RIA MARESTY

PENYUSUN : 1. Annisa Nur . A 2. Feggy Ayu . P 3. Putri Gilang . M 4.Rena Oktaviani 5. Sidik Rahman H

RIA MARESTY

KELAS : X B

SMK FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON JL. Cideng indah No . 3 Cirebon

PENGERTIAN Menurut Farmakope Indonesia edisi IV tahun 1995. kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. tetapi dapat juga terbuat dari pati dan bahan lain yang sesuai. . Cangkang umumnya terbuat dari gelatin.

Kapsul cangkang keras terdiri dari :  Zat warna yang diijinkan atau zat warna dari berbagai macam oksida besi.  Bahan pendispersi.  Bahan opak/pemburan seperti titanium dioksida.  Bahan pengeras seperti sukrosa.  Pengawet .

Sebaliknya dalam udara yang sangat kering. uap air akan diabsorbsi oleh kapsul dan kapsul akan rusak dari bentuk kekerasannya. Apabila disimpan dalam kelembapan tinggi. dan kapsul ini menjadi rapuh. uap air yang terdapat dalam kapsul gelatin mungkin akan hilang. .Cangkang kapsul ini umumnya mengandung air antara 10-15%.

50 0.21 0.37 1 0 00 000 UNTUKHEWAN 10 11 12 0.Tujuan pemakaiana UNTUK MANUSIA Nomor cangkang 5 4 3 2 Kapasitas ( ml ) 0.30 0.95 1.36 30 15 7.12 0.67 0.5 .

.

terdiri dari 6 tahap yaitu :  Pengecilan ukuran partikel  Pencampuran bahan  Pemilihan ukuran kapsul  Pengisian kapsul  Pembersihan kapsul  Pengemasan dan pemberian etiket serta label . khususnya di apotek.Pada prinsipnya cara peracikan kapsul cangkang keras.

setengah padat maupun bahan cair yang cocok dalam jumlah yang tetap pada bahan obat supaya dapat memenuhi isi kapsul . Pengecilan ukuran partikel Pengecilan ukuran partikel dalam peracikan kapsul dilakukan dengan cara yang sama dengan peracikan sediaan serbuk  Pencampuran bahan Proses pencampuran bahan obat dan bahan tambahan. baik bahan padat.

.  Pengisian kapsul Terdapat perbedaan cara pengisian kapsul antara bahan obat padat/serbuk dengan cair. sebaiknya bagian induknya terisi penuh dengan campuran obat. dapat ditambahkan bahan pengisi yang inert. sedangkan bagian tutup masuk sepenuhnya ke bagian induk untuk memastikan bahan obat tertutup rapat dalam kapsul. bila bobot bahan obat terlalu kecil. Pemilihan ukuran kapsul Pada umumnya.Pengisian kapsul yang benar. kapsul gelatin keras digunakan untuk bahan obat atau campuran bahan obat berbentuk serbuk dengan bobot antara 65 mg -1 g. Umumnya pegisian dapat dilakukan dengan tangan (tanpa alat) ataupun dengan bantuan alat pengisian kapsul sederhana.

. kemudian dibuat datar dengan ketinggian sekitar 1/3 panjang badan kapsul. serbuk diletakkan diatas selembar kertas.Metode punching Pengisian kapsul dalam jumlah kecil di bidang farmasi biasanya digunakan metode punching. Bahan obat padat/serbuk . Dengan cara ini. yang kemudian dilanjutkan dengan pengisian kedalam kapsul dengan bantuan spatel. Induk kapsul diisi dengan cara menekan ujung yang terbuka berulang-ulang pada serbuk.Cara blocking and dividing Cara ini sama dengan pada pembagian sediaan serbuk. .

 Cara yang sering dipraktekkan dalam peracikan di apotek . Umumnya tutup kapsul menutup sebagian induk kapsul. º Masukkan setiap bagian serbuk kedalam induk kapsul ± 2/3 volumenya dengan cara mendorong bagian mulut induk kapsul dalam posisi miring ke arah campuran serbuk. Tahapan yang dilakukan : º Campuran bahan obat dibagi sesuai dengan jumlah yang diinginkan secara visual (prinsip pembagian sama dengan pada peracikan sediaan serbuk terbagi). º Induk kapsul yang telah terisi selanjutnya dibalik dan ditekan-tekan pada sisa serbuk sampai seluruh serbuk masuk kedalam kapsul. º Tutup kapsul dengan sempurna. .

.

.

Pengisian kapsul selanjutnya dilakukan langsung dengan meneteskan sejumlah (n) tetes ke dalam setiap induk kapsul lainnya.Kapsul ditutup rapat dengan cara mengoleskan sedikit mucilago gom arab di bagian atas induk kapsul.Induk kapsul kosong ditara dengan cara meletakkan induk kapsul tersebut di atas kotak yang telah dilubangi sebagai pijakan/tempat berdiri kapsul. (Mucilago gom arab adalah larutan 2 bagian gom arab dalam 3 bagian air). .Bahan obat cair  Pengisian kapsul cangkang keras dalam skala kecil di apotek untuk bahan obat yang berupa cairan dapat dilakukan dengan cara : . . . dan tutup dipasang dengan cara memutar-mutarkannya.Teteskan bahan obat cair (penetes dalam posisi tegak lurus) ke dalam satu induk kapsul sampai diperoleh bobot yang diinginkan (misalnya n tetes). .

.

Gelatin yang bersumber dari kulit sapi biasanya dikategorikan sebagai gelatin kategori B (proses ekstraksi basa) dengan titik isoelektrik pada pH 4. . kulit babi. gelatin masih merupakan barang impor. Sumber Gelatin Di Indonesia. Sedangkan. Gelatin adalah produk alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. gelatin yang bersumber dari kulit babi dikategorikan sebagai gelatin kategori A dengan titik isoelektrik pH 9 (basa). dan kulit jangat sapi. Gelatin merupakan protien yang larut. negera pengimpor utama adalah Eropa dan Amerika.7 (asam). Sumber kolagen umumnya adalah tulang hewan.

Pembuatan Gelatin .

.Proses pembuatan gelatin secara umum dapat digolongkan menjadi 3 tahap utama.  Tahap pemurnian. dilakukan dengan bantuan air panas atau larutan asam yang diencerkan.  Tahap ekstraksi utama. yang bertujuan menghilangkan pengotor yang terdapat di bahan baku. yaitu:  Tahap persiapan.

0)  Kulit dari babi muda tidak memerlukan penanganan alkalis yang intensif karena jaringan ikatnya belum kuat terikat. .5 . Gelatin Tipe A  Berdasarkan proses perendaman asam  Umumnya berasal dari kulit babi yang memiliki titik isoelektrik (titik pengendapan protein) pada PH yang lebih tinggi (7. dan setelah itu dicuci berulang kali sampai asam dan garamnya hilang. Untuk itu disini cukup direndam dalam asam lemah (encer) (HCl) selama sehari.1.9. dinetralkan.

5. maka dengan ini ikatan jaringan kolagen akan mengembang dan terpisah/terurai. Mula-mula bahan diperlakukan dengan proses pendahuluan yaitu direndam beberapa minggu/bulan dalam kalsium hidroksida. Gelatin Tipe B  Gelatin tipe B biasanya bersumber dari kulit jangat sapi dan tulang sapi.8 . .0  Cara alkali dilakukan untuk menghasilkan gelatin tipe B (Base).2.  PH isoelektrik gelatin tipe b adalah 4.

5 .  Proses pembuatan gelatin yang berasal dari tulang dapat dilakukan juga dengan menggunakan cara asam yang lebih sederhana yang akhirnya juga menggeser PH isoelektrik pada sekitar 5. Setelah itu dilakukan proses ekstrasi dan proses lainnya.6.0 . dicuci untuk menghilangkan garam yang terbentuk. Setelah itu bahan dinetralkan dengan asam sampai bebas alkali.

. diameter.  Cangkang kapsul yang sudah jadi akan diperiksa sesuai dengan standar GMP.  Bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna dicampurkan kedalam larutan gelatin sehingga membentuk campuran yang homogen  Bahan dasar ini dimasukkan kedalam mesin pembuatan kapsul untuk dicetak menjadi cangkang kapsul yang siap untuk digunakan. dan tinggi kapsul akan diperiksa untuk memastikan cangkang kapsul siap digunakan pada proses pengisian kapsul. bahan dasar capule berupa gelatine dilarutkan di dalam air panas yang telah di demineralisasi. Selain pemeriksaan itu dimensi kapsul seperti ketebalan. Pembuatan larutan gelatin 25-30%.