ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Ekologi mempunyai perkembangan yang berangsur-angsur sepanjang sejarah. Namun sejarah perkembangannya kurang begitu jelas. Istilah EKOLOGI baru dikemukan oleh seorang ahli Biologi Jerman Earns Haeckel (1834-1919) pada tahun 1860. Dewasa ini, ekologi menjadi ”bintang” diantara cabang ilmu (bukan hanya penunjang). Prinsip-prinsip ekologi dapat menerangkan dan memberikan ilham dalam mencari jalan untuk mencapai kehidupan yang layak. Apalagi sejak timbulnya gerakan kesadaran lingkungan di seluruh dunia mulai tahun 1968, meliputi penghematan sumber daya, penghematan energi, masalah pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, degradasi/kerusakan hutan, dsb. Adanya masalah globalisasi lingkungan akan mengakibatkan perhatian semakin mendalam kepada ekologi. Ekologi adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem atau alam dimana manusia adalah bagian dari alam. Struktur mencirikan keadaan sistem tersebut. Fungsi menggambarkan hubungan sebab akibatnya. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana fungsi organisme di alam. Ekologi merupakan disiplin ilmu baru dari biologi yang merupakan mata rantai fisik dan proses biologi serta bentuk-bentuk yang menjembatani antara ilmu alam dan ilmu sosial. Faktor pembatas dalam ekosistem juga diperlukan untuk mempelajari kehidupan yang ada di bumi ini untik mengetahui cara menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di sekitar kita. Selain itu faktor-faktor yang berperan sebagai faktor pembatas juga perlu di perhatikan karena ilmu ekologi adalah suatu ilmu yang saling berkaitan dengan ilmu yang lain. Dalam pengelolaan lingkungan pandangan kita bersifat antropsentris, melihat permasalahannya dari sudut kepentingan manusia. Manusia tidak cukup memperhatikan materi, energi dan informasi. Dalam kehidupan modern, arus uang-lah yang lebih penting Ekologi penting, tapi bukan satu-satunya masukan untuk mengambil keputusan dalam permasalahan Lingkungan Hidup. Ekologi adalah salah satu komponen dalam sistem pengelolaan lingkungan hidup yang harus ditinjau bersama dengan komponen lain untuk mendapatkan keputusan yang seimbang. 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.2.1 Mampu memahami apa yang dimaksud sebagai faktor pembatas 1.2.2 Mampu memberikan contoh study kasus yang berhubungan dengan prinsip-prinsip faktor pembatas

1.3 TUJUAN
1.3.1 Menjelaskan tentang asas-asas dan konsep faktor pembatas 1.3.2 Menganalisis contoh study kasus yang berhubungan dengan ekologi yang berhubungan dengan asas dan faktor pembatas.

ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS

Page 1

cahaya. Akan tetapi.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Ekologi. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan.1 DEFINISI EKOLOGI Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan interaksi antara organisme dengan lingkungan dan yang lainnya. sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia. Faktor abiotik antara lain suhu. kelembaban. dan topografi. ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. yaitu faktor abiotik dan biotik. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru. hewan. tumbuhan. 2. air. komunitas. Gambar. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos("ilmu").Proses perpindahan energi dari suatu mahkluk hidup ke lingkungannya ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 2 . Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 . dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya. yaitu populasi. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.1914). 3. Para ahli ekologi mempelajari hal berikut : 1. yang baru muncul pada tahun 70-an. Dalam ekologi. dan mikroba. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.

ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Terdapat berbagai sistem ekologi atau ekosistem di biosfer atau ekosfera bumi pada lingkungan terestris atau lingkungan akuatik yang menjadi habitat makhluk hidup (tumbuhtumbuhan. Hukum ini dikembangkan oleh Justus Van Leibig (1840).( Hutagalung. antara lain dapat mengubah kondisi habitat dan lingkungannya. 2010) 2. rumputrumputan yang kurus di Australia sebagai akibat defisiensi mikronutrisi tembaga. Hukum minimum menunjukkan bahwa suatu panenan tanaman sering dibatasi oleh tersedianya nutrisi dalam jumlah yang sedikit. macam-macam interaksi yang berlangsung dalam ekosistem. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain. diproduksi wool dari biri-biri yang memakan rumput meningkat pula. atau molibdenum. energi yang berguna untuk makhluk hidup lainnya. habitat atau tempat tinggal tumbuh-tumbuhan dan biota lainnya. 1987) 2. 2010) Dalam ekologi tumbuhan prinsip-prinsip ekologi tersebut berkaitan dengan jenis dan struktur ekosistem. seng. definisi hukum ini menjadi : pertumbuhan dan tatanan distribusi suatu spesis bergantung pada suatu faktor lingkungan yang diperlukan dalam jumlah mininmum. faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. suatu organisme harus memiliki bahan-bahan yang penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan berkembang biak. seperti mengurangi radiasi sinar matahari. Keperluan-keperluan dasar ini bervariasi antara jenis dan keadaan. bahan yang penting yang tersedia dalam jumlah paling dekat mendekati minimum yang diperlukan adalah merupakan pembatas. dan mikrobiota) tinggal dan melaksanakan kehidupannya berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Komponen penyusun ekosistem antara lain.3 HUKUM MINIMUM LEIBIGH Untuk dapat bertahan dan hidup dalam keadaan tertentu. atau membentuk humus mengikat energi matahari menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis dan menjadi menjadi sumber energi dan sumber nutrisi dengan adanya kandungan unsur-unsur organik maupun anorganik. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas (Soeraatmadja. terdiri dari komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (habitat dan lingkungan) atau menurut komponen makhluk hidup sebagai penyusun ekosistem antara lain dapat digolongkan menurut perolehan energi menjadi komponen ototrof (tumbuhan hijau) dan komponen heterotrof (hewan dan mikrobiota) atau menurut jenisnya dikenal ekosistem terestris (darat) dan akuatik (perairan: perairan tawar dan laut). Dengan ditambahkan 6-8 kg/Ha tembaga sulfat atau seng sulfat setiap 4-10 tahun.2 KETERBATASAN DAN TOLERANSI DI DALAM EKOSISTEM Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Sebagai contoh. Page 3 ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS .faktor yang mempengaruhinya diperluas. fungsi ekosistem. serta relung ekologi (fungsi makhluk hidup di habitatnya).Validasi hukum ini telah dilakukan di mana-mana. hewan. dan sebagainya. Dalam ekosistem tumbuh-tumbuhan mempunyai peran yang penting. komponen-komponen penyusunnya. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme. mengatur iklim. pertumbuhan rumput akan menjadi 300% dan pada gilirannya. Kemudian setelah faktor. Proses kehidupan yang berlangsung dalam sistem ekologi atau ekosistem tersebut pada dasarnya memiliki prinsip-prinsip ekologi yang menjadi dasar interaksi atau hubungan timbal balik antara komponen penyusun ekosistem(Hutagalung. Di bawah keadaan – keadaan mantap.

Ketersediaan substansi yang melimpah mungkin akan mempengaruhi laju pemakaian substansi lain dalam jumlah yang minimum. hukum ini harus memperhitungkan pula adanya interaksi di antara faktor.sedangkan apabila tumbuh di alam bebas bukan menjadikan faktor pembatas. Grafik di bawah ini adalah grafik yang menjelaskan tentang perbedaan ukuran antara tanaman yang menggunakan magnesium dengan yang tidak. beberapa moluska mampu memanfaatkan stronsium ini untuk membentuk cangkangnya. Pertama.sedangkan kondisi yang sama dalam sinar matahari tidak demikian. 3. Akan terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman antara tanaman yang memerlukan magnesium dengan tanaman yang tidak memerlukan magnesium. Contohnya antara lain: 1. Beberapa tumbuhan yang hidup di bawah naungan telah memperlihatkan bahwa seng adalah faktor pembatas. 1970). Hasil tanaman tidak ditentukan oleh unsur hara N. 2. Kedua. Unsur hara Gambar. K yang diperlukan dalam jumlah banyak tetapi oleh mineral seperti magnesium yang diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tanaman. hukum ini hanya berlaku dalam kondisi keseimbangan yang dinamis. Magnesium di butuhkan oleh tanaman supaya dapat tumbuh dengan maksimal dan tanaman yang tidak mendapatkan magnesium pertumbuhannya kurang berjalan secara maksimal. Tidak adanya kalsium di suatu habitat tetapi stronsium melimpah. jumlah berbagai substansi yang diperlukan akan berubah terus. Apabila masukan dan pengeluaran energi serta materi dari ekosistem tidak berada dalam keseimbangan.faktor lingkungan.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Dengan penambahan hanya 140 g/Ha sodium molibdenum tiap 5 sampai 10 tahun pertumbuhan rumput meningkat 6 -7 kali (Moore. Tumbuhan yang hidup dibawah naungan memperlihatkan bahwa sejumlah seng akan berkurang membatasi tumbuh tanaman tersebut.Dapat disimpulkan bahwa magnesium tetap di butuhkan oleh suatu tanaman untuk dapat berkembang secara mmaksimal meskipun sedikit jumlahnya.Hukum ini sebenarnya memiliki keterbatasan. Sering terjadi makhluk hidup memanfaatkan unsur kimia tambahan yang mirip dengan yang diperlukan tetapi uunsur kimia itu tidak ada di habitatnya.1986) ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 4 .P.Faktor pertumbuhan tanaman. Di sini magnesium bertindak sebagai faktor pembatas (Suwasono.

ketika Victor Shelford mengemukakan hukum toleransi. telur. Contoh : anggrek dapat tumbuh dengan baik apabila terkena sinar langsung daripada di dalam tempat teduh. maka resistensi rumput terhadap kekeringan akan menurun. Di dalam hukum toleransi Shelford dikatakan bahwa :   Kehadiran dan keberhasilan sesuatu organisme tergantung kepada lengkapnya kompleks-kompleks keadaan. termasuk di dalamnya kondisi optimum. maka akan berpengaruh terhadap kondisi lingkungan lainnya. Beberapa prinsip yang lebih rendah yang mendukung hukum toleransi adalah:     Makhluk hidup mungkin memiliki rentangan toleransi yang lebar terhadap suatu faktor dan sempit untuk faktor lain. Dalam hal ini faktor yang lain menjadi sangat penting. kecambah dan larva hewan umumnya lebih pendek. Makhluk hidup dengan rentangan toleransi yang lebar untuk semua faktor tampaknya akan tersebar secara meluas. dan iri untuk rentangan toleransi yang lebar. Ketiadaan atau kegagalan suatu organisme dapat dikendalikan oleh kekurangan atau kelebihan secara kualitatif dan kuantitatif dari salah satu dari beberapa faktor yang mungkin mendekati batas-batas tolerasi organisme tersebut.4 HUKUM TOLERANSI SHELFORD Salah satu perkembangan yang penting dalam kajian faktor lingkungan terjadi pada tahun 1913. Pengaruh pemberian Mg bagi tanaman. Batas –batas toleransi pada biji-bijian. biasanya dipakai awalan steno untuk rentangan toleransi yang sempit. Hukum toleransi menyatakan bahwa untuk setiap faktor lingkungan suatu spesies mempunyai suatu kondisi minimum dan maksimum yang dapat dipikulnya. Bilamana suatu kondisi lingkungan sangat minimum. 2. ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 5 . Misalnya. Pada waktu reproduksi. di antara kedua harga ekstrim ini merupakan rentangan toleransi. faktor lingkungan sangat penting. Hukum ini mengemukakan pentingnya toleransi dalam menerangkan distribusi makhluk hidup. namun kelembapan lebih menguntungkan mereka. Seringkali terjadi bahwa makhluk hidup di alam tidak selalu berada dalam kondisi optimum.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Gambar. embrio.  Untuk memberikan gambaran umum tentang rentangan toleransi ini. apabila nitrat dalam tanah terbatas jumlahnya.

biasanya dipakai awalan steno untuk rentangan toleransi yang sempit. temperatur dan air secara ekologis merupakan faktor lingkungan yang penting untuk daratan. dan iri untuk rentangan toleransi yang lebar. Tetapi pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien dan faktor fisik. (Odum. sehingga apabila melampaui batas itu yaitu lebih rendah dari batas toleransi minimum atau lebih tinggi dari batas toleransi maksimum. maka makhluk hidup itu akan mati dan populasinya akan punah dari sistem tersebut. semak dll). temperatur dan kadar garam merupakan faktor lingkungan yang penting untuk lautan. misalnya suhu udara) sebagai kebutuhan minimum.30 oC). Untuk menyatakan derajat toleransi sering dipakai istilah steno untuk sempit dan euri untuk luas.1994). besar populasi dan penyebaran suatu jenis makhluk hidup dapat dikendalikan dengan faktor yang melampaui batas toleransi maksimum atau minimum dan mendekati batas toleransi maka populasi atau makhluk hidup itu akan berada dalam keadaan tertekan (stress). ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 6 . karena satu jenis tumbuhan mempunyai kisaran toleransi yang berbeda-beda menurut habitat dan waktu yang berlainan. • ikan mas stenohaline (tawar)  stenophagik – euryphagik (makanan) • Kelinci stenophagik (rumput). perdu.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Dengan kata lain.1994). Semua faktor fisik alami tidak hanya merupakan faktor pembatas dalam arti yang merugikan akan tetapi juga merupakan faktor pengatur dalam arti yang menguntungkan sehingga komunitas selalu dalam keadaan keseimbangan atau homeostatis. dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan tersebut. • Berikut ada Istilah yang digunakan dalam menggambarkan kisaran toleransi :  steno : sempit dan eury : lebar  stenothermal – eurythermal (temperatur) • Telur ikan stenothermal trout /salvelinus (0 – 12 oC). Untuk memberikan gambaran umum tentang rentangan toleransi ini.(Odum.  stenohaline – euryhaline (salinitas) • Ikan salmon euryhaline (tawar – laut). Cahaya. sedangkan cahaya. • kambing euryphagik (rumput. Toleransi lebar Iritermal Irihidrik Irihalin Irifagik Iridafik Iriesius Faktor lingkungan Suhu Air Salinitas Makanan Tanah Seleksi habitat • Toleransi sempit Stenotermal Stenohidrik Stenohalin Stenofagik Stenodafik Stenoesius • Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan kisarannya untuk suatu tumbuh-tumbuhan berbedabeda. optimum 4% • Telur katak eurythermal (0 .

gabungan antara faktor suhu dan kelembaban.5 3. Jadi. Grafik prinsip batas toleransi 2. (Uya.Faktor pembatas fisik bagi suatu organisme kita kenal secara luas di antaranya faktor cahaya matahari. 2010).golongan organisme tergantung kepada kompleks keadaan. dan lain sebagainya.Konsep Faktor-Faktor Pembatas Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. suhu. organismeorganisme dikendalikan di alam oleh: jumlah dan keragaman material dimana terdapat suatu ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 7 .Umumnya suatu organisme yang mempunyai kemampuan untuk melewati atau melampaui faktor pembatasnya maka ia memiliki toleransi yang besar dan kisaran geografi penyebaran yang luas pula. tetapi mereka bisa memanfaatkan periodisitas alami untuk mengatur dan memprogram kehidupannya guna mengambil keuntungan dari keadaan tersebut. Sebaliknya jika organisme tersebut tidak mampu melewatinya maka ia memiliki toleransi yang sempit dan memiliki kisaran geografi penyebaran yang sempit pula. (Uya. faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme. Tidak sedikit didapati pula bahwa ada organisme tertentu yang tidak hanya beradaptasi dengan faktor pembatas lingkungan fisik saja. ketersediaan sejumlah air. Konsep gabungan faktor pembatas dapat dinyatakan sebagai kehadiran dan keberhasilan suatu organisme atau golongan. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas. (Uya. 2010). Keadaan yang mana pun yang mendekati atau melampaui batas –batas toleransi dinamakan sebagai yang membatasi atau faktor pembatas. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain. 2010). Dengan mengetahui faktor pembatas (limiting factor) suatu organisme dalam suatu ekosistem maka dapat diantisipasi kondisi-kondisi di mana organisme tidak dapat bertahan hidup.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Gambar.

air tanah (ground water) dan gunung es (glacier). Air tawar terutama terdapat di danau. Norwegia hidup di daratan glasial Arktik. 2002). misalnya uap air. Air terdapat dalam berbagai bentuk. 2. manusia dan tumbuhan lainya atau makhluk hidup di sekitarnya.368 juta km3. Produktivitas pada skala dunia tampaknya berkorelasi dengan ketersediaan air. mengalami aktivitas fotosintesis tertinggi pada hari-hari hujan atau setelahnya. melainkan air yang membatasi produktivitasnya (Uchiha et al. es. Dalam pertumbuhan tanaman terdapat berbagai faktor pembatas yang akan menentukan periode pertumbuhannya. nutrien maupun angin dan lain sebagainya sedangkan faktor biotik diantranya hewan.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS kebutuhan minimum dan faktor-faktor fisik yang gawat serta batas – batas toleransi organismenya sendiri terhadap keadaan tersebut dan komponen-komponen lingkungan lainnya (Uya. Polytrichum Strictum Sanionia Uncinata di Svalbard. Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Antara 40% sampai 60% dari berat segar pohon tersusun atas air. Semua badan air di daratan dihubungkan dengan laut dan atmosfer melalui siklus hidrologi yang berlangsung secara kontinu (Campbell.6. Gambar. Bagi tumbuhan. menghubungkan jaring ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 8 .Faktor-faktor pembatas tersebut secara garis besar terdiri dari faktor abiotik dan biotik. Air merupakan bagian terbesar pembentukan jaringan dari semua makhluk hidup. air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. ini menunjukkan bahwa bukanlah penyinaran matahari. Faktor abiotik diantranya suhu. dengan jumlah sekitar 1. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. 2010).6 FAKTOR FAKTOR PEMBATAS DALAM EKOSISTEM Setiap tanaman dalam sikus hidupnya pastiakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.1 Ketersediaan Air Air sebagai faktor pembatas mungkin yang terbaik untuk dipahami. Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi. sungai.2000).2000). cahaya. 2. air. Cairan yang mengisi sel memiliki peran dalam menjaga substansi tetap dalam keadaan yang tepat untuk menjalankan fungsi metabolisme. setidaknya di Polytrichum Strictum (Campbell. cairan dan salju.

Perlu dipahami bahwa jumlah air di sistem bumi kita ini adalah terbatas dan dapat berubah – ubah akibat proses sirkulasinya. Pengeringan bumi sulit untuk terjadi akibat adanya siklus melalui hujan. b. Gambar. d. Tekanan yang diciptakan oleh kehadiran air dalam sel disebut tekanan turgor dan sel akan menjadi mengembang. seperti yang ditunjukkan gambar di bawah. dan bagi tumbuhan herba jumlahnya mungkin akan mencapai 90%. Bahkan air sebagai bagian dari faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan juga perubahan suatu struktur. Antara 40% sampai 60% dari berat segar pohon terdiri dari air. CO2 biasanya menjadi faktor pembatas. CO2 diperlukan karena menjadi bahan untuk proses fotosintesis tanaman. sulit untuk berfikir dalam istilah batas CO2 pada produktivitas tanaman.6. aliran air. Demikian juga karbohidrat yang dibentuk di daun diangkut ke jaringan – jaringan lainnya yang tidak berfotosintesis dengan cara yang sama.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS produktivitas dengan kandungan air dalam dua spesies. Bagi tumbuhan air adalah penting karena dapat langsung mempengaruhi kehidupannya. dan alga. Struktur Tumbuhan Air merupakan bagian terbesar pembentuk jaringan dari semua makhluk hidup (tak terkecuali tumbuhan). 1985).2.Sebagai Penunjang Tumbuhan memerlukan air untuk penunjang jaringan-jaringan yang tidak berkayu. Pendingin Kehilangan air dari tumbuhan oleh transpirasi akan mendinginkan tubuhnya dan menjaga dari pemanasan yang berlebihan. kecuali mungkin di perairan dalam dimana dekomposisi sedimen menyediakan tingkat CO2 namun penyinaran rendah (Maberly 1985. Nutrisi masuk melalaui akar dan bergerak ke bagian tumbuhan lainnya sebagai substansi yang terlarut dalam air. jaringan serta organ tumbuhan tersebut. Cairan yang mengisi sel akan mampu menjaga substansi itu untuk berada dalam keadaan yang tepat untuk berfungsi metabolisma. Apabila sel – sel jaringan ini mempunyai cukup air maka sel – sel ini akan berada dalam keadaan kukuh. karena CO2 meningkat di atmosfer. Water Content (% oven-dry weight) Air merupakan faktor lingkungan yang penting. putaran per menit selama 30 – 40 menit. 2. transpirasi dan evaporasi yang berlangsung secara terus menerus. semua organisme hidup memerlukan kehadiran air ini.Alat Angkut Tumbuhan memanfaatkan air sebagai alat untuk mengangkut materi disekitar tubuhnya. Dalam sistem air. Kadar CO2 Berbicara tentang efek rumah kaca. c. Wetzel et al. dan apabila jumlah air tidak memadai maka tekanan turgor berkurang dan isi sel akan mengerut dan terjadilah plasmolisis. Untuk lebih rinci perhatikan peranan air bagi tumbuhan di bawah ini : a. Page 9 ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS .

Sebaliknya tumbuhan yang hidup baik dalam situasi jumlah cahaya yang rendah. di satu pihak radiasi cahaya matahari menguntungkan karena sebagai sumber energi bagi proses fotosintesa. karena akan menghambat pernafasan dan pertukaran gas. Konsentrasi CO2 bebas 12 mg/l dapat menyebabkan tekanan pada ikan. 2. Harga intensitas cahaya dengan laju fotosintesis (pembentukan karbohidrat). Cahaya yang kuat sekali dapat merusak enzim akibat foto-oksidasi. ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 10 . tumbuhan harus menerima sejumlah cahaya yang cukup untuk membentuk karbohidrat yang memadai dalam mengimbangi kehilangan sejumlah karbohidrat akibat respirasi.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Gambar. Kanopi suatu vegetasi akan menahan dan mengabsorpsi sejumlah cahaya sehingga ini akan menentukan jumlah cahaya yang mampu menembus dan merupakan sejumlah energi yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dasar. air hujan. Skema Proses Fotosintesis Tumbuhan Karbondioksida bebas merupakan istilah untuk menunjukkan CO2 yang terlarut di dalam air.  Cahaya matahari mempunyai dua fungsi yang saling berlawanan. Kandungan CO2 dalam air yang aman tidak boleh melebihi 25 mg/l. Intensitas cahaya yang berlebihan dapat berperan sebagai faktor pembatas. dapat mengimbangi kehilangan karbohidrat akibat respirasi dikenal sebagai titik kompensasi.3. sedangkan konsentrasi CO2 lebih dari 100 mg/l akan menyebabkan semua organisme akuatik mengalami kematian (Laevastu 1996). dekomposisi bahan organik dan hasil respirasi organisme akuatik. metabolisme dan respirasinya lambat. Salah satu yang membedakan tumbuhan heliofita dengan siofita adalah tumbuhan heliofita memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk klorofil. Harga titik kompensasi ini akan berlainan untuk setiap jenis tumbuhan. Apabila semua faktor.6. Tingginya kandungan CO2 pada perairan dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan biota perairan. dengan titik kompensasi yang rendah pula disebut tumbuhan yang senang teduh (siofita). Tumbuhan yang teradaptasi untuk hidup pada tempat –tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi disebut tumbuhan heliofita. Dengan tujuan untuk menghasilkan produktivitas bersih. Cahaya Matahari Intensitas cahaya dalam suatu ekosistem adalah bervariasi. CO2 yang terdapat dalam perairan alami merupakan hasil proses difusi dari atmosfer. ini menganggu metabolisme organisme terutama kemampuan di dalam mensisntesis protein. keseimbangan antara kedua proses tadi akan tercapai pada sejumlah intensitas cahaya tertentu.faktor lainnya mempengaruhi laju fotosintesis dan respirasi diasumsikan konstan.

60 mikron merupakan radiasi gelombang panjang atau infrared / merah-panjang. Kualitas Cahaya Radiasi matahari secara fisika merupakan gelombang-gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. dengan demikian ganggang merah ini mampu hidup pada kedalaman laut. Yang dapat mencapai permukaan bumi ini adalah gelombang-gelombang dengan ukuran 0. Umumnya kualitas cahaya tidak memperlihatkan perbedaan yang mencolok antara satu tempat denan tempat lainnya.60 mikron. Utraviolet dan infrared tidak dimanfaatkan dalam proses fotosintesis. sedangkan gelombang di bawah 0. Ada tiga aspek penting yang perlu dibahas dari faktor cahaya ini. Gelombang yang dapat terlihat oleh mata berkisar antara 0. Variasi dari ketiga parameter tadi akan menentukan berbagai proses fisiologi dan morfologi dari tumbuhan. Dengan demikian tumbuhan yang hidup di bawah naungan kanopi harus teradaptasi dengan kondisi cahaya yang rendah energinya. tetapi pengaruh yang khusus sering merupakan pengendali yang sangat penting dalam lingkungannya. tetapi radiasi yang berlebihan dapat pula menjadi suatu faktor pembatas.39 merupakan gelombang pendek dikenal dengan ultraviolet dan gelombang di atas 7. Memang pada dasarnya pengaruh dari penyinaran sering berkaitan erat dengan faktor-faktor lainnya seperti suhu dan suplai air. yang terang cahaya ini dapat merusak atau membunuh bakteria dan juga dipahami mampu mempengaruhi perkembangan tumbuhan menjadi terhambat pertumbuhannya.Pengaruh dari cahaya ultraviolet terhadap tumbuhan masih belum jelas. Klorofil yang berwarna hijau mengabsorbsi cahaya merah dan biru. seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang bersinar setiap hari. Ganggang merah dengan pigmen tambahan phycoerythrin atau pigmen merah coklat mampu mengabsorpsi cahaya hijau ini untuk fotosintesisnya. menghancurkan sistem jaringan tertentu. sehingga tidak selalu merupakan faktor ekologi yang penting. dengan demikian panjang gelombang itulah merupakan bagian dari spektrum cahaya yang sangat bermanfaat bagi fotosintesis.60 mikron. Meskipun demikian telah dipahami adanya respon kehidupan terhadap berbagai panjang gelombang cahaya ini. Kepentingan Kualitas Cahaya Umumnya tumbuhan teradaptasi untuk mengelola cahaya dengan panjang gelombang antara 0.39 sampai 7. sehingga cahaya hijau akan dilalukan atau dipenetrasikan ke lapisan lebih bawah dan sulit untuk diserap oleh fitoplankton. Di ekosistem daratan kualitas cahaya tidak mempunyai variasi yang berarti untuk mempengaruhi fotosintesis. kecuali apabila kanopi vegetasi menyerap sejumlah cahaya maka cahaya yang sampai di dasar akan jauh berbeda dengan cahaya yang sampai di kanopi. Tidak semua gelombang-gelombang tadi dapat menembus lapisan atas atmosfer untuk mencapai permukaan bumi. Dalam ekosistem perairan cahaya merah dan biru diserap fitoplankton yang hidup di permukaan.39 sampai 7. Umumnya gelombang – gelombang pendek dari radiasi matahari Page 11  ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS . Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi tama bagi ekosistem.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Dilain pihak. radiasi cahaya matahari merugikan karena cahaya matahari langsung akan merusak atau membunuh protoplasma. akan terjadi pengurangan cahaya merah dan biru. yang erat kaitannya dengan ekologi:  Kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang  Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya  Lama penyinaran.3 sampai 10 mikron. Struktur dan fungsi dari ekosistem utamanya sangat ditentukan oleh radiasi matahari yang sampai di sistem ekologi tersebut.

seperti kotoran (hewan dan manusia). 2004). hal ini merupakan hasil penyinaran ultraviolet dan menghambat untuk terjadinya batang yang panjang. Kadar oksigen berkurang dengan semakin meningkatnya suhu. Juga diperkirakan ultraviolet dapat mencegah berbagai jenis tumbuhan untuk bermigrasi. dan berkurangnya tekanan atmosfer (Jeffries and Mills. turbulensi air. Difusi oksigen atmosfer ke air bisa terjadi secara langsung pada kondisi air stagnant (diam) atau terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau angin. Sebagian besar oksigen pada perairan danau dan waduk merupakan hasil sampingan aktivitas fotosintesis. Dengan demikian pengaruh ultraviolet ini akan terjadi dan sangat terasa di daerah pegunungan yang tinggi. Difusi oksigen dari atmosfer ke perairan pada hakekatnya berlangsung relatif lambat.Kadar Oksigen Oksigen terlarut adalah gas oksigen yang terlarut dalam air. 2.4 2. Status kualitas air berdasarkan kandungan DO (Lee et al. sebagian besar dari zat pencemar yang menyebabkan oksigen terlarut berkurang adalah limbah organik. Penyebab utama berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air disebabkan karena adanya zat pencemar yang dapat mengkonsumsi oksigen. Oksigen terlarut dalam perairan merupakan faktor penting sebagai pengatur metabolisme tubuh organisme untuk tumbuh dan berkembang biak.4 < 2. karbondioksida direduksi menjadi karbohidrat dan air mengalami dehidrogenasi menjadi oksigen. ketinggian. arus atau aliran air melalui air hujan serta aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novonty and Olem.4. Sumber oksigen terlarut dalam air berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer. 2004). salinitas. Bentuk – bentuk daun yang roset merupakan karakterisktika tumbuhan di daerah pegunungan..6. 1994).kandungan oksigen terlarut pada suatu perairan dapat digunakan sebagai indikator kualitas perairan. bahan-bahan buangan dari industri dan rumah tangga. oksigen lebih banyak dihasilkan oleh fotosintesis alga yang banyak terdapat pada zone epilimnion.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS terabsorbsi di bagian atas atmosfer sehingga hanya sebagian kecil yang mampu sampai di permukaan bumi. (Anonimous. Zat pencemar tersebut terutama terdiri dari bahan-bahan organik dan anorganik yang berasal dari barbagai sumber.5 – 6. sedangkan pada perairan tergenang yang dangkal dan banyak ditumbuhi tanaman air pada zone litoral. 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2 Di perairan danau. dan tekanan atmosfer. seperti terlihat pada Tabel 4. meskipun terjadi pergolakan massa air atau gelombang. 1996).0 Sumber Oksigen berasal dari: Status kualitas air Tidak tercemar sampai tercemar sangat ringan Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar berat ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 12 . sehingga dengan demikian cahaya ultraviolet berfungsi sebagai agen dalam menentukan penyebaran tumbuhan. Keberadaan oksigen terlarut di perairan sangat dipengaruhi oleh suhu. Tabel 4. Pada proses fotosintesis. keberadaaan oksigen lebih banyak dihasilkan oleh aktivitas fotosintesis tumbuhan air. Menurut (Anonimous. 1978) No Kadar oksigen terlarut (mg/l) > 6.5 4.0 – 4. sampah organik.

secara definisi. Derajat keasaman merupakan gambaran jumlah atau aktivitas ion hidrogen dalam perairan. Misalnya energi cahaya mungkin diubah menjadi energi panas ketika cahaya diabsorpsi oleh suatu substansi.7.) suhu dapat berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut. pH mempunyai dampak minimal dalam pengambilan CO2 dari atmosfer. kemudian disebarkan keseluruh badan perairan oleh angin. pH Di darat.6.8. 2. 2. Selain itu. (Anonimous. Suhu dapat memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. 2000). Nutrien Merupakan unsur utama bagi pembentukan protein dan metabolisme sel suatu organisme untuk transfer energi dalam sel. 2004). Jika lebih dari itu.6. Suhu Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS   difusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukaan. Fotosintesa yang dipengaruhi densitas tanaman. pH < 7 dikatakan kondisi perairan bersifat asam. ia disebut brine. Adanya karbonat. (Anonimous. Relatif mudah untuk ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 13 . Menurut (Anonimous. Kandungan garam pada sebagian besar danau. dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. 2004). pH juga mempengaruhi nilai BOD5. bikarbonat dan hidroksida akan menaikkan kebasaan air. sungai. cahaya dan laju penyimpanan. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. pertumbuhan dan perkembangan. 2004). Bahan penimbun energi dalam bentuk ATP untuk reproduksi.5. pH bisa menjadi faktor pembatas yang sangat serius. nitrogen dan nutrien lainnya (Anonimous. Lebih dari 5%. Perairan dengan nilai pH = 7 adalah netral. 2001).05%. 2. Sejalan dengan pernyataan tersebut Mahida (1993) menyatakan bahwa limbah buangan industri dan rumah tangga dapat mempengaruhi nilai pH perairan. sebagai contoh H2S yang bersifat toksik banyak ditemui di perairan tercemar dan perairan dengan nilai pH rendah. fosfat. sedangkan berperan tidak langsung dengan mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air. – Keanekaragaman yang rendah di area dengan tingkat evaporasi tinggi (salinitas tinggi).6. Nilai pH dapat mempengaruhi spesiasi senyawa kimia dan toksisitas dari unsur-unsur renik yang terdapat di perairan. 2. ombak dan proses pengadukan. CO2 yang terlarut dalam air akan menjadi bikarbonat dan karbonat. Sebenarnya sangat sulit untuk memisahkan secara mandiri pengaruh suhu sebagai faktor lingkungan. termasuk tumbuhan. Kandungan garam sebenarnya pada air ini. Secara umum nilai pH menggambarkan seberapa besar tingkat keasaman atau kebasaan suatu perairan.6. Salinitas Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. sedangkan pH > 7 dikatakan kondisi perairan bersifat basa (Anonimous. Suhu sering berperan bersamaan dengan cahaya dan air untuk mengontrol fungsi. Tetapi dalam sistem perairan. kurang dari 0.6. Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme. • Salinitas terlalu tinggi dan rendah akan membahayakan – Keanekaragaman yang rendah di muara (salinitas tinggi).fungsi dari organisme. sementara adanya asamasam mineral bebas dan asam karbonat menaikkan keasaman suatu perairan.

1984). dan biologi di badan air.Seperti halnya dengan faktor cahaya. Selain itu. letak dari sumber panas ( matahari ). sirkulasi udara. 2000). Bagian lapisan yang lebih hangat biasanya berada pada daerah eufotik. reaksi kimia. merupakan lapisan yang lebih dingin dengan kerapatan air kurang. Menurut Goldman & Horne (1989). kimia. dan aliran serta kedalaman dari badan air. 1989). evaporasi dan volatilisasi. Suhu merupakan controling factor (faktor pengendali) bagi proses respirasi dan metabolisme biota akuatik yang berlanjut terhadap pertumbuhan dan proses fisiologi serta siklus reproduksinya (Hutabarat dan Evans. sehingga pada danau yang amat dalam cenderung hanya sebagian yang tercampur (Anonimous. 2000). Demikian juga perbedaan suhu berdasarkan kedalaman air. Suhu suatu badan air dipengaruhi oleh musim. dan menunjukkan sedikit penurunan suhu dengan bertambahnya kedalaman. nilai kalor penguapan dan nilai peleburan air mengakibatkan minimnya perubahan suhu air. 2000).Sea surface salinity (PSU) Variasi suhu Sangat sedikit tempat-tempat di permukaan bumi secara terus.ratanya yang penting. minimum atau keadaan harga rata. bila pada danau tersebut tidak mengalami pengadukan oleh angin. lapisan yang hangat dengan kerapatan jenis air kurang. dan (3) metalimnion adalah lapisan yang berada antara lapisan epilimnion dan hipolimnion. bersama. apakah keadaan maksimum.sama dengan putarannya bumi pada porosnya akan menimbulkan variasi suhu di alam tempat tumbuhan hidup. Suhu juga dapat mempengaruhi proses dan keseimbangan reaksi kimia yang terjadi dalam sistem air (Anonimous.menerus berada dalam kondisi terlalu panas atau terlalu dingin untuk sistem kehidupan. maka kolam air danau terbagi menjadi beberapa lapisan. Perbedaan yang nyata antara suhu pada permukaan kanopi hutan dengan suhu di bagian dasar hutan akan terlihat dengan jelas. Pada daerah metalimnion terdapat lapisan termoklin yaitu lapisan dimana suhu akan turun sekurang-kurangnya 1 0C dalam setiap 1 meter (Jorgensen & Volleweider. Peningkatan suhu mengakibatkan peningkatan viskositas. Terjadi juga variasi dari suhu ini dalam ekosistem. ketinggian dari permukaan laut. Perubahan suhu berpengaruh terhadap proses fisika. Variasi suhu ini berkaitan dengan garis lintang. sehingga variasi suhu air lebih kecil bila dibandingkan dengan variasi suhu udara. (2) hipolimnion. CO2. Danau di daerah tropik mempunyai kisaran suhu yang tinggi yaitu antara 20-30 0C. Oleh karena itu perubahan suhu dapat menghasilkan stratifikasi yang mantap sepanjang tahun. N2. lintang. misalnya dalam hutan dan ekosistem perairan. yaitu: (1) epilimnion. penutupan awan. Beberapa sifat termal air seperti panas jenis. ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 14 . peningkatan suhu air juga mengakibatkan penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2. dan sejalan dengan ini juga terjadi variasi local berdasarkan topografi dan jarak dari laut. sedangkan lapisan yang lebih dingin biasanya berada di bagian afotik (bagian bawah). suhu biasanya mempunyai variasi baik secara ruang maupun secara waktu. dan CH4 (Anonimous.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS mengukur suhu dalam suatu lingkungan tetapi sulit untuk menentukan suhu yang bagaimana yang berperan nyata. Adanya penyerapan cahaya oleh air danau akan menyebabkan terjadinya lapisan air yang mempunyai suhu yang berbeda. Gambar.

Karena suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan pada suatu daerah. Sebaliknya apabila organisme diketahui hanya mempunyai batas-batas toleransi tertentu untuk suatu faktor yang beragam maka faktor tadi dapat dinyatakan sebagai faktor pembatas. Dengan adanya faktor pembatas. karena spesies dengan anggota organisme yang besar mempunyai biomassa yang besar pada umumnya lebih stabil.  Semakin banyak hubungan antarspesies. Jika suatu organisme mempunyai batas toleransi yang lebar untuk suatu faktor yang relatif mantap dan dalam jumlah yang cukup maka faktor tadi bukan merupakan faktor pembatas. arus.  Sebelum yakin terhadap satu spesies atau kelompok spesies yang akan digunakan sebagai indikator. yang merupakan indikator yang lebih baik daripada organisme euri  Spesies atau jenis yang besar umumnya merupakan indikator yang lebih baik dari pada spesies yang kecil. Perbedaan iklim mikro ini dapat menghasilkan komunitas yang ada berbeda. maka sebaliknya dapat ditentukan keadaan lingkungan fisik dari organisme yang ditemukan pada suatu daerah. cahaya. termasuk di antaranya adalah temperatur. dan tekanan. ( Anonimous. air. Lingkungan mikro merupakan suatu habitat organisme yang mempunyai hubungan faktor-faktor fisiknya dengan lingkungan sekitar yang banyak dipengaruhi oleh iklim mikro dan perbedaan topografi. Organisme inilah yang disebut indikator ekologi (indikator biologi). Keadaan yang mana pun yang mendekati atau melampaui batas-batas toleransi dinamakan sebagai yang membatasi atau faktor pembatas.7 LINGKUNGAN MIKRO DAN INDIKATOR EKOLOGI Kehadiran atau keberhasilan suatu organisme atau kelompok organisme-organisme tergantung kepada kompleksitas suatu keadaan. ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 15 . dapat dianggap faktor ini bertindak sebagai ikut menyeleksi organisme yang mampu bertahan dan hidup pada suatu wilayah sehingga sering kali didapati adanya organisme-organisme tertentu yang mendiami suatu wilayah tertentu pula. gas atmosfer. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan indikator biologi adalah :  Umumnya organisme steno. tanah. Beberapa keadaan faktor pembatas. Organisme ini disebut sebagai indikator biologi (indikator ekologi) pada wilayah tersebut. Masing-masing dari organisme mempunyai kisaran kepekaan berbeda terhadap faktor pembatas. dan api.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS 2. populasi atau komunitas seringkali menjadi faktor yang semakin baik apabila dibandingkan dengan menggunakan satu spesies. Dengan adanya faktor pembatas ini semakin jelas kemungkinannya apakah suatu organisme akan mampu bertahan dan hidup pada suatu kondisi wilayah tertentu. seharusnya kelimpahannya di alam telah diketahui terlebih dahulu. Suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan pada suatu daerah. 2000) . mineral.

Tumbuhan padi untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 16 .ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS BAB III KESIMPULAN 6. Dimana masing-masing unsur berperan penting dalam pertumbuhan tanaman padi. fosfor. dan sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman untuk profitabilitas yang tinggi. Pasokan produk-nutrisi penting dari tanah. air irigasi. faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme.Pada video ini Nutrein merupakan salah satu faktor pembatas.2 Dari papran video diatas bahwa tanaman padi diberikan dan dianjurkan untuk diberikan unsur-unsur nutrien. Untuk menghasilkan hasil yang menguntungkan harus memiliki nutrisi. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain. jumlah yang tepat pada waktu yang tepat dan nutrisi yang tepat untuk tanaman padi yang sehat. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terganggu. fosfat dan lain sebagainya yang terbagi 2 nutrien Makro dan Mikronutrien) dalam jumlah minimum.nutrisi yang tepat. dan kalium adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar relatif. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas 6.1 Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Nitrogen. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme.

edu/~ecaruso /thermal. 1994.info Diakses tanggal 12 Maret 2012 _________. Laevastu and Taivo. Blackwell Science.ghostwhell. Erlangga.ciences/biology/2012066komponen-ekosistem.Djambatan: Jakarta Suwasono.com/dictionary. First edition. Explosive Dictionary (Definitions of Technical http://projects. Diakses tanggal 12 Maret 2012 Terms).Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Komponen Ekosistem. Thermal Pollution.willamette. 2010. Ilmu Lingkungan. Jakarta. General Environmental Multilingual Thesaurus (GEMET). http://MathInScience. RA.gemet. 2010. 1987. Pengantar Ekologi. Soemarwoto Otto. Heddy. Dasar. Exploitable Marine Ecosystems: Their Behaviour and Management. Thermal Pollution.shvoong.2000.Biologi Edisi Kelima Jilid Tiga. Malang Uya. Bandung.. 2000. 1996. 1986.com/exact. Inc. Erlangga. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta Soeraatmadja.ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS DAFTAR PUSTAKA Anonimous. Hutagalung. Massachusetts.Dasar Ekologi Edisi ke tiga. ITB. 2004.2001.com. Diakses tanggal 12 Maret 2012 _________.html Diakses tanggal 12 Maret 2012 ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS Page 17 . Universitas Brawijaya. 2004. Htm Diakses tanggal 12 Maret 2012 Campbell. Odum Eugena P. http://www. Jakarta. _________. Ekologi Dasar. 2001. http// www. http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful