BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak baik rumah tangga dan keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah, masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu menyambung kembali hubungan dan educational networks yang mulai terputus tersebut. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut, tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan. Fenomena merosotnya karakter bangsa di tanah air ini dapat disebabkan lemahnya pendidikan karakter dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan pada saat alih generasi. Keadaan bangsa ini sangat rapuh, penuh dengan ketidakjujuran, kecurangan, dan juga ketidakadilan dalam berbagai bidang politik, social, dan termasuk bidang pendidikan. Kecurangan pendidikan misalnya adanya bantuan kepada siswa pada saat ujian nasional berupa jawaban yang diberikan sekolah. Hal ini dilakukan pihak manajemen sekolah karena mereka takut reputasi sekolah mereka menjadi buruk. Mereka beranggapan bahwa sekolah yang bagus adalah sekolah yang tingkat kelulusan peserta didiknya mencapai 98%-100%. Tentunya tindakan ini tidak menggambarkan karakter yang baik dan bisa membangun, membangkitkan bangsa ini dari keterpurukan. Salah satu solusi yang diharapkan dapat membenahi setiap kekurangan tersebut maka digalakkanlah pendidikan karakter. Inti pendidikan adalah pembelajaran. Pembelajaran dapat berlangsung secara alamiah melalui pemaknaan individu terhadap pengalaman-pengalamannya dalam menjalani kehidupan. Baik pengalaman yang menyenangkan ataupun tidak,

semuanya dapat menjadi proses pembelajaran untuk membangun karakter kehidupan. Guru adalah pihak yang berhubungan langsung dengan peserta didik dalam praktik pendidikan. Maka guru merupakan ujung tombak dari program pendidikan
Page 1
KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

Bagaimana keteladanan guru dalam pembentukan karakter siswa KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 2 . Di lapangan masih banyak guru yang belum menyadari peranan mereka sebagai ujung tombak dalam program pembentukan karakter siswa di sekolah. Guru tersebut tidak memberi contoh ataupun teladan yang baik bagi siswanya. topic yang akan dibahas adalah: 1.2 Rumusan Masalah Dalam makalah ini. Seorang guru haruslah mempunyai karakter positif yang kuat agar mampu membentuk karakter siswa. Bagaimana hakekat pendidikan karakter dan sikap profesional seorang guru 2.karakter di lembaga-lembaga pendidikan. Karakter positif guru sering disebut dengan sikap professional guru. Pada makalah ini akan dibahas bagaimana bagaimana keteladanan guru dalam pembentukan karakter siswa. 1.

Pendidikan karakter seharusnya dapat membawa siswa untuk mengenal nilai secara kognitif . dan menggunakan ilmu yang dimiliki untuk menciptakan kesejahteraan manusia. sopan. Sikap professional guru memiliki komponen kognisi. penghayatan nilai secara afektif. Sikap merupakan suatu kecenderungan perasaan terhadap suatu objek yang dimiliki seseorang terhadap suatu pekerjaan yang bisa dipakai sebagai alat untuk memprediksi perilaku orang tersebut dalam bekerja.BAB II PEMBAHASAN 2. Dengan adanya program pendidikan karakter diharapkan para peserta didik memiliki ilmu pengetahuan. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. sesuai standar kompetensi lulusan. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. B. Sikap guru dalam menjalankan profesinya disebut profesionalisme dan tentunya sangat beragam.1 Pendidikan Karakter dan Sikap profesional Guru Pengertian karakter adalah pribadi yang relatif stabil pada diri inndividu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Afeksi berkenaan dengan perasaan/ emosional. Kognitif yang berkenaan dengan keyakinan. pendidikan karakter adalah suatu proses pendidikan secara holistic yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai pondasi bagi terbentuknya generasi yang berintelektual dan berakhlak. dan seimbang. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa .bertanggung jawab. dan konasi. jujur. Relatif stabil berarti telah terbentuk dan tidak akn mudah untuk diubah. konsep. (2010) menyatakan. Pendidikan karakter juga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. afeksi. KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 3 . terpadu. ide. Raharjo S. Konasi berkenaan dengan tingkah laku atau perbuatan guru.

Tak jarang guru menjadi otoriter dan menggunakannya untuk mencapai tujuannya tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak. perasaan. dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. 2. guru sebaiknya tidak terlalu otoriter. Sikap otoriter maupun sikap permissive tidak baik untuk perkembangan siswa. Menurut Kamus Bahasa Indonesia. khususnya bagi perkembangan pribadinya. berkarakter positif dan mampu mengarahkan dan membimbing siswa selama masa pendidikan. tetapi juga tidak terlalu permissive melainkan memberi kebebasan yang bertanggung jawab kepada siswa. Dalam rancangan Kode Etik Guru Indonesia diantaranya dinyatakan bahwa: “ Guru harus berperilaku secara professional dalam melaksanakan tugas mendidik. sikap permissive.” Guru harus mencurahkan secera langsung usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan kepribadiannya termasuk karakternya. dan sikap riil. melatih. serta mampu menunaikan tugasnya secara berintegritas. sikap berarti perbuatan atau tindakan yang berdasarkan pendirian. membimbing. dan sebagainya) dengan KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 4 . Hanya mementingkan bahan pelajaran dengan mengabaikan anak dapat merugikan anak tersebut. Banyak cara yang digunakan guru untuk mengharuskan anak belajar. ia tidak hanya mengutamakan mata pelajaran akan tetapi harus juga memperhatikan anak itu sendiri sebagai mnusia yang harus dikembangkan pribadinya. ahli dibidangnya. menilai. Sikap permissive cenderung membiarkan anak berkembang dalam kebebasan tanpa banya tekanan frustasi. pendapat.Menurut Nasution (2008) ada empat sikap guru dalam pembelajaran yaitu: sikap otoriter. Guru yang memiliki sikap professional berarti guru yang melakukan tindakan pembelajaran sesuai keyakinannya tentang profesinya. menguasai materi dan mampu menyesuaikannya dengan kemampuan peserta didik. mengarahkan. atau keyakinan. larangan. mengajar. kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran. Bila guru mengajarkan suatu mata pelajaran. Guru tidak berada di depan tetapi di belakang untuk member bantuan jika diperlukan.2 Karakteristik Kepribadian Guru Menurut tinjauan psikologi. perintah. atau paksaan.

mengajar. bertutur. pernyataan kasih KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 5 . sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap. memberi sikap teladan. Karena di samping berperan sebagai pembimbing dan pembantu. Sebagai ujung tombak pendidikan dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter sebagai generasi penerus bangsa. maka diperlukan guru yang memang berkompeten.aspek perilaku. Oleh karena itu. jujur dan ikhlas. dan mampu menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya. sadar akan ekistensi dan tanggung jawabnya. beremosi matang. dan rohani. tidak membosankan. guru hendaknya berkepribadian Pancasila dan UUD 1945 yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepribadian guru yang diharapkan siswa: periang. terbuka dan mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain. Kematangan intelektual dan emosional dapat dilihat dari kemampuan berpikir. Secara konstitusional. dan membimbing. sehat mental. mendidik. jasmani. berorientasi pemecahan masalah sehingga dapat menjadi anutan bagi peserta didik. aktif dalam melaksanakan tugas. Prasyarat untuk berlangsungnya pembelajaran yang berciri education touch adalah dioperasikannya hi-touch dan hi-tech dalam pembelajaran. kegiatan mendidik. dan menjadi anutan bagi peserta didik. Persoalan pembentukan karakter melalui pembelajaran dapat dilihat dari isi pembelajaran. Kepribadian adalah factor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia juga dalam pembentukan karakter siswa. Guru yang sungguh seorang pendidik dan dewasa adalah guru yang memiliki kematangan intelektual dan emosional. mengerti perkembangan siswanya. dan memiliki kualifkasi sebagai tenaga pengajar. Hi-touch diwujudkan dalam beberapa bentuk penampilan perilaku pendidik seperti kesediaan menerima dengan jujur segala potensi dan keterbatasan peserta didik. melatih. suka berteman. guru juga berperan sebagai anutan. dapat dipercaya. Aspek-aspek ini secara fungsional berkaitan dalam diri seorang individu. merupakan pribadi yang kuat dan berotoritas ataupun berwibawa. setiap calon guru dan guru professional sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik kepribadian dirinya sehingga mampu mengoptimalkan potensi sebagai seorang pendidik yang mampu mengajar. dapat menyesuaikan diri.

dan mau KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 6 . Kekerasan dianggap sebagai hukuman seperti memarahi. menjadikan diri contoh teladan dalam berpikir. sopan. maka guru tidak perlu menggunakan tindakan kekerasan agar terbentuk karakter disiplin. murid kencing berlari” memang benar adanya untuk menunjukkan besarnya pengaruh seorang guru untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Keselarasan antara kata-kata dan tindakan dari guru akan sangat berarti dalam pembentukan karakter siswa ( Zuriah. Akibatnya pembelajaran hanya menghasilkan pengetahuan-pengetahuan tanpa dapat diubah menjadi perilaku. juga para pendidik masih berpendapat bahwa kekerasan masih diperlukan untuk membentuk disiplin sebagai salah satu karakter yang diharapkan melekat dalam diri siswa. sikap. mendorong munculnya penampilan perilaku gemar belajar melalui prosedur yang sistematis terhadap rancangan pembelajaran: tujuan. 2007).sayang dengan kelembutan. Pendekatan yang menekankan pada behavioristik. ataupun semacam rasa patuh kepada guru oleh siswa. Mereka beranggapan bahwa kekerasan dapat digunakan untuk membentuk karakter siswa. dan bahan serta evaluasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran sampai dengan hasil-hasilnya. melakukan tindakan tegas untuk mengendalikan perilaku salah suai. bentuk perlakuan kasar secara fisik. mengumpat. mengakibatkan terpisahnya ranah kognitif dari ranah afektif dan ranah konatif yang seharusnya menjadi suatu kesatuan yang harus dikembangkan dalam diri peserta didik. materi. dan melarang siswa masuk ruangan selama pelajaran tertentu berlangsung. metode. patuh. Pendapat lama banyak pihak. apalagi menjadi karakter. Jika seorang guru menegakkan pilar kewibawaannya dalam mengajar. sumber. Demikian juga dengan hi-tech. Jika seorang guru hendak membentuk karakter peserta didik yang berbudi luhur. tentunya sang guru pun harus berkarakter. penghargaan yang tulus terhadap sekecil apapun hasil belajar peserta didik.3 Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Pepatah yang mengatakan “ guru kencing berdiri. 2. Apa yang dilakukan oleh guru akan ditiru oleh siswa. pembelajaran harus menolong siswa untuk memahami proses pembelajaran. menyatakan perasaan dan bertindak.

substansi profesi. sebagian besar guru tidak menyadari bahwa ada nilai-nilai yang dapat membentuk karakter siswa karena guru hanya melihat sisi kognitif dari mata pelajaran tertentu tanpa memperhatikan sisi afektifnya. Karena pada dasarnya setiap mata pelajaran memiliki nilai-nilai karakter yang harus dilalui dan dicapai siswa. dan profesional terhadap peserta didik. Kompetensi profesional d. Seorang guru hendaknya melaksanakan tugas fungsi profesionalnya dengan dasar keilmuan profesi pendidik. Guru yang professional pasti mengetahui batasan hak dan kewajibannya. nyata. dan praktik profesi. Hanya saja. dan praktik profesi adalah penampilan profesi dalam proses pembelajaran secara langsung. Pendidik profesional harus memahami trilogi profesi dalam bidang khusus kependidikannya. Pembentukan karakter pada dasarnya sangat dekat kepada setiap mata pelajaran. Telah dikemukan sebelumnya bahwa pembentukan karakter dapat diintegrasikan pada setiap pelajaran. Modal dasar bagi penyelenggaraan pendidikan karakter meliputi profesionalisme pendidik yang berkarakter. Trilogi profesi meliputi tiga komponen. Guru tersebut akan melakukan yang terbaik agar siswanya memperoleh ilmu. tidak bisa diubah atau diwujudnyatakan dalam sikap apalagi karakter. yaitu: a. yaitu komponen dasar keilmuan.belajar. dan guru tersebut akan menanamkan nilai-nilai karakter dalam pembelajarannya. Artinya setiap guru mata pelajaran memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik karakter siswanya. Mereka KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 7 . Kompetensi sosial Semua penjelasan di atas dimaksudkan untuk memperjelas kedudukan guru dan bagaimana peranannya dalam membentuk karakter siswa. Sedangkan substansi profesinya adalah wilayah proses pembelajaran. Kompetensi kepribadian b. Sehingga ilmu yang diperoleh siswa bersifat kaku. Kompetensi pedagogik c. Dalam trilogi profesi tercakup keempat kompetensi standar seorang guru sebagai pendidik profesional.

siswa perlu memiliki kemampuan memperoleh. Jika manusia berkarakter baik. Pada mata pelajaran matematika. Selanjutnya. maka ilmu yang dimilikinya akan digunakan untuk meningkatka kesejahteraan manusia. akan tetapi jika manusia itu berkarakter buruk. pada mata pelajaran kimia guru dapat mengajarka banyak sekali nilai-nilai yang dapat membentuk karakter siswa. KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 8 . memilih. siswa diajarkan untuk mengerjakannya secara hati-hati. dan mampu bekerja sama. disiplin. Pada pengerjaan soal matematika. akan membentuk karakter siswa secara tidak langsung. dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah. tidk asal ada akan tetapi jawabannya pun bisa dipertanggungjawabkan. Artinya memperoleh jaawaban yang benar dengan adanya manipulasi data ataupun kecurangan yang lainnya tidak dibenarkan dalam matematika. sistematis. Ketika mengerjakan permasalahan-permasalahan matematika. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis. tepat waktu. jangan terjadi manipulasi data agar memperoleh hasil yang benar. siswa diajarkan untuk melakukan operasi hitung dengan teliti. dan kreatif. bertanggung jawab. dan kompetitif. Pelajaran kimia sarat dengan materi yang dapat membahayakan keselamatan umat manusia disamping juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. kasih. Pembelajaran baik yang menyenangkan ataupun yang tidak . Oleh karena itu guru kimia member teladan kepada siswa dengan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Pada mata pelajaran matematika dapat ditanamkan sikap kejujuran. maka ilmu yang dimilikinya akan mendatangkan bahaya. dan lain sebagainya. Demikian sedikit contoh tentang penerapan nilai-nilai karakter baik dalam setiap mata pelajaran. kreatif. Guru dapat mengoptimalkan kesempatan membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai yang tertanam pada mata pelajaran tersebut. cinta damai.beranggapan bahwa karakter siswa dapat dibetuk hanya dengan mempelajari pendidikan moral pancasila dan agama. Guru sebagai teladan dalam pembentukan karakter memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. tidak pasti. Guru harus mengetahui karaketr apa saja yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik. logis.

Guru harus meneladani teladan seluruh alam yaitu Allah sang pencipta. 4. Menjauhi sikap condong kepada sebagian siswa dan mengabaikan yang lain. Ketika guru mengikut teladan Kristus maka guru tersebut akan mampu menjadi teladan yang baik bagi siswanya. 8. sabar. Guru bersikap objektif. Guru harus mengetahui tahapan perkembangan siswa sehingga mampu memilih metode pembelajaran yang tepat untuk mendidik karakter siswanya. dan fisik yang terimplikasi dalam pikiran yang cerdas. 7. bakat. Dalam membentuk karakter siswa. mengusahakan segala yang terbaik yang dapat dilakukannya supaya tercipta generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 9 . Jika seseorang mendengar panggilan jiwanya dan mengetahui visinya sebagai seorang pendidik. disiplin. yaitu: pemikiran. Guru mengenal dengan baik sarana-sarana modern dalam pendidikan (ICT) sehingga guru dapat mentransfer pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki dengan mudah. maksudnya bersikap sama kepada semua peserta didik. Guru mengetahui cara untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada siswa. 6. guru harus menggunakan prinsip 3P. 11. dan perbuatan. 5. dan perbuatan yang mulia. dan bertanggung jawab. Guru menyesuaikan pola mengajar. Pribadi guru yang baik mencakupi potensi akal. Bahwa keteladanan dimulai dari diri sendiri. sopan. tepat waktu. gaya. ia akan bekerja dengan sukacita menjalankan profesinya. tidak pilih kasih. profesinya sebagai guru. Pembentukan karakter siswa juga dipengaruhi kesadaran guru tentang visi. jadi mengajar dengan ikhlas. Guru harus benar-benar mengetahui prinsip-prinsip keteladanan. 9. hati yang ikhlas. dan sikap guru di kelas dengan tahap perkembangan siswa. tidak sombong. mental. minat. perkataan yang santun. perasaan. Guru harus menyadari eksistensinya sebagai pelayan pendidikan.2. 3. 10.

cerdas . Sama halnya dengan hubungan mengetahui keterpanggilan jiwa atau visi menjadi seorang guru. Guru harus mempunyai kelebihan dalam merealisasikan nilai intelektual.dan berkarakter. pikiran dan jiwa. visi dan misi terasa jelas. Guru sebagai pendidik yang menjadi tokoh panutan. moral. Dia akan melakukan semua usaha yang terbaik untuk menghasilkan keluaran yang berkualitas. karena baginya kekayaan sebenarnya adalah murid-muridnya. Ketika murid-muridnya berhasil maka terbalaslah jerih payahnya selama mengajar. keteguhan hati. emosional. Karena panggilan itu sendiri telah terkaburkan oleh kebutuhan akan uang yang lebih banyak. atau kemauan hati yang kuat.berkarakter. Jansen Sinamo dalam bukunya juga menyatakan “Keterpanggilan biasanya muncul berbentuk kecenderungan hati. Guru sebagai pengajar dan pembimbing yang berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya bertanggung jawab atas perjalanan mental. dan pendek yang kemudian membuahkan sikap KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 10 . integritas tinggi dalam berkarya yaitu totalitas yang seimbang antara emosi. spiritual. moral. bertanggung jawab. dorongan hati. Seseorang mengetahui bahwa dia terpanggil untuk menjadi seorang guru maka dia akan menyukai segala aktifitas yang berkaitan dengan visinya. Keterpanggilan juga menimbulkan keberanian moral. mulanya dirangsang oleh kesempatan yang muncul di ufuk timur hati kita. maka seseorang akan lebih mudah merencanakan program-program untuk mencapai kehendak hatinya. Menjadi teladan bagi siswa dalam pembentukan karakter. tidak terjebak picik dalam kacamata kuda yang sempit konsisten dan persisten. seorang guru mempunyai banyak peran baik di sekolah maupun di luar sekolah. Seseorang itu akan bekerja secara ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Dengan mengetahui kehendak hati. Ini membuat kita berpandangan jauh ke depan. kreatifitas. dan disiplin dalam menjalankan semua peraturan sekolah secara konsisten. Tetapi hal inilah yang jarang ditemukan sekarang ini ditemukan dalam kepribadian seorang guru. berwibawa. dan spiritual siswa yang ebih dalam dan lebih kompleks. Jelaslah bahwa menyadari keterpanggilan untuk menjadi seorang guru akan sangat mempengaruhi karakter seorang calon guru. dan sosial dalam pribadinya.” Keterpanggilan membuat arah dan tujuan hidup menjadi tegas.

dalam menjalankan kewajiban utamanya. dan mengevaluasi pembelajaran. hingga menganalisis hasil belajar. KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 11 . selain mendidik yakni merencanakan.Karakter-karakter guru tersebut tentu akan bermanfaat secara signifikan manakala guru mampu mengaplikasikannya dalam praktek nyata di kelas. melaksanakan.

Guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual. dan dinas jawatan pemerintah serempak secara bersama-sama 2. 2. melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku bagi perubahan dalam hidupnya sendiri. 3.BAB III PENUTUP 3. terpadu dan terprogram baik bagi instansi . Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. Setiap guru sebaiknya ammpu mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam materi pembelajaran guna membentuk karakter siswa. 3. dilaksanakan KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 12 . intelektual dalam pribadinya dan pribadi siswanya. 4. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. guru. yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih. 3. adil. tetapi menyentuh pada internalisasi. Pendidikan karakter ini hendaknya dilaksanakan pada pendidikan formal. dieksplisitkan. moral. informal dan nonformal. baik dan manusiawi.1 Kesimpulan 1. Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk peserta didik menjadi pribadi yang cerdas dan baik. emosional. Untuk menjadi agen pembentukan karakter siswa disekolah guru harus menjadi teladan bagi siswanya baik dari segi perkataan maupun tindakan.2 Saran 1. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari supaya pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. Mengingat pentingnya pendidikan karakter maka diharapkan program ini hendaknya dilaksanakan secara terarah. sosial.

Pendidikan Karakter dalam Pembangunan Bangsa. Jakarta: Bumi Aksara Sinamo. Jakarta: Bumi Aksara http://fkip. 8 Etos Keguruan. Jansen. S. Medan: Pascasarjana UNIMED Nasution.DAFTAR PUSTAKA Manullang. Belferik.pdii. Jakarta: Institut Mahardika Tim Mata Kuliah.ac. 2010. 2010.lipi. Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan: Menggagas Platform Pendidikan Budi Pekerti Secara Kontekstual dan Futuristik. Prayitno.pdf ( diakses pada tanggal 28 Maret 2012) KETELADANAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Page 13 . Profesi Kependidikan. 2007. Medan: FIP Unimed Zuriah. Nurul.id/admin/jurnal/1610233244_0215-2673.um-surabaya. 2008.id/2011/04/29/peranan-guru-dalam-pengembangannilai-dan-karakter-anak-di-sekolah/ ( diakses pada tanggal 28 Maret 2012) http://jurnal. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. 2012.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful