Esa. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat[9] Pancasila sebagai sistem filsafat adalah pengungkapan dan penelaahan dunia fisik dan dunia riil secara sistemik (menyeluruh) dan sistematis (teratur. ialah alam semesta ini. § Asas makrokosmos-mikrokosmos Asas makrokosmos merupakan pengakuan kepada realita yang ada. Pancasila memberi ajaran tata hidup manusia budaya secara harmonis. Soekarno.

§ Asas tertib damai. Agama menjadi sumber-sumber nilai-nilai kebaikan dan juga kebenaran. Baik rasio maupun pengalaman dapat menjadi sumber pengetahuan. § Asas idealisme. serasi dan seimbang. teratur dan damai menghindari pertengkaran dan perselisihan § Asas bhineka tunggal ika Asas ini memberi makna bahwa hidup budaya manusia menunjukan variasi-variasi. logika ilmiah dan logika intuisi. realistis dan pragmatis Hidup bangsa Indonesia tidak tanpa arah. maka manusia akan melaksanakan nilai-nilai: (1) nilai-nilai . § Epistomologi Pancasila Ajaran Pancasila dengan teorinya selaras. § Prinsip nilai manusia Prinsip nilai-nilai manusia yakni bahwa manusia adalah subjek penilai. Fungsi Pancasila terhadap agama adalah: 1.Hidup budaya manusia membentuk kesatuan-kesatuan secara menyeluruh mulai dari tingkat terbawah yaitu keluarga sampai pada kehidupan berbangsa dan bernegara. macam-macam agama dan kebudayaan daerah dan sebagainya. § Aksiologi Pancasila Prinsip-prinsip ajaran nilai atau aksiologi Pancasila adalah sebagai berikut: § Prinsip nilai religius Prinsip nilai religius bersumber pada Sila I Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa). Pengetahuan datang dari intuisi dan juga bersumber pada kebenaran agama. logika induksi. tetapi mempunyai arah yang ideal yakni hidup masyarakat yang adil dan makmur. Logika yang dikembangkan dalam epistomologi Pancasila adalah logika formal (deduksi). Pancasila memberi situasi dan kondisi kerukunan dan kedamaian hidup di antara umat beragama. Pancasila memberi fasilitas kepada hidup subur dan berkembangnya agama 2. mengakui kebenaran pengetahuan rasio dan pengetahuan pengalaman. seperti adanya ras-ras manusia. § Prinsip nilai alami Prinsip nilai alamia artinya alam semesta sebagai ciptaan Tuhan yang berisi kebaikankebaikan alamiah yang berupa nilai-nilai hukum alam. Dalam mencapai nilai-nilai dalam hidupnya. kemerdekaan dan keadilan Hidup membudaya adalah hidup tertib.

8. berfungsi sebagai pemimpin dan pendukung serta pengembang nilai-nilai hidup di masyarakat. rasa. Hakekat proses belajar dan mengajar. (3) nilai-nilai kerakyatan atau demokrasi. Hakekat guru sebagai pendidik adalah agen perubahan. (6) Wawasan ketahanan bangsa. di sekolah maupun di masyarakat dan berlaku seumur hidup. Ajaran Pancasila tentang Pendidikan Wawasan kependidikan dalam Filsafat Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut: 1. Hakekat masyarakat adalah sebagai lingkungan pendidikan. (5) Wawasan Pembangunan Nasional. (2) Wawasan ideologi dan pandangan hidup Pancasila. (2) menyelenggarakan program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat baik kuantitatif dan kualitatif. (4) Wawasan religius dan keimanan. serasi. Pendidikan adalah proses regenerasi untuk melangsungkan eksistensi manusia budaya yang lebih maju.kemanusian. Kurikulum pendidikan. Pendidikan adalah proses pembudayaan manusia. (1) dalam proses belajar mengajar terjadi interaktif antara siswa dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru. 6. melaksanakan kurikulum yang komprehensif. yang dilakukan baik dalam keluarga. Mengembangkan Cara Belajar Siswa Aktif. sekolah dan perguruan tinggi adalah (1) lembaga pendidikan profesional yang melaksanakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia. (4) materi dan sistem penyajian bersifat dinamis selalu berkembang 5. (7) Proses belajar dan mengajar. seimbang antara cipta. 4. (3) Wawasan kemajuan Ilmu dan Teknologi. 2. 3. (2) nilai-nilai persatuan hidup bersama. § Prinsip relativitas dan kemutlakan nilai Nilai-nilai hidup budaya manusia ada yang bersifat relatif. sebagai fasilitator dan bertanggung jawab atas tujuan belajar. (4) nilai-nilai keadilan. selaras. Hakekat lembaga pendidikan. yakni usaha sadar untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian manusia. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional . mengembangkan proses komunikasi diagonal (interaksi aktif). (2) proses belajar mengajar yang efektif memerlukan strategi dan media atau teknologi pendidikan yang tepat guna. memadukan antara teori dan praktek. terbatas oleh kurun waktu dan tempat. MIS yaitu manusia pembangunan yang berkembang secara integral. Hakekat anak didik adalah bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri selaras dengan wawasan pendidikan sepanjang hayat 7. karsa dan karya serta jasmani-rohani yang sehat. Wawasan kurikulum yang dikembangkan adalah: (1) Wawasan budaya bangsa berdasar pada kondisi sosio-budaya masyarakat dan negara Indonesia. (3) kegiatan belajar mengajar direncanakan dan diimplementasikan menjadi suatu sistem. Tujuan pendidikan adalah menumbuhkan Manusia Indonesia Seutuhnya (MIS).

Fungsi pendidikan nasional Indonesia adalah untuk mengembangkan warga negara Indonesia. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. pendidikan agama. asas pendidikan seumur hidup. pendidikan ilmu pengetahuan. pendidikan kesegaran jasmani. asas Bhineka Tunggal Ika. kecerdasan. asas pendidikan. pendidikan kesenian. asas tanggung jawab bersama. memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan 3. Pendidikan nasional merupakan suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya. pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan kesadaran bersejarah. pendidikan bahasa.Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 2 UU RI No. pandangan hidup bangsa Indonesia. . Sedangkan Pendidikan Nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlancar mencapai cita-cita nasional Indonesia. Kesimpulan Pendidikan merupakan cabang dari filsafat. Berdasarkan peraturan perundangan tersebut jelaslah bahwa pancasila adalah Landasan Filosofi Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan disebut sistem Pendidikan Pancasila 2. keterampilan. 5. Asas-asas pelaksanaan pendidikan nasional Indonesia adalah asas semesta.[10] Pokok-pokok fikiran Pendidikan Nasional adalah: 1. Asas keselarasan. pendidikan watak dan kepribadian. Hal tersebut sejalan dengan Ketetapan MPR RI No. Sehingga Filsafat pendidikan nasional Indonesia dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa “Pancasila” yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan negara Indonesia. kepribadian bangsa Indonesia. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia. pendidikan keterampilan. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. asas manfaat adil dan merata. mempertinggi budi pekerti. mengembangkan bangsa Indonesia dan mengembangkan kebudayaan Indonesia 4. Unsur-unsur pokok pendidikan nasional adalah pendidikan pancasila.2 Tahun 1989 bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Namun pendidikan bukan merupakan filsafat umum/murni melainkan filsafat khusus atau terapan. dan dasar negara Indonesia. keseimbangan dan keserasian. asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan wawasan nasional.

yang membahas tentang hakikat nilai kegunaan teoritis dan praktis Ilmu Pendidikan Filsafat Pancasila yang muncul pada masa kemerdekaan tahun 1945 dicetuskan oleh tokohtokoh perjuangan bangsa. kesatuan. Kedudukan Pancasila sebagai filsafat Pendidikan Indonesia diperkuat dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989. rasa. Objek dalam Filsafat Ilmu Pendidikan dapat dibedakan dalam 4 (empat) macam yaitu: 1. PT. yang membahas tentang hakikat cara-cara kerja dalam menyusun ilmu pengetahuan 4. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. maupun karsanya. Pancasila mengandung pemahaman nilai mengenai metafisika dan ontologi. harmonis.Remaja Rosdakarya Bandung. 2001. dinamis. Metodologi Ilmu Pendidikan. Sebagai sebuah filsafat pendidikan. (2) apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya dan (3) dengan cara apa tujuan pendidikan dapat dicapai Filsafat Ilmu Pendidikan membahas mengenai : (1) struktur ilmu dan (2) kegunaan ilmu bagi kepentingan praktis dan pengetahuan tentang kenyataan. Daftar Pustaka Abdullah. ” Filsafat Ilmu Pendidikan”. yang membahas tentang hakikat subtansi dan pola organisasi Ilmu Pendidikan 2. agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. . Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan. epistomologi dan aksiologi sebagai mana yang terkandung dalam filsafat pendidikan.Filsafat Pendidikan dapat diartikan juga upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : (1) Filsafat Praktek Pendidikan dan (2) Filsafat Ilmu Pendidikan. Filsafat Praktek Pendidikan biasanya membahas mengenai 3 (tiga) masalah pokok yaitu (1) apakah sebenarnya pendidikan itu. Epistomologi Ilmu Pendidikan. Aksiologi Ilmu Pendidikan. yang membahas tentang hakikat objek formal dan material Ilmu Pendidikan 3. Ontologi Ilmu Pendidikan. Ishak. organis.

Nasution.Remaja Rosdakarya Bandung. Toto. Gaya Media Pratama.html di down load pada tanggal 13 September 2008 [6] Toto Suharto. S. Bumi Aksara. 2008. “Pokok-Pokok Pendidikan Pancasila”. Bumi Aksara Heryanto. Amus Yogyakarta Hasan. “Filsafat Pendidikan Islam”. Jujun S.Remaja Rosdakarya Bandung.Fudyatanta.html didown load pada tanggal 13 September 2008 [1] Jujun S Suriasumantri. Raja Grafindo Persada. Hasan Bakti. ” Filsafat Ilmu Pendidikan”. M. Ar-Ruzz. 2006. Suharto. 2006. Ki. “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” Pustaka Sinar Harapan.Iqbal. 2001 . 2003 [2] Ishak Abdullah. “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” Pustaka Sinar Harapan www.com/0308hakiki. “Pokok-Pokok Materi Pendidikan Pancasila”. PT. Raja Grafindo Persada.. 2003 . Gaya Media Pratama.Iqbal Hasan. “Filsafat Pendidikan Barat dan Filsafat Pendidikan Pancasila”. 2001 [5] http://re-searchengines. S.feedfury. “Filsafat Pendidikan Islam”.”Filsafat Umum”. Nunu.education. 2001 [4] Ishak Abdullah. Nasution. 2008 [8] M. PT. PT. “Filsafat Pendidikan Barat dan Filsafat Pendidikan Pancasila”. PT. “Sejarah Pendidikan Indonesia”. 2001 [3] Hasan Bakti Nasution. 2006.com didown load pada tanggal 13 September 2008 http://re-searchengines. Bahan Kuliah pad IKIP Makasar. 2006 [7] Nasution. 2002. Ki. ” Filsafat Ilmu Pendidikan”. 2002 [9] Fudyatanta. “Materi Kuliah pada IKIP Makasar” Tinggalkan Balasan Enter your comment here.. 2002. Amus Yogyakarta [10] Nunu Heryanto.com/0308hakiki. 2002. Ar-ruzz Suriasumantri. “Sejarah Pendidikan Indonesia”. “Filsafat Umum”. .

  Halaman o LANDASAN PENDIDIKAN”filsafat ilmu” Februari 2012 S S R K J S M « Agu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29   Tulisan Terkini o o o o o PERSYARATAN PENDIRIAN TK DI KOTA BEKASI MENGAJAK ANAK GEMBIRA BERPUASA FORMAT PENILAIAN MICROTEACHING Salam kenal dari sahabat ilmu Halo dunia! .Fill in your details below or click an icon to log in:    Email (wajib) (Address never made public) Nama (wajib) Situs web Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.

 Kategori o o o o alislam manajemen guru MANAJEMEN SEKOLAH Tak Berkategori Blog pada WordPress.com . Ikuti Follow “Sahabat Ilmu” Get every new post delivered to your Inbox. Theme: Thirteen by Beccary. Enter your Powered by WordPress.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful