P. 1
akuntansi sebuah ilmu

akuntansi sebuah ilmu

|Views: 199|Likes:
Published by Steven Siahaan

More info:

Published by: Steven Siahaan on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2015

pdf

text

original

http://ropeng-watun.blogspot.com/2011/06/akuntansi-sebuah-ilmu-denganberagam.

html AKUNTANSI : SEBUAH ILMU DENGAN BERAGAM PARADIGMA
I. PENDAHULUAN Sejarah mengenai pemikiran dan kebudayaan adalah seperti yang ditunjukkan oleh Hegel dengan sangat jelas , merupakan suatu perubahan pola pemikiran-pemikiran pembebasan yang hebat yang akhirnya berubah menjadi jaket pengikat yang menyesakkan dan akibatnya merangsang kehancuran mereka sendiri melalui konsepsi-konsepsi baru yang membebaskan, dimana pada waktu yang bersamaan juga mengikatnya. Langkah pertama untuk memahami manusia adalah memahami model atau model-model yang mendominasi dan menembus pikiran dan tindakan mereka. Seperti usaha-usaha yang lainnya yang mencoba untuk membuat manusia menyadari akan kategori yang membagi bagaimana mereka berpikir, vitas ini merupakan sesuatu yang sulit dan kadangkala menyakitkan serta kemungkinan besar akan memberikan hasil yang sangat meresahka. Tugas kedua adalah menganalisi model itu sendiri, yang ada dalam hal ini membuat analisis memberikan komitmennya untuk menerima atau memodifikasi atau menolaknya atau sampai pada alternative terakhir, unruk memberikan model yang lebih memadai sebagai gantinya. Tidak lama sebelumnya ketidaksukaan akan akuntansi terjadi di dalam dan diluar universitas. Namun untungnya, situasi ini telah mengalami perubahan. Beragam survey yang dilakukan untuk hasil temuan-temuan penelitian memperlihatkan status akademik dari akuntansi. Para peneliti akuntansi telah menerapkan metodologi-metodologi dan teori-teori yang berbeda untuk memerikasa seluruh kemungkinan permasalahan yang penting dilapangan. Pada awalnya, diawal tahun 1970-an penelitian apriori seperti ini dikritik sebagai tidak sempurna secara teoritis atau memiliki nilai yang diragukan. Pada taun 1970, Gonedes dan Dopuch berpendapat bahwa sebuah model apriori yang membenarkan keunggulan dari seperangkat prosedur-prosedur akuntansi adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk dilakuan. Untungnya Wells dalam sebuah artikel yang berpengaruh dithaun 1976, membela penelitian apriori sebagai suatu langkah yang dibutuhkan dalam revolusi pemikiran akuntansi. Wells melanjutkan dengan menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam akuntansi sepertinya mengikuti suatu pola yang diuraikan oleh Kuhn sebagai sebuah revolusi yang berhasil, sehingga disiplin ilmu akuntansi muncul dari suatu kondisi krisis. Secara singkat, tesis Kuhn adalah suatu ilmu akan didominasi oleh suatu revolusi dimana paradigm yang berkuasa akan digantikan oleh paradigma yang dominan. Hal yang utama dari pola revolusioner Kuhn ini adalah definisi dari kata paradigm. Jika diasumsikan bahwa untuk sementara waktu definisi seperti ini memiliki kemungkinan untuk terjadi, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi pardigma-paradigma didalam akuntansi. Langkah ini telah diambil pada tahun 1977 oleh American Accounting Association-AAA (Asosiasi Akuntansi Amerika) dengan diterbitkannya statement on Accounting Theory and Theory Acceptance-SOATATA (Pernyataan Teori Akuntansi dan Penerimaan Teori). Pernyataan ini mempertimbangkan perkembanganperkembangan yang terjadi di dalam pemikiran akuntansi dari sudut pandang ‗filosofi ilmu pengetahuan‘ yaitu dilihat dari segi pemikiran oleh Kuhn mengenai bagaimana kemajuan terjadi di dalam ilmu pengetahuan, SOATATA mengidentifikasikan tiga pendekatan teoritis yang dominan: 1. Pendekatan ―Klasik‖ (Laba sebenarnya/induktif), digunakan oleh baik ―deduksionis normatf‖

maupun ―penulis yang positif dan induktif‖ 2. Pendekatan ―kegunaan keputusan‖ digunakan oleh mereka yang menekankan model-model pengambilan keputusan dan berfokus pada pengambil keputusan (akuntansi keperilakuan dan penelitian tingkat pasar) 3. Pendekatan ―informasi/ekonomi‖ dengan sebuah pembedaan yang dibuat antara ―kasus individu tunggal‖ dan ―kasus multi-individu.‖ Salah satu argumentasi yang dimuat dalam pernyataan AAA, dan merupakan suatu hal yang sangat relevan pada studi ini . adalah bahwa meningkatnya jenis-jenis teori dan pendekatan akuntansi menunjukkan adanya beberapa paradigma yang saling bersaing. Pernyataan ini bahkan menyarankan apa sajakah paradigma yang saling bersaing tersebut. Sebagai contoh, sebuah paradigma yang dapat diberi nama "anthropological ap¬proach ", menentukan bahwa praktik-praktik profesional para akuntan sebagai wewenang empiris dari akuntansi. Sesuai dengan paradigma ini, teori akuntansi dirumuskan sebagai suatu proses rasionalisasi, dan penarikan kesimpulan dari praktik-praktik akuntansi yang berlaku secara luas. Paradigma lainnya mendasarkan diri pada perilaku pasar modal dalam menyajikan wewenang empiris di mana teori akuntansi disusun dan diterapkan. Sama seperti pandangan umum lainnya, akuntansi menentukan proses keputusan individu dan/atau teori keputusan sebagai wewenang empiris dari teori akuntansi. Pengelompokan tiga kategori ini selanjutnya dapat diperluas dengan menggabungkan baik ideal income approach maupun information/economic approach, yang masing-masing mengajukan keunikan dari wewenang empiris akuntansi. Pertama, apabila penerapan konsep Kuhn dalam interpretasi Wells diterima, akuntansi dikategorikan sebagai sebuah ilmu. Kedua, saran SATTA diterima, akuntansi merupakan sebuah ilmu dengan berbagai paradigma (multiple-paradigm science). Ada dua isu yang muncul sebagai akibat penerimaan saran Wells maupun SATTA. Pertama, untuk menghilangkan kebingungan antara teori dan paradigma, definisi yang memadai dari suatu paradigma harus : 1. Mengelompokkan teori sebagai komponen paradigma semata, sdan 2. Membedakan paradigma yang saling bersaing-dua keterbatasan saran Wells dan SATTA. Kedua, akuntansi seperti sebagian besar ilmu lainnya, memiliki kelemahan sebagai suatu paradigma tunggal; jadi paradigma akuntansi pembanding perlu diidentifikasi dan diuraikan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang penetapan akuntansi. II. KONSEP PARADIGMA 2.1 Perubahan Revolusioner, Teori, dan Paradigma Equilibrium Tersela Bagaimana ilmu pengetahuan berubah? Pertanyaan ini telah menjadi perdebatan cukup lama. Para pengikut Darwin dengan gagasannya tentang pertumbuhan (incremental) menyatakan bahwa perubahan kumulatif masih jauh dari memadai untuk menjelaskan perubahan dalam bidang ilmu dan pertumbuhan dalam bidang pengetahuan. Bahkan sejarawan seperti Niles Eldredge dan Stephen Gould mengajukan sebuah gagasan yang berbeda dari evolusi yang dikenal sebagai punctuated equilibrium: sebuah alternatif di antara periode-periode yang panjang dengan infrastruktur yang stabil dan meningkatnya penyesuaian serta peringkasan periode revolusioner yang bergolak. Pada dasarnya, "garis keturunan muncul dalam bentuk equilibrium seperti bentuk-bentuk terdahulu dan spesies baru muncul dengan tiba-tiba, melalui perubahan yang secara tiba-tiba menyela (punc¬tuation) proses yang ada (seperti dalam model Darwin— seleksi alam yang akan menseleksi kemampuan varian baru tersebut)". Seperti yang ditunjukkan

pembelajaran.. bentuk struktur yang melingkupinya. dan pola perilaku yang stabil. grup akan mengakumulasi kekurangan atau kelebihan pekerjaan. dan pengalaman dalam batas-batas rerangkanya. . dan mungkin melibatkan banyak perubahan. Dalam setiap fase.. Organisasi: Tushman & Romanelli (1985) Periode konvergpn: tambahan perubahan dan adaptasi yang jangkauan wakrunya relatif panjang dalam menguraikan struktur. (: 179) Selama periode ini.. grup akan melakukan tugasnya menggunakan rerangka asumsi.penentuan signifikansi suatu fakta . (: 24) Tiga kelompok masalah .. dan teori induk (grand theory). premis. dan berusaha mencapai tujuan serta nilai dalam struktur tersebut. dan sumber daya ke arah peningkatan koalisi.. Dalam fase-fase ini.. Tugas utama dalam periode ini adalah menyusun suatu struktur yang hidup: struktur tersebut mengharuskan seseorang membuat kunci pilihan tertentu. orientasistratejik. periode keseimbangan. suatu periode yang stabil tidak dapat dikatakan sebagai periode tenang. yang langsung atau tidak berhubungan dengan efektivitas kinerja. Seperti halnya rerangka yang sifatnya beragam. Pada pengertian ini. Upaya untuk memperoleh pemilihan struktur yang terperinci dapat menghasilkan perilaku yang pada awalnya menyebabkan pergolakan. sistem. memiliki perbedaan tugas dan karakter tergantung pada siklus hidupnya (1978: 49) [Sejumlah periode] biasanya antara 5-7 tahun. spesies biologis. grup. kelembaman meningkat dan kewaspadaan bersaing menurun: struktur sering kali mengarahkan strategi. Penekanan dalam bab ini adalah aplikasi paradigma puntuated equilibrium dalam bidang ilmu secara umum dan dalam bidang akuntansi secara khusus. bidang ilmu.1. sistem akan tetap melaksanakan dan menyelesaikan proses pemilihan struktur secara mendalam. dan pergolakan. (1986:7) Grup:Gersick(1988) Kehidupan grup projek terdiri dari dua fase utama. (: 173) Periode ini diwarnai oleh lamanya waktu. maka efektivitas suatu aktivitas juga beragam dari satu grup ke grup lainnya. namun mereka tidak mengubah pendekatan dasar yang digunakan dalam tugasnya. organisasi. yang dipisahkan oleh suatu periode transisi yang telah mencapai pertengahan antara awal projek dengan waktu terakhir yang dimaksudkan. pengendalian. punctuated equilibrium menawarkan tiga komponen pokok yaitu: struktur yang mendalam. Persamaan sifat: Selama periode keseimbangan.. Tugas penyusunan struktur kadang-kadang penuh dengan tekanan .. dan terus bergerak tumbuh untuk memperoleh struktur secara terperinci. maksimal 10 tahun. Sistem akan melakukan penyesuaian yang akan tetap mempertahankan struktur dalam menghadapi berbagai gangguan internal maupun eksternal. Setiap periode yang stabil. model punctuated equilibrium diuraikan ke dalam enam teori termasuk teori individu. Untuk masing-masing teori. dan periode revolusioner.dalam Peraga 10. Individu: Levinson Periode penyusunan struktur. (: 215) Bidang-bidang Keilmuan: Kuhn (1970) Normal science biasanya diarahkan pada artikulasi fenomena dan teori-teori yang disajikan oleh paradigma yang digunakan.

Apabila sedikit kekacauan dimasukkan ke dalam sistem . dan pihak lain yang tidak menganggapnya: Normal science berulangkali mengalami salah langkah. nilai.. P. Anomali ini tidak dapat diperbaiki. Academy of Management Review Vol. Box 3020. Untuk pertama kali dijumpai adanya sejumlah anomali.. hanya transformasi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya. Diproduksi ulang dengan seizin penerbit melalui Copyright Clearance Center Inc. istilah paradigma digunakan dalam dua pengertian berbeda. dan pada artikulasi teori ... Connie J. . 1 (1991).(180) Teori Induk: Prigogine & Stengers (1984). paradigma menunjukkan satu bentuk elemen dalam konstelasi. 16.. Proses ini tidak menyebabkan peningkatan dalam keragaman.melemahkan . 17. (: 206) Pada kondisi eksternal yang terjadi. .9 Tesis utama revolusi pengetahuan ini berdasarkan konsep paradigma. No. partisipasi individu dalam sistem memiliki. biota (kehidupan) yang tidak memiliki mekanisme untuk meningkatkan diversitas akan segera lenyap. literatur pengetahuan. baik secara empiris maupun teoretik.. (: 17) Sumber: Dicetak ulang dengan persetujuan Academy of Management. Hal ini merupakan bentuk evolusi yang melibatkan keseluruhan perubahan populasi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya. dan dapat menggantikan aturan yang ada sebagai suatu dasar solusi bagi kebingungan berikutnya dalam normal science.. NY 10510-8020. (34) Spesies Biologis: Gould (1980) Transformasiphyletic merupakan penyesuaian tambahan dalam populasi yang bertahap dan bersifat adaptif.O.1 Konsep Periode equilibrium dalam Enam Teori 2.. (: 169) Seluruh inisiatif individudibuatmenjaditidakberarti. Kuhn memperbaikinya dalam bukunya edisi kedua: Dalam banyak buku... atau mereka sedikit mengubah perilakunya saat kekacauan muncul.dengan mencocokkan fakta tersebut pada teorinya. dan meninggalkan paradigma berarti menghentikan pendefinisian praktik.. atau yang bergoyang. Setelah munculnya sejumlah kritik tentang perbedaan dan ketidakkonsistenan pemakaian istilah paradigma.... Di satu sisi. p. dan teknik yang dibagikan pada anggota suatu komunitas.2 Teori Umum Kuhn tentang Revolusi Ilmiah Teori tentang revolusi pengetahuan menekankan pada pengembangan pengetahuan dan motivasi sejumlah pengembangan tersebut.. penentuan hukum akan mendominasi. Peraga 9. yaitu solusi kongkrit atas kebingungan yang dapat dimanfaatkan sebagai model atau contoh. Usaha Thomas Kuhn menekankan pada pengembangan pengetahuan dalam bidang normal science tertentu. paradigma terdiri dari keseluruhan konstelasi keyakinan. . Gersick. Suatu periode ketidaknyamanan dan krisis terjadi dengan adanya perselisihan antara pihak yang melihat anomali sebagai suatu contoh pembanding. Karena fenomena kepunahan biasa terjadi. Briar Cliff Manor. Bekerja di bawah suatu paradigma tidak dapat dilakukan dengan cara lainnya. konfigurasi yang stabil: . Saat itu terjadi—yaitu saat profesi tidak .G. Heken (1981) Dalam kawosan yangstabil. Di sisi lain. Paradigma-paradigma ini tidak selamanya mendominasi. partisipasi individu dalam sistem akan mengurangi keadaan terdahulu apabila kekacauan disingkirkan. "Revolutionary Change Theories: A Multilevel Exploration of the Punctuated Equilib¬rium Paradigm".

sebagai dasar yang baru untuk praktik ilmu pengetahuan. (3) distribusi kekuasaan.lagi dapat menghindari anomali sebagai penyebab tumbangnya tradisi praktik ilmu pengetahuan yang ada—maka penyelidikan tambahan dimulai untuk mengajak para anggota profesi agar membuat komitmen baru. (:viii) [Paradigma mengindikasikan] apa yang dimaksudkan dengan data.. Grup: Gersick (lihat 1988: 17. Wake. instrumen apa yang digunakan untuk mengumpulkannya. Bidang-bidang Keilmuan: Kuhn (1970) Paradigma: Dikenal sebagai prestasi ilmiah yang pada suatu suatu periode waktu menyajikan model masalah dan solusi bagi komunitas praktisi.. pekerja dan lingkungannya. (2) produk. (4) struktur organisasi. 21) Rerangka kerja: situasi grup yang terjadi dan bagaimana perilakunya akan membentuk plat¬form yang dijadikan dasar aktivitas grup. Individual: Levinson (1986: 6) StrukturHidup: Pola atau desain yang mendasari hidup seseorangpada waktu tertentu.. yang secara luas didasarkan pada kompleksitas epistasis dalam program genetis. dan (5) sifat. pemilihan yang saling tergantung. (: 47) Spesies Biologis: Gould (1989). Struktur mendalam dalam sistem manusia merupakan instruksi yang harus dipatuhi secara luas. dan konsep apa yang relevan dengan interpretasinya. dari konfigurasi dasar ke dalam sebuah unit sistem yang terorganisasi. ilmuwan] akan sedikit lebih baik dari orang awam dalam menggolongkan dasar penyusunan suatu bidang ilmu. dapat diuraikan dari (lima sudut pandang): (1) keyakinan dan penilaian utama organisasi. teknologi. dan bagaimana itu saling terkait? Di mana aku menghabiskan sebagian besar waktu dan energiku?" Komponen utama dalam struktur hidup adalah hubungan manusia dengan manuasia lainnya dalam dunia nyata.. dan waktu persaingan. Roth... dan merupakan aktivitas yang memelihara baik konfigurasi tersebut maupun pertukaran sumber-sumber sistem dengan lingkungannya.u Persamaan Sifat: Struktur mendalam merupakan suatu jaringan fundamental. Rerangka kerja secara parsial mungkin bersifat eksplisit namun umumnya bersifat implisit... Rerangka kerja merupakan integrasi jaringan yang melipuiti strategi kinerja. suatu ciri aktif organisme dan populasi . bentuk dan kemampuan untuk mempengaruhi dari sistem pengendaliannya. pasar. pola interaksi. dan keadaan luar lainnya. & Wake (1983: 218-219)* Program Genetik: Stasis merupakan . Sejumlah gambaran menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai penelitian yang sukses dilakukan.. asumsi maupun pendekatan dalam tugas-tugas grup. dan geometri yang kaku serta .. Struktur hidup (jawablah pertanyaan): "Seperti apa hidupku sekarang? Apa yang terpenting dalam hidupku. Organisasi: Tushman & Romanelli (1985: 176) Orientasi stratejik: Jawablah pertanyaan: Apa yang dapat disatukan? Mana yang dapat dan tidak dapat dibuat eksplisit. (:122 ) [Bagaimanapun.

P. Peningkatan ini terdiri dari (a) naiknya tingkat usaha teoretis di antara para pengikut suatu paradigma.. 16. dan (b) diawali dengan tingginya tingkat usaha teoretik oleh pengikut paradigma baru.G. Parameter order. atau juga immaterial. . Gersick.] Kondisi-kondisi yang menentukan setiap proses internal disediakan oleh proses terdahulu dalam sistem. perubahan sistem hams tersisa dalam . dan tidak ada perubahan independen (evolusi) dari sebuah elemen dapat terjadi. 7. 15. Tingkat usaha teoretis akan meningkat selama pengembangan revolusi. bahkan terhadap perubahan genetik. 3. H. mungkin bersifat material.. Box 3020. seperti amplitudo gelombang. 6. Tidak ada satupun elemen yang dapat berinteraksi dengan lingkungan secara independen . keterbatasan proses produksi yang berputar dan pemeliharaan elemen. Jadi organisme telah mengembangkan suatu sistem untuk melawan perubahan. yang mendefinisikan order untuk keseluruhan sistem.O. Pergeseran ke paradigma baru akan segera muncul dari sejumlah tulisan penulis muda daripada penulis yang lebih tua... mengutip artikel yang direkomendasikan oleh S. (:124) [Sistem kehidupan memerlukan proses internal yang spesifik. Tingkat usaha kuantitatif akan meningkat selama pengembangan revolusi. Sumber: Dicetak ulang dengan persetujuan Academy of Management.. Peningkatan ini terdiri dari (a) suatu kenaikan. Pergeseran ke paradigma baru akan segera muncul dari sejumlah tulisan teoretik dibandingkan tulisan yang lain. .. pada tingkat mikroskopis... Peningkatan usaha kuantitatif akan sangat ditegaskan di antara tulisan teoretik. tidak banyak yang tahu. diikuti menurunnya keberhasilan paradigma baru.terbatas dari pengembangan selanjutnya. seperti ide atau simbol. 2.. Connie J. Kutipan ini memperjelas dan memperluas kutipan Gould. Sekali waktu ...J. p.. "Revolutionary Change Theories: A Multilevel Exploration of the Punctuated Equilib¬rium Paradigm". Akan terjadi peningkatan jumlah penulis selama pengembangan revolusi. Cara kolektif.. Hal yang sama juga berlaku untuk aktivitas gen: gen-gen tersebut tidak pernah menampakkan dirinya secara langsung dalam suatu cara yang linier. Akan terjadi peningkatan produktivitas penulis selama pengembangan revolusi. . yang mungkin diikuti menurunnya paradigma baru dan menyebabkan masalah lain. atau sistem tersebut dengan sendirinya akan membusuk. Diproduksi ulang dengan seizin penerbit melalui Copyright Clearance Center Inc. Apa yang sesungguhnya terjadi selama periode krisis.2 Konsep Deep — Structure dalam Enam TeorI Krisis berlanjut dengan munculnya sekumpulan alternatif ide dan identifikasi cabang pemikiran baru.Gould (komunikasi personal).. . dalam tingkat usaha di antara para pengikut paradigma yang ada. Peraga 9. [penentuan jaringan kerja] interaksi yang berputar: [aktivitas setiap elemen mempengaruhi keseluruhan]. Gilman McCann mengusulkan tingkat karakteristik teoretis dan kuantitatif dari tugas-tugas yang berhubungan dengan periode awal dan akhir dari normal science: 1. * Wake et al. NY 10510-8020.. 4. Briar Cliff Manor. yang mungkin diikuti penurunan. Academy of Management Review Vol. 5.. dan (b) diawali dengan tingginya tingkat usaha kuantitatif oleh pengikut paradigma baru. Masing-masing .. No... ditunjukkan bahwa mereka menentukan aktivitas subsistem . Teori induk: Haken (1981: 17) Parameter Order.. 1 (1991). Pergeseran ke paradigma baru akan segera muncul dari sejumlah tulisan kuantitatif dibandingkan tulisan yang lain.. 8.

. etnosentrisme. Pendukung paradigma baru umumnya lebih muda daripada pendukung paradigma lama.3 Pandangan Ritzer tentang Berbagai Paradigma yang Diterapkan dalam Akuntansi Fokus perhatikan dalam teori dari revolusi pengetahuan adalah pendefinisian yang tepat tentang konsep paradigma. mungkin menjadi beban keputusan. Faktorfaktor yang tidak logik termasuk pandangan metafisik. uang. penerimaan kontribusi manuscript oleh jurnal ilmiah menetapkan statu penyumbang sebagai seorang ilmuwan yang sesungguhnya. Kuhn menggunakan istilah tersebut secara salah dan tidak konsisten. namun ada argumen menarik bahwa dorongan utama penelitian adalah kepuasan yang diperoleh apabila melakukan sesuatunya dengan baik. Porsi penghargaan terhadap penulis yang mendukung paradigma baru akan meningkat selama revolusi. Dengan adanya pengakuan baik sebagai tujuan maupun sebagai suatu tanda telah dilakukannya pekerjaan dengan baik. para peneliti dari suatu paradigma yang dominan maupun yang lainnya tetap saja bersusah payah untuk menyampaikan informasi yang mereka miliki baik melalui saluran komunikasi yang resmi untuk pengakuan secara institusional maupun komunikasi tidak langsung untuk pengakuan yang sifatnya lebih dasar. 2. dari . Intinya. secara moral bersifat mendua dan berpotensi untuk merusak nilai kepuasan secara alami: seperti reward berbentuk pemberian hukuman. dan karakter sosial dari komunitas ilmiah. Definisi paling mendekati yang tersaji pada bagian akhir bukunya edisi kedua juga tetap tidak jelas. Akan ada sejumlah tulisan yang bersifat netral." Umumnya. Setiap penghargaan yang bersifat intrinsik seperti popularitas. Seperti yang dinyatakan oleh Hagstrom: "Manu¬script yang disajikan pada komunitas ilmiah secara periodik sering disebut sebagai "kontribusi" dan pada kenyataannya merupakan suatu sumbangan.13 Dominasi paradigma baru disertai oleh pengakuan yang melimpah para pendukungnya. Namun demikian. kedudukan filosofik. Merton menyatakan argumen tersebut sebagai berikut: Pengakuan terhadap originalitas merupakan penegasan kesaksian sosial bahwa seseorang telah berhasil melewati persyaratan sebagai seorang ilmuwan. Penolakan suatu paradigma terhadap paradigma lainnya bagaimanapun tidak berdasarkan eksklusifitas bukti empirik. Walaupun sulit untuk sependapat bahwa pengakuan merupakan motivasi utama bagi penelitian dalam setiap bidang ilmu. posisi. akan menjadi faktor pendorong bagi para peneliti suatu paradigma tertentu maupun komunitas ilmiah tertentu. Pengakuan ini yang lebih dari sekadar uang atau kekuasaan. status sebagai seorang ilmuwan dapat dicapai hanya melalui berbagai sumbangan pemikiran— dan ini menjamin prestisnya dalam komunitas ilmiah. akan menggantikan kedudukan motivasi yang sesungguhnya: perhatian terhadap pengakuan akan menggantikan perhatian terhadap keunggulan pengetahuan.. para peneliti akan menukarkan pengakuan sosial terhadap informasi. Seluruh hukum dan proposisi merupakan subjek kesaksian empirik. kecurigaan tentang kebenaran secara psikologis menyelimuti proses pengakuan dalam ilmu pengetahuan. Definisi tersebut tidak mengurangi kritik utama terhadap perubahan pandangan Kuhn. Citra ilmuwan itu sendiri akan sangat tergantung pada penilaian sesama ilmuwan tentang kesesuaian dan peran pentingnya dalam bidang tertentu. 11. dalam bidang ilmu pengetahuan. 10. nasionalisme. penerimaan suatu sumbangan oleh seorang individu atau komunitas mengakibatkan suatu bentuk pengakuan terhadap status penyumbang dan terhadap keberadaan hak tertentu .9.

mendefinisikan.18 Sebagai contoh adalah pendapat George Ritzer yang mendukung pandangan pertama dan tetap bertahan dengan pendapat bahwa kemunculan suatu paradigma disebabkan oleh fenomena politis. atau potongan aktivitas yang berfungsi sebagai model bagi individu yang bekerja menggunakan suatu paradigma. Teori-teori (theories). ke pandangan baru bahwa suatu paradigma lebih unggul dari pandangan lainnya dengan suatu alasan. jelas sekali memiliki kelemahan. meliputi "keakuratan. Paradigma merupakan unit yang lebih luas daripada konsensus dalam suatu bidang ilmu dan menyajikan pedoman untuk membedakan suatu komunitas ilmiah dari komunitas lainnya. kemudahan.pandangan bahwa kemunculan dan kegagalan suatu paradigma merupakan akibat faktor politik. . manfaat. metode. dan 4. Gambaran (images) dari pokok persoalan. Namun demikian. 3. Bab ini menggunakan definisi Ritzer untuk menganalisis komunitas ilmiah atau komunitas kecil dalam akuntansi. Ritzer menyatakan: Suatu paradigma lebih unggul dari paradigma lainnya karena pendukungnya memiliki kekuatan yang lebih besar daripada pendukung paradigma pesaing dan tidak harus karena paradigma mereka "lebih baik" daripada pesaingnya. dan kesamaannya". teori. dan pedoman apa yang seharusnya diikuti dalam menginterprestasikan jawaban yang diperoleh. dan instrumen yang muncul dalam bidang tersebut. cakupan. Suatu contoh (exemplar). Ritzer mengajukan definisi paradigma berikut ini: Sebuah paradigma merupakan gambaran dasar dari pokok persoalan dalam bidang ilmu tertentu. Metode dan instrumen. dan mengkaitkan berbagai contoh. Philips juga sependapat dengan Ritzer tentang pandangan yang pertama dan juga berpendapat bahwa alasan yang diajukan pada pandangan kedua merupakan suatu paradigma yang tergantung. dan memberi mereka suatu posisi dengan legitimasi yang signifikan. Demikian pula kedudukan penguasa dalam suatu bidang lebih cenderung untuk memihak pendukung paradigma yang dominan. Masing-masing paradigma tersebut sedang berusaha keras untuk dapat diterima. serta 2. Paradigma akan menggolongkan. Komponen dasar suatu paradigma menurut definisi Ritzer adalah: 1. Akuntansi kekurangan suatu paradigma yang komprehensif dan akuntansi merupakan ilmu dengan berbagai paradigma. mereka dapat menggunakan pengaruh politik yang dimiliki untuk menjatuhkan paradigma yang dominan dan memperoleh posisi untuk mereka sendiri. 2. Paradigma menyajikan suatu definisi tentang apa yang seharusnya ditanyakan. Para pendukung paradigma yang memperoleh otoritas dalam suatu bidang. penentu apa yang akan dipublikasikan lebih cenderung untuk memihak paradigma yang mereka dukung daripada paradigma yang memiliki kelemahan akses pada jurnal bersangkutan. karena mereka tidak memiliki kemampuan dalam bidang tersebut. bahkan untuk dapat mendominasi suatu bidang ilmu. Dengan pandangan bahwa paradigma merupakan ketergantungan—politis. Sebagai contoh adalah paradigma yang para pendukungnya mengendalikan sejumlah jurnal penting dan dengan demikian. dengan asumsi bahwa: 1.

Paradigma decision-usefulness/decision-model. Dalam menerima suatu teori. Saran-saran berikut dibuat oleh publikasi the 1977 American Accounting Asso¬ciation tentang Statement of Accounting Theory and Theory Acceptance. Sebagai pembelaan dari paradigmanya dan menyanggah kritik – kritik dari para penganjur akuntansi biaya saat ini. Paradigma anthropologikal/induktif. Paradigma decision-usefulness/decision-maker/individual-user.1. Pengukuran objektifnya adalah kinerja ekonomi dari perusahaan. 4. Paradigma informasilekonomik. hanya satu fenomena yang secara umum akan dapat diterima para teoritikus. 6. dan Paton. Hatfield.Walaupun dinyatakan sebagai paradigma-paradigma yang bersaing. teori. Littleton mengambil prinsip akuntansinya dari pengamatan praktik akuntansi yang mengevaluasi signifikansi biaya historis dalam akuntabilitas dan pengambilan keputusan. Saat nilai prediksi suatu teori bagi para penggunanya digunakan. gambaran pokok masalah. Berdasakan atas diskusi yang berkaitan dengan metodologi penelitian dan peranan logika dalam penyusunan teori dan formulasi kebijakan dalam akuntansi. Sebagai contoh. Para penulis dari studi – studi ini berbagi perhatian yang sama untuk pendekatan deskriptif – induktif terhadap penyusunan dari sebuah teori akuntansi dan suatu kepercayaan pada nilai dari praktik – praktif akuntansi yang masih ada. 2.Contoh Beberapa studi memenuhi contoh dari paradigma antropologis induktif yaitu pekerjaan yang dilakukan oleh Gilman. Littleton. pernyataan berikut ini dapat digunakan untuk memperdebatkan paradigma-paradigma yang bersaing. dan metode. Ijiri menyajikan akuntabilitas sebagai suatu teori deskriptif akuntansi: Apa yang kita tekankan di sini adalah bahwa praktik akuntansi yang berlaku sekarang dapat diinterpretasikan dengan secara lebih baik jika kita memandang akuntabilitas sebagai sasaran dasar. yang menyarankan sejumlah paradigma berikut ini: 1. 5. yang dapat menjelaskan dan memprediksi sebaik manfaat prediksi bagi para pengguna. 3. sejumlah teori tentang fenomena dapat bertahan secara bersamaan untuk tujuan prediktif. Paradigma true-income/deduktif. Paradigma ke-1 sampai 5 diuji pada bagian selanjutnya dengan penekanan pada komponen eksemplar (contoh). sebagian besar dari praktik yang berlaku sekarang akan tampak terlihat seperti inkonsisten dan tidak rasional. Ijiri memiliki pendapat bahwa perhatian utama dari akuntansi adalah berfungsinya hubungan – hubungan akuntabilitas di antara pihak – pihak yang berkepentingan. Bagaimanapun. Kami juga menyarankan bahwa kecuali jika akuntansi dipandang dalam artian seperti ini. III. Ijiri juga menyajikan suatu model aksiomatik dan praktik akuntansi yang sedang berjalan yang mengevaluasi seberapa pentingnya biaya historis jika dilihat dari segi akuntabilitas dan pengambilan keputusan. teoritikus akan dipengaruhi oleh pertimbangan intuitif dari penjelasan teori suatu fenomena dan jangkauan suatu fenomena. Paradigma decision-usefulness decision-maker Iagregat-market-behavior. Para pengajar pembukuan dan kemudian akuntansi dan audit menemukan bahwa perlu . PARADIGMA ANTROPOLOGIS/INDUKTIF 3. Disebabkan biaya kesalahan dan implementasinya bervariasi. Ijiri. nilai tersebut tidak semata-mata menentukan kesuksesan suatu paradigma.

Gordon menyatakan teori perataan laba sebagai berikut: Dalil 1: Kriteria yang digunakan oleh manajemen perusahaan dalam melakukan pemilihan di antara prinsip-prinsip akuntansi adalah maksimalisasi dari kegunaannya atau kesejahteraannya. Meratakan laba yang dilaporkan. Akhirnya. Di awalnya. yaitu ruang gerak yang diperbolehkan oleh aturan-aturan akuntansi.. dipersiapkan pula oleh praktik. Dalil 4: Kepuasan pemegang saham atas suatu perusahaan meningkat seiring dengan tingkat pertumbuhan rata-rata lab perusahaan (atau tingkat deverifikasi dengan segera seperti Dalil 2. Beberapa tes-tes empiris di dalam literatur perataan laba tidak memberikan konfirmasi bagin model Gordon. hal selanjutnya yang akan mengikuti adalah bahwa manajemen berada dalam batasan kekuasaannya. Untuk menghindari jebakan-jebakan yang mungkin ada di dalam model Gordon. Kedua studi tersebut menyatakan bahwa manajemen akan memilih aturan akuntansi yang cenderung meratakan laba dan tingkat pertumbuhannya... Tingkatan dan tingkat pertumbuhan ukuran perusahaan . di mana ditemukan adanya bukti integrasi ide-ide akuntansi. Teorema: Jika keempat dalil di atas diterima atau ternyata ditemukan terbukti benar. Dalil 2: Kemampuan dari manajemen akan meningkat seiring dengan meningkatnya: 1. maka ia akan memperkuat keyakinan bahwa akuntansi memiliki kemungkinan untuk dibangun di dalam sebuah sistem yang terdiri atas penjelasan dan justifikasi yang terkoordinasi mengenai apakah arti dari akuntansi dan ia dapat menjadi apa nantinya. dan 2. Dua studi lain oleh Gordon dan Zimmerman memenuhi prasyarat sebagai contoh dari pradigma antropologis/induktif. dan seterusnya dari pihak manajemen. dengan semua hal yang lain disumsikan sama. Meratakan tingkat pertumbuhan laba Dengan ―meratakan tingkat pertumbuhan laba. Teori yang baik diciptakan melalui praktik dan selain itu.ditambahkan penjelasan dan justifikasi pada aturan-aturan dan uraian dari prosedur yang telah terakumulasi.. Karenanya. Dalil 3: Pencapaian sasaran manajemen yang dinyatakan dalam Dalil 2 sebagian akan bergantung pada tingkat kepuasan para pemegang saham terhadap kinerja perusahaan. Hal ini dilakukan agar studi yang dilakukan hendaknya lebih daripada sekadar penghapalan aturan-aturan. semakin senang para pemegang saham. Watts dan Zimmerman berasumsi bahwa kegunaan dari manajemen merupakan fungsi positif dari ekspektasi kompensasi periode-periode masa yang akan datang dan suatu fungsi negatif dari . Keamanan jabatannya. penghasilan. dan 3. 2. 1. dan begitu pula sebaliknya.‖ kita bermaksud seperti ini: Jika tingkat pertumbuhan tinggi.telah mendapat pertentangan yang serius. Begitu pula asumsi yang dilontarkan Gordon bahwa kepuasan pemegang saham sepenuhnya merupakan fungsi positif dari laba dan bahwa peningkatan harga saham akan selalu diikuti oleh peningkatan laba akuntansi. Tingkatan dan tingkat pertumbuhan penghasikan manajemen.. yaitu. maka akan semakin besar keamanan jabatan. tepat jika dikatakan bahwa baik metode-metode praktik maupun penjelasan dari teori secara induktif diperoleh dari pengalaman. Watts dan Zimmerman mencoba untuk memberikan suatu teori positif dari akuntansi dengan mengeksplorasi faktorfaktor yang memengaruhi sikap manajemen terhadap standar-standar akuntansi.. maka praktik-praktik akuntansi yang dapat menguranginya akan diterapkan.

Perataan laba/hipotesis manajemen penghasilan. harga saham.2 Gambaran subjek permasalahan Bagi mereka yang menerapkan paradigma antropologis/induktif. PARADIGMA LABA SEBENARNYA /DEDUKTIF 4. 2. tujuan penelitian akuntansi yang dikaitkan dengan paradigma antropologis/induktif adalah untuk memahami. 3. dan 4. Konsekuensinya. dan 3. Ijiri memandang misi dari pendekatan paradigmatis ini sebagai berikut: Jenis pemikiran induktif untuk mendapatkan sasaran yang implisit di dalam perilaku dari suatu sistem yang sudah ada tidak dimaksudkan untuk menjadi pro-kekuasaan untuk mempromosikan pemeliharaan pihak status quo. Perubahan yang disarankan sebagai suatu hasil dari studi semacam itu memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk dapat dimplementasikan secara nyata. dan. Faktor terakhir dapat meningkatkan kekayaan manajerial dengan mengubah syarat-syarat dari kompensional insentif. Model analitis/keagenan 3. Sebagai contoh. Teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian perataan laba. Ekonomi informasi 2. Sikap manajemen terhadap praktik-praktik tersebut. Praktik-praktik akuntansi yang sudah ada. dan rencana-rencana kompensasi manajemen: Empat faktor yang pertama meningkatkan kekayaan manajerial dengan meningkatkan arus kas. menjelaskan.penyebaran kompensasi di masa yang akan datang. 3.3 Teori Empat teori dapat dipertimbangkan sebagai bagia dari paradigma antropologis/induktif: 1. regulasi. Teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian teori positif. subjek permasalahan yang mendasar adalah: 1. biaya pembuatan informasi. Para pendukung dari pandangan ini menyatakan secara umum bahwa teknik-tekniknya dapat diperoleh dan dijustifikasi berdasarkan atas penggunaan mereka telah teruji atau bahwa manajemen memainkan suatu peranan utama dalam menentukan teknik-teknik yang akan dimplementasikan. Teori positif dari akuntansi 3.4 Metode Mereka yang menerapkan paradigma antropologis/induktif cenderung akan menerapkan salah satu dari tiga teknik di bawah ini: 1.1 Contoh Studi-studi yang memenuhi persyaratan sebagai contoh dari paradigma laba sebenarnya/deduktif . dan 2. Analisis yang mereka lakukan menunjukkan bahwa pilihan standar akuntansi dapat memengaruhi arus kas suatu perusahaan melalui perpajakan. Tujuan dari pelaksanaan seperti itu adalah untuk menyoroti di mana perubahan-perubahan paling dibutuhkan dan di mana mereka layak untuk dilakukan. IV. Teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian manajemen penghasilan. akibatnya. dan meramalkan praktik-praktik akuntansi yang sudah ada. biaya-biaya politis.

Paton. akun harta dan ekuitas.adalah hasil karya dari Alxander. dari sebab apapun juga. jenis – jenis transaksi. Definisi ini merupakan definisi seorang ekonom.. yang juga mengemukakan mengenai suatu konsep laba ideal. dan akun – akun tambahan. Alexander . idealnya. Sprouse dan Moonitz. dimana laba . suatu keyakinan bahwa. seluruh perubahan dari nilai secara bonafide ke arah manapun. klasifikasi akun. dan 2. Para penulis tersebut berbagi suatu perhatian pada suatu pendekatan normatif-deduktif terhadap penyusunan sebuah teori akuntansi dan dengan pengecualian bagi Alexander. Moonitz. Ia singkat. akuntansi memainkan sebuah peranan yang signifikan dan relevan dalam perusahaan dan dalam masyarakat. subjek permasalahan yang mendasar adalah : 1. analisis periodik. serta konsep debit dan kredit. mesin untuk mencatat dan menerjemahkan secara efisien data – data statistik semacam itu harus tersedia dan skema akuntansi yang baik mencerminkan suatu bagian yang penting dari mekanisme seperti itu. jelas dan dapat ditunjukkan secara matematis. Menurut Paton. ―Kerugian‖ adalah penurunan dari kekayaan bersih. misalnya menolak pandangan dari teori kepemilikan (propriety theory) atas akun – akun dengan menyatakan ulang teori akuntansi dengan suatu cara yang konsisten terhadap kondisi dan kebutuhan dari perusahaan bisnis sebagai suatu entitas atau kepribadian yang berbeda. Penyusunan suatu teori akuntansi berdasarkan pada pemikiran yang logis dan normatif dan ketegasan konseptual. Untuk menempatkan masalah ini dalam syarat – syarat yang sangat umum. Paton menyatakan: Pandangan liberal yang menyatakan bahwa secara ideal. suatu nilai bagi komunitas industri secara keseluruhan. MacNeal menyatakan suatu konsep laba ideal sebagai berikut : Terdapat satu definisi yang tepat dari laba dalam artian akuntansi. 4. pegeluaran.2 Gambaran Subjek Permasalahan Bagi mereka yang menerapkan paradigma laba sebenarnya/deduktif. menyatakan : Kita juga harus menemukan apakah laba ekonomi adalah suatu hal yang ideal. ―Laba‖ adalah suatu peningkatan kekayaan bersih. Suatu konsep laba yang ideal berdasarkan pada metode lain di samping metode biaya historis. Teori Paton mengenai sistem akuntansi terdiri atas suatu pembahasan logis dan justifikasi dari struktur akuntansi dilihat dari segi kelompok – kelompok fundamental dari akun – akun kepemilikan dan kewajiban . dan Sweeney. laba yang diukur dengan menggunakan satu dasar penelitian tunggal akan mampu memenuhi kebutuhan dari semua pengguna. Canning. Para peneliti ini juga sepenuhnya menyetujui pendapat bahwa informasi harga saat ini adalah lebih berguna daripada informasi biaya historis yang konvensional bagi para pengguna dalam membuat pengambilan keputusan ekonomi. hendaknya tercermin di dalam akun – akun dan telah diterapkan tanpa argumentasi. pendapatan. Paten. Untuk menunjukkan bahwa seluruh kemungkinan jenis – jenis situasi dan transaksi dapat ditangani dengan cara yang rasional sesuai dengan prinsip yang berlaku adalah alasan utama dari sikap seperti ini. Jika kecenderungan dari proses ekonomi seperti yang ditunjukkan oleh harga – harga pasar akan dicerminkan secara rasional dalam keputusan – keputusan dari para manajer bisnis. akuntansi yang sampai sejauh ini memberikan kontribusinya pada keefektifan dari pengendalian atas sistem harga seperti pada aktivitas ekonomi yang memberikan kontribusi pada efisiensi produktif secara umum dan memiliki arti sosial yang jelas.

PARADIGMA KEGUNAAN KEPUTUSAN / MODEL KEPUTUSAN 5. Sistem secara logika hendaknya konsisten. Chambers tidak mengejar pandangan mengenai paradigma kegunaan keputusan/model keputusan (decision – model) ini. May menawarkan suau daftar kegunaan dari akun – akun keuangan tanpa secara eksplisit menerapkan pendekatan model keputusan di dalam . dari pada model – model keputusan dari kelompok – kelompok pengguna tertentu. Demikian pula. Sebuah sistem yang memberikan informasi secara formal akan memenuhi kedua dalil di atas.3 Teori Teori – teori yang muncul dari paradigma laba sebenarnya/deduktif menyajikan alternatif – alternatif bagi sistem akuntansi biaya historis. 4. 4. merupakan suatu akibat yang wajar dari asumsi adanya manajemen yang rasional bahwa akan terdapat suatu sistem yang memberikan informasi. Para pendukung dari paradigma ini umumnya melanjutkan dari tujuan dan postulat-postulat mengenai lingkungan hingga ke metode – metode yang spesifik. Secara umum. Informasi yang diberikan oleh sistem semacam itu hendaknya relevan dengan jenis keputusan yang diharapkan akan difasilitasi oleh pembuatannya. Akuntansi kontemporer (nilai bersih yang dapat direalisasikan) secara kontinu 5. Dalil yang kedua muncul dari penggunaan laporan – laporan akuntansi sebagai suatu dasar untuk pengambilan keputusan dengan konsekuensi praktis. Ia lebih memilih untuk mendasarkan suatu teori akuntansi berdasarkan atas kegunaan dari ―setara kas lancar‖. Hal yang pertama merupakan suatu persyaratan dari sebuah wacana logis.1 Contoh Chambers adalah salah seorang yang pertama kali mengemukakan mengenai paradigma kegunaan keputusan / model keputusan ini : Oleh sebab itu. Akuntansi nilai sekarang Masing – masing teori diatas menyajikan metode – metode alternatif dari penilaian aktiva dan penentuan laba yang diduga dapat mengatasi kelemahan – kelemahan dari sistem akuntansi biaya historis.4 Metode Bagi mereka yang menerima paradigma laba sebenarnya/deduktif umumnya menerapkan pemikiran analitis untuk membenarkan penyusunan dari suatu teori akuntansi atau untuk mengungkapkan mengenai keunggulan – keunggulan dari model penilaian aktiva/penentuan laba tertentu selain dari akuntansi biaya historis.akuntansi hanya memiliki perbedaan sampai sejauh tingkatan bahwa ideal adalah suatu hal yang secara praktik tidak akan dapat terpenuhi atau apakah laba ekonomi adalah suatu hal yang pantas bahkan jika tidak dapat diukur dengan pasti. ada 5 teori atau kelompok pemikiran yang dapat diidentifikasikan : 1. di mana sistem semacam itu diminta baik sebagai dasar untuk meninjau konsekuensi – konsekuensi dari keputusan. Akuntansi biaya pengganti 3. Akuntansi tingkat harga yang telah disesuaikan (atau daya beli saa ini) 2. V. tidak diperbolehkan adanya aturan atau proses yang bertentangan dengan aturan atau proses manapun juga. Akuntansi nilai pembatasan 4.

ia memungkinkan ditariknya kesimpulan sementara sehubungan dengan pengukuran – pengukuran alternatif. akun keuangan digunakan sebagai : 1. Ia dapat memberikan isi dari penelitian yang akan membawa akuntansi lebih dekat ke arah sasarannya dalam melakukan evaluasi dilihat dari segi orientasi pengambilan keputusan. Informasi bagi calon – calon investor prospektif 7. perkataan yang dilontarkan oleh Beaver. yang masih menunggu konfirmasi lebih lanjut ketika nanti model – model pengambilan keputusan akhirnya dapat dinyatakan. dengan menekankan kepentingan yang ia miliki di atas persyaratan – persyaratan lain seperti objektivitas dan verifiabilitas (dapat diuji). Bantuan bagi supervisi pemerintah 9. pengetahuann mengenai kemampuan peramaian dan ukuran – ukuran alternatif adalah suatu persyaratan untuk menggunakan krteri apengambilan keputusan. Suatu basis untuk perpajakan Bahkan. Penggunaan kemampuan peramalan sebagai suatu kriteria tujuan adalah lebih dari hanya sekedar konsistensi terhadap orientasi pengambilan keputusan dari akuntansi. Beaver. dalam arti bahwa data akuntansi seharusnya divaluasi berdasarkan atas tujuan atau kegunaannya yang merupakan : suatu hal yang berlaku umum di dalam akuntansi dalam fasilitas pengambilan keputusan. Suatu pedoman mengenai nilai dari investasi yang telah dihasilkan 8. Suatu basis bagi kebijakan fiskal 3. Suatu pedoman untuk menyadarkan aktivitas deviden 5.formulasi dari suatu teori akuntansi. Kennelly dan Voss. Menurut kriteria kemampuan peramalan ini. Kriteria kemampuan peramalan ini disajikan sebagai suatu kriteria tujuan. bahkan ketika diterapkan bersama – sama dengan model keputusan berspesifikasi rendah : Karena peramalan merupakan suau bagian yang inheren dalam proses pengambilan keputusan. Melihat pertentangan sudut pandang yang terjadi mengenai tujuan dari laporan . Kennelly dan Voss mengkaji asal dari kriteria kemampuan peramalan. Menurut May. Dalam waktu yang bersamaan. Sterling mengembangkan kriteria yang akan digunakan dalam mengevaluasi beragam ukuran kekayaan dan laba. Suatu basis bagi pemberian kredit 6. metode – metode alternatif dari pengukuran akuntansi dievaluasi dengan dilihat dari segi kemampuan yang mereka miliki untuk meramalkan peristiwa – peristiwa ekonomi : Ukuran yang memiliki ketentuan peramalan terbesar dalam kaitannya dengan suatu peristiwa tertentu akan dianggap sebagai metode ―terbaik‖ untuk tujuan tersebut. Dengan berutang pada beranekaragamnya para pengambil keputusan serta ketidakmungkinan ekonomi dan fisik yang inheren dalam memberikan seluruh informasi yang diinginkan oleh pengguna. Laporan mengenai kepengurusan 2. Kriteria kemampuan peramalan diasumsikan sebagai sesuatu yang relevan. Sterling memilih kegunaan sebagai kriteria yang menolak metode pengukuran. Sterling memilih kegunaan sebagai kriteria yang relevan dalam model – model pengambilan keputusan: . yang dikaitkan dengan implementasinya. Suatu basis untuk regulasi tingkat harga 10. dan Sterling dapat diianggap sebagai contoh sejati dari paradigma kegunaan / model keputusan ini. hubungannya terhadap fasilitasi dari pengambilan keputusan dan kesulitan – kesulitan potensial.laporan akuntansi. Suatu kriteria mengenai legalitas dari dividen 4.

Informasi yang relevan dengan model atau kriteria keputusan ditentukan dan diterapkan dengan memilih alternatif akuntansi terbaik. Teori yang menghubungkan informasi akuntansi dengan kejadiankejadian tersebut banyak yang tidak dapat diketahui. Apabila suatu properti tidak dapat ditentukan oleh sebuah model pembuatan keputusan. Kesimpulannya. peringkat obligasi. maka pengukuran terhadap properti tersebut dikatakan tidak relevan (dengan model keputusan tersebut). Informasi yang diperlukan oleh sebagian besar model ini dengan mudah dapat ditentukan.4 Metode-metode Para pengguna paradigma cenderung untuk tergantung pada teknik-teknik empirik dalam menentukan kemampuan prediktif dari elemen-elemen informasi yang terpilih. pokok persoalan dasarnya adalah manfaat informasi akuntansi dalam model keputusan. Sterling menyatakan: Apabila suatu properti dapat ditentukan oleh sebuah model pembuatan keputusan. membuat atau membeli dan sebagainya). PERT. Pendekatan yang umumnya digunakan dalam analisis diskriminan untuk mengelompokkannya dalam satu bentuk kelompok dari sejumlah kelompok yang ada sebelumnya. 5. pengambilalihan. Ia memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada hal – hal yang telah terbukti efektif dalam mencapai sasaran para pengambil keputusan. Pengembangan sejumlah teori merupakan tujuan utama aktivitas tersebut dalam paradigma decision-usefulness/decision-model. 5.2 Gambaran Pokok Masalah Bagi para pengguna paradigma decision-usefulness/decision-model. Membatasi model – model pengambilan keputusan ke model – model yang rasional memungkinkan adanya pengecualian sekumpulan data berdasarkan atas tingkah laku dari para pengambil keputusan. maka pengukuran terhadap properti tersebut dikatakan relevan (dengan model keputusan tersebut). penganggaran modal. tergantung pada karakteristik . dan sebagainya).3 Teori-teori Dua bentuk teori dapat dimasukkan sebagai bagian paradigma decision-usefulness!de¬cisionmodel Bentuk pertama berhubungan dengan perbedaan bentuk model keputusan yang berhubungan dengan pembuatan keputusan bisnis (seperti EOQ. Kemanfaatan dalam model keputusan sama dengan model keputusan yang relevan. linear programming. Bentuk kedua berhubungan dengan perbedaan kejadian ekonomis yang mungkin dapat mempengaruhi going concern (seperti kebangkrutan. 5. beli vs sewa beli [lease].Basis pemilihan yang saya sulai adalah memberikan informasi bagi model – model pengambilan keputusan yang rasional. oleh karenanya. Sistem akuntansi tidak dapat memberikan semua informasi yang diinginkan oleh semua pengambil keputusan dan. kita harus memutuskan untuk mengeluarkan beberapa jenis informasi dan memasukkan jenis – jenis informasi yang lainnya. merger. Sebagai contoh. Kata sifat ―rasional‖ artinya didefinisikan sebagai model – model pengambilan keputusan yang kemungkinan besar akan memungkinkan para pengambil keputusan untuk mencapai sasaran mereka. suatu sistem akuntansi hendaknya dirancang untuk memberikan informasi yang relevan terhadap model – model pengambilan keputusan yang rasional.

1 Contoh Contoh dari paradigma ini adalah karya Gonedes serta Gonedes dan Dopuch. Pendekatan mereka menekankan pada penggunaan harga saham oleh pemilik (prices firms ownership shares). Dalam tulisannya yang memperoleh penghargaan. Gonedes dan Dopuch menyimpulkan bahwa analisis yang didasarkan pada harga akan memadai untuk menilai pengaruh prosedur akuntansi alternatif. Hal ini patut dipikirkan karena Beaver berpendapat bahwa sistem informasi yang optimal bagi investor dapat dipilih tanpa pengetahuari bagaimana data akuntansi dimasukkan dalam harga. serta terhadap prosedur yang digunakan untuk membuat informasi tersebut. di mana pada kasus tersebut informasi untuk kepentingan umum tidak dapat dipisahkan dari nonpurchaser.keuangan perusahaan secara individual. harga saham perusahaan tidak dapat digunakan untuk menilai keunggulan prosedur atau peraturan akuntansi alternatif. Gonedes mengembangkan ketertarikan dalam deci¬sionusefulness dari respons pengguna secara individual ke respons pasar secara keseluruhan (aggregate-market response). kesempatan bagi siapa saja yang dapat memperoleh informasi tersebut untuk mendapat abnormal return akan disajikan sebagai dasar untuk mematikan paradigma pasar dalam hubungannya dengan konsep pasar modal yang efisien. Gonedes berpendapat bahwa apabila kedua kondisi tersebut benar. Suatu bentuk karya kontemporer yang dilakukan Beaver juga dipandang sebagai contoh yang patut diikuti dalam paradigma decision-usefulness/decision-maker/agregat-market-behauior. Contoh lainnya adalah pengaruh informasi pada kelengkapan pasar dan pengaturan distribusi risiko yang efisien. 6. Gonedes dan Dopuch menyajikan suatu kerangka teoretis untuk menilai prosedur dan pengaruh dari akuntansi alternatif yang disenangi. Beaver mengeluarkan isu tentang pentingnya hubungan antara data akuntansi dan perilaku sekuritas. karena harga ini menentukan kesejahteraan dan akibat kesejahteraan dari keputusan investasi individu dalam banyak periode.2 Cambaran Pokok Masalah . Dengan berpendapat bahwa respons pasar (misalnya antisipasi respons terhadap harga) terhadap perhitungan akuntansi akan mengarahkan penilaian kandungan informasi perhitungan tersebut. PARADIGMA KEGUNAAN KEPUTUSAN /PENGAMBIL KEPUTUSAN/PERILAKU PASAR AGREGAT 6.59 Dalam tulisannya yang bersifat pelopor. Di antara kegagalan pasar yang mungkin terjadi isu seleksi yang bersifat merugikan. Pada sejumlah kasus. Untuk membalas argumen bahwa (1) prosedur yang digunakan untuk menghasilkan perhitungan tersebut mungkin dipengaruhi oleh ketidakefisienan pasar dan (2) bahwa respons penerima informasi mungkin akan terkondisikan pada perhitungan akuntansi dengan cara tertentu. VI. Gonedes mengembangkan model paradigma pasar secara keseluruhan yang menyatakan bahwa prosedur perhitungan akuntansi memiliki kandungan informasi yang dinyatakan oleh respons pasar. Kesimpulan ini terutama didasarkan pada kasus kegagalan pasar. Gonedes dan Dopuch juga mencatat bahwa sejumlah kritik didasarkan pada efisiensi pasar modal tentang penilaian pengaruh apabila mereka melakukan penilaian terhadap keunggulannya.

Menurut Gonedes dan Dopuch.75 Bruns mengajukan hipotesis bahwa hubungan pemakaian informasi akuntansi dan informasi akuntansi yang relevan dengan konsep pembuatan keputusan akuntansi. pengembalian yang abnormal ( kelebihan pengembalian dari ekuilibrium pengembalian yang diharapakan) yang diperoleh karena menerapkan seperangkat informasi yang ada dan bersama – sama dengan skema perdagangan mana pun adalah nol.1 Contoh Karya William Bruns mungkin dapat dipertimbangkan sebagai contoh paradigma ini. Model mengenai hubungan antara laba dan pengambilan VII. Teori ekuilibrium mengenai penetapan harga opsi 6. serta informasi lain yang tersedia untuk mempengaruhi keputusan. pokok masalah sesungguhnya adalah respons pasar secara keseluruhan terhadap variabelvariabel akuntansi. atau seperti yang disajikan oleh Gonedes dan Dopuch. Bahkan teori ini mengkonfirmasikan paradigma perilaku pasar yang meliputi : 1. Model penetapan harga aktiva modal 4. hanya pengaruh prosedur akuntansi alternatif atau spekulasi yang dapat dinilai dari perilaku pasar secara keseluruhan. dan 7. Model penilaian dari Ohlson 5. Model muatan informasi dari laba.3 Teori Hubungan antara perilaku pasar agregat dan variabel akuntansi di dasarkan pada teori mengenai efisiensi pasar modal. Menurut teori ini. Teori penetapan harga arbitrase dan 5. Penelitian dalam bidang akuntansi . Model pasar efisien 2. pasar untuk surat berharga akan dianggap tidak efisiensi di mana harga pasar ―sepenuhnya mencerminkan‖ seluruuh informasi yang tersedia untuk publik dan sebagai implikasinya. PARADIGMA KEGUNAAN KEPUTUSAN/ PENGAMBIL KEPUTUSAN/ PENGGUNA INDIVIDU 7. Model estimasi beta 3. 6. Metodologi studi peristiwa 4. Model pasar 2. Hipotesis pasar efisien 3.4 Metode Mereka yang menerima paradigma pasar bergantung pada metode – metode berikut ini : 1. pemilihan sistem informasi akuntansi ditentukan oleh perilaku pasar secara keseluruhan. Perubahan perangkat informasi ini akan secara otimatis menghasilkan ekuilibrium baru.Bagi para pengguna paradigma dedsion-usefulnessi'decision-makeri'agregat-market-be-hauior. Model evaluasi neraca tingkat harga 6. Teori ini memiliki artian bahwa secara rata – rata. Para penulis di atas sependapat bahwa manfaat keputusan secara umum dalam variabel akuntansi dapat diperoleh dari perilaku pasar secara keseluruhan. harga pasar adalah tidak bias dan dapat dengan segera merespons informasi baru. Hipotesis ini juga dikembangkan dalam sebuah model yang mengidentifikasi dan menghubungkan sejumlah faktor yang dapat menentukan kapan suatu keputusan dipengaruhi oleh sistem dan informasi akuntansi.

pendekatan kontinjensi dalam penyusunan sistem akuntansi 9. Tujuan penelitian akuntansi keperilakuan adalah untuk memahami. VIII. hipotesis information inductance 7. the lens model (b). menguraikan.2 Gambaran Pokok Masalah Bagi mereka yang mengharapkan paradigma kegunaan keputusan/pengambil keputusan/pengguna individu. 7. prosedur dan penilai informasi. model pemrosesan informasi yang berhubungan dengan manusia meliputi: (a). relativisme kognitif dalam akuntansi 2. serta masyarakat umum atau perwakilannya. wawancara. Dengan kata lain. relativisme linguistik dalam akuntansi 5. 7. the predecisonal behavioral model dan (d).3 Teori-teori Sebagian besar penelitian yang berhubungan dengan paradigma decision-usefulness/ decisionmaker/individual-user tidak dikaitkan dengan manfaatnya dalam pembentukan teori secara jelas. the cognitive style approach 7. dan memprediksi perilaku manusia dalam hubungannya dengan akuntansi. Paradigma ini berhubungan dengan kepentingan pengguna akuntansi secara internal. hipotesis fiksasi fungsional dan fiksasi data 6.subjek permasalahan yang mendasar adalah respon dari pengguna individu terhadap variabel akuntansi. Sebagian besar teori tersebut cukup memadai untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia dalam hubungannya dengan akuntansi. dan kuesioner serta eksperimen merupakan metode yang banyak digunakan. relativisme budaya dalam akuntansi 3. akuntansi dipandang sebagai proses keperilakuan. penganggaran partisipatif dan kinerja 10. Teoriteori pinjaman ini di antaranya: 1. PARADIGMA INFORMASI / EKONOMI . pengaruh keperilakuan dari informasi akuntansi 4. Hal ini juga merupakan awal yang baik untuk suatu proses pengakuan. Secara umum. hipotesis slack organisasional dan penganggaran 8.4 Metodel Para pengguna paradigma ini cenderung untuk menggunakan seluruh metode yang disukai oleh para ahli keperilakuan—teknik pengamatan. alternatif untuk mengembangkan teori akuntansi keperilakuan yang memadai meminjam dari disiplin ilmu yang lain. Para pendukung paradigma ini berpendapat bahwa secara umum manfaat variabel akuntansi terhadap pembuatan keputusan dapat dilihat dari sudut perilaku manusia. the probabilistic judgment model (c).keperilakuan merupakan penelitian tentang bagaimana fungsi dan pelaporan akuntansi mempengaruhi perilaku akuntan dan bukan akuntan.

8. di mana dalam sejumlah model yang signifikan. 4. "decoding". dan Demski. hubungan probabilistik antara kejadian masa lalu dan yang akan datang. Rerangka ini mendasarkan diri pada komponen individual yang diperlukan untuk menghitung expected payoff (atau utility) untuk sistem informasi tertentu. serta Feltham. Komponen tersebut meliputi: 1. termasuk sinyal yang lalu dan yang akan datang.90 Dalam tulisannya yang bersifat pelopor. Crandall mendefinisikan komponen-komponen tersebut sebagai "filter". Singkatnya pendekatan ini terdiri dari pengakuan secara eksplisit terhadap setiap komponen model information/econo¬mics dan pengembangan cakupan desain akuntansi yang memasukkan seluruh komponen tersebut. [Tujuannya adalah] untuk memungkinkan penyusunan dan penilaian sistem informasi untuk tujuan maksimalisasi utilitas untuk setiap pengguna. Contoh yang ketiga yaitu "The Use of Models in Information Evaluation" oleh Feltham dan Demski. dalam sejumlah asumsi yang ada. Feltham. Rerangka ini menyatakan bahwa nilai perubahan dari suatu sistem informasi ke sistem lainnya serupa dengan perbedaan antara expected payoff dari dua alternatif lainnya. 2. Ofx/y. menyajikan dan mendiskusikan sebuah model pemilihan informasi yang memandang penilaian informasi dari sudut cost-benefit dan dari proses yang berurutan. sekumpulan aturan pembuatan keputusan sebagai fungsi-fungsi sinyal.. serta hubungan antara tindakan terpilih dan tindakan yang akan muncul. Implikasinya terhadap pengembangan teori akuntansi di masa depan dinyatakan sebagai berikut: Pengembangan teori akuntansi yang ideal akan menjadi pengembangan teori konstruktif dari informasi ekonomis. para pembuat keputusan kemudian dapat menggunakan informasi yang dihasilkan dalam menyeleksi tindakannya.r)).dan proses pemilihan aktivitas. kejadian-kejadian dan sinyal-sinyal dari sistem informasi. 5. perincian sistem informasi pokok menghasilkan sekumpulan sinyal yang dapat ditawarkan pada pembuat keputusan. para pembuat keputusan harus memprediksi gross pay¬off yang akan diperolehnya dari kejadian pada periode berikutnya. teknologi yang mutakhir. seseorang dapat mengembangkan algoritma yang secara teoretik menunjukkan desain sistem terbaik. aturan pembuatan keputusan yang tersedia. Penilaian informasi harus memprediksi hubungan antara setiap elemen tersebut di atas: sinyal yang menghasilkan proses. sekumpulan tindakan yang mungkin dilakukan di setiap periode dalam suatu cakrawala waktu. Keseluruhan proses tersebut diringkas sebagai berikut: .93 . serta cost dari operasi sistem informasi pokok w'(y. dan tindakan ini secara bagian per bagian dapat menentukan kejadian x dari periode selanjutnya. r\/ a) w(x). O(y/T|). fungsi payoff atas kejadian-kejadian yang mungkin muncul sepanjang periode. prediksi para pembuat keputusan . pembatasan subjek biaya sistem. Selanjutnya. Feltham menyajikan suatu rerangka untuk menentukan nilai suatu perubahan dalam informasi untuk pembuatan keputusan. 3. "model". Crandall menguji manfaat paradigma information/economics terhadap pengembangan teori akuntansi di masa datang dan menawarkan pendekatan applied information economics sebagai suatu aliran teori bam. "channel". dan kemungkinan untuk memperoleh informasi dari keadaan sesungguhnya. dan "decision rule".1 Contoh Contoh yang dapat dilihat dari paradigma ini adalah apa yang dilakukan oleh Crandall.. a (y/ r\).

yang dikembangkan oleh Marschak dan Radner.3 Teori-teori Paradigma information/economic memberikan gambaran mendalam tentang "theory of teams". 8. pokok masalahnya adalah: 1. saat sistem informasi menghasilkan sinyal-sinyal yang berbeda. Dalam kaitannya dengan hal ini. saat ketaatan sinyal menghasilkan revisi probabilitas dan pemilihan kondisi dengan tindakan terbaik. Hal ini dinyatakan dengan cara sebagai berikut: .. Informasi yang diperlukan dalam analisis revisi probabilitas secara sistematis (Bayesian-version) pada gilirannya memudahkan analisis informasi dengan dasar yang bersifat subjektif yaitu aturan maksimalisasi expected utility. ILMU AKUNTANSI . 8. dan pada teori ekonomi pemilihan. Seorang individu harus memilih di antara sejumlah tindakan yang juga memiliki probabilitas hasil berbeda. Fokus paradigma information/economic adalah asumsi ekonomi tradisional yang konsisten.4 Metode-metode Para pengguna paradigma ini umumnya memanfaatkan alasan analitis dengan dasar teori keputusan secara statistik dan teori ekonomis proses pemilihan. argumen yang mengatasnamakan accrual accounting mengacu pada dasar pemikiran bahwa (1) pelaporan income berbasis accrual accounting menyampaikan lebih banyak informasi daripada sistem akuntansi yang berorientasi cash-flow. perolehan sejumlah informasi dalam masalah pemilihan ekonomis. tahap kedua. informasi diperlukan untuk revisi probabilitas outcomes sesungguhnya. (3) nilai yang dihasilkan oleh informasi tambahan ini melebihi cost untuk memproduksinya. IX. yaitu perilaku pemilihan yang rasional. Asumsi utama pendekatan ini adalah rasionalitas. Informasi merupakan suatu komoditas ekonomis. Pendekatan ini memisahkan hubungan-hubungan yang bersifat umum dan pengaruh rencana alternatif. kemudian menerapkan Bayesian-revision analysis dan kriteria cost-benefit untuk menganalisis pertanyaan-pertanyaan tentang kebijakan akuntansi.95 pada teori keputusan secara statistik. Sistem informasi dengan expected utility terbesar lebih disukai.2 Gambaran Pokok Masalah Bagi para pengguna paradigma information/economics.8. maka tindakan dengan expected payoff (atau utility) terbesar akan lebih disukai individu. tahap pertama. 2. (2) accrual accounting merupakan cara yang paling efisien untuk menyampaikan informasi tambahan ini. Apa yang dihasilkan adalah teori normatif dari penilaian informasi untuk analisis sistematis terhadap alternatif-alternatif informasi. Asumsikan secara konsisten bahwa perilaku pemilihan yang rasional akan diarahkan oleh expected utility hypothesis. dan 2. Jadi individu akan mengahadapi dua tahap proses: 1.. dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Informasi akuntansi dievaluasi dalam hubungannya dengan kemampuan untuk meningkatkan kualitas pemilihan secara optimal dalam masalah pemilihan yang harus diselesaikan oleh seorang individu atau sejumlah individu dalam sekelompok individu yang heterogen. Nilai informasi dipandang dari sudut kriteria cost-benefit dalam struktur formal teori pembuatan keputusan dan teori ekonomi.

metode keilmuan yang tunggal sama-sama dapat diaplikasikan dalam akuntansi atau ilmu-ilmu lainnya. seluruh cabang pengujian ilmu secara empirik dan dukungan pernyataan yang pada dasarnya memiliki arti sama. sosial. Penelitian akuntansi didasarkan pada sekumpulan asumsi umum tentang ilmu dan masyarakat sosial.. justifikasi dalam proses penghitungan hypothetic-deductive dari penjelasan secara ilmiah dan perlunya konfirmasi terhadap hipotesis tersebut. Pertanyaan pertama adalah apakah akuntansi sebagai suatu ilmu tidak pernah mampu menjawab secara memadai. Akuntansi memenuhi kriteria di atas. idealis. Para humanis melihat kita dengan rendah seperti seseorang yang perlu diceburkan dalam kubangan dollar dan sent yang kotor. penyamarataan secara otoritatif.. Namun ini yang berat. seperti Saul di antara para nabi. yang produknya tidak ditampilkan di salon maupun di akademi nasional. Seperti pengamatan Carl Hempel: Tesis tentang kesatuan metodologi ilmu menyatakan bahwa yang utama. dan akuntansi. sebagai orang yang mampunya hanya mencatat daripada membuat. Ini kenyataan bahwa kita sendiri yang membicarakan ilmu hitung-hitungan. Akuntansi secara jelas membedakan pokok-pokok masalah dan memasukkan keseragaman serta keteraturan yang mendasari hubungan empirik. seorang paria (kasta terendah di India) yang kehadirannya sangat mengurangi kesucian dinding-dinding akademik. dapat diuji antar subjek dengan menampilkan akibat-akibatnya melalui serangkaian eksperimen atau pengujian yang memadai.Situasi dalam penelitian akuntansi telah meningkat secara drastis dalam beberapa tahun. sosial. konsep-konsep. Untuk menanggapi tuntutan bahwa para sarjana di bidang ini kadang-kadang mengandalkan empati dalam menentukan penilaiannya. maupun fenomenalis. Kesatuan metode yang diyakini ini sesungguhnya juga merupakan disiplin ilmu psikologi. Aliran utama penelitian akuntansi memandang secara sejajar antara ilmu fisik. Apabila seseorang menganut argumen keseragaman ilmu. seperti adanya bukti transformasi akuntansi ke dalam ilmu yang benar-benar secara penuh diakui sebagai "ilmu normal" dengan paradigma-paradigma bersaing yang berusaha menegakkan dominasi. harapan. para penulis logika empiris menekankan bahwa identifikasi imajinatif pada diri seseorang kadang-kadang membuktikan perlunya bantuan pengalaman masa lalu yang bermanfaat (heuristic) bagi para pemeriksa yang sedang menilai hipotesis tentang keyakinan. maupun sejarah. Uraian bukti berikut ini menguraikan situasi yang dibuat pada tanggal 20 Desember 1923 oleh Henry Rand Hatfield dalam American Accounting Association of University Instructors in Accounting: Saya yakin bahwa para kolega saya memandang akuntansi sebagai penyusup (intruder). pengetahuan yang memungkinkan prediksi.. tanpa berusaha menahan adanya banyak perbedaan teknik investigasi. yang diperoleh dari sejumlah akibat. ketakutan dan tujuan . mengatur satu atau lebih teori pokok dan sejumlah prinsip umum . prinsip. bahkan filosofi hitung-hitungan. Akuntansi secara jelas dapat dikategorikan sebagai suatu ilmu. aturan-aturan maupun teori-teori. yang sebenarnya bertentangan dengan ilmu sosial.. Definisi ilmu oleh Buzzell adalah: seperangkat pengetahuan yang tersusun secara sistematis . bahkan seperti mainan yang tak henti-hentinya berusaha mencari nyawa. yang biasanya ditunjukkan secara kuantitatif . akuntansi hanya dipandang sebagi ilmu palsu yang tidak diakui oleh J. dan dalam kondisi-kondisi tertentu dapat mengontrol keadaan di masa depan. McKeen Cartel.. atau seni akuntansi. Tidak ada gunanya mengatakan bahwa situasi telah berubah untuk mendukung agenda penelitian yang dinamis. para ilmuwan dan teknokrat melihat kita dengan rendah. dan telah menghasilkan perdebatan yang sehat tentang bagaimana memperkaya dan mengembangkan pemahaman kita tentang praktik akuntansi.. kami menemukan bahwa akuntansi tidak dibicarakan oleh orang yang realis.

model pemrosesan informasi sumber daya manusia. Hipotesis yang sungguh-sungguh dapat disangkal (purely refutable hy¬potheses) diperoleh dari peraturanperaturan umum. Baik hipotesis yang dapat dikonfirmasi maupun disangkal diperoleh dari pernyataan-pernyataan yang sifatnya tunggal. Sebagai contoh adalah hipotesis "Setiap individu toleran terhadap sikap ambiguitas" merupakan hipotesis yang dapat disangkal maupun dikonfirmasi. teori akuntansi positif. Dengan demikian. Namun benar tidaknya hipotesis yang mereka peroleh. Hipotesis yang sungguh-sungguh dapat dikonfirmasi (purely confirmable hypotheses) diperoleh dari adanya pernyataan yang menawarkan sejumlah fenomena. Konfirmasi sebuah hipotesis tidak selalu berakibat bahwa hipotesis tersebut juga mampu untuk dibuktikan kesalahannya. model prediksi akuntansi dari kejadian ekonomi. disangkal. Dengan demikian tampak bahwa peraturan umum pada dasarnya merupakan pernyataan eksistensial yang negatif dan dengan demikian benar-benar dapat disangkal atau memiliki kemampuan untuk dapat dibuktikan tidak benar. para pengguna hipotesis tersebut selalu mengajukan alasan pembenaran seperti data yang terkontaminasi atau ukuran sampel yang kecil atau bias. dan sebagian besar penelitian empirik dalam bidang akuntansi cocok dengan uraian tersebut. seperti adanya hukum statistik yang terikat dalam penelitian akuntansi? Bunge menyatakan bahwa hal ini dapat saja merupakan kesalahan. Falsification adalah sejauh mana sebuah hipotesis secara empirik memiliki kemampuan untuk dibuktikan kesalahannya. Sejumlah die-hard classical determinists menyatakan bahwa pernyataan stokastik tidak berhak . dipalsukan. demikian pula sebaliknya. Contohnya: hipotesis yang menyatakan "Ada akuntan publik dalam kantor akuntan yang memandang bahwa akuntansi inflasi itu tidak bermanfaat" merupakan hipotesis yang sunguh-sungguh dapat dikonfirmasi. atau diverifikasi. Apabila hipotesis tersebut dinyatakan sebagai "ada akuntan yang bersertifikat akuntan publik". atau dikonfirmasikan dan disangkal. Biasanya hipotesis tersebut merupakan hipotesis yang muncul dari statistik atau kecenderungan peraturan yang merupakan pernyataan untuk menentukan hilangnya hubungan statistik tertentu antara suatu fenomena dengan sejumlah besar variabel. dikonfirmasikan. Apabila data yang ada kontradiktif dengan hipotesis yang diperoleh dari teori atau model-model tersebut. yang menyebabkan hipotesis-hipotesis tersebut benar-benar dengan tegas tidak dapat disangkal maupun dikonfirmasi. Penelitian yang retorik memegang peranan penting dalam menantang apa pun yang dihasilkan oleh data. Model pasar modal. sehingga pernyataan yang hanya mengacu pada fenomena tertentu menjadi terikat oleh waktu dan tempat. hipotesis yang secara alami berdasarkan teori dapat secara sunguh-sungguh dikonfimasikan.seseorang. Walaupun demikian ada juga hipotesis yang benar-benar dengan tegas tidak dapat disangkal maupun dikonfirmasi. seharusnya ditentukan berdasarkan bukti-bukti yang objektif. maka hipotesis merupakan pernyataan yang eksistensial. Metodologi ini tergantung pada penentuan apakah secara prinsip nilai yang benar dapat ditentukan dalam suatu hipotesis-yang dengan demikian apakah berulangkali dapat disangkal. yang berarti merupakan pernyataan yang diperoleh dari kondisi secara umum. Sebagian besar hipotesis akuntansi gugur dalam kategori ini. Kenyataannya. yang dengan demikian gagal untuk menyajikan keadaan sesungguhnya secara akurat. Sebagai contoh adalah hipotesis "seluruh akuntan adalah akuntan bersertifikat publik". pengalaman empati di masa lalu dalam kasus ini secara logika tidak relevan. seharusnya terdapat penerimaan secara umum oleh seluruh ilmu tentang metodologi untuk pembenaran suatu pengetahuan. yang benar-benar dapat dikonfirmasikan. Confirmation merupakan perluasan apakah sebuah hipotesis secara empirik memiliki kemampuan untuk dibuktikan kebenarannya. Apakah ini menjadi penyebab adanya peringatan.

pengaruh bahasa yang mengganggu. kimia. serta memperlihatkan selubung bahasa dan perintah hukum yang dimasukkan dalam tulisan tersebut.untuk mendapat sebutan hukum yang patut dihormati. termasuk uraian historis.Para penganut dekonstruksi akuntansi akan mengkritik tulisan akuntansi melalui . seperti kompensasi dari deviasi acak. dan cabang ilmu biologi tertentu (khususnya genetika). Arrington dan Francis merupakan orang-orang yang pertama kali menggunakan dekonstruksi untuk menunjukkan bagaimana teori positif dan tradisi empiris tidak diberi nama sebagai bentuk hak-hak istimewa dan wewenang epistemic yang dimiliki oleh sejumlah peneliti akuntansi yang baik. Sebuah ungkapan filosofis dengan nama dekonstruksi (deconstruction) diperkenalkan oleh Derrida101 dimaksudkan untuk menumbangkan upayaupaya tersebut. pada dasarnya retoris. karena peran mereka yang terbaik hanyalah sebagai perangkat yang sifatnya kontemporer. Derrida menentang anggapan ini untuk membangkitkan dasar yang menjadi pilihannya sendiri. DEKONSTRUKSI Berbagai tulisan akuntansi tentang paradigma atau teori akuntansi tertentu menyatakan bahwa paradigma dan teori tersebut seharusnya memiliki hak-hak istimewa dibandingkan bentukbentuk pengetahuan atau tulisan akuntansi lainnya. Pandangan yang bertentangan dengan perkembangan jaman ini tidak bertahan lama dalam bidang fisik. Diasumsikan bahwa seluruh wacana ilmiah bidang akuntansi. Seperti yang dinyatakan Norris: Derrida menolak untuk mengakui secara filosofis status bentuk hak-hak istimewa yang selalu dijadikan sebagai alasan orang untuk memerintah. X. terutama sejak ilmu-ilmu tersebut menemukan bahwa hampir semua hukum dalam bidang-bidang tersebut merupakan hukum stokastik yang mungkin berasal dari aturan dengan fokus pada sistem tunggal dalam hubungannya dengan hipotesis statistik yang disyaratkan. Karena produksi pengetahuan berdasarkan pengalaman didasarkan pada bahasa. Tulisan tersebut digunakan untuk menjamin kewenangan (hegemony) suatu paradigma dan kepentingan tertentu. Dia berpendapat bahwa para filsuf telah dan masih mampu memaksakan berbagai sistem pemikiran mereka hanya dengan pengabaian atau penekanan. karena anggapan ini memberikan kemungkinan untuk menghalangi pendekatan stokastik tanpa kompensasi terhadap kerugian yang disebabkan oleh penelitian ilmiah seseorang. elemen-elemen kiasan dan bentuk-bentuk perlambang lainnya dalam karya di tulisan-tulisan filosofis. anggapan yang menolak hukum stokastik tetap menyebabkan sejumlah kesalahan secara psikologi dan sosiologi. Seperti yang dinyatakan oleh Arrington dan Francis: Bacaan yang tidak membangun mengungkap bagaimana arti yang tidak dapat dikendalikan dan tidak stabil itu.104 Dekonstruksi dalam penelitian akuntansi mengundang banyak upaya untuk mengungkap asumsi tersembunyi dalam tulisan akuntansi. merupakan suatu penafsiran tulisan untuk mengilustrasikan pembentukan arti di dalam tulisan tersebut dan menumbangkan wewenang kekuasaan tulisan untuk mengindikasikan kebenaran yang berasal dari luar tulisan. sebagai penghambat produksi pengetahuan lainnya. Pilihan mereka atas contoh-contoh teori positif untuk dekonstruksi adalah metodologi dan teori organisasi oleh Jensen. dekonstruksi menggunakan sistem yang dimiliki pengarang itu sendiri untuk mengungkap bagaimana tulisan dapat menghancurkan sistem tersebut.103 Kenyataannya. Tujuan dia adalah selalu menghilangkan pengaruh-pengaruh tersebut melalui bacaan-bacaan kritis yang mengikat dan memperkaya dengan cepat.100 Penyangkalan atau pengkonfirmasian dilakukan melalui kesaksian berulang dan bukti-bukti baru. Namun demikian.102 Apa yang secara tidak langsung diakibatkan oleh dekonstruksi.

Oleh sebab itu. decanonizing.berbagai teknik termasuk demythologizing. XI. para anggota dari kelas baru ini akan mengembangkan proses ―akumulasi modal cultural‖ untuk lebih memajukan kepentingan tertentu mereka dan . AKUNTAN AKADEMIK : SUATU KELAS UNIVERSAL YANG CACAT Suatu elemen didalam susunan konfliktual baru adalah suatu kelas baru akuntan akademik. Kelas yang baru ini meliputi kecerdasan teknis dan manusia. Ideology yang dibagi bersama tentang intelektual dan kecerdasan karenanya adalah sebuah ideology tentang pendiskusian. atau de-faming. intelektual dan kecerdasan umumnya memiliki komitimen kepada suatu kebudayaan berceramah kritis. suatu tata bahasa dalam berdiskusi yang (1) diharapkan akan membenarkan pernyataan-pernyataannya. Kelas ini membentuk satu komunitas penceramah yang berbagi budaya berdiskusi kritis (Culture of critical discourseCCD). Definisinya pun serupa. yang tampak seperti kelas universal yang didefinisikan oleh Hegel tetapi tidak merupakan suatu kelas universal. Meminjam teori Pierre Bourdieu mengenai reproduksi cultural. Proleratiat sebagai suatu kelas universal. Terpisah dari bahasa-bahas teknis yang mendasar atau sosiolek yang diucapkan oleh profesi spesialis. pertama. tentu. Gouldner mengusulkan bahwa kelas baru ini menggunakan reproduksi cultural untuk mempertahankan kepentingan dan kekuasaannya seperti suatu reproduksi ekonomi yang digunakan untuk melayani kepentingan dari para pemegang modal ekonomi.‖ menyangkal kritik dan keraguan-keraguan bahwa proletariat dapat mengembangkan kesadaran yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya sebgai suatu kelas universal. ditolak untuk dibahas secara permanen atau membuat masalah. munculnya ―kelas baru‖ yang terdiri atas intelektual humanistic dan kecerdasan teknis. Budaya berdiskusi kritis ini adalah konsep yang didapatkan dari sederetan program linguistik yang berbeda-beda dan diidentifikasikan dalam sosiolinguistik. satu kelas intelektual baru telah mulai muncul. dapat paling baik dijelaskan oleh teori Marx dan Engels mengenai ―kelas universal dari proletariat. dephallicizing. Budaya berdiskusi kritis adalah seperangkat aturan yang telah mengalami evolusi sepanjang sejarahnya. berdasarkan prinsip. Kelas baru tersebut oleh karenanya menjadi kelas universal yang cacat. Kelas baru ini dominan karena akses monopolisitiknya terhadap modal cultural. (2) dimana cara-cara pembenarannya tidak diawali dengan melibatkan pihak yang berwajib dan (3) cenderung untuk mendapatkan persetujuan secara sukarela dari mereka yang dibahas dengan sepenuhnya atas dasar argumentasi yang dibahas. Gouldner bergabung dengan kelompok yang mengkritik dengan pendapat bahwa kelas terendah tidak akan pernah dapt memiliki kekuasaan dan bahwa diseluruh dunia selama abad ke 20. CCD adalah infrastruktur yang laten namun dapat dimobilisir dari intelektual-inelektual modern sekaligus budaya linguistik mereka. Hal ini merupakan suatu budaya berdiskusi secara kritis dimana tidak ada satu pun hal yang oleh para pembicara. dimana universalismenya adalah sangat cacat dan kedua bertumbuhnya dominasi dari kelas tersebut seperti seorang borjuis cultural dan memiliki monopoli atas modal cultural dan profesionalisme dari mana ia memperoleh kekuatannya. CCD adalah infrastuktur yang laten namun dapat dimobilisir dari bahasa teknis modern. mereka bahkan bersedia untuk berbicara mengenai nilai dari pembicaraan itu sendiri dan kemungkinan kerugiannya untuk berdiam diri atau mempraktikkannya. Ia tidak mencerminkan kepentingan yang universal. Kelas baru ini memiliki cacat karena ia dianggap bersifat elit dan mencari kepentingan dan kekuasaannya sendiri. Ia mengemukakan dua usulan utama. Tata bahasa ini adalah struktur dalam dari ideology umum diakui bersama oleh kelas yang baru tersebut.

Menurut Gouldner. akan berujung pada kejatuhan dari suci dan . Para intelektual yang bersedia untuk berperilaku sebagai professional diperkenankan untuk membentuk suatu strata yang relative berdiri sendiri dengan perhatian khusus. Fragmantasi yang sama mengarahkan para peneliti akuntansi lebih ke arah kebijakan (tindakan) politik dengan segera daripada ke arah formulasi teoretis dari masalah-masalah dengan tingkat signifikan umum. mereka telah mengembangkan repertoire linguistic mereka. atau institusi yang lainnya. Temuan-temuan penelitian telah memberikan mereka kekuatan konsultasi dan pembuatan kebijakan untuk memajukan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan universal. Sebagai suatu kelas baru. menjadikannya sebagai seorang intelektual birokratis yang menjalankan fungsi-fungsi penasihat dan teknis di dalam suatu birokrasi daripada intelektual yang memilih untuk tetap tidak terkait dengan birokrasi. cultural dan fisik. apakah itu FASB. termasuk gelar Ph. Hal ini memberikan mereka suatu posisi yang istmewa dipasar tenaga kerja dan kemungkinan untuk meraih suatu posisi kelas yang dominan. profesionalisme adalah klaim kelas baru yagn tak perlu diutarakan tentang keunggulan teknis dan moral mereka diatas kelas yang lama. Apakah ketersediaan penelitian akuntansi oleh para akuntan akademik dianggap sebagai respons atas tuntutan akan pengetahuan yang bebas nilai atau untuk menuntut pasar akan alasan-alasan.D. Mereka telah memperoleh suatu kekuasaan yang dikaitkan dengan monopoli mereka atas modal akuntansi cultural. akuntan akademik mengklaim wilayah penelitian cultural mereka sendiri. Umumnya. dan terbitan di jurnal-jurnal yang tepat. Bagi suatu budaya berdiskusi kritis. Fragmentasi dari American Accounting Association dengan bagian cultural terpisah menjadi bukti fenomena ini. Kelas yang baru ini bergantung pada pencapaian-pencapaian dalam megkapitalisasi modal dan mengawasi pasokan tenaga kerja terampil secara khusus. Profesionalisme menghilangkan wewenang secara diamdiam dari kelas yang lama. Budaya dipancarkan melalui pendidikan dan sosialisasi. yang membedakan mereka dari komunitas diskusi akuntansi yang lain. telah diketahui bersama bahwa mereka yang mendapatkan pendidikan yang lebih formal memiliki penghasilan seumur hidup lebih tinggi dari mereka yang kurang mampu untuk mendapatkannya. Intelektual birokratis menyempit menjadi seorang ideology karena ia mengalihkan atau meningglakan pencarian suatu pemahaman yang universal dan komprhensif dari kenyataan social. AAA. Melalui peran profesionalisme yang baru. dan lain-lain). Tren ini telah dimulai dengan kelas baru yang mengembangkan suatu tingkat status kesadaran yang tinggi untuk melindungi keistimewaan mereka (misalnya. akuntan akademik juga dimotivasi pula oleh kepentingan pribadi dan kebutuhan yang semakin mendesak untuk mengeluarkan penerbitan. profesionalisme adalah salah satu ideology umum dari kelas baru. Hubungan dekat dengan pembuat kebijakan yang baru ini. para akuntan akademik juga bergantung pada prestasi sebagai criteria untuk keanggotaan. SEC. dan dalam prosesnya menerima kompensasi yang lebih tinggi dari system pasar karena menerima peran professional tersebut. kebebasan akademik untuk melakukan penerbitan. serta lebih memilih arbitrase yang penting dengan segera dari kebijakan-kebijakan atau rangkaian tindakan yang bertentangan. Laba yang meningkat ini mencerminkan nilai modal dari peningkatan pendidikan. Mereka dapat menggunakan mekanisme lisensi dan asosiasi-asosiasi profesional untuk membuat monopolimonopoli didalam pasar mereka. Peran tersebut merupakan suatu hal yang disayangkan jika kita menganut asumsi yang berlaku bahwa kekhususan dari aktivitas intelektual yang menghubungkan atau membatasi penyelidikan akademik pada kepentingankepentingan atau kebutuhan social yang spesifik. untuk merekrut.kepentingan dari mereka yang berbagi budaya berdiskusi kritis. untuk meninjau.

Paradigma decision-usefulness/decision-maker/individual-user. Seperti yang disarankan oleh Shils. Sebagian besar ilmuwan dan filsuf mempertahankan pandangan mereka bahwa ilmu pengetahuan tidak akan pernah dapat dibuktikan. atau teori penolakan. teori-teori. dan metodemetode. namun pada akhirnya dapat dibuktikan "kesalahannya". Sebagai tambahan dengan peran pengajar yang terlibat di dalam proses penciptaan ilmu pengetahuan formal dan bukannya hanya sekedar transmisi. Paradigma information/economic. teori Popper berpendapat bahwa agar dapat diakui secara ilmiah. Hasil penelitian akuntansi tidak perlu dipandang sebagai suatu nilai yang meragukan atau secara teoretik belum sempurna. Permintaan ini sebagian besar datang dari negara untuk membantu dan melakukan reorientasipopulasi massa dan dalam mengembangkan kebijakan untuk memperbaiki dan mencegah berbagi gangguan. Para intelektual akuntansi cocok dengan skenario-skenario yang digambarkan karena mereka berusaha untuk memberikan alasan-alasan yang tepat dan menciptakan sebuah kelas universal yang baru namun memiliki kecacatan. mempersatukan berbagai sudut pandang—suatu bentuk Weltanschauung— yang menentukan cara bagaimana para pengikutnya memandang penelitian. sebuah teori bersifat . Di samping itu. 3. 6. Definisi kami membantu kita untuk mengidentifikasi dan menggambarkan paradigmaparadigma yang bersaing dalam bidang akuntansi seperti: 1. Sebagai hasilnya. Komponen penting dalam sejumlah paradigma adalah eksemplar. para intelektual bergerak kea rah peranan rasionalisasi. Pada bab'ini kita telah menggunakan definisi "paradigma' yang relevan dengan akuntansi. 2. para intelektual umumnya bekerja dibawah perlindungan dari kelas yang berkuasa atau dari institusi yang dikendalikan oleh mereka. Paradigma decision-usefulness/decision-model 4. Para intelektual berfungsi untuk menguraikan hukum yang mendasari dari organisasi nasional dan social relevan terhadap perkembangan dan penerapan rutin dari pengetahuan ilmiah kepada produksi ekonomi dan organisasi sosialnya. Paradigma true-income/deductiue. Lebih lanjut. Popper berpendapat bahwa walaupun suatu teori pada akhirnya tidak dapat dibuktikan "kebenarannya". XII. disemua masyarakat modern (baik liberal maupun totaliter) tren dari abad ini adalah meningkatkan tekanan kea rah homogenitas internal dikarenakan oleh adanya penggabungan para intelektual dalam organisasi masyarakat. Paradigma anthropological/inductive. Dalam hubungannya dengan kontinuitas dan pengembangan dalam disiplin akuntansi.105 Dikenal secara umum sebagai dugaan terhadap kesalahan.baik kea lam ideology yang tidak terhormat. dan bahkan pendidikan akuntansi. praktik. paradigmaparadigma tersebut seharusnya menjadi subjek verifikasi dan pengujian yang konsisten sebagai upaya untuk mencari kemungkinan anomali. sebuah paradigma membentuk suatu pemikiran logis yang saling berkaitan (coherent). penelitian akuntansi menemukan indikasi bahwa kejadian-kejadian akuntansi mengikuti pola keberhasilan revolusi yang diteorikan oleh Kuhn. paradigma-paradigma ini seharusnya tidak dipertimbangkan sebagai sesuatu yang absolut dan kebenaran pengetahuan yang bersifat final. 5. gambaran pokok masalah. Paradigma decision-usefulness/decision-maker/agregat-market-behauior. KESIMPULAN Akuntansi mungkin dapat didekati dari sudut pandang filsafat ilmu. Masing-masing paradigma tersebut merupakan objek investigasi dan penelitian yang ditetapkan oleh komunitas ilmiah.

atau yang secara teoretik menguatkan. yang oleh Lakatos diringkas sebagai "tidak ada eksperimen.. Bentuk-bentuk pembuktian kesalahan yang diperoleh dari pandangan Kuhn diistilahkan sebagai sophistication falsi¬fication. yang secara individu dapat membuktikan adanya kesalahan. yang kita terima (sementara) sebagai tidak adanya masalah saat kita lakukan pengujian terhadap teori tersebut. sekarang teori-teori problematis dapat dikategorikan sebagai "ilmu pengetahuan": walaupun teori-teori tersebut tidak memiliki kemampuan untuk dibuktikan kesalahannya. ."106 Suatu teori yang lebih baik merupakan teori yang "menawarkan ide-ide lain. dan "informasi yang lebih banyak tersebut bersifat menguatkan". membuat unfalsifiable melalui perintah berdasarkan aturan dari sejumlah pernyataan bersifat tunggal. namun dapat dibuat salah dengan menambahkan bentuk keputusan ketiga. Lakatos menguraikan bahwa para pengikut sophisti¬cated falsification: .. menurut penerapan metodologi falsification dalam teori-teori tersebut.. dalam upayanya untuk menginterpretasikan kenyataan... . .107 Perbedaan antara naive falsification-nya Pop¬per dengan sophisticated falsification adalah bahwa sophisticated falsification mewajibkan keberadaan teori yang lebih baik. Selanjutnya. Keputusan ini kemudian diikuti dengan bentuk keputusan kedua yang menekankan pemisahan pernyataan dasar penerimaan dari dasar lainnya. Tidak ada pembuktian kesalahan sebelum munculnya teori yang lebih baik. para jalsificationist mengakui bahwa dalam "teknik-teknik eksperimental" yang digunakan para ilmuwan.. yang dapat dibuat oleh para ilmuwan dengan menspesifikasikan aturan penolakan khusus yang mungkin secara statistik merupakan bukti interprestasi "yang tidak konsisten" dengan teori probabilistic108 Hal ini mungkin merupakan sikap yang diperlukan dalam menghadapi paradigma-paradigma yang bersaing dalam akuntansi. perbandingan dengan teori-teori terdahulu". para peneliti mengharapkan keberadaan metodologi tersebut berwujud bukan sebagai teori yang perlu pengujian namun sebagai pengetahuan yang tidak dilatarbelakangi masalah (unproblematic background knowledge). laporan eksperimental. laporan pengamatan. seperti bahwa "setiap orang yang mempelajarinya" akan mampu memutuskan bahwa pernyataan tersebut dapat diterima. Di samping itu.. informasi yang lebih banyak. Secara metodologis. yang dapat dibedakan dengan kenyataan bahwa pada saat yang bersamaan ada suatu "teknik yang relevan". dilibatkan pula teori-teori yang salah..memiliki kesalahan. . hipotesis kesalahan tingkat rendah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->