P. 1
Askep Jiwa Gangguan Konsep Diri PRINT

Askep Jiwa Gangguan Konsep Diri PRINT

3.0

|Views: 586|Likes:
Published by WidiyasUlfiaRachma

More info:

Published by: WidiyasUlfiaRachma on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Asuhan Keperawatan Klien dg

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

Oleh : Dias Fitria Resmi Muhammad Fuad Rahmad Nur Bianto Widiyas Ulfia Rachma (P27820310008) (P27820310017) (P27820310027) (P27820310038)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KEPERAWATAN PRODI KEPERAWATAN KAMPUS SUTOPO SURABAYA TAHUN AJARAN 2011 -2012

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. , Tuhan seluruh alam atas rahmat

dan hidayahnya

sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dokumentasi yang berjudul “ Asuhan Keperawatan Klien Pada Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah “. Makalah ini ditulis untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca. Penulis berharap setelah membaca makalah ini, para pembaca dapat memahami dan mendapatkan pengetahuan yang baik. Sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada : 1. Koordinator Pengajar Keperawatan Jiwa yaitu Intim Cahyono, S.Kep.Ns . 2. Dosen Pengajar Keperawatan Jiwa yaitu Dinarwiyata, S.Kep. Ns. Beliau yang telah bersedia membimbing kami. Serta semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian tugas. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu penulis membuka diri menerima berbagai saran dan kritik demi perbaikan makalah ini.

Surabaya, 9 April 2012

penulis

LAPORAN PENDAHULUAN
I.MASALAH UTAMA Gangguan konsep diri : harga diri rendah

II.PROSES TERJADINYA MASALAH A.Pengertian Harga diri rendah adalah perilaku negatif terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tak langsung. (Scultz dan Videback, 1998). B.Proses Terjadinya Masalah Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Sedangkan menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual , sosial dan spiritual. Konsep diri terdiri atas komponen-komponen berikut: a. Citra tubuh adalah kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya. Termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan dan potensi yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan persepsi dan pengalaman baru. b. Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana dia seharusnya berprilaku berdasarkan standar, aspirasi, tujuan, atau nilai personal tertentu. c. Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik prilaku seseorang sesuai dengan identitas diri, harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan dan kegagalan, tetapi merasa sebagai seorang yang penting dan berharga. d. Penampilan peran adalah serangkaian pola prilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi diberbagai kelompok sosial. Peran yang ditetapkan adalah peran dimana seseorang tidak mempunyai pilihan. Peran yang di terima adalah peran yang terpilih atau dipilih oleh individu.

termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Rentang Respon Konsep Diri Respon adaptif Respon maladaptif Aktualisasi Diri Konsep diri positif Harga diri rendah Kerancuan identitas Depersonalisasi Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. hilang kepercayaan diri.Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. destruktif yang diarahkan pada orang lain.Merendahkan atau mengurangi martabat diri sendiri 3.Tanda Dan Gejala Ada 10 cara individu mengekspresikan secara langsung harga diri rendah (Stuart dan Sundeen. 1995) 1.e. penurunan produktivitas. Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. Pembentukan identitas dimulai pada masa bayi dan terus berlangsung sepanjang hidupnya. 1999). Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri. mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial. tetapi merupakan tugas utama pada masa remaja. merasa gagal mencapai keinginan. konsistensi dan keunikan individu. mengkritik diri sendiri. C. merasa gagal mencapai keinginan. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Identitas personal adalah pengorganisasian prinsip dari kepribadian yang bertanggung jawab terhadap kesatuan.Mengejek dan mengkritik diri sendiri 2. kesinambungan.Rasa bersalah atau khawatir . perasaan tidak mampu. aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain.

Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit.Menunda dan ragu dalam mengambil keputusan 6. kegagalan yang berulang kali.Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara: . Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menaksika kejadian yang mengancam. bentuk. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh.Manifestasi fisik : tekanan darah tinggi. prosedur medis dan keperawatan.4. 2.Menarik diri dari realitas 8. b. Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian. Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi.Merusak atau melukai orang lain 10. Ada tiga jenis transisi peran : 1. perubahan ukuran. perubahan fisik. Yaitu koping mekanisme seseorang terhadap stressor yang diterima oleh seorang individu tidak adekuat.Gangguan berhubungan. 3. Faktor yang mempengaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua. penampilan dan fungsi tubuh. ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. harapan orang tua yang tidak relistis. psikosomatik. dan penyalahgunaan zat. 1.2. E.Etiologi Koping mekanisme individu tak efektif. menarik diri dari kehidupan sosial 7.3.1. 1. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalamkehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya. Stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti : a. nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri. 5.Merusak diri 9. kurang mempunyai tanggungjawab personal.Kebencian dan penolakan terhadap diri sendiri D.Faktor Yang Mempengaruhi Harga Diri Rendah 1.

1. harapan akan struktur. pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit.MASALAH KEPERAWATAN YANG PERLU DIKAJI Data Masalah Etiologi 1. Mekanisme : Harga diri yang rendah menyebabkan klien merasa malusehingga klien lebih suka menyendiri dan menghindari orang lain.1. Sebab : Koping mekanisme seseorang terhadap stressor yang diterima oleh seorang individu tidak adekuat menyebabkan individu malu terhadap dirinya. Gangguan isolasi sosial : menarik diri. tidak dapat mengatasi masalah dengan baik DO : -Penggunaan mekanisme pertahanan tidak sesuai atau ketidakmampuan memenuhi peran yang diharapkan. Situasional.).2. pemeriksaan pemeriksaan perianal dll. klienmengurung diri sehingga hal ini dapat menyebabkan klien berfikir yang tidak realistik. kecelakaan. III. 2. putus sekolah. Kronik. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan. Akibat : Gangguan Isolasi sosial : menarik diri. misal harus operasi. yaitu terjadi trauma yang tiba tiba. tidak berharga dan pesimis. 1. dicerai suami.Mekanisme Sebab – Akibat 1. yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama F. perlakuan petugas yang tidak menghargai. -Tinggi insiden kecelakaan -Sering sakit -Ketidak mampuan memenuhi kebutuhan dasar . merasa tidak berguna. -Tidak mampu memecahkan masalah -Perubahan dalam partisipasi sosial -Perilaku destruktif yang ditujukan pada diri sendiri maupun orang lain. putus hubugan kerja dll.

-Klien mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri -Klien mengungkapkan rasa bersalah terhadap sesuatu/ seseorang 3.-Penyalahguanaan obat terlarang DS : -Pengungkapan klien tentang ketidakmampuan untuk mengatasi atau meminta bantuan. tidak mampu. bodoh/ tidak tahu apa-apa. mengkritik diri sendiri. Gangguan Citra Tubuh DO : -Apatis -Ekspresi sedih -Afek tumpul . 2. -Klien mengatakan merasa khawatir dan cemas. -Klien melaporkan tentang kesulitan dengan stress kehidupan. Gangguan konsep diri : harga diri rendah DO : -Klien tampak lebih suka sendiri -Bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan -Ingin mencederai diri mengakhiri kehidupan -Produktifitas menurun -Cemas dan takut DS : -Klien mengatakan : saya tidak bisa.

-Menyendiri/ menghindari orang lain .POHON MASALAH Isolasi sosial : menarik diri (akibat) Gangguan konsep diri : harga diri rendah (core problem) Gangguan Citra Tubuh (penyebab) (Keliat. 1998) V.Destruktif terhadap diri sendiri -Komunikasi kurang/ tidak ada (banyak diam) -Kontak mata kurang (menunduk) -Menolak berhubungan dengan orang lain -Posisi tidur seperti janin (menekur) -Perawatan diri kurang DS : .Keluhan fisik IV. 2.Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah.Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan Gangguan Citra Tubuh .DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Mudah tersinggung atau marahyang berlebihan .Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri. .

B. rumah.INTERVENSI KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah A.Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.Tujuan Umum Klien dapat mencegah terjadinya isolasi sosial : menarik diri. sekolah dan tempat kerja. Kriteria Evaluasi : -Daftar kemampuan yang dimiliki klien di RS.VI.Tujuan Khusus 1.Klien dapat membina berhubungan saling percaya dengan perawat. . Kriteria evaluasi : -Ekspresi wajah bersahabat -Menunjukkan rasa senang -Ada kontak mata -Mau berjabat tangan dan menyebut nama -Mau menjawab salam -Klien mau duduk berdampingan dengan perawat -Mau mengutarakan masalah yang dihadapi Intervensi : (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik Sapa klien dengan ramah baik dengan verbal maupun non verbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien Jelaskan tujuan pertemuan Jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap menerima klien apa adanya Beri perhatian kepada kllien dan perhatika kebutuhan dasar klien 2. dalam kehidupan sehari-hari.

buat daftarnya.Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. 3. Diskusikan jadwal kegiatan haria atas kegiatan yang telah dilatih.-Daftar positif keluarga klien -Daftar positif lingkungan klien Intervensi : (a) (b) (c) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. -Kegiatan mandiri . Setiap bertemu klien dihindarkan dari memberi penilaian negatif Utamakan memberi pujian yang realistik pada kemampuan dan aspek positif klien.Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan Kriteria evaluasi : -Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan di rumah sakit -Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan dirumah Intervensi Keperawatan : (a) Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih digunakan selama sakit (b) Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanaan di rumah sakit (c) Berikan pujian 4. Beri pujian atas keberhasilan klien. Bantu klien melakukannya jika perlu beri contoh. Kriteria Evaluasi : -Klien memiliki kemampuan yang akan dilatih -Klien mencoba -Susun jadwal harian Intervensi Keperawatan : (a) (b) (c) (d) Minta klien untuk memilih satu kegiatan yang mau dilakukan di rumah sakit. Catatan : ulangi untuk kemampuan lain sampai semuanya selesai (e) Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan. buat jadwal.

(d) Jelaskan cara pelaksanaan jadwal kegiatan klien di rumah (e) Anjurkan memberi pujian pada klien setiap berhasil Diagnosa Keperawatan Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh a). Kriteria Evaluasi : -Klien melakukan kegiatan yang telah dilatih (mandiri. dengan bantuan atau tergantung) -Klien mampu melakukan beberapa kegiatan mandiri Intervensi Keperawatan : (a) Beri kesempatan pada untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.-Kegiatan dengan bantuan sebagian -Kegiatan yang membutuhkan bantuan total (f) Tingkatkan kegiatan yang disukai sesuai dengan kondisi klien (g) Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan. 5. (b) Beri pujian atas keberhasilan klien (c) Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah 6.Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya.Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Kriteria Evaluasi : -Keluarga dapat memberi dukungan dan pujian -Keluarga memahami jadwal kegiatan harian klien Intervensi Keperawatan : (a) Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah. Tujuan Khusus : . (b) Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat (c) Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah. Tujuan umum: klien dapat menunjukan peningkatan harga diri b).

Salam Terapeutik b. bentuk atau fungsi tubuh (b) Observasi ekspresi klien pada saat diskusi (3). Komunikasi terbuka.(1). Berikan kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaan terhadap perubahan tersebut. jujur dan empati c. Kriteria Evaluasi : Menerima perubahan tubuh yang terjadi Tindakan Keperawatan : (a) Dorong klien untuk dan berperan serta dalam asuhan keperawatan secara bertahap (b) Libatkan klien dalam kelompok dengan masalah gangguan citra tubuh . Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Kriteria Evaluasi : klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Tindakan keperawatan: (a) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki oleh klien dari luar perubahan yang terjadi (b) Beri pujian atas aspek positif dan kemampuan yang masih dimiliki klien (4). Klien dapat menerima perubahan struktur.Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya Kriteria Evaluasi: klien dapat meningkatkan keterbukaan dan saling percaya dengan perawat Tindakan keperawatan: (a) Bina hubungan saling percaya a. bentuk dan fungsi tubuh. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien d. (2).Klien dapat mengidentifikasi perubahan citra tubuh Kriteria Evaluasi : Klien menerima perubahan tubuh yang terjadi Tindakan keperawatan: (a) Diskusikan perubahan struktur.

(c) Tingkatkan dukungan keluarga pada klien terutama pasangan (5) Klien dapat menyusun rencana cara. VII.Klien dapat melakukan tindakan pengambilan integritas tubuh Kriteria Evaluasi: Klien adaptasi dengan cara yang dipilih dan digunakan Tindakan keperawatan: (a) Bantu klien mengurangi perubahan citra tubuh. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada 2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. misalnya protes untuk bagian tubuh yang tertentu (b) Rehabilitasi bertahap bagi klien. EVALUASI 1. c. Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah a.cara masalah yang dihadapi. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. Kriteria Evaluasi: klien dapat memilih beberapa cara mengatasi perubahan yang terjadi Tindakan keperawatan: (a) Diskusikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan struktur atau fungsi tubuh. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan d. (c) Bantu klien melakukan cara yang dipilih. (6). f. Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan Gangguan Citra Tubuh . (b) Dorong klien memilih cara yang sesuai bagi klien. Klien dapat membina berhubungan saling percaya dengan perawat. e. b.

bentuk dan fungsi tubuh. . Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki d. Klien dapat melakukan tindakan pengambilan integritas tubuh. Klien dapat menyusun rencana cara. Klien dapat mengidentifikasi perubahan citra tubuh c. e. Klien dapat menerima perubahan struktur.cara masalah yang dihadapi f.a. Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya b.

W. Budi Anna. Catatan Ilmu Keperawatan Jiwa. Jakarta. (1994). PPDGJ III. (1998). (1998). (2001). Proses Keperawatan Klien Gangguan Jiwa . . Rusdi Muslim. Gail Wiscart and Sundeen Sandra. Dr. Towesend Mary. Maramis. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Buku Saku Keperawatan Jiwa . EGC. Jakarta. (1998). (1998). Pedoman Perawatan Psikiatri Intervensi Keperawatan Direktorat Kesehatan Jiwa. (edisi 3).DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI. Kelliat. Stuart.F. Jakarta. Airlangga Universitas Press. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Tujuan Ringkas. Buku Kedokteran EGC. Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Psikiatri. Surabaya.

Identitas Klien Nama / inisial : Tn ”F” Umur : 23 thn Jenis kelamin : Laki-laki Agama : Islam Alamat : Jl. IlirRt 12 No. maupun tindak kriminal. HARGA DIRI RENDAH I. aniaya sexual. Bukut II Kel 35 Ilir. Faktor Predisposisi 1.ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn ’F' DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI . klien merasa dirinya tidak berharga. 3. namun keinginan itu tidak pernah tercapai Masalah keperawatan : berduka disfungsional. Gangguan jiwa masa lalu : Klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya Pengobatan : Karena klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya. sehingga klien lebih banyak mengurung diri serta malu dengan teman-temannya. IDENTITAS 1. 4. 5. saat di ajak bicara klien terlihat bingung dan selalu diam. maka klien tidak ada riwayat pengobatan sebelumnya. 612 Palembang Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Honor Pemda Status perkawinan : Belum menikah Tanggal MRS : 20 Februari 2008 Tanggal Pengkajian : 14 Maret 2008 Ruang rewat : Merak No. Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : harga diri rendah. Med Rec : 037753 II. Masalah keperawatan : tidak ada masalah Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan : Klien merasa kecewa dan berduka karena dulu kien ingin sekali menjdi seorang polisi. . Kec. Masalah keperawatan : tidak ada masalah Adakah anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa :Tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa. Ilir Kudukan. III. 2. Aniaya fisik : Klien tidak pernah melakukan aniaya fisik. Alasan Masuk Rumah Sakit  7 hari sebelum masuk rumah sakit klien suka menyendiri.

Gambaran diri :Klien mengatakan tidak ada bentuk tubuh yang tidak disukainya. Klien juga mengatakan kurang menyukai pekerjaannya sekarang . Psikososial 1. Fisik 1. Konsep diri a.IV. Tanda vital TD : 110/70 mmHg N : 96x/mnt S : 36. Genogram Keterangan : Laki-laki Perempuan Meninggal Klien Tinggal serumah Klien anak ke 2 dari 5 bersaudara Masalah keperawatan : Tidak ada masalah 2. Identitas : Klien mengetahui nama dan alamat rumahnya. Ukur : TB : 163 BB : 52 Kg Keluhan fisik Klien tidak ada keluhan fisik Masalah keperawatan : tidak ada masalah V. b. dia menerima keadaan tubuhnya apa adanya.60C 2. 3.

Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah 3. Nilai dan keyakinan : Klien mengakui bahwa agamanya islam dan yakin adanya tuhan e. Peran : Klien dirumah berperan sebagai anak d. Klien menggunakan alas kaki. jika ia sudah sembuh dan keluar dari RS Ernaldi Bahar. Interaksi selama wawancara : Selama wawancara kontak mata klien kurang dan tidak kooperatif. Alam Perasaan : Klien masih merasa sedih jika ingat dengan keluarga dan kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan. kebersihan cukup. Masalah keperawatan : berduka disfungsional e. Masalah keperawatan : isolasi sosial : menarik diri. Masalah keperawatan : tidak ada masalah i. Masalah keperawatan : tidak ada masalah g. Proses Fikir : Klien mampu memberikan keterangan cukup jelas. Status Mental a. Harga diri : Klien mau berada dan dirawat di RS Ernaldi Bahar dan klien malu dengan keadaannya sekarang. Afek : Afek klien tumpul bereaksi sesuai dengan stimulasi yang ada Masalah keperawatan : tidak ada masalah f. Klien tidak mengalami kerusakan persepsi halusinasi. Isi Fikir . VI. Kegiatan ibadah : Klien jarang beribadah dan khususnya mengerjakan sholat Masalah keperawatan : tidak ada masalah VII. Pembicaraan Cara bicara klien teratur dan lancar seperti biasa Masalah keperawatan : tidak ada masalah c. h. Klien terlihat banyak diam saat di ajak bicara. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah b. Penampilan :Penampilan klien rapi. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Klien mengatakan lebih baik menyendiri dari pada harus bergaul dan berhubungan dengan orang lain.Klien mengatakan ingin kembali bekerja seperti biasa.c. Ideal diri : Klien ingin sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarganya e. apa yang ditanyakan klien mampu menjawabnya dengan benar. Masalah keperawatan : Gangguan interaksi sosial : menarik diri Persepsi :Klien mengatakan tidak pernah mendengar bisikan-bisikan atau suara-suara yang aneh. cara berpakaiannya seperti biasa dan sesuai waktunya. Hubungan sosial a. Masalah keperawatan : tidak ada masalah . Aktivitas motorik : Klien dapat melakukan aktivitas tanpa hambatan Masalah keperawatan : tidak ada masalah d. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : Klien tidak pernah dan tidak mau ikut serta dalam kegiatan kelompok c. Spiritual d. Orang yang berarti :Klien mengatakan orang yang berarti b.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah VII. Masalah keperawatan : tidak ada masalah Istirahat dan tidur : Tidur siang : klien terlihat jarang tidur siang. Masalah keperawatan : tidak ada masalah k. 8. Kebiasaan yang biasa dilakukan setelah bangun tidur adalah merapikan tempat tidur. misal : menghitung angka 1 sampai 10 dan 4 + 2 = 6. .00 Wib – 05. Kebutuhan persiapan pulang Makan : Klien makan dan menghabiskan porsi makanan yang disajikan. Mandi :Klien mandi 2 x sehari memakai sabun. 2. Kemampuan penilaian : Klien mampu memutuskan dua pilihan walaupun sederhana. 4. 3. Masalah keperawatan : tidak ada masalah Pemeliharaan kesehatan : Klien mengatakan jika pulang nanti akan rajin kontrol ke poliklinik RS Ernaldi Bahar Kegiatan di Rumah : Klien akan membantu membersihkan rumah. tempat dan nama orang lain yang dikenalnya.j. 7. Tidur malam : jam 20. Klien mampu makan sendiri tanpa bantuan orang lain. 5. Masalah keperawatan : tidak ada masalah n. Memori : Klien masih mampu mengingat-ingat kejadian masa lalu dan waktu kapan ia masuk ke RS Ernaldi Bahar. Masalah keperawatan : tidak ada masalah. Masalah keperawatan : tidak ada masalah m. 1. Penggunaan obat :Selama di rawat di RS Ernaldi Bahar. Daya tilik diri: Klien menyadari bahwa klien dalam keadaan sakit. tanpa bantuan orang lain. Masalah keperawatan : tidak ada masalah. Masalah keperawatan : tidak ada masalah l. misal : memilih makan dulu atau cuci tangan dulu dan klien memilih mencuci tangan dulu baru makan. Masalah keperawatan : tidak ada masalah BAB / BAK : Klien BAB / BAK di WC dan klien mampu membersihkannya sendiri. VIII. klien banyak menghindar saat di ajak bicara. Masalah keperawatan : tidak ada masalah. klien berhias menyisir rambut dan berpenampilan cukup rapi.00 Wib. setiap selesai makan klien merapikan dan membersihkan ruang makan. Tingkat Kesadaran : Klien masih mamu mengingat waktu. Tingkat konsentrasi dan berhitung : Klien mampu berhitung sederhana. 6. klien mau minum obat sesuai dosis yang telah ditentukan. mencuci pakaian dan merapikan kamar Mekanisme Koping Klien menggunakan mekanisme maladaptif. Berpakaian / berhias : Klien berganti pakaian setiap hari setelah mandi.

X. Chlorpromazine 100 mg 1 x 1 Haloperidal 5 mg 3 x 1 Tryhexipenidil 2 mg 3 x 1 Daftar Masalah keperawatan 1. Masalah dengan dukungan kelompok spesifik Klien mendapat dukungan dari kelompok dan keluargan. Masalah keperawatan : gangguan interaksi sosial : menarik diri. 3. IX. 4. namun keinginannya tidak pernah tercapai. dan klien menyadari bahwa dirinya sakit Masalah keperawatan : tidak ada masalah XI. Ia merasa kurang senang dengan pekerjaannya sekarang yang hanya sebagai honor Pemda. 6.Masalah keperawatan : koping individu in – efektif. Masalah berhubungan dengan lingkungan spesifik Klien tidak pernah mengikuti kegiatan sosial di lingkungan Masalah dengan pendidikan spesifik Klien mengatakan cukup puas dengan pendidikannya Masalah dengan pekerjaan spesifik Klien sangat menginginkan pekerjaan sebagai seorang polisi. 5. 1. Pengetahuan Klien sedikit mengetahui tentang penyakit jiwa. Masalah Psikososial dan Lingkungan 1. spesifik Klien merasa kurang puas dengan ekonomi yang di dapat dari gaji hasil pekerjaannya. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah . Masalah dengan perumahan. Klien juga harus rajin kontrol. spesifik Klien masih tinggal dengan kedua orang tuanya bersama saudara-saudaranya Masalah keperawatan. Aspek Medik Diagnosa medik : Skizofrenia Terapi medik . XII. 3. 2. 7. klien sulit untuk berbagi msalah dengan orang lain. 2. Masalah dengan pelayanan kesehatan Klien mengatakan jika sakit langsung di bawa kepelayanan kesehatan terdekat.

Koping individu in-efektif. Gangguan interaksi sosial : menarik diri Berduka disfungsional Koping individu in-efektif Daftar Diagnosa Keperawatan 1. . Berduka disfungsional 4. Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah 2. XIII. 4.2. Gangguan interaksi sosial : Menarik Diri 3. 3.

dan tidak punya harga diri Data Objektif   Klien tampak sering melamun Saat wawancaraklien suka merendahkan diri Data Subjektif  2  Klien mengatakan malu bergaul dengan orang lain Klien mengatakan lebih baik menyendiri dari pada berbincang-bincang dengan orang lain.ANALISA DATA No 1 Data Subjektif   DATA MASALAH Gangguan konsep diri : harga diri rendah Klien mengatakan bahwa dirinya tidak percaya diri Klien mengatakan dirinya tidak berguna. Gangguan interaksi sosial : menarik diri Data Objektif   Klien tampak malas di ajak berbicara Klien tampak sering menyendiri di kamar Data Subjektif   Klien mengatakan sedih dengan keadaan dirinya Klien mengatakan dirinya tidak berguna Berduka disfungsional 3 Data Objektif   Klien tampak sedih dan murung Klien tampak suka melamun .

Data Subjektif  Klien mengatakan jika ada masalah sulit untuk menceritakannya kepada orang lain. Data Objektif  4  Klien menyalahkan keluarganya yang memasukannya ke Rumah Sakit Klien memilih diam jika ada masalah Koping individu inefektif .

POHON MASALAH Gangguan Interaksi Sosial : Menarik Diri  Akibat  Gangguan Konsep diri : Harga Diri Rendah  Core Problem  Berduka disfungsional  etiologi  Koping individu in – efektif .

dan tidak punya harga diri Data Objektif  Klien tampak sering melamun . RM : 037753 Rencana Tindakan Keperawatan No 1 Diagnosa Keperawatan Tujuan Gangguan Interaksi sosial : Menarik Diri berhubungan dengan Gangguan konsep diri : harga diri rendah ditandai dengan : Data subjektif  Kriteria Evaluasi Intervensi Rasionalisasi TUM Klien dapat mela-kukan cara pengambilan / pengendalian keputusan yang efek-tif untuk mengendalikan situasi kehidupannya. dengan demikian dapat menurunkan perasaan rendah diri  Klien mengatakan bahwa dirinya tidak percaya diri Klien mengatakan dirinya tidak berguna.RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Th No.

Dengarkan ungkapan klien dengan empati     Kien mau berkenalan Klien mau berjabat tangan Klien mau menyebutka n namanya Klien mau dan bersedia perawat duduk disampingn ya Klien bersedia mengungka pkan msalahnya      Hubungan saling percaya sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dan klien Ungkapan perasaan oleh klien sebagai bukti bahwa klien mempercayai perawat Empati perawat akan meningkatkan hubungan yang baik antara perawat – klien.    . Saat wawancaraklien suka merendahkan diri TUK 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya Setelah 1x interaksi klien menunjukkan tanda-tanda percaya kepada perawat       Bina hubungan saling percaya Sapa klien dangan ramah Perkenalkan diri tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai Buat kontrak yang jelas jelaskan tujuan intervensi Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya Kontak mata dengan klien dorong klien dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya.

harga diri klien meningkat Menghargai respon/upaya klien dan membuat klien merasa dihargai dan percaya diri   Klien dapat menyebutkan kemampuan yang dimilikinya Klien dapat mengekspresikan perasaannya Klien dapat menyebutkan aspek positif yang ada pada dirinya sehingga klien tidak rendah diri lagi      .RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Th No. RM : 037753 Rencana Tindakan Keperawatan No 2 Diagnosa Keperawatan Tujuan TUK II Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Kriteria Evaluasi Setelah 2 x pertemuan diharapkan :   Intervensi Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Dorong klien untuk mengespresikan perasaannya Dorong klien untuk menyebutkan aspek positif yang ada pada dirinya  Rasionalisasi Melibatkan klien dalam menggali kemampuan serta aspek yang dimilikinya Untuk mengetaui koping klien sebagai data untuk melakukan intervensi selanjutnya Memotivasi respon klien sehingga klien dapat mengetahui kemampuan dirinya dapat dapat bekerja dengan rajin.

Dengan mengetahui status koping yang ada pada klien.    Diskusikan yang dapat dilanjutkan penggunaan dirumah sakit.    Beri pujian yang positif atas tindakan klien. klien dapat mengontrol diri dalam bertindak Dapat mengetahui sumber kekuatan yang ada pada klien baik dari diri klien ataupun dari keluarga Dengan memberi tujuan dapat meningkatkan kreativitas diri klien dan klien merasa dihargai sehingga klien tidak rendah diri lagi .TUK III 3. Klien dapat menilai kemampuan diri dalam menyelesai kan masalah Setelah 1.2 x pertemuan diharapkan klien mampu dalam      Mengendalikan emosi yang tidak terkontrol Menyebutkan kemampuan dirinya Klien dapat menyele saikan masalah tanpa emosi Klien menyebutkan kemampuan / sumber kekuatan pada dirinya Diskusikan dengan klien kemampuan yang digunakan selama di rumah sakit.

Dengan memberi semangat klien mau diajak bekerja dan merasa dirinya dihargai Aktivitas yang melebihi kemampuan diri klien akan menyebabkan klien malas dan merasa tidak mampu melakukannya  . semangat.4. mampu menggunakan kemampuannya. klien dapat :     Mengetahui kegiatan apa yang harus dilakukan Klien mampu menyusun rencana kegiatan yang harus dilakukan Klien mampu melakukan kegiatan sesuai dengan tingkat kemampuan dirinya Kaji status koping yang dimiliki oleh klien Gali kekuatan dan sumber kekuatan yang dimiliki klien Beri remforcement ang masih yang positif atas keberhasilan kerja klien Bantu klien mengidentifikas i kegiatan yang selama ini dilakukan di RS Motivasi klien untuk dapat memutuskan rencana kegiatan yang akan dilakukan setiap hari        Dengan adanya kegiatan selama di RS klien dapat bekerja dengan rajin. TUK IV : Klien dapat menyu sun atau merencana kan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Setelah 2 – 3 x pertemuan.

 5 TUK V Klien dapat berkola borasi dengan tim medis dengan menggunakan obat dengan benar Setelah 1 x pertemuan klien menyatakan :      Klien minum obat dengan teratur sesuai dengan dosisnya Manfaat minum obat Kerugian tidak minum obatKlien dapat menjalani terapi yang diberikan setiap hari Klien mau berobat dan kontrol jika pulang     Diskusikan dengan klien tentang pentingnya obat Bantu klien untuk memastikan bahwa klien minum sesuai dengan program dokter Observasi tanda dan gejala terkait efek samping obat Diskusikan dengan dokter tentang efek samping obat yang diberikan Jelaskan kepada klien dan keluarga tentang dosis. waktu dan manfaat obat     Memberikan informasi dan meningkatkan kemampuan dan penge tahuan klien tentang obat sehingga mempercepat kesembu han Memastikan klien minum obat secara teratur Untuk mengetahui efek dari penggunaan obat Memastikan efek obat-obatan yang tidak diinginkan Menambah pengetahuan klien dan keluarga . Bantu klien untuk melakukan aktivitas dan sesuai kemampuan dirinya.

20 WIB S : Klien mengatakan mau berkenalan. klien menyebutkan namanya dan panggilannya.00 Wib Membina hubungan saling percaya :  Evaluasi Tanggal : 15 Maret 08 Jam : 10. RM : 037753 Implementasi Tanggal : 14 Maret 08 Jam : 10. saya berasal dari akper Sutopo Surabaya. klien mulai menceritakan masalahnya A : TUK I tercapai P : Intervensi dilanjutkan ke TUK II . klien mengatakan mau menceritakan masalahnya kepada suster     Menyapa klien dan memperkenalkan diri ”Selamat pagi Pak ! kenalkan nama saya suster Cici.CATATAN PERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Thn NO. Saya di sini selama 2 minggu Menanyakan nama klien dan nama panggilan yang disukai klien ”Nama bapak siapa?. bapak lebih suka dipanggil dengan nama apa?” Membuat kontrak interaksi yang jelas ”F” hari ini kita boleh berkenalan dan ”F” boleh menceritakan masalah ”F” dengan suster Memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya Mendengarkan ungkapan klien dengan empati. O : Klien mau berjabat tangan.

   Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. ”F” bisa cerita dengan suster apa yang sebenarnya ”F” lakukan atau yang ingin dikerjakan Mendorong klien untuk menyebutkan aspek positif yang ada pada dirinya ”F” sebenarnya menurut ”F” mampu melakukan hal apa saja ? Memberikan pujian yang positif atas tindakan klien. bagus ”F” sudah dapat melakukan kegiatan itu O : klien tampak sibuk menyapu dan mengepel lantai. RM : 037753 Implementasi Tanggal : 15 Maret 08 Jam : 10.20 Wib Tuk II Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki  Evaluasi Tanggal : 16 Maret 08 Jam : 10. A : TUK II tercapai P : Intervensi dilanjutkan ke TUK III . klien bercerita dan mengemukakan semua yang ingin klien lakukan. ”F” terima kasih.CATATAN PERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Thn NO. ’F” pekerjaan apa yang sudah dilakukan pagi ini ? rencana ’F” pagi ini mau melakukan apa? Mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.30 WIB S : Klien mengatakan setelah bangun tidur klien membereskan tempat tidur kemudian mandi dan selanjutnya menyiapkan untuk sarapan.

Menggali kekuatan yang dimiliki klien. Klien mau menceritakan masalahnya kepada orang lain. RM : 037753 Implementasi Tanggal : 16 Maret 08 Jam : 10. Klien mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan. apa yang sering ”F” lakukan jika ada masalah.30 Wib Klien dapat menilai kemampuan diri dalam menyelesaikan masalah :  Evaluasi Tanggal : 17 Maret 08 Jam : 10. klien mampu menjawab ketika ditanya mengapa dia merasa dirinya tidak dihargai.CATATAN PERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Thn NO. apa yang menyebabkan ”F” merasa tidak dihargai dan merasa rendah diri.   Mengkaji status koping yang dimiliki. Klien mengatakan keluarganya jarang mengunjunginya. ”F” bagus ternyata selama ini ”F” sudah rajin untuk bekerja O : Klien tidak bingung lagi.30 WIB S : klien mengatakan jika ada masalah selalu di pendam dan tidak pernah mau menceritakan masalahnya kepada orang lain. A : TUK III tercapai P : Intervensi dilanjutkan ke TUK IV . apakah keluarga ”F” suka mengunjungi F Memberi remforcement yang positif atas keberhasilan kerja klien. Apakah di rumah ”F” selalu dilibatkan dalam aktifitas keluarga.

dan nada suara lemah 2. Diagnosa Keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah 3. bicara lambat. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan. . Buat kontrak yang jelas (waktu.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN Hari/tanggal Nama klien No. 4.    Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya. Tindakan :  Bina hubungan saling percaya : Salam terapeutik. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. tidak bersemangat. tampak sedih. Tujuan khusus: Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. PROSES KEPERAWATAN 1. Perkenalan diri. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. tidak menatap lawan bicara. dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan umum : Klien dapat mencegah terjadinya isolasi sosial : menarik diri. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien. Katakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri. Ciptakan lingkungan yang tenang. Jelaskan tujuan inteniksi. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. Kondisi Klien : klien tampak sering melamun. Tindakan : a. tempat dan topik pembicaraan). lebih suka menyendiri. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. F : 037753 Dx / SP ke / Pertemuan ke : I Nama perawat pelaksana Harga diri rendah : Perawat Cici A. MR : 14 Maret 2008 : Tn. 5.

. Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah. d. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. e. .  Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan. B. Beri pujian atas keberhasilan Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah. STRATEGI PELAKSANAAN 1. Salam terapeutik Pr : Selamat pagi pak ! Ps : .b. Tindakan :   Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan. Evaluasi / validasi Pr : Bagaimana perasaan bapak pagi ini ? kenapa bapak bisa masuk rumah sakit ? . Tindakan :   Diskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan. (diam dan tersenyum) 2.   Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien. Orientasi 1. Tindakan :    Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan. c. utamakan memberi pujian yang realistis. Tindakan :  Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.

”F” tidak perlu ragu/ takut anggap saja saya adalah teman ”F” h. 3. Kontrak Topik : Bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang lagi tentang. S : Bagaimana perasaan ”F” setelah berbincang – bincang dengan saya tadi ? O : Coba ”F” sebutkan kembali nama saya. senang sekali bisa berkenalan dengan ”F” f. c. agar ”F” dapat mengenali dan mengekspresikan emosi ”F”! Tempat : Bagaimana kalau besok kita berbincang – bincang di ruang TV saja ? Waktu : Kita berbincang – bincang selama 20 menit ya pak. Sebelumnya saya perkenalkan diri dulu. Saya ingin ”F” mau menderitakan pengalaman – pengalaman ”F” / masalahmasalah yang ”F” alami sekarang ini. saya akan tanya lagi sama ”F”. Nama bapak siapa ? c. nama saya suster cici. Evaluasi 3. ”F” tinggal dimana.. Bapak suka dipanggil apa ? d. g. apakah ”F” masih ingat dengan saya. Saya mengerti sekali perasaan ”F” dan saya senang telah berbincang-bincang dengan ”F” j. ? . alamat rumahnya ? e. Fase kerja a. b. apakah ”F” masih ingat dengan nama saya ? b.Ps : Baik. Tindak lanjut Selanjutnya besok pagi. Kontrak Topik : saya datang kesini hanya untuk berkenalan dengan bapak Tujuan : Tujuannya agar kita dapat lebih akrab dan saling mengenal satu sama lain Tempat : Bagaimana kalau kita berbincang – bincang di ruang tamu ? Waktu : Bagaimana kalau kita berbincang – bincang selama 15 menit ? 2. Fase terminasi a. Dan percayalah saya pasti akan menjaga kerahasiaannya i.. saya dari Mahasiswa akper Sutopo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->