Makro Ergonomi

Diposkan oleh Ergonomi Makroergonomi adalah suatu subdisiplin ergonomi yang fokus mengkaji mengenai perancangan sistem kerja (Brian, 2002). Suatu sistem pekerjaan terdiri atas personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras dan lunak. Suatu sistem pekerjaan melibatkan dua atau lebih individu yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan umum dalam suatu organisasi. Subdisiplin ergonomi juga berkaitan dengan teknologi yang lain. Makroergonomi telah dikenal sebagai subdisiplin ergonomi yang terkait dengan hubungan manusia, organisasi dan teknologi. Makroergonomi merupakan sesuatu yang terintegrasi karena mencakup pengetahuan, metode, dan peralatan dari sistem sosio-teknik, psikologi industri, rancang-bangun sistem, ergonomi fisik, dan ergonomi teori. Dalam pelaksanaannya, makroergonomi menghadirkan suatu relung berharga yang tidak satupun dari area ini yang terabaikan. Sebagai ilmu pengetahuan, makro-ergonomi mengarahkan untuk mengembangkan suatu pemahaman sistem pekerjaan, perilaku, atau personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras atau lunak di dalam lingkungan fisik internal, lingkungan eksternal, dan struktur organisasi serta proses agar menjadi lebih baik. Pendekatan makroergonomi merupakan suatu proses pemecahan yang sistemik yang selanjutnya dilakukan pengkajian secara holistik dan melalui lintas disiplin ilmu serta melakukan pelibatan komponen atau pihak terkait dengan desain. Lebih jelasnya sistemik diartikan semua faktor yang diasumsikan mempengaruhi proses perancangan sistem kerja dan diperkirakan dapat menimbulkan masalah harus diperhitungkan dengan cara memasukkan kaidah ergonomi dalam setiap tahap perancangan desain. Pemecahan masalah dilakukan secara holistik yang menekankan bahwa semua faktor yang terkait atau yang diperkirakan terkait dengan masalah yang ada harus dipecahkan secara proaktif dan menyeluruh. Pendekatan holistik dalam intervensi ergonomi menekankan cara berpikir dan bertindak dalam melakukan perbaikan dengan menggunakan teknologi tepat guna. Penerapan pendekatan holistik memungkinkan terjadinya proses tawar menawar untuk mendapatkan suatu perbaikan kondisi kerja yang memenuhi keenam kriteria teknologi tepat guna dengan risiko dan dampak seminimal mungkin. Pendekatan interdisipliner menekankan bahwa proses pemecahan masalah dalam suatu sistem dibutuhkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Selain keterlibatan terkait dengan lintas disiplin ilmu pendekatan makroergonomi juga menggunakan partisipasipan (ergonomi partisipasi). Wilson dan Haines (1998) mendefinisikan ergonomi partisipasi adalah proses perencanaan dan pengendalian dari sejumlah aktivitas yang melibatkan operator dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam mempengaruhi proses dan hasil untuk mencapai tujuan tertentu. Manuaba (1999) menyatakan bahwa ergonomi partisipasi adalah semua yang akan terlibat terhadap pemecahan masalah atau terlaksananya satu gagasan harus dilibatkan sedini mungkin. Sedangkan Nagamachi (1995) menyatakan bahwa ergonomi partisipasi adalah pekerja aktif terlibat dalam mengimplementasikan pengetahuan dan prosedur ergonomi di tempat kerja mereka. Ergonomi partisipasi berawal dari mengorganisasi tim proyek untuk menyelesaikan

2002). Ergon berarti kerja. et al. 2003). workshop komputer di universitas (Evanof. 1999. AHP digunakan dalam model pengambilan keputusan dalam makroergonomi. et al. 2005). Disamping itu ergonomi partisipasi sangat membantu dalam proses pelatihan pekerja dengan lebih baik dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana (1979): ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisikal maupun nifisikal. keterbatasan manusia. dan keterampilan manusia. Ergonomi dan Metode Ergonomi . 2003. 2004). Intervensi ergonomi partisipasi merupakan studi yang cukup berhasil dalam merancang sistem kerja dan cukup efektif dalam mengurangi rasa nyeri serta mengurangi beban kerja pada industri (Laing. sehat. optimalisasi rotasi kerja pada pekerja pemadam kebakaran. nyaman. serta profesi yang mempraktekkan teori. dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan. dalam makroergonomi juga digunakan beberapa metode lain seperti AHP (Erensal dan Albayrak. dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif. dan nomos berarti aturan. data. Ergonomi berasal dari kata ergon dan nomos. et al. Jeppesen. et al. Beberapa penelitian lain yang cukup berhasil dengan intervensi ergonomi partisipasi diantaranya pada rumah sakit.masalah-masalah ergonomi di tempat kerja. Penerapan ergonomi partisipasi terbukti dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam program pelatihan melalui workshop di berbagai negara (Kawakami. Disamping metode yang telah disebutkan di atas. Ergonomi Makro Ergonomi (sumber: wikipedia) Ergonomik (atau faktor manusia) adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem. aman. Partisipasi adalah keikutsertaan pihak terkait dalam sistem yang ada dalam menyelesaikan masalah secara bersama untuk mencapai tujuan tertentu (Adiputra. et al. 2004). 1997). Robertson. kaidah atau prinsip. prinsip. Ergonomi partisipasi menekankan pada pemecahan masalah secara holistik dengan melibatkan semua pihak terkait sedini mungkin dengan melalui proses yang sistematis (Manuaba. Dengan demikian ergonomi partisipasi merupakan proses pemecahan masalah ergonomi dalam suatu sistem dengan melibatkan pihak terkait dari proses perencanaan sampai pada implementasi. kelemahan. dan efisien.

go. letak pencahayaan atau jendela yang sesuai. . utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian . terutama berhubungan dengan temperatur tubuh.id/downloads/Ergonomi. Variasinya akan sangat luas mulai dari yang sederhana sampai kompleks. cahaya dan kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. 2. Membeli furniture sesuai dengan demensi fisik pekerja.Fisik . inspeksi tempat kerja penilaian fisik pekerja. ergonomik checklist dan pengukuran lingkungan kerja lainnya. pols. keletihan . angka kecelakaan dan lain-lain. Follow-up. sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerjanya. Treatment. Diagnosis.Sumber (http://www. Secara obyektif misalnya dengan parameter produk yang ditolak. nyeri bahu dan siku. sakit kepala dan lain-lain.Pengalaman psikis . bagian badan yang sakit. dengan evaluasi yang subyektif atau obyektif. uji pencahayaan.Desain. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan.Anatomi. dapat dilakukan melalui wawancara dengan pekerja. Ergonomi Makro . pengaturan suhu. dll Metode Ergonomi 1.Sosiologi . subyektif misalnya dengan menanyakan kenyamanan.Tehnik .depkes. absensi sakit. Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya. Oxygen up take.Fisiologi.Anthropometri . Kadang sangat sederhana seperti merubah posisi meubel. Ada beberapa definisi menyatakan bahwa ergonomi ditujukan untuk“fitting the job to the worker”.PDF) Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. sementara itu ILO antara lain menyatakan. pemecahan masalah ergonomi akan tergantung data dasar pada saat diagnosis. antara lain meliputi : . 3. agar mendapatkan kepuasan kerjayang maksimal selain meningkatkan produktivitasnya”. dan aktivitas otot.

di tempat kerja. stop kontak) yang userfriendly dan dapat memberikan system kompleks (kereta api bawah tanah contohnya) yang aman.ac. Untuk desain seperti sistem sociotechnical dalam hubungannya dengan “ Human-organization interface technology” membutuhkan makro ergonomic.Keduanya mengarah kepada tujuan yang sama yakni peningkatan kualitas kehidupan kerja (quality of working life). dan dimanapun. mendesain sebuah sikat gigi atau sebuah warning (larangan) lebih dari sekedar mempertimbangkan ukuran tangan seseorang yang membaca ketajamannnya. Dan jika desain organisasi dan aspek manajemen.id/index. dan lingkungan.gunadarma. Transportasi dan system manufaktur terdiri dari beberapa orang yang memiliki tingkatan / level yang berbeda. mendisain sebuah sistem transportasi umum atau rencana manufaktur lebh rumit sibandingkan dengan mendisain tanda bahaya. di rumah.dan tanggung jawab yang berbeda. factor-faktor social.php? appid=penulisan&sub=detail&npm=31400180&jenis=s1fti) Ergonomi Makro adalah pendekatan sistem sosioteknik dari tingkatan atas ke bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja secara keseluruhan pada berbagai level interaksi ergonomi mikro seperti manusia-pekerjaan. label tugas mikro atau mikroergonomi dapat menjadi persoalan untuk menetukan keputusan. Bagi para ergonomist.bahkan ekonomi dan regional. kapanpun. bersahabat.(sumber:http://library. semuanya berinteraksi satu sama lain dan dengan teknologi-teknologi yang berbeda dan semuanya memiliki tugas. dan mudah untuk digunakan. tombol untuk menghidupkan lampu. lingkungan. yang berujung . Makroergonomi menjadi melebihi teknologi interface mikroergonomi tradisional yang memberikan perhatian khusus pada spesifikasi hardware. Ergonomi dan K3 ( sumber : pingin pintar. simpel atau kompleks. Desain system kerja terus mempertimbangkan teknik yang relevan. pekerjaan. Faktor manusia penting erat hubungannya dengan peralatan yang kita gunakan. manusiamesin dan manusia-perangkat lunak.com) Ergonomi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. seperti yang telah dipaparkan oleh Hendrik dan Kleiner (2000). Tentunya.political implication.tugas ini sungguh-sungguh dalam realita makroergonomi. software. Tentu. dan interaksi mereka merupakan kajian ergonomic. ergonomi makro merupakan suatu perspektif untuk melihat sistem dalam skala yang lebih besar agar investasi dari ergonomi mikro lebih berhasil. Aspek kualitas kehidupan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi rasa kepercayaan dan rasa kepemilikan pekerja kepada perusahaan. Ergonomi Mikro dan Ergonomi Makro ( sumber : buku Ergonomic How To Design for Ease and Efficiency seccond edition ) Ergonomi dapat membuat desain yang simple ( seperti sikat gigi.

Kondisi berikut menunjukkan beberapa tanda-tanda suatu sistem kerja yang tidak ergonomik: Hasil kerja (kualitas dan kuantitas) yang tidak memuaskan Sering terjadi kecelakaan kerja atau kejadian yang hampir berupa kecelakaan Pekerja sering melakukan kesalahan (human error) Pekerja mengeluhkan adanya nyeri atau sakit pada leher. atau jongkok Lingkungan kerja yang tidak teratur. Ngerti donk anak TI apa itu ergonomi???????????????? Mulai dari APK 1 klo g salah ergonomi dah di singgung2. safety management is not enough”. menjangkau. pengap. Keluhan yang berhubungan dengan penurunan kemampuan kerja (work capability) berupa kelainan pada sistem ototrangka (musculoskeletal disorders) misalnya. Padahal data menunjukkan kompensasi biaya langsung akibat kelainan ini (overexertion) menempati rangking pertama (sekitar 30%) dibandingkan dengan bentuk kecelakaan-kecelakaan kerja yang lain. kecelakaan kerja masih terjadi di berbagai perusahaan yang secara administratif telah lulus (comply) audit sistem manajemen K3. atau pinggang Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik pekerja Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang Postur kerja yang buruk. sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerjanya. seolah-olah luput dari mekanisme dan sistem audit K3 yang ada pada umumnya. harustau dulu tentang ergonomi…. misalnya sering membungkuk. bising. inget gak?? Diingetin lagi yah…. agar mendapatkan kepuasan kerja . Secara singakat dapat dikatakan bahwa ergonomi adalah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. bahu. atau redup Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan Komitmen kerja yang rendah Rendahnya partisipasi pekerja dalam sistem sumbang saran atau hilangnya sikap kepedulian terhadap pekerjaan bahkan keapatisan Ergonom All about ergonomi makro Sebelum membahas tentang ergonomi makro. Kenyataannya. Sasaran penelitian ergonomi adalah manusia saat bekerja dalam lingkungan.. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan. Pencapaian kinerja manajemen K3 sangat tergantung kepada sejauh mana faktor ergonomi telah terperhatikan di perusahaan tersebut. Ergonomi Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. sementara itu ILO antara lain menyatakan.kepada produktivitas dan kualitas kerja. Dan pengaturan suhu. serta kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan manusia. Ada beberapa definisi menyatakan bahwa ergonomi ditujukan untuk “fitting the job to the worker”. Ada ungkapan bahwa “without ergonomics. punggung. cahaya.

selamat.. Faktor manusia merupakan faktor yang penting sebagai pendekatan setiap barang yang kita gunakan. perlu kemauan.yang maksimal selain meningkatkan produktivitasnya”. Bagi para ergonomist.Desain. membuat berbagai peraturan. ergonomi makro merupakan suatu perspektif untuk melihat sistem dalam skala yang lebih besar agar investasi dari ergonomi mikro lebih berhasil. . Maka dapat dikatakan juga Ergonomi Makro adalah pendekatan sistem sosioteknik dari tingkatan atas ke bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja secara keseluruhan pada berbagai level interaksi ergonomi mikro seperti manusia-pekerjaan. antara lain meliputi : . Untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat.Pengalaman psikis .wordpress. manusia-mesin dan manusia-perangkat lunak. kasarannya ergonomi makro adalah ergonomi yang bersifat makro…. kompleks atau sederhana.Anthropometri . http://bernadetaitarini. nyaman. dan di manapun. Oxygen up take. dan aktivitas otot.Sosiologi . pols.Tehnik . semua saling berinteraksi satu sama lain dan dengan teknologi berbeda dan semua mempunyai tanggung jawab dan tugas yang berbeda. kapanpun. Tentu saja. dll Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja selalu dalam keadaan sehat. Untuk mendisain beberapa sosioteknikal sistem dalam kaitannya dengan . terutama berhubungan dengan temperatur tubuh. utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian .Anatomi. mudah digunakan oleh siapapun dan dapat membuat sistem yang kompleks menjadi aman untuk digunakan.Fisik . di tempat kerja.Fisiologi. Transportasi dan sistem manufactruing meliputi banyak orang orang-orang pada tingkat yang berbeda. kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Ergonomi dengan ergonomi makro tentunya mempunyai kaitan yang sangat erat. Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya.com/2009/02/02/ergonomi-makro/ Hubungan Ergonomi Makro dan Ergonomi Mikro Ergonomi dapat membuat disain menjadi sederhana. petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya Setelah mengetahui apa itu ergonomi sekarang coba kiata membahas tentang ergonomi makro…. produktif dan sejahtera. di rumah. merancang suatu pengangkutan umum sistem atau suatu bangunan pabrik adalah sesuatu yang jauh lebih mempersulit perusahaan dibanding perancangan suatu peringatan label.

ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia dan lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat melakukan aktivitas kerja." katanya di Yogyakarta. "Di dalam ergonomi. Pakar: implementasi ergonomi makro masih rendah Jogja (ANTARA Jogja) . yang notabene merupakan ruang lingkup / kajian yang ada dalam ergonomic makro. Rabu. kajian ergonomi makro hanya dilakukan oleh sebagian kecil para akademisi dan sedikit sekali diimplementasikan di perusahaan. produktivitas. dan data ilmiah dari bebagai disiplin ilmu diaplikasikan . bahkan ekonomi dan politik. Ia mengatakan. perangkat lunak. prinsif. dll) harus bisa diintegrasikan dengan para pelakunya yang berada dalam lingkup manajerial. "Hal itu menjadi tantangan dan peluang bagi ergonom dan perusahaan untuk dapat berkolaborasi dalam mengimplementasikan konsep ergonomi makro.Implementasi ergonomi makro di Indonesia masih rendah karena kurangnya kepedulian terhadap dampak negatif sistem kerja yang tidak ergonomis. kata pakar teknik industri dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Hari Purnomo. Jika melibatkan aspekaspek desain adan manajemen. implementasi ergonomi makro bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja serta produktivitas pekerja. maka hal ini merupakan sesuatu yang harus dipelajari dalam ergonomi makro. dan supplier. dan variabel sosial dan interaksinya adalah suatu tugas ergonomic yang umum. karyawan. semua bidang kajian ergonomi mikro ada manfaatnya dalam kehidupan manusia. Desain suatu sistem pekerjaan melalui pertimbangan suatu relevan teknis. suatu lingkungan. "Padahal. Oleh karena itu. pembeli. Menurut Hari dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII)." kata Kepala Badan Perencana UII itu." manusia-organisasi” menghubungkan teknologi" maka dibutuhkan suatu pendekatan khusus yaitu ergonomi makro. ergonomi makro dan mikro harus digabungkan antara satu dengan yang lainnya karena segala aspek yang termasuk dalam ergonomi mikro (seperti peta-peta pekerja. lingkungan. metode. SMED. Sehingga dengan adanya relasi dengan masyarakat sekitar. pekerjaan. yang secara tidak langsung akan berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup pekerja. Kaizen. Ergonomi makro menghubungkan ergonomi mikro yang tradisional dengan pokok-pokok perangkat keras.

peralatan. seorang profesional Teknik Industri tidak saja diharapkanakan memiliki kemampuan akademis dan kompetensi profesi . D isini pendidikan tinggi haruslah mampu mempersiapkan sumber-dayamanusia yang berkualitas. "Pendekatan ergonomi ditujukan untuk menyerasikan tuntutan tugas. fasilitas.antaranews." ujarnya. dan lingkungan dengan kemampuan. Berdasarkan ABETEngineering Criteria 2000 tersebut. aplikasi ergonomi juga bertujuan memberi jaminan sosial bagi pekerja selama masih bekerja atau usia produktif maupun ketika memasuki usia pascaproduktif. dan sistem kerja untuk meningkatkan performansi.untuk mengembangkan sistem perekayasaan. di mana manusia memainkan peranan penting. Ia mengemukakan. http://jogja. aktual maupun situasional dan (f)kemampuan berorganisasi. Tantangan global tidak bisa tidak menghadapkan dunia pendidikan tinggiteknologi industri agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sainsteknologiyang melaju cepat seiring dengan tuntutan masyarakat (termasuk industri) pemakai jasapendidikan tinggi. ergonomi merupakan interaksi antara manusia dan mesin dalam lingkungan kerja. nyaman. keamanan. dan batasan manusia." paparnya. aman. pemahaman. dan memenuhi tuntutan persyaratan maupun standard kompetensikerja yang berdaya-laku internasional. kebolehan. (c) kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.com/berita/299175/pakar-implementasi-ergonomi-makro-masih-rendah PENU T UP Globalisasi jelas membawa banyak tantangan.maka seorang profesional Teknik Industri tidak saja harus menguasai kepakaran Teknik Industri. D engan mengacu pada ABET-Engineering Criteria 2000 .tetapi juga harus memiliki wawasan. cara kerja. dan efisien. (b) pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi. dan sebagainya. Menurut dia. "Selain itu. manajemen dan leadership. (e) kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalanyang dihadapi menyangkut berbagai macam isue kontemporer. dan kepuasan pengguna." katanya. ancaman maupun peluang yang harus dihadapioleh dunia industri dan secara serta-merta akan langsung menjadi tanggung-jawab profesiTeknik Industri. aplikasi ergonomi secara umum mempunyai tujuan untuk menciptakan keadaan fisik dan psikis pekerja yang sehat. (d)kesadaran lingkungan (alam maupun sosial). sehingga diperoleh kondisi kerja dan lingkungan yang sehat. dengan mengupayakan rancangan peralatan. yang bertujuan untuk mencapai hubungan optimal antara manusia dengan lingkungan kerjanya. dan kemampuan seperti halnya (a)kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi).

tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang adadi industri maupun masyarakat.delay. accidents ).Industri seharusnya dikelola secara khusus melalui pendekatan ergonomi. ataupunlingkungan kerja ( work environment ).keinsinyuran (engineering) yangbaik saja. fasilitas kerja ( machine and tools ).merupakan salah satu aplikasi ilmu ergonomi ( applied/occupational ergonomics )dalam hubungannya dengan performans . material handling. dan lain-lain. Banyak masalah yangterjadi di area sistem produksi yang memerlukan aplikasi konsep dan metode ergonomi untukpenyelesaiannya seperti rendahnya kualitas maupun produktivitas kerja. Ergo-Safety --disiplin ergonomi yang membahas tentang keselamatan dan kesehatankerja (K3) --. proses. produk. Berangkat daripermasalahan ini studi tentang Ergo-Safety (Ergonomi Keselamatan dan Kesehatan Kerja)menjadi penting. oleh karena tidak diterapkannya pendekatan ergonomi pada saat perancangan stasiunkerja ( workstations/places ). D alam hal ini peneliti-peneliti ergonomi diharapkan maudan mampu memenuhi tantangan industri dengan mempromosikan pendekatan ergonomi( ergonomics method ) untuk memberikan kontibusi dan solusi konkritnya. Begitu juga denganpermasalahan K3 ( Occupational Safety and Health ) yang banyak menimpa pekerja maupunbiaya tinggi yang muncul akibat produk cacat ( waste ) ataupun nonproductive activities ( idle. wajib dan perlu diberikan/diajarkan dalam kurikulum di Program Studi TeknikIndustri. Persoalan-persoalan tersebut umumnyamuncul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful