B.

Bentuk Pelayanan Rumah Sakit

Pelayanan rumah sakit ditunjukkan untuk : pasien/penderita dan keluarganya, orang sehat, masyarakat luas, dan institusi (asuransi, pendidikan, dunia usaha, kepolisian dan kejaksaan). Pelayanan terhadap pasien meliputi : pemeriksaan, penegakan diagnosis, tindakan terapeutik (pengobatan), tindakan pembedahan, penyinaran dan lain-lain.

Bentuk pelayanan rumah sakit dibagi atas pelayanan dasar, pelayanan spesialistik dan sub spesialistik dan pelayanan penunjang. Bentuk pelayanan ini akan sangat ditentukan juga oleh tipe rumah sakit. Pelayanan dasar rumah sakit : rawat jalan (politeknik/ambulatory), rawat inap (inpatient care), dan rawat darurat (emergency care). Rawat jalan merupakan pertolongan kepada penderita yang masih cukup sehat untuk pulang ke rumah. Rawat inap merupakan pertolongan kepada penderita yang memerlukan asuhan keperawatan terus-menerus (continuous nursing care) hingga sembuh. Rawat darurat merupakan pemberian pertolongan kepada penderita yang dilaksanakan dengan segera. Rawat darurat dilakukan dengan prinsip-prinsip : revive, review dan repair. Setiap pasien masuk rawat darurat khusus di rumah sakit kemungkinan dapat melalui 3 bagian sebelum masuk ke ruang rawat inap, atau kembali kerumah sendiri. Bagian-bagian ini adalah : ruang triage, ruang tindakan dan ruang observasi. Pelayanan medis spesialistik dan sub spesialistik meliputi : a. Pelayanan spesialis bedah, terdiri dari 8 spesialis yakni : bedah syaraf, bedah tumor,

bedah urologi, bedah umum dan digestive, bedah orthopedic, bedah anak, bedah plastik dan rekonstruksi , bedah torax dan kardiovaskuler. b. Pelayanan spesialis penyakit dalam terdiri dari 8 (delapan) sub spesialis yakni gastro

enterologi, metabolisme/endokrin, cardiology, tropical medicine, rheumatologi, pulmonologi, ginjal dan hematology. c. Pelayanan spesialis kebidanan dan penyakit kandungan terdiri dari 7 (tujuh) sub spesialis

yakni obstetric dan gynocologi umum, perinatologi, endokrinologi, onkologi, obstetric dan gynocolgi social, reproduksi dan rekonstruksi. d. Pelayanan spesialis kesehatan anak terdiri dari 14 (empat belas) sub spesialis yakni

hematologyk pulmonologi , gastroenterologyk alergi immunologi, gizi, penyakit infeksi,

pencitraan, nephrology, neonatology, endokrinologi, cardiologi, tumbuh kembang, dan pediatric gawat darurat. e. Pelayanan spesialis telinga, hidung dan tenggorokan terdiri dari 6 (enam) sub spesialis,

yakni : otology, audiologi-vestibular, faring-laringologi, rhinologi, onkologi THT dan bronkhoesofagologi. f. Pelayanan spesial mata, terdiri dari 5 sub spesialis, yakni : glaucoma, external eye

disease, retina/uvea, tumor dan trauma rekonstruksi. g. Pelayanan spesialis neurology, terdiri dari 6 (enam) sub spesialis, yakni : neuro muscular,

neuro fisiologi, neurologi anak, neuro opthalmologi, neuro radiologi dan neuro restorasi. h. Pelayanan spesialis kulit dan kelamin, terdiri dari 7 (tujuh) sub spesialis, yakni : allergi

immunologi, kosmetik, mikologi, dermatologi, penyakit hubungan seksual, umum dan MH (Morbus Hansen). i. Pelayanan spesialis anaesthesi, terdiri dari 6 (enam) sub spesialis, yakni : thorax &

cardiovascular anaesthesia, neuro anaesthesia, regional analgesia, obstetric anaesthesia and labor painless, pain clinic and palliative care, dan intensive cara unit.

j. k.

Pelayanan medis spesialis rehabilitasi medik. Pelayanan medis spesialis gizi klinik.

Pelayanan bedah (operasi) dilakukan di instalasi bedah sentral. Instalasi bedah sentral merupakan pusat seluruh kegiatan pembedahan pasien di rumah sakit. Oleh karena itu, ada prinsip-prinsip yang harus dipatuhi di dalam bedah sentral ini, yaitu : cukup nyaman bagi tim, mencegah infeksi dan kontaminasi, dan membuat barrier antara hal-hal yang sifatnya bersih dengan yang kotor. Selain itu juga di rumah sakit terdapat pelayanan penunjang, yaitu : penunjang diagnostic (radiology dan laboratorium), penunjang terapi (farmasi, gizi, rehabilitasi media dan kamar bedah). Pelayanan penunjang medis spesialistik, terdiri dari : a. Pelayanan spesialis radiology, yang terbagi atas : sub spesialis radiology anak, sub

spesialis C. Tomografi, sub spesialis radiology, dan sub spesialis angiografi. b. c. d. e. Pelayanan spesialis patologi klinik. Pelayanan spesialis parasitologi klinik. Pelayanan spesialis mikrobiologi klinik. Pelayanan spesialis patologi anatomi.

C.

Jenis Pelayanan Rumah Sakit

Dari bentuk pelayanan rumah sakit tersebut di atas, maka jenis pelayanan rumah sakit dikelompokkan atas : a. Kelompok pelayanan medis, meliputi 6 (enam) jenis pelayanan, yakni : (1) pelayanan

rawat jalan, (2) pelayanan rawat darurat, (3) pelayanan rawat inap, (4) pelayanan bedah sentral, (5) pelayanan rawat intensif, dan (6) pelayanan rehabilitasi medik. b. Kelompok pelayanan penunjang medis, mencakup 3 (tiga) jenis pelayanan, yakni : (1)

pelayanan radiology dan imaging, (2) pelayanan laboratorium, dan (3) pelayanan farmasi. c. Kelompok penunjang non medik, mencakup 6 (enam) jenis pelayanan, yakni (1)

pelayanan gizi rumah sakit, (2) pelayanan pemulasaran jenazah, (3) pelayanan binatu, (4) pelayanan pemeliharaan dan perbaikan sarana, (5) pelayanan pelatihan dan pelatihan, dan (6) pelayanan sosial.

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2142607-bentuk-jenis-pelayanan-kesehatan/

Sistem Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersamasama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Pelayanan kesehatan terdiri atas : 1. Pelayanan Kedokteran (medical services) Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok ini ditandai dengan cara

pengorganisasiannya, tujuan utamanya untuk mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan serta sasaran utamanya untuk perorangan. 2. Pelayanan Kesehatan Masyarakat (public health Service) Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok ini ditandai dengan cara pengorganisasian yang umumnya secara bersama-sama dalam suatu organisasi, tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan sasaran utamanya terutama untuk masyarakat.

Perbedaan Pelayanan kedokteran dengan pelayanan kesehatan masyarakat menurut Leavel dan Clarck: - Pelayanan Kedokteran 1. Tenaga pelaksananya terutama dokter 2. Perhatian utamanya pada penyembuhan penyakit 3. Sasaran utamanya adalah perorangan atau keluarga 4. Kurang memperhatikan efisiensi 5. Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika kedokteran 6. Menjalankan fungsi perseorangan dan terikat dengan UU 7. Penghasilan diperoleh dari imbalan jasa 8. Bertanggung jawab terhadap penderita 9. Tidak dapat memonopoli upaya kesehatan dan bahkan mendapat saingan. 10. Masalah administrasi amat sederhana. - Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1. Terutama ahli kesmas 2. Pada pencegahan penyakit 3. Masyarakat secara keseluruhan 4. Selalu berupaya mencari cara yang efisien 5. Dapat menarik perhatian masyarakat, misalnya penyuluhan. 6. Menjalankan fungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat dukungan UU 7. Penghasilan berupa gaji dari pemerintah 8. Bertanggung jawab terhadap seluruh masyarakat 9. Dapat memonopoli upaya kesehatan. 10. Menghadapi berbagai persoalan kepemimpinan. Syarat pokok upaya kesehatan
  

Sesuai dengan upaya pemakai jasa pelayanan Dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan Sesuai dengan prinsip ilmu dan teknologi kedokteran

Strata pelayanan kesehatan
 

Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health services) Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary health services)

PELAYANAN KESEHATAN (HEALTH SERVICE) Dr. Suparyanto. M. Rujukan ini mencakup teknologi. 2. 2. Rujukan ini mencakup pengetahuan dan bahan-bahan pemeriksaan. yaitu yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health services) Sistem Rujukan Berdasarkan SK Menkes RI Nomor 032/Birhup/1972 Sistem rujukan adalah suatu sistem penyelenggarakan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan yang timbul. Tersedia dan berkesinambungan  Syarat pokok pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan tersebut harus tersedia di masyarakat (available) serta bersifat berkesinambungan (continuous). yaitu : 1. Artinya pelayanan .Kes PELAYANAN KESEHATAN SYARAT POKOK PELAYANAN KESEHATAN  Syarat pokok pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah (Azwar. saran dan operasional. Secara garis besar sistem rujukan dibedakan menjadi 2. yaitu yang berkaitan dengan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan. Rujukan Medik. Dapat diterima dan wajar  Syarat pokok kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah apa yang dapat diterima (acceptable) oleh masyarakat serta bersifat wajar (appropriate). Rujukan Kesehatan Masyarakat. 1996) adalah : 1. Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mudah dicapai oleh masyarakat. baik secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani) maupun secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya).

1986). Mudah dijangkau  Syarat pokok pelayanan kesehatan yang ke empat adalah mudah dijangkau (affordable) oleh masyarakat. Mutu adalah sesuatu yang dimiliki oleh suatu program (Donabedian. Mutu adalah tingkat kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati (Winston Dictionary. Mutu adalah totalitas dari wujud serta cirri dari suatu barang atau jasa. 3. maka pengaturan sarana kesehatan menjadi sangat penting. . Bermutu  Syarat pokok pelayanan kesehatan yang kelima adalah yang bermutu (quality). yang didalamnya terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna (Din ISO. Pengertian keterjangkauan di sini terutama dari sudut biaya. 1980). adalah sebagai berikut : 1. Kualitas Secara Umum  Definisi mutu dalam Azwar (1996). Pengertian mutu yang dimaksud adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. keyakinan. KONSEP KUALITAS PELAYANAN 1.8402. kebudayaan. Pengertian ketercapaian yang dimaksud disini terutama dari sudut lokasi. dan pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan keadaan seperti ini harus dapat diupayakan pendekatan sarana pelayanan kesehatan dan biaya kesehatan diharapkan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Dengan demikian untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik. Pengertian keterjangkauan di sini terutama dari sudut jarak dan biaya. 5. 1956) 2. Mudah dicapai  Syarat pokok ketiga pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah dicapai (accessible) oleh masyarakat. 4.kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan adat istiadat. 4. yang disatu pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan. 3. Mutu adalah kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. kepercayaan masyarakat dan bersifat wajar.

kesakitan. Donabedian1980 cit. terpadu. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Kualitas merupakan perwujudan atau gambaran hasil yang dipertemukan kebutuhan dari pelanggan dan oleh karena itu memberikan kepuasan (J. Pelayanan kesehatan yang bermutu pada saat ini menjadi tuntutan masyarakat sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran dan meningkatnya informasi di bidang kesehatan DAFTAR PUSTAKA 1. __________. 1999) adalah : 1. Alimul. Pengertian mutu pelayanan kesehatan (Wijono. 2004. 2003. Jakarta : Salemba Medika. Dalam Sistim Kesehatan Nasional dinyatakan bahwa upaya pelayanan kesehatan harus bersifat menyeluruh. Jakarta : Salemba Medika. Wijono.5. Jakarta : Widya Medika. Penampilan yang sesuai atau pantas (yang berhubungan dengan standart) dari suatu intervensi yang diketahui aman. . Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. ketidak mampuan dan kekurangan gizi (Roemer dan Aquilar. 1988) 2. __________. 2. 1999 menyebutkan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu pelayanan yang diharapkan untuk memaksimalkan suatu ukuran yang inklusif dari kesejahteraan klien sesudah itu dihitung keseimbangan antara keuntungan yang diraih dan kerugian yang semua itu merupakan penyelesaian proses atau hasil dari pelayanan diseluruh bagian.Kualitas Pelayanan Kesehatan  Dalam Tjiptono (2004). 1988) 2.M Juran: Juran's Quality Control Handbook. 3. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. WHO. 2007. Aziz. definisi kualitas jasa berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan. merata dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. yang dapat memberikan hasil kepada masyarakat yang bersangkutan dan yang telah mempunyai kemampuan untuk menghasilkanpada kematian. 3.

1995. 15. Jakarta : PPNI. 8. Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.com/2011/02/pelayanan-kesehatan-health-service. Jakarta : Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.blogspot.ui. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan.ac. 17. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Vol. Surabaya : DPD I PPNI Jawa Timur.id 9. Depkes. 2008. http://dr-suparyanto. 5. __________. PPNI. 16. Suharsimi. Kumpulan Materi Pelatihan Dosen / Staf Pengajar cabang Ilmu Keperawatan Dasar (Perawatan Profesional dan Konsep Dasar Keperawatan). Jakarta : Dirjen Binkesmas. __________. 2000. 11. 2008. Jakarta : PPNI. 2001. D. 2005. Majelis Kehormatan Etik Keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Buku I. 10. Jakarta. 1999. Wijono. Jakarta : Rineka Cipta. 2007. 2004. Tri. http://eprints. 2002. Surabaya : Air Langga University Press. Nursalam dan Siti Pariani. Pendataan Program Perlindungan Sosial. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Manajemen Keperawatan (Aplikasi Dalam praktek Keperawatan Profesional). Jakarta : Rineka Cipta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi IV). Soekidjo Notoatmodjo. BPS. Jakarta : Dirjen Binkesmas. 7. Petunjuk Tehnis Program Jaminan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas dan Jaringannya. 2002.html . Analisis Tingkat Kepuasan Klien terhadap Perilaku “Caring” Perawat. Arikunto. 14. 13. Praktek Keperawatan Profesional : Konsep Dasar dan hukum / Robert Priharjo. Jakarta : CV.1. Sagung Seto. Pedoman Pelaksanaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin. R. 1998. BPS. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. __________. Anjaswati. Jakarta : EGC. Priharjo. __________. Jakarta : Salemba Medika. 6.4. 2005. Kode Etik Perawat Indonesia Buku I Konsep Etik dan Penerapannya. 12.

Tatacara (prosedures) 3. sasaran (target) serta dampak (impact) INPUT Input (masukan) adalah segala sesuatu yg dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan manajemen Menurut (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) input ada 3 macam: 1.Kes MANAJEMEN KESEHATAN menurut: Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat Suatu proses yang menyangkut perencanaan. pengawasan.UNSUR POKOK MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN (ELEMENTS OF HEALTH SERVICES MANAGEMENT) Dr. M. pengkoordinasian dan penilaian terhadap sumber. Suparyanto. pengorganisasian. pengarahan. perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditujukan kepada perseorangan. keluarga. Sumber (resources) 2. Kesanggupan (capacity) Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk menghasilkan barang atau . 5 unsur pokok manajemen kesehatan adalah: masukan (input). tatacara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan. keluaran (output). proses (process). kelompok dan atau masyarakat UNSUR POKOK MANAJEMEN Berdasar definisi (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) ditemukan 5 faktor pokok yang berperan penting dalam menetukan keberhasilan manajemen kesehatan.

Modal tidak modal bergerak bergerak (capital (working (fixed capital): resources).jasa Sumber 1.Sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu yang terdapat dialam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal Tatacara (procedures): adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang dimiliki dan yang diterapkan Kesanggupan (capacity): adalah keadaan fisik. Managerial.Tenaga b. uang. Technology Untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan. pesuruh. Capacity. mental dan biologis tenaga pelaksana Menurut Koontz: input manajemen ada 4: Man. Method. Method Untuk organisasi yang mencari keuntungan. macam input ada 6M: Man. Money. tanah. Money. macam: dibedakan perawat penjaga 2. (unskilled): dibagi 3 resources): bidan.Modal b. Material. Machinery.Sumber a.Sumber a. sarana dibedakan giro kesehatan 3. Material.Tenaga (resources) tenaga ahli tidak (labour (skilled): ahli dokter. capital): bangunan. macam input ada 4M: Man. Market PROSES Proses (process) adalah langkah2 yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Proses dikenal dengan nama fungsi manajemen Pada umumnya proses dan ataupun fungsi manajemen merupakan tanggung jawab pimpinan Macam fungsi manajemen: .

Freedom. Budgeting (POSDCoRB) 6. Organizing. UKP untuk perseorangan . Guidance. Directing. pengkoordinasian. Planning: termasuk penyusunan anggaran belanja 2. Reporting. Menurut (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) ada 6: Planning. Organizing. Coordinating. penggerakan dan pengawasan 4. Budgeting. Organizing. Directing. Organizing: termasuk penyusunan staff 3. Responsibility (PACGFR) 3. Implementing. Controlling (POAC) 4. Evaluation (POSBICRE) 5. bimbingan. Controlling. Staffing. Menurut George R. Implementing: termasuk pengarahan. Actuating. output dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health services) Macam pelayanan kesehatan: Upaya kesehatan perorangan (UPK) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) SASARAN Sasaran (target group)adalah kepada siapa output yang dihasilkan. Coordinating. yakni upaya kesehatan tsb ditujukan 1. Actuating. Reporting. Menurut Freeman ada 6: Planning. Menurut Barton ada 8: Planning.1. Coordinating. Terry ada 4: Planning. Coordinating. Menurut Hendry Fayol ada 5: Planning. Evaluation (PODCCE) 2. Menurut Luther M. Organizing. Coordinating. Controling (POCCC) Fungsi manajemen yang utama: 1. Gullick ada 7: Planning. Organizing. Commanding. Penilaian: termasuk penyusunan laporan OUTPUT Output: adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen Untuk manajemen kesehatan. Staffing.

UKM untuk masyarakat (keluarga dan kelompok) Macam sasaran: 1. karena itu pemenuhanya bersifat mutlak Kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh masalah kesehatan di masyarakat Masalah kesehatan perorangan/keluarga yang terpenting adalah penyakit yang diderita Masalah kesehatan masyarakat adalah status kesehatan masyarakat Menurut Gordon dan Le Right (1950) penyakit/status kesehatan ditentukan oleh 3 faktor: Host. . karena itu pemenuhanya bersifat fakultatif Tuntutan kesehatan yang subyektif dipengaruhi oleh latar belakang individu (pendidikan. Sasaran tidak langsung (indirect target group) IMPACT Dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh output Untuk manajemen kesehatan dampak yang diharapkan adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan Peningkatan derajat kesehatan dapat tercapai jika kebutuhan (needs) dan tuntutan (demands) perseorangan/masyarakat dapat dipenuhi KEBUTUHAN KESEHATAN (HEALTH NEEDS) Kebutuhan kesehatan (needs) bersifat obyektif. Sasaran langsung (direct target group) 2.2. perhatian harus ditujukan pada ketiga faktor tsb Apabila penyebab penyakit diketahui baru dilanjutkan dengan tindak lanjut (solusi) TUNTUTAN KESEHATAN (HEALTH DEMANDS) Tuntutan kesehatan (health demands) pada dasarnya bersifat subyektif. Agent dan Environment Upaya untuk menemukan kebutuhan masyarakat.

Manajemen. Yogyakarta. Jogjakarta. Bidan. Binarupa Aksara 2. Bidan.blogspot. Doppler. Proses. (Depkes RI. 6. PT Raja Grafindo Persada 3. 2. Dokter Dokter 1.Pengertian Rujukan Sistem rujukan adalah system yang dikelola secara strategis. Hanafi. Gibson. NEEDS - DEMANDS Kebutuhan: Kebutuhan: Kebutuhan: Kebutuhan: sembuh lahir rawat . 2002. Klas Tuntutan: Dokter Dokter 3. REFERENSI: 1. Gadjah Mada University Press http://dr-suparyanto. 2003. Koontz. Perilaku Organisasi. 1985. .Sistem 1. 2002. 2006) . proaktif. dimanapun mereka berada dan berasal dari golongan ekonomi manapun agar daoat dicapai peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan dan neonatal di wilayah mereka berada.Perilaku.ekonomi. 1996. Tuntutan: . Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Dasar-dasar Organisasi. Organisasi. AMP Bumi YKPN Aksara Manajemen Sumberdaya 7. Klas umum. manusia. Yogyakarta. pragmatif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkannya terutama ibu dan bayi baru lahir. spesialis spesialis Pavilyun USG normal inap Tuntutan: Tuntutan: Klas mengetahui DJJ . Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta. Liberty 5. 1996. Jakarta. umum. Jakarta. funanduskop. UPP Jakarta. Erlangga 4. Tuntutan kesehatan sangat budaya dipengaruhi oleh teknologi dsb) kedokteran CONTOH. Struktur. Handoko. Thoha. Sutarto.com/search/label/Kuliah%20Manajemen%20dan%20Organisasi . Manajemen. Siagian. 1997.

tujuan utamanya untuk mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan serta sasaran utamanya untuk perorangan. Terutama ahli kesmas . Tenaga pelaksananya terutama dokter 2. keluarga.Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1. 2. Masalah administrasi amat sederhana. Penghasilan diperoleh dari imbalan jasa 8. Sasaran utamanya adalah perorangan atau keluarga 4. Bertanggung jawab terhadap penderita 9. Pelayanan Kesehatan Masyarakat (public health Service) Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok ini ditandai dengan cara pengorganisasian yang umumnya secara bersama-sama dalam suatu organisasi.Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersamasama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Perhatian utamanya pada penyembuhan penyakit 3. Menjalankan fungsi perseorangan dan terikat dengan UU 7. Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika kedokteran 6. tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan sasaran utamanya terutama untuk masyarakat. mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan. Tidak dapat memonopoli upaya kesehatan dan bahkan mendapat saingan. Pelayanan kesehatan terdiri atas : 1. Kurang memperhatikan efisiensi 5. 10. kelompok dan ataupun masyarakat.Pelayanan Kedokteran 1. Perbedaan Pelayanan kedokteran dengan pelayanan kesehatan masyarakat menurut Leavel dan Clarck: . . Pelayanan Kedokteran (medical services) Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok ini ditandai dengan cara pengorganisasiannya.

Bertanggung jawab terhadap seluruh masyarakat 9. baik secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani) maupun secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya).2. saran dan operasional. Secara garis besar sistem rujukan dibedakan menjadi 2.html . Rujukan ini mencakup teknologi. Pada pencegahan penyakit 3. Menghadapi berbagai persoalan kepemimpinan. Rujukan Kesehatan Masyarakat. Dapat menarik perhatian masyarakat. Rujukan ini mencakup pengetahuan dan bahan-bahan pemeriksaan. misalnya penyuluhan. 10. Syarat pokok upaya kesehatan    Sesuai dengan upaya pemakai jasa pelayanan Dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan Sesuai dengan prinsip ilmu dan teknologi kedokteran Strata pelayanan kesehatan    Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health services) Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary health services) Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health services) Sistem Rujukan Berdasarkan SK Menkes RI Nomor 032/Birhup/1972 Sistem rujukan adalah suatu sistem penyelenggarakan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan yang timbul.com/sistem-pelayanan-kesehatan. Penghasilan berupa gaji dari pemerintah 8. 2. Rujukan Medik. 6. http://www. yaitu : 1.infofisioterapi. Menjalankan fungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat dukungan UU 7. Masyarakat secara keseluruhan 4. yaitu yang berkaitan dengan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan. Dapat memonopoli upaya kesehatan. yaitu yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan. Selalu berupaya mencari cara yang efisien 5.

Dengan ada 3 gradasi penyakit ini maka menuntut bentuk pelayanan kesehatan yang berbeda pula. yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer. dan balkesmas. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health services) . dan memerlukan tersedianya tenaga-tenaga spesialis. perlu dibedakan adanya 3 bentuk pelayanan.Kesehatan atau sehat-sakit adalah suatu yang kontinum dimulai dari sehat wal afiat sampai dengan sakit parah. Bentuk pelayanan ini misalnya rumah sakit tipe C dan D. yakni sakit ringan (mild). b. Oleh sebab itu. Bentuk pelayanan ini di Indonesia adalah puskesmas. Namun sebaliknya untuk penyakit yang sudah parah tidak cukup hanya dengan pelayanan yang sederhana melainkan memerlukan pelayanan yang sangat spesifik. yakni : a. pelayanan yang diperlukan oleh kelompok ini bersifat pelayanan kesehatan dasar (basic health services) atau juga merupakan pelayanan kesehatan primer atau utama (primary health care). puskesmas keliling. puskesmas pembantu. Demikian pula sakit ini juga mempunyai beberapa tingkat atau gradasi. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary health services) Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan oleh kelompok masyarakat yang memerlukan perawatan nginap. Secara umum dapat dibagi dalam 3 tingkat. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health care) Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan. c. sakit sedang (moderate) dan sakit parah (severe). Oleh karena jumlah kelompok ini didalam suatu populasi sangat besar (lebih kurang 85%). Kesehatan seseorang berada dalam bentangan tersebut. Untuk penyakit ringan tidak memerlukan pelayanan canggih.

Disamping itu rujukan tidak berarti berasal dari fasilitas yang lebih rendah ke fasilitas yang lebih tinggi tetapi juga dapat dilakukan diantara fasilitas-fasilitas kesehatan yang setingkat. Pelayanan sudah kompleks dan memerlukan tenaga-tenaga super spesialis. Secara garis besar rujukan dibedakan menjadi 2. Dari batasan tersebut dapat dilihat bahwa hal yang dirujuk bukan hanya pasien saja tapi juga masalah-masalah kesehatan lain.Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh kelompok masyarakat atau pasien yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan sekunder. dan sebagainya. Disamping itu juga mencakup rujukan pengetahuan (konsultasi medis) dan bahan-bahan pemeriksaan. Rujukan ini mencakup rujukan teknologi. bahan-bahan laboratorium. Secara lengkap dapat dirumuskan sistem rujukan ialah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani). . atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya). Penyerahan tanggung jawab dari satu pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang lain ini disebut rujukan. b. demikian seterusnya. Apabila pelayanan kesehatan primer tidak dapat melakukan tindakan medis tingkat primer maka ia menyerahkan tanggung jawab tersebut ke tingkat pelayanan diatasnya. teknologi. yakni : a. Rujukan medik Rujukan ini berkaitan dengan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan pasien. ketiga strata atau jenis pelayanan tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri namun berada didalam suatu sistem dan saling berhubungan. sarana dan operasional. Rujukan kesehatan masyarakat Rujukan ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit (preventif) dan peningkatan kesehatan (promosi). Contoh di Indonesia : rumah sakit tipe A dan B. sarana. Dalam suatu sistem pelayanan kesehatan.

Cet. Soekidjo Notoatmodjo. Untuk mendapatkan mutu pelayanan yang lebih terjamin. Dr. perlu adanya jenjang . ke-2. 4 MACAM SISTEM RUJUKAN UPAYA KESEHATAN Tanggal : 24 March 2010 | Oleh : Putu Sudayasa | Skip ke Komentar | Salah satu bentuk pelaksanaan dan pengembangan upaya kesehatan dalam Sistem kesehatan Nasional (SKN) adalah rujukan upaya kesehatan. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.Update : 24 Juli 2006 Sumber : Prof. Mei. 2003. Jakarta : Rineka Cipta. berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efesien).

merujuk pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner. merujuk pasien dengan masalah gizi ke klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas). Misalnya. baik horizontal (dari puskesmas rawat jalan ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari puskesmas ke rumah sakit umum daerah). Demikianlah sepintas ulasan beberapa jenis sistem rujukan pelayanan kesehatan. baik secara vertikal maupun horizontal. Dalam pengertiannya. Menurut lingkup pelayanannya.pembagian tugas diantara unit-unit pelayanan kesehatan melalui suatu tatanan sistem rujukan.  Rujukan Internal adalah rujukan horizontal yang terjadi antar unit pelayanan di dalam institusi tersebut. Mudah-mudahan memberikan pemahaman yang bermanfaat. sistem rujukan terdiri dari : rujukan internal dan rujukan eksternal. sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu tatanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat.puskel. khususnya yang sering dilakukan dalam pelayanan puskesmas. Contohnya.com/4-macam-sistem-rujukan-upaya-kesehatan/ sistem rujukan .  Rujukan Kesehatan adalah rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan dengan upaya peningkatan promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif).  Rujukan Medik adalah rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). atau pasien dengan masalah kesehatan kerja ke klinik sanitasi puskesmas (pos Unit Kesehatan Kerja). http://www. hipertensi. sistem rujukan terdiri dari : rujukan Medik dan rujukan Kesehatan. diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah. Misalnya dari jejaring puskesmas (puskesmas pembantu) ke puskesmas induk  Rujukan Eksternal adalah rujukan yang terjadi antar unit-unit dalam jenjang pelayanan kesehatan. Informasi tentang upaya rujukan ini dikutip dari berbagai sumber referensi pelayanan kesehatan masyarakat dan dikolaborasikan dengan sedikit pengalaman pengabdian saya saat bertugas keliling puskesmas. kepada yang berwenang dan dilakukan secara rasional. Menurut tata hubungannya.

cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu. Pengiriman tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan pengobatan setempat 2. Pengiriman bahan (specimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap c) Transfer of knowledge / personal. ). pemeriksaan bahan atau specimen ke fasilitas yang lebih mampu dan lengkap. Antara Internal Antara Antara satu antarpuskesmas masyarakat puskesmas dan sifatnya preventif laksana petugas pembantu dan puskesmas di dan satu dan promotif. 4. tindakan operatif dll b) Transfer of specimen . Tujuan system rujukan adalah untuk meningkatkan mutu. dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. 7. ( pelayanan Bidan pastikan ibu/ klien/ bayi didampingi oleh tenaga kesehatan yang komponen dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan. Terdapat dua jenis istilah rujukan. rumah laboratorium. 6. lainnya. Antara puskesmas dan rumah sakit. B Internal Antara antar-bagian/unit sakit. Ini adalah rujukan yang menyangkut masalah kesehatan yang Tata 1. laboratorium atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. 1.Sistem rujukan upaya keselamatan adalah suatu system jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul. rasional. yaitu pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik atas satu kasus yang timbul baik secara vertical maupun horizontalkepada yang lebih berwenang dan mampu menanganinya secara rasional. Rujukan medic. yaitu rujukan medik dan rujukan kesehatan. . Rujukan kesehatan. pelayanan atau di fasilitas dalam satu rumah kesehatan sakit. 3. baik secara vertical maupun horizontalke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten. Jenis rujukan medic a) Transfer of patient . rujukan rumah puskesmas puskesmas lainnya 5. Konsultasi penderita untuk keperluan diagnostic. terjangkau. pengobatan. yaitu hubungan dalam pengiriman . 2.

infuse. Nasihat yang perlu diperhatikan. (surat) Beri surat ke tempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien). aslasan rujukan. RUJUKAN KEBIDANAN Sistem rujukan dalam mekanisme pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbale-balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertical maupun . 3. seperti spuit. Konseling tentang kondisi klien sebelum dan sesudah diberi upaya penanggulangannya. Suami dan anggota S keluarga lain harus menemani ibu ( klien) ketempat rujukan. uraian hasil rujukan. segera kembalikan klien ke tempat fasilitas pelayanan asalnya dengan terlebih dahulu member hal-hal berikut : 1. Pengantar tertulis ke fasilitas pelayanan kesehatan mengenai kondisi pasien. O Bawa K obatobat esensial diperlukan selama perjalanan asuhan atau obatobatan yang telah diterima ibu (klien). K ( keluarga ) Beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu (klien) dan alas an mengapa ia dirujuk. dan stetoskop. set. (uang) Ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat dan bahan kesehatan yang diperlukan ditempat rujukan. (kendaraan) Siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu dalam kondisi yang nyaman dan dapat U mencapai tempat rujukan dalam waktu yang cepat. 2. upaya penanggulangan yang telah diberikan dan saransaran. (obat) merujuk.A ( Alat ) Bawa perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan. Jika upaya penanggulangan diberikan di tempat rujukan dan kondisi ibu telah memungkinkan. tensimeter.

2. 2. juga dengan mengundang tenaga medis dalam kegiatan Rujukan lmiah yang diselenggarakan tingkat informasi provinsi atau ilustrasi pendidikan.horizontal. rujukan sebaik-baiknya. laboratorium. 3. Rujukan dan pelayanan kebidanan dan pelatihan antara pusat dan daerah. 4. 5. Membalas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim. Misalnya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistik fasilitas dan personalianya. seperti kasus ginekologi atau kontrasepsi. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya. Rujukan vertical. Rujukan horizontal adalah konsultasi dan komunikasi antar-unit yang ada dalam satu rumah sakit. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya. dan nifas. jika parlu disertai dengan keterangan yang lengkap (surat balasan). 2. yang Pengiriman memerlukan bahan penanganan spesialis. medis 1. Pelimpahan pengetahuan dan keterampilan 1. Hal ini sangat berguna untuk memperoleh . konsultasi penderita. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap. diskusi kasus. Jika penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai. Menjalin kerjasama dalam system pelaporan data-data parameter pelayanan kebidanan. misalnya Tujuan 1. Rujukan khusus patologis pada kehamilan. 3. terutama mengenai kematian maternal dan prenatal. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan Kegiatan 1. maksudnya adalah rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit yang telah lengkap. 6. kembalikan dan kirimkan ke unit semula. dan demontrasi operasi. Pengiriman tenaga-tenaga ahli ke daerah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui ceramah. persalinan. 2. Pengiriman petugas pelayanan kesehatan daerah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mereka ke rumah sakit pendidikan. Setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak.

18. rujukan 1. 5. 17. 2. 9. 3. berarti bahwa pertolongan dapat diberikan lebih cepat. 4. 7. 8. Tanda Preeklamisa/hipertensi Tinggi fundus Gawat 40cm Anemia /gejala dalam atau Persalinan Ketuban Ketuban Ketuban kurang pecah pecah pecah Riwayat Perdarahan bulan(usia kehamilan kurang dari yang lebih kurang Masyarakat desa dapat perujukan seksio menikmati tenaga ahli ibu sesaria pervaginam 37 mgg) kental 24jam) bulan Ikterus berat infeksi kehamilan lebih janin dengan lama pada mekonium (kurang persalinan 13. Primipara dalam fase aktif persalinan dengan palpasi kepala janin masih 5/5 14. 15. 6. dan secara psikologi member rasa aman pada pasien dan keluarganya 2. Indikasi 1. Pelayanan yang diberikan sedekat mungkin ke tempat pasien. Dengan adanya penataran yang teratur diharapkan pengetahuan dan keterampilan petugas daerah makin meningkat sehingga semakin banyak kasus yang dapat dikelola di daerah masingmasing. murah. 11. 10. 3. 16.angka-angka Keuntungan secara regional system dan nasional. Tali Presentasi bukan Kehamilan Presentasi pusat belakang kepala gemeli majemuk menumbung syok DAFTAR PUSTAKA . 12.

maka mereka mempunyai kesadaran yang lebih besar yang berdampak pada gaya hidup terhadap kesehatan. Ilmu pengetahuan dan teknologi baru. Yayasan Bina Jakarta. 1998. 2008.Curtis. Seputar Jakarta: Kehamilan.co. Pustaka Irma. Prawirohardjo. 2008. Sinopsis Obstetri. 2008 – 3:41 am Mochtar.blogspot. Y. Jakarta. Perawatan Ibu Hamil. DKK. Karya Tulis Ilmiah. Jakarta.cc June 20.B.cc Juni 20. 2007. http:// www.html Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Pelayanan Kesehatan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sistem Pelayanan Kesehatan Faktor-faktor 1. Jakarta Masdanang. EGC Nurweni. Tanda Bahaya Kehamilan. Hanifa. Gambaran Tingkat pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Trimester I Tentang Tanda Bahaya Kehamilan di RB Citra Prasasti I Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo.masdanang.2008. 2. Tanya Ilmu Jawab Kebidanan.com/2010/05/sistem-rujukan.masdanang.2002. Pergeseran tersebut antara masyarakat dan lain : konsumen Hal ini sebagai akibat dari peningkatan pengetahuan dan kesadaran konsumen terhadap peningkatan kesehatan. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. pencegahan penyakit dan upaya pengobatan. sebagai masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang masalah kesehatan yang meningkat. W. Tanda Bahaya Kehamilan.co. http:// www.G. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sisi lain dapat meningkatkan pelayanan kesehatan karena adanya peralatan kedokteran yang lebih canggih dan memadai walau di sisi . 2001. 2009. Yayasan Bina Pustaka http://ayumarthasari. akibatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan meningkat. 3:50 am Kusmiyati. R.

shvoong. Pengantar Keperawatan Komunitas. 3.Wahit(2005). Issu legal dan etik. 4. Sebagai masyarakat yaang sadar terhadap haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan . 5.com/medicine-and-health/2138650-faktor-faktor-yang-mempengaruhisistem/#ixzz1pHmCLyjV http://id. melambungnya biaya kesehatan dan dibutuhkannya tenaga profesional akibat pengetahuan dan peralatan yang lebih modern. Pemberian pelayanan kesehatan yang kurang memadai dan kurang manusiawi maka persoalan hukum kerap akan membayanginya. Ekonomi Pelayanan kesehatan yang sesuai dengan harapan barangkali hanya dapat dirasakan oleh orangorang tertentu yang mempunyai kemampuan untuk memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.yang lain juga berdampak pada beberapa hal seperti meningkatnya biaya pelayanan kesehatan.com/medicine-and-health/2138650-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-sistem/ . Politik Kebijakan pemerintah dalam sistem pelayanan kesehatan akan berpengaruh pada kebijakan tentang bagaimana pelayanan kesehatan yang diberikan dan siapa yang menanggung biaya pelayanan kesehatan Sumber : Iqbal Mubarak. namun bagi klien dengan status ekonomi rendah tidak akan mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna karena tidak dapat menjangkau biaya pelayanan kesehatan.Penerbit Sagung Seto Sumber:http://id. issu etik dan hukum semakin meningkat ketika mereka menerima pelayanan kesehatan.shvoong.

Efektivitas Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Umum „ POSTED BY DATASTUDI ⋅ 12 JULY 2008 ⋅ LEAVE A COMMENT Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat Indonesia. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Era reformasi yang sedang kita jalani. . pemulihan rehabilitasi. kuratif dan rehabilitasi. telah membawa perubahan yang mendasar dalam berbagai bidang kehidupan termasuk masalah pelayanan kesehatan. melaksanakan pelayanan kesehatan meliputi promotif. penyelenggaraan sistem rujukan. perubahan struktur organisasi. penyelenggaraan pelayanan penunjang dan non medik. Pemerintah telah bersungguh-sungguh dan terus-menerus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan baik yang bersifat promotif. perubahan sosio-ekonomi masyarakat dan pelayanan yang lebih efektif. (2) penyelenggaraan pelayanan medik. ramah dan sanggup memenuhi kebutuhan mereka. (1) menyelenggarakan. penyelenggaraan pelayanan asuhan keperawatan. Salah satu perubahan yang mendasar dalam berbagai bidang kehidupan termasuk masalah pelayanan kesehatan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan. preventif. Peran tersebut pada dewasa ini semakin dituntut akibat adanya perubahanperubahan epidemiologik penyakit. Salah satu perubahan mendasar yang sedang digulirkan saat ini adalah manajemen negara yaitu dari manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis daerah secara resmi perubahan manajemen ini diwujudkan dalam bentuk Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah yang kemudian diikuti pedoman pelaksanaannya berupa Peraturan Pemeritah RI Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan propinsi sebagai daerah otonomi konsekuensi logis dari undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut adalah bahwa efektivitas pelayanan kesehatan harus disesuaikan dengan jiwa dan semangat otonomi sesuai dengan peraturan tersebut maka disusunlah tugas pokok dan fungsinya yakni.

tarif pelayanan kesehatan. peralatan medis dan lain-lain. Pasien mengartikan pelayanan yang bermutu dan efektif jika pelayanannya nyaman. Sedangkan provider mengartikan pelayanan yang bermutu dan efesien jika pelayanan sesuai dengan standar pemerintah. rumah sakit diharapkan akan menghasilkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) dengan pelayanan bermutu. 1996). Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasien sehingga dapat memperoleh kepuasan yang ada pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan pada rumah sakit melalui pelayanan prima. sikap petugas administrasi. Adanya perbedaan persepsi tersebut sering menyebabkan keluhan terhadap pelayanan (Aswar. dapat diterima dan wajar. Pengertian Tentang Pelayanan Kesehatan . dan bermutu (Azwar. Sesuai dengan peraturan UndangUndang No. selain itu juga tentang sarana yang kurang memadai. menyenangkan dan petugasnya ramah yang mana secara keseluruhan memberikan kesan kepuasan terhadap pasien. mudah dicapai. tersedia dan berkesinambungan. Bentuk pelayanan yang efektif antara pasien dan pemberi pelayanan (provider) disadari sering terjadi perbedaan persepsi.1996). Agar penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka pelayanan harus memenuhi berbagai syarat diantaranya. Salah satu diantaranya yang dianggap mempunyai peranan yang cukup penting adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. efisien. 23 Tahun 1999 tentang Pelayanan Kesehatan. Melalui pelayanan prima. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan pasien. kelambatan pelayanan. Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu tolak ukur kepuasan yang berefek terhadap keinginan pasien untuk kembali kepada institusi yang memberikan pelayanan kesehatan yang efektif. A. Adapun kondisi yang menunjukkan masalah mutu dan keefektifan yang ada di rumah sakit yakni adanya keluhan yang sering terdengar dari pihak pemakai layanan kesehatan yang biasanya menjadi sasaran ialah sikap dan tindakan dokter atau perawat. persediaan obat.Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu diperhatikan. inovatif dan menghasilkan sesuai dengan Undang-Undang No. mudah dijangkau.

Sedangkan Soewarno Handayaningrat (1983:16) memberikan defenisi efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. sosial. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. defenisi lain dalam tulisan ini adalah kesehatan. jiwa. Jadi pengertian kesehatan cakupannya sangat luas. ekonomi) . pengertian efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasarannya. dan sosial yang memungkinkan setiap orang produktif secara sosial-ekonomi.Kegiatan pelayanan dalam suatu organisasi mempunyai peranan yang sangat strategis. Dengan lain perkataan. 1985:50) yang meninjau efektivitas dari sudut pencapaian tujuan. mencakup sehat fisik maupun non fisik (jiwa. terutama pada organisasi yang aktivitas pokoknya adalah pemberian jasa. Oleh karena itu. ada baiknya jika dikemukakan pengertian efektivitas. penilaian efektivitas harus berkaitan dengan masalah sarana maupun tujuan-tujuan organisasi. Sebelum membahas pengertian pelayanan kesehatan. S. Dengan demikian efektivitas merupakan konsep yang sangat penting dalam teori organisasi. 1985: 205).B. Hari Lubis dan Martani Husaini (1987:54) bahwa pengertian yang memadai mengenai tujuan ataupun sasaran organisasi merupakan langkah pertama dalam membahas mengenai efektivitas tersebut seringkali berhubungan sangat erat dengan tujuan maupun sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. berpendapat bahwa rumusan keberhasilan suatu organisasi harus mempertimbangkan bukan saja sasaran organisasi tetapi juga mekanisme mempertahankan diri dan mengejar sasarannya. Menurut Amitai Etzioni yang dikutip Lubis dan Husaini (1987:55). Secara umum telah dikemukakan bahwa konsep efektivitas itu sendiri paling baik jika dari sudut sejauh mana organisasi berhasil mendapatkan sumber daya dalam usahanya mengejar tujuan strategi dan operasional (Steers. Sama halnya yang dikemukakan oleh Georgopoulos dan Tannenbaum (dalam Steers. karena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran atau tujuannya. pengukuran efektivitas organisasi memerlukan ketepatan tergantung pendekatan yang digunakan Dari beberapa pengertian efektivitas yang telah dikemukakan.

pencegahan. (Suparto. pelayanan kesehatan dapat dilaksanakan secara sendiri atau bersama-sama sebagai anggota dalam suatu organisasi.Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara. pengobatan. Pengertian pelayanan kesehatan lainnya. dan pemulihan kesehatan yang bermutu dan terjangkau dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Pengorganisasian pelayanan. kelompok. Pelayanan rumah sakit merupakan salah satu bentuk upaya yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. dalam hal ini masyarakat dengan berbagai tingkat kebutuhannya. Sasaran pelayanan. dan masyarakat. meningkatkan kesehatan. keluarga. pengobatan. Pelayanan oleh Moenir (1995) dirumuskan setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan orang banyak. dan pemulihan fungsi organ tubuh seperti sedia kala. dikemukakan oleh Gani (1995) bahwa pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat berupa tindakan penyembuhan. 1994) Rumah sakit sebagai salah satu bentuk fasilitas pelayanan kesehatan harus memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas. dapat dipahami bahwa bentuk dan jenis pelayanan kesehatan tergantung dari beberapa faktor yakni: 1. penyembuhan penyakit. dan ataupun masyarakat (Azwar. perorangan. kelompok. pencegahan penyakit. 1998). 3. pencegahan penyakit. tindakan medis atau non medis. Berdasarkan rumusan pengertian di atas. Manajemen rumah sakit harus berupaya memuaskan pasiennya. penyembuhan/ pengobatan dan pemulihan kesehatan. pemeriksaan. keluarga. Sebuah rumah sakit didirikan dan dijalankan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk perawatan. dan tindakan diagnosis lainnya yang dibutuhkan oleh masing-masing . 2. Tujuan atau ruang lingkup kegiatan. Pelayanan rumah sakit berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu yang dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan.

pelayanan administrasi. Syarat pokok yang dimaksud adalah: 1. Mudah dicapai Syarat pokok yang ketiga pelayanan kesehatan yang baik adalah mudah dicapai oleh masyarakat (dari sudut lokasi). Dapat diterima dan wajar Syarat pokok kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah dapat diterima oleh masyarakat serta bersifat wajar. yang disatu pihak dapat memuaskan para pemakai . 1. Artinya pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat. pelayanan rawat inap. Untuk dapat mewujudkan keadaan yang seperti ini harus dapat diupayakan pelayanan kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. dan sesuai dengan kemajuan teknologi kedokteran sehingga dapat berfungsi sebagai rujukan rumah sakit sesuai dengan tingkat rumah sakitnya. Pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah kegiatan pelayanan berupa pelayanan rawat jalan.pasien dalam batas-batas kemampuan teknologi dan sarana yang disediakan di rumah sakit (Wijono. Pengertian yang dimaksud disini adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. Mudah dijangkau Syarat pokok keempat pelayanan kesehatan yang baik adalah mudah dijangkau oleh masyarakat. 1. Sedangkan untuk dapat disebut sebagai bentuk pelayanan kesehatan. 1999). Pengertian keterjangkauan yang dimaksud disini termasuk dari sudut biaya. baik dari jenis pelayanan kesehatan kedokteran maupun dari jenis pelayanan kesehatan masyarakat harus memiliki berbagai syarat pokok. 1. Bermutu Syarat pokok pelayanan kesehatan yang baik adalah bermutu. 1. pelayanan gawat darurat yang mencakup pelayanan medik dan penunjang medik. Disamping itu rumah sakit harus dapat memberikan pelayanan kesehatan yang cepat. Tersedia dan berkesinambungan Syarat yang pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan kesehatan tersebut harus tersedia di masyarakat serta bersifat berkesinambungan. akurat.

maka pasien yang memperoleh jasa pelayanan memiliki harapan tertentu. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisasi serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran. asuhan perawatan yang berkesinambungan. dan mencari keuntungan. tempat pelayanan. Bila jasa rumah sakit yang diterimanya dapat memenuhi bahkan melebihi dari apa yang diharapkan dalam waktu ke waktu tumbuh pemikiran dalam diri pasien bahwa inilah suatu jasa pelayanan rumah sakit yang efektif dan memiliki mutu. menunjukkan bahwa fungsi kegiatan rumah sakit sangat bervariasi. 1996). tempat pengasuhan. dalam Sistem Kesehatan Nasional (1992) dinyatakan bahwa rumah sakit mempunyai fungsi utama menyelenggarakan kesehatan bersifat penyembuhan dan pemulihan penderita serta memberikan pelayanan yang tidak terbatas pada perawatan di dalam rumah sakit saja. 1996) bahwa rumah sakit adalah pusat pelayanan kesehatan masyarakat. serta pengobatan yang diderita oleh pasien (American Hospital Association. serta perawatan di luar rumah sakit. tetapi memberikan pelayanan rawat jalan. sesuai dengan perkembangan zaman. dan bersifat sosial. diagnosis. Implikasinya adalah setiap rumah sakit dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pasiennya dalam semua aspek pelayanan. Pengertian serupa dikemukakan oleh Association of Hospital Care (Azwar. . dalam Azwar. Artinya rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyembuhan penyakit. pendidikan serta penelitian kedokteran diselenggarakan. baik yang bersifat fisik maupun non fisik agar efektivitas pelayanan kesehatan dapat terwujud.jasa pelayanan. pendidikan dan penelitian sederhana. B. antara lain. 1974. Dalam upaya pelayanan di rumah sakit. sebagai pengembangan pendidikan dan penelitian. Sementara itu. rumah sakit fungsinya berkembang sesuai dengan tuntunan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Batasan pengertian rumah sakit di atas. dan dipihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah ditetapkan. spesialistik/subspesialistik. Dewasa ini.

1956). process improvement. mutu adalah keseluruhan ciri-ciri karakteristik dari suatu produk/jasa dalam hal kemampuannya untuk memenuhi kebutuhankebutuhan yang telah ditentukan bersifat laten. “EHS IN HOSPITAL” dapat secara operasional didefinisikan sebagai “suatu sistem pengelolaan pelayanan di rumah sakit melalui jalur komunikasi untuk membentuk prilaku institusi guna tercapainya efektivitas serta mutu pelayanan yang optimal”. dimana mutu pelayanan merupakan penilaian terhadap kepuasan pelanggan (pasien) yang harus dipenuhi setiap saat. (Ngatimin. 2. sehingga menurut Ngatimin (1987) dalam Ngatimin (2000) mengemukakan seorang petugas . 2001) Efektivitas pelayanan kesehatan dalam bentuk pemberian dan pengobatan pasien bila semua pihak terkait dan mendukung kegiatan ini tidak berada dalam posisi sebagai “unit dari suatu system” menuju tercapainya yang telah disepakati. Mutu adalah kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan (Crosby. 3. Untuk mencapai tujuan yang optimal. Konsep ini merupakan pengembangan teori yang terpijak pada prinsip-prinsip efektivitas pelayanan. 1984). Mutu adalah sifat yang memiliki oleh sesuatu program (Donabedian. Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang atau jasa. costumer focus. jalur komunikasi memegang peranan yang sangat penting dimana hal ini tidak terlepas dari faktor petugas pelayanan. Menurut American society for quality control. Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang mutu. Salah satu pendapat tersebut yakni. 4. (Lupiyoadi.Konsep mutu merupakan konsep multi dimensi. baik dilihat dari produk maupun dari segi pelayanannya. 1986). dan total improvement. 1. baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. yakni. 2000). Mutu adalah tingkat kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati (Winson Dictionary. 1980). yang didalamnya terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna (DIN ISO 8402. Mengacu pada pengelolaan rumah sakit yang senantiasa berusaha memberi pelayanan dan pengobatan sebaik-baiknya. Mutu pelayanan lebih mengacu pada konsep costumer focus.

4. 3. Personality : Seorang petugas kesehatan sangat erat hubungannya dengan rasa tanggung jawab sebagai petugas kesehatan serta memelihara tugastugas dibidang kesehatan yang berkaitan dengan keselamatan jiwa orang lain yang menjadikan kepribadian yang sangat penting. kesakitan. 1993: 3) Mutu pelayanan kesehatan menurut WHO 1998 dalam Wijono (1999) adalah “penampilan yang pantas atau sesuai yang berhubungan dengan standar-standar dari suatu intervensi yang diketahui aman. Dari beberapa unsur di atas. ketidakmampuan. . 2. bukan ketetapan insinyur. dan kekurangan gizi. yang dapat memberikan hasil kepada masyarakat yang bersangkutan yang telah mempunyai kemampuan untuk menghasilkan dampak pada kematian. petugas kesehatan yang dimaksud mampu menunjukkan prestasi. Maturity : Mampu mengendalikan kondisi. dijanjikan atau tidak. personality (kepribadian). mengharapkannya.kesehatan ideal adalah mereka yang memiliki ability (kemampuan). dalam hal ini kemampuan jiwa yang dewasa dan cukup matang untuk mengendalikan diri orang lain. ia berdasarkan atas pengalaman nyata pelanggan terhadap produk dan jasa pelayanan.credibility (kepe rcayaan) dan maturity (kematangan). mutu adalah penentuan pelanggan. 5. (Wijono. sadar atau hanya dirasakan. performance (kinerja). operasional teknik atau subjektif sama sekali dan selalu menggambarkan target yang bergerak dalam pasar kompetitif. pasar atau ketetapan manajemen. dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. mengukurnya. Ability : Petugas kesehatan memiliki kemampuan teori dan pengalaman lapangan sehingga pada pelaksanaan tugasnya. Performance : Membina dan memelihara kinerja dari petugas dan institusi yang diwakilinya merupakan kewajiban petugas yang ideal. tanpa memiliki rasa ragu dalam menangani masalah yang diberikan. Credibility : Merupakan batu ujian bagi para petugas kesehatan yang berusaha mendukung upaya kesehatannya. Sedangkan pengertian mutu adalah faktor keputusan mendasar dari pasien.

Dari sudut pandang manajer (administrator). mutu asuhan kesehatan. Jadi defenisi ini berorientasi pada proses dari hasil. Untuk para manajer focus pada mutu akan mendorongnya untuk mengatur staf. 1999: 34) . Menurut Tenner dan De Torro (1993: 3). mutu pelayanan berarti suatu empathy. pelayanan harus sesuai dengan kebutuhan mereka. By meeting their explicit and implicit expectation”. terapi. mutu perawatan kesehatan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan operasional sehari-hari adalah sebagai berikut. “quality is a basic business strategy that provides goods and services the completely both internal and external costumer. Mutu adalah strategi dasar untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memuaskan pelanggan internal dan eksternal dengan memenuhi kebutuhan yang nampak dan tersembunyi. “mutu pelayanan berarti bebas melakukan segala sesuatu secara profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien dan masyarakat sesuai dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang maju. diberikan dengan cara ramah pada waktu berkunjung ke rumah sakit.Pengertian lain dari mutu pelayanan kesehatan mengenai keefektifan pelayanan kesehatan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang adalah sebagai berikut: 1. mutu peralatan yang baik dan memenuhi standar yang baik (state of the art). respect dan tanggapan akan kebutuhannya. Pada umumnya para manajer dan pemilik institusi mengharapkan efesiensi dan kewajaran penyelenggaraan pelayanan. (Wijono. namun tetap sama pentingnya. pasien dan masyarakat dengan baik. derajat terpenuhi standar profesi atau standar operating procedure dalam pelayanan pasien dan terwujudnya hasil-hasil out-comes yang diharapkan oleh profesi maupun pasien yang menyangkut dengan pelayanan diagnosa. 4. 2. Pengertian tentang mutu pemeliharaan kesehatan (quality of health care) sering diartikan sebagai mutu pelayanan kesehatan. mutu pelayanan tidak berhubungan langsung dengan tugas mereka sehari-hari. prosedur atau tindakan pemecahan masalah klinis. Untuk pasien dan masyarakat. Bagi yayasan atau pemilik rumah sakit. 3. Dari sudut pandang petugas kesehatan. biaya dan waktu. minimal tidak merugikan dipandang dari berbagai aspek seperti tiadanya pemborosan tenaga. mutu dapat berarti memiliki tenaga profesional yang bermutu dan cukup. peralatan.

dan hambatan bahasa. manager dan staf pendukung. Akses terhadap pelayanan kesehatan. Bila memilih standar. 4. Mutu pelayanan c. Hubungan antar manusia. Pemanfaatan sarana pelayanan b. Hubungan antara manusia yang baik menanamkan kepercayaan dengan cara menghargai. Dimensi Mutu (kualitas) Pelayanan. relative resiko yang dipertimbangkan. Penilaian Mutu dan Efektifitas Pelayanan Rumah Sakit Untuk melihat tingkat keberhasilan pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari berbagai aspek. Menurut Wijono (1999: 35) ada 8 (delapan) dimensi mutu pelayanan kesehatan yang dapat membantu pola pikir dalam menetapkan masalah yang ada untuk mengukur sampai sejauh mana telah dicapai standar dan efektivitas pelayanan kesehatan. Dep. organisasi. ekonomi. adalah interaksi antar petugas dan pasien. . 2. budaya. Kompetensi teknis berhubungan dengan bagaimana cara petugas mengikuti standar pelayanan yang telah ditetapkan. 1. RI (1999) antara lain: a. kompetensi teknis terkait dengan keterampilan dan penampilan petugas. akses berarti bahwa pelayanan kesehatan tidak terhalang oleh keadaan social. Menilai dimensi efektivitas akan tanggung jawab pertanyaan apakah prosedur atau pengobatan bila ditetapkan dengan benar akan menghasilkan hasil yang diinginkan.1. dan antara tim kesehatan dengan masyarakat. Kompetensi teknis. manajer dan petugas. 3. Kedelapan dimensi mutu tersebut adalah: 1. Tingkat efesiensi pelayanan Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan mutu pelayanan dan efesiensi pelayanan rumah sakit diperlukan berbagai indikator agar informasi yang ada dapat dijadikan sebagai acuan yang bermakna ada parameter yang dipakai sebagai pembanding antara fakta dan standar. Efektivitas mutu pelayanan kesehatan tergolong dari efektivitas yang menyangkut norma pelayanan kesehatan dan petunjuk klinis sesuai standar yang ada.Kes. menjaga rahasia.

sebagai salah satu dimensi mutu. Kelangsungan pelayanan kadang dapat diketahui dengan cara klien tersebut mengunjungi petugas yang sama. atau dapat diketahui dari rekan medis secara lengkap dan akurat. Pelayanan yang efesien akan memberikan perhatian yang optimal dan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada pasien dan masyarakat. Dengan menganalisis efesiensi. 7. Hubungan antara manusia yang kurang baik akan mengurangi efektivitas dan kompetensi teknis pelayanan kesehatan. manajer program kesehatan dapat memilih interaksi yangpig cost effective. apalagi sumber daya pelayanan kesehatan pada umumnya terbatas. 6. mendengarkan keluhan. Klien harus mempunyai akses terhadap pelayanan rutin dan preventif yang diberikan oleh petugas kesehatan yang mengetahui riwayat penyakitnya. keamanan berarti mengurangi resiko cidera. Pasien yang diperlakukan kurang baik cenderung mengabaikan saran dan nasehat petugas kesehatan. . atau tidak mau berobat ditempat tersebut. Dengan cara ini mutu dapat ditingkatkan sambil menekan biaya serta peningkatan mutu memerlukan tambahan sumber daya. sehingga petugas lain mengerti riwayat penyakit dan diagnosa serta pengobatan yang pernah diberikan sebelumnya. efesiensi pelayanan kesehatan merupakan dimensi yang penting dari mutu karena efesiensi akan mempengaruhi hasil pelayanan kesehatan. tidak adanya kelangsungan akan mengurangi efesiensi dan mutu hubungan antar manusia. Pelayanan yang tidak baik karena norma yang tidak efektif atau pelayanan yang salah harus dikurangi atau dihilangkan.responsif dan memberikan perhatian. dan berkomunikasi secara efektif juga penting. efek samping atau bahaya lain yang berkaitan dengan pelayanan. berhenti atau mengurangi prosedur diagnosa dan terapi yang tidak perlu. Efesiensi. Keamanan. tetapi dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan tersedianya untuk kembali kefasilitas kesehatan untuk memperoleh pelayanan berikutnya. berarti klien akan menerima pelayanan yang lengkap sesuai yang dibutuhkan (termasuk rujukan) tanpa intrupsi. 5. 8. Kenyamanan. kenikmatan ini berhubungan langsung dengan efektivitas klinis. infeksi. Kelangsungan pelayanan. Petugas akan memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.

maka dalam penelitian ini menggunakan dimensi mutu pelayanan menurut Serqual Parasuraman dengan lima indikator penilaian. keamanan data dan arsip. Pengetahuan dan keahlian (competence). Ketanggapan (responsiveness). bebas dari bahaya resiko atau yang hilang. dan kepercayaan diri. 9. perusahaan memahami kebutuhan pelanggan. 4. 5. reputasi perusahaan. waktu tunggu dan jam operasional. 6. Bukti fisik (tangible). sehingga dapat membedakan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda. Keamanan (security). Kesopan santunan (courtesy). pelayanan fisik. aspek perhatian dan keramahan individu yang langsung berhubungan dengan pelanggan. . mendengarkan keinginan spesifik pelanggan memberikan perhatian pada setiap pelanggan. Dari berbagai penilaian dimensi mutu pelayanan. Keterandalan (reliability). keterjangkauan dapat dicapai dan mudah dijangkau. penampilan tenaga kerja alat atau peralatan yang digunakan. keamanan fisik. petugas dapat memberikan informasi dan bahasa yang mudah dipahami dan didengarkan oleh pelanggan. 7. Kepercayaan (credibility). Memahami pelanggan (understanding the costumer). keamanan keuangan. 10. dimana kinerja yang baik diberikan pada saat pertama kali memberikan janji yang menggiurkan dan tepat. 2. ilmu pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan. konsistensi kinerja dan kemampuan terlihat. Kategori adalah sebagai berikut: 1. 3. kepercayaan. 8. meliputi sikap sopan santun. Komunikasi (communication). kejujuran.Penelitian oleh Lem Berry dan Vielere Zeltham pada awal tahun 1990-an mengajukan sepuluh mutu pelayanan sebagai dasar untuk memahami mutu dan efektivitas pelayanan. Keterjangkauan (access). keinginan atau kesesuaian pemberi pelayanan untuk memberikan pelayanan tepat waktu.

Pertama. Pendidikan dan pelatihan untuk mutu 5. Manajemen informasi yang mendukung kearah pengambilan keputusan. Penilaian terhadap mutu pelayanan dilahirkan oleh perbandingan antara apa yang seharusnya diterima (expectation). Menurut New south Wales Heath Department (1999) dalam Soejitno (2000) mutu pelayanan kesehatan meliputi. sebagai satu badan usaha rumah sakit harus menciptakan dan memperhatikan para pelanggannya. consumer participation. Dari yang telah diuraikan suatu penilaian yang dapat dilihat bahwa persepsi tentang mutu pelayanan dilahirkan suatu penilaian yang menyeluruh (global judgment) berdasarkan . access dan efficiency. persepsi mutu pelayanan dalam arti hasil teknis (technical outcome) yang diberikan oleh penyedia jasa.Menurut Zeithaml dan Bitner (2000: 81). dalam proses selanjutnya mengalami perubahan menjadi badan usaha yang bersifat sosial ekonomi. mutu dalam arti hasil dari suatu proses jasa (outcomer process) yang diwujudkan dalam bentuk bagaimana jasa itu itu diberikan. 4. safety. Rumah sakit di Indonesia yang semula adalah bersifat sosial. Kompetensi dari petugas 2. Kontinuitas dari pelayanan 3. Hampir semua aktivitas dalam rumah sakit di Indonesia sekarang ini banyak diarahkan kepada program-program untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Kedua. effectiveness. Dengan memahami pelanggannya maka organisasi akan bertahan hidup dan meningkatkan keuntungannya. mutu pelayanan ditentukan oleh persepsi konsumen dalam dua hal. sebagaimana yang pernah dirasakan dengan kinerja mutu pelayanan yang diterima (performance) dalam Kadir. Akreditasi dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Dari keenam dimensi mutu pelayanan kesehatan ini terdapat lima dimensi silang yang berhubungan dengan efektivitas pelayanan kesehatan yaitu: 1. 2000. Dari perbandingan tersebut maka mutu pelayanan pada prinsipnya adalah derajat atau tingkatan yang membedakan antara pengalaman menerima atau pelayanan dibandingkan dengan mutu pelayanan yang diterima.

terpelihara dengan baik. Kemudian dibandingkan dengan pelayanan yang diterimanya. Keadaan ruang perawatan Keadaan ruang perawatan akan mempengaruhi tanggapan pasien dari keluarganya tentang mutu pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit.pengalaman yang diperoleh pasien. 3. maka indikator yang digunakan untuk mencakup kepuasan pelayanan kesehatan yang dirasakan pasien. kesejahteraan pasien dihubungkan dengan kualitas pelayanan kedokteran atau kualitas pelayanan keperawatan. . Secara umum untuk menilai mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu. image and price. sehingga segala macam peralatan yang digunakan selalu dapat berfungsi dengan baik. disertai pemeliharaannya agar selalu dapat berfungsi dengan baik. Pengalaman tersebut menjadi pembanding yang pada akhirnya menentukan tingkat efektivitas dari pelayanan. Demikian pula kondisi kamar pasien merupakan aspek yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan serta kepuasan pasien selama dirawat di rumah sakit. Suasana tersebut harus dapat dipertahankan. Kesejahteraan pasien Kesejahteraan pasien biasanya dihubungkan dengan perasaan senang dan aman. Selain itu. 2. sehingga pasien merasa puas (nyaman) atas pelayanan yang diberikan. Dengan kata lain. pada setiap unit perawatan seyogyanya terdapat sarana atau fasilitas yang menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Kenyamanan dan kondisi kamar Kenyamanan pasien merupakan salah satu variabel yang digunakan untuk dapat terselenggaranya pelayanan yang bermutu. Menurut Jacobalis (1982) pada umumnya nilai mutu pelayanan kesehatan mencakup 4 (empat) hal pokok. cara dan sikap serta tindakan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. yakni: 1. Tetapi yang terpenting adalah sikap dan tindakan para pelaksana terutama dokter dan perawat ketika memberikan pelayanan kesehatan. dihubungkan dengan fasilitas yang memadai. antara lain pengalaman dalam kontak jasa melalui services encounters (moment of truth) the evidence of service.

(1979). Pengertian catatan rekam medik di Indonesia mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749 Tahun 1989. Faktor konversi tersebut akan dikaitkan dengan indeks pelayanan yang didapatkan dari jawaban pasien. yang menyatakan bahwa rekam medik adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien. Donabedian (1993) menyatakan.4. perlengkapan rekam medik menunjukkan baik buruknya kualitas dan efektivitas pelayanan medik yang diberikan. Catatan atau rekam medik. Kenyamanan dan kondisi kamar pasien 3. pemeriksaan. tercermin segala informasi yang menyangkut seorang pasien yang akan dijadikan dasar dalam menentukan tindakan lebih lanjut dalam pelayanan kesehatan maupun tindakan medik lain yang diberikan kepada pasien yang akan datang ke instansi penyedia layanan kesehatan (rumah sakit). Keadaan ruang perawatan 4. Berdasarkan uraian tersebut di atas. Sedangkan menurut Cabban et. 2000). Kesejahteraan pasien 2. pengobatan. .al. Nilai dari faktor konversi tersebut adalah sebagai berikut: 1. tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan (Siswati. Indeks mutu pelayanan rumah sakit didapatkan dari rata-rata indeks unit. setiap indikator pelayanan kesehatan tersebut merupakan faktor konversi yaitu persentase yang ditentukan bagi suatu kategori atau suatu kelompok indikator terhadap keseluruhan pelayanan. Catatan medis pasien = 25% = 25% = 10% = 40% Adapun salah satu efektivitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Kabupaten Polman harus menciptakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit agar dapat melayani kebutuhan dan keinginan serta memberikan kepuasan kepada pasien yang penerapannya harus dilaksanakan oleh semua elemen organisasi rumah sakit secara komprehensif dan berkelanjutan termasuk pula pasien sebagai pihak pemakai.

Notoadmojo. 2000. 1996. Binarupa Aksara. Jakarta: ditjen Yanmed. Silalahi. Vol. _______. Management Kualitas dalam Industri Jasa. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. 1999. Aspek-Aspek Pelayanan Kesehatan. II. Surabaya: Bina Indra Karya. Samsi. Dirjen Pelayanan Medik Direktorat RSU dan Pendidikan. V. Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan dan Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta: Kumpulan Naskah Ilmiah Kongres PERSI II. PT. Gasperz. Departemen Kesehatan RI. University Press. Suharsimi. Ryadi. 1982. . Surabaya. _______. Standar Pelayanan Rumah Sakit. Jakarta: PT. Candra Yoga.DAFTAR PUSTAKA Aditama. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Airlangga. Tinjauan dari Perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat. I. Jacobalis. Gani. Sistem Kesehatan Nasional. Vol. Soekidjo. Azwar Asrul. Departemen Kesehatan RI. Jakarta: LPMI. HAS. 1984. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Tahun 1996. Djoko. _______. Prinsip Manajemen Rumah Sakit. 1993. Jakarta: Rajawali Press. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Bumi Aksara. Wijono. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta. 1995. University Press. 1991. Slamet. Arikunto. Airlangga. Ascobat. Jakarta: Rineka Cipta. Moenir. Metodologi Penelitian Kesehatan. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Pengantar Administrasi Kesehatan. Surabaya. NB. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. 1999. 1997. 1989. Edisi Ketiga. 1994. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. UI Press. Bennet. 1999. Rineka Cipta. 1993.

Departemen Kesehatan RI. 1999. Jakarta.com/2008/07/12/efektivitas-pelayanan-kesehatan-pada-rumah-sakitumum/ .Departemen Kesehatan RI. Pedoman Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit.wordpress. Undang-undang Nomor 23 Tentang kesehatan. Jakarta. 1999. http://datastudi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful