Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM

)

A. Pendahuluan Pendidikan Nasional seba gaimana yang diamanatkan dalam informal, jalur pendidikan formal antara jalur-jalur tersebut sumberdaya manusia. Pendidikan nonformal sebagaimana tercantum dalam pasal 26 ayat ayat 4, diuraikan bahwa satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, majelis taklim dan satuan pendidikan yang sejenis. Satuan pendidikan nonformal yang saat ini berkembang pesat adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang pada awal rintisannya didirikan di tingkat kecamatan kemudian menyebar ke tiap desa atau kalurahan. Pada awal berdirinya PKBM merupakan tempat belajar bagi warga masyarakat di sekitar PK B itu berada. PKBM didirikan oleh masyarakat, dari M masyarakat dan untuk masyarakat. Kegiatan uta ma PKBM ada lah membelajarkan masyarakat melalui berbagai layanan program pendidikan luar sekolah. Dimana berdirinya PK BM diilhami oleh gagasan pusat belajar masyarakat (community lear ning center) yang terdapat di berbagai negara maju sejak sekitar enampuluhan, serta adan ya kebijakan tentang broad based learning. UNESCO (1993), mendefinisikan PKBM sebagai temp at belajar yang terorganisasi dimana orang-orang dapat belajar. UndangUndang nomor 20 tahun 2003, dikenal dalam tiga jalur yaitu jalur pendidikan dan jalur pendidikan nonformal, dimana melengkapi dalam mengembangkan saling

pendidikan ketrampilan dan pelatihan kerja. dimana suatu proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada pembelajara n satu aspek tertentu saja dari sekian banyak aspek kehidupan manusia tetap i suatu proses yang memadukan berbagai aspek kehidupan masyarakat dalam suatu layanan program pembelajaran pendidikan luar sekolah. seiring dengan posisi sebagai institusi pendidikan yang berbasis pada masyarakat (community based education) yang dalam aktualisasinya dicirikan adanya(1) dukungan dari masyarakat dalam berbagai ben tuk. PK BM memiliki potensi sebagai institusi yang mandiri. pendidikan pemberdayaan perempuan. Beberapa potensi PKBM yang dapat dikembangkan. dilihat dari layanan program yang dapat dilaksana kan PK B M memiliki potensi untuk menyelenggarakan seluruh program pendidikan nonformal dan informal. ketiga. kedua. juga potensi pembelajaran dengan pendekatan integratif. pendi dikan keaksaraan. pendidikan anak usia dini. M dalam jangka panjang diharapkan pada seba gian besar PKBM akan tumbuh kemandirian. yang mencakup: pendidikan kecakapan hidup. dari dan untuk masyarakat. (4) kepemilikan di mana warga masyarakat ikut mengendalikan semua keputusan yang berkaitan dengan program-program pendidikan luar sekolah. keempat. (3) kemitraan di mana warga masyarakat ikut menjalin hubungan yang sejajar dengan pengelola program. PK BM akan berdiri kokoh ata s keswadayaan . dalam hal ini peran dominan pemerintah yang selama ini menjadi semakin berkurang dan lebih pada peran fasilitasi akan dapat berjalan seiring dengan kemandirian masyarakat. dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran masyarakat PKBM dapat mene rapkan prinsip belaja r kelompok dimana warga belajar bisa melaksanakan kegiatan belajar bersama warga belajar yang lain dalam suatu kelompok belajar. (2) kete rlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. potensi lain yang dimiliki PKBM sebagai institusi pembelajaran masyarakat adalah kemampuan dalam bekerjasama secara kolaboratif dan sinergis dengan berbagai institusi lain yang PKBM. pendidikan kepemudaan. pendidikan kesetaraan serta pen didikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampua n peserta didik. pertama. Meskipun awal berdirinya banyak PK B yang bergantung pada bantuan dan dana block grant dari pemerintah.Sebagai institusi yang didirikan oleh.

PKBM dalam proses pembelajaran menempatkan sasaran warga belajar masyarakat sebagai subjek didik yang harus aktif melaksanakan kegiatan pembelajaran bagi dirinya dan masyarakat. memiliki perbedaan dalam perkembangannya. ketrampilan dan sikap serta mengembangkan masyarakatnya. B. dan kelima. hak-haknya baik sosial maupun ekonomi. dengan menyediakan layanan pendidikan yang terjangkau sehingga dapat terangkat derajatnya. Dalam makalah singkat ini akan dicoba dikupas secar a singkat strate gi pengelolaan dan berkembang.ada di dalam masyarakat baik yang menyelenggarakan aktivitas pendidikan maupun aktivitas lain yang memiliki tujuan yang sejalan dengan PKBM yaitu membangkitkan masyarakat dari berbagai ketertinggalan. dari segala potensi warga belajar dan dan untuk masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan. PKBM memposisikan warga bela jar seba gai individu yang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan diri. dan terakhir seba gai institusi yang berada di dalam masyarakat dan didirikan dengan maksud untuk membelajarkan masyarakat. masyarakat dan institusi PKBM itu sendiri. Banyaknya potensi yang dimiliki akan berbuah menjadi kenyataan atau seba liknya tetap potensi sangat tergantung dari pengelolaan dan pengembangan yang dilakukan oleh para pengelola PK BM maupun para tenaga pendi dik maupun kepen didikan yang terliba t di dalamnyan maupun pihak termasuk pemerintah. maka kehadiran marginal agar mereka mampu PKBM berpotensi untuk memberdayakan masyarakat secara keseluruhan dalam arti dapat membantu kelompok-kelompok memiliki potensi yang seimbang dengan kelompok-kelompok lainnya yang lebih mampan kehidupan sosial ekonominya. Masalah dan Tantangan yang dihadapi PKBM Dalam mengembangkan potensi yang dimiliki PKBM seba gai tempat yang terorganisasi di mana warga belajar masyarakat dapat belaja r di tempat itu sekaligus merupakan tempat belajar yang dibentuk oleh. pengembangan PKBM agar potensi yang dimiliki dapat keperdulian dari berbagai .

walaupun sampai saat ini seba gaian besar PK BM memperoleh dana dari pemerintah. adanya perbedaan dalam kepemilikannya (ada PK BM perorangan. yaitu PKBM yang inisiatif pembentukkan dan pengelolaan dilakukan oleh lembaga pemerintah atau non pemerintah. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurdjazifah ER. perbedaan dalam pen gadaan sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki masing-masing PKBM dan kelima. perbedaan karena kemampuan dana. pertama. Adanya perbedaan pengelolaan maupun faktor lainnya menyebabnya masalah dan tantangan yang dihadapi masing-masing PK BM juga berbeda. kedua. yayasan. dkk pada tahun 2005. ciri utamanya semua sarana dan prasarana termasuk dana disediakan oleh lembaga. berakibat munculnya permasalahan dalam pelaksanaan . pondok pesantren. LSM. PK B dalam M diklasifikasikan menjadi tiga bentuk yaitu: PKBM yang berbasis kelembagaan. perbedaan dalam jumlah dan jenis layanan program pendidikan yang diselenggarakan oleh PKBM. terdapat seju mlah permasalahan inte rnal yang dihadapi PKBM dilihat dari tingkat pencapaian standar mutu minimal yang perlu dicapai anta ra lain: (1) kurangnya kemampuan PKBM untuk mengembangkan yang program-program ditawarkan oleh pendidikan luar sekolah yang sesuai dengan kebutuhan sete mpat. (3) tingkat pencapaian mutu minimal penyelenggaraan PKBM belum tercapai baik pada kegiatan pelaksanaan program pendidikan dan pembelajaran. pengelolaan dan penyelenggaraan dari dan oleh masyarakat. pemberian . keempat. yaitu PK BM yang inisiatif pembentukkannya dari lembaga namun dalam pengelolaannya dilakukan secara bersama dengan masyarakat sekitar dan PK B berbasis masyarakat. Atas dasar karakteristik pengelolaannya. PK BM yang berbasis komprehensif. ketiga. M merupakan PKBM yang inisiatif pembentukkan.Perbedaan perkembangan PKBM lebih disebabkan oleh perbedaan dalam komponen-komponennya. unsur lain lebih berperan seba gai mitra dan fasilitator. perbedaan sumberdaya manusia yang mengelolanya. hampir seluruh PK B M melaksanakan program-program pembelajaran pemerintah. dsb). (2) beberapa pedoman penyelenggaraan dan pelaksanaan program pendidikan luar sekolah yang telah disediakan jarang dilaksanakan sesuai dengan yang seharusnya. desa.

Paket C.kebijakan baru pendidikan. kursus. Beasiswa sepe rti Keaksaraan Fungsional. penilik dan guru mendo minasi kepengurusan baik ditingkat ketu a (53. berbasis masyarakat. perluasan jaringan kerjasama. 73 % pada posisi ketua dan 27. bagaimana praktek pendi dikan akan dijalankan itun soal yang lain lagi.5%). Paket B. orang-orang yang pekerjaan utamanya menjadi TLD. KPP dan lain-lain yang serupa itu. tetapi semua jenis-jenis ketrampilan yang berorientasi teknis produktif.layanan informasi. Program-program ini memang yang disarankan untuk dilakukan PK B jika ingin mengakses dana block M grant . Artinya menguatkan temuan pertama bahwa pendirian PK B patut diduga kuat diprakarsai oleh orang-orang yang mempunyai akses M informasi yang cukup besar terhadap kebijakan. pendirian PK BM diduga kuat bukan didasari pertimbangan kebutuhan atau kesadaran para pemakrasanya akan perluasan hak-hak pendidikan untuk masyarakat.53 % pada posisi M sekretaris). Dimana gejala ini diperkuat dengan siapa yang mengelola atau bentuk organisasi PKBM. Paket A. rendahnya relevansi program dengan kebutuhan masyarakat. maupun pembinaan tenaga kependidikan. sebanyak 56. KWD. Atau sekurang-kurangnya informasi tentan g hal ini lebih banyak tersebar di lingkaran terbata s. dan .68%) maupun sekretaris (56. Yang penting ada wadha dulu. menurut da ta. disamping itu seba gian besar PK B masis M berbasis kelembagaan. pada kegiatan Permasalahan ini didukung oleh temuan lain di Jawa Barat antara lain : pertama. dimana yang menarik ada jumlah profesi rangkap. yang notabene belum bentuki organisasi yang Ketiga. KWK. kepe milikannya berada di tangan segelintir orang.6 % PKB M dikelola oleh yayasan. tetapi sebagai respon untuk bagaimana membuat wadah menampung kucuran block grant dari pemerintah. Guru yang notabene sudah mendapat gaji dari pekerjaan mengajarnya di sekolah formal ikut terlibat dalam kepengurusan PK B (21. Program-program PK B umumnya M ada lah “program-program paket” yang sudah distandarisasi. Cukup banyak hampir semua program juga materi-materi belaja r tentang ketrampilan. termasuk dida lamnya tata cara mengakses block grant dan semacamnya. Kedua. Apa artinya?. rendahnya kepemilikan komunitas. PKBM didominasi oleh pegawai negeri. yaitu “orang-orang dalam” Depdiknas.

Secara rinci menurut Yoyon Suryono (2007:34) PK B menghadapi M persoalan peningkatan mutu yang mencakup. selain itu sebagaimana temuan di Jaba r. Secara untuk mengembangkan PK BM sebagai internal PKBM menghadapi disebabkan oleh perbedaan latar tantan gan berupa rendahn ya kemampuan para pengelola PK BM pada umumnya institusi PLS yang perbedaan latar belakang pendidikan dann geografis maupun menghasilkan berbagao program pendidikan luar sekolah belakang sosial dan ekonomi. (1) apakah program-program . dimana kemampuan merencanakan dan mengembangkan program-program PLS yang dikembangkan sendiri merata dimiliki oleh para pengelola dan pemangku kepentingan lain di tingkat PKBM.baik paket maupun keterampilan masih jauh dari hubun gannya dengan potensi desa/daerah. oleh karena itu tantangan PKBM pada umumnya adalah meningkatkan kemampuan bersaing dengan PK B lain M dalam perolehan dana hibah dari pemerintah maupun founding lainnya. dunia bisnis dan sertifikasi ISO 9000-2001 dan sebagainya. Sedangkan tantan gan berat lain yang dihadapi PKBM dalam jangka panjang ada lah meningkatkan mutu pengelolaan dan mutu program pendidikan luar sekolah yang ditawarkan kepa da masyarakat. PKBM menghadapi tantangan masih kuatnya ketergantungan terhadap bantuan dan PK B dalam M membuat dan dukungan dana dari mengajukan proposal dan pemerintah melalui berbagai hibah rendahnya kemampuan yang diberikan. Dimana dewasa ini konsep mutu menjadi suatu keharusan. Terdapat kecende rungan bahwa dana hibah jatuh ketangan PKBM yang memang memiliki kemampuan untuk membuat mengajukan usulan (proposal) kegiatan. sering terjadi PKBM yang memperoleh dana hibah dari tahun ke tahun itu-itu saja. yang sering diterapkan dalam pendidikan. seperti adan ya Akreditasi Lembaga. tan tangan lain adalah kegiatan yang dapat didanai. PKBM juga menghada pi tantangan agar PK B ke depan lebih berfungsi dalam melaksanakan M program-program pendidikan luar sekolah dan pemberdayaan yang berasa l dari internal maupun eksternal yang harus dipertimbangkan dan dicari pemecahannya dalam rangka meningkatkan fungsi dan kinerja PKBM. Selain permasalahan yang dihadapi. yang berakibat PKBM menghadapi kenda la dalam yang berbasis pada belum kebutuhan peserta didik dan masyarakatnya.

Pengembangan PKBM berkait juga dengan pengembangan kelompokkelompok belajar yang sudah ada di dalam PK B itu sendiri. sikap dan ketrampilan yang dapat meningkatkan derajat . (3) meningkatnya kesetaraan kedudu kan pada kepentingan yang memungkinkan terjadinya proses pembebasan pada belajar dan (4) meningkatnya derajat kehidup an warga belajar dari kelompok masyarakat yang terpinggirkan menjadi kelompok masyarakat yang memiliki pengetahuan. (2) terjadinya proses demokrasi dalam semua kelompok. (3) apa kah dalam mengelola PK B dan menyelenggarakan M program pembelajaran penilaian (evaluasi) sudah dila ksanakan dengan semestinya. (2) apakah semua pemangku kepentingan PKBM sudah terlibat seca ra sungguh-sungguh dalam pengelolaan dan pengembangan PKBM. Strategi Pendekatan Pengelolaan dan Pengemb angan PKBM Untuk mengembangkan PK BM sebagai salah masyarakat sendiri satu satuan pendidikan nonformal dan sekaligus institusi pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dari banyak konsep dan teori yang dapat diperguna kan baik melalui pendekatan pendidikan maupun pemberdayaan masyarakat. (4) apa kah semua pihak yang berkepentingan dengan PK BM sudah memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan mutu dan (5) apakah upaya perbaikan dan peningkatan mutu pengelolaan PKBM dan penyelenggaraan program-program pembelajaran sudah dilakukan seca ra terus mene rus dan berkelanjutan. oleh karena itu M tantan gan penting lain yang dihadapi oleh PK BM itu ada lah bagaimana pada kehid upan pemangku warga mengembangkan kelompok-kelompok belaja r yang mengarah meningkatnya kinerja kelompok belajar yang ditandai dengan (1) meningkatnya partisipasi warga belaja r. PK B tidak mungkin memenuhi stand ar mutu yang sudah ditentukan M oleh masyarakat tanpa memiliki alat ukur untuk menilai kemajuan hasilnya.pembelajaran yang dikembangkan sudah diarahkan pada kepentingan warga belajar atau para pelanggan lainnya (stakeholder). Dalam makalah ini hanya akan dibahas dua strategi pendekatan yaitu pendekatan pengembangan kemampuan dan pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai kerangka konseptual untuk mengembangkan PKBM. C. kehidupannya.

dan .Strategi pendekatan pertama. kelembagaan (institutional yang tinggi sebagai building). yang meningkatkan dikenal dengan pengembangan organisasi. 4) mewujud kan potensi-potensi manusia harus ditekankan pada melalui penciptaan keadi lan sosial dan ekonomi. pengembangan kemampuan dirancang untuk memberdayakan individu yang mampu mewujudkan eksistensi secara mandiri dan kolektif. (2) memperkuat harga diri dan kepercayaan bersama. beb erapa konsep antara lain: pertama. strategi yang kedua adalah pendekatan organisasi. atau pengertian lain yang sering dipergunakan yaitu suatu pendekatan pembangunan yang dilaks ana kan secara sistematis untuk 1) memberdayakan individu agar mampu mengubah yang pada kehidupannya. yaitu suatu upaya meningkatkan kemampuan orang dan lembaga seca ra berkelanjutan. ketiga harus selalu mengalami penyesuaian dengan tun tutan lingkungan dan tingkat kepentingannya. tuntutan sosial-politik yang ada Dalam pendekatan pengembangan kemampuan ada dapat dipergunakan yaitu. kedua merupakan upaya untuk membantu sebagian peran negara dalam menciptakan otonomi dann kemandirian masyarakat. yang dapat digunakan untuk pengembangan adalah pendekatan pengembangan kemampu an. organisasi dan jaringan. Berdasarkan pada pengertian di pendekatan pengembangan kemampuan. (3) memperbaiki kapasitas individu untuk melawan kemiskinan. pendekatan individual. 2) menumbuhkembangkan potensi-potensi individu penindasan dan ata s maka deskriminasi dan akhirnya dapat diwujudkan dalam tindakan kolektif. politik. Strategi pendekatan individu menekankan pada pentingnya posisi dan peran manusia dalam pembangunan. 3) memerangi kemiskinan. yaitu bagian dari investasi masa depan yang menekankan pada upaya kinerja Kinerja organisasi gambaran organisasi yang diharapkan atau dii dealkan ditandai oleh sejumlah karakteristik organisasi sebagai berikut: (1) menawa rkan dukungan bersama dan solidaritas. ketidakadilan. organisasi dan manajemen dan kelima. keempat. kompetensi dan kemampuannya memecahkan masalah. pengembangan kemampuan merupakan konsep makro yang dapat diimplementasikan secara tiga strategi yang berbeda sesuai dengan konteks situasi. tidak hanya berhubun gan dengan finansial tetapi yang jauh lebih penting adalah aspek-aspek yang kurang kasat mata seperti aspek sosial.

ada lah pembentukan jaringan dan kemitraan yang sejalan dengan semakin canggihnya teknologi. (2007:46). Suatu jaringan akan efektif manakala dipenuhinya beberapa hal berikut: (1) adanya pola kemitraan yang saling menghormati serta akses yang sama terhadap sumberdaya. Dalam penilaian Osborne dan Gaebler. c) masyarakat lebih fleksibel dan kreatif daripada organisasi lain yang lebih besar. karena adanya dua alasan yaitu: untuk membagi dan menyebarkan gagasan dann informasi untuk dapat saling belaja r. pendekatan ini memiliki bebe rapa kelebihan yaitu: a) masyarakat lebih memiliki komitmen terhadap para anggotanya daripada pemerintah. Penerapan konsep pengembangan kemampuan untuk pembangunan masyarakat diarahkan untuk mengontrol memberdayakan masyarakat kehidupan dan sehingga masyarakat mampu sepenuhnya lingkungannya. . (7) mampu melakukan lobi ata s masalah-masalah politik yang merupakan kepentingan nyata. (4) berfungsi sebagai forum untuk belajar. (8) memiliki akses terhadap pemerintah dan institusi-institusi yang berpengaruh dan (9) mampu melakukan negosiasi dengan para aktor lain. (3) adanya kemampuan manajemen jaringan yang baik yang difasilitasi oleh kebebasan. (2) adanya kepentingan bersama antar individu dan antar individu dengan organisasi. melalui PK B yang memiliki arti seba gai M usaha terorganisasi untuk memperbaiki kehid upan suatu komunitas serta baik peningkatan kemampuan berinteraksi dan berkembang secara mandiri organisasi dengan tetap memperhatikan dalam hal sumberdaya manusia. serta untuk mengintegrasikan pengalaman dan energi para aktor yang terlibat dida lamnya agar dapat meningkatkan dampak individu dan kolektivitasnya. (5) mempromosikan diskusi dan analisis persoalan bersama . yang dikutip oleh mengidentifikasi Yoyon Suryono kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dan mencari pemecahanannya. sarana dan prasarana maupun ketrampilan. Strategi pendekatan yang ketiga. Konsep pengembangan kemampuan lebih banyak diterapkan untuk kepentingan reformasi pemerintahan atau birokrasi. (6) meningkatkan partisipasi individu dalam berbagai proses politik. namun dapat diterapkan juga untuk pembangunan masyarakat.penindasan melalui tindakan kolektif. b) masyarakat lebih memahami persoalan yang dihadapinya daripada pihak luar.

M. Masyarakat yang telah berdaya diidikasikan oleh adanya pemilikan kebebasan dalam pilihan dan tindakan sendiri. Berdasarkan pengertian diatas Bank Dunia (dalam Syahyuti. Atas dasar dua pengertian Hiryanto. dalam arti keterlibatan para anggota dalam pembuatan keputusan dan tanggungjawab. (7) mampu menentukan sendiri standar pekerjaan yang dilakukan bersama orang lain dan (8) mempunyai persepsi yang kreati f yaitu mempunyai pandangan yang lebih positif terhadap hubungan dirinya dan lingkungannya. mende finisikan pemberdayaan sebagai instrumen yang dipergunakan untuk memperbaiki kinerja organisa si melalui penyebaran pembuatan keputusan dan tanggungjawab. Dari sudut pandang manajemen.Si Page 10 . (2) daya tawar kolektif yang tinggi. Pendekatan kedua. 2003). kedua pemberdayaan adalah memberi kekuatan atau kemampua n (to give ability to or anable). (4) status cit ra diri dan perasaan positif terhadap identitas dirinya. (5) kemampuan kritis dan kemampuan menggunakan pengalaman untuk menilai potensi memberikan keuntungan. 2006). Dalam konteks pendidikan luar sekolah. pemberdayaan merupakan pemberian kekuatan atau kewenan gan (to give power or authority to) . Menurut Kindervatt er (da lam Zainuddin Arif. (3) kemampuan memilih berbagai pilihan. yang dapat digunakan untuk pengembangan PKBM adalah Pendekatan Pemb erdayaa n Masyarakat. istilah pemberdayaan masyarakat pertama kali dikemukakan oleh Suzanne Kindervatter pada tahun 1979 dalam disertasinya yang berjudul: Nonformal Education as Empowering Process. (1) akses dan peluang yang tinggi. Cook dan Maculay (Zainuddin Arif. (6) legitimasi dalam yang arti kebutuhan masyarakat dipertimbangkan sebagai sesuatu yang logis dan adil.D) Masyarakat mampu menegakkan standar perilaku secara lebih efektif daripada birokrasi atau organisasi swasta lainnya. 2003) pemberdayaan merupakan upaya agar masyarakat memperoleh pemahaman dan kemampuan mengontrol kekuatan-kekuatan sosial. pemberdayaan adalah proses untuk meningkatkan aset dan kemampuan secara individual maupun suatu kelompok suatu masyarakat. Dimana pertama. dalam konsep pemberdayaan ini mengandung dua pengertian. ekonomi dan politik agar mereka dapat meningkatkan posisinya dalam masyarakat. Kelompok masyarakat ata u individu yang posisinya meningkat ditandai oleh dimilikinya.

M. 5) mengada kan pertemuan fasilitator/tutor. 7) menciptakan hubungan antar kelompok dan 8) melakukan evaluasi. 6) mendo rong dan membantu kegiatan kelompok belajar. Oleh PKBM dapat mengemb angkan hal diata s. yang berfungsi untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. memberdayakan para mereka memiliki karena itu agar masyarakat untuk belajar dan membangkitkan potensi kelompok sasaran atau warga belajar agar kemampuan mengendalikan kekuatan lingkungannya. yang terdiri dari: 1) membentuk kelompok kecil sebagai perencana. Hiryanto. Zainuddin Arif menyarankan adanya beberapa langkah yang dilakukan untuk mengembangkan kelompok belajar. menyimpulkan bahwa pemberdayaan merupakan sistem usaha untuk memampukan masyarakat kecil yang dianggap kurang berfungsi agar meningkat dan mempunyai kemampuan lebih baik atas peran dalam sosialnya melalui pemberian kewenangan kepa da warga mengambil bagian dalam pengambilan keputusan. 3) memilih dan melatih tuto r. 2) membentuk kelompok belaja r. Dalam kaitannya dengan pengembangan PKBM. Zainuddin Arif( 2003). 4) mengaktifkan kelompok belaja r. pemberdayaan masyarakat akan menjadi lebih bermakna sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja PKBM agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. memberdayakan warga program-program PLS yang dikelola oleh PKBM.Si Penutup Page 11 .diatas.

M.mudahan dapat menambah wawasan bagi para peserta pelatihan dalam membawa PKBM yang lebih berdaya.Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai salah satu institusi pendidikan nonformal yang tumbuh dan berdiri atas prakarsa masyarakat akan dap at berkembang manakala penyelenggara program maupun kepentingan memiliki kesamaan persepsi dalam para pemangku peningkatan kualitas hidup warga masyarakat yang mengalami marginalisasi.Si Page 12 . mudah. Oleh karena itu dalam makalah singkat ini menawarkan gagasan dalam pengembangan PKBM menuju PK BM yang mandiri. Hiryanto.

Manajemen Program Pendidikan untuk Pendidikan Luar Sekolah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Nur Djazifah ER.Daftar Pustaka Djuju Sudjana. Laporan penelitian kelompok. Pengelolaan dan Pemberdayaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.Si Page 13 . Yoyon Suryono (2007). Pemetaan tingkat Pencapaian Mutu Pendidikan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: UNY Press Belajar Zainuddin Arif (2003). Yogyakarta: Jurusan PLS FIP UNY. (2000). Bandung: Fallah Production. Makalah Hiryanto. dkk (2005). Peningkatan Kemampuan Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM). M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful