Tugas ini disusun guna memenuhi tugas dari mata kuliah

Psikologi Klinis
“PENDEKATAN PSIKODINAMIKA”

Oleh :
Febriandini Permata Dewi Ronna Apriwiadita Sukmawati Varamitha Devi Riana Karsa Nurlina Fatmawati
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT 2012

I1C1100 I1C110031 I1C110209 I1C110214 I1C110217

Persfektif psikodinamik telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap riset proses konseling dan psikoterapi. Konseling Psikodinamik memberikan perhatian besar pada kemampuan konselor untuk menggunakan apa yang terjadi dalam hubungan antara klien dan konselor yang bersifat segera serta terbuka. Ide Freud cukup solid dan tangguh dalam menghadapi kritik dan reformulasi dari sejumlah sumber. konselor psikodinamik merupakan sebuah jaringan konseptual yang sangat rumit. tetapi juga merupakan tokoh pengaruh kunci dalam masyarakat barat abad ke-20. Sebagian besar teori kognitif – behavioral hanya “membisu” terhadap perkembangan anak. perbedaan paling esensial adalah kepadatan teori psikodinamik. Terdapat kesamaan dan perbedaan yang tak terhitung banyaaknya antara pendekatan psikodinamik dengan pendekatan lainnya. Psikoanalisis telah menyajikan serangkaian konsep dan metode yang telah diaplikasi dalam berbagai konteks. Freud menghabiskan beberapa tahun di Paris dalam rangka belajar Charcot. Sebaliknya. khususnya dalam bidang pemahaman perkembangan masa kanak. Ide psikodinamik terbukti tidak ternilai. Akan tetapi. salah seorang Psikoterapis paling . bukan saja bagi terapi individual. Sigmund Freud 91856-1939) dikenal secara luas bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai pendiri psikologi modern.BAB I PENDAHULUAN A. untuk mengeksplorasi tipe perasaan dan dilema hubungan yang mengakibatkan kesulitan bagi klien dalam kehidupannya sehari-hari. Latar belakang Pendekatan psikodinamik dalam konseling mempresentasikan tradisi utama dalam konseling dan psikoterapi kontemporer. tetapi juga konseling kelompok dan analisis organisasi.kanak. sedangkan pendekatan person – centred hanya berbicara sangat sedikit dalam penggunaan konsep condition of worth (waktu yang sesuai).

Anna O. Aksioma prinsipnya adalah bahwa tingkah laku seseorang banyak dipengaruhi oleh ide-ide dan gambaran-gambaran tak sadar yang diturunkan kepadanya. Materi bawah sadar yang tercurahkan antara lain emosi yang kuat. ia masih mendominasi psikoanalisis sehingga yang tidak setuju dengannya terpaksa memisahkan diri dan membangun institut dan pusat pelatihan independen. dan kemudian secara bertahap mengembangkan metodenya sendiri yang disebut sebagai “asosiasi bebas” yang didalamnya terdapat tindakan meminta pasien untuk berbaring dalam posisi rileks dan mengatakan apapun yang ada di pikirannya.populer pada zamannya. Analisis Jungian menekankan pada eksplorasi mimpi dan fantasi bukan hanya untuk makna pribadinya tetapi juga untuk hubungan kultural dan spiritualnya. para Jungian terutama memeberi perhatian khusus pada konflik di antara kecenderungan-kecenderungan yang saling berlawanan dalam diri orang-orang dan kebutuhan untuk mengekspresikan berbagai perlawanan dalam kepribadian.Freud mulai menangani pasien yang memiliki gangguan emosional dan banyak dari mereka yang menderita hysteria. adlerian dan reichian. yang disebut Archetypes. Namun selama freud masih hidup .menyebutnya “pembicaraan yang mengobati”. Ia kemudian menemukan bahwa sebagai tekhnik perawatan.. yang kemudian mengajarkan tekhnik hypnosis. dan pengalaman seksual di masa kanak-kanak. Kesempatan untuk membagi perasaan dan memori ini tampaknya membantu pasien. Psikiater Swiss. Jung menambahkan ketidaksadaran kolektif pada ketidaksadaran pribadi. Sekembalinya ke Vienna. Di bidang psikoterapi. hypnosis tidak terlalu efektif. Salah seorang pasien tersebut. Pada psikodinamika terdapat beberapa tokoh yakni. sebagai berkesinambungan dengan pendekatan Jungian. ingatan terpendam . . Carl Jung (1875-1961)lebih dahulu memisahkan diri dari psikodinamika. Hasil perpecahan ini adalah aliran psikoanalisis saat ini.

Perbedaan besar dalam pendekatan psikodinamik adalah : 1. . dan kemudian menerjemahkan kesadaran ini ke dalam kemampuan yang matang dalam menghadapi berbagai masalah di masa mendatang. Asumsi bahwa permasalahan klien memiliki akar pada pengalaman masa kecilnya. Tujuan Tujuan dari konseling Psikodinamik adalah untuk membantu klien mencapai kesadaran dan pemahaman terhadap alasan di balik masalahnya. 3. B. Digunakannya interpretasi hubungan transference dalam konseling dan terapi. Asumsi bahwa klien tidak benar-benar menyadari hakikat dorongan atau motif di belakang tindakan mereka. konselor disyaratkan mampu menawarkan kepada klien lingkungan yang cukup aman dan konsisten agar klien bias mengekspresikan fantasi dan dorongan yang mengakibatkan atau memalukan secara aman. Agar proses ini dapat berjalan. 2.

motivasi tak sadar dan dorongan biologis serta instingtual. Menurut freud. tetpai dapat dipanggil kembali. berisi ide –ide yang tidak disadari individu pada saat itu. Taraf Conscious berisi ide – ide yang disadari individu pada saat itu. yang berfungsi untuk survival individu dan bangsa manusia. pengaruh dari pengalam dini kepada kepribadian individu.BAB II PEMBAHASAN A. Sejak dikembangkan oleh Freud pendekatan ini terus – menerus mengalami modifikasi sampai sekarang ini. berisi memori dan ide yang sudah dilupakan oleh individu. tetapi kemudian ia memperluasnya dan mencakup energy dari semua insting kehidupan. energy hidup (libido). B. yang tidak disadari merupakn bagian terbesar dari kepribadian dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada tingkah laku individu. Konsep psikoanalitik mengenai taraf kesadaran merupakan kontribusi yang sangat signifikan. Awalnya Freud menggunakan istilah libido untuk menunjukkan pada energy seksual. pengaruh dari impuls – impuls genetic (instink). tingkah laku manusia ditentukan oleh irrasional. Pandangan Tentang Manusia Menurut Freud. serta irrasionalitas dan sumber-sumber tak sadar diri tingkah laku manusia. taraf Unconscious. Pendekatan psikoanalitik menekan pentingnya riwayat hidup klien (perkembangan psikoseksual). Insting adalah sentral dalam pendekatan Freudian. Pendekatan Psikoanalitik Pendekatan psikoanalitik adalah contoh dari pendekatan yang telah mengalami modifikasi terus menerus untuk memasukkan ide – ide baru. taraf Preconscious. .

yang menjelaskan tentang dorongan agresif. Elemen yang lain adalah ego. pleasure – oriented. Elemen terbesar adalah id yang mempunyai ciri unconscious. dan tuntutan realitas. Konsep Gunung Es Freud Kepribadian mempunyai kedalaman dan terdiri dari serangkaian elemen structural. sumber libido atau tenaga hidup dan energy. merupakan sumber dari dorongan dan keingina dasar untuk hidup dan mati. Superego terbentuk dari sikap moral orang tua dan normanorma soail yang dipelajari pada tahun-tahun pertama dalam hidupnya.Freud juga membuat postulat tentang insting kematian (death instincts). tidak terorganisasi. Terdapat dua implikasi penting dari teori mengenai bagaimana pikiran bekerja. C. . melalui tingkah lakunya. Dan berfungsi menurut prinsip – prinsip moral. mirip dengan istilah popular suara hati (conscience). id dan sebagian besar superego dipandang oleh freud sebagai sesuatu yang di alam bawah sadar dengan demikian banyak perilaku individu yang dapat dipahami berada di bawah control perilakunya dan yang kedua. yang berfungsi sebagia mekanisme pengontrol dan berorientasi pada realitas. Pertama. Adakalanya. hampir dalam semua kejadian ego dan kedua wilayah lainnaya selalu bertentangan satu sama lain. Dalam banyak hal. id. Slah satu fungsi pokok ego adalah mengendalikan id dan menghalau impuls dan perasaan seperti anxietas. primitive. orang menunjukkan keinginan untuk mati atau menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. juga berfungsi sebagai agen pengontrol dalam kepribadian. juga merupakan elemen mediasi antara superego. irrasional. Elemen yang lain yaitu superego.

Freud juga melihat adanya tahap – tahap perkembangan psikoseksual. dikenal dengan masa latent. adalah tahap terakhir perkembangan psikoseksual. Hanya sedikit minat pada seksualitas. Anak – anak di bawah usia 1 tahun mendapatkan kepuasan dasar melalui sucking dan menggigit. Tahap kedua adalah tahap anal. anak –anak berusia antara 1-2 tahun memperoleh kenikmatan melaluia menahan atau melepaskan feses. Pada tahap pertama tahap oral. karena ia adalah sumber dari kenikmatan besar. anak usia 3-5 tahun berusaha untuk menyelesaikan identitas seksual mereka. Tahap ini adalah tahap konflik pertama insting internal anak dan tuntutan luar. kemudian mereka berubah. Setelah masa phallic. Dlama setiap tahap ada zone of pleasure (daerah nikmat) yang dominan. Energy difokuskan kepada aktivitas dengan teman sebaya dan penguasaan belajar kognitf dan keterampilan fisik. yaitu tahap genital. Daerah nikmat utama adalah organ-organ seks. Konselor yang bkerja secra psikoanalitik harus menyadari kliennya berada dalam tahap perkembangan psikoseksual yang mana. Sekita pubertas. antara 6-12 tahun adalah masa yang tenang. karena hal ini terkait dengan rencana terapi. Bila sebelumnya semua berjalan dengan baik. Tahap ketiga adalah tahap phallic. Tahap – Tahap Perkembangan Selain ketiga taraf kepribadian seperti di atas.D. Anak laki maupun perempuan harus menyelesaikan konflik mengenai keinginan seksual mereka yang dikenal dengan Oedipus complex. Tetapi. ketika anak laki dan perempuan ini menemukan identitas seksual masing-masing. Bila ada kesulitan yang tidak terselesaikan pada salah satu dari ketiga tahap yang pertama (biasanya dikenal . perkembangan pola heteroseksual yang normal akan terjadi. Daerah nikmat yang utama adalah mulut. mereka melihat ayah sebagai pesaing untuk perhatian dan cinta ibu. Awalnya baik anak laki maupun perempuan tertarik pada ibu.

• Reaction formation : salah satu pertahanan terhadap impuls yang mengancam adalah secara aktif mengekpresikan implus yang bertentangan.2001. Individu mungkin menyembunyikan kebencian dengan kepurapuran cinta. tetapi merupakan tingkah laku yang normal. E. Mekanisme Pertahanan Ego Mekanisme pertahan ego membantu individu untuk menanggulangi anxietas dan mencegah ego untuk tenggelam di dalm kecemasannya. Suatu cara pertahanan untuk menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan yang mengancam. Menurut Freud. Orang yang menyangkal untuk melihat atau menerima masalah atau aspek hidup yang meyulitkan. • Denial : memainkan peran defensif. 2 masalah yang mungkin terjadi adalah : 1. terjadi fiksasi pada taraf perkembangan tersebut.secara umum sebagai pregenital ). frustasi berlebihan (excessive frustration) atau kenikmatan berlebihan (overindulgence). 2. Berikut ini adalah deskripsi dari beberapa mekanisme pertahanan ego (Corey.2004) : • Represi : yang paling dasar di antara mekanisme pertahanan lainnya. . Gladding. Mekanisme ini bukan sesuatu yang patologis. atau menutupi kekejaman dengan keramahan yang berlebihan. sama seperti represi. individu ini mungkin akan mempunyai kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan tanggung jawab orang dewasa yang mulai pada tahap genital ini.

perasaan. kejujuran dan hubungan pribadi yang lebih efektif. Analisis terhadap perasaan-perasaan ini adalah esensi terapi. . Rasionalisasi membantu untuk membenarkan berbagai tingkah laku spesifik dan membantu untuk melemahkan pukulan yang berkaitan dengan kekecewaan. dapat menghadapi anxietas dengan dara realistik. Salah satu fungsi sentral analisis adalah membantu klien menemukan kebebasan untuk bercinta. Fungsi lain adalah membantu klien memperoleh kesadaran diri. bila terapis bicara sedikit sekali tentang dirinya sendiri dan jarang sekali menunjukkan reaksi pribadinya. Mereka sangat sedikit melakukan pengungkapan diri dan mempertahankan netralitas supaya menjadi transferesns. F.• Proyeksi : mengatribusikan pikiran. atau motif yang tidak dapat diterima kepada orang lain. dan dapat mengendalikan tingkah laku impulsif dan irasional. bekerja dan bermain. • Rasionalisasi : Kadang-kadang orang memproduksi alasan-alasan baik untuk menjelaskan egonya yang terhantam. mereka percaya bahwa apapun perasaan klien terhadap mereka. Peran dan Fungsi Konselor Analisis klasik memakai pendekatan blank screen. dan agar terjadi proyeksi dari klien. merupakan produk dari perasaan yang diasosiasikan dengan orang-orang penting lain dalam masalalunya. Menurut para analis klasik ini. Mengatakan bahwa impuls ini dimiliki oleh “orang lain diluar sana. tidak oleh saya” • Displacement : salah satu cara menghadapi anxietas adalah dengan memindahkanya dari objek yang mengancam kepada objek yang lebih aman.

Asosiasi bebas atau “katakan apa yang muncul dalam pikiran” klien meninggalkan cara berpikir yang biasa–menyensor pikiran.”hakikat” seseorang dapat terungkap. Penggunaan hubungan sistematik antara klien dan konselor Analisis dengan bersikap alami alasannya adalah agar klien dapat memproyeksikan fantasinya atau asumsi yang terpendam berkenaan dengan hubungan yang dekat dengan dirinya. atau menyakitkan. bulan per bulan dan tahun per tahun agar membuat klien menyadari proyeksi ini.G. 3. Dengan cara ini. memotong atau mempertahankan perasaan atau fakta tertentu. Melakukan identifikasi dan analisis terhadap penolakan dan pertahanan Ketika klien membicarakan permasalahannya. Bertujuan untuk membantu klien membicarakan dirinya sendiri dengan cara yang cenderung tidak terpengaruhi oleh mekanisme pertahanan ini. Hal ini memproyeksikan bagaimana pertahanan diri klien. menggelikan. terapis mungkin bias mencatat bahwa si klien mengelak. pertama-tama hubungannya denga terapis dan kedua hubungannya dengan orang lain. Teknik Terapeutik yang digunakan dalam Psikoanalisis 1. sedangkan ego tinggal diam. id diminta untuk bicara. Yang dilakukan adalah mengatakan apa yang muncul dalam pikiran. . meskipun kelihatannya aneh. melalui asosiasi bebas seperti ini. Hal ini terjadi pada klien dari minggu per minggu. Menganalisis mimpi dan fantasi Freud memendang mimpi sebagai jalan mulia menuju alam bawah sadar dan mendorng pasiennya untuk mengutarakan mimpi mereka kepadanya. irasional. 4. 2.

Kalau tidak diselesaikan.Menurut freud. Resistansi mereka mungkin mengambil berbagai bentuk. Kalau terlalu cepat. Sehingga dapat disimpulkan sebelum membuat interpretasi Hal-hal yang harus diingat: Apakah waktunya tepat? Apakah klien siap menerima ide ini? . menurut Freud. dan tindakan klien. Analis harus menyadari manifest content (arti yang nyata/kelihatan) dan latent content (arti tersembunyi tapi sesungguhnya). misalnya tidak datang pada perjanjian. klien mungkin akan “lari”. mimpi adalah sarana untuk memahami yang tak disadari. hal tersebut mengasumsikan bahwa peristiwa dalam mimpi secara simbolis mempresentasikan orang. Interpretasi interpretasi harus dianggap sebagai bagian dari teknik-teknik yang telah disebutkan di atas. menolak mengingat mimpi. perasaan. mungkin klien tidak mendapat wawasan (insight). Konselor harus memilih waktu yang tepat untuk melakukan interpretasi. pada waktu melakukan asosiasi bebas. Analisis konselor dapat membantu klien unutk memperoleh wawasan tentang resistansinya tersebut atau tingkah laku lainnya. dorongan atau situasi yang terjadi secara sadar. 5. dan lain-lain. tetapi kalau tak dipakai atau jarang dipakai. Analisis resistansi kadang-kadang klien pada awalnya menunjukkan kemajuan. Interpretasi menyangkut perjelasan dan analisis berbagai pikiran. 6. Pada waktu melakukan interpretasi konselor membantu klien memahami arti peristiwa dari masa lalu dan sekarang. menghalangi pikiran. Ia menyebutnya the royal road to the unconscious. terapi akan terhenti. tetapi kemudian melambat atau terhenti. Klien didorong unutk bermimpi dan mengingat mimpinya.

- Apakah interpretasi tsb benar? Apakah bukti yang cukup kuat telah dikumpulkan? Apakah interpretasi tsb dituangkan dalam kata-kata yang dapat dimengerti oleh klien? .

Perkembangan Selanjutnya Dalam Pemikiran Psikodinamika Teori Kelekatan Jalur perkembangan yang berhubungan dengan pemikiran psikodinamika dirangkum oleh Bowbly (1988). . Attachment theory (teori kelekatan) menganggap pembentukan ikatan emosional intim sebagai bagian mendasar dari sifat manusia. ethology. yang disituasikan dalam sistem saraf pusat masingmasing pasangan (partner). membentuk sebuah trilogi penting yang mendasarkan diri pada konsep relasi objek dan dari evolusi. Kelekatan. serta psikologi kognitif. dan kehilangan. yang memiliki efek mempertahankan proksimitas (keterdekatan) atau aksesibilitas-segera diantara pasangan c) Bahwa agar masing-masing membangun berbagai model self mengenai pasangannya dan pola-pola interaksi yang sudah berkembang diantara mereka dalam pikirannya d) Bahwa pengetahuan yang ada saat ini mengharuskan teori mengenai jalur perkembangan mestinya menggantikan teori yang mengemukakan keberadaan tahap-tahap perkembangan yang seseorang dianggap dapat terfiksasi pada salah satu tahapnya dan/atau mundur ke tahap sebelumnya. Ikatan itu sendirilah isu sentralnya. dan teori kontrol. Ikatan itu tidak bersifat subordinat dan juga buka didasari oleh dorongan untuk mendapatkan makanan atau seks. perpisahan. Diantara proposisi-proposisi prinsipnya adalah: a) Bahwa ikatan yang signifikan secara emosional diantara individu-individu memiliki fungsi survival (bertahan-hidup) dasar dan oleh sebab itu berstatus primer b) Bahwa ikatan-ikatan itu dapat dipahami dengan mempostulasikan sistemsistem cybernetic.H.

efektivitas model didukung oleh hasil penelitian . Pertama. namun hanya model percakapan yang merupakan pendekatan psikodinamik terkini. 1984.. Ada beberapa karakter kunci model percakapan yang menjadikannya berbeda denga pendekatan psikodinamik lainnya. dan riset. Ditambah lagi dengan adanya riset yang menunjukkan seberapa bagusnya melatih orang-orang dengan pendekatan ini (Goldberg. Kedua. Ketiga. et al. Maguire. et al. ketika pendekatan psikodinamik lainnya mengklaim telah berhasil dalam satu atau dua ranah di atas.orang kedalam terapi biasanya bersumber dari ketidakmampuan untuk melakukan dialog dengan yang lain mengenai perasaan mereka. kata “lakukan sesuatu”). Dialog atau percakapan sangat penting bagi manusia karena melalui percakapan orang dapat bertindak atas perasaan (bahasa adalah bentuk tindakan . Model Percakapan (Conversational Model) Perkembangan terapi lain dalam terapi psikodinamik di tahun-tahun belakangan ini adalah evolusi conversational model (model percakapan). berbagai macam upaya untuk meningkatkan pemahaman mengenai proses bonding (pengikatan) dan reshaping (pembentukan-ulang) ikatan-ikatan itu secara konstruktif membentuk terobosan sentralnya. 1985). dan pengaruhnya terus meningkat. dank arena dialog dengan orang lain memecahkan kesunyian yang diasosiasikan dengan memendam perasaan dalam diri . model ini didasarkan kepada ide kontemporer tentang makna dan peran bahasa yang agak berbeda dengan asumsi dan konsep teori psikodinamik pada umumnya.e) Pendekatan Bowbly yang agak empiris dan nondogmatis belum memunculkan metode terapi yang kuat. Pendekatan ini dikembangkan di Inggris oleh Bob Hobson dan Rusell Meares (Hobson. 1984) Inti dari model percakapan adalah ide kebutuhan orang untuk membicarakan perasaannya. jasa pengiriman. yang secara silmutan inovatif dalam bidang teori.. model ini dimaksudkan untuk dilaukan dalam sesi berjumlah terbatas. Masalah yang dibawa oleh orang.

Tugas utama terapis dan konselor adalah mengembangkan bahasa perasaan mutual sehingga klien dan terapis dapat melakukan percakapan berkenaan dengan apa yang dirasakan oleh klien. misalkan isolasi perasaan luka.sendiri. Konselor melakukan hal ini dengan memberikan perhatian kepada kata dan metafora atau kata yang digunakan oleh klien. .

Teori yang mendasari Freud dan Ericson sama. tempat seseorang menghabiskan hidupnya. tetapu seolah. proyeksi. fantasi. Mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) seperti transference. bila seseorang memiliki pengalaman tidak memuaskan di salah satu tahapan. sublimasi. pemecahan. Adalah penting bagi para penolong untuk selalu waspada terhadap perasaan. Seseorang mungkin saja berusaha mengontrol atau menyembunyikan hasrat.BAB III KESIMPULAN Penggunaan ide – ide psikoanalisis dapat dirangkum dalam serangkaian prinsip kunci : 1. 4. penolakan. dan dorongan mereka dalam berhubungan dengan orang yang mereka tolong. mereka akan terus berhadapan dengan masalah ini sepanjang hidup mereka (sampai mereka mendapat pemahaman mendalam berkenaan dengan masalah tersebut). Permasalahan seseorang sering dapat dipahami sebagai representasi tugas pertumbuhan yang tidak terselesaikan (misalnya. digunakan untuk mengalihkan perhatian kepada ”materi internal”. . Orang yang memiliki dalam hubungan dengan orang lain dikarenakan mereka mengolah pola hubungan destruktif di masa lalu. terpisah dari ibu/ayah). 3. dan identifikasi proyektif. Respon batin (inner responce) merupakan bukti : (a) perasaan yang biasanya tumbuh kepada orang lain.memori dan perasaan dengan melawan mereka. Ketika seseorang bertemu dengan orang yang baru.olah sebagai representasi seseorang yang ada di masa lalu (transferece) 2. terdapat kecenderungan untuk memperlakukan orang yang baru tersebut bukan sebagai individual. dan (b) jenis dunia emosional. represi.

ambivalen dalam hubungan. Jika attachment seseorang rusak pada awal kehidupannya. kesulitan dalam konsistensi sebagia orang tua dan lain sebagainya. maka ia akan tumbuh sebagai sosok yang tidak aman untuk membuat attachment.5. Orang yang membutuhan attachment emosional yang aman dan konsisten. dan menampilkan pola kesulitan dalam membentuk hubungan. .

DAFTAR PUSTAKA Lesmana.2005. Psikologi Klinis : Edisi keempat.Jeanette Murad. A.2008. Julian R.Jakarta : UI Press. McLeod.2007. Winebarger.John. Sundberg.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Dasar-dasar Konseling.. . Jakarta: Kencana. Norman D.Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus edisi 3. & Taplin. Allen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful