P. 1
pendekatan psikodinamika

pendekatan psikodinamika

|Views: 1,415|Likes:
Published by Sukmawati Varamitha

More info:

Published by: Sukmawati Varamitha on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

Tugas ini disusun guna memenuhi tugas dari mata kuliah

Psikologi Klinis
“PENDEKATAN PSIKODINAMIKA”

Oleh :
Febriandini Permata Dewi Ronna Apriwiadita Sukmawati Varamitha Devi Riana Karsa Nurlina Fatmawati
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT 2012

I1C1100 I1C110031 I1C110209 I1C110214 I1C110217

Freud menghabiskan beberapa tahun di Paris dalam rangka belajar Charcot. untuk mengeksplorasi tipe perasaan dan dilema hubungan yang mengakibatkan kesulitan bagi klien dalam kehidupannya sehari-hari. Persfektif psikodinamik telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap riset proses konseling dan psikoterapi. Ide psikodinamik terbukti tidak ternilai. konselor psikodinamik merupakan sebuah jaringan konseptual yang sangat rumit. perbedaan paling esensial adalah kepadatan teori psikodinamik. Akan tetapi. Sebaliknya. Konseling Psikodinamik memberikan perhatian besar pada kemampuan konselor untuk menggunakan apa yang terjadi dalam hubungan antara klien dan konselor yang bersifat segera serta terbuka. khususnya dalam bidang pemahaman perkembangan masa kanak. Terdapat kesamaan dan perbedaan yang tak terhitung banyaaknya antara pendekatan psikodinamik dengan pendekatan lainnya. tetapi juga merupakan tokoh pengaruh kunci dalam masyarakat barat abad ke-20. sedangkan pendekatan person – centred hanya berbicara sangat sedikit dalam penggunaan konsep condition of worth (waktu yang sesuai). salah seorang Psikoterapis paling . Sebagian besar teori kognitif – behavioral hanya “membisu” terhadap perkembangan anak. Sigmund Freud 91856-1939) dikenal secara luas bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai pendiri psikologi modern. tetapi juga konseling kelompok dan analisis organisasi. Latar belakang Pendekatan psikodinamik dalam konseling mempresentasikan tradisi utama dalam konseling dan psikoterapi kontemporer.kanak.BAB I PENDAHULUAN A. Ide Freud cukup solid dan tangguh dalam menghadapi kritik dan reformulasi dari sejumlah sumber. bukan saja bagi terapi individual. Psikoanalisis telah menyajikan serangkaian konsep dan metode yang telah diaplikasi dalam berbagai konteks.

Di bidang psikoterapi. adlerian dan reichian. Analisis Jungian menekankan pada eksplorasi mimpi dan fantasi bukan hanya untuk makna pribadinya tetapi juga untuk hubungan kultural dan spiritualnya. hypnosis tidak terlalu efektif. Anna O. Jung menambahkan ketidaksadaran kolektif pada ketidaksadaran pribadi. yang disebut Archetypes. Kesempatan untuk membagi perasaan dan memori ini tampaknya membantu pasien.Freud mulai menangani pasien yang memiliki gangguan emosional dan banyak dari mereka yang menderita hysteria. sebagai berkesinambungan dengan pendekatan Jungian. Psikiater Swiss. Hasil perpecahan ini adalah aliran psikoanalisis saat ini. Aksioma prinsipnya adalah bahwa tingkah laku seseorang banyak dipengaruhi oleh ide-ide dan gambaran-gambaran tak sadar yang diturunkan kepadanya. dan kemudian secara bertahap mengembangkan metodenya sendiri yang disebut sebagai “asosiasi bebas” yang didalamnya terdapat tindakan meminta pasien untuk berbaring dalam posisi rileks dan mengatakan apapun yang ada di pikirannya. dan pengalaman seksual di masa kanak-kanak.menyebutnya “pembicaraan yang mengobati”.populer pada zamannya. . yang kemudian mengajarkan tekhnik hypnosis. Ia kemudian menemukan bahwa sebagai tekhnik perawatan. Namun selama freud masih hidup . ingatan terpendam . Pada psikodinamika terdapat beberapa tokoh yakni. Sekembalinya ke Vienna. para Jungian terutama memeberi perhatian khusus pada konflik di antara kecenderungan-kecenderungan yang saling berlawanan dalam diri orang-orang dan kebutuhan untuk mengekspresikan berbagai perlawanan dalam kepribadian. Carl Jung (1875-1961)lebih dahulu memisahkan diri dari psikodinamika. ia masih mendominasi psikoanalisis sehingga yang tidak setuju dengannya terpaksa memisahkan diri dan membangun institut dan pusat pelatihan independen. Materi bawah sadar yang tercurahkan antara lain emosi yang kuat.. Salah seorang pasien tersebut.

Tujuan Tujuan dari konseling Psikodinamik adalah untuk membantu klien mencapai kesadaran dan pemahaman terhadap alasan di balik masalahnya. 2. 3. Digunakannya interpretasi hubungan transference dalam konseling dan terapi. dan kemudian menerjemahkan kesadaran ini ke dalam kemampuan yang matang dalam menghadapi berbagai masalah di masa mendatang. Agar proses ini dapat berjalan. Asumsi bahwa permasalahan klien memiliki akar pada pengalaman masa kecilnya.Perbedaan besar dalam pendekatan psikodinamik adalah : 1. Asumsi bahwa klien tidak benar-benar menyadari hakikat dorongan atau motif di belakang tindakan mereka. konselor disyaratkan mampu menawarkan kepada klien lingkungan yang cukup aman dan konsisten agar klien bias mengekspresikan fantasi dan dorongan yang mengakibatkan atau memalukan secara aman. B. .

tetapi kemudian ia memperluasnya dan mencakup energy dari semua insting kehidupan. berisi ide –ide yang tidak disadari individu pada saat itu. Menurut freud. tetpai dapat dipanggil kembali. pengaruh dari impuls – impuls genetic (instink). Pendekatan psikoanalitik menekan pentingnya riwayat hidup klien (perkembangan psikoseksual). taraf Preconscious. Konsep psikoanalitik mengenai taraf kesadaran merupakan kontribusi yang sangat signifikan. tingkah laku manusia ditentukan oleh irrasional. Awalnya Freud menggunakan istilah libido untuk menunjukkan pada energy seksual. energy hidup (libido). Pendekatan Psikoanalitik Pendekatan psikoanalitik adalah contoh dari pendekatan yang telah mengalami modifikasi terus menerus untuk memasukkan ide – ide baru. Pandangan Tentang Manusia Menurut Freud. B. Insting adalah sentral dalam pendekatan Freudian. pengaruh dari pengalam dini kepada kepribadian individu. serta irrasionalitas dan sumber-sumber tak sadar diri tingkah laku manusia. berisi memori dan ide yang sudah dilupakan oleh individu. yang berfungsi untuk survival individu dan bangsa manusia. motivasi tak sadar dan dorongan biologis serta instingtual. Taraf Conscious berisi ide – ide yang disadari individu pada saat itu. taraf Unconscious. .BAB II PEMBAHASAN A. Sejak dikembangkan oleh Freud pendekatan ini terus – menerus mengalami modifikasi sampai sekarang ini. yang tidak disadari merupakn bagian terbesar dari kepribadian dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada tingkah laku individu.

Elemen yang lain yaitu superego. id. orang menunjukkan keinginan untuk mati atau menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. pleasure – oriented. sumber libido atau tenaga hidup dan energy. melalui tingkah lakunya. yang menjelaskan tentang dorongan agresif. juga merupakan elemen mediasi antara superego. dan tuntutan realitas. Terdapat dua implikasi penting dari teori mengenai bagaimana pikiran bekerja. . primitive. merupakan sumber dari dorongan dan keingina dasar untuk hidup dan mati. Elemen yang lain adalah ego. tidak terorganisasi.Freud juga membuat postulat tentang insting kematian (death instincts). Konsep Gunung Es Freud Kepribadian mempunyai kedalaman dan terdiri dari serangkaian elemen structural. Elemen terbesar adalah id yang mempunyai ciri unconscious. Dalam banyak hal. Superego terbentuk dari sikap moral orang tua dan normanorma soail yang dipelajari pada tahun-tahun pertama dalam hidupnya. Slah satu fungsi pokok ego adalah mengendalikan id dan menghalau impuls dan perasaan seperti anxietas. C. Adakalanya. yang berfungsi sebagia mekanisme pengontrol dan berorientasi pada realitas. mirip dengan istilah popular suara hati (conscience). hampir dalam semua kejadian ego dan kedua wilayah lainnaya selalu bertentangan satu sama lain. Dan berfungsi menurut prinsip – prinsip moral. Pertama. juga berfungsi sebagai agen pengontrol dalam kepribadian. irrasional. id dan sebagian besar superego dipandang oleh freud sebagai sesuatu yang di alam bawah sadar dengan demikian banyak perilaku individu yang dapat dipahami berada di bawah control perilakunya dan yang kedua.

Daerah nikmat utama adalah organ-organ seks. Bila sebelumnya semua berjalan dengan baik. Daerah nikmat yang utama adalah mulut. Bila ada kesulitan yang tidak terselesaikan pada salah satu dari ketiga tahap yang pertama (biasanya dikenal . dikenal dengan masa latent. Tahap kedua adalah tahap anal. Tahap ini adalah tahap konflik pertama insting internal anak dan tuntutan luar. antara 6-12 tahun adalah masa yang tenang.D. Setelah masa phallic. ketika anak laki dan perempuan ini menemukan identitas seksual masing-masing. Awalnya baik anak laki maupun perempuan tertarik pada ibu. mereka melihat ayah sebagai pesaing untuk perhatian dan cinta ibu. Konselor yang bkerja secra psikoanalitik harus menyadari kliennya berada dalam tahap perkembangan psikoseksual yang mana. Freud juga melihat adanya tahap – tahap perkembangan psikoseksual. Tahap ketiga adalah tahap phallic. adalah tahap terakhir perkembangan psikoseksual. Pada tahap pertama tahap oral. karena ia adalah sumber dari kenikmatan besar. Tetapi. yaitu tahap genital. Dlama setiap tahap ada zone of pleasure (daerah nikmat) yang dominan. Anak – anak di bawah usia 1 tahun mendapatkan kepuasan dasar melalui sucking dan menggigit. kemudian mereka berubah. Sekita pubertas. karena hal ini terkait dengan rencana terapi. perkembangan pola heteroseksual yang normal akan terjadi. Energy difokuskan kepada aktivitas dengan teman sebaya dan penguasaan belajar kognitf dan keterampilan fisik. Anak laki maupun perempuan harus menyelesaikan konflik mengenai keinginan seksual mereka yang dikenal dengan Oedipus complex. Hanya sedikit minat pada seksualitas. Tahap – Tahap Perkembangan Selain ketiga taraf kepribadian seperti di atas. anak usia 3-5 tahun berusaha untuk menyelesaikan identitas seksual mereka. anak –anak berusia antara 1-2 tahun memperoleh kenikmatan melaluia menahan atau melepaskan feses.

E. tetapi merupakan tingkah laku yang normal.2001. 2 masalah yang mungkin terjadi adalah : 1.2004) : • Represi : yang paling dasar di antara mekanisme pertahanan lainnya. Orang yang menyangkal untuk melihat atau menerima masalah atau aspek hidup yang meyulitkan.secara umum sebagai pregenital ). Mekanisme ini bukan sesuatu yang patologis. terjadi fiksasi pada taraf perkembangan tersebut. . Suatu cara pertahanan untuk menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan yang mengancam. 2. Gladding. Berikut ini adalah deskripsi dari beberapa mekanisme pertahanan ego (Corey. • Reaction formation : salah satu pertahanan terhadap impuls yang mengancam adalah secara aktif mengekpresikan implus yang bertentangan. Menurut Freud. Mekanisme Pertahanan Ego Mekanisme pertahan ego membantu individu untuk menanggulangi anxietas dan mencegah ego untuk tenggelam di dalm kecemasannya. Individu mungkin menyembunyikan kebencian dengan kepurapuran cinta. individu ini mungkin akan mempunyai kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan tanggung jawab orang dewasa yang mulai pada tahap genital ini. • Denial : memainkan peran defensif. atau menutupi kekejaman dengan keramahan yang berlebihan. frustasi berlebihan (excessive frustration) atau kenikmatan berlebihan (overindulgence). sama seperti represi.

Fungsi lain adalah membantu klien memperoleh kesadaran diri. dan dapat mengendalikan tingkah laku impulsif dan irasional. dapat menghadapi anxietas dengan dara realistik. bila terapis bicara sedikit sekali tentang dirinya sendiri dan jarang sekali menunjukkan reaksi pribadinya. Mengatakan bahwa impuls ini dimiliki oleh “orang lain diluar sana. Peran dan Fungsi Konselor Analisis klasik memakai pendekatan blank screen. Mereka sangat sedikit melakukan pengungkapan diri dan mempertahankan netralitas supaya menjadi transferesns. atau motif yang tidak dapat diterima kepada orang lain. Analisis terhadap perasaan-perasaan ini adalah esensi terapi. tidak oleh saya” • Displacement : salah satu cara menghadapi anxietas adalah dengan memindahkanya dari objek yang mengancam kepada objek yang lebih aman. perasaan. Salah satu fungsi sentral analisis adalah membantu klien menemukan kebebasan untuk bercinta. kejujuran dan hubungan pribadi yang lebih efektif. Menurut para analis klasik ini. mereka percaya bahwa apapun perasaan klien terhadap mereka. merupakan produk dari perasaan yang diasosiasikan dengan orang-orang penting lain dalam masalalunya. bekerja dan bermain. . dan agar terjadi proyeksi dari klien.• Proyeksi : mengatribusikan pikiran. Rasionalisasi membantu untuk membenarkan berbagai tingkah laku spesifik dan membantu untuk melemahkan pukulan yang berkaitan dengan kekecewaan. F. • Rasionalisasi : Kadang-kadang orang memproduksi alasan-alasan baik untuk menjelaskan egonya yang terhantam.

melalui asosiasi bebas seperti ini. bulan per bulan dan tahun per tahun agar membuat klien menyadari proyeksi ini. . Yang dilakukan adalah mengatakan apa yang muncul dalam pikiran. pertama-tama hubungannya denga terapis dan kedua hubungannya dengan orang lain. sedangkan ego tinggal diam. Melakukan identifikasi dan analisis terhadap penolakan dan pertahanan Ketika klien membicarakan permasalahannya. meskipun kelihatannya aneh. 4. Menganalisis mimpi dan fantasi Freud memendang mimpi sebagai jalan mulia menuju alam bawah sadar dan mendorng pasiennya untuk mengutarakan mimpi mereka kepadanya. Dengan cara ini. Asosiasi bebas atau “katakan apa yang muncul dalam pikiran” klien meninggalkan cara berpikir yang biasa–menyensor pikiran. memotong atau mempertahankan perasaan atau fakta tertentu. Bertujuan untuk membantu klien membicarakan dirinya sendiri dengan cara yang cenderung tidak terpengaruhi oleh mekanisme pertahanan ini. Penggunaan hubungan sistematik antara klien dan konselor Analisis dengan bersikap alami alasannya adalah agar klien dapat memproyeksikan fantasinya atau asumsi yang terpendam berkenaan dengan hubungan yang dekat dengan dirinya.”hakikat” seseorang dapat terungkap. atau menyakitkan. irasional. Teknik Terapeutik yang digunakan dalam Psikoanalisis 1. 3. id diminta untuk bicara.G. Hal ini terjadi pada klien dari minggu per minggu. Hal ini memproyeksikan bagaimana pertahanan diri klien. terapis mungkin bias mencatat bahwa si klien mengelak. menggelikan. 2.

perasaan. Klien didorong unutk bermimpi dan mengingat mimpinya. Resistansi mereka mungkin mengambil berbagai bentuk. Pada waktu melakukan interpretasi konselor membantu klien memahami arti peristiwa dari masa lalu dan sekarang. Konselor harus memilih waktu yang tepat untuk melakukan interpretasi. Interpretasi interpretasi harus dianggap sebagai bagian dari teknik-teknik yang telah disebutkan di atas. mungkin klien tidak mendapat wawasan (insight). Sehingga dapat disimpulkan sebelum membuat interpretasi Hal-hal yang harus diingat: Apakah waktunya tepat? Apakah klien siap menerima ide ini? . Analisis resistansi kadang-kadang klien pada awalnya menunjukkan kemajuan. Analis harus menyadari manifest content (arti yang nyata/kelihatan) dan latent content (arti tersembunyi tapi sesungguhnya). dorongan atau situasi yang terjadi secara sadar. Kalau tidak diselesaikan. 5. menghalangi pikiran. 6. menurut Freud. misalnya tidak datang pada perjanjian. dan tindakan klien. terapi akan terhenti. Kalau terlalu cepat. Ia menyebutnya the royal road to the unconscious.Menurut freud. pada waktu melakukan asosiasi bebas. tetapi kalau tak dipakai atau jarang dipakai. klien mungkin akan “lari”. hal tersebut mengasumsikan bahwa peristiwa dalam mimpi secara simbolis mempresentasikan orang. Analisis konselor dapat membantu klien unutk memperoleh wawasan tentang resistansinya tersebut atau tingkah laku lainnya. Interpretasi menyangkut perjelasan dan analisis berbagai pikiran. mimpi adalah sarana untuk memahami yang tak disadari. menolak mengingat mimpi. tetapi kemudian melambat atau terhenti. dan lain-lain.

- Apakah interpretasi tsb benar? Apakah bukti yang cukup kuat telah dikumpulkan? Apakah interpretasi tsb dituangkan dalam kata-kata yang dapat dimengerti oleh klien? .

Ikatan itu tidak bersifat subordinat dan juga buka didasari oleh dorongan untuk mendapatkan makanan atau seks. perpisahan. Attachment theory (teori kelekatan) menganggap pembentukan ikatan emosional intim sebagai bagian mendasar dari sifat manusia. yang memiliki efek mempertahankan proksimitas (keterdekatan) atau aksesibilitas-segera diantara pasangan c) Bahwa agar masing-masing membangun berbagai model self mengenai pasangannya dan pola-pola interaksi yang sudah berkembang diantara mereka dalam pikirannya d) Bahwa pengetahuan yang ada saat ini mengharuskan teori mengenai jalur perkembangan mestinya menggantikan teori yang mengemukakan keberadaan tahap-tahap perkembangan yang seseorang dianggap dapat terfiksasi pada salah satu tahapnya dan/atau mundur ke tahap sebelumnya. dan kehilangan. ethology. serta psikologi kognitif.H. Kelekatan. Ikatan itu sendirilah isu sentralnya. membentuk sebuah trilogi penting yang mendasarkan diri pada konsep relasi objek dan dari evolusi. . Diantara proposisi-proposisi prinsipnya adalah: a) Bahwa ikatan yang signifikan secara emosional diantara individu-individu memiliki fungsi survival (bertahan-hidup) dasar dan oleh sebab itu berstatus primer b) Bahwa ikatan-ikatan itu dapat dipahami dengan mempostulasikan sistemsistem cybernetic. Perkembangan Selanjutnya Dalam Pemikiran Psikodinamika Teori Kelekatan Jalur perkembangan yang berhubungan dengan pemikiran psikodinamika dirangkum oleh Bowbly (1988). dan teori kontrol. yang disituasikan dalam sistem saraf pusat masingmasing pasangan (partner).

Model Percakapan (Conversational Model) Perkembangan terapi lain dalam terapi psikodinamik di tahun-tahun belakangan ini adalah evolusi conversational model (model percakapan). Ada beberapa karakter kunci model percakapan yang menjadikannya berbeda denga pendekatan psikodinamik lainnya. namun hanya model percakapan yang merupakan pendekatan psikodinamik terkini. Pendekatan ini dikembangkan di Inggris oleh Bob Hobson dan Rusell Meares (Hobson. ketika pendekatan psikodinamik lainnya mengklaim telah berhasil dalam satu atau dua ranah di atas.orang kedalam terapi biasanya bersumber dari ketidakmampuan untuk melakukan dialog dengan yang lain mengenai perasaan mereka.. et al. Dialog atau percakapan sangat penting bagi manusia karena melalui percakapan orang dapat bertindak atas perasaan (bahasa adalah bentuk tindakan . Ketiga. 1984) Inti dari model percakapan adalah ide kebutuhan orang untuk membicarakan perasaannya. kata “lakukan sesuatu”). efektivitas model didukung oleh hasil penelitian . Kedua.. et al. model ini dimaksudkan untuk dilaukan dalam sesi berjumlah terbatas. Masalah yang dibawa oleh orang. 1985). yang secara silmutan inovatif dalam bidang teori. 1984. dan pengaruhnya terus meningkat. Maguire. model ini didasarkan kepada ide kontemporer tentang makna dan peran bahasa yang agak berbeda dengan asumsi dan konsep teori psikodinamik pada umumnya. jasa pengiriman. dank arena dialog dengan orang lain memecahkan kesunyian yang diasosiasikan dengan memendam perasaan dalam diri . dan riset. Pertama. berbagai macam upaya untuk meningkatkan pemahaman mengenai proses bonding (pengikatan) dan reshaping (pembentukan-ulang) ikatan-ikatan itu secara konstruktif membentuk terobosan sentralnya. Ditambah lagi dengan adanya riset yang menunjukkan seberapa bagusnya melatih orang-orang dengan pendekatan ini (Goldberg.e) Pendekatan Bowbly yang agak empiris dan nondogmatis belum memunculkan metode terapi yang kuat.

sendiri. Konselor melakukan hal ini dengan memberikan perhatian kepada kata dan metafora atau kata yang digunakan oleh klien. misalkan isolasi perasaan luka. . Tugas utama terapis dan konselor adalah mengembangkan bahasa perasaan mutual sehingga klien dan terapis dapat melakukan percakapan berkenaan dengan apa yang dirasakan oleh klien.

dan (b) jenis dunia emosional.memori dan perasaan dengan melawan mereka. Respon batin (inner responce) merupakan bukti : (a) perasaan yang biasanya tumbuh kepada orang lain. proyeksi. Orang yang memiliki dalam hubungan dengan orang lain dikarenakan mereka mengolah pola hubungan destruktif di masa lalu. penolakan. Ketika seseorang bertemu dengan orang yang baru. dan dorongan mereka dalam berhubungan dengan orang yang mereka tolong. pemecahan. fantasi. tempat seseorang menghabiskan hidupnya. Seseorang mungkin saja berusaha mengontrol atau menyembunyikan hasrat. 3. Permasalahan seseorang sering dapat dipahami sebagai representasi tugas pertumbuhan yang tidak terselesaikan (misalnya. mereka akan terus berhadapan dengan masalah ini sepanjang hidup mereka (sampai mereka mendapat pemahaman mendalam berkenaan dengan masalah tersebut). 4. . terdapat kecenderungan untuk memperlakukan orang yang baru tersebut bukan sebagai individual.BAB III KESIMPULAN Penggunaan ide – ide psikoanalisis dapat dirangkum dalam serangkaian prinsip kunci : 1. Teori yang mendasari Freud dan Ericson sama. bila seseorang memiliki pengalaman tidak memuaskan di salah satu tahapan. Adalah penting bagi para penolong untuk selalu waspada terhadap perasaan. sublimasi. tetapu seolah. digunakan untuk mengalihkan perhatian kepada ”materi internal”.olah sebagai representasi seseorang yang ada di masa lalu (transferece) 2. dan identifikasi proyektif. Mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) seperti transference. represi. terpisah dari ibu/ayah).

Orang yang membutuhan attachment emosional yang aman dan konsisten. maka ia akan tumbuh sebagai sosok yang tidak aman untuk membuat attachment. Jika attachment seseorang rusak pada awal kehidupannya.5. kesulitan dalam konsistensi sebagia orang tua dan lain sebagainya. dan menampilkan pola kesulitan dalam membentuk hubungan. ambivalen dalam hubungan. .

& Taplin. Allen.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Kencana.Jakarta : UI Press. Julian R. A.John.2005.Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus edisi 3. Norman D. .Jeanette Murad.2007. Psikologi Klinis : Edisi keempat. Winebarger..DAFTAR PUSTAKA Lesmana. Sundberg.Dasar-dasar Konseling. McLeod.2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->