P. 1
Latar Belakang

Latar Belakang

|Views: 194|Likes:
Published by Licha Feryagi Utami

More info:

Published by: Licha Feryagi Utami on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2015

pdf

text

original

Latar Belakang A.

Pembelian JIT Pembelian JIT adalah sistem penjadwalan pengadaan barang dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan penyerahan segera untuk memenuhi permintaan atau penggunaan. Pembelian JIT dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara: Mengurangi jumlah pemasok sehingga perusahaan dapat mengurangi sumber-sumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan pamasoknya. Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok. Memiliki pembeli atau pelanggan dengan program pembelian yang mapan. Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah. Mengurangi waktu dan biaya untuk program-program pemeriksaan mutu. Penerapan pembelian JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut: Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan. Perubahan “cost pools” yang digunakan untuk mengumpulkan biaya. Mengubah dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya sehingga banyak biaya tidak langsung dapat diubah menjadi biaya langsung. Mengurangi perhitungan dan penyajian informasi mengenai selisih harga beli secara individual Mengurangi biaya administrasi penyelenggaraan sistem akuntansi. B. Produksi JIT Produksi JIT adalah sistem penjadwalan produksi komponen atau produk yang tepat waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan oleh tahap produksi berikutnya atau sesuai dengan memenuhi permintaan pelanggan. Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara: Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses dalam setiap workstation (stasiun kerja) atau tahapan pengolahan produk (konsep persediaan nol). Mengurangi atau meniadakan “Lead Time” (waktu tunggu) produksi (konsep waktu tunggu nol). Secara berkesinambungan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengurangi biaya setup mesinmesin pada setiap tahapan pengolahan produk (workstation). Menekankan pada penyederhanaan pengolahan produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah dapat dieliminasi. Perusahaan yang menggunakan produksi JIT dapat meningkatkan efisiensi dalam bidang: Lead time (waktu tunggu) pemanufakturan Persediaan bahan, barang dalam proses, dan produk selesai Waktu perpindahan Tenaga kerja langsung dan tidak langsung

1. 2. 3. 4. 5.

1. 2. 3. 4. 5.

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3. 4.

Mengurangi perlunya alokasi pusat biaya jasa (departemen jasa) Mengubah perilaku dan relatif pentingnya biaya tenaga kerja langsung. Tujuan pemanufakturan JIT adalah memproduksi produk hanya jika produk tersebut dibutuhkan dan hanya sebesar jumlah permintaan pembeli (pelanggan). Manufaktur yang berbentuk sel-sel. JIT Dibandingkan dengan Pemanufakturan Tradisional. dengan mengurangi kelompok biaya tidak langsung dan mengubah sebagian besar dari biaya tersebut menjadi biaya langsung maupun sebaliknya. 2. 5. 2. 4. Pemanufakturan JIT dan Penentuan Biaya Produk Pemanufakturan JIT menggunakan pendekatan yang lebih memusat daripada yang ditemui dalam pemanufakturan tradisional. 7. 3. 1. Sel-sel Pemanufakturan dan Tenaga Kerja Interdisipliner c. 6. . JIT dan Ketertelusuran Biaya Overhead Dalam lingkungan JIT. 3. Keakuratan Penentuan Biaya Produk dan JIT Salah satu konsekuensi dari penurunan biaya tidak langsung dan kenaikan biaya langsung adalah meningkatkan keakuratan penentuan biaya (Harga Pokok Produk). dan aktivitas jasa yang terdesentralisasi adalah karakteristik utama JIT.2. Persediaan Rendah b. Ruangan pabrik Biaya mutu Pembelian bahan Penerapan produksi JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut: Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan Mengeliminasi atau mengurangi kelompok biaya (cost pools) untuk aktivitas tidak langsung Mengurangi frekuensi perhitungan dan pelaporan informasi selisih biaya tenaga kerja dan overhead pabrik secara individual Mengurangi keterincian informasi yang dicatat dalam “work tickets” 2. Mempengaruhi sistem penentuan harga pokok pesanan dan proses.Penggunaan sistem pemanufakturan JIT mempunyai dampak pada: Meningkatkan Keterlacakan (Ketertelusuran) biaya. Beberapa perbedaan pemanufakturan JIT dengan Tradisional meliputi: a. 2. beberapa aktivitas overhead yang tadinya digunakan bersama untuk lebih dari satu lini produk sekarang dapat ditelusuri secara langsung ke satu produk tunggal. dapat menurunkan kebutuhan penaksiran yang sulit. Filosofi TQC (Total Quality Control) 2. 1.5. tanaga kerja yang terinterdisipliner. Pemanufakturan JIT. Meningkatkan akurasi penghitungan biaya produk. 2.1.3. Pemanufakturan JIT adalah sistem tarikan permintaan (Demand-Pull). 4.

(b) analisis trend biaya. (c) analisis profitabilitas lini produk. JIT secara signifikan mengarah pada penyederhanaan. Pengaruh JIT pada Penilaian Persediaan Salah satu masalah pertama akuntansi yang dapat dihilangkan dengan penggunaan pemanufakturan JIT adalah kebutuhan untuk menentukan biaya produk dalam rangka penilaian persediaan. dan tidak perlu menghitung biaya dari periode sebelumnya. 2. Jika terdapat persediaan. Dalam JIT diusahakan persediaan nol (atau paling tidak pada tingkat yang tidak signifikan). dsb. pertama.Dalam JIT. (d) perbandingan dengan biaya para pesaing. banyak jasa didesentralisasikan. Dalam lingkungan JIT.6. 2.4. sehingga penghitungan unit ekuivalen tidak terlalu dibutuhkan.8.Oleh sebab itu ada dua akibat: 1. Penentuan Harga Pokok Proses dan JIT Dalam metode proses. 2.maka tidak praktis untuk menyusun kartu harga pokok pesanan untuk setiap pesanan. 2. Dengan menggunakan JIT. keberadaan penentuan harga pokok produk hanya untuk memuaskan tujuan manajerial. biaya tenaga kerja langsung tradisional dikurangi secara signifikan. Pengaruh JIT pada Biaya Tenaga Kerja Langsung Sebagai perusahaan yang menerapkan JIT dan otomatisasi. karena ukuran lot sekarang lebih sangat kecil. maka persediaan tersebut harus dinilai. sel-sel pemanufakturan dapat dibentuk untuk bisnis berulang-ulang. JIT dan Alokasi Biaya Pusat Jasa Dalam manufaktur tradisional. Manajer memerlukan informasi biaya produk yang akurat untuk membuat berbagai keputusan misalnya: (a) penetapan harga jual berdasar cost-plus. Biaya tenaga kerja langsung berubah dari biaya variabel menjadi biaya tetap. lagi pula. Hal ini karena biaya dapat dikelompokkan pada level selular. pesanan tidak membutuhkan perhatian yang besar dalam mengelompokkan harga pokok produksi.Selanjutnya. perusahaan harus memisahkan bisnis yang sifatnya berulang-ulang dari pesanan khusus.5.9. dan penilaiannya mengikuti aturan-aturan tertentu untuk tujuan pelaporan keuangan. JIT dan Otomasi .2. Pengaruh JIT pada Harga Pokok Pesanan Dalam penerapan JIT untuk penentuan order pesanan. sehingga penilaian persediaan menjadi tidak relevan untuk tujuan pelaporan keuangan. perhitungan biaya per unit akan menjadi lebih rumit karena adanya persediaan barang dalam proses. Dengan mereorganisasi tata letak pemanufakturan. sentralisasi pusat-pusat jasa memberikan dukungan pada berbagai departemen produksi.Hal ini dicapai dengan membebankan pekerja dengan keahlian khusus secara langsung ke lini produk dan melatih tenaga kerja langsung yang ada dalam sel-sel untuk melaksanakan aktivitas jasa yang semula dilakukan oleh tenaga kerja tidak langsung.7. 2. diusahakan persediaan nol. Maka lingkungan pesanan akan menggunakan sifat sistem harga pokok proses. (e) keputusan membeli atau membuat sendiri. Persentasi biaya tenaga kerja langsung dibandingkan total biaya produksi menjadi berkurang 2.

(d) menurukan waktu pengolahan. memperbaiki aliran produksi 5. (c) meningkatkan mutu dan pelayanan. Jangan mengirim produk rusak ke prosess berikutnya. . Ide dasar JIT sangat sederhana. Organisasi Pabrik Pabrik dengan sisitem JIT berusaha untuk mengatur layout berdasarkan produk. merupakan rekan terotomasi dari sel-sel pemanufakturan JIT. Semua proses yang diperlukan untuk membuat produk tertentu diletakkan dalam satu lokasi. Summary ”JIT” JIT merupakan filosofi pemanufakturan yang memiliki impilkasi penting dalam manajemen biaya. memproduksi dengan jumlah kecil 3. Just In Time (JIT) mendasakan pada delapan kunci utama. Karyawan diberi pelatihan mengenai bagaimana menghadapi perubahanyang dilakukan dari system tradisional dan bagaimana cara kerja JIT • Membentuk Aliran/Penyederhanaan Idealnya suatu lini produksi yang baru dapat di setup sebagai batu ujian untuk membentuk aliran produksi. biasanya hanya menunjukkan kemungkinan otomasi dalam beberapa hal. • Kanbal Pull System Kanbal merupakan system manajemen suatu pengendalian perusahaan. 2. sebagai contoh sel-sel FMS. yaitu 1. Persyaratan-persyaratan JIT Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemerapan JIT: 1. (e) meningkatkan keluaran. Otomasi perusahaan untuk : (a) menaikkan kapasitas produksi. beberapa biaya yang merupakan biaya yang tidak langsung dalam lingkungan tradisional sekarang menjadi biaya langsung. orang-orang yang tanggap 7. Pelatihan/Tim/keterampilan JIT memerlukan tambahan pelatihan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan system tradisional. Bila JIT merupakan suatau filosofi manajemen operasi yang berusaha untuk menghilangkan pemborosan pada semua aspek dari kegiatan-kegiatan produksi perusahaan. menghasilakn produk yang sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaan. (b) menaikkan efisiensi. menghilangkan pemborodan 4. menyeimbangkan aliran tersebut. Proses berikutnya hanya mengambil apa yang dibutuhkan pada saat dibutuhkan. menghilangkan ketidakpastian 8. Otomasi meningkatkan kemampuan untuk menelusuri biaya pada berbagai produk secara individual. 2. penekananan pada pemeliharaan jangka panjang.Sejak sistem JIT digunakan. menyempurnakan kualitas produk 6. yaitu produksi hanya apabila ada permintaan (pull system) atau dengan kata lain hanya memproduksi sesuatu yang diminta dan hanya sebesar kuatitas yang diminta. Sasaran utama JIT adalah menngkatkan produktivitas system produksi atau opersi dengan cara nenghilangkan semua macam kegiatan yang tidak menembah nilai bagi suatui produk. Jadi. Filosofi JIT digunakan pertama kali oleh Toyota dan kemudian diadopsi oleh banyak perusahaan manufaktur dijepang . Karena tidaklah umum bagi perusahaan yang menggunakan JIT untuk mengikutinya dengan pemilikan teknologi pemenufakturan maju. karena itu kanbal memiliki beberapa aturan yang perlu diperhatikan: 1. 2. dan memecahkan masalah awal.

Pendekatan ini pendekatan ini esuai bila nesin-mesin digunakan untuk menghasilkan berbagai bagian atau komponen yang berbeda yang digunakan proses berikutnya dalam tahap produksi. seperti perekayasaan. Total Productive Maintance TPM merupakan suatu keharusan dalam sisitem JIT. yaitu mengubah cara mengadakan pembelian. Mesi-mesin membersihkan dan diberi pelumas secara rutin. manufaktur. Menaati instruktur kanban pada saat fine tuning 6. 6. Visibiltas/ pengendalian visual Salah satu kekuatan JIT adalah sistemnya yang merupakan system visual. 3. keuangan dan departemen lainnya yang relevan. yaitu dengan system tarik yang bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dengan menghilangkan sebanyakmungkin pemborosan. biasanya dilakukan oleh operator yang menjalankan mesin tersebut. Penemuan system produksi yang tepa. Dukungan. tetapi juga merupakan system produksi system produksi yang saling berkaitan dengan semua fungsi dan aktivitas. tetapi ukuran lot yang terkecil. karena beberapa hal: Pertama. segala sesuatu harus bekerja sesuai dengan harapan dan mendekati sempurna. Penemuan lini produksi yaitu dalam satu lini produksi harus dibuat bermacam-macam barang. Dan Perbaikan Berkesinambungan. Startegi penerapan Just In Time dalam system produksi. baik dalam fase setup maupun dalam masa produksi. dan sebagainya. JIT bukan hany sekedar metode pengedalian persediaan. Kedua. selanjutnya barang akan dating sesuai kebutuhan atau proses produksi perubahan kita. Ukuran Lot Kecil Dan Pengurangan Waktu Setup Ukuran lot yang ideal bukan ukuran yang terbesar. Startegi Penerapan Just In Time Ada beberapa strategi dalam mengimplementasikan JIT dalam perusahaan. persediaan. dan khususnya dukungan dari pimpinan. 4. Tim ini terdiri dari berabagi departemen. dalam JIt tidak ada bahan cadangan untuk kemacetan perusahaan dan Ketiga.3. yaitu dari semua pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan pembelian. 5. Eliminasi Kemacetan Untuk menghapus kemcetan. Selain itu lini produksi tersebut dapat menghemat biaya. SPC. . Memproduksi hanya sejumlah proses berikutnya 4. Kemampuan proses. dan perbaikan berkesinambungan harus ada dalam pemanufakturan JIT. perlu dilakukan beberapa pendekatan yang melibatkan tim fungsi silang. biaya bahan. yaitu dengan membuat kontrak jangka panjang dengan pemasok sehingga perusahaan cukup hanya memesan sekali untuk jangka panjang. Kemampuan Proses. Mengubah system. Meratakan beban produksi 5. antara lain: Startegi Penerapan pembelian Just In Time. Tanpa ada komitmen dari pinpinan tersebut JIt tidak dapat terlaksana. 7. sehingga semua kebutuhanpelanggan yang berbeda-beda itu dapat terpenuhi. Melakukan stabilisasi dan rasionalisasi proses. semua kondisi mesin harus bekerja dengan prima. Melacaknya apa yang terjadi dalam system tradisional sulit dilakukan karena para karyawan mondar-mandir mengurus kelebihan barang dalam prosess dan banyak rute produksi yang saling bersilangan. Statistical Proses Control (SPC).

Akibatnya pemborosan dapat dihilangkan dalam skala besar. yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Komitmen terhadap kualitas prima. Aliaran barang dari gudang ke produksi akan meningkat. Ada empat aspek pokok dalam sistim JIT yaitu :     Menghilangkan semua aktivitas atau sumber-sumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk. dan barang jadi. 3. Mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi. 4. Persediaan-persediaan ini dirancang untuk bertindak sebagai penyangga sehingga kegiatan-kegiatan perusahaan tetap dapat berjalan mulus kendatipun para pemasok terlambat melakukan pengiriman atau bilamana sebuah departemen . menurunnya laba. peningkatan kualitas. termasuk bahan baku dan suku cadang. Perusahaan-perusahaan pabrikasi menyimpan tiga jenis persediaan : bahan baku. Penjadwalan produk dan jam kerja karyawan akan lebih konsisten. 2. Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan. 6. ruang dan waktu produksi. dan perusahaan dapat lebih fokus untuk perbaikan pada bidang lainnya. personalia. serta perbaikan kinerja pengiriman. dan menajamnya persaingan telah mengakibatkan perusahaan mencari cara-cara untuk merampingkan kegiatan usaha mereka dan mengumpulkan lebih banyak data akurat untuk tujuan pengambilan keputusan. PEMBAHASAN Dalam menangani tingginya biaya. Oleh karena itu muncullah ide Just In Time (JIT) yang hanya memproduksi apabila ada permintaan. Adanya peningkatan hubungan dengan suplyer. Pekerja yang menguasai berbagai keahlian digunakan secara lebih efisien. Persediaan selalu dipertahankan untuk menjaga produkstivitas pekerja dan bisnis akan fokus pada turn over. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen b lainnya. Waktu set-up pada gudang dapat dikurangi. barang dalam proses.Keuntungan JIT antar lain 1. Prinsip dasar JIT adalah meningkatkan kemampuan secara terus-menerus untuk merespon perubahan dengan meminimisasi pemborosan. Dengan pemotongan waktu dan biaya ini akan membuat perusahaan lebih efficient. Beberapa pekerja akan fokus pada daerah pekerjaannya untuk bekerja secara cepat. Memberikan tekanan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan visibilitas yang memberikan nilai tambah. Tujuan utama JIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya. dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. 5. Tenaga kerja langsung dalam lingkungan Just In Time dipertangguh dengan perluasan tanggung jawab yang berkontribusi pada pemangkasan pemborosan biaya tenaga kerja.

Namun penyimpanan persediaan-persediaan itu sudah barang tentu memakan biaya besar.tidak mampu beroperasi selama beberapa waktu karena sesuatu atau hal lainnya. Pada system JIT perusahaan harus meningkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan perusahaan yang lain. Perusahaan harus memproduksi barang sesuai dengan jumlah pesanan agar tidak adanya persediaan. Suatu proses produksi hanya akan memproduksi apabila diisyaratkan oleh proses berikutnya. Kedua hal tersebut menjadikan perusahaan lebih kooperatif. Tujuan utama Just In Time adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya. Untuk itu perusahaan harus mengikat kontrak panjang kepada pemasok agar bersedia mengirimkan barang yang kita pesan sesering mungkin. Untuk perusahaan harus memperhatikan kualitas mutunya. Sistim JIT menghapus kebutuhan akan persediaan karena tidak ada produksi sampai barang akan dijual. Pada persediaan JIT mensyaratkan bahwa proses atau orang yang membuat unit-unit rusak dapat dikirim untuk menunggu pengerjaan ulang atau menjadi bahan sisa. . Produsi JIT adalah suatu sistem dimana tiap komponen dalam jalur produksi menghasilkan secepatnya saat diperlukan dalam langkah selanjutnya dalam jalur produ ksi. Sebagai akibatnya pemborosoan dapat dihilangkan dalam skala besar. Persediaanpersediaan ini dirancang untuk bertindak sebagai penyangga sehingga kegiatan-kegiatan perusahaan tetap dapat berjalan mulus kendatipun para pemasok terlambat melakukan pengiriman atau bilamana sebuah departemen tidak mampu beroperasi selama beberapa waktu karena sesuatu atau hal lainnya. Jika pelanggan senang maka ia akan sering melakukn pesanan terhadap perusahaan produksi dan sebaliknya jika pelanggan tidak puas maka pelanggan akan memilih ke perusahaan produksi lainnya. Oleh karena itu munculah ide Just In Time yang memproduksi apabila ada permintaan.fasilitas pabrikasinya dan kejadian . sesuai dengan jumlah pesanan dan dengan kualitas yang bermutu tinggi. serta perbaikan kinerja pengiriman. yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Dalam system JIT menerapkan untuk membeli barang hanya dalam kuantitas yang dibutuhkan saja. Perusahaan yang mengadopsi systemJust In Time ke proses produksinya mestilah merancang kembali fasilitas . Sistem Just In Time merupakan upaya untuk mengurangi atau menghilangkan persedian. Hal ini berarti bahwa perusahaan harus mempunyai pesanan terus menerus agar dapat berproduksi. peningkatan kualitas. Dalam pengiriman barang dalam JIT harus tepat waktu. Persediaan JIT adalah untuk sistem persediaan yang dirancang guna mendapatkan barang secara tepat waktu. Karena hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan produksi. Hal ini agar tidak adanya persediaan di gudang.kejadian yang memicu proses Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam system tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi daripada produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya.

Sasaran utama JIT adalah menngkatkan produktivitas system produksi atau opersi dengan cara nenghilangkan semua macam kegiatan yang tidak menembah nilai bagi suatui produk. Untuk operasi kuartal pertama tahun 2010 . Manajemen PT.0 5. 2. datanya adalah berikut ini : .8 CONTOH KASUS Soal 1. Just In Time (JIT) mendasakan pada delapan kunci utama. 5. 3.JIT merupakan suatau filosofi manajemen operasi yang berusaha untuk menghilangkan pemborosan pada semua aspek dari kegiatan-kegiatan produksi perusahaan. yaitu 1. menghasilakn produk yang sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaan. memproduksi dengan jumlah kecil menghilangkan pemborodan memperbaiki aliran produksi menyempurnakan kualitas produk orang-orang yang tanggap menghilangkan ketidakpastian penekananan pada pemeliharaan jangka panjang. 8.6 . 6.4 0. 2. 7. Hari Waktu inspeksi Waktu tunggu( sejak pesanan datang sampai permulaan produksi) Waktu proses 28. 4. Apa Aja Boleh ingin mengurangi waktu antara pesanan datang dari konsumen dan ketika pesanan dikirimkan .

0 + 10.Move time Waktu antri Diminta : 1.6 + 28. Manajemen PT.0 + 2.2 0. MCE = Waktu Proses / Waktu Tenggang MCE = 5.4 + 0.0 = 46 1. Untuk operasi kuartal pertama tahun 2010 . 1. Soal 2. Hitunglah throughput time! Hitunglah MCE untuk kuartal tersebut diatas! Analisa ! 2.0 Jawab .0 10. Analisa . datanya adalah berikut ini : . Hari Waktu inspeksi Waktu tunggu( sejak pesanan datang sampai permulaan produksi) Waktu proses Move time 3 6 1. Throughput Time = 5. Maka besaran MCE mendekati 0 yang berarti tidak efisien. Throughput Time = Waktu Proses + Waktu Inspeksi + Waktu Tunggu + Waktu Gerak + Waktu Antri. Suka-Suka Kamu ingin mengurangi waktu antara pesanan datang dari konsumen dan ketika pesanan dikirimkan .8 . 2.7 % 1.4 / 46 x 100% = 11. 3.

2. 2. MCE = Waktu Proses / Waktu Tenggang MCE = 6 / 11 x 100% = 54. JIT pemanufakturan didasarkan pada konsep :  Hanya memproduksi produk sejumlah yang diminta oleh konsumen (tepat kuantitas) . 1. Tujuan strategis JIT adalah : 1. Analisa : Maka besaran MCE mendekati 1 yang berarti efisien. 2.2 + 1 = 11 1. 3.5 % 1. Throughput Time = 6 + 0. 3. Memperbaiki kinerja pengiriman.8 + 2 + 1.Waktu antri Diminta : 1. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara : 1. Mengeliminasi atau mengurangi persediaan Meningkatkan mutu Mengendalikan aktivitas supaya biaya rendah (sehingga memungkinkan harga jual rendah dan laba meningkat) 4. Meningkatkan laba Memperbaiki posisi persaingan perusahaan. Throughput Time = Waktu Proses + Waktu Inspeksi + Waktu Tunggu + Waktu Gerak + Waktu Antri. Hitunglah throughput time! Hitunglah MCE untuk kuartal tersebut diatas! Analisa ! 1 Jawab .

Pengurangan Setup Time .    Memproduksi produk bermutu tinggi Memproduksi produk berbiaya rendah Memproduksi produk berdaur waktu yang tepat Mengirimkan produk pada konsumen tepat waktu JIT pembelian didasarkan pada konsep :     Hanya membeli sejumlah barang yang diperlukan untuk produksi Membeli barang bermutu tinggi Membeli barang berharga murah Pengiriman barang yang dibeli tepat waktu JIT mempunyai empat aspek pokok yaitu sebagai berikut : 1. Jumlah persediaan yang usang. Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu menjadi lebih tinggi Selalu diupayakan penyempurnaan berkesinambungan Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan pemahaman terhadap aktivitas 2. Pembenahan Tata Letak Pabrik Arus Lini Jalur fisik yang dilewati oleh sebuah produk pada saat bergerak melalui proses pabrikasi dari penerimaan bahan baku sampai ke pengiriman barang jadi. 4. Tingkat persediaan yang minimal Sistem JIT memotong biaya dengan mengurangi :   Ruang yang dibutuhkan untuk penyimpanan bahan baku Jumlah penanganan bahan baku o 1. Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau kepuasan konsumen harus dieliminasi 2. 1. 3.2 Elemen-elemen Kunci JIT 1. 1.

Pabrik mengeluarkan biaya yang lebih sedikit untuk memperkerjakan para staffnya. disimpan atau diretur kembali. tingkatan order ditentukan oleh data permintaan historis. dan mendapatkan formulir terkait dan bergerak cepat untuk mengakomodasikan produk unsure yang berbeda.kertas kerja dapat lebih simple .3 Keuntungan dan kelemahan sistem JIT  Keuntungan JIT .Barang produksi tidak harus selalu di cek. 3.Penghematan yang telah di lakukan dapat digunakan untuk mendapat profit yang lebih tinggi misalnya.seluruh system yang ada dalam perusahaan dapat berjalan lebih efisien . 3.  Kelemahan JIT satu kelemahan sistem JIT adalah. . 4. Sistem dorongan Persediaan signifikan Basis pemasok banyak Kontrak jangka pendek dengan pemasok . 4. dengan mengadakan promosi tambahan. Jika permintaan naik melebihi dari rata-rata perencanaan historis maka inventori akan habis dan akan mempengaruhi tingkat pelayanan konsumen. Sistem tarikan Persediaan tidak signifikan Basis pemasok sedikit Kontrak jangka panjang dengan TRADISIONAL 1. memindahkan bahan baku. pada BDp maupun pada barang jadi. Kendali Mutu Terpadu (Total Quality Control) TQC berarti bahwa perusahaan tidak akan memperbolehkan penerimaan penerimaan komponen dan bahan baku yang cacat dari para pemasok.4 Perbedaan Sistem JIT dan Sistem Tradisional Perbandingan Sistem Manajemen JIT dan Tradisional JIT 1.Masa pengesetan mesin (setup time) adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengubah perlengkapan. 2. 1. 2. 2. Tenaga kerja yang fleksibel 2. . 1.

dan aktivitas produksi menentukan aktivitas pembelian. baik konsumen internal maupun konsumen eksternal. Karyawan terspesialisasi Jasa tersentralisasi Keterlibatan karyawan rendah Gaya manajemen sebagai pemberi perintah 10. 8.pemasok 5. Dengan demikian barang tersebut tidak perlu disimpan di gudang sehingga tercapai persediaan nol. 2. 7. Sistem tarikan dibanding sistem dorongan Sistem tarikan adalah system penentuan aktivitas-aktivitas berdasar atas permintaan konsumen. Berdasar system tarikan. 6. JIT pembelian dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktifitas pembelian dengan cara :  Mengurangi jumlah pemasok Bagi suatu perusahaan pengurangan jumlah pemasok dapat mengurangi waktu dan biaya bernegosiasi dengan para pemasok. bermutu tinggi dan berharga murah.Acceptable quality level (AQL) 10. Pemanufakturan berstruktur seluler Karyawan berkeahlian ganda Jasa terdesentralisasi Keterlibatan karyawan tinggi Gaya manajemen sebagai penyedia fasilitas 5. tepat jumlah. Pemanufakturan berstruktur departemen 6.5 JIT Pembelian Pembelian JIT adalah system pembelian barang berdasar tarikan permintaan sehingga barang yang dibeli dapat diterima tepat waktu.  Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok. 9. Sebagai contoh dalam perusahaan pemanufakturan permintaan konsumen melalui aktivitas penjualan menentukan aktivitas produksi. Total quality control (TQC) 1. barang yang diterma dari pembelian segera digunakan untuk memenuhi permintaan pembeli pada perusahaan dagang atau segera digunakan untuk memeniuhi permintaan produksi pada perusahaan manufaktur. 8. 9. Pengurangan waktu dan biaya bernegosiasi dapat dilakukan karena:   Jumlah pemasok menjadi sangat sedikit Kontrak pembelian jangka panjang dengan para pemasok JIT . 7.

jumlah. 7. 2. 5. 6. 2. 4. dan bermutu tinggi dengan biaya rendah. Mengurangi waktu dan biaya untuk program pemeriksaan mutu Pemilihan pemasok yang dapat menjamin ketepatan waktu. 3. Over produksi ( OverProduction ) Waktu menunggu ( Waiting ) Transportasi ( Transportation ) Pemrosesan ( Process production ) Tingkat persediaan barang ( Unnecessary Inventory ) Gerak ( Unnecessary Motion ) Cacat produksi ( Defects ) .Menyederhanakan pengolahan produ alam bahasa sederhanya pengertian pemborosan adalah segala sesuatu tidak memberi nilai tambah itulah pemborosan. 3.6 JIT Produksi Produksi JIT adalah system produksi berdasar tarikan permintaan sehingga produk dapat diproduksi tepat waktu. 2. Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses Mengurangi atau meniadakan “LEAD TIME” (waktu tunggu) Mengurangi atau meniadakan “setup” d. Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara : 1. o o o o Mengeliminasi aktifitas dan biaya yang tidak bernilai tambah Dilakukan dengan penyediaan container yang terpasang di pabrik. Ada 7 (tujuh) jenis pemborosan disebabkan karena 1. Memiliki konsumen dengan program pembelian yang mapan o Rencana pembelian yang matang adapat memberikan informasi kepada para pemasok mengenai persyaratan mutu dan penyerahan barang. dan mutu barang yang dibeli dapat mengurangi waktu dan biaya untuk pemeriksaan mutu. jumlah.

kedua.blogspot. maksudnya adalah mengubah-ubah jumlah pekerja sesuai dengan fluktuasi permintaan. inovatif serta selalu menerima masukan atau saran dari karyawan Untuk mencapai empat konsep tersebut perlu diterapkan sistem dan metode sebagai berikut : a.html . Tenaga kerja fleksibel. Optimalisasi waktu penyiapan untuk mengurangi waktu pesanan produksi.wordpress. Produksi Just In Time (JIT). c. Berpikir kreatif. Aktifitas perbaikan lewat kelompok kecil (small group) dan sistem saran untuk meningkatkan skills kerja. adalah memproduksi apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan. ketiga.com/2012/02/apa-itu-konsep-just-in-time-jit.com/2010/04/20/just-intime/http://www.html http://alena19. Tata letak proses dan pekerja fungsi ganda untuk konsep tenaga kerja yang fleksibel. keempat. d. Sistem kanban untuk mempertahankan produksi Just In Time (JIT). e. Autonomasi merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya. Sistem manajemen fungsional untuk mempromosikan pengendalian mutu ke seluruh bagian perusahaan sedangkan elemen-elemen Just In Time (JIT) adalah tenaga         Pengurangan waktu set up Aliran produksi lancar (layout) Produksi tanpa kerusakan mesin Produksi tanpa cacat Peranan dan support operator produksi Hubungan yang harmonis dengan pemasok Penjadwalan produksi yang stabil dan terkendali Sistem Kanban sumber : http://magussudrajat. b.aanhunaificeo.com/2011/07/normal-0-false-false-false. Metode kelancaran dan kecepatan produksi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan. f.Dalam pelaksanaan konsep JIT terdapat empat hal pokok yang harus dipenuhi :pertama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->