P. 1
Kerangka Konseptual Untuk Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan

Kerangka Konseptual Untuk Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan

|Views: 961|Likes:
Published by Richardo Tbn

More info:

Published by: Richardo Tbn on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teori kauntansi teridri atas kerangka-kerangka acuan yang menjadi dasar dari pemgembangan teknik-teknik akuntansi. Kerangka-kerangka acuan ini, nantinya akan terutama didasarkan pada penentuan konsepkonsep dan prinsip-prinsip akuntansi. Hal yang teramat penting dan vital bagi disiplin-disiplin ilmu ilmu akuntansi adalah bahwa profesi akuntansi dan pihak-pihak lain yang berkepentingan juga menerima konsep dan prinsip-prinsip tersebut. Untuk menjamin tercapainya konsensus seperti itu, adanya sebuah peryataan yang memuat alasan atau tujuan yang dapat memotivasi penentuan konsep dan prinsip tadi harus menjadi langkah pertama dalam perumusan suatu teori akuntansi. Peryataan mengenai tujuan dari laporan keuangan telah diakui sebagai suatu hal yang mendesak dan sangat penting, jika perdebatan mengenai standar alternatif dan teknik pelaporan ingin dapat diselesaikan dengan logika dan akal sehat. Sebagai contoh, pada tahun 1960, Devine mengemukakan pendapatnya bahwa: urutan pertama dalam pembuatan sebuah sistem teoritis bagi suatu fungsi pelayanan adalah menetapkan tujuan dan sasaran dari fungsi tersebut. Sasaran dan tujuan daapat berubah seiring dengan waktu, namun untuk satu periode tertentu, mereka harus ditentukan atau dapat ditentukan. Watts daan zimmeraman mencatat bahwa teori akuntansi keuangan hanya memiliki sedikit dampak langsung dan substantif terhadaap teori dan praktik akuntansi. Mereka memberikan penjelasan sebagai berikut: sering kali lemahnya dampak yang diberikan ini dihubungkan dengan kelemahan metodologi dasar dari riset. Atau rekomendasi yang ditawarkan adalah
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 1

didasarkan pada tujuan-tujuan eksplisit atau iplisit yang sering kali berbeda dengan para penulis. Tidak hanya para periset yang tidak mampu mencapai kesepakatan dalam tujuan pelaporan keuangan, mereka ternyata juga tidak dapat mencapai kata sepakat pada metode-metode yang akan digunakan untuk mendapatkan rekomendasi dari tujuan-tujuan tersebut. Menyadari akan pentingya artu tujuan , para profesi akuntansi di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada telah melakukan beberapa usaha percobaan untuk merumuskan tujuan dari laporan keuangan. Di Amerika serikat, pentingya pengembangan tujuan pelaporan keuangan pertama kali diungkapkan oleh laporan dari Study Group on the Objectivitas of Financial Statements (Laporan Kelompok studi mengenai Tujuan Laporan Keuangan) dan di tekankan lagi oleh usah yang dilakukan oleh (FASB) Finally

Accounting Standart Board (Badan standar tentang prinsip-prinsip akuntansi di Amerika) untuk mengembangakan suatu kerangka atau konsitusi konseptual. Di inggris, pentingnya tujuan-tujuan ini telah menjadi sorotan dari publikasi The Corporate Report (Laporan Perusahaan) oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales. Di kanada, perhatian akan subjek ini dipublikasikan dalam Corporate Reporting (pelaporan

perusahaan). Meskipun relatif masih baru, semua usaha-usaha yang dilakukan di atas secara langsung mendapat banyak pengaruh dari Accounting Principle Board (APB) No 4. Dalam bab ini, kita akan membahas secara mendalam berbagai usaha untuk merumuskan tujua-tujuan dari pelaporan keuangan dan sebuah kerangka konseptual bagi akuntansi dan pelaporan keuangan di Amerika, Inggris, dan Kanada.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 2

KLASIFIKASI DAN KONFLIK KEPENTINGAN Perumusan tujuan akuntansi tergantung pada penyelesaian konflik

kepentingan yang terdapat di pasar informasi. Atau lebih spesifik lagi, laporan keuangan yang dihasilkan oleh interaksi tiga kelompok: perusahaan, pengguna, dan profesi akuntansi. Perusahaan (firm) membentuk kelompok utama yang terlibat dalam proses akuntansi. Aktivitas-aktivitas operasional, keuangan, dan luar biasa (atau nonoperasional) yang mereka lakukan menjadi justifikasi dari pembuatan laporan keuangan. Keberadaan dan perilaku mereka menimbulkan hasil keuangan yang sebagian dapat diukur oleh proses akuntansi. Perusahaan-perusahaan juga adalah penyedia informasi akuntansi. Pengguna (user) membentuk kelompok kedua. Pembuatan informasi akuntansi dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pengguna. Meskipun tidak mungkin untuk mengumpulkan suatu daftar lengkap para pengguna, namun dapat dipastikan daftar tersebut akan mencantumkan para pemegang saham, analis keuangan, kreditor, dan badan-badan pemerintah. Profesi akuntansi (accounting profession) membentuk kelompok ketiga yang dapat memengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuang. Para akuntan terutama akan bertindak sebagai “auditor” yang bertanggung jawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku umum. Interaksi dari ketiga kelompok di atas dapat disajikan dalam sebuah diagram venn, dimana lingkaran U mencerminkan kepentingan dari para pengguna akan informasi yang dianggap bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi mereka, lingkaran C mencerminkan kumpulan informasi yang diterbitkan dan diungkapkan oleh perusahaan (entah ia berada didalam atau diluar batasan dari prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum) dan lingkaran P mencerminkan kumpulan informasi yang dapat dibuat dan diverifikasi oleh profesi akuntan. Area yang diberi nama I mencerminkan kumpulan informasi yang dapat diterima oleh semua tiga kelompok tersebut. Dengan kata lain, data-data ini diungkapkan oleh perusahaan, para akuntan dapat membuat dan memverifikasinya, dan mereka dianggap relevan oleh pengguna. Area II-VII mencerminkan area-area yang menjadi konflik kepentingan.
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 3

MENUJU KE ARAH PERUMUSAN TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No.4 Accounting Research Division dari Accounting Principles Board (APB) dibentuk untuk memotivasi dilakukannya riset mengenai dalil-dalil dan prinsipprinsip dasar akuntansi. Bab 4 dari APB Statement No.4 mengklasifikasikan tujuan menjadi tujuan khusus, tujuan umum, dan tujuan kualitatif, serta menempatkan mereka dibawah suatu kumpulan pembatasan. Tujuan-tujuan tersebut dapat diringkas sebagai berikut: 1. Tujuan Khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan.

2. Tujuan Umum dari laporan keuangan adalah sebagai berikut: a. Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumber daya ekonomi dan kewajiban dari perusahaan bisnis agar dapat: i. Mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya; ii. Menunjukan pendanaan dan investasinya; iii. Mengevaluasi kemampuan dalam memenuhi komitmen-komitmennya;

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 4

iv. Menunjukan berbagai dasar sumber daya bagi pertumbuhannya.

b. Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai perubahan dalam sumber daya bersih dari aktivitas perusahaan bisnis yang diarahkan untuk memperoleh laba agar dapat: i. Menyajikan ekspektasi pengembalian deviden kepada para investor; ii. Menunjukan kemampuan operasi perusahaan dalam membayar kreditor dan pemasok, memberikan pekerjaan bagi karyawan-karyawannya, membayar pajak, dan menghasilkan dana untuk perluasan usaha; iii. Memberikan informasi untuk perencanaan dan pengendalian kepada manajemen; iv. Menyajikan profitabilitas jangka panjang.

c. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi penghasilan bagi perusahaan. d. Untuk memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam sumber daya ekonomi dan kewajiban. e. Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan terhadap kebutuhan pengguna laporan.

3. Tujuan Kualitatif dari akuntansi keuangan adalah sebagai berikut: a. Relevansi, yang artinya pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan paling besar untuk memberikan bantuan kepada para pengguna dalam keputusan ekonomi mereka. b. Dapat Dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi tersebut harus jelas, tetapi para pengguna juga harus dapat memahaminya. c. Dapat Diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh pengukuran-pengukuran yang independen, dengan menggunakan metodemetode pengukuran yang sama. d. Netralitas, yang artinya hasil akuntansi ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna, bukannya kebutuhan-kebutuhan tertentu dari penggunapengguna yang spesifik. e. Ketepatan Waktu, yang artinya komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari adanya kelambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 5

f. Komparabilitas (daya banding), yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan. g. Kelengkapan, yang artinya adalah telah dilaporkannya seluruh informasi yang “secara wajar” memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.

Tujuan-tujuan yang dinyatakan oleh APB Statement No.4 sepertinya memberikan dasar pemikiran bagi bentuk dan isi dari laporan keuangan konvensional. Pernyataan tersebut bahkan mengakui bahwa tujuan-tujuan tertentu dinyatakan atas dasar prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum pada saat laporan keuangan tersebut dibuat. Tujuan umum tidak dapat menunjukan kebutuhan-kebutuhan informasional dari para pengguna.

Laporan Kelompok Studi Mengenai Tujuan Laporan Keuangan Metodologi yang Digunakan Sebagai respon terhadap kritik atas pelaporan keuangan perusahaan dan kenyataan bahwa semakin mendesaknya kebutuhan dari sebuah kerangka konseptual akuntansi, Dewan Direksi dari American Institute of Certified Public Accountants mengumumkan dibentuknya dua kelompok studi pada bulan April 1971. Kelompok studi untuk pembuatan prinsip-prinsip akuntansi yang dikenal sebagai “Komite Wheat” ini, diberi tugas memperbaiki dan meningkatkan proses penetapan standar. Laporan yang dihasilkan oleh komite ini mencetuskan dibentuknya Financial Accounting Standards Board (FASB). Kelompok studi kedua, yang dikenal sebagai “Komite Trueblood”, ditugaskan untuk

mengembangkan tujuan laporan keuangan; yaitu dengan menentukan: 1. Siapa yang membutuhkan laporan keuangan; 2. Informasi apa yang mereka butuhkan; 3. Seberapa banyak dari informasi yang dibutuhkan itu dapat diberikan oleh akuntansi; dan 4. Kerangka apa yang dibutuhkan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 6

Tujuan Laporan Keuangan Seperti yang Dinyatakan Dalam “Laporan Trueblood” Meskipun kedua belas tujuan dalam laporan kelompok studi yang dimaksudkan memiliki kesetaraan, terdapat kecenderungan yang dapat dimengerti untuk membedakannya menurut struktur hierarki yang nyata dari tujuan-tujuan ttersebut. Perbedaan yang terdapat dalam penekanan dan ketergantungan relatif di antara tujuan tersebut dapat menjustifikasi adanya struktur seperti itu. Enam tingkatan tujuan berikut diambil dari “Laporan Trueblood”. 1. Tujuan dasar (No. 1) 2. Empat tujuan (No. 2, 3, 11, dan 12) yang menyebutkan pengguna dan kegunaan yang berbeda-beda dari informasi akuntansi. 3. Dua tujuan (No. 4 dan 5) yang menyebutkan kekuatan menghasilkan (earning power) perusahaan dan kemampuan manajemen (akuntabilitas) sebagai jenis informasi yang dibutuhkan. 4. Satu tujuan (No. 6) yang menyebutkan sifat dari informasi yang dibutuhkan sebagai factual dan interpretatif. 5. Empat tujuan (No. 7, 8, 9, dan 10) yang menguraikan laporan keuangan yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan No. 6. 6. Beberapa rekomendasi khusus untuk laporan keuangan dibuat agar dapat memenuhi tujuan-tujuan sebelumnya (No. 7, 8, 9, dan 10).

Selanjutnya kita akan menganalisis masing-masing tujuan: No. 1: Tujuan dasar dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang menjadi dasar dari keputusan-keputusan ekonomi. No. 2: Tujuan dari laporan keuangan terutama adalah untuk melayani para pengguna yang memiliki wewenang, kemampuan atau sumber yang terbatas untuk memperoleh informasi dan yang mengandalkan laporan keuangan sebagai sumber utama informasi mereka mengenai aktivitas perusahaan.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 7

No. 3: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat kepada para investor dan kreditor dalam meramalkan, membandingkan, dan mengevaluasi potensi arus kas yang mereka terima jika dilihat dari segi jumlah, waktu, dan ketidakpastian yang terkait.

No. 4: Tujuan dari laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada para pengguna yang dapat digunakan untuk meramalkan, membandingkan, dan mengevaluasi kekuatan menghasilkan suatu perusahaan.

No. 5: Tujuan dari laporan keuangan adalah memasok informasi yang berguna dalam menilai kemampuan manajemen dalam menggunakan sumber daya perusahaan secara efektif guna mencapai sasaran utama perusahaan.

No. 6: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan factual dan interpretatif mengenai transaksi dan peristiwa lainnya yang berguna dalam peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan

menghasilkan perusahaan. Asumsi-asumsi dasar sehubungan dengan subjek masalah interpretatif, evaluasi, prediksi, atau estimasi, sebaiknya diungkapkan.

No. 7: Tujuannya adalah untuk memberikan laporan posisi keuangan yang berguna dalam peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan mengghasilkan perusahaan. Laporan ini hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan transaksi-transaksi perusahaan dan peristiwaperistiwa lain yang menjadi bagian dari siklus penghasilan (earning cycle) yang belum selesai. Nilai saat ini hendaknya juga dilaporkan ketika mereka berbeda secara cukup signifikan dengan biaya historis. Aktiva dan kewajiban hendaknya dikelompokkan atau dipisahkan berdasarkan

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 8

ketidakpastian relatif atas jumlah dan waktu dari realisasi dan likuidasi prospektif.

No. 8: Tujuannya adalah untuk memberikan laporan pendapatan periodik yang berguna bagi peramalan, permbandingan, dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Hasil akhir dari siklus penghasilan yang telah selesai dan aktivitas perusahaan yang mengakibatkan terjadinya kemajuan yang diakui kea rah penyelesaian dari siklus yang belum selesai hendaknya dilaporkan. Perubahan nilai yang dicerminkan dalam laporan posisi keuangan berikut hendaknya juga dilaporkan, namun secara terpisah, karena mereka berbeda jika dilihat dari segi kepastian realisasinya.

No. 9: Tujuannya adalah untuk memberikan laporan aktivitas keuangan yang berguna bagi peramalan, pembandingan, dan pengevaluasian kekuatan menghasilkan perusahaan. Laporan ini terutama melaporkan aspek faktual dari transaksi yang dijalankan perusahaan yang memiliki atau diharapkan memiliki konsekuensi kas yang signifikan. Laporan ini hendaknya melaporkan data yang membutuhkan pertimbangan minimal dan interpretasi dari pembuat laporan.

No. 10: Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi proses peramalan. Peramalan keuangan hendaknya diberikan ketika mereka akan meningkatkan keandalan dari prediksi-prediksi berguna.

No. 11: Tujuan dari laporan keuangan bagi organisasi pemerintahan dan nirlaba adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi evaluasi efektivitas dari manajemen sumber daya dalam mencapai sasaran organisasi yang secara umum bersifat non-moneter. Pengukuranpengukuran kinerja hendaknya dinyatakan sesuai dengan sasaran organisasi nirlaba.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 9

No. 12: Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk melaporkan aktivitasaktivitas perusahaan yang memengaruhi masyarakat yang dapat ditentukan dan diuraikan atau diukur dan menjadi suatu hal yang penting bagi perusahaan dalam lingkungan sosialnya.

Karakteristik Kualitatif Pelaporan Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengguna, informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus memiliki karakteristik tertentu. “Laporan Trueblood” menyebutkan tujuh karakteristik kualitatif dari pelaporan: 1. Relevansi dan materialitas; 2. Bentuk dan substansi; 3. Keandalan; 4. Kebebasan dari bias; 5. Komparabilitas; 6. Konsistensi; dan 7. Dapat dimengerti

MENUJU KE ARAH KERANGKA KONSEPTUAL Hakikat Kerangka Konseptual Kerangka konseptual adalah sebuah konstitusi, sebuah system koheren dari tujuan dan asas yang saling berhubungan yang dapat mengarah kepada standar yang konsisten dan menetukan sifat, fungsi, dan batasan dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Tujuan menegaskan sasaran dan tujuan akuntansi. Asa menjadi konsep yang mendasari konsep akuntansi dan akan memandu pemilihan peristiwa yang harus diperhitungkan, pengukuran peristiwa tersebut, serta cara merangkum dan mengomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berminat. Konsep-konsep seperti ini menjadi suatu asas dalam artian bahwa konsep-konsep yang lain akan dihasilkan dari asas tersebut dan penggunaannya sebagai acuan

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 10

secara berulang-ulang akan dibutuhkan dalam menentukan, mengartikan, dan menerapkan standar akuntansi dan pelaporan. Karenanya, kerangka konseptual dimaksudkan untuk bertindak sebagai suatu konstitusi dalam proses penetapan standar. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman dalam menyelesaikan perselisihan yang timbul selama proses penetapan standar dengan cara mempersempit pertanyaan menjadi apakah standar yang spesifik tersebut telah sesuai dengan kerangka konseptualnya. Bahkan FASB telah menunjukan empat keunggulan spesifik yang dapat diperoleh dari kerangka konseptual. Sebuah kerangka konseptual, ketika telah selesai dibuat, akan:     Memandu FASB dalam membuat standar akuntansi; Menjadi kerangka acuan untuk mejawab pertanyaan-pertanyaan akuntansi yang tidak memiliki standar resmi yang spesifik; Menetukan batasan pertimbangan dalam membuat laporan keuangan; Meningkatkan komparabilitas dengan menurunkan jumlah metode akuntansi alternatif yang tersedia.

Masalah-masalah Dalam Kerangka Konseptual Ada tiga pandangan berbeda yang diidentifikasikan dalam penentuan laba atau penghasilan (earning):    Pandangan aktiva/kewajiban; Pandangan pendapatan/beban; Pandangan non-artikulasi Pandangan aktiva/kewajiban, atau yang disebut juga pandangan neraca atau pandangan pemeliharaan modal (balance sheet or capital-maintenance view), berpendapat bahwa pendapatan dan beban hanya berasal dari perubahan dalam aktiva dan kewajiban. Pandangan pendapatan/beban, yang disebut juga pandangan lapiran laba rugi atau pandangan penadingan (income statement or matching view), berpendapat bahwa adanya pendapatan dan beban dihasilkan oleh adanya kebutuhan akan penandingan yang tepat (proper mathing), penandingan, yang

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 11

merupakan proses pengukuran fundamental dalam akuntansi, terdiri atas dua langkah: 1. Pengakuan pendapatan atau waktu pengakuan melalui prinsip realisasi 2. Pengakuan beban dengan tiga kemungkinan cara: a. Mengalokasikan penyebab dan dampaknya, seperti harga pokok penjualan. b. Alokasi yang sistematis dan rasional, seperti depresiasi (penyusutan). c. Pengakuan langsung, seperti biaya penjualan dan administrasi.

Pandangan non-artikulasi didasarkan atas adanya kepercayaan bahwa artikulasi akan diikuti oleh redudansi (pencatatan yang berlebihan), “karena seluruh peristiwa yang dilaporkan di laporan laba rugi juga dilaporkan di neraca, meskipun dari sudut yang berbeda”. Menurut pandangan ini, definisi dari aktiva dan kewajiban dapat menjadi suatu hal yang sangat penting dalam penyajian posisi keuangan dan bahwa definisi dari pendapatan dan bebean dapat mendominasi pengukuran penghasilan. Kedua laporan keuangan tersebut memiliki keberadaan an arti yang saling independen; karenanya, dapat digunakan skema-skema pengukuran yang berbeda untuk keduanya. Salah satu contoh dari pandangan non-artikulasi adalah pengggunaan metode LIFO di laporan laba rugi dan FIFO di neraca. Pandangan non-artikulasi ini mulai mendapat pendukung pada tahun 1966.

Masalah: Definisi Definisi dari setiap elemen laporan keuangan dapat diberikan oleh pandangan aktiva/kewajiban maupun pandangan pendapatan/beban. Menurut pandangan aktiva/kewajiban, aktiva adalah sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan; mereka mencerminkan keuntungan-keuntungan di masa depan yang diharapkan menimbulkan arus kas masuk bersih secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai alternatif, kita dapat mengeluarkan definisi sumber daya ekonomi dari “aktiva” yang tidak memiliki karakteristik dapat dipertukarkan atau dapat diputuskan. Dalam kedua kasus tersebut, berdasarkan atas pandangan aktiva/kewajiban, aktiva dibatasi hanya untuk merepresentasikan sumber daya ekonomi dari perusahaan. Sumber daya ekonomi perusahaan itu sendiri adalah:
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 12

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sumber daya produktif perusahaan; Hak-hak kontraktual untuk sumber daya produktif; Produk; Uang; Klaim untuk menerima uang; Kepemilikan saham di perusahaan lain Menurut pandangan pendapatan/beban, aktiva tidak hanya meliputi aktiva

yang didefinisikan oleh sudut pandang aktiva/kewajiban, tetapi juga hal-hal yang tidak mencerminkan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan yang benar dan penentuan laba. Elemen kedua yang harus didefinisikan adalah “kewajiban”. Menurut pandangan aktiva/kewajiban, kewajiban adalah keharusan perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi kepada entitas lain di masa depan. Menurut pandangan pendapatan pendapatan/beban, kewajiban tidak hanya terdiri atas kewajiban seperti yang didefinisikan oleh sudut pandang

aktiva/kewajiban namun juga kredit-kredit yang ditangguhkan dan cadangan tertentu yangtidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi namun dibutuhkan untuk prinsip penandingan yang benar dan penentuan laba.. Elemen ketiga yang akan didefinisikan adalah “penghasilan”. Menurut pandangan aktiva/kewajiban, penghasilan adalah peningkatan dari aktiva bersih perusahaan di luar beban-beban “modal”. Menurut pandangan pendapatan/beban, penghasilan diperoleh dari

penandingan antara pendapatan dan keuntungan serta, mungkin pula, dari keuntungan dan kerugian. Karenanya, keuntungan dan kerugian dapat dibedakan dari pendapatan dan beban, atau mereka dapat dianggap sebagai bagian daripadanya. Setiap kemungkinan kkomponen dari penghasilan (penghasilan, beban, keuntungan, dan kerugian) dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. Pendapatan dan beban: menurut pandangan aktiva/kewajiban, pendapatan, yang mencakup keuntungan dan kerugian, didefinisikan sebagai peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban yang tidak memengaruhi modal. Begitu pula beban, yang mencakup keuntungan dan kerugian, didefinisikan sebagai

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 13

penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban yang timbul dari penggunaan sumber daya ekonomi dan jasa selama suatu periode tertentu. 2. Keuntungan dan kerugian: menurut pandangan aktiva/kewajiban, keuntungan didefinisikan sebagai meningkatannya aktiva bersih di luar peningkatan dari pendapatan atau perubahan modal. Begitu pula kerugian didefinisikan sebagai penurunan dari aktiva bersih di luar penurunan dari beban atau perubahan modal. Jadi keuntungan dan kerugian merupakan bagian dari penghasilan yang tidak dijelaskan oleh pendapatan dan beban. 3. Hubungan antara penghasilan dan komponen-komponennya: terdapat tiga hubungan utama antara laba dan komponen-komponennya: a. Laba = Pendapatan – Beban + Keuntungan – Kerugian b. Laba = Pendapatan – Beban c. Laba = Pendapatan (termasuk keuntungan) – Beban (termasuk kerugian) 4. Akuntansi akrual: Elemen-elemen dari laporan keuangan telah diperhitungkan dan dimasukkan dalam laporan keuangan melalui penggunaan prosedur akuntansi akrual. Akuntansi akrual didasarkan atas konsep-konsep akrual, tangguhan, alokasi, amortisasi, realisasi, dan pengakuan.

Masalah 8: Konsep pemeliharan modal atau pengembalian biaya mana yg harus digunakan? Konsep mengenai pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat pembedaan antara penegembalian modal atau penghasilan dengan pengembalian modal atau pengembalian biaya. Empat kemungkinan konsep pemeliharaan modal: 1. Modal keuangan yang di ukur dalam satuan uang; 2. Modal keuangan yang di ukur menurut unit daya beli uimum yang sama; 3. Modal fisik yang di ukur menurut unit uang; 4. Modal fisik yang di ukur menurut unit daya beli umum yang sama

Masalah 9: metode pengukuran yang mana yang harus digunakan

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 14

Masalah mengenai metode pengukuran akan berkaitan dengan penentuan baik dari unit pengukuran maupun atribut yang hendak di ukur. Ada lima kemungkinan yang tersedia: 1. Metode biaya historis; 2. Biaya saat ini; 3. Nilai jual saat ini; 4. Nilai jual yang diharapkan; 5. Nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan.

Perkembangan dari sebuah kerangka konseptual Statment of Financial Accounting Concepts yang di keluarkan dan berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis adalah: 1. SFAC No. 1, Menyajikan sasaran dan maksudn dari akuntansi. 2. SFAC No. 2, Melihat karakteristik-karaktaristik yang membuat informasi akuntansi berguna. 3. SFAC No. 3, Memberikan definisi mengenai elemen-elemen dalam laporan keuangan. 4. SFAC No. 5, Menetapkan pengakuan dan kriteria pengukuran fundamental 5. SFAC No. 6, organisasi nirlaba 6. SFAC No. 7, memberikan sebuah kerangka untuk menggunakan arus kas dan menyajikan nilai-nilai sebagai basis pengukuran. Memperluas ruang lingkup untuk mencakup organisasi-

Tujuan pelaporan keuangan A. Tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis “Pelaporan keungan tidak hanya memuat laporan keungan, namun juga caracara lain dalam mengomunikasikan informasi yang berhubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan informasi yang diberikan oleh sistem akuntansi-yaitu, informasi mengenai sumberdaya, kewajiban, penghasilan, dan lain-lain”.
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 15

B. Tujuan pelaporan keuangan organisasi-organisasi non bisnis Empat kelompok yang khususnya berkepentingan dengan informasi yang disajikan oleh pelaporan keuangan oleh organisasi non bissis: 1. Penyedia sumber daya. 2. Elemen penyusun yang menggunakan dan memperoleh keuntungan dari jasajasa yang diberikan oleh organisasi. 3. Badan- badan penyelenggara dan pengawas. 4. Manajer organisasi-organisasi non bisnis

Konsep-konsep fundamental Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi Relevance, agar informasi dapat memenuhi standar relevansi, informasi yang diasosiasikan secara bermamfaat dengan tindakan yang telah di rancanguntuk memfasilitasinya. Elemennya yaitu : 1. Nilai prediktif 2. Nilai umpan balik 3. Ketepatan waktu Reliability, kualitas yang memungkinkan pengguna data agar yakin mengandalkannya sebagai pencerminan dari apa yang dimaksud untuk disajikan. Elemennya yaitu : 1. Dapat diverifikasi 2. Netralitas 3. Ketepatan penyajian Komparabilitas dan konsistensi adalah kulitas kedua yang di ususlkan oleh SFAC No. 2. Komparabilitas dijabarkan sebagai pennggunaan metode yang sama dalam suatu waktu oleh perusahaan tertentu, akan tetapi , prinsip akuntansi tidak berati bahwa metode akuntansi tertentu tidak dapat di ubah setelah digunakan. Materialitas dipandang sebagai ambang batas untuk pengakuan.
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 16

Elemen-elemen dasar laporan keuangan dari perusahaan bisnis           Aktiva Kewajiban Ekuitas Investasi oleh pemilik Distribusi kepada pemilik Laba komprehensif Pendapatan Beban Keutungan Kerugian

Pengakuan dan pengukuran SFAC No. 5 dimaksudkan untuk meneyelesaikan masalah pengakuan dan pengukuran ini. Kriteria pengakuan meliputi :     Definisi : Hal tersebut memenuhi definisi dari sebuah elemen laporan keuangan. Dapat diukur : Hal ini memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup andal. Relevansi : Informasi yang berkenan mampu membuat perbedaan pada keputusan para penggunanya. Keandalan : Informasi tersebut representasional, tepat, dapat diverivikasi dan netral. Dalam kaitannya dengan pengukuran, laporan melihat lima atribut yang bebrbeda dari aktiva dan kewajibanyang disajikan dalam memorandum diskusi, yaitu : 1. Biaya historis 2. Biaya penggantian saat ini 3. Nilai pasar saat ini 4. Nilai bersih yang dapat direalisasikan (penggantian)

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 17

5. Nilai arus kas masa depan saat ini (diskonto)

Laporan – Laporan lain Laporan perusahaan Laporan ini berhubungan dengan akuntabilitas publik dari segala bentuk entitas ekonomi,tetapi terutama pada perusahaan bisnis. Laporan ini mencoba menyusun sekumpulan konsep-konsep yang sedang dikembangkan sebagai dasar bagi pelaporan keuangan.Sasarannya adalah untuk menunjuk orang atau kelompok pembuat laporan keuangan, dan informasi yang disajikan telah sesuai dengan kepentingan mereka. Laporan ini memberi cara-cara paling sesuai dalam mengukur dan

melaporkan posisi ekonomi, kinerja, dan prospek-prospek pengerjaan untuk tujuan dan maksud yang telah didefinisi diatas. Seberapa jauh laporan tersebut memenuhi sasaran yang dinyatakannya akan dibuktikan oleh temuan-temuan utama dan rekomendasinya. 1. Filosofi dasar dari titik awal The Corporate Report adalah bahwa laporan keuangan hendaknya sesuai dengan ekspektasi penggunanya oleh pengguna potensial. 2. Laporan tersebut memberikan tanggung jawab untuk melakukan pelaporan kepada entitas ekonomi yang memiliki dampak pada masyarakat melalui aktivitas-aktivitasnya. 3. Laporan tersebut mendefinisikan pengguna sebagai pihak yang memiliki hak wajar atas informasi dimana kebutuhan akan informasi hendaknya disadari oleh laporan-laporan perusahaan. 4. Untuk memenuhi tujuan fundamental dari laporan tahunan yang ditetapkan oleh filosofi dasar. 5. Setelah mendokumentasikan keterbatasan dari prakti-praktik pelaporan yang ada saat ini,maka diusulkan perlunya laporan-laporan tambahan berikut ini: a. Laporan nilai tambah. b. Laporan ketenagakerjaan. c. Laporan penukaran uang dengan pemerintah.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 18

d. Laporan transaksi mata uang asing. e. Laporan prospek-prospek di masa depan. f. Laporan tujuan perusahaa. Terakhir setelah menilai enam dasar pengukuran ( biaya historis, daya beli, biaya penggantian, nilai bersih yang dapat direalisasikan, nilai bagi perusahaan, dan nilai bersih sekarang) terhadap ketiga kriteria ( penerimaan teoritis, kegunaan, dan kepraktisan), laporan menolak digunakannya biaya historis dan memilih menggunakan nilai saat ini yang disertai dengan penggunaan penyesuaian indeks umum. Sebagai akhir kesimpulannya ,perbandingan antaea temuan-temuan tidak direkomendasi prinsipil dari The Corporate Report dan Laporan Trueblood tidak akan dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan perbedaan ekonomi dan lingkungan politik di Inggris dan Amerika Serikat.Secara umum, The Corporate Report menyatakan perhatian yang lebih tegas bagi laporan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.

Laporan Stamb Canadian Institute of Chatered Accountant (CICA) menerbitkan studi riset pada bulan juni 1980 yang berjudul Corporate Reporting : Its Future Evolution, yang ditulis oleh profesor Edward Stamb dan selanjutnya kita rujuk sebagai Stamb Report ( Laporan Stamb ).Motivasi utama dibelakang ini adalah 1. Kerangka konseptual dari FASB yang tidak sesuai bagi Kanada,jika melihat perbedaan lingkungan ,sejarah,politik, dan hukum antara Kanada dan Amerika Serikat. 2. Kerangka tersebut memberikan Kanada penyelesaian bagi masalah

peningkatan mutu dari standar akuntansi keuangan perusahaan yang dimilikinya. Pendekatannya yang diusulkan laporan Stamb ini bersifat revolusioner.Hal ini mengidentifikasikan masalah dan permasalahan konseptual dan memberikan solusi dari segi identifikasi tujuan –tujuanpelaporan keuangan

perusahaan,pengguna laporan perusahaan,sifat dari kebutuhan para pengguna,dan

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 19

kriterian untuk penilaian mutu standar dan akuntabilitas korporat sebagai kemungkinan komponen-komponen bagi kerangka konseptual Kanada.

Masalah yang dihadapi oleh penyusunan Standar     Bagaimana kenyataaan ekonomi dapat diukur dengan suatu cara yang jelas? Apakah hakikat dari akuntansi,mengingat pertanyaan akan bagaimana cara terbaik dalam mengembangkan standar akuntansi tergantung kepadanya? Apakah terdapt konsep-konsep yang permanen dan universal yang menjadi dasar dari pelaporan dan akuntansi keuangan? Siapakah penggunanya,jenis keputusan apa yang mungkin mereka buat akibat membaca sebuah laporan keuangan tahunan dan jenis informasi apakah yang akan mereka cari dalam laporan tersebut sebagai dasar dari keputusannya?  Kriteria apakah yang dibutuhkan oleh penyusunan standar,pembuat dan pengguna laporan untuk menilai kualitas dari akuntansi, untuk mimilih standar alternatif yang ada mengenai subjek apa pun, dan untuk menilai dari kegunaan laporan akuntansi yang akan diterbitkan?   Bagaimana biaya dan manfaat dapat diestimasi dalam menentukan langkah apa yang harus diambil diarea penetapan standar? Dapatkah standar mengatasi konflik kepentingan diantara pembuat dan pengguna dan diantara penguna-pengguna lain yang berbeda dengan memiliki netralitas?   Apakah diperlukan perluasan bagi pengungkapan? Apakah perluasan ini memasukkan pengungkapan? Apakah informasi tetap dapat diperoleh tanpa melihat dari ukuran margin kesalahan dalam pembuat laporan, atau apakah ilusi akan adanya ketelitian yang disajikan?  Apakah laporan untuk tujuan umum sudah cukup? Jika tidak,apakah informasi tambahan dikeluarkan dalam bentuk laporan tambahan ataukah dengan menambah kolom lagi dalam laporan keuangan yang sudah ada?  Bagaimanakah standar sebaiknya ditegakkan?

Permasalahan Konseptual dalam Penentuan Standar

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 20

Sebagai tambahan dari masalah yang baru saja kita uraikan, stamb juga menunjukkan beberapa permasalahan konseptual yang rumit yang harus dihadapi oleh para akuntan dalam perumusan standar mereka :  Masalah alokasi : akuntan harus secara berkala atas posisi keuangan dan kinerja perusahaan dan dalam prosesnya, mengembangkan metode-metode alokasi yang sistematis dan rasional.  Maslah laba : Apakah laba dianggap dan didefinisikan sebagai hasil dari penandingan biaya terhadap pendapatan atau sebagai perubahan dalam aktiva bersih dari ekuitas selama periode berlangsung?    Fokus Pelaporan : Apakah konsep kepemilikan atau konsep entitas yang digunakan? Konsep pemeliharaan modal : konsep pemeliharaan modal manakah yang paling cocok untuk digunakan? Dasar valuasi aktiva : Dasar valuasi aktiva manakah yang sebainya digunakanbiaya historis,biaya penggantian,nilai bersih yang dapat direalisasikan, atau nilai bagi perusahaan?  Kenyataan ekonomi : Apakah kenyataan ekonomi itu? Dapatkah neraca mangatur nilai kekayaan perubahan saat ini?

Tujuan Pelaporan Keuangan Perusahaan Tujuan ini diasumsikan berlaku untuk seluruh pengguna laporan keuangan yang telah diterbitkan : 1. Berkaitan dengan masalah akuntabilitas Penyediaan informasi yang berguna bagi seluruh potensi pengguna dari informasi tersebut dalam bentuk dan dalam kerangka waktu yang relevan terhadap macam kebutuhannya. 2. Berkaitan dengan ketidakpastian dan resiko Tujuan dari pelaporan keuangan yang baik untuk memberikan informasi dalam bentuk tertentu sehingga meminimalkan ketidakpastian akan validitas dan informasi, dan untuk memungkinkan para pengguna membuat penilaiannya sendiri atas resiko-resiko yang berhubungan dengan perusahaan.
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 21

3. Berhubungan dengan perubahan dan inovasi Oleh karena itu laporan keuangna diatur standar hendaknya memiliki cukup ruang lingkup untuk melakukan inovasi dan revolusi seiring dengan dimungkinkan melakukan perbaikan di masa depan 4. Berhubungan dengan kompleksitas dan pengguna awam Dianggap untuk diarahkan langsung kepada kebutuhan dari penggunanya yang mampu mengartikan satu kumpulan laporan keuangan yang lengkap dan cukup canggih atau alternatifnya, kepada para ahli yang akan dimintai bantuannya oleh para pengguna yang awam untuk menjelaskan dan memberikan masukan.

Para Pengguna Laporan Perusahaan                Pemegang saham Kreditor jangka panjang Kreditor jangka pendek Analisis dan penasihat yang melayani pihak-pihak diatas Para karyawan Para direktur noneksekutif Para pelanggan Pemasok Kelompok-kelompok industri Serikat pekerja Departemen dan kementrian pemerintahan Publik Badan-badan regulatoris Perusahaan-perusahaan lain,baik domestik dan asing Para penyusun standar dan riset-riset akademik

Kebutuhan Pengguna   Penilaian kinerja Penialaian kualitas manajemen
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 22

          

Pengestimasian prospek-prospek di masa depan Penilaian kekuatan dan kemampuan keuangan Penilaian solvabilitas Penilaian likuiditas Penilaian resiko dan ketidakpastian Membatu alokasi dumber daya Melakukan perbandingan Mengambil keputusan-keputusan mengenai evaluasi Menilai adaptasi Menentukan tingkat kepatuhan dengan hukum atau peraturan Penilaian kontribusi kepada masyarakat

Kriteria untuk Menilai Kualitas dari Standar dan Akuntabilitas Perusahaan Mendefinisikan kriteria untuk penilaian yang merupakan alat ukur dimana penyusun standar , sekaligus pembuat dan pengguna dari laporan keuangan yang telah diterbitkan, dapat memutuskan apakah … laporan keuangan yang diterbitkan memang benar telah memenuhi kebutuhan dari pengguna dan tujuan dari laporan keuangan .Kriteria ini akan digunakan untuk menentukan informasi mana yang dapat dan seharunya dikeluarkan dari dari laporan keuangan.Meraka meliputi objektivitas,dapat diperbandingkan,pengungkapan dan penuh,bebas efektivitas dari biaya

bias,keseragaman,materealitas,

manfaat,fleksobilitas,konsistensi, dan konservatif.

Menuju ke Arah Kerangka Konseptual Kanada Proyek kerangka konseptual bagi Kanada (dan negara-negara lain) yang didasrkan atas pendekatan evolusioner dan bergantung pada konsep-konsep

(tujuan dan kriteria untuk penilaian), ditawarkan pada akhir dari laporan stamb. Tidak seperti kerangka konseptual FASB, yang dianggap terlalu normatif (dan bukan aksiomatif) dan terlalu sempit ruang lingkupnya (kepentingan utamanya adalah pada investor), kerangka konseptual Kanada ini didasarkan pada pendekatan yang evolusioner (dan bukan revolusioner) dan tidak begitu sempit ruang

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 23

lingkupnya (kepentingan umumnya adalah pada kebutuhan yang wajar dari pengguna yang sah dari laporan-laporan keuangan yang dikeluarkan).

TAKSONOMI

KARAKTERISTIK

NORMATIF

YANG

HARUS

DICERMINKAN OLEH PERNYATAAN-PERNYATAAN AKUNTANSI Tiga model taksonomi umum yang sangat baik mengenai karakteristik normatif yang diinginkan adalah sebagai berikut : 1. Karakteristik formaional yang berhubungan dari pernyataan dan penilaian yang selanjutnya mengenai kegunaan yang diberikan 2. Karakteristik operasional yang berhubungan dengan mengimplementasikan dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh pernyataan 3. Karakteristik Informasional yang berhubungan dengan kemampuan untuk menghasilkan data yang berguna dalam pengambilan keputusan.

PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN Perumusan dari teori akuntansi akan memiliki suatu rangkaian proses yang diawali dengan pengembangan tujuan-tujuan dari laporan keuangan dan diakhiri dengan penurunan sebuah kerangka konseptual atau konstitusi yang diakan digunakan sebagai edoman teknik-teknik akuntansi. Proses semacam itu diawali dan dimanifestasikan oleh :      APB Statement No.4 Laporan Trueblood The Corporate Report Laporan Stamb Proyek Konseptual FASB Kerangka konseptual FASB adalah proyek yang paling maju saat ini dalam pencapaian sebuah konstitusi akuntansi. Manfaat utamanya adalah memfasilitasi penyelesaian perselisihan-perselisihan konseptual dalam proses penetapan standar. Agar efektif, konstitusi ini harus mendapatkan penerimaaan secara umum,

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 24

mewakili perilaku kolektif dan melindungi kepentingan publik diarea–area yang akan terpengaruh oleh pelaporan keuangan. Kerangka konseptual mungkin tidak mencukupi untuk dapat memecahkan masalah-masalah tertentu dalam penetapan standar. Beberapa masalah

berhubungan dengan aspek pilihan sosial dari penetapan standar akuntansi. Salah satu pemikiran yang berlaku adalah merupakan suatu hal yang mustahil untuk mengembangkan satu kumpulan standar akuntansi yang dapat diterapkan untuk berbagai alternatif akuntansi sehingga dapat diterima oleh semua orang.Sebagai respons atas pandangan pesimistis ini, Chusing memperkirakan bahwa mereka tidak setuju dengan adanya kemungkinan untuk menentukan fungsi kesejahteraan sosial mungkin terlalu melebih-lebihkan persoalan yang ada. Pendekatan Chusing dalam mencari yang terbaik diantara sekumpulan standar yang tidak saling berhubungan untuk satu masalah akuntansi tertentu, sambil menganggap seluruh standar lainnya dalam keadaan konstan,akan berhasil hanya jika diasumsikan terdapat saling ketergantungan diantara kegunaan, yang terkait dengan hasil yang diberikan oleh standar itu, dengan seluruh hasil yang dipengaruhi oleh standar-standar lain.

KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Page 25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->