9.

PTK MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Model-Model Pembelajaran, Antara Lain: Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: * Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. * Setiap siswa mendapat peran. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture

Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. dipanggil lagi oleh guru. 2. Siswa dibagi dalam kelompok. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Kesimpulan. Banyak siswa yang pasif. Melatih berpikir logis dan sistematis. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 4. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 6. Langkah-langkah: 1. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 3. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Kekurangan:Memakan banyak waktu.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Tanggapan dari teman yang lain. 6. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 5. 3. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru . Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Kesimpulan / rangkuman. 4. Kebaikan: 1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Menyajikan materi sebagai pengantar. 7. 2. Langkah-langkah: 1. 5.

baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. . Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. b. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. atau keduanya. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. etnik maupun kemampuan akademik. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. f. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). c.Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. e. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus.

Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. jenis kelamin dan ras atau etnik. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. kerjasama. Dengan demikian. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Kebanyakan game terdiri dari . Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. 3. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. 2. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. diskusi yang dipimpin guru. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.Metode Jigsaw Pada dasarnya. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya.

masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. 4. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Guru menyajikan pelajaran. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. 4. Kelebihan: 1. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Langkah-langkah: 1. jenis kelamin. Membedakan siswa. Penutup. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. 5. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Model Examples Non Examples . Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. 2.). 6. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. suku. Melatih kerjasama dengan baik.pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. dll. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Memberi evaluasi. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Kekurangan: 1. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 2.

Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Langkah-langkah: 1. Praktek mengajar. Memakan waktu yang lama. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 7. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2. 6.Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. . Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. b. 5. 3. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Kekurangan: 1. c. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Kerjasama ini meliputi: a. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 2. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Kebaikan: 1. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 4. 3. 2. 2. Perencanaan. d. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Observasi. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. KKesimpulan. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.

Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. interest. . Berarti tahap observasi terlalui. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). . sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Tahap ini merupakan tahap refleksi. relevance. bahasa. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 6. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. hasil belajar siswa. ARIAS. Kata kunci: motivasi berprestasi. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. kegiatan pembelajaran 1. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).3. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 4. 5. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. 1998). assessment. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.

sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. Berkenaan dengan hal itu. Oleh karena itu. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. 1987: 289-319). Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. . Satisfaction). Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. sistematik. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Confidence. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. 2. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. relevance. dan model pembelajaran). yaitu kemampuan kognitif. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Namun demikian. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. Model ARCS (Attention. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif).Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Relevance. Kajian Teori dan Pembahasan 2. Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. 1987: 11-14). kurikulum.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS.

Oleh karena itu. confidence (percaya/yakin). seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sikap di mana seseorang merasa yakin. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). interest. yaitu berhubungan dengan sikap percaya.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung . relevance. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. dan assessment (evaluasi). Sikap percaya. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Mengingat pentingnya evaluasi. 1986: 218). Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Dengan modifikasi tersebut. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. relevance. interest. assessment. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. satisfaction (kepuasan/bangga). yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. 2. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. relevance (relevansi). 1981: 80). dan attention menjadi interest. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. assessment dan satisfaction.Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. 1968: 610). Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. 1987: 2-9). maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller.

1987: 2-9). Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. . 1988: 140). yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. dan memiliki tujuan yang jelas. 1989: 42). misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: .Menggunakan suatu patokan. Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Dengan sikap yakin.menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Dalam kegiatan pembelajaran. standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. . Sikap percaya diri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. relevance. . Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut.

analogi.1968: 162). guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: .Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. dan mengubah gaya mengajar. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. . Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. sosial dan fisik. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. interest. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. . .nilai yang dimiliki siswa. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental.. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. 1991). . Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. dari cepat ke lambat. sesuatu yang baru. emosional. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.Menggunakan cerita. dari suara keras ke suara yang sedang. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. .

Bagi siswa. 1988: 70). 1982: 336). Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. mencapai atau mendapat sesuatu. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. untuk merekam apa yang telah siswa capai. Dengan demikian.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. Oleh karena itu. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment.. 1975:561). * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. 1990:31). rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul . Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. 1979:157). evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. 1994). Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. dan untuk membantu siswa dalam belajar. maupun terhadap teman mereka. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. puas atas hasil yang dicapai. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok.

Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi. dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa. bahwa mereka mampu. Artinya. kalimat. mengadakan kegiatan yang relevan. sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru. rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan.Memberi penguatan (reinforcement). Ucapan guru : ―Bagus. sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. susunan dan . Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi.karena pengaruh dari luar individu. gambar atau ilustrasi. 1987: 2-9). . perlengkapan apa yang dibutuhkan. strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. Bentuk. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa. Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain : . kosa kata. memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower. kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!‖. kondisi dan lingkungan siswa. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8)merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. Bahasa. . media pembelajaran apa yang akan dipakai. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. 1975: 561).3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal. Untuk itu. pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. 2. Dengan demikian. melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan.Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan. . dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi. membangkitkan minat/perhatian siswa.

Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Kabupaten Musi Banyu Asin. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup.05. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari. 1987: 29). Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. . Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. Seperti halnya pada percobaan pertama. Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Hasil Percobaan di Lapangan Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa.isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa. pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data. siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. 3. bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland.05. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0. yaitu sebuah SD negeri di Sekayu. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masingmasing kelompok berjumlah 20 orang siswa. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri.

96 pada taraf signifikansi a = 0.44 lebih besar dari Ft=3. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Penutup Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa.dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry. situasi kelas.74 jauh lebih besar dari Ft=4. Penentuan kelompok kontrol. 2.80 > Xn-A=75. (4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak. untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan.02 pada taraf signifikansi a = 0. (2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur.93 (Sopah. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18.1998: 99-100). Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Pengontrolan validitas eksternal adalah: 1.05.05. 4. dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa. 3. Pengontrolan validitas internal adalah: (1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda.55 > Xn-A=15. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal. kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen. yaitu: . (3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78. Pada percobaan kedua Fo=8.98 (Sopah. 1999: 120 – 121). Suasana belajar. Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.

Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. Roy M. 1987. Untuk itu.Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi. yaitu: . Benjamin S. Isabel J. Chicago: Scott.Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. Ruth M. Walaupun sampel ini diambil secara acak. perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama. maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas. . Journal of Instructional Development vol. . Motivating students. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat. Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi. bahan/materi yang diberikan lebih banyak.Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. New York: McGraw-Hill Book Company. . . Successful teaching in secondary schools. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. Callahan. belum begitu banyak. London: Routledge and Kegan Paul Ltd. sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. 11-14. 10 (2). Bloom. Bohlin. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model. 1966. 1980. namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. namun jumlahnya sangat terbatas.1982. Foreman and Company. Untuk itu. Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik. baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik. Karena waktunya terbatas. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. Pustaka Acuan : Beard. sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar. perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. Sterling G. Human characteristics and school learning.Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS.Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. dan Senior.

Gagne (ed. Elida 1989. Soekamto. dan Thomas W. New Jersey: Prentice Hall. Prayitno. Semiawan dan Soedijarto (ed. Intermedia. Inc. Kompas. 1998. Laporan EBTANAS SD. Ernest R. John M. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. 289-319. Petri. Inc. 1993. 1987. ________ 1999. Vol.E. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya. Classroom measurement and evaluation. ________ 1987. Ivor K. 1983. Gagne. Inc.: Prentice-Hall. 10 (3). Laporan penelitian.). Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. Gagne. Sopah. Djamaah 1998. Development and use of ARCS model of instructional design.). Hopkins. Conny R. achievement. Richard L. 10 (3). Psychology for teaching. Boston: Houghton Miflin Company.). Palembang: Depdikbud Kodya Palembang. Lefrancois. New York: Holt. Journal of Instructional Development. CA: Wadsworth Publishing Company. dalam Charles M. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed. Guy R. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Reigeluth (ed). Planning effective instruction. 1989. New York: McGraw Hill Book Company. Toeti 1994. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Keller. NJ: Prentice Hall. dalam Robert M. James N. Jakarta: CV. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta. Jakarta: PPPLPTK. Inc. 11-14. Publishers. Robert M. Vol. Englewood Cliffs. CA: Wadsworth Publishing Company. dan Antes. Theories of learning. Journal of Instructional Development. 14 Juli. Lastri. An application of the ARCS model of motivational design. 1986. Leslie J.W. 30 Juli. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. DeCecco. Publishers. Kopp.T. dan Driscoll. M. Motivasi dalam belajar. 383-430. 2-9. Kemampuan murid SD memprihatinkan. Instructional design theories and models. Instructional technique. 1982. Learning situations and instructinal models. Rinehart and Winston. Reigeluth. Learner interests. Semiawan. NJ. David C. 1987. 1988. Hilgard. John M. Jakarta: Grasindo. 165-175. Charles M. 1981. Herbert L. Memacu masyarakat berprestasi. Walter dan Reiser. Englewood Cliffs. Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI.F. 1987. Hillsdale. William (ed) 1981. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Instructional theories in action.: Lawrence Erlbaum Associates.Davies. Keller. 12. Hendorn. Belmont. Itasca. 1991. 1968. dan Bower. Instructional technology foundations. Boston: Allyn and Bacon. Marcy P. dan Briggs. dan Curtis Ruth V. Principles of instructional design. 1990. Morris. Belmont. John P. The American heritage dictionary of English language. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. 175-206. Robert M. McClelland. Hillsdale. Terjemahan Siswo Suyanto dan W. and continuing motivation in instruction. Charles D. Peacock Publisher. NJ. Illinois: F. Disertasi. Motivation: Theory and research. 1975. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. 1979. . Publishers. 1987. Robert A. Dick. Bakowatun. Essentials of learning for instruction. Hillsdale. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. Gordon H. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa.

« SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PENGANTAR ANTROPOLOGI » Tindakan Model-Model Pembelajaran April 22. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. pembuat kesimpulan (summarizer). pengatur materi (material manager). 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. 1. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. 2008 · & Komentar Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Sumadi 1982. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok.Suryabrata. 3. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. misalnya. 2. . atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Di dalam kelompoknya. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. peran pencatat (recorder). Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Yogyakarta: Depdikbud. Pada dasarnya. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas.

melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 7. dll.) 3. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Berpikir dan bertindak kreatif. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. tugas. 6. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. khususnya dunia kerja. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Langkah-langkah: 1. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 2. pemecahan masalah. peran guru menyajikan masalah. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. jadwal. 2. 2. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. pengumpulan data. 4. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 3. hipotesis. 5.Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. . Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Picture and Picture . Guru membagi siswa untuk berpasangan. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. 2. Langkah-langkah: 1. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 3. 2. Penutup. Bertukar peran. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. serta lakukan seperti di atas. 3. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. 4. Kesimpulan guru. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 6. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. 5. Kelebihan: * Melatih pendengaran. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 2. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. ketelitian / kecermatan. Kekurangan: 1.Kelebihan: 1. 7. * Setiap siswa mendapat peran. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.

Siswa dibagi dalam kelompok. 5. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan. 5. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. 2. Menyajikan materi sebagai pengantar. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 4. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 3. 7. 2. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Melatih berpikir logis dan sistematis. Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 4. Kebaikan: 1. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) . Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. dipanggil lagi oleh guru. Banyak siswa yang pasif. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Tanggapan dari teman yang lain. Langkah-langkah: 1. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2. 6. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 6. Kesimpulan / rangkuman. 3.

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Metode Jigsaw

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih, ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup. Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat

2. 2. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. KKesimpulan. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 6.pada kertas. . Tahap ini merupakan tahap refleksi. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Praktek mengajar. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. 3. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Perencanaan. Berarti tahap observasi terlalui. Memakan waktu yang lama. 2. Observasi. 5. d. Kerjasama ini meliputi: a. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. b. 3. Kekurangan: 1. 4. 7. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. c. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kebaikan: 1. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.

kurikulum. . assessment. http://gurupkn. interest. kegiatan pembelajaran 1. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Kata kunci: motivasi berprestasi. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . dan model pembelajaran). yaitu kemampuan kognitif. 1998). Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. ARIAS. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. .6. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. hasil belajar siswa. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12).wordpress. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/ Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). relevance. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. bahasa. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.

padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda.Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. sistematik. dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun demikian. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Relevance. relevance (relevansi). Kajian Teori dan Pembahasan 2. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Satisfaction). 1987: 11-14).1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian . Dengan modifikasi tersebut. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. 1968: 610). 1987: 289-319). satisfaction (kepuasan/bangga). Oleh karena itu. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. confidence (percaya/yakin). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. dan assessment (evaluasi). Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. Berkenaan dengan hal itu. Model ARCS (Attention. Mengingat pentingnya evaluasi. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Confidence. 2. relevance. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS.

sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. yaitu berhubungan dengan sikap percaya. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. dan attention menjadi interest. Sikap di mana seseorang merasa yakin. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). 1989: 42). 2. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. assessment. 1987: 2-9). Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. relevance. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. Sikap percaya. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance.nama confidence menjadi assurance. Oleh karena itu. relevance. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. 1981: 80). Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. interest. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. assessment dan satisfaction. Dengan sikap yakin. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Sikap percaya diri. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. interest. 1986: 218). Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian).2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri).

Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. 1988: 140). para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . . misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model).Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. 1987: 2-9). dan memiliki tujuan yang jelas. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. relevance. Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. . Sesuatu yang memiliki arah tujuan.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut.Menggunakan suatu patokan. Dalam kegiatan pembelajaran. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. .1968: 162). yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. . Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara. . Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli.

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah . 1991). .. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. dari cepat ke lambat. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian.Menggunakan cerita. analogi. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. emosional. .Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. . Oleh karena itu. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. dan mengubah gaya mengajar. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS.nilai yang dimiliki siswa. interest. sesuatu yang baru. 1982: 336). sosial dan fisik.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. dari suara keras ke suara yang sedang. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.

untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan).yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. 1994). * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. dan untuk membantu siswa dalam belajar. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF . Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. 1975:561). 1988: 70). untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. untuk merekam apa yang telah siswa capai. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. Dengan demikian. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. 1990:31). Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. maupun terhadap teman mereka. 1987: 2-9). Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Bagi siswa. puas atas hasil yang dicapai. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. mencapai atau mendapat sesuatu. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. 1979:157). Oleh karena itu.

5. 3. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. 4. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. pembuat kesimpulan (summarizer). hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. 2.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. pengatur materi (material manager). Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. peran pencatat (recorder). Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. misalnya. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Di dalam kelompoknya. . agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. 2. 1. Berpikir dan bertindak kreatif. Pada dasarnya. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan.

2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 2. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: 1. pemecahan masalah. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Kekurangan: 1. jadwal. 2. 2. dll. 3. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. 3. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. hipotesis. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai.) 3.6. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. peran guru menyajikan masalah. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 5. khususnya dunia kerja. 3. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide- . melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. tugas. 4. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. pengumpulan data. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Langkah-langkah: 1. 4. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 2. 7. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.

ketelitian / kecermatan. 7. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 3. Banyak siswa yang pasif. Langkah-langkah: 1. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Tanggapan dari teman yang lain. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Menyajikan materi sebagai pengantar. • Setiap siswa mendapat peran. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan / rangkuman. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Kesimpulan guru. Langkah-langkah: 1. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 4. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Melatih berpikir logis dan sistematis. 7. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. Kelebihan: . Penutup. Kebaikan: 1. 6. 2. 2. Kekurangan:Memakan banyak waktu. 5. serta lakukan seperti di atas. 2. 4. 5. 6. Kesimpulan. 5. Kelebihan: • Melatih pendengaran. 6. Bertukar peran. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Siswa dibagi dalam kelompok. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.

f. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. atau keduanya. b. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). dipanggil lagi oleh guru. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. etnik maupun kemampuan akademik. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.• Setiap siswa menjadi siap semua. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. d. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. . c. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. e. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Kelemahan: • Kemungkinan nomor yang dipanggil. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.

Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. 2. jenis kelamin dan ras atau etnik. diskusi yang dipimpin guru. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. 4. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Tiga siswa tertinggi prestasinya . Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. kerjasama. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. 3. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil.Metode Jigsaw Pada dasarnya. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Dengan demikian. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.

Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. 5. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. 7. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Kekurangan: 1. 3. 2. Langkah-langkah: 1. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. jenis kelamin. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 ________________________________________ Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Penutup. 4. 6. 5. 5. KKesimpulan. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Langkah-langkah: 1. 4. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. 2. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. dll. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Kebaikan: 1.). Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Kelebihan: 1. . 6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 3. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Guru menyajikan pelajaran. Memberi evaluasi. 2. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 2. 3.dikelompokkan pada meja I. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Membedakan siswa. Melatih kerjasama dengan baik. suku.

Tahap ini merupakan tahap refleksi. 2. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. d. c. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Berarti tahap observasi terlalui. 4.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. (Dari berbagai sumber) KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Ditulis pada Januari 17. 3. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. 5. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Perencanaan. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Kerjasama ini meliputi: a. bahasa. b. 2008 oleh kiranawati Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran . Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. . Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 6. Observasi. Praktek mengajar. 2. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.Kekurangan: 1. Memakan waktu yang lama. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.

DAN PEMBELAJARAN Peran Guru : * memperhatikan dan bersikap positif. mengimplementasikan. siswa.Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan. KERANGKA KERJA PENGAJARAN . serta tugas masingmasing. * mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya. * memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya. * terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya. * memiliki motivasi. dan metode-metode yang akan digunakan. dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional GURU. * dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. Peran Siswa : * tertarik pada topik yang sedang dibahas. * memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru. strategi. Tugas pembelajaran : * spesifik dan dapat dikelola dengan baik * kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa * secara aktif melibatkan siswa * bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran. * tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree). * urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif. * merasa aman dalam lingkungan sekolah. * melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai. * pola interaksi yang memungkinkan. Variabel-variabel tersebut di antaranya : * hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan. PESERTA DIDIK. * konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa. * keterbatasan praktek pembelajaran yang ada.

strategi melalui pengalaman (experiential).Kerangka Kerja Pengajaran Model-model Pembelajaran 1. 3. struktur dan fokus pembelajaran. (c) model interaksi sosial. STRATEGI PENGAJARAN STRATEGI PENGAJARAN 1. teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. strategi interaktif (interactive). Menurut arti secara leksikal. tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi. Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct). strategi tidak langsung (indirect). 2. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan.Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction) . Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya. dan strategi mandiri (independent). 4. 2. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru. strategi adalah rencana atau kebijakan yang 3. Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran. keterampilan. metode. Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi. dan (d) model behavior. dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten). 2. Strategi Pembelajaran 1. Metode-metode Pembelajaran 1. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Keterampilan-keterampilan pembelajaran 1. serta pengelolaan pembelajaran. Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. 3. 2. diskusi. artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. (b) model personal. 5. pembelajaran langsung. Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi. dirancang untuk mencapai suatu tujuan.

serta demonstrasi. pengajaran eksplisit. penggambaran inferensi berdasarkan data. percaya diri. berpusat pada siswa. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di . dan bukan hasil belajar. 5. noncetak. peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator. * Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah 2. dan berorientasi pada aktivitas.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning) * Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif. sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum. * Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) * Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik.* Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi. pertanyaan didaktik. di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi. dan paling sering digunakan. diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok. 4. memberikan kesempatan siswa untuk terlibat. pengalaman. * Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metodemetode interaktif. * Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru merancang lingkungan belajar. pendukung. * Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan. dan sumber personal (resource person). atau pembentukan hipotesis. praktek dan latihan.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction) * Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi. dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri. serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir. dan kerjasama siswa secara berpasangan. 3. penyelidikan. Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah. Sebagai contoh. dan perbaikan diri. pandangan. * Dalam pembelajaran tidak langsung.Strategi Belajar Mandiri (independent study) * Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa. * Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar. * Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak. dan sumber-sumber manusia. dan pengetahuan guru atau kelompok.

waktu. perhatian. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi KEGUNAAN MEDIA * Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis * Mengatasi keterbatasan ruang. * Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya. GERAK KLASIFIKASI MEDIA Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA . dan daya indera * Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah * Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA. METODE PENGAJARAN METODE PENGAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. VISUAL. perasaan.bawah bimbingan atau supervisi guru.

visual. kerja kelompok.com DIarsipkan di bawah: Pembelajaran Model-model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. fasilitas-media yang tersedia. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. Oleh karena itu. sifat materi bahan ajar. karekter). gerak) * Keadaan lingkungan setempat * Luasnya jangkauan yang ingin dilayani Sumber : Internet dan kumpulan artikel Dikirim oleh : wijianta. dan rasa senasib. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). dan kondisi guru itu sendiri. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. belajar berkelompok secara koperatif. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. tugas. 1. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. atau inkuiri. ada control dan fasilitasi. siawa heterogen (kemampuan. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. menyelesaikan persoalan. Dalam prakteknya. dan pelaporan. presentasi hasil kelompok. pengalaman. membentuk kelompok heterogen. gender. pengarahan-strategi. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep.* Tujuan yang ingin dicapai * Karakteristik siswa/sasaran * Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio. Cooperative Learning). kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life . siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. tanggung jawab. 2. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. pembegian tugas. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. terbuka. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. wijianta@gmail. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. Koperatif (CL. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. Kontekstual (CTL. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi.

eksplorasi. Realistik (RME. 5.modeling). siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran .atau algoritma). Sintaknya adalah menyiapkan siswa. induksi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. demokratis. mengerjakan). dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. mengembangkan. yaitu matematika horizontal (tools. konsep. belum dikenal cara penyelesaiannya. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). Pembelajaran Langsung (DL. constructivism (membangun pemahaman sendiri. yaitu modeling (pemusatan perhatian. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. motivasi. sajian informasi dan prosedur. mengkonstruksi konsep-aturan. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. investigasi. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. konjektur. . motivasi belajar muncul. prinsip. hands-on. refleksi. rangkuman. siswa melakukan dan mengalami. generalisasi. tidak hanya menonton dan mencatat. menuntun. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. aturan. minds-on. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. fakta. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. questioning (eksplorasi. informal ke formal). inquiry (identifikasi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. algoritma. latihan mandiri. rambu-rambu. hipotesis. contoh). proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. sharing). Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. interpretasi. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. dan evaluasi. negosiasi. dunia pikiran siswa menjadi konkret. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). dan inkuiri 6. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. evaluasi. latihan terbimbing. 3. penilaian portofolio. analisissintesis). mencoba. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. 4. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). penyampaian kompetensi-tujuan. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. pengarahanpetunjuk. terbuka. mengarahkan. reflection (reviu. identifikasi. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. investigasi. elaborasi (analisis). dan pengembangan kemampuan sosialisasi. inkuiri. sintesis. pengemabngan mateastika). authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. menemukan). generalisasi). membimbing. generalisasi. tindak lanjut). konjektur.

namun demikian bisa dibiasakan. jalan keluar. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. nada lembut. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. 8. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. perhatikan dan catat reson siswa. mengeksplorasi. fluency). diagram. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. Untuk mngurang kondisi tersebut. siswa mengidentifkasi. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. dan ragam berpikir. menimalisasi tulisan-hitungan. sharing.menginvestigasi. dan akhirnya menemukan solusi. table). jawaban siswa beragam. 9. bimbingan dan pengarahan. kreativitas. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). identifikasi kekeliruan. dan sosialisasi. kaitakkan dengan materi selanjutnya. menyenangkan. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. komunikasi-interaksi. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. keterpasuan. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. dan ceria. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. kognitif tinggi. membuat kesimpulan. suara menyejukkan. sehingga suasana menjadi nyaman. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. Jangan lupa. Sintaknya adalah: pemahaman. kemudian eksplanasi (empiric). 7. kritis. dan tertawa. ia telah berpartisipasi 10. keterbukaan. keterbukaan. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. senyum. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. Ada canda. Problem Terbuka (OE. pengorganisasian pembelajaran.yang disajikan. cara. . Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. mulai dari eksplorasi (deskripsi). menyusun soal-pertanyaan. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). menduga. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. cari alternative. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat.

lembut. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. bertanya. berpikir. . representasi. presentasi. mengingat. medium. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. memecahkan masalah. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. yaitu: informasi. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. Untuk mewujudkan belajar efektif. membacamerangkum. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. membaca. Siapkan meja turnamen secukupnya. dan ada sajian bodoran. hipotesis. yaitu bagaimana siswa belajar. mengidentifikasi. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. ramah . Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. mendemonstrasikan. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. Sintaknya adalah sebagai berikut: a.11. menyimak. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. SDetelah memperoleh tugas. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. menyelidiki. menggambar. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. very good. good. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. menemukan. argumentasi. 12. mencipta. dan memotivasi diri. dan mennaggapi. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. pengarahan. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. 13. merangkum. mengemukakan penndepat. c. mengkonstruksi. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. dan menerapkan. berbicara. menggunbakan media dan alat peraga. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. santun.

Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Intellectualy. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. e. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. Pengarahan. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. 18. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. 17.). 14. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. buat kelompok heterogen (4-5 orang). mengembangkannya. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. 15. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. berikan penghargaan kelompok dan individual. Auditory. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. buat kelompok heterogen. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. iformasi bahan ajar. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. AIR (Auditory. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. VAK (Visualization. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. 19. umumkan hasil kuis dan beri reward. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.d. Bumping. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. perluasan. saling tukar jawaban. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. berikan bahan ajar (LKS) yang . 16.

dan alternative solusi). Sinatknya adalah: informasi. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. kuis individual. 21. rencanakan pelaksanaan investigasi. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. 20. presentasi dan diskusi. kembali ke kelompok asal. laporan kelompok. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. 24. misal mengukur tinggi pohon. . refleksi. kuis individual. kerja kelompok. buat skor perkembangan tiap siswa. 25. kembali ke kelompok aasal. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi.terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. presentasi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. pilih strategi solusi 23. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. Sintaknya adalah kerja kelompok. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. tuiap kelompok bahan belajar sama. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. melaporkan. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. presentasi. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). dan kemudian buat laopran hasil presentasi. 22. presentasi kelompok (share). tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. kerja kelompok. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. diskusi. mengkritisi. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. diskusi. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. penyimpulan dan evaluasi. identifikasi perbedaan. banyak guru dan staf sekolah). umumkan hasil kuis dan berikan reward. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. buat skor perkem\angan siswa.

Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Question. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. memperluas. dn 5 untuk certain. CORE (Connecting. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini.26. dan rencana solusi yang terpilih. dan menggali. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Kerangka pikir untuk sukses. deteksi kausal. Sintaknya adalah: identifkasi. analisis kausal. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. SQ4R (Survey. Refleting. Read. 31. SQ3R (Survey. (0) organisasi ide untuk memahami materi. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. (R) memikirkan kembali. 1 untuk amost guest. solusi tentative. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. Read. menggunakan. dan menemukan. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. pertimbangan solusi. 29. Organizing. mendalami. Recite. 32. (E) mengembangkan. 2 untuk not sure. 3 untuk sure. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Recite. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). deteksi kausal lain. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. analisi pengalaman. 4 untuk almost certain. Question. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. dan konsep-ide. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. mengelompokkan gejala. 27. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). Reflect. menuliskan pernyataan . Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. Ajukan pengujian pemahaman.

Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. 38. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama.masalah yang telah direvisi. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. 34. Sintaksnya adalah: persiapan. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. 37. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. 35. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. dan kembali berbagai informasi. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. Integrated. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. penggunaan. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. bentuk kelompok berpasangan sebangku. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. dan seterusnya 36. 33. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. sajian materi. pendahuluan. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. Reading. menemukan pilihan solusi utama. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. mengidentifikasui kausal. presentasi di depan hasil diskusinya. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. identifikasi kausal utama. presentasi hasil kelompok. . CIRC (Cooperative. imoplementasi solusi. penerapan. pengemabangan. refleksi. dan implementasi solusi utama. dan penutup. menemukan kata kunci. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan.

Langkahnya adalah: informasi kompetensi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. pembentukan kelompok siswa. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. 44. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. tanya jawab untuk pemantapan. sajian gambaran umum materi bahan ajar. penyampaian kompetensi. refleksi. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. 41. pemberian reward. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. sajian materi pokok. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. bekerja kelompok. 46. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. 40. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. 45. penyuimpulan. bimbingan penimpoulan dan refleksi. penyimpulan dan evaluasi. membentuk kelompok. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. langkah demi langkah bertahap. refleksi. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. kelompok lain menjawab secara bergantian. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. buat kartu jawaban dengan diacak . pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok.39. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. 43. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. sajian materi. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. mengecek pemahaman dan balikan. presentasi hasil kelompok. dikusi kelas. membimbing pelatihan-penerapan. sajian materi. kesimpulan dan evaluasi. refleksi dan evaluasi 42.

adakah alternative. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. penyimpulan dan evaluasi. 53. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. evaluasi dan refleksi. 50. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. evaluasi dan refleksi. sajian permasalahan terbuka. Sintaks: pemahaman masalah. 49. valuasi dan refleksi. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. penyimpulan dan evaluasi. kartu dikumpul lagi dan dikocok. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. sajikan materi. sajian materi. dan pengecekan. 51. bertukar peran. 48. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. pengecekan kebenaran jawaban. presentasi hasil kelompok. penyimpulan. solusi. presentasi hasuil diskusi kelompok. 52. bertukar peran. evaluasi dan refleksi. refleksi. . penyimpulan.nomornya. bimbingan penyimpulan. Metakognitive questioning. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. refleksi. 54. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. bagikan wacana materi bahan ajar. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. Examples Non Examples Persiapkan gambar. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. Practicing. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. apakah solusinya. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. diagram. rencana. apakah bermanfaat. 47. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP.

Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. siswa latian dan bertanya. Obtaining mastery. guru membentuk kelompok. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. siswa berkelompok melengkapi. evaluasi. aplikasi.Reviewing and reducing difficulty. Enrichment. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. Time Token Model ini digunakan (Arebds. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. sajian materi. . tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. pengungkapan ide-konsep awal. presentasi. evaluasi dan refleksi 61. dan hipotesis. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. 60. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. sajian materi. berupa opemecahan masalah. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. Tanya jawab dan refleksi 57. integrasi. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. setelah selesai kupon dikembalikan. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. siswa ditugaskan membaca wacana. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. 59. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. berikan sal tes bentuk super item. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. 55. 58. Verivication. dan refleksi 56. presentasi. berikan latihan soal bertingkat. membentuk kelompok heterogen. sampaikan kompetensi. ranguman. informasikan kompetensi. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi.

Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. ketrampilan. tiap usaha siswa diberi reward. alami-dengan dunia realitas siswa. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. interaktif. 63. 64. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. kohesif. Barangkali atas dasar itulah. Guru harus menciptakan suasana kondusif.62. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. dan saling menghargai. . jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. by: SURYONO Menjadi Guru Berkarakter Posted on 9 Oktober 2011 by AKHMAD SUDRAJAT Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah. Uhar Suharsaputra. reward. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. partisipatif. Sintaksnya adalah: sajian konsep. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. konsep harus dialami. lima kali salah guru membimbing. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. virtual workshop menggunakan computer-internet. namai-buat generalisasi sampai konsep. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. Kumon Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. semua mempunyai tujuan. kerja individual. dinamis. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. kelompokkerjasama. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta. kebebasan-terbuka. latihan. 65. Dr. Agustus 2011. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. tentu tidak lepas dari peran guru.

dalam ketidakpastian masa depan yang mungkin sedikit dapat dipastikan… Siswa adalah manusia utuh.Buku ini menyuguhkan tentang seputar guru dan keguruan dalam perspektif yang berbeda. “Seorang guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah. hingga eksistensi diri dalam lingkungan ilmu pengetahuan. GURU HARUS TAHU ATURAN. eksistensi diri dalam lingkungan organisasi dan keorganisasian. tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru. baik tentang eksistensi diri sendiri. kepribadian serta latar belakang sosial budayanya. tetapi mencoba melihat lebih jauh tentang esensi guru dan keguruan sebagai landasan penting dalam pengembangan pribadi guru. dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri. Buku ini tidak berbicara pada tingkatan permukaan profesionalisme guru yang cenderung adminiistratif-formalistik. eksistensi diri dengan peserta didik. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa. serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah” Demikian. BERSEDIA DIATUR. Kita tidak bergaul. dikatakan bahwa: Guru adalah pelayan mereka untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan. prilaku. dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku. berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya… . Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi. Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap. dan BISA MENGATUR. sepenggal kalimat yang terungkap dalam isi buku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah. eksistensi diri dalam lingkungan masyarakat. maka terimalah dia apa adanya. oleh karena itu kita.

(4) Community-based(Consummer-based). (5) Elective. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut. Guru berkarakter senantiasa berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan yang dimilikinya. melainkan a process of becoming. (2) Problem-based. Informasi tentang buku tersebut bisa Anda kunjungi website di bawah ini: Menjadi Guru Berkarakter SPICES : Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif Posted on 16 September 2011 by AKHMAD SUDRAJAT SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif. dan (6) Systematic. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden. rasa peduli (caring). Menjadi guru berkarakter adalah orang yang siap untuk terus menerus meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai suatu kesadaran akan panggilan hidup. dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis. rasa berbagi (sharing). Dalam penutupnya.Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern). Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini. . Tentu masih banyak lagi pemikiran menarik lainnya yang bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita sebagai guru maupun calon guru dalam upaya mewujudkan diri menuju GURU YANG BERKARAKTER. penulis menyampaikan pula bahwa Guru Berkarakter sesungguhnya bukanlah sesuatu yang bersifat to be or not to be. SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered. dan kebaikan yang tulus (kindness). (3) Integrated.

Elective. Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan. menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu.1. Dalam hal ini. serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. Community-based (Consummer-based). baik secara horisontal maupun vertikal. berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Melalui berbasis komunitas ini. tujuan. Integrated. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin). Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya. 2. sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa. mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan. memanfaatkan banyak media. disesuaikan dengan minat. 5. Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. Student-centered. secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya. bakat. dan keunikan karakteristik mereka masingmasing. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning. 3. materi dan tahapan-tahapan yang jelas. 6. 4. penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. . logis dan tertib. Problem-based. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum. sumber belajar yang akan digunakan. aktif dalam pengelolaan pengetahuan. Systematic. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui. Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi. sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu.

diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif. yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita.. minat dan keunikan karakteristik lainnya. Artikel ini adalah CEO’s Note edisi ke-6 bulan Juli 2010.000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan. khususnya dalam konteks KTSP . ================== Refleksi: Melihat berbagai keunggulan yang ada. banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan. (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya. Sebulan sekali.. Tujuannya. konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya. . (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat. dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif. Dalam konteks pendidikan nasional. konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM. (3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas. Setiap kali CEO’s Note terbit. Surat itu diberi nama CEO’s Note. CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN.Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES. seluruh karyawan PLN yang lebih dari 40. jadi teladan bagi bawahan dan demokratis. konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita. Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik… [SDM-Utama] PLN's CEO Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa KEPADA: 1 penerima Tampilkan Detail Alangkah baiknya kalau semua pemimpin bisa seperti ini. Inilah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya. low profile.

Syukurlah. Karena itu. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. Ada yang bilang ”sudah” enam bulan. kata dokter. saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. seingat saya. saya dua kali sakit perut serius. dan bahkan selamatan boyongan rumah anak sendiri. Begitulah kata dokter. belum pernah saya absen. saya tidak ke mana-mana. sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN. ketika rapat penting yang telanjur dijadwalkan tersebut harus dimulai. Sebab. tidak ada rapat yang bisa saya hadiri. dan banyak lagi. Semua saya hindari. ketika hari sudah berubah siang. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik. persatuan olahraga bridge Indonesia. Sebenarnya. Apalagi rapat-rapat organisasi atau permintaan ceramah. Saya memang tidak boleh sembarangan minum obat. Saya memang masih tercatat sebagai ketua umum persatuan perusahaan surat kabar se-Indonesia. pesta perkawinan teman-teman dekat. ketua umum persatuan barongsai Indonesia. teman dekat. saya tidak bisa menghadiri acara keluarga. Betapa relatifnya waktu… Selama enam bulan itu. Selama enam bulan tersebut. Setengah hari saya tidak bisa bekerja. sakit perut itu cepat hilang tanpa saya harus minum obat. Selama enam bulan itu. saya harus minta maaf kepada famili.Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. sakit itu sembuh sendiri… Selama enam bulan itu. selama enam bulan di PLN ini. khawatir berbenturan dengan obat transplan yang masih harus saya minum setiap hari. dan pengurus berbagai organisasi yang saya ketuai. kalau biasanya dulu setiap bulan saya bisa dua-tiga kali ke luar negeri. saya tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. Saya memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa "hati"nya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. Untuk itu. Tiba-tiba saja. .

. Lalu. Kadang memang begitu sulit mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. sering juga ide tersebut dikemukakan dengan jenakanya. ke Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo. rute menuju kantor tersebut bisa ditempuh dengan menghantas jalan-jalan kecil yang sepi yang kiri-kanannya penuh pohon-pohon nan merimbun. Betapa relatifnya uang… Selama enam bulan itu. Hanya dari mobil ke ruang rapat. sangat-amat pelitnya. Masih punya utang 1 kg lagi. Dokter selalu mengingatkan. Berangkat sepagi itu bukan supaya dianggap sok rajin. Bahkan. Ruang rapat sering menjadi tempat hiburan yang menyenangkan. saya dua kali menangis. seberang Mabes Polri itu. Apalagi. Hasilnya: selama satu bulan itu. minta sangu untuk pulang karena uangnya tinggal pas-pasan untuk datang ke PLN itu tanpa tahu harus bagaimana pulangnya. berjalan cepat selama 35 menit itu terasa berat. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas. kian lama menjadi kian biasa. Tidak ada gunanya berolahraga sambil menghirup CO2. Maka. berat badan sudah turun 2 kg. Di mana-mana.30. Yang tidak ada pada mereka adalah muara. saya putuskan ini: berangkat kerja berjalan kaki saja. Betapa relatifnya jarak… Enak juga sudah di kantor pagi-pagi.45 saya sudah berangkat kerja. seorang perempuan yang merasa diperlakukan kejam oleh suaminya juga tahu jadwal saya ini: Sebelum pukul 07. Jalan kaki dari rumah saya di dekat Pacific Place Semanggi. Sekali di ruang rapat dan sekali di Komisi VII DPR RI. Jarak rumah-kantor tersebut juga terasa sangat jauh. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. Orang PLN itu ratarata cerdas-cerdas: tahu semua persoalan yang dihadapi perusahaan dan bahkan tahu juga bagaimana cara menyelesaikannya. Dokter yang tiga tahun lalu mentransplantasi hati saya melarang badan saya terlalu gemuk. di berbagai forum. Di samping harus terus minum obat. Beruntung. Jakarta. setiap hari pukul 05. Tapi. Karena itu. menjadi pemandangan biasa pada pukul 07. Terutama ketika begitu banyak ide datang dari para peserta rapat.00. meski kelihatannya sehat.00 sudah banyak orang Jepang yang antre di ruang tamu. belakangan jarak itu terasa sedikit kurang jauh. Bahkan. status saya tetap saja sebagai orang sakit. Mula-mula. saya selalu membanggakan kualitas personal PLN. katanya. Demikian juga beberapa relasi PLN lainnya. ketika baru ada satu-dua mikrolet mengasapi jalanan. Kini.Menjelang enam bulan di PLN. Suaminya. Begitu banyak Ide yang mengalir. Tapi. Pukul 06. tidak berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. tapi ingin menghindari asap knalpot. rupanya saya kurang gerak. saya (biasanya ditemani istri) tiba di kantor dengan keringat yang bercucuran. berat badan saya naik 3 kg! Oh. juga harus tetap hati-hati. Dan dari ruang rapat ke mobil. menginjak bulan keenam. perempuan itu sudah menangis di lobi untuk mengadukan kelakuan suaminya. Siang dan malam. Itu tentu tidak baik.

sebelum di PLN. Saya bangga ruang rapat PLN bukan lagi sebuah tempat biasa. Apa yang harus saya tulis di situ? Saran? Pendapat? Instruksi? Larangan? Harapan? Atau. senang. Jadi. Bahkan. kalaupun surat itu ditujukan kepada saya. bisa mengalir sampai jauh… Memang. belum tentu saya bisa menyelesaikannya. baku ide. Mau menangis atau tertawa.tapi sedikit yang bisa mencapai muara. untuk apa harus mampir ke meja saya kalau bisa langsung tertuju kepada yang lebih pas menjawabnya? Kini. sejak sebelum di PLN. Kecuali beberapa hal yang sangat jarang saja. saya putuskan tidak menuliskan apa-apa. meminjam lagunya almarhum Gesang. Ruang rapat harus jadi tempat apa saja: debat. beberapa kata yang hanya bersifat basa-basi -sekadar untuk menunjukkan bahwa saya atasan mereka? Akhirnya. menangis. saya juga belum pernah duduk di "kursi" direktur utama. Saya sudah terbiasa bekerja tanpa meja. Sebab. ruang rapat sebaiknya jangan penuh ketegangan. Jangan pula harus tegang di ruang rapat. dan saling ejek dengan jenaka. Kalau toh ada. sebagai Dirut PLN. Inilah untuk kali pertama dalam hidup saya harus membuat corat-coret di lembar disposisi. Ide-ide brilian macet dan kandas. Betapa relatifnya jiwa… Rasanya. Semua surat masuk langsung didistribusikan ke staf yang bertugas di bidangnya. Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing. Sebab. berbagi kue. Setengah liar. semua bergantung suasana kejiwaan. Maka. "Mengapa" saya harus memberikan arahan seolah-olah hanya saya yang "tahu" persoalan itu? Mengapa saya harus memberikan instruksi seolah-olah tanpa instruksi itu mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat? Mengapa saya harus memberikan petunjuk seolah-olah saya itu "pabrik petunjuk"? . Semua bisa. saya tidak boleh begitu. semua ide bisa mulai bermuara. muara itu dangkal dan sempit. Kini. Puluhan tahun. Saya harus menerima surat-surat yang setumpuk itu untuk dibuatkan disposisinya. ketawa. Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. selama enam bulan di PLN. saya hampir tidak pernah membaca surat masuk. Betapa relatifnya tempat… Sedih. memang tidak diperlukan sebuah meja. Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Orang-orang PLN itu siang-malam sudah mengurus tegangan listrik. di ruang rapat tersebut. tapi bisa menjadi katalisator yang menyenangkan.

tanpa disposisi satu kata pun. hanyalah pengecualian. Kalau toh ada yang tidak seperti itu. saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. sehingga sering redup dan merusak barang-barang elektronik. Cianjur Selatan. Tangerang. saya juga tidak pernah memanggil staf.Maka. menyelesaikan IPP terkendala yang sudah begitu lama. Orang yang terlalu sering diberi "pidato" kelak hanya bisa "minta petunjuk". doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang? Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman -melebihi saya? Maka. apa yang sudah kita capai selama enam bulan ini? Ada yang bilang sudah sangat banyak: menanggulangi pemadaman bergilir di seluruh Indonesia. Bukan di meja kerja direktur utama. Bahkan. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. sesuai UU. sudah bisa 20). Kini saatnya barang yang mahal tersebut diberikan kepada mereka. Tapi. dan banyak lagi kini sudah bisa mengucapkan selamat tinggal tegangan 14! Sudah bertahuntahun tegangan listrik di Aceh hanya 14. Kalau saya lakukan itu. rasa tanggung jawabnya akan muncul. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan… Lalu. sama sekali tidak punya wewenang menaikkan atau menurunkan TDL? Betapa relatifnya kepuasan… . Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas. jika seseorang diberi kepercayaan. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. Saya harus sadar bahwa mayoritas warga PLN adalah lulusan terbaik dari universitas. ada yang bilang. Saya sangat yakin. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek.universitas terbaik. jangan heran kalau mayoritas lembar disposisi tersebut tidak ada tulisannya. Tudingan tersebut tentu lucu karena bukankah yang bisa menaikkan TDL itu hanya pemerintah bersama DPR? Bukankah direksi PLN itu. perasaan saya tidak enak. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut. Karena itu. di Aceh dan banyak wilayah itu. mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan. banyak juga yang bilang. masih terlalu sedikit yang diperbuat. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. Kini. termasuk seorang anggota DPR di komisi VI. untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama. Paling hanya berisi paraf saya dan nama orang yang harus membaca surat itu. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. bahwa direksi PLN yang baru ternyata bisanya hanya menaikkan TDL.universitas terbaik negeri ini ? Bukankah karyawan PLN itu. tegangan listriknya sudah normal. mengatasi kacaunya tegangan listrik di berbagai wilayah (orang Aceh. Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Mereka sudah memiliki semuanya: kecuali kemerdekaan ide itu. Saya sangat memercayai. misalnya. Semua itu saya lakukan di meja rapat. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan.

per iklan tiap kali disiarkan di mailing list SDM-Utama.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Email Lamaran Lowongan Kerja Anda harap dikirim LANGSUNG ke alamat email yang menawarkan lowongan kerja. Juli 2004 member SDM-Utama melampaui 1000 orang September 2008 member SDM-Utama melampaui 4000 orang dan masih berkembang terus Silakan ajak rekan anda bergabung._. sarankan mereka untuk mengirim email kosong dari alamat emailnya sendiri ke: SDM-Utama-subscribe@yahoogroups. melalui ATM BCA ke A/C No: 305 122 7245 atas nama Albert M.com Mulai 1 Agustus 2007 semua IKLAN / PROMOSI / PEMASARAN SEMINAR dll.000. pertanyaan. Sedangkan Email teks iklan-nya yang akan dipasang.com seperti biasa . silakan dikirim ke alamat SDMUtama@yahoogroups. JANGAN dikirim ke alamat SDM-Utama! Jangan lupa untuk menyebutkan bahwa info lowongan kerja tsb anda ketahui dari SDM-Utama. Pembayaran dimuka.._. iklan lowongan pekerjaan [bebas biaya] dan iklan pemasaran Seminar dll [kena biaya] ke: SDM-Utama@yahoogroups.[kecuali iklan Lowongan Pekerjaan] dikenakan biaya Rp 25. Bukti transfer harap di fax ke 021-7919 6801 dengan disertai berita yang jelas untuk memasang Email teks iklan yang mana. artikel.com Kirimlah info. Setiawan.__.

.... maka anda harus KLIK alamat http://groups.Moderator SDM-Utama berhak menolak memasang iklan yang tidak sesuai dengan misi SDM-Utama.... email yang topiknya tidak sesuai dengan pokok bahasan SDM-Utama dan material atau promosi mesum ke SDM-Utama akan menyebabkan anda dibikin: Member can not post! Terima kasih. untuk melepaskan diri dari pen-cekal-an oleh Yahoo tersebut.com/unbounce?adj=...._. Yahoo! Groups Switch to: Text-Only._. __..... Apabila anda di-cekal oleh Yahoo karena email yang dikirim kepada anda mental balik ke Yahoo............Get the Yahoo! Toolbar now..yahoo. dan agar bisa menerima email dari SDM-Utama seperti biasa. MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on . Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use .___ Balas ke: Balas ke SDM-Utama Kirim . yang dicantumkan dalam email REACTIVATION REQUEST yang dikirim oleh Yahoo kepada anda tersebut. Pengiriman email spam...