P. 1
SESAMA LELAKI

SESAMA LELAKI

4.67

|Views: 25,482|Likes:
Published by le_la_ki633822
Sebuah cerita tentang lelaki yang galau dengan kondisi dirinya yang mempunyai kecendrungan suka sesama lelaki.
Sebuah cerita tentang lelaki yang galau dengan kondisi dirinya yang mempunyai kecendrungan suka sesama lelaki.

More info:

Published by: le_la_ki633822 on Dec 21, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $3.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/27/2014

$3.00

USD

pdf

Ketika bangun dari jongkok celanaku menggembung. kalau itu nggak ada di sini. raba dan membuatku kembali terangsang. Tubuhku yang tadi berkeringat waktu di kendaraan sudah agak kering. Aku suka nonton. Kan tadi sudah dikasi. disampingnya vCD player. "Dana. Hari yang melelahkan. Bertemanan seperti Ganda. dan rasanya makin kencang. penisku dapat keluar dari celana dalam. aku selesaikan kencingku. "Tutup ya pintunya. Kututup pintu dan kukunci. Jagalah kelaminmu! Itulah yang selalu aku ucapkan kalau sudah mulai 'gila'. Rambut pendek dengan kulit yang tak begitu putih. mengambil daun yang ada sekitar situ dan menggosokkan ke lobang kencingnya. Ada cowok dibalik tanaman pot diteras rumah yang menyetel film. Di luar sudah mulai rintik hujan. Tak mampu dia menghentikan masturbasinya.com 7 "Penis kau juga besar. aku berjongkok. Aku menggeleng pelan. mungkin dia baru kencing. Pikiranku malah ingin masturbasi malam ini sambil mandi. Aku mengangguk. SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. "Ran. Hanya radio kecil dan lemari serta televisi 14 inc di meja. Kepala penisnya makin besar dan mengkilat... Sekarang sudah gelap. Wajahnya lumayan. Kalau sudah begitu. kataku dalam hati. hangat dan kencang. Suara yang tadi berkomentar suka barang yang gede." kataku. Rupanya dia memperhatikan apa yang kulakukan. terutama barangku di sana. Jangan mulai. lagi bau nih. nggak usah ragu. Agak risi dilihat begitu.com 5 memijat seperti memerah susu sapi. Angin malam menyegarkan badanku. Kayaknya dia nggak pake celana dalam. Aku beri dia beberapa lembar tissu untuk membersihkan cairan yang berlepotan di perut dan tangannya. sekarang hampir tengah malam. Menuju tempat tidur. Ah. Mau mandi. Aku punya satu CD di bawah kasur. Dia memperbaiki posisi celananya setelah memasukkan barangnya. dan badannya lumayan bagus.." kataku. Tangannya bergerak ke bagian atas pinggang celana. Aku tetap berjalan masuk gang. "Yadi. Kadang berhasil. Ran berdiri sambil merangkul bahu Ganda. Kalau membaca aku memang dilantai beralaskan karpet dan bantal lantai. "Kita lagi nonton BF. Menutupi keindahan yang ada di tubuhnya. Tidak ada firasat apa-apa. Katanya mereka masih melanjutkan menonton BF." katanya menyebut namannya. aku sudah keluar nih. Kemaksiatan begitu murah dan mudah kalau mau. Baunya khas terasa merebak di ruang kamarku. pasti juga nggak ada orang. Tapi ketika mau membuka pintu. menunggu jawabanku. memperlihatkan semua bagian kepalanya. Ah. Tapi matanya kulihat ke arah celanaku yang menggembung. angin malam menerpa masuk. Tapi nggak ah. Aku takut terjerumus makin jauh kalau sering nonton film porno atau hal lain berbau porno. "Buka?" tanyanya akhirnya. Kuambil kaos oblong sambil mendekat ke arah Ran. Aku masih dengar suara film yang tadi tapi sekarang dengan suara musik yang dominan.. Biasanya TVnya nyala. kok dia tahu aku kost di situ? Rupanya diam-diam ada yang memperhatikanku.." kataku membela diri. Nafasku masih menggebu tapi kuusahakan untuk tenang. "Nggak ah. jalan alternatifku. Tapi terhenti karena Ran memanggil. Saat dia masturbasi tadi rupanya badan agak merosot sampai setengah telentang. Malam terasa makin dingin." kataku. "Ini untuk senang-senang aja. "Tinggal di rumahnya Pak RT kan?" dia menebak. "Nak Yadi ya?" ada suara Bu RT. Aku pulang ya. Apa tadi itu. Aku mengakui kalau Ran terangsang karena tampilanku setelah mandi tadi. Ran menaikkan celananya dan menurunkan kaosnya. Kutekan handukku ke paha dan pantatku. Ah. Sampai nanti. aku suka yang begitu. Kalau lihat tangannya yang sedang menaikkan karet celananya. Duduk di sampingnya menghadap TV. hanya beberapa rumah yang menyalakan lampu terasnya. Kuliat sudah lewat jam dua belas. mata Ran tertuju ke depan handukku yang tak sempat tertutup. "Makasih. Aku melangkah. ku hentikan jangan sampai muncrat. Hii! Aku perlambat jalan. Aku angkat tanganku ke samping kepala." kata Ran. Majalah FHM. Pintu kubuka. Aku kembalikan cermin dengan tangan masih sedikit menggigil karena kegiatan memijat tadi. Ditangannya ada pulpenku. Dia duduk dilantai dan bersandarkan sisi ujung kasur. Keputusan yang harus dilakukan. Segera aku keringkan badanku yang membuat barangku yang menjuntai bergerak seperti bandulan dan ketika aku akan memakai celana dalam. kata hatiku. dengan badan berbungkus kaos oblong dan celana batik pendek yang longgar. Aku bisa lihat sorot matanya dan gerakan kerongkongannya menelan. kataku dalam hati. Adasebagian bulu keliahatan.. Kalau mau jadi model juga bisa tuh.Dia masukkan kembali barangnya. Aku regangkan otot-ototku yang rasanya pegal sekali. Dikunci untuk jaga-jaga saja karena kamarku berhubungan langsung dengan halaman luar. Ah. kami bersalaman . Kami saling meremas. Ingin aku melakukan hal yang lebih dari merangkul. masih basah. "Kapan-kapan aja. Kaosnya dinaikkan sampai dada. "Hm. sedikit tersenyum. juga di bagian alatku yang sedikit masih tegang. Kuambil celanaku kemudian keluar setelah mematikan lampu. Otakku mulai membayangkan yang 'macam-macam'. Beberapa saat kami melakukan saling remas ini. Aku raba. Tampilan hampir sama dengan Ganda. Juga diriku. yang dapat dilalui satu mobil. Lama menunggu?" tanyaku sambil buka pintu lebih lebar. Rasanya dia mau menarik handukku saja. Barangku sudah tidak tegang tapi masih besar. "Maaf berantakan. Apa kata Pak RT kalau memergokiku dengan cowok yang sedang begini? Huh. Rasanya langkahku terdengar nyaring sekali. Matanya sesekali merem. kurasakan dengus nafasnya di situ. Takut mengganggu tetangga. pikirku. Aku buka ikat pinggang bagian depan dan kemudian celana sekalian celana dalam dengan sekali melorotkan." aku menghentikan permainan. Telapak tanganku dapat rasakan denyut barangnya. Wajahnya ke bahuku. di depan teman-teman barumu ini? Suara hatiku menggoda. "Yuk." kataku menyebut namaku. Tapi agak terhibur sedikit. Tapi kutahan. Kalau lagi tegang penuh. Dia minum dengan membuka plastik atas gelas dan menyedot semua airnya. "Yang kost di rumah Pak RT. "Sering lihat kalau pulang. "Gede juga ya?" ada suara cowok berkomentar. Tadi jatuh di depan rumah. Jangan sekarang! Mau jaga imej ya. sudah segar sekarang?" tanyanya. Aku kocok pelan sambil SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. dan sebenarnya aku mau pamit pulang. Kalau aku teruskan bisa muncrat dia. melanjutkan pulang melewati jembatan kecil. Barangku menegang dibalik celanaku. Dia meneruskan mengocok sendiri barangnya dengan tangannya masuk ke celana pendek. jangan sampai keterusan. Aku duduk di sampingnya sambil menepuk pelan bahunya. Maaf yang tadi" katanya sambil berdiri dan membuang bekas tissu ke tempat sampah. "Sini kuperiksa. jangan masturbasi lagi. Memutuskan lamunan liarku. Seperti mengatakan pada dirinya. sudah terlalu malam untuk ngobrol di luar begini. akibatnya penisku melengkung dengan posisi ke atas. Aku siram tubuhku dan ambil ember kecil peralatan mandiku yang tergantung di pojok ruang mandi. Sorot matanya itu. Besok-besok mampir aja ya. Celana pendek yang sangat pendek. "Tapi lebih baik tidak dilakukan deh" kataku akhirnya. Ada beberapa saat aku aku jongkok. dan terpaksa aku perbaiki posisi alatku agar tidak terlalu menonjol dan membuat agak kesakitan. Serta meja SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. karena masih nongol dari celana dalamku." katanya sambil mengambil satu majalah dan membukanya. Pamit dulu. Berjalan pelan ke jemuran mengambil handuk dan masuk kamar mandi. walau jantungku masih berdetak keras.. otakku melarangnya. berdekatan dengan ruang jemur. Aku mesti mengeringkan lagi badanku. Aku harus berpakaian. Dia melangkah keluar. mengecup pelan. "Ah. masih berserakan di samping tubuhnya. Sebenarnya aku bohong. aku kesulitan juga untuk kencing. "Iya nih. dan di pojok sana ada posko yang ronda. kemudian menjatuhkannya di kasur. Agak kencang. Mereka mengecek. kayaknya dia juga lumayan. Mungkin karena sedang tidak tegang penuh. Entah kenapa aku selalu dapat godaan maksiat semacam ini. kesannya alami. Terobsesi bayangan BF yang Ganda." Dia menutup depan celananya dengan bagian bawah kaosnya. Mau ngembaliin ini nih. Dia mungkin sedang tidak enak hati atau apa. Ah daun pintunya sejajar dinding. Membayangkan apa yang mereka tonton membuat aku terangsang. "Apa nggak sakit ya digituin?" "Nggak kali." kataku sambil merapikan beberapa majalah yang berserakan di lantai. "Siip. dia bisa mencaplok batangku.. mungkin suara pintu pagar yang kubuka tadi membangunkannya. Dia bisa ejakulasi di sini. Ekspresinya pingin banget kami meneruskan kegiatan ini. Dia menuju pintu." ajakku.com SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. Aku suka tampilannya. SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. Kuperbaiki handukku yang hampir merosot ketika jongkok tadi." dia menjelaskan. "Yadi. Anaknya manis. Dia masih mengocoknya dengan telapak tangan bergantian. Jalan ini terang. Tangan menggoyang-goyang barangnya. "Tidak apa-apa. "Masuk Ran. Ada cairan di celananya yang keluar dari ujung barangnya yang kuelus pelan. sudah malam gini.. Tapi sekarang ada Ran. Aku suka melihat diriku di cermin. mau ikut nonton?" Ganda mengajak. pasti terbuka semua. Apalagi kalau yang menggoda aku suka juga. ah. tumpah ke got. Dimana mereka sekarang ya? Aku buka sepatu. Kuulang berkali-kali. kenalin lagi nih." suara cowok yang lain menimpali. Kulihat dia menggelinjang pelan dan mendengus dengan nafas yang berat. Aku selesaikan mandiku. tapi hanya duduk di lantai kalau mau diperlukan. hari lalu setelah berbuat dosa semacam ini. Kunyalakan lampu. "Mau nonton nggak?" nadanya mengajak. Biasanya aku sudah tertidur jam segini. aku lihat Ran sudah mengeluarkan penisnya yang sudah menegang dan mengocoknya dengan dua telapak tangannya. mesti jaga-jaga. Aku dengar ada suara di luar. Barangnya masih berdenyut pelan. Kubuka daun pintu lemari pakaianku. SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. kemudian belok kanan. Aku tarik nafas dalam. aku tidak lewat sini.com 9 Tubuhnya panas. Kenalin nih Ran. kadang juga tidak. sisi pinggir handuk persis di atas pangkal penisku. tapi aku dapat lihat otot lengannya lebih jelas. Mataku masih ke TV meskipun pikiranku sudah melayang karena nikmat remasannya. sambil bertanya dua teman lainnya. Sekarang bibirnya dibahuku. Siaran gulat dua cowok gempal yang membuat aku makin terangsang. Tempat tidur di lantai. aku lihat dia dengan ekspresi puasnya. Nekad! Aku buka handukku." kataku sambil menutup pintu. begitu banyak godaan yang membuat aku sangat berjaga-jaga. Walau waktu dan kesempatan sangat memungkinkan. memperlihatkan dada dan perutnya yang indah. menghadap pesawat TV. Tersenyum. membuka pagar ke halaman belakang dan setelah masuk aku tutup kembali tapi tidak rapat. Langsung di depanku." kataku.. Mesti tahan diri. Kuturunkan cermin yang tergantung agak tinggi ke atas bak mandi sehingga aku bisa lihat bayangan sebagian tubuhku. Nafsu kali dia melihatku. yang pingin sekali menyentuh barang yang indah itu. Membasuh muka. Suaranya ramah. Gila! Apa yang dilakukannya? Kepalaku berdenyut. Kulihat bentuknya dari balik celananya. Aku berhenti. "Lain kali ya. orang juga baik sama kita." Aku bersalaman lagi.?" Mereka yang didalam tidak menyadari aku sedang menguping mereka. Kami masih berdiri di pintu terasnya. Sexy habis! Tonjolan penisnya itu. Aku sebut namaku dan dia sebut namanya. "Eh. titipan Tuhan.. tanpa perlu kursi. Itu masih ada air di leher dan dada tuh. tapi sedikit membungkuk. aku pamit. SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. Dia perbaiki duduknya agar lebih berdiri. tidak pakai dipan. Ini kamar mandi belakang. Dia menerima minum yang aku sodorkan. dan menyadarkanku. Deg! Pasti dia lihat ketika aku jongkok tadi. "Kau sudah ngantuk. Kami nonton beberapa saat. Dana dan Ran tonton kali ya. merasakan dengan tanganku. setelah bertemu teman baru di tikungan gang dekat jembatan di sana tadi." kata Ran ketika aku berbalik. Suara film porno yang berhah-hih-huh dengan suara musik instrumen. Aku ratakan sabun dan menggosok keseluruh tubuh. celana batik lusuh dan kaos oblong. tersenyum dan melambai. Paling Pak RT mengecek. Setelah berbasa-basi sedikit. memperlihatkan perutnya yang mengkilat karena keringat. Malah makin kencang. Ingin aku memegangnya.com 8 aku melihat cowok masturbasi. Nafasnya dapat kudengar. Jantungku berdetak mulai kencang. Hampir aku tawarkan dia untuk menginap saja di sini. mungkin karena badanku masih agak basah. Masih pake kemeja yang bagian depannya tak dikancing. matikan TV dan lampu. menonjolkan pahanya yang kencang dan padat. Jepit di pangkal dengan jempol dan telunjukku dan bergerak ke arah kepala barangku yang membuat kepala barangku semakin membesar dan merah. Kebiasaanku kalau mau merangsang diri." Aku menjawab sambil berharap semoga dia tidak melihat apa yang tadi aku lakukan.. Masih berantakan seperti aku tinggalkan tadi pagi. Atau malah mau pamer? Masih posisi kencing dia melirik ke arahku yangsedang memperhatikan barangnya. Dapat kudengar suara nafasnya menghirup wangi tubuhku ketika berpapasan ke depannya. Dia mengangguk. Kemudian dia lanjutkan membersihkan batang penisnya dengan melorotkan celananya. Biasanya kalau sudah begini aku langsung buka handuk yang melilit di pinggang dan mengeringkan badan. Ada suara yang aneh tapi akrab terdengar. Aku senyum saja. Biasalah. Ran menggangguk. kemudian masuk jalan yang agak besar. buka kemeja dan kaos dalam. Suara air ini mungkin sangat jelas dari luar." katanya." katanya menyadarkanku dari keraguan. Tangannya hangat dan sedikit kasar." kataku meremas penisnya pelan. Kulingkarkan jariku kebarang yang dibalik celana pendeknya yang longgar. Mau pulang dulu. Kulihat dia kecewa. Aku menggangguk. tapi bisa gawat. aku jadi ragu telanjang di depannya. Standar kamar kost. SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo. yang di kiri-kanan tergenang air got hitam yang kalau hujan sedikit aja pasti meluap. "Ok. Dia bergerak duduk di depanku yang sedang merapikan majalah dan koran yang kemudian kutumpuk ke pinggir di pojok ruang. Sedang kaki dan pahaku yang kencang akibat banyak jalan saja. mau mandi. Dia turun ke jalan." Ran mengajak."Yadi. Dengan penis yang masih tegang. "Iya bu. Hangat." kata Ganda menjelaskan. Aku menuju pintu kamarku. Ingin aku yang membersihkannya. Aku menguap juga walau sejak tadi berusaha ditahan. iya. "Ganda. Dadanya kelihatan padat. dan kemudian orangnya keluar. sudah ah." kataku akhirnya. dan menyodorkan tangannya.. Kembali kusiram tubuhku beberapa kali. Aku sarungkan celana dalamku sebelum barangku balik menegang lagi. Takut masuk ke celana aja. Suara dengung nyamuk mengganggu percakapan kami. membuat aku kekesadaran menjahui nafsu untuk berbuat lebih jauh. Takut nggak kuat. turun sedikit. Aku tahan diri untuk tidak meneruskan gerakan yang bisa ejakulasi. Apa mereka nonton BF homo atau hetero ya? Dengan beretelanjang dada. "Gede juga ya penisnya" katanya polos. TV kunyalakan dengan tangan kanan. Aku menelan ludah setelah melihat apa yang di depanku tadi. Dapat aku rasakan otot barangnya yang sangat keras. Diam saja. Gelap. Kemudian menarik kaosnya hingga menutup celana depannya. Aroma sperma masih ada saja. Aku berdoa semoga Tuhan tetap melindungiku dari tidak berbuat dosa lagi. Tissu bekas. Dan memang aku perlu teman atau orang yang dikenal di sekitar ini. "Suka ini? Atau ganti?" tanyaku. Tinggal ditarik. Di dalam hanya kulihat sinar cahaya dari TV. Aku dapat lihat matanya yang memandang tubuhku. Rajin fitnes mungkin. penis yang besarnya dan panjang itu melengkung indah. dia tinggal bersama dua temannya. Seperti yang telah dilakukannya tadi. Tapi tanganku tak bisa kompromi. Kukeringkan badanku sekedarnya dan melilitkan handuk ke bawah pinggangku. Sengaja badanku agak basah supaya angin malam di luar akan lebih menyegarkanku. Aku suka lengannya yang gempal. pura-pura perbaiki tali sepatu. dipakai siapa saja. dan agak sedikit panas. Aku masih punya aqua gelas. turun ke jalan menuju ke arahku. jadi kalau aku buka handuk ini dia bisa lihat aku telanjang polos dari sana. Kalau kita baik sama orang.. Tapi dipihak lain. Dia menghilang di belokan depan rumah. Tersenyum dan nafas kami mulai memacu kencang. Masih pake pakaian seperti kenalan tadi.com 3 dikontrak ini. Tapi tidak sekarang nyetelnya. Ukuran yang lumayan. tapi masih dielus-elus dari balik luar celananya. Wajah sudah di dadaku. tapi kucuekin aja.com 2 Tapi sekarang cuacanya sedang bagus. Aku berdiri dan mengenakan kaosku. belum kempes. Tidur. Celananya kulihat sudah basah dan tangan kirinya disapukan ke celananya. Huh." kataku merespon apa yang dilakukannya. "Ya. Ran? "Wah. Aku melewati samping rumah... Di rumah yang SESAMA LELAKI le_la_ki63@yahoo." jawabku. Ran.com 4 Kulihat ada lagi cowok yang keluar.com 1 DAFTAR ISI MALAM GODAAN 3 MENDATANGI GODAAN 10 TANTANGAN GODAAN 19 TERJERUMUS GODAAN 22 ANTARA MENGGODA DAN GODAAN 32 ANCOL DAN MISTERI 42 AKU DAN ELANG 52 AKU ADALAH YADI 59 ARISAN ! 68 AKU DAN JOKO 77 ANDRI SANG KEKASIH 95 MALAM GODAAN Malam sepi. sehingga gang kecil ini sedikit ada penerangan. Kepalaku mulai berdenyut ketika tanganku bermain di batang barangku. SESAMA LELAKI SEBUAH NOVEL OLEH HARYADI le_la_ki63@yahoo. Aku senang berkenalan dengan mereka. Kamipun saling bertanya. Membersihkan sisa spermanya. "Pulpennya sudah ya. Dia menaikkan wajahnya." katanya terus terang. kataku dalam hati. Dan apa yang kulakukan membuat kejadian ke arah dosa dan untung belum sampai jauh. "Baru pulang Mas?" ada suara yang mengagetkanku. Padahal aku ingin nonton. berapa besar barangnya. "Selalu pulang malam begini ya?" Aku menggangguk. Lha. Penuh makna. Ya." katanya mengenalkan diri. Standar aja" Aku ambil celana dalam. Badannya agak besar dengan singlet dan calana pendek. Habis. Tangan kiriku yang memegang celana kotorku menutupi bagian depan handukku. Membantu mengocoknya. Rasa segar yang menyenangkan. "Siapa Gan?" ada suara yang bertanya dari dalam. Dikeremangan malam begini aku bisa lihat bulu kakinya yang lebat dan bulu dadanya yang menyembul di kaosnya. Kusambut tangannya. dan dadanya naik turun dengan kencang. Badanku tidak begitu gemuk dan hasil push-up dan sit-up tiap hari membuat badanku tidak jelek-jelek amat. seperti hari. Apa karena aku juga suka menggoda tanpa kusadari? Tiap kali menghindar. Ran dan Dana mengingatkanku kepada teman-teman ketika kuliah dulu. Sepi. Dia orgasme.! Ketika aku mulai kerja di Jakarta ini.com 6 tulis yang rendah. pikirku. Kondisi gang yang rumahnya rapat begini berani juga mereka menyetel film begituan. Kukembalikan peralatan mandi dengan menggantungnya ditempat semula. Sekarang sedang iklan di saluran gulat tadi. Dia dengan tenang mengeluarkan barangnya dari pipa celana pendeknya di depanku. tapi belakangan ini aku menahan diri. Aku mohon ampun lagi. Dia lakukan dengan pelan sambil memperhatikanku." kataku. "Yuk."Dingin. lampu ruangan rupanya dimatikan. Sekali lagi aku lakukan pasti ejakulasi nih. seperti berjanji. aku keluar kamar." katanya sambil buka sandal jepitnya dan melangkah masuk. Pengalaman apa ini? Aku melangkah ke meja kecil sambil menawarkan minum padanya. Ujung penisnya persis di pusarnya. Angin malam sangat dingin terasa.. untuk menutupi bekas sperma yang kulihat masih ada. Ambil sabun cair. Kupakai celana batikku." kataku tertawa. Kaos yang mau ku pakai kutaruh disamping majalah dan entah setan apa yang ada di otakku dengan berani tangan kiriku bergerak ke arah barangnya. Tangannya masih menggosok barangnya yang agak menggembung. Tempat favoritku yang didudukinya. "Aku sukanya nonton BF. ngobrol pelan." alasanku sambil bergerak berjalan beberapa langkah. Ada beberapa ekor tikus yang gemuk-gemuk bersliweran yang membuat aku berjaga-jaga. pasti jatuh ketika jongkok dekat rumahnya." Aku suka genggamannya. Ada rasa kecewa dari wajahnya. "Buka saja. pikirku. Pertama dioles ke barangku yang masih menegang. Memang sih. usaha untuk menutupi barangku. Ran penuhinisiatif dan tak dapat menahan diri. Kuletakkan celana kotorku di pojok dekat lemari. Ada seseorang di depan pintu kamarku yang sedikit terbuka. Kepala penisku kutekan agar masuk. belok kiri. Dia melihat sekeliling kamarku yang tidak begitu banyak perabot. sambil merangkul bahunya. Aku masuk halaman rumah Pak RT. Dia mau kencing rupanya. Tubuh yang indah. Tangannya pun sudah di atas barangku. Di bagian depan. godaan datang saja. Dia masih kuliah dan nyambi kerja di Roxy Mas jual beli HP. Sok akrab. "Wah. Kumasuk kamar dan menyalakan lampu. "Aku mesti menahan diri. "Maaf. Posisi handuk yang memperlihatkan sedikit pantatku dan pinggulku karena handukku tidak begitu lebar

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->