P. 1
Makro Ergonomi

Makro Ergonomi

|Views: 549|Likes:
Published by Pahala Pardede

More info:

Published by: Pahala Pardede on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

Makro Ergonomi

Diposkan oleh Ergonomi Makroergonomi adalah suatu subdisiplin ergonomi yang fokus mengkaji mengenai perancangan sistem kerja (Brian, 2002). Suatu sistem pekerjaan terdiri atas personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras dan lunak. Suatu sistem pekerjaan melibatkan dua atau lebih individu yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan umum dalam suatu organisasi. Subdisiplin ergonomi juga berkaitan dengan teknologi yang lain. Makroergonomi telah dikenal sebagai subdisiplin ergonomi yang terkait dengan hubungan manusia, organisasi dan teknologi. Makroergonomi merupakan sesuatu yang terintegrasi karena mencakup pengetahuan, metode, dan peralatan dari sistem sosio-teknik, psikologi industri, rancang-bangun sistem, ergonomi fisik, dan ergonomi teori. Dalam pelaksanaannya, makroergonomi menghadirkan suatu relung berharga yang tidak satupun dari area ini yang terabaikan. Sebagai ilmu pengetahuan, makro-ergonomi mengarahkan untuk mengembangkan suatu pemahaman sistem pekerjaan, perilaku, atau personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras atau lunak di dalam lingkungan fisik internal, lingkungan eksternal, dan struktur organisasi serta proses agar menjadi lebih baik. Pendekatan makroergonomi merupakan suatu proses pemecahan yang sistemik yang selanjutnya dilakukan pengkajian secara holistik dan melalui lintas disiplin ilmu serta melakukan pelibatan komponen atau pihak terkait dengan desain. Lebih jelasnya sistemik diartikan semua faktor yang diasumsikan mempengaruhi proses perancangan sistem kerja dan diperkirakan dapat menimbulkan masalah harus diperhitungkan dengan cara memasukkan kaidah ergonomi dalam setiap tahap perancangan desain. Pemecahan masalah dilakukan secara holistik yang menekankan bahwa semua faktor yang terkait atau yang diperkirakan terkait dengan masalah yang ada harus dipecahkan secara proaktif dan menyeluruh. Pendekatan holistik dalam intervensi ergonomi menekankan cara berpikir dan bertindak dalam melakukan perbaikan dengan menggunakan teknologi tepat guna. Penerapan pendekatan holistik memungkinkan terjadinya proses tawar menawar untuk mendapatkan suatu perbaikan kondisi kerja yang memenuhi keenam kriteria teknologi tepat guna dengan risiko dan dampak seminimal mungkin. Pendekatan interdisipliner menekankan bahwa proses pemecahan masalah dalam suatu sistem dibutuhkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Selain keterlibatan terkait dengan lintas disiplin ilmu pendekatan makroergonomi juga menggunakan partisipasipan (ergonomi partisipasi). Wilson dan Haines (1998) mendefinisikan ergonomi partisipasi adalah proses perencanaan dan pengendalian dari sejumlah aktivitas yang melibatkan operator dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam mempengaruhi proses dan hasil untuk mencapai tujuan tertentu. Manuaba (1999) menyatakan bahwa ergonomi partisipasi adalah semua yang akan terlibat terhadap pemecahan masalah atau terlaksananya satu gagasan harus dilibatkan sedini mungkin. Sedangkan Nagamachi (1995) menyatakan bahwa ergonomi partisipasi adalah pekerja aktif terlibat dalam mengimplementasikan pengetahuan dan prosedur ergonomi di tempat kerja mereka. Ergonomi partisipasi berawal dari mengorganisasi tim proyek untuk menyelesaikan

Ergonomi Makro Ergonomi (sumber: wikipedia) Ergonomik (atau faktor manusia) adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem. Beberapa penelitian lain yang cukup berhasil dengan intervensi ergonomi partisipasi diantaranya pada rumah sakit. Ergonomi berasal dari kata ergon dan nomos. Jeppesen. 2003. Intervensi ergonomi partisipasi merupakan studi yang cukup berhasil dalam merancang sistem kerja dan cukup efektif dalam mengurangi rasa nyeri serta mengurangi beban kerja pada industri (Laing. et al. optimalisasi rotasi kerja pada pekerja pemadam kebakaran. dan nomos berarti aturan. Ergon berarti kerja. dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif. et al. 2004). workshop komputer di universitas (Evanof. 2003). 2005). Dengan demikian ergonomi partisipasi merupakan proses pemecahan masalah ergonomi dalam suatu sistem dengan melibatkan pihak terkait dari proses perencanaan sampai pada implementasi. sehat. Ergonomi partisipasi menekankan pada pemecahan masalah secara holistik dengan melibatkan semua pihak terkait sedini mungkin dengan melalui proses yang sistematis (Manuaba. et al. Ergonomi dan Metode Ergonomi .masalah-masalah ergonomi di tempat kerja. kelemahan. 2004). Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana (1979): ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisikal maupun nifisikal. Robertson. nyaman. et al. dan efisien. Partisipasi adalah keikutsertaan pihak terkait dalam sistem yang ada dalam menyelesaikan masalah secara bersama untuk mencapai tujuan tertentu (Adiputra. Disamping metode yang telah disebutkan di atas. 2002). 1997). keterbatasan manusia. data. serta profesi yang mempraktekkan teori. Disamping itu ergonomi partisipasi sangat membantu dalam proses pelatihan pekerja dengan lebih baik dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. 1999. AHP digunakan dalam model pengambilan keputusan dalam makroergonomi. dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan. dan keterampilan manusia. Penerapan ergonomi partisipasi terbukti dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam program pelatihan melalui workshop di berbagai negara (Kawakami. dalam makroergonomi juga digunakan beberapa metode lain seperti AHP (Erensal dan Albayrak. kaidah atau prinsip. aman. et al. prinsip.

Tehnik .PDF) Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka.id/downloads/Ergonomi.go. pemecahan masalah ergonomi akan tergantung data dasar pada saat diagnosis.Anthropometri . Variasinya akan sangat luas mulai dari yang sederhana sampai kompleks. angka kecelakaan dan lain-lain. letak pencahayaan atau jendela yang sesuai. Follow-up. subyektif misalnya dengan menanyakan kenyamanan. terutama berhubungan dengan temperatur tubuh. Treatment.Desain. Secara obyektif misalnya dengan parameter produk yang ditolak. antara lain meliputi : . Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan dihadapi.depkes. bagian badan yang sakit. utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian .Anatomi. nyeri bahu dan siku. 3. pols. inspeksi tempat kerja penilaian fisik pekerja.Sumber (http://www. 2.Pengalaman psikis . Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan.Fisiologi. keletihan . Diagnosis. Membeli furniture sesuai dengan demensi fisik pekerja. Ada beberapa definisi menyatakan bahwa ergonomi ditujukan untuk“fitting the job to the worker”.Sosiologi . Oxygen up take. . sementara itu ILO antara lain menyatakan. dapat dilakukan melalui wawancara dengan pekerja. ergonomik checklist dan pengukuran lingkungan kerja lainnya. cahaya dan kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. uji pencahayaan. dan aktivitas otot.Fisik . pengaturan suhu. Kadang sangat sederhana seperti merubah posisi meubel. dll Metode Ergonomi 1. agar mendapatkan kepuasan kerjayang maksimal selain meningkatkan produktivitasnya”. sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerjanya. sakit kepala dan lain-lain. Ergonomi Makro . dengan evaluasi yang subyektif atau obyektif. Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. absensi sakit.

mendisain sebuah sistem transportasi umum atau rencana manufaktur lebh rumit sibandingkan dengan mendisain tanda bahaya. Ergonomi dan K3 ( sumber : pingin pintar. seperti yang telah dipaparkan oleh Hendrik dan Kleiner (2000). Makroergonomi menjadi melebihi teknologi interface mikroergonomi tradisional yang memberikan perhatian khusus pada spesifikasi hardware. dan dimanapun. Desain system kerja terus mempertimbangkan teknik yang relevan.political implication. manusiamesin dan manusia-perangkat lunak. software. simpel atau kompleks. mendesain sebuah sikat gigi atau sebuah warning (larangan) lebih dari sekedar mempertimbangkan ukuran tangan seseorang yang membaca ketajamannnya.dan tanggung jawab yang berbeda.id/index.Keduanya mengarah kepada tujuan yang sama yakni peningkatan kualitas kehidupan kerja (quality of working life). Transportasi dan system manufaktur terdiri dari beberapa orang yang memiliki tingkatan / level yang berbeda. di tempat kerja. factor-faktor social. Ergonomi Mikro dan Ergonomi Makro ( sumber : buku Ergonomic How To Design for Ease and Efficiency seccond edition ) Ergonomi dapat membuat desain yang simple ( seperti sikat gigi. Aspek kualitas kehidupan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi rasa kepercayaan dan rasa kepemilikan pekerja kepada perusahaan.bahkan ekonomi dan regional. Tentunya. label tugas mikro atau mikroergonomi dapat menjadi persoalan untuk menetukan keputusan. Tentu. tombol untuk menghidupkan lampu.tugas ini sungguh-sungguh dalam realita makroergonomi. bersahabat.(sumber:http://library. Faktor manusia penting erat hubungannya dengan peralatan yang kita gunakan. Dan jika desain organisasi dan aspek manajemen. kapanpun. pekerjaan.ac.php? appid=penulisan&sub=detail&npm=31400180&jenis=s1fti) Ergonomi Makro adalah pendekatan sistem sosioteknik dari tingkatan atas ke bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja secara keseluruhan pada berbagai level interaksi ergonomi mikro seperti manusia-pekerjaan. dan mudah untuk digunakan. di rumah. semuanya berinteraksi satu sama lain dan dengan teknologi-teknologi yang berbeda dan semuanya memiliki tugas. Bagi para ergonomist.gunadarma.com) Ergonomi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. yang berujung . lingkungan. Untuk desain seperti sistem sociotechnical dalam hubungannya dengan “ Human-organization interface technology” membutuhkan makro ergonomic. stop kontak) yang userfriendly dan dapat memberikan system kompleks (kereta api bawah tanah contohnya) yang aman. ergonomi makro merupakan suatu perspektif untuk melihat sistem dalam skala yang lebih besar agar investasi dari ergonomi mikro lebih berhasil. dan interaksi mereka merupakan kajian ergonomic. dan lingkungan.

serta kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan manusia. sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerjanya. Ergonomi Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. menjangkau.kepada produktivitas dan kualitas kerja. Ngerti donk anak TI apa itu ergonomi???????????????? Mulai dari APK 1 klo g salah ergonomi dah di singgung2. Secara singakat dapat dikatakan bahwa ergonomi adalah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. Sasaran penelitian ergonomi adalah manusia saat bekerja dalam lingkungan. Ada ungkapan bahwa “without ergonomics. bising. seolah-olah luput dari mekanisme dan sistem audit K3 yang ada pada umumnya. Kondisi berikut menunjukkan beberapa tanda-tanda suatu sistem kerja yang tidak ergonomik: Hasil kerja (kualitas dan kuantitas) yang tidak memuaskan Sering terjadi kecelakaan kerja atau kejadian yang hampir berupa kecelakaan Pekerja sering melakukan kesalahan (human error) Pekerja mengeluhkan adanya nyeri atau sakit pada leher. misalnya sering membungkuk. Keluhan yang berhubungan dengan penurunan kemampuan kerja (work capability) berupa kelainan pada sistem ototrangka (musculoskeletal disorders) misalnya. cahaya. safety management is not enough”. bahu. atau pinggang Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik pekerja Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang Postur kerja yang buruk. Padahal data menunjukkan kompensasi biaya langsung akibat kelainan ini (overexertion) menempati rangking pertama (sekitar 30%) dibandingkan dengan bentuk kecelakaan-kecelakaan kerja yang lain. atau jongkok Lingkungan kerja yang tidak teratur. Kenyataannya. harustau dulu tentang ergonomi…. punggung. Pencapaian kinerja manajemen K3 sangat tergantung kepada sejauh mana faktor ergonomi telah terperhatikan di perusahaan tersebut. Ada beberapa definisi menyatakan bahwa ergonomi ditujukan untuk “fitting the job to the worker”. agar mendapatkan kepuasan kerja . pengap. sementara itu ILO antara lain menyatakan. kecelakaan kerja masih terjadi di berbagai perusahaan yang secara administratif telah lulus (comply) audit sistem manajemen K3. atau redup Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan Komitmen kerja yang rendah Rendahnya partisipasi pekerja dalam sistem sumbang saran atau hilangnya sikap kepedulian terhadap pekerjaan bahkan keapatisan Ergonom All about ergonomi makro Sebelum membahas tentang ergonomi makro.. inget gak?? Diingetin lagi yah…. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan. Dan pengaturan suhu.

Tentu saja.wordpress. perlu kemauan. Faktor manusia merupakan faktor yang penting sebagai pendekatan setiap barang yang kita gunakan. kasarannya ergonomi makro adalah ergonomi yang bersifat makro…. utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian . selamat. merancang suatu pengangkutan umum sistem atau suatu bangunan pabrik adalah sesuatu yang jauh lebih mempersulit perusahaan dibanding perancangan suatu peringatan label. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat. dll Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja selalu dalam keadaan sehat.Fisiologi. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Untuk mendisain beberapa sosioteknikal sistem dalam kaitannya dengan .com/2009/02/02/ergonomi-makro/ Hubungan Ergonomi Makro dan Ergonomi Mikro Ergonomi dapat membuat disain menjadi sederhana.Desain. kompleks atau sederhana. .Anthropometri . kapanpun. Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya.. pols.Tehnik . petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya Setelah mengetahui apa itu ergonomi sekarang coba kiata membahas tentang ergonomi makro…. di rumah. http://bernadetaitarini. semua saling berinteraksi satu sama lain dan dengan teknologi berbeda dan semua mempunyai tanggung jawab dan tugas yang berbeda. terutama berhubungan dengan temperatur tubuh. Bagi para ergonomist. dan aktivitas otot.Anatomi. Ergonomi dengan ergonomi makro tentunya mempunyai kaitan yang sangat erat. antara lain meliputi : . membuat berbagai peraturan. mudah digunakan oleh siapapun dan dapat membuat sistem yang kompleks menjadi aman untuk digunakan. Oxygen up take.Fisik . ergonomi makro merupakan suatu perspektif untuk melihat sistem dalam skala yang lebih besar agar investasi dari ergonomi mikro lebih berhasil. produktif dan sejahtera. kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. nyaman.Pengalaman psikis .yang maksimal selain meningkatkan produktivitasnya”. di tempat kerja. Transportasi dan sistem manufactruing meliputi banyak orang orang-orang pada tingkat yang berbeda. Maka dapat dikatakan juga Ergonomi Makro adalah pendekatan sistem sosioteknik dari tingkatan atas ke bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja secara keseluruhan pada berbagai level interaksi ergonomi mikro seperti manusia-pekerjaan.Sosiologi . dan di manapun. manusia-mesin dan manusia-perangkat lunak.

yang notabene merupakan ruang lingkup / kajian yang ada dalam ergonomic makro. Pakar: implementasi ergonomi makro masih rendah Jogja (ANTARA Jogja) . SMED. dll) harus bisa diintegrasikan dengan para pelakunya yang berada dalam lingkup manajerial. Ia mengatakan. yang secara tidak langsung akan berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup pekerja. Sehingga dengan adanya relasi dengan masyarakat sekitar. ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia dan lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat melakukan aktivitas kerja. semua bidang kajian ergonomi mikro ada manfaatnya dalam kehidupan manusia. Ergonomi makro menghubungkan ergonomi mikro yang tradisional dengan pokok-pokok perangkat keras. "Padahal." manusia-organisasi” menghubungkan teknologi" maka dibutuhkan suatu pendekatan khusus yaitu ergonomi makro. lingkungan. Kaizen. prinsif. pembeli. pekerjaan. ergonomi makro dan mikro harus digabungkan antara satu dengan yang lainnya karena segala aspek yang termasuk dalam ergonomi mikro (seperti peta-peta pekerja." katanya di Yogyakarta. produktivitas.Implementasi ergonomi makro di Indonesia masih rendah karena kurangnya kepedulian terhadap dampak negatif sistem kerja yang tidak ergonomis." kata Kepala Badan Perencana UII itu. maka hal ini merupakan sesuatu yang harus dipelajari dalam ergonomi makro. "Hal itu menjadi tantangan dan peluang bagi ergonom dan perusahaan untuk dapat berkolaborasi dalam mengimplementasikan konsep ergonomi makro. Desain suatu sistem pekerjaan melalui pertimbangan suatu relevan teknis. Rabu. implementasi ergonomi makro bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja serta produktivitas pekerja. karyawan. kata pakar teknik industri dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Hari Purnomo. "Di dalam ergonomi. suatu lingkungan. dan supplier. perangkat lunak. Menurut Hari dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII). dan variabel sosial dan interaksinya adalah suatu tugas ergonomic yang umum. dan data ilmiah dari bebagai disiplin ilmu diaplikasikan . kajian ergonomi makro hanya dilakukan oleh sebagian kecil para akademisi dan sedikit sekali diimplementasikan di perusahaan. bahkan ekonomi dan politik. Jika melibatkan aspekaspek desain adan manajemen. Oleh karena itu. metode.

(d)kesadaran lingkungan (alam maupun sosial).maka seorang profesional Teknik Industri tidak saja harus menguasai kepakaran Teknik Industri. dan memenuhi tuntutan persyaratan maupun standard kompetensikerja yang berdaya-laku internasional. kebolehan. (e) kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalanyang dihadapi menyangkut berbagai macam isue kontemporer. peralatan. dan batasan manusia. (c) kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. pemahaman. aktual maupun situasional dan (f)kemampuan berorganisasi. http://jogja. di mana manusia memainkan peranan penting.com/berita/299175/pakar-implementasi-ergonomi-makro-masih-rendah PENU T UP Globalisasi jelas membawa banyak tantangan. ancaman maupun peluang yang harus dihadapioleh dunia industri dan secara serta-merta akan langsung menjadi tanggung-jawab profesiTeknik Industri. dan lingkungan dengan kemampuan. Menurut dia.antaranews. dan kemampuan seperti halnya (a)kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi). dan kepuasan pengguna. fasilitas. seorang profesional Teknik Industri tidak saja diharapkanakan memiliki kemampuan akademis dan kompetensi profesi . Berdasarkan ABETEngineering Criteria 2000 tersebut. dan sebagainya. manajemen dan leadership. Tantangan global tidak bisa tidak menghadapkan dunia pendidikan tinggiteknologi industri agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sainsteknologiyang melaju cepat seiring dengan tuntutan masyarakat (termasuk industri) pemakai jasapendidikan tinggi. aman." ujarnya. nyaman. ergonomi merupakan interaksi antara manusia dan mesin dalam lingkungan kerja. aplikasi ergonomi juga bertujuan memberi jaminan sosial bagi pekerja selama masih bekerja atau usia produktif maupun ketika memasuki usia pascaproduktif. dan efisien.tetapi juga harus memiliki wawasan." katanya. "Selain itu. dan sistem kerja untuk meningkatkan performansi. Ia mengemukakan. D isini pendidikan tinggi haruslah mampu mempersiapkan sumber-dayamanusia yang berkualitas. sehingga diperoleh kondisi kerja dan lingkungan yang sehat.untuk mengembangkan sistem perekayasaan. (b) pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi. yang bertujuan untuk mencapai hubungan optimal antara manusia dengan lingkungan kerjanya." paparnya. D engan mengacu pada ABET-Engineering Criteria 2000 . cara kerja. keamanan. dengan mengupayakan rancangan peralatan. aplikasi ergonomi secara umum mempunyai tujuan untuk menciptakan keadaan fisik dan psikis pekerja yang sehat. "Pendekatan ergonomi ditujukan untuk menyerasikan tuntutan tugas.

oleh karena tidak diterapkannya pendekatan ergonomi pada saat perancangan stasiunkerja ( workstations/places ). Berangkat daripermasalahan ini studi tentang Ergo-Safety (Ergonomi Keselamatan dan Kesehatan Kerja)menjadi penting.delay. wajib dan perlu diberikan/diajarkan dalam kurikulum di Program Studi TeknikIndustri. Banyak masalah yangterjadi di area sistem produksi yang memerlukan aplikasi konsep dan metode ergonomi untukpenyelesaiannya seperti rendahnya kualitas maupun produktivitas kerja. D alam hal ini peneliti-peneliti ergonomi diharapkan maudan mampu memenuhi tantangan industri dengan mempromosikan pendekatan ergonomi( ergonomics method ) untuk memberikan kontibusi dan solusi konkritnya. accidents ). proses.merupakan salah satu aplikasi ilmu ergonomi ( applied/occupational ergonomics )dalam hubungannya dengan performans .keinsinyuran (engineering) yangbaik saja. dan lain-lain. Begitu juga denganpermasalahan K3 ( Occupational Safety and Health ) yang banyak menimpa pekerja maupunbiaya tinggi yang muncul akibat produk cacat ( waste ) ataupun nonproductive activities ( idle. ataupunlingkungan kerja ( work environment ).Industri seharusnya dikelola secara khusus melalui pendekatan ergonomi. fasilitas kerja ( machine and tools ). Ergo-Safety --disiplin ergonomi yang membahas tentang keselamatan dan kesehatankerja (K3) --. tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang adadi industri maupun masyarakat. Persoalan-persoalan tersebut umumnyamuncul. material handling. produk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->