TUGAS TERSTRUKTUR MATEMATIKA DISKRIT

“PENERAPAN TEORI BILANGAN BULAT DALAM KRIPTOGRAFI DENGAN PENGAPLIKASIANNYA PADA TRANSAKSI ATM”

Kelas A Anggota kelompok :
1. Ariep Soelaiman Setiadi 2. Wahyu Krishermawan 3. Ayathul Fauziyah (H1C009040) (H1C009018) (H1C009004)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS SAINS & TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO PURWOKERTO 2010

Sehingga kami dapat mengerti salah satu dalam implementasinya pada dunia teknik elektro. “Penerapan Teori Bilangan Bulat Dalam Kriptografi Dengan Pengaplikasiannya Di Transaksi ATM” adalah judul makalah yang kami pilih karena judul ini sesuai dengan aplikasi matematika diskrit dalam kehidupan terutama di bidang elektro Dimensi Informatika. aplikasi dan implementasi matematika diskrit dalam kehidupan sehari – hari terutama di bidang teknik elektro.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil’alamin. karena atas karunia dan hidayah-Nya makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Selain itu berdasarkan penerapan materi tersebut dapat dijelaskan mengenai aplikasi dari ilmu kriptografi yaitu dalam hal transaksi ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Makalah ini menjelaskan perkembangan cabang matematika baru yang disebut dengan matematika diskrit dengan beberapa materi dianataranya Teori Bilangan Bulat Perkembangan yang pesat dari ilmu matematika diskrit ini berkaitan erat dengan perkembangan pesat dari dunia komputer digital. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Iwan Setiawan S. Makalah ini merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam perkuliahan matematika diskrit yang bertujuan agar mahasiswa lebih mengetahui tentang penerapan. segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. karena komputer digital bekerja secara diskrit.dan membimbing dalam mata kuliah ini. Salah satunya adalah ilmu kriptrografi yang memakai teori bilangan bulat sebagai landasan ilmunya dan terdapat juga prinsip kombinasi serta permutasi dalam pemecahan permasalahnya berupa kode enkripsi. pengarahan . Perkembangan matematika diskrit ini juga diikuti dengan perkembangan ilmu lainnya yang memakai matematika sebagai landasan ilmunya. .T selaku dosen pengampu mata kuliah matematika diskrit yang telah memberikan penjelasan.

Purwokerto. Oleh karena itu kami mengharapkan masukan dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sekalian guna tercapainya hasil yang lebih baik. November 2010 Tim Penyusun . Semoga apa yang telah kami tuangkan dalam makalah ini sedikit banyak dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.Perlu disadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Amin Ya Robballamin.

kita pasti telah sering menemukan bahwa ilmu pasti. maka munculah cabang matematika baru yang disebut dengan matematika diskrit.BAB I PENDAHULUAN A. akan dijelaskan jawaban dari pertanyaan di atas. Kriptografi ini adalah suatu cabang ilmu yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan cara menyamarkannya dan menjadikan bentuk sandi yang tidak mempunyai makna. Perkembangan yang pesat dari ilmu matematika diskrit ini berkaitan erat dengan perkembangan pesat dari dunia komputer digital. Seiring dengan perkembangan zaman. Mulai dari masalah kecil dan tradisional. Tujuan Makalah ini berisi penjelasan Teori Bilangan Bulat di Kriptografi yang bertujuan untuk menambah referensi dari pembaca dalam hal “pengaplikasian matematika diskrit terutama mahasiswa teknik elektro dan masyarakat pada umumnya. Metodologi Dalam mengerjakan makalah ini. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari. khususnya Matematika dan berbagai cabang ilmu Matematika lainnya sangat banyak digunakan manusia untuk membantu menyelesaikan suatu masalah. C . hingga masalah besar dan modern. karena komputer digital bekerja secara diskrit. metodologi yang dipergunakan adalah sebagai berikut : a) Studi Pustaka . Apakah manfaat kriptografi ini dalam kehidupan sehari-hari kita? Dan apa pula hubungan matematika diskrit khususnya teori bilangan bulat dengan kriptografi? Dalam tulisan berikutnya. Perkembangan matematika diskrit ini juga diikuti dengan perkembangan ilmu lainnya yang memakai matematika diskrit landasan ilmunya. Salah satunya adalah ilmu kriptrografi yang memakai teori bilangan bulat sebagai landasan ilmunya. B.

) Kriptografi Dalam Kehidupan Sehari-hari contoh : Transaksi Di ATM. ini dilakukan atas dasar sebagai referensi dalam penulisan makalah. berikut rincian subbab dari BAB II : a. BAB IV.) Pengertian Kriptografi c. DAFTAR PUSTAKA Berisi sumber – sumber referensi yang telah digunakan sebagai bahan membuat makalah. BAB II. diantaranya tutorial buku Matematika Diskrit yang berhubungan dengan Teori Bilangan Bulat. PENUTUP Berisi tentang kesimpulan dari makalah yang telah dibuat . PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang. Untuk lebih jelasnya. b) Browsing Pada tahap ini dilakukan pencarian atau search engine materi yang berhubungan dengan judul makalah. metodologi dan sistematika pembahasan. tujuan. BAB III.Pada tahap ini dilakukan pendalaman buku-buku literature yang berhubungan dengan judul makalah.) Teori Bilangan Bulat di Matematika Diskrit b. D. .) Hubungan Teori Bilangan Bulat dengan Kriptografi d. PEMBAHASAN Berisi tentang Teori Bilangan Bulat di bidang kriptografi dan pengaplikasiannya dalam Transaksi Di ATM. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan yang akan diuraikan dalam makalah ini terbagi dalam bab-bab yang akan dibahas sebagai berikut : BAB I.

penemu Algoritma Euclidean. Sesuai dengan namanya. Dalam dekade terakhir ini. sedangkan fungsi kontinu digambarkan sebagai kurva. Lawan kata diskrit adalah kontinyu atau menerus. A. Salah satu materi di dalam matematika diskrit ini adalah teori bilangan bulat. 43.BAB II PEMBAHASAN A. Bilangan bulat itu sendiri adalah bilangan yang tidak mempunya pecahan desimal. teori bilangan bulat sangat erat hubungannya dengan bilangan bulat. adalah seorang . 0 dan sebagainnya. -64. Teori Bilangan Bulat di Matematika Diskrit Matematika diskrit adalah cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit. yaitu ilmu yang mempelajari kerahasiaan pesan. Di dalam matematika kita mengenal fungsi diskrit dan fungsi kontinu. aritmatika modulo. Salah satu alasan yang menyebabkan perkembangan pesat itu adalah karena komputer digital bekerja secara diskrit. 566. Sifat pembagian pada bilangan bulat melahirkan konsep-konsep seperti bilangan prima dan aritmatika modulo. Materi yang ada dalam matematika diskrit adalah materi yang khas informatika. Euclid . Teori bilangan bulat dalam matematika diskrit memberikan penekanan dengan sifat pembagian. Algoritma ini sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Satu algoritma penting yang berhubungan dengan sifat pembagian ini adalah algoritma Euclidean. sehingga terkadang matematika diskrit ini disebut juga matematika informatika. Fungsi diskrit digambarkan sebagai sekumpulan titik-titik. misalnya adalah 2. Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete) itu? Sesuatu Benda disebut diskrit jika ia terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang berbeda atau elemen . Himpunan bilangan riil (real) adalah suatu objek kontinu.1.elemen yang tidak berkesinambungan. Himpunan bilangan bulat (integer) dipandang sebagai objek diskrit. diolah dan dimanipulasi oleh komputer adalah dalam bentuk diskrit. Algoritma Euclidean Algoritma Euclidean adalah salah satu metode dalam mencari Faktor Bersama Terbesar yang lebih kita kenal dengan (FPB). Baik bilangan prima. Informasi yang disimpan. dan algoritma Euclidean memainkan peran yang penting dalam bidang ilmu Kriptografi.

khususnya pada aplikasi kriptografi. 3. Operator yang digunakan pada aritmatika modulo adalah mod. jika digunakan pada pembagian bilangan bulat meberikan sisa pembagian sebagai kembaliannya. Kemudian FBB dari m dan n (FBB(m.2 Aritmatika Modulo Aritmatika modulo mempunyai andil yang penting dalam komputasi integer. Gantilah nilai m dengan nilai n dan nilai n dengan r. Misalkan m dan n adalah bilangan bulat tak negatif dengan m ≥ n. A. 2. Catatan : jika m ≤ n. Secara formal algoritma Euclidean dirumuskan sebagai berikut.matematikawan yunani yang menuliskan algoritmanya tersebut dalam bukunya yang terkanal yang berjudul Element.n). Jika n = 0 maka m adalah PBB(m. lakukan secara berturut – turut pembagian seperti dibawah ini. lalu ulang kembali ke langkah 1. Sebagai contoh 53 mod 5 . Misalkan r0 = m dan r1 = n . Algoritma Euclidean : 1.n)) adalahsisa terakhir dari pembagian tersebut.tetapi jika n ≠ 0 . Bagilah m dengan n dan misalkan r adalah sisanya. maka pertukarkan nilai m dan n. Operator mod. lanjutkan ke langkah 2. Singkatnya algoritma Euclidean akan dituliskan sebagai berikut.

dinyatakan sebagai berikut. ac ≡ bd (mod m) . (a+c) ≡ (b+c) (mod m) ii. ac ≡ bc (mod m) iii. khususnya terhadap operasi perkalian dan penjumlahan. Definisi formal dari kekongruenan dinyatakan sebagai berikut. Jika a ≡ b (mod m) dan c adalah sembarang bilangan bulat maka i. Definisi dari operator mod adalah sebagai berikut Misalkan a adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat > 0.meberikan hasil = 10 dan sisa = 3. mempunyai sisa yang sama jika dibagi dengan bilangan bulat positif m.3 Kongruen Kadang – kadang dua buah bilangan bulat a dan b. operasi a mod m memberikan sisa jika a dibagi dengan m. maka ditulis : a ≡/ b (mod m) Sebagai contoh 53 mod 5 = 3 dan 13 mod 5 = 3. Dengan kata lain a mod m = r sedemikian sehingga a = mq + r . maka 53 ≡ 13 (mod5). Maka 53 mod 5 = 3. Misalkan m adalah bilangan bulat positif 1. Jika a ≡ b (mod m) dan c ≡ d (mod m). maka i. dengan 0 ≤ r<m A. (a+c) ≡ (b+d) (mod m) ii. ap ≡ bp (mod m) untuk p bilangan bulat > 0 2. Misalkan a dan b adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan > 0 maka a ≡b (mod m) jika m habis membagi a – b Sifat-sifat perhitungan pada aritmatika modulo. Kita katakan bahwa a dan b kongruen dalam mosulo m dandilambangkan sebagai a ≡ b (mod m) (notasi ‘≡’ dibaca kongruen) Jika a tidak kongruen dengan b dalam modulus m.

2. 9 = 3 × 3 (2 buah faktor prima) 100 = 2×2×5×5 (4 buah faktor prima) 13 = 13 (1 buah faktor prima) 12 = 2×2×3 (3 buah faktor prima) B. Bilangan 13 hanya habis dibagi 1 dan 13. Kriptografi Aritmatika modulo dan bilangan prima mempunyai banyak aplikasi dalam ilmu komputer salah satu aplikasinya yang terpenting adalah ilmu kriptografi. yang berisi sebagai berikut Setiap bilangan bulat positif yang lebih besar atau sama dengan 2 dapat dinyatakan sebagai perkalian satu atau lebih baik bilangan prima maupun bilangan komposit.6. Teorema penting menyangkut bilangan prima dinyatakan oleh teorema yang terkenal dalam teori bilangan yaitu teorema fundamental aritmatik. Misalnya. Sebagai contoh adalah bilangan 13. . keduanya dapat dinyatakan sebagai perkalian satu atau lebih faktor prima. Maka 13 adalah bilangan prima. Bilangan selain prima adalah bilangan komposit. Misalnya 12 adalah bilangan yang dapat habis dibagi 1. kriptografi berarti “secret writing” (tulisan rahasia). Bilangan bulat positif p (p > 1) disebut bilangan prima jika bilangan yang habis membaginya hanya 1 dan p. Kriptografi (cryptography) berasal dari Bahasa Yunani: “cryptós” artinya “secret” (rahasia). Secara formal definisi dari bilangan prima adalah sebagai berikut. Jadi. Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang lebih besar dari 1 yang hanya habis dibagi 1 dan dirinya sendiri. Ada beberapa definisi kriptografi yang telah dikemukakan di dalam berbagai literatur.A.4 Bilangan Prima Bilangan bulat positif yang mempunya aplikasi penting dalam ilmu komputer dan matematika diskrit adalah bilangan prima. sedangkan “gráphein” artinya “writing” (tulisan).4.12.

terdapat pula definisi yang dikemukakan di dalam [MEN96]: Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan. Dalam kriptografi terdapat beberapa istilah khusus. Enkripsi dan deskripsi pada suatu . dan mata-mata. serta otentikasi Kata “seni” di dalam definisi di atas berasal dari fakta sejarah bahwa pada masa-masa awal sejarah kriptografi. Kita akan melihat contoh-contoh teknik keriptografi dari zaman dahulu hingga zaman sekarang sehingga kita dapat mamahami bahwa kriptografi dapat dipandang sebagai sebuah seni merahasiakan pesan. Namun saat ini kriptografi lebih dari sekadar privacy. dan non-repudiation. kriptografi berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu sendiri karena teknik-teknik kriptografi dapat diformulasikan secara matematik sehingga menjadi sebuah metode yang formal. Pada perkembangan selanjutnya. authentication. integritas data. Definisi yang kita pakai di dalam makalah ini mengutip definisi yang dikemukakan di dalam [SCH96]: Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) Sebagai pembanding. setiap orang mungkin mempunyai cara yang unik untuk merahasiakan pesan.Definisi yang dipakai di dalam buku-buku yang lama (sebelum tahun 1980-an) menyatakan bahwa kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasian pesan dengan cara menyandikannya ke dalam bentuk yang tidak dapat dimengerti lagi maknanya. Cara-cara unik tersebut mungkin berbedabeda pada setiap pelaku kriptografi sehingga setiap cara menulis pesan rahasia pesan mempunyai nilai estetika tersendiri sehingga kriptografi berkembang menjadi sebuah seni merahasiakan pesan (kata “graphy” di dalam “cryptography” itu sendiri sudah menyiratkan sebuah seni). Definisi ini mungkin cocok pada masa lalu di mana kriptografi digunakan untuk keamanan komunikasi penting seperti komunikasi di kalangan militer. Proses penyamaran dari plainteks ke chiperteks disebut enkripsi dan proses pembalikan dari chiperteks ke plainteks disebut deskripsi. Pesan yang dirahasiakan dinamakan plainteks (teks jelas dan dapat dimengerti). selain definisi tersebut di atas. diplomat. sedangkan pesan hasil penyamaran disebut chiperteks (teks tersandi). tetapi juga untuk tujuan data integrity.

maka kesamaan berikut harus benar. dapat ditulis sebagai berikut D(C) = P Karena proses enkripsi kemudian deskripsi mengembalikan pesan ke pesan asal. Hubungan Teori Bilangan Bulat dengan Kriptografi Seperti yang telah diungkapkan diatas bahwa kriptografi sangat erat hubungannya dengan matematika diskrit terutama fungsi dan teori bilangan bulat yang berisi tentang. dapat ditulis sebagai berikut E(P) = C Pada proses kebalikannya yaitu proses deskripsi. namun isinya sudah tidak jelas dan tidak dapat dimengerti maksudnya. Kriptografi juga dapat dituliskan dalam notasi matematis. Dan hanya orang yang berhak yang mengetahui kunci tersebut.Algoritma Euclidean .Aritmetika modulo . Jika chiperteks dilambangkan dengan C dan plainteks dilambangkan dengan P.Integer dan sifat-sifat pembagian . maka fungsi enkripsi E memetakan P ke C. fungsi deskripsi D memetakan C ke P.proses penyamaran pesan memiliki suatu kunci tersendiri. Hanya orang yang berhak saja yang dapat mengembalikan pesan tidak jelas tersebut menjadi pesan semula dengan menggunakan suatu kunci. . D(E(P)) = P C. Gambar 1.1 Chiperteks meskipun sudah tidak bersifat rahasia lagi.

Kunci ini analog fungsinya dengan password pada sistem komputer.yang berupa dereten karakter atau deretan bilangan bulat.. Misalkan di dalam sebuah kelompok orang meraka sepakat untuk menyadikan setiap pesan-pesan dengan algoritma yang sama. Contohnya. Bila salah seorang keluar dari kelompok. alangakah lebih baiknya jika dijelaskan mengenai kekuatan kriptrografi berdasarkan algoritma maupun kunci sebagai berikut. Kekuatan kriptografinya terletak pada kunci. Namun kriptografi saat ini mendasarkan kekuatan kriptografinya pada kunci. Jadi algoritma tidak lagi dirahasiakan dan boleh diketahui oleh umum. yang berarti semakin aman digunakan untuk menyandikan pesan. algoritma restricted tidak cocok saat ini.Bilangan prima Hal yang diungkapkan di atas sangat relevan karena saat ini kriptografi modern tidak lagi mendasarkan kekuatan kriptografi pada algoritmanya. maka algoritma penyandian pesan harus diubah lagi karena kerahasiaannya tidak lagi dapat diandalkan. Bedanya jika password bertujuan untuk otorisasi akses. algoritma yang sama digunakan kembali. Semakin banyak usaha yang diperlukan. . Jika kekuatan kriptografi ditentukan dengan menjaga kerahasiaan algoritmanya. Algoritma kriptografi atau chipper adalah fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan deskripsi. Sebelum melangkah lebih jauh. yang berarti semakin banyak waktu yang dubutuhkan. maka kunci pada kriptografi digunakan pada proses enkripsi dan deskripsi. PIN pada ATM atau kartu kredit. Sayangnya. dijaga kerahasiaannya. Plainteks : STRUKTUR DISKRIT Chiperteks : TSURTKRU IDKSIRT Untuk mendeskripsikan pesan. karakter ketiga dengan karakter keempat dan seterusnya. maka semakin kuat algoritma kriptografinya. Hanya orang uang mengetahui kunci yang dapat melakukan enkripsi dan deskripsi. Kriptografi modern tidak lagi mendasarkan kekuatan pada algoritmanya. Kekeuatan suatu algoritma kriptografi diukur dari banyaknya kerja yang dibutuhkan untuk memecahkan data chipperteks menjadi plainteksnya. Algoritmanya adalah mempertukarkan setiap kata karakter pertama dengan karakter kedua. maka algoritma kriptografinya dinamakan algoritma restricted.

Berikut akan dijelaskan secara detail tentang materi “Transaksi Di ATM (Anjungan Tunai Mandiri)” : D. membayar tagihan kartu ponsel. ATM mengirim PIN dan informasi tambahan pada kartu ke komputer host. Kriptografi sudah digunakan dalam berbagai aplikasi. Kriptografi Dalam Kehidupan Sehari-hari Kehidupan kita saat ini dikelililingi oleh matematika diskrit terutama dalam subbab kriptografi. sampai pada pengaktifan peluru kendali dan bom nuklir. Transaksi Melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Anjungan Tunai Mandiri atau Automatic Teller Machine (ATM) digunakan oleh nasabah bank untuk melakukan transaski perbankan melelui mesin ATM. Selama transmisi dari ATM ke komputer host.D. penggunaan kartu cerdas (smart card). Transaksi lewat ATM memerlukan kartu magnetik (disebut juga kartu ATM) yang terbuat dari plastik dan kode PIN (Personal Information Number) yang berasosiasi dengan kartu tersebut. mulai dari penarikan uang (transaksi) di ATM (Anjungan Tunai Mandiri). namun saat ini ATM juga digunakan untuk transfer uang (pemindahbukuan). membeli tiket kereta api. transaksi e-commerce di internet. televisi. host melakukan verifikasi dengan cara membandingkan PIN yang di-entry-kan oleh nasabah dengan PIN yang disimpan di dalam basisdata komputer host. PIN terdiri dari 4 angka (secara default) sampai 6 angka yang harus dijaga kerahasiannya oleh pemilik kartu ATM. mengecek saldo. lalu mengirimkan pesan tanggapan ke ATM yang menyatakan apakah transaksi dapat dilanjutkan atau ditolak. dan sebagainya. PIN digunakan untuk memverifikasi kartu yang dimasukkan oleh nasabah di ATM. penggunaan kartu kredit. Bentuk . sebab orang lain yang mengetahui PIN dapat menggunakan kartu ATM yang dicuri atau hilang untuk melakukan penarikan uang. password komputer. Kegunaan ATM adalah untuk menarik uang secara tunai yang lebih kita kenal dengan (cash withdrawal). percakapan dengan telepon genggam. PIN harus dilindungi dari penyadapan oleh orang yang tidak berhak.1. oleh karena itu harus ada komunikasi dua arah antara ATM dan komputer host. Proses verifikasi dilakukan di komputer pusat (host) bank.

perlindungan yang dilakukan selama transmisi adalah dengan mengenkripsikan PIN. jika 3 kali tetap salah maka ATM akan ‘menelan’ kartu ATM. Algoritma enkripsi yang digunakan adalah DES dengan mode ECB. Karena panjang PIN hanya 4 angka. Padding bits yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap PIN.5). Di sisi bank. maka peluang ditebak sangat besar. Masalah ini juga menunjukkan bahwa kriptografi tidak selalu dapat menyelesaikan masalah keamanan data. Seseorang yang memperoleh kartu ATM curian atau hilang dapat mencoba semua kemungkinan kode PIN yang mungkin. Untuk mengatasi masalah ini. bergantung pada informasi tambahan pada setiap kartu ATM-nya [PIN02]. sebab hanya ada 10 × 10 × 10 × 10 = 10. maka PIN yang hanya terdiri dari 4 angka (32 bit) harus ditambah dengan padding bits sehingga panjangnya menjadi 64 bit. maka kebanyakan ATM hanya membolehkan pengentry-an PIN maksimum 3 kali.000 kemungkinan kode PIN 4. PIN yang disimpan di dalam basisdata juga dienkripsi (lihat Gambar 1.angka. Beberapa jaringan ATM sekarang menggunakan kartu cerdas sehingga memungkinkan penggunaan kriptografi kunci publik. Kartu ATM pengguna mengandung kunci privat dan sertifikat digital yang ditandatangani oleh card issuer (CA) untuk mensertifikasi kunci . Karena DES bekerja dengan mengenkripsikan blok 64-bit.

ATM mengotentikasi kartu dengan cara mengirimkan suatu string ke kartu untuk ditandatangani dengan menggunakan kunci privat.publiknya. terminal ATM perlu memiliki salinan kunci publik card issuer dengan maksud untuk memvalidasi sertifikat digital. Seperti semua sistem yang berbasis sertifikat digital. Hal ini direalisasikan dengan menginstalasi kunci publik tersebut ke dalam mesin ATM . lalu tanda-tangan tersebut diverifikasi oleh ATM dengan menggunakan kunci publik pemilik kartu.

dapat disimpulkan bahwa kriptografi masih merupakan sistem yang efektif dalam hal keamanan dan proteksi serta dapat digunakan secara luas di berbagai bidang usaha dan teknologi Dalam hal ini pengaplikasiannya banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari salah satu contohnya yaitu di Transaksi Di ATM Boleh dikatakan bahwa kehidupan manusia saat ini dikelilingi oleh kriptografi dan juga matematika diskrit. sebagai manusia yang hidup di zaman modern ini. maka matematika diskrit dan juga kriptografi juga mengalami perkembangan yang pesat secara langsung karena terdapat hubungan yang erat antara keduanya. kita dapat menyimpulkan bahwa matematika diskrit khusunya teori bilangan bulat memiliki hubungan yang sangat erat dengan ilmu kriptografi seperti yang telah dijelaskan di atas. Password dienkripsi untuk mencegah terjadinya akses illegal terhadap sistem misalnya pencurian data-data penting oleh mereka yang tidak berhak. Sedangkan ilmu persandiannya disebut kriptologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tehnik melindungi data dan informasi tersebut beserta seluruh ikutannya. Oleh karena itu. Kesimpulan Dari paparan makalah di atas. Karena dalam dekade terakhir ini komputer digital yang bekerja secara diskrit atau secara terus menerus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu. Kriptografi di Indonesia disebut persandian yaitu secara singkat dapat berarti seni melindungi data dan informasi dari pihak-pihak yang tidak dikehendaki baik saat ditransmisikan maupun saat disimpan. Pengguna diberikan ID dan password untuk mengakses sistem yang ada.BAB III PENUTUP A. Untuk mendapatkan enkripisi ini tidak dibutuhkan biaya karena telah dipublikasikan secara umum. . kita diharapkan untuk dapat mengembangkan setidaknya memahami kedua ilmu tersebut.

BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. Rinaldi.math. 4.00 WIB Rahardjo. “Matematika Diskrit” .org/wiki/Cryptography/ tanggal akses 28 Oktober 2010. Budi. Munir. . pukul 17.2004. http://www. Rinaldi. Departemen Teknik Informatika. Munir.wikipedia.20 WIB. ITB. Handbook of Applied Cryptography. pukul 16. 2. 5.V-21 3.cacr. 2005. s.2004. Institut Teknologi Bandung.d V-25. Tugas Akhir. ITB . pp.uwaterloo. http://en.“ Panduan Menulis & Mempresentasikan Karya Ilmiah: Thesis. dan Makalah”.ca /hac/ tanggal akses 28 Oktober 2010. Bahan Kuliah IF5054 Kriptografi.