P. 1
Laporan Praktikum II.3 (Denaturasi Protein)

Laporan Praktikum II.3 (Denaturasi Protein)

|Views: 1,977|Likes:

More info:

Published by: الأنصاري أماليا on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM II.

3 BIOKIMIA (AKKC 223)

DENATURASI PROTEIN
Dosen Pengasuh : Drs. H. Hardiansyah, M. Si Dra. Noorhidayati, M. Si Asisten : Istiqamah Muhammad Robbi Febian Oleh: Widya Rizky Amalia A1C211018 VIII. A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN APRIL 2012

Gelas ukur 10 ml 5.1 M NaOH 0.PRAKTIKUM II. Bufer asetat pH 4.7 (1M) HCl 0. Menyiapkan tabung reaksi dengan urutan sebagai berikut : . telur penyu. telur ayam kampung. telur puyuh) 2. Pipet tetes 4.1 M Air II. Lampu spritus  1. Bahan yang digunakan : Larutan albumin(telur ayam ras. Rak tabung reaksi 3. Tabung reaksi 2. 5.3 Topik Tujuan : DENATURASI PROTEIN : Untuk mempelajari proses denaturasi protein pada berbagai sumber albumin Hari / tanggal : Jum’at / 27 April 2012 Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin I. Beacker glass 250 ml 6. telur itik pantai.  ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan : 1. Kaki tiga dan kasa asbes 7. 3. 4. CARA KERJA 1. telur itik tambak.

Pertanyaan 1. Protein mempunyai molekul besar dengan bobot molekul bervariasi antara 5000 sampai . Menambahkan 10 ml bufer asetat pH 4.Tabung Larutan albumin Buffer asetat pH 4. Memasukan masing-masing 9 ml albumin kedalam tabung reaksi dan amati perubahannya. 4. 6. DASAR TEORI Suatu rantai protein bisanya mangacu pada suatu biopolimeter dengan berat molekul lebih besar dari beberapa ribu.7 (1M) HCl 0. Beberapa protein juga dapat larut dalam air. Menempatkan ketiga tabung dalam air mendidih selama 15 menit dan mendinginkan pada temperatur kamar. seperti keratin rambut dan kulit tidak dapat larut dalam semua sistem berair. yang sebagian besar menentukan sifat-sifat biologis dan psiko kimianya. Menempatkan ketiga tabung dalam air mendidih selama 15 menit dan mendinginkan pada temperatur kamar. Sifat fisik apa dari protein yang mempengaruhi kelarutan dari protein dalam percobaan ini? 2. Tiap protein mempunyai urutan sisa asam amino tertentu dalam rantainya.1 M 1 9 ml 1 ml - 2 9 ml 1 ml 3 9 ml 1 ml - 2.8 untuk tabung. Metode lain apakah yang di gunakan untuk denaturasi protein? 3. Memperhatikan tabung mana yang larutannya mengendap. Perubahan kimia apa yang berhubungan dengan denaturasi telur? III. Menuliskan hasilnya. 5.tabung 1 dan 2. Memperhatikan tabung mana yang larutannya mengendap.1 M NaOH 0. 3.

Biasanya proses denaturasi adalah bolak-balik. Termasuk di dalamnya adalah panas dan bahan kimia yang merusak ikatan hidrogen dalam protein tersebut. yang sebagian besar menentukan sifat-sifat biologis dan fisiokimianya. maka tidak dapat kembali ke bentuk semula. Kalau perubahan tadi berupa gumpalan. dan suatu perubahan dalam struktur yang menyebabkan hilangnya fungsi alami protein tersebut. protein akan menghasilkan asam-asam amino. radiasi. Fungsi biologis memiliki aktivitas maksimum pada keadaan aslinya. Banyak protein telah pecah dan dapat dimurnikan berdasarkan atas ukuran melekul dan kelarutannya. Proses denaturasi yang terjadi itu dapat terjadi oleh banyak bahan. Pada konformasi terakhir ini.jutaan. kalau keadaan sudah normal kembali. Dengan cara hidrolisis oleh asam atau oleh enzim. struktur protein tadi dapat berubah. Oleh pengaruh panas. terjadinya keadaan rambang sempurna rantai protein tidak harus berarti hilangnya fungsi biologis. pH serta zat-zat kimia tertentu. Terdapat banyaknya konformasi antara asli molekul protein dan konformasi dimana protein ada dalam keadaan rambang semurna meruang. . IV. protein dikatakan mengalami denaturasi sempurna. meskipun susunan asam aminonya masih tetap dan perubahan tadi disebut denaturasi. Protein dan asam amino dalam larutan mempunyai pH isoelektronik. Tiap protein mempunyai urutan sisa asam amino tertentu dalam rantainya. yaitu suatu harga pH dimana derajat kelarutannya paling kecil. Akan tetapi. protein dapat kembali ke bentuk semula.

Jenis Telur Awal Tabung 2 ( NaOH) Akhir Putih susu menggumpal Putih susu mengendap Bening terdenaturasi sempurna +Buffer Bening 1. Tengah putih . Ayam kampung Kuning keruh Putih susu dan menggumpal Tidak ada endapan. Itik tambak Putih keruh heterogen Putih keruh bagian bawah menggumpal Heterogen 4. Bawah ) 3. Itik tambak Putih keruh heterogen Putih (Bag. Atas) Kuning keruh(Bag. Atas) putihkream Heterogen . Puyuh Bening(Bag. No. HASIL PENGAMATAN Jenis Telur Awal Tabung 1 ( HCl) Akhir Putih bening ada gumpalan dibawah mengendap + Buffer Kuning bening 1. Puyuh Kuning keruh Putih susu kental Tidak homogen bagian atas bening . Bag.sebagian gumpalan protein mengapung 3. Penyu Putih agak keruh Putih keruh No. Ayam ras Kuning bening 2. Ayam Ras Kuning Bening 2.gumpalan terpisah dan berada diatas Bening 5.V. bagian bawah menggumpal.

Penyu Putih agak keruh Ada endapan dan lebih menyatu bening Kuning keruh Putih bening(terdenaturasi sempurna) No. Ayam ras penyu Itik tambak Kuning bening Kuning keruh Putih keruh 4. Penyu Putih keruh ada gumpalan Putih keruh ada endapan kuning menggumpal tidak rata berbuih .menggumpal(Bag. Bawah) 4. Ayam kampung Kuning keruh Kuning ada endapan 5. 2. Jenis telur Awal Tabung 3 (Buffer) Akhir Putih susu menggumpal Putih susu(mengendap) Putih keruh bagian bawah menggumpal 1. 3. Ayam kampung Kuning keruh Putih susu agak kekuningan 5.

Sesudah dipanaskan berwarna putih susu dan memadat. telur puyuh.VI. Ayam kampung Kuning Putih susu dan Bening . Ayam Ras Kuning Bening 2. Setelah ditetesi Buffer Asetat larutan tidak homogen sehingga tetap menggumpal dibawah. setelah di kocok hasil yang didapatkan sebelum dan setelah dipanaskan serta setelah ditetesi buffer asetat adalah: Pada telur ayam kampung: Sebelum dipanaskan berwarna putih kekuningan dan agak kental. telur penyu. bagian bawah menggumpal. ANALISIS DATA Dari hasil pengamatan tentang denaturasi protein yang menggunakan 6 macam jenis telur yaitu telur itik tambak.sebagian gumpalan protein mengapung 3. Puyuh Kuning keruh Putih susu kental Tidak homogen bagian atas bening . Jenis Telur Awal Tabung 1 ( HCl) Akhir Putih bening ada gumpalan dibawah mengendap + Buffer Kuning bening 1. Itik tambak Putih keruh heterogen Putih keruh bagian bawah menggumpal Heterogen 4. dan telur ayam kampung maka didapatkan hasil berupa :  Larutan putih telur + HCL 1 M Pada tabung pertama dengan menggunakan bahan putih telur yang dicampur HCL 1 M. telur ayam ras. telur itik pantai. Pada percobaan pertama yaitu masing –masing putih telur yang berada pada tabung reaksi masing-masing ditetesi HCL 1 ml. No.

Atas) Kuning keruh(Bag. setelah di kocok hasil yang didapatkan sebelum dan setelah dipanaskan serta setelah ditetesi buffer asetat adalah: No. Bawah ) 3. Jenis Telur Awal Tabung 2 ( NaOH) Akhir Putih susu menggumpal Putih susu mengendap Bening terdenaturasi sempurna +Buffer Bening 1.gumpalan terpisah dan berada diatas Putih keruh  Larutan putih telur + NaOH 1 M Pada tabung kedua bahan yang digunakan adalah putih telur seperti pada tabung pertama. Penyu Putih agak keruh menggumpal Tidak ada endapan. Penyu Putih agak keruh Ada endapan dan lebih menyatu Putih bening(terdenaturasi sempurna) . Bag. Ayam ras Kuning bening 2. Pada percobaan pertama yaitu masing –masing putih telur yang berada pada tabung reaksi masing-masing ditetesi NaOH. Tengah putih bening 4.keruh 5. Puyuh Bening(Bag. tetapi bahan lain yang digunakan adalah NaOH 1 M. Bawah) Heterogen . Atas) putihkream menggumpal(Bag. Ayam kampung Kuning keruh Kuning ada endapan Kuning keruh 5. Itik tambak Putih keruh heterogen Putih (Bag.

setelah di kocok warna yang dihasilkan sebelum dipanaskan dan warna yang dihasilkan setelah dipanaskan sampai mendidih adalah: No. 2. 3. Larutan putih telur + Buffer Asetat Pada tabung ketiga bahan yang digunakan masih putih telur seperti pada tabung kedua. Ayam kampung Kuning keruh Putih susu agak kekuningan 5. dan telur-telur lainnya.2 dan 3 mengalami gumpalan yang tidak sama. Akan tetapi. penambahan HCl dan NaOH serta buffer asetat ke dalam larutan albumin berbagai jenis telur setelah dipanaskan menghasilkan larutan yang mengalami koagulasi (penggumpalan). ada larutan yang koagulasinya sempurna dan koagulasinya yang tidak sempurna. Pada percobaan pertama yaitu masing –masing putih telur yang berada pada tabung reaksi masing-masing ditetesi Buffer Asetat. Adapun hasil gumpalan yang terbentuk dari albumin telur puyuh berbeda dengan albumin telur ayam ras. Penyu Putih keruh ada gumpalan Putih keruh ada endapan kuning menggumpal tidak rata berbuih Dalam percobaan. tidak merata dan bentuk serta endapan masing-masing juga berbeda. hal ini disebabkan oleh pH . tapi bahan yang dicampurkan adalah buffer asetat. Ayam ras penyu Itik tambak Kuning bening Kuning keruh Putih keruh 4. Jenis telur Awal Tabung 3 (Buffer) Akhir Putih susu menggumpal Putih susu(mengendap) Putih keruh bagian bawah menggumpal 1. Terbentuknya gumpalan yang tidak merata tersebut diakibatkan adanya asam kuat HCL yang bereaksi dengan larutan albumin sehingga gumpalan yang terbentuk tidak rata. Perubahan inindapat dilihat dari tabel hasil pengamatan dimana telur ayam ras pada tabung 1.

yaitu terjadinya perubahan pH yang sangat ekstrim. seperti guncangan. belum terjadi pemutusan ikatan peptida pada kondisi terdenaturasi sempurna ini. hanya struktur primer protein saja yang tersisa. yaitu : 1. Terjadinya denaturasi pada larutan albumin dalam percobaan disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat larutan albumin terdenaturasi. Artinya proses denaturasi berjalan sempurna. Isolistrik yang terkandung dari 5 jenis telur tersebut berbeda-beda sehingga gumpalan yang terbentuk Setelah larutan-larutan albumin yang dipanaskan dan telah diamati perubahannya dan didinginkan lalu masing-masing larutan tersebut di tetesi Buffer asetat. yang diakibatkan oleh adanya pemanasan. protein tidak lagi memiliki struktur sekunder. Kebanyakan protein terdenaturasi jika dipanasakan pada suhu yang tinggi (6090oC). Keasaman. maka dari hasil percobaan tersebut disimpulakan bahwa denaturasi sangat dipengaruhi oleh pH yang bersenyawa dengan larutan albumin. 3. Akan tetapi. Isolistrik protein mempunyai arti penting karena pada umumnya sifat fisika dan kimia erat hubungannya dengan pH isolistrik ini dari hasil pengamatan tersebut apabila suatu larutan dalam keadaan asam maka gumpalan tersebut akan tidak rata. Adanya pengaruh mekanik. tersier dan quarterner.isolistrik. Hasil yang didapatkan adalah yaitu pada semua tabung reaksi (selain telur penyu tidak terjadi perubahan). Kemudian untuk larutan albumin yang tidak mengalami denaturasi sempurna adalah telur penyu. dilihat dari penggumpalannya. sementara pada apabila larutan dalam keadaan asam maka gumpalan yang terbentuk tidak rata sementara apabila larutan dalam keadaan basa maka gumpalan yang terbentuk akan rata. Denaturasi adalah perubahan struktur protein dimana pada keadaan terdenaturasi sempurana. Pada larutan albumin telur . Proses denaturasi protein ini merubah fisik protein sehingga dapat menghilangkan sifat kelarutannya. yaitu perubahan bentuk cair ke padat. 2. Suhu tinggi. pada telur penyu pun juga terjadi denaturasi sempurna.

1994). Suhu yang tinggi.. Protein yang terdenaturasi akan berkurang kelarutannya 3. (Anna. Pengaruh pH. Denaturasi protein dapat diartikan suatu perubahan atau modifikasi terhadap struktur sekunder. P. 8. 6. d. tertier dan kuartener molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan-ikatan kovelen 2.. Insolubilisasi dapat terjadi apabila terdapat protein yang berlebihan. c. Pemanasan akan membuat protein bahan terdenaturasi sehingga kemampuan mengikat airnya menurun. seperti : a. C. VII. Denaturasi yang umum ditemui adalah proses presipitasi dan koagulasi protein (Ophart. 2003). Koagulasi yang terjadi pada larutan albumin tidak akan dapat kembali seperti semula walaupun sudah didinginkan. Percobaan pada albumen telur menunjukkan terjadinya proses denaturasi yang terjadi pada protein yang terkandung. Pengaruh zat-zat kimia tertentu.E. pada saat inilah protein mengalami denaturasi yang ditandai kekeruhan meningkat dan timbulnya gumpalan. . Tidak sempurnanya denaturasi yang terjadi pada telur penyu disebabkan karena kadar kandungan albuminnya yang sangat tinggi. KESIMPULAN 1. 7. 5. memang juga terjadi koagulasi. b. Panas dapat digunakan untuk mengacaukan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik non polar. Denaturasi protein meliputi gangguan dan kerusakan yang mungkin terjadi pada struktur sekunder dan tersier protein 4. Faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein.penyu. Protein akan mengalami kekeruhan terbesar pada saat mencapai ph isoelektris yaitu ph dimana protein memiliki muatan positif dan negatif yang sama. Pengaruh mekanik. namun tidak merata atau tidak sempurna.

dan telur puyuh sedangkan yang tidak terdenaturasi secara sempurna adalah telur penyu. 11. Larutan albumin akan mengalami proses denaturasi yang tidak sempurna apabila tingkat kandungan albumin yang terdapat dalam larutan tersebut tinggi. Insolubilisasi dapat terjadi apabila terdapat protein yang berlebihan. 10.9. . telur itik tambak. telur ayam kampung. telur ayam ras. larutan albumin yang terdenaturasi sempurna adalah telur itik pantai. Pada percobaan.

2009. Laporan Praktikum Biokimia. Jurusan PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin . 2009. Titin. 2012. Laporan Praktikum Biokimia. Jurusan PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin Sari. Jurusan PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin Nusair. Normila.VIII. DAFTAR PUSTAKA Noorhidayati dan Hardiansyah. Penuntun Praktikum Biokimia.

Selanjutnya akan terjadi pengikatan kembali pada gugus reaktif pada rantai polipeptida. ( Winarno. Metode lain yang dapat di gunakan untuk denaturasi protein adalah yaitu pemberian urea. PT. alkohol. PT. Ikatan peptida akan terputus pada kondisi terdenaturasi sempurna. Perubahan kimia yang berhubungan dengan denaturasi telur adalah perubahan atau modifikasi terhadap struktur skunder.G. ditergen dan sebagainya. tersier dan kuartener terhadap molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan kovalen. Jakarta. ) 3. Gramedia Pustaka Utama. ( Winarno.IX. Kimia Pangan dan Giji. Gramedia Pustaka Utama. ( Winarno. ) . ) 2. Kimia Pangan dan Giji. Gramedia Pustaka Utama.G. Selanjutnya akan terjadi pengikatan kembali pada gugus reaktif yang sama atau yang berdekatan.G. F. Jakarta. Jakarta. F. Pemekaran atau penngembangan molekul protein yang terdenaturasi akan membuka gugus reaktif yang ada pada rantai polipeptida. Bila unit ikatan yang terbentuk cukup banyak sehingga protein tidak lagi terdisfersi sebagai suatu yang koloid. Sifat fisik protein yang mempengaruhi kelarutan dari protein dalam percobaan ini adalah ikatan peptida. PT. LAMPIRAN Jawaban pertanyaan : 1. F. Kimia Pangan dan Giji.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->