P. 1
Sejarah an Akuntansi Dan Struktur Teori Akuntansi

Sejarah an Akuntansi Dan Struktur Teori Akuntansi

|Views: 1,067|Likes:
Published by Richardo Tbn

More info:

Published by: Richardo Tbn on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI DAN STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

1.1 Latar Belakang
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan lagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000 : 173). Pada periode terakhir yang menyatakan bahwa perkembangan akuntansi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat maka dibutuhkannya tenaga profesi dalam bidang akuntansi, sebab profesi merupakan bidang yang memiliki kontribusi yang menarik dari berbagai figure disiplin. Profesi merupakan kebutuhan awal dari berbagai studi untuk menyediakan analisa psikologis bagi dunia professional dalam akuntansi modern. Perkembangan profesi akuntansi diberbagai Negara, banyak di tentukan oleh factor-faktor lingkungan yang di dalamnya terdapat unsure kebudayaan dan agama. Akuntansi professional melahirkan ide akuntansi sebagai objektif, teknikal dan nilai bebas disiplin ide atas menyertakan sifat ke agamaan, budaya dan sosiologi. Perkembangan akuntansi Indonesia mengalami pasang surut, berbagai factor yang mempengaruhi

1

perkembangan akuntansi di Indonesia antara lain lingkungan politik dan ekonomi serta organisasi profesi.

BAB II ANALISIS SECARA DISKRIPSI

2.1 .Sejarah perkembangan akuntansi di Dunia Perkembangan akuntansi dimulai dengan adanya evolusi pembukuan berpasangan, yang terbagi dalam beberapa masa yaitu: 1.Masa Renaisance System tata buku berpasangan secara bertahap mulai muncul selama abad ke-13 dan ke-14 dibeberapa pusat perdagangan di Italia bagian utara. Catatan pertama mengenai suatu system tata buku berpasangan yang lengkap ditemukan dalam catatan-catatan kota Genoa, Italia, untuk tahun1340. Bagian-bagian sebelumnya ditemukan dalam catatan Giovanni Farolfi & Company, sebuah perusahaan dagang di Florence, tertanggal dari tahun 1299-1300,dalam catatan Rinieri Fini & Brothers, yang berdagang di pecan-pekan raya terkenal pada masa itu di daerah Champagne, Perancis. Orang pertama yang mengkodifikasikan akuntansi adalah seorang rahib Francissca bernama Bruder Luca Pacioli yang menghabiskan dan sebagian besar hidupnya sebagai guru dan pelajar di universitas-universitas Perugia, Florence, Pisa dan Bologna, dan mengakhiri hidupnya dengan mengajar matematika di universitas Roma. Buku yang di tulis Pacioli berjudul Summa de Arithmetica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita. Buku ini muncul tahun 1494 di Venesia Asal Mula istilah-istilah dalam akuntansi seperti debet, kredit,ayat jurnal, buku besar, akun, neraca saldo, dan laporan laba rugi semuanya berasal dari masa
2

Renaisans. Debt, debtor, debenture, dan debit, misalnya, semua diturunkan dari kata dasar, debere, yaitu berhutang, yang disingkat menjadi dari yang dipakai dalam ayat jurnal. Kredit dari akar kata yang sama dengan kata creed yang berarti sesutau yang dipercaya, seperti pernyataan kepercayaan agama Kristen yang dikenal sebagai Apostles Creed. Kata itu dapat juga berarti orang yang dipercaya seseorang, seperti kreditor. Kata asalnya dalam bahasa latin adalah credere, yang disingkat cr yang digunakan dalam ayat jurnal. 2.Anteseden-Anteseden Akuntansi dalam peradaban awal Jauh sebelum Eropa keluar dari gubuk dan pakaian binatang, perekonomian yang canggih sudah terbit di Timur Tengah dan Timur Jauh. Sebagaian besar scenario mengakui bahwa system pencatatan telah ada dalam berbagai peradaban sejak kurang lebih 3000 SM. Diantaranya adalah peradaban kaldea-Babilona, Asiria, dan Samaria, yang merupakan pembentuk system pemerintahan pertama di dunia, pembentuk system bahasa tulisan tertua, dan pembuat catatan tertua. 3.Era Stagnasi Dimulai pada akhir abad ke-15, kota-kota di Italia mulai menurun baik secara politis maupun sebagai pusat-pusat perdagangan. Dengan detemukannya Dunia Baru dan dibukanya rute-rute perdagangan baru, pusat perniagaan pindah ke spanyol dan Portugis dan kemudian ke Antwerpen dan Belanda. Jadi wajar saja jika system tata buku berpasangan italia menyebar ke Negara-negara lain. 4.Era Eksplorasi Era eksplorasi dipicu oleh besarnya kekuasaan kota-kota italia yang menghalangi partisipasi bagian eropa selebihnya dalam perdagangan di Mediterania. Dalam tahun 1492, hanya 2 tahun sebelum buku pacioli terbit. Christhoper Columbus berlayar ke Barat dengan carrack spanyol. Columbus di lahirkan di Genoa, tempat catatan akuntansi tertua yang kita ketahui. Dalam petualangannya ia ditemani oleh seorang Auditor yang ditunjuk oleh pengadilan

3

Spanyol untuk mengawasi catatan pengeluaran Columbus bila ia mulai menghitung harga emas dan remapah yang akan dia kumpulkan.

5.Revolusi Industri Era stagnasi di akhiri dengan perkembangan kedua dalam arti penting akuntansi dalam periode ini yaitu dimulainya Revolusi Industri. Sukar untuk menunjukkan satu tanggal yang pasti di mulainya revolusi ini atau untuk menelusuri penyebabnya yang pasti. Asal mulanya mungkin ketika di Inggris menghasilkan serangkaian panen yang baik dan permintaan akan barang -barang meningkat. Bangkitlah manufaktur untuk memenuhi permintaan dan penemuan penemuan mulai mengubah tempat kerja (dari pekerjaan tangan ke mesin –mesin). Modal yang lebih besar menjadi kebutuhan dan bank –bank bermunculan untuk membiayai kebutuhan itu. Pada tahun 1800 ada 80 bank London dan 400 bank di seluruh negri itu. Perdaganagn juga meluas dimana sebagian akibat dari doktrin dalam buku Wealth of Nation karya Adam Smith yang di terbitkan tahun 1776 2.1 PERKEMBANGAN AKUNTANSI DI INDONEISA Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusuri pada era penjajahan Belanda sekitar 17 (ADB 2003) atau sekitar tahun 1642 (Soemarso 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi ddi Indonesia dapat di temui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Socitey yang berkedudukan di Jakarta (Soemarso 1995). Pada era ini Belanda menganlkan sistem pembukuan berpasangan (Double-entry bookkeeping) sebagaimana yang dikembangkan ole h luca Pacioli. Perusahaan VOC milik Belanda yang merupakan organisasi komersial utama selama masa penjajahan memainkan peranan penting dalam praktik bisnis di Indonesia selam era ini (Diga dan Yunus 1997). Kegiatan ekonomi pada masa penjajahan meningkat cepat selama tahun 1800an awal tahun 1900an. Hal ini ditandai dengan dihapuskannya tanam paksa

4

sehingga pengusaha Belanda banyak yang menanamkan modalnya di Indonesia. Peningkatan kegiatan ekonomi mendorong munculnya permintaan akan tenaga akuntan dan juru buku yang terlatih. Akibatnya, fungsi auditing mulai mulai dikenalkan di Indonesia pada tahun 1907 (Soemarso 1995). Peluang terhadap kebutuhan audit ini akhirnya diambil oleh akuntan Belanda dan Inggris yang masuk ke Indonesia untuk membantu kegiatan administrasi di perusahaan tekstil dan perusahaan manufaktur (Yunus 1990). Intrernal auditor yagn pertama kali datang di Indonesia adalah J.W Labrijn yang sudah berada di Indonesia pada tahun 1896 dan orang pertama yang melaksanakan pekerjaan audit (menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan) adalah Van Schagen yang dikirim ke Indonesia pada tahun 1907 (Soemarso 1995). Pengiriman Van Schagen merupakan titik tolak berdirinya Jawatan Akuntan Negara-Government Accountant Dienst yang terbentuk pada tahun 1915 (Soemarso 1995). Akuntan public yang pertama adalah Frese dan Hogeweg yang mendirikan kantor di Indonesia pada tahun 1918. pendirian kantor ini diikuti kantor akuntan yang lain yaitu kantor akuntan H.Y. Voerens pada tahun 1920 dan pendirian Jawatan Akuntan Pajak-Belasting Accountant Dienst (Soemarso 1995). Pada era penjajahan, tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai akuntan public. Orang Indonesia pertama yang bekerja di bidang akuntansi adalah JD. Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku pada Jawatan Akuntan Pajak pada tanggal 21 September 1929 (Soemasro 1995). Kesempatan bagi akuntan lokal (Indoenesia) mulai muncul pada tahun 1942-1945, dengan mundurnya Belanda dari Indonesia. Sampai tahun 1947 hanya ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia yaitu Prof. Dr. Abutari (Soemarso 1995). Praktik akuntansi model Belanda masih diggunakan selama era setelah kemerdekaan (1950an). Pendidikan dan pelatihan akuntansi masih didominasi oleh sistem akuntansi model Belanda.

5

Nasionalisasi atas perusahaan yagn dimiliki Belanda dan pindahnya orang-orang Belanda dari Indonesia pada tahun 1958 menyebabkan kelangkaan akuntan dan tenaga ahli (Diga dan Yunus 1997). Atas dasar nasionalisasi dan kelangkaan akuntan, Indonesia pada akhirnya berpaling ke praktik akuntansi model Amerika. Namun demikian, pada era ini praktik akuntansi model Amerika mampu berbaur dengan akuntansi model Belanda, terutama yang terjadi di lembaga pemerintah. Makin meningkatnya jumlah institusi pendidikan tinggi yang menawarkan pendidikan akuntansi-seperti oembukaan jurusan akuntansi di Universitas Indonesia 1952, Institut Ilmu Keuangan (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara-STAN) 1990, Universitas Padjajaran 1960, Univeritas Sumatra Utara 1960, Universitas Airlangga 1960 dan Universitas Gajah Mada 1964 (Soemarso 1995) telah mendorong pergantian praktik akuntansi model Belanda dengan model Amerika pada tahun 1960 (ADB 2003). Selanjutnya, pada tahun 1970 semua lembaga harus mengadopsi sistem akuntansi model Amerika (Diga dan Yunus 1997).

2.2 Struktur Teori Akuntansi Teori akuntansi keuangan dibangun untuk mengembangkan akuntansi keuangan yang sesuai dan bermanfaat bagi para pemakainya makanya elemen struktur teori akuntansi itu dimulai dari perumusan tujuan laporan keuangan baru kemudian dari tujuan ini dirumuskan apa postulat, konsep, prinsip, dan akhirnya standar akuntansi yang merupakan pedoman atau teknik penyusunan laporan keuangan.

6

A. Elemen Struktur Teori Akuntansi Bagan elemen struktur teori akuntansi digambarkan dalam hierarki sebagai berikut :
1. Tujuan laporan Keuangan

2a. Postulat Akuntansi

2b. Konsep Teoritis Akuntansi

3. Prinsip Dasar Akuntansi 4. Standar Akuntansi

Gambar 3.1. Hierarki Elemen Struktur Teori Akuntansi

B. Tujuan Laporan Keuangan Tujuan laporan keuangan merupakan dasar awal dari struktur teori akuntansi. Standar akuntansi Indonesia merumuskan tujuan laporan keuangan sebagai berikut : Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang

menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. C. Sifat Postulat Akuntansi Dalam teori akuntansi kita selalu dibingungkan dengan istilah-istilah yang miring tetapi mempunyai arti yang berbeda, seperti istilah-istilah : aksioma, postulat, konsep, convension, generalizaztion, metode, peraturan,

7

praktik, prosedur, prosedur, prinsip, standar, norma, dan lain-lain. Untuk mengurangi kebingungan itu, Belkaoui memberikan sebagian definisi peristilahan sebagai berikut :

1. Postulat akuntansi Adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau asioma yang sudah diterima, karena kesesuaiannya dengan (untuk menompang dan mewujudkan) tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik, sisiologis, dan hukum dari suatu lingkungan gimana akuntansi itu beraksi. Postulat akuntansi terdiri dari : a. Postulat Entity b. Postulat Going Concern c. Postulat Unit of Measure d. Postulat Accounting Period 2. Konsep Teoritis Akuntansi Adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga asioma yang juga sudah diterima umum karena kesesuainya dengan ( untuk menungpang dan mewujudkan ). Tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang disajikan sesuai kebutuhan dan penekanannya yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan dalam pemilikan pribadi. Beberapa penulis memberikan kemungkinan teori yang dipakai yaitu sebagai berikut : a. The Proprietory Theory Menurut konsep ini entity dianggap sebagai agen, perwakilan, wakalah atau penugasan dari pengusaha atau pemilik. Dalam teori ini kesamaannya adalah Asset – Liabilities = Proprietory’s Theory

b. The Entity Theory

8

Menurut teory ini, entity ini dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menanamkan modal kedalam perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi pusat perhatian dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan pemilik. Kesamaan akuntansi menurut teori ini adalah : Asset = Equities Asset = Liabilities + Stockholder’s Equity Teory ekiunty ini berorientasi pada income atau income oriented atau income statement oriented. c. The Fund Theory Meurut teori yang dikemukan W.Y. Vatter (1959), ini yang menjadi perhatian bukan pemilik dan bukan pula perusahaan, tetapi sekelompok asset yang ada dan kewajiban yang harus ditunaikan yang disebut fund yang masing-masing pos yang memiliki aturan dalam penggunaannya. Kesamaan akuntansinya adalah : Asset = Pembatasan Asset d. The Enterprice Theory Dalam konsep teori ini yang menjadi pusat perhatian adalah, keseluruhan pihak atau konstetan yang terlibat atau yang memiliki kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan ekuity. e. Residual Equity Theory Menurut Andrew paton (1959), yang menjadi sorotan itu adalah residual equity bukan semua pemilik, residual equity itu hanya pemegang saham biasa atau common stockholders. Sehingga rumus kepemilikannya adalah : Asset – Liabilities – Prefered Equity = Residual Equity f. Commander Theory Menurut Lois Goldberg (1965) bukan teori entity atau proprietory yang perlu dijadikan sebagai pusat perhatian atau sebagai pemilik perusahaan atau lembaga, tetapi cukup melihat Commandernya

9

atau mereka yang memiliki kekuasaan atau wewenang untuk melakukan control ekonomi atas lesorsis yang efektif terhadap suatu lembaga. g. The Investor Theory Dalam teori yang dikemukan George Staubus (1961), ini pusat perhatian kita adalah investor yaitu mereka yang tergolong pemilik specific equities atau (kreditor) dan residual equities (pemagang saham). Sehingga kesamaan akuntansinya adalah : Asset = Specific Equities + Resiudal Equities h. Ibadah Theory Teori ini beranggapan bahwa akuntansi atau laporan keuangan harus bisa memenuhi kebutuhan dalam menjelaskan semua pihak bahwa entitas telah memenuhi atau sejauh mana memenuhi tanggungjawabnya kepada tuhan dan kepada pihak yang

diperintahkan kepada Tuhan seusai tujuan dan maksud yang ditetapkan syariah.

3. Prinsip (Sifat) Dasar Akuntansi Adalah prinsip atau sifat- sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh output-nya, termasuk laporan keuangan yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postulat akuntansi, konsep teoritis akuntansi yang merupakan sifat dan kualitas dasar dari akuntansi keuangan yang menjadi dasar dalam pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang di pakai dalam menyusun laporan keuangan. Standar akuntansi Keuangan Indonesia memberikan dua asumsi dasar yaitu : a. Dasar akrual b. Kelangsungan usaha

10

APB Statement No. 4 memberikan Sembilan prinsip dasar akuntansi sebagai berikut 1) The Cost principle 2) The revenue principle Prinsip ini menjelaskan sifat dan komponen, pengukuran dan pengakuan revenue sebagai salah satu elemen penyusunan laporan laba rugi. Ketiga aspek itu dijelaskan sebagai berikut : a. Sifat dan komponen dari Revenue b. Pengukuran Revenue. c. Bukti Pengakuan Revenue Secara umum revenue akan di akui secara : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Accrual Basis Critical Event Basis The Matching Principle The Objectivity Principle The Consistency Principle The Disclosure Principle The Conservatism Principle. The Materiality Principle The Uniformity dan Comparability Principle

2.3 Kerangka Dasar Akuntansi keuangan menurut PSAK Kerangka dasar Akuntansi Laporan keuangan ini sebenarnya diambil sepenuhnya dari International Accounting Standard Committee dengan judul Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (IASC). Kerangka dasar ini mencakup :

11

1. Tujuan Laporan Keuangan 2. Karasteristik kualitas informasi 3. Pengakuan dan Pengukuran 4. Konsep dan Pemeliharaan Modal Masing – masing komponen itu dapat dijelaskan sebagai berikut: Tujuan Laporan Keuangan Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi (decision making) Karakteristik Kualitas Adapun karakteristik kualitas laporan keuangan ini adalah ; 1. Dapat dipahami 2. Materialitas 3. Kendalan(reliabilitas, faithful representation)tidak menyesatkan 4. Penyajian jujur 5. Substansi mengungguli form 6. Netralitas 7. Pertimbangan sehat 8. Kelengkapan 9. Dapat dibandingkan Pengakuan dan Pengukuran Pengakuan (recognition) berarti proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsure serta criteria pengakuan yang sesuai dengan standar akuntansi dalam laporan neraca dan laporan laba rugi yaitu 1. Ada kemungkinan manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan
12

2. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca atau laporan laba rugi. Metode pengukuran yang dikenal adalah ; 1. Biaya historis ( historical cost) 2. Biaya kini (current cost) 3. Nilai realisasi ( realizable atau settlement value) 4. Nilai sekarang ( presenta value) Konsep dan Pemeliharaan Modal Konsep modal berarti bahwa uang yang di investasikan dalam perusahaan adalah aktiva dikurangi kewajiban. Konsep pemeliharaan modal merupakan konsep perhitungan laba. Dalam konsep ini laba dianggap harus memperhitungkan bahwa modal yang di investasikan harus terpelihara. Ada dua konsep pemeliharaan modal, yaitu sebagai berikut ; 1. Pemeliharaan modal keuangan Menurut konsep ini baru disebut laba jika jumlah aktiva financial bersih pada akhir periode melebihi jumlah financial aktiva bersih pada awal periode setelah memasukkan kembali setiap distribusi dari dan kepada pemilik 2. Pemeliharaan modal fisik Menurut konsep ini hanya disebut laba jika kapasitas produksi fisik atau kemampuan usaha fisik pada akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode setelah memasukkan kembali distribusi dari dan kepada pemilik selama periode itu

13

BAB III ANALISA KRITIS

Perbedaan profesi akuntansi dan pedoman-pedoman yang berlaku di tiaptiap negara yang berbeda-beda,seperti timur tengah yang di pengaruhi oleh kebudayaan setempat. Pengaruh tersebut berdampak pada perbedaan praktek menejerial dan praktek sistem akuntansi. Sedangkan sistem akuntansi yang diterapkan di negara amerika berbeda jauh dengan negara timur tengah, di amerika berdasarkan pada paham arti kebebasan yang mana masyarakatnya punya atmosfer dan individual yang tinggi. Perkembangan akuntansi di indonesia sejak dari zaman kolonial sampai menerapkan sistem akuntansi Amerika tidak berkembang dengan baik. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain politik yang tidak stabil, kepercayaan, serta masih diterapkannya pembukuan tradisional. Dengan adanya artikel di atas, kelompok kami berpendapat bahwa IFRS yang ada sejak Tahun 2011 perlu digunakan untuk menyama-ratakan pedoman akuntansi di seluruh negara. IFRS ini merupakan upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. yang menjelaskan dampak standar akuntansi, namun sejak tahun 2011 akuntan manajemen terpaksa harus mempelajari dampak dari IFRS sendiri tanpa bergantung lagi pada konsultan atau auditor eksternal. Negara Indonesia dalam hal profesi akuntansi masih mengalami beberapa kelemahan, antara lain adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh akuntan atau auditor. Secara spiritual pelanggaran kode etik tersebut dikarenakan tidak adanya rasa takut terhadap Tuhan. Semenjak orde reformasi krisis global melanda Indonesia, hal ini terlihat dari adanya unsur politik yang mempengaruhi semua lapisan .

14

BAB IV KESIMPULAN keterlibatan antara lingkungan budaya, sosial, keagamaan dan juga dalam lingkup politik.Akuntansi sendiri sebagi wujud investasi yang mampu menghasilkan keputusan serta informasi bagi masa depan penggunanya. Dengan adanya IFRS profesi akuntan di Indonesia harus ditingkatkan dan dikembangkan lagi guna untuk mengikuti perkembangan profesi akuntansi dunia .

15

DAFTAR PUSTAKA

Sukoharsono,E. G.1996. Early Ritual and Islamic Contribution to Accounting Knowledge:An Indonesian Historical Case, The Internasional Journal of Accounting and Bussiness Society, Vol.4/3 ---------------------. 1993. The Gunesis of Accounting in indonesia: the Dutch Colonialism in the Early 17 th Country, The Indonesia Journal of Accounting and Bussines Society, Vol. 1 No. 1 Desember Raar, Jean PhD. 2004 Accepted for Presentation at the Fourth Asia Pasific Interdisiplinary Research in Accounting Conference, The Accounting profesion a religion and community Platform for change.

16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->