P. 1
Jenis-Jenis Korosi

Jenis-Jenis Korosi

|Views: 49|Likes:

Penejelasan tentang Jenis-Jenis Korosi pada material.

Penejelasan tentang Jenis-Jenis Korosi pada material.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Agung Firdausi Ahsan on May 05, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

JENIS – JENIS KOROSI 1

2 05 2011

JENIS – JENIS KOROSI 1 1. KOROSI HOMOGEN Korosi homogen terjadi karena reaksi electro chemical yang secara homogen terjadi karat ke seluruh bagian material yang terbuka (telanjang) Sifat Merata dan material menipis Kehilangan tonage besar dan kecepatan tinggi Contoh korosi pada badan kapal, pilar – pilar pelabuhan, korosi pada kaki kaki jacket, sebatang besi yang tercelup larutan asam sulfat, atap seng Pencegahan Pemilihan material yang sesuai, coating yang sesuai, penambahan inhibitor dan katodic protection 2. GALVANIC CORROSION Apabila terjadi kontak atau secara listrik kedua logam yang berbeda potensial tersebut akan menimbulkan aliran elektron/listrik diantar kedua logam. Logam yang mempunyai tahanan korosi rendah ( potensial rendah) akan terkikis dan yang tahanan korosinya lebih tinggi (potensial tinggi) akan mengalami penurunan korosinya Korosi galvanic corrosion dipengaruhi oleh, lingkungan, jarak, area/luas Pencegahan Memilih logam dengan posisi deret sedekat mungkin, menghilangkan pengaruh rasio luas penampang yang tidak diinginkan, memberikan isolasi diantara dua logam yang berbeda bila memungkinkan, penerapan coating dengan mengutamakan pada logam anode, penambahan inhibitor dengan cermat untuk mengurangi keagresifan logam dalam proses korosi, pencegahan sistem sambungan mur baut dengan bahan berbeda dengan logam induknya 3. CREVICE CORROSION Sifat

yang dapat meningkatkan laju penghancuran metal didalam celah. Dari reaksi diatas didapat HCL yang berubah ion H+ atau CL. Penggunaan sistem sambungan butt joint dengan pengelasan dibanding dengan sambungan keling untuk peralatan peralatan baru 2. terutama pada sambungan – sambungan yang rawan 4. Celah sambungan ditutup dengan pengelasan menerus atau dengan soldering 3.yang terdapat pada celah tersebut.hindari adanya lengkungan – lengkungan tajam serta daerah genangan fluida 4. lubang. Peralatan – peralatan harus diperiksa dan dibersihkan secara teratur. Penggunaan gasket dan absorbent seperti teflon jika memungkinkan 6. . lap joint. Hasil reaksi dari kedua ion tersebut akan meningkatkan konsentrasi dari metal clorida atau MCl. Hindari pemakaian packing yang bersifat higroskopis 5. FILIFORM CORROSION Sifat Serangan dari korosi ini tidak merusak komponen utama metal tetapi hanya mempengaruhi atau merusak penampilan permukaan metal dimana permukaan dan penampilan kaleng makanan atau minuman. Karena tempatnya atau celahnya terbatas maka reaksi reduksi dari oksigen pada daerah tersebut habis sedangkan metal M terus bereksi Kecenderungan pembentukan ion M+ ini kemudian disetimbangkan oleh adanya ion klorida atau cl. Laju korosi didalam celah tersebut sangat cepat dan bersifat auto katalik karena adanya ion H+ dan ClPencegahan 1. Pada desain saluran drainase.Tidak tampak dari luar dan sangat merusak konstruksi Sering terjadi pada sambungan kurang kedap Penyebabnya. gasket. Dengan kata lain bahwa ion hidroksil (H+) dihasilkan pada setiap pembentukan ion logam M+. kotoran/endapan Mekanisme Oksidasi : Reduksi : M + 1e O2 + 2H20 + 4e 4OH- Dari reaksi diatas ion electron (e) yang dihasilkan dalam reaksi oksidasi akan digunakan oleh oksigen (o2) untuk mereduksi air (H2O) untuk menjadi ion OH.

prosedur pengelasan yang benar. pemilihan elektrode yang benar. INTERGRANULAR CORROSION Mekanisme Penyebab Korosi intergranular terjadi pada daerah tertentu dengan penyebab grain boundary. pada proses ini harus dilakukan dengan jalan mengecor logam dengan step yang benar. pendinginan yang benar . Kedua unsur ini selanjutnya bereaksi dengan ion Fe konsentrasi tinggi membentuk oksida Fe. pada bagian kepala unsur seperti H2O dan O2 dari udara luar secara osmosis. Selama pertumbuhannya. H2O dan O2 ini akan berdifusi masuk kebagian kepala dan keluar dari bagian ekor secara terus menerus. korosi tertahan dibagian kepala dimana hidrolisa yang terjadi dibagian kepala menyebabkanlingkungan yang bersifat asam. komposisi yang benar dan pendinginan yang benar sesuai dengan karakteristik masing – masing logam dan kegunaannya Welding. Hal ini disebabkan oleh adanya kekosongan unsur/elemen pada kristal ataupun impurities dari proses casting Korosi ini terjadi pada casting and welding Pencegahan Casting. sehingga korosi ini dapat menyebar secara otomatis Pencegahan secara global Menyimpan material berlapis metal (email) didalam kondisi kering Memberikan lapisan brittle film 5.Mekanisme terjadinya Mekanisme terjadinya korosi ini merupakan kasus khusus untuk jenis korosi celah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->