9.

PTK MODEL PEMBELAJARAN
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Model-Model Pembelajaran, Antara Lain: Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Berpikir dan bertindak kreatif. 3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan:

1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah: 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6. Kesimpulan guru. 7. Penutup. Kelebihan: * Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. * Setiap siswa mendapat peran. * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture

6. 5. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan. 7. Langkah-langkah: 1. 2. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Banyak siswa yang pasif. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 2. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. dipanggil lagi oleh guru. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 4. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. 4. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kesimpulan / rangkuman. 5. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Menyajikan materi sebagai pengantar. 3. Langkah-langkah: 1. Tanggapan dari teman yang lain. Melatih berpikir logis dan sistematis. Kebaikan: 1. Siswa dibagi dalam kelompok. Kekurangan:Memakan banyak waktu. 2. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru . Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 3. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. 6. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.

tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. etnik maupun kemampuan akademik. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. c. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). f. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. d. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. b. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. e. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. . atau keduanya. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih.

Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. 3. Dengan demikian. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. persaingan sehat dan keterlibatan belajar.Metode Jigsaw Pada dasarnya. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. 2. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. diskusi yang dipimpin guru. kerjasama. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Kebanyakan game terdiri dari . karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. jenis kelamin dan ras atau etnik.

2. Penutup. 3. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Guru menyajikan pelajaran. 5. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. 2. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 4. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Memberi evaluasi. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Kelebihan: 1. Melatih kerjasama dengan baik. dll. suku. Kekurangan: 1. jenis kelamin. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Model Examples Non Examples . Langkah-langkah: 1. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. 2. 6. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. 4.). Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. 5. Membedakan siswa. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.

7. Memakan waktu yang lama. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 2. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. 3. . Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Observasi. 5. Perencanaan. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Praktek mengajar. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Kekurangan: 1. d. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Kebaikan: 1. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Langkah-langkah: 1. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. KKesimpulan. Kerjasama ini meliputi: a. 2. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. 2. 4. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa.Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. c. b. 6. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.

dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. 4. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. kegiatan pembelajaran 1. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. bahasa. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). . 6. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. assessment. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.3. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 5. Berarti tahap observasi terlalui. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. ARIAS.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. hasil belajar siswa. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Kata kunci: motivasi berprestasi. interest. Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. relevance. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 1998). Model Pembelajaran ARIAS Abstrak.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Tahap ini merupakan tahap refleksi. .

Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Confidence. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 2. 1987: 11-14). Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Namun demikian. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Berkenaan dengan hal itu. Kajian Teori dan Pembahasan 2. kurikulum. Relevance. 1987: 289-319). pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. dan model pembelajaran). dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. sistematik. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. . telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. Model ARCS (Attention. Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. relevance. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Satisfaction). yaitu kemampuan kognitif.Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.

yaitu berhubungan dengan sikap percaya. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. 1981: 80). 1987: 2-9). dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. dan assessment (evaluasi). Oleh karena itu. relevance. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance. dan attention menjadi interest. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. interest. confidence (percaya/yakin). 1968: 610). relevance. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. 1986: 218). interest. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. Sikap percaya. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. satisfaction (kepuasan/bangga). Dengan modifikasi tersebut. 2. percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. Mengingat pentingnya evaluasi. relevance (relevansi). model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. Sikap di mana seseorang merasa yakin. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. assessment dan satisfaction. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. assessment. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung .

penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. Dalam kegiatan pembelajaran. 1987: 2-9). Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: . memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model).Menggunakan suatu patokan. Dengan sikap yakin. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. . standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. 1988: 140). Komponen kedua model pembelajaran ARIAS. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. . bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. relevance. . Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai. yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. Sikap percaya diri.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). 1989: 42). Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara.menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. dan memiliki tujuan yang jelas. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.

.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai.nilai yang dimiliki siswa. interest. dari suara keras ke suara yang sedang. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental. dan mengubah gaya mengajar. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. . Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung.1968: 162). . emosional. dari cepat ke lambat. Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan.Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan. sesuatu yang baru. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. . sosial dan fisik.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai.Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang.Menggunakan cerita. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. analogi.. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. 1991). .

Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. puas atas hasil yang dicapai. Bagi siswa. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. 1988: 70). dan untuk membantu siswa dalam belajar. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. 1982: 336).Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. 1975:561). maupun terhadap teman mereka. Oleh karena itu. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Dengan demikian. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan).. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. untuk merekam apa yang telah siswa capai. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. 1990:31). 1994). evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul . evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. 1979:157). dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. mencapai atau mendapat sesuatu. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri.

kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!‖. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan. bahwa mereka mampu. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. perlengkapan apa yang dibutuhkan. membangkitkan minat/perhatian siswa. penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun nonverbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. Bahasa. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal. dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. susunan dan . . 1975: 561).Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa. Artinya. 2.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi. sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi. . mengadakan kegiatan yang relevan. sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru. sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. . kondisi dan lingkungan siswa. rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Dengan demikian.Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan. gambar atau ilustrasi. dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain : . Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan.karena pengaruh dari luar individu. strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan. pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi. media pembelajaran apa yang akan dipakai. memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower. 1987: 2-9). Bentuk. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8)merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. kalimat. merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan.Memberi penguatan (reinforcement). Untuk itu. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Ucapan guru : ―Bagus. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa. kosa kata.

05. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua. . Kabupaten Musi Banyu Asin. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0. Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri. siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Seperti halnya pada percobaan pertama. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. 3. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana.05. yaitu sebuah SD negeri di Sekayu. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masingmasing kelompok berjumlah 20 orang siswa. Hasil Percobaan di Lapangan Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS. 1987: 29). kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data. bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi.isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa.

02 pada taraf signifikansi a = 0. 4.05. Pada percobaan kedua Fo=8.05. 2. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10. Penentuan kelompok kontrol. (3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan.98 (Sopah. Suasana belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. (4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat.44 lebih besar dari Ft=3. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. (2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal. kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen. untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa. dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa. Pengontrolan validitas eksternal adalah: 1. Penutup Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Pengontrolan validitas internal adalah: (1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda.74 jauh lebih besar dari Ft=4.1998: 99-100). kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry. 1999: 120 – 121). dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18. 3. situasi kelas.80 > Xn-A=75. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78.96 pada taraf signifikansi a = 0.93 (Sopah.dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan.55 > Xn-A=15. yaitu: .

Ruth M. Pustaka Acuan : Beard. perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. Sterling G. namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. Human characteristics and school learning. Walaupun sampel ini diambil secara acak.Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. . Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik. . yaitu: . maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas. perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama. Journal of Instructional Development vol. belum begitu banyak. New York: McGraw-Hill Book Company. 1980. sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas.Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. . 11-14. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan. Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar. namun jumlahnya sangat terbatas. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. 10 (2).1982.Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Isabel J. Foreman and Company. bahan/materi yang diberikan lebih banyak. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model. 1966. Karena waktunya terbatas. sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa. Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. Untuk itu. Successful teaching in secondary schools. Benjamin S. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik. Roy M. Bohlin.Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS. London: Routledge and Kegan Paul Ltd. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat. 1987. Untuk itu. Bloom.Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi. Motivating students. . Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Callahan. sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. Chicago: Scott. dan Senior.

New York: McGraw Hill Book Company. Laporan EBTANAS SD. Classroom measurement and evaluation. Gagne. 1987. 1975. 10 (3). Richard L. Elida 1989. Peacock Publisher. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Charles D. 1987. Gagne. Principles of instructional design. Jakarta: CV. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang. dalam Charles M. The American heritage dictionary of English language. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. 1993. Walter dan Reiser. Lefrancois. CA: Wadsworth Publishing Company. 289-319. Instructional technology foundations. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya. John P. Morris. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa. Englewood Cliffs. ________ 1987. 10 (3). Learning situations and instructinal models. Learner interests. Inc. Illinois: F. Belmont. Robert M.E. 1968. David C. Inc. Hillsdale. Bakowatun. Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI. 165-175. Jakarta: Grasindo. 1979. and continuing motivation in instruction. .: Lawrence Erlbaum Associates. John M. NJ. 12. Gagne (ed. Hopkins. Instructional theories in action. NJ. dan Bower. Guy R. Motivasi dalam belajar. NJ: Prentice Hall. Reigeluth.). Inc. Jakarta: PPPLPTK. CA: Wadsworth Publishing Company. Essentials of learning for instruction. 1991. Journal of Instructional Development. Belmont. Inc. Dick. Intermedia. Disertasi. DeCecco. Itasca. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. 1981. Memacu masyarakat berprestasi. dan Briggs. Toeti 1994. Boston: Houghton Miflin Company. Instructional technique. James N. Hillsdale. dan Curtis Ruth V. Hilgard. 1998. Marcy P. New Jersey: Prentice Hall. Englewood Cliffs. Petri. 1987. William (ed) 1981. Terjemahan Siswo Suyanto dan W. Leslie J. Journal of Instructional Development. Laporan penelitian. 1988. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta. Reigeluth (ed). Kopp. 1989. 175-206. Djamaah 1998. Herbert L.). Publishers. Sopah. 1990. Conny R. Publishers. Hendorn. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. 1987. 30 Juli. M. Kompas. Boston: Allyn and Bacon.W. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed. An application of the ARCS model of motivational design. 1986. 1982. Robert A. Vol. Instructional design theories and models. Psychology for teaching. Charles M. NJ: Lawrence Erlbaum Associates. Prayitno. dalam Robert M. Hillsdale. Development and use of ARCS model of instructional design. McClelland. dan Antes. Keller. ________ 1999. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. New York: Holt. achievement. 2-9. Ernest R. Semiawan.). Keller. Vol. Gordon H. dan Thomas W. Robert M. Ivor K. 11-14. Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R.F. Motivation: Theory and research. John M. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan.T. Soekamto. 14 Juli. 1983. Lastri. Kemampuan murid SD memprihatinkan.: Prentice-Hall.Davies. Semiawan dan Soedijarto (ed. 383-430. Publishers. Planning effective instruction. dan Driscoll. Theories of learning. Rinehart and Winston.

1. Sumadi 1982. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. misalnya. 3. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. 2. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Pada dasarnya. pembuat kesimpulan (summarizer). Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 4. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Yogyakarta: Depdikbud. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. 2008 · & Komentar Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. pengatur materi (material manager). Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. peran pencatat (recorder). Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. . siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. « SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PENGANTAR ANTROPOLOGI » Tindakan Model-Model Pembelajaran April 22. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Di dalam kelompoknya. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.Suryabrata. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok.

Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Langkah-langkah: 1. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. 5. Berpikir dan bertindak kreatif.) 3. 7. dll. 6. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. jadwal. pemecahan masalah. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. tugas. 2. peran guru menyajikan masalah.Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. hipotesis. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 5. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. pengumpulan data. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 2. 3. khususnya dunia kerja. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1. . 4. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4.

7. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. * Setiap siswa mendapat peran. 5. 6. 3. 3. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Kesimpulan guru. Langkah-langkah: 1. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Picture and Picture . * Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. 3. 4. serta lakukan seperti di atas. Penutup. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Kekurangan: * Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu * Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. ketelitian / kecermatan. 2. Bertukar peran. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Kekurangan: 1. 2.Kelebihan: 1. Kelebihan: * Melatih pendengaran. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Membutuhkan banyak waktu dan dana.

Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Kesimpulan. 5.Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Kelebihan: * Setiap siswa menjadi siap semua. Langkah-langkah: 1. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 2. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Kelemahan: * Kemungkinan nomor yang dipanggil. dipanggil lagi oleh guru. 3. 4. Siswa dibagi dalam kelompok. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. 2. Banyak siswa yang pasif. * Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) . 7. 6. * Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kebaikan: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 3. Tanggapan dari teman yang lain. 6. * Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Langkah-langkah: 1. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 4. 2. Melatih berpikir logis dan sistematis. Kesimpulan / rangkuman. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Menyajikan materi sebagai pengantar. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 5.

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. b. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. d. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. f. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Metode Jigsaw

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. 2. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih, ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. Guru menyajikan pelajaran. 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5. Memberi evaluasi. 6. Penutup. Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat

Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 3. Kekurangan: 1. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Observasi. c. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 2. 7. 2. d. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Kebaikan: 1. Memakan waktu yang lama. Perencanaan. Praktek mengajar. 3. 6. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Kerjasama ini meliputi: a. 5. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. KKesimpulan.pada kertas. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 4. b. Berarti tahap observasi terlalui. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 5. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. . 2. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu.

6. kurikulum. motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). interest.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/ Model Pembelajaran ARIAS Abstrak. assessment. kegiatan pembelajaran 1. sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Kata kunci: motivasi berprestasi. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. hasil belajar siswa. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar. relevance. ARIAS. dan model pembelajaran). . sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan. Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud. http://gurupkn. Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu. bahasa. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). 1998). Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). yaitu kemampuan kognitif.wordpress. . Pendahuluan Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa.

Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin. maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut. padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco. relevance (relevansi). Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian . bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Berkenaan dengan hal itu.1 Model Pembelajaran ARIAS Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. satisfaction (kepuasan/bangga). Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana. 1987: 11-14). 2. dan assessment (evaluasi). dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Relevance. model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun demikian. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Mengingat pentingnya evaluasi. confidence (percaya/yakin). Oleh karena itu. telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment). Satisfaction). sistematik. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention. model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian). 1987: 289-319). Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. Confidence. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Kajian Teori dan Pembahasan 2. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Model ARCS (Attention. confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp. 1968: 610). relevance. Dengan modifikasi tersebut.

Sikap percaya diri. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. assessment. penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil. 1987: 2-9). Sikap percaya. Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. assessment dan satisfaction. siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno. sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. relevance. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. 1986: 218). Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang. interest. karena kata assurance sinonim dengan kata selfconfidence (Morris.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance. Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. dan attention menjadi interest. model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa. 1989: 42). 1981: 80). melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. interest. yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri. 2. Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. yaitu berhubungan dengan sikap percaya. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest. relevance. Dengan sikap yakin. Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri). Oleh karena itu. Sikap di mana seseorang merasa yakin. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa.nama confidence menjadi assurance. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah: .

Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang. Dalam kegiatan pembelajaran. . Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: . Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara.1968: 162). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. 1988: 140). . yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller. misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka.Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. relevance. 1987: 2-9). Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. . Sesuatu yang memiliki arah tujuan. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco. dan memiliki tujuan yang jelas. standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku). Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka. dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model). .. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat.Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). . Komponen kedua model pembelajaran ARIAS.Menggunakan suatu patokan. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah. Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai.Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan. para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini.

sosial dan fisik.Menggunakan cerita. Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental.Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa. interest. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. . Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. . Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS.Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa. sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan.Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. emosional. (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan. analogi. . Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. 1982: 336). dari cepat ke lambat. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: . Oleh karena itu. menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.. dan mengubah gaya mengajar.nilai yang dimiliki siswa. dari suara keras ke suara yang sedang. sesuatu yang baru. 1991). Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment. misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois. adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah .Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor. yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa.

maupun terhadap teman mereka. untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll. puas atas hasil yang dicapai. yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp. evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri. untuk merekam apa yang telah siswa capai. Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga. rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan. Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. * Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri. 1994). 1979:157). untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. 1988: 70). * Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto. evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai.yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa. Bagi siswa. 1975:561). dan untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Dengan demikian. mencapai atau mendapat sesuatu. 1990:31). Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF . 1987: 2-9). Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: * Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Oleh karena itu.

Pada dasarnya. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. 3. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis 4. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: 1. 1. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. pembuat kesimpulan (summarizer). . 2. 5. 3. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. peran pencatat (recorder). Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. misalnya. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. 2. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Berpikir dan bertindak kreatif. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Kelebihan metode Role Playing: Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. pengatur materi (material manager). Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Di dalam kelompoknya. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. 4.

2. hipotesis. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. 4. Langkah-langkah: 1. 2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Langkah-langkah: 1. 2. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. khususnya dunia kerja. Membutuhkan banyak waktu dan dana. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Kelebihan: 1. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. 3. 7. jadwal. 5. peran guru menyajikan masalah. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. dll. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide- . tugas. 2. pemecahan masalah.) 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 3. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 2. Kekurangan: 1. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: 1.6. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. pengumpulan data. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.

Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 5. Siswa dibagi dalam kelompok. 3. Penutup. 6. 7. Kesimpulan. 2. Banyak siswa yang pasif. 5. • Setiap siswa mendapat peran. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 2. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Menyajikan materi sebagai pengantar. Melatih berpikir logis dan sistematis. Tanggapan dari teman yang lain. Kebaikan: 1. 2. Langkah-langkah: 1. 4. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 4. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kesimpulan guru.ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 7. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 5. ketelitian / kecermatan. serta lakukan seperti di atas. Kekurangan: • Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu • Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Kelebihan: • Melatih pendengaran. Kelebihan: . semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. • Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Bertukar peran. Kekurangan:Memakan banyak waktu. Langkah-langkah: 1. 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan / rangkuman. 6. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.

Kelemahan: • Kemungkinan nomor yang dipanggil. atau keduanya. f. b. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Analisis dan sintesis Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. • Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Merencanakan kerjasama Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. dipanggil lagi oleh guru. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Seleksi topik Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. e. • Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). etnik maupun kemampuan akademik. • Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. . Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi.• Setiap siswa menjadi siap semua. d. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. c. Implementasi Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin.

Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. diskusi yang dipimpin guru. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. jenis kelamin dan ras atau etnik. 3. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa.Metode Jigsaw Pada dasarnya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. 2. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai ―ahli‖ dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. 4. Dengan demikian. Tiga siswa tertinggi prestasinya . setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. kerjasama.

guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Model Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. KKesimpulan. Kelebihan: 1. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Memberi evaluasi. . masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. 5.). 2. Kekurangan: 1. 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Membedakan siswa. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. suku. Penutup. 5. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Kebaikan: 1. Langkah-langkah: 1. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. dll. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. ―Great Team‖ apabila rata-rata mencapai 40-45 dan ―Good Team‖ apabila rata-ratanya 30-40 ________________________________________ Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 3. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. 7. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Team mendapat julukan ―Super Team‖ jika rata-rata skor 45 atau lebih. 4. 4. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 2. 2. Melatih kerjasama dengan baik. Langkah-langkah: 1. Guru menyajikan pelajaran. 6. 3. 2. jenis kelamin.dikelompokkan pada meja I. 6. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. 3.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Berarti tahap observasi terlalui. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut: . c. b. 2.Kekurangan: 1. Model Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. 2008 oleh kiranawati Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran . 6.Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. 4.Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 3. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Praktek mengajar. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. d. . Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. 5. Observasi. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Perencanaan. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Kerjasama ini meliputi: a. Memakan waktu yang lama. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. bahasa. 2. (Dari berbagai sumber) KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Ditulis pada Januari 17. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).

* merasa aman dalam lingkungan sekolah. PESERTA DIDIK. * dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. * konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa. Variabel-variabel tersebut di antaranya : * hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan. mengimplementasikan. * keterbatasan praktek pembelajaran yang ada. KERANGKA KERJA PENGAJARAN . siswa. * terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya.Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan. * mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya. DAN PEMBELAJARAN Peran Guru : * memperhatikan dan bersikap positif. Peran Siswa : * tertarik pada topik yang sedang dibahas. strategi. dan metode-metode yang akan digunakan. * tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree). * melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai. * pola interaksi yang memungkinkan. * memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya. * memiliki motivasi. dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional GURU. serta tugas masingmasing. * urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif. * memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru. Tugas pembelajaran : * spesifik dan dapat dikelola dengan baik * kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa * secara aktif melibatkan siswa * bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran.

Strategi Pembelajaran 1. strategi adalah rencana atau kebijakan yang 3. artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. 4. Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi.Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction) . Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran. teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. dirancang untuk mencapai suatu tujuan. serta pengelolaan pembelajaran. tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran. 3. metode. 2. strategi tidak langsung (indirect). pembelajaran langsung. keterampilan. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan. Menurut arti secara leksikal. Metode-metode Pembelajaran 1. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2. Keterampilan-keterampilan pembelajaran 1. struktur dan fokus pembelajaran. dan (d) model behavior. strategi melalui pengalaman (experiential). (c) model interaksi sosial. Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. 3. 2. strategi interaktif (interactive).Kerangka Kerja Pengajaran Model-model Pembelajaran 1. diskusi. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya. Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct). (b) model personal. 2. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru. Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi. STRATEGI PENGAJARAN STRATEGI PENGAJARAN 1. 5. dan strategi mandiri (independent). dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten).

sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum. di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi. penggambaran inferensi berdasarkan data. percaya diri. dan berorientasi pada aktivitas. dan pengetahuan guru atau kelompok. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di . noncetak. * Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan. pendukung. pertanyaan didaktik.* Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning) * Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif. * Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak. 5. penyelidikan. * Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. memberikan kesempatan siswa untuk terlibat. dan kerjasama siswa secara berpasangan.Strategi Belajar Mandiri (independent study) * Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa. serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir. berpusat pada siswa. Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah. Guru merancang lingkungan belajar.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) * Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. dan bukan hasil belajar. pengalaman. * Dalam pembelajaran tidak langsung. pengajaran eksplisit. * Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas. praktek dan latihan. * Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah 2. diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok. dan perbaikan diri. 3. atau pembentukan hipotesis. * Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar. 4. dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction) * Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi. pandangan. Sebagai contoh. dan paling sering digunakan. serta demonstrasi. dan sumber personal (resource person). dan sumber-sumber manusia. peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator. * Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metodemetode interaktif.

bawah bimbingan atau supervisi guru. METODE PENGAJARAN METODE PENGAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. waktu. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi KEGUNAAN MEDIA * Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis * Mengatasi keterbatasan ruang. * Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya. VISUAL. perhatian. perasaan. GERAK KLASIFIKASI MEDIA Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA . dan daya indera * Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah * Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA.

sifat materi bahan ajar. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. dan kondisi guru itu sendiri. Koperatif (CL. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. Oleh karena itu. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. ada control dan fasilitasi. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. dan pelaporan. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life . pengarahan-strategi. atau inkuiri. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. visual. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. belajar berkelompok secara koperatif. 1. dan rasa senasib. presentasi hasil kelompok. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. terbuka. Dalam prakteknya. tugas. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. menyelesaikan persoalan. karekter).com DIarsipkan di bawah: Pembelajaran Model-model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). gender. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. wijianta@gmail. Kontekstual (CTL. Cooperative Learning). Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. pengalaman. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. siawa heterogen (kemampuan. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. kerja kelompok. 2. tanggung jawab. membentuk kelompok heterogen.* Tujuan yang ingin dicapai * Karakteristik siswa/sasaran * Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio. pembegian tugas. gerak) * Keadaan lingkungan setempat * Luasnya jangkauan yang ingin dilayani Sumber : Internet dan kumpulan artikel Dikirim oleh : wijianta. fasilitas-media yang tersedia.

atau algoritma). konsep. penilaian portofolio. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. pengemabngan mateastika). . terbuka. membimbing. sharing). investigasi. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). latihan mandiri. contoh). generalisasi). Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). dunia pikiran siswa menjadi konkret. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. 4. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). mengerjakan). Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. generalisasi. refleksi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. 5. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. negosiasi. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. motivasi belajar muncul. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. konjektur. Realistik (RME. dan evaluasi. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. interpretasi. motivasi. prinsip. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. Sintaknya adalah menyiapkan siswa.modeling). mengarahkan. Pembelajaran Langsung (DL. analisissintesis). tidak hanya menonton dan mencatat. yaitu matematika horizontal (tools. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. tindak lanjut). fakta. hipotesis. menemukan). eksplorasi. rambu-rambu. demokratis. constructivism (membangun pemahaman sendiri. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. pengarahanpetunjuk. latihan terbimbing. generalisasi. inquiry (identifikasi. elaborasi (analisis). mengkonstruksi konsep-aturan. investigasi. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. evaluasi. informal ke formal). inkuiri. menuntun. algoritma. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran . mencoba. belum dikenal cara penyelesaiannya. konjektur. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. sajian informasi dan prosedur. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. reflection (reviu. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. questioning (eksplorasi. aturan. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. rangkuman. yaitu modeling (pemusatan perhatian. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. siswa melakukan dan mengalami. 3. identifikasi. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. mengembangkan. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. induksi. minds-on. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. dan inkuiri 6. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). hands-on. sintesis. penyampaian kompetensi-tujuan. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola.

perhatikan dan catat reson siswa. kaitakkan dengan materi selanjutnya. 9. menduga. dan sosialisasi. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. bimbingan dan pengarahan. diagram. fluency). . menimalisasi tulisan-hitungan.yang disajikan. Ada canda. siswa mengidentifkasi. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. dan tertawa. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. dan ceria. kemudian eksplanasi (empiric). cari alternative. suara menyejukkan. jawaban siswa beragam. kritis. sehingga suasana menjadi nyaman. kreativitas. 7. Jangan lupa. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. 8. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. namun demikian bisa dibiasakan. keterpasuan. Untuk mngurang kondisi tersebut. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. jalan keluar. dan ragam berpikir. komunikasi-interaksi. kognitif tinggi. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. mengeksplorasi. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. identifikasi kekeliruan. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. table). nada lembut. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. senyum. ia telah berpartisipasi 10. pengorganisasian pembelajaran. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. mulai dari eksplorasi (deskripsi). atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. keterbukaan. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. menyusun soal-pertanyaan. keterbukaan. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). sharing. Sintaknya adalah: pemahaman. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. Problem Terbuka (OE. membuat kesimpulan. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. menyenangkan. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). cara. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. dan akhirnya menemukan solusi. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide.menginvestigasi. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus.

13. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. bertanya. membaca. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). mencipta. menyimak. mengingat. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. menggunbakan media dan alat peraga. dan memotivasi diri. very good. Siapkan meja turnamen secukupnya. presentasi. menggambar. good. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. memecahkan masalah. mengkonstruksi. yaitu bagaimana siswa belajar. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal.11. berbicara. dan ada sajian bodoran. berpikir. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. mengemukakan penndepat. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. hipotesis. pengarahan. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. Untuk mewujudkan belajar efektif. menyelidiki. santun. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. menemukan. lembut. dan mennaggapi. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. dan menerapkan. membacamerangkum. merangkum. yaitu: informasi. mengidentifikasi. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. mendemonstrasikan. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. ramah . . representasi. SDetelah memperoleh tugas. medium. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. argumentasi. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. c. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. 12.

bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. iformasi bahan ajar. 18. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. buat kelompok heterogen (4-5 orang). umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. Intellectualy. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi.d. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. 19. mengembangkannya. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. VAK (Visualization. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. 17. buat kelompok heterogen. berikan penghargaan kelompok dan individual. berikan bahan ajar (LKS) yang . AIR (Auditory. umumkan hasil kuis dan beri reward. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. 15. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. 16. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. Bumping. sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. 14. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. e. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. saling tukar jawaban. perluasan.). saling berbagi sehingga terjadi diskusi. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. Auditory. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. Pengarahan.

kerja kelompok. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. rencanakan pelaksanaan investigasi. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. diskusi. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). laporan kelompok. presentasi. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi.terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. 22. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. mengkritisi. banyak guru dan staf sekolah). . penyimpulan dan evaluasi. misal mengukur tinggi pohon. umumkan hasil kuis dan berikan reward. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. 20. presentasi dan diskusi. kerja kelompok. kuis individual. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. kembali ke kelompok asal. umumkan hasil kuis dan berikan reward. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. 24. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. refleksi. melaporkan. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. buat skor perkem\angan siswa. kembali ke kelompok aasal. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. buat skor perkembangan tiap siswa. presentasi. 25. kuis individual. Sinatknya adalah: informasi. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. 21. tuiap kelompok bahan belajar sama. dan alternative solusi). pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. presentasi kelompok (share). CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. identifikasi perbedaan. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. diskusi. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. pilih strategi solusi 23. Sintaknya adalah kerja kelompok.

Sintaknya adalah: identifkasi. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. dn 5 untuk certain. Recite. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. (E) mengembangkan. menuliskan pernyataan . 32. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. Ajukan pengujian pemahaman. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. CORE (Connecting. dan konsep-ide. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. solusi tentative. menggunakan. Organizing.26. Question. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). (R) memikirkan kembali. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Read. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. Refleting. mengelompokkan gejala. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. 27. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. SQ3R (Survey. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. deteksi kausal. (0) organisasi ide untuk memahami materi. mendalami. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. 29. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. 31. Reflect. Question. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. dan rencana solusi yang terpilih. 1 untuk amost guest. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. SQ4R (Survey. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). deteksi kausal lain. 3 untuk sure. Recite. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. pertimbangan solusi. dan menggali. Read. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. memperluas. dan menemukan. Kerangka pikir untuk sukses. 2 untuk not sure. analisis kausal. 4 untuk almost certain. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. analisi pengalaman.

memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. Integrated. Reading. dan kembali berbagai informasi. CIRC (Cooperative. menemukan pilihan solusi utama. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. mengidentifikasui kausal. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. 35. 33. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. presentasi di depan hasil diskusinya. 37. dan seterusnya 36. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. bentuk kelompok berpasangan sebangku. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. identifikasi kausal utama. 38. menemukan kata kunci. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. pendahuluan. sajian materi. penggunaan. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. . 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. refleksi. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. dan penutup. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. imoplementasi solusi. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. 34. Sintaksnya adalah: persiapan. pengemabangan. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. presentasi hasil kelompok. penerapan. dan implementasi solusi utama. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. siswa bekerja sama (membaca bergantian.masalah yang telah direvisi. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok.

presentasi hasil kelompok. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. 40. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. membimbing pelatihan-penerapan. sajian materi pokok. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. refleksi dan evaluasi 42. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. langkah demi langkah bertahap. 46. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. sajian materi. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. penyimpulan dan evaluasi. 45. sajian gambaran umum materi bahan ajar. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. kesimpulan dan evaluasi. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. 43. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar.39. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. refleksi. pembentukan kelompok siswa. tanya jawab untuk pemantapan. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. refleksi. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. dikusi kelas. 44. sajian materi. refleksi. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. penyimpulan dan evaluasi. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. 41. pemberian reward. penyuimpulan. bimbingan penimpoulan dan refleksi. penyampaian kompetensi. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. membentuk kelompok. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. mengecek pemahaman dan balikan. buat kartu jawaban dengan diacak . Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. kelompok lain menjawab secara bergantian. bekerja kelompok.

setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. Metakognitive questioning. 50. Sintaks: pemahaman masalah. refleksi. sajian materi. refleksi. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. pengecekan kebenaran jawaban. sajikan materi. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. diagram. 51. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. penyimpulan dan evaluasi. bimbingan penyimpulan. Practicing. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. presentasi hasuil diskusi kelompok.nomornya. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. 49. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. evaluasi dan refleksi. kartu dikumpul lagi dan dikocok. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. 52. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. rencana. sajian permasalahan terbuka. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. penyimpulan dan evaluasi. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. bertukar peran. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. penyimpulan. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. 47. 54. bertukar peran. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. Examples Non Examples Persiapkan gambar. 53. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. solusi. evaluasi dan refleksi. apakah solusinya. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. presentasi hasil kelompok. valuasi dan refleksi. . adakah alternative. penyimpulan. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. dan pengecekan. evaluasi dan refleksi. apakah bermanfaat. 48. bagikan wacana materi bahan ajar.

Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. siswa berkelompok melengkapi. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. guru membentuk kelompok. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. evaluasi. dan hipotesis. informasikan kompetensi. 60. 59. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. presentasi. pengungkapan ide-konsep awal. siswa ditugaskan membaca wacana. evaluasi dan refleksi 61. Tanya jawab dan refleksi 57. berupa opemecahan masalah. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. 58. sajian materi. ranguman. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. setelah selesai kupon dikembalikan. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. 55. membentuk kelompok heterogen. Time Token Model ini digunakan (Arebds. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. presentasi. . tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. siswa latian dan bertanya. Verivication. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. integrasi. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Obtaining mastery. berikan sal tes bentuk super item. berikan latihan soal bertingkat. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. dan refleksi 56. sajian materi. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks.Reviewing and reducing difficulty. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. sampaikan kompetensi. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi. aplikasi. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Enrichment.

reward. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. 65. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. ketrampilan. namai-buat generalisasi sampai konsep. menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta. kebebasan-terbuka. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. by: SURYONO Menjadi Guru Berkarakter Posted on 9 Oktober 2011 by AKHMAD SUDRAJAT Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah. Kumon Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. alami-dengan dunia realitas siswa. kohesif. konsep harus dialami. latihan. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. kerja individual. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. partisipatif. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. tiap usaha siswa diberi reward. Agustus 2011. Uhar Suharsaputra. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Barangkali atas dasar itulah. virtual workshop menggunakan computer-internet. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. dan saling menghargai.62. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. kelompokkerjasama. lima kali salah guru membimbing. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. dinamis. . 63. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. Guru harus menciptakan suasana kondusif. 64. interaktif. semua mempunyai tujuan. tentu tidak lepas dari peran guru. Dr. Sintaksnya adalah: sajian konsep.

Kita tidak bergaul. maka terimalah dia apa adanya. dan BISA MENGATUR. dalam ketidakpastian masa depan yang mungkin sedikit dapat dipastikan… Siswa adalah manusia utuh. eksistensi diri dalam lingkungan organisasi dan keorganisasian. sepenggal kalimat yang terungkap dalam isi buku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku guru dalam organisasi sekolah. prilaku. BERSEDIA DIATUR. Sementara berkaitan dengan bersikap dan bergaul dengan siswa. Buku ini tidak berbicara pada tingkatan permukaan profesionalisme guru yang cenderung adminiistratif-formalistik. hingga eksistensi diri dalam lingkungan ilmu pengetahuan. tetapi mencoba melihat lebih jauh tentang esensi guru dan keguruan sebagai landasan penting dalam pengembangan pribadi guru. dia tidak bisa melakukan tindakan dan berperilaku sesuai keinginan sendiri. GURU HARUS TAHU ATURAN. baik tentang eksistensi diri sendiri. serta harus bisa mengatur dalam arti mengelola secara optimal apa yang menjadi peran dan tugasnya dalam organisasi sekolah” Demikian. Siswa adalah individu yang utuh dengan keseluruhan sikap. dengan pemahaman itu maka seorang guru harus mau dan bisa diatur sesuai dengan mekanisme yang berlaku. oleh karena itu kita. eksistensi diri dalam lingkungan masyarakat. berinteraksi dengan salah satu aspeknya saja tetapi dengan keseluruhannya… . tetapi harus dapat menyesuaikan diri dengan peran dan tugasnya sesuai peran dan tuntutan tugas serta aturan organisasi yang menjadi kewajiban bagi seorang guru. dikatakan bahwa: Guru adalah pelayan mereka untuk mengantarnya pada masa depan yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan.Buku ini menyuguhkan tentang seputar guru dan keguruan dalam perspektif yang berbeda. Tahu aturan bermakna memahami bagaimana mekanisme kerja organisasi. kepribadian serta latar belakang sosial budayanya. “Seorang guru adalah seorang yang telah menyerahkan dirinya dalam organisasi sekolah. eksistensi diri dengan peserta didik.

(3) Integrated. (4) Community-based(Consummer-based). SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered. Guru berkarakter senantiasa berusaha dan berjuang mengembangkan aneka potensi kecerdasan yang dimilikinya. dan kebaikan yang tulus (kindness). penulis menyampaikan pula bahwa Guru Berkarakter sesungguhnya bukanlah sesuatu yang bersifat to be or not to be. dan (6) Systematic. Menjadi guru berkarakter adalah orang yang siap untuk terus menerus meninjau arah hidup dan kehidupannya serta menjadikan profesi guru sebagai suatu kesadaran akan panggilan hidup. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden. (2) Problem-based. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut. rasa peduli (caring). dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis. Tentu masih banyak lagi pemikiran menarik lainnya yang bisa dijadikan bahan refleksi bagi kita sebagai guru maupun calon guru dalam upaya mewujudkan diri menuju GURU YANG BERKARAKTER. Informasi tentang buku tersebut bisa Anda kunjungi website di bawah ini: Menjadi Guru Berkarakter SPICES : Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif Posted on 16 September 2011 by AKHMAD SUDRAJAT SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif. Dalam penutupnya. Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini.Kesadaran dan kerelaan menerima kenyataan bahwa interaksi dengan siswa sebagai suatu keseluruhan akan menumbuhkan perhatian (concern). . rasa berbagi (sharing). (5) Elective. melainkan a process of becoming.

Problem-based. baik secara horisontal maupun vertikal. berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. . Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Dalam hal ini. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan. sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa. disesuaikan dengan minat. 5. logis dan tertib. Student-centered. Systematic. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh. tujuan. 3. sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu. Community-based (Consummer-based). bakat. menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu. 4. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. aktif dalam pengelolaan pengetahuan. secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya. 6. tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin). sumber belajar yang akan digunakan. belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui. 2. serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. materi dan tahapan-tahapan yang jelas. mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan. Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya. Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi. dan keunikan karakteristik mereka masingmasing. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum. memanfaatkan banyak media. penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari. Integrated. Melalui berbasis komunitas ini. Elective.1.

000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan. khususnya dalam konteks KTSP . konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya. low profile. Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik… [SDM-Utama] PLN's CEO Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa KEPADA: 1 penerima Tampilkan Detail Alangkah baiknya kalau semua pemimpin bisa seperti ini. (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat. yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan.. (3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas. ================== Refleksi: Melihat berbagai keunggulan yang ada. Surat itu diberi nama CEO’s Note. minat dan keunikan karakteristik lainnya. Inilah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya. seluruh karyawan PLN yang lebih dari 40. .Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES. dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif. Sebulan sekali. Tujuannya. jadi teladan bagi bawahan dan demokratis. Artikel ini adalah CEO’s Note edisi ke-6 bulan Juli 2010. konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita. (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya. diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif. Setiap kali CEO’s Note terbit. Dalam konteks pendidikan nasional.. CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN. konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM.

Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. Saya memang masih tercatat sebagai ketua umum persatuan perusahaan surat kabar se-Indonesia. Betapa relatifnya waktu… Selama enam bulan itu. Syukurlah. dan bahkan selamatan boyongan rumah anak sendiri. persatuan olahraga bridge Indonesia. ketika rapat penting yang telanjur dijadwalkan tersebut harus dimulai. Apalagi rapat-rapat organisasi atau permintaan ceramah. kata dokter. Sebab. ketua umum persatuan barongsai Indonesia. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa "hati"nya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. Setengah hari saya tidak bisa bekerja. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik. saya tidak bisa menghadiri acara keluarga. Ada yang bilang ”sudah” enam bulan. Saya memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN. saya harus minta maaf kepada famili. sakit perut itu cepat hilang tanpa saya harus minum obat. Begitulah kata dokter. Selama enam bulan tersebut. saya dua kali sakit perut serius. selama enam bulan di PLN ini. kalau biasanya dulu setiap bulan saya bisa dua-tiga kali ke luar negeri. seingat saya. ketika hari sudah berubah siang. saya tidak ke mana-mana. Saya memang tidak boleh sembarangan minum obat. Untuk itu. pesta perkawinan teman-teman dekat. sakit itu sembuh sendiri… Selama enam bulan itu. Karena itu. khawatir berbenturan dengan obat transplan yang masih harus saya minum setiap hari. tidak ada rapat yang bisa saya hadiri. Sebenarnya. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN. dan pengurus berbagai organisasi yang saya ketuai. Tiba-tiba saja. Selama enam bulan itu. dan banyak lagi. saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. belum pernah saya absen. Semua saya hindari. sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. teman dekat. saya tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. .

Berangkat sepagi itu bukan supaya dianggap sok rajin. Dokter selalu mengingatkan. Di samping harus terus minum obat. Kadang memang begitu sulit mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. ke Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo. tidak berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih.45 saya sudah berangkat kerja. status saya tetap saja sebagai orang sakit. Ruang rapat sering menjadi tempat hiburan yang menyenangkan. Jarak rumah-kantor tersebut juga terasa sangat jauh. seorang perempuan yang merasa diperlakukan kejam oleh suaminya juga tahu jadwal saya ini: Sebelum pukul 07. Orang PLN itu ratarata cerdas-cerdas: tahu semua persoalan yang dihadapi perusahaan dan bahkan tahu juga bagaimana cara menyelesaikannya. Sekali di ruang rapat dan sekali di Komisi VII DPR RI. Betapa relatifnya uang… Selama enam bulan itu. Terutama ketika begitu banyak ide datang dari para peserta rapat. berat badan saya naik 3 kg! Oh. saya dua kali menangis. ketika baru ada satu-dua mikrolet mengasapi jalanan. rupanya saya kurang gerak. Masih punya utang 1 kg lagi. Jalan kaki dari rumah saya di dekat Pacific Place Semanggi. Beruntung. Karena itu. Dan dari ruang rapat ke mobil. Hasilnya: selama satu bulan itu. Begitu banyak Ide yang mengalir. saya putuskan ini: berangkat kerja berjalan kaki saja. juga harus tetap hati-hati. Apalagi. Jakarta. sering juga ide tersebut dikemukakan dengan jenakanya. katanya. minta sangu untuk pulang karena uangnya tinggal pas-pasan untuk datang ke PLN itu tanpa tahu harus bagaimana pulangnya. Maka. Hanya dari mobil ke ruang rapat. setiap hari pukul 05.00. kian lama menjadi kian biasa. perempuan itu sudah menangis di lobi untuk mengadukan kelakuan suaminya. Betapa relatifnya jarak… Enak juga sudah di kantor pagi-pagi. Tapi. Suaminya. menginjak bulan keenam. Bahkan. Lalu. Siang dan malam. tapi ingin menghindari asap knalpot. rute menuju kantor tersebut bisa ditempuh dengan menghantas jalan-jalan kecil yang sepi yang kiri-kanannya penuh pohon-pohon nan merimbun. berat badan sudah turun 2 kg. di berbagai forum. Yang tidak ada pada mereka adalah muara. Kini. menjadi pemandangan biasa pada pukul 07. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. sangat-amat pelitnya. Demikian juga beberapa relasi PLN lainnya. Tapi. . belakangan jarak itu terasa sedikit kurang jauh. meski kelihatannya sehat. Itu tentu tidak baik. saya selalu membanggakan kualitas personal PLN.30. saya (biasanya ditemani istri) tiba di kantor dengan keringat yang bercucuran. berjalan cepat selama 35 menit itu terasa berat. Bahkan. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas. Mula-mula. Dokter yang tiga tahun lalu mentransplantasi hati saya melarang badan saya terlalu gemuk.Menjelang enam bulan di PLN. Pukul 06. Di mana-mana. Tidak ada gunanya berolahraga sambil menghirup CO2.00 sudah banyak orang Jepang yang antre di ruang tamu. seberang Mabes Polri itu.

dan saling ejek dengan jenaka. Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing. Inilah untuk kali pertama dalam hidup saya harus membuat corat-coret di lembar disposisi. semua bergantung suasana kejiwaan. Saya sudah terbiasa bekerja tanpa meja. beberapa kata yang hanya bersifat basa-basi -sekadar untuk menunjukkan bahwa saya atasan mereka? Akhirnya. Sebab. meminjam lagunya almarhum Gesang. Kini. Setengah liar. kalaupun surat itu ditujukan kepada saya. senang. Semua bisa. Puluhan tahun. muara itu dangkal dan sempit. bisa mengalir sampai jauh… Memang. selama enam bulan di PLN. ketawa. Sebab. Bahkan. Betapa relatifnya jiwa… Rasanya. Jangan pula harus tegang di ruang rapat. belum tentu saya bisa menyelesaikannya. sebelum di PLN. tapi bisa menjadi katalisator yang menyenangkan. Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Betapa relatifnya tempat… Sedih. Saya bangga ruang rapat PLN bukan lagi sebuah tempat biasa. untuk apa harus mampir ke meja saya kalau bisa langsung tertuju kepada yang lebih pas menjawabnya? Kini. Ide-ide brilian macet dan kandas. semua ide bisa mulai bermuara. Maka. Kecuali beberapa hal yang sangat jarang saja. berbagi kue. saya juga belum pernah duduk di "kursi" direktur utama. saya tidak boleh begitu. di ruang rapat tersebut. Orang-orang PLN itu siang-malam sudah mengurus tegangan listrik. saya hampir tidak pernah membaca surat masuk. menangis. Apa yang harus saya tulis di situ? Saran? Pendapat? Instruksi? Larangan? Harapan? Atau. Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. sebagai Dirut PLN. Mau menangis atau tertawa. baku ide.tapi sedikit yang bisa mencapai muara. Kalau toh ada. Saya harus menerima surat-surat yang setumpuk itu untuk dibuatkan disposisinya. saya putuskan tidak menuliskan apa-apa. ruang rapat sebaiknya jangan penuh ketegangan. Jadi. sejak sebelum di PLN. Ruang rapat harus jadi tempat apa saja: debat. "Mengapa" saya harus memberikan arahan seolah-olah hanya saya yang "tahu" persoalan itu? Mengapa saya harus memberikan instruksi seolah-olah tanpa instruksi itu mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat? Mengapa saya harus memberikan petunjuk seolah-olah saya itu "pabrik petunjuk"? . memang tidak diperlukan sebuah meja. Semua surat masuk langsung didistribusikan ke staf yang bertugas di bidangnya.

Semua itu saya lakukan di meja rapat. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. Bukan di meja kerja direktur utama. sehingga sering redup dan merusak barang-barang elektronik. Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. banyak juga yang bilang.universitas terbaik negeri ini ? Bukankah karyawan PLN itu. Orang yang terlalu sering diberi "pidato" kelak hanya bisa "minta petunjuk".Maka. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. Bahkan. di Aceh dan banyak wilayah itu. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek. Kalau saya lakukan itu. Karena itu. apa yang sudah kita capai selama enam bulan ini? Ada yang bilang sudah sangat banyak: menanggulangi pemadaman bergilir di seluruh Indonesia. masih terlalu sedikit yang diperbuat. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut. Tudingan tersebut tentu lucu karena bukankah yang bisa menaikkan TDL itu hanya pemerintah bersama DPR? Bukankah direksi PLN itu. dan banyak lagi kini sudah bisa mengucapkan selamat tinggal tegangan 14! Sudah bertahuntahun tegangan listrik di Aceh hanya 14. tanpa disposisi satu kata pun. sama sekali tidak punya wewenang menaikkan atau menurunkan TDL? Betapa relatifnya kepuasan… . ada yang bilang. Paling hanya berisi paraf saya dan nama orang yang harus membaca surat itu. saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. rasa tanggung jawabnya akan muncul. termasuk seorang anggota DPR di komisi VI. Saya sangat yakin. untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama. mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan.universitas terbaik. Kini saatnya barang yang mahal tersebut diberikan kepada mereka. Kalau toh ada yang tidak seperti itu. Kini. Mereka sudah memiliki semuanya: kecuali kemerdekaan ide itu. Tapi. Tangerang. Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan… Lalu. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang? Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman -melebihi saya? Maka. menyelesaikan IPP terkendala yang sudah begitu lama. Saya sangat memercayai. saya juga tidak pernah memanggil staf. jangan heran kalau mayoritas lembar disposisi tersebut tidak ada tulisannya. sesuai UU. perasaan saya tidak enak. Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. bahwa direksi PLN yang baru ternyata bisanya hanya menaikkan TDL. misalnya. jika seseorang diberi kepercayaan. Saya harus sadar bahwa mayoritas warga PLN adalah lulusan terbaik dari universitas. sudah bisa 20). tegangan listriknya sudah normal. mengatasi kacaunya tegangan listrik di berbagai wilayah (orang Aceh. Cianjur Selatan. hanyalah pengecualian.

.com Kirimlah info. Pembayaran dimuka. artikel._.[kecuali iklan Lowongan Pekerjaan] dikenakan biaya Rp 25. silakan dikirim ke alamat SDMUtama@yahoogroups. Setiawan.com Mulai 1 Agustus 2007 semua IKLAN / PROMOSI / PEMASARAN SEMINAR dll.com seperti biasa .__.000. melalui ATM BCA ke A/C No: 305 122 7245 atas nama Albert M.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Email Lamaran Lowongan Kerja Anda harap dikirim LANGSUNG ke alamat email yang menawarkan lowongan kerja. pertanyaan.per iklan tiap kali disiarkan di mailing list SDM-Utama. iklan lowongan pekerjaan [bebas biaya] dan iklan pemasaran Seminar dll [kena biaya] ke: SDM-Utama@yahoogroups. Juli 2004 member SDM-Utama melampaui 1000 orang September 2008 member SDM-Utama melampaui 4000 orang dan masih berkembang terus Silakan ajak rekan anda bergabung. sarankan mereka untuk mengirim email kosong dari alamat emailnya sendiri ke: SDM-Utama-subscribe@yahoogroups. JANGAN dikirim ke alamat SDM-Utama! Jangan lupa untuk menyebutkan bahwa info lowongan kerja tsb anda ketahui dari SDM-Utama._. Sedangkan Email teks iklan-nya yang akan dipasang. Bukti transfer harap di fax ke 021-7919 6801 dengan disertai berita yang jelas untuk memasang Email teks iklan yang mana.

..._.......___ Balas ke: Balas ke SDM-Utama Kirim .. dan agar bisa menerima email dari SDM-Utama seperti biasa......._. Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use . MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on . maka anda harus KLIK alamat http://groups. Yahoo! Groups Switch to: Text-Only. Pengiriman email spam.Get the Yahoo! Toolbar now.. email yang topiknya tidak sesuai dengan pokok bahasan SDM-Utama dan material atau promosi mesum ke SDM-Utama akan menyebabkan anda dibikin: Member can not post! Terima kasih.... yang dicantumkan dalam email REACTIVATION REQUEST yang dikirim oleh Yahoo kepada anda tersebut... Apabila anda di-cekal oleh Yahoo karena email yang dikirim kepada anda mental balik ke Yahoo....com/unbounce?adj=. __.Moderator SDM-Utama berhak menolak memasang iklan yang tidak sesuai dengan misi SDM-Utama... untuk melepaskan diri dari pen-cekal-an oleh Yahoo tersebut.yahoo..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful