PEMIKIRAN ISLAM HARUN NASUTION

A. Pendahuluan Dalam sejarah Islam, mulanya berkembang pemikiran rasional, tetapi kemudian berkembang pemikiran tradisional. Pemikiran rasional berkembang pada Zaman Klasik Islam, sedangkan pemikiran tradisional berkembang pada Zaman Pertengahan Islam (12501800 M). Pemikiran rasional dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal seperti terdapat dalam Al-Quran dan hadits. Pertemuan Islam dan peradaban Yunani ini melahirkan pemikiran rasional di kalangan ulama Islam Zaman Klasik. Oleh karena itu, kalau di Yunani berkembang pemikiran rasional yang sekular, maka dalam Islam Zaman Klasik berkembang pemikiran rasional yang agamis. Pemikiran ulama filsafat dan ulama sains, sebagaimana halnya pada para ulama dalam bidang agama sendiri, terikat pada ajaran-ajaran yang terdapat dalam kedua sumber utama tersebut.1 Sejak abad kesembilan belas ini kembali tumbuh di Dunia Islam pemikiran rasional yang agamis dengan perhatian pada filsafat, sains, dan teknologi. Di abad kedua puluh perkembangan itu lebih maju lagi, lahir interpretasi rasional dan baru atas Al-Qur'an dan hadits. Pemikiran tradisional Islam segera mendapat tantangan dari pemikiran rasional agamis ini. Dalam pemikiran rasional agamis manusia punya kebebasan dan akal mempunyai kedudukan tinggi dalam memahami ajaran-ajaran Al-Qur'an dan hadits. Kebebasan akal hanya terikat pada ajaran-ajaran absolut kedua sumber utama Islam itu, yakni ajaran-ajaran yang disebut dalam istilah qath'iy al-wurud dan qath'iy al-dalalah. Maksud ayat Al-Qur'an dan hadits ditangkap sesuai dengan pendapat akal.2 Beranjak dari permasalahan di atas penulis ingin mengkaji tentang seluk beluk pemikiran Harun Nasution khususnya tentang akal, wahyu, pentingnya akal dan asal usul tasauf, yang mungkin masih searah dengan pemikiran-pemikiran ulama klasik ataupun tidak. Untuk lebih jelasnya akan penulis telusuri dalam pembahasan.

1

Syaiful Muzani, Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran Prof. Dr. Harun Nasution, Bandung: Mizan, 1995, hlm. 7. 2 Ibid. hlm. 9.

Harun bersikap rasional sedang orang tua dan lingkungannya bersikap tradisional. 3. Ayah Harun juga seorang ulama yang menguasai kitab-kitab Jawi dan suka rnembaca kitab kuning berbahasa Melayu. shalat dan ibadah lainnya. Harun memulai pendidikannya di sekolah Belanda. termasuk lingkungan kampungnya. Hollandsch Inlandche School (HIS) pada waktu berumur 7 tahun. dan mempunyai strata ekonomi yang lumayan. (PT. Riwayat Hidup Harun Nasution Harun Nasution lahir Selasa. Pada usia 24 tahun ia rnenikahi gadis Mesir. 4 Ensiklopedi Islam. 2001). A (sarjana muda). Putra dari Abdul Jabbar Ahmad. 4. Jakarta. Kondisi keluarganya yang seperti itu membuat Harun bisa lancar dalam melanjutkan cita-citanya mendalami ilmu pengetahuan. hlm.3 Selama 7 tahun ia belajar di HIS dan tamat pada tahun 1934 ketika berumur 14 tahun. Apresiasi Terhadap Wacana dan Praksis Harun Nasution. Harun memulai pendidikan agama dari lingkungan keluarganya dengan belajar mengaji. 19. hlm. Jakarta. 23 September 1919 di Pematang Siantar. sedangkan. Pematang Siantar. Setelah sekolah di MIK. hlm. seorang pedagang asal Mandailing dan qadhi (penghulu) pada masa pemerintahan Belanda di Kabupaten Simalungun. 5 Abdul Halim. Selama tujuh tahun. Di lingkungan keluarga. di Kairo. Pada saat itu pula Harun telah menyelesaikan studinya di Uninversitas Amerika di Cairo yang berhasil mendapatkan gelar B. Sayedah. Pelajaran yang disenanginya adalah ilmu pengetahuan alarn dan sejarah. lchtiar Baru Van Hoeve.B.5 3 Abdul Halim. . Harun belajar bahasa Belanda dan ilmu pengetahuan umum di HIS itu.4 Harun melanjutkan pendidikan ke sekolah agama yang bersemangat modern (MIK). ibunya seorang born Mandailing Tapanuli. Sumatera Utara. Di Mesir. Dia berada dalam lingkungan disiplin yang ketat. dan mengikuti beberapa kegiatan di Masjidil Haram. Teologi Islam Rasional. 2003). Maimunah keturunan seorang ulama. Di negeri gurun pasir itu. dia mulai mendalami Islam pada Fakultas Ushuluddin. (Ciputat. ternyata sikap keberagamaan Harun mulai tampak berbeda dengan sikap keberagamaan yang selama ini dijalankan oleh orang tuanya. Teologi Islam…. pernah bernukim di Mekkah. Universitas Al-Azhar. Harun berasal dari keturunan yang taat beragama. keturunan orang terpandang. Harun tidak lama dan memohon pada orang tuanya agar mengizinkannya pindah studi ke Mesir.

Melalui upayanya yang penuh ketekunan. setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1973-1982) selama kurang lebih Sembilan tahun. Harun Nasution berhasil melahirkan ratusan doctor dalam berbagai bidang ilmu agama yang saat ini memimpin IAIN/STAIN yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Gagasan Pemikiran Harun Nasution Gagasan pemikiran Harun Nasution dalam bidang pendidikan Islam pada khususnya dan perkembangan ilmu pengetahuan pada umunya adalah sebagai berikut: Pertarna. Keberhasilannya ini tentu didasarkan pada konsep. strategi dan upaya-upayanya dalam mendidik dan mengajar para mahasiswanya. dinamis dan rasional. Harun Nasution sangat tertarik dengan ilmu alam dan sejarah. jumud dan tradisional menjadi mental masyarakat yang maju. Harun Nasution dapat dikatakan sebagai seorang peneliti dalam bidang Ilmu Kalam (Teologi) dan Falsafah yang handal dan kapabel. selama masa tugasnya sebagai dosen dan rektor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat diduga Harun memiliki gagasan dan pemikiran dalam bidang pendidikan agama Islam. keahliaanya dalam bidang ilmu ini bukanlah tujuan. terlebih dahulu harus dilakukan dengan mengubah sikap mentalnya. Dugaan ini perlu dibuktikan lebih lanjut berdasarkan bukti-bukti yang objektif dan meyakinkan. perhatian dan keikhlasan dalam membina dan mengelola Pascasarjana. Harun Nasution menghabiskan masa tuanya hingga wafat sebagai guru besar dan sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dilihat dari segi keahliannya. Di tanah air. Montreal Canada. Harun Nasution begitu yakin. Namun. Kedua. . bahwa untuk membawa kemajuan bangsa dan Negara. Dengan kedua ilmu tersebut Harun Nasution ingin mendidik dan mengubah mental masyarakat Islam yang terbelakang. Dugaan ini dapat dilihat indikasinya pada adanya perubahan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke arah yang lebih maju dari keadaan sebelumnya. Keempat. Ia bercita-cita menjadi guru bila besar nanti. melainkan sebagai alas. Harun Nasution bertugas sebagai dosen hingga menjadi rektor pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang sejak Mei 2002 berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Cita-citanya ini baru tercapai pada saat Harun Nasution kembali ke tanah air setelah selesai menempuh studinya pada Program Strata 3 (S-3/DR) dari McGill University. bahwa sejak di Sekolah Dasar. Ketiga. sekolah dasar 'modern' yang didirikan oleh pemerintah Belanda. tepatnya di Hollandsch Inlandshe Shoot (HIS).C.

pengajaran keagamaan sangat . Nasution melihat bahwa realitas plural dalam pemahaman keagamaan adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Dalarn pandangan Nasution. Pribadi yang demikian itu merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki seorang pendidik. E. dilihat dari segi pribadinya. baik perbedaan yang terjadi antar umat Islam maupun dengan non Muslim. dapat disederhanakan pada dua hal besar: pertama. dan rendah hati. Kontribusinya selania ini di Indonesia. dalam pembaruan pemikiran dalam Islam dan kedua. keragaman Islam tersebut didasarkan pada sumber yang sama yaitu teks-teks suci.Kelima. Mesir dan tradisi pendidikan di Barat dimana dia mendapat gelar MA dengan tesis The Islamic State in Indonesia: The Rise of the Ideology. D. salah satu yang sangat berpengaruh dan dijadikan buku pegangan dalam berbagai mata kuliah keislaman adalah Islam ditinjau dari Berbagai Aspek. Banyak buku terutama buku ajar yang telah ditulisnya. Dia mengenalkan multi pendekatan dan memperjuangkannya dengan sangat konsisten. Its Impact on His Theological System dan Views yang diraihnya tahun 1968 di Universitas yang sama yaitu Universitas McGill. Modernisme dalam Islam dan Pembaruan Kurikulm (1973) Harun Nasution termasuk yang sedikit dari intelektual Muslim Indonesia yang mempunyai kesempatan mendapat pendidikan dalam dua tradisi besar pendidikan. Buku ini mengilhami banyak sarjana Muslim Indonesia untuk melihat betapa beragamnya pemikiran yang berkembang dalam Islam. pembaruan Kurikulum IAIN pada tahun 1973. jujur. Kanada. umat Islam Indonesia diharapkan mampu menghargai perbeadaan. Pembaruan Pemikiran dalam Islam di Indonesia Harun Nasution mengusung pembaruan pemikiran keislaman. sikap kita terhadapnya haruslah apreasiatif. Montreal. namun Nasution lebili tertarik dan memilih pandangan keislaman yang rasional dan pluralistik. Pengaruh pemikirannya sangat kuat di kalangan IAIN dan STAIN seluruh Indonesia dan masih dirasakan sampai sekarang. the Movement for its Creation and the Theory of Masjumi (1965) dan S3 dengan disertasinya The Place of Reason in Abduh's Theology. Masalah yang dihadapi umat Islam Indonesia sampai saat ini adalah kurang berkembangnya pandangan pluralistik atau penghargaan atas perbedaan di kalangan umat. Pada zamannya. Hidup di lingkungan keluarga Islami yang berpaham tradisional dan terdidik dengan pendidikan modern dan tradisional. amanah. Harun Nasution adalah seorang yang taat menjalankan ibadah. berpola hidup sederhana. yaitu pendidikan keislaman di Timur Tengah dimana dia mendapatkan pendidikan setingkat S1 di Universitas Al-Azhar.

Nasution mengembangkan pemikiran Islam rasional dan menjadikan program S1 dan pascasarjana IAIN Jakarta sebagai agen pembaharuan pemikiran dalam Islam dan tempat penyemaian gagasan-gagasana keislaman yang baru. "Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Nasution mencari akar pembenarannya dalam teologi rasional ala Mu'tazilah dan mengenalkannya kepeada masyarakat Indonesia lewat buku dan pengajarannya di MIN dan program pascasarjana IAIN Jakarta. umat Islam harus bertanggung jawab dan ikut serta dalam pembangunan bangsa Indonesia. Ta'qilun 24 ayat. lalu mereka mempunyai hati yang . 1. Padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah. berlainan dengan kata al-wahyu.S. menyimpang dan bahkan sesat. Metode pendidikan yang seperti dapat dipastikan akan menghasilkan lulusan yang mempunyai pemahaman dan pemaknaan agama yang sempit. Karenanya. berasal dari kata Arab al'aql. Padahal Nasution sangat berkeinginan agar umat Islam dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. umat Islam harus ikut serta dan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. ketika Orde Baru mengambil sikap untuk mengadopsi pembangunan modern. Sebagai contoh dapat disebut ayat-ayat berikut: "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu. dampak negatifnya adalah kemungkinan munculnya pemahaman yang melihat segala hal yang berbeda dengan paham tersebut sebagai salah. Kata-kata itu datang dalam arti faham dan mengerti. lalu mereka niengubahnya setelah mereka memahaminya.normatif dan terpaku pada salah satu paham atau aliran pemikiran. AlQur'an hanya membawa bentuk kata kerjanya 'aqluh dalam 1 ayat. Akal Kata akal yang sudah menjadi kata Indonesia. dan toleran. ya'qiluha 1 ayat dan ya’qilun 22 ayat. terbuka. Nasution mengingatkan bahwa umat Islam adalah bagian terbesar bangsa Indonesia. Selama menjadi Rektor (1973-1984) dan setelahnya sampai tahun 1990an sebagai Direktur pada program studi lanjutan pertama yang dibuka di IAIN Jakarta. tidak terdapat dalam Al-Qur'an. 75). yang dalam bentuk kata benda.Al-Baqarah. sedang mereka mengetahui? " (Q. sikap ini menghasilkan pandangan homogen yang menolak perbedaan dalam melihat persoalanpersoalan melalui perspektif agama. Bagi Nasution. atau bahkan kelompok atau pemikiran orang tertentu dan sangat fikh orinented. Na'qil 1 ayat. Salah satu jalan kuncinya adalah umat Islam Indonesia harus berpikiran rasional. Implikasi jauh dari sikap tersebut dapat menjauhkan umat dari partisipasinya dalam pembangunan bangsa. Pada gilirannya.

Kata-kata al-nafsu dan al-ruh berasal dari Al-Qur'an. Al-Mulk. h1rn. nafas dan roh. (Q. kata 'aql di zaman jahiliah dipakai dalam arti kecerdasan praktis (practical intelligene) yang dalam istilah psikologi modern disebut kecakapan memecahkan masalah (problem solving capacity). Wahyu Wahyu bersal dari kata al-wahyu. Harun Nasution. 1986). akal dalam pendapat mereka merupakan salah satu daya dari jiwa (al-nafsu) atau (al-ruh) yang terdapat dalam diri manusia. 10). tetapi yang bulta. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). 5. sebagaimana dijelaskan di atas oleh ayat 46 dari surah Al-Hajj. Al-A'raaf. dan al-wahyu adalah kata asli Arab dan bukan kata 6 7 Prof. Ayat-ayat berikut juga menjelaskan demikian: "Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Dr. ialah hati yang di dalam dada. Akal dan Wahyu. S. 46)6 "Dan mereka berkata: "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka yang nienyala-nyala ". setiap kali ia dihadapkan dengan problema dan selanjutnya dapat melepaskan diri dari bahaya yang ia hadapi. Bagaimanapun 'aqala mengandung arti mengerti. hlm. Atas pengaruh falsafat Yunani. (Universitas Indonesia (UI Press). 6-7.S. Ibid.7 Tidak mengherankan kalau pengertian yang jelas tentang akal terdapat dalam pembahasan filosof-filosof Islam. pengertian. orang yang mempunyai kecakapan untuk menyelesaikan masalah.8 2. memahami dan berpikir. mereka Itulah orang-orang yang lalai. " (Q. . pemahaman dan pemikiran dilakukan melalui kalbu yang berpusat di dada.S. Orang berakal. 8. Dalam pemahaman Profesor Izutzu. menurut pendapatnya adalah. 8 Ibid. mereka itu sebagai binatang ternak. Al-Hajj. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayatayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya uniuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). mereka mempunyai hati. dan juga telah masuk ke dalam bahasa kita dalam bentuk nafsu. bahkan mereka lebih sesat lagi. Dalam AlQur'an.dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. 179). " (Q. Jakarta. hlm.

S. Syaiful Muzani. – dengan bahasa Arab yang jelas. ru'yat atau kasyf (vision). hlm. Dr. komunikasi dengan Tuhan dapat dilakukan melalui daya rasa manusia yang berpusat dihati sanubari.11 Filosof yang mempunyai akal perolehan lebih rendah dari Nabi yang memperoleh akal material atau hads. Dengan lain kata.9 Wahyu dalam bentuk pertama kali kelihatannya adalah pengertian atau pengetahuan yang tiba-tiba dirasakan seseorang timbul dalam dirinya. 15-16. sufi mempertajam daya rasa atau kalbunya dengan menjauhi hidup kematerian dan memusatkan 9 Ibid. Salah satu ayat dalam surah Asy-Syura menjelaskan: "Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki.pinjaman dari bahasa asing. " (Q. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. 192-195)". 17. wahyu dalam bentuk yang diberikan melalui utusan atau malaikat. 15-16. – ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. – Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (jibril). diberikan oleh Al-Qur'an sendiri. Menurut ajaran tasauf. filosof tidak bisa menjadi Nabi. 11 Prof.Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semester alam. wahyu berupa pengalaman dan penglihatan dalam keadaan tidur atau dalam keadaan trance. Adalah dalam bentuk ketiga. Kalau filosof dalam Islam mempertajam daya pikir atau akalnya dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang bersifat murni abstrak. wahyu hanya diberikan kepada Nabi-nabi.10 Sabda Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. timbul dengan tiba-tiba sebagai suatu cahaya yang menerangi jiwanya. dan wahyu serupa ini disampaikan dalam bentuk kata-kata. Harun Nasution. Kata itu berarti suara.S. Islam Rasional…. yaitu Jibril. Penjelasan tentang cara terjadinya komunikasi antara Tuhan dan Nabi-Nabi. Selanjutnya filosof hanya dapat menerima ilham. Kedua. hlm. Al-wahyu selanjutnya mengandung arti pemberitahuan secara sembunyi dan dengan cepat. Asy-syuara. 10 . Asy-Syuura 51). hlm. dan itu ditegaskan oleh ayat-ayat Al-Qur'an. Tetapi kata itu lebih dikenal dalam arti "apa yang disampaikan Tuhan kepada Nabi-Nabi". Dalam surah Al-Syu'ara dijelaskan: "Dan. Ketiga. api dan kecepatan. " (Q. Nabi tetaplah orang pilihan Tuhan. Akal dan….

wahyu yang diterima melalui pendengaran (auditory) dan kedua.hlm. Pentingnya Akal Akal. . "(Q. Pertama.13 Dikalangan kaum Orientalis yang menulis tentang Islam. mereka jumpai dalam Islam. Tuhan memancarkan akal-akal yang bersifat abstrak murni dan akal seperti dilihat di atas adalah daya pikir. Apa yang mereka cari itu. demikian Muhammad Abduh. Ditinjau dari perkembangan masalah materi dan imateri ini. pertanyaan tentang bagainiana wahyu yang bersifat imateri berubah menjadi materi. adalah suatu . dimuliakan Allah dengan menujukan perintah dan larangan-Nya kepadanya. tidaklah lagi relevan. Ibid.perhatian dan usaha pada pensucian jiwa. Tor Andrae membawa ayat Al-Qur'an untuk memperkuat uraian di atas. menjelaskan bahwa terdapat dua bentuk wahyu.hlm. demikian ia menegaskan. dan oleh karena itu dialah yang membedakan manusia dari makhluk lain.14 3. 14 Ibid. ini juga banyak dibahas.12 Al-Farabi. telah mencapai usia dewasa dan menghendaki agama yang rasional. filosof Islam yang hidup di abad kesembilan dan kesepuluh Masehi.hlm. Peningkatan daya akal merupakan salah satu dasar pembinaan budi pekerti mulia yang menjadi dasar dan surnber kehidupan dan kebahagiaan bangsa-bangsa. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. Akal. Umat manusia diketika Islam datang. Tor Andrae. wahyu yang diterima melalui penglihatan (visual). – Kemudian. 22. soal wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. 18. 20. Tidak mengherankan kalau ia selalu menegaskan bahwa Al-Qur'an berbicara kepada akal manusia dan bukan hanya kepada perasaannya. Al-Qiyaamah. 12 13 Ibid. telah juga membawa konsep imateri berubah menjadi materi ini dalam falsafat penciptaan alam semesta yang dikenal dengan falsafat emanasi atau pancaran sebagai telah dijelaskan sebelumnya. – Apabila kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. "Janganlah kamu gerakkan lidahinu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya – Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. 16-19). Salah satu dari mereka.daya yang hanya dimiliki manusia. menurut Muhammad Abduh. Akal adalah tonggak kehidupan manusia dan dasar kelanjutan wujudnya.S.

Asal-Usul Tasawuf Mistisisme dalam Islam diberi nama tasawuf dan oleh kaum Orientalis Barat disebut sufisme. dengan mengasingkan diri dan berkotemplasi." Di dalam persaudaraan itu. Tasawuf atau Sufisme sebagaimana halnya dengan mistisisme di luar agama Islam. akal menjadi tulang punggung agama yang terkuat dan wahyu sendinya yang terutama. diterbitkan pertama kali oleh UI Press. Keharusan manusia mempergunakan akalnya. (PT. ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan. hadits.16 G. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. Harun Nasution.Oleh karena itu. Jakarta. tasawwuf atau sufisme mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang Islam dapat berada sedekat mungkin dengan Allah SWT. Kitab suci ini. sufisme tidak dipakai untuk mistisisme yang terdapat dalam agama-agama lain. fikih. tauhid. 1987). Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya (1974). sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan. Islam menurut buku Harun ini lebih luas dari 15 Prof. mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. Bulan Bintang. Kesadaran berada dekat dengan Tuhan itu dapat mengambil bentuk ittihad bersatu dengan Tuhan. Intisari dari mistisisme. merupakan suatu ilmu pengetahuan dan sebagai ilmu pengetahuan. Antara akal dan wahyu tidak bisa ada pertentangan. Buku ini terdiri dari dua jilid. (Universitas Indonesia (UI Press). Harun Nasution telah menulis sejumlah buku. kata Muhammad Abduh. Dr. tetapi juga adalah ajaran Al-Qur'an. bukanlah hanya merupakan ilham yang terdapat dalam dirinya. hlm. Jakarta. hlm. 56. 44-46. Buku ini menolak pemahaman bahwa Islam itu hanya berkisar pada ibadat. Prof. memerintahkan kita untuk berpikir dan mempergunakan akal serta melarang kita memakai sikap taklid. Tasawuf. 16 . dan akhlak saja. Muhammad Abduh dan Teologi Islam Mu’tazilah. Karya-Karya Harun Nasution Dalam rangka mengembangkan pemikirannya. yang intinya adalah memperkenalkan Islam dari berbagai aspeknya. termasuk dalamnya sufisme. Kata sufisme dalam ilstilah Orientalis Barat khusus dipakai untuk mistisisme Islam. antara lain sebagai berikut: 1. dalarn Islamlah "agama dan akal buat pertama kalinya menjalin hubungan persaudaraan.15 4. 1973). Dr. tafsir. Harun Nasution.

dan ibn Rusyd. dan Perbandingan (1977). Falsafaf clan Mistisisme dalam Islam (1978). Turki Muda. Sayyid Amir Ali. pendudukan Napoleon dan pembaharuan di Mesir. Ibn Sina. peradaban. mistisisme. Jinnah dan . (topik intinya. Murji'ah. murid dan pengikut Muhammad Abduh).itu. roh.masing aliran atau golongan itu. Sedangkan. dan mengandung analisa dan perbandingan dari aliran-aliran tersebut. 3. Pembahasannya mencakup atas pembaruan yang terjadi di tiga negara Islam. al-Rani. hukum. sejarah. Buku ini semula diterbitkan Bulan Bintang. Tanzimat. tiga aliran pembaharun. Jakarta. Buku ini menjelaskan tentang epistemologi dan wahyu. Islam dan Nasionalis. Buku ini merupakan kumpulan ceramah dan kuliah Harun Nasution di berbagai tempat di Jakarta tentang Aliran-Aliran Modern dalam Islam. Uraian diberikan sedemikian rupa. al-Farabi. Filsafat Agama (1978). yakni bagian falsafat Islam dan bagian mistisisme Islam (tasawuf). Bagian falsafat Islam menguraikan bagaimana kontak pertama antara Islam dan ilmu pengetahuan serta falsafat Yunani yang kemudian melahirkan filosuf muslim seperti al-Kindi. mana yang bersifat tradisional. Usmani Muda. dan Ahli sunnah wal jama'ah. 4. Analisa. al-Ghazali. yaitu Mesir (topik intinya. lembaga-lembaga dan politik. Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan (1978). Mu'tazilah. 2. serta kejahatan dan kemutlakan Tuhan. Muhammad Ali Pasya. Buku ini terbit perdana tahun 1973 oleh Bulan Bintang. Iqbal. Teologi Islam: Aliran-Aliran. Muhammad Abduh. Jamaluddin al-Afghani. Sultan Mahmud II. dan India-Pakistan (topik intinya . sehingga di dalamnya tercakup sejarah perkembangan dan ajaran-ajaran terpenting dari masing. dan Mustafa Kemal). Membahas tentang pemikiran dan gerakan pembaruan dalam Islam. bukan hanya yang masih ada tetapi juga yang pernah terdapat dalam Islam seperti Khawarij. Sayyid Ahmad Khan. al-Tantawi. mengandung uraian tentang aliran dan golongan-golongan teologi. Rasyid Ridha. ketuhanan. bagian mistisisme Islam menguraikan bagaimana kedudukan tasawuf dalam Islam sebagai upaya mendekatkan diri pada Tuhan. filsafat. Buku ini juga merupakan kumpulan ceramah Harun di IKIP Jakarta. 5. Bagian pertama. Gerakan Aligarh. Buku ini dicetak pertama kali tahun 1972 oleh UI Press. Qadariah dan Jabariah. Buku ini terdiri dari dua bagian. teologi. argumen-argumen adanya Tuhan. Sehingga dapat diketahui aliran mana yang bersifat liberal. Buku ini terdiri dari dua bagian. termasuk di dalamnya sejarah. yang timbul di zaman yang lazim disebut periode modern dalam sejarah Islam. Turki. Gerakan Mujahidin.

8. tetapi juga dalam perkembangan ajaran keagamaan sendiri. menurut Harun. Kedua. Abul Kalam Azad dan Nasionalisme India. bahkan dalam penggunaan kekuatan akal. perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. wahyu dalam bentuk yang diberikan melalui utusan atau malaikat. Ketiga. 18-22. sitat-sifat Tuhan. Buku ini merekam hampir seluruh pemikiran keislaman Harun Nasution sejak tahun 1970 sampai 1994 (diedit oleh Syaiful Muzani). . dan peranan akal dalam pemikiran keagamaan Islam. Montreal. sehingga umat Islam secara kultural siap terlibat dalam pembangunan dan modernisasi dengan tetap berpijak pada tradisi sendiri. Islam Rasional (1995). reaktualisasi dan sosialisasi teologi Mu'tazilah merupakan langkah strategis yang harus diambil. Buku ini menjelaskan pengertian akal dan wahyu dalam Islam. Uraian tegas buku ini menyimpulkan bahwa dalam ajaran Islam. dan wahyu serupa ini disampaikan dalam bentuk kata-kata. Harun Nasution yang berjudul "The Place of Reason in Abduh's Theology. harus diubah dengan pandangan rasional yang sebenarnya telah dikembangkan oleh teologi Mu'tazilah. 17 Abdul Halim. filsafat wujud. Teologi Islam …. Hal itu. Karena itu. paham kebebasan manusia dan fatalisme.17. wahyu berupa pengalaman dan penglihatan dalam keadaan tidur atau dalam keadaan trance. ru'yat atau kasyf (vision). Inti buku ini menjelaskan bahwa pemikiran teologi Muhammad Abduh banyak persamaannya dengan teologi kaum Mu'tazilah. Kesimpulan Wahyu dalam bentuk pertama kali kelihatannya adalah pengertian atau pengetahuan yang tiba-tiba dirasakan seseorang timbul dalam dirinya.D. Buku ini merupakan terjemahan dalam bahasa Indonesia dari tesis Ph. diselesaikan bulan Maret 1968 di McGill. Its Impact on his Theological System and Views". Buku ini berisi tentang riwayat hidup Muhammad Abduh. yaitu Jibril. hlm. kedudukan akal dalam Al-Quran dan Hadits. Kanada. perbuatan Tuhan. kekuatan akal. Akal dan Wahyu dalam Islam (1980). Akal tidak pernah membatalkan wahyu. Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu’tazilah (1987). 6. H. fungsi wahyu. terutama mengenai tuntutan modernisasi bagi umat Islam. 7. akal mempunyai kedudukan tinggi dan banyak dipakai. timbul dengan tiba-tiba sebagai suatu cahaya yang menerangi jiwanya. dan konsep Iman.Pakistan. akal tetap tunduk kepada teks wahyu. Muhammad Abduh jauh melebihi pemikiran Mu'tazilah. bukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan saja.

Kitab suci ini. komunikasi dengan Tuhan dapat dilakukan melalui daya rasa manusia yang berpusat dihati sanubari. memerintahkan kita untuk berpikir dan mempergunakan akal serta melarang kita memakai sikap taklid. . Sufi mempertajam daya rasa atau kalbunya dengan menjauhi hidup kematerian dan memusatkan perhatian dan usaha pada pensucian jiwa. kata Muhammad Abduh. tetapi juga adalah ajaran Al-Qur'an.Keharusan manusia mempergunakan akalnya. bukanlah hanya merupakan ilham yang terdapat dalam dirinya. Menurut ajaran tasawuf. Kalau filosof dalam Islam mempertajam daya pikir atau akalnya dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang bersifat murni abstrak.

Bandung. 1973). 1987). Bulan Bintang. 1995). Harun. (Universitas Indonesia (UI Press).  Nasution. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. (Universitas Indonesia (UI Press). Apresiasi Terhadap Wacana dan Praksis Harun Nasution.   Nasution. (PT. (Ciputat. Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran Prof. Dr. Jakarta. Abdul. Jakarta. Harun. 2001). Jakarta. Akal dan Wahyu. Jakarta.  Muzani. . Nasution. Harun Nasution. 2003). (PT. Jakarta. Syaiful. Muhammad Abduh dan Teologi Islam Mu'tazilah.DAFTAR PUSTAKA   Ensiklopedi Islam. Teologi Islam Rasional. Harun. Halim. Ichtiar Baru Van Hoeve. (Mizan. 1986).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful