Pembuatan Biodiesel dari CPO

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya dengan sumber alamnya antara lain : minyak, gas bumi, batu bara, dan sumber alam lainnya, dimana dari sumber daya alam tersebut dapat dihasilkan berupa produk – produk atau bahan kimia yang banyak digunakan sebagai bahan bakar, namun sumber alam ini tidak dapat diperbaharui. Dengan demikian, jumlah sumber daya alam ini semakin lama akan berkurang, karena itu pada saat ini banyak sekali penelitian – penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tumbuhan dan lain – lain yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, bahan yang digunakan untuk keperluan farmasi ataupun kosmetik. Beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat juga telah mengembangkan bahan bakar minyak tumbuhan yang telah dikonversi menjadi bentuk methyl ester asam lemak yang disebut dengan biodiesel. Sebagai negara tropis, Indonesia menghasilkan tanaman – tanaman penghasil minyak nabati yang terpenting dan merupakan bahanbaku industri adalah kelapa sawit. Kelapa sawit berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu bahan bakar diesel atau produk biodiesel. Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi polusi tanah serta melindungi kelestarian perairan sumber air minum, kelebihan ini ditunjang oleh sifat biodiesel yang dapat teroksigenasi relatif sempurna atau terbakar habis, non toksik, dan dapat terurai secara alami(biodegradable), disamping itu produksi gas hasil pembakarannya yakni karbon dioksida (CO 2) dapat dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan. Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan kualitas udara lokal dengan mereduksi emisi gas berbahaya, seperti karbon monooksida (CO), ozon (O 3), nitrogen oksida (NOX), sulfur dioksida (SO2) dan hidrokarbon relatif lainnya, serta asap dan partikel yang dapat terhirup. Sumber biomass, terutama sekali minyak nabati sudah menarik banyak perhatian sebagai suatu sumber energi alternatif karena dapat diperbaharui, banyak tersedia dan sudah terbukti menjadi bahan bakar yang bersih. Biodiesel bebas dari senyawa sulfur aromatik. Biodiesel merupakan zat asam yang mengandung gemuk methyl ester. Methyl ester adalah salah satu jenis ester yang mempunyai rumus senyawa RCOOCH3. Biodiesel diperoleh dengan mereaksikan secara kimiawi alkohol dengan minyak tumbuhan, menggunakan NaOH atau KOH sebagai katalis. Proses paling umum dalam memproduksi biodiesel dari minyak tumbuhan adalah transesterifikasi fatty acid glycerol estersmenjadi methyl ester dengan menggunakan salah satu katalis. Hampir semua peneliti mengemukakan bahwa minyak nabati dari ester itu bagus di dalam mesin diesel, dan yang lain mengatakan bahwa kondisi ester melebihi bahan bakar diesel dalam berbagai aspek dari pengoperasian mesin termasuk yang mencakup emisi dan efesiensi panas (Yahya dan Marley, 1994; Wagner et al., 1984) . Methyl ester sangat baik menjadi bahan bakar minyak diesel karena pada saat terbakar, methyl ester bersih tanpa disertai emisi sulfur dioksida. Methyl ester disintesa dengan cara esterifikasi asam lemak dengan alkohol atau transesterifikasi minyak dengan alkohol, dengan menggunakan katalis asam atau basa. Tabel 1.1. Karakteristik Methyl Ester Karakteristik Nilai Titik Leleh (OC) 4 – 32 Bilangan Ester (mg KOH/g) 133,98 – 191,0 Viskositas (cP) 5,99 – 1956 Densitas 0,8509 – 0,8785

Biodiesel harus disimpan di dalam lingkungan yang tidak terkena matahari secara langsung, bersih dan kering. Kebanyakan bahan bakar saat ini digunakan sebelum enam bulan penyimpanan, sedangkan biodiesel masih bisa digunakan setelah enam bulan disimpan, bahkan biodiesel masih dapat digunakan lagi dalam waktu lebih dari enam bulan, tetapi hal ini tergantung dari komposisi bahan bakar. Negara yang membutuhkan methyl ester dalam jumlah yang besar sebagai minyak diesel adalah Italia, yang membutuhkan 250.000 ton per tahun. Diperkirakan pada tahun mendatang, konsumsi dunia akan methyl ester akan meningkat termasuk Indonesia. 1.1. Metode Proses Biodiesel merupakan senyawa mono alkyl ester dari asam lemak rantai panjang yang diturunkan dari sumber lipida yang dapat diperbaharui.Ada beberapa jenis proses pembuatan biodiesel, diantaranya adalah sebagai berikut : 1.3.1. Metode Mikro Elmusi Metode mikro emulsi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan viskositas minyak nabati. Metode ini dilakukan dengan melarutkan minyak nabati ke dalam larutan methanol, ethanol atau 1-buthanol, tetapi menurut hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan alkohol yang digunakan sebagai pengemulsi cukup besar, sehingga dapat menaikkan volatilitas dan menurunkan titik nyala. 1.3.2. Metode Pirolisis Pirolisis adalah proses dekomposisi minyak nabati secara termal atau dapat juga menggunakan bantuan katalis untuk memutuskan rantai hidrokarbon. Pemutusan rantai minyak nabati secara katalik dilakukan dengan menggunakan katalis yang biasa digunakan pada pemutusan rantai minyak bumi, yaitu SiO 2 atau Al2O3 pada temperatur 450OC. Produknya kemudian difraksionasi untuk menghasilkan biodiesel dan biogasoline. Pada pemutusan rantai katalik, temperature mempengaruhi selektivitas produk. Semakin tinggi temperatur, fraksi ringan yang dihasilkan semakin banyak. Keuntungan produk biodiesel dari metode ini adalah adanya kemiripan dengan struktur bahan bakar diesel dari minyak bumi, tetapi kelemahan metode ini adalah karena prosesnya tidak boleh terdapat oksigen, maka bahan bakar yang dihasilkan tidak teroksigenasi dan peralatan yang digunakan pada metode ini relatif mahal. 1.3.3. Metode Transesterifikasi Proses transesterifikasi adalah suatu proses reaksi kimia yang mempunyai sifat yang kuat dan umum dimana alkohol monohydroxy linier bereaksi dengan trigliserida, dimana trigliserida dari zat asam yang mengandung lemak, dimasukkan ke dalam katalisator. Unsur alkohol yang digunakan dalam proses ini adalah methanol dan katalisatornya adalah NaOH. Kadar alkohol dalam proses transesterifikasi adalah penting untuk memutuskan gliserin dengan asam lemak. Reaksi transesterifikasi dengan katalis alkali lebih cepat dan lebih sering digunakan secara komersil dibandingkan dengan katalis asam. Mekanisme reaksi transesterifikasi dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah penyerangan ikatan karbonil pada trigliserida oleh anion dari alkohol dan membentuk zat antara tetrahedral. Pada tahap kedua, zat antara tetrahedral bereaksi dengan alkohol dan terbentuk anion dari alkohol. Pada tahap akhir, zat antara tetrahedral mengalami transfer proton sehingga terbentuk ester dan alkohol.

tetapi produksi methyl esternya tidak kontinyu. sulfat. yaitu tertutup alkohol dan siklus tertutup air untuk ekstraksi gliserol dan pemurnian dengan pencucian dari ester. . Ø Proses transesterifikasi Henkel Proses ini menggunakan reaktor dari tangki pengendapan.1. perancangan pabrik biodiesel ini memilih proses transesterifikasi. Bilangan asam yang tinggi disebabkan oleh adanya kandungan asam lemak bebas pada minyak nabati. Maka dari itu. Ada beberapa proses transesterifikasi adalah sebagai berikut : Ø Proses transesterifikasi dengan proses batch Proses ini menggunakan unit operasi dua tahap secara batch. Produk Utama Metode yang paling umum untuk menghasilkan biodiesel yang berupa methyl ester adalah dengan metode Transesterify triacylglycerols. Alkohol yang digunakan adalah methanol. Biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar murni atau dicampur dengan petroleum dengan persentase tertentu. Penjelasan Produk Melihat sumber daya energi baru. bilangan asam dari minyak nabati yang digunakan harus kurang dari satu. Dari beberapa metode pembuatan biodiesel dari minyak nabati. Biodiesel yang terbuat dari minyak sawit digunakan sebagai pengganti untuk petroleum-based diesel. gliserin akan membentuk senyawa akrolein dan terpolimerisasi menjadi senyawa plastis yang agak padat dan proses ini bertujuan juga untuk menurunkan viskositas minyak nabati. karena biodiesel adalah sumber daya energi yang dapat diperbahurui dan sumber energi yang ramah energi. DASAR PERANCANGAN 2. maka minyak nabati yang harus dinetralisir terlebih dahulu dengan menambahkan jumlah alkali sehingga basa yang digunakan dapat berfungsi sebagai katalis dan penatralisir asam.Pada reaksi transesterifikasi yang menggunakan katalis alkali. proses transesterifikasi bertujuan untuk menghilangkan kandungan gliserin dalam minyak nabati karena jika dipanaskan.1. B20 (campuran 20% volume biodiesel petroleum dengan 80% volume petroleum diesel) telah dibuktikan menguntungkan bagi lingkungan. tiap tahap terdiri atas tangki reaktor dan tangki pengendapan sehingga sering disebut sistem pencampuran dan pengendapan. Proses ini terdapat dua siklus tertutup. Kondisi operasinya pada tekanan 9000 Kpa dan temperatur 240OC. dimana minyak dengan alkohol ditambah dengan katalisator.1. Ø Proses transesterifikasi kontinyu Proses ini menggunakan kolom reaktor sentrifugal. Kelebihan proses ini adalah kualitas produk yang didapat cukup baik. 2. Penggunaan biodiesel pada mesin konvensional mampu mengurangi emisi dari hydrocarbon yang tidak terbakar. Biodiesel atau methyl ester dengan rumus bangunnya RCOOCH3 merupakan senyawa alkyl ester. metode transesterifikasi adalah metode yang sering digunakan karena relatif sederhana tanpa membutuhkan peralatan yang rumit dan juga bahan – bahan yang diperlukan dapat diperoleh dengan mudah. Pada dasarnya. CO. Kekurangannya adalah konsumsi energi yang besar. seperti biodiesel menjadi arti penting pada tahun sekarang ini. dan hidrokarbon aromatis polisiklik. yang mempunyai sifat fisiknya berbentuk cairan pada suhu kamar dan berwarna kuning. Kelebihan proses ini adalah kualitas methyl ester relatif baik dengan tingkat kemurnian tinggi dan warna minyak yang terang. Jika bilangan asamnya lebih dari satu.

cP 1499 Konduktivitas termal.2. gliserol ini mempunyai berat jenis sebesar 1. antara lain digunakan dalam industri obat.28 2. Nama lain dari gliserol adalah 1. CPO berasal dari .33 Parameter Nilai OC.5.3. CH2OH – CHOH – CH2OH.2. bahan baku utama yang digunakan adalah crude palm oil (CPO) dan methanol serta natrium hidroksida (NaOH) sebagai bahan baku pendukung yang berfungsi sebagai katalis. Produksi per Ha nya. chloroform.261 dengan PH berkisar antara 6.K 0.1. ppm 300 Bilangan asam. kosmetik. Pa 0.2 Sifat fisik gliserol Parameter Nilai Titik leleh. g/mL 0. Crude Palm Oil (CPO) Kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia dalam tahun 1979 tercatat sebanyak 73 buah perkebunan kelapa sawit dengan luas areal 230. % 10 Kandungan methanol. diperkirakan produksi kelapa sawit dunia adalah 2. % 0.3-propational. dengan sifat fisik antara lain : berbentuk cairan kental manis jernih. Pada suhu kamar (25OC).5 juta ton. serta tidak mudah larut dalam ether. mg KOH/g 0. % 0. benzene. 2.9 Tekanan uap pada suhu 50OC.Sifat fisik biodiesel standar Jerman DIN V 51606 yang paling banyak dijadikan acuan dapat dilihat pada table 2. hygroscopis.2.4 Viskositas pada suhu 20OC.1. Penjelasan Bahan Baku Pada pembuatan biodiesel ini. mudah larut dalam air dan alcohol larutannya bersifat netral.000 Ha. Produk pembuatan biodiesel ini bukan gliseril murni tetapi masih berupa crude gliserin dan warnanya belum jernih. Table 2.53 kPa. dyne/cm Surface tension pada suhu 20 63.890 Flash Point. W/m.5 – 7. pasta gigi dan lainnya.3 Sifat kimia methyl ester sebagai berikut : · Mempunyai rumus bangun RCOOCH3 · Mempunyai senyawa karbon rantai lurus jenuh.17 OC Titik didh pada 0.1 Sifat fisik biodiesel standar Jerman Din V 51606 Parameter Nilai Densitas pada suhu 15OC. Sifat fisik gliserol dapat dilihat pada table 2. Table 2.2. OC 18. Produk Samping Gliserol merupakan produk samping dari pembuatan methyl ester.02 Kandungan fosfor. kecuali C17yang mempunyai rantai lurus rangkap 2. 14.875 – 0. Kegunaan gliserol sangat luas.1. % 0. mudah menguap.25 Gliserol bebas. OC 110 Moisture.5 Total gliserol.

linoknic dan cuka capric (Allen dan Watts.2OC.2. titik eku -97. dan zat asam lemak stearic ditambah sedikit myristic.3 dapat dilihat komposisi CPO dan table 2.3 Linolenic Other Table 2.bagian pericarp buah kelapa sawit. sedangkan reaksi terjadi oleh gugus C – O atau O – H. dengan spesifik gravitasi 0.3.7924 pada 20OC. 2000). OC 35 Densitas 0.5OC dan flash point 12.5OC.4 Palmatic 40. 5% asam lemak bebas (FFA) dan selebihnya zat pengotor dan air. .1 Stearic 5. Methanol Methanol atau methyl alkohol atau sering juga disebut carbinol merupakan larutan polar yang larut dalam air. Penggunaan methanol sebesar 85% digunakan sebagai bahan baku serta bahan pelarut sintetis. Dari table 2.3 Komposisi CPO Komposisi Fatty Acid Komposisi (%) Jenuh Lauric Myristic 1. Minyak sawit (CPO) berwarna kuning jingga kemerah – merahan dan agak kental.1 2. Dalam hal ini methanol direaksikan dengan trigliserida akan menghasilkan methyl ester.2 Nilai Saponifikasi 199. ester dan pelarut organic lainnya. Reaksinya ditentukan oleh gugus hydroxyl fungsional. mudah terbakar dan menguap.4 Sifat fisik CPO Parameter Nilai Melting point. Keberadaan methanol dalam proses transesterifikasi adalah untuk memutuskan hubungan gliserin dengan zat asam lemak. titik didihnya 64. oleic. Methanol mempunyai sifat fisik sebagai berikut : tidak berwarna. alkohol.7 Linoleic 10. Methanol mempunyai rumus molekul CH3OH adalah alkohol aliphatic sederhana.5 Aracidic Other Tak Jenuh Palmitoleic Oleic 42. lauric. Table 2. Kandungan yang terdapat dalam minyak sawit (CPO) adalah 94% trigliserida.4 sifat fisik CPO. Komposisi zat asam yang mengandung lemak dari minyak sawit didominasi oleh palmitic. linoleic. tidak berbau. sangat polar. mudah larut dalm air.915 Nilai Iodin 54.

BM 40 OC BP. Dengan melihat perkembangan dan kebutuhan produksi oleochemical yang semakin meningkat.7 Produksi biodiesel di beberapa Negara Eropa („000 ton) Kapasitas Negara 2002 2003 2004 2005 Jerman 450 715 1088 1900 – 2100 Perancis 366 357 502 600 – 800 Italia 210 273 419 500 – 550 Austria 25 32 100 150 Spanyol 9 70 70 – 80 Denmark 10 41 44 30 – 40 Inggris 3 9 15 250 .1. OC 12 OC).4. Kapasitas Produksi Dengan melihat keadaan pasar methyl ester di Indonesia. menunjukkan bahwa paluang pasar methyl ester dalam negeri masih relatif kecil. Ns/m3 80. dan juga dalam gliserol. dimana reaksinya yaitu : 3NaOH + H3PO4 Na3PO4 + 3H2 2.65 Thermal conductivity. Table 2. Natrium Hidroksida (NaOH) Natrium hidroksida (NaOH) digolongkan dalam basa kuat.3. 142 Melting point. Bahan Penunjang 2. terutama untuk kebutuhan minyak diesel. 2. namun peluang untuk berkembang juga besar. Sedangkan konsumsi di luar negeri cukup besar. Oleh karena itu.6 sifat fisik NaOH Sifat fisik. satuan Nilai Berat Molekul. w/mOC Konsentrasi NaOH yang diperlukan tergantung pada perbandingan molar antara umpan dan methanol.24 Cp 0.000 40OC 3. 50% dan 70% Adapun fungsi dari NaOH adalah : · Menetralkan asam · Sebagai bahan baku pembuatan sabun deterjen · Memisahkan unsur belerang dari minyak bumi · Membantu mengurangi zat warna dari kotoran yang berupa getah minyak bumi Table 2.3. yaitu : · Padatan. NaOH atau lebih dikenal dengan kaustik soda atau soda api merupakan zat yang larut dalam pelarut air. kg/m3 Density (15 1530 Viskositas. alkohol.000 20OC 40. yaitu : 40%. NaOH memiliki dua macam bentuk. Asam Phospat (H3PO4) Penambahan asam phospat (H3PO4) digunakan pada proses menetralisir NaOH.000 OC 30 15. NaOH sering digunakan dalam menetralisasi suatu zat. Mp.2.2.3. biasanya memiliki kadar konsentrasi. biasanya berwarna putih dengan kadar konsentrasi 100% · Larutan.

maksudnya lokasi tersebut masih memungkin atau tidak untuk didirikannya sebuah pabrik. Tersedianya bahan bakar d. yaitu : a. karena bagian ini menyediakan kebutuhan primer pabrik baik dalam proses industri.5.Kapasitas produksi biodiesel yang dilakukan di pabrik ini. beroperasi pada tahun 2007 adalah 7895. Tersedianya air b. terutama dekat dengan pasar bahan baku yaitu crude palm oil(CPO). · Utilitas Utilitas merupakan sarana penunjang yang penting bagi jalannya suatu pabrik. Adapun faktor utama yang perlu diperhatikan adalah : · Dekat dengan sumber bahan baku Bahan baku utama yang digunakan dalam proses ini adalahcrude palm oil (CPO).32128 ton/tahun dengan waktu operasi 24 jam penuh setiap hari dengan jumlah hari kerja 330 hari dalam setahun. sehingga produksi bisa berjalan terus dan distribusi bisa dilakukan secara optimal. · Penyediaan tenaga kerja Tenaga – tenaga kerja yang cukup tersedia dengan baik. antara lain : · Transportasi Lokasi yang dipilih harus mudah dijangkau dari bahan baku. Penanganan air buangan atau limbah Maka berdasarkan itu semua. karena daerah Jambi memenuhi syarat paling banyak. Peranan tersebut dapat berupa dukungan. Pemerintah tingkat pusat maupun daerah mempunyai peranan tertentu dalam menunjang pembangunan industri dalam negeri. Kesalahan dalam pemilihan lokasi pabrik akan menyebabkan kerugian secara ekonomi dan sosial. agar lebih efesien dalam pemenuhan proses produksi.1. ataupun pemberian keringanan dan fasilitas yang kadangkala berkaitan dengan investasi proyek di daerah – daerah yang telah ditentukan. DESKRIPSI PROSES 3. sehingga pemilihan lokasi yang diperlukan yaitu daerah yang harus berdekatan dengan sumber bahan baku tersebut. B. daerah Jambi sangat sesuai untuk mendirikan pabrik biodiesel dari crude palm oil (CPO). Tersedianya fasilitas listrik maupun sarana komunikasi c. syarat utama suatu pabrik adalah harus ditempatkan sedemikian rupa. Faktor Khusus Faktor khusus merupakan faktor pendukung untuk pemilihan lokasi pabrik. Rekasi untuk mengubah minyak menjadi biodiesel yang paling sering . Beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam pemilihan lokasi pabrik yaitu : A. Faktor Utama Faktor utama merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pemilihan lokasi atau tempat pemilihan pabrik. 2. · Kebijakan pemerintah Lokasi pabrik disesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Lokasi Pabrik Lokasi geografis suatu pabrik merupakan unsur yang sangat penting dalam mendirikan sebuah pabrik. Pemilihan Proses Ada beberapa proses untuk menetukan proses yang tepat dan sesuai untuk diterapkan dalam pembuatan biodiesel. bimbingan.

kemudian aliran ini masuk ke dalam centrifugal untuk memisahkan Na3PO4. dimana sebagian besar methanol dari umpan masukkan akan didaur ulang di dalam reaktor.1.2.Ada empat proses teknologi perancangan proses yang disajikan olehZhang et el. methanol. methanol.6%.digunakan adalah dengan reaksi transesterifikasi. 3) Konversi minyak menjadi asam lemak dan kemudian methyl ester dengan katalis asam. sedangkan aliran atas yang berisi glycerol. Kemurnian methyl ester yang didapat > 99.1. minyak tak terkonversi dan hidroksida masuk ke dalam dekanter dengan menggunakan air untuk memisahkan methyl ester dari gliserol. Deskripsi Proses Campuran sodium hidroksida dan methanol serta minyak dimasukkan ke dalam suatu reaktor transesterifikasi. minyak tak terkonversi. Dalam hal ini yang dilakukan adalah dengan menggunakan transesterifikasi minyak dengan methanol menggunakan katalis basa. yaitu : 1) Proses alkali – catalyzed dari minyak nabati 2) Proses katalisator alkali dari minyak goreng bekas / waste cooking oil(WCO) 3) Proses acid – catalyzed dari minyak goreng bekas / waste cooking oil(WCO) 4) Proses acid – catalyzed dengan menggunakan heksan sebagai suatu pelarut ekstraksi untuk menghindari pembentukan emulsi dari minyak goreng bekas Proses yang digunakan pada perancangan ini merupakan lisensor dariZhang et al yaitu teknologi Proses Acid – Catalyzed dari minyak nabati. (2003). 3. Centrifugal ini berfungsi untuk memisahkan zat cair dalam slurryberdasarkan berat jenis (densitas). Setelah reaksi (pada 70OC dan 400 kPa). Basis perhitungan 1 jam. methanol. dimana gliserin yang dihasilkan dengan tingkat kemurnian 92% yang selanjutnya disimpan di dalam storage tank sebelum dipasarkan. Asumsi Umum Neraca Massa 1. yaitu : 1) Transesterifikasi minyak atau lemak dengan methanol dengan menggunakan katalis basa.1. 1 tahun operasi (330 hari dan 1 hari 24 jam) 3. Jumlah massa yang masuk ke sistem sama dengan yang keluar sistem. minyak yang tidak terkonversi dan hidroksida dimasukkan ke dalam destilasi. Keluaran atas kolom yang berupa methyl ester. karena perbedaan densitas maka Na 3PO4 berada pada aliran bawah. Untuk rekasi ini dapat ditempuh dengan tiga cara yang berbeda untuk menghasilkan biodiesel. sodium hidroksida dan air dimasukkan ke dalam reaktor untuk memisahkan sodium hidroksida dimana di dalam reaktor ditambahkan asam phospat sehingga terbentuknya Na3PO4. tujuannya untuk memurnikan gliserin (gliserin furification). keluaran yang berisi methyl ester. . Keluaran bawah kolom destilasi yang berupa methyl ester. gliserol. methanol dan air masuk ke dalam kolom destilasi untuk memisahkan methyl ester dari air dan methanol. methanol dan sodium hidroksida. Operasi berlangsung dalam kondisi “Steady State” 2. H2O dan methanol masuk ke dalam destilasi. Keluaran bawah dari kolom dekanter yang berisi gliserol. gliserol. 2) Transesterifikasi minyak atau lemak dengan methanol dengan menggunakan katalis asam. NERACA MASSA 4. NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI 4.

1. methanol terhadap CPO. Konversi methylester pada kondisi methanolysis dan esterifikasi adalah 100 % 4. 2. Kondisi operasi “Steady State” 3. Umpan berasal dari mixer – 01 dan sodium hidrogsida fresh 2. untuk homogenisasi campuran methanol dan sodium hidrogsida sebelum masuk ke reaktor-01. H3PO4 digunakan sebagai penetral NaOH . Merupakan proses pencampuran biasa. Unit Reaktor – 01 Asumsi neraca massa di Reaktor – 01 1.1. Methanol yang digunakan adalah 96%.3. Methanol merupakan komponen ringan (light key) dan H 2O merupakan komponen berat (heavy key). Unit Mixer – 02 Asumsi neraca massa di Mixer – 02 1.7.3 kpa). ki = Pi*/P 4. 4. Unit Destilasi – 01 Asumsi neraca massa di Destilasi – 01 1.1. Merupakan proses pencampuran biasa. 2. Katalis yang digunakan adalah NaOH 50% sebanyak 0. Sebanyak 96% methanol dan 4% H2O di recover didistilat. 4.1. Reaksi yang terjadi adalah reaksi netralisasi dan berlangsung dalam kondisi steady state.4. 6. Komposisi umpan sama dengan komposisi hasil kolom reaktor 2.1. Umpan berasal dari kolom.2. Reaksi yang terjadi adalah esterifikasi dan transesterifikasi 2. untuk homogenisasi campuran methanol umpan dengan methanol recycle.1% mol dari umpan CPO Perbandingan massa umpan 15 : 1 mol. recovery dan methanol fresh 4.01 4.4. Unit Mixer – 01 Asumsi neraca massa di Mixer – 01 1. ki = 0 Untuk dew point dengan persamaan : åxi = åyi / ki 3. Unit Reaktor – 02 Asumsi neraca massa di Reaktor – 02 1.1. 5.1.1.1. Tekanan dikolom pemurnian adalah sama yaitu 1 atm (101.1. Temperatur umpan adalah tempetatur pada titik didihnya atau buble point yang diperoleh dengan cara trial and error dengan persamaan : åyi = åxi . 5. Umpan berasal dari reaktor .1.

Umpan masuk pada daerah dua fase yang diketahui berdasarkan titik didih dan titik embun dari campuran 2. 5. PERALATAN UTAMA 5.4.3.9. Na3PO4 merupakan residu. 3. Umpan adalah lapisan atas dari centrifugal. Tekanan operasi 65 kpa.1.1. Glyserol dihasilkan sebagai bottom dengan kemurnian 92 % 5. Air merupakan komponen berat ringan (light key) dan methanol merupakan komponen (heavy key) 4. air dan methanol merupakan fltrat. 4.4.1. Reaksi yang terjadi : 3NaOH + N3PO4 = Na3PO + 3H2O 4. Mixer – 01 Mixer – 01 berfungsi sebagai tempat menghomogenkan campuran methanol fresh dengan methanol recycle.1.8. Asumsi Perancangan Reaktor · Tekanan disemua bagian rekator sama · Temperatur disemua bagian rekator sama . 2.1.1. Unit Centrifugal Asumsi neraca massa di Centrifugal 1. sedangkan glycerol.1. 4.1. Asumsi Umum 1) Operasi berlangsung dalam kondisi steady safe 2) Larutan dan gas bersifat ideal 5. Unit Destilasi – 03 Asumsi neraca massa di Destilasi – 03 1.1. yaitu mereaksikan bahan baku CPO dengan methanol dan dengan penambahan katalis NaOH sehingga diperoleh produk methyl ester yang diinginkan 5. DASAR PERANCANGAN ALAT 5.1. 5.1. Pemisahan dilakukan berdasarkan perbedaan ukuran partikel.1. Reaktor – 01 Reaktor adalah alat yang berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi kimia.2. Umpan berasal dari produk bawah settler.3. Mixer – 02 Mixer – 02 berfungsi sebagai tempat menghomogenkan campuran dari mixer – 01 dengan NaOH.

Destilasi – 03 Kolom ini berfungsi untuk memurnikan produk samping glycerol dari zat yang terlarut didalamnya. 5. Tipe setel yang digunakan adalah vertical settler 5. Reaktor – 02 Alat ini berfungsi untuk menetralkan NaOH dimana dalam reactor ini terjadi penambahan H3PO4 sehingga membentuk Na3PO4 5. Sentrifugal Alat ini berfungsi untuk memisahkan Na3PO4 hasil reactor – 02 dengan produk samping glycerol.1. 5. Destilasi – 02 Alat ini berfungsi untuk memurnikan produk utama methyl ester dari zat lainnya yang terlarut didalamnya.7.5.10.45 m · Floading 80% · Tipe tray/plate = perforated plate 5.1. Settler Alat ini berfungsi untuk memisahkan produk utama methyl ester dengan produk samping gliserin berdasarkan massa jenis. Asumsi design : · Tidak terjadi buih · Plate spacing 0.6.1.2. Alat ini untuk memisahkan zat cair berdasarkan berat jenis.8. Kolom ini beroperasi pada tekanan 1 atm. Destilasi – 01 Alat ini berfungsi untuk memurnikan alcohol sesuai dengan yang diinginkan.1.1.9.5. PERENCANAAN TATA LETAK . Kolom ini beroperasi pada tekanan 1 atm. Dengan sentrifugal pemisahan cepat dilakukan. Kolom ini beroperasi pada tekanan 1 atm.1. 5.

Perencanaan tata letak peralatan dalam pendirian sebuah pabrik kimia merupakan hal yang penting karena bisa mempengaruhi biaya operasi.2. Bahan-bahan kimia yang korosif.3.2. 5. waktu tinggal untuk masing-masing storange adalah 7 hari. Storange Tank Storange Tank berfungsi sebagai tempat penyimpan bahanbaku.1.1. Perencanaan peralatan ini harus memperhatikan berbagai aspek.2. pemeliharaan dan perbaikan serta tersedia nya perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja disetiap alat yang digunakan. PERALATAN PENDUKUNG 5. 5.2. Faktor Pemeliharaan dan Perbaikan Pemeliharaan dan perbaikan peralatan sebuah pabrik kimia di perluakan untuk menjaga kondisi alat agar tetap dalam kondisi baik dan tahan lama.3. produk samping glycerol dan produk utama yaitu methyl ester.3.3. Faktor Keamanan dan Keselamatan Tata letak peralatan pabrik kimia harus disesuaikan dengan keamana dan keselamatan kerja setiap mesin dan alat-alat proses harus terjangkau oleh unit pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran perletakan dan konstruksi alat harus memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja setiap karyawan.2. Biaya tersebut antara lain adlah pemasangan instralasi pipa. Tujuan utama tata letak pabrik adalah memudahkan proses produksi dan menghemat pemakaian ruang bangunan perancangan dan pemilihan mesin-mesin harus memperhatikan kemudahan pemasangan. Faktor Ekonomi Pemasangan dan perletakan peralatan harus disesuaikan dengan keperluan karena jika tidak sesuai maka akan mempengaruhibiaya investasi dan produksi jika perletakan alat saling berjauhan akan menyebabkan bertambahnya biaya yang harus di keluarkan. 5. beracun dan mudah terbakar harus mendapat perhatian yang khusus. keperluan energi listrik dan biaya produksi. 5. mulai biaya konstruksi sampai biaya setelah operasi. Untuk mempermudahkan pemeliharaan dan perbaikan. Reboiler . 5. maka tata letak peralatan harus sebaik mungkin.

Akumulator Akumulator adalah alat yang berfungsi untuk menampung cairan sementara produk bagian atas kolom distilasi. Asumsi Perancangan Reboiler · Campuran cair dan uap bersifat ideal · Koefisien panas keseluruhan.1. Kondesor dan Cooler Kondesor digunakan untuk merubah fasa uap menjadi fasa cair pada produk atas distilasi.3.3.1.1. Asumsi perancangan pompa . Heater Heater digunakan untuk memanaskan/menaikan temperature bahan tipe heater yang digunakan adalah 5. Asumsi Perancangan Kondesor dan Cooler · Tidak ada panas yang hilang · Kondensasi terjadi secara sempurna 5. sehingga bahan yang keluar mengalir dengan laju yang stabil.6. U0 konstan · Kapasitas panas konstan · Operasi berlangsung dalam kondisi steady state · Aliran fluida konstan · Tidak ada panas yang hilang 5. Tipe kondesor yang digunakan adalah shell and tube cooler digunakan untuk mendinginkan/menurunkan temperature bahan tipe cooler yang digunakan adalah double pipe dan shell and tube.6.3.3.3.3.5.3.2. Pompa Pompa berfungsi untuk memindahkan fluido cair dari suatu sistem proses kesistem proses lainnya.4.3.Reboiler berfungsi untuk menaikan temperature cairan dikolom distilasi bagian bawah (bottom) dan merubah fase cair ke fase uap 5. 5. 5. Cairan yang keluar dari kondesor ditampung terlebih dahulu kemudian didistribusikan kealiran reflux dan kealiran proses berikutnya.3. 5.

4.3.1.3. Alat ini berfungsi untuk mengontrol dan mengendalikan temperature operasi.7. Pemasangan alat ini dilakukan secara terintegrasi. 5.2 Pengukur Tekanan Pengukur tekanan ini digunakan untuk mengontrol dan mengendalikan tekanan disetiap aliran proses. setiap perubahan kondisi operasi baik masukan maupun keluaran dapat langsung diketahui secara otomatis. . 5.3. Pengukur Ketinggian (Level Control).7. penggunaan utilitas. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Dalam mendirikan suatu pabrik. dan bahaya yang ditimbulkan oleh kecerobohan manusia itu sendiri. Instrumentasi dan Alat Kendali Peralatan ini dimaksudkan untuk mengontrol kondisi yang terjadi disetiap peralatan proses.3. Bahaya yang mungkin terjadi pada pabrik Methyl Ester ini dapat ditimbulkan oleh sifat-sifat kimia bahan.7. distilasi. pengoperasian peralatan produksi. Alat ini digunakan untuk mengontrol ketinggian suatu fluida cair disuatu peralatan proses.· Efisiensi pompa 60% · Tekanan dititik masukan dan titik keluaran sama · Tidak terjadi hilang tekanan karena kebocoran pada alat atau pada system perpipaan. 5. kondensor dan reboiler 5. Peralatan yang harus dilengkapi dengan pengukur temperature antara lain reactor. Pengukur Laju Alir (Flow Control) Alat ini berfungsi untuk mengontrol dan mengendalikan laju alir disetiap aliran perpipaan dan peralatan proses. Pengukur Temperatur Instrument ini dipasang hampir setiap aliran proses.7.3. 5. keselamatan kerja merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan karena akan mempengaruhi kegiatan proses produksi dan kinerja pabrik.7.3. Maka dengan adanya keselamatan dan kesehatan kerja ini dapat dilakukan tindakan pencegahan sebelum terjadinya bahaya yang mungkin merugikan baik terhadap pabrik maupun manusia itu sendiri.

2. dan melakukan pemeriksaan dan perawatan produksi secara berkala . Menggunakan system alarm pada setiap unit untuk mendeteksi kinerja alat atau adanya kebocoran. bila terjadi kecelakaan dan petunjuk pertolongan pertama bila terjadi keracunan atau kerusakan peralatan. tekanan. 4. 6. Iritasi kulit.Bahaya yang ditimbulkan oleh sifat kimia bahan dan penanggulangannya. menggunakan ventilasi udara. Penyediaan sumber air hydrant dan kran-kran sumber yang tersebar merata diseluruh kawasan pabrik. 2. Melengkapi setiap bangunan pabrik dengan papan petunjuk. Pada alat tersebut menggunakan alat control seperti alat control suhu. Batuk-batuk dan bersin-bersin oleh bau fatty acid Cara penanggulangannya adalah 1. 3. masker dan helm. Menggunakan pelindung mesin seperti lapisan fenalis. Bahaya yang ditimbulkan oleh listrik dan upaya penanggulangannya . Cara penanggulangannya adalah: 1. Membuat peralatan umum untuk mencegah kecelakaan pada mesin industri. Jika pengoperasian yang dilakukan melebihi kapasitasnya. pengaman serta menyediakan tempat pembasuh dekat tangki penyimpanan H3PO4. 4. jika larutan ini terkena mata akan merusak mata. penyelamatan air. Kebakaran yang diakibatkan oleh kondisi operasi alat. Menggunakan alat-alat control pada tiap alat yang memerlukannya. 5. maka akan timbul bahaya-bahaya seperti dibawah ini: 1. Bahaya yang ditimbulkan oleh pengoperasian peralatan produksi dan penanggulangannya Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh peralatan dalam pabrik. Menisolasikan alat untuk menjaga kebocoran. Terjadinya tumpahan bahan kimia pada saat memasukan kesuatu alat atau mengeluarkannya sehingga terkena manusia dan mengakibatkan kecelakaan. Pada pabrik Methyl Ester ini tidak banyak bahan-bahan atau zat-zat yang mempunyai sifat kimia yang berbahaya. 2. pengoperasian peralatan harus dilaksanakan dalam batas-batas yang wajar. Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh sifat kimiawi bahan adalah: 1. Menggunakan alat pengaman seperti sarung tangan. sepatu. Mengadakan pendidikan dan keterampilan mengenai K3. cacat tubuh yang disebabkan oleh larutan H 3PO4. 2. seperti reactor dan sebagainya yang tidak sesuai dengan kondisi yang diperbolehkan. 3. kerusakan dan lain-lain.

Cara pencegahan akibat bahaya listrik adalah: 1. gempa. Mobil-mobil pemadam kebakaran yang setiap saat siap dipakai untuk memadamkan. short circuit. Faktor manusia : lalai. Pelatihan bagi karyawan bagaimana menggunakan peralatan pemadam kebakaran jika keadaan darurat. 6. Penempatan dan peralatan yang baik terhadap peralatan listrik. 1. Alat yang digunakan untuk keselamatan listrik. sarung tangan yang terbuat dari karet. 3. dan angin Cara-cara penganggulangan kebakaran adalah: 1. Sengatan listrik pada manusia yang diakibatkan oleh instalasi kabel berarus listrik rusak. Sepatu keselamatan untuk pekerja listrik Bahaya yang ditimbulkan oleh kebakaran dan penanggulangannya Kebakaran yang terjadi akan menyebabkan kerugian yang besar karena bahaya yang ditimbulkan adalah kematian atau cacat dan kerusakan baik pada peralatan maupun karyawan perusahaan Faktor-faktor yang bisa menimbulkan kebakaran yaitu: 1. Namun listrik ini pun dapat membahayakan manusia atau pabrik itu sendiri jika penempatan instralasi listrik tidak sesuai dengan kondisi pabrik. Menggunakan sepatu atau alas kaki. prosedur kerja salah. listrik akan mati secara otomatis. Pemasangan insulasi pada sambungan tombol pengontrol. Menyediakan alat pemadam kebakaran yang memadai . pengangan alat pengontrol dan sebagainya. Faktor mesin atau peralatan : bahan yang mudah terbakar.Listrik mempunyai peranan penting dalam suatu industri kimia. 3. 3. 5. ketidak sengajaan 2. 3. 2. Faktor alam : petir. 4. Membuat tanda bahaya atau safety design. 2. Sarung tangan karet 3. Disambar petir. elektrik static. Kegagalan peralatan 4. 2. Sikring (fuse) yaitu alat yang otomatis akan mati secara otomatis bila terjadi over current. Topi keselamatan yang terbuat dari plastic dan memiliki sifak isolator 2. Timbul panas yang berlebihan sehingga merusak peralatan yang menyebabkan orang terkena sengatan listrik. Memasang interlock system. ceroboh. Bahaya yang bisa ditimbulkan oleh listrik ini adalah: 1. Pelindung muka dan mata 4. agar setiap orang bias mengetahui bahwa daerah tersebut berbahaya. sehingga apabila peralatan tersebut salah digunakan.

keterampilan dan sikap 2. Jaminan social . dan cara-cara penyelematan bila terjadi kecelakaan . apotik 3. Memasang tanda-tanda peringatan ditempat-tempat yang dapat menimbulkan bahaya. masker. 4. sarung tangan. Menyediakan peralatan kebakaran yang lengkap 2. Pengoperasian peralatan harus sesuai dengan standar operasinya. Menggunakan alat-alat pengukur suhu dan ventilasi untuk mencegah suhu yang terlalu panas 4. karyawan maupun masyarakat. Memberikan informasi dan pelatihan (training) kepada para pekerja mengenai hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya. Keletihan dan kebosanan 3. Asrama Asrama ini terletak didalam lokasi 2. Pencemaran lingkungan 3. Kerja dan manusia tidak sepadan secara ergonomic 4. Sarana kesehatan Sarana kesehatan ini berupa rumah sakit/klinik. pelindung muka dan telinga 3. ini akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. cara penanggulangannya. pabrik maupun masyarakat adalah suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena jika tidak dperhatikan maka akan terjadi hal-hal di bawah ini: 1. 3. Untuk itu maka perlu di tanggulangi dengan hal-hal berikut: 1. Kecelakaan yang total 2. Menyediakan sarana medis berupa klinik yang dilengkapi dengan peralatan yagn diperlukan Jaminan sosial tenaga kerja Fasilitas-fasilitas yang disediakan perusahaan untuk mensejahterakan karyawan antara lain: 1. Kekurangan dalam pengetahuan. Beberapa penyebab perbuatan manusia yang dapat menimbulkan bahaya adalah: 1. helm pengaman. Pengawasan-pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan perundang-undangan yang diwajibkan Masalah kesehatan dan keselamatan kerja Masalah kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan pabrik. Gangguan psikologis Jika hal-hal tersebut terjadi.Bahaya yang ditimbulkan oleh manusia dan upaya penanggulangannya. Menyediakan peralatan keselamatan kerja yang lengkap seperti bajupelindung bahan kimia. 2. Penyakit akibat kerja Maka dari itu dilakukan upaya untuk menanggulangi itu semua dengan cara : 1.

STRUKTUR ORGANISASI 9.1. baik dari segi efektifitas. Manajer pemasaran Masing-masing manajer bertanggung jawab kepada Direktur Utama. sarung tangan. karena maju mundurnya suatu pabrik akan tergantung kepada manajemen. dan mengembalikan pinjaman yang dipergunakan untuk membangun dan mengoperasikannya. Bonus tiap akhir tahun 9. dan helm pengaman Sarana penunjang yang diberikan perusahaan yaitu : a. Tunjangan kematian Selain program jamsostek. membayar bunga. a.1. Perincian tugas sesuai jabatan .1. Tenaga manajemen ini menciptakan kemampuan pabrik untuk menghasilkan laba. safety shoes. Manajer produksi 3. Pemilihan bentuk perusahaan perusahaan dan organisasi harus dipikirkan. Manajer teknik 2. Tunjangan kesehatan Tunjangan hari tua Masker. Tenaga manajemen adalah pengelola factor-faktor produksi yang dikerahkan untuk mencapai berbagai macam sasaran pabrik. d. Pakaian seragam. perusahaanpun memberikan sarana keselamatan kerja berupa : b. dan Kepala Bagian atau bawahan bertanggung jawab kepada Manajer Tunjangan hari raya (THR) Sarana olahraga b.Perusahaan masuk dalam program JAMSOSTEK. efisiensi kerja ataupun dari segi permodalan. c. Yang mana program ini berupa tunjangan yang deprogramkan sebagai: a. Manajer umum 4. c. yang mana pimpinan tertinggi dipegang oleh seorang Direktur Utama yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh 4 orang manajer yaitu: 1. Penetapan Bentuk Struktur Organisasi Suatu pabrik tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan tenaga manajemen yang ahli berpengalaman serta memiliki motivasi dan dedikasi yang tinggi. Pabrik pembuatan Methyl Ester dari bahan baku CPO ini memilihPerseroan Terbatas (PT) sebagai badan usahanya. kacamata las b.

Tugas pemegang saham adalah : 1. Pemegang saham Yaitu beberapa orang yang mengumpulkan modal dengan memilik saham dari pabrik.1. air. Menilai dan menyetujui rencana Direksi dalam hal : . dan pompa 3.1. 9. Dewan komisaris Yaitu orang yang mewakili pemilik saham dalam menjalankan perusahaan.1 Manajer Teknik Manajer teknik bertanggung jawab kepada Direktur Utama Manajer teknik ini membawahi beberapa bagian yaitu : 1.pengarahan pemasaran 2. Mengesahkan hasil usaha. produksi.1.1.1.1. Direktur Utama membawahi Manajer teknik.1.1. Mekanik dan Elektrik Bertugas menjaga kondisi kerja alat yang digunakan oleh pabrik agar proses produksi dapat berjalan dengan stabil 9.9. atau pengembangan pada peralatan proses produksi dan bertanggung jawab dalam menentukan desain yang tepat untuk suatu alat.3. Mengangkat dan memberhentikan Direksi 3.2. Mempertangungjawabkan pelaksanaan perusahaan terhadap Dewan Komisaris 2. dan pemasaran.1. Utilitas Bertugas menangani listrik.kebijakan umum dan target laba .1. Design dan Engineering Memberikan saran kepada Manajer bila terjadi suatu perbaikan. steam. rencana perhitungan laba rugi tahunan 9. umum.3. 2. Adapun tugas Dewan Komisaris ini adalah : 1.3.lokasi sumber biaya . Mengevaluasi pekerjaan dan urusan Direksi 9. Adapun tugas Direktur Utama ini adalah : 1.1. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris 2. Direktur Utama Direktur utama merupakan pimpinan tertinggi dan penanggung jawab utama dari perusahaan. kerusakan.2 Manajer Produksi .

Foreman (kepala/mandor) b.3.1. Senior operator . Unit diklat Dalam tugasnya kepala bagaian personalia membawahi kelompok kerja.III). dimana Manajer Umum membawahi beberapa bagian: 1. Misalnya: a. Kepala bagian personalia Menangani masalah-masalah kepegawaian.II. 2. 9. Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Bertugas sebagai penyediaan dana bagi seluruh kegiatan perusahaan bagi kegiatan yang membutuhkan dana. Planning Production Control Mengendalikan rencana-rencana produksi. Biaya perawatan dan pemeliharaan d. Gaji karyawan c. berapa banyak produksi yang diinginkan dalam satu tahun tersebut. Unit hubungan masyarakat d. Manjer Umum Manajer umum bertanggung jawab kepada Direktur Utama.1. Unit perawatan dan pemeliharaan c. Unit keamanan. disertai dengan menggunakan monitor sebagai alat untuk melihat jalannya proses produksi dan jam kerja para karyawan dengan demikian segalanya dapat terkendali. a. misalkan mempersiapkan berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan selama produksi waktu tertentu. dimana terdapat : a. Kepala Bagian Proses Produksi b. Kepala Unit Laboratorium Bertugas menganalisa zat-zat seperti bahan baku dan hasil-hasil produksi. c. Shift Leader Bertugas menangani para karyawan yagn bertugas lembur.3. dimana Manajer Produksi ini membawahi beberapa bagian. Modal perusahaan b. keselamatan dan kesehatan kerja b. Kepala Unit Kontrol Bertugas dalam hal mengontrol jalannya proses produksi. Biaya proses produksi dan sebagainya 2.Manajer Produksi bertanggung jawab kepada Direktur Utama. dimana jadwal kerja karyawan shift terbagi menjadi 3 bagian (shift I. d. yaitu: 1.

00 WIB 2. Manajer pemasaran ini bertanggung jawab kepada Direktur Utama.15. Jaminan Keamanan. bekerja tiap hari selama 24 jam. Sabtu = jam 08. Pembagian waktu kerja Pabrik direncanakan beroperasi 330 hari dalam 1 tahun selama 24 jam/hari. Operator d.16.00 .1.30 WIB Istirahat = jam 11.00 .00 WIB c.30 WIB Istirahat = jam 12.16. Jam kerja non shift Bekerja selama 6 hari dalam 1 minggu.13. Shift II = jam 15. Jumat = jam 08. maka disediakan system pengamanan berupa alat pengaman yang disediakan dan unit keselamatan kerja seperti unit pemadam kebakaran.2. Shift III = jam 23. yaitu: 1.00 .4.00 . Waktu shift dibagi menjadi 3 shift yaitu: a. dan promosi produk.30 WIB b. 9. Jam kerja hanya dibagi menjadi 2 kategori.c.1. Manajer pemasaran Bertugas dalam pengadaan barang-barang keperluan pabrik seperti pembelian bahan baku.3. dimana hari minggu dan hari besar libur. Shift I = jam 07.00 WIB 9.30 WIB c. . Keselamatan. dan Kesejahteraan Kerja Jaminan ini diberikan dengan maksud untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kerja bagi karyawan apabila terjadi. Senin – Jumat = jam 08.00 .30 – 13.00 .12. Tunjangan Hari Tua Tunjangan ini diberikan kepada karyawan yang telah pension dan telah habis masa tugasnya karena factor lanjut usia dan tidak memungkinkan untuk menjadi tenaga produktif kembali. 3.00 .23.07.3. Helper Operator 9.00 WIB b. penjualan. Jaminan Sosial Tenaga Kerja Untuk meningkatkan produktifitas dan motivasi kerja para karyawan maka perusahaan memberikan suatu kebijakan-kebijakan yaitu suatu jaminan social tenaga kerja berupa : 1. Hari kerjanya yaitu : a. Tunjangan gaji Tunjangan gaji yang diberikan kepada karyawan bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehingga kesejahteraan keluarga akan terpenuhi. 2. Jam kerja shift Untuk kerja shift.

suatu pabrik akan dikatakan sehat bilamana dapat memnuhi kewajiban finansial kedalam dan keluar serta dapat mendatangkan keuntungan yang layak bagi perusahaan dan pemiliknya. Total Capital Investment (TCI) Total capital investment adalah modal investasi yang diperlukan mulai dari perancangan sampai pabrik dapat beroperasi.ANALISA EKONOMI Analisa ekonomi bertujuan untuk menganalisa dan melihat apakah suatu pabrik Methyl Ester layak berdiri atau tidak. bahan penunjang peralatan. Modal ini merupakan gabungan dari Fixed Capital Investment dan Working Capital Investment 10. biaya pembuatan total ( total manufacturing cost) b. modal tetap (fixed capital investment) b.1. gaji/upah karyawan. Modal langsungadalah penjumlahan dari biaya material dan buruh yang diperlukan untuk membangun fasilitas . harga bahan. penyediaan piutang dagang. Penentuan modal investasi total (total capital investment). Laju pengembalian (internal rate or return) Sebelum dilakukan analisa perlu dilakukan penafsiran terhadap beberapa hal sebagai berikut : 1. jumlah tenaga kerja beserta jumlah gaji. seperti peralatan proses dan semua peralatan pendukungnya. faktor-faktor yang akan ditinjau adalah : 1. Jika dilihat dari segi ekonomi. Penentuan biaya produksi total (total production cost) terdiri dari: a. Waktu pengembalian modal (pay out time) 3. Pengembalian modal tetap yang di investasikan (return on investment) 2. Kewajiban finansial kedalam ini terdiri dari berbagai macam beban pembiayaan opersi seperti bahan baku. Dalam menganalisa kelayakan pabrik untuk didirikan dan dapat mendatangkan keuntungan. Dalam analisa ekonomi ini dihitung harga peralatan yang digunakan. modal kerja (working capital investment) 2.1. biaya pengeluaran umum (general expenses). Fixed Capital Investment (FCI) Adalah modal yang diperlukan untuk menyediakan manufacture dan fasilitas-fasilitas pabrik. harga jual produk utama ataupun produk samping. 10. yang terdiri dari : a.1. Titik impas (break event point) 4. Fixed Capital Investment merupakan penjumlahan dari modal langsung (direct cost) dan modal tak langsung (indirect cost). sedangkan kewajiban finansial keluar terutama terdiri dari pembayaran pinjaman Bank serta bunga nya.

pagar tambah tempat parker h. unit pengolahan udara (air plant). pemadam kebakaran. air. pembelian dan property . pengolahan air. 10. pengelasan dan perkayuan · Perlengkapan gedung. Engineering dan supervise Tanah. ii. terdiri dari perlengkapan kesehatan dan obat-obatan.1. laboratorium control dan penelitian. gudang produk dan gudang umum. elevator. instrumentasi dan kontrol d. perpipaan. termasuk substruktural. bangunan/gedung · Gedung proses. monorail dan elevator. · Fasilitas Utilitas. bahan baker pengolahan limbah. perlengkapan kendaraan. perlengkapan bengkel. mesin.pabrik yang lengkap. meliputi steam steam.1. · Gedung pendukung. perpipaan e. cooling water. power. garasi. termasuk gedung administrasi.Derek (crane). jalan kecil. dan perlengkapan locker. · Bengkel/perawatan. termasuk pipa-pipa saluran air (ledeng). terdiri dari jalan utama. perlengkapan garasi. system inter-komunikasi. pembersih debu. peralatan dan perlengkapan listrik f. Sedangkan modal tidak langsung adalah biaya yang secara tidak langsung berhubungan dengan biaya material dan buruh pada saat konstruksi dan instalasi yang sesungguhnya. pos penjagaan. tangga jalan masuk. AC. perlengkapan laboratorium. meliputi biaya survey. pelat logam. instalasi peralatan utama c. kompresor udara. 10. ventilas. peralatan pengepakan produk dan unitpengangkutan. penampung air.2. Direct Fixed Capital Investment (DFCI) a. klinik kesehatan. system penyembur air tambah alarm kebakaran.1. incinerator. refrigerasi. · Perlengkapan non-proses. telepon. Indirect Fixed Capital Investment (IFCI) a. meliputi storage untuk bahan baku dan produk serta peralatan penanganannya. · Distribusi dan pengepakan. kantor . sumur. river-intake. unit listrik. penerangan. Fasilitas pelayanan · Utilitas. super struktur. i. g. cafeteria.1. unit pengolahan limbah dan pelindung kebakaran. terdiri dari toiler plant. penampung bahan baker. Yard Improvement. pegecetan. unit refrigerasi.1. peralatan umum b. termasuk bengkel listrik..

biaya perawatan dan perbaikan (barang dan peralatan). asuransi. kecelakaan kerja. dan ongkos atas hilangnya bahan baku selam proses ini berlangsung 10. Biaya kontraktor.1. buruh yang diperoleh biasanya lebih banyak). Manufacturing Cost (MC) . komunikasi. 10. Terutama yang diinvestasikan untuk penyediaan bahan baku. dan bunga c. Biaya tak terduga Sebagai kompensasi untuk hal-hal yang tidak biasa diperkirakan seperti bencana alam.2. b. pajak bumi dan bangunan. kesalahan estimasi. teknik perencanaan desain. perubahan kecil pada rancangan.3. 10. · fasilitas temporer untuk operasi konstruksi dan perawatan · peralatan dan perlengkapan konstruksi · pengawasan konstruksi · gudang dan penjaga · keselamatan/pengobatan dan tunjangan tambahan · pengujian dan perijinan tanah · pajak. Total Production Cost (TPC) Total Production Cost merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi selama satu tahun produksi.1.2. proses. serta gaji dan upah karyawan (harian dan tambahan). Total produk cost terdiri dari manufacturing cost dan general expenses.1. perubahan harga. 10. buruh (pada saat start up.2. konsultan. Start up Biaya start up dialokasikan untuk modifikasi peralatan (proses) yagn diperlukan untuk penyesuaian. model scala.· Engineering terdiri dari biaya administrasi. dan perjalanan · Pengawasan engineering dan pemeriksaan. Biaya konstruksi. ekpedisi. Working Capital Investment Working Capital Investment adalah modal yang diperlukan untuk operasi pabrik(dalam 1 bulan). perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K-3). dan sebagainya. adalah biaya yang harus dibayarkan kepada kontraktor yang melaksanakan proyek pembangunan d.

biaya distribusi dan pemasaran. Pay Out Time (POT) . cafeteria.393. buruh (operating labor). Fixed Charges Meliputi biaya penyusutan (depresiasi).2.3. keselamatan dan perlindungan. perawatan dan perbaikan.750 c. Direct Production Cost Meliputi bahan baku. laboratorium. 44.67 % e.Manufacturing Cost adalah biaya yang diperlukan proses produksi. Biaya administrasi b. serta biaya untuk riset dan pengembangan. dan bunga bank c. patem dan royalty b. pelayanan kesehatan.35. Biaya Distribusi dan Pengembangan c. Riset dan Pengembangan 10.190 b. 34. Total Annual Profit yang diperoleh dalam pabrik Methyl Ester adalah sebesar Rp. Plant Overhead Cost Meliputi biaya untuk upah tambahan.335. ROI pada pabrik Methyl Ester sebesar 41. Hasil Analisa Ekonomi Dari perhitungan analisa ekonomi dan ditinjau dari segi finansial. rencana investasi pabrik pembuatan methyl ester cukup bagus. 10. Fixed Charges dan Plant Overhead Cost a. utilitas. pajak lokal. Rate of Return On Investment (ROI) Adalah laju pengembalian modal investasi dihitung berdasarkan keuntungan setelah dipotong pajak dan dibagi dengan biaya investasi total.496. Total Capital Investment (TCI) Total Capital Investment yang harus dikeluarkan sebesar Rp.143. Fixed Capital Investment (FCI) FCI untuk pabrik ini adalah sebesar Rp. Total Annual Profit (TAP) Total Annual Profit merupakan keuntungan bersih pabrik sesudah pajak. a. 18.2. fasilitas penyimpanan dan rekreasi. terdiri dari Direct Production Cost. supply operasi. biaya laboratorium.386. General Expense (GE) Terdiri dari biaya administrasi. Profitabilitas dinyatakan dengan melihat berbagai indicator ekonomi dibawah ini : a. supervise dan administarsi.320 d.

47 % g. IRR pada perancangan pabrik Methyl Ester sebesar 53 %. Dengan demikian maka perumusan nilai sekarang (Present Value) + nilai tahunan (Annual Value) merupakan dasar perhitungan IRR. IRR merupakan metode untuk menghitungtingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa mendatang. Pay out time dihitung berdasarkan hasil ROI terhadap waktu sehingga modal diperkirakan akan kembali dalam waktu 2. . Internal Rate of Return (IRR) Kemampuan pabrik menghasilkan laba diukur dengan pengembalian atau Internal Rate of Return (IRR). Dengan pertimbangan berbagai macam factor tersebut diatasdapat disimpulkan bahwa rencana pembangunan pabrik pembuatan Methyl Ester merupakan rencana investasi yang layak. Lama angsuran menunjukan tahun keberapa seluruh pinjaman beserta bunganya lunas.4 tahun setelah pabrik beroperasi f. BEP pada pabrik pembuatan Methyl Ester sebesar 42. Investasi dikatakan menguntungkan jika persentase IRR lebih besar dari suku bunga bank yang diberikan.Lama waktu pengembalian pinjaman dapat dilihat dari lama pengangsuran atau jangka waktu pengembalian hutang (POT). Break Even Point (BEP) Merupakan analisa yang bertujuan untuk mengetahui berapa minimal perusahaan harus berproduksi dan menjual produknya agar tidak menderita rugi atau perusahaan tidak memperoleh keuntungan (rugi). sedangkan pay out time adalah jangka waktu minimum secara teoritis yang diperlukan untuk pengembalian hutang.