Patofisiologi Anemia 2011 February 22 Tags: Anemia, Derajat Anemia Posted by Ilmu Kedokteran Asuhan keperawatan yang diberikan

pada klien dengan anemia adalah sebagai berikut: Pengertian Anemia merupakan keadaan di mama masa eritrosit dan/atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Secara laboratoris, anemia dijabarkan sebagai penurunan kadar hemoglobin serta hitung eritrosit dan hematokrit di bawah normal. Kriteria Anemia Untuk memenuhi definisi anemia, maka perlu ditetapkan batas hemoglobin atau hematokrit yang dianggap sudah terjadi anemia.Batas tersebut sangat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan ketinggian tempat tinggal dari permukaan laut. Batasan yang umum digunakan adalah kriteria WHO pada tahun 1968. Dinyatakan sebagai anemia bila terdapat nilai dengan kriteria sebagai berikut. • Anak usia 6-14 tahun Hb < 12 gr/dl • Anak usia 6 bulan-6 tahun Hb < 11 gr/dl Untuk kriteria anemia di klinik, rumah sakit, atau praktik klinik pada umumnya dinyatakan anemia bila terdapat nilai sebagai berikut. • Hb < 10 gr/dl • Hematokrit < 30% • Eritrosit < 2,8 juta/mm3 Derajat Anemia Derajat anemia ditentukan oleh kadar Hb. Klasifikasi derajat anemia yang umum dipakai adalah sebagai berikut: • Ringan sekali Hb 10 gr/d1-13 gx/dl • Ringan Hb 8 gr/d1-9,9 gr/dl • Sedang Hb 6 gr/d1-7,9 gr/dl • Berat Hb < 6 grid] Prevalensi Untuk angka prevalensi anemia di dunia sangat bervariasi, bergantung pada geografi dan taraf sosial ekonomi masyarakat. Patofisiologi Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum tulang dapat terjadi akibat

Asosiasi radiasi dan leukemia pada manusia jelas didirikan dalam studi korban dan reaktor nuklir Chernobyl bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Penelitian epidemiologis memiliki terkait leukemia dengan tempat kerja paparan bahan kimia. Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi. Anoksia organ target karena berkurangnya jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah ke jaringan. obat-obatan atau radiasi. paparan benzena dan bahan kimia lain dapat menyebabkan leukemia. Pada hewan. Mekanisme kompensasi tubuh terhadap anemia. maka hemoglobin akan muneul dalam plasma. bilirubin yang terbentuk dalam fagosit akan memasuki aliran darah.com/2011/02/22/patofisiologi-anemia/ Patofisiologi Leukemia limfositik akut Penyebab paling semua tidak diketahui.blog. 2. hemoglobin akan berdifusi dalam glomerulus ginjal dan ke dalam urine. SEMUA dikaitkan dengan terpapar radiasi dan bahan kimia pada hewan dan manusia. Secara umum. terutama dalam hati dan limpa.kekurangan nutrisi.news-medical. kanker disebabkan oleh kerusakan DNA yang mengarah ke pertumbuhan selular yang tak terkendali dan menyebar ke seluruh tubuh. http://www. atau mengganggu sinyal kimia yang mengendalikan pertumbuhan. Kerusakan ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti bahan kimia. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis. Pustaka Buku Ajar Asuhan Keperawatan Dgn Gangguan Sistem Hematologi Oleh Wiwik Handayani Sumber: http://artikelkedokteran. tetapi studi ini tidak sebagai konklusif. Kerusakan dapat disebabkan melalui pembentukan fusi gen. meningkatkan sinyal kimia yang menyebabkan pertumbuhan. Sebagai hasil sampingan dari proses tersebut. Lisis sel darah merah terjadi dalam sel fagositik atau dalam sistem retikulo endotelial.aspx . serta dysregulation dari Protoonkogen melalui penjajaran dari itu untuk promotor gen lain. atau akibat penyebab yang tidak diketahui. misalnya gen reseptor sel T. Beberapa bukti menunjukkan bahwa leukemia sekunder dapat mengembangkan di individu yang diperlakukan untuk kanker dengan radiasi dan kemoterapi sebagai akibat dari perawatan yang lainnya. Pada dasarnya gejala anemia timbul karena dua hal berikut: 1.net/health/Acute-Lymphoblastic-Leukemia-Pathophysiology%28Indonesian%29. 14anan toksik. invasi tumor. Apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas hemoglobin plasma.

1995 ). 2003 ). Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain Hiperrtensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita hipertensi. Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 – 104 mmHg. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolic karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik ( Smith Tom. data-data penelitian telah menemukan beberapa factor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg ( Kodim Nasrin. PENYEBAB Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu : ( Lany Gunawan. sedangkan 10 % sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. 2001 ) 1.( Smith Tom. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya 2. Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi b. Ciri perseorangan . Factor tersebut adalah sebagai berikut : a. 1995 ) Menurut WHO.HIPERTENSI Filed under: PATOFIS — Leave a comment 2010/12/04 PENGERTIAN Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg. dan hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih.

suatu vasokonstriktor kuat. pada medulla diotak. stress dan pengaruh lain misalnya merokok. menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) dan ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih ) c.Cirri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ). yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. neuron preganglion melepaskan asetilkolin. yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya. kelenjar adrenal juga terangsang. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal. kegemukan atau makan berlebihan. Perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. minum alcohol. Konsekuensinya. Rennin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II. Pada titik ini. Semua factor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi. 2002 ). prednison. PATOFISIOLOGI Mekanisme yang mengontrol konnstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor. Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ). Individu dengan hipertensi sangat sensitive terhadap norepinefrin. minum obat-obatan ( ephedrine. Untuk pertimbangan gerontology. epineprin ). yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Berbagai factor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhirespon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Pada saat bersamaan dimana system saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis. menyebabkan pelepasan rennin. meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. . aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung ( volume sekuncup ). Medulla adrenal mensekresi epinefrin. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis. yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer ( Brunner & Suddarth. yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah. mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi.

2. Pada thalassemia α. EKG untuk mengetahui hipertropi ventrikel kiri Urinalisa untuk mengetahui protein dalam urin. Tidak ada gejala Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur. pemeriksaan fungsi ginjal terpisah dan penentuan kadar urin. 7. selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. tidak seperti penyakit sel sabit yang menghasilkan mutan spesifik bentuk globin β. Thalasemia menghasilkan kekurangan''''dari globin β α atau. 2. pielogram intravena arteriogram renal.com/2010/12/04/hipertensi/ Thalassemia Patofisiologi Para thalassemia diklasifikasikan menurut yang rantai molekul hemoglobin terpengaruh. Foto dada dan CT scan Sumber: http://patofisiologi. Pemeriksaan : renogram. Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. sedangkan di produksi thalassemia β rantai globin β terpengaruh. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis. 5. Riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh Pemeriksaan retina 3.TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi : ( Edward K Chung. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.wordpress. glukosa 6. darah. . produksi rantai globin α dipengaruhi. 1995 ) 1. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti ginjal dan jantung 4.

diwariskan secara resesif Mendel. ada dua lokus rantai β pengkodean. Delta (δ) talasemia Seperti halnya rantai alpha dan beta hadir dalam hemoglobin sekitar 3% dari hemoglobin dewasa terbuat dari rantai alpha dan delta. mereka ditandai sebagai (β +) jika mereka mengizinkan beberapa formasi rantai β terjadi. mereka mengikat membran sel darah merah. Tingkat keparahan penyakit tergantung pada sifat mutasi. dan pada konsentrasi tinggi mereka membentuk agregat beracun. Yang paling umum ini adalah: • • • Hemoglobin E / talasemia: umum di Kamboja. Rantai β bentuk kelebihan tetramers tidak stabil (disebut Hemoglobin H atau HBH dari 4 rantai beta) yang memiliki oksigen yang abnormal kurva disosiasi. rantai globin α dikodekan oleh dua gen yang terkait erat pada kromosom 16. Thailand. hemoglobin C / talasemia β + menghasilkan penyakit ringan. tetapi juga di Yunani dan Italia. membuat mereka lebih mungkin mengembangkan thalassemia α. dan empat lokus rantai α pengkodean. . tetapi tidak membentuk tetramers: bukan. klinis mirip dengan anemia sel sabit. Jadi pada orang normal dengan dua salinan dari setiap kromosom. Penghapusan salah satu lokus α memiliki prevalensi tinggi pada orang keturunan Afrika atau Asia. juga mewarisi dalam mode resesif autosomal-. Beta (β) thalassemia Beta thalassemia disebabkan oleh mutasi pada gen pada kromosom 11 HBB. hemoglobin C / talasemia β o menyebabkan anemia hemolitik cukup parah dengan splenomegali. Alpha (α) thalassemia Para thalassemia α melibatkan gen HBA1 dan HBA2. menghasilkan kerusakan membran. klinis mirip dengan β thalassemia utama atau thalassemia intermedia. dan bagian dari India. mengakibatkan kelebihan rantai β pada orang dewasa dan kelebihan rantai γ pada bayi baru lahir. α thalassemia mengakibatkan penurunan produksi globin alfa. Dalam kedua kasus ada kelebihan relatif dari rantai α. mutasi dapat terjadi yang mempengaruhi kemampuan gen ini untuk menghasilkan rantai delta. umum di populasi Afrika dan Mediterania. sehingga lebih sedikit alfa-globin rantai diproduksi. thalassemia β yang umum di Afrika. Mutasi dicirikan sebagai (o β) jika mereka mencegah pembentukan rantai β (yang merupakan bentuk yang paling parah Thalasemia beta). Hal ini juga dihubungkan dengan penghapusan kromosom 16p.rantai globin β dikodekan oleh gen tunggal pada kromosom 11. Dalam kombinasi dengan hemoglobinopathies lainnya Thalassemia dapat berdampingan dengan hemoglobinopathies lainnya. Sama seperti dengan talasemia beta. hemoglobin S / talasemia. dengan fitur tambahan splenomegali Hemoglobin C / talasemia: umum di populasi Mediterania dan Afrika.

Kelainan produksi dapat terjadi pada ranta-a (a-thalassemia). hal 535) Anatomi fisiologi Sel darah merah atau eritrosit adalah merupakan cairan bikonkaf yang tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8 m.Konfigurasi ini memungkinkan pertukaran gas yang sangat sempurna. rantai-g (g-thalassemia).Disfungsi jantung c. Menyelam . masing-masing mengandung sebuah atom besi. rantai-d (d-thalassemia). Karenasel itu lunak dan lentur maka dalam perjalanannya melalui mikrosirkulasi konfigurasinya berubah. Stroma bagian luar yang mengandung protein terdiri dari antigen kelompok A dan Bserta faktor Rh yang menentukan golongan darah seseorang. Molekul-molekul Hb terdiri dari 2 pasang rantai polipeptida (globin) dan 4 gugus heme. rantai-b (bthalassemia).http://www. tersusun dari 2 rantai-a dan 2 rantai-b = a2b2). karena adanya hemoglobin abnormal.wordpress.news-medical.aspx PATOFISIOLOGI Molekul globin terdiri atas sepasang rantai-a dan sepasang rantai lain yang menentukan jenis Hb. 1999.com/2007/10/04/thalasemia/ Pendidikan kebersihan lingkunganPendidikan kebersihan lingkungan untuk mengurangi kemungkinan infeksi bakteri/infestasi parasit sebagai penyebeb defisiensi besi karena infeksi dan defisiensi besi merupakan lingkaran (circulus vitiousus ) yang harus diputus. Hb F(< 2% = a2g2) dan HbA2 (< 3% = a2d2). sisanya dalam jumlah besar diendapkan pada membran eritrosit sebagai Heinz bodies dengan akibat eritrosit mudah rusak (ineffective erythropoesis). (Noer Sjaifullah H. http://koaskamar13.net/health/Thalassemia-Pathophysiology-%28Indonesian %29. kekurangan produksi rantai beta menyebabkan kekurangan pembentukan a2b2 (Hb A). yaitu Hb A (merupakan > 96% dari Hb total. kelebihan rantai-a akan berikatan dengan rantai-g yang secara kompensatoir Hb F meningkat.Dataran tinggi f. Pada orang normal terdapat 3 jenis Hb.Anastesi umum e. infeksi b. tebal bagian tepi 2 m pada bagian tengah tebalnya 1 m atau kurang.Disfungsi paru d. Penyebab / etiologi Hal-hal yang dapat menjadi penyebab anemia sel sabit adalah a. maupun kombinasi kelainan rantai-d dan rantai-b (bd-thalassemia).M. Komponen utama sel darah merahadalah protein hemoglobin (Hb) yang mengangkut O2 dan CO2 dan mempertahankan pH normalmelalui serangkaian dapar intrasellular. ASKEP ANEMIA SELSABIT Pengertian Anemia sel sabit adalah sejenis anemia kongenital dimana sel darah merah berbentuk menyerupai sabit. Pada thalassemia-b.

SaudiArabia dan beberapa bagian di India. Trombositopenia dan hepatitis C mungkin saja dapat berhubungan. .5 %. sehingga sel darah merah masih mampu mensintesa kedua rantai beta. beberapa anaknya s bila ada β akanmembawa dua gen abnormal dan mempunyai rantai hemoglobin S. jadi mereka mempunyai hemoglobin A dan S sehingga merekatidak menderita anemia dan tampak sehat.3 – 1. Prevalensi Hb S lebih rendah di dapat juga di daerah Mediteranian. benin dan senegal yang diberi namasesuai daerah asalnya. kanker. Sayang sekali Anda tidak menjabarkan sejak kapan hepatitis C yang Anda alami ini diketahui dan mulai diterapi. Tiap infeksi harus diobati dengan antibiotik yang sesuai. Pembawa sifat diturunkan secara dominan. maka anak akan menderitaanemia sel sabit. infeksi. Hemoglobin S adalah hemoglobin abnormal yang paling banyak didapat. dan defisiensi zat.Insiden Prevalensi gen sel sabit yang tinggi terdapat di bagian tropik yang dapat mencapai hingga 40 %di daerah tertentu.Apabila dua orang dengan trait sel sabit sama menikah.000 mm3).Trail sel sabit hanya mendapat satu gen normal. Patofisiologi Defeknya adalah satu substitusi asam amino pada rantia beta hemoglobin karena hemoglobin Anormal mengandung dua rantai alfa dan dua rantai beta. Penyebab trombositopenia secara garis besar dibagi menjadi 2 : • • kegagalan dari produksi trombosit penghancuran berlebihan dari trombosit Penyebabnya terbagi atas penyakit autoimun. Prognosis / penatalaksanaan Sekitar 60 % pasien anemia sel sabit mendapat serangan nyeri yang berat hampir terusmenerusdan terjadinya anemia sel sabit selain dapat disebabkan karena infeksi dapat juga disebabkanoleh beberapa faktor misalnya perubahan suhu yang ekstrim. efek samping obat. TROMBOSITOPENIA Trombositopenia adalah kondisi dimana trombosit berada pada level yang rendah ( <100. stress fisis atau emosional lebihsering serangan ini terjadi secara mendadak. Transfusi seldarah merah hanya diberikan bila terjadi anemia berat atau krisis aplastik. Dikenal 3 jenis mutasi gen yaitu bantu. Insiden diantara orang Amerika berkulit hitam adalah sekitar 8 % sedangkan status homozigot yang diturunkan secara resesif berkisar antara 0.Orang dewasa dengan anemia sel sabit sebaiknya diimunisasi terhadap pneumonia yangdisebabkan pneumokokus. maka terdapat dua gen untuk sintesa tiaprantai.

Hal ini sebaiknya Anda diskusikan lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam subbagian Hepatologi. Penelitian membuktikan bahwa prevalensi trombositopenia meningkat sebanyak 9 kali pada mereka dengan penyakit hati kronik. maka terapi yang dilakukan adalah terapi untuk mengendalikan penyakit hepatitis guna mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Selain itu. dan yang kedua. penyakit hati kronik dapat meningkatkan platelet turn-over atau penghancuran platelet berkaitan dengan hipersplenisme atau pembesaran dari limpa sebagai tempat penghancuran sel darah.000 mm3 karena dapat menyebabkan perdarahan organ dalam. atau kerusakan hati lainnya dapat mengurangi produksi trombopoetin ini dan berujung pada gangguan pembentukan sel darah. Beberapa penelitian menghubungkan antara infeksi VHC dengan kejadian trombositopenia. kemungkinan trombosit Anda menurun karena infeksi Hepatitis C yang Anda miliki sehingga tidak berhubungan dengan jambu biji. umumnya akan diobservasi namun beriringan dengan dilakukannya terapi hepatitis C. Fibrosis hepar. . Penelitian yang berjudul Implications from a Survey of a Community with Hyperendemic HCV Infection dan dipublikasikan oleh Clinical Infectious Diseases tahun 2004 menyebutkan bahwa orang yang berusia > 65 tahun dan memiliki penyakit hari kronik berpotensi 4 kali lipat untuk mengalami trombositopenia dibandingkan mereka yang berusia lebih muda. Yang sangat perlu diwaspadai adalah kondisi dimana trombosit berada di bawah nilai 10. Pada nilai trombosit masih diatas 50. Meminum jambu biji. Namun perlu diwaspadai bahwa trombositopenia pada hepatitis C berjalan seiringan dengan keganasan penyakit. Patofisiologi trombositopenia di dalam infeksi Hepatitis C memang sangat kompleks. angkak.Virus Hepatitis C (VHC) adalah salah satu penyebab penyakit hati kronik terbesar di dunia. sirosis. Apabila trombositopenia yang Anda alami memang terbukti berhubungan dengan hepatitis C. dan lainnya tersebut tidak akan menaikkan trombosit karena yang pertama adalah zat tersebut belum ada penelitian yang mampu membuktikan dapat meningkatkan trombosit. Trombositopenia dapat menggambarkan progresifitas dari penyakit. dan fibrosis hati. dll tersebut.000 mm3. kejadian sirosis hati. Hal ini disebabkan karena hepar atau hati adalah salah satu sumber trombopoetin yang berfungsi untuk merangsang produksi sel darah di sumsum tulang.

Penyuluhan sebelum memilih teman hidupadalah penting untuk mencegah keturunan yang homozigot dan mengurangi kemungkinanheterozigot.Pada kehamilan usahakan agar Hb berkisar sekitar 10 – 12 g/dl pada trimester ketiga. . Kadar Hb perlu dinaikkan hingga 12 – 14 g/dl sebelum operasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful