9.

PTK MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Model-Model Pembelajaran, Antara Lain: Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: * Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. * Setiap siswa mendapat peran. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture

2. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Kekurangan:Memakan banyak waktu. 5. 3. Melatih berpikir logis dan sistematis. 5. Tanggapan dari teman yang lain. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru . 2. 4. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kesimpulan / rangkuman. Menyajikan materi sebagai pengantar. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. 2. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Langkah-langkah: 1. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. dipanggil lagi oleh guru. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Banyak siswa yang pasif. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Langkah-langkah: 1. 6. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kebaikan: 1.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan. 6. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 4. 7. Siswa dibagi dalam kelompok. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. 3. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. c. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. atau keduanya. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. b. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. etnik maupun kemampuan akademik. f. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. e. . Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin.Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. d.

setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Kebanyakan game terdiri dari . melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. kerjasama. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Dengan demikian. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik.Metode Jigsaw Pada dasarnya. jenis kelamin dan ras atau etnik. 3. 2. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. diskusi yang dipimpin guru.

Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Membedakan siswa. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Langkah-langkah: 1. 6. jenis kelamin. 5. 3. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. suku. Penutup. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 4. 4. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Kekurangan: 1. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Memberi evaluasi. Kelebihan: 1. Melatih kerjasama dengan baik. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. 2. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. 2. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. dll. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Model Examples Non Examples . Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Guru menyajikan pelajaran. 5.pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.).

Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Perencanaan. 5. 2. Langkah-langkah: 1. 3. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 4. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. d. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Observasi. Kerjasama ini meliputi: a. . Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kekurangan: 1. 2. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. b. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Kebaikan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. KKesimpulan. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. 7. 2. c. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 6. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Praktek mengajar. Memakan waktu yang lama. 2. 3. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.

Tahap ini merupakan tahap refleksi. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. relevance.3.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). assessment. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. 4. interest. hasil belajar siswa. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. kegiatan pembelajaran 1. 1998). dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. . 5. 6. Kata kunci: motivasi berprestasi. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. ARIAS. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. . bahasa.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Berarti tahap observasi terlalui.

bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. Satisfaction). motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. 1987: 11-14). Confidence. 1987: 289-319). Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Relevance. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). relevance. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. . Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. 2.Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Berkenaan dengan hal itu. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. yaitu kemampuan kognitif. Model ARCS (Attention. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Oleh karena itu. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. sistematik. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). kurikulum. dan model pembelajaran). Namun demikian. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Kajian Teori dan Pembahasan 2. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu.

Dengan modifikasi tersebut. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. 1987: 2-9). assessment dan satisfaction. Sikap di mana seseorang merasa yakin. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance. relevance. 2. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. 1981: 80). sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Mengingat pentingnya evaluasi. 1986: 218). model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang.Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. yaitu berhubungan dengan sikap percaya. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. satisfaction (kepuasan/bangga). Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung . percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. confidence (percaya/yakin). relevance. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. relevance (relevansi). yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. 1968: 610). Oleh karena itu. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. interest. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. dan attention menjadi interest. Sikap percaya. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. dan assessment (evaluasi). yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. assessment. interest.

Dengan sikap yakin. 1987: 2-9). Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. 1989: 42). standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).Menggunakan suatu patokan. Dalam kegiatan pembelajaran. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. dan memiliki tujuan yang jelas. relevance. Sesuatu yang memiliki arah tujuan. . Sikap percaya diri. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. . . misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa.menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. 1988: 140). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: .Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS.

interest. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. Oleh karena itu.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. . dari cepat ke lambat. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. emosional.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya.Menggunakan cerita. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.1968: 162). juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. dan mengubah gaya mengajar. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. analogi. . Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. . Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. sosial dan fisik. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. . dari suara keras ke suara yang sedang. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. sesuatu yang baru. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. 1991). .nilai yang dimiliki siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. Dengan demikian. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Oleh karena itu. maupun terhadap teman mereka. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. 1982: 336). evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul . Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri.. 1990:31). yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. mencapai atau mendapat sesuatu. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. 1975:561). Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. 1994). Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. 1988: 70). * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. dan untuk membantu siswa dalam belajar. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. untuk merekam apa yang telah siswa capai. 1979:157). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. puas atas hasil yang dicapai. Bagi siswa.

dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa. Ucapan guru : ―Bagus. Artinya. 1975: 561). Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. kalimat. memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower. 1987: 2-9). melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa.Memberi penguatan (reinforcement). . . merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. perlengkapan apa yang dibutuhkan. Untuk itu. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan. kondisi dan lingkungan siswa.karena pengaruh dari luar individu. mengadakan kegiatan yang relevan. strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan.Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka.Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8)merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. kosa kata. rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Bentuk. Dengan demikian. gambar atau ilustrasi. membangkitkan minat/perhatian siswa. Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan. dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. . Bahasa. penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru. bahwa mereka mampu. 2. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi. sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain : . dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. susunan dan . media pembelajaran apa yang akan dipakai. sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!‖.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi.

Seperti halnya pada percobaan pertama. yaitu sebuah SD negeri di Sekayu. Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masingmasing kelompok berjumlah 20 orang siswa. siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. Hasil Percobaan di Lapangan Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. 3. Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0.05. di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. 1987: 29). Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari. Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok.05. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. Kabupaten Musi Banyu Asin. kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. . pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data.

untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. Penutup Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Penentuan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Pada percobaan kedua Fo=8.05. dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa. 2. (4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat. Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak.44 lebih besar dari Ft=3. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry. yaitu: . 1999: 120 – 121). (3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal.96 pada taraf signifikansi a = 0.dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. 3. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18. untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa.80 > Xn-A=75.98 (Sopah. Pengontrolan validitas internal adalah: (1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda. Pengontrolan validitas eksternal adalah: 1. kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen.02 pada taraf signifikansi a = 0. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10. Suasana belajar. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. situasi kelas.55 > Xn-A=15. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78.05. 4. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan.1998: 99-100).74 jauh lebih besar dari Ft=4.93 (Sopah. (2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur.

Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. dan Senior. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Motivating students. Bohlin.Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. Benjamin S. Untuk itu. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Sterling G. Isabel J. 1966. . Callahan.Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. New York: McGraw-Hill Book Company. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model. 1980. Human characteristics and school learning. maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas. Bloom. Untuk itu. sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. 11-14. . Successful teaching in secondary schools. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat.Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar.1982. . sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik. Ruth M. namun jumlahnya sangat terbatas. Roy M. yaitu: . baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. Foreman and Company. perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama. perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. 1987. bahan/materi yang diberikan lebih banyak. Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi.Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS. 10 (2). Chicago: Scott. sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. belum begitu banyak. Journal of Instructional Development vol. namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. . Pustaka Acuan : Beard. Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar. Walaupun sampel ini diambil secara acak. Karena waktunya terbatas. London: Routledge and Kegan Paul Ltd.Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu.

John M. Inc. Boston: Allyn and Bacon.). Keller. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya. Rinehart and Winston. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. McClelland. Disertasi.W. Keller. Semiawan dan Soedijarto (ed. dan Curtis Ruth V. dan Driscoll. 12. Ivor K.). Toeti 1994. Essentials of learning for instruction. Elida 1989. Englewood Cliffs. Gordon H. William (ed) 1981. 1987. NJ: Prentice Hall. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. Publishers. 10 (3). dan Thomas W. Laporan penelitian.T. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Terjemahan Siswo Suyanto dan W. Inc. Leslie J. Jakarta: PPPLPTK. New York: McGraw Hill Book Company.F. Learner interests. 11-14. Inc. Belmont. Lastri. 30 Juli. Gagne. 1986. Bakowatun. Conny R. Hillsdale. Reigeluth (ed). Soekamto.E. Robert M. NJ. Prayitno. Publishers. Charles D. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang. New York: Holt. Kemampuan murid SD memprihatinkan. David C. Learning situations and instructinal models. dalam Robert M. 14 Juli. 1991. Kompas. 1993. Robert M. Jakarta: Grasindo. Instructional design theories and models. Semiawan.: Prentice-Hall. Englewood Cliffs.: Lawrence Erlbaum Associates. 1987. Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. Instructional theories in action. Ernest R. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. Peacock Publisher. ________ 1987. 1998. dalam Charles M. Motivasi dalam belajar. John P. achievement. An application of the ARCS model of motivational design. Kopp. Hillsdale. 175-206. Boston: Houghton Miflin Company. Richard L. Walter dan Reiser. Belmont. M. Marcy P. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta. Motivation: Theory and research. Petri. Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI. Dick. Inc. 1979. Development and use of ARCS model of instructional design. Gagne. dan Briggs. CA: Wadsworth Publishing Company. Illinois: F. Intermedia. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Psychology for teaching. Journal of Instructional Development. Hendorn. Itasca. Instructional technique. Journal of Instructional Development. Hillsdale.). 2-9. . Guy R. 1981. Principles of instructional design. James N. Lefrancois. Laporan EBTANAS SD. Memacu masyarakat berprestasi. 1982. 1989. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Herbert L. Planning effective instruction. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa. Instructional technology foundations. Robert A. 1968. Djamaah 1998. Sopah. Vol. The American heritage dictionary of English language. Charles M. 289-319. 1987. 383-430. Hopkins. 10 (3). Vol. dan Bower. Gagne (ed. 1983. and continuing motivation in instruction. CA: Wadsworth Publishing Company. Theories of learning. Morris. 1975. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. ________ 1999. 1990. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Hilgard. 1987. 1988. Jakarta: CV. DeCecco. Reigeluth. NJ. 165-175. New Jersey: Prentice Hall. Publishers. John M. Classroom measurement and evaluation. dan Antes.Davies.

Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Sumadi 1982. Pada dasarnya. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. . Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. pengatur materi (material manager). 4. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.Suryabrata. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. 2. 2008 · & Komentar Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. misalnya. peran pencatat (recorder). Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Depdikbud. « SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PENGANTAR ANTROPOLOGI » Tindakan Model-Model Pembelajaran April 22. 3. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. pembuat kesimpulan (summarizer). Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 1. Di dalam kelompoknya. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra.

2. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. 4. jadwal. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. 3. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 7. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 5. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Berpikir dan bertindak kreatif. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. pemecahan masalah. 2. 6. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. peran guru menyajikan masalah. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. tugas. khususnya dunia kerja. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. dll. . 5. Langkah-langkah: 1. 2. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.) 3.Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. hipotesis. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. pengumpulan data.

Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. 2. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 5. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kesimpulan guru. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 6. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. serta lakukan seperti di atas. 3. * Setiap siswa mendapat peran. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 4. 2. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 7. Picture and Picture . Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 3. Langkah-langkah: 1. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Bertukar peran. Kekurangan: 1. Kelebihan: * Melatih pendengaran. 3. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 2. ketelitian / kecermatan. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.Kelebihan: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Penutup.

Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 2. 6. 4. Kesimpulan. 2. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Menyajikan materi sebagai pengantar. Kebaikan: 1. 3. Tanggapan dari teman yang lain. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Melatih berpikir logis dan sistematis. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. dipanggil lagi oleh guru.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 3. 7. 2. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Banyak siswa yang pasif. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) . 5. 4. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Siswa dibagi dalam kelompok. 5. Langkah-langkah: 1. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kesimpulan / rangkuman. Langkah-langkah: 1.

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Metode Jigsaw

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih, ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup. Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat

Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. c. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. d. Observasi. 2. . Praktek mengajar. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 5. b. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Memakan waktu yang lama. 4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. 7. 3. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Berarti tahap observasi terlalui. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Kekurangan: 1. 2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 6. KKesimpulan. Perencanaan. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Kebaikan: 1.pada kertas. 5. 3. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Kerjasama ini meliputi: a.

baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12).com/category/pembelajaran/model-model/page/3/ Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. ARIAS.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. http://gurupkn. interest. hasil belajar siswa. yaitu kemampuan kognitif. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). 1998). Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. relevance. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. kegiatan pembelajaran 1. kurikulum. assessment. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). dan model pembelajaran). . sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Kata kunci: motivasi berprestasi. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). bahasa. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. .6.wordpress.

model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian).Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Berkenaan dengan hal itu.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. satisfaction (kepuasan/bangga). telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. 2. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Model ARCS (Attention. Oleh karena itu. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). relevance (relevansi). Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. relevance. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. Confidence. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. confidence (percaya/yakin). 1987: 289-319). dan assessment (evaluasi). Satisfaction). Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Kajian Teori dan Pembahasan 2. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. 1987: 11-14). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian . Namun demikian. Mengingat pentingnya evaluasi. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Relevance. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. 1968: 610). sistematik. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. Dengan modifikasi tersebut.

Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno.nama confidence menjadi assurance. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. 1989: 42). Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. dan attention menjadi interest. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. Oleh karena itu. interest. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). yaitu berhubungan dengan sikap percaya. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. 1987: 2-9). Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Sikap di mana seseorang merasa yakin. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. relevance.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. assessment dan satisfaction. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. Dengan sikap yakin. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . Sikap percaya. Sikap percaya diri. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). 2. 1981: 80). 1986: 218). assessment. interest. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. relevance. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model).Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka.. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. . standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. relevance. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). 1987: 2-9). . dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. dan memiliki tujuan yang jelas. 1988: 140). yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai.Menggunakan suatu patokan. Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. . . . Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: .1968: 162).

. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: .Menggunakan cerita.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. dan mengubah gaya mengajar. 1991). dari cepat ke lambat. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. . sesuatu yang baru. sosial dan fisik. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois.nilai yang dimiliki siswa. . Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. analogi. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. Oleh karena itu. emosional. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. 1982: 336). Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah .Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.. dari suara keras ke suara yang sedang. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. interest. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental.

Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF . 1979:157). untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. maupun terhadap teman mereka. 1988: 70). mencapai atau mendapat sesuatu. Oleh karena itu. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal.yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. 1987: 2-9). Bagi siswa. Dengan demikian. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. 1975:561). untuk merekam apa yang telah siswa capai. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. dan untuk membantu siswa dalam belajar. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. puas atas hasil yang dicapai. 1990:31). 1994). Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa.

Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. peran pencatat (recorder). Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. pembuat kesimpulan (summarizer). Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. 5. 3.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. 3. misalnya. Di dalam kelompoknya. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 4. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Pada dasarnya. . Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Berpikir dan bertindak kreatif. 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. 2. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. pengatur materi (material manager). hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. 2. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra.

Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 7. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. hipotesis. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 2. Langkah-langkah: 1. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. pengumpulan data. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. pemecahan masalah. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Langkah-langkah: 1. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Kekurangan: 1. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. 2. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. tugas. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. 3. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide- . 2.6. 4. 3. jadwal. 2. 5.) 3. dll. Membutuhkan banyak waktu dan dana. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 4. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. peran guru menyajikan masalah. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. khususnya dunia kerja. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Kelebihan: 1. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. 3.

5. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Penutup. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 3. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. 4. Langkah-langkah: 1. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Kebaikan: 1. Langkah-langkah: 1. Kesimpulan / rangkuman. 6. Kesimpulan. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 2. 7. 6. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kelebihan: . 4. Bertukar peran. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Menyajikan materi sebagai pengantar. serta lakukan seperti di atas. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 2. Banyak siswa yang pasif. 7. Melatih berpikir logis dan sistematis. • Setiap siswa mendapat peran. Siswa dibagi dalam kelompok. Tanggapan dari teman yang lain.ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 3. ketelitian / kecermatan. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 6. Kekurangan:Memakan banyak waktu. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 5. 5. Kesimpulan guru. Kelebihan: • Melatih pendengaran. 2.

. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. atau keduanya. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. d. dipanggil lagi oleh guru. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. b. f. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. c. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). etnik maupun kemampuan akademik.• Setiap siswa menjadi siap semua. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Kelemahan: • Kemungkinan nomor yang dipanggil. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. e. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a.

persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Dengan demikian. Tiga siswa tertinggi prestasinya . Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. diskusi yang dipimpin guru. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. 2.Metode Jigsaw Pada dasarnya. jenis kelamin dan ras atau etnik. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. kerjasama. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. 3. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. 4. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

KKesimpulan. 2. Kebaikan: 1. dll. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. 2. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Melatih kerjasama dengan baik.dikelompokkan pada meja I. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. jenis kelamin. 2. 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Kelebihan: 1. 6. 5. 6. 2. Memberi evaluasi. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Langkah-langkah: 1. 4.). ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 ________________________________________ Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 3. 5. suku. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Membedakan siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Penutup. 3. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Kekurangan: 1. . Langkah-langkah: 1. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Guru menyajikan pelajaran. 4. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 5. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. 2. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 7.

Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Observasi. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Berarti tahap observasi terlalui. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 2. Perencanaan. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 3. bahasa. Praktek mengajar. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Kerjasama ini meliputi: a. .Kekurangan: 1. (Dari berbagai sumber) KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Ditulis pada Januari 17. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. 6. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Tahap ini merupakan tahap refleksi. 2. 4. b. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. c. 2008 oleh kiranawati Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran . 5. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Memakan waktu yang lama.

DAN PEMBELAJARAN Peran Guru : * memperhatikan dan bersikap positif. * urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif. * memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru. * merasa aman dalam lingkungan sekolah. dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional GURU. mengimplementasikan. * keterbatasan praktek pembelajaran yang ada. * mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya. strategi. PESERTA DIDIK. Peran Siswa : * tertarik pada topik yang sedang dibahas. Tugas pembelajaran : * spesifik dan dapat dikelola dengan baik * kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa * secara aktif melibatkan siswa * bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran. Variabel-variabel tersebut di antaranya : * hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan. * pola interaksi yang memungkinkan. siswa. KERANGKA KERJA PENGAJARAN . * melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai. * terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya. * tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree). dan metode-metode yang akan digunakan. serta tugas masingmasing.Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan. * memiliki motivasi. * dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. * memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya. * konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa.

tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya. Menurut arti secara leksikal. dan (d) model behavior. keterampilan. strategi interaktif (interactive). diskusi. Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi. Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran. serta pengelolaan pembelajaran. strategi melalui pengalaman (experiential). 2. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru. strategi adalah rencana atau kebijakan yang 3. pembelajaran langsung. 2. dan strategi mandiri (independent). struktur dan fokus pembelajaran. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan. 5. Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct). Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi. (c) model interaksi sosial. metode.Kerangka Kerja Pengajaran Model-model Pembelajaran 1. strategi tidak langsung (indirect). STRATEGI PENGAJARAN STRATEGI PENGAJARAN 1. teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. (b) model personal. Strategi Pembelajaran 1. 2. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Metode-metode Pembelajaran 1. 2. Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. 3. artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction) . Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran. 3. Keterampilan-keterampilan pembelajaran 1. dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten). 4. dirancang untuk mencapai suatu tujuan.

Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah. praktek dan latihan.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning) * Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif. 5. berpusat pada siswa.* Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi. dan sumber personal (resource person). pengalaman. pertanyaan didaktik. dan paling sering digunakan. 3. pendukung. sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum. dan sumber-sumber manusia. atau pembentukan hipotesis. Sebagai contoh. dan berorientasi pada aktivitas. peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator. diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok. * Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar. * Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. 4.Strategi Belajar Mandiri (independent study) * Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa. * Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction) * Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi. dan kerjasama siswa secara berpasangan. dan perbaikan diri. * Dalam pembelajaran tidak langsung. noncetak. * Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah 2. * Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak. di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi. memberikan kesempatan siswa untuk terlibat. serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir. * Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas. * Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metodemetode interaktif. dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri. pengajaran eksplisit.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) * Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. dan pengetahuan guru atau kelompok. penggambaran inferensi berdasarkan data. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di . serta demonstrasi. percaya diri. penyelidikan. pandangan. dan bukan hasil belajar. Guru merancang lingkungan belajar.

METODE PENGAJARAN METODE PENGAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. GERAK KLASIFIKASI MEDIA Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA . waktu. dan daya indera * Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah * Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi KEGUNAAN MEDIA * Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis * Mengatasi keterbatasan ruang. * Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya.bawah bimbingan atau supervisi guru. perhatian. perasaan. VISUAL.

penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. Dalam prakteknya.com DIarsipkan di bawah: Pembelajaran Model-model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. pengarahan-strategi. Koperatif (CL. dan kondisi guru itu sendiri. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. pembegian tugas. dan rasa senasib. terbuka. membentuk kelompok heterogen. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. wijianta@gmail. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. visual. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. siawa heterogen (kemampuan. atau inkuiri. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. gerak) * Keadaan lingkungan setempat * Luasnya jangkauan yang ingin dilayani Sumber : Internet dan kumpulan artikel Dikirim oleh : wijianta. karekter). siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep.* Tujuan yang ingin dicapai * Karakteristik siswa/sasaran * Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio. tanggung jawab. belajar berkelompok secara koperatif. dan pelaporan. menyelesaikan persoalan. tugas. 2. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. Kontekstual (CTL. fasilitas-media yang tersedia. ada control dan fasilitasi. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. pengalaman. presentasi hasil kelompok. 1. sifat materi bahan ajar. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life . Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). kerja kelompok. gender. Cooperative Learning). dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.

5. 3. pengarahanpetunjuk. menemukan). elaborasi (analisis). questioning (eksplorasi. hands-on. mengkonstruksi konsep-aturan. induksi. analisissintesis). latihan terbimbing. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran . authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. rangkuman. yaitu modeling (pemusatan perhatian. dan evaluasi. interpretasi. tidak hanya menonton dan mencatat. penilaian portofolio. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. belum dikenal cara penyelesaiannya. aturan. identifikasi. mencoba. fakta. siswa melakukan dan mengalami. terbuka. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. Realistik (RME. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). konjektur. generalisasi). generalisasi. membimbing. konjektur.atau algoritma). hipotesis. prinsip. investigasi. rambu-rambu. dan inkuiri 6. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Pembelajaran Langsung (DL. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. motivasi belajar muncul. demokratis. sajian informasi dan prosedur.modeling). dan pengembangan kemampuan sosialisasi. refleksi. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). sharing). reflection (reviu. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. evaluasi. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. tindak lanjut). Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). eksplorasi. menuntun. motivasi. inkuiri. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. minds-on. 4. algoritma. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. negosiasi. investigasi. mengarahkan. informal ke formal). konsep. latihan mandiri. pengemabngan mateastika). dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). generalisasi. inquiry (identifikasi. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. yaitu matematika horizontal (tools. constructivism (membangun pemahaman sendiri. mengerjakan). learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. contoh). Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. penyampaian kompetensi-tujuan. dunia pikiran siswa menjadi konkret. sintesis. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. . mengembangkan. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan.

ia telah berpartisipasi 10. kritis. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. Untuk mngurang kondisi tersebut. sehingga suasana menjadi nyaman. identifikasi kekeliruan. 8. kognitif tinggi. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. kreativitas. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. komunikasi-interaksi. jawaban siswa beragam. diagram. menimalisasi tulisan-hitungan. Sintaknya adalah: pemahaman. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. keterbukaan. . dan ceria. menyusun soal-pertanyaan. dan akhirnya menemukan solusi. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). menduga.yang disajikan. Problem Terbuka (OE. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. keterbukaan. namun demikian bisa dibiasakan. perhatikan dan catat reson siswa.menginvestigasi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. 7. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. jalan keluar. pengorganisasian pembelajaran. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. sharing. 9. menyenangkan. kemudian eksplanasi (empiric). siswa mengidentifkasi. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. fluency). dan tertawa. keterpasuan. cara. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. cari alternative. mulai dari eksplorasi (deskripsi). nada lembut. mengeksplorasi. Ada canda. membuat kesimpulan. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. kaitakkan dengan materi selanjutnya. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. dan sosialisasi. dan ragam berpikir. bimbingan dan pengarahan. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Jangan lupa. suara menyejukkan. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. table). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. senyum. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran.

TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. c. bertanya. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. dan memotivasi diri. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. menggunbakan media dan alat peraga. memecahkan masalah. 12. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. yaitu bagaimana siswa belajar. membacamerangkum. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. very good. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. menggambar. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. dan ada sajian bodoran. mengidentifikasi. ramah . merangkum. pengarahan. lembut. mengemukakan penndepat. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. menyelidiki. mengingat. medium. presentasi. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. mendemonstrasikan. dan mennaggapi. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. Siapkan meja turnamen secukupnya. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. membaca. hipotesis. 13. argumentasi. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. mengkonstruksi. SDetelah memperoleh tugas. . SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Untuk mewujudkan belajar efektif. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. dan menerapkan. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. yaitu: informasi. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi.11. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). mencipta. berpikir. menyimak. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. berbicara. good. menemukan. representasi. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. santun.

Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. berikan penghargaan kelompok dan individual. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Intellectualy. buat kelompok heterogen (4-5 orang). STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. AIR (Auditory. mengembangkannya. saling tukar jawaban. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. 15. 18. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul.). umumkan hasil kuis dan beri reward. iformasi bahan ajar. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. buat kelompok heterogen. Bumping. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. 17. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. VAK (Visualization. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.d. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. e. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. berikan bahan ajar (LKS) yang . diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. 19. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. Pengarahan. Auditory. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. 14. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. 16. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. perluasan.

presentasi. 20. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. buat skor perkembangan tiap siswa. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. 24. Sinatknya adalah: informasi. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. diskusi. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. umumkan hasil kuis dan berikan reward. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. diskusi. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. laporan kelompok. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). banyak guru dan staf sekolah). pilih strategi solusi 23. 22. kerja kelompok. identifikasi perbedaan. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. rencanakan pelaksanaan investigasi. mengkritisi. misal mengukur tinggi pohon. refleksi. . hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. umumkan hasil kuis dan berikan reward. presentasi. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. kuis individual. kembali ke kelompok aasal. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. kembali ke kelompok asal. 21. penyimpulan dan evaluasi. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi.terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. tuiap kelompok bahan belajar sama. buat skor perkem\angan siswa. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. kerja kelompok. 25. dan alternative solusi). kuis individual. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. melaporkan. presentasi kelompok (share). kelompok (membaca-mencatatatmenandai). presentasi dan diskusi. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. Sintaknya adalah kerja kelompok.

(R) memikirkan kembali. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. solusi tentative. dan menemukan. Organizing. Recite. Question. 2 untuk not sure. SQ3R (Survey. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. Reflect. 3 untuk sure. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Refleting. (E) mengembangkan. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. Recite. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. Read. deteksi kausal lain. dan menggali. mendalami. pertimbangan solusi. memperluas. deteksi kausal. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. menggunakan. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. 31. analisis kausal. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. Ajukan pengujian pemahaman. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya.26. SQ4R (Survey. menuliskan pernyataan . CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. (0) organisasi ide untuk memahami materi. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). dan konsep-ide. 1 untuk amost guest. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. analisi pengalaman. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Question. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). Read. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. CORE (Connecting. Kerangka pikir untuk sukses. 29. 27. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. 4 untuk almost certain. Sintaknya adalah: identifkasi. mengelompokkan gejala. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. dn 5 untuk certain. dan rencana solusi yang terpilih. 32.

penggunaan. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. 33. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. dan seterusnya 36. menemukan kata kunci. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. 34. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. 35. sajian materi. Integrated. 38. . Reading. dan implementasi solusi utama. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. bentuk kelompok berpasangan sebangku. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar.masalah yang telah direvisi. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. identifikasi kausal utama. Sintaksnya adalah: persiapan. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. dan penutup. mengidentifikasui kausal. pengemabangan. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. refleksi. CIRC (Cooperative. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. imoplementasi solusi. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. penerapan. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. 37. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. menemukan pilihan solusi utama. pendahuluan. dan kembali berbagai informasi. presentasi di depan hasil diskusinya. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. presentasi hasil kelompok. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok.

penyampaian kompetensi. 43. pemberian reward. penyuimpulan. membentuk kelompok. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. presentasi hasil kelompok. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. kesimpulan dan evaluasi. buat kartu jawaban dengan diacak . siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. refleksi. sajian gambaran umum materi bahan ajar. refleksi. langkah demi langkah bertahap. 41. pembentukan kelompok siswa. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. kelompok lain menjawab secara bergantian. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. bimbingan penimpoulan dan refleksi. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. refleksi dan evaluasi 42. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. siswa mebaca materi lengkap pada wacana.39. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. 46. refleksi. tanya jawab untuk pemantapan. mengecek pemahaman dan balikan. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. refleksi. 40. sajian materi pokok. 44. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. membimbing pelatihan-penerapan. sajian materi. 45. dikusi kelas. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. sajian materi. bekerja kelompok.

penyimpulan dan evaluasi. 49. bagikan wacana materi bahan ajar. bertukar peran. adakah alternative. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. Practicing. . siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. dan pengecekan. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya.nomornya. refleksi. 48. bertukar peran. sajikan materi. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. valuasi dan refleksi. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. 53. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. 47. kartu dikumpul lagi dan dikocok. Examples Non Examples Persiapkan gambar. presentasi hasil kelompok. refleksi. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. solusi. sajian permasalahan terbuka. penyimpulan. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. rencana. evaluasi dan refleksi. evaluasi dan refleksi. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. sajian materi. Metakognitive questioning. apakah bermanfaat. 50. bimbingan penyimpulan. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. evaluasi dan refleksi. Sintaks: pemahaman masalah. 52. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. pengecekan kebenaran jawaban. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. 51. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. diagram. presentasi hasuil diskusi kelompok. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. 54. penyimpulan dan evaluasi. apakah solusinya. penyimpulan. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar.

berikan latihan soal bertingkat. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Time Token Model ini digunakan (Arebds. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. presentasi. sampaikan kompetensi. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. 55. 59. membentuk kelompok heterogen.Reviewing and reducing difficulty. setelah selesai kupon dikembalikan. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. pengungkapan ide-konsep awal. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. evaluasi dan refleksi 61. aplikasi. 60. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. presentasi. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. sajian materi. guru membentuk kelompok. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. siswa ditugaskan membaca wacana. integrasi. Obtaining mastery. Tanya jawab dan refleksi 57. . Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. evaluasi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. 58. berupa opemecahan masalah. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. siswa latian dan bertanya. siswa berkelompok melengkapi. Enrichment. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. informasikan kompetensi. berikan sal tes bentuk super item. Verivication. sajian materi. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. ranguman. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. dan hipotesis. dan refleksi 56. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep.

Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. namai-buat generalisasi sampai konsep. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. partisipatif. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. 64. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. lima kali salah guru membimbing. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. alami-dengan dunia realitas siswa. . jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. kohesif. konsep harus dialami. Sintaksnya adalah: sajian konsep. 63. Guru harus menciptakan suasana kondusif. Barangkali atas dasar itulah. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. reward. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. kerja individual. menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta. Agustus 2011. interaktif. Uhar Suharsaputra. ketrampilan. semua mempunyai tujuan. dinamis. kebebasan-terbuka. kelompokkerjasama. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. tiap usaha siswa diberi reward. by: SURYONO Menjadi Guru Berkarakter Posted on 9 Oktober 2011 by AKHMAD SUDRAJAT Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah. 65.62. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. Kumon Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. latihan. dan saling menghargai. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. Dr. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. virtual workshop menggunakan computer-internet. tentu tidak lepas dari peran guru.

eksistensi diri dalam lingkungan masyarakat. Buku ini tidak berbicara pada tingkatan permukaan profesionalisme guru yang cenderung adminiistratif-formalistik. dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri. tetapi mencoba melihat lebih jauh tentang esensi guru dan keguruan sebagai landasan penting dalam pengembangan pribadi guru. baik tentang eksistensi diri sendiri. oleh karena itu kita. kepribadian serta latar belakang sosial budayanya. prilaku. sepenggal kalimat yang terungkap dalam isi buku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah. eksistensi diri dengan peserta didik. hingga eksistensi diri dalam lingkungan ilmu pengetahuan. Kita tidak bergaul. eksistensi diri dalam lingkungan organisasi dan keorganisasian. serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah” Demikian. dikatakan bahwa: Guru adalah pelayan mereka untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan. dan BISA MENGATUR. berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya… . Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa.Buku ini menyuguhkan tentang seputar guru dan keguruan dalam perspektif yang berbeda. Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi. maka terimalah dia apa adanya. BERSEDIA DIATUR. “Seorang guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah. dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku. GURU HARUS TAHU ATURAN. tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru. dalam ketidakpastian masa depan yang mungkin sedikit dapat dipastikan… Siswa adalah manusia utuh.

(5) Elective. Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini. Informasi tentang buku tersebut bisa Anda kunjungi website di bawah ini: Menjadi Guru Berkarakter SPICES : Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif Posted on 16 September 2011 by AKHMAD SUDRAJAT SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif. Dalam penutupnya. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden. rasa berbagi (sharing). dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis. (3) Integrated. dan kebaikan yang tulus (kindness).Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern). (4) Community-based(Consummer-based). dan (6) Systematic. . penulis menyampaikan pula bahwa Guru Berkarakter sesungguhnya bukanlah sesuatu yang bersifat to be or not to be. SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered. Guru berkarakter senantiasa berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan yang dimilikinya. Tentu masih banyak lagi pemikiran menarik lainnya yang bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita sebagai guru maupun calon guru dalam upaya mewujudkan diri menuju GURU YANG BERKARAKTER. Menjadi guru berkarakter adalah orang yang siap untuk terus menerus meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai suatu kesadaran akan panggilan hidup. (2) Problem-based. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut. rasa peduli (caring). melainkan a process of becoming.

Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi. disesuaikan dengan minat. Problem-based. Elective. Community-based (Consummer-based). Dalam hal ini. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya. tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin). sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa. dan keunikan karakteristik mereka masingmasing. belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum. 2. sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh. serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning. . Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan. Systematic.1. aktif dalam pengelolaan pengetahuan. Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari. Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya. 6. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu. Student-centered. sumber belajar yang akan digunakan. memanfaatkan banyak media. mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan. bakat. Integrated. tujuan. 5. materi dan tahapan-tahapan yang jelas. 3. menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu. Melalui berbasis komunitas ini. berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. logis dan tertib. Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. 4. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. baik secara horisontal maupun vertikal.

. (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya. Inilah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya. konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM. . Dalam konteks pendidikan nasional. jadi teladan bagi bawahan dan demokratis. Surat itu diberi nama CEO’s Note. Tujuannya. (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat.Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES. yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif. minat dan keunikan karakteristik lainnya.000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan. Setiap kali CEO’s Note terbit. konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita. khususnya dalam konteks KTSP .. low profile. dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif. Artikel ini adalah CEO’s Note edisi ke-6 bulan Juli 2010. (3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas. CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN. Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik… [SDM-Utama] PLN's CEO Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa KEPADA: 1 penerima Tampilkan Detail Alangkah baiknya kalau semua pemimpin bisa seperti ini. seluruh karyawan PLN yang lebih dari 40. ================== Refleksi: Melihat berbagai keunggulan yang ada. Sebulan sekali. banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan. konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya.

pesta perkawinan teman-teman dekat. selama enam bulan di PLN ini. dan banyak lagi. Selama enam bulan itu. Betapa relatifnya waktu… Selama enam bulan itu. Saya memang masih tercatat sebagai ketua umum persatuan perusahaan surat kabar se-Indonesia. dan pengurus berbagai organisasi yang saya ketuai. Saya memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN. Tiba-tiba saja. ketua umum persatuan barongsai Indonesia. Syukurlah. saya harus minta maaf kepada famili. Sebenarnya. Untuk itu. saya tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. sakit perut itu cepat hilang tanpa saya harus minum obat. ketika hari sudah berubah siang. Selama enam bulan tersebut. belum pernah saya absen. Sebab. ketika rapat penting yang telanjur dijadwalkan tersebut harus dimulai. sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. sakit itu sembuh sendiri… Selama enam bulan itu. kata dokter. seingat saya. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa "hati"nya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. kalau biasanya dulu setiap bulan saya bisa dua-tiga kali ke luar negeri. Karena itu.Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik. teman dekat. . Saya memang tidak boleh sembarangan minum obat. Begitulah kata dokter. tidak ada rapat yang bisa saya hadiri. Ada yang bilang ”sudah” enam bulan. saya tidak ke mana-mana. saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. Apalagi rapat-rapat organisasi atau permintaan ceramah. Setengah hari saya tidak bisa bekerja. dan bahkan selamatan boyongan rumah anak sendiri. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. saya tidak bisa menghadiri acara keluarga. saya dua kali sakit perut serius. kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN. persatuan olahraga bridge Indonesia. Semua saya hindari. khawatir berbenturan dengan obat transplan yang masih harus saya minum setiap hari.

minta sangu untuk pulang karena uangnya tinggal pas-pasan untuk datang ke PLN itu tanpa tahu harus bagaimana pulangnya. Karena itu. tapi ingin menghindari asap knalpot. Hanya dari mobil ke ruang rapat. Tapi.45 saya sudah berangkat kerja. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. Ruang rapat sering menjadi tempat hiburan yang menyenangkan. Yang tidak ada pada mereka adalah muara. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas. rupanya saya kurang gerak. menginjak bulan keenam. juga harus tetap hati-hati. Jakarta. Pukul 06. Beruntung. Kadang memang begitu sulit mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. Siang dan malam. katanya. meski kelihatannya sehat. Itu tentu tidak baik. Dokter selalu mengingatkan. setiap hari pukul 05. Bahkan. menjadi pemandangan biasa pada pukul 07. saya dua kali menangis. Orang PLN itu ratarata cerdas-cerdas: tahu semua persoalan yang dihadapi perusahaan dan bahkan tahu juga bagaimana cara menyelesaikannya. Dokter yang tiga tahun lalu mentransplantasi hati saya melarang badan saya terlalu gemuk. Suaminya. seorang perempuan yang merasa diperlakukan kejam oleh suaminya juga tahu jadwal saya ini: Sebelum pukul 07. saya (biasanya ditemani istri) tiba di kantor dengan keringat yang bercucuran. . Hasilnya: selama satu bulan itu. Begitu banyak Ide yang mengalir. Di samping harus terus minum obat. Mula-mula. saya putuskan ini: berangkat kerja berjalan kaki saja. belakangan jarak itu terasa sedikit kurang jauh. Apalagi. sangat-amat pelitnya. Jalan kaki dari rumah saya di dekat Pacific Place Semanggi. kian lama menjadi kian biasa.00 sudah banyak orang Jepang yang antre di ruang tamu. Betapa relatifnya jarak… Enak juga sudah di kantor pagi-pagi. saya selalu membanggakan kualitas personal PLN. Lalu. berat badan sudah turun 2 kg.00. Betapa relatifnya uang… Selama enam bulan itu. Di mana-mana. berjalan cepat selama 35 menit itu terasa berat. Masih punya utang 1 kg lagi. seberang Mabes Polri itu. Bahkan. tidak berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. Kini. Terutama ketika begitu banyak ide datang dari para peserta rapat. Jarak rumah-kantor tersebut juga terasa sangat jauh. ke Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo. ketika baru ada satu-dua mikrolet mengasapi jalanan. sering juga ide tersebut dikemukakan dengan jenakanya. di berbagai forum. Demikian juga beberapa relasi PLN lainnya. Berangkat sepagi itu bukan supaya dianggap sok rajin. berat badan saya naik 3 kg! Oh. Dan dari ruang rapat ke mobil. Sekali di ruang rapat dan sekali di Komisi VII DPR RI. Maka. Tapi. Tidak ada gunanya berolahraga sambil menghirup CO2. rute menuju kantor tersebut bisa ditempuh dengan menghantas jalan-jalan kecil yang sepi yang kiri-kanannya penuh pohon-pohon nan merimbun. perempuan itu sudah menangis di lobi untuk mengadukan kelakuan suaminya.30.Menjelang enam bulan di PLN. status saya tetap saja sebagai orang sakit.

Betapa relatifnya tempat… Sedih.tapi sedikit yang bisa mencapai muara. Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. Betapa relatifnya jiwa… Rasanya. dan saling ejek dengan jenaka. Ruang rapat harus jadi tempat apa saja: debat. Ide-ide brilian macet dan kandas. saya putuskan tidak menuliskan apa-apa. Jadi. Mau menangis atau tertawa. Semua bisa. meminjam lagunya almarhum Gesang. semua ide bisa mulai bermuara. Kalau toh ada. ketawa. Semua surat masuk langsung didistribusikan ke staf yang bertugas di bidangnya. selama enam bulan di PLN. sejak sebelum di PLN. Sebab. saya tidak boleh begitu. Saya harus menerima surat-surat yang setumpuk itu untuk dibuatkan disposisinya. Jangan pula harus tegang di ruang rapat. Saya sudah terbiasa bekerja tanpa meja. Saya bangga ruang rapat PLN bukan lagi sebuah tempat biasa. sebagai Dirut PLN. saya hampir tidak pernah membaca surat masuk. muara itu dangkal dan sempit. Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Inilah untuk kali pertama dalam hidup saya harus membuat corat-coret di lembar disposisi. Setengah liar. beberapa kata yang hanya bersifat basa-basi -sekadar untuk menunjukkan bahwa saya atasan mereka? Akhirnya. Apa yang harus saya tulis di situ? Saran? Pendapat? Instruksi? Larangan? Harapan? Atau. untuk apa harus mampir ke meja saya kalau bisa langsung tertuju kepada yang lebih pas menjawabnya? Kini. memang tidak diperlukan sebuah meja. saya juga belum pernah duduk di "kursi" direktur utama. Kecuali beberapa hal yang sangat jarang saja. Sebab. di ruang rapat tersebut. "Mengapa" saya harus memberikan arahan seolah-olah hanya saya yang "tahu" persoalan itu? Mengapa saya harus memberikan instruksi seolah-olah tanpa instruksi itu mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat? Mengapa saya harus memberikan petunjuk seolah-olah saya itu "pabrik petunjuk"? . baku ide. Maka. Kini. tapi bisa menjadi katalisator yang menyenangkan. ruang rapat sebaiknya jangan penuh ketegangan. Puluhan tahun. menangis. bisa mengalir sampai jauh… Memang. senang. berbagi kue. semua bergantung suasana kejiwaan. Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing. kalaupun surat itu ditujukan kepada saya. sebelum di PLN. Bahkan. belum tentu saya bisa menyelesaikannya. Orang-orang PLN itu siang-malam sudah mengurus tegangan listrik.

Kini. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. Semua itu saya lakukan di meja rapat. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. apa yang sudah kita capai selama enam bulan ini? Ada yang bilang sudah sangat banyak: menanggulangi pemadaman bergilir di seluruh Indonesia. sehingga sering redup dan merusak barang-barang elektronik. jika seseorang diberi kepercayaan. perasaan saya tidak enak. untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama. Bukan di meja kerja direktur utama. Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas. Tangerang. Kalau toh ada yang tidak seperti itu. sama sekali tidak punya wewenang menaikkan atau menurunkan TDL? Betapa relatifnya kepuasan… . tanpa disposisi satu kata pun. saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Bahkan. doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang? Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman -melebihi saya? Maka. mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan. misalnya. menyelesaikan IPP terkendala yang sudah begitu lama. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut.universitas terbaik negeri ini ? Bukankah karyawan PLN itu. Orang yang terlalu sering diberi "pidato" kelak hanya bisa "minta petunjuk". Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. jangan heran kalau mayoritas lembar disposisi tersebut tidak ada tulisannya. Cianjur Selatan. Kini saatnya barang yang mahal tersebut diberikan kepada mereka. sudah bisa 20). Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. tegangan listriknya sudah normal. Kalau saya lakukan itu. hanyalah pengecualian. Karena itu. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan… Lalu. termasuk seorang anggota DPR di komisi VI. Mereka sudah memiliki semuanya: kecuali kemerdekaan ide itu. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. saya juga tidak pernah memanggil staf. banyak juga yang bilang. Saya sangat yakin. masih terlalu sedikit yang diperbuat. ada yang bilang.Maka. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. rasa tanggung jawabnya akan muncul. mengatasi kacaunya tegangan listrik di berbagai wilayah (orang Aceh. Saya harus sadar bahwa mayoritas warga PLN adalah lulusan terbaik dari universitas. dan banyak lagi kini sudah bisa mengucapkan selamat tinggal tegangan 14! Sudah bertahuntahun tegangan listrik di Aceh hanya 14. Tudingan tersebut tentu lucu karena bukankah yang bisa menaikkan TDL itu hanya pemerintah bersama DPR? Bukankah direksi PLN itu.universitas terbaik. bahwa direksi PLN yang baru ternyata bisanya hanya menaikkan TDL. Paling hanya berisi paraf saya dan nama orang yang harus membaca surat itu. Saya sangat memercayai. sesuai UU. Tapi. di Aceh dan banyak wilayah itu.

Juli 2004 member SDM-Utama melampaui 1000 orang September 2008 member SDM-Utama melampaui 4000 orang dan masih berkembang terus Silakan ajak rekan anda bergabung.000. sarankan mereka untuk mengirim email kosong dari alamat emailnya sendiri ke: SDM-Utama-subscribe@yahoogroups. iklan lowongan pekerjaan [bebas biaya] dan iklan pemasaran Seminar dll [kena biaya] ke: SDM-Utama@yahoogroups. melalui ATM BCA ke A/C No: 305 122 7245 atas nama Albert M. artikel. JANGAN dikirim ke alamat SDM-Utama! Jangan lupa untuk menyebutkan bahwa info lowongan kerja tsb anda ketahui dari SDM-Utama.._.__._.com Kirimlah info.[kecuali iklan Lowongan Pekerjaan] dikenakan biaya Rp 25.com seperti biasa . Bukti transfer harap di fax ke 021-7919 6801 dengan disertai berita yang jelas untuk memasang Email teks iklan yang mana. Pembayaran dimuka.per iklan tiap kali disiarkan di mailing list SDM-Utama.com Mulai 1 Agustus 2007 semua IKLAN / PROMOSI / PEMASARAN SEMINAR dll. Setiawan. pertanyaan. Sedangkan Email teks iklan-nya yang akan dipasang.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Email Lamaran Lowongan Kerja Anda harap dikirim LANGSUNG ke alamat email yang menawarkan lowongan kerja. silakan dikirim ke alamat SDMUtama@yahoogroups.

.___ Balas ke: Balas ke SDM-Utama Kirim .. Pengiriman email spam..Moderator SDM-Utama berhak menolak memasang iklan yang tidak sesuai dengan misi SDM-Utama... dan agar bisa menerima email dari SDM-Utama seperti biasa._. Apabila anda di-cekal oleh Yahoo karena email yang dikirim kepada anda mental balik ke Yahoo..Get the Yahoo! Toolbar now... maka anda harus KLIK alamat http://groups. untuk melepaskan diri dari pen-cekal-an oleh Yahoo tersebut.... __..... Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use ..yahoo... email yang topiknya tidak sesuai dengan pokok bahasan SDM-Utama dan material atau promosi mesum ke SDM-Utama akan menyebabkan anda dibikin: Member can not post! Terima kasih... yang dicantumkan dalam email REACTIVATION REQUEST yang dikirim oleh Yahoo kepada anda tersebut.. Yahoo! Groups Switch to: Text-Only.com/unbounce?adj=._.. MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on .......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful