P. 1
Terapi sulih hormon

Terapi sulih hormon

|Views: 300|Likes:
Published by Galih Satrio S

More info:

Published by: Galih Satrio S on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

Terapi sulih hormon (hormone replacement therapy-HRT) baik berupa estrogen saja maupun kombinasi estrogen dan

progesteron, merupakan jenis obat yang paling banyak diresepkan bagi wanita pascamenopause di negara-negara industri maju. Kebanyakan wanita menggunakannya untuk mengatasi gejala menopause. Namun demikian, publikasi tentang kemampuan sulih hormon untuk mencegah terjadinya penyakit kronik seperti osteoporosis, penyakit jantung koroner (PJK), penyakit Alzheimer dan kanker kolorektal juga memberikan kontribusi dalam peningkatan penggunaan sulih hormon di seluruh dunia dalam dekade terakhir. Efek protektif dari terapi sulih hormon ini hanya terbukti pada masa tulang dan kolorektal, sedangkan terhadap keadaan lain hingga kini masih kontroversial. Survei terbaru mengenai pemakaian sulih hormon di Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan 40-55% dan 60% wanita pascamenopause menggunakannya dengan tingkat pemakaian yang lebih tinggi pada wanita yang telah menjalani histerektomi. Penggunaan sulih hormon di negara-negara Asia khususnya Indonesia masih terbatas. Berbeda dengan negara barat, keluhan yang lebih sedikit dan penerimaan masyarakat terhadap menopause, faktor pendidikan, sosial dan ekonomi mempengaruhi jumlah pemakaian sulih hormon di wilayah ini. Didapatkan estimasi sebanyak 1,2% wanita pascamenopause mendapatkan sulih hormon pada suatu studi pemakaian sulih hormon di Jepang. Sensus memperkirakan jumlah wanita pascamenopause di dunia sekitar 476 juta jiwa pada tahun 1990. Setidaknya pada tahun 2030 jumlah ini akan bertambah menjadi 1.200 juta jiwa. Hal ini dipengaruhi antara lain oleh pertumbuhan penduduk dan meningkatnya usia harapan hidup secara perlahan dan progresif. Dengan usia harapan hidup rata-rata lebih dari 78-80 tahun dan usia menopause relatif stabil yaitu pada usia 50-51 tahun, wanita akan menghabiskan lebih dari sepertiga hidupnya dalam masa menopause. Sehingga terdapat kemungkinan untuk mengalami berbagai penyakit kronik selama hidupnya yang diperkirakan 46% untuk PJK, 20% untuk stroke, 15% untuk fraktur panggul, 10% untuk kanker payudara, dan 2.6% untuk kanker endometrium. Di Amerika Utara, sebanyak 7-8% orang berusia 75-84 tahun terkena demensia tipe Alzheimer dan wanita pascamenopause memiliki risiko 1.4-3 kali lipat untuk penyakit Alzheimer dibandingkan laki-laki, sedangkan risiko untuk terkena kanker kolorektal adalah sekitar 6% di mana lebih dari 90% kasus terjadi setelah usia 50 tahun. Mortalitas dan morbiditas yang terjadi pada kasus ini dilaporkan berhubungan dengan patofisiologi penyakit yang didasari oleh rendahnya kadar estrogen dan progesteron tubuh. Berdasarkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah wanita pascamenopause pada dekade mendatang, kemungkinan tingkat morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kronis yang dialami pada masa itu akan meningkat pula. Sementara, selain untuk menghilangkan gejala menopause, terapi sulih hormon sudah digunakan untuk pencegahan penyakit kardiovaskular dan osteoporosis pada wanita pascamenopause. Penggunaannya didasarkan pada studi evidence-based terdahulu yang melaporkan terapi sulih hormon terbukti bermanfaat untuk mencegah osteoporosis dan mengurangi keluhan vasomotor dan urogenital.

9 tahun. Pembahasan tentang pemakaian terapi sulih hormon pada wanita menopause di tingkat regional Asia Tenggara telah dilakukan pada tahun 1997 dengan hasil konsensus penggunaannya dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian pada masing-masing pasien. risiko pemakaian terapi sulih hormon baik untuk pencegahan primer dan sekunder berbagai penyakit kronik terkait menopause. Data yang didapatkan dari daerah Asia Tenggara juga menunjukkan fenomena serupa. secara keseluruhan melebihi manfaat yang didapatkan. Pemberian hormon ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya osteoporosis dan mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung iskemik. Permasalahan Terdapat kecenderungan peningkatan jumlah wanita yang mengalami menopause setiap tahunnya yang berdampak pada peningkatan masalah kesehatan sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas wanita pascamenopause. gaya hidup dan kultur antara wanita negara Barat dengan wanita Asia menyebabkan perlu dilakukan peninjauan kembali mengenai pemakaian terapi sulih hormon di Indonesia baik yang mencakup indikasi. laporan tahun 1990 menyebutkan usia 50 tahun. MENOPAUSE Pada tahun 1990. Umur menopause wanita di negara barat seperti Amerika Serikat dan United Kingdom adalah 51. Untuk Indonesia sendiri. Untuk negara Asia. ternyata didapatkan nilai yang tidak jauh berbeda. stroke dan kanker payudara pada pemakaian terapi sulih hormon dalam jangka waktu tertentu. Perbedaan demografi. Diperkirakan jumlah wanita menopause pada tahun 2030 sebanyak 1. Pemberian hormon pada wanita menopause bertujuan untuk mengembalikan keadaan hormonal . sehingga dibutuhkan peninjauan ulang penggunaannya pada wanita pascamenopause.09 tahun. Tata laksana menyeluruh untuk permasalahan ini sangat diperlukan. Sebuah studi yang dilakukan pada 7 negara Asia Tenggara memperlihatkan usia median terjadinya menopause yaitu 51. 40% di antaranya berada di negara industri.200 juta dengan distribusi di negara berkembang sebesar 76%. TERAPI SULIH HORMON Banyak wanita menopause yang mendapatkan terapi hormon estrogen saja atau estrogen dan progesteron untuk mengatasi gejala yang menyertai menopause. dosis dan keamanannya. menyebutkan bahwa menopause terjadi pada usia 50.7 tahun. termasuk di dalamnya penggunaan terapi sulih hormon. Penelitian mengenai penggunaan terapi sulih hormon umumnya dilakukan pada wanita ras kaukasia. Cina dan India. populasi wanita menopause di seluruh dunia dilaporkan mencapai jumlah 476 juta jiwa.4 dan 50. Dalam forum tersebut direkomendasikan untuk dilakukan penelitian tingkat regional yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan wanita menopause di kawasan Asia Tenggara. Pada imbang manfaat-risiko yang dilaporkan. Studi yang diadakan di Malaysia terhadap 3 jenis etnik yaitu Melayu.Pernyataan terakhir yang dikeluarkan oleh Women’s Health Initiative (WHI) dan The Heart and Estrogen/Progestin Replacement Trial (HERS) menyebutkan bahwa terdapat peningkatan risiko untuk PJK. ras. jenis.

sebagai berikut: 1. didapatkan estimasi sebanyak 1. Terapi berlangsung jangka pendek. untuk menggantikan produksi estrogen oleh ovarium. progesteron atau keduanya) pada wanita pascamenopause atau wanita yang ovariumnya telah diangkat. Penggunaan sulih hormon di Indonesia masih sangat terbatas. untuk mencegah efek patologis dari penurunan produksi estrogen.2% wanita berusia 4564 tahun mendapatkan terapi sulih hormon. Kehamilan 2.seperti pada saat premenopause. faktor pendidikan. Perdarahan genital yang belum diketahui penyebabnya 3. terapi sulih hormon diberikan hanya pada pasien menopause dengan keluhan terkait defisiensi estrogen yang mengganggu atau adanya ancaman osteoporosis dengan lama pemberian maksimal 5 tahun. b. selama 6-9 bulan. sosial. Epidemiologi Survey yang diadakan pada tahun 1995 pada wanita pascamenopause yang berusia antara 50-75 tahun melaporkan hampir 38% memakai terapi sulih hormon. Kontra Indikasi The American College of Obstetrics and Gynaecologists menetapkan kontra indikasi penggunaan terapi sulih hormon. Definisi Hormone replacement therapy atau yang diterjemahkan sebagai terapi sulih hormon didefinisikan sebagai : a. Berbeda dengan negara barat. Jepang telah mengadakan sebuah studi untuk mengetahui pemakaian sulih hormon di kalangan wanita pascamenopause. Penyakit trombosis vaskular 5. Penyakit hepar akut maupun kronik 4. Indikasi Berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh North American Menopause Society (NAMS). c. namun hingga kini tidak ada preparat sulih hormon yang dapat menyamai pola sekresi hormon pada wanita premenopause. ekonomi mempengaruhi jumlah pemakaian sulih hormon di Indonesia khususnya dan negara Asia umumnya. Pasien menolak terapi . Di Indonesia. indikasi primer pemberian terapi sulih hormon adalah adanya keluhan menopause seperti gejala vasomotor berupa hot flush dan gejala urogenital. keluhan yang lebih sedikit dan penerimaan masyarakat terhadap menopause. Terapi menggunakan estrogen atau estrogen dan atau progesteron yang diberikan pada wanita pascamenopause atau wanita yang menjalani ovarektomi. Pemberian hormon (estrogen. Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek defisiensi hormon. Survei terbaru mengenai pemakaian sulih hormon di Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan 40-55% dan 60% wanita pascamenopause menggunakannya dengan tingkat pemakaian yang lebih tinggi pada wanita yang telah menjalani histerektomi.

Untuk wanita yang tidak menjalani histerektomi. Riwayat tromboemboli 3. a. yang hanya mengandung estrogen Sediaan ini bermanfaat bagi wanita yang telah menjalani histerektomi. Bentuk Sediaan Terapi sulih hormon paling banyak diberikan per oral. yang mengandung kombinasi antara estrogen dan progesteron. Kombinasi sekuensial: estrogen diberikan kontinyu.Kontra indikasi relatif 1. Gangguan kandung empedu 5. Sediaan ini tepat diberikan pada perempuan pascamenopause. Hipertrigliseridemia 2. Lebih sesuai diberikan pada perempuan pada usia pra atau perimenopause yang masih menginginkan siklus haid. Pemberian secara Oral Estradiol valerat sangat cepat dihidrolisa oleh usus dan dimetabolisme oleh hepar. 1. riwayat tromboemboli vena dan penyakit hati akut. Kadar maksimum tercapai dalam 6-8 jam dan lambat laun akan turun. Kadarnya . Beberapa Cara Pemberian Terapi Sulih Hormon Sulih hormon dapat berisi estrogen saja atau kombinasi dengan progesteron. b. kanker endometrium. Informed consent mengenai untung rugi penggunaan terapi sulih hormon 4. Namun. umumnya diberikan kombinasi dengan progesteron untuk mengurangi risiko terjadinya keganasan pada uterus. Cara ini akan menimbulkan amenorea. a. masih banyak lagi metode pemberiannya. Migrain 6. Diagnosis pasti menopause 2. Pilihan sediaan yang digunakan bergantung pada riwayat histerektomi. Estrogen dan progesteron diberikan bersamaan secara kontinyu tanpa terputus. Estrogen diberikan setiap hari tanpa terputus. 2. Sediaan II. Sediaan I. dengan progesteron diberikan secara sekuensial hanya untuk 10-14 hari (12-14 hari) setiap siklus dengan tujuan mencegah terjadinya hiperplasia endometrium. Penilaian kontra indikasi mutlak dan relatif 3. Riwayat keganasan payudara dalam keluarga 4. meliputi tekanan darah dan pemeriksaan payudara dan pelvik 5. yaitu karsinoma payudara. Pada 3-6 bulan pertama dapat saja terjadi perdarahan bercak. Pemeriksaan fisik. Mioma uteri Pemeriksaan yang harus dipenuhi sebelum pemberian terapi sulih hormon: 1. Pemeriksaan sitologi serviks dan mamografi harus memberi hasil negatif The Hong Kong College of Obstreticians and Gynaecologists menyebutkan beberapa kontra indikasi absolut terapi sulih hormon.

CEE merupakan campuran yang terdiri dari estron (50%) dan ekuilin (25%). Untuk . sehingga 24 jam setelah penggunaan kadarnya masih cukup tinggi. sebaiknya estrogen dikonsumsi setelah makan atau pada saat perut tidak kosong. tanpa melalui metabolisme. Sediaan Kombinasi Estrogen dan Progesteron Pemberian estrogen saja dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperplasia bahkan karsinoma endometrium. Meskipun estron merupakan estrogen yang lemah. and 17α-dihidroekuilenin dalam bentuk ester sulfat. sehingga mengurangi hidrolisa di usus. Struktur sediaan ini memperbesar permukaan dan mempercepat proses absorpsi. Estrogen Transdermal Terdapat 3 cara pemberian estradiol transdermal. sehingga meningkatkan konsentrasi serum estron. Di Amerika Serikat. Di Eropa. sulih hormon yang paling banyak diberikan adalah estrogen saja. 17 α-estradiol. maka wanita yang menggunakan terapi sulih hormon dan tidak menjalani histerektomi diberi progesteron sebagai tambahan. yaitu plester reservoir. dalam pengobatan dengan obat anti diabetes (OAD) dan riwayat operasi batu empedu. ekuilenin. plester matriks dan gel. ditambah dengan 17-hidroksiekuilin. Estrogen ekuin konjugasi (CEE) merupakan sediaan estrogen yang paling banyak digunakan di AS. Hal ini diatasi dengan micronized estrogen. Pemberian estradiol langsung ke dalam sirkulasi juga dapat melalui pesarium atau gel vagina. Resorbsi melalui dinding vagina sangat baik. estron dan estriol. Estradiol dapat pula diberikan dalam bentuk implan subkutan yang dapat bertahan selama beberapa bulan. Kadar estradiol serum sangat berbeda pada setiap orang. b. namun tingkat penurunan estradiol serum sangat bervariasi dan beberapa wanita mengalami gejala vasomotor meskipun dengan konsentrasi supranormal. namun karena adanya keseimbangan reversible dengan estradiol sehingga dapat bekerja menggantikan estrogen ovarium pada pascamenopause. Estradiol yang diberikan melalui transdermal terdiri dari hormon dalam solusio alkohol yang diabsorbsi ke dalam sirkulasi secara konstan selama 34 hari.tidak akan turun secara tajam. Estradiol oral akan dimetabolisme menjadi estron di mukosa intestinal dan hepar. Estrogen dapat secara parenteral untuk menghindari first-pass effect di hepar. Kadang-kadang pada pasien tertentu tidak dapat dicapai konsentrasi serum yang cukup sehingga untuk memperoleh konsentrasi yang memadai diperlukan estradiol dosis tinggi. Agar kadar hormon dalam serum bertahan cukup lama. namun pemberian dosis tinggi akan meningkatkan efek samping. Bentuk ketiga dari estrogen alami yaitu estriol tidak diubah menjadi estradiol dan hanya memiliki sedikit aktivitas biologis. pemberian implan tidak boleh diulang hingga konsentrasi estradiol serum sama dengan konsentrasi pada fase midfolikular siklus menstruasi. Pemberian secara transdermal sangat dianjurkan bagi wanita menopause yang memiliki tekanan darah tinggi. sehingga konsentrasi dalam darah bisa sangat tinggi. sediaan estrogen yang banyak digunakan adalah estradiol valerat dan kombinasi estradiol. Hanya 1-2% dari seluruh estriol per oral yang dapat mencapai sirkulasi. Oleh karena itu.

b) Progestogen. estrogen ekuin konjugasi (CEE). 3. Estrogen kontinyu dan progestogen siklik untuk melindungi endometrium dan menimbulkan perdarahan withdrawal teratur. . linesterenol. 2. progestogen diberikan sesuai dengan siklus. selain itu juga sebuah laporan kasus menyebutkan bahwa progesteron menimbulkan efek hipnotik sedatif. didrogesteron. didrogesteron. estropipat. Menurut National Health and Medical Research Council (NHMRC) Australia.625 mg tiap hari atau tiap 2 hari) dan ditingkatkan secara progresif dalam 1-3 bulan untuk mencapai dosis optimal. e) Sediaan yang bersifat estrogen. derivat C-21 pregnane seperti medroksiprogesteron asetat. Perimenopause 1. Tiga derivat 19nortestosteron dengan efek androgenik yang dapat diabaikan yaitu desogestrel. c) Sediaan kombinasi estrogen dan progestogen sekuensial seperti 2 mg estradiol valerat + 10 mg MPA. diberi kombinasi estrogen-progestogen (MPA 5 mg/hari atau noretisteron asetat 1mg/hari) kontinyu untuk mencapai keadaan amenorea. Sediaan sama dengan perimenopause 2. Wanita yang memulai terapi sulih hormon sistemik pertama kali lebih dari 5 tahun setelah menopause. Wanita dengan siklus yang relatif masih teratur tetapi mempunyai gejala. estradiol valerat dan estriol.keperluan ini digunakan progestogen sintetik. Wanita yang telah menopause sekurangnya selama 2 tahun. g) Sediaan estrogen dalam bentuk krim vagina yang berisi estriol. terapi awal diberikan dengan dosis yang sangat rendah (tablet estron sulfat 0. Progestogen memiliki aktivitas androgenik. yaitu tibolon f) Sediaan plester maupun krim yang berisi estrogen berupa 17β estradiol. sebab progesteron sangat sulit diabsorpsi meskipun diberikan dalam bentuk mikro. atau setengah tablet 0.25 mg). noretisteron. Pascamenopause 1. Progestogen yang paling sering digunakan MPA (10 mg) dan noretisteron (0. progesteron dan androgen sekaligus. Sediaan sulih hormon yang terdapat di Indonesia adalah: a) Estrogen.71. b. 2 mg estradiol valerat + 1 mg siproteron asetat. medrogeston dan megestrol asetat merupakan androgen yang sangat lemah. Sebaliknya. digunakan selama 10-14 hari pertama setiap bulan sesuai kalender. 3. seperti medroksi progesteron asetat (MPA). 1-2 mg 17β estradiol + 1 mg noretisteron asetat. dalam bentuk 17β estradiol.3 mg. norgestimate dan gestodene belakangan ini mulai digunakan sebagai kombinasi kontrasepsi oral dan sulih hormon. d) Sediaan kombinasi estrogen dan progestogen kontinyu seperti 2 mg 17β estradiol + 1 mg noretisteron asetat. sediaan terapi sulih hormon yang diberikan bergantung pada keadaan berikut: a. terutama derivat 19-nortestosteron seperti norgestrel dan norethindron (noretisteron).

mual. 3.25-2. Keluhan-keluhan ini menghilang sendiri dalam beberapa bulan atau dengan mengganti jenis dan dosis sulih hormon. Hal ini ditentukan berdasarkan aspek keamanan penggunaan terapi sulih hormon jangka panjang. 2. Menopause prematur 1. sulih hormon dapat menimbulkan efek samping. Kenaikan tekanan darah dapat terjadi. Dapat digunakan kombinasi kontrasepsi oral dosis rendah sampai usia 45-50 tahun (atau sampai 35 tahun pada wanita perokok). Mengacu pada hasil penelitian terbaru dari WHI. Untuk perlindungan terhadap tulang dan menghindari atrofi urogenital. Penggunaan progestin kontinyu dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak dapat diprediksi polanya. estradiol oral 2 mg dan transdermal 50 ug. Pada pemakaian . Efek samping terkait estrogen berupa mastalgia (nyeri pada payudara). Perdarahan vagina merupakan keluhan yang sering ditemui dan meresahkan pasien. dengan atau tanpa spotting selama beberapa bulan. c. Dosis estrogen yang efektif dalam mencegah kehilangan masa tulang pada sebagian besar wanita adalah CEE dan estron sulfat 0.4. Menurut NHMRC lamanya pemberian terapi sulih hormon adalah sebagai berikut: 1. sakit kepala dan mastalgia. Sedangkan efek samping terkait progestin antara lain retensi cairan. Untuk penatalaksanaan gejolak panas. gangguan mood dan gejala seperti gejala pramenstrual. Dapat digunakan terapi sulih hormon konvensional pada usia berapapun. Perlu untuk menginformasikan kepada pasien bahwa mastalgia tidak berkaitan dengan kanker payudara. kemudian diganti ke sediaan terapi sulih hormon standar. Lama Penggunaan The Hong Kong College of Obstreticians and Gynaecologists dalam panduannya menyatakan tidak ada aturan mengenai lama penggunaan terapi sulih hormon. 2. Efek Samping Terapi Sulih Hormon Seperti semua obat lainnya. kram pada tungkai dan sakit kepala. pemberian terapi sulih hormon sistemik selama 1 tahun dan kemudian dihentikan total secara berangsur-angsur (dalam periode 1-3 bulan) dapat efektif. estradiol transdermal 100-200 ug). lama pemakaian terapi sulih hormon di Indonesia maksimal 5 tahun. namun sangat jarang. kembung. Setelah penghentian terapi masih terdapat manfaat untuk perlindungan terhadap tulang dan koroner. Sebanyak 5-20% dari wanita ini bisa pernah mengalami amenorea dan mungkin beralih ke terapi hormon siklik yang memberikan pola perdarahan yang lebih dapat diprediksi. retensi cairan. tetapi menghilang bertahap setelah beberapa tahun.5 mg tiap hari. pemakaian jangka lama diindikasikan tetapi lamanya waktu yang optimal tidak diterangkan dengan jelas. tetapi berdasarkan hasil studi WHI disarankan agar berhati-hati bila meresepkan terapi sulih hormon jangka panjang. tetapi dosis estrogen yang digunakan lebih tinggi daripada wanita yang lebih tua (contoh CEE 1. kulit berminyak dan jerawat.625 mg.

sekalipun pada wanita yang telah amenorea selama beberapa waktu. Peningkatan dosis estrogen dapat dilakukan selama evaluasi dalam batas normal.plester dapat terjadi iritasi kulit. penatalaksanaan perdarahan tidak teratur pada penggunaan terapi sulih hormon adalah sebagai berikut: a) Wanita yang menggunakan terapi sulih hormon kombinasi siklik Beberapa wanita dapat mengalami amenorea pada penggunaan sediaan ini dan biopsi tidak diperlukan. Spotting dan perdarahan iregular dapat menetap sampai beberapa bulan setelah pindah dari terapi hormon siklik ke kontinyu. Sedangkan pada wanita yang telah mengalami amenorea beberapa tahun. Nafsu makan memang meningkat. perdarahan setiap 3-4 bulan masih cukup untuk mencegah terjadinya hiperplasia endometrium. Perdarahan vagina Tidak ada kriteria universal yang digunakan untuk mendefinisikan perdarahan abnormal dan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. mengganti ke terapi hormon kontinyu dapat membantu. Tata Laksana Efek Samping a. Pilihan lain adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yang mensekresikan levonorgestrel daripada progesteron oral. Perdarahan muncul di sekitar penghentian pemberian progestogen. Wanita dengan terapi hormon siklik Perdarahan normal dapat terjadi pada akhir fase progestogen pada siklus. 2. namun diperkirakan akibat wanita tersebut merasa sehat dan nyaman. Perlu diingat bahwa 45% wanita mengalami kenaikan berat badan pada usia 50-60 tahun meskipun mereka tidak mendapatkan terapi sulih hormon. Banyak orang berpendapat bahwa pemakaian terapi sulih hormon dapat menyebabkan penambahan berat badan namun berbagai penelitian tidak membuktikan adanya hubungan antara sulih hormon dengan kenaikan berat badan permanen. Wanita dengan terapi hormon kontinyu Evaluasi setiap perdarahan yang terjadi setelah 6 bulan amenorea atau yang bertahan setelah 6 bulan penggunaan terapi hormon. Kriteria berikut ini dapat digunakan bagi klinisi untuk tetap waspada dan meminimalkan tindakan biopsi endometrium yang tidak perlu. dosis progestogen dapat dinaikkan jika masih dapat ditoleransi. Evaluasi setiap perubahan signifikan terhadap pola normal ini atau adanya perdarahan pada waktu lain. Jika dari biopsi endometrium memperlihatkan aktivitas proliferasi persisten selama fase progestogen. Perdarahan ini umumnya akan membaik dengan penambahan dosis progestogen. Jika perdarahan muncul di luar waktu tersebut atau tetap tidak . namun tidak pada perut. Pemberian terapi sulih hormon mempengaruhi distribusi lemak. 1. Perdarahan yang terjadi pada wanita lebih muda biasanya berhenti setelah fungsi ovarium berhenti total. Namun. Banyak wanita pada akhirnya kembali menggunakan terapi hormon siklik untuk mendapatkan pola perdarahan yang lebih teratur. Menurut pedoman dari The Hong Kong College of Obstreticians and Gynaecologists. terutama pada panggul dan paha. perdarahan tidak harus selalu terjadi setiap bulan.

juga meminimalkan frekuensi efek samping. dilakukan biopsi endometrium. Efek samping progestogenik Retensi cairan dan sakit kepala yang tidak membaik dengan modifikasi dosis progestogen. Beberapa wanita mengalami mastalgia dan retensi cairan segera setelah memulai terapi hormon dan gejala ini dapat memberikan keluhan subjektif berupa penambahan berat badan. Efek samping estrogenic Retensi cairan dan sakit kepala berkaitan dengan baik estrogen dan progestogen.teratur. MPA adalah yang paling sering digunakan. dengan absorbsi sistemik yang lebih konstan bila dibandingkan dengan terapi hormon siklik. namun agen lain seperti micronized progesterone (Prometrium) dapat ditoleransi lebih baik. Edukasi penting untuk membantu pasien menghadapi keluhan ini. Alat kontrasepsi dalam rahim yang mensekresikan levonorgestrel dan supositoria vagina yang mengandung progesteron diabsorbsi sangat minimum secara sistemik. dan gejala seperti premenstruasi jika penyesuaian terhadap dua komponen di atas tidak efektif. d. e. dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan mastalgia. pertimbangkan untuk memodifikasi komponen estrogen. Terapi hormon kontinyu. . Idealnya. Penggantian ke estrogen transdermal dapat mengurangi mual. modifikasi progestogen terlebih dahulu biasanya merupakan strategi yang lebih baik. Selain itu. bahwa walaupun terdapat perubahan distribusi lemak tubuh. Sakit kepala Keluhan ini dapat berkurang dengan menurunkan dosis estrogen atau mengganti sediaan dari oral ke transdermal. wanita yang menggunakan sediaan ini mengalami amenorea dalam 4 bulan setelah penghentian terapi. Keluhan ini akan membaik setelah beberapa bulan. b) Wanita yang menggunakan terapi sulih hormon kombinasi kontinyu. Bila amenorea muncul lebih awal dan diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur. penimbangan berat badan pada setiap kunjungan dapat meyakinkan pasien. Penambahan berat badan Pada masa klimakterik. Perdarahan bercak muncul pada beberapa bulan di awal penggunaan terapi. atau dengan menyesuaikan dosis progestogen jika gejala terjadi secara siklik. kebanyakan wanita mengalami penambahan berat badan dan peningkatan proporsi lemak pada sentral abdomen. namun berat badan mereka tetap relatif stabil. sakit kepala. direkomendasikan untuk dilakukan biopsi endomerium. b. namun tetap memberikan perlindungan optimal terhadap endometrium. Hal ini tidak berkaitan dengan terapi hormon. Tetapi belum diketahui apakah sediaan ini menyediakan perlindungan terhadap endometrium sebaik terapi hormon standar yang diberikan setiap bulan. c. Menggunakan progestogen siklik selama 14 hari penuh tetapi hanya setiap 3 bulan. Mastalgia membaik dengan menurunkan dosis estrogen.

Lumbar spine absorptiometry (DXA) merupakan teknik yang lebih disukai. Pada setiap kunjungan • Urinalisis • Tekanan darah 3. Pemeriksaan setiap tahun a) Tekanan darah b) Pemeriksaan payudara c) Mamogram (tiap tahun mulai dari umur 40 tahun bila terdapat riwayat kanker payudara dalam keluarga yang menempatkan wanita tersebut pada faktor risiko sedang atau potensial tinggi untuk menderita kanker payudara) d) Pemeriksaan abdomen dan pelvis 2. TSH. Pada kunjungan pertama • FSH/LH/E2 untuk memastikan menopause (bila gambaran klinis atipikal). Kepatuhan terhadap terapi. liver function test (LFT). LFT • Glukosa puasa • Mammografi 4. Setiap 2 tahun • Pemeriksaan fisik • Profil lipid. NHMRC dalam rekomendasinya menyatakan pemeriksaan pada wanita yang menggunakan terapi sulih hormon penting dan harus meliputi: 1. efek samping (bila ada) dan pola perdarahan pada terapi kombinasi harus dicatat pada setiap kunjungan. bone biochemistry. b) Pap smear (tiap 2 tahun atau menurut guideline NHMRC) 3. tetapi masih belum ada kesepakatan menyeluruh mana dari jenis pemeriksaan tersebut yang esensial. meskipun quantitative CT of the spine (QCT) dan photon . kontrol gejala. Atas indikasi • Densitas mineral tulang. 1. Pemeriksaan pilihan (optional checks). bergantung pada riwayat: a) Bone densitometry: Diindikasikan bila dapat membantu dalam mengambil keputusan untuk memulai atau meneruskan terapi sulih hormon dan pada keadaan spesifik lain.Monitoring The Hong Kong College of Obstreticians and Gynaecologists dalam panduannya menyatakan pemeriksaan berikut sering dilakukan. Pemeriksaan Pap smears harus dilakukan secara rutin pada semua wanita yang memiliki uterus. Interpretasi mamogram harus dilakukan secara hati-hati karena sensitivitas mamografi dalam mendeteksi kanker payudara sedikit lebih rendah pada pengguna terapi sulih hormon dibanding pada wanita yang tidak menggunakan. Pemeriksaan setiap 2 tahun a) Mamogram (tiap 2 tahun dari usia 50 tahun bila tidak ada individu atau riwayat kanker payudara dalam keluarga). • Mammografi 2. • Profil lipid. Wanita yang menggunakan terapi sulih hormon juga dianjurkan untuk waspada terhadap setiap perubahan pada payudaranya.

kadangkadang retensi cairan atau penambahan berat badan). Masalah yang harus diperhatikan : a) Under-dosage (kegagalan mengontrol secara adekuat semua gejala atau untuk memberikan dosis yang adekuat untuk mencegah kehilangan masa tulang).absorptiometry dari lengan bawah atau tumit juga memberikan informasi yang berguna. Pada keadaan ini dilakukan penurunan dosis sementara. contohnya setelah histerektomi. Di samping itu juga penting untuk memantau kepatuhan terhadap terapi karena banyak wanita yang sulit untuk patuh pada sediaan terapi sulih hormon jangka panjang. c) Perdarahan abnormal (pemeriksaan endometrium dilakukan bila perdarahan memanjang. pelvic congestive ache. Biasanya direkomendasikan kunjungan kontrol pertama 1-2 bulan setelah memulai terapi sulih hormon dan kedua pada bulan ke 6. berulang atau berat). b) Efek samping (seperti breast tenderness. HDL dan trigliserida c) FSH: bila diagnosis menopause masih diragukan. Testosteron Pengobatan Rute administrasi . b) Lipid: total kolesterol.

Seperti-bijaksana. Contohnya termasuk ketidaksuburan. oral. namun berdasarkan pada rata-rata kelompok uji yang mencakup laki-laki tua dengan kadar testosteron . laki-laki kadar testosteron total di bawah 300 ng / dL dari sampel serum pagi umumnya dianggap rendah. bukal. "total" (termasuk persentase yang secara kimia terikat dan tidak tersedia). Testosteron sangat mengurangi resistensi insulin. pembesaran penis. Wanita di terapi testosteron dapat mengalami peningkatan''''berat badan tanpa peningkatan lemak tubuh karena perubahan di tulang dan kepadatan otot. dan bahkan rangsangan nafsu makan. biologis dan tidak terikat) atau lebih umum. sebagaimana dengan setiap. Wanita juga dapat menggunakan terapi testosteron untuk mengobati atau mencegah hilangnya kepadatan tulang. wanita transeksual kadang-kadang diresepkan anti-androgen untuk menurunkan tingkat testosteron dalam tubuh dan memungkinkan efek estrogen untuk dikembangkan. Pada akhir 1940-an testosteron sedang disebut-sebut sebagai anti-penuaan heran obat (misalnya.) Testosteron dapat diukur sebagai "bebas" (yaitu. dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendefinisikan risiko tersebut lebih jelas. dengan keberhasilan variabel namun tingkat yang lebih tinggi efek samping atau masalah. Di Amerika Serikat. dengan "target level" tingkat testosteron normal laki-laki. selama bertahun-tahun. kurangnya libido atau disfungsi ereksi. dan transdermal krim atau gel. patch transdermal kulit. Untuk mengambil keuntungan dari efek virilizing. (Saat ini tidak ada standar untuk kapan harus memperlakukan wanita. sehingga dapat digunakan sebagai obat antidiabetes melitus. Namun. digunakan sesuai untuk tujuan ini adalah terapi penggantian hormon yang sah (terapi penggantian testosteron yang mempertahankan kadar serum testosteron dalam batas normal. patch Testosteron yang efektif untuk mengobati libido yang rendah pada wanita pascamenopause. osteoporosis. libido rendah juga dapat terjadi sebagai gejala atau hasil dari penggunaan kontrasepsi hormonal. lihat Paul de Kruif's''The Male''Hormon). efek yang tidak diinginkan Sebagian besar terapi testosteron pada wanita dapat dikendalikan oleh strategi pengurangan rambut. Namun angka-angka ini biasanya tidak disesuaikan menurut umur. dll Ada risiko teoritis bahwa terapi testosteron dapat meningkatkan risiko kanker payudara atau ginekologi. massa otot dan untuk mengobati beberapa jenis depresi dan keadaan energi rendah. Bentuk testosteron untuk administrasi manusia saat ini tersedia meliputi suntik (seperti testosteron enanthate atau cypionate testosterone dalam minyak). Dalam pipa adalah "roll on" metode dan semprot hidung. American Association of Clinical ahli endokrin mengatakan: Tidak ada kesepakatan total di ambang nilai testosteron di bawah ini yang seorang pria akan dianggap hipogonadisme. pertumbuhan tinggi.Ada banyak rute administrasi untuk testosteron. testosteron seringkali diberikan kepada lakilaki waria sebagai bagian dari terapi penggantian hormon. steroid anabolik hormon testosteron atau lainnya juga telah diberikan untuk kondisi lain dan tujuan selain penggantian. stimulasi sumsum tulang dan pembalikan anemia. pencegahan jerawat. Indikasi Penggunaan asli dan utama testosteron adalah untuk pengobatan laki-laki yang memiliki terlalu sedikit atau tidak endogen alami testosteron produksi-pria dengan hipogonadisme.

dalam kasus-kasus yang dibutuhkan. seperti hilangnya massa otot dan kepadatan tulang. dan kehilangan libido. dan memantau tingkat hematokrit dan PSA erat selama terapi. obesitas. Fluoxymesterone dan metiltestosteron adalah turunan testosteron sintetis. diabetes tipe 2. dan mungkin bingung dengan karakteristik penuaan normal. penurunan kemampuan memori. berisiko sangat tinggi terkena kanker payudara. Pada tahun 2006 dilaporkan bahwa wanita yang menggunakan Estratest. dan penggantian testosteron pada laki-laki memang memiliki catatan keamanan yang sangat baik sebagaimana dibuktikan oleh lebih dari enam puluh tahun penggunaan medis pada pria hipogonadisme. Salah satu efek buruk yang banyak pria mengeluh adalah bahwa pengembangan ginekomastia (payudara). Tanda-tanda dan gejala yang tidak spesifik. tetapi tidak normal selama 30 tahun. Efek samping suplementasi testosteron eksogen datang dengan sejumlah risiko kesehatan. percobaan skala besar untuk menilai keamanan efisiensi dan jangka panjang dari testosteron masih kurang. eksaserbasi apnea tidur dan percepatan pertumbuhan prostat yang sudah ada kanker di individu yang memiliki mengalami kekurangan androgen. Oleh karena itu nilai 300 ng / dL mungkin normal untuk seorang pria 65 tahun. penggunaan obat-obat tambahan yang membantu SHBG rendah atau estradiol. patch transdermal dan gel. Efek samping lain mengalami kesulitan buang air kecil. dan terapi oral.rendah. (CVD). pil kombinasi estrogen dan termasuk metiltestosteron. penurunan ketahanan fisik. pelet subkutan. Disarankan bahwa dokter layar untuk kanker prostat dengan pemeriksaan colok dubur dan PSA (prostat spesifik antigen) tingkat sebelum memulai terapi. dan komplikasi signifikan lebih. testosteron eksogen juga menyebabkan penekanan spermatogenesis dan dapat menyebabkan kemandulan. testosteron rendah juga membawa serta peningkatan risiko untuk pengembangan Alzheimer's Disease. Terapi Penggantian dapat mengambil bentuk depot injeksi. Efek samping dari suplementasi testosteron termasuk efek samping ringan seperti jerawat dan kulit berminyak. tetapi ini adalah sesuatu yang dapat dicegah dengan pilihan yang sesuai dan dosis obat. Yang mengatakan metiltestosteron dan Fluoxymesterone tidak lagi diresepkan oleh dokter diberikan catatan keamanan yang buruk mereka. aplikasi Kulit gel testosteron mempengaruhi otot piriformis (kontraksi) dan dapat menyebabkan sakit punggung bagian bawah. Athletic menggunakan . Manfaat terapi yang tepat testosteron dapat mencegah atau mengurangi kemungkinan osteoporosis. depresi dan kecemasan dan statistik risiko kematian dini. dan. juga dapat menekan saraf Skiatika dengan konsekuensi berikut. seperti hematokrit meningkat yang dapat memerlukan venipuncture dalam rangka untuk mengobati. Identifikasi testosteron tidak memadai dalam laki-laki tua dengan gejala saja bisa sulit. penyakit jantung.

. Akibatnya. ini terlihat sebagai masalah serius bermasalah dalam olahraga modern. belum ada bukti yang menunjukkan penggunaan steroid sebagai faktor penyebabnya. dan dianggap sebagai bentuk doping dalam olahraga yang paling. Mereka melakukannya secara langsung dengan meningkatkan sintesis protein otot '. dan media frenzy sekitarnya . Anabolic steroid (termasuk testosteron) juga telah diambil untuk meningkatkan pengembangan otot. Ada beberapa metode aplikasi testosteron. dan pelet implantable. penyalahgunaan steroid sekali lagi datang ke dalam sorotan baru-baru ini sebagai hasil dari bunuh diri Chris Benoit pembunuhan-ganda pada tahun 2007. dengan Anabolic Steroid Control Act. Tingkat testosteron disalahgunakan di olahraga sangat melebihi jumlah steroid yang diresepkan untuk penggunaan medis di hipogonadisme.Testosteron dapat diberikan untuk atlet dalam rangka meningkatkan kinerja. Setelah serangkaian skandal dan publisitas pada 1980-an (seperti kinerja yang meningkat Ben Johnson pada Olimpiade 1988).Namun. larangan penggunaan anabolic steroid diperbarui atau diperkuat oleh organisasi olahraga banyak. terutama mengingat panjang yang atlet dan laboratorium profesional pergi ke dalam mencoba menyembunyikan penyalahgunaan tersebut dari regulator olahraga. Testosteron dan steroid anabolik lainnya ditetapkan sebagai "substansi dikendalikan" oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1990. Ini adalah dosis supraphysiological dan tingkat tinggi ultra testosteron yang membawa efek yang tidak diinginkan dengan itu banyak dan potensi jangka panjang efek kesehatan yang merugikan. kekuatan. gel transdermal dan patch. Ditambah dengan sifat kecurangan dalam olahraga. serat otot menjadi lebih besar dan perbaikan lebih cepat daripada rata-rata orang. atau ketahanan. termasuk suntikan intramuskular.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->