AUDIT OF THE SALES AND COLLECTION CYCLE

Oleh :

Mandria Wirawan Maria Kristelin Niken Astari Anggraeni

120110090012 120110090017 120110090024

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Makalah Auditing II ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk

menyelesaikan mata kuliah Auditing II kelas Ibu Prof.Dr.Hj.Ida Suraida, S.E,MS,Ak dan Bapak Cahya Irawadi, S.E, MS,Ak. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Penjualan kredit dilakukan untuk menarik pelanggan tetapi disertai resiko yang cukup besar. Peningkatan volume penjualan akan dapat membantu perusahaan meningkatkan laba perusahaan. sebab penjualan adalah sumber pendapatan perusahaan. yaitu kemungkian tidak tertagihnya piutang. Penjualan dilakukan dengan cara penjualan tunai ataupun penjualan kredit. untuk mengatasi kelemahan ini diperlukan adanya suatu sistem akuntansi dan pengendalian intern yang baik sehingga akan menjamin keberhasilan perusahaan dalam menagih piutang . serta lemahnya pengendalian intern yang diterapkan.BAB I PENDAHULUAN Salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai laba adalah dengan melakukan penjualan. Penjualan merupakan salah satu usaha perusahaan untuk mencapai tujuan perusahan. Salah satu faktor yang mengakibatkan tidak tertagihnya piutang adalah pemberian kredit yang tidak selektif.

Selanjutnya. Sales returns and allowances 4. harus memahami kelas-kelas transaksi dari siklus penjualan dan penagihan serta akun-akun di perusahaan tertentu. Berikut klasifikasi dari transaksi pada siklus penjualan dan penagihan : 1. Sales Returns and Allowances 6. Bad Debt Expense 7.BAB II PEMBAHASAN Hal – hal yang perlu diperhatikan untuk memperkirakan control risk dan merancang tests of control serta substantive tests of transaction untuk setiap klasifikasi transaksi adalah pertama. Sales (Cash and sales on account) 2. Allowances for Uncollectible Accounts . harus memahami dokumen dan catatan tertentu yang digunakan di dalam siklus penjualan dan penagihan karena dokumen dan catatan tersebut merupakan hal yang penting di dalam proses audit. Estimate of bad debt expense Berikut akun-akun dalam transaksi pada siklus penjualan dan penagihan : 1. Cash receipts 3. Write-off and uncollectible accounts 5. Tujuan dari audit ini adalah untuk mengevaluasi apakah saldo-saldo yang dipengaruhi oleh siklus ini telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Cash Discounts Taken 5. Account Receivable 3. Cash in Bank 4. Sales 2.

Gambar berikut menunjukkan arus dari informasi akuntansi melalui berbagai akun dalam siklus penjualan dan penagihan : Setelah mengetahui kelompok-kelompok transaksi dan akun-akun yang terlibat dalam siklus penjualan dan penagihan. supaya auditor dapat memperkirakan control risk dan merancang tests of control serta substantive tests of transaction. . auditor butuh pemahaman dari fungsi bisnis dan dokumen serta catatan-catatan dalam perusahaan.

Kelompok Transaksi Sales Sales Akun Fungsi Bisnis Dokumen dan Catatan Processing Customer Order Granting Credit Customer order Sales order Customer order or sales order Accounts Receivable Shipping Goods Billing Shipping document Customers Sales invoice transaction and recording sales Sales file Sales listing journal or Account receivable master file Account receivable trial balance Monthly statement Cash Receipts Cash in Bank Processing and Remittance advice Cash Prelisting of cash receipts Cash receipts (Debits from cash Recording receive) Accounts Receivable Receipts transaction file Cash receipts journal or listing Sales Returns and Sales Returns and Processing Allowances Allowances Accounts Receivable Write-off Uncollectible Accounts Allowances Uncollectible of Accounts Receivable Recording Returns Allowances Writing-off Uncollectible Accounts for Receivable and Credit memo Sales and Sales returns and allowances journal Uncollectible account authorization form General journal .

 Formulir persetujuan kredit (credit approval form) Jika pelanggan membeli barang secara kredit dari klien untuk pertama kali. Persetujuan penjualan kredit ditandai oleh persetujuan untuk mengirim barang.  Laporan Pesanan yang belum terselesaikan (Open-OrderReport) Merupakan laporan seluruh pesanan pelanggan yang belum selesai di proses. Penjualan melalui telepon atau internet dimasukkan secara langsung ke dalam program validasi data. Dokumen yang berhubungan : Pesanan pelanggan (customer order) dan pesanan penjualan (sales order) 2. Granting Credit Praktek yang lemah menyebabkan piutang tak tertagih besar. Processing Customer Order Dokumen ini berisi rincian jenis dan jumlah produk atau jasa yang dipesan oleh pelanggan. Pesanan penjualan dapat dibuat dan dikirimkan oleh tenaga penjualan. Pada contoh earthwarker. jika pesanan pelanggan telah di terima. pegawai penerima pesanan memasukkan informasi yang terdapat penjualan. pesanan kemudian dimasukkan ke dalam sistem. klien harus memiliki prosedur normal untuk menginvestigasi kelayakan kredit dari pelanggan. ke dalam sistem pendapatan. Pada beberapa proses pendapatan. atau di terima melalui telepon atau internet. dikirim atau di faks. Hasil dari prosedur ini didokumentasikan dalam suatu jenis formulir persetujuan kredit. Setelah . yang dikirim atau di faks oleh pelanggan.Account Bad Debt Expense Bad Debt Expense Providing For Bad General journal Debts Allowances Uncollectible Accounts for Fungsi Bisnis Pada Siklus Dan Dokumen Serta Catatan yang Berhubungan : 1.

Shipping Goods Dokumen pengiriman harus dibuat setiap kali barang dikirimkan kepada pelanggan. 3. 4. Salinan dokumen pengirimkan ke pelanggan.barang dikirimkan dan di tagih. sedangkan salinan lain digunakan untuk memulai proses penagihan. Dokumen ini biasanya juga merupakan konosemen atau surat jalan (bill of lading) dan berisikan informasi jenis dan jumlah produk yang dikirimkan. dan salinan-salinannya didistribusikan kepada departemendepartemen lain dalam organisasi. . Dokumen yang berhubungan :         Dokumen pengiriman (shipping document) Faktur penjualan (sales invoice) Jurnal penjualan (sales journal) Neraca saldo A/R Laporan ikhtisar penjualan (summary sale report) Laporan Bulanan ( Monthly Statement ) Berkas induk piutang dagang (A/R Master file) Faktur Penjualan (Sales Invoice) Dokumen ini digunakan untuk menagih pada pelanggan. Pada beberapa sistem pendapatan. Billing customer and recording sales Nota pengiriman disiapkan saat penjualan dan dokumen pengiriman (bill of lading) dibuat untuk keperluan penagihan atas pengiriman ke pelanggan. Faktur penjualan asli biasanya dikirimkan ke pelanggan. Faktur penjualan berisikan informasi jenis. dan konosemen merupakan dokumen terpisah.. harga dan syarat penjualan produk atau jasa. jumlah. Faktur penjualan khususnya merupakan sumber dokumen yang menandai pengakuan pendapatan. maka harus di catat sebagai pesanan yang telah terpenuhi. dokumen pengiriman. serta informasi relevan lain.

7. jumlah tersebut harus dihapuskan dan sering terjadi setelah pelanggan pailit atau piutang dialihkan ke agen penagihan. Processing and recording cash receipts Meliputi penerimaan. Writing-off uncollectible account receivable Jika perusahaan berkesimpulan bahwa suatu jumlah akan tidak tertagih lagi. penyimpanan. Formulir yang digunakan adalah uncollectible account authorization form yaitu dokumen yang digunakan . dan pencatatan kas baik kas maupun berupa cek. 5. Jurnal Penjualan ( Sales Journal) Bila faktur penjualan telah diterbitkan. 6. Jurnal penjualan di gunakan untuk mencatat informasi yang diperlukan untuk tiap transaksi penjualan. penjualan harus di catat dalam catatan akuntansi. penerimaan kas dan memorendum kredit yang di proses dalam akun pelanggan untuk suatu periode. Processing and recording sales return and allowances Dokumen yang berhubungan :   Kredit memo Jurnal cadangan dan retur penjualan.  Laporan Transaksi Pelanggan (Customer Statement) Dokumen ini biasanya dikirimkan kepada pelanggan setiap bulan laporan ini terdiri atas rincian seluruh transaksi-transaksi penjualan. Dokumen yang berhubungan :    Nota pembayaran (Remittance Advice) Daftar awal penerimaan kas Jurnal penerimaan kas. Pertimbangan utama adalah seluruh kas harus disetor ke bank dalam jumlah yanng benar dengan tepat waktu dan dicatat ke berkas transaksi penerimaan kas yang digunakan untuk membuat jurnal penerimaan kas dan memutakhirkan berkas induk piutang usaha.

menyiapkan kuisioner pengendalian intern dan melaksanakan uji 'walkthrough' untuk penjualan. Auditor memperkirakan risiko pengendalian pada setiap tujuan dengan mengevaluasi pengendalian dan kelemahan untuk setiap tujuan.Penjualan. 3. .secara intern yang mengindikasikan adanya otorisasi untuk menghapuskan piutang usaha. Memahami SPI-Penjualan. Prosedur verifikasi intern. Merancang Pengujian atas Pengendalian untuk Transaksi Penjualan. Dengan mempelajari bagan arus klien. Dokumen/catatan yang memadai. Dokumen yang prenumbered. Memperkirakan Risiko Pengendalian Yang Direncanakan. Mengevaluasi Untung Rugi Pengujian atas Pengendalian. Auditor menghubungkan pengendalian dan kelemahan dengan tujuan. 2. Metodologi Perancangan Pengujian Pengendalian Dan Pengujian Substantif Atas Transaksi Penjualan 1. Pengendalian kunci terdiri dari :       Pemisahan tugas yang memadai. 4. Providing for bad debts Harus cukup untuk mencerminkan bagian dari penjualan periode sekarang yang diperkirakan tidak dapat ditagih di masa depan. Pengiriman monthly statement. Otorisasi yang semestinya. Dengan 4 langkah dasar :     Auditor membutuhkan kerangka dasar untuk memperkirakan risiko pengendalian Auditor harus mengidentifikasi pengendalian intern kunci dan kelemahan atas transaksi pengendalian. 8.

Pengujian atas klasifikasi penjualan merupakan bagian pengujian penilaian.  Transaksi penjualan dicatat dengan semestinya di berkas induk dan diikhtisarkan dengan benar. Terdapat dua kemungkinan salah saji : penjualan dicatat untuk pengiriman yang tidak pernah dilakukan dan pengiriman dilakukan ke pelanggan fiktif dan dicatat sebagai penjualan. retur dan pengurangan harga penjualan sangat tidak material sehingga dapat diabaikan dalam pelaksanaan audit. penekanan pada pengujian keabsahan transaksi yang dicatat sebagai cara untuk menemukan pengalihan kas dari penerimaan penagihan piutang yang telah diterima dengan retur dan pengurangan harga fiktif. Sifat pengujian tergantung sifat kelemahan Internal Control .  Penjualan dicatat secara akurat. kebenaran penagihan atas jumlah yang dikirim dan kebenaran pencatatan jumlah yang ditagih dalam catatan akuntansi   Penjualan yang dicatat telah diklasifikasikan sebagaimana mestinya. Bertujuan untuk :  Penjualan yang dicatat benar-benar ada. Kebenaran penilaian transaksi penjualan berkenaan dengan pengiriman jumlah barang yang dipesan. Dengan menelusuri dari dokumen dasar ke jurnal dimana dokumen sebagai direction of test. Tujuan . Merancang Pengujian Substantif atas Transaksi Penjualan. dengan menelusuri dari jurnal ke dokumen dasar ( test of ommission )  Transaksi penjualan yang terjadi telah dicatat.5. Materialitas . Penjualan ditagih dan dicatat sesegera mungkin setelah terjadinya pengiriman untuk mencegah hilangnya transaksi dari catatan tanpa sengaja dan untuk menjamin bahwa penjualan dicatat pada periode yang sesuai. . Retur Penjualan Dan Pengurangan Penjualan Perbedaan pengendalian salah saji dalam nota kredit dan penjualan berkaitan dengan : 1. Penjualan dicatat pada tanggal yang tepat. 2.

& Pengujian Substantif Atas Transaksi Penerimaan Kas Prosedur audit yang paling mungkin menyebabkan salah pengertian : 1.  Lapping .pinjaman tidak dicatat setoran yang tidak dicatat .Pengendalian Intern. merupakan fraud yang umum yaitu menangguhkan pencatatan penerimaan piutang untuk menyembunyikan adanya kekurangan kas dan dicegah melalui pemisahan fungsi. Menentukan apakah kas yang diterima telah dicatat. Pencegahan : pengendalian yang tergantung pada bisnis masing-masing. jumlah. Pengujian Pengendalian.pinjaman bank yg langsung disetor ke R/K 3. . Defalkasi kas yang paling sulit dideteksi : yang terjadi sebelum kas dicatat pada jurnal penerimaan kas atau catatan kas yg lain. tanggal dalam nota pembayaran dengan jurnal penerimaan kas dan deposit slip. Digunakan jika IC lemah.  Dideteksi dengan membandingkan nama. Menyiapkan Pembuktian atas Penerimaan Kas. Prosedur ini digunakan untuk membongkar : penerimaan kas yang belum disetor . 2. Pengujian dilakukan dengan menjumlah penerimaan kas yang dicatat dijurnal penerimaan kas pada periode tertentu dan direkonsiliasi dengan setoran aktual yang dilakukan ke bank untuk periode yang sama. Pengujian untuk menemukan lapping piutang. Pengujian Audit Untuk Piutang Tak Tertagih  Pertimbangan utama auditor untuk memverifikasi penghapusan piutang tak tertagih adalah keabsahan dan kepantasan otorisasi dengan perhatian utama : kemungkinan klien untuk menutupi defalkasi dengan menghapus piutang yang telah ditagih.

Mungkin ada Internal Control yang berkaitan secara langsung dengan akun yang belum diidentifikasi sebagai bagian substantif atas transaksi. untuk menentukan sebab dan dampak pengecualian tersebut terhadap tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan. penyiapan neraca saldo A/R secara periodik untuk ditelaah dan ditindaklanjuti dan kebijaksanaan penghapusan piutang tak tertagih. kas.  Saat penyelesaian pengujian atas transaksi.  Hak & Kewajiban. Pengendalian yang lazim : persetujuan kredit. Prosedur yg lazim adalah memeriksa persetujuan dari orang yang berwenang dan memeriksa korespondensi dalam arsip klien yang mendukung ketidak kolektibilitasannya. beban piutang tak tertagih. yang dapat mempengaruhi risiko penemuan yang didukung sehingga mempengaruhi sisa pengujian substantif. Pengendalian dengan penggunaan akuntan yang kompeten Dampak Hasil Pengujian Pengendalian Dan Transaksi  Bagian audit yang sangat dipengaruhi : saldo piutang usaha. dan penyisihan piutang tak tertagih. pengujian pengendalian atau pengujian  Siklus Penjualan dan Penerimaan Kas paling tidak berdampak pada 3 tujuan audit :  Realizable value. Penting karena kolektibilitas piutang sering merupakan pos utama L/K dan merupakan masalah sejumlah kasus tentang tanggungjawab akuntan. Pengendalian dengan penggunaan akuntan yang kompeten  Penyajian dan pengungkapan. Pengendalian Intern Tambahan Atas Transaksi Neraca  Jika Internal control untuk golongan transaksi efektif dan pengujian substantif mendukung maka kemungkinan salah saji L/K berkurang. . perlu untuk untuk menganalisa setiap pengecualian dari pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi.

dapat digambarkan tipe-tipe dari test audit untuk siklus penjualan dan penagihan : . Dampak terbesar pengujian ini adalah terhadap konfirmasi A/R meliputi jenis. ukuran sampel dan saat peangujian. Berikut ini.

Auditor merancang prosedur audit. . Auditors biasanya menggunakan kertas kerja perencanaan bukti. besar sampel. Merencanakan dan melaksanakan prosedur analitis atas saldo accounts receivables. Memutuskan tes yang memadai atas saldo bukan hal yang mudah. Merancang dan melaksanakan tes atas kontrol dan substantif tes atas transaksi dalam siklus sales and collection. Menetapkan control risk atas siklus sales and collection. Merencanakan tes mendetail atas saldo accounts receivable untuk memenuhi tujuan audit atas accounts receivable.          Detail tie-in : accounts receivable dibuat aging sesuai dengan master file. Dalam menyusun kertas kerja perencanaan bukti. Tujuan audit atas saldo accounts receivable. auditor biasanya menempuh langkah-langkah berikut ini :       Menentukan materialitas dan menetapkan risiko audit beserta inherent risk atas accounts receivable. dan waktu pengujian. Existence Completeness Accuracy Classification Cutoff Realizable value Rights Presentation and disclosure.Metode untuk merancang tes detail atas saldo. item yang akan diambil.

Berikut ini merupakan metodologi untuk merancang test details of balances untuk piutang .

Relationship Between Sales and Accounts Receivable .

difaktorkan.  Accounts receivable diklasifikasikan dengan layak. dan penerimaan kas. .  Klien berhak atas accounts receivable.  Accounts receivable ditambahkan dengan benar dan sesuai dengan master file dan buku besar.  Accounts receivable yang tercatat benar-benar ada. Hal ini berhubungan erat dengan pengujian atas allowance for uncollectible account. Tes detail yang terpenting yang dilakukan dalam pengujian accounts receivable adalah konfirmasi. dapat dilakukan dengan menguji dokumen penjualan dan penerimaan kas. atau dijual. Tes yang dilakukan biasanya dengan membandingkan antara saldo dengan control account. Perlu ditelusuri apakah accounts receivable tersebut telah dijaminkan.  Pisah batas telah tepat. Dari konfirmasi dapat diyakini keberadaan accounts receivable.  Accounts receivable dicatat pada realizable value. Pisah batas di sini meliputi pisah batas penjualan.Tes detail atas saldo.  Accounts receivable seluruhnya tercatat.  Accounts receivable telah disajikan dan diungkapkan dengan layak. Akurasi yang tidak dikonfirmasi. Cara lain adalah dengan melakukan tes silang dari hasil tes atas transaksi penjualan. misalnya notes dan accounts receivable. sales return and allowance. Aging atas saldo menjadi penting karena allowance dan biaya atas uncollectible accounts receivable berdasarkan pada estimasi dari hasil aging. Untuk accounts receivable yang tidak dikonfirmasi dapat ditelusuri dari dokumen penjualan dan penerimaan kas sebagai prosedur alternatif. Klasifikasi di sini dimaksudkan pemisahan yang tegas di antara berbagai jenis receivable.  Accounts receivable dicatat dengan akurat.

konfirmasi yang diterima lambat dan diragukan keandalannya. Konfirmasi atas accounts receivable. Konfirmasi yang dikirim klien harus diawasi oleh auditor dan hasi konfirmasinya langsung dikirim kepad auditor. Control risk dan inherent risk rendah. Konfirmasi yang diterima dan terdapat perbedaan. Pemilihan item yang akan diuji. namun nilainya masingmasing kecil. perlu ditindaklanjuti. dan mungkin juga karena kesalahan klerikal. dan berkorespondensi dengan klien.Segala hal yang berhubungan dengan accounts receivable telah diungkapkan dengan memadai. Waktu konfirmasi. AICPA mensyaratkan dilakukannya konfirmasi atas account receivable kecuali jika jumlahnya tidak material. . auditor perlu menguji lagi penerimaan kas setelah tanggal konfirmasi. Konfirmasi negatif dilakukan bila :       Jumlah satuan accounts receivable banyak. memastikan tidak ada sales invoice ganda. dan saldo dlam receivable benar-benar memenuhi kriteria receivable. telah terjadi pengembalian barang yang dikirim karena tidak sesuai dengan yang diminta. sedekat mungkin dengan tanggal neraca. biasanya dilakukan dengan stratifikasi. Perbedaan tersebut mungkin timbul karena telah dibayar sebelum tanggal konfirmasi namun belum diterima oleh klien pada saat itu. Keputusan penting dalam melakukan konfirmasi di antaranya:  Jenis konfirmasi positif atau negatif. Jumlah sampel yang akan dikonfirmasi. Tidak ada alasan konfirmasi itu tidak akan diperhatikan. menelusuri dokumen pengiriman. Apabila konfirmasi positif tidak ditanggapi. barang yang dikirim oleh klien belum diterima pada tanggal konfirmasi. serta bila inherent risk dan control risk rendah sehingga dapat digunakan prosedur alternatif pengumpulan bukti.

5. b. Terdapat beberapa fungsi bisnis dalam siklus ini.sedangkan setoran kedua dianggap sebagai setoran pertama.diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Pesanan Pelanggan Pesanan biasanya diterima via telpon. Pesanan Penjualan Dokumen yang berisi detail barang yang dipesan oleh pelanggan c.jumlah. Tapi kecurangan ini dapat diatasi dengan membagi tugas-tugas serta membandingkan nama. 2.  Pengiriman Barang Tagihan pada pelanggan dan pembukuan penjualan Pemrosesan dan Pencatatan Penerimaan Kas Memproses dan membukukan penerimaan tunai Menghapus piutang tak tertagih Menetapkan piutang yang tidak ditagih Lapping of Account Receivables Lapping adalah suatu bentuk penyalahgunaan uang tunai. Persetujuan Kredit Menyetujui kredit untuk pelanggan. 6.internet atau mungkin melalui pameran. 3. .dimana setoran pertama diambil(dimasukkan saku pribadi). 4.BAB III KESIMPULAN Seluruh sasaran audit siklus penjualan dan penagihan adalah untuk mengevaluasi apakah saldo rekening terpengaruh oleh siklus ini secara wajar disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar accounting. 7.dan tanggal yang ada pada berita pengiriman dengan salinan slip setoran. Memproses Pesanan Pelanggan Pesanan barang dari pelanggan adalah awal dari berjalannya siklus ini Adapun dokumen penjualannya seperti berikut: a.

auditor juga harus memverifikasi journal entries dan postings dalam general dan subsidiary ledgers.disitulah benar-benar terjadi penjualan.Terdapat 3 jenis kesalahan dalam penjualan o Pencatatan penjualan dimana pengirimannya tidak dilakukan o Penjualan yang dicatat lebih dari sekali o Pengiriman untuk konsumen palsu Untuk mendeteksi tiga jenis kesalahan transaksi penjualan ini adalah dengan menelusuri kredit pada berkas induk rekening piutang ke sumbernya.  Pengujian Audit untuk Uncollectible Accounts (Piutang Tidak Tertagih) o Perhatian utama adalah pada pencurian kas yang dilakukan dengan menghapus (write-off) piutang yang sebenarnya sudah dapat ditagih. Biasanya dilakukan dengan menelaah aging schedule dan dokumentasi yang terkait koresponsendi dengan customer yang piutangnya dihapuskan.Jika piutang itu benar-benar diterima uang tunainya atau barang dikembalikan. o Pengujian audit harus dilakukan untuk menilai keabsahan otorisasi pernghapusan piutang. o Setelah auditor menilai bahwa penghapusan piutang telah mendapat otorisasi semestinya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful