LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM MESIN PERALATAN INDUSTRI PANGAN PENGAYAKAN ” TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG BERAS ” (zea mays

dan oryza sativa )

Oleh : Nama : Mega Rustiani NRP : 073020060 Meja : 3 ( Tiga ) Kelompok : II ( Dua ) Tanggal Percobaan : 15 Oktober 2009 Assisten : R. Yuris Herawan

LABORATORIUM MESIN PERALATAN INDUSTRI PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2009
I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Percobaan,

(3) Prinsip Percobaan, (4) Manfaat Percobaan, dan (5) Waktu dan tempat Percobaan. 1.1.Latar Belakang Percobaan Proses pengayakan adalah pemisahan bahan berdasarkan ukuran mesh kawat ayakan, bahan yang mempunyai ukuran lebih kecil diameter mesh akan lolos dan bahan yang mempunyai ukuran lebih besar akan tertahan pada perkumukaan kawat ayakan. Bahan yang lolos melewati lubang ayakan mempunyai ukuran yang seragam dan bahan yang tertahan dikembalikan untuk dilakukan penggilingan ulang. Proses pengayakan juga sebagai alat pembersih, memisahkan kontaminan yang ukurannya berbeda dari bahan baku. Berbagai jenis pengayak yang dapat digunakan dalam proses sortasi bahan pangan klasifikasinya dapat dibagi dalam dua bagian yaitu ayakan dengan celah yang berubah-ubah (screen aperture). 1.2.Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan proses pengayakan pada bahan pangan adalah untuk memisahkan bahan-bahan yang telah dihancurkan berdasarkan keseragaman ukuran partikel-partikel bahan (ukuran mesh). 1.3.Prinsip Percobaan Prinsip percobaan dari proses pengayakan pada bahan pangan adalah berdasarkan ukuran mesh kawat ayakan, bahan yang mempunyai ukuran lebih kecil dari diameter mesh kawat akan lolos dan bahan yang mempunyai ukuran mesh lebih besar akan tertahan pada permukaan kawat. 1.4. Manfaat Percobaan

Fakultas Teknik. 1. Universitas Pasundan. Bandung. Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan pencampuran ini dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2009 di Laboratorium Mesin dan Peralatan Industri Pangan.Manfaat dari percobaan pengayakan ini adalah mahasiswa dapat mengetahui cara-cara pengayakan bahan pangan dan dapat mengetahui alat-alat yang digunakan dalam proses pengayakan. Jurusan Teknologi Pangan.4. .

1. Bahan pellet setelah proses cooling (pendinginan). (2) Mekanisme Pengayakan. 2.II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menguraikan mengenai : (1) Screener. misalnya mesh 5 berarti dalam satu luasan inchi . Ukuran bahan yang terlalu besar yaitu yang tidak bisa lolos ke screen bawah akan dikirim kembali ke crumbler untuk pemecahan ulang.dan (5) Tepung Beras. lalu crumbling (pemecahan menjadi butiran) dan transfer akan menghasilkan ukuran yang tidak sesuai standar (bentuk tepung dan kasar). jenis lainnya vibrator dimana alat bergetar di 4 sisi. (4) Tepung Jagung . Tipe gerakan screener terdapat dua jenis yaitu roto shaker dimana alat bergoyang dari satu titik. Ukuran screen ditentukan sebagai satuan mesh. (3) Standar Kawat Ayakan. Screener Screener berfungsi untuk menyingkirkan partikel-partikel pellet atau butiran dari ukuran yang terlalu kecil atau terlalu besar dari standar. Ukuran bahan yang terlalu halus langsung lolos melewati screen bawah dan dari plat dasar screener dikembalikan ke conditioner untuk proses pelleting ulang. Ukuran partikel yang dikehendaki adalah yang tidak lolos dari screen bawah dan lolos dari screen atas karena bahan pellet masuk pertama kali ke dalam screener melalui screen atas. Screener mempunyai posisi miring untuk mempercepat pergerakan bahan. Screener berfungsi sebagai pengayak yang di dalamnya mempunyai 2 lapis screen (saringan) yang disusun berlapis dimana screen bawah berukuran kecil dan screen atas berukuran besar.

Berbagai jenis bahan dapat digunakan untuk pengayak jenis ini. kain. Alat berbentuk piringan merupakan salah satu contoh dari alat sortasi berdasarkan bentuk. dan tenunan sutera. Misalnya. Perlakuan pembersihan pada beberapa bahan pangan yang diikuti dengan proses sortasi yang berdasarkan ukuran dan berat. masih tetap ditentukan bahanbahan yang tidak diinginkan yang terkandung pada bahan tersebut. Cara terakhir ini lebih membuka peluang untuk bahan kembali pecah dan meningkatkan kadar tepung. Screener model lama biasa ditempatkan di basement dan hasil pilahannya masih harus ditransfer ke lantai atas sebelum masuk ke bin produk.terdapat 5 lubang ke samping dan 5 lubang ke bawah (total 25 lubang per inch) (Wirakartakusumah. susunan kawat-kawat membentuk lubang-lubang dengan berbagai ukuran. 1992). Prinsip kerjanya yaitu pengumpulan bahan dengan bentuk yang diinginkan didalam lekukan yang terletak diatas sisi-sisi pemutar dan piringan-piringan vertikal tumpukan beberapa piringan disusun diatas sebuah penggerak. tergantung pada aplikasinya. lembaran logam berlubang. Penyaring dengan lubang tetap merupakan tipe penyaring dengan lapisan yang bersifat permanen dengan badan pengayak yang terdiri dari lubang-lubang dengan bentuk dan ukurannya yang tetap. Sortasi berdasarkan bentuk dipengaruhi oleh pengambilan keberuntungan putaran partikel yang bergerak menuruni permukaan yang . Screener terbaik diletakkan di lantai teratas dari konstruksi feedmill dan hasil pilahannya langsung menuju ke bin produk.

pada bagian bawah dari tumbukan susunan ayakan ditempatkan pan sebagai penampung produk akhir. Pengayak tipe ini merupakan pengayak berbadan datar dan digunakan secara luas dalam proses sortasi. Mekanisme Pengayakan Untuk menganalisis hasil penghancuran bahan-bahan dilakukan dengan ayakan standar yang disusun secara seri dalam satu tumbukan.ditinggikan (Wirakartakusumah. 1992). ukuran mesh yang digunakan dalam percobaan ini disusun dari mulai ukuran 100 mesh. banyak ditemukan di areal pertanian. 2. susunan kawat-kawat membentuk lubang-lubang dengan berbagai ukuran kain. berdasarkan .2. 60 mesh dan terakhir pan. dan tenunan sutra. Penyusunan ayakan dimulai dari ayakan yang mempunyai ukuran mesh kawat lebih besar sampai keukuran mesh yang lebih kecil. Penyaring jenis ini dalam penggunaanya secara umum yaitu untuk sortasi bahan untuk dua grup tipe : badan datar (flat) dan tipe drum. 80 mesh. Penyusunan ayakan dimulai dari ayakan yang mempunyai ukuran mesh kawat lebih besar sampai ke ukuran mesh yang lebih kecil. Pengayak yang digunakan jenis ini bentuknya sederhana. Penyaringan dengan lubang tetap tipe ini merupakan lapisan yang bersifat permanen dengan badan pengayakan yang terdiri dari lubang-lubang dengan bentuk dan ukuran yang tetap. Berbagai jenis bahan yang digunkan untuk pengayak seperti ini tergantung pada aplikasinya misalnya lembaran logam berlobang. Pergerakan bahan pangan diatas pengayak dapat dihasilkan oleh pergerakan berputar atau gerakan dari rangka yang menyangga badan pengayak.

kebanyakan operasi didasarkan kepada pengalaman empiris dan sangat sering menyangkut mekanisasi operasi yang mula-mula dilakukan dengan tangan.ukuran dari bahan baku seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. 1992). dan pendinginan serta meningkatnya laju ekstraksi. Keuntungan pengecilan ukuran bahan pangan adalah adanya kenaikan ratio luas permukaan dengan volume bahan pangan sehingga mempercepat laju pengeringan. pemanasan. Pengukuran ukuran (size reduction) adalah unit operasi dimana ukuran rata-rata bahan pangan padat dikecilkan dengan alat penggiling (grinding). Proses pengayakan ini digunakan untuk memisahkan bahan pangan. Pemecahan bahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil merupakan satu operasi yang penting didalam industri pangan. adanya ukuran yang seragam. meningkatkan efisiensi pencampuran misalnya tepung sup dan kue. Juga digunakan dalam proses sortasi selama proses pengolahan dan produk akhir dari seperti tepung. Dasar-dasar teori operasi ini relatif belum banyak dikembangkan. yang mekanisasinya dapat memberikan nilai tambah yang tidak dapat disangkal lagi dalam proses pengolahan pangan. Yang mempunyai sifat seimbang atau tidak berubah dan bergetar (Wirakartakusumah. . gula. dan baik pada pengecilan maupun emulsi tidak menimbulkan efek pengawetan. garam. Pengayak ini mempunyai rancangan celah atau lubang yang tetap yang disebut fixed aperture. bumbu-bumbu masak dan rempah-rempah.

Keuntungan-keuntungan yang didapatkan melalui penggilingan basah antara lain mudah memperoleh bahan sangat lembut. Oleh karena itu seringkali ditambahkan air untuk bahan yang sedikit mengandung air (Wirakartakusumah. attrition).Pengecilan ukuran dapat dibedakan menjadi pengecilan yang ekstrim (penggilingan) dan pengecilan ukuran yang relatif masih berukuran besar. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah kekerasan bahan. kajian teknis-ekonomis harus dilakukan agar proses berlangsung pada biaya yang minimum. Sebelum dilakukan proses pengecilan ukuran. misalnya pemotongan menjadi bentuk-bentuk yang khusus. Pengecilan ukuran dapat dilakukan secara basah dan kering.1%) yang diubah menjadi tenaga uap memperluas permukaan. Sebagian besar energi akan berubah menjadi panas dan hanya sedikit (kira-kira 0. selama pengecilan ukuran produk mengalami perubahan menghasilkan desakan. Suatu energi harus dibersihkan untuk merubah bentuk dan memecah bahan. Energi ini makin besar untuk kekuatan pemecahan yang lebih besar bila bahan lebih keras. pukulan (impact). struktur mekanis bahan dan kadar air. 1992). Energi untuk pengecilan ukuran. dan gaya sobek (shear. Makin lama desakan makin besar hingga mematahkan gaya kohesi dan terbentuk suatu retakan yang makin meluas. Hingga saat ini dikenal tiga macam gaya yang digunakan untuk mendapatkan efek pengecilan ukuran. . berlangsung pada suhu yang tinggi dan sedikit kemungkinan terjadi oksidasi atau ledakan. Ketiga macam gaya tersebut adalah penekanan (compressive).

kekerasan bahan harus dipertimbangkan pada saat memilih peralatan pengecil ukuran. Sebaliknya pada penggilingan basah air sangat membantu dalam rangka mendapatkan partikel yang halus.2. Untuk bahan-bahan yang mudah pecah (fiable) atau memiliki struktur kristal. Untuk itu peralatan tipe “crushin” yang memanfaatkan gaya compressive sangatlah tepat untuk digunakan. Kadar air yang berlebihan dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan (clogging) selama penggilingan sehingga menurunkan efisiensi proses. Bahan yang lebih keras akan lebih sulit dibersihkan dan membutuhkan energi yang lebih besar pula. pemecahan lebih mudah terjadi secara memanjang dalam satu bidang datar. Seringkali dalam satu alat yang sama beberapa mekanisme gaya pemecah ditemukan sekaligus. Hal ini sengaja dilakukan oleh pembuatnya agar alat tersebut bersifat multiguna.2.1.2. Alat pengecil ukuran saat ini yang beredar di pasaran sangat beragam baik tipe. 2.2. Kadar air Air dapat berperan memperlancar atau menghambat proses pengecilan ukuran. jenis maupun mereknya.2.3. selain itu beberapa yang bekerja . 2. Struktur mekanis bahan Struktur mekanis bahan yang memberikan petunjuk kepada tipe gaya yang harus diberikan agar terjadi pemecahan bahan. Bahan-bahan yang keras seringkali bersifat sangat abrasive terhadap permukaan kontak alat. Kekerasan bahan Meskipun tidak menjadi pertimbangan yang utama.

Tepung Jagung Gambar 1. Standar Kawat Ayakan Standar kawat ayakan dibagi menjadi 3 jenis yaitu : 1. 1974).sekaligus dapat meningkatkan efisiensi pemakaian energi pada pengecilan ukuran (Wirakartakusumah. Jagung Tepung jagung punya manfaat banyak sebagai bahan pangan dan bisa . US Bureau of Standards 3.0 mm dan screen interval 4 √2. 2. British Standards Tyller Sieve mempunyai 200 mesh. British Standards mempunyai 200 mesh. 2.4. Bureau of standards mempunyai 18 mesh.0021 in dan screen aperture 0. 1992). dengan screen aperture 0. dengan diameter 0.0030 in dan screen interval 4 √2 (Brennan. dengan screen aperture 1. Tyller Sieve 2.0029 in.3.

Bahkan tidak mustahil tepung jagung dapat dimanfaatkan untuk bahan baku industri minuman. Tepung jagung punya potensi sebagai bahan pangan berkadar karbohidrat sehingga penting peranannya sebagai bahan baku industri pangan di samping bahan pangan lain yang punya kadar karbohidratnya. di samping lebih praktis dan dapat dipertkaya dengan zat gizi (Sentra iptek. Selain diharapkan dapat menghemat devisa negara dari penurunan impor tepung terigu.sebagai substitusi tepung terigu yang kini impornya cukup besar karena kebutuhannya secara nasional cukup besar sementara produksi terigu di dalam negeri masih terbatas baik dalam segi kuantitas dan kualitasnya. Sebagai bahan substitusi tepung terigu yang suplainya besar di Indonesia karena produksi nasional juga besar. Tabel 1. Kelebihan dari tepung jagung adalah memiliki daya tahan simpan. industri kimia dan lain-lain. juga mampu meningkatkan nilai tambah dari jagung itu sendiri. Syarat mutu tepung jagung . dan mudah dicampur dengan bahan lain. maka tepung jagung dipandang penting menekan volume impor tepung terigu. Dalam bentuk tepung juga lebih memudahkan penggunaannya untuk proses lanjutan dibandingkan dengan bentuk jagung. 2008). dan dalam bentuk tepung akan memudahkan penggunaannya untuk bahan baku industri makanan pengguna tepung jagung atau tepung terigu. Tepung jagung merupakan butiran-butiran halus dan berasal dari jagung kering yang digiling.

1994 ) .(Sumber : SNI.

Biasa digunakan untuk makanan tradisional. Proses pembuatannya. Syarat Mutu Tepung Beras Kriteria Uji Persyaratan Mutu . 2008) Tabel 2. warnanya putih. bila diraba dengan jari. Tepung Beras Tepung beras merupakan Tepung yang dibuat dari beras yang digiling atau dihaluskan.5.Tepung Beras Gambar 2. Penggiling yang digunakan adalah hammer mill yang dapat mengiling bahan kering atau bahan yang bersifat rapuh. Beras digiling dengan penggiling hammer mill sehingga menjadi tepung. tepung beras akan terasa lebih lembut dan halus dibandingkan dengan tepung ketan. Tepung beras merupakan produk pengolahan beras yang paling mudah pembuatannya.2. Beras yang sudah bersih. sekam. dan gabah. kemudian digiling sampai halus dengan menggunakan penggiling hammer mill yang berpenyaring 80 mesh (Sentra iptek. yaitu beras diayak atau ditampi untuk menghilangkan kotoran seperti kerikil.

b/b) Silikat (%.0 Maks. 10 Maks. 1.N.1 Maks. 1. 99 Min. 11 Maks. 40. b/b) Tidak boleh ada Min. 104 Normal Normal Normal Tidak boleh ada Serangga dalam bentuk Stadia Tidak boleh ada (Sumber : SNI. 70 Maks. 0. 4.5 Maks. b/b) Serat kasar Derajat (ml. 0.coli (APM/g) Kapang(koloni/g) (%.Tepung Beras Keadadaan : Bau Rasa Warna Benda-benda asing dan potong-potongan Jenis pati lain selain pati beras Kehalusan Lolos ayakan 60 mesh (%) Lolos ayakan 80 mesh (%) Air (%. 1. 1994) . 0. b/b) Abu (%.05 Maks.0 Maks.0 Maks.0 Maks.NaOH/100g Pengawet Cemaran logam Timbal (Pb) (mg/kg) Tembaga (Cu) (mg/kg) Seng (Zn) (mg/kg) Raksa (Hg) (mg/kg) Cemaran Arsen (As) (mg/kg) Cemaran mikroba Angka lempeng total (koloni/g) E.0 Maks. 106 Maks. 10.0 asam Sesuai dengan SNI-01-0222-1987 Maks.

lakukan pengayakan dengan menghidupkan switch pada posisi on selama 5 menit.3. 3. Set ayakan yang ditempatkan pada alat pengerak ayakan. setelah proses pengayakan dikumpulkan bahan hasil pengayakan yang tertahan pada masing-masing kawat ayakan secara terpisah dan timbang beratnya. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan adalah ayakan 100 mesh. kuas pengumpul hasil ayakan.1. ayakan disusun secara seri dimulai dari ukuran 40 mesh. 3. 80 mesh. (2) Alat yang Digunakan. . Metode Percobaan Dicampurkan bahan antara tepung jagung dan tepung beras dengan perbandingan 1:2 dengan menggunakan alat V cone mixer dalam waktu 10 menit. Bahan ditimbang kemudian ditempatkan diatas kawat ayakan paling atas. Ditentukan fineness modulus hasil pengayakan dan perkiraan diameter partikel produk. 40 mesh dan pan. dan (3) Metode Percobaan. Bahan yang Digunakan Bahan yang digunakan adalah tepung beras.2. 100 mesh dan pan. 60 mesh. 80 mesh. V cone mixer.III METODELOGI PERCOBAAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Bahan yang Digunakan. tepung jagung dengan perbandingan 1:2. dan timbangan digital. 60 mesh. 3. vibration screening.

Berikut diagram proses pengayakan : .

1. Hasil Pengamatan Hasil pengamatan proses pengayakan bahan pangan dengan sampel tepung jagung dan tepung beras dengan perbandingan 1:2 dapat dilihat pada Tabel 2.078 19 (Sumber : Meja 2. Proses ini disebut klasifikasi. Pada saat proses penimbangan akhir campuran antara tepung beras dan tepung jagung mengalami penyusutan berat. Kelompok 2.88 FD 0.066 14 80 3 0. Hasil pengamatan Ukuran Berat W bahan yang N (mesh) (kg) tertahan Pan 0 0. penambahan beratpun dapat saja terjadi yang diakibatkan karena ikut % bahan yang tertahan 0 6. Selain itu faktor lain yaitu seperti angin.Gambar 3. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu masih menempelnya bahan didalam alat v cone mixer ataupun pada kuas. Tabel 3.014 55 100 4 0.034 43 40 1 0.67 110 50. 4. 2009) 4. Pembahasan Pengayakan pada bahan pangan dengan bahan tepung jagung dan tepung beras artinya memisahkan suatu bahan dengan menuangkannya melalui ayakan sehingga didapat butir dengan berbagai daerah ukuran (kelas-kelas butir).67 FM 1. dan lain sebagainya. Diagram proses pengayakanIV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan (2) Pembahasan. Hal ini disebabkan karena faktor-faktor lingkungan.054 10 60 2 0.2. Selain penyusutan berat.67 18.24 .

untuk dapat mengayak bahan-bahan terakhir ini seringkali digunakan pengayak yang khusus atau cara pemisahan yang lain. Gerakan dan waktu tinggal.tertimbangnya bahan lain yang sebelumnya tertinggal dalam alat yang digunakan. Jumlah bahan yang lolos secara teoritik ditentukan dengan analisis ayakan (Brennan. 1968). yang dapat menyumbat atau menutupi lubang ayakan. Efisiensi selalu lebih kecil dari satu atau kurang dari 100%. gerakan dan waktu tinggal bahan diatas ayakan harus dipilih agar setiap butiran paling sedikit satu kali berada pada sebuah lubang ayakan. agar dapat diolah lebih lanjut atau agar diperoleh penampilan/bentuk komersial yang diinginkan. Bahan yang tertinggal hanyalah partikel-partikel yang berukuran lebih besar daripada lubang-lubang ayakan. padatan yang berupa butir tidak beraturan lebih mudah lolos jika dibandingkan misalnya dengan bahan-bahan berbentuk bola. Bentuk butir. sedangkan bahan yang lolos berukuran lebih kecil daripada lubang-lubang itu. Efisiensi pengayakan akan turun jika bahan yang diayak . jarum atau sisik. 2. Proses pengayakan bahan dibagi menjadi bahan kasar yang tertinggal (aliran atas) dan bahan lebih halus yang lolos melalui ayakan (aliran bawah). Umumnya dalam praktek sering terjadi penyimpangan dari keadaan ideal ini. yaitu perbandingan antara jumlah bahan yang lolos dalam kenyataannya dan jumlah bahan yang lolos secara teoritik. Pengayakan dimaksudkan untuk menghasilkan campuran butir dengan ukuran tertentu. Faktor-faktor berikut dapat mempengaruhi efisiensi yaitu : 1. Penyimpangan dapat dinyatakan dalam efisiensi.

sutera. pada dasarnya berlaku : semakin halus bahan yang diayak semakin awal terdapatnya kecenderungan penyumbatan lubang ayakan. terutama pada bahan yang lunak. Lubang ayakan. umpan yang lembab atau lekat ikut menyebabkan penggumpalan bahan dan menutupi lubang ayakan. rol. Karena alasan ini diatas ayakan dipasang perlengkapan pembantu dalam bentuk sikat. Ayakan biasanya berupa anyaman dengan mata jala (mesh) yang berbenyuk bujur sangkar atau persegi panjang. apabila metode-metode ini tidak berhasil mencegah penyumbatan. dengan akibat efisiensi pengayakan diperoleh tidak benar. bahan-bahan organik khusus yang halus mempunyai kecenderungan untuk membentuk aglomerat karena adanya muatan listrik statik. dan bahan-bahan . harus dipilih cara pemisahan (Fellow. perunggu. 5. berupa pelat yang berlubang-lubang bulat atau bulat panjang atau berupa kisi. niken. 4. Kelembaban. 1988). karena itu alat-alat yang digunakan untuk mengayak bahan-bahan organik harus dibumikan. Sebuah kemungkinan lain adalah dengan membersihkan ayakan dari bawah dengan menggunakan sikat-sikat rol yang berputar atau dengan menghembuskan udara dalam arah yang berlawanan.membentuk lapisan yang terlalu tebal atau bergerak terlalu cepat. bola karet atau potongan-potongan karet. tembaga. kuningan. disamping itu gerakan yang terlalu kuat dapat menyebabkan pengecilan ukuran akibat pengikisan. Muatan listik statik. Ayakan terbuat dari material yang dapat berupa paduan baja. 3.

hal ini terjadi karena . umumnya per cm2. hasil sortasi terlihat lebih menarik bagi konsumen. Pemilihan atau sortasi berperan penting dalam proses pengendalian efektifitas dari berbagai proses pengolahan pangan. memisahkan kontaminan yang berbeda ukurannya dari sampel tepung terigu. Selain itu selama proses pengayakan ukuuran ruang ayakan harus tetap konstan. yang menjadi ciri ayakan antara lain adalah ukuran dalam mata jala. terutama dalam proses dimana keseragaman pindah panas merupakan hal yang kritis misalnya proses sterilisasi dan pasteurisasi. jumlah mata jala (mesh) per satuan panjang. Proses pengayakan ini berfungsi sebagai alat pembersih. Material ini harus dipilih agar ayakan tidak lekas rusak baik karena korosi maupun karena gesekan. blanching (pemucatan). dan jumlah mata jala per satuan luas. Bahan pangan hasil sortasi berlaku sebagai kontrol yang baik terhadap berat dari bahan pangan yang dimasukkan kedalam kontainer standar untuk kemudian dilakukan proses penjualan. membuang bagian tengah yang keras (caring) dan operasi penghilangan biji (piting). Bahan pangan yang telah disortir mempunyai beberapa atribut yang diinginkan seperti bahan pangan tersebut telah disesuaikan dengan sistem operasi mekanis seperti operasi pengelupasan kulit bahan (peeling). Proses pengayakan ini termasuk proses pemilihan (sorting). tepung jagung. misalnya per cm atau per inchi (sering sama dengan nomor ayakan). Bahan pangan hasil sortir piting. bahan hasil sortir juga menguntungkan khususnya dalam proses dimana keseragaman pindah merupakan hal yang diinginkan (misalnya dalam proses dehidrasi dan pembekuan).sintetik.

V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran. . 1988).keseragaman ukuran produk hasil sortir lebih menguntungkan karena proses pengemasan bahan menjadi lebih mudah dan cepat (Fellows.

Kesimpulan Kesimpulan percobaan pengayakan bahan pangan dengan sampel tepung jagung dan tepung beras dengan perbandingan 1:2 adalah berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa nilai FM = 1.5.24. 5. Saran Saran saya dalam percobaan ini saat melakukan percobaan sangat diperlukan ketelitian dalam waktu.88 dan nilai FD = 0.2. .1. suhu dan perhitungan sehingga hasil yang diinginkan benar-benar dapat tercapai.

New York. (2008). Aman. Tepung Jagung. diakses : 18/10/09. http://www. Food Enginering Operations. (1992). Food Processing Technology.J. Sentra iptek. Wirakartakusumah.com. diakses : 18/10/09. London. Fellows.DAFTAR PUSTAKA Brennan. .sentraiptek. P. http://www. (2008). (1988). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Bogor. Applied Science Publishers Limited. Tepung Beras.sentraiptek. Petunjuk Laboratorium Peralatan dan Unit Proses Industri Pangan. (1968). Sentra iptek. Ellis Harwood.com.

66% 150 55 × 3 × 100% = 110% 150 19 × 4 × 100% = 50.1366)FM = 0.66% 150 % bahan yang tertahan 0 6.014 55 100 4 0.66 + 0 100 = 1.135 (0.67 110 50.066 14 80 3 0.078 19 (Sumber : Meja 2.LAMPIRAN Tabel 4. Kelompok 2.24 .66+110+50.88 FD 0.135 (0. Hasil pengamatan Ukuran Berat W bahan yang N (mesh) (kg) tertahan Pan 0 0.24 % MRpan = % MR 40mesh = % MR60mesh = % MR80mesh = % MR100mesh =  FM FM = Jumlah % MR 100 = 6.67+18.054 10 60 2 0.67 FM 1.67 18. 2009)  MR MR = beratbahantinggal × N × 100% Ws 43 × 0 × 100% = 0% 150 10 × 1 × 100% = 6.88  DP Dp = 0.1366)1.034 43 40 1 0.67% 150 14 × 2 × 100% = 18.88 = 0.