9.

PTK MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Model-Model Pembelajaran, Antara Lain: Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: * Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. * Setiap siswa mendapat peran. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture

setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kebaikan: 1. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru . * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. dipanggil lagi oleh guru. Kesimpulan. Banyak siswa yang pasif. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 4. 4. 2. Tanggapan dari teman yang lain. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 5. 7. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Siswa dibagi dalam kelompok. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Menyajikan materi sebagai pengantar. 3.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Langkah-langkah: 1. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 2. 6. 5. Kesimpulan / rangkuman. 6. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. 3. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Melatih berpikir logis dan sistematis.

baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. etnik maupun kemampuan akademik. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. . Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. d. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. f. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. atau keduanya. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. e. c. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. b.

Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas.Metode Jigsaw Pada dasarnya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. 2. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. diskusi yang dipimpin guru. kerjasama. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Kebanyakan game terdiri dari . Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Dengan demikian. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. jenis kelamin dan ras atau etnik. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. 3. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab.

Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Model Examples Non Examples . Penutup. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. 6. 2. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Membedakan siswa. 3. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. suku. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 2. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 4. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. 4. Kekurangan: 1. Melatih kerjasama dengan baik.pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. jenis kelamin. Guru menyajikan pelajaran. 5. Kelebihan: 1.). 2. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Langkah-langkah: 1. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. dll. Memberi evaluasi. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Perencanaan. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. c. Kebaikan: 1. Memakan waktu yang lama. Praktek mengajar. 7. Kekurangan: 1. 2. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 3. 2. 5. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. 6. Kerjasama ini meliputi: a. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 4. Observasi. 3. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. d. b. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. 2. . 2. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Langkah-langkah: 1. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. KKesimpulan. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.

Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. bahasa. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. kegiatan pembelajaran 1. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. 4. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Tahap ini merupakan tahap refleksi. 1998). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. relevance. Kata kunci: motivasi berprestasi. assessment. hasil belajar siswa. 5. Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. interest. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Berarti tahap observasi terlalui. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. ARIAS. .3. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). . Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. 6.

Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. . confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. Confidence. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Namun demikian. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. sistematik. Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. yaitu kemampuan kognitif. Relevance. 1987: 289-319).1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. relevance. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS.Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 2. kurikulum. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Kajian Teori dan Pembahasan 2. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). dan model pembelajaran). Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Satisfaction). Model ARCS (Attention. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Berkenaan dengan hal itu. 1987: 11-14). model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar.

Sikap percaya. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. relevance (relevansi). Dengan modifikasi tersebut. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. 1981: 80). dan assessment (evaluasi). interest. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. assessment. 2. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. 1968: 610). Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). yaitu berhubungan dengan sikap percaya. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. 1987: 2-9). Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. dan attention menjadi interest. interest. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung . yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa.Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). relevance. Sikap di mana seseorang merasa yakin. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. satisfaction (kepuasan/bangga). model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Oleh karena itu. 1986: 218). Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance. Mengingat pentingnya evaluasi. assessment dan satisfaction. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. confidence (percaya/yakin). berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. relevance.

1987: 2-9). standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model).Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan.menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Dengan sikap yakin. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. . . Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . 1988: 140). Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. dan memiliki tujuan yang jelas. Dalam kegiatan pembelajaran. 1989: 42). Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. relevance. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal.Menggunakan suatu patokan. Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. .Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Sikap percaya diri. yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai.

Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. dari suara keras ke suara yang sedang.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. dari cepat ke lambat.Menggunakan cerita. . misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. 1991).1968: 162). mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. . Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. . Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. . . dan mengubah gaya mengajar. interest. Oleh karena itu. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru..Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. emosional. sosial dan fisik. sesuatu yang baru. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran. analogi. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa.nilai yang dimiliki siswa.

Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. 1979:157). Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. mencapai atau mendapat sesuatu. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Oleh karena itu. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. maupun terhadap teman mereka. 1994). * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. untuk merekam apa yang telah siswa capai. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul .Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. puas atas hasil yang dicapai. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. 1982: 336).. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. 1988: 70). Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Dengan demikian. 1990:31). Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. 1975:561). yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Bagi siswa. dan untuk membantu siswa dalam belajar. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes.

Dengan demikian. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa. sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan. pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. kalimat. Bahasa. dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi.karena pengaruh dari luar individu.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal. 1987: 2-9). . Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower. gambar atau ilustrasi. Artinya. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi. perlengkapan apa yang dibutuhkan. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. 2. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain : . rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. media pembelajaran apa yang akan dipakai. Untuk itu. . strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan. 1975: 561). dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. membangkitkan minat/perhatian siswa. . Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8)merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!‖. Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan.Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa. mengadakan kegiatan yang relevan. sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru. bahwa mereka mampu. kondisi dan lingkungan siswa. Ucapan guru : ―Bagus.Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan. merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. kosa kata. susunan dan . Bentuk.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi. dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa.Memberi penguatan (reinforcement). Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas.

yaitu sebuah SD negeri di Sekayu. Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0. Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok. kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data. 3. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997.05. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0. siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. 1987: 29). Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. Hasil Percobaan di Lapangan Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Seperti halnya pada percobaan pertama. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masingmasing kelompok berjumlah 20 orang siswa.isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa. Kabupaten Musi Banyu Asin. Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua.05. Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari. bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland. .

Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.96 pada taraf signifikansi a = 0. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa. Penentuan kelompok kontrol. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10. 2. Pengontrolan validitas internal adalah: (1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda. situasi kelas. 1999: 120 – 121). dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18.98 (Sopah. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78. Pada percobaan kedua Fo=8. (3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan. (2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur. 4.05.74 jauh lebih besar dari Ft=4.dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Pengontrolan validitas eksternal adalah: 1. Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan.1998: 99-100).93 (Sopah. dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa.80 > Xn-A=75.44 lebih besar dari Ft=3. yaitu: . 3. Penutup Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry. kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak.05.55 > Xn-A=15. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Suasana belajar.02 pada taraf signifikansi a = 0. (4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat.

namun jumlahnya sangat terbatas. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. Benjamin S. Journal of Instructional Development vol. belum begitu banyak. London: Routledge and Kegan Paul Ltd. Sterling G. Isabel J. . yaitu: . Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik. Chicago: Scott. 10 (2). dan Senior. 1980. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model. New York: McGraw-Hill Book Company.Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. Untuk itu. sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik.Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. Successful teaching in secondary schools.Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi.Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. . Roy M. Walaupun sampel ini diambil secara acak. Untuk itu. 11-14. maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas. 1987. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain.Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS. Callahan. . Bloom. Ruth M. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama. Human characteristics and school learning. . Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi. sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa. Foreman and Company. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Motivating students. Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. Bohlin. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat. Pustaka Acuan : Beard. baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. 1966. Karena waktunya terbatas.1982. bahan/materi yang diberikan lebih banyak.

1987. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Vol. Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI. Toeti 1994. dalam Robert M. 1993. Guy R. Journal of Instructional Development. dan Antes. Semiawan. Instructional theories in action. Hopkins. Learning situations and instructinal models. 2-9. achievement. 1979. Elida 1989. Hendorn. Hillsdale. Ernest R. Development and use of ARCS model of instructional design. 1987. New Jersey: Prentice Hall. DeCecco. Marcy P. New York: Holt. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed. Publishers. Kopp. CA: Wadsworth Publishing Company. Terjemahan Siswo Suyanto dan W. Illinois: F. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. NJ. and continuing motivation in instruction. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. 10 (3). Journal of Instructional Development. Conny R. dan Bower. Bakowatun. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. John P. Leslie J. Rinehart and Winston. Herbert L. Memacu masyarakat berprestasi. Keller. Boston: Allyn and Bacon. . NJ. David C. Planning effective instruction. Reigeluth. 383-430. William (ed) 1981. Robert M. 1981. Englewood Cliffs. Prayitno. Robert A.). Instructional technology foundations. Keller. Inc. Inc. Classroom measurement and evaluation. 1983. ________ 1987. Instructional technique. Gagne. dan Briggs. Petri. Englewood Cliffs. Soekamto. M. Inc. dan Curtis Ruth V. Richard L. Jakarta: Grasindo. Lastri. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa. Hillsdale. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Motivasi dalam belajar. 1998. Gagne (ed. 175-206. 165-175. Semiawan dan Soedijarto (ed. Morris. Laporan EBTANAS SD.: Prentice-Hall. ________ 1999. Charles M. Itasca. Principles of instructional design. Sopah. John M.).E. Reigeluth (ed). 1989. Belmont. Jakarta: PPPLPTK. James N. Essentials of learning for instruction. Intermedia. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang. Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. Boston: Houghton Miflin Company. dalam Charles M. Dick. 289-319. Robert M. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya. Peacock Publisher. 11-14. Publishers. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.T. Charles D. 30 Juli. 1975.W. Jakarta: CV. 1988. Hilgard. Kemampuan murid SD memprihatinkan. Laporan penelitian.: Lawrence Erlbaum Associates. An application of the ARCS model of motivational design. Vol. Walter dan Reiser. dan Thomas W. dan Driscoll. The American heritage dictionary of English language. New York: McGraw Hill Book Company. 1986. 14 Juli. McClelland. 1991. Motivation: Theory and research. Djamaah 1998.F. Gagne. 1987. 1982. NJ: Prentice Hall.). Inc. Disertasi. Theories of learning. CA: Wadsworth Publishing Company. Ivor K. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Psychology for teaching. 12. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Gordon H. Instructional design theories and models. 1968. Lefrancois. John M. Publishers. Hillsdale. Belmont. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta. Kompas. 1987. 1990. Learner interests. 10 (3).Davies.

Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. « SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PENGANTAR ANTROPOLOGI » Tindakan Model-Model Pembelajaran April 22. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. 3. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. misalnya. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Yogyakarta: Depdikbud. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. pembuat kesimpulan (summarizer). Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. peran pencatat (recorder). Sumadi 1982. 1. Pada dasarnya.Suryabrata. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. 4. 2. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. 2008 · & Komentar Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. . Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Di dalam kelompoknya. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. pengatur materi (material manager). Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.

tugas. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. peran guru menyajikan masalah. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. khususnya dunia kerja. 3. dll. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 5. Langkah-langkah: 1. Berpikir dan bertindak kreatif. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.) 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. 7. pengumpulan data. pemecahan masalah. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. . 4.Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. 2. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. 6. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. hipotesis. 2. jadwal. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 2. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 5. Picture and Picture . Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 4. 6. 2. ketelitian / kecermatan. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 3. Bertukar peran. Langkah-langkah: 1. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Penutup.Kelebihan: 1. Kelebihan: * Melatih pendengaran. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Membutuhkan banyak waktu dan dana. Kesimpulan guru. 7. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 3. * Setiap siswa mendapat peran. 3. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Kekurangan: 1. 2. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. serta lakukan seperti di atas. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.

4. 2. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) . 5. dipanggil lagi oleh guru. 2.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 3. Kesimpulan. Kebaikan: 1. Kekurangan:Memakan banyak waktu. 6. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. Langkah-langkah: 1. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Siswa dibagi dalam kelompok. 3. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. 5. 2. Tanggapan dari teman yang lain. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. 4. 7. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Langkah-langkah: 1. Kesimpulan / rangkuman. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 6. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Menyajikan materi sebagai pengantar. Banyak siswa yang pasif. Melatih berpikir logis dan sistematis.

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Metode Jigsaw

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih, ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup. Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat

Kekurangan: 1. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Perencanaan. 5. 2. 2. 6. 3. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Observasi. Praktek mengajar. c. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Berarti tahap observasi terlalui. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. 2. 7. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Kebaikan: 1. 4. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Memakan waktu yang lama.pada kertas. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. b. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. d. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Kerjasama ini meliputi: a. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. 3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. . KKesimpulan. 5.

Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. kegiatan pembelajaran 1. dan model pembelajaran). . Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/ Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. Kata kunci: motivasi berprestasi. relevance. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). . Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: .Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 1998). Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. kurikulum. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.6. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. assessment. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. http://gurupkn. interest. bahasa. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. hasil belajar siswa. yaitu kemampuan kognitif. ARIAS. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).wordpress. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.

maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Satisfaction). Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. relevance (relevansi). telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Dengan modifikasi tersebut. Oleh karena itu. Model ARCS (Attention. dan assessment (evaluasi).Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Mengingat pentingnya evaluasi. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian . Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. 1968: 610). dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun demikian. 1987: 11-14). Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. 1987: 289-319). bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Relevance. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. 2. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. sistematik. Confidence. satisfaction (kepuasan/bangga). relevance. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. confidence (percaya/yakin). Kajian Teori dan Pembahasan 2. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Berkenaan dengan hal itu.

Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. 1989: 42). Dengan sikap yakin. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. assessment. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Sikap percaya diri. Oleh karena itu. 2.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS.nama confidence menjadi assurance. relevance. interest. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). Sikap percaya. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. 1987: 2-9). Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. interest. dan attention menjadi interest. 1986: 218). Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. relevance. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. yaitu berhubungan dengan sikap percaya. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . 1981: 80). yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. Sikap di mana seseorang merasa yakin. assessment dan satisfaction.

misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Dalam kegiatan pembelajaran. 1988: 140). dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.Menggunakan suatu patokan. . memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model).Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar).1968: 162). Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. relevance. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. . Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. 1987: 2-9).Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. dan memiliki tujuan yang jelas. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli.. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. .Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. . Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. .

Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Oleh karena itu. sesuatu yang baru. sosial dan fisik.. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. analogi. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. . menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. emosional. interest. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. dan mengubah gaya mengajar. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran.nilai yang dimiliki siswa. . Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran.Menggunakan cerita. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. dari cepat ke lambat. . Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah . mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. dari suara keras ke suara yang sedang. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. 1982: 336). 1991).

1994). dan untuk membantu siswa dalam belajar. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. 1979:157). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. mencapai atau mendapat sesuatu. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Bagi siswa. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. Dengan demikian. 1975:561). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan.yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. untuk merekam apa yang telah siswa capai. Oleh karena itu. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF . * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. 1990:31). * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. 1987: 2-9). Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. maupun terhadap teman mereka. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. puas atas hasil yang dicapai. 1988: 70).

Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. 2. 3. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. pembuat kesimpulan (summarizer). 5. 2.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. 1. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. 3. . Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Di dalam kelompoknya. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Berpikir dan bertindak kreatif. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Pada dasarnya. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. misalnya. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. peran pencatat (recorder). 4. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. pengatur materi (material manager).

4. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik.) 3. 4. 7. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Membutuhkan banyak waktu dan dana. hipotesis. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 2. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Kekurangan: 1. 2. 3. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. pengumpulan data. khususnya dunia kerja. 5. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.6. Langkah-langkah: 1. tugas. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 3. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Guru membagi siswa untuk berpasangan. jadwal. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. peran guru menyajikan masalah. Langkah-langkah: 1. 2. pemecahan masalah. dll. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Kelebihan: 1. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 2. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide- . Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.

Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 3. Kesimpulan. 6. 2. 4. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Kelebihan: . 6. Penutup. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. 6. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Menyajikan materi sebagai pengantar. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. ketelitian / kecermatan. 5. 3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Kekurangan:Memakan banyak waktu. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Melatih berpikir logis dan sistematis. 7. Bertukar peran. Kelebihan: • Melatih pendengaran. 4. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 5. serta lakukan seperti di atas. • Setiap siswa mendapat peran. 7. 5. Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Langkah-langkah: 1. Tanggapan dari teman yang lain. 2. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Siswa dibagi dalam kelompok. Kesimpulan / rangkuman. 2. Kebaikan: 1. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Kesimpulan guru. Banyak siswa yang pasif.

Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). e. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. . Kelemahan: • Kemungkinan nomor yang dipanggil.• Setiap siswa menjadi siap semua. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. dipanggil lagi oleh guru. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. d. b. etnik maupun kemampuan akademik. f. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. c. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. atau keduanya.

2. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Tiga siswa tertinggi prestasinya . karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. kerjasama. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik.Metode Jigsaw Pada dasarnya. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Dengan demikian. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. 4. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. jenis kelamin dan ras atau etnik. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. diskusi yang dipimpin guru. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. 3. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.

Langkah-langkah: 1. Kebaikan: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 4. 6. . 3. 5. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Langkah-langkah: 1. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 6. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. suku. 3. 5. 2. 2. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. 7. 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Kekurangan: 1. Kelebihan: 1. 2. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Memberi evaluasi.). Guru menyajikan pelajaran. Melatih kerjasama dengan baik. 2. Membedakan siswa. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. 3. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Seluruh siswa menjadi lebih siap. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. 2. 4. dll. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 ________________________________________ Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Penutup.dikelompokkan pada meja I. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. KKesimpulan. jenis kelamin.

Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. 2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Memakan waktu yang lama. c.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Kerjasama ini meliputi: a. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 5. d. 2008 oleh kiranawati Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran . Praktek mengajar. 6. (Dari berbagai sumber) KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Ditulis pada Januari 17. Berarti tahap observasi terlalui. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . bahasa. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Observasi. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Perencanaan. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 4. b. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. 3. .Kekurangan: 1. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. 2.

* mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya. Variabel-variabel tersebut di antaranya : * hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan. PESERTA DIDIK. * melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai. * keterbatasan praktek pembelajaran yang ada. * konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa. mengimplementasikan. DAN PEMBELAJARAN Peran Guru : * memperhatikan dan bersikap positif. * tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree). * memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru. strategi. * urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif. * memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya. siswa. * pola interaksi yang memungkinkan. * terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya. * dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. Peran Siswa : * tertarik pada topik yang sedang dibahas.Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan. Tugas pembelajaran : * spesifik dan dapat dikelola dengan baik * kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa * secara aktif melibatkan siswa * bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran. dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional GURU. serta tugas masingmasing. dan metode-metode yang akan digunakan. * memiliki motivasi. * merasa aman dalam lingkungan sekolah. KERANGKA KERJA PENGAJARAN .

Kerangka Kerja Pengajaran Model-model Pembelajaran 1. Metode-metode Pembelajaran 1. Keterampilan-keterampilan pembelajaran 1. 3. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya. (c) model interaksi sosial. dan (d) model behavior. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan. pembelajaran langsung. strategi tidak langsung (indirect). Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran. strategi melalui pengalaman (experiential).Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction) . Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi. 2. strategi adalah rencana atau kebijakan yang 3. 5. 2. Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi. STRATEGI PENGAJARAN STRATEGI PENGAJARAN 1. diskusi. strategi interaktif (interactive). struktur dan fokus pembelajaran. keterampilan. (b) model personal. 2. dan strategi mandiri (independent). Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. metode. 4. tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi. dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct). Strategi Pembelajaran 1. 3. artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten). Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran. Menurut arti secara leksikal. serta pengelolaan pembelajaran. 2.

penyelidikan. Guru merancang lingkungan belajar. percaya diri. dan paling sering digunakan. serta demonstrasi. Sebagai contoh. * Dalam pembelajaran tidak langsung. di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di . dan berorientasi pada aktivitas. pendukung. 3. dan sumber personal (resource person). dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri. peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator. penggambaran inferensi berdasarkan data.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction) * Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi. * Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar. 4. pengajaran eksplisit. memberikan kesempatan siswa untuk terlibat. atau pembentukan hipotesis. pandangan. * Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak. praktek dan latihan. dan sumber-sumber manusia. dan pengetahuan guru atau kelompok. diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok. dan kerjasama siswa secara berpasangan. * Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah 2. dan bukan hasil belajar.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) * Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik.* Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning) * Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif. serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir. pengalaman. berpusat pada siswa. * Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metodemetode interaktif. dan perbaikan diri. sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum. * Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah.Strategi Belajar Mandiri (independent study) * Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa. noncetak. * Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas. 5. pertanyaan didaktik. * Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan.

METODE PENGAJARAN METODE PENGAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. perhatian.bawah bimbingan atau supervisi guru. * Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya. perasaan. waktu. VISUAL. dan daya indera * Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah * Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA. GERAK KLASIFIKASI MEDIA Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA . dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi KEGUNAAN MEDIA * Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis * Mengatasi keterbatasan ruang.

Cooperative Learning). dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. atau inkuiri. dan kondisi guru itu sendiri. gerak) * Keadaan lingkungan setempat * Luasnya jangkauan yang ingin dilayani Sumber : Internet dan kumpulan artikel Dikirim oleh : wijianta. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. visual. fasilitas-media yang tersedia. karekter). Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. gender. sifat materi bahan ajar. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). pengarahan-strategi. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. ada control dan fasilitasi. kerja kelompok. terbuka. membentuk kelompok heterogen. menyelesaikan persoalan. tanggung jawab. Dalam prakteknya. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. pembegian tugas. tugas.* Tujuan yang ingin dicapai * Karakteristik siswa/sasaran * Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio. wijianta@gmail. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. pengalaman. 1.com DIarsipkan di bawah: Pembelajaran Model-model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. belajar berkelompok secara koperatif. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. siawa heterogen (kemampuan. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. 2. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. dan pelaporan. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life . Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. Koperatif (CL. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. Kontekstual (CTL. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. presentasi hasil kelompok. dan rasa senasib. Oleh karena itu. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat.

inquiry (identifikasi. membimbing. informal ke formal).modeling). mengkonstruksi konsep-aturan. questioning (eksplorasi. generalisasi). aturan. 3. elaborasi (analisis). Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. latihan mandiri. negosiasi. yaitu modeling (pemusatan perhatian. penyampaian kompetensi-tujuan. tidak hanya menonton dan mencatat. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. dunia pikiran siswa menjadi konkret. mengarahkan. mengembangkan. generalisasi. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. yaitu matematika horizontal (tools. tindak lanjut). sajian informasi dan prosedur. . 4. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. mencoba.atau algoritma). dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). dan pengembangan kemampuan sosialisasi. contoh). motivasi. hands-on. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. evaluasi. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. konjektur. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). generalisasi. pengemabngan mateastika). reflection (reviu. terbuka. prinsip. menemukan). proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. investigasi. Pembelajaran Langsung (DL. investigasi. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. interpretasi. minds-on. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. menuntun. sharing). inkuiri. hipotesis. siswa melakukan dan mengalami. konjektur. belum dikenal cara penyelesaiannya. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. eksplorasi. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. Realistik (RME. demokratis. constructivism (membangun pemahaman sendiri. analisissintesis). suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. sintesis. rambu-rambu. fakta. konsep. algoritma. mengerjakan). motivasi belajar muncul. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. penilaian portofolio. identifikasi. pengarahanpetunjuk. induksi. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. 5. dan inkuiri 6. refleksi. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran . dan evaluasi. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. latihan terbimbing. rangkuman.

guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. siswa mengidentifkasi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. 8. 7. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. dan akhirnya menemukan solusi. fluency). Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. bimbingan dan pengarahan. menyenangkan. keterbukaan. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. mengeksplorasi. table). cari alternative. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. sharing. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. dan ragam berpikir. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. suara menyejukkan. menduga. ia telah berpartisipasi 10. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa.yang disajikan. Problem Terbuka (OE. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). perhatikan dan catat reson siswa. identifikasi kekeliruan. menyusun soal-pertanyaan. diagram. komunikasi-interaksi. keterpasuan. cara. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. pengorganisasian pembelajaran. nada lembut. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. jawaban siswa beragam. sehingga suasana menjadi nyaman. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. kreativitas. menimalisasi tulisan-hitungan. kemudian eksplanasi (empiric). membuat kesimpulan. Ada canda. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. kaitakkan dengan materi selanjutnya. jalan keluar. kognitif tinggi. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. mulai dari eksplorasi (deskripsi). Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. senyum. . dan sosialisasi. namun demikian bisa dibiasakan. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. Jangan lupa. 9. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. Untuk mngurang kondisi tersebut. kritis. Sintaknya adalah: pemahaman. dan tertawa. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. keterbukaan. dan ceria.menginvestigasi.

setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. 12. yaitu: informasi. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. berpikir. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. mengingat. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. representasi. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. mencipta. menyelidiki. pengarahan. mendemonstrasikan. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. good. Untuk mewujudkan belajar efektif. 13. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. SDetelah memperoleh tugas. santun. berbicara. hipotesis. very good. merangkum. membacamerangkum. membaca. bertanya. mengidentifikasi. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. presentasi. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. menemukan. yaitu bagaimana siswa belajar. lembut. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda.11. dan memotivasi diri. menggambar. dan ada sajian bodoran. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. c. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. . atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. menyimak. ramah . menggunbakan media dan alat peraga. medium. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. Siapkan meja turnamen secukupnya. mengemukakan penndepat. dan menerapkan. mengkonstruksi. memecahkan masalah. dan mennaggapi. argumentasi. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara.

kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. Bumping. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. umumkan hasil kuis dan beri reward. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. 14. 17. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. buat kelompok heterogen (4-5 orang). perluasan. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. VAK (Visualization. Auditory. 18. saling tukar jawaban. buat kelompok heterogen. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. iformasi bahan ajar. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Pengarahan. 16. 15. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. 19. berikan bahan ajar (LKS) yang . berikan penghargaan kelompok dan individual. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu.). diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. Intellectualy.d. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. e. mengembangkannya. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. AIR (Auditory.

banyak guru dan staf sekolah). kerja kelompok. presentasi kelompok (share). 22. presentasi dan diskusi. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. penyimpulan dan evaluasi. diskusi. buat skor perkembangan tiap siswa. 24. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. mengkritisi. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. diskusi. tuiap kelompok bahan belajar sama. refleksi. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. misal mengukur tinggi pohon. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. 21. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. presentasi. laporan kelompok. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. kembali ke kelompok asal. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). umumkan hasil kuis dan berikan reward. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaknya adalah kerja kelompok. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. melaporkan. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. umumkan hasil kuis dan berikan reward. 25. identifikasi perbedaan. kuis individual. buat skor perkem\angan siswa. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. kembali ke kelompok aasal. rencanakan pelaksanaan investigasi. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. presentasi. kerja kelompok. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. pilih strategi solusi 23. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. dan alternative solusi).terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. . kelompok (membaca-mencatatatmenandai). susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. 20. kuis individual. Sinatknya adalah: informasi. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic.

4 untuk almost certain. memperluas. 27. Organizing. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. menuliskan pernyataan . Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. dan menggali. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. deteksi kausal. mendalami. mengelompokkan gejala. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. SQ3R (Survey. Read. 31. Question. Ajukan pengujian pemahaman. (E) mengembangkan. 3 untuk sure. 32. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. dan konsep-ide. dan rencana solusi yang terpilih. (R) memikirkan kembali. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). dan menemukan. Kerangka pikir untuk sukses. Read. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Refleting. analisis kausal. menggunakan. Reflect. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). Recite. analisi pengalaman. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). 2 untuk not sure. deteksi kausal lain. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. (0) organisasi ide untuk memahami materi. dn 5 untuk certain. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. SQ4R (Survey. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. CORE (Connecting. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. pertimbangan solusi.26. Question. 29. Recite. solusi tentative. Sintaknya adalah: identifkasi. 1 untuk amost guest.

siswa bekerja sama (membaca bergantian. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. mengidentifikasui kausal. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. 38. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. dan kembali berbagai informasi. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. pengemabangan. Reading. CIRC (Cooperative. dan penutup. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. refleksi. pendahuluan. menemukan pilihan solusi utama. sajian materi. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. Sintaksnya adalah: persiapan. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. Integrated. penggunaan. dan implementasi solusi utama. presentasi di depan hasil diskusinya. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. 35. penerapan. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang.masalah yang telah direvisi. . presentasi hasil kelompok. imoplementasi solusi. 37. 34. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. bentuk kelompok berpasangan sebangku. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. dan seterusnya 36. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. identifikasi kausal utama. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. 33. menemukan kata kunci. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok.

langkah demi langkah bertahap. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. 45. sajian materi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. 44. 46. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. refleksi. sajian materi. kesimpulan dan evaluasi. tanya jawab untuk pemantapan. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. kelompok lain menjawab secara bergantian. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi.39. refleksi. bimbingan penimpoulan dan refleksi. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. sajian gambaran umum materi bahan ajar. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. dikusi kelas. mengecek pemahaman dan balikan. 41. pembentukan kelompok siswa. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. penyampaian kompetensi. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. 43. sajian materi pokok. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. penyimpulan dan evaluasi. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. penyuimpulan. penyimpulan dan evaluasi. refleksi. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. refleksi dan evaluasi 42. pemberian reward. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. membimbing pelatihan-penerapan. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. membentuk kelompok. buat kartu jawaban dengan diacak . 40. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. presentasi hasil kelompok. bekerja kelompok. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. refleksi. penyimpulan dan evaluasi.

refleksi. valuasi dan refleksi. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. dan pengecekan. solusi. apakah solusinya. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. presentasi hasuil diskusi kelompok. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. sajikan materi. kartu dikumpul lagi dan dikocok. 51. 49. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. 54. Examples Non Examples Persiapkan gambar. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. bimbingan penyimpulan. penyimpulan. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya.nomornya. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. sajian permasalahan terbuka. sajian materi. apakah bermanfaat. pengecekan kebenaran jawaban. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. Practicing. 47. 50. presentasi hasil kelompok. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. . setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. bertukar peran. penyimpulan dan evaluasi. 52. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. diagram. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. 48. evaluasi dan refleksi. evaluasi dan refleksi. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. adakah alternative. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. refleksi. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. Sintaks: pemahaman masalah. 53. bagikan wacana materi bahan ajar. Metakognitive questioning. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. penyimpulan. evaluasi dan refleksi. bertukar peran. penyimpulan dan evaluasi. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. rencana.

Enrichment. Tanya jawab dan refleksi 57. siswa latian dan bertanya. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. sajian materi. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. integrasi. siswa ditugaskan membaca wacana. . Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. 59. Time Token Model ini digunakan (Arebds. evaluasi. Obtaining mastery. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. berikan sal tes bentuk super item. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. sampaikan kompetensi. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. 60. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. dan refleksi 56. sajian materi. ranguman. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Verivication. siswa berkelompok melengkapi. evaluasi dan refleksi 61. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. aplikasi. guru membentuk kelompok. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. berupa opemecahan masalah. pengungkapan ide-konsep awal. informasikan kompetensi. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. dan hipotesis. setelah selesai kupon dikembalikan. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. berikan latihan soal bertingkat. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. membentuk kelompok heterogen. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. 58. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. presentasi. 55. presentasi. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang.Reviewing and reducing difficulty.

Sintaksnya adalah: sajian konsep. namai-buat generalisasi sampai konsep. kohesif. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. Dr. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Barangkali atas dasar itulah. semua mempunyai tujuan. . dan saling menghargai. Kumon Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. tiap usaha siswa diberi reward. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. 65. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.62. menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta. lima kali salah guru membimbing. ketrampilan. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Uhar Suharsaputra. partisipatif. kebebasan-terbuka. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. dinamis. konsep harus dialami. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. by: SURYONO Menjadi Guru Berkarakter Posted on 9 Oktober 2011 by AKHMAD SUDRAJAT Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. kelompokkerjasama. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. Guru harus menciptakan suasana kondusif. reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. 63. latihan. kerja individual. alami-dengan dunia realitas siswa. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. Agustus 2011. virtual workshop menggunakan computer-internet. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. interaktif. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri. 64. tentu tidak lepas dari peran guru. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap.

Buku ini tidak berbicara pada tingkatan permukaan profesionalisme guru yang cenderung adminiistratif-formalistik. dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri. dalam ketidakpastian masa depan yang mungkin sedikit dapat dipastikan… Siswa adalah manusia utuh. baik tentang eksistensi diri sendiri. dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku. hingga eksistensi diri dalam lingkungan ilmu pengetahuan. eksistensi diri dalam lingkungan organisasi dan keorganisasian. prilaku. BERSEDIA DIATUR. berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya… . Kita tidak bergaul. oleh karena itu kita. dikatakan bahwa: Guru adalah pelayan mereka untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan. serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah” Demikian. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa. “Seorang guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah. sepenggal kalimat yang terungkap dalam isi buku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah. GURU HARUS TAHU ATURAN. Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap. maka terimalah dia apa adanya. Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi. tetapi mencoba melihat lebih jauh tentang esensi guru dan keguruan sebagai landasan penting dalam pengembangan pribadi guru.Buku ini menyuguhkan tentang seputar guru dan keguruan dalam perspektif yang berbeda. tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru. eksistensi diri dengan peserta didik. kepribadian serta latar belakang sosial budayanya. dan BISA MENGATUR. eksistensi diri dalam lingkungan masyarakat.

Menjadi guru berkarakter adalah orang yang siap untuk terus menerus meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai suatu kesadaran akan panggilan hidup. rasa peduli (caring). rasa berbagi (sharing). dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis. melainkan a process of becoming. (4) Community-based(Consummer-based). Dalam penutupnya.Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern). (2) Problem-based. Guru berkarakter senantiasa berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan yang dimilikinya. dan kebaikan yang tulus (kindness). Tentu masih banyak lagi pemikiran menarik lainnya yang bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita sebagai guru maupun calon guru dalam upaya mewujudkan diri menuju GURU YANG BERKARAKTER. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden. Informasi tentang buku tersebut bisa Anda kunjungi website di bawah ini: Menjadi Guru Berkarakter SPICES : Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif Posted on 16 September 2011 by AKHMAD SUDRAJAT SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif. Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini. (3) Integrated. (5) Elective. penulis menyampaikan pula bahwa Guru Berkarakter sesungguhnya bukanlah sesuatu yang bersifat to be or not to be. dan (6) Systematic. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut. . SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered.

berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. disesuaikan dengan minat. serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. Dalam hal ini. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. sumber belajar yang akan digunakan.1. aktif dalam pengelolaan pengetahuan. sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa. Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi. Community-based (Consummer-based). materi dan tahapan-tahapan yang jelas. penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin). memanfaatkan banyak media. 3. Melalui berbasis komunitas ini. 2. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum. 5. secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya. tujuan. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Systematic. . Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari. Elective. bakat. Student-centered. mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan. dan keunikan karakteristik mereka masingmasing. 4. logis dan tertib. Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. Integrated. Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya. belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui. sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning. sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu. baik secara horisontal maupun vertikal. Problem-based. menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu. 6. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan.

(3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas. konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita.. yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya. Surat itu diberi nama CEO’s Note. Setiap kali CEO’s Note terbit. khususnya dalam konteks KTSP . CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN. ================== Refleksi: Melihat berbagai keunggulan yang ada. (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat. banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan.. Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik… [SDM-Utama] PLN's CEO Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa KEPADA: 1 penerima Tampilkan Detail Alangkah baiknya kalau semua pemimpin bisa seperti ini. low profile. Dalam konteks pendidikan nasional. jadi teladan bagi bawahan dan demokratis. minat dan keunikan karakteristik lainnya. dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif.000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan. Sebulan sekali. Artikel ini adalah CEO’s Note edisi ke-6 bulan Juli 2010. . konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya. Inilah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya. diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif.Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES. seluruh karyawan PLN yang lebih dari 40. konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM. Tujuannya.

. Sebenarnya. kalau biasanya dulu setiap bulan saya bisa dua-tiga kali ke luar negeri. Tiba-tiba saja. belum pernah saya absen. dan banyak lagi. Ada yang bilang ”sudah” enam bulan. Apalagi rapat-rapat organisasi atau permintaan ceramah. pesta perkawinan teman-teman dekat. khawatir berbenturan dengan obat transplan yang masih harus saya minum setiap hari. seingat saya. sakit perut itu cepat hilang tanpa saya harus minum obat. kata dokter. Saya memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN. dan bahkan selamatan boyongan rumah anak sendiri. selama enam bulan di PLN ini. persatuan olahraga bridge Indonesia. Semua saya hindari. saya harus minta maaf kepada famili. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa "hati"nya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. saya tidak ke mana-mana. Untuk itu. Betapa relatifnya waktu… Selama enam bulan itu. Karena itu. sakit itu sembuh sendiri… Selama enam bulan itu. saya tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. ketua umum persatuan barongsai Indonesia. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. ketika hari sudah berubah siang. Setengah hari saya tidak bisa bekerja.Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. Syukurlah. saya tidak bisa menghadiri acara keluarga. tidak ada rapat yang bisa saya hadiri. Saya memang masih tercatat sebagai ketua umum persatuan perusahaan surat kabar se-Indonesia. saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. Saya memang tidak boleh sembarangan minum obat. Sebab. ketika rapat penting yang telanjur dijadwalkan tersebut harus dimulai. dan pengurus berbagai organisasi yang saya ketuai. saya dua kali sakit perut serius. Selama enam bulan tersebut. Selama enam bulan itu. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik. sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN. teman dekat. Begitulah kata dokter.

menjadi pemandangan biasa pada pukul 07. Berangkat sepagi itu bukan supaya dianggap sok rajin. Suaminya. Mula-mula. tidak berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. Masih punya utang 1 kg lagi. Jalan kaki dari rumah saya di dekat Pacific Place Semanggi. Begitu banyak Ide yang mengalir. saya dua kali menangis. perempuan itu sudah menangis di lobi untuk mengadukan kelakuan suaminya. di berbagai forum. Dokter yang tiga tahun lalu mentransplantasi hati saya melarang badan saya terlalu gemuk. Dan dari ruang rapat ke mobil. Itu tentu tidak baik. menginjak bulan keenam. Jakarta. Tidak ada gunanya berolahraga sambil menghirup CO2. Karena itu. Ruang rapat sering menjadi tempat hiburan yang menyenangkan. Hasilnya: selama satu bulan itu. setiap hari pukul 05. seorang perempuan yang merasa diperlakukan kejam oleh suaminya juga tahu jadwal saya ini: Sebelum pukul 07.Menjelang enam bulan di PLN. Betapa relatifnya uang… Selama enam bulan itu.00 sudah banyak orang Jepang yang antre di ruang tamu. Demikian juga beberapa relasi PLN lainnya. rute menuju kantor tersebut bisa ditempuh dengan menghantas jalan-jalan kecil yang sepi yang kiri-kanannya penuh pohon-pohon nan merimbun. saya selalu membanggakan kualitas personal PLN. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas. belakangan jarak itu terasa sedikit kurang jauh. tapi ingin menghindari asap knalpot. Maka. Di mana-mana. Yang tidak ada pada mereka adalah muara. berjalan cepat selama 35 menit itu terasa berat. ke Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo. Betapa relatifnya jarak… Enak juga sudah di kantor pagi-pagi. saya putuskan ini: berangkat kerja berjalan kaki saja. Dokter selalu mengingatkan. kian lama menjadi kian biasa. ketika baru ada satu-dua mikrolet mengasapi jalanan. Di samping harus terus minum obat. katanya.45 saya sudah berangkat kerja. Tapi. Tapi. Pukul 06. seberang Mabes Polri itu. Siang dan malam. meski kelihatannya sehat. Apalagi. saya (biasanya ditemani istri) tiba di kantor dengan keringat yang bercucuran. Sekali di ruang rapat dan sekali di Komisi VII DPR RI. Hanya dari mobil ke ruang rapat. Jarak rumah-kantor tersebut juga terasa sangat jauh. sering juga ide tersebut dikemukakan dengan jenakanya. rupanya saya kurang gerak. status saya tetap saja sebagai orang sakit. Orang PLN itu ratarata cerdas-cerdas: tahu semua persoalan yang dihadapi perusahaan dan bahkan tahu juga bagaimana cara menyelesaikannya. Bahkan. berat badan sudah turun 2 kg. Kini. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. Kadang memang begitu sulit mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan.00. berat badan saya naik 3 kg! Oh. .30. Terutama ketika begitu banyak ide datang dari para peserta rapat. Beruntung. Lalu. juga harus tetap hati-hati. minta sangu untuk pulang karena uangnya tinggal pas-pasan untuk datang ke PLN itu tanpa tahu harus bagaimana pulangnya. Bahkan. sangat-amat pelitnya.

Sebab. kalaupun surat itu ditujukan kepada saya. Mau menangis atau tertawa. memang tidak diperlukan sebuah meja. saya putuskan tidak menuliskan apa-apa. beberapa kata yang hanya bersifat basa-basi -sekadar untuk menunjukkan bahwa saya atasan mereka? Akhirnya. sebagai Dirut PLN. Saya harus menerima surat-surat yang setumpuk itu untuk dibuatkan disposisinya. Jadi. "Mengapa" saya harus memberikan arahan seolah-olah hanya saya yang "tahu" persoalan itu? Mengapa saya harus memberikan instruksi seolah-olah tanpa instruksi itu mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat? Mengapa saya harus memberikan petunjuk seolah-olah saya itu "pabrik petunjuk"? . baku ide. Sebab. Ide-ide brilian macet dan kandas. selama enam bulan di PLN. saya tidak boleh begitu. saya hampir tidak pernah membaca surat masuk. Maka. sebelum di PLN. Kecuali beberapa hal yang sangat jarang saja. muara itu dangkal dan sempit. sejak sebelum di PLN. saya juga belum pernah duduk di "kursi" direktur utama. Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing. semua ide bisa mulai bermuara. bisa mengalir sampai jauh… Memang. Ruang rapat harus jadi tempat apa saja: debat. Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. Kalau toh ada. di ruang rapat tersebut. ketawa. tapi bisa menjadi katalisator yang menyenangkan. Saya sudah terbiasa bekerja tanpa meja. menangis. Inilah untuk kali pertama dalam hidup saya harus membuat corat-coret di lembar disposisi. Jangan pula harus tegang di ruang rapat. dan saling ejek dengan jenaka. berbagi kue. Setengah liar. Apa yang harus saya tulis di situ? Saran? Pendapat? Instruksi? Larangan? Harapan? Atau. Betapa relatifnya jiwa… Rasanya. senang. Betapa relatifnya tempat… Sedih. meminjam lagunya almarhum Gesang.tapi sedikit yang bisa mencapai muara. Semua bisa. ruang rapat sebaiknya jangan penuh ketegangan. Semua surat masuk langsung didistribusikan ke staf yang bertugas di bidangnya. Puluhan tahun. untuk apa harus mampir ke meja saya kalau bisa langsung tertuju kepada yang lebih pas menjawabnya? Kini. semua bergantung suasana kejiwaan. Kini. Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Saya bangga ruang rapat PLN bukan lagi sebuah tempat biasa. Bahkan. Orang-orang PLN itu siang-malam sudah mengurus tegangan listrik. belum tentu saya bisa menyelesaikannya.

Tangerang. menyelesaikan IPP terkendala yang sudah begitu lama. Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. Saya sangat yakin. jika seseorang diberi kepercayaan. Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas. ada yang bilang. Bahkan. Tudingan tersebut tentu lucu karena bukankah yang bisa menaikkan TDL itu hanya pemerintah bersama DPR? Bukankah direksi PLN itu. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek. Cianjur Selatan.universitas terbaik negeri ini ? Bukankah karyawan PLN itu. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. di Aceh dan banyak wilayah itu. Kalau toh ada yang tidak seperti itu. Paling hanya berisi paraf saya dan nama orang yang harus membaca surat itu.Maka. hanyalah pengecualian. untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama. Semua itu saya lakukan di meja rapat. Mereka sudah memiliki semuanya: kecuali kemerdekaan ide itu. Kalau saya lakukan itu. bahwa direksi PLN yang baru ternyata bisanya hanya menaikkan TDL. Tapi. sudah bisa 20). saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. perasaan saya tidak enak. Kini. termasuk seorang anggota DPR di komisi VI. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. Karena itu. tegangan listriknya sudah normal. masih terlalu sedikit yang diperbuat. doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang? Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman -melebihi saya? Maka. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. misalnya. Saya harus sadar bahwa mayoritas warga PLN adalah lulusan terbaik dari universitas. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan… Lalu. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. apa yang sudah kita capai selama enam bulan ini? Ada yang bilang sudah sangat banyak: menanggulangi pemadaman bergilir di seluruh Indonesia. rasa tanggung jawabnya akan muncul. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. banyak juga yang bilang. jangan heran kalau mayoritas lembar disposisi tersebut tidak ada tulisannya. saya juga tidak pernah memanggil staf. sesuai UU. sehingga sering redup dan merusak barang-barang elektronik.universitas terbaik. Kini saatnya barang yang mahal tersebut diberikan kepada mereka. mengatasi kacaunya tegangan listrik di berbagai wilayah (orang Aceh. sama sekali tidak punya wewenang menaikkan atau menurunkan TDL? Betapa relatifnya kepuasan… . mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan. Saya sangat memercayai. Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Orang yang terlalu sering diberi "pidato" kelak hanya bisa "minta petunjuk". dan banyak lagi kini sudah bisa mengucapkan selamat tinggal tegangan 14! Sudah bertahuntahun tegangan listrik di Aceh hanya 14. tanpa disposisi satu kata pun. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut. Bukan di meja kerja direktur utama.

000.[kecuali iklan Lowongan Pekerjaan] dikenakan biaya Rp 25._. Pembayaran dimuka.. Setiawan.per iklan tiap kali disiarkan di mailing list SDM-Utama. silakan dikirim ke alamat SDMUtama@yahoogroups.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Email Lamaran Lowongan Kerja Anda harap dikirim LANGSUNG ke alamat email yang menawarkan lowongan kerja. Bukti transfer harap di fax ke 021-7919 6801 dengan disertai berita yang jelas untuk memasang Email teks iklan yang mana. iklan lowongan pekerjaan [bebas biaya] dan iklan pemasaran Seminar dll [kena biaya] ke: SDM-Utama@yahoogroups.__. JANGAN dikirim ke alamat SDM-Utama! Jangan lupa untuk menyebutkan bahwa info lowongan kerja tsb anda ketahui dari SDM-Utama. Juli 2004 member SDM-Utama melampaui 1000 orang September 2008 member SDM-Utama melampaui 4000 orang dan masih berkembang terus Silakan ajak rekan anda bergabung. melalui ATM BCA ke A/C No: 305 122 7245 atas nama Albert M. pertanyaan. Sedangkan Email teks iklan-nya yang akan dipasang.com Kirimlah info.com Mulai 1 Agustus 2007 semua IKLAN / PROMOSI / PEMASARAN SEMINAR dll._. artikel.com seperti biasa . sarankan mereka untuk mengirim email kosong dari alamat emailnya sendiri ke: SDM-Utama-subscribe@yahoogroups.

. Apabila anda di-cekal oleh Yahoo karena email yang dikirim kepada anda mental balik ke Yahoo._...com/unbounce?adj=..... email yang topiknya tidak sesuai dengan pokok bahasan SDM-Utama dan material atau promosi mesum ke SDM-Utama akan menyebabkan anda dibikin: Member can not post! Terima kasih. Pengiriman email spam...... maka anda harus KLIK alamat http://groups.Get the Yahoo! Toolbar now. __. dan agar bisa menerima email dari SDM-Utama seperti biasa........ Yahoo! Groups Switch to: Text-Only. MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on .yahoo.. Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use ..... untuk melepaskan diri dari pen-cekal-an oleh Yahoo tersebut.Moderator SDM-Utama berhak menolak memasang iklan yang tidak sesuai dengan misi SDM-Utama...._.___ Balas ke: Balas ke SDM-Utama Kirim . yang dicantumkan dalam email REACTIVATION REQUEST yang dikirim oleh Yahoo kepada anda tersebut..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful