Teknologi Budidaya Jahe
PENDAHULUAN Jahe (Zingiber officinale Rosc) adalah tanaman herba tahunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini umumnya dipanen pada kisaran umur 8-12 bulan, tergantung keperluan. Kalau untuk konsumsi segar, misalnya untuk bumbu masak, jahe dipanen pada umur 8 bulan. Kalau untuk keperluan bibit dipanen umur 10 bulan atau lebih. Namun bila untuk keperluan asinan jahe dan jahe awet, tanaman jahe dipanen pada umur muda yakni 3-4 bulan. Jahe juga diperlukan untuk bahan baku obat tradisional dan fitofarmaka. Keuntungan bersih usaha budidaya tanaman jahe bisa mencapai Rp 21 juta lebih/ha. Permintaan pasar di dalam negeri untuk keperluan berbagai industri belum bisa dipenuhi, sehingga Indonesia masih mendatangkan jahe dari China. Permintaan pasar akan ekspor jahe cukup banyak, di antaranya, Indonesia belum dapat memenuhi permintaan jahe gajah negara Belanda sebanyak 40 ton setiap bulan. Melihat keuntungan usahanya yang tinggi dan prospek pasarnya yang baik, jahe layak diusahakan/dibudidayakan secara intensif. Agar budidaya jahe berhasil dengan baik diperlukan bahan tanaman dengan jaminan produksi dan mutu yang baik serta stabil dengan cara menerapkan budidaya anjuran. Buku informasi tentang teknologi budidaya jahe ini dapat dimanfaatkan masyarakat luas, khususnya petani dan penyuluh dalam mengembangkan usahatani jahe agar diperoleh produktivitas dan kualitas produk jahe yang tinggi.

BB Pengkajian

1

namun perlu diberikan kapur pertanian (kaptan) 1-3 ton/ha atau dolomit 0. dan pH tanah 6. oksigen tanah dan intensitas cahaya. Sedang di dataran tinggi diatas 1. karena pembentukan rimpang ditentukan terutama oleh kandungan air. terutama layu bakteri. Di dataran rendah (< 300 m dpl). Informasi lengkap tentang kriteria iklim dan tanah suatu wilayah/daerah yang cocok untuk budidaya jahe bisa dilihat pada Tabel 1.Teknologi Budidaya Jahe SYARAT TUMBUH Lingkungan tumbuh tanaman jahe mempengaruhi produktivitas dan mutu rimpang/umbi. Pada lahan dengan pH rendah bisa juga untuk menanam jahe. demikian juga pada intensitas cahaya rendah dan curah hujan rendah. Peranan air dalam perkembangan umbi/rimpang sangat besar. tanaman peka terhadap serangan penyakit. Tanaman jahe akan tumbuh dengan baik pada daerah yang tingkat curah hujannya antara 2500-4000 mm/tahun dengan 7-9 bulan basah. 2 BB Pengkajian . Tanaman jahe dapat dibudidayakan pada daerah yang memiliki ketinggian 0-1500 m dpl (di atas permukaan laut). sehingga apabila kekurangan air akan sangat menghambat perkembangan umbi. Pembentukan rimpang akan terhambat pada tanah dengan kadar liat tinggi dan drainase (pengairan) kurang baik. namun ketinggian optimum (terbaik) 300-900 m dpl.5-2 ton/ha. tinggi tempat dan jenis tanah merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih daerah/lahan yang cocok untuk menanam jahe. Tipe iklim (curah hujan).4.8-7.000 m dpl pertumbuhan rimpang akan terhambat/kurang terbentuk.

Lempung liat berpasir Baik TEKNOLOGI BUDIDAYA Bahan Tanam Berdasarkan bentuk. berwarna putih kekuningan dengan diameter 3-4 cm. Jahe putih besar mempunyai rimpang besar berbuku. tinggi dan panjang rimpang 6-11 cm dan 6-32 cm.5-3. C (Schmidt dan Ferguson) 2. tinggi dan panjang rimpang 6-11. Kesesuaian iklim dan tanah untuk tanaman jahe Karakteristik Jenis tanah Tipe iklim Jumlah curah hujan Ketinggian tempat Jumlah bulan basah/tahun Suhu udara Tingkat naungan Tekstur Drainase Kriteria Latosol. Assosiasi Regosol . berwarna putih kekuningan dengan diameter 8-8.8%.900 m dpl 7.9 bulan 2. Andosol.5%. Jahe merah mempunyai rimpang kecil berlapis-lapis. jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah. aroma tajam. B. yaitu jahe putih besar (gajah). tinggi dan panjang rimpang 5-11 BB Pengkajian 3 .3 cm dan 1532 cm. aroma kurang tajam.000 mm/tahun 300.Teknologi Budidaya Jahe Tabel 1. berwarna jingga muda sampai merah dengan diameter 4-4.8-2.5 cm.4. warna dan aroma rimpang serta komposisi kimianya dikenal tiga jenis jahe.500.30o C 0. batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri 1.Andosol A. batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri 0. Warna daun hijau muda. aroma sangat tajam. Warna daun hijau muda.30% Lempung.5 cm. Jahe putih kecil (jahe emprit) mempunyai rimpang kecil berlapis-lapis.

benih yang sehat adalah berasal dari pertanaman yang sehat dan tidak terserang penyakit. 4 BB Pengkajian .8-3. Diantaranya varietas unggul jahe putih besar (gajah) dengan potensi produksi mencapai 37 ton/ha.9%. Benih yang akan digunakan harus jelas asal usulnya.Teknologi Budidaya Jahe cm dan 12-13 cm. maka tanaman yang terserang penyakit dan tanaman jenis lain harus dicabut dan dijauhkan dari areal pertanaman. Jenis-jenis bibit jahe Pembibitan Jahe diperbanyak dengan menggunakan stek rimpang. yaitu varietas Cimanggu-1. Warna daun hijau muda. Untuk mendapatkan benih yang baik rimpang perlu diseleksi. Yang dimaksud. Pemilihan benih harus dilakukan sejak pertanaman masih di lapangan. Jenis tanaman jahe yang hendak dibudidayakan sebaiknya dipilih dari varietas unggul yang mempunyai potensi produksi tinggi. batang hijau kemerahan dengan kadar minyak atsiri 2. Apabila terdapat tanaman yang terserang penyakit atau tercampur dengan jenis lain. sehat dan tidak tercampur dengan varietas lain. Rimpang yang telah terinfeksi penyakit tidak dapat digunakan sebagai benih karena akan menjadi sumber penularan penyakit di lapangan. Gambar 1.

sedangkan jahe putih kecil dan jahe merah sekitar 1-1. yaitu menghamparkan rimpang di atas jerami/alang-alang tipis. sebaiknya mempunyai 2-3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 25-60 gr untuk jahe putih besar. Selama penyemaian. Bagian rimpang yang terbaik dijadikan benih adalah rimpang pada ruas kedua dan ketiga. dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan. Ciri-ciri rimpang yang sudah tua antara lain: (1) kandungan serat tinggi dan kasar. Benih bertunas ini dapat beradaptasi langsung di lapangan dan tidak mudah rusak.5 ton. Rimpang yang akan digunakan untuk benih harus sudah tua minimal berumur 10 bulan. BB Pengkajian 5 . Rimpang yang sudah bertunas kemudian diseleksi dan dipotong menurut ukuran. kemudian dikering anginkan. pemilihan (penyortiran) dilakukan setelah panen. Sebelum ditanam benih terlebih dahulu ditunaskan dengan cara menyemaikan. (2) kulit licin dan keras tidak mudah mengelupas. siap ditanam di lapangan. di tempat yang teduh atau di dalam gudang penyimpanan dan tidak ditumpuk. Untuk mencegah infeksi bakteri pada waktu pemotongan. Untuk itu bisa digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. untuk membuang benih yang terinfeksi hama dan penyakit atau membuang benih dari jenis lain.Teknologi Budidaya Jahe Selanjutnya. dilakukan perendaman di dalam larutan antibiotik dengan dosis anjuran. Benih/rimpang yang sudah bertunas dengan tinggi mencapai 1-2 cm. Sedangkan jahe putih kecil dan jahe merah masing-masing bobotnya 20-40 gr. Rimpang yang dipilih untuk dijadikan benih. hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban rimpang. dan (3) warna kulit mengkilat menampakan tanda bernas. Kebutuhan benih jahe putih besar untuk lahan seluas 1 ha sekitar 2-3 ton.

serta mengurangi pembentukan senyawa-senyawa anorganik dalam tanah yang bersifat racun.Teknologi Budidaya Jahe Persiapan Lahan Sebelum benih ditanam dilakukan pengolahan tanah. hal ini dapat mengakibatkan tanaman tumbuh kurang subur. 6 BB Pengkajian . Setelah tanah diolah dan digemburkan. Tanah yang gembur akan memberikan kesempatan kepada rimpang jahe untuk tumbuh dengan leluasa. berdrainase baik dan beraerasi baik. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm. Sedangkan aerasi yang baik akan memberi ruang gerak bagi akar untuk menyerap unsur hara dan air. sedangkan tanah berkerikil menyebabkan rimpang tergores sehingga hasil tidak maksimal. sistem guludan atau dengan sistim parit. Drainase yang baik akan mencegah tanaman dari serangan penyakit seperti penyakit layu akibat tergenang air di sekitar areal tanam karena kurang baiknya drainase. Setelah dibuat bedengan atau guludan kemudian dibuat lubang tanam sedalam 5-7 cm. dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Lebar bedengan berkisar antara 60-120 cm. pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digaru terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah. subur. berhumus. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis. tinggi bedengan 25-30 cm dan panjang bedengan menyesuaikan dengan kondisi lahan dengan jarak antar bedengan 30 cm. serta membersihkan dari gulma. dibuat bedengan searah lereng (untuk tanah yang miring). Tujuan pengolahan tanah adalah untuk menciptakan tanah menjadi gembur. Tanah liat yang kurang diolah menyebabkan rimpang jahe tertekan.

Sedangkan jahe putih kecil dan jahe merah jarak tanam digunakan 60 cm x 40 cm. Namun apabila akan ditanam di daerah dengan curah hujan tinggi maka penanaman dapat dilakukan sepanjang tahun. Benih jahe ditanam sedalam 5-7 cm dengan tunas menghadap ke atas. alang-alang) untuk melindungi tunas yang baru tumbuh/muncul ke permukaan tanah yang belum mampu menahan teriknya matahari. jarak tanam makin diperjarang agar rimpang bisa tumbuh maksimal dan leluasa. Gambar 2. dan juga mengurangi erosi karena mulsa mampu menahan aliran air. Semakin subur tanah. jangan terbalik. Penanaman jahe BB Pengkajian 7 . Bila jahe hendak ditanam di tanah tegalan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. apabila dipanen muda jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 cm x 30 cm. Jarak tanam yang digunakan untuk jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm. Setelah jahe ditanam perlu ditutup dengan mulsa (jerami. Pengaturan jarak tanam perlu diperhatikan karena merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil rimpang per satuan luas. Selain itu pemberian mulsa mampu memperbaiki kondisi tanah terutama di bagian permukaan.Teknologi Budidaya Jahe Penanaman Ketersediaan air sangat penting pada saat penanaman. karena dapat menghambat pertumbuhan.

Teknologi pemupukan anjuran tanaman jahe Varietas jahe Jahe putih * besar (Gajah) * * * Jenis pupuk Pupuk kandang. diberikan 24 minggu sebelum tanam SP-36 diberikan saat tanam KCL diberikan saat tanam Urea diberikan masingmasing 1/3 bagian pada umur 1. Teknologi pemupukan anjuran untuk tanaman jahe seperti Tabel 2. Tabel 2. dan pupuk anorganik terutama N. dan K. 2 dan 3 bulan setelah tanam Pupuk kandang.Teknologi Budidaya Jahe Pemupukan Pemberian pupuk dimaksudkan agar unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman tersedia cukup. Oleh karenanya. diberikan 24 minggu sebelum tanam SP-36 diberikan saat tanam KCL diberikan saat tanam Urea diberikan masingmasing 1/3 bagian pada umur 1. 2 dan 3 bulan setelah tanam Pupuk kandang. 2 dan 3 bulan setelah tanam Dosis anjuran 20-40 ton/ha 300-400 kg/ha 300-400 kg/ha 400-600 kg/ha Jahe putih kecil (jahe emprit) * * * * 20-30 ton/ha 200-300 kg/ha 200-300 kg/ha 300-400 kg/ha Jahe merah * * * * 20-30 ton/ha 200-300 kg/ha 200-300 kg/ha 300-400 kg/ha 8 BB Pengkajian . P. diberikan 2-4 minggu sebelum tanam SP-36 diberikan saat tanam KCL diberikan saat tanam Urea diberikan masing-masing 1/3 bagian pada umur 1. pemupukan mutlak diperlukan terutama pada lahan yang kurang subur. yaitu pupuk organik untuk memperbaiki tekstur tanah dan aerasi tanah. Pemupukan memegang peranan penting untuk meningkatkan hasil rimpang.

Cara manual akan berhasil untuk gulma yang mudah dicabut. BB Pengkajian 9 . Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam serta waktu panen yang serempak. kemudian dilanjutkan 4-6 minggu sekali tergantung kepada banyaknya gulma yang tumbuh. Penyiangan setelah tanaman jahe berumur 4 bulan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran dan melukai rimpang yang dapat menyebabkan masuknya bibit penyakit. Pada bekas tanaman tersebut sebaiknya diberi kapur untuk menghindari penularan tanaman di sekitarnya. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman jahe berumur 2-4 minggu. namun sulit dilakukan terhadap gulma yang memiliki rimpang (alang-alang). dan bisa juga dengan herbisida. Penyulaman dilakukan pada umur 1-1. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara manual yaitu dengan mencabut gulmanya dengan tangan atau dengan menggunakan kored. Apabila gulma dibiarkan tumbuh sampai tanaman jahe berumur 180 hari akan terjadi penurunan hasil sampai 60%. sehingga penyiangan perlu dilakukan secara intensif. Penyulaman sebaiknya jangan dilakukan pada tanaman mati yang disebabkan oleh penyakit layu bakteri. dan umbi (teki). Penyiangan Sampai tanaman jahe berumur 6-7 bulan banyak tumbuh gulma.Teknologi Budidaya Jahe Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak baik.5 bulan dengan menggunakan benih cadangan yang telah diseleksi dan disemaikan.

10 BB Pengkajian . Dengan demikian kesempatan berkembangnya rimpang menjadi baik dan dapat mencegah rimpang terkena sinar matahari yang dapat membuat rimpang berwarna hijau dan keras yang akan menurunkan kualitas rimpang. Pembumbunan dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang dengan tanah setebal kurang 5 cm dan dilakukan pada waktu telah terbentuk rimpang dengan 4-5 anakan. Waktu pembumbunan sebaiknya dilakukan menjelang pemupukan. Pada tanah-tanah yang cepat mengeras seperti tanah bertekstur liat dan hujan cukup banyak.Teknologi Budidaya Jahe Pembumbunan Pembumbunan dilakukan guna menggemburkan tanah sekaligus agar rimpang yang muncul tertutup tanah. Intensitas pembumbunan tergantung keadaan tanah. maka pembumbunan lebih sering dilakukan. banyaknya hujan dan perlakuan budidaya (pemberian mulsa). Setiap kali dilakukan pembumbunan akan terbentuk guludan kecil dan sekaligus terbentuk saluran air yang berfungsi mengalirkan kelebihan air. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama dan penyakit utama pada tanaman jahe dan cara-cara pengendaliannya dapat dilihat pada Tabel 3.

Teknologi Budidaya Jahe Tabel 3. Pasteuria penetrans 2-5 kapsul/tanaman/6 bulan 3. Pestisida nabati (tepung gambir dan temulawak) 1. Minyak cengkeh (10%) 3. insektisida nabati seperti ekstrak mimba 2. Mankozeb (2-3 kali seminggu) 1.5% atau ekstrak bungkil jarak 2. Fumigasi benih dengan metil bromida atau alumuniumfosfida 2. Bibit diambil dari tanaman sehat 2. Cepacia dan Bacillus sp. insektisida karbosulfan (2 ml/lt). Perlakuan benih dengan air panas 50oC selama 10 menit. Bibit diambil dari tanaman sehat 2. Rhizoctonia sp. Formula antibiotik 1. Mulsa (10-20 ton/ha) dan Karbofuran pada saat tanam 20-30 kg/ha 1... sehingga penyerapan hara terganggu dan patogen tanah mudah masuk Daun kering. Bibit diambil dari tanaman induk sehat 2. Antagonis (Pseudomonas florences. Bibit diambil dari tanaman induk sehat 2. Hama dan penyakit utama tanaman jahe dan cara pengendaliannya Hama/ Penyakit Layu bakteri (Ralstonia solanacearum Jenis kerusakan Tanaman mati dan rimpang busuk Pengendalian 1. luka akar (Rhodophalus similis) Akar luka. tanaman kerdil Tanaman mati dan akar busuk Kulit rimpang kusam. dikombinasikan dengan kompos (misalnya BIOTRIBA) 3.). Tepung biji mimba 25-50 gr/tanaman/ 3 bulan 4. P. karena rimpang dihisap dan kering Bercak daun (Phillosticta sp.5% 11 Buncak akar (Meloidogyne sp.) Kutu Perisai (Aspediella hartii) BB Pengkajian . fotosintesa tidak optimal. Fusarium sp.) Busuk rimpang (Sclerotium sp.

Sistem tumpangsari dilakukan dengan mengatur jarak tanam. kacang tanah. PANEN DAN PASCA PANEN Panen Pemanenan jahe tergantung pada produk akhir yang diinginkan walaupun umumnya jahe dipanen setelah umur 812 bulan. Pola tanam jahe ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan serta mengurangi resiko kegagalan panen.Teknologi Budidaya Jahe Gambar 3. Pemeliharaan tanaman jahe Pola Tanam Jahe dapat ditanam dengan sistem monokultur maupun tumpangsari. kedelai. Untuk konsumsi segar sebagai bumbu dipanen pada umur 8 bulan. sedang untuk keperluan bibit dipanen umur 10 12 BB Pengkajian . cabai merah) di antara jahe. yaitu mengatur jumlah baris dalam guludan/bedengan jahe dan menyisipkan satu atau dua baris tanaman tumpangsari (jagung.

tidak mengandung benda asing dan kapang. bobot 250 g/rimpang. kulit yang terkelupas maksimum 10%. jahe awet dipanen muda berumur 3-4 bulan. kulitnya tidak terkelupas. Agar rimpang hasil panen tidak lecet dan tidak terpotong perlu kehati-hatian waktu panen karena akan mengurangi mutu jahe. Tanah yang menempel apabila dibiarkan akan mengering dan sulit dibersihkan. dan kapang maksimum 10%. Panen dilakukan dengan cara membongkar seluruh tanaman menggunakan cangkul atau garpu. jahe tersebut diangkut ke tempat pencucian untuk disemprot dengan air.Teknologi Budidaya Jahe bulan atau lebih. Berdasarkan standar perdagangan. (b) Mutu II. bobot 150-249 g/rimpang. kemudian dilakukan penyortiran sesuai tujuan. benda asing maksimum 3%. kulitnya tidak terkelupas. Gambar 4. Sementara untuk keperluan asinan jahe. (a) Mutu I. mutu rimpang jahe segar dikategorikan menjadi . dan (c) Mutu III. Selanjutnya. Pada saat pencucian jahe tidak boleh digosok agar tidak lecet. Penen jahe BB Pengkajian 13 . Rimpang dibersihkan dari kotoran dan tanah yang menempel. tidak mengandung benda asing dan kapang. bobot sesuai hasil analisis.

dikenal jahe gelondongan (jahe putih kecil dan jahe merah) yang diproses dengan cara rimpang jahe utuh ditusuk-tusuk agar air keluar sebagian. selanjutnya dikeringkan dengan panas matahari atau dengan pengeringan buatan/oven pada suhu 36-46oC. Setelah dibersihkan dan dicuci. sebelum diiris rimpang direbus beberapa menit sampai terjadi proses gelatinisasi. Ruang penyimpanan harus diperhatikan sanitasinya. rimpang harus secepatnya dibersihkan untuk menghindari kotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak diinginkan. berventilasi baik. kemudian dijemur panas matahari atau dioven sampai kering atau kadar air mencapai 8-10%. yaitu rimpang sudah bisa dipatahkan. Peningkatan nilai tambah melalui penganekaragaman produk rimpang menjadi produk primer merupakan salah satu aspek usaha untuk pemenuhan kebutuhan industri serta peningkatan pendapatan petani. rimpang dikering anginkan untuk mengeringkan air pencucian. Penganekaragaman produk jahe menjadi bentuk-bentuk lain sangat dianjurkan dan berpeluang besar dilakukan di sentra-sentra produksi untuk penyediaan bahan baku industri jamu/farmasi.Teknologi Budidaya Jahe Pasca Panen Setelah panen. Selain itu. dengan suhu ruangan yang rendah dan kering untuk mencegah pencemaran oleh mikroba dan hama gudang. dilakukan pengirisan rimpang setebal 1-4 mm. Untuk dijual segar jahe dapat langsung dikemas dengan menggunakan peti kayu berongga agar sirkulasi udara lancar. karung atau plastik yang kedap udara dan dapat disimpan dengan aman apabila kadar air sudah rendah. Rimpang yang sudah diiris. Bila kadar air telah mencapai 8-10%. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau simplisia. Rimpang kering dapat dikemas dalam peti. 14 BB Pengkajian . pengeringan sudah dianggap cukup. Untuk mendapatkan simplisia dengan tekstur menarik.

Beberapa cara pembuatan produk jahe sebagai berikut : Simplisia • Rimpang dicuci. dan minuman. dan siap digunakan untuk bumbu. dipotong-potong kemudian dikupas • Potongan jahe yang telah dikupas direbus dalam air mendidih selama 15 menit BB Pengkajian 15 . dapat langsung digunakan sebagai produk rimpang segar atau dapat diolah menjadi produk lain diantaranya : simplisia. kemudian diiris-iris dengan ketebalan 1-4 mm • Irisan rimpang dijemur dengan menggunakan alas anyaman bambu/tampah. sirup jahe.Teknologi Budidaya Jahe Rimpang jahe setelah dipanen dan dibersihkan. serbuk jahe. makanan. lantai jemur atau tikar. bahan baku industri minuman (bir. Perlu diperhatikan agar irisan rimpang tidak menumpuk terlalu tinggi yang akan menyebabkan irisan rimpang berjamur • Simplisia dikemas dengan baik di dalam kantong plastik yang higienis dan siap dipasarkan atau digunakan dalam industri jamu/obat. brandi dan anggur jahe) Sirup Jahe • Rimpang jahe segar yang sudah dicuci. Bubuk Jahe • Jahe kering (kadar air 8-10%) digiling halus dengan ukuran sekitar 50-60 mesh • Bubuk yang sudah jadi. instan jahe. sampai kadar air mencapai 8-10%. minyak atsiri dan eleorisin. asinan jahe. permen jahe. dikemas dalam wadah kering. manisan jahe.

kemudian diperas. Instan Jahe • Rimpang jahe yang sudah dicuci bersih. (b) dapat 16 BB Pengkajian . dipotong-potong dan dikupas. diblender. ANALISIS USAHATANI Untuk mengetahui keberhasilan suatu usaha minimal harus memenuhi syarat: (a) menghasilkan cukup pendapatan untuk membayar biaya produksi yang dikeluarkan. dan diaduk sampai kering • Dikemas dalam wadah agar tetap kering Asinan Jahe • Jahe muda (umur panen 3-4 bulan) dikupas dan dicuci bersih • Jahe direndam di dalam larutan campuran (garam 14-18% + 1% asam sitrat + 5% sulfur dioksida). Air perasannya merupakan sari jahe • Sari jahe ditambah jeruk nipis dan pandan (untuk menambah rasa). selanjutnya diuapkan/dipanaskan sampai kental • Tambahkan gula pasir (1 bagian jahe : 2 bagian gula pasir).Teknologi Budidaya Jahe • Tambahkan gula pasir (1. kemudian diamkan selama 15 menit.5 kg jahe/lt kg gula) dan air sampai jahe terendam • Setelah dididihkan selama 45 menit. diamkan selama 2 hari selanjutnya campuran dididihkan kembali selama 45 menit. • Dikemas dalam peti kayu yang dilapisi dengan plastik tebal dua lapis.

000 720.000 2.100.900.650. 20% penyusutan harga Keuntungan 2000 kg 25 ton 600 kg 300 kg 400 kg 50 HOK 90 HOK 60 HOK 6 HOK 250 HOK 30 HOK 60 HOK 100 HOK 70 HOK 50 HOK 4.000 25. dan (c) dapat membayar upah tenaga kerja baik keluarga maupun luar keluarga yang digunakan dalam usahatani.500.000 Jumlah (Rp) A 1 2 3 4 5 B 1 2 3 4 5 6 7 8 C 1 D 1 2 E F G Sarana Produksi Benih Pupuk kandang Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk KCL Tenaga kerja Pembukaan lahan Pengolahan tanah Pembuatan bedengan Penanaman Pemeliharaan tanaman Pengendalian hama penyakit Sortasi dan seleksi Panen dan pasca panen Penanganan benih Sortasi benih di gudang Packing Upah pengepakan Kotak kayu Bunga bank 12 bulan (20%/th) Total Biaya Penerimaan Produksi 80% dari hasil.000 750.000 6.000 2.250.500.000 bh 9.000 25.300 2.000 20.500. Tabel 4.000 1.750.500 90.000.000 25.000 2.250.000 1.000 4.500.Teknologi Budidaya Jahe membayar modal yang digunakan baik modal sendiri maupun modal pinjaman.000.500 250.000 1.000 25.250.000 8.000 1.000 kg 4.000 25.000 17 BB Pengkajian . Berikut analisa usahatani dari ketiga jenis jahe (jahe besar.000 1.400 5. jahe kecil dan jahe merah) .000 6.000 1.000.000 25.000 51.000 1.000 25.000 25.250.000 25.000 38.000 1. No Biaya dan pendapatan usahatani jahe putih besar (gajah) seluas 1 ha Uraian Volume Harga satuan (Rp) 4.000 25.000 780.000.250.

000 25. D.500.000 1.300 2.000 25.500.500 250.000 720.000 Jumlah (Rp) A 1.000 6.000 7. 3.000 1.000 6.000 1.500.400 5.000 25. 5.000 43. 8. 4.000 1.750.000 25.000 25. 1.600. 1.000 2.000 G 18. 3.500 62.000 70 HOK 50 HOK 2.250.000 1.500.250.000 25. 5.250.000 750.000 780.250.100.000 2.000 18 BB Pengkajian . 2. Uraian Volume Harga satuan (Rp) 4.800 kg 4.250.000 25.000.000 25.500 bh 25. 7.000 2.250.000 25. 6.Teknologi Budidaya Jahe Tabel 5.000 F 13.500.000 1. B. 20% penyusutan harga Keuntungan 1000 kg 25 ton 600 kg 300 kg 400 kg 50 HOK 90 HOK 60 HOK 60 HOK 250 HOK 30 HOK 60 HOK 100 HOK 4.000 1. E. 2. 2. 1. 4.500.000 1.000 2. C. Biaya dan pendapatan usahatani jahe putih kecil (emprit) seluas 1 ha No.500. Sarana Produksi Benih Pupuk kandang Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk KCL Tenaga kerja Pembukaan lahan Pengolahan tanah Pembuatan bedengan Penanaman Pemeliharaan tanaman Pengendalian hama penyakit Sortasi dan seleksi Panen dan pasca panen Penanganan benih Sortasi benih di gudang Pengepakan Upah pengepakan Kotak kayu Bunga bank selama 12 bulan (20%/th) Total Biaya Penerimaan Produksi 80% dari hasil.

000 1.000 kg 25 ton 600 kg 300 kg 400 kg 50 HOK 90 HOK 60 HOK 60 HOK 250 HOK 30 HOK 60 HOK 100 HOK 4.000 2.400 kg 4.000 2.500.000 25. F G Sarana Produksi Benih Pupuk kandang Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk KCL Tenaga kerja Pembukaan lahan Pengolahan tanah Pembuatan bedengan Penanaman Pemeliharaan tanaman Pengendalian hama penyakit Sortasi dan seleksi Panen dan pasca panen Penanganan benih Sortasi benih di gudang Pengepakan Upah pengepakan Kotak kayu Bunga bank 2 bulan (20%/th) Total Biaya Penerimaan Produksi 80% dari hasil.750.Teknologi Budidaya Jahe Tabel 6.000 750.300.000 25.000 6.250.000 25. 20% penyusutan harga Keuntungan 1.500.000 1.000 1. 6. 5. 2.000 25.500 250. D.000 1. 4.500 bh 25. 1.400 5. 3. 4. C. 5. B.000 50 HOK 2.000 70 HOK 25.500.000 Jumlah (Rp) A 1.000 43.000 BB Pengkajian 19 .000 7.000 25.000 1. 8.000 1.250. Uraian Volume Harga satuan (Rp) 4.000 25.000 21.000 1.500.000 720.000 6.000 2.000 1.250. 2. E.250.000 14.000.000 780.500. 7.250.500 64.500. 3. 2.800. 1. 1.000 25. Biaya dan pendapatan usahatani jahe merah seluas 1 ha No.250.000 2.500.300 2.000 25.

1. Edisi Khusus Littro (7). Abdullah. Bogor : 38-42 Farry B. 1. 1991. Edisi Khusus Littro (7). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan. Taryono dan Hadad. Hama-hama tanaman jahe. Bogor : 7-10 Otih. 2005. Wikardi dan Bariyah Barimbing. Emyzar dan Hidayat Moko. Bogor : 16 h Susilawati. Penyakit tanaman jahe dan cara pengendalian. dan D. Edisi Khusus Littro (7). R. A. 1991. Paimin dan Murhananto. Junawati. 2005. Dedi. R. 1. Efendi. pengolahan dan perdagangan jahe. Agus. Keragaan sistem produksi dan pemasaran Jahe di daerah sentra produksi dan pasar internasional. 11. Bogor : 17-23 20 BB Pengkajian . Bogor : 11-16 Puslitbangbun.1. Sirkuler No. 1999. Teknologi unggulan jahe. Edisis Khusus Littro (7). Yuhono. 1991. Bogor : 24-29 Hasanah. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Edisi Khusus Littro (7). 1991. Jenisjenis tanaman jahe. dan D. Persyaratan bibit jahe. S. N. Sitepu.. Bogor : 1-6 Otih. M.1. Nurliani. 1. dan Mono Rahardjo. YT dan Kemala. Sitepu. Budidaya pendukung varietas unggul.Teknologi Budidaya Jahe BAHAN BACAAN Asman. Faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman jahe. Pemupukan dan jarak tanam pada tanaman jahe. Bogor : 13 h. S. 1991. E. Edisi Khusus Littro (7) . M. Edisi Khusus Littro (7). 1991. A dan Sudiarto. 1991. 115 h. B. Bogor : 49-55 E. 1991. Teknik pemeliharaan tanaman jahe. Budidaya tanaman jahe. 1. Hidayat Moko. Budidaya.A. Edisi Khusus Littro (7). A. Penebar Swadaya. 2007. 1.A. Bogor : 43 – 48. Jakarta.

Teknologi Budidaya Jahe SUMBER DANA: DIPA BPTP LAMPUNG SKPA BADAN LITBANG PERTANIAN KEGIATAN APRESIASI GAPOKTAN PUAP TAHUN 2008 Oplah : 100 eksemplar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung Jl.lampung@telkom. Fax.1a.net BB Pengkajian 21 . Z.(0721)705273 e-mail: bptp. Pagar Alam No. Rajabasa. (0721)781776.A. Bandar Lampung Telp.

Teknologi Budidaya Jahe Seri buku inovasi: BUN/18/2008 Teknologi Budidaya JAHE PENYUSUN Muchlas Slameto PENYUNTING DAN REDAKSI PELAKSANA Kiswanto Bambang Wijayanto Achmad Subaidi DESAIN DAN SETTING Tri Kusnanto ISBN: 978-979-1415-39-2 BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 2008 22 BB Pengkajian .

khususnya para penyuluh lapangan dalam upaya menumbuhkan kegiatan usahatani yang lebih baik. Buku-buku ini dapat menjadi rujukan bagi para praktisi dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian. serta pihak-pihak lainnya yang telah berkontribusi dalam penerbitan buku ini. cabai merah. Nopember 2008. dan panili. Keseluruhan buku yang disusun pada tahun 2008 berjumlah 19 judul yang mencakup teknologi budidaya padi. kakao. kedelai. sapi potong. penyunting dan redaksi pelaksana. nilam. karet. Ucapan terima kasih kepada tim penyusun dari BPTP Lampung yang telah menginisiasi penerbitan buku ini.Teknologi Budidaya Jahe KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT. seri buku inovasi teknologi pertanian ini dapat diterbitkan. Muhrizal Sarwani BB Pengkajian 23 . ayam buras. kopi. ketela pohon. Kritik dan saran penyempurnaan sangat kami harapkan. Dr. kelapa sawit. jahe. Besar harapan kami. Bogor. pisang. kambing. Kepala Balai Besar Pengkajian. itik. lada. jagung. jarak pagar. semoga buku-buku tersebut bermanfaat dalam rangka mendorong pengembangan agribisnis komoditas pertanian.

DAFTAR ISI …..………………………… Pembibitan ………………….…………………………………………….. Pembumbunan ………………………………………… Pengendalian hama penyakit ………………………… PANEN DAN PASCA PANEN……………...... TEKNOLOGI BUDIDAYA ……….Teknologi Budidaya Jahe DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ………………………………………. ANALISA USAHATANI ……………………………………......... Penanaman ……………………………. PENDAHULUAN…………………………………………….………………………………..... BAHAN BACAAN…………………………………………….. Bahan Tanaman ……………... Penyulaman………………………………………….………………………… Persiapan lahan ………..... SYARAT TUMBUH …………………………………………....…....... 12 24 BB Pengkajian ........ Pasca Panen …………………………………………..………….....……………… Pemupukan ……………………………………………. ii iii 1 2 3 3 4 6 7 8 9 9 10 10 12 12 14 16 20 Pola Tanam ……………………………………………...……………… Panen………………………………………... Penyiangan ……………………………………………....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful