Bab 3

KONDUKTOR
3.I PENDAHULUAN

Konduktor adalah salah satu komponen utama peralatan dan instalasi listrik, yang berperan untuk menyalurkan arus dari satu bagian ke bagian lain dan juga untuk menghubungkan bagian-bagian yang dirancang bertegangan sama. Bahan konduktor yang paling umum digunakan adalah tembaga dan aluminum.Dilihat dari jenis isolasi yang digunakan, konduktor terdiri dari dua jenis, yaitu konduktor atau kawat telanjang dan konduktor berisolasi atau kabel.

Pada sistem tenaga listrik, konduktor bertegangan tinggi dijumpai pada transmisi, gardu induk, jaringan distribusi dan panel daya. Konduktor atau kawat telanjang digunakan untuk menyalurkan energi listrik dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya dan dari gardu induk ke trafo distribusi. Konduktor telanjang digunakan juga pada gardu induk dan panel sebagai rei pembagi daya.Kabel tegangan tinggi digunakan sebagai jaringan distribusi, terutama pada perkotaan yang penduduknya sangat rapat.Kabel tegangan tinggi digunakan juga untuk menvalurkan energi listrik dari generator ke trafo daya, dari trafo daya ke panel kontrol pada gardu induk dan dari panel kontrol ke jaringan distribusi hantaran udara.

Dalam bab lni akan diuraikan jenis-jenis dari kawat telanjang dan kabel dan parameter dari konduktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan ukuran konduktor untuk keperluan suatu instalasi.

Dilihat dari bentuk penampangnya. maka di sekitar konduktor akan timbul medan elektrik dan medan elektrik tertinggi terjadi pada permukaan konduktor. Konduktor batangan biasanya digunakan pada panel daya.Kawat pilin digunakan untuk jaringan distribusi dan transmisi.Bentuk-bentuk konduktor tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.3.Kawat pilin digunakan untuk jaringan distribusi dan transmisi. AllAluminum-Alloy Conductor (AAAC). aluminium.Konduktor berongga juga digunakan pada kabel yang mengalirkan arus besar. sedang konduktor berongga dan konduktor berkas digunakan transmisi tegangan tinggi. Jika suatu konduktor bertegangan. Khusus untuk transmisi umumnya digunakan ALL-Aluminum Conductor (AAC). Aluminum Conductor Steel Reinforced(ACSR) dan Aluminum Conductor Alloy Reinforced (ACAR). Kuat medan elektrik tersebut .2 KAWAT TELANJANG Konduktor pada umumnya terbuat dari bahan tembaga. dan konduktor berkas. Konduktor batangan biasanya digunakan pada panel daya. konduktor terdiri atas batangan. konduktor berongga. sedang konduktor berongga dan konduktor berkas digunakan transmisi tegangan tinggi. dan aluminium campuran.I .Konduktor berongga juga digunakan pada kabel yang mengalirkan arus besar. kawat pilin.

3.3 KABEL Pada Gambar 3. Peristiwa ini disebut dengan korona.tergantung kepada diameter dan kehalusan permukaan konduktor. bahan pelindung beban mekanik dan selubung pelindung luar. Hal ini dapat dilakukan dengan rnemperbesar diameter penampang konduktor. bahan pengisi. di mana dengan cara ini dapat diperoleh konduktor berdiameter yang lebih besar dengan luas penampang yang sama dengan konduktor masif. maka pada udara atau media yang bersentuhan dengan permukaan konduktor akan terjadi pelepasan muatan.2 ditunjukkan penampang konstruksi suatu kabel tiga fase. Untuk mencegah korona.bahannya terbuat dari pilinan serat tembaga atau aluminum. Kuat medan elektrik pada permukaan konduktor akan semakin besar jika diameter konduktor semakin kecil dan permukaannva semakin kasar. maka kuat medan elektrik di permukaan harus dikurangi hingga lebih kecil dari kekuatan dielektrik udara atau media di sekitarnya. Kabel tegangan tinggi pada umumnya berinti tunggal dan berinti tiga. bahan isolasi. Bagian utama dari suatu kabel adalah inti atau konduktor. tetapi hal ini tidak ekonomis dan membuat konduktor semakin kaku. Bentuk penampangnya tidak berupa lingkaran tetapi dibuat berbentuk sektoral agar dengan diameter luar yang tetap diperoleh luas penampang inti yang .semua bahan tersebut harus membentuk suatu konstruksi yang membuat kabel fleksibel dan meskipun fleksibel tetap memiliki kekuatan mekanis yang memadai. bahan pengikat. Cara lain adalah menggunakan konduktor berongga. Jika kuat medan elektrik di permukaan tersebut melebihi kekuatan dielektrik udara atau media di sekitarnya.Korona yang terjadi pada transmisi tegangan tinggi menimbulkan rugi-rugi daya dan gangguan komunikasi.Cara yang lebih ekonomis adalah dengan menggunakan penghantar berkas.

Sifat elektrik bahan isolasi yang utama adalah memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi agar diameter luar dapat dikurangi sehingga ongkos pembuatan kabel berkurang tahanan isolasinya tinggi dan rugi-rugi dielektriknya rendah. sehingga ongkos pembuatannya lebih murah.Atau dengan luas penampang inti yang tetap diperoleh diameter luar yang lebih kecil.lebih besar. dan perubahan kekuatan mekanisnya tidak begitu kentara jika suhunya berubah-ubah dari suhu kamar sampai suhu operasi. Sifat termalnya yang utama adalah: memiliki ketahanan termal yang tinggi. Sedang sifat kimianya adalah tidak bereaksi dengan asam dan alkali pada suhu kerja dan tidak mengisap air atau kedap air. koefisien muai panas rendah. daya hantar panas tinggi dan tidak mudah terbakar. . Inti dibungkus dengan bahan isolasi utama yang sifat mekanisnya sebagai berikut: fleksibel sehingga mudah digelar.

Ketiga inti kabel dilkat dengan bahan isolasi yang disebut dengan isolasi pengikat. bahan polymer dan kertas yang diresapi minyak mineral. sebab serat kertas menyerap air dari udara di sekitarnya. maka di antara konduktor dengan isolasi utama dibuat lapisan tipis yang terbuat dari bahan silikon. untuk melindungi isolasi pengikat dari tekanan mekanis yang berlebihan jika terjadi benturan mekanis pada bagian luar kabel.Permukaan luar selubung timah dilapisi dengan pita atau kawat baja untuk meninggikan kekuatan mekanis kabel. Resin adalah bahan tambahan untuk mencegah .Untuk mengatasi hal ini. Pengeringan kertas dilakukan dalam bejana vakum pada suhu 120 -135 0C. Jika bahan isolasi utama kabel adalah kertas. Selubung timah dilapisi lagi dengan bahan yang sifatnya seperti bantal. maka kertas harus dikeringkan terlebih dahulu. bahannya terbuat dari baja anti-karat. karena kertas yang dijumpai sehari-hari selalu lembab.Kemudian isolasi pengikat dibungkus dengan selubung yang terbuat dari lempengan timah. koefisien muainya rendah dan titik bekunya harus di bawah suhu operasi kabel. Jika bahan isolasi utama berupa bahan padat seperti polymer dan karet.Lapisan baja ini harus dilapisi dengan bahan anti-karat.Ruang kosong yang terdapat di antara masing-masing isolasi utama maupun antara isolasi utama dengan isolasi pengikat diisi dengan bahan isolasi yang kualitasnya lebih rendah. seperti jerami atau potonganpotongan kertas.Bahan isolasi yang digunakan antara lain minyak. Lapisan terakhir adalah bahan pembungkus yang mencegah masuknya air ke dalam bahan pelindung. Kemudian bantalan diselubungi dengan pelindung yang berfungsi untuk melindungi kabel dari beban mekanis yang berasal dari luar kabel. maka karena permukaan konduktor yang tidak benar-benar mulus. Setelah itu di celup dalam minyak mineral dan resin dalam bejana vakum dan dikeringkan dalam bejana yang ditutup sangat rapat. maka di antara konduktor dengan isolasi utama dapat terjadi rongga. Minyak harus memiliki kekentalan yang rendah pada suhu pencelupan tetapi kekentalannya tinggi pada suhu operasi kabel.

rongga--rongga gas dapat mengalami tembus listrik sehingga terjadi peluahan sebagian di dalam kabel yang mengawali terjadinya tembus listrik pada bahan isolasi.terjadinya oksidasi sebab oksidasi dapat mempercepat penuaan dan menimbulkan pelapukan. Bahan tambahan juga diperlukan untuk mencegah penurunan viskositas minyak. Pada saat beban berkurang akan terjadi pendinginan yang mengakibatkan bahan isolasi menyusut sehingga terdapat rongga-rongga di antara pembungkus dengan isoiasi yang lama kelamaan akan terisi dengan gas yang berasal dari bahan isorasi. Akibatnya. Di kawasan ini. Karena koefisien pemuaian bahan isolasi kabel lebih besar dari bahan pembungkusnya (biasanya dari timah). Ada kabel yang bahan isolasinya berupa serat yang diresapi minyak.Tegangan tembus listrik gabungan kertas dengan minyak lebih tinggi dari tegangan tembus masing-masing bahan jika sendiri-sendiri.peluahan sebagian tersebut dapat dicegah dengan mengurangi intensitas medan elektrik pada permukaan inti kabel.penyambungan dalam jenis kabel ini beroleh keuntungan karena minyak tidak keluar dari ujung-ujung kabel sehingga tidak terjadirongga-rongga udara dalam isolasi kabel. sehingga pembungkus tersebut membengkak. jenis ini dibuat agar kabel lebih fleksibel sehingga mudah digelar. Karena proses diffusi rongga-rongga gas tersebut menyelusup ke permukaan inti kabel. yaitu dengan menambah tebal bahan isolasi dan konsekuensinya ongkos pembuatan kabel semakin tinggi. . yaitu kawasan dimana intensitas medan elektrik maksimal. maka pemanasan kabel akibat pembebanan maksimum akan mengakibatkan pemuaian bahan isolasi lebih besar dari pemuaian yang terjadi pada pembungkus. Kelemahan utama dari kabel ini terletak pada kemungkinan terjadinya gelembung gas saat beroperasi melayani beban yang berubah-ubah sehingga kabel mengalami pemanasan dan pendinginan secara bergantian. kabel ini hanya digunakan untuk tegangan bolak-balik sampai 35 kV saja.

Jarak antar konduktor atau spasi ditetapkan sedemikian sehingga tidak terjadi peluahan sebahagian atau korona di permukaan konduktor. di mana hal ini akan membuat suhu konduktor naik. Kabel ini digunakan untuk transmisi tegangan tinggi. 3. perlu diperhatikan agar arus kontinu yang akan dialirkan tidak melebihi daya hantar arus konduktor yang dipilih. jumlah panas yang timbul pada konduktor sama dengan jumlah panas yang disebarkan konduktor ke medium sekitarnya.4 PARAMETER KONDUKTOR Jika suatu konduktor dialiri arus listrik maka pada konduktor akantimbul panas akibat rugi-rugi daya (i2r). kelemahan yang terdapat pada kabel berisolasi serat dapat diatasi. suhu konduktor juga dapat naik oleh karena adanya pemanasan yang berasal dari sumber panas di sekitarnya. tetapi ongkos pembuatannya lebih tinggi karena adanya perangkat tambahan. Arus tertinggi yang dapat dialirkan secara kontinu oleh suatu konduktor di mana arus tersebut tidak menimbulkan kenaikan suhu konduktor lebih dari 750C disebut daya hantar arus (current carrying capacity). misalnya panas dari matahari. Kuat medan elektrik tertinggi yang . Untuk itu perlu pengetahuan tentang kuat medan elektrik pada permukaan masing-masing konduktor.Agar sifat fisis bahan konduktor tidak berubah. Jenis bahan isolasi kabel yang lain adalah kertas vang diresapi dengan minyak bertekanan. Di samping itu. sedemikian hingga pada suhu 750C.oleh karena itu arus kontinu yang mengalir pada konduktor harus dibatasi. dan lain-1ain. panas dari mesin-mesin. Minyak bertekanan akan mencegah terbentuknya rongga-rongga gas dalamkabel. yaitu alat untuk membuat minyak tetap bertekanan. Dengan cara ini. Dalam pemilihan suatu konduktor.Di atas tegangan tersebut pengurangan intensitas medan elektrik dengan menambah tebal bahan isolasi tidak ekonomis lagi. maka kenaikan suhu konduktor dibatasi sampai 750C. karena aliran minyak dalam kabel akan segera mengisi rongga tersebut dengan minyak.

sehingga mampu memikul arus vang akan disalurkan.sedang untuk panel terbuat dari batangan konduktor. Ukuran konduktor dipilih sedemikian rupa. di mana satu rel terdiri atas satu batang konduktor. a. 3. Gaya dan Tekanan pada Rel Tunggal Pada Gambar 3. jarak antar rel harus dirancang sedemikian rupa sehingga gaya yang diakibatkan arus hubung singkat tidak sampai merusak re1 dan isolator penyangganya.4 ditunjukkan susunan rel suatu panel 3-fasa ac.ditemukan harus lebih rendah dari kekuatan dielektrik bahan isolasi utama. maka tiap re1 akan mengalami gaya.Berikut ini akan diuraikan perihal gaya dan tekanan yang terjadi pada konduktor dan isolator penyangga suatu rel akibat arus hubung singkat.Rel daya untuk gardu induk umumnya terbuat dari konduktor kawat.Jika arus simetri mengalir pada rel pane1. Jika pada rel mengalir arus hubung singkat. maka rel daya akan mengalami gaya elektromagnetik yang besarnya tergantung pada besarnya arus hubung singkat dan jarak antar rel.5 REL DAYA Konduktor digunakan juga sebagai rel daya pada gardu induk dan panel. Pada transmisi hantaran udara kuat medan pada permukaan konduktor direduksi dengan menggunakan penghantar berkas (bundledconductor). Gaya ini merupakan hasil interaksi arus pada suatu fasa dengan arus . oleh karena itu.

Gaya yang paling besar terjadi pada rel yang berada ditengah (fasa S) karena rel ini mengalami gaya dari kedua rel di sebelahnya.5 ditunjukkan susunan rel panel 3-fasa ac di mana setiap rel terdiri atas dua batang konduktor. di mana arus yang akan dialirkan sangat besar hingga diperlukan dua atau lebih batang konduktor paralel pada setiap fasa. Agar konduktor-konduktor tersebut kokoh. di beberapa tempat diberi pengikat . a.Pada fasa yang lain. Ha1 seperti ini dijumpai pada panel daya berkapasitas besar. Gaya dan Tekanan pada Rel Batang Ganda Pada Gambar 3.Karena arus fasa berbeda fasa l20 derajat listrik satu dengan yang lain dan jarak antar fasa tidak sama maka gaya pada setiap rel tidak sama.

sedang konduktor-konduktor yang membentuksatu re1 disebut elemen konduktor.Dalam hal ini seikat konduktor yang membentuk re1 fasa disebut konduktor fasa. yaitu: arus re1 atau arus fasa (If) dan arus elemen konduktor (Ie). Dalam panel ini ada dua jenis arus yang perlu dibedakan.sehingga satu rel merupakan ikatan beberapa batangan konduktor.Arus fasa adalah arus yang mengalir pada satu rel sedang arus elemen konduktor adalah arus pada satu batang konduktor yang membentuk rel tersebut. Besarnyaarus elemen konduktor adalah sebagai berikut: Ie = If/n .

Dimana : Ie = Arus pada satu elemen konduktor If =Arus fasa atau arus rel n =Jumlah konduktor per rel Gaya pada rel dan gaya pada konduktor ditunjukkan pada gambar 3.6 .