Makalah Kewarganegaraan Tentang Nasionalisme BAB I PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan Dalam peradaban manusia, tidak terlepas dari perbuatan yang menciptakan hukum dan peraturan. Perbuatan tersebut sangat berguna dalam peraturan dan tingkah laku manusia sehari-hari. Hal inilah yang membuat seorang manusia akan berarti dalam kehidupannya. Perbuatan yang menciptakan hukum ini, memerlukan sebuah lembaga atau tempat untuk menciptakan hal itu. Tempat dan lembaga tersebut dalam kehidupan kemasyarakatan disebut daerah. Secara mendasar daerah inilah yang memerlukan akan hukum dan perbuatan hukum. Apabila kedua hal tersebut ada didalam daerah itu, maka daerah tersebut akan teratur dan tentram. Lalu disisi lain suatu daerah memerlukan sebuah pengikat masyarakat dalam pemersatu satu kesatuan. Hal inilah yang membuat sebuah daerah yang mempunyai hukum yang jelas memerlukan sebuah alat pemersatu yang membuat bagi daerah tersebut agar tidak terjadi perpecahan. Daerah yang memerlukan hal seperti itu adalah negara, sedangkan terhadap alat yang diperlukan untuk memersatukan bangsa serta keutuhan negara adalah nasionalisme. Secara umum nasionalisme dapat diartikan sebagai suatu alat pemersatu yang membuat bangsa serta suatu negara lebih kuat serta solid dalam menghadapi tekanan serta penjajahan yang terjadi dan rongrongan untuk memecah belah negara tersebut. Selain itu juga ada yang mengartikan nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankankedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Selain itu juga nasionalisme dapat dikatakan sebagai sebuah institusi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabadikan langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Munculnya nasionalisme ini terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut sebuah kemerdekaan dari tangan penjajah.

BAB II LATAR BELAKANG 1.2 Latar Belakang Dari kajian diatas, maka timbullah sebuah pertanyaan tentang bagaimana eksistensi suatu negara tanpa adanya nasionalisme dalam negara tersebut. Banyak sekali teori yang mengatakan bahwa nasionalisme sangat dibutuhkan dalam suatu negara selain itu juga tanpa nasinalisme maka negara dan bangsa tersebut akan hancur serta akan mudah dijajah oleh negara asing. Maka hal serupa pernah terjadi dalam negara Indonesia ini. Yaitu saat Indonesia mulai memasuki satu era “transisi” kekuasaan. Yaitu pada saat

dalam pandangan Bell. Pan-Arabisme. Lalu ada yang mengartikan nasionalisme dari dua sudut pandang. ketika ideologi-ideologi intelektual lama abad ke-19-khususnya Marxisme-telah exhausted (kehabisan tenaga. lumpuh) dalam masyarakat Barat. yaitu: • Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri. ideologiideologi "baru" semacam industrialisasi. di sini muncul persoalan klasik: Apakah negara-negara baru dapat tumbuh dengan mengembangkan institusi-institusi demokratis dan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk membuat pilihan-pilihan sendiri atau . Nasionalisme. sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Apabila kita lihat maka ada hal yang bisa membuat suatu perpecahan dalam dan luar negeri yang diakibatkan oleh paham nasionalisme yang kurang tepat dalam pemahamannya. Impulsi-impulsi yang melatarbelakangi pertumbuhannya terutama adalah pembangunan ekonomi dan kekuatan nasional. apakah hubungan antara nasionalisme dengan agama-dalam hal ini Islam-dan bahkan dengan etnisitas? • Menjawab pertanyaan pertama. Pendeknya. humanistik yang dikonseptualisasikan kaum intelektual. ideologi-ideologi lama sebagai sistem intelektual yang dapat mengklaim ‘kebenaran' atas pandangan dunia mereka. terutama Eropa Barat dan Amerika. • Kesimpulan Bell yang secara implisit menyatakan bahwa nasionalisme. nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara. menurut Bell. dan nasionalisme justru menemukan momentumnya. sering mengutip karya klasik Daniel Bell. apakah betul ‘nasionalisme' tidak relevan lagi? Dan pertanyaan lebih lanjut. Orang yang menyatakan riwayat "nasionalisme"-yang dipahami sebagai suatu ideologi-telah tamat. ideologi-ideologi baru yang sedang bangkit itu bersifat parokial dan instrumental. Hal ini melibatkan koersi atas seluruh penduduk dan berbarengan dengan muncul dan berkuasanya elit penguasa baru yang menggiring dan memaksa rakyat atas nama kepentingan nasional. warna kulit (etnisitas). benarkah ‘nasionalisme' sudah mati? Atau setidaknya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Ia dirumuskan. kemajuan ekonomi tidak bisa dicapai. menurut saya "secara imperatif tidak". telah kehilangan raison d'etre-nya di tengah perubahan sosial masyarakat barat yang amat kompleks. • Sedang dalam arti luas.3 • Lebih jauh.tahun 1966 dan tahun 1998. Ringkasnya. dan sekaligus menghormati bangsa lain. bahwa tanpa koersi dan ‘stabilitas nasional'. khususnya di negara negara yang baru bangkit di Asia Afrika seusai Perang Dunia II. Ideologi lama kehilangan tenaga karena lenyapnya semangat yang menyala-nyala(passion). Justifikasi pun diberikan. khususnya menjelang dan terus berlanjut sampai usainya Perang Dunia II. atau lebih akhir lagi. dikonseptualisasikan dan dibentuk para politisi. Tentu saja. The End of History and the Last Man (1992). Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme. Pendapat Bell justru bertolak belakang. • Pada pihak lain. sebagai akibat proses rasionalisasi dan antromorfisasi. The End of Ideology (1960). Etnisitas. sebagai ideologi-telah berakhir adalah kekeliruan yang cukup fatal dan distortif. kehilangan "kebenaran" dan kekuatan untuk memikat banyak orang di barat. ideologiideologi lama yang dalam segi-segi tertentu bersifat universalistik. modernisasi. karya Francis Fukuyama. dan Agama di Indonesia : Tantangan Globalisasi • Azyumardi Azra • Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat • Mengawali makalah ini sebuah pertanyaan yang sering diajukan orang patut kembali saya kemukakan di sini.

khususnya di wilayah-wilayah yang baru mulai atau berada pada tingkat pembangunan sosial ekonomi yang relatif rendah. The End of History and The Last Man (1992). Myth. Kalau pun mereka masih berpegang pada ‘nasionalisme'. Fukuyama menilai. Pada saat yang sama. Bahkan. dan identitas-identitas nasional begitu lama terlindas. lagi pula. Uni Soviet sedang ambruk. dan secara internal agresif.5 • Akan tetapi. mendorong akselarasi gerakan-gerakan nasionalisme yang amat kuat di berbagai wilayahnya. ini tidak berarti bahwa nasionalisme tidak lagi mengemuka dalam politik dunia sekarang ini. Ia melihat semakin surutnya nasionalisme ‘lama' di negara-negara demokrasi paling liberal dan maju di Eropa. Nasionalisme baru ini cenderung primitif. Ia tidak lagi menjadi program politik global sebagaimana • pernah terjadi pada abad XIX dan XX.4 • Namun penting dicatat. Namun jelas. Tidak heran kalau nasionalisme terkuat dewasa ini juga dapat ditemukan di bekas wilayah Uni Soviet dan Eropa Timur. Simaklah pendapat Hobsbawm. pada saat yang sama. Fukuyama juga berargumen. dapat diprediksikan kekuatan gelombangnya hampir sama dengan kebangkitan nasionalisme pada abad ke-19 dan 20. pada saat Hobsbawm menulis karyanya tadi. atau sudah sangat berkurang dibandingkan masa sebelumnya. Lagi-lagi. dalam bukunya Nations and Nationalism since 1780: Programme. Nasionalisme baru itu juga tumbuh paling kuat di wilayah-wilayah Dunia Ketiga bekas koloni Eropa yang berada dalam tahap awal modernisasi dan industrialisasi. negara-negara di Timur Tengah juga mengalami gejolak nasionalisme yang lebih hebat dibandingkan masa-masa sebelumnya. Proses globalisasi yang berlangsung demikian cepat belakangan ini memang kelihatan cenderung melenyapkan batas-batas nasionalisme. Dengan nada mirip Bell dan Hobsbawn. jumlah negara-negara baru yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus bertambah sebagai akibat kristalisasi nasionalisme. Ini mempunyai presedennya dalam sejarah. Reality (1990). ‘nasionalisme baru' yang lebih politis kini juga sedang bangkit. pada saat yang sama. Nasionalisme dapat menjadi satu faktor yang rumit atau katalis bagi perkembangan lain. ia tidak secara khusus membahas subyek nasionalisme. atau bahkan di Eropa Timur secara keseluruhan.apakah elit penguasa baru dengan kekuasaan yang mereka genggam sebaliknya menggunakan cara-cara otoriter memaksakan transformasi masyarakat mereka atas nama kepentingan nasional? • Karya Bell. Sebagai contoh. mungkin sudah terlalu klasik. saat industrialisasi datang begitu terlambat. Dan ia akan bertahan lebih lama dibandingkan pengalaman nasionalisme di Eropa Barat dan Amerika. nasionalisme kini memang tidak lagi menjadi kekuatan utama dalam perkembangan historis masyarakat dunia. walau pun ia memang kelihatan surut di negara-negara maju. namun. Jerman dan Italia-dua negara paling akhir dalam proses industrialisasi dan bersatu secara politik di Eropa-merupakan tempat tumbuhnya nasionalisme radikal dalam bentuk gerakan fascist ultra-nasionalis. The End of Ideology. nasionalisme tidak lagi menjadi kekuatan signifikan dalam sejarah. dan karenanya lebih toleran. nasionalisme tetap bergelora di banyak bagian Dunia Ketiga dan Eropa Timur. yakni tidak toleran. itu lebih bersifat kultural ketimbang politik. Menurutnya. khususnya di kalangan masyarakat yang berada dalam transisi ke arah kebudayaan industrial. ahli nasionalisme Marxis. . ‘nasionalisme' tidak mati. chauvinistik. Namun. ia juga mendorong peningkatan nasionalisme yang diekspresikan dalam berbagai cara dan medium. • Semua gejala ini menjelaskan bahwa nasionalisme sedang mengalami kebangkitan kembali. dalam segi-segi tertentu. Ini juga merupakan argumen Fukuyama dalam karya terkenalnya. • Kesimpulannya.

Dengan meminjam teori "ketergantungan" (dependency theory). salah satu isu sentral di kawasan ini adalah modernisasi dan industrialisasi atau pembangunan. kita melihat Indonesia dan banyak negara yang termasuk ke dalam Dunia Ketiga-atau lebih baik. Pada saat yang sama. Tetapi. sebaliknya. Gejala ini kian menguat dengan meningkatnya globalisasi sejak 1980-an. sebagaimana bisa dilihat pada kasus negara-negara bekas Uni Soviet. sejauhmana dampak atau pengaruh modernisasi terhadap nasionalisme? Modernisasi dan industrialisasi kelihatannya merupakan salah satu faktor penting yang bertanggung jawab bagi menyurutnya nasionalisme di Indonesia. kini semakin menyurut di Asia Tenggara. dengan modernisasi dan developmentalism-seperti dikemukakan di atas-kita melihat terjadinya transisi atau pergeseran bentuk-bentuk nasionalisme. Dan Indonesia pun mengalami liberalisasi politik ini sejak 1998. yang pada akhirnya membuat berakhirnya negara-negara dengan rejim-rejim otoriter. dan Globalisasi Bagaimana perkembangan nasionalisme kontemporer di Indonesia? Agak sulit memberikan peta yang pasti dan akurat. Kebutuhan dan pertimbangan-pertimbangan pragmatis untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang direncanakan seolah memaksa Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya mengorbankan sentimen nasionalisme mereka vis-à-vis kekuatan-kekuatan dominan internasional.BAB III PEMBAHASAN 1. kita melihat lenyap atau semakin berkurangnya konflikkonflik yang berakar dari nasionalisme politik di Indonesia. Memang. secara kontradiktif globalisasi yang mendorong terjadinya liberalisasi politik. persisnya disintegrasi. negara-bangsa Indonesia tetap bertahan hingga kini. bertolak belakang dengan argumen Fukuyama tadi. juga memunculkan nasionalisme etnis (ethnic nationalism) dan bahkan tribalism yang bernyala-nyala. Dalam konteks itu. ideologi modernisasi dan developmentalism. budaya dan seterusnya. Namun. Bahkan. dan. Bermula dengan globalisasi pasar dan ekonomi yang berintikan liberalisasi pasar dan ekonomi. Indonesia-dalam krisis ekonomi dan politik 1998 dan seterusnya-bahkan juga sempat dicemaskan banyak pengamat asing sebagai segera mengalami proses Balkanisasi. Masih langkanya studi tentang subyek ini mengisyaratkan bahwa umumnya para ahli tentang Asia Tenggara agaknya menganggap nasionalisme bukan lagi isu penting bagi kawasan ini. apalagi dengan berakhirnya perang dingin. menggantikan nasionalisme (politik) yang menjadi ideologi dominan di kawasan ini sebelum tahun 1970-an. terdapat semacam kelangkaan studi tentang nasionalisme di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. sosial. dalam beberapa dasawarsa terakhir. globalisasi berarti liberalisasi politik yang memunculkan gelombang-gelombang demokrasi. Harus diakui. Dengan bertahannya negara-bangsa Indonesia. Nasionalisme politik-kecuali dalam bentuk kedaulatan dan keutuhan wilayah-memang terlihat semakin menyurut. . khususnya di Indonesia. Modernisme. Dalam bidang politik. dan Yugoslavia sampai sekarang ini. globalisasi juga dengan segera mengimbas ke dalam bidang politik. negara-negara tengah berkembang (developing countries)terseret ke dalam orbit kapitalisme internasional. nasionalisme juga jelas tidak sepenuhnya berakhir di Indonesia. secara de facto.3 Pembahasan Nasionalisme. prediksi itu tidak terbukti. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa gejolak dan gemuruh nasionalisme yang begitu menyalanyala sejak awal abad 20 sampai akhir dekade 1960-an. Namun.

dan makna – maknanya yang asli disesuaikan dengan massa kini yang sukar dipahami . untuk mendapatkan strategi . Sungguh paradoksikal bahwa sebenarnya efek proses globalisasi yang paling besar adalah pada negara nasional tingkatan menengah. juga berulang kali disebut – disebut dalam segala macam perselisihan dan krisis. kerangka teknologi informasi komputer dan realitas maya yang diciptakannya harus dibungkus dengan darah dan daging budaya-budaya yag selalu ada. agar bisa memenuhi kembali kebutuhan mendesak untuk mendapatkan pasokan tenaga kerja terampil. nasionalisme ekonomi dan kultural kelihatan menemukan momentum baru. Internasionalisme Nasionalisme Fakta bahwa versi budaya global yang ilmiah maupun ekiektik sama-sama tidak begitu mempunyai gaung dan daya tahan populer memperlihatkan bahwa kondisi yang diperlukan bagi terjadinya penggantian pasca-modern terhadap nasionalisme belum juga terwujudkan dan juga bahwa globalisasi tidak sedikitpun mengarah pada penggantian nasionalisme. regional. Masyarakat Konsumen Yang merupakan maksudnya adalah penggabungan sastra nasional tersebut. dengan motif dan unsur yang dipilih (kepingan dan tambahan) darii budaya tersebut. khususnya di negara-negara maju. Artinya. hasilnya adalah terbentuknya lapisan politik yang terdiri dari tiga tingkatan : tingkat etnik lokal. Runtuhnya Nasionalisme ? Yang merupakan norma. atau dengan kata lain. khususnya Amerika Serikat dan Eropa Barat. baik sebagai ideologi aktor-aktor kolektif yang telah menjadi biasa dan sepadan (lihat Mayali 1990) Kedua. di tengah arus globalisasi. jender atau ekologi . Terdapat tiga bentuk. sekali lagi. gerakan nasionalis selalu melihat kepedahuluannya jauh atau dekat. Konsekuensinya adalah kembalinya hirarki piietnik. tingkat negara nasional. Kita dapat menyebut tren ini sebagai internasionalisasi nasionalisme. bukan pemudarannya sebagai sekedar barang antik pro-ilmiah. Dalam malisasi ’ bangsa-bangsa dan nasionalisme. Dalam zaman pasca-modern. yakni interdependensi ekonomi akibat dari operasi perusahaan. dua kekuatan besar globalisasi. Pertamatama nasionalisme dan doktrin penetuan diri nasional telah tertanam sebagai prinsip dasar dalam piagam persatuan Bangsa-Bangsa dan dalam berbagai konvensi serta kesepakatan . sejarah adalah polietnisitas. digabungkan dalam suatu satir yang lucu dan sinis. hanya akan mempercepat dan memperluas tren politik yang sudah ada. dan akhirnya tingkat supranasional yang mencakup komunitas kontinenta ! (Sebagian menyebutnya komunitas Global) (Giddens 1991). Tetapi. bukan kesatuan nasional. Modernisasi dan industrialisasi yang berlangsung dalam ukuran relatif cepat dan berdampak luas mengakibatkan Indonesia dan negara-negara berkembang umumnya harus menemukan dan mempertahankan pasar untuk produk-produk industri ekonomi. Di sini nasionalisme ekonomi Indonesia dan negara-negara berkembang harus berhadapan dengan proteksionisme negara-negara maju.perusahaan transnasional dan komunikasi massa yang diakibatkan karena diperkenalkannya teknologi informasi dan digital.Sekali lagi.

Tidak sempurna artinya ada kekurangannya. tetapi kurang. tapai berperannya nasionalisme dalam masyarakat bukan sebagai satu paham yang harus mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan cara mewujudkan suatu konsep. interdependensi ekonomi Tetapi semua itu hanya membesarkan pesan nasionalis yang mendasar. perbuatan. tidak bahagia. hal ini adalah wajar. yang pada akhirnya menajadi nasionalisme sifat. Kebaikan itu datang dari manusia itu sendiri ini memang benar karena manusia itu mahluk sosial yang mempunyai kebutuhan dan kebutuhan itu terpenuhi karena mereka hidup bermasyarakat. dan berupa benda. yaitu karsa. hal ini adalah tidak wajar Memelihara keindahan dan estetika Keindahan berasal dari kata dasar “indah”. “Keindahan “ merupakan konsep abstrak yang tidak mempunyai arti apa-apa karena tidak dihubungkan . ada cacatnya. ciptaan. sempurna artinya tidak ada cacat atau kekurangannya. molek. ini disebut “tanggung jawab positif” yang bersifat ideal dan sempurna (ideal or complete responsibility). bahkan tidak ada pemenuhan sama sekali. Pemenuhan kewajiban tidak wajar atau tidak sesuai dengan norma kehidupan. dan permai. baik kebajikan Tuhan adalah karunia Tuhan. mengembirakan. Dalam masyarakat nasionalisme juga berperan. Kebaikan bersumber pada unsur budaya – budaya. ini disebut “ tanggung jawab negatif” bersifat tidak sempurna (Incomplete responsbility). elok. menarik perhatian. dan kebahagiaan. yaitu sifat yang menyenangkan. Melalui pancaindera unsur rasa dalam diri manusia berkomunikasi itu merupakan penilaian atau penanggapan itu disebut nilai. Efek demonstrasi nasionalisme tentu saja sangat dibantu oleh komunikasi massa aliansi politik. atau dipenuhi. Tidak sesuai dengan norma kehidupan artinya dipenuh.sifat yang tertanam pada masyarakat tersebut sebagai berikut : Berbuat kebaikan Kebajikan dapat diartikan kebaikan. Kebaikan adalah realisasi dari cita-cita atau apa yang dicita-citakan. Ideal artinya menajadi idaman kehidupan manusia. tetapi keliru. Kekuasan itu adalah kekuasan Tuhan. atau tidak dipenuhi sama sekali.taktik. Memenuhi kewajiban sesuai dengan norma kehidupan sesuai kehidupan disebut tanggung jawab (responsbility).Berbuat baik berarti kebaikan berbuat buruk berarti kesengsaraan. Manusia adalah sekedar lataran saja yang menentukan adalah Tuhan. Kebajikan manusia adalah kebajikan karena usaha atau perjuangan manusia. atau keadaan. keuntungan. melainkan terciptanya sifat-sifat dalam masyarakat tersebut sehingga terwujudnya suatu konsep dalam negara. Tanggung jawab negative lazim disebut “tidak bertanggung jawab” (Unresponsibility). cantik. atau dipenuhi tetapi cacat. Tanggung jawab positif lazim disebut “tanggung jawab”saja (responsbility). yang dapat diartikan bagus. Bertanggung Jawab Konsep tanggung jawab muncul berkenaan dengan pemenuhan kewajiban secara wajar atau seharusnya sesuai dengan norma kehidupan. sesuatu yang mendatangkan kebaikan keselamatan. Jadi kebajikan itu ada (Dua) sumbernya yaitu kebajikan manusia dan kebajikan Tuhan.

Menurut arti katanya. Bagaimana berbuat adil kepada pihak lain jika kepada diri sendiri saja sudah tidak adil. bilamana tidak di pupuk kembali dan tidak mendapat dorongan semangat baru oleh para pemimpin bangsa ini. Mungkin baru dapat dipahami makna yang jelas apabila konsep tersebut sudah diwujudkan dalam bentuk sikap. Konsep Keindahan dan Keadilan Adil adalah sifat perbuatan manusia.dengan suatu bentuk. Kasih sayang yang dilengkapi dengan tanggung jawab menciptakan keserasian. dan Proporsional e. Implikasi perlakuan kepada pihak lain. Tantangan baru ini harus dihadapi dengan serius dan optimisme. tidak menyimpang. atau terhadapTuhan. Konsep adil (tidak sewenang-wenang) baru jelas bentuknya apabila sudah diwujudkan dalam perbuatan nyata dan nilai yang dihasilkannya atau akibat yang ditimbulkannya.4 Kesimpulan dan Saran Sebagai kesimpulan secara umum bahwa Nasionalisme bangsa Indonesia belum memudar. perlakuan yang sama. dapat diterima karena sesuai. alam lingkungan dan Tuhan Sang Pecipta. dan kedamaian antara sesama manusia. c. atau terhadap alam lingkungnya. Apabila kedua istilah tersebut dipadu menjadi 1(satu) dalam bentuk majemuk maknanya menjadi lebih berbobot dan pas. Dalam konsep adil berlaku tolak ukur yang sama kepada pihak berbuat dan kepada pihak lain terhadap mana perbuatan ini ditunjukan. konsep adil berlaku kepada diri sendiri sebagai induvidu. dan perbuatan manusia terhadap manusia yang lainnya. keseimbangan. sekalipun saat ini didera oleh pengaruh globalisasi dan liberalisasi serta proses demokratisasi. Wajar. serta antara manusia dan Tuhan. antara manusia dan alam lingkungan. maka tidak mustahil faham tentang . harmonis. nilai bobot yang tidak berbeda b. Sama (seimbang). Perlakuan kepada diri sendiri. sama seperti perlakuan kepada pihak lain dan sebaliknya. alam lingkungan. Tidak sewenang-wenang dapat berupa keadaan yang : a. dan kepada pihak lain sebagai anggota masyarakat. tingkah laku. dan Tuhan Sang Pencipta. Konsep Kasih Sayang Kasih sayang merupakan konsep yang mengandung arti psikologis yang dalam. Kasih sayang merupakan kata mejemuk panduan dari (2) istilah ”kasih” dan ”sayang” yang satu sama lain ada kesamaan makna walaupun bentuk katanya berbeda. Patut /layak. Situasinya dan kondisi nyata juga ikut menentukan perbuatan manusia. ”Adil” artinya tidak sewenang-wenang kepada diri sendiri maupun kepada pihak lain itu meliputi anggota masyarkat. seperti ada adanya. tidak pilih kasih. tidak lebih dan tidak kurang d. Jadi. BAB IV KESIMPULAN dan SARAN 1. Tidak berat sebelah.

php?option=com_content& .setneg.tniad.go.mil. Tidak salah kiranya bahwa perhatian para pemimpin.php?pil=2&dn=20080711010639 http://www. tokoh masyarakat. serta seluruh komponen kekuatan bangsa untuk bersama-sama membenahi sistem pendidikan nasional. Daftar Pustaka http://www.kebangsaan ini akan tersapu oleh peradaban baru yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur sosio-kultural bangsa kita. Karena generasi bangsa ini terus diperbarui oleh generasi baru yang menuntut pemahaman yang hakiki. Pada sisi lain sosialisasi nilai-nilai Intrinsik nasionalisme melalui berbagai lembaga dan masyarakat harus terus diupayakan. Hanya tekad dan semangat yang disertai usaha yang serius melalui wahana pendidikan akan dapat diharapkan mampu melestarikan semangat nasionalisme. agar mampu menghasilkan lulusan/hasil didik sebagai generasi penerus bangsa yang dapat membawa kemajuan dan kejayaan di era Indonesia baru.id/1artikel.id/index.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful