LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TANAMAN

“Pengaruh Lingkungan Abiotik Yang Mempengaruhi Tanaman”

Di susun Oleh Kelompok 2: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dedi Kuswara Elif Liani Fikri Armin Puti Anisa Reza Yudiasyah Siti Humaeroh

AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

KATA PENGANTAR

Assalammu’alaikum Wr.,Wb. Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT , karena atas berkah, rahmat, dan karunianya sehingga kati sebagai penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Ekologi Tanaman ini tepat pada waktunya. Adapun Judul dari praktikum yang telah kita lakukan adalah “Faktor lingkungan abiotik yang mempengaruhi tanaman”. Kegiatan praktikum ini dilakukan di dekat KP3B lahan praktikum jurusan Agroekoteknologi, tanaman yang di gunakan sebagai sampel adalah kacang hijau, dengan alasan usia dari kacang hijau lebih cepat panen. Selain factor lingkungan abiotik di praktikum ini juga mengamati perbedaan pertumbuhan dengan beberapa macam perlakuan, diantaranya perbedaan dosis pupuk dan jenis pupuk yang di gunakan. Dalam praktikum ini kami terdiri dari enam orang, diantaranya: Dedi Kuswara, Reza Yudiasyah, Fikri Armin, Puti Anisa, Elif Liani, dan Siti Humaeroh. Bersyukur telah selesai melaksanakan praktikum sesuai dengan prosedur dan instruksi dari Asisten Dosen. Kami ucapkan terimakasih kepada segenap Dosen pengampu dan asisten dosen yang telah memberikan ilmu dan arahan dalam praktikum, dan semoga apa yang kami tulis dapat bermanfaat. Amin. Tidak lupa pula kami sebagai Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan ini masih terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik agar dapat lebih baik kedepannya. Serang, Juni 2011 Wassalam, Penulis DAFTAR ISI

1. Tujuan Bab II Tinjauan Pustaka 2.4.2. Parameter pengamatan Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.Kata pengantar Daftar Isi Daftar table Daftar gambar Daftar lampiran Bab 1 Pendahuluan 1.2.2. Sistematika dan botani 2.1. Latar belakang 1. Hasil 4. Pembahasan Bab V Penutup 5.2. Kesimpulan 5. Bahan dan alat 3.2.3. Manfaat tanaman 2.1. Waktu dan tempat 3.4.1.1. Pola tanam 2. Teknis budidaya 2.3. Pupuk Bab III Bahan dan Metode 3. Cara kerja 3. Saran Daftar Pustaka Datar Lampran • Lampiran 1 • Lampiran 2 • Lampiran 3 I II III IV V 1 1 1 2 2 3 6 9 9 10 10 10 11 11 12 12 21 22 22 22 23 24 25 26 DAFTAR TABEL .5.

Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Tabel 13. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P2 Tabel 7. Perlakuan percobaan 23 . Data pengamatan tinggi tanaman pada 56 HST dari semua perlakuan Jumlah daun Tabel 2. Data Pengamatan Bobot 100 Biji Dari Semua Perlakuan DAFTAR LMPIRAN 12 13 13 14 14 15 15 15 16 16 16 Perlakuan P1 Perlakuan P2 Perlakuan P3 Perlakuan P4 Perlakuan P5 Perlakuan P6 Perlakuan P7 17 17 17 18 18 18 19 19 20 20 Lampiran 1. Data Pengamatan Bobot Biji Dari Semua Perlakuan Bobot 100 biji Tabel 21. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Tabel 16. Data bobot kering dari semua perlakuan Jumlah Polong Per Tanaman Tabel 5. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Tabel 14. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P5 Tabel 10. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P3 Tabel 8. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P7 Bobot Polong Tabel 12. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Tabel 15.Tinggi tanaman Table 1. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Tabel 17. Data pengamatan jumlah daun pada 56 HST dari semua perlakuan Luas daun Tabel 3. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Jumlah Biji Per Tanaman Tabel 19. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Tabel 18. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P4 Tabel 9. Data Pengamatan Jumlah Biji Per Tanaman Bobot Biji Tabel 20. Data pengmatan luas daun dari semua perlakuan Bobot kering Tabel 4. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P1 Tabel 6. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P6 Tabel 11.

Tata letak percobaan Lampran 3. Jadual pelaksanaan praktikum mata kuliah ekologi tanaman 24 25 BAB I PENDAHULUAN .Lampiran 2.

Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge.1. Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental. menjadi semacam bubur. 1. Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan abiotik dalam hal ini pemberian unsure hara (pupuk) yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun. bakpau.2. atau gandas turi. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. disebut di pasaran sebagai tepung hunkue. digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel.1. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde. setelah kedelai dan kacang tanah. Tepung biji kacang hijau. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Sistematika dan Botani Tanaman Kacang Hijau . Latar Belakang Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum.1.

Morfologi Tanaman Kacang Hijau Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi. tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini: Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies 2. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu . Tanaman ini disebut juga mungbean. cokelat dan hitam.dan dapat menyerbuk sendiri. lebih panjang dari daunnya. berbentuk bulat danberbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua. tersusun dalam tandan.tergantung varietasnya.2. beberapa ada yang berwarna kuning. : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Fabales : Fabaceae (suku polong-polongan) : Phaseolus : Phaseolus radiatus L.Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulupendek.Setiap polong berisi 10-15 biji. green gram atau golden gram. Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan. Manfaat Tanaman Berikut ini adalah beberapa manfaat kacang hijau secara umum dirasakan dan diketahui olehmasyarakat. keluar pada cabang serta batang. Warna bijinya kebanyakanhijau kusam atau hijau mengilap. Tangkai daunnya cukup panjang. antara 30-60 cm. Bunga kacang hijau berwarna kuning. Cabangnya menyamping pada bagian utama.

Sebagai makanan. kalsium. magnesium. • Kalsium dan fosfor Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. kurang darah. kepala pusing/vertigo.komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia . demam nifas. besi. jantung mengipas. kalsium dan fosfor yang sangat diperlukan tubuh. Kandungan proteinnya cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting. seperti: bubur kacang hijau dan isi onde-onde. kacang-kacangan adalah alternatif sumber protein nabati terbaik. Dalam menu masyarakat sehari-hari. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. belerang. Secara tradisi. sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah kelebihan berat badan. tanaman yang diperkirakan berasal dari India ini menghasilkan berbagai masakan. mangan. Tanaman ini mengandung zat-zat gizi. antara lain: amylum. minyak lemak. memulihkan kesehatan. kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun selain rasanya yang gurih dan lezat. Kecambahnya dikenal sebagai tauge. kencing kurang lancar. sampai kolak. beri-beri. dan karena kacang hijau kaya akan protein maka keinginan untuk mempunyai bayi berambut tebal akan terwujud. dan E). A. Mulai dari aneka panganan kecil. dan kepala pusing. terkilir. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis. Pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk sel rambut memerlukan gizi yang baik terutama protein. antara lain. protein. dan lain-lain. vitamin (B1. Manfaat lain dari tanaman ini adalah dapat melancarkan buang air besar dan menambah semangat hidup. . sebanyak 24%. • Protein Tinggi Kacang hijau mengandung protein tinggi. diantaranya dapat beberapa di tulis sebagai berikut: • Nutrisi Penting Kacang hijau atau Phaseolus Aureus berasal dari Famili Leguminoseae alias polongpolongan. niasin. bubur. ibu-ibu hamil sering dianjurkan mengonsumsi kacang hijau agar bayi yang dilahirkan mempunyai rambut lebat.

Secara tak langsung peran ini sangat berkaitan dengan efek perbaikan pertumbuhan badan. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menyebabkan bahan makanan/minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah tengik. seperti kacang hijau.• Lemak Rendah Sangat baik bagi orang yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Penelitian mengungkapkan bahwa defisiensi vitamin B1 menyebabkan waktu pengosongan lambung dan usus dua kali lebih lambat yang mengindikasikan sulitnya proses pencernaan makanan yang terjadi sehingga kemungkinan makanan tersebut tidak dapat diserap dengan baik. • Vitamin B1 (tiamin) o Untuk pertumbuhan. Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Selanjutnya dibuktikan bahwa vitamin B1 juga bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan. o Memaksimalkan kerja syaraf Tanda-tanda pertama orang yang kekurangan vitamin B1 adalah penurunan kerja syaraf. o Sumber energi Vitamin B1 adalah bagian dari koenzim yang berperan penting dalam oksidasi karbohidrat untuk diubah menjadi energi. Penelitian pada sekelompok orang yang makanannya kurang cukup mengandung vitamin B1 dalam waktu singkat muncul gejala-gejala mudah tersinggung. . Defisiensi vitamin B1 dapat mengganggu proses pencernaan makanan dan selanjutnya dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan. Tanpa kehadiran vitamin B1 tubuh akan mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat. o Meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung. Dengan meningkatkan asupan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B1. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. hambatan pertumbuhanpun dapat diperbaiki. Pada awalnya vitamin B1 dikenal sebagai anti beri beri. Kegiatan syaraf terganggu karena oksidasi karbohidrat terhambat.

Sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. • Tidak kalah dengan kacangnya.tidak mampu memusatkan pikiran. ubi kayu. namun tanaman ini masih kurang mendapatkan perhatian petani untuk dibudidayaka n. Kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan. seperti: padi. kacang tanah. tanaman kacang hijau memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. . menyembuhkan jerawat. (d) dapat ditanam pada tanah yang kurang subur. dan kedelai. karena bersifat alkalis (basa). dan kurang bersemangat. (b) serangan hama dan penyakit lebih sedikit. • Vitamin B2 (riboflavin) o Membantu penyerapan protein di dalam tubuh Salah satu teori menyebutkan bahwa vitamin B2 dapat membantu penyerapan protein di dalam tubuh. Di Indonesia sebagian besar luas tanam kacang hijau menduduki posisi terakhir dibanding tanaman pangan lainnya. Dibanding dengan tanaman kacang-kacangan lainnya. seperti: (a) lebih tahan kekeringan. Pada hal. Untuk kecantikan. kecambahnya juga memiliki manfaat yang sering kita kenal dengn tauge seperti: o Antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat membantu memperlambat proses penuaan dan mencegah penyebaran sel kanker. (c) dapat dipanen pada umur 55-60 hari. yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit. dan (e) cara budidayanya mudah. Kehadiran vitamin B2 akan meningkatkan pemanfaatan protein sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien. menghilangkan noda-noda hitam pada wajah. Hal ini mirip dengan tandatanda orang stress. menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh. jagung. o o o Meskipun tanaman kacang hijau memiliki banyak manfaat. kacang hijau memiliki kelebihan ditinjau dari segi agronomi dan ekonomis. ubi jalar.

dimamna setiap perlakuan berbeda takaran atau dosis yang di gunakan. • Penyiapan lahan Kacang hijau dapat tumbuh pada semua jenis tanah sepanjang kelembaban dan tersedianya unsur hara yang cukup. Dosis pupuk per hektar secara umum dapat diberikan 50 kg Urea. Di dalam praktikum ini di gunakan dengan beberapa perlakuan. Penyiapan lahan di mulai dengan penggemburan tanah. karena tanaman yang akan di amati adalah sebanyak satu tanaman pada setiap lubang tanamnya. NPK pupuk susulan dengan dosis 25 kg Urea diberikan pada umur 16-20 hari.2. Perkutut. Untuk itu lahan yang akan dipergunakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya.3. di maksudkan agar mengantisipasi tanaman gagal tumbuh. 50 Kg NPK. Namun. pada setiap lubang yang telah di buat di taruh atau di tanam benih sebanyak 3 butir pada nsetiap lubangnya. dan Kutilang. Atau dosis disesuaikan dengan rekomendasi setempat. • Teknis Budidaya Penggunaan Varietas Unggul Menurut Balitkabi (2005). Tanah yang di siapkan untuk praktikum kali ini berukuran 1. Murai. Kenari. untuk daerah endemik penyakit embun tepung dan bercak daun (Cercospora) dianjurkan menanam varietas Sriti. Waktu Pemberian pupuk dasar. pupuk organik. • Penyiangan . satu hari sebelum atau saat tanam sebesar 25 kg Urea.5 m x 2 m. • Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan pemupukan berimbang. semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok di tanam di lahan sawah. • Penanaman Untuk penanaman kacang hijau pada praktikum ini di lakukan dengan pembuatan lubang tanam kurang lebih sedalam 3-5 cm dengan jarak tanam 20 X 30 cm. Namun di sini kita menggunakan varietas atau benih biasa yang biasa dapat di peroleh dari took atau warung-warung.

kepik coklat Riptortus linearis. Jarak panen pertama dengan kedua dan ketiga waktunya bervariasi berkisar 3-5 hari. Penyiangan kedua dilakukan pada umur 26-30 hari setelah tanam (HST). embun tepung (Erysiphe polygoni). • Panen dan pasca panen Panen dapat dilakukan apabila polong sudah berwarna hitam atau coklat Panen dilakukan dengan cara dipetik dan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari pada saat udaranya masih lembab Untuk varietas kacang hijau umumnya panen dilakukan lebih dari 2 kali. Namun dalam praktikum kali kita menggunakan pengairan dengan secara langsung menyiram di area sekitar tumbuh akar. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dimana penggunaan pestisida dilakukan apabila komponen PHT yang lain tidak berhasil • Pengairan Periode kritis tanaman terhadap air adalah pada saat tanam dan pada saat berbunga (umur 25 hari). pengerek polong Maruca testutalis.Penyiangan gulma dilakukan 2 kali. Pengeringan polong dapat dilakukan dengan sinar matahari dengan menjemur di atas terpal/plastic Pembijian dilakukan dengan memasukkan polong ke dalam plastik dan . ulat jengkal Plusia chalcites. dan Etiella zinckenella Penyakit utama kacang hijau antara lain adalah bercak daun (Cercospora canescens). kepik hijau Nezara viridula. Pada masa lainnya jumlah air yang dibutuhkan relatif sedikit. pembentukan dan pengisian polong (umur 45 hari). • Pengendalian hama dan penyakit Hama utama kacang hijau antara lain lalat kacang hijau Agromyza phaseoli. Pengairan dilakukan melalui selokan antar bedengan. dan penyakit puru (Elsinoe glycines). Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST) atau kurang lebih 2 minggu setelah tanam (MST). Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama. Penyiraman ini juga dilakukan sebanyak 1 kali dalam seminggu. sebelum berbunga atau tergantung populasi gulma.

Pupuk Ada berbagai macam perlkuan yang diberikan pada beberpa kondisi tanah.5. Serta pada tanah yang kurang subur dilakukan pemupukan 45 kg Urea + 45 90 kg TSP + 50 kg KCL/ha. tergantung dari keadaan unsure yang ada dalam tanh. Pembersihan biji dari kotoran dan kulit dengan menggunakan nyiru (tampah) dan biji dikeringkan lagi sampai kering simpan yaitu kadar air mencapai 8-10 %.dipukul-pukul dengan bambu hingga polong pecah. Pola tanam Kacang hijau dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan jagung atau dengan cara monokultur. Karena tanaman kacang hijau toleran akan kondisi air yang minim maka biasanya para petani menanam kacang hijau setelah panen padi dengan pola padi-kacang hijau-padi. 2.4. Dan jika pada lahan kering diperlukan pemupukan dengan NPK. BAB III BAHAN DAN METODOLOGI PRAKTIKUM . 2. apabila tanaman kacang hijau ditanam pada lahan sawah bekas tanaman padi maka tidak perlu dilakukan pemupukan.

2. . Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan di dekat KP3B kebun jurusan agronomi fakultas pertanian . sebagai beikut: • • • • Media tanam berupa lahan (kebun percobaan) Pupuk (urea) Air Benih kacang hijau Cara Kerja 3.3. Bahan dan Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain: • • • • • • • • • • • • Cangkul Tali raffia Gunting Label Kertas Pensil Ajir Leaf area meter Timbangan Ember Penggaris Oven Bahan. Praktikum dilaksanakan muli dari bulan April hingga Juni 2011.1.3.bahan yang diperlukan dalam percobaan ini.untirta. 3.

4. • Tanaman pada setiap petak tersebut dipelihara dengan perlakuan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. • Setiap kelompok bertanggung jawab penuh terhadap percobaannya dengan melaksanakanya sesuai jadwal kegiatan sebagaimana disajikan. berikut: • • • • • Parameter Pengamatan Pada praktikum kali ini ada beberapa yang telah diamati. • Penempatan perlakuan ditetapkan dan diatur sebagaimana disajiakan pada letak percobaan. 3. • Tentukan tanaman sampel sebanyak tujuh tanaman yang akan diamati pertumbuhan dan perkembangan serta hasil tanaman tersebut. diantaranya adalah sebagai Pertambahan tinggi tanaman Pertambahan Jumlah daun Luas daun Jumlah polong Bobot kering tanaman BAB IV • • • • • Jumlah polong Bobot polong Jumlah biji Bobot biji Bobot 100 butir . Diupayakan setiap petak berisi tanaman yang seragam untuk selanjutnya dipelihara. • Pada umur tanaman tujuh hari setelah tanam (7 HST) dilakukan penjarangan denan cara membiarkan satu tanaman tumbuh per lubang tanam denganmemotong tanaman lainnya.• Setiap kelompok praktikum menyiapkan lahan berupa petakan dengan ukuran 2 m x 1.5 m. • Setiap petakan ditanami benih kacang hijau (Phaseolus radiatus) dengan jumlah 3 butir per lubang tanam sedalam 3 cm dengan jarak tanam 30 cm x 20 cm.

luas daun.HASIL DAN PEMBAHASAN 4. didapatkan data tinggi tanaman kacang hijau sebagaiberikut : • Tinggi tanaman Table 1.5 20.3 65. Data pengamatan jumlah daun pada 56 HST dari semua perlakuan .1. Hasil Pengamatan Dari hasil pengamatan selama 9 MST (Minggu Setelah Tanam) dalam praktikum ekologi ini telah didapat data mengenai parameter pengamatan tinggi. Kesemua data tersebut disajikan dalam tabel. Data pengamatan tinggi tanaman pada 56 HST dari semua perlakuan Tinggi Tanaman(cm) pada 56 HST Perlakuan P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 Sampel 1 35 22 35 44 46.5 49 26 32.1 45.24 • Jumlah Daun Tabel 2. Parameter Pengamatan Tinggi Tanaman Dari praktikum yang telah kami laksanakan.3 40 23 39 46 83 19 18. jumlah daun.5 15.5 20.5 47 65 20 17.5 20.1 24 24 35 43 60 22 22.8 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Tinggi rata rata 34 24 36.5 22 25 39 46.5 73 21 27..jumlah polong tanaman kacang hijau.

Data pengmatan luas daun dari semua perlakuan Perlakuan P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 Luas Daun (cm2) Sampel 6 208.65  Bobot kering Tabel 4.Perlakuan Sampel P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 1 9 9 9 5 7 13 13 Jumlah Daun pada 56 HST Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 8 8 10 4 12 10 7 5 9 9 4 6 12 8 13 6 10 5 7 11 11 11 8 10 5 15 7 7 Jumlah Daun rata rata 9 8 10 5 9 11 9 • Luas daun Tabel 3.75 470.25 264.75 .5 153.75 314.5 Sampel 7 303 336.75 245.5 379.275 56.9 Bobot kering (gr) rata rata 32.55 53.125 495.75 214.25 329. Data bobot kering dari semua perlakuan Perlakuan P1 P2 P3 Bobot kering (gr) Sampel 6 36 59.25 421.575 289.5 424.75 567 446.6 Sampel 7 28.45 32.25 Luas Daun (cm2) rata rata 255.65 198.25 237.2 36.5 247.7 28.

Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P3 .P4 P5 P6 P7 17.2 12. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P2 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Banyaknya Polong Isi 11 12 12 6 16 11.9 18.35 25. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P1 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Banyaknya Polong Isi Hampa 9 1 16 2 3 1 15 5 11 2 11 2 Jumlah Polong 10 18 4 20 13 13 Tabel 6.055 30.625 • Jumlah Polong Per Tanaman Tabel 5.075 15.145 37.65 14.4 Hampa 4 3 2 1 2 Jumlah Polong 15 15 14 6 17 15 Tabel 7.7 16.9 21.6 13.6 34.

Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Banyaknya Polong Isi Hampa 14 10 2 11 7 18 12 0.4 Tabel 8. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P5 Sampel 1 3 Banyaknya Polong Isi Hampa 6 9 Jumlah Polong .4 Jumlah Polong 14 12 11 7 18 12. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P4 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Banyaknya Polong Isi Hampa Jumlah Polong 5 9 8 7 3 Tabel 9.

2 3 4 5 Rata rata 12 4 8 7 3 5 1 3 15 9 9 10 Tabel 10. Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P6 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Banyaknya Polong Isi Hampa 21 5 10 5 12 8 9 14 13 5 13 7 Jumlah Polong 26 15 20 23 18 20 Tabel 11. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P1 . Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P7 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Banyaknya Polong Isi Hampa 13 4 1 7 1 10 2 10 3 6 4 7 Jumlah Polong 17 8 11 12 9 11 • Bobot Polong Tabel 12.

87 6.01 10.508 Bobot Polong Hampa 2.51 14.23 2.58 23.31 12.61 11.52 8 23.664 Tabel 14.19 9.02 11.22 8 Bobot Polong Hampa 0.86 13.19 8.156 Bobot Polong 9.22 8.23 2.70 1.0186 Bobot Polong 10.62 0.53 89.28 0.03 12.19 8.41 0.546 Bobot Polong 8.9 7. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P3 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Isi 10.02 1.32 2.9 14.093 0.0186 .51 14.53 88.42 0. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P2 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Isi 6.14 4.3 1.128 Bobot Polong Hampa 1.14 4.72 0.04 0.674 Tabel 13.993 8.Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Isi 6.90 8.31 9.

78 1.87 3.89 1.126 Tabel 17.382 Bobot Polong Hampa 1.57 3.89 3.89 2.26 5.16 5.05 0.26 7.45 3.86 1.86 .48 6.72 2.78 1.62 1.484 Bobot Polong Tabel 16. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P4 Sampel Isi 1 2 3 4 5 Rata rata Bobot Polong Hampa 3 4.80 1.68 7.92 4.62 4. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P5 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Isi 3.12 7.1272 Bobot Polong Hampa 2.80 0.95 0.36 12.994 Bobot Polong 6.17 4.63 8. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P6 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Isi 7.Tabel 15.55 3.478 Bobot Polong 8.88 8.72 7.61 8.2 6.09 2.40 4.25 15.

Tabel 18.05 5.76 0.55 1. Data Pengamatan Jumlah Biji Per Tanaman Perlakuan Sampel 1 P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 107 59 124 21 50 100 100 Jumlah Biji Per Tanaman Sampel 2 27 65 38 73 170 64 11 Sampel 3 160 137 110 57 56 78 37 Sampel 4 140 127 58 82 67 80 33 Rata rata Sampel 5 jumlah Biji Per 106 54 188 31 40 100 36 Tanaman 108 88 104 53 77 84 43 • Bobot Biji Tabel 20.84 1.432 • Jumlah Biji Per Tanaman Tabel 19.10 4.65 0.27 3 2.70 Sampel 2 1.9 4.38 Sampel 4 5.24 1.19 3.55 2.65 0.79 5.48 5.35 1.98 9.82 Bobot biji (gr) rata rata 5.004 Bobot Polong 5.95 2.31 3.33 Sampel 5 4.62 2. Data Pengamatan Bobot Polong Per Tanaman Untuk Perlakuan P7 Sampel 1 2 3 4 5 Rata rata Isi 3.988 .39 3.71 Bobot biji (gr) Sampel 3 7. Data Pengamatan Bobot Biji Dari Semua Perlakuan Perlakuan Sampel 1 P1 P2 5.428 Bobot Polong Hampa 1.

93 0.97 4.426 0. Dari percobaan yang kami lakukan dengan 7 perlakuan unsure hara yang berbeda setiap petakan didapat data pertumbuhan dan hasil yang berbeda dintaranya : untuk rata rata tinggi tanaman tertinggi dengan tinggi 65.53 1.5 cm didapat dari perlakuan P5 dengan .83 3.24 1.41 0.12 8. mengingat adanya hubungan unsure hara terhadap produksi dan hasil dari suatu tanaman.35 0.075 4.824 • Bobot 100 biji Tabel 21.575 3.65 2.32 5.44 0. Untuk perlakuannya kami memberikan 7 perlakuan unsure hara yang berbeda setiap petakan yang masing masing perlakuannya bias dilihat dilampiran. Dalam percobaan ini kami menggunakan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus) varietas wallet sebagai tanaman uji cobanya.61 3.68 3.28 0.03 4.56 10.65 2.93 4.7 3. Data Pengamatan Bobot 100 Biji Dari Semua Perlakuan Pemberian unsure hara yang berbeda bertujuan untuk memperoleh data pertumbuhan dan hasil tanaman.07 4.P3 P4 P5 P6 P7 6.20 4.65 5.63 0.35 3.7 1.24 1.

Kesimpulan Dari hasil praktikum ini didapatkan simpulan sebagai berikut: • Pemberian pupuk yang berbeda-beda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau memberikan perbedaan pertumbuhan pada setiap perlakuan. untuk rata rata jumlah daun terbanyak dengan jumlah 11 helai (tripoliet) diperoleh dari perlakuan P6 dengan menggunakan pupuk organic. • pada setiap perlakuan menghasilkan polong dan bobot biji yang beragam yang dengan demikin menunjukan keragaman hasil akibat dari perbedaan perlakuan yang diberikan.75 cm2 diperoleh dari perlakuan P6 dengan menggunkan pupuk organic.2. 5. untuk rata rata luas daun terluas dengan luas 495. . pada perlakuan P7 didapat rata rata jumlah polong BAB V PENUTUP 5.1. untuk jumlah polong terbanyak diperoleh dari perlakuan P6 dengan rata rata jumlah polong 20 terdiri dari 13 polong isi dan 7 polong hampa. Saran Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat disrankan sebagai berikut • Dalam pngamatan terutama pengukuran hendaknya satu orang saja yang mengukur agar tidak terjadi distorsi.menggunakan pupuk NPK.45 gr diperoleh dari perlakuan P2 dengan menggunakan pupuk urea. untuk rata rata bobot kering dengan bobot 56.

• Pengaturan jumlah populasi lebih baik satu tanaman. • seminggu. http://www. dalam menanam jangan dalam hal pemeliharaan sebaiknya dilakukan lebih banyak lagi dalam terlalu banyak populasi dan jarak tanam jangan terlalu sempit atau rapat.id/budidaya/teknologibudidaya-kacang-hijau-1495. http://epetani.deptan.org/wiki/Kacang_hijau. 15 juni 2011.go.1945. karena hal ini dapat mencegah pertumbuhan yang kurang maksimal.php?plant=981.13 juni 2011 Deptan. Daftar Pustaka http://id. Budidaya Teknologi.wikipedia. 15 Juni 2011 .plantamor.com/index.

LAMPIRAN 1. Perlakuan percobaan Perlakuan P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 IVA 1 2 3 4 5 6 7 Kelas Kelompok IVB IVC 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 IV NR 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan: P1 = Tanpa pupuk P2 = Pupuk urea dosis 100 kg/hektar P3 = Pupuk TSP dosis 75 kg/hektar P4 = Pupuk KCl dosis 75 kg/hektar P5 = Pupuk urea + TSP + KCl dosis (100+75 +75 kg/hektar) P6 = Pupuk kompos/ kandang dosis 1 ton/hektar .

P7 = Pupuk kompos/ kandang dosis 3 ton/hektar Lampiran 2. Tata letak percobaan P2 P5 P1 P4 P5 P2 P7 P3 P4 P6 P4 P2 P1 P3 P2 P7 P6 P7 P5 P6 P3 P4 P6 P1 P2 P1 P3 P5 Keterangan: P1 = Tanpa pupuk .

00 – 09. Jadual pelaksanaan praktikum mata kuliah ekologi tanaman v v v Hari dan waktu praktikum: Rabu pukul 07. perlakuan.P2 = Pupuk urea dosis 100 kg/hektar P3 = Pupuk TSP dosis 75 kg/hektar P4 = Pupuk KCl dosis 75 kg/hektar P5 = Pupuk urea + TSP + KCl dosis (100+75 +75 kg/hektar) P6 = Pupuk kompos/ kandang dosis 1 ton/hektar P7 = Pupuk kompos/ kandang dosis 3 ton/hektar Uraian Kegiatan Persiapan Penanaman Pemeliharaan. . dan Maret April Mei Juni M3 M4 M1 M2 M3 M4 M1 M2 M3 M4 M1 M2 Pertemuan ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 v v pengamatan v v v v v v v v Laporan Seminar Lampran 3.00 Tempat: Kebun percobaan Fakultas Pertanian KP3B curug serang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful