9.

PTK MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Model-Model Pembelajaran, Antara Lain: Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: * Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. * Setiap siswa mendapat peran. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture

Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 5. dipanggil lagi oleh guru. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Langkah-langkah: 1. 4. Kesimpulan. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Melatih berpikir logis dan sistematis. 2. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru . 3. 6. 4. 5. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. 6. 7. 2. Langkah-langkah: 1. Kesimpulan / rangkuman. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. Menyajikan materi sebagai pengantar. 2. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Siswa dibagi dalam kelompok. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Kekurangan:Memakan banyak waktu. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Kebaikan: 1. Tanggapan dari teman yang lain. 3. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Banyak siswa yang pasif. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.

Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. e. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. atau keduanya. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). f. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. . Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. b. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. d. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. c. etnik maupun kemampuan akademik. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus.

2. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. jenis kelamin dan ras atau etnik. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari . dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. kerjasama. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. diskusi yang dipimpin guru. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. 3.Metode Jigsaw Pada dasarnya.

Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. 2. Langkah-langkah: 1. 5. suku. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. dll. jenis kelamin. 3. Membedakan siswa. 2. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Kelebihan: 1. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 4.). Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa.pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Memberi evaluasi. 4. 5. 6. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Model Examples Non Examples . Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Melatih kerjasama dengan baik. 2. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. Penutup. Kekurangan: 1. Guru menyajikan pelajaran. Seluruh siswa menjadi lebih siap.

Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 5. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Memakan waktu yang lama. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. 2. Praktek mengajar. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Kebaikan: 1. 2. Observasi. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Perencanaan. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. KKesimpulan. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. c. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. . Kerjasama ini meliputi: a. Kekurangan: 1. 2. 3. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 3. d. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. 6. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Langkah-langkah: 1. 4. b. 7. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.

assessment. 1998). Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. . relevance. interest. hasil belajar siswa. Berarti tahap observasi terlalui. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Tahap ini merupakan tahap refleksi. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. bahasa. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. 4. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. . Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. 5. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. ARIAS. Kata kunci: motivasi berprestasi. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: .3. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. 6. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. kegiatan pembelajaran 1.

telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. dan model pembelajaran). Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Relevance. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. relevance. kurikulum. Model ARCS (Attention. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. 2. Satisfaction). Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun demikian. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. yaitu kemampuan kognitif. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. 1987: 11-14). Kajian Teori dan Pembahasan 2. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Berkenaan dengan hal itu. 1987: 289-319). maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS.Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Confidence. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. sistematik. . Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.

dan attention menjadi interest. yaitu berhubungan dengan sikap percaya. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. relevance. assessment dan satisfaction.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa.Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung . sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. satisfaction (kepuasan/bangga). Dengan modifikasi tersebut. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. confidence (percaya/yakin). Mengingat pentingnya evaluasi. relevance (relevansi). Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. assessment. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. 2. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). interest. relevance. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. Sikap di mana seseorang merasa yakin. dan assessment (evaluasi). 1987: 2-9). 1986: 218). karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. 1981: 80). interest. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). Sikap percaya. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Oleh karena itu. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. 1968: 610). maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. 1988: 140). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Sesuatu yang memiliki arah tujuan.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: .Menggunakan suatu patokan. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. . 1989: 42). Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll.menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. 1987: 2-9). . Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. Sikap percaya diri. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. . dan memiliki tujuan yang jelas. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). Dengan sikap yakin.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. relevance.

. sesuatu yang baru. . juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. . Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. sosial dan fisik. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. Oleh karena itu.nilai yang dimiliki siswa.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. .Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa.Menggunakan cerita. 1991). analogi. interest.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. dan mengubah gaya mengajar. . emosional. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. . dari cepat ke lambat. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.1968: 162). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. dari suara keras ke suara yang sedang. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka.

1975:561). yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. 1982: 336). 1990:31). Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. 1988: 70). rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. Oleh karena itu. 1994). Dengan demikian. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul . maupun terhadap teman mereka. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. mencapai atau mendapat sesuatu. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. dan untuk membantu siswa dalam belajar.. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. untuk merekam apa yang telah siswa capai.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Bagi siswa. puas atas hasil yang dicapai. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. 1979:157).

kalimat. penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. kosa kata. sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru. sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. kondisi dan lingkungan siswa.karena pengaruh dari luar individu.Memberi penguatan (reinforcement). dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal. dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower. . Untuk itu.Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan. dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. Bahasa. mengadakan kegiatan yang relevan. bahwa mereka mampu. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. perlengkapan apa yang dibutuhkan. Artinya. Dengan demikian. strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan. Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan. . Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. susunan dan . . 1975: 561). Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8)merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran.Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain : . dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. 2. gambar atau ilustrasi. Ucapan guru : ―Bagus. media pembelajaran apa yang akan dipakai. membangkitkan minat/perhatian siswa. sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!‖. 1987: 2-9). merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi. Bentuk.

Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. Seperti halnya pada percobaan pertama.05. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Kabupaten Musi Banyu Asin. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data. kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS. 1987: 29). di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja.isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa. yaitu sebuah SD negeri di Sekayu. Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok. bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Hasil Percobaan di Lapangan Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. . 3. Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masingmasing kelompok berjumlah 20 orang siswa. Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.05.

05.05. Penentuan kelompok kontrol. Pengontrolan validitas internal adalah: (1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda. untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa. yaitu: . (2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18. untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal.74 jauh lebih besar dari Ft=4.96 pada taraf signifikansi a = 0. Pada percobaan kedua Fo=8. (4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat.44 lebih besar dari Ft=3. 1999: 120 – 121). 3. 4.55 > Xn-A=15. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10. Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.02 pada taraf signifikansi a = 0. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.93 (Sopah. kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78. Pengontrolan validitas eksternal adalah: 1. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Penutup Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen. situasi kelas.98 (Sopah. Suasana belajar. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry. 2. dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa.1998: 99-100).80 > Xn-A=75. (3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan.

Walaupun sampel ini diambil secara acak. sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. . Benjamin S. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik.1982. 1980. Bloom. . baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. Human characteristics and school learning. Untuk itu. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). .Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS. 1966. . 10 (2). Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model. maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas. sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa.Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. namun jumlahnya sangat terbatas. Sterling G. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Ruth M.Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar. namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. Journal of Instructional Development vol. sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. Roy M. Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik. Motivating students. New York: McGraw-Hill Book Company. Untuk itu. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. yaitu: .Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. 1987. Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama. Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi. 11-14. bahan/materi yang diberikan lebih banyak. London: Routledge and Kegan Paul Ltd. Karena waktunya terbatas. Pustaka Acuan : Beard. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. dan Senior.Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. belum begitu banyak. Isabel J. Callahan. Bohlin. Chicago: Scott. Foreman and Company. Successful teaching in secondary schools.

1990. Laporan penelitian. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Boston: Houghton Miflin Company. 30 Juli. Laporan EBTANAS SD. Keller. Journal of Instructional Development. dan Briggs. Semiawan dan Soedijarto (ed. Gordon H. dalam Charles M. Toeti 1994. Principles of instructional design. Memacu masyarakat berprestasi. Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI. ________ 1987. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed. Peacock Publisher. Kemampuan murid SD memprihatinkan. Learning situations and instructinal models. 1987.T. 1986.W. Ernest R. dan Antes. Vol. Classroom measurement and evaluation. Instructional technology foundations. Motivation: Theory and research. Gagne (ed. Essentials of learning for instruction. 1982. NJ: Prentice Hall. Semiawan. Jakarta: Grasindo. An application of the ARCS model of motivational design. Boston: Allyn and Bacon. Robert M. Intermedia. . Motivasi dalam belajar. and continuing motivation in instruction. 14 Juli. Reigeluth (ed). Charles D. Englewood Cliffs. David C. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. Leslie J. Belmont. Illinois: F. Hillsdale. Instructional technique. Hillsdale. Hilgard. Instructional theories in action. Richard L. 1983. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya. NJ. 1987. Englewood Cliffs. dan Driscoll. Publishers. Learner interests. Gagne. Conny R. Development and use of ARCS model of instructional design. The American heritage dictionary of English language. Inc. dan Curtis Ruth V. 10 (3). 1993. John M. Belmont. Psychology for teaching. James N. Inc.F. 1979. Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. Herbert L. 289-319. Disertasi. dan Bower. Kopp. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Jakarta: PPPLPTK. William (ed) 1981. 1987.: Prentice-Hall. Kompas. Rinehart and Winston. Ivor K. Robert A. Guy R. 1987. Jakarta: CV. 1998. Djamaah 1998. Robert M. Vol. New York: McGraw Hill Book Company. Reigeluth. Terjemahan Siswo Suyanto dan W. New Jersey: Prentice Hall.). Inc. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta. Petri. 1975. Lastri. Inc. 11-14.: Lawrence Erlbaum Associates. NJ. Dick. 1981. Bakowatun. 12. McClelland. 1968. Gagne. Hillsdale. New York: Holt. Hendorn. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. DeCecco. Charles M. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa. Publishers. ________ 1999. Publishers. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. 165-175. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Elida 1989. Sopah.Davies. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang. Planning effective instruction. 1991. M. Marcy P. 1989. 175-206. Lefrancois. Walter dan Reiser. CA: Wadsworth Publishing Company. John M. 383-430. dalam Robert M.). Theories of learning. Itasca. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hopkins. Soekamto. CA: Wadsworth Publishing Company. 10 (3). Morris. John P. 2-9. Prayitno. Instructional design theories and models.). Journal of Instructional Development. Keller.E. achievement. 1988. dan Thomas W.

Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. « SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PENGANTAR ANTROPOLOGI » Tindakan Model-Model Pembelajaran April 22. pengatur materi (material manager). Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Di dalam kelompoknya. pembuat kesimpulan (summarizer). peran pencatat (recorder).Suryabrata. 2008 · & Komentar Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. 4. Yogyakarta: Depdikbud. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. misalnya. Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. . 1. Pada dasarnya. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Sumadi 1982. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. 3. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. 2.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. jadwal. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. tugas. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 3. 2. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 5. 5. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. pengumpulan data. hipotesis. pemecahan masalah. 7. peran guru menyajikan masalah. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 6. 4. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. .Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. 2. Langkah-langkah: 1. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.) 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. khususnya dunia kerja. Berpikir dan bertindak kreatif. dll. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 2.

Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 3. Kesimpulan guru.Kelebihan: 1. Kelebihan: * Melatih pendengaran. 2. ketelitian / kecermatan. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. * Setiap siswa mendapat peran. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 2. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: 1. 6. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Penutup. 2. Bertukar peran. 5. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 4. 3. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Picture and Picture . 7. serta lakukan seperti di atas. Langkah-langkah: 1. 3.

Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 6. 2. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 6. 7. 2. Kebaikan: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 3. dipanggil lagi oleh guru.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 3. 5. Siswa dibagi dalam kelompok. Langkah-langkah: 1. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 5. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. 4. Melatih berpikir logis dan sistematis. Kesimpulan. 4. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. Tanggapan dari teman yang lain. Menyajikan materi sebagai pengantar. Kesimpulan / rangkuman. 2. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) . Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Kekurangan:Memakan banyak waktu. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Langkah-langkah: 1. Banyak siswa yang pasif.

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Metode Jigsaw

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih, ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup. Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat

Kerjasama ini meliputi: a. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Berarti tahap observasi terlalui. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Memakan waktu yang lama. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. 2. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Observasi. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. . Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Kekurangan: 1. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2. Kebaikan: 1. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. 3. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 4. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. b. 2. Perencanaan. KKesimpulan. c.pada kertas. Tahap ini merupakan tahap refleksi. d. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Praktek mengajar. 6. 5. 7. 5. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. 3.

interest. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. 1998). . baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).wordpress. yaitu kemampuan kognitif. assessment.6. relevance. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. ARIAS. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . dan model pembelajaran). Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Kata kunci: motivasi berprestasi.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/ Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. kegiatan pembelajaran 1. http://gurupkn. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. . bahasa. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). kurikulum. hasil belajar siswa. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar.

relevance (relevansi). Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun demikian. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. Kajian Teori dan Pembahasan 2. dan assessment (evaluasi). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. confidence (percaya/yakin). Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. 1987: 289-319). Relevance. 1968: 610). confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. 1987: 11-14). Confidence. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Mengingat pentingnya evaluasi. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian . dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Dengan modifikasi tersebut. Oleh karena itu. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). satisfaction (kepuasan/bangga). relevance. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Satisfaction). 2. Model ARCS (Attention. sistematik. Berkenaan dengan hal itu.

relevance. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. 2. interest. 1989: 42). Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. dan attention menjadi interest. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). yaitu berhubungan dengan sikap percaya. Sikap di mana seseorang merasa yakin. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. 1981: 80). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. 1987: 2-9). relevance. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. Oleh karena itu.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. assessment. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. interest. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri.nama confidence menjadi assurance. Sikap percaya diri. assessment dan satisfaction. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. 1986: 218). percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Sikap percaya. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Dengan sikap yakin.

para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. .Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. . Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. . yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS.Menggunakan suatu patokan. Dalam kegiatan pembelajaran. 1987: 2-9). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: .Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. . Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. .. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. relevance. 1988: 140).1968: 162). Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. dan memiliki tujuan yang jelas.

Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah .nilai yang dimiliki siswa. sosial dan fisik. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. 1982: 336). Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya.Menggunakan cerita. sesuatu yang baru. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. 1991). dari cepat ke lambat. .Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa.. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. dari suara keras ke suara yang sedang. . interest. dan mengubah gaya mengajar. Oleh karena itu. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. . analogi.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. emosional. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment.

Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Oleh karena itu. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. mencapai atau mendapat sesuatu. dan untuk membantu siswa dalam belajar. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. 1990:31). untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. maupun terhadap teman mereka. untuk merekam apa yang telah siswa capai. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. 1994).yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF . Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Dengan demikian. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. 1988: 70). evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. 1979:157). Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. puas atas hasil yang dicapai. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. 1975:561). * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Bagi siswa. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. 1987: 2-9). dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan.

Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Berpikir dan bertindak kreatif. peran pencatat (recorder). 2. 3. 3. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. 4. misalnya. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. pengatur materi (material manager). hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. 2. Di dalam kelompoknya. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. . pembuat kesimpulan (summarizer). Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. 5. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Pada dasarnya. 1. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. dll. 2. hipotesis. Membutuhkan banyak waktu dan dana.) 3. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. pemecahan masalah. Langkah-langkah: 1. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Langkah-langkah: 1. 3. 3. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 2. Kelebihan: 1. 2. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. jadwal. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. 7. peran guru menyajikan masalah. 2. khususnya dunia kerja. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide- . Dapat memperoleh dari berbagai sumber. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4. 3. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Kekurangan: 1.6. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. tugas. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. 4. 2. pengumpulan data.

3. 2. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Bertukar peran. serta lakukan seperti di atas. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kelebihan: . Kesimpulan. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kebaikan: 1. 3. 7. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 5. 6. 5. Kelebihan: • Melatih pendengaran. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Melatih berpikir logis dan sistematis. Kesimpulan guru. • Setiap siswa mendapat peran. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Menyajikan materi sebagai pengantar.ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 6. Langkah-langkah: 1. Kesimpulan / rangkuman. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 5. 2. Tanggapan dari teman yang lain. 2. Banyak siswa yang pasif. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 4. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 4. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Siswa dibagi dalam kelompok. Penutup. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. ketelitian / kecermatan. 6. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Langkah-langkah: 1. 7.

Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Kelemahan: • Kemungkinan nomor yang dipanggil. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. d. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. c. . atau keduanya. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. e. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.• Setiap siswa menjadi siap semua. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. etnik maupun kemampuan akademik. dipanggil lagi oleh guru. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. b.

Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. jenis kelamin dan ras atau etnik. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Dengan demikian. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas.Metode Jigsaw Pada dasarnya. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. diskusi yang dipimpin guru. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. 3. 2. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 4. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. kerjasama. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Tiga siswa tertinggi prestasinya . b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.

2. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 6. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 7. Memberi evaluasi. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Kekurangan: 1. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Guru menyajikan pelajaran. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 6. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. dll. Kelebihan: 1. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa.). 5. Langkah-langkah: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 5. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. . jenis kelamin. 2. 4. 2. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 2. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 3. Membedakan siswa. 5. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 ________________________________________ Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 2. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. 3. Langkah-langkah: 1. 4. Penutup. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. KKesimpulan. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh.dikelompokkan pada meja I. suku. Melatih kerjasama dengan baik. 3. Kebaikan: 1.

. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Berarti tahap observasi terlalui. 5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 2.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Kerjasama ini meliputi: a.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.Kekurangan: 1. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. c. Praktek mengajar. d. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. 3. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. 6. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Perencanaan. Observasi. 4. (Dari berbagai sumber) KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Ditulis pada Januari 17. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. bahasa. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). 2. Memakan waktu yang lama. b. 2008 oleh kiranawati Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran . Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.

* mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya. KERANGKA KERJA PENGAJARAN . * memiliki motivasi. dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional GURU. strategi. serta tugas masingmasing. * melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai. * keterbatasan praktek pembelajaran yang ada. Peran Siswa : * tertarik pada topik yang sedang dibahas. * dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. PESERTA DIDIK. * terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya. * tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree). * memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya. dan metode-metode yang akan digunakan. * urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif. siswa. * memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru. Variabel-variabel tersebut di antaranya : * hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan.Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan. mengimplementasikan. DAN PEMBELAJARAN Peran Guru : * memperhatikan dan bersikap positif. * merasa aman dalam lingkungan sekolah. * konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa. * pola interaksi yang memungkinkan. Tugas pembelajaran : * spesifik dan dapat dikelola dengan baik * kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa * secara aktif melibatkan siswa * bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran.

Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct). STRATEGI PENGAJARAN STRATEGI PENGAJARAN 1. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru. 2. (c) model interaksi sosial. Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.Kerangka Kerja Pengajaran Model-model Pembelajaran 1. teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. 2. Menurut arti secara leksikal. 3. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya. dan (d) model behavior. tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi. struktur dan fokus pembelajaran. Metode-metode Pembelajaran 1. dirancang untuk mencapai suatu tujuan. 5. 4. (b) model personal. strategi tidak langsung (indirect). strategi interaktif (interactive). Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi. strategi melalui pengalaman (experiential). 3. diskusi. dan strategi mandiri (independent). 2. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi. Keterampilan-keterampilan pembelajaran 1. Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran. pembelajaran langsung.Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction) . dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten). strategi adalah rencana atau kebijakan yang 3. serta pengelolaan pembelajaran. metode. Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. 2. keterampilan. artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Strategi Pembelajaran 1.

pengalaman. noncetak. memberikan kesempatan siswa untuk terlibat. berpusat pada siswa. * Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. pengajaran eksplisit. diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok.* Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi. di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi. dan sumber personal (resource person). Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction) * Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi.Strategi Belajar Mandiri (independent study) * Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa. 4. dan paling sering digunakan. pertanyaan didaktik. Sebagai contoh. Guru merancang lingkungan belajar. peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator. penggambaran inferensi berdasarkan data.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) * Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. * Dalam pembelajaran tidak langsung. dan kerjasama siswa secara berpasangan. dan berorientasi pada aktivitas. serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir. sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum. * Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar. pandangan. penyelidikan.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning) * Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif. dan sumber-sumber manusia. pendukung. praktek dan latihan. * Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metodemetode interaktif. 5. dan pengetahuan guru atau kelompok. * Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak. percaya diri. atau pembentukan hipotesis. 3. dan bukan hasil belajar. * Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan. dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri. * Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di . serta demonstrasi. dan perbaikan diri. * Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah 2.

perhatian. * Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya. VISUAL. GERAK KLASIFIKASI MEDIA Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA . perasaan. dan daya indera * Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah * Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA. waktu. METODE PENGAJARAN METODE PENGAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi KEGUNAAN MEDIA * Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis * Mengatasi keterbatasan ruang.bawah bimbingan atau supervisi guru.

com DIarsipkan di bawah: Pembelajaran Model-model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. presentasi hasil kelompok. pengarahan-strategi. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. siawa heterogen (kemampuan. sifat materi bahan ajar. 2. gerak) * Keadaan lingkungan setempat * Luasnya jangkauan yang ingin dilayani Sumber : Internet dan kumpulan artikel Dikirim oleh : wijianta. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. Oleh karena itu. pembegian tugas. Koperatif (CL. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. kerja kelompok. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. dan rasa senasib. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life . terbuka. Dalam prakteknya. Kontekstual (CTL. atau inkuiri. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. menyelesaikan persoalan. membentuk kelompok heterogen. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). gender. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. dan pelaporan. fasilitas-media yang tersedia. ada control dan fasilitasi. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. tugas. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. visual. karekter). dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. 1. dan kondisi guru itu sendiri. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. belajar berkelompok secara koperatif. pengalaman. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. tanggung jawab. wijianta@gmail. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. Cooperative Learning).* Tujuan yang ingin dicapai * Karakteristik siswa/sasaran * Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.

interpretasi. mencoba. penyampaian kompetensi-tujuan. latihan mandiri. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). evaluasi. 3. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). konsep. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. tidak hanya menonton dan mencatat. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. yaitu modeling (pemusatan perhatian. 4. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. elaborasi (analisis). menemukan). investigasi. motivasi. konjektur. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. sintesis. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. inkuiri. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. rangkuman. pengarahanpetunjuk. dunia pikiran siswa menjadi konkret. questioning (eksplorasi. investigasi. reflection (reviu. generalisasi. pengemabngan mateastika). dan evaluasi. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. refleksi. demokratis. algoritma. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. Pembelajaran Langsung (DL. penilaian portofolio. rambu-rambu. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). mengerjakan). Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. membimbing. dan inkuiri 6. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. sajian informasi dan prosedur. induksi. terbuka. menuntun. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). generalisasi.modeling). Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. prinsip.atau algoritma). hipotesis. fakta. 5. mengkonstruksi konsep-aturan. contoh). Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. identifikasi. yaitu matematika horizontal (tools. konjektur. negosiasi. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran . informal ke formal). mengarahkan. generalisasi). siswa melakukan dan mengalami. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). tindak lanjut). suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. motivasi belajar muncul. Realistik (RME. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. constructivism (membangun pemahaman sendiri. latihan terbimbing. minds-on. sharing). belum dikenal cara penyelesaiannya. mengembangkan. aturan. analisissintesis). hands-on. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. . eksplorasi. inquiry (identifikasi. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual.

Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. namun demikian bisa dibiasakan. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. kemudian eksplanasi (empiric). Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. 9. dan ragam berpikir. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.menginvestigasi. cari alternative. diagram. fluency). Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. mengeksplorasi. komunikasi-interaksi. pengorganisasian pembelajaran. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Problem Terbuka (OE. table). kritis. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. keterbukaan. siswa mengidentifkasi. mulai dari eksplorasi (deskripsi). nada lembut. Untuk mngurang kondisi tersebut. kognitif tinggi. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru.yang disajikan. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. keterpasuan. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. jawaban siswa beragam. perhatikan dan catat reson siswa. menyenangkan. dan ceria. kaitakkan dengan materi selanjutnya. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. kreativitas. Ada canda. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. sehingga suasana menjadi nyaman. dan sosialisasi. senyum. cara. menimalisasi tulisan-hitungan. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. menyusun soal-pertanyaan. Jangan lupa. jalan keluar. membuat kesimpulan. keterbukaan. 7. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. bimbingan dan pengarahan. suara menyejukkan. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. 8. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. dan tertawa. menduga. Sintaknya adalah: pemahaman. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). sharing. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. ia telah berpartisipasi 10. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. dan akhirnya menemukan solusi. . identifikasi kekeliruan. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide.

Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. santun. membaca. hipotesis. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. mengkonstruksi. menggunbakan media dan alat peraga. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. berpikir. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. mengemukakan penndepat. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. argumentasi. very good. berbicara. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. dan mennaggapi. menemukan. dan ada sajian bodoran. menggambar. dan menerapkan. mengidentifikasi. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. bertanya. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. mencipta. ramah . tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. yaitu bagaimana siswa belajar. memecahkan masalah. pengarahan. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. good. Siapkan meja turnamen secukupnya. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. lembut. SDetelah memperoleh tugas. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. merangkum. membacamerangkum. dan memotivasi diri. 13. representasi. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. 12. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. yaitu: informasi. c. mendemonstrasikan. menyimak. presentasi. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. medium. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. . menyelidiki. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati.11. mengingat. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. Untuk mewujudkan belajar efektif.

19. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. 16. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. AIR (Auditory. 17. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. VAK (Visualization. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. berikan bahan ajar (LKS) yang . saling tukar jawaban. buat kelompok heterogen. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. umumkan hasil kuis dan beri reward. iformasi bahan ajar. buat kelompok heterogen (4-5 orang). siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. 14. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. Bumping. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver.).d. Intellectualy. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. perluasan. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. berikan penghargaan kelompok dan individual. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Auditory. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. Pengarahan. e. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. 18. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. 15. mengembangkannya.

presentasi. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. kembali ke kelompok aasal. rencanakan pelaksanaan investigasi. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. laporan kelompok. kuis individual. kerja kelompok. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. umumkan hasil kuis dan berikan reward. umumkan hasil kuis dan berikan reward. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. banyak guru dan staf sekolah). kembali ke kelompok asal. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. presentasi dan diskusi. 21. 20. kuis individual. . presentasi. penyimpulan dan evaluasi. Sintaknya adalah kerja kelompok. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. pilih strategi solusi 23. buat skor perkembangan tiap siswa. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). dan alternative solusi). refleksi. presentasi kelompok (share). 22. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. melaporkan. diskusi. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. identifikasi perbedaan. mengkritisi. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. 24. misal mengukur tinggi pohon.terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. 25. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. tuiap kelompok bahan belajar sama. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. Sinatknya adalah: informasi. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. kerja kelompok. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. buat skor perkem\angan siswa. diskusi.

Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. memperluas. 29. SQ3R (Survey. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer.26. Kerangka pikir untuk sukses. deteksi kausal. Read. mendalami. Read. Question. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. (R) memikirkan kembali. mengelompokkan gejala. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. dan menggali. Question. pertimbangan solusi. Recite. (E) mengembangkan. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. analisi pengalaman. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. 4 untuk almost certain. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Recite. analisis kausal. dan konsep-ide. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). solusi tentative. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. CORE (Connecting. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Organizing. 27. deteksi kausal lain. menuliskan pernyataan . (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. menggunakan. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. 1 untuk amost guest. 32. dan menemukan. dn 5 untuk certain. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. 3 untuk sure. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. 31. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. Refleting. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). (0) organisasi ide untuk memahami materi. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. dan rencana solusi yang terpilih. 2 untuk not sure. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Sintaknya adalah: identifkasi. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. Ajukan pengujian pemahaman. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. Reflect. SQ4R (Survey.

Sintaksnya adalah: persiapan. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. menemukan pilihan solusi utama. refleksi. penggunaan. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. . sajian materi. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. dan kembali berbagai informasi. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. menemukan kata kunci. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. bentuk kelompok berpasangan sebangku. dan implementasi solusi utama. 37. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. pengemabangan. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. mengidentifikasui kausal. presentasi hasil kelompok. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. identifikasi kausal utama.masalah yang telah direvisi. pendahuluan. CIRC (Cooperative. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. penerapan. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. 34. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. imoplementasi solusi. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. Reading. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. presentasi di depan hasil diskusinya. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. 35. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. 38. Integrated. 33. dan seterusnya 36. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. dan penutup.

Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. penyampaian kompetensi. 45. penyimpulan dan evaluasi.39. kesimpulan dan evaluasi. 43. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. buat kartu jawaban dengan diacak . 41. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. refleksi. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. bimbingan penimpoulan dan refleksi. sajian materi. membimbing pelatihan-penerapan. refleksi dan evaluasi 42. sajian materi pokok. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. presentasi hasil kelompok. 40. refleksi. refleksi. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. pembentukan kelompok siswa. mengecek pemahaman dan balikan. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. pemberian reward. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. sajian gambaran umum materi bahan ajar. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. membentuk kelompok. dikusi kelas. tanya jawab untuk pemantapan. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. penyimpulan dan evaluasi. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. 46. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. penyuimpulan. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. 44. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. langkah demi langkah bertahap. penyimpulan dan evaluasi. kelompok lain menjawab secara bergantian. refleksi. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. bekerja kelompok. sajian materi.

refleksi. presentasi hasil kelompok. sajikan materi. bimbingan penyimpulan. evaluasi dan refleksi. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. presentasi hasuil diskusi kelompok. penyimpulan. 52. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. 54. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. diagram. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. valuasi dan refleksi. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. penyimpulan dan evaluasi. 49. 51. sajian permasalahan terbuka. 53. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. Metakognitive questioning. penyimpulan. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. sajian materi. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaks: pemahaman masalah. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. evaluasi dan refleksi. bagikan wacana materi bahan ajar. apakah bermanfaat. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. rencana. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. 47. 50. pengecekan kebenaran jawaban. adakah alternative. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. evaluasi dan refleksi. Practicing. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku.nomornya. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. bertukar peran. solusi. dan pengecekan. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. penyimpulan dan evaluasi. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. Examples Non Examples Persiapkan gambar. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. bertukar peran. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. kartu dikumpul lagi dan dikocok. refleksi. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. apakah solusinya. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. 48. .

Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. siswa ditugaskan membaca wacana. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. 55. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. siswa berkelompok melengkapi. evaluasi. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. pengungkapan ide-konsep awal. membentuk kelompok heterogen. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. sampaikan kompetensi. 59. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. evaluasi dan refleksi 61. sajian materi. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. ranguman. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. guru membentuk kelompok. aplikasi. 60. sajian materi. Verivication.Reviewing and reducing difficulty. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. Time Token Model ini digunakan (Arebds. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. informasikan kompetensi. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). . presentasi. berupa opemecahan masalah. dan refleksi 56. presentasi. setelah selesai kupon dikembalikan. integrasi. Enrichment. dan hipotesis. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. Tanya jawab dan refleksi 57. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Obtaining mastery. berikan latihan soal bertingkat. 58. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. siswa latian dan bertanya. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. berikan sal tes bentuk super item.

Uhar Suharsaputra. alami-dengan dunia realitas siswa. konsep harus dialami. Guru harus menciptakan suasana kondusif. Sintaksnya adalah: sajian konsep. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. kelompokkerjasama. kohesif. kerja individual. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. ketrampilan. . virtual workshop menggunakan computer-internet. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. partisipatif. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. kebebasan-terbuka. 65. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. dan saling menghargai. Agustus 2011. interaktif. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. tentu tidak lepas dari peran guru. menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta. by: SURYONO Menjadi Guru Berkarakter Posted on 9 Oktober 2011 by AKHMAD SUDRAJAT Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah. Kumon Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. tiap usaha siswa diberi reward. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.62. reward. lima kali salah guru membimbing. Barangkali atas dasar itulah. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. Dr. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. 64. semua mempunyai tujuan. dinamis. 63. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. namai-buat generalisasi sampai konsep. latihan.

GURU HARUS TAHU ATURAN. dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku. tetapi mencoba melihat lebih jauh tentang esensi guru dan keguruan sebagai landasan penting dalam pengembangan pribadi guru. dan BISA MENGATUR. Kita tidak bergaul. prilaku. dikatakan bahwa: Guru adalah pelayan mereka untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan. eksistensi diri dalam lingkungan organisasi dan keorganisasian. Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi. tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru. oleh karena itu kita. eksistensi diri dalam lingkungan masyarakat. berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya… . dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri. maka terimalah dia apa adanya. sepenggal kalimat yang terungkap dalam isi buku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah.Buku ini menyuguhkan tentang seputar guru dan keguruan dalam perspektif yang berbeda. BERSEDIA DIATUR. serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah” Demikian. Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap. hingga eksistensi diri dalam lingkungan ilmu pengetahuan. kepribadian serta latar belakang sosial budayanya. dalam ketidakpastian masa depan yang mungkin sedikit dapat dipastikan… Siswa adalah manusia utuh. “Seorang guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa. Buku ini tidak berbicara pada tingkatan permukaan profesionalisme guru yang cenderung adminiistratif-formalistik. eksistensi diri dengan peserta didik. baik tentang eksistensi diri sendiri.

Informasi tentang buku tersebut bisa Anda kunjungi website di bawah ini: Menjadi Guru Berkarakter SPICES : Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif Posted on 16 September 2011 by AKHMAD SUDRAJAT SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif.Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern). . dan (6) Systematic. (5) Elective. Tentu masih banyak lagi pemikiran menarik lainnya yang bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita sebagai guru maupun calon guru dalam upaya mewujudkan diri menuju GURU YANG BERKARAKTER. rasa berbagi (sharing). (3) Integrated. Guru berkarakter senantiasa berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan yang dimilikinya. Menjadi guru berkarakter adalah orang yang siap untuk terus menerus meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai suatu kesadaran akan panggilan hidup. (2) Problem-based. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden. rasa peduli (caring). Dalam penutupnya. dan kebaikan yang tulus (kindness). penulis menyampaikan pula bahwa Guru Berkarakter sesungguhnya bukanlah sesuatu yang bersifat to be or not to be. melainkan a process of becoming. Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini. (4) Community-based(Consummer-based). SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered. dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut.

berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh. Community-based (Consummer-based).1. serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari. menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu. sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa. memanfaatkan banyak media. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum. materi dan tahapan-tahapan yang jelas. dan keunikan karakteristik mereka masingmasing. 4. 2. disesuaikan dengan minat. baik secara horisontal maupun vertikal. 6. logis dan tertib. . belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui. sumber belajar yang akan digunakan. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin). bakat. Systematic. mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan. Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya. Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning. Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. Integrated. Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan. penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. 3. Dalam hal ini. Problem-based. Melalui berbasis komunitas ini. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. tujuan. Elective. secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya. Student-centered. aktif dalam pengelolaan pengetahuan. 5.

. konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya. Tujuannya. Sebulan sekali. (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya. yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita.Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES. khususnya dalam konteks KTSP . seluruh karyawan PLN yang lebih dari 40. ================== Refleksi: Melihat berbagai keunggulan yang ada. konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM. low profile. CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN. banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan. minat dan keunikan karakteristik lainnya. Surat itu diberi nama CEO’s Note. . diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif. dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif. (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat. Artikel ini adalah CEO’s Note edisi ke-6 bulan Juli 2010. (3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas. Dalam konteks pendidikan nasional. Inilah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya. Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik… [SDM-Utama] PLN's CEO Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa KEPADA: 1 penerima Tampilkan Detail Alangkah baiknya kalau semua pemimpin bisa seperti ini. jadi teladan bagi bawahan dan demokratis. Setiap kali CEO’s Note terbit.. konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita.000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan.

Ada yang bilang ”sudah” enam bulan. dan pengurus berbagai organisasi yang saya ketuai. Syukurlah. Untuk itu. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. persatuan olahraga bridge Indonesia. Betapa relatifnya waktu… Selama enam bulan itu. Sebenarnya. saya dua kali sakit perut serius. kalau biasanya dulu setiap bulan saya bisa dua-tiga kali ke luar negeri. Selama enam bulan itu. Saya memang tidak boleh sembarangan minum obat.Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. . teman dekat. seingat saya. saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. Apalagi rapat-rapat organisasi atau permintaan ceramah. khawatir berbenturan dengan obat transplan yang masih harus saya minum setiap hari. Tiba-tiba saja. saya tidak ke mana-mana. saya tidak bisa menghadiri acara keluarga. selama enam bulan di PLN ini. dan banyak lagi. ketika rapat penting yang telanjur dijadwalkan tersebut harus dimulai. saya harus minta maaf kepada famili. tidak ada rapat yang bisa saya hadiri. sakit perut itu cepat hilang tanpa saya harus minum obat. kata dokter. sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. saya tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. ketika hari sudah berubah siang. pesta perkawinan teman-teman dekat. belum pernah saya absen. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik. kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN. Saya memang masih tercatat sebagai ketua umum persatuan perusahaan surat kabar se-Indonesia. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa "hati"nya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. ketua umum persatuan barongsai Indonesia. Setengah hari saya tidak bisa bekerja. Karena itu. Sebab. dan bahkan selamatan boyongan rumah anak sendiri. Selama enam bulan tersebut. Saya memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN. Begitulah kata dokter. sakit itu sembuh sendiri… Selama enam bulan itu. Semua saya hindari.

Bahkan. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. rupanya saya kurang gerak. Jarak rumah-kantor tersebut juga terasa sangat jauh. menjadi pemandangan biasa pada pukul 07. Berangkat sepagi itu bukan supaya dianggap sok rajin. Pukul 06. Di samping harus terus minum obat.Menjelang enam bulan di PLN. belakangan jarak itu terasa sedikit kurang jauh. Kadang memang begitu sulit mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. Orang PLN itu ratarata cerdas-cerdas: tahu semua persoalan yang dihadapi perusahaan dan bahkan tahu juga bagaimana cara menyelesaikannya.00 sudah banyak orang Jepang yang antre di ruang tamu.00. Maka. Betapa relatifnya uang… Selama enam bulan itu. Itu tentu tidak baik. ketika baru ada satu-dua mikrolet mengasapi jalanan. Betapa relatifnya jarak… Enak juga sudah di kantor pagi-pagi. Di mana-mana. sangat-amat pelitnya. Bahkan. saya dua kali menangis. Karena itu. di berbagai forum. sering juga ide tersebut dikemukakan dengan jenakanya. menginjak bulan keenam. Tapi. saya (biasanya ditemani istri) tiba di kantor dengan keringat yang bercucuran. rute menuju kantor tersebut bisa ditempuh dengan menghantas jalan-jalan kecil yang sepi yang kiri-kanannya penuh pohon-pohon nan merimbun. Terutama ketika begitu banyak ide datang dari para peserta rapat. Hasilnya: selama satu bulan itu.45 saya sudah berangkat kerja. Lalu. kian lama menjadi kian biasa. Siang dan malam. Jakarta. minta sangu untuk pulang karena uangnya tinggal pas-pasan untuk datang ke PLN itu tanpa tahu harus bagaimana pulangnya. meski kelihatannya sehat. katanya. Tapi. tidak berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas. juga harus tetap hati-hati. Beruntung. status saya tetap saja sebagai orang sakit. Dan dari ruang rapat ke mobil. saya putuskan ini: berangkat kerja berjalan kaki saja. Hanya dari mobil ke ruang rapat. Suaminya. saya selalu membanggakan kualitas personal PLN. Mula-mula. Dokter yang tiga tahun lalu mentransplantasi hati saya melarang badan saya terlalu gemuk.30. berat badan saya naik 3 kg! Oh. Tidak ada gunanya berolahraga sambil menghirup CO2. berjalan cepat selama 35 menit itu terasa berat. Jalan kaki dari rumah saya di dekat Pacific Place Semanggi. Kini. Demikian juga beberapa relasi PLN lainnya. Masih punya utang 1 kg lagi. setiap hari pukul 05. Sekali di ruang rapat dan sekali di Komisi VII DPR RI. Begitu banyak Ide yang mengalir. seberang Mabes Polri itu. Apalagi. ke Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo. perempuan itu sudah menangis di lobi untuk mengadukan kelakuan suaminya. Dokter selalu mengingatkan. tapi ingin menghindari asap knalpot. . berat badan sudah turun 2 kg. seorang perempuan yang merasa diperlakukan kejam oleh suaminya juga tahu jadwal saya ini: Sebelum pukul 07. Yang tidak ada pada mereka adalah muara. Ruang rapat sering menjadi tempat hiburan yang menyenangkan.

Ruang rapat harus jadi tempat apa saja: debat. Betapa relatifnya jiwa… Rasanya. Kini. senang. meminjam lagunya almarhum Gesang. untuk apa harus mampir ke meja saya kalau bisa langsung tertuju kepada yang lebih pas menjawabnya? Kini. di ruang rapat tersebut. Saya sudah terbiasa bekerja tanpa meja. Setengah liar. saya putuskan tidak menuliskan apa-apa. selama enam bulan di PLN. tapi bisa menjadi katalisator yang menyenangkan. saya tidak boleh begitu. semua bergantung suasana kejiwaan. beberapa kata yang hanya bersifat basa-basi -sekadar untuk menunjukkan bahwa saya atasan mereka? Akhirnya. ruang rapat sebaiknya jangan penuh ketegangan. Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. sebelum di PLN. ketawa. "Mengapa" saya harus memberikan arahan seolah-olah hanya saya yang "tahu" persoalan itu? Mengapa saya harus memberikan instruksi seolah-olah tanpa instruksi itu mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat? Mengapa saya harus memberikan petunjuk seolah-olah saya itu "pabrik petunjuk"? . Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing. dan saling ejek dengan jenaka. Maka. Mau menangis atau tertawa. memang tidak diperlukan sebuah meja. Semua bisa. menangis. berbagi kue. sejak sebelum di PLN. Saya harus menerima surat-surat yang setumpuk itu untuk dibuatkan disposisinya. saya juga belum pernah duduk di "kursi" direktur utama. semua ide bisa mulai bermuara. Betapa relatifnya tempat… Sedih. Apa yang harus saya tulis di situ? Saran? Pendapat? Instruksi? Larangan? Harapan? Atau. sebagai Dirut PLN. kalaupun surat itu ditujukan kepada saya. Jangan pula harus tegang di ruang rapat. bisa mengalir sampai jauh… Memang. Puluhan tahun. belum tentu saya bisa menyelesaikannya. Kecuali beberapa hal yang sangat jarang saja. Saya bangga ruang rapat PLN bukan lagi sebuah tempat biasa. Sebab. baku ide. Orang-orang PLN itu siang-malam sudah mengurus tegangan listrik. muara itu dangkal dan sempit. Semua surat masuk langsung didistribusikan ke staf yang bertugas di bidangnya. Ide-ide brilian macet dan kandas. Inilah untuk kali pertama dalam hidup saya harus membuat corat-coret di lembar disposisi. Kalau toh ada.tapi sedikit yang bisa mencapai muara. saya hampir tidak pernah membaca surat masuk. Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Sebab. Jadi. Bahkan.

sesuai UU. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. Kini. Tapi. sehingga sering redup dan merusak barang-barang elektronik. Orang yang terlalu sering diberi "pidato" kelak hanya bisa "minta petunjuk". Saya harus sadar bahwa mayoritas warga PLN adalah lulusan terbaik dari universitas. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. menyelesaikan IPP terkendala yang sudah begitu lama.Maka. Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas.universitas terbaik negeri ini ? Bukankah karyawan PLN itu. Paling hanya berisi paraf saya dan nama orang yang harus membaca surat itu. Tudingan tersebut tentu lucu karena bukankah yang bisa menaikkan TDL itu hanya pemerintah bersama DPR? Bukankah direksi PLN itu. mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan. hanyalah pengecualian. Saya sangat yakin. dan banyak lagi kini sudah bisa mengucapkan selamat tinggal tegangan 14! Sudah bertahuntahun tegangan listrik di Aceh hanya 14. doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang? Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman -melebihi saya? Maka. jangan heran kalau mayoritas lembar disposisi tersebut tidak ada tulisannya. di Aceh dan banyak wilayah itu. Karena itu. termasuk seorang anggota DPR di komisi VI. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut. masih terlalu sedikit yang diperbuat. apa yang sudah kita capai selama enam bulan ini? Ada yang bilang sudah sangat banyak: menanggulangi pemadaman bergilir di seluruh Indonesia. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan… Lalu. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. jika seseorang diberi kepercayaan. sudah bisa 20). bahwa direksi PLN yang baru ternyata bisanya hanya menaikkan TDL. banyak juga yang bilang. perasaan saya tidak enak. Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. Mereka sudah memiliki semuanya: kecuali kemerdekaan ide itu. Cianjur Selatan. tegangan listriknya sudah normal.universitas terbaik. Tangerang. Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Bahkan. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek. Kalau saya lakukan itu. mengatasi kacaunya tegangan listrik di berbagai wilayah (orang Aceh. Kalau toh ada yang tidak seperti itu. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. rasa tanggung jawabnya akan muncul. Semua itu saya lakukan di meja rapat. misalnya. ada yang bilang. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. Bukan di meja kerja direktur utama. tanpa disposisi satu kata pun. Kini saatnya barang yang mahal tersebut diberikan kepada mereka. saya juga tidak pernah memanggil staf. Saya sangat memercayai. sama sekali tidak punya wewenang menaikkan atau menurunkan TDL? Betapa relatifnya kepuasan… . untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama.

silakan dikirim ke alamat SDMUtama@yahoogroups._. melalui ATM BCA ke A/C No: 305 122 7245 atas nama Albert M. Juli 2004 member SDM-Utama melampaui 1000 orang September 2008 member SDM-Utama melampaui 4000 orang dan masih berkembang terus Silakan ajak rekan anda bergabung..[kecuali iklan Lowongan Pekerjaan] dikenakan biaya Rp 25.000.per iklan tiap kali disiarkan di mailing list SDM-Utama.__. Bukti transfer harap di fax ke 021-7919 6801 dengan disertai berita yang jelas untuk memasang Email teks iklan yang mana. sarankan mereka untuk mengirim email kosong dari alamat emailnya sendiri ke: SDM-Utama-subscribe@yahoogroups. iklan lowongan pekerjaan [bebas biaya] dan iklan pemasaran Seminar dll [kena biaya] ke: SDM-Utama@yahoogroups. Setiawan. Pembayaran dimuka.com Kirimlah info.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Email Lamaran Lowongan Kerja Anda harap dikirim LANGSUNG ke alamat email yang menawarkan lowongan kerja.com seperti biasa . Sedangkan Email teks iklan-nya yang akan dipasang._. pertanyaan. JANGAN dikirim ke alamat SDM-Utama! Jangan lupa untuk menyebutkan bahwa info lowongan kerja tsb anda ketahui dari SDM-Utama. artikel.com Mulai 1 Agustus 2007 semua IKLAN / PROMOSI / PEMASARAN SEMINAR dll.

._..... email yang topiknya tidak sesuai dengan pokok bahasan SDM-Utama dan material atau promosi mesum ke SDM-Utama akan menyebabkan anda dibikin: Member can not post! Terima kasih..com/unbounce?adj=...___ Balas ke: Balas ke SDM-Utama Kirim .Get the Yahoo! Toolbar now... Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use ... Pengiriman email spam.. untuk melepaskan diri dari pen-cekal-an oleh Yahoo tersebut... yang dicantumkan dalam email REACTIVATION REQUEST yang dikirim oleh Yahoo kepada anda tersebut.... Apabila anda di-cekal oleh Yahoo karena email yang dikirim kepada anda mental balik ke Yahoo. dan agar bisa menerima email dari SDM-Utama seperti biasa. MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on ..yahoo... maka anda harus KLIK alamat http://groups..Moderator SDM-Utama berhak menolak memasang iklan yang tidak sesuai dengan misi SDM-Utama... __... Yahoo! Groups Switch to: Text-Only._...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful