Makalah Kewarganegaraan Tentang Nasionalisme BAB I PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan Dalam peradaban manusia, tidak terlepas dari perbuatan yang menciptakan hukum dan peraturan. Perbuatan tersebut sangat berguna dalam peraturan dan tingkah laku manusia sehari-hari. Hal inilah yang membuat seorang manusia akan berarti dalam kehidupannya. Perbuatan yang menciptakan hukum ini, memerlukan sebuah lembaga atau tempat untuk menciptakan hal itu. Tempat dan lembaga tersebut dalam kehidupan kemasyarakatan disebut daerah. Secara mendasar daerah inilah yang memerlukan akan hukum dan perbuatan hukum. Apabila kedua hal tersebut ada didalam daerah itu, maka daerah tersebut akan teratur dan tentram. Lalu disisi lain suatu daerah memerlukan sebuah pengikat masyarakat dalam pemersatu satu kesatuan. Hal inilah yang membuat sebuah daerah yang mempunyai hukum yang jelas memerlukan sebuah alat pemersatu yang membuat bagi daerah tersebut agar tidak terjadi perpecahan. Daerah yang memerlukan hal seperti itu adalah negara, sedangkan terhadap alat yang diperlukan untuk memersatukan bangsa serta keutuhan negara adalah nasionalisme. Secara umum nasionalisme dapat diartikan sebagai suatu alat pemersatu yang membuat bangsa serta suatu negara lebih kuat serta solid dalam menghadapi tekanan serta penjajahan yang terjadi dan rongrongan untuk memecah belah negara tersebut. Selain itu juga ada yang mengartikan nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankankedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Selain itu juga nasionalisme dapat dikatakan sebagai sebuah institusi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabadikan langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Munculnya nasionalisme ini terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut sebuah kemerdekaan dari tangan penjajah.

BAB II LATAR BELAKANG 1.2 Latar Belakang Dari kajian diatas, maka timbullah sebuah pertanyaan tentang bagaimana eksistensi suatu negara tanpa adanya nasionalisme dalam negara tersebut. Banyak sekali teori yang mengatakan bahwa nasionalisme sangat dibutuhkan dalam suatu negara selain itu juga tanpa nasinalisme maka negara dan bangsa tersebut akan hancur serta akan mudah dijajah oleh negara asing. Maka hal serupa pernah terjadi dalam negara Indonesia ini. Yaitu saat Indonesia mulai memasuki satu era “transisi” kekuasaan. Yaitu pada saat

Impulsi-impulsi yang melatarbelakangi pertumbuhannya terutama adalah pembangunan ekonomi dan kekuatan nasional. dan nasionalisme justru menemukan momentumnya. khususnya menjelang dan terus berlanjut sampai usainya Perang Dunia II. menurut saya "secara imperatif tidak". modernisasi. sering mengutip karya klasik Daniel Bell. Pan-Arabisme. Apabila kita lihat maka ada hal yang bisa membuat suatu perpecahan dalam dan luar negeri yang diakibatkan oleh paham nasionalisme yang kurang tepat dalam pemahamannya. humanistik yang dikonseptualisasikan kaum intelektual. The End of History and the Last Man (1992). dan Agama di Indonesia : Tantangan Globalisasi • Azyumardi Azra • Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat • Mengawali makalah ini sebuah pertanyaan yang sering diajukan orang patut kembali saya kemukakan di sini. kehilangan "kebenaran" dan kekuatan untuk memikat banyak orang di barat. ideologi-ideologi baru yang sedang bangkit itu bersifat parokial dan instrumental. Orang yang menyatakan riwayat "nasionalisme"-yang dipahami sebagai suatu ideologi-telah tamat. lumpuh) dalam masyarakat Barat. khususnya di negara negara yang baru bangkit di Asia Afrika seusai Perang Dunia II. bahwa tanpa koersi dan ‘stabilitas nasional'. Nasionalisme. di sini muncul persoalan klasik: Apakah negara-negara baru dapat tumbuh dengan mengembangkan institusi-institusi demokratis dan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk membuat pilihan-pilihan sendiri atau . The End of Ideology (1960). Ringkasnya. • Pada pihak lain. Ia dirumuskan.tahun 1966 dan tahun 1998. dan sekaligus menghormati bangsa lain. dikonseptualisasikan dan dibentuk para politisi. terutama Eropa Barat dan Amerika. ideologiideologi lama yang dalam segi-segi tertentu bersifat universalistik. Lalu ada yang mengartikan nasionalisme dari dua sudut pandang. nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara. ideologiideologi "baru" semacam industrialisasi. karya Francis Fukuyama. Tentu saja. apakah hubungan antara nasionalisme dengan agama-dalam hal ini Islam-dan bahkan dengan etnisitas? • Menjawab pertanyaan pertama. Hal ini melibatkan koersi atas seluruh penduduk dan berbarengan dengan muncul dan berkuasanya elit penguasa baru yang menggiring dan memaksa rakyat atas nama kepentingan nasional. atau lebih akhir lagi. apakah betul ‘nasionalisme' tidak relevan lagi? Dan pertanyaan lebih lanjut. • Sedang dalam arti luas. sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme. warna kulit (etnisitas). • Kesimpulan Bell yang secara implisit menyatakan bahwa nasionalisme. menurut Bell. ketika ideologi-ideologi intelektual lama abad ke-19-khususnya Marxisme-telah exhausted (kehabisan tenaga. dalam pandangan Bell. Etnisitas. kemajuan ekonomi tidak bisa dicapai. yaitu: • Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri. Ideologi lama kehilangan tenaga karena lenyapnya semangat yang menyala-nyala(passion).3 • Lebih jauh. Pendapat Bell justru bertolak belakang. sebagai ideologi-telah berakhir adalah kekeliruan yang cukup fatal dan distortif. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Pendeknya. ideologi-ideologi lama sebagai sistem intelektual yang dapat mengklaim ‘kebenaran' atas pandangan dunia mereka. benarkah ‘nasionalisme' sudah mati? Atau setidaknya. telah kehilangan raison d'etre-nya di tengah perubahan sosial masyarakat barat yang amat kompleks. Justifikasi pun diberikan. sebagai akibat proses rasionalisasi dan antromorfisasi.

walau pun ia memang kelihatan surut di negara-negara maju. jumlah negara-negara baru yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus bertambah sebagai akibat kristalisasi nasionalisme. ‘nasionalisme' tidak mati. Sebagai contoh.apakah elit penguasa baru dengan kekuasaan yang mereka genggam sebaliknya menggunakan cara-cara otoriter memaksakan transformasi masyarakat mereka atas nama kepentingan nasional? • Karya Bell. dalam bukunya Nations and Nationalism since 1780: Programme. ia juga mendorong peningkatan nasionalisme yang diekspresikan dalam berbagai cara dan medium. dan secara internal agresif. Reality (1990). The End of Ideology. pada saat Hobsbawm menulis karyanya tadi. dalam segi-segi tertentu. ahli nasionalisme Marxis. pada saat yang sama. Nasionalisme baru itu juga tumbuh paling kuat di wilayah-wilayah Dunia Ketiga bekas koloni Eropa yang berada dalam tahap awal modernisasi dan industrialisasi. dapat diprediksikan kekuatan gelombangnya hampir sama dengan kebangkitan nasionalisme pada abad ke-19 dan 20. ini tidak berarti bahwa nasionalisme tidak lagi mengemuka dalam politik dunia sekarang ini. Nasionalisme baru ini cenderung primitif. Tidak heran kalau nasionalisme terkuat dewasa ini juga dapat ditemukan di bekas wilayah Uni Soviet dan Eropa Timur. Uni Soviet sedang ambruk. Pada saat yang sama. Dengan nada mirip Bell dan Hobsbawn. khususnya di kalangan masyarakat yang berada dalam transisi ke arah kebudayaan industrial. Namun. • Kesimpulannya. Simaklah pendapat Hobsbawm. Dan ia akan bertahan lebih lama dibandingkan pengalaman nasionalisme di Eropa Barat dan Amerika. Fukuyama juga berargumen. Ini mempunyai presedennya dalam sejarah. nasionalisme tetap bergelora di banyak bagian Dunia Ketiga dan Eropa Timur. Nasionalisme dapat menjadi satu faktor yang rumit atau katalis bagi perkembangan lain. Lagi-lagi. saat industrialisasi datang begitu terlambat. lagi pula. mungkin sudah terlalu klasik. Ia melihat semakin surutnya nasionalisme ‘lama' di negara-negara demokrasi paling liberal dan maju di Eropa. Jerman dan Italia-dua negara paling akhir dalam proses industrialisasi dan bersatu secara politik di Eropa-merupakan tempat tumbuhnya nasionalisme radikal dalam bentuk gerakan fascist ultra-nasionalis. Kalau pun mereka masih berpegang pada ‘nasionalisme'. Ia tidak lagi menjadi program politik global sebagaimana • pernah terjadi pada abad XIX dan XX. Fukuyama menilai. chauvinistik. mendorong akselarasi gerakan-gerakan nasionalisme yang amat kuat di berbagai wilayahnya. Menurutnya. namun. atau bahkan di Eropa Timur secara keseluruhan. • Semua gejala ini menjelaskan bahwa nasionalisme sedang mengalami kebangkitan kembali. . yakni tidak toleran. dan karenanya lebih toleran. atau sudah sangat berkurang dibandingkan masa sebelumnya. The End of History and The Last Man (1992). Myth. Ini juga merupakan argumen Fukuyama dalam karya terkenalnya.5 • Akan tetapi. pada saat yang sama. khususnya di wilayah-wilayah yang baru mulai atau berada pada tingkat pembangunan sosial ekonomi yang relatif rendah. dan identitas-identitas nasional begitu lama terlindas. ia tidak secara khusus membahas subyek nasionalisme. negara-negara di Timur Tengah juga mengalami gejolak nasionalisme yang lebih hebat dibandingkan masa-masa sebelumnya. Proses globalisasi yang berlangsung demikian cepat belakangan ini memang kelihatan cenderung melenyapkan batas-batas nasionalisme. Namun jelas.4 • Namun penting dicatat. ‘nasionalisme baru' yang lebih politis kini juga sedang bangkit. Bahkan. itu lebih bersifat kultural ketimbang politik. nasionalisme kini memang tidak lagi menjadi kekuatan utama dalam perkembangan historis masyarakat dunia. nasionalisme tidak lagi menjadi kekuatan signifikan dalam sejarah.

kita melihat lenyap atau semakin berkurangnya konflikkonflik yang berakar dari nasionalisme politik di Indonesia. Bermula dengan globalisasi pasar dan ekonomi yang berintikan liberalisasi pasar dan ekonomi. sosial. Tetapi. menggantikan nasionalisme (politik) yang menjadi ideologi dominan di kawasan ini sebelum tahun 1970-an. bertolak belakang dengan argumen Fukuyama tadi.3 Pembahasan Nasionalisme. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa gejolak dan gemuruh nasionalisme yang begitu menyalanyala sejak awal abad 20 sampai akhir dekade 1960-an. secara de facto. Pada saat yang sama. Dengan meminjam teori "ketergantungan" (dependency theory). Bahkan. negara-negara tengah berkembang (developing countries)terseret ke dalam orbit kapitalisme internasional. nasionalisme juga jelas tidak sepenuhnya berakhir di Indonesia. Indonesia-dalam krisis ekonomi dan politik 1998 dan seterusnya-bahkan juga sempat dicemaskan banyak pengamat asing sebagai segera mengalami proses Balkanisasi. Kebutuhan dan pertimbangan-pertimbangan pragmatis untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang direncanakan seolah memaksa Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya mengorbankan sentimen nasionalisme mereka vis-à-vis kekuatan-kekuatan dominan internasional. ideologi modernisasi dan developmentalism. sebagaimana bisa dilihat pada kasus negara-negara bekas Uni Soviet. secara kontradiktif globalisasi yang mendorong terjadinya liberalisasi politik. kini semakin menyurut di Asia Tenggara. dalam beberapa dasawarsa terakhir. khususnya di Indonesia. dan Globalisasi Bagaimana perkembangan nasionalisme kontemporer di Indonesia? Agak sulit memberikan peta yang pasti dan akurat. . dan. dan Yugoslavia sampai sekarang ini. juga memunculkan nasionalisme etnis (ethnic nationalism) dan bahkan tribalism yang bernyala-nyala. kita melihat Indonesia dan banyak negara yang termasuk ke dalam Dunia Ketiga-atau lebih baik. globalisasi juga dengan segera mengimbas ke dalam bidang politik. Namun. Dan Indonesia pun mengalami liberalisasi politik ini sejak 1998. sebaliknya. negara-bangsa Indonesia tetap bertahan hingga kini. budaya dan seterusnya. Modernisme. globalisasi berarti liberalisasi politik yang memunculkan gelombang-gelombang demokrasi. dengan modernisasi dan developmentalism-seperti dikemukakan di atas-kita melihat terjadinya transisi atau pergeseran bentuk-bentuk nasionalisme. Dengan bertahannya negara-bangsa Indonesia.BAB III PEMBAHASAN 1. yang pada akhirnya membuat berakhirnya negara-negara dengan rejim-rejim otoriter. sejauhmana dampak atau pengaruh modernisasi terhadap nasionalisme? Modernisasi dan industrialisasi kelihatannya merupakan salah satu faktor penting yang bertanggung jawab bagi menyurutnya nasionalisme di Indonesia. persisnya disintegrasi. Memang. prediksi itu tidak terbukti. Namun. Dalam konteks itu. Harus diakui. Masih langkanya studi tentang subyek ini mengisyaratkan bahwa umumnya para ahli tentang Asia Tenggara agaknya menganggap nasionalisme bukan lagi isu penting bagi kawasan ini. terdapat semacam kelangkaan studi tentang nasionalisme di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. salah satu isu sentral di kawasan ini adalah modernisasi dan industrialisasi atau pembangunan. apalagi dengan berakhirnya perang dingin. Nasionalisme politik-kecuali dalam bentuk kedaulatan dan keutuhan wilayah-memang terlihat semakin menyurut. Dalam bidang politik. Gejala ini kian menguat dengan meningkatnya globalisasi sejak 1980-an.

Kita dapat menyebut tren ini sebagai internasionalisasi nasionalisme. Konsekuensinya adalah kembalinya hirarki piietnik. hanya akan mempercepat dan memperluas tren politik yang sudah ada. dan makna – maknanya yang asli disesuaikan dengan massa kini yang sukar dipahami . Dalam malisasi ’ bangsa-bangsa dan nasionalisme. Masyarakat Konsumen Yang merupakan maksudnya adalah penggabungan sastra nasional tersebut. Dalam zaman pasca-modern. hasilnya adalah terbentuknya lapisan politik yang terdiri dari tiga tingkatan : tingkat etnik lokal. Runtuhnya Nasionalisme ? Yang merupakan norma. di tengah arus globalisasi. baik sebagai ideologi aktor-aktor kolektif yang telah menjadi biasa dan sepadan (lihat Mayali 1990) Kedua. agar bisa memenuhi kembali kebutuhan mendesak untuk mendapatkan pasokan tenaga kerja terampil.Sekali lagi. jender atau ekologi . dengan motif dan unsur yang dipilih (kepingan dan tambahan) darii budaya tersebut. tingkat negara nasional. Sungguh paradoksikal bahwa sebenarnya efek proses globalisasi yang paling besar adalah pada negara nasional tingkatan menengah. Tetapi. juga berulang kali disebut – disebut dalam segala macam perselisihan dan krisis. regional. Terdapat tiga bentuk. bukan pemudarannya sebagai sekedar barang antik pro-ilmiah. Pertamatama nasionalisme dan doktrin penetuan diri nasional telah tertanam sebagai prinsip dasar dalam piagam persatuan Bangsa-Bangsa dan dalam berbagai konvensi serta kesepakatan . yakni interdependensi ekonomi akibat dari operasi perusahaan. sekali lagi. khususnya di negara-negara maju. Modernisasi dan industrialisasi yang berlangsung dalam ukuran relatif cepat dan berdampak luas mengakibatkan Indonesia dan negara-negara berkembang umumnya harus menemukan dan mempertahankan pasar untuk produk-produk industri ekonomi. Artinya. untuk mendapatkan strategi . Di sini nasionalisme ekonomi Indonesia dan negara-negara berkembang harus berhadapan dengan proteksionisme negara-negara maju.perusahaan transnasional dan komunikasi massa yang diakibatkan karena diperkenalkannya teknologi informasi dan digital. nasionalisme ekonomi dan kultural kelihatan menemukan momentum baru. khususnya Amerika Serikat dan Eropa Barat. dua kekuatan besar globalisasi. digabungkan dalam suatu satir yang lucu dan sinis. Internasionalisme Nasionalisme Fakta bahwa versi budaya global yang ilmiah maupun ekiektik sama-sama tidak begitu mempunyai gaung dan daya tahan populer memperlihatkan bahwa kondisi yang diperlukan bagi terjadinya penggantian pasca-modern terhadap nasionalisme belum juga terwujudkan dan juga bahwa globalisasi tidak sedikitpun mengarah pada penggantian nasionalisme. sejarah adalah polietnisitas. gerakan nasionalis selalu melihat kepedahuluannya jauh atau dekat. atau dengan kata lain. kerangka teknologi informasi komputer dan realitas maya yang diciptakannya harus dibungkus dengan darah dan daging budaya-budaya yag selalu ada. dan akhirnya tingkat supranasional yang mencakup komunitas kontinenta ! (Sebagian menyebutnya komunitas Global) (Giddens 1991). bukan kesatuan nasional.

ciptaan. atau dipenuhi. elok. Kebaikan bersumber pada unsur budaya – budaya. Jadi kebajikan itu ada (Dua) sumbernya yaitu kebajikan manusia dan kebajikan Tuhan. Tidak sempurna artinya ada kekurangannya.taktik. menarik perhatian. ada cacatnya. ini disebut “tanggung jawab positif” yang bersifat ideal dan sempurna (ideal or complete responsibility). Tanggung jawab negative lazim disebut “tidak bertanggung jawab” (Unresponsibility). Tidak sesuai dengan norma kehidupan artinya dipenuh. dan permai. Memenuhi kewajiban sesuai dengan norma kehidupan sesuai kehidupan disebut tanggung jawab (responsbility). Ideal artinya menajadi idaman kehidupan manusia. baik kebajikan Tuhan adalah karunia Tuhan. interdependensi ekonomi Tetapi semua itu hanya membesarkan pesan nasionalis yang mendasar. atau keadaan. Kebaikan adalah realisasi dari cita-cita atau apa yang dicita-citakan. Bertanggung Jawab Konsep tanggung jawab muncul berkenaan dengan pemenuhan kewajiban secara wajar atau seharusnya sesuai dengan norma kehidupan. yang dapat diartikan bagus. molek. Pemenuhan kewajiban tidak wajar atau tidak sesuai dengan norma kehidupan. Dalam masyarakat nasionalisme juga berperan. dan kebahagiaan. atau dipenuhi tetapi cacat. hal ini adalah wajar. Kebajikan manusia adalah kebajikan karena usaha atau perjuangan manusia. ini disebut “ tanggung jawab negatif” bersifat tidak sempurna (Incomplete responsbility). dan berupa benda. yaitu sifat yang menyenangkan. cantik. tidak bahagia. yang pada akhirnya menajadi nasionalisme sifat. sempurna artinya tidak ada cacat atau kekurangannya. Kebaikan itu datang dari manusia itu sendiri ini memang benar karena manusia itu mahluk sosial yang mempunyai kebutuhan dan kebutuhan itu terpenuhi karena mereka hidup bermasyarakat. yaitu karsa. sesuatu yang mendatangkan kebaikan keselamatan. atau tidak dipenuhi sama sekali. perbuatan. tapai berperannya nasionalisme dalam masyarakat bukan sebagai satu paham yang harus mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan cara mewujudkan suatu konsep. mengembirakan. hal ini adalah tidak wajar Memelihara keindahan dan estetika Keindahan berasal dari kata dasar “indah”. Tanggung jawab positif lazim disebut “tanggung jawab”saja (responsbility). melainkan terciptanya sifat-sifat dalam masyarakat tersebut sehingga terwujudnya suatu konsep dalam negara. keuntungan. Kekuasan itu adalah kekuasan Tuhan.sifat yang tertanam pada masyarakat tersebut sebagai berikut : Berbuat kebaikan Kebajikan dapat diartikan kebaikan. tetapi keliru.Berbuat baik berarti kebaikan berbuat buruk berarti kesengsaraan. Melalui pancaindera unsur rasa dalam diri manusia berkomunikasi itu merupakan penilaian atau penanggapan itu disebut nilai. “Keindahan “ merupakan konsep abstrak yang tidak mempunyai arti apa-apa karena tidak dihubungkan . bahkan tidak ada pemenuhan sama sekali. Manusia adalah sekedar lataran saja yang menentukan adalah Tuhan. Efek demonstrasi nasionalisme tentu saja sangat dibantu oleh komunikasi massa aliansi politik. tetapi kurang.

alam lingkungan. dan perbuatan manusia terhadap manusia yang lainnya. Implikasi perlakuan kepada pihak lain. seperti ada adanya. tidak lebih dan tidak kurang d. Menurut arti katanya. Bagaimana berbuat adil kepada pihak lain jika kepada diri sendiri saja sudah tidak adil. Patut /layak. BAB IV KESIMPULAN dan SARAN 1. dapat diterima karena sesuai. alam lingkungan dan Tuhan Sang Pecipta. Konsep Keindahan dan Keadilan Adil adalah sifat perbuatan manusia. Konsep adil (tidak sewenang-wenang) baru jelas bentuknya apabila sudah diwujudkan dalam perbuatan nyata dan nilai yang dihasilkannya atau akibat yang ditimbulkannya. ”Adil” artinya tidak sewenang-wenang kepada diri sendiri maupun kepada pihak lain itu meliputi anggota masyarkat. Perlakuan kepada diri sendiri. dan kedamaian antara sesama manusia. Wajar. bilamana tidak di pupuk kembali dan tidak mendapat dorongan semangat baru oleh para pemimpin bangsa ini. Kasih sayang merupakan kata mejemuk panduan dari (2) istilah ”kasih” dan ”sayang” yang satu sama lain ada kesamaan makna walaupun bentuk katanya berbeda. dan Tuhan Sang Pencipta. dan kepada pihak lain sebagai anggota masyarakat. atau terhadapTuhan. Situasinya dan kondisi nyata juga ikut menentukan perbuatan manusia. Jadi. sekalipun saat ini didera oleh pengaruh globalisasi dan liberalisasi serta proses demokratisasi. maka tidak mustahil faham tentang .dengan suatu bentuk. tidak pilih kasih. Dalam konsep adil berlaku tolak ukur yang sama kepada pihak berbuat dan kepada pihak lain terhadap mana perbuatan ini ditunjukan. keseimbangan. serta antara manusia dan Tuhan. sama seperti perlakuan kepada pihak lain dan sebaliknya. tidak menyimpang. tingkah laku. Mungkin baru dapat dipahami makna yang jelas apabila konsep tersebut sudah diwujudkan dalam bentuk sikap. Sama (seimbang). Apabila kedua istilah tersebut dipadu menjadi 1(satu) dalam bentuk majemuk maknanya menjadi lebih berbobot dan pas. Kasih sayang yang dilengkapi dengan tanggung jawab menciptakan keserasian. dan Proporsional e. perlakuan yang sama. atau terhadap alam lingkungnya. antara manusia dan alam lingkungan. harmonis. nilai bobot yang tidak berbeda b. Tantangan baru ini harus dihadapi dengan serius dan optimisme. Konsep Kasih Sayang Kasih sayang merupakan konsep yang mengandung arti psikologis yang dalam.4 Kesimpulan dan Saran Sebagai kesimpulan secara umum bahwa Nasionalisme bangsa Indonesia belum memudar. c. Tidak berat sebelah. konsep adil berlaku kepada diri sendiri sebagai induvidu. Tidak sewenang-wenang dapat berupa keadaan yang : a.

php?pil=2&dn=20080711010639 http://www. agar mampu menghasilkan lulusan/hasil didik sebagai generasi penerus bangsa yang dapat membawa kemajuan dan kejayaan di era Indonesia baru.php?option=com_content& .id/index. Pada sisi lain sosialisasi nilai-nilai Intrinsik nasionalisme melalui berbagai lembaga dan masyarakat harus terus diupayakan.go. Tidak salah kiranya bahwa perhatian para pemimpin. serta seluruh komponen kekuatan bangsa untuk bersama-sama membenahi sistem pendidikan nasional.mil. tokoh masyarakat.setneg.id/1artikel. Hanya tekad dan semangat yang disertai usaha yang serius melalui wahana pendidikan akan dapat diharapkan mampu melestarikan semangat nasionalisme.tniad. Daftar Pustaka http://www.kebangsaan ini akan tersapu oleh peradaban baru yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur sosio-kultural bangsa kita. Karena generasi bangsa ini terus diperbarui oleh generasi baru yang menuntut pemahaman yang hakiki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful