P. 1
MAKALAH PSIKOLOGI BELAJAR

MAKALAH PSIKOLOGI BELAJAR

|Views: 585|Likes:

More info:

Published by: Eibi Pramitha Miranda Fahmi on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang.

Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Penguasaan keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas. Bahasa dapat dimaknai sebagai suatu sistem tanda, baik lisan maupun tulisan dan merupakan sistem komunikasi antar manusia. Bahasa mencakup komunikasi non verbal dan komunikasi verbal serta dapat dipelajari secara teratur tergantung pada kematangan serta kesempatan belajar yang dimiliki seseorang, demikian juga bahasa merupakan landasan seorang anak untuk mempelajari hal-hal lain. Sebelum dia belajar pengetahuan-pengetahuan lain, dia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik . Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung kemampuan keaksaraan di tingkat yang lebih tinggi. I.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka timbullah beberapa pertanyaan yaitu : 1. Apa yang dimaksud dengan potensi bahasa anak? 2. Bagaimana pemerolehan bahasa anak ? 3. Apa saja tugas-tugas perkembangan bahasa anak? 4. Bagaimana perkembangan berbahasa anak ? 5. Apa kaitannya Bimbingan dan Konseling dengan perkembangan bahasa anak?

kata potensi berarti kekuatan. Potensi kebahasaan itu akan tumbuh dan berkembang jika fungsi lingkungan diperankan dengan baik. Jika potensi dipahami sebagai kemampuan maka potensi adalah kesanggupan yang masih terpendam dalam diri seseorang. 2. . manakala seorang anak mengenal bahasa di lingkungan keluarga. kesanggupan. Jika tidak. kemampuan. Tingkat perkembangan bahasa anak berbeda-beda sesuai dengan apa yang di dengar dan dikenalnya. Bahasa sebagai perasaan ( mempengaruhi orang lain ) 3. Bahasa yang dikenal dan dikuasai oleh anak yang berasal daari keluarga inilah yang menjadi titik awal dalam perkembangan anak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. berinteraksi dengan banyak orang maka potensi berbahasa anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik sejalan dengan bertambahnya usia anak. Menurut nya ada tiga fungsi bahasa bagi manusia. maka potensi tersebut akan bersifat “ laten “ ( terpendam ) selamanya.BAB II PEMBAHASAN II. tetapi potensi itu tidak akan didukung oleh lingkungan. Meskipun anak memiliki potensi untuk berbahasa. Heyster dengan tegas menyebutkan fungsi bahasa bagi manusia. Ketika seorang anak dilahirkan kemudian dia dibesarkan di dalam lingkungan sosial. Jadi. Bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pendapat. Penguasaan bahasa ini akan berkembang sejalan dengan perkembangan usia anak. yaitu : 1. Perolehan bahasa pertama kali akan terjadi. potensi berbahasa individu ialah kemampuan yang masih terpendam yang dimiliki oleh setiap orang untuk menyampaikan informasi dalam berkomunikasi.1 Potensi Berbahasa Anak Setiap anak memiliki potensi untuk berbahasa. Bahasa sebagai alat pernyataan isi jiwa. Sedangkan berbahasa merupakan prosese penyampaian informasi dalam berkomunikasi. Disini lingkungan memiliki nilai yang strategis untuk menumbuhkembangkan potensi berbahasa anak.

Chaer dan Agustina ( 2004 : 81) membagi pemerolehan bahasa anak menjadi dua macam. setelah anak mempelajari bahasa ibunya. Penamaan bahasa ibu/ bahasa pertama adalah mengacu pada satu sistem linguistik yang sama. Kalau kemudian si anak mempelajari bahasa lain. Pada umumnya. Di samping itu. Yang disebut bahasa asing yaitu. yang maknanya dapat berarti: ibu masak. 2 Perolehan Bahasa Anak Berdasarkan tahap pemerolehannya. atau ibu akan masak sesuatu. Andaikan kemudian si anak mempelajari bahasa lainnya lagi maka bahasa yang terakhir ini disebut bahasa ketiga (disingkat B3). Maka bahasa Malaysia. yaitu bahasa yang digunakan oleh bangsa lain. Pada perkembangan berikutnya mungkin anak sudah dapat mengucapkan dua kata. lapar atau mungkin makanannya tidak enak. Bila kita mengamati perkembangan kemampuan berbahasa anak. Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal itulah yang . kita akan terkesan dengan pemerolehan bahasa anak yang berjenjang dan teratur. yang bukan bahasa ibunya maka bahasa lain yang dipelajarinya itu disebut bahasa kedua (disingkat B2). bahasa Arab. penanaman bahasa asing juga bersifat politis. Yang dimaksud bahasa ibu adalah satu sistem linguistik yang pertama kali dipelajari secara alamiah dari ibu atau keluarga yang memelihara seorang anak. bahasa yang akan selalu merupakan bahasa kedua (B2) bagi seorang anak. sekaligus dengan bentuk-bentuk tulisannya. bahasa Inggris dan bahasa Cina adalah bahasa asing bagi bangsa Indonesia. Contoh anak mengucapkan kata “makan”. maknanya mungkin ingin makan. dsb.II. bahasa yang bukan milik suatu bangsa (dalam arti kenegaraan) dapat menjadi bahasa kedua. Pada usia satu tahun anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya yang terdiri dari satu kata yang kadang-kadang tidak jelas tetapi sesungguhnya bermakna banyak. “mama masak”. ibu telah masak. yaitu bahasa ibu ( bahasa pertama ) dan bahasa kedua (ketiga dan seterusnya). contoh. sudah makan. Uraian di atas adalah contoh singkat bagaimana seorang anak menguasai bahasa hingga enam tahun. Bahasa ibu lazim juga disebut bahasa pertama (disingkat B1) karena bahasa itulah yang pertama-tama dipelajari seorang anak. Lalu jika anak sejak bayi sudah mempelajri bahasa Indonesia dari ibunya maka bahasa itulah yang menjadi bahasa pertama (B1) bagi anak. Sedangkan bahasa indonesia adalah bahasa kedua karena anak baru mempelajarinya ketika di sekolah. Sebuah bahasa asing. bahasa pertama seorang anak indonesia adalah bahasa daerahnya masing-masing. Demikian seterusnya hingga umur enam tahun anak telah siap menggunakan bahasanya untuk belajar di sekolah dasar.

maka ucapan kata tunggal yang biasanya sangat individual dan kadang aneh seperti: “mamam” atau “maem” untuk makan. penutur bahasa harus memperoleh kategori. Kalau kita beranggapan bahwa fungsi tangisan sebagai awal dari kompetensi komunikasi. jika seorang anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik. Terdapat banyak bukti. ruang. yaitu anak akan menghadapi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan dengan fonologi. Kebebasan berbahasa dimulai sekitar satu tahun ketika anak-anak menggunakan kata-kata lepas atau terpisah dari simbol pada kebahasaan untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka. bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk atau struktur bahasanya.kategori kognitif yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa alamiah. Pada masa perolehan bahasa tersebut. Untuk perkembangan berikutnya kemampuan anak akan bergerak ke tahap yang melebihi tahap awal tadi. Pertama pemerolehan bahasa mempunyai permulaan mendadak atau tiba-tiba. 1998) mengatakan bahwa pemerolehan bahasa anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan. memiliki suatu rangkaian kesatuan. morfologi. Khusus mengenai hubungan perkembangan kognitif dengan perkembangan bahasa anak dapat disimpulkan 2 hal. yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit (sintaksis). 1998). Lenneberg salah seorang ahli teori belajar bahasa yang sangat terkenal (1969) mengatakan bahwa perkembangan bahasa bergantung pada pematangan otak secara biologis. Kedua. Anak akan mengucapkan kata berikutnya untuk keperluan komunikasinya dengan orang tua atau kerabat dekatnya. manusia memiliki warisan biologis yang sudah ada sejak lahir berupa . sintaksis dan semantik. sosial dan kemampuan kognitif pralinguistik. Jadi pemerolehan bahasa pertama terjadi bila anak pada awal kehidupannya tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Gracia (dalam Krisanjaya. seperti: waktu.disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pematangan otak memungkinkan ide berkembang dan selanjutnya memungkinkan pemerolehan bahasa anak berkembang. Ada dua pandangan mengenai pemerolehan bahasa (McGraw dalam Krisanjaya. Pandangan kedua menyatakan bahwa pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik. kausalitas dan sebagainya. Pertama. hal ini menandai tahap pertama perkembangan bahasa formal.

Apabila pikiran telah terbentuk dengan sempurna dan apabila masukan bahasa dialami secara serentak dengan benda. antara lain: 1. 2. sampai saat ini masih diperdebatkan. peristiwa. Apakah ada peran pematangan otak dalam perkembangan ide dan pikiran manusia. tetapi hampir semua ahli teori belajar bahasa meyakini bahwa sewaktu seorang bayi lahir dia telah dikaruniai dengan semua perlengkapan dasar otak dan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk perkembangan otak dan pikirannya. Kelainan hanya sedikit berpengaruh terhadap keterlambatan perkembangan bahasa anak. 3. Sebagian dari sistem bahasanya adalah sistem pikirannya karena makna dan semantik bahasa yang digunakan adalah ide yang merupakan bagian dari isi pikirannya . Sistem pikiran dan bahasa bergabung melalui makna dan ide. Lama-kelamaan sistem bahasanya lengkap dengan perbendaharaan kata dan tata bahasanya pun terbentuklah. setiap bahasa dilandasi unsur fonologi. Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fisiologi manusia. semantik dan sintaksis yang universal. Menurutnya sistem pikiran yang terdapat pada anak-anak dibangun sedikit-demi sedikit apabila ada rangsangan lingkungan sekitarnya sebagai masukan atau input. termasuk bahasa anak kemungkinan hasil rangsangan pertumbuhan otak atau sebaliknya. Input ini dapat berupa apa yang didengar. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada makhluk lain. Lebih jauh Steinberg (1990) seorang ahli psikolinguistik. peristiwa dan keadaan sekitar anak yang mereka alami. . dan keadaan maka barulah bahasa mulai dipelajari. khusus untuk manusia. Tingkat perkembangan bahasa anak sama bagi semua anak normal. Dengan demikian pertalian antara pertumbuhan otak dan perkembangan pikiran. menjelaskan perihal hubungan bahasa dan pikiran. dilihat dan apa yang disentuh anak yang menggambarkan benda. Bahasa bersifat universal. Bukti yang memperkuat pendapatnya itu.kesanggupannya untuk berkomunikasi dengan bahasa. seperti bagian otak tertentu yang mendasari bahasa. 4. Lama-kelamaan pikirannya akan terbentuk dengan sempurna.

Apabila seorang anak menggunakan ujaran-ujaran yang bentuknya benar atau gramatikal. Agar seorang anak dapat disebut menguasai bahasa pertama ada beberapa unsur penting yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. Jika Anda memperhatikan seorang ibu. ruang. Kalau anak-anak sebayanya menggunakan kata-kata seperti: asyik. khususnya dengan anak sebayanya. moral. keinginan. bokap. belum berarti ia telah menguasai bahasa pertama. Pola bicara mereka sudah dua arah. sebab akibat yang merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif penguasaan bahasa ibu seorang anak. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak dan karenanya erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. Sejak bayi. seorang anak belajar untuk menjadi anggota masyarakat. pada umumnya mereka sudah sejak awal mengajak bicara pada bayi dan memperlakukan bayi tersebut seolah-olah sudah dapat berbicara. anak telah berinteraksi di dalam lingkungan sosialnya. . mah. harapan. agama dan nilai-nilai lain yang hidup di masyarakat. pendirian. Melalui bahasa khususnya bahasa pertama. Anak belajar pula bahwa ada bentuk-bentuk yang tidak dapat diterima anggota masyarakatnya dan ia tahu bahwa tidak selalu ia dapat mengungkapkan perasaannya secara gamblang. maka dengan segera istilah-istila itu akan digunakannya. nyokap dan sebagainya. ayah atau keluarga yang memiliki seorang bayi. tetapi ia harus sudah mulai belajar bahwa ada norma budaya tertentu yang harus diperhatikan. Ada ciri lain yang khas dari seorang anak ketika sudah masuk sekolah dasar yaitu keinginan yang kuat untuk menyatu dengan anggota masyarakat sekelilingnya. tea. tetapi kita semua meyakini bahwa bahasa merupakan media yang dapat dipergunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya. yang berubah sesuai kemajuan zaman.Walaupun masih terdapat perbedaan tentang teori pemerolehan bahasa anak. oke. yaitu pemahaman tentang waktu.bo. modalitas. orang tua berusaha menanggapi setiap reaksi bayi dan bertindak seolah-olah reaksi bayi tersebut ada maknanya dan perlu ditanggapi. Dengan demikian bahasa ibu (bahasa pertama) menjadi salah satu sarana bagi seorang anak untuk mengungkapkan perasaan. Ujaran-ujaran yang dituturkan secara salah dari seorang anak masih dapat dimaklumi. dan sebagainya. gagasan.

terbentang antara usia 2-6 tahun. 2. bisa jadi. yaitu : 1.II. 3. Anak dapat mengerti pembicaraan orang lain. Usia 1. Anak dapat menyusun dan menambah perbendaharaan kata. Laju perkembangan itu adalah sebagai berikut : a. Pada usia selanjutnya. anak berada pada tahap pra operasional dan egosentris. 4. ini tidak baik. ini terjadi apabila anak sudah menyadari akan kemungkinan.” 2. seperti: “ Bapak tidak makan” c. Kritikan : “ Ini tidak boleh. Di dalam hal berpikir. Perkembangan pikiran itu dimulai pada usia 1. Keragu-raguan: “barangkali. Menarik kesimpulan analogi. Anak dapat mengucapkan dengan baik dan benar . anak dapat menyusun pendapat positif seperti: “ Bapak makan “ b. Anak dapat menggabungkan kata menjadi kalimat. Dalam konteks ini.6-2. seperti : anak melihat ibunya tidur karena sakit. juga karena lingkungan ikut membantu mengembangkannya.mungkin. 1995 :11). 3 Tugas-Tugas Perkembangan Bahasa Masa kanak-kanak awal disebut juga disebut juga masa anak prasekolah. pada waktu lain anak melihat ibunya tidur dan mengatakan bahwa ibunya tidur karena sakit. menurut Gunarsa. kekhilafannnya. Sebagai alat komunikasi dan mengerti dunianya. egosentrisme akan berkurang dan ditambah dengan kefasihan berbicara. anak makin lama makin mampu menggunakan simbolsimbol. ada empat tugas yang perlu diperhatikan dalam perkembangan bahasa anak.” 3. anak dapat menyusun pendapat: 1. Beberapa ciri perkembangan pada masa ini salah satunya adalah perkembangan bahasa dan berpikir (Gunarsa. Usia 2.6 tahun.0 tahun yaitu pada saat anak dapat menyusun kalimat dua atau tiga kata.6 tahun. anak dapat menyusun pendapat negatif (menyangkal). kemampuan berbahasa lisan pada anak akan berkembang karena selain terjadi oleh pematangan dari organ-organ bicara dan fungsi berpikir. Dengan bertambahnya usia.

tipe kalimat yang diucapkannya pun semakin panjang dan kompleks. Ucapan Kemampuan mengucapkan kata-kata merupakan hasil belajar melalui imitasi (peniruan) terhadap suara-suara yang didengar anak dari orang lain (terutama orang tuanya). Pemahaman Yaitu kemampuan memahami makna ucapan oran lain. Bentuk kalimat pertama adalah kalimat tunggal (kalimat satu kata) yang disertai bahasa tubuh untuk melengkapi cara berpikirnya. Kejelasan ucapan itu baru tercapai pada usia sekitar tiga tahun. tetapi dengan memahami kegiatan/gerakan atau gesturenya (bahasa tubuhnya) 2. Penyusunan kata-kata Menjadi Kalimat Kemampuan menyusun kata-kata menjadi kalimat pada umumnya berkembang sebelum usia dua tahun. . antara 11-18 bulan. 4. Contohnya anak menyebut “Bola” sambil menunjuk bola dengan satu jarinya. pada umumnya mereka belum dapat berbicara atau mengucapkan kata-kata secara jelas sehingga sering tidak dimengerti maksudnya. Seiring dengan meningkatnya usia anak dan keluasan pergaulannya.Apabila anak berhasil dalam menuntaskan tugas yang satu maka berarti juga ia dapat menuntaskan tugas-tugas yang lainnya. Hasil studi tentang suara dan kombinasi suara menunjukkan bahwa anak mengalami kemudahan dan kesulitan dalam hurufhuruf tertentu. Kalimat tunggal itu berarti “ tolong ambilkan bola untuk saya”. kemudian mengalami tempo yang cepat pada usia prasekolah dan terus meningkat setelah anak masuk sekolah 3. penjelasan terhadap keempat tugas perkembangan bahasa anak tersebut sebagai berikut : 1. bukan memahami kata–kata yang diucapkannya. Pengembangan Perbendaharaan Kata Perbendaharaan kata-kata anak berkembang dimulai secara lambat pada usia dua tahun pertama. Pada usia bayi. Bayi memahami bahasa dengan orang lain.

Sementara yang socialized speech mengembangkan kemampuan penyesuaian social (social adjusment) 2. Request : permintaan. Critism : yang menyangkut penilaian anak terhadap ucapan atau tingkah laku orang lain c. Command : perintah. dengan kemampuannya berjalan anak makin banyak melihat segala sesuatu dan ingin mengetahui namanya. Answer : jawaban Agus Sujanto ( 1996:26) membagi perkembangan kemampuan berbahasa anak yang dibedakannya atas empat masa. Adapted information : terjadi saling tukar gagasan atau adanya tujuan bersama yang dicari b. Ini dapat kita lihat dengan jelas. Oleh karena itu.6) Kata-kata pertama yang diiucapkan anak adalah kelanjutan dari meraban. yaitu : 1. Perkembangan bahasa pada masa socialized speech dibagi ke dalam lima bentuk : a. Quetions : pertanyaan e. Kata “ma” untuk ibu dan kata “pa” untuk ayah. maka secara wajar ia mengerti bahwa kata itu adalah tertuju padanya. Socialized speech. jika kita perhatikan bahwa antara kata-kata itu terdapat beberapa kata yang diucapkan juga oleh anak dari bahasa apapun di dunia ini.0) Pada masa ini. Masa Pertama (umur 1.0-1. dan Threat (ancaman) d. Masa Kedua (Umur 1. 2. yaitu : 1. terjadi ketika berlangsung kontak antara anak dengan temannya atau dengan lingkungannya. 4 Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak Yusuf (2001: 120) membagi tipe perkembangan bahasa anak menjadi dua. terjadi ketika anak berbicara kepada dirinya sendiri (monolog) Berbicara monolog (egosentric speech) berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak yang pada umumnya dilakukan oleh anak berusia 2-3 tahun. Bila setiap kali anggota keluarga menyebut seseuatu kata pada waktu mereka mendekat kepadanya. ia . Egocentric speech. Misalnya kata anak terhadap ayah atau ibunya.II.6-2.

Sebenarnya anak inin bercerita. 3. Oleh karena itu orang yang arif. Masa Ketiga (umur 2. Acapkali kita dengar kesalahan yang lucu dan kerapkali ia membuat kata-kata baru menurut caranya sendiri. Ia sudah menggunakan awalan dan akhiran. Orang tua yang baik tentu saja harus menanggapi kreativitas bertanya ini dengan arif dan bijaksana. Tetapi kadang-kadang anak itu tidak begitu senang bila kata-katanya itu selalu dibenarkan. karena hal itu bisa mematikan rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu. Adanya kesukaran berkata pada anak terjadi pada masa ini diyakini ada faktor penyebabnya. Ada kesenjangan antara perkembangan kemauan dan kekayaan bahasa. sekalipun belum sesempurna seperti apa yang dikatakan orang dewasa. Orang tua (ayah atau ibu). Setiap jawaban yang baru akan menimbulkan pertanyaan yang baru bagi anak. akan membenarkannya dengan hati-hati. 4.6-seterusnya) Pada masa ini keinginan anak untuk mengetahui segala sesuatu semakin bertambah. meskipun disadari anak belum mampu menirukan dengan tepat dan benar apa yang diucapkan itu. Masa Keempat (umur 2. Rasa ingin tahu anak ini harus disikapi dengan arif dan bijaksana. kakak atau siapa pun juga harus menjawabnya dengan semestinya. . Kreativitas bertanya anak ini tidak boleh disikapi dengan sinis. Setiap jawaban singkat yang diberikan terkadang tidak memberikan kepuasan kepada anak. tetapi karena perbendaharaan kata-katanya belum mencukupi maka ia melengkapinya dengan gerakan-gerakan tangan dan kakinya.0-2. dan dengan ucapan yang benar.6) Pada masa ini anak telah mulai tampak makin sempurna dalam menyusun kata-kata. Karena masa ini disebut “apa itu”. Apalagi memarahinya.selalu menanyakan nama diantara benda-benda yang kebetulan ditemuinya. Karena perkembangan kemauan atau keinginan anak lebih cepat daripada kekayaan bahasanya sehingga apa yang diinginkan tidak terwakili lewat kata-kata. Rasa ingin tahu anak terhadap segala sesuatu membuat anak sering bertanya.

Menurutnya tangis terletak pada dasar vokalisasi. Tangis pertama ini berguna untuk memungkinkan anak dapat bernapas karena mulai saat itu anak harus bernapas sendiri. Meskipun belum merupakan peniruan yang benar namun sudah mengandung unsur-unsur peniruan yang banyak. Suara-suara yang dikeluarkan anak dapat dibedakan antara suara tangis dan ocehan. Tangis bukan suatu gejala yang berdiri sendiri.faktor fisiologis. sebab rasa nyaman dan tidak nyaman tadi memang ditentukan oleh faktor. emosional. melainkan suatu tingkah laku refleks terhadap sesuatu karena di satu pihak menunjukkan keadaan tidak nyaman tetapi pada waktu bersamaan juga menginginkan reaksi keliling. Kalimat Satu Kata dan Kalimat Dua Kata Kata-kata pertama anak ini bisa dipandang sebagai oenyebutan objek murni. mereka mempunyai isi psikologis yang bersifat intelektual. namun mempunyai arti emosional juga.Dengan sudut pandangan yang berbeda. 2. dan sekaligus volisional yaitu anak mau atau tidak mau akan sesuatu hal. Tangis menunjukkan keadaan tidak senang sedangkan ocehan menunjukkan rasa senang dan kepuasaan. Permulaan Bicara : Meraban (Mengoceh) Suara pertama yang dilakukan anak adalah jerit tangis pada waktu dilahirkan. Van Ginneken (1917) dalam bukunya “Roman vann een kleuter” mengatakan bahwa suara-suara pertama yang dikeluarkan adalah huruf-huruf vokal. Atas dasar itulah anak mengeluarkan suara-suara. Pada umumnya ada persamaan pendapat bahwa anak usia sekitar 10 bulan betulbetul dapat menirukan kata-kata yang diengarnya. Suara-suara pertama menurut Van Ginneken maupun Gregoire dianggap mempunyai dasar fisiologis itu merupakan proses emosional. Gregoire (1937) mengemukakan dalam “ L’apprrentissage du langage” bahwa suara-suara pertama yang dikeluarkan adalah a. misalnya berdasarkan pendekatan linguistik.e.i. ada juga ahli yang mengklasifikasikan perkembangan bahasa anak seperti berikut : 1. Baik Van Ginneken maupun Gregoire berpendapat bahwa bahasa mempunyai dasar fisiologis.o. Diantara bulan ke 18 dan 20 (dengan kemungkinan penyimpangan yang banyak) datanglah . ketawa pada dasar artikulasi.u.

Untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Anak mempunyai kemungkinan yang lebih banyak untuk menyatakan maksudnya dan untuk mengadakan komunikasi. sedangkan kelompok terbuka ditambah dengan kata-kata baru. Yang perlu diperhatikan disini ialah bahwa kata pivot yang sama dapat berbeda-beda artinya dalam kombinasi dengan kata-kata terbuka yang berlainan. 3. Tetapi arti yang langsung mengenai pengaturan baru dalam kata-kata ini dan kata-kata apa yang mendapatkan tempat baru.(1980:82) berbahasa merupakan sarana berkomunikasi.kalimat dua kata yang pertama. dkk. Kalimat Tiga Kata Dari kalimat dua kata berkembanglah lambat laun kalimat tiga kata yang dalam arti struktural mula-mula masih mirip dengan kalimat dua kata. Mengenai proses pengaturan baru dalam kata-kata ini belum dapat diperoleh hasil-hasil penelitian secara meluas mengenai waktu timbulnya kalimat satu kata. belum dapat diketahui. Menurut istiwidyanti. Dalam kelompok yang pertama termasuk kata-kata yangs ering dipakai oleh anak. yaitu kata pivot dan kata terbuka. semua individu . dan tiga kata dan juga mengenai apa yang dikatakan oleh anak. Seringkali kata-kata pivot juga mempunyai tempat yang tetap dalam kalimat dua kata. “ Gi Susu” dapat berarti bahwa anak tidak mau minum susu lagi. sedangkan kata-kata dari kelompok kedua tidak sering dipakai oleh anak. Dalam bahasa anak ada dua kelompok kata yang spesifik. Perubahan ini terjadi kurang lebih antara bulan ke-24 dan bulan ke 30. Jumlah kata-kata yang termasuk kelompok pivot tidak banyak. dua kata.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->