KIAT-KIAT MENINGKATKAN KETAQWAAN KEPADA ALLAH MENUJU KEMULIAAN DISISINYA.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah Pada kesempatan yang baik ini tak lupa saya berwasiat pada diri saya sendiri khususdnya dan para jama’ah umumnya, mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Meningkatkan dan mengokohkan ketaqwaan kepada Allah SWT merupakan suatun keharusan mutlak bagi setiap muslim. Taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, baik dalam keadaan sepi maupun ramai, pada waktu sendiri maupun saat bersama orang lain. Dengan demikian , betaqwa kepada Allah SWT harus kita lakukan dimana pun serta dalam keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Kalau kemudian ada orang bertanya “ mengapa ketaqwaan kepada Allah harus kita tingkatkan terus ? Jawabannya adalah karena orang yang paling bertaqwa kepada Allah, dialah orang yang paling mulia disisi-Nya. Sebagaimana Firman Allah

kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujarat : 13) Di samping itu, dengan bertaqwa kepada Allah, seorang muslim tentu saja menjadi termasuk orang yang bias menjalani kehidupannya dengan baik dan ini pula yang menjadi kunci kebahagiaan manusia , baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, para khatib dan para muballigh tidak bosan-bosan mengingatkan diri dan jama’ah agar terus memperkokoh ketaqwaan kepada Allah SWT. sebagaimana perintah Allah dalam Surat Ali Imran : 102

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah samapai kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri kepada Allah) Karena begitu pentingnya meningkatkan dan mengokohkan ketaqwaan kita kepada Allah, maka perlu kita fahami bagaimana kiat-kiat atau cara-cara yang harus kita lakukan guna meningkatkan dan mengokohkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Diantaranya adalah :

Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara

semuanya harus bernilai ibadah. yaitu IBADAH. manusia sebenarnya sedah berjanji kepada Allah sejak dalam kandungan. janji itu terus diulangulang. yang memang harus dibayar/dipenuhi. yang dengan janji itu konsekuensinya manusia mau tunduk pada Allah SWT. 2. Sikap AlMuraqabah memang mutlak harus kita lakukan. maka janji utama kita adalah kepada Allah SWT. AL-MU’AHADAH. seseorang selalu merasa diawasi oleh Allah. puasa. maka segala perbuatan/aktivitas harus dilandasi dengan niata ikhlas (hanya karena Allah). setiap kita sudah berjanji untuk menjalankan kehidupan ini dengan nilai ibadah dan Allah SWT sendiri member tugas hidup kepada manausia hanya satu. misalnya janji kepada Allah ketikasedang shalat yang terdapat dalam do’a iftitah. Hal ini perlu dilakkan oleh seorang muslim karena denagn merasa dekat kepada Allah. yaiatu : “Sesungguhnya shalatku. Dari segi dengan siapa kita berjanji. yaitu ibadah. melainkan seluruh perbuatan/aktivitas kita dari bangun tidur dipagi hari hingga tidur lagi di malam hari. yang membuatnya selalu berfikir sebelum berbuat dan tidak berani menyimpang dari jalan Allah. Agar seluruh perbuatan/aktivitas bernilai ibadah. hanya kita yang merasa jauh dengan Allah. Janji itu juga kita ulangi lagi ketika surat Al-Fatihah dibaca. mengingat Allah SWT sebenarnya sudah dekat. Allah berfirman dalam surat Al-Hadid : 4 : . bukan berarti yang kita kerjakan hanya shalat. yaitu ingat pada perjanjian. dzikir dan sejenisnya. untuk mengakui-Nya sebagai Tuhan. perbuatan tersebut baik dan dilakukan dengan cara yang benar (menurut Syariat Islam) serta tujuannya dalam rangka mengarap ridha Allah SWT. ibadahku. yaitu : ”kepada-Mu aku mengabdi dan kepada-Mu aku mohon pertolongan “(Al-Fatihah : 5) Dengan demikian. Yang harus kita penuhi. hidipku dan matiku hanyalah untuk Allah tuhan semesta alam”.1. Bahkan. yaitu merasa dekat kepada Allah SWT. Kalau tugas kita hanya satu. Langkah yang harus kita tempuh untuk bias mengokohkan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT adalah AL-MURAQABAH. Sadar atau tidak. Apalagi janji itu sering kali disebut hutang.

Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat. (Al-Mujadilah : 7) 3. Bahkan. Sahabat Umar ibnul Khathab pernah mengingatkan hal itu dalam suatu ungkapannya : “tidakkah kamu perhatikan bahwa sesusungguhnya Allah mengetahui yang ada di langit dan dibumi ? tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang. melainkan Dia ada bersama mereka dimana pun mereka berada. ada baiknya seorang muslim melakukan muhasabah setiap harinya. misalnya menjelang tidur. di dalam ayat yang lain Allah juga berfirman : diri yang juga merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Langkah yang harus kita lakukan untuk meningkatkan dan mengokohkan ketaqwaan adalah dengan ALMUHASABAH atau menghitung-hitung diri. Dan tiada pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau yang lebih banyak. melainkan Dialah yang keempat. apa yang telah mereka kerjakan. dan bertaqwalah kepada Allah. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dialah yang yang keenamnya. . Apalagi kelak setiap amal manusia akan dihisab oleh Allah SWT dan sebelum itu manusia harusmenghisab sendiri amal-amalnya agar dia tahu apakah selama ini dia lebih banyak beramal yang shaleh atau beramal yang shlah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.“…. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendahlah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan Dia (Allah) bersama kamu dimana saja kamu berada Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. merenungi perjalanan hidupnya hari itu untuk meningkatkan kualitas hidupnya pada hari esok. Allah berfirman daalam surat Al-Hasyr : 18 “ Hai orang-orang yang beriman. introspeksi “hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (di akhorat)” Oleh karena itu. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Dan mengikutinya dengan melakukan perbuatan yang baik (amal shaleh). meskipun nantinya dia kan mengadapi kesulitan dalam beramal. ikutilah perbuatan yang jelek dengan perbuatan yanga baik karena dapat menghapus nya. dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik. Allah SWA akan member ikan kemudahan . Dan sesungguhnya Allah benar-benarbesrta orang yang berbuat baik. tanpa kesungguhan. 5. dalam arti bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran islam . Shalat lima waktu menuntut adannya kesungguhan. artinya bersungguh-sungguh. hal ini karena islam memang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhn. “Takutlah kepada Allah diaman kamu berada. “ Dan orang-orang yang berjihad (untuk mencari Keridhaan) Kami. bila tidak melakukan halhal yang mestinya dilakukan. sangat sulit seoarang bisa melaksanakan ajaran islam. yaitu memberikan sanksi atau menghukum diri sendiri. Yang juga harus dilakukan untuk meningkatkan dan mengokohkan ketaqwaan kepada Allah adalah dengan melakukan AL-MU”AHADAH. apalagi bila sampai melakukan maksiat. Sebagaiaman sabda Nabi Nuhammad SAW : baginya dalam menghadapi kesulitan itu : Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut : 69. Diantara yang harus kita lukaukan untuk meningkatkan dan mengokohkan ketaqwaan kepada Allah adalah AlMUJAHADAH.4. benar-benar kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful