P. 1
Model Pembelajaran PTK

Model Pembelajaran PTK

|Views: 561|Likes:
Published by Aris Suryatno

More info:

Published by: Aris Suryatno on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

9.

PTK MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Model-Model Pembelajaran, Antara Lain: Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: * Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. * Setiap siswa mendapat peran. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture

Menyajikan materi sebagai pengantar. Kesimpulan. 2. 5. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 5. 7. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru . Melatih berpikir logis dan sistematis. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 3.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah: 1. 6. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Langkah-langkah: 1. 3. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 6. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 4. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Tanggapan dari teman yang lain. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif. 2. 4. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Kesimpulan / rangkuman. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. dipanggil lagi oleh guru. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kebaikan: 1. Siswa dibagi dalam kelompok.

Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. . Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin.Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. f. b. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. e. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. c. etnik maupun kemampuan akademik. d. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. atau keduanya. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.

kerjasama. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. diskusi yang dipimpin guru. jenis kelamin dan ras atau etnik. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. 3. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Kebanyakan game terdiri dari . Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. Dengan demikian.Metode Jigsaw Pada dasarnya. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. 2. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula.

Model Examples Non Examples . Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. 2. suku. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. Memberi evaluasi. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Melatih kerjasama dengan baik. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. 6. Kekurangan: 1. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Guru menyajikan pelajaran. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. dll. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Penutup. jenis kelamin. 5. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. 5. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. 3.pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Membedakan siswa. Seluruh siswa menjadi lebih siap.). 4. Kelebihan: 1. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. 2.

Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Praktek mengajar. . Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Kebaikan: 1. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 5. Memakan waktu yang lama. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 4. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 3. Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1.Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. KKesimpulan. 2. 7. Kerjasama ini meliputi: a. 2. 3. 6. Observasi. 2. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. b. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Perencanaan. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. d. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. c. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.

Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. . Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: .3. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). 4. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. 1998). Kata kunci: motivasi berprestasi. interest. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. hasil belajar siswa. Tahap ini merupakan tahap refleksi.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. ARIAS. kegiatan pembelajaran 1. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. relevance. 5. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. assessment. 6. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. bahasa. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Berarti tahap observasi terlalui. Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. . Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12).

bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. dan model pembelajaran). Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Satisfaction). kurikulum. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. relevance. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. 2. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Oleh karena itu. yaitu kemampuan kognitif. Relevance. Confidence. Berkenaan dengan hal itu. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. 1987: 11-14). Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. sistematik. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment).Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model ARCS (Attention. Kajian Teori dan Pembahasan 2. Namun demikian. . confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. 1987: 289-319).

Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. Sikap percaya. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. interest. assessment dan satisfaction. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. 1981: 80). 1987: 2-9).2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. 1986: 218). Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). 1968: 610). model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. interest. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. confidence (percaya/yakin). Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. satisfaction (kepuasan/bangga). model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). assessment. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). relevance. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. dan attention menjadi interest. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu. Dengan modifikasi tersebut. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung . melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. relevance (relevansi). 2. dan assessment (evaluasi). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance. relevance. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. Sikap di mana seseorang merasa yakin. Mengingat pentingnya evaluasi. yaitu berhubungan dengan sikap percaya.

relevance. Sikap percaya diri. standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. . . Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . dan memiliki tujuan yang jelas. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). Sesuatu yang memiliki arah tujuan. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut.Menggunakan suatu patokan.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. 1987: 2-9). Dengan sikap yakin. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. 1988: 140).Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. . Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. 1989: 42). Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.

Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. interest.nilai yang dimiliki siswa.Menggunakan cerita. analogi.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. dari suara keras ke suara yang sedang.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. dari cepat ke lambat.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. . Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. sosial dan fisik. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.1968: 162). sesuatu yang baru. . Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. Oleh karena itu. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. emosional. 1991). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: .. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. . Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. . misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. dan mengubah gaya mengajar. .Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa.

evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. 1979:157). Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. maupun terhadap teman mereka. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Dengan demikian. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa.. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Bagi siswa. dan untuk membantu siswa dalam belajar. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. untuk merekam apa yang telah siswa capai. puas atas hasil yang dicapai. 1994). 1988: 70). untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. 1975:561). 1982: 336). Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul . yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. mencapai atau mendapat sesuatu. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. 1990:31). Oleh karena itu. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Artinya. penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. kondisi dan lingkungan siswa. merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. media pembelajaran apa yang akan dipakai. Untuk itu. sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8)merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. Ucapan guru : ―Bagus. melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. mengadakan kegiatan yang relevan. bahwa mereka mampu. kalimat. . dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa. 1975: 561).Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi. kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!‖.Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal. gambar atau ilustrasi. memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower. kosa kata. . susunan dan . 1987: 2-9). membangkitkan minat/perhatian siswa. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa. dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain : . Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru. perlengkapan apa yang dibutuhkan. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan. sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas.Memberi penguatan (reinforcement). Bentuk. . Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.karena pengaruh dari luar individu. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan. Bahasa. Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan. 2. Dengan demikian.

Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.05. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masingmasing kelompok berjumlah 20 orang siswa. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. . yaitu sebuah SD negeri di Sekayu. Seperti halnya pada percobaan pertama. di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua. Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari.05. Kabupaten Musi Banyu Asin.isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS. 1987: 29). Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri. Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Hasil Percobaan di Lapangan Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland. 3. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen.

untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa.96 pada taraf signifikansi a = 0.1998: 99-100). dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78. dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. (4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat.dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Penentuan kelompok kontrol. (2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur. yaitu: . Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak. Pada percobaan kedua Fo=8. untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. 1999: 120 – 121). (3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan. Pengontrolan validitas eksternal adalah: 1. Suasana belajar. Pengontrolan validitas internal adalah: (1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda.44 lebih besar dari Ft=3. 4.02 pada taraf signifikansi a = 0. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. 2. kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen.93 (Sopah. 3. situasi kelas. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal.05. Penutup Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar.80 > Xn-A=75.74 jauh lebih besar dari Ft=4. Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.98 (Sopah. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18.55 > Xn-A=15.05.

Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik. Successful teaching in secondary schools. bahan/materi yang diberikan lebih banyak. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. Pustaka Acuan : Beard.Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. New York: McGraw-Hill Book Company. namun jumlahnya sangat terbatas. perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. Ruth M. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model. Walaupun sampel ini diambil secara acak. Human characteristics and school learning. namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. Foreman and Company. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). . London: Routledge and Kegan Paul Ltd. sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. . 11-14. Isabel J. yaitu: . Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik. Chicago: Scott. sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa. Karena waktunya terbatas.1982. . Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. Sterling G. maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas. perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama.Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi.Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS. Callahan. 1966. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. 1980. Motivating students. Journal of Instructional Development vol. Untuk itu. 10 (2). . dan Senior. Bohlin. belum begitu banyak. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat. Bloom. baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis.Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. 1987. Roy M. Untuk itu. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar.Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi. Benjamin S.

dan Antes. Laporan EBTANAS SD. Itasca.E. Sopah. 1991. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. Robert M. Principles of instructional design. Djamaah 1998. 1979. CA: Wadsworth Publishing Company. Instructional technique. Keller. Conny R. Semiawan. Boston: Houghton Miflin Company. 1998. Robert A. dan Thomas W. Gagne (ed. James N. Classroom measurement and evaluation. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Motivation: Theory and research. Inc. Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. 1990. Guy R. 1988. Inc.W. Charles D. 1981. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed. NJ. Publishers. Prayitno. Intermedia. Semiawan dan Soedijarto (ed. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya. Leslie J. Herbert L. Morris. The American heritage dictionary of English language. 289-319. Reigeluth (ed). 10 (3). Boston: Allyn and Bacon.: Lawrence Erlbaum Associates. 1987. M. John M. Memacu masyarakat berprestasi. New Jersey: Prentice Hall. Englewood Cliffs. Walter dan Reiser. 383-430. Hillsdale. Lastri. 14 Juli. Vol. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Gagne. Terjemahan Siswo Suyanto dan W.T. Jakarta: Grasindo. Hillsdale. Planning effective instruction. Petri. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang. Ernest R. Kompas. Illinois: F. Motivasi dalam belajar. dan Bower. John P. 1987. Belmont. Journal of Instructional Development. Publishers. 2-9. 1986. . 1983. Jakarta: PPPLPTK. 1975. Keller. Journal of Instructional Development. 1993. Belmont. Hilgard. Lefrancois. Hopkins. 1968. Kopp.). McClelland. Richard L. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Inc. Development and use of ARCS model of instructional design. New York: Holt. dalam Charles M. Hillsdale. 11-14. Psychology for teaching. Theories of learning. Rinehart and Winston. and continuing motivation in instruction. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta. 175-206. 12. Ivor K. Gagne. Learner interests. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Kemampuan murid SD memprihatinkan. Hendorn. dalam Robert M. Instructional theories in action.). 1987. Elida 1989. Essentials of learning for instruction. Gordon H.). New York: McGraw Hill Book Company. Marcy P. Disertasi. 1987. DeCecco. Toeti 1994. 1982. 10 (3). Peacock Publisher. dan Driscoll. Robert M. NJ. 30 Juli. Reigeluth.: Prentice-Hall. Vol. Instructional design theories and models.F. Soekamto. Dick. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. CA: Wadsworth Publishing Company. 165-175. Instructional technology foundations. Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI. Jakarta: CV. An application of the ARCS model of motivational design. NJ: Prentice Hall. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Learning situations and instructinal models. William (ed) 1981. John M. Inc. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa. dan Briggs. Englewood Cliffs. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Bakowatun. David C. ________ 1987. Charles M.Davies. Publishers. achievement. 1989. Laporan penelitian. dan Curtis Ruth V. ________ 1999.

2008 · & Komentar Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. 4. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. peran pencatat (recorder). Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. pengatur materi (material manager). setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. « SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PENGANTAR ANTROPOLOGI » Tindakan Model-Model Pembelajaran April 22. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Di dalam kelompoknya.Suryabrata. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. 3. Pada dasarnya. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. . pembuat kesimpulan (summarizer). Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Sumadi 1982. misalnya. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 2. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Yogyakarta: Depdikbud. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan.

pengumpulan data. 2. 3. 5. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. . hipotesis. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. 2. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Berpikir dan bertindak kreatif. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 6. 7. jadwal. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. dll. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. tugas. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 5. khususnya dunia kerja. 2. pemecahan masalah. Langkah-langkah: 1. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. peran guru menyajikan masalah.) 3. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan.

Penutup. serta lakukan seperti di atas. Bertukar peran. 6. Kelebihan: * Melatih pendengaran. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 2. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 7. 2. 5. * Setiap siswa mendapat peran. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. 3. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 3. Guru membagi siswa untuk berpasangan. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.Kelebihan: 1. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Kekurangan: 1. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. 2. Picture and Picture . Membutuhkan banyak waktu dan dana. ketelitian / kecermatan. Kesimpulan guru. 3. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

5. 2. 4. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Langkah-langkah: 1. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. 2. Kesimpulan. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Siswa dibagi dalam kelompok. 4. 3. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 7. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Kebaikan: 1. dipanggil lagi oleh guru. Kesimpulan / rangkuman. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 6. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Tanggapan dari teman yang lain.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. 6. 2. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Menyajikan materi sebagai pengantar. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kekurangan:Memakan banyak waktu. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) . Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 5. Banyak siswa yang pasif. 3. Melatih berpikir logis dan sistematis. Langkah-langkah: 1. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil.

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Metode Jigsaw

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih, ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup. Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat

KKesimpulan. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 3. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.pada kertas. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 6. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Observasi. 5. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. b. 5. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Kerjasama ini meliputi: a. d. Memakan waktu yang lama. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Kebaikan: 1. Praktek mengajar. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. 2. Berarti tahap observasi terlalui. 7. c. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 2. 4. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Kekurangan: 1. 2. 3. . Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.

Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. bahasa. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. yaitu kemampuan kognitif. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. hasil belajar siswa. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).6. 1998). dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. http://gurupkn.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/ Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. interest. Kata kunci: motivasi berprestasi. dan model pembelajaran). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. relevance. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. assessment. kegiatan pembelajaran 1. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. . ARIAS. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. kurikulum. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). .wordpress. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua).Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: .

maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. relevance. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). dan assessment (evaluasi). telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention.Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. sistematik. Namun demikian. Oleh karena itu. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian . 1968: 610). Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Kajian Teori dan Pembahasan 2. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. 1987: 11-14). relevance (relevansi). Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Dengan modifikasi tersebut. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. Mengingat pentingnya evaluasi. Model ARCS (Attention. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Berkenaan dengan hal itu. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Relevance. 2. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. Satisfaction). confidence (percaya/yakin). Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. 1987: 289-319). satisfaction (kepuasan/bangga). Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Confidence.

yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. assessment dan satisfaction. relevance. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. Sikap di mana seseorang merasa yakin. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. interest. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. 1987: 2-9). dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. yaitu berhubungan dengan sikap percaya.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). assessment. 2.nama confidence menjadi assurance. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Sikap percaya diri. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . Dengan sikap yakin. Oleh karena itu. interest. relevance. dan attention menjadi interest. 1989: 42). 1981: 80). berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. 1986: 218). Sikap percaya. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno.

Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. relevance.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). .Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. dan memiliki tujuan yang jelas. 1987: 2-9). standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. 1988: 140). Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara.. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. Sesuatu yang memiliki arah tujuan. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa.Menggunakan suatu patokan. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. . . .Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. . Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. Dalam kegiatan pembelajaran.1968: 162).

misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. dan mengubah gaya mengajar. dari cepat ke lambat. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. . yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. . Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. Oleh karena itu. sosial dan fisik. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. interest.. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. sesuatu yang baru. 1991). adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. analogi. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.Menggunakan cerita. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. emosional.nilai yang dimiliki siswa. 1982: 336). dari suara keras ke suara yang sedang. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. . Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah . Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS.

1975:561). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Oleh karena itu. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. 1979:157). Bagi siswa. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. maupun terhadap teman mereka. puas atas hasil yang dicapai. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. mencapai atau mendapat sesuatu. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. 1987: 2-9). Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. 1990:31). 1988: 70). untuk merekam apa yang telah siswa capai. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF . rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. 1994). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Dengan demikian. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). dan untuk membantu siswa dalam belajar.yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa.

Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 2. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Pada dasarnya. Di dalam kelompoknya. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. peran pencatat (recorder). Berpikir dan bertindak kreatif. pembuat kesimpulan (summarizer). Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. pengatur materi (material manager). Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 4. 5. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. . Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. 1. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. 3. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. misalnya. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 3.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. 2. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan.

melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 3. Langkah-langkah: 1. tugas. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 4.6. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 3. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. jadwal. khususnya dunia kerja. pemecahan masalah. Kekurangan: 1. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 2. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Langkah-langkah: 1. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 7. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 4. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 2. peran guru menyajikan masalah. dll. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 2. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. hipotesis. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 3. 2. Kelebihan: 1. pengumpulan data. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1.) 3. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide- . 2. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.

7. Melatih berpikir logis dan sistematis. 7. Bertukar peran. 2. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 3. Langkah-langkah: 1. 5. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. ketelitian / kecermatan. Kesimpulan / rangkuman. Penutup. 3. Banyak siswa yang pasif.ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 4. Kelebihan: • Melatih pendengaran. Kebaikan: 1. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. • Setiap siswa mendapat peran. 5. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 4. Kesimpulan guru. 6. serta lakukan seperti di atas. Kesimpulan. 2. Tanggapan dari teman yang lain. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. 5. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Siswa dibagi dalam kelompok. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 6. Kelebihan: . Langkah-langkah: 1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Menyajikan materi sebagai pengantar. 6. 2.

Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. d. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. f. atau keduanya. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah.• Setiap siswa menjadi siap semua. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Kelemahan: • Kemungkinan nomor yang dipanggil. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. . Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. etnik maupun kemampuan akademik. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. c. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. e. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. dipanggil lagi oleh guru. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. b.

3. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. kerjasama. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Tiga siswa tertinggi prestasinya . persaingan sehat dan keterlibatan belajar. 2. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. diskusi yang dipimpin guru. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. jenis kelamin dan ras atau etnik. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya.Metode Jigsaw Pada dasarnya. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Dengan demikian. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. 4. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen.

Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melatih kerjasama dengan baik. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. 6. Penutup. 5. 2. 5. Kekurangan: 1. 4. Langkah-langkah: 1. jenis kelamin. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 5. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Kebaikan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. 2. Kelebihan: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. dll. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. suku. Memberi evaluasi. 2. Seluruh siswa menjadi lebih siap.dikelompokkan pada meja I.). 6. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. 3. Langkah-langkah: 1. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 2. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 ________________________________________ Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Membedakan siswa. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 4. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. KKesimpulan. 7. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. . 3. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Guru menyajikan pelajaran.

Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Berarti tahap observasi terlalui. b.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 3. Perencanaan. d. 5. Observasi. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). 6. 2. Kerjasama ini meliputi: a.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. bahasa. 2. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. 2008 oleh kiranawati Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran . Memakan waktu yang lama. c.Kekurangan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. . Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 4. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Tahap ini merupakan tahap refleksi. (Dari berbagai sumber) KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Ditulis pada Januari 17. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Praktek mengajar.

* memiliki motivasi. PESERTA DIDIK. * tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree). Peran Siswa : * tertarik pada topik yang sedang dibahas. Tugas pembelajaran : * spesifik dan dapat dikelola dengan baik * kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa * secara aktif melibatkan siswa * bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran. dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional GURU. * urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif. dan metode-metode yang akan digunakan. siswa. Variabel-variabel tersebut di antaranya : * hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan. mengimplementasikan. * konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa. * melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai. * mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya. serta tugas masingmasing. * pola interaksi yang memungkinkan. KERANGKA KERJA PENGAJARAN . * keterbatasan praktek pembelajaran yang ada. * memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru. * memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya. * terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya. strategi. DAN PEMBELAJARAN Peran Guru : * memperhatikan dan bersikap positif.Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan. * dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. * merasa aman dalam lingkungan sekolah.

Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran. Keterampilan-keterampilan pembelajaran 1. 2. pembelajaran langsung. 2. artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. 2. STRATEGI PENGAJARAN STRATEGI PENGAJARAN 1. 2. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya. teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. 3.Kerangka Kerja Pengajaran Model-model Pembelajaran 1. diskusi. Strategi Pembelajaran 1. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Menurut arti secara leksikal. (b) model personal. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan. dirancang untuk mencapai suatu tujuan. 5. dan strategi mandiri (independent). Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct).Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction) . dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten). Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran. Metode-metode Pembelajaran 1. dan (d) model behavior. keterampilan. strategi tidak langsung (indirect). Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. strategi interaktif (interactive). Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi. struktur dan fokus pembelajaran. 4. serta pengelolaan pembelajaran. metode. 3. strategi melalui pengalaman (experiential). Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru. (c) model interaksi sosial. strategi adalah rencana atau kebijakan yang 3. tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi.

dan sumber-sumber manusia. atau pembentukan hipotesis. * Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas. * Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan. * Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar. * Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak. Sebagai contoh. * Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir. pertanyaan didaktik. peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator. Guru merancang lingkungan belajar. 5. dan perbaikan diri. pandangan. serta demonstrasi. pengalaman. 4. Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) * Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. percaya diri. dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri. dan bukan hasil belajar. pengajaran eksplisit. 3. * Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metodemetode interaktif. * Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah 2. penggambaran inferensi berdasarkan data. di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi. dan pengetahuan guru atau kelompok. dan sumber personal (resource person).* Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi. memberikan kesempatan siswa untuk terlibat. berpusat pada siswa. sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum. dan paling sering digunakan. penyelidikan. praktek dan latihan. dan berorientasi pada aktivitas. pendukung. noncetak. * Dalam pembelajaran tidak langsung. dan kerjasama siswa secara berpasangan.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction) * Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi.Strategi Belajar Mandiri (independent study) * Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning) * Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif. diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di .

perasaan. VISUAL. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi KEGUNAAN MEDIA * Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis * Mengatasi keterbatasan ruang. GERAK KLASIFIKASI MEDIA Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA . METODE PENGAJARAN METODE PENGAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. perhatian.bawah bimbingan atau supervisi guru. waktu. dan daya indera * Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah * Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA. * Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya.

atau inkuiri. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. karekter). Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Oleh karena itu. fasilitas-media yang tersedia. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. Koperatif (CL. Dalam prakteknya. menyelesaikan persoalan. sifat materi bahan ajar. tanggung jawab. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life . dan kondisi guru itu sendiri. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. gender. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. tugas. wijianta@gmail. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. presentasi hasil kelompok. terbuka. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. kerja kelompok.* Tujuan yang ingin dicapai * Karakteristik siswa/sasaran * Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio. Kontekstual (CTL. 1.com DIarsipkan di bawah: Pembelajaran Model-model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. visual. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. siawa heterogen (kemampuan. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. Cooperative Learning). ada control dan fasilitasi. gerak) * Keadaan lingkungan setempat * Luasnya jangkauan yang ingin dilayani Sumber : Internet dan kumpulan artikel Dikirim oleh : wijianta. pengarahan-strategi. dan rasa senasib. pengalaman. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. 2. membentuk kelompok heterogen. dan pelaporan. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. pembegian tugas. belajar berkelompok secara koperatif. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Pembelajaran Langsung (DL. fakta. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). generalisasi. membimbing. negosiasi. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. menuntun. questioning (eksplorasi. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. pengarahanpetunjuk. interpretasi. inquiry (identifikasi. 5. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. sintesis. rangkuman. identifikasi. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. induksi. latihan terbimbing. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. inkuiri. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. 3. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). investigasi. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. . penyampaian kompetensi-tujuan. 4. mengerjakan). mencoba. sharing). informal ke formal). siswa melakukan dan mengalami. dan evaluasi. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. mengarahkan. analisissintesis). Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. generalisasi). Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. terbuka. dunia pikiran siswa menjadi konkret. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. hands-on. pengemabngan mateastika). aturan. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization.modeling). motivasi belajar muncul. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran . mengkonstruksi konsep-aturan. latihan mandiri. penilaian portofolio. tindak lanjut). Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. contoh). dan inkuiri 6. konjektur. refleksi. tidak hanya menonton dan mencatat. motivasi. elaborasi (analisis). Realistik (RME. algoritma. yaitu modeling (pemusatan perhatian. hipotesis. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. prinsip. belum dikenal cara penyelesaiannya. konsep. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).atau algoritma). generalisasi. mengembangkan. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. sajian informasi dan prosedur. menemukan). eksplorasi. demokratis. minds-on. investigasi. konjektur. constructivism (membangun pemahaman sendiri. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). yaitu matematika horizontal (tools. rambu-rambu. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. reflection (reviu. evaluasi. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung.

keterbukaan. membuat kesimpulan. menyenangkan. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. fluency). menimalisasi tulisan-hitungan. cara. cari alternative. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. kognitif tinggi. komunikasi-interaksi. namun demikian bisa dibiasakan. kritis. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. menduga. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Problem Terbuka (OE. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. kemudian eksplanasi (empiric). jalan keluar. Untuk mngurang kondisi tersebut. table). 7. nada lembut. Ada canda. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. jawaban siswa beragam. bimbingan dan pengarahan. sharing. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. menyusun soal-pertanyaan. mulai dari eksplorasi (deskripsi). diagram. Sintaknya adalah: pemahaman. ia telah berpartisipasi 10. identifikasi kekeliruan. 8. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. kaitakkan dengan materi selanjutnya. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). dan sosialisasi. dan ragam berpikir. . 9. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru.yang disajikan. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. sehingga suasana menjadi nyaman. mengeksplorasi. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. keterbukaan. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing.menginvestigasi. suara menyejukkan. keterpasuan. Jangan lupa. pengorganisasian pembelajaran. siswa mengidentifkasi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. dan akhirnya menemukan solusi. perhatikan dan catat reson siswa. dan ceria. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. senyum. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. kreativitas. dan tertawa.

menemukan. yaitu: informasi. ramah . merangkum. mengingat. lembut. mengidentifikasi. 13. dan ada sajian bodoran. . representasi. berpikir. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. mengemukakan penndepat. menggambar. mendemonstrasikan. very good. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. hipotesis. presentasi. bertanya. pengarahan. dan memotivasi diri. Siapkan meja turnamen secukupnya. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. dan mennaggapi. mengkonstruksi. membacamerangkum. medium. membaca. mencipta. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. memecahkan masalah. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit).11. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. yaitu bagaimana siswa belajar. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. argumentasi. berbicara. Untuk mewujudkan belajar efektif. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. santun. dan menerapkan. menyimak. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. good. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. SDetelah memperoleh tugas. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. menyelidiki. c. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. 12. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. menggunbakan media dan alat peraga.

mengembangkannya. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. perluasan. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. iformasi bahan ajar. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. Auditory. berikan penghargaan kelompok dan individual. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. saling tukar jawaban. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. berikan bahan ajar (LKS) yang . 15. Pengarahan. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. e. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. buat kelompok heterogen. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. Bumping. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. VAK (Visualization. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. 18.). STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. 17. AIR (Auditory. 14. buat kelompok heterogen (4-5 orang). Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. umumkan hasil kuis dan beri reward. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Intellectualy.d. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. 19. 16.

susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. kuis individual. 20. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. buat skor perkembangan tiap siswa. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). kerja kelompok. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. kembali ke kelompok asal. tuiap kelompok bahan belajar sama. 21. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. 25. penyimpulan dan evaluasi. presentasi. 22. kembali ke kelompok aasal. laporan kelompok. identifikasi perbedaan. diskusi. . rencanakan pelaksanaan investigasi.terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. diskusi. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. kuis individual. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. melaporkan. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. presentasi. buat skor perkem\angan siswa. presentasi kelompok (share). TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. umumkan hasil kuis dan berikan reward. pilih strategi solusi 23. presentasi dan diskusi. Sintaknya adalah kerja kelompok. umumkan hasil kuis dan berikan reward. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. 24. kerja kelompok. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. mengkritisi. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. banyak guru dan staf sekolah). elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. dan alternative solusi). MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. refleksi. Sinatknya adalah: informasi. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. misal mengukur tinggi pohon.

Question. Question. 2 untuk not sure. Refleting. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. CORE (Connecting. (E) mengembangkan. analisi pengalaman.26. (0) organisasi ide untuk memahami materi. deteksi kausal lain. 3 untuk sure. mengelompokkan gejala. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Recite. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. menuliskan pernyataan . (R) memikirkan kembali. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). Organizing. Reflect. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. dan rencana solusi yang terpilih. menggunakan. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. SQ4R (Survey. dan menggali. deteksi kausal. 29. 32. 4 untuk almost certain. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. memperluas. Ajukan pengujian pemahaman. dan menemukan. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. 31. 27. pertimbangan solusi. Kerangka pikir untuk sukses. solusi tentative. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. 1 untuk amost guest. dan konsep-ide. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. analisis kausal. Recite. Sintaknya adalah: identifkasi. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. dn 5 untuk certain. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Read. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. mendalami. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. SQ3R (Survey. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Read.

separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. dan penutup. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. dan implementasi solusi utama. identifikasi kausal utama. 35. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. dan seterusnya 36. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. presentasi hasil kelompok. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. penggunaan. menemukan pilihan solusi utama. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. . penerapan. refleksi. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. 33. 34. mengidentifikasui kausal. menemukan kata kunci. sajian materi. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. imoplementasi solusi. Integrated. dan kembali berbagai informasi. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. Reading. siswa bekerja sama (membaca bergantian. pendahuluan. bentuk kelompok berpasangan sebangku. presentasi di depan hasil diskusinya. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya.masalah yang telah direvisi. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. 37. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. 38. pengemabangan. Sintaksnya adalah: persiapan. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. CIRC (Cooperative. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan.

membimbing pelatihan-penerapan. buat kartu jawaban dengan diacak . mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. 45. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. bimbingan penimpoulan dan refleksi. presentasi hasil kelompok. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. pemberian reward. refleksi. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. sajian materi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. refleksi. pembentukan kelompok siswa. 46. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. 40. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. membentuk kelompok. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. 41. penyuimpulan. penyimpulan dan evaluasi. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. bekerja kelompok. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. dikusi kelas. 43. langkah demi langkah bertahap. kelompok lain menjawab secara bergantian. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. refleksi. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. sajian materi.39. penyampaian kompetensi. refleksi dan evaluasi 42. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. penyimpulan dan evaluasi. 44. mengecek pemahaman dan balikan. tanya jawab untuk pemantapan. penyimpulan dan evaluasi. refleksi. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. sajian materi pokok. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. sajian gambaran umum materi bahan ajar. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. kesimpulan dan evaluasi. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon.

siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. Examples Non Examples Persiapkan gambar. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. evaluasi dan refleksi. 47. solusi. Practicing. 49. presentasi hasuil diskusi kelompok. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. 51. 52. diagram. Sintaks: pemahaman masalah. valuasi dan refleksi. penyimpulan. kartu dikumpul lagi dan dikocok. sajian materi. pengecekan kebenaran jawaban. refleksi. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. bimbingan penyimpulan. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. adakah alternative. apakah solusinya. evaluasi dan refleksi. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. dan pengecekan. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. evaluasi dan refleksi. bagikan wacana materi bahan ajar. penyimpulan.nomornya. bertukar peran. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. sajian permasalahan terbuka. rencana. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. penyimpulan dan evaluasi. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. bertukar peran. 53. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. Metakognitive questioning. apakah bermanfaat. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. 48. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. sajikan materi. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. 50. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. refleksi. presentasi hasil kelompok. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. 54. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. . penyimpulan dan evaluasi. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi.

berikan latihan soal bertingkat. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi. Obtaining mastery. evaluasi dan refleksi 61. berupa opemecahan masalah. sajian materi. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. Time Token Model ini digunakan (Arebds. siswa ditugaskan membaca wacana. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. sampaikan kompetensi. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. siswa latian dan bertanya. membentuk kelompok heterogen. 60. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. dan refleksi 56. aplikasi. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. 58. sajian materi. . 55. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. Enrichment. presentasi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. setelah selesai kupon dikembalikan. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. siswa berkelompok melengkapi. Verivication. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. informasikan kompetensi. dan hipotesis. evaluasi. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. presentasi. Tanya jawab dan refleksi 57. 59. ranguman. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi.Reviewing and reducing difficulty. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. berikan sal tes bentuk super item. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. pengungkapan ide-konsep awal. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. integrasi. guru membentuk kelompok. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks.

Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. dan saling menghargai. konsep harus dialami. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. tentu tidak lepas dari peran guru. kebebasan-terbuka. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri. kohesif. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya.62. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. lima kali salah guru membimbing. 65. menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. Barangkali atas dasar itulah. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. Uhar Suharsaputra. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. ketrampilan. virtual workshop menggunakan computer-internet. reward. kelompokkerjasama. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. namai-buat generalisasi sampai konsep. semua mempunyai tujuan. alami-dengan dunia realitas siswa. Sintaksnya adalah: sajian konsep. Agustus 2011. interaktif. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. tiap usaha siswa diberi reward. 64. . dinamis. latihan. partisipatif. 63. Guru harus menciptakan suasana kondusif. by: SURYONO Menjadi Guru Berkarakter Posted on 9 Oktober 2011 by AKHMAD SUDRAJAT Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah. Dr. Kumon Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. kerja individual.

oleh karena itu kita. kepribadian serta latar belakang sosial budayanya.Buku ini menyuguhkan tentang seputar guru dan keguruan dalam perspektif yang berbeda. serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah” Demikian. prilaku. dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri. Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap. “Seorang guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah. hingga eksistensi diri dalam lingkungan ilmu pengetahuan. tetapi mencoba melihat lebih jauh tentang esensi guru dan keguruan sebagai landasan penting dalam pengembangan pribadi guru. dalam ketidakpastian masa depan yang mungkin sedikit dapat dipastikan… Siswa adalah manusia utuh. Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi. eksistensi diri dalam lingkungan masyarakat. eksistensi diri dengan peserta didik. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa. Kita tidak bergaul. dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku. dan BISA MENGATUR. tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru. eksistensi diri dalam lingkungan organisasi dan keorganisasian. Buku ini tidak berbicara pada tingkatan permukaan profesionalisme guru yang cenderung adminiistratif-formalistik. dikatakan bahwa: Guru adalah pelayan mereka untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan. maka terimalah dia apa adanya. berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya… . baik tentang eksistensi diri sendiri. BERSEDIA DIATUR. GURU HARUS TAHU ATURAN. sepenggal kalimat yang terungkap dalam isi buku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah.

dan (6) Systematic. (4) Community-based(Consummer-based). (5) Elective. Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini. SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered. Tentu masih banyak lagi pemikiran menarik lainnya yang bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita sebagai guru maupun calon guru dalam upaya mewujudkan diri menuju GURU YANG BERKARAKTER. rasa berbagi (sharing). penulis menyampaikan pula bahwa Guru Berkarakter sesungguhnya bukanlah sesuatu yang bersifat to be or not to be. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut. dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis. rasa peduli (caring). melainkan a process of becoming. (3) Integrated.Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern). Dalam penutupnya. Guru berkarakter senantiasa berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan yang dimilikinya. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden. (2) Problem-based. Informasi tentang buku tersebut bisa Anda kunjungi website di bawah ini: Menjadi Guru Berkarakter SPICES : Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif Posted on 16 September 2011 by AKHMAD SUDRAJAT SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif. . dan kebaikan yang tulus (kindness). Menjadi guru berkarakter adalah orang yang siap untuk terus menerus meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai suatu kesadaran akan panggilan hidup.

6. Dalam hal ini. belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum. serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. 3. sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu. Student-centered. tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin). 2. berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. logis dan tertib. 4. baik secara horisontal maupun vertikal. sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh. memanfaatkan banyak media. Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari. Community-based (Consummer-based). secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya. menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu. Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya.1. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning. Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. materi dan tahapan-tahapan yang jelas. Problem-based. sumber belajar yang akan digunakan. aktif dalam pengelolaan pengetahuan. Systematic. tujuan. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Integrated. Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi. Melalui berbasis komunitas ini. Elective. dan keunikan karakteristik mereka masingmasing. mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan. bakat. . Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. disesuaikan dengan minat. penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 5. sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa.

Sebulan sekali.. Surat itu diberi nama CEO’s Note. konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita. konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM. (3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas. low profile. jadi teladan bagi bawahan dan demokratis. Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik… [SDM-Utama] PLN's CEO Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa KEPADA: 1 penerima Tampilkan Detail Alangkah baiknya kalau semua pemimpin bisa seperti ini. dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif. diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif. Dalam konteks pendidikan nasional. khususnya dalam konteks KTSP . (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat. ================== Refleksi: Melihat berbagai keunggulan yang ada. . Artikel ini adalah CEO’s Note edisi ke-6 bulan Juli 2010. Tujuannya. CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN.Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES. minat dan keunikan karakteristik lainnya.000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan. yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya. (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya. seluruh karyawan PLN yang lebih dari 40. Setiap kali CEO’s Note terbit. banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan. Inilah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya..

kata dokter. ketika hari sudah berubah siang. Sebenarnya. saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. Selama enam bulan tersebut. pesta perkawinan teman-teman dekat. sakit itu sembuh sendiri… Selama enam bulan itu. dan bahkan selamatan boyongan rumah anak sendiri. saya tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. dan pengurus berbagai organisasi yang saya ketuai. ketua umum persatuan barongsai Indonesia. sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. Apalagi rapat-rapat organisasi atau permintaan ceramah. kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN. tidak ada rapat yang bisa saya hadiri. khawatir berbenturan dengan obat transplan yang masih harus saya minum setiap hari. Ada yang bilang ”sudah” enam bulan. Tiba-tiba saja. ketika rapat penting yang telanjur dijadwalkan tersebut harus dimulai. . dan banyak lagi. saya harus minta maaf kepada famili. Karena itu. saya tidak ke mana-mana. persatuan olahraga bridge Indonesia. Sebab. Betapa relatifnya waktu… Selama enam bulan itu. kalau biasanya dulu setiap bulan saya bisa dua-tiga kali ke luar negeri. Selama enam bulan itu. teman dekat. Setengah hari saya tidak bisa bekerja. selama enam bulan di PLN ini. Semua saya hindari. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. Saya memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN. sakit perut itu cepat hilang tanpa saya harus minum obat. Syukurlah. Begitulah kata dokter.Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. Saya memang tidak boleh sembarangan minum obat. Untuk itu. saya dua kali sakit perut serius. Saya memang masih tercatat sebagai ketua umum persatuan perusahaan surat kabar se-Indonesia. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa "hati"nya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. saya tidak bisa menghadiri acara keluarga. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik. seingat saya. belum pernah saya absen.

perempuan itu sudah menangis di lobi untuk mengadukan kelakuan suaminya. ketika baru ada satu-dua mikrolet mengasapi jalanan. ke Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo. menjadi pemandangan biasa pada pukul 07. Hasilnya: selama satu bulan itu. Yang tidak ada pada mereka adalah muara. Jalan kaki dari rumah saya di dekat Pacific Place Semanggi. sering juga ide tersebut dikemukakan dengan jenakanya. Tapi. Suaminya. minta sangu untuk pulang karena uangnya tinggal pas-pasan untuk datang ke PLN itu tanpa tahu harus bagaimana pulangnya. kian lama menjadi kian biasa. Betapa relatifnya uang… Selama enam bulan itu. Ruang rapat sering menjadi tempat hiburan yang menyenangkan.30. Sekali di ruang rapat dan sekali di Komisi VII DPR RI. Demikian juga beberapa relasi PLN lainnya. Apalagi. Terutama ketika begitu banyak ide datang dari para peserta rapat. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas. saya (biasanya ditemani istri) tiba di kantor dengan keringat yang bercucuran. Jakarta. saya putuskan ini: berangkat kerja berjalan kaki saja. Di mana-mana. Itu tentu tidak baik. Dokter selalu mengingatkan. Dokter yang tiga tahun lalu mentransplantasi hati saya melarang badan saya terlalu gemuk. Tidak ada gunanya berolahraga sambil menghirup CO2. Karena itu. Lalu. Hanya dari mobil ke ruang rapat. Mula-mula. Berangkat sepagi itu bukan supaya dianggap sok rajin. di berbagai forum. Dan dari ruang rapat ke mobil.45 saya sudah berangkat kerja. Tapi. seorang perempuan yang merasa diperlakukan kejam oleh suaminya juga tahu jadwal saya ini: Sebelum pukul 07. tidak berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. Beruntung. . berjalan cepat selama 35 menit itu terasa berat. Orang PLN itu ratarata cerdas-cerdas: tahu semua persoalan yang dihadapi perusahaan dan bahkan tahu juga bagaimana cara menyelesaikannya. Betapa relatifnya jarak… Enak juga sudah di kantor pagi-pagi.00 sudah banyak orang Jepang yang antre di ruang tamu. Kadang memang begitu sulit mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. saya selalu membanggakan kualitas personal PLN. Pukul 06. menginjak bulan keenam. Masih punya utang 1 kg lagi. Siang dan malam.Menjelang enam bulan di PLN. juga harus tetap hati-hati. meski kelihatannya sehat. Maka. Bahkan. berat badan sudah turun 2 kg. saya dua kali menangis. belakangan jarak itu terasa sedikit kurang jauh. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan.00. Jarak rumah-kantor tersebut juga terasa sangat jauh. katanya. rute menuju kantor tersebut bisa ditempuh dengan menghantas jalan-jalan kecil yang sepi yang kiri-kanannya penuh pohon-pohon nan merimbun. Bahkan. setiap hari pukul 05. status saya tetap saja sebagai orang sakit. Begitu banyak Ide yang mengalir. berat badan saya naik 3 kg! Oh. Kini. Di samping harus terus minum obat. sangat-amat pelitnya. tapi ingin menghindari asap knalpot. seberang Mabes Polri itu. rupanya saya kurang gerak.

Ruang rapat harus jadi tempat apa saja: debat. dan saling ejek dengan jenaka. ruang rapat sebaiknya jangan penuh ketegangan. beberapa kata yang hanya bersifat basa-basi -sekadar untuk menunjukkan bahwa saya atasan mereka? Akhirnya. Maka. Saya bangga ruang rapat PLN bukan lagi sebuah tempat biasa. saya hampir tidak pernah membaca surat masuk. "Mengapa" saya harus memberikan arahan seolah-olah hanya saya yang "tahu" persoalan itu? Mengapa saya harus memberikan instruksi seolah-olah tanpa instruksi itu mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat? Mengapa saya harus memberikan petunjuk seolah-olah saya itu "pabrik petunjuk"? . muara itu dangkal dan sempit. selama enam bulan di PLN.tapi sedikit yang bisa mencapai muara. di ruang rapat tersebut. Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. Semua bisa. belum tentu saya bisa menyelesaikannya. Kecuali beberapa hal yang sangat jarang saja. Sebab. semua bergantung suasana kejiwaan. Jangan pula harus tegang di ruang rapat. sebagai Dirut PLN. saya tidak boleh begitu. menangis. Betapa relatifnya tempat… Sedih. meminjam lagunya almarhum Gesang. Orang-orang PLN itu siang-malam sudah mengurus tegangan listrik. Puluhan tahun. Saya harus menerima surat-surat yang setumpuk itu untuk dibuatkan disposisinya. senang. semua ide bisa mulai bermuara. Ide-ide brilian macet dan kandas. kalaupun surat itu ditujukan kepada saya. sejak sebelum di PLN. Betapa relatifnya jiwa… Rasanya. Apa yang harus saya tulis di situ? Saran? Pendapat? Instruksi? Larangan? Harapan? Atau. Sebab. memang tidak diperlukan sebuah meja. Saya sudah terbiasa bekerja tanpa meja. Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Kini. Setengah liar. baku ide. Jadi. saya putuskan tidak menuliskan apa-apa. Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing. tapi bisa menjadi katalisator yang menyenangkan. bisa mengalir sampai jauh… Memang. untuk apa harus mampir ke meja saya kalau bisa langsung tertuju kepada yang lebih pas menjawabnya? Kini. Inilah untuk kali pertama dalam hidup saya harus membuat corat-coret di lembar disposisi. Kalau toh ada. Bahkan. berbagi kue. saya juga belum pernah duduk di "kursi" direktur utama. Mau menangis atau tertawa. ketawa. sebelum di PLN. Semua surat masuk langsung didistribusikan ke staf yang bertugas di bidangnya.

universitas terbaik. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan.Maka. jangan heran kalau mayoritas lembar disposisi tersebut tidak ada tulisannya. apa yang sudah kita capai selama enam bulan ini? Ada yang bilang sudah sangat banyak: menanggulangi pemadaman bergilir di seluruh Indonesia. perasaan saya tidak enak. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut. tanpa disposisi satu kata pun. misalnya. Orang yang terlalu sering diberi "pidato" kelak hanya bisa "minta petunjuk". menyelesaikan IPP terkendala yang sudah begitu lama. Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. rasa tanggung jawabnya akan muncul. Kini saatnya barang yang mahal tersebut diberikan kepada mereka. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. dan banyak lagi kini sudah bisa mengucapkan selamat tinggal tegangan 14! Sudah bertahuntahun tegangan listrik di Aceh hanya 14. sama sekali tidak punya wewenang menaikkan atau menurunkan TDL? Betapa relatifnya kepuasan… . Mereka sudah memiliki semuanya: kecuali kemerdekaan ide itu. termasuk seorang anggota DPR di komisi VI. saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. Saya sangat memercayai. hanyalah pengecualian. masih terlalu sedikit yang diperbuat. Cianjur Selatan. doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang? Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman -melebihi saya? Maka. bahwa direksi PLN yang baru ternyata bisanya hanya menaikkan TDL. Kalau saya lakukan itu. Bahkan. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. jika seseorang diberi kepercayaan. untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek. Kini. Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. tegangan listriknya sudah normal. Semua itu saya lakukan di meja rapat. Paling hanya berisi paraf saya dan nama orang yang harus membaca surat itu.universitas terbaik negeri ini ? Bukankah karyawan PLN itu. Tudingan tersebut tentu lucu karena bukankah yang bisa menaikkan TDL itu hanya pemerintah bersama DPR? Bukankah direksi PLN itu. Kalau toh ada yang tidak seperti itu. Karena itu. Tangerang. banyak juga yang bilang. ada yang bilang. Tapi. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. di Aceh dan banyak wilayah itu. sudah bisa 20). sesuai UU. sehingga sering redup dan merusak barang-barang elektronik. saya juga tidak pernah memanggil staf. mengatasi kacaunya tegangan listrik di berbagai wilayah (orang Aceh. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan… Lalu. Saya harus sadar bahwa mayoritas warga PLN adalah lulusan terbaik dari universitas. Saya sangat yakin. Bukan di meja kerja direktur utama. Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas.

Juli 2004 member SDM-Utama melampaui 1000 orang September 2008 member SDM-Utama melampaui 4000 orang dan masih berkembang terus Silakan ajak rekan anda bergabung. artikel.com seperti biasa . Sedangkan Email teks iklan-nya yang akan dipasang.. Setiawan.com Mulai 1 Agustus 2007 semua IKLAN / PROMOSI / PEMASARAN SEMINAR dll. sarankan mereka untuk mengirim email kosong dari alamat emailnya sendiri ke: SDM-Utama-subscribe@yahoogroups.__._.[kecuali iklan Lowongan Pekerjaan] dikenakan biaya Rp 25.000. Bukti transfer harap di fax ke 021-7919 6801 dengan disertai berita yang jelas untuk memasang Email teks iklan yang mana. iklan lowongan pekerjaan [bebas biaya] dan iklan pemasaran Seminar dll [kena biaya] ke: SDM-Utama@yahoogroups.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Email Lamaran Lowongan Kerja Anda harap dikirim LANGSUNG ke alamat email yang menawarkan lowongan kerja. pertanyaan. JANGAN dikirim ke alamat SDM-Utama! Jangan lupa untuk menyebutkan bahwa info lowongan kerja tsb anda ketahui dari SDM-Utama._. Pembayaran dimuka. melalui ATM BCA ke A/C No: 305 122 7245 atas nama Albert M.per iklan tiap kali disiarkan di mailing list SDM-Utama.com Kirimlah info. silakan dikirim ke alamat SDMUtama@yahoogroups.

__. maka anda harus KLIK alamat http://groups. email yang topiknya tidak sesuai dengan pokok bahasan SDM-Utama dan material atau promosi mesum ke SDM-Utama akan menyebabkan anda dibikin: Member can not post! Terima kasih._... Apabila anda di-cekal oleh Yahoo karena email yang dikirim kepada anda mental balik ke Yahoo. dan agar bisa menerima email dari SDM-Utama seperti biasa.._...... MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on .___ Balas ke: Balas ke SDM-Utama Kirim ...com/unbounce?adj=.. yang dicantumkan dalam email REACTIVATION REQUEST yang dikirim oleh Yahoo kepada anda tersebut.......yahoo........ Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use .Get the Yahoo! Toolbar now. Pengiriman email spam... untuk melepaskan diri dari pen-cekal-an oleh Yahoo tersebut.Moderator SDM-Utama berhak menolak memasang iklan yang tidak sesuai dengan misi SDM-Utama. Yahoo! Groups Switch to: Text-Only...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->